Home » Cerita Seks Mama Anak » Wild Love 70

Wild Love 70

Setelah pertemuan keluarga ini, aku dan dian mengambil mobil yang berada di rumah dimana ibu dian disekap. Disana ada anton danenggotanya yang lain. Setelah mengobrol sebentar, semua barang dian sudah bisa di ambil begitu pula dengan barang-barang tante wardani. Rumah itu kemudian di sita, disana aku juga bertemu dengan pak koco dan tante wardani yang datang kemudian. Kini mereka berdua telah bersatu, bersama kembali dan tinggal di perumahan kakek. Begitu pula dengan nenek ifah dan nenek laila, mereka tinggal di salah satu rumah di perumahan yang dekat dengan rumamh kakek.

Rumahku? Ibu telah menjualnya dan uang yang dulu pernah aku ambil dari tabungan ayahku aku berikan ke desa banyu biru dan banyu abang. Yang kelas desa itu berubah nama menjadi Desa Mahesawati dan Desa wicaksana, kedua desa itu dihubungkan sebuah jalan yang diberi nama Arya.
Ibu kini tinggal bersama kakek dan nenek, sebenarnya ada satu rumah disamping rumah kakek dan nenek untuk ibu, ibu menerimanya tapi nanti kalau bayinya lahir, untuk eri dia menemani ibu. Rani juga telah disediakan rumah didekat kakek dan nenek. Akhirnya untuk tetap menjaga keluarga ini menjadi satu, kakek wardi dan nenek umi juga tinggal diperumahan yang sama dengan kakek dan nenek begitupula pak dhe andi dan budhe ika, tante ratna dan om andra. Hanya aku dan dian yang tinggal di perumahan ELITE. Oia perumahan ELITE adalah usaha dari kakek tian yang kemudian ditangani oleh nenek ayu, sekarang sudah diberikan kembali ke neek ifah dan laia untuk mengelolanya karena memang belum sepenuhnya selesai pembangunannya. Banyak yang memesan rumah diperumahan itu.

Setelah semua kembali normal, aku kembali menjadi mahasiswa untuk menyelesaikan tugas akhirku. Aku tinggal bersama dian dan merawatnya hingga tangannya bisa sembuh total. Kamu tahu wanita ini selallu membuatku bingung dan horni sendiri ketika harus melayani semua kemanjaanya. Dari mandi, berganti pakaian hingga makan semua harus dilayani bak ratu. Satu menit saja aku telat datang ketika dian memanggilku, pasti ngambeknya setengah mati.

ÔÇ£yang ayo boboÔÇØ ucapnya ketika aku masih duduk bersila mengoreksi tugas akhirku didepan laptop yang aku letakan di atas meja kecil. Aku berada di ruang keluarga rumah dian, dibelakangku terdapat sofa

ÔÇ£nanti dulu sayang, ini mas lagi buat tugas akhir ntar dimarahi sama dosen mas gimana? Ntar ndak selesai-selesai lhoÔÇØ ucapku

ÔÇ£ya, udah tidur saja sama tugas akhirmu itu! huh!ÔÇØ ucapnya dudu di sofa dan merebahkan tubuhnya, televisi dinyalakan dengan suara keras

ÔÇ£adeeee… mas kan lagi buat tugas akhir, bisa mas cepet kerjaÔÇØ ucapku, langsung televisi dimatikan

Aku kembali bergelut dengan tugas akhirku, yang dimana dia sendiri adalah dosenku. Tiba-tiba saja dia berdiri diantara laptop dan aku. Kulihat keatas wajahnya terlihat sekali ngambek, matanya juga sudah 0,5 watt.

ÔÇ£sebentar lagi kurang sedikitÔÇØ ucapku

Hanya diam dan kemudian duduk dipangkuanku, kakiku aku buka, tubuhnya masuk dalam pelukanku. Seperti anak kecilyang dipeluk orang tuanya, satu tanganku memeluknya dan satu tanganku mengotak-ati laptop. Selang beberapa jam aku telah selesai dan dian sudah tertidur, aku angkat tubuhnya dan aku rebahkan di tempat tidur. Ku bereskan semua pekerjaanku. Esok hari dian sudah mulai kembali ke kampus jadi aku bisa bimbingan dengannya. Aneh bukan? Seharusnya aku bisa bimbingan dengannya di rumah tapi dia tidak mau sama sekali. ÔÇ£urusan kampus ya kampus, urusa rumah ya mas ngurusi ade weeeekÔÇØ begitu katanya.

Pagi hari aku terbangun teat pukul 04:30 pagi. Tak kudapati dian dalam pelukanku, hanya guling dan bantal yang menemaniku.

ÔÇ£mandi dulu sana masÔÇØ ucap dian yang keluar dari kamar mandi dalam kamarnya

ÔÇ£oaaam… iya sebentarÔÇØ ucapku

ÔÇ£mau kemana?ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£mandiÔÇØ balasku

ÔÇ£di kamar mandi sini saja kenapa? kaya orang bertamu sajaÔÇØ ucapnya, aku hanya tersenyum kulewati dian sambil aku kecup pipinya

Kamar mandi luas, dengan tempat berendam. Segera aku mandi dan bersiap untuk kekampus walaupun waktu masih lama. Setelahnya kusiapkan semua yang perlu aku bawa ke kampus.

ÔÇ£maem dulu masÔÇØ ucapnya

ÔÇ£iyaÔÇØ ucapku, kuambil satu piring penuh nasi dan lauk pauk hasil masaknya

ÔÇ£aaa…ÔÇØ ucapku

Begitulah ketika pagi, aku menjadi seorang kakak baginya yang selalu memanjakannya. Matahari mulai terbit dan dian sudah rapi dengan seragam dinasnya. Dia kemudian pamit untuk berangkat terlebih dahulu. Tepat pukul 08:00 aku mendapat BBM

From : Dian ÔÇ£My Lovely AngelÔÇØ
Ar, nanti bimbingan jam setengah 3 sore

(aneh manggil namaku)

To : Dian ÔÇ£My Lovely AngelÔÇØ
Iya adeee…

From : Dian ÔÇ£My Lovely AngelÔÇØ
Siapa ade? saya itu dosen kamu!

(eh, aduh….)

To : Dian ÔÇ£My Lovely AngelÔÇØ
Iya bu, nanti saya akan ke tempat ibu jam setengah 3
Mohon maaf tadi keceplosan, mau bbm pacar saya

From : Dian ÔÇ£My Lovely AngelÔÇØ
Ya!

Benar-benar aneh ini pacar…

Pukul 14:00
Aku sudah berada di tempat duduk jurusan menunggu kedatangan dosenku yang judesnya minta ampun ini. Gedung jurusan sangat sepi, kampus juga sepi jika sudah memasuki jam 2 siang seperti ini. jarang sekali ada kegiatand di dalam gedung jurusan.

ÔÇ£sudah lama arÔÇØ ucap dian

ÔÇ£sudah de..ÔÇØ ucapku

ÔÇ£de? Siapa itu?ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£eh maaf bu, salah ucap. Ibu mirip sekali dengan pacar sayaÔÇØ ucapku santai, mungkin dia ingin menjaa keprofesionalannya

ÔÇ£ya sudah, kita ke ruangan sayaÔÇØ ucap bu dian, aku melangkah mengiktui wanita yang sudah aku nikmati tubuhnya ini

ÔÇ£silahkan dudukÔÇØ lanjtunya

ÔÇ£mana tugas akhirmuÔÇØ ucapnya, segera aku serahkan tugas akhir yang telah aku buat

Setiap lembar dibukanya dengan sangat teliti, mencari mana yang harus diperbaiki atau tidak. Aku melihatnya tampak begitu anggun ketika membaca tugas akhirku. Tapi tiba-tiba saja ada yang aneh, bukannya tadi pagi dia pakai baju berkancing kenapa sekarang dalamannya adalah tang-top putih?

ÔÇ£okay sudah, kamu hanya perlu perbaiki ini, hanya beberapa kesalaha tulis dari tugas akhirmuÔÇØ ucapnya

ÔÇ£iya bu terima kasih banyakÔÇØ ucapku

ÔÇ£hmmm… tugas akhir kamu itu kayaknya hmmm… kelihatanya kamu tidak bisa lulus akhir tahun iniÔÇØ ucapnya tiba-tiba

ÔÇ£eh, kenapa bisa begitu? Katanya hanya kesalahan tulis saja, ade itu bagaimana to?ÔÇØ ucap nyeplos begitu saja

ÔÇ£ade? ade siapa??ÔÇØ ucapnya membuatku bingung

ÔÇ£eh… maaf…ÔÇØ aku hanya menunduk

ÔÇ£aku bisa bantu kamu menyelesaiakn tugas akhirmua, tapi ada syaratnya… kamu mau?ÔÇØ ucapnya, aku hanya mengangguk bodoh

ÔÇ£oke…ÔÇØ ucapnya beranjak dari tempat duduknya, dan mengunci pintu ruangannya. Roknya kenapa jadi pendek sekali?

Bu Dian kemudian bejalan kearahku dan duduk dimeja tepat didepanku, kursiku didorong kebelakang oleh kakinya. Kaki kanannya kini berada tepat ditengah pahaku. Dengan bersandar pada lutunya ujung jari tangan kanannnya menaikan daguku.

ÔÇ£Kalau kamu bisa memuaskan aku sekarang, minggu depan aku akan menandatangani tugas akhir kamuÔÇØ ucapnya dengan wajah judesnya

ÔÇ£eh tapi bu ini di anu bu aduh… di rumah saja, de eh bu…ÔÇØ ucapku gugup

ÔÇ£mau tidak?ÔÇØ ucapnya sambil melepas blazer yang dikenakanya. Dadanya terbungkus tangtop, membusung dan ah sangat menggairahkan.

ÔÇ£kalau tidak mau, silahkan menjadi mahasiswa abadiÔÇØ ucapnya, yang kemduain berdiri dihadapanku

ÔÇ£baik..ÔÇØ ucapku pelan

Aku langsung mendorng tubuhnya kembali duduk, aku berdiri dan mencium bibirnya. Bibir kami berpagutan satu sama lain dan saling melumat. Tanganku meremas payudaranya yang kenyal, ku tarik kea tas tangtopnya dan ku buka branya. Segera aku menyusu ke susu indah dosenku ini.

ÔÇ£erghh… pelan Ar…ahhh ahhh… mmmhhh… mainkan, jilati sayang… mmmhhh…ÔÇØ racaunya

Selang beberapa saat tangan kiriku bergerak menuju selangkangannya masuk ke dalam celana dalam. Jariku mencari butiran kecil yang biasa aku mainkan disana.

ÔÇ£erghh… pela ar… pelanhhhh jangan keras-kerashhh sakit…ÔÇØ racaunya, aku pelankan permainan jariku dan kembali kulumat bibirnya

Aku turun dan ku naikan rok hitam yang hanya menutupi sebagian pahanya. Kutarik celana dalamnya dan ku dudukan bu dian di meja dosen. Aku berlutut dan mulai mengocok sekaligus menjilati klitorisnya.

ÔÇ£arghh… enak banget mas… ade suka… terus dijilati yah terushhh sayang… mmmphhh… enak bangethhh… kocok lebih keras lagi… ah ah ah…ÔÇØ racaunya yang keceplosan

ÔÇ£keluarhhh ah aku keluar yah… aaaaaaaaaaarghh… egh egh eghÔÇØ aku diam sesaat ketika dia berkata keluar, tubuhnya mengejang beberapa kali dan membuatku semakin bernafsu kepadanya

Bu dian memandangku dengan wajah kepuasannya, didorongnya aku hingga aku terduduk. Bu dian kini turun dengan tubuhnya sedikit mengejang. Celanaku ditarik dan hingga dedek arya tersenyum bengis kepadanya.

ÔÇ£oh kontolmu sama besarnya dengan pacarku ar, tapi kita lihat apa punyamu bisa lebih hebat dari pacarkuÔÇØ ucapnya, hadeeeh pacar kamu itu ya aku bu hadeeeeh…

Langsung bu dian menjilati bagian bawah buah zakarku, benar-benar sensasi yang berbeda aku rasakan dari persetubuhan ini. aku melihatnya bukan sebagai pacar tapi sebagai dosenku. Jilatanya naik kejung dedek arya membuatku merinding sendiri. menggelinjang nikmat sekali. Tepat di ujung dedek arya mulutnya langsung melahap habis dedek arya.

ÔÇ£ahh bu, ibu pintar sekali, pasti pacar ibu selalu ahhh puas dengan permainan ibun ohhh…ÔÇØ racauku mengikuti permainannya

ÔÇ£mmmpphhh…ÔÇØ hanya itu jawaban bu dian yang mengocok dedek arya dengan mulutnya

ÔÇ£terus bu sedot yang kuat jilati seperti ibu menjilati kontol pacar ibu.. ough nikmat sekali..ÔÇØ racauku dengan senyum lebar dibibirku

Aku sudah tidak tahan segera aku tarik tubuhnya dan kududukan. Ku dekatkan dedek arya ke vaginanya, kedua tangannya berada dipundakku. Aku kembali mencium bibirnya yang manis itu, kulumat sembari memajukan dedek arya masuk ke dalam vaginanya.

ÔÇ£mmmppphhh.. pelanhhhhmmppphh…ÔÇØ rintihnya

Kedua tangannya memegang bahuku dan kedua tanganku sibuk meremas susunya. kumainkan pentil susunya ku pencet dan kutarik membuatnya menggelinjang nikmat. Tak tahan dengan perlakuanku akhirnya bu dian melepaskan ciumannya dan merintih.

ÔÇ£aryahh…. ah mas… ade mau keluar… ah ah ah… terus lebih keras lagi massshhhh aaaaahhhh…ÔÇØ racaunya dan kuhentakan lebih dalam lagi dedek arya ketika aku merasakan vaginanya mencengkram dedek arya

Kulumat kembali bibirnya dengan tubuh yang masih mengejang merasakan orgasme. Selang beberapa saat, aku didornhingga duduk dan terlepas dedek arya. kakinya membuka, tangannya mengarahkan dedek arya ke vaginanya.

ÔÇ£arghh dalam sekali ar, sama persis dengan pacarkuwhh… owh….emmmhh… enak tidak ar vagina dosen kamu ini?ÔÇØ ucap nya

ÔÇ£nikmat bu sama nikmatnya dengan pacarku…ÔÇØ ucapku

Tubuhnya bergoyang seperti seorang COWGIRL yang menunggangi banteng. Tubuhnya tidak beraturan rambutnya mulai acak-acakan.

ÔÇ£remas susuku ar… mainkan suusku… owhhh penismu dalam sekali masuk… ahhhh pintu rahimku arhhhhh… enak sekali owh enak sekali yah ah ah ah…ÔÇØ racaunya

Aku merasakan himpitan daging segar didalam sana pada penisku, aku mulai meremas dan memainkan susunya. dan, akhirnya pertahananku jebol bebarengan dengan tubuh bu dian yag ambruk ke arahku. Sesekali tubuhnya mengejang dan begitupula aku, dalam diam kami beristirahat. Selang beberapa saat tubuhnya turun dari pangkuanku dan beringsut kebawa membersihkan sperma yang tersisa di penisku. Setelahnya dia berdiri dan merapikan rambut serta pakaiannya. Spermaku masih mengalir di pahanya.

ÔÇ£yang jatuh dilantai kamu bersihkan ya, minggu depan bimbingan lagiÔÇØ ucapnya tanpa melihatku dan langsung beranjak pergi dari ruang dosen

Aku memandangnya dengan senyuman, kuambil tisu yang berada di mejanya dan membersihkan sisa kenikmatan kami berdua yang jatuh dilantai. Kurapikan pakaianku dan kembali menuju rumah dimana aku akan bertemu dengannya lagi sebagai kekasih yang manja.

Sesampainya dirumah, aku masih sendiri didepan TV dan menunggu kedatangannya. Selang beberapa saat kudenganr deru mobilnya, begitu masuk kerumah kulihat dia masih mengenakan pakaian yang sama di ruang dosen tadi hanya roknya saja yang diganti.

ÔÇ£lama banget? Habis darimana? Katanya pulang jam 3, ini jam 5 lhoÔÇØ ucapku

ÔÇ£tadi habis bimbingan dengan mahasiswaÔÇØ ucapnya tersenyum kepadaku, aku berdiri dan mendekatinya

ÔÇ£kok baunya mas kenal?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£bau apa?ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£ade habis ngapain?!ÔÇØ ucapku dengan anda cemburu

ÔÇ£habis… mmmm… main sama mahasiswa ade, ganteng lho mas, dan hot tadiÔÇØ ucapnya yang langsung masuk ke kamar. aku menyusulnya.

ÔÇ£ade kok tega banget sama mas? Kalau begitu mas akan melakukan hal yang sama seperti ade!ÔÇØ ucapku sok cemburu. Melihatnya melepas semua pakiannya.

ÔÇ£lihat mas, besar lho punya mahasiswaku… emang mas mau main sama siapa?ÔÇØucapnya

ÔÇ£dosen mas!ÔÇØ ucapku yang langsung meninggalkannya, aku tersenyum. Ah, ada-ada saja pacarku ini

ÔÇ£maaaaaaaas… mandiin…ÔÇØ ucapnya dari pintu kamar

ÔÇ£ndak mau! Suruh mahasiswanya ade sajaÔÇØ ucapku

ÔÇ£iiih ngambekan! Makanya kalau punya pacar cantik kaya gini itu jangan dianggurin! TA mulu yang digarap!ÔÇØ ucapnya judes, kulirik sedikit dan dia tersenyum kepadaku

Aku tersenyum kepadanya dan aku masuk ke dalam kamar untuk memandikannya. Tubuhnya yang indah kali ini aku basuh dengan lembut, ah, penge banget aku memperkosa dosenku ini.

Malam hari, kupeluk tubuh telanjangnya dengan tubuh telanjangku. Kami tidur untuk menggapai pagi.

ÔÇ£terima kasih buat yang tadi siangÔÇØ ucapnya tersenyum dengan memejamkan matanya

ÔÇ£sama-sama, terima kasih juga..ÔÇØ ucapku

ÔÇ£Aku mencintaimu..ÔÇØlanjutku

ÔÇ£aku juga..ÔÇØ jawabnya

Hari berlalu bersama dengan kekasihku yang ganteng ini. Tak terhitung aku melakukan persetubuhan dengannya, tapi yang membuatku sangat menyukai kekasihku ini adalah ketika aku mengulum itunya yang besar dan ketika dia memainkan milikku dengan lidahnya. Aku selalu dimanjanya dengan gaya sok dewasanya, tapi memang semakin hari dia semakin terlihat dewasa. Ah, aku saja mungkin yang terlalu egois tidak pernah sama sekali memanjanya.

Hari ini akan ada rapat jurusan pukul 09:00 hingga selesai biasanya dimulai pukul 09:30 hingga pukul 14:00 dengan jeda pukul 12:00. Aku berangkat seperti biasa pukul 07:30, mencium tangannya, kecupan di bibir dan langsung berangkat meninggalkannya berada dirumah. setelah sampai di gedung jurusan dimana kau bekerja, aku melakukan hal biasa sebelum rapat. Mengobrol dengan era dan beberapa staff lainnya di ruang TU. Sebenarnya tidak begitu penting rapat kali ini karena pada dasarnya semua telah dibahas minggu lalu, ya mungkin untuk menghabiskan anggaran saja. tepat pukul 09:00 beberapa dosen naik ke lantai atas dan ada juga yang langsung izin tidak mengikuti rapat. Aku kembali keruanganku untuk mengambil tas saja, maklum paling hanya dengar-dengar saja di ruang atas. sesampainya di ruanganku betapa terkejutnya aku melihat kekasihku sedang duduk di kursi depan mejaku.

ÔÇ£Lho bukannya jadwal bimbingan besok ar?ÔÇØ ucapku, ingat profesional!

ÔÇ£ndak bu, pengen sekarangÔÇØ ucapnya

ÔÇ£tapi aku ada rapat? Mau nunggu sampai nanti jam 2ÔÇôan?ÔÇØ ucapku, tapi kulihat beda diwajahnya tampak sedikit menahan sesuatu

ÔÇ£dosen lain kemana bu?ÔÇØ ucapnya tiba-tiba

ÔÇ£tuh pada naik semua, kosong lantai 2 arÔÇØ ucapku, aku duduk sebentar dan kulihat kekasihku berdiri dan menutup pintu dan menguncinya

ÔÇ£eh, kok dikunci? Aku mau rapat lhoÔÇØ ucapku tapi pandangan matanya yang menahan sesuatu membuatku teringat akan malam tadi

ÔÇ£ade, mas pengen banget boleh ya?ÔÇØ ucap masku yang memelukku dibelakangku sambil tiduran di kasur

ÔÇ£gimana ya ndak ahÔÇØ godaku

ÔÇ£ayolah dek, pliss mas pengen banget iniÔÇØ ucapnya memohon, aku berbalik dan mencium bibirnya

ÔÇ£maaaaaaas.. besok ya, ade capek banget. Mas kan tahu tadi kalau ade harus ke univ tetangga untuk presentasi penelitian bareng sama erna, pliss besok yaÔÇØ ucapku memohon karena memang pada dasarnya aku merasakan rasa yang sangat lelah. Sebenarnya mudah bagiku untuk memberikan ÔÇ£prasmananÔÇØ kepadanya tapi aku tidak tega kalau aku hanya diam saja.

ÔÇ£yaaah… iya deh…ÔÇØ ucapnya tampak kecewa

ÔÇ£bobo yuk masÔÇØ ucapku

Hingga akhirnya kita tidut tapi mas tidak mengelus payudaraku, karena mungkin merasa kecewa dengan tanggapanku. Aku tetap memeluknya walaupun aku tahu dia kecewa, maaf ya mas.

Ingatan itu kembali ke dalam pikiranku dan tanpa sadar kekasihku sudah ada disampingku. Aku melihatnya menahan sesuatu yang sudah tidak dapat ditahan lagi. Aku diam, bingung harus bagaimana, kalau saja aku menolaknya dan marah. Aku nanti pasti didiamkan olehnya, ndak mauuuuuuuu…. tiba-tiba saja kedua tanganku di tarik kebelakang olehnya dan diikat di belakang kursi.

ÔÇ£maaf bu, kalau saya kasar… saya sudah tidak tahan, pacar saya sudah dua hari kecapekanÔÇØ ucapnya, haduuuh benerkan apa dugaanku.

ÔÇ£ta… tapi inikan… aduh mas eh ar… ada dosen diluar sanaÔÇØ ucapku, arya kemudian mendorong kursiku kebelakang, rokku diangkat hingga celana dalamku terlihat

ÔÇ£tadi ibu bilang, semuanya dilantai dua… maaf buÔÇØ ucapnya, berlutut dihadapanku dan meanrik celana dalamku hingga lepas

ÔÇ£ar jang ahhhhh… erghhh mmmmppphhh…. erghhh… ahhhh… mmmmppphhh…ÔÇØ racauku tertahan, tak mungkin aku menolaknya aku hanya bisa menahan ketika vaginaku mulai dijilatinya. Ini adalah bagian yang aku suka, benar-benar menyukainya

ÔÇ£ar… aku mohon jangan!ÔÇØ ucapku sedikit keras, arya kemudian menengadah dan memandangku

ÔÇ£terserah ibu mau menyobek Tugas akhirku atau membuangnyaÔÇØ ucapnya

Aku rasakan kembali lidahnya mulai menjulur mejilati vaginaku dari pangkal bawah hinggan ke bagian atas vaginaku. Lidahnya naik turun seperti menjilati es krim dan selalu berhenti di bagian klitorisku. Aku mendesah tertahan tatkala lidahnya mulai liar dan menusuk-nusuk vaginaku. Kedua tanganku yang terikat hanya bisa membuatku menggeser pantatku ke kanan dan kekiri.

ÔÇ£erghh… mas pelanhhhh… pelannhhh jangan dikocok kerashhh ah kerash nanti ada yang dengarhhh…ÔÇØ rintihku mencoba berbisik kepadanya, profesionalku kadang hilang ketika tubuhku sedang di ÔÇ£bajakÔÇØ oleh kekasihku yang nakal ini

Jari tangannya menyeruak masuuk ke dalam vaginaku dan membuatku sedikit mengangkat pantatku. tapi satu tangannyamenahan pahaku, satut tangannya masih sibuk mengocok vaginaku. Lidahnya terus saja menyedot dan menjilati klitorisku.

ÔÇ£Arghhhhhhhhh…. egh egh egh…ÔÇØ tubuhku mengejang mengalami orgasme, cairanku mengalis dari vaginaku dan langsung di sedot oleh bibirnya.

Setelahnya tanpa memberiku istirahat, arya langsung melumat bibirku. Tangannya meremas payudaraku, satu persatu kancing bajuku dibukanya hingga tangtop didalmnya ditarik keatas. Bra penutup payudaraku ikut ditariknya keatas. Tangannya mulai meremas susuku, aku sudah hanyut dan ciuman dibibirku ku tanggapi dengan lembut.

ÔÇ£Yan…ÔÇØ ucap erna dari balik pintu, terdengan bunyi ketukan beberapa kali dan erna mencoba membuka pintu

ÔÇ£mas berhenti duluÔÇØ ucapku, dan arya memandangku dengan tetap meremas susuku

ÔÇ£ada apa er?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£ndak ikut rapat kamu? lagian kenapa pintu dikunci segalaÔÇØ ucapnya

ÔÇ£tinggal saja er, sebentar lagi mau ganti bajuÔÇØ ucapku sekenanya

ÔÇ£oalah mbok ya dikamar mandi kenapa, ya sudah aku naik duluÔÇØ ucapnya

Ku pandangi lagi wajah penuh nafsu arya, terdengar suara langkah yang mulai menghilang. Tanpa menunggu lama, bibirku dilumatnya kembali dan membuatku kembali terbakar. Ciumannya turun keleherku, lidahnya mulai menjilati dan leher turun hingga bukit kembarku. Lidahnya mulai memainkan puting susuku dan satu tanganya memencet, memilin dan menarik-narik pting susuku.

ÔÇ£arghh… pelannhhhh mmmhh… mashhhh ahhhh yah terush mas terushh…ÔÇØ ucapku

Secara bergantian terus menerus, hingga wajahnya melihatkan kepuasan memainkan susuku. Dia kini membuka celananya dan mengeluarkan sesuatu yang aku takutkan dan aku sukai. Dengan berdiri, penisnya tepat berada dibawah mulutku, kepalaku kemudian di dorong dengan pelan agar segera menikmati penisnya. Mulutku langsung terbuka untuk melahap penis besarnya. Kepalaku ditariknya maju mundur, ah, kekasihku ini ingin memperkosa pacarnya sendiri. dasar!

ÔÇ£ah, bu dian enak banget mulutmu bu… oh… kontolku enak banget bu didalam mulut kamuÔÇØ ucapnya, kasar banget sih ngomongnya, uuuuh!

ÔÇ£ayo bu terus bu lumat sampai habis kontolku bu arghh… yah bu terus terus… mmmmhhhÔÇØ ucapnya dengan suara pelannya

Tangannya terus membimbing kepalaku maju mundur tapi kemudian tanpa panduan tangnnya itu kepalaku aku gerakan lebih cepat. mengulum, menyedot batang kejantanan miliknya yang juga milikku ini. akan aku puaskan batang ini, selang beberapa saat kepalku ditariknya dan dilepaskannya kulumanku.

ÔÇ£bu, aku ingin memasuki vagina ibu, boleh ya bu? Semalam aku tidak diberi sama pacarku buÔÇØ ucapnya, aku tidak menjawab hanya menggigit bibir bawahku saja dan memandangnya penuh dnegan hasrat ingin merasakan orgasme untuk kedua kalinya

Tubuhku ditarik maju sedikit, pahaku dibuka lebar. Aku semakin menggigit bibir bawahku, selalu aku ingat penis yang masuk kedalam vaginaku ini adalah penis yang pasti membuatku kesakitan dulu. Perlahan arya memasukan penisnya, kepala penisnya membuka pintu sempit itu. aku sempatmeringis kesakitan tapi ekspresiku itu tidak membuatnya berhenti tetap mendorong dan mendrong masuk hingga semuanya amblas tertelan oleh vaginaku.

ÔÇ£owh bu… didalam enak bangeth buh oh. Yah ah ah ÔÇ£ racaunya mengocok penisnya ke dala vaginaku

ÔÇ£mmmpphhh… pelanhhh mashhh erghhh…ÔÇØ aku sudah tidak bisa menolak, aku sudah tidak peduli jika aku ketahuan, masa bodoh! Pacarku harus aku puaskan!

Tangan kanannya bergerak memainkan puting susuku sebelah kanan, sedangkan tangan kirinya bermain-main di kliitorisku. Aku membungkuk di kursiku, sakit punggungku tapi aku tahan. Semakin lama pompaan pinggul arya semakin cepat, semakin liar.

ÔÇ£vagina ibu memang enak banget, sama persis dengan pacarku bu… arghh… enak bangeth bu enak bangeth… arghh… aku ingin didalam terushhh ah ah…ÔÇØ racaunya

ÔÇ£ergh… mmppph ergh mmpphh mpph mpphh mmpphhÔÇØ hanya itu yang keluar dari mulutku selain tak ingin suaraku terlalu keras, tapi suara arya terlalu keras juga

aku meraskan tubuhku seperti terkena sengatan ketika goyangan pinggulnya semakin keras. Putingku yang dimainkannya memberiku sebuah sensasi tersendiri apalagi bagian klitorisku juga dimainkannya. Arya selalu tahu yang aku inginkan, selalu paham bagian mana saja yang ingin disentuh olehnya.

ÔÇ£lebih cepathhh… aku hamppphir sampaiihh massshhhh erghhh… terushhh mas lebih cepathhh…ÔÇØ racauku

ÔÇ£ah pasti akan saya buat ibu merasakan kenikmatanhhh… aku juga hampir sampaih buh owhhh vaginamu benar-benar nikmath…ÔÇØ ucapnya, dan…

Croot croot croot croot croot

Aku rasakan spermanya keluar, bersamaan dengan orgasmeku. Aku mengejang tubuhku tak mampu melengking dikarenakan posisiku yang memebungkuk. Kurasakan cairan hangat itu menembak beberapa kali didalam vaginaku. Kedua tangannya bertumpu pada sandaran kursi, tubuhnya membungkuk memandangku. Daguku diangkatnya dengan salah satu tangannya dan didaratkan ciuman di bibirku. Aku balas ciumannya, inilah yang selalu membuatku nyaman. Tak pernah dia langsung meninggalkan aku setelah menikmati tubuhku. Elusan lembut pada kepalaku semakin membuatku selalu jatuh dalam pelukannnya. Setelah puas berciuman dan memanjakan aku, diambil tisu dan sisa sperma yang mengalir dari vaginaku dilapnya. Di tariknya tubuhk hingga aku duduk sempurna, dirapikan lagi semua pakaianku dengan senyumannya. Kulihat itunya masih tetap berdiri, ah, aku merasa bersalah. Dibukannya ikatanku, dan sebuah pelukan mendarat di ditubuhku.

ÔÇ£maaf ya…ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£asal mas senang…ÔÇØ ucapku, membalas pelukannya. Batangnya masih tetap berdiri tegak dan semakin membuatku tak enak dengannya. Dikecupnya bibirku, dan kemudian dia pamit melangkah keluar.

ÔÇ£besok tidak usah bimbingan lagi, langsung daftar ujian saja ar ÔÇØ ucapku dengan nafas sedikit tidak teratur

ÔÇ£eh, iya bu…ÔÇØ tubuhnya berbalik dan membungkuk kearahku, aku tersenyum kepadanya.

Arya kemudian keluar dari ruanganku, tali yang dibuatnya untuk mengikat tanganku masih melingkar disalah satu tanganku. Aku tersenyum memandang tali itu, karena tali itu adalah tali Bra-ku. Dasar ada-ada saja kekasihku ini.

To : Erna
Aku pulang, ndak ikut rapat ada urusan

From : Erna
Iya, lagian rapatnya Cuma bercanda aja isinya

Segera aku beranjak pulang, spermanya aku rasakan mengalir keluar dari vaginaku. Tapi masa bodoh, aku ambil air minum dan sejenak aku meminum segelas air setelah pertarungan ini.

To : Arya ÔÇ£My SaviorÔÇØ
Langsung pulang ndak usah mampir2

From : Arya ÔÇ£My saviorÔÇØ
Iya, ini dah mau pulan kerumah

Segera aku melangkah ke mobilku, terasa spermanya membasahi celana dalamku. Masa bodoh, seandainya saja ada yang mengalir dan mencium baunya. Dengan langkah cepat aku menuju mobilku, ku nyalakan mesin dan berangkat menuju rumah dimana kekasihku sudah menunggu. Sesampainya dirumah kudapati motor Arya sudah di garasi. Dengan langkah lebih cepat aku memasuki rumah, pintu aku tutup dengan masih menggunakan . Arya masih memegang segelas air minum memandangku. Kuambil tali tadi kuperlihatkan, wajahku menunduk.

ÔÇ£lagi…ÔÇØ ucapku lirih

Kletek… terdengr suara gelas yang diletakan, aku masih menunduk dan langkahnya semakin dekat kearahku. Melewatiku dari samping dan kemudian tepat dibelakangku kedua tanganku ditariknya kebelakang, tali yang aku genggam kemudian digunakan lagi untuk mengikat kedua tanganku dibelakang. Tubuhku didorongnya dengan pelan hingga menyetuh tembok. Kedua tangannya bergerak kedepan dan membuka blazzerku hingga kebelakang, begitu pula dengan bajuku ditariknya dan dibuka dengan kasar hingga kancing bajuku terlepas semua. Tank-top puithku ditarik ke atas dan braku pun bernasib sama. Tangannya meremas susuku sembari mendorongku hingga menempel di tembok. Tangannya memainkan puting susuku yang tergenceti ditembok. Pipi kananku menempel ditembok dan hanya bisa menahan nikmat dan sedikit ketakutan.

ÔÇ£punish me dear, punish because last night…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£iÔÇÖll punish you with my loveÔÇØ ucapnya

Lidahnya menjiliati tengkukku dan bergerak kedepan hingga ke bibirku. Sulit untuk berciuman tapi lidah kami saling bersentuhan. Tubuhk ditariknya kebelakang sedikit agar tangannya bisa menikmati susu dan putingku. Remasan dan permainan memencet dan menarik putingku membuatku mengrenyitkan dahiku. Tak lama tangannya bergerak kebawah, menarik rokku hingga kepinggangku, celana dalamku yang masih basah ditariknya kebawah. Tangannya mulai memainkan bagian sensitifku membuatku menjerit nikmat.

ÔÇ£aarghh… pelan mashhh shhhhhh mmmhhh…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£lebih baik tidak melawan…ÔÇØ ucapnya, membuatku semakin ketakutan akan apa yang akan dilakukan oleh kekasihku

Dengan posisi masih menempel ditembok dan memakai sepatu hak tinggi ini. arya kemudian menurunkan celana dalamku hingga terlepas, ditariknya pinggulku sediki kebelakang. Dengan berjongkok dibelakangku aku, dia memasukan jarinya kedalam vaginaku. Kurasakan dua jar masuk bersamaan ke dalam vaginaku. Tanpa berlambat-lambat, dia langsung mengocok dengan sangat cepat di vaginaku

ÔÇ£arghhh…. ahh ahh ahh…ÔÇØ racauku, aku sudah tidak berani melawan lagi hanya menjerit menerima perlakuan darinya

ÔÇ£ayo katakan, jika tak bicara aku akan berhentiÔÇØ begitu ucapnya, sembari salah satu tangannya meremas lembut susuku

ÔÇ£terus mas… terus… ade mau diapakan sama mas… terus kocok terus hukum ade yang nolakkhhhhh mashhh erghhhhÔÇØ racauku memohon, kocokan pada vaginaku terasa sangay cepat dan lebih cepat dari sebelumnya

ÔÇ£ah mashhh mashh… ade mauhhh pipis ini beneran pipis… arghh… masshhhh…. aaaaaaahhh egh egh eghÔÇØ teriakku

Entah kenapa sekarang bukan hanya cairan yang keluar tapi sekarang yang keluar seperti aku pipis tapi aku juga mencapai orgasmeku. Tangannya masih berada didalam, vaginaku dan setelah tuntas, tangannya dikeluarkan dan disodorkan di mulutku. Aku langsung melahapnya, sembari beberapa kali mengejang. Tanpa memberiku istirahat, arya langsung mengeluarkan batang kejantaanya dengan satu tangannya. Dan…

ÔÇ£erghhh…. ÔÇ£ rintihku, diangkatnya kaki kiriku dan dia mulai menggoyang

ÔÇ£ah lebih keras mas…pejuhi seluruh tubuh ade, ade yang menolak mas semalam… ayo mas lebih keras lagi…ade mau mas mejuhi seluruh tubuh ade…. ah ah teruushhhh masshhh ade suka kontol mashh ah ah…ÔÇØ racauku semakin liar

ÔÇ£mas akan pejuhi ade…owh…yah memek ade nikmat, tempik ade sangat nikmat sekali yahhh enak…ÔÇØ racaunya

ÔÇ£ah… kontol mas nikmat, ademau dikontoli mas terushhhh pejuhi seluruh tubuh ade… ade mau dipejuhi seluruh tubuh adeeee… ah… terush mas…ÔÇØ racauku

Setelah lama menggoyang pinggulnya dengan kakiku masih diangkat satu.

ÔÇ£mas deh masu keluar… ÔÇ£ teriakku

ÔÇ£mas jugah…ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£sirami tubuh ade dengan pejuh mas… pejuhi adeeeeeeee aaaaaaaaaaaarghhhÔÇØ teriakku

Tubuku mengejang, kakiku dilepaskannya hingga aku beringsut kebawah. Penisnya terlepas, dan ara masih berdiri, dengan kulirik dia sedang mengocok hingga…

Crooot croot croot croot croot

Spermanya muncrat ke seluruh tubuhku, wajah, rambutku, bahu pinggang bahkan sisa yang masih menetes dioleskan ke pantatku. dia berlutu mengahadapku, tubuku ditariknya kebelkang hingga aku bersandar di dalam pelukannya. Dielusnya kepalaku, di bersihkannya sperma-sperma itu dengan jarinya dan dimasukan kedalam mulutku. Pelukan mesra nana hangat membuatku semakin hanyut dalam cintanya.

ÔÇ£mas…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£hmm…maafin ade yaÔÇØ ucapku

ÔÇ£maafin mas memperlakukanmu seperti iniÔÇØ ucapnya

ÔÇ£ndak papa ade seneng kok, asal mas senang…habis ini ade dimandiin sama disuapin yaÔÇØ ucapku

ÔÇ£pasti sayang…pasti…ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£mas imajinasinya aneh-aneh deh, gara-gara videokan..ÔÇØ ucapku

ÔÇ£eh, ndak kokÔÇØ ucapnya

ÔÇ£ade sudah nonton semua video di sematpon masÔÇØ ucapku

ÔÇ£hah?ÔÇØ ucapnya terkejut

ÔÇ£ndak usah malu mas, yang penting mas seneng ade juga seneng. Cup…lakukan semua yang kamu inginkan asal kalau sudah punya momongan jangan sampai ketahuanÔÇØ ucapku tersenyum

ÔÇ£iya…ÔÇØ ucapnya kembali memelukku, sembari mencium pipiku

ÔÇ£ade mau diikat sampai kapan?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£eh, maaf…tapi kayaknya diikat saja deh, kan nanti mandi dimandiin, makan disuapinÔÇØ godanya

ÔÇ£aaaaa…ndak bisa peluk mas nanti, ndak bisa mainin punya mas, ndak mauuuu…lepasinÔÇØ mohonku manja

ÔÇ£iya, iya, mandi sekarang?ÔÇØ tanyanya, aku mengangguk tersenyum

Ikatanku dilepas dan aku ditelanjanginya, dibopongnya aku ke kamar mandi. Sembari menunggu bathub penuh dengan air, aku mecium bibirnya dan masih dibopongnya. Selang beberapa saat aku direbahkan di bathub, kulihat lelakiku sedang melepas semua pakaiannya dan kemudian masuk dibelakangku aku dipeluknya.

ÔÇ£mas jahat ternyata ya…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£maaf maaf…ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£hi hi… mmmmppph….ÔÇØ tawaku kemudian kami berciuman sambil dia meremas lembut payudaraku

ÔÇ£nakal…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£bu dosen sih…ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£ade pengen berendam dulu, mas nemenin ade yaÔÇØ ucapku

ÔÇ£pasti…ÔÇØ ucapnya

Tempat berendam ini kemudain menjadi tempatku mandi. Diguyurnya kepalaku dengan air, dikeramasi. Tubuku diangkat hingga dia bisa menyabuni semua tubuhku, dan kemudian direndam lagi. Begitulah hingga aku menunggunya sebentar untuk memberseihkan diri dan dibopongnya menuju kamar. aku benar-benar manja ketika bersamanya, tak mau sedetikpun aku tidak dimanja olehnya. Rambutku dihandukinya, tubuhku, dan dibalutnya tubuhuku dengan handuk.

ÔÇ£yang…ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£iya sayaaaang…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£seksi banget ya ade kalau Cuma pakai handukÔÇØ ucapnya, sambil mengelus gundukan payudaraku

ÔÇ£iya deh, hari ini ade pakai handuk saja bagaimana?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£eh jangan handuknya kan basah nanti ade sakitÔÇØ ucapnya, so swiiiiiit

ÔÇ£oh ya sebentar mas…ÔÇØ ucapku, kemudian berdiri dan mengambil jarik kulilitkan ke tubuhku dengan memperlihatkan sebagian besar payudaraku dengan puting tertutup

ÔÇ£gini?ÔÇØ ucapku dan dia mengangguk, aku langsung membuka tanganku

ÔÇ£maemÔÇØ ucapku, dia tersenyum dan langsung membopongku

ÔÇ£iih mas mesum, ndak pakai celanaÔÇØ ucapku

ÔÇ£yang lihat juga Cuma kamu sayangÔÇØ ucapnya pede, sambil membopongku berjalan menuju dapur

ÔÇ£mmm… kalau misal keluar ade boleh tidak memakai pakaian seksi kaya giniÔÇØ ucpaku

ÔÇ£ndak boleh!ÔÇØ ucapnya tegas dengan mata sedikit mendelik

ÔÇ£eng kalau lihat jangan gitu ade taku, iya ade ndak bakal pakai seksi kalau keluar tapi jangan serem gituÔÇØ ucapku

ÔÇ£eh, iya maaf refleksÔÇØ ucapnya kemudian tersenyum

ÔÇ£nah gitu, tambah gantengÔÇØ ucapku

Sesampainya didapur arya eh mas mengambilkan aku sepiring nasi penuh. Dan mulai menyuapiku tapi batangnya yang berdiri membuatku ngeri sendiri.

ÔÇ£mas, pakai celana dulu, ngeri lihatnyaÔÇØ ucapku manja

ÔÇ£eh, iya sebentar ya, tapi aÔÇÖ duluÔÇØ balasnya, dengan secepat kilat mas ke kamar dan kembali sudah memakai celana dalam

Ah, hari ini sangat melelahkan. Setelah ini aku ingin tidur dalam pelukannya, pelukan hangat dan tentunya elusan-eslusan dari ujung-ujung jarinya. Setelahnya aku rebahan di kamar bersama kekasihku dan bercakap-cakap hingga kantuk menyerang kami. aku masuk dalam pelukannya dan pasti aku selalu ingin payudaraku dielusnya. Aku lelah, sangat lelah tapi aku sangat menikmatinya seandainya saja aku masih punya tenaga, aku pasti mau lagi asal dengan kamu iya kamu uuuh jelek!

Malam hari…

ÔÇ£ergh yang pelan dulu yang ehhh… mmm…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£maaf sayang, lha pantat ade bikin gemes..ÔÇØ ucapnya

Posisiku menungging, dengan kedua tanganku tertekuk. Payudaraku tergencet oleh tubuhku sendiri, di belakangku ada seorang lelaki yang sedang menyutubuhiku. Pinggulnya bergoyang pelan, pelan, semakin cepat dan membuatku hanya bisa merintih karena nikmat yang aku dapatkan dari laki-laki ini, arya.

ÔÇ£arhhh…ini emmmmh… ayo sayang lebih keras lagi setubuhi anjing betinamu sayang…ÔÇØ racauku yang mulai liar, tubuhnya kemudian membungkuk dan memelukku

ÔÇ£kamu memang yang terindah, aku tidak bisa lepas darimu, cintahhhh aku mencintaimu owh… yah… aku sangat mencintaimu…ÔÇØ ucapnya yang kemudian kembali ke posisinya dan mulai memompa lagi

Kata-katanya, itu hal biasa tapi dalam posisi seperti ini membuatku semakin bertekuk lutut. Ya, kadang beberapa orang lupa mengatakannya walau itu hanya tiga kata tapi efeknya bagiku sangat uuuh.

ÔÇ£ahhh aku juga sayang aku cinta kamu, berikan aku cintamu sayang ayo setubuhi lebih keras lagi… aaah.. tubuhku milikmu, cintaku mi….likhhh ahhhh mu…ÔÇØ racauku

ÔÇ£ya sayang…kamu milikkhhhhku selamannnnnnyaaaahhhhh enak seklai didalam sini ouwhh… yah enak sekali… aku hampir sampai…ÔÇØ racaunya

ÔÇ£aku juga sayang mmmphhh…ÔÇØ racauku

Selang beberapa saat tubuhku kembali mengejang, ceceran air hangat keluar dari vaginaku. Kurasakan beberapa tembakan spermanya berada divaginaku. Aku hanyut, tubuhku lemas. Dipeluknya tubuhuku dan terjatuh ke samping, aku paling suka ketika tangannya mulai mengelus kepalaku. Bibirnya menciumku…

ÔÇ£terima kasih sayangku, aku sangat mencintaimu…ÔÇØ ucapnya,

ÔÇ£heÔÇÖem…ÔÇØ aku tertunduk dan hanya bisa mengangguk mendengar kata-katanya dan perlakuannya

ÔÇ£cinta kamuuuuuhh… mmmhhhhh cup cupÔÇØ berkali kali dia mengatakan hal yang sama, bukannya membuatku risih tapi malah ingin selalu dibelai olehnya

Tubuhku berbalik dan memandanya…

ÔÇ£lagiiii…ÔÇØ ucapku manja

ÔÇ£cinta dian selamnya…ÔÇØ ucapnya sembari mengecup keningku, aku masuk ke dalam pelukannya

ÔÇ£aku juga, Cuma kamu…cowok jelek yang bikin aku jatuh cintaÔÇØ ucapku

ÔÇ£cowok jelek sama cewek judes he heÔÇØ ucapnya

ÔÇ£eng…ÔÇØ ucapku sembari memukul dadanya

ÔÇ£capekan? Bobo yukÔÇØ ucapnya

ÔÇ£heÔÇÖemÔÇØ aku langsung berbalik membelakanginya dan tanpa permintaanpun tangannya sudah mengelus lembut payudaraku

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*