Home » Cerita Seks Mama Anak » Wild Love 67

Wild Love 67

I like the feel of your name on my lips
And I like the sound of your sweet gentle kiss
The way that your fingers run through my hair
And how your sip lingers even when you’re not there

Kleeeek….

And I like the way your eyes dance when you laugh
And how you enjoy your two hour bath
And how you convinced me to dance in the rain
With everyone watching, like we were insane

ÔÇ£eh….ÔÇØ
But I love the way you love me
Strong and wild, slow and easy
Heart and soul, soul completely
I love the way you love me

ÔÇ£hai…ÔÇØ

I like way that you sing sweet and low
When they’re playing our song on the radio
And I like the innocent way that you cry
At old time movies you’ve seen hundreds of time

ÔÇ£ehem…ÔÇØ

But I love the way you love me
Strong and wild, slow and easy
Heart and soul, soul completely

ÔÇ£apa kabar?ÔÇØ

So listen to me and I could list a million things
I’d love to like about you
But they all come down to one reason
I could never live without you

ÔÇ£huh…ÔÇØ

I love the way you love me
Strong and wild, slow and easy
Heart and soul, soul completely
I love the way you love me
I love the way that you love me

Pintu itu terbuka, aku sedikit terkejut ketika pintu itu terbuka. Terbuka perlahan seakan semua waktu melambat disekitarku. Tatapan mata kami bertemu.

Jengkel….
Marah….
Huh….

ÔÇ£hai, apa kabar?ÔÇØ ucapnya sekali lagi

Aku memandangnya sejenak, bibirku kemudian maju. Kedua pipiku menggelembung…

ÔÇ£apa kabar?ÔÇØ untuk ketiga kalinya dia menanyakan hal yang sama

ÔÇ£baik…ÔÇØ ucapku dengan jengkel

ÔÇ£syukurlah…ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£mau ngapain?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£jenguk kamu…ÔÇØ balasnya

ÔÇ£sudahkan? Sudah tahu kan kalau aku baik-baik sajaÔÇØ tanyaku

ÔÇ£iya…ÔÇØ balasnya dengan snyum khasnya, ada sedikit memar di bibirnya

ÔÇ£terus ngapain masih dikamar ini?!ÔÇØ ucapku

ÔÇ£eh… hanya ingin…ÔÇØ ucapnya terpotong

ÔÇ£kalau sudah ya keluar kan?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£eh… baiklah…ÔÇØ ucapnya masih dengan senyumn khasnya

Tubuhnya berbalik, aku raih bantal yang berada dibelakangku dengan tangan kiriku dan kulempar ke punggungnya. Bugh…

Aku tidak peduli, aku tekuk kedua kakiku dan kupeluk dengan kedua tanganku. Pipi kiriku aku rebahkan di lututkku memandang keluar jendela yang berada di kanan tempatku berbaring. Disamping kananku juga ada sebuah kamar mandi. Bodoh amat sama dia, huh…

Krieeet…

ÔÇ£eh…ÔÇØ aku sedikit terkejut ketika dia berada disamping kiriku, duduk di pinggi tempat tidur. Kurasakan bantal yang aku lempar diletakan dibelakang tubuhku.

ÔÇ£lihat apa?ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£lihat pemandangan dijendelaÔÇØ ucapnya

ÔÇ£pemandangan jelek kaya gitu kokÔÇØ ucapnya

ÔÇ£huh… dasar! Nggak romantis!ÔÇØ bathinku

ÔÇ£biarin…ÔÇØ ucapku, kurasakan elusan pada rambutku

ÔÇ£ndak usah pegang-pegangÔÇØ ucapku

ÔÇ£maaf, ada kotoran dirambut kamuÔÇØ ucapnya

ÔÇ£apaan sih, duduk di kursikan bisa ndak usah di tempat tidurkuÔÇØ ucapku sembari mengangkat kepalaku dan memandangnya

ÔÇ£ini baru pemandangan…ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£bodoh…ÔÇØ balasku

Kami berpandangan… mata kami beradu… kulihat pnacaran indah nan teduh didalam matanya…

ÔÇ£kenapa balik lagi? Sudah jenguk ya kel… eh…ÔÇØ ucapku tertahan ketika kening kami beradu

ÔÇ£jangan buat aku khawatir lagi…ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan jika kamu benar-benar hilang saat itu…ÔÇØ lanjutnya

ÔÇ£hiks…ÔÇØ kulihat air matanya mengalir di pipinya

ÔÇ£ma… hiks… maaf…ÔÇØ isak tangisku pecah, ari mataku mengalir

ÔÇ£jangan pergi-pergi lagi, aku takut sendirianÔÇØ dalam isak tangisku aku berucap

ÔÇ£sekarang aku akan selalu bersamamu, kamu jangan buat aku khawatir lagi…ÔÇØ ucapnya, dan aku hanya mengangguk

Kurasakan hangat dikeningku oleh bibirnya, ku sandarkan keningku di bibirnya sesaat. Tangan kanannya memegang daguku dan diangkatnya perlahan…

ÔÇ£berjanjilah… ah hiks…ÔÇØ ucapnya sembari menarik nafas

ÔÇ£heÔÇÖem…ÔÇØ aku sudah tak mampu berkata-kata lagi, air mataku terlalu deras mengalir di pipiku

ÔÇ£heÔÇÖem apa?ÔÇØ ucapnya kembali

ÔÇ£aku berjanji…ÔÇØ balasku

ÔÇ£berjanjilah untu selalu bersamaku… ya…ÔÇØ pelan, aku mengangguk, kening kami kembali bersatu

ÔÇ£cewek judes…ÔÇØ ucapnya, sembari menggoyang keningnya

ÔÇ£kamu cowok jelek…ÔÇØ balasku

ÔÇ£cewek galak… hiks…ÔÇØ ucapn sekali lagi

ÔÇ£dasar bocah…ÔÇØ ucapku membalasnya

Kening kami bersatu, mata kami terpejam. Menikmati sesuatu yang seakan akan terlewatkan setelah malam itu. keberuntungan berada dipihak kami, mungkin memang karena kebodohanku. Tapi aku mempunyai yang aku sayang mas, ibuku, ibu sudah menginginkanku untuk pergi jauh. Tapi kamu menolaknya, memang alasan yang kau utarakan juga alasan yang aku gunakan. Aku sayang kamu, lebih dari kata sayang, cinta kamu tapi lebih dari kata cinta mas… lebih…

ÔÇ£eh….ÔÇØ dia mengecup keningku sekali lagi sembari mengusap air mataku

ÔÇ£coba duduk agak sedikit tegak, ada kotoran dimata kamuÔÇØ ucapnya

ÔÇ£eh… iya…ÔÇØ ucapku mengangkat tubuhku yang semula bersandar pada kedua kakiku

ÔÇ£merem… itu kotorannya ada di kelopak mataÔÇØ ucapnya

Aku memejamkan mataku…

Ting…

Kurasakan sesuatu di…

ÔÇ£sudah hilang…ÔÇØ ucapnya, padahal tak kurasakan sentuhan di kelopak mataku

Mataku terbuka kulihat kembali senyumnya yang mengembang, Tangan kiriku perlahan nyentuh sesuatu yang menggantung di leherku, ku angkat dengan tangan kiriku…

ÔÇ£aku sudah menepati janjikukan?ÔÇØ aku melihatnya lagi tersenyum masih ada sisa air mata disitu

ÔÇ£kamu masih menyimpannya?ÔÇØ tanyaku

ÔÇ£karena aku yakin…ÔÇØ kembali bibirnya mengecup keningku

ÔÇ£hiks hiks terima kasih…ÔÇØ tangisku pecah jika aku mengingatnya, tak kusangka barang murahan yang dulu pernah dia minta masih juga disimpannya

ÔÇ£sudah jangan nangis…ÔÇØ daguku terangkat

ÔÇ£kamu yang bikin aku.. mmm…ÔÇØ tak sampai aku menyelesaikan kata-kataku, bibirku sudah tidak bisa terbuka lagi. Hanya sebentar saja, kulihat dia berdiri, berjalan mengusap air matanya dan mendekati jendela…

ÔÇ£ada apa?ÔÇØ lirih keluar dari bibirku

ÔÇ£ingin melihat pemandangan…ÔÇØ kedua tangannya melebar, menopang tubuhnya di tepian jendela

Aku bergeser dan berdiri, bangkit turun dari tempat tidurku. Aku tidak ingin jauh, aku ingin selalu dekat dengannya…

ÔÇ£lihat apa?ÔÇØ pelan namun aku yakin dia mendengarnya, dia berbalik

ÔÇ£ugh….ÔÇØ

Sebuah pelukan erat, kedua tangannya memeluk tubuhku aku terperanjat kaget. Bibirku kemudian tersenyum, elusan lembut kurasakan dipunggungku. dagukuku tepat mendarat di bahu kananku…

ÔÇ£sekarang kamu bisa lihat pemandangannya kan?ÔÇØ ucapnya, mengatakan kepadaku akan pemandangan yang aku lihat tadi di jendela

ÔÇ£tidak..ÔÇØ ucapku, dilonggarkannya pelukannya. Dengan kedua tangan masih berada di pinggangku, dia menatapku dengan mata merahnya

ÔÇ£tadi katanaya…ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£ini baru pemandangan…ÔÇØ ucapku mengulang kata-katanya

ÔÇ£dasar, suka kopi pasteÔÇØ bibirnya tersenyum ketika kata-kata itu keluar, keningnya mendarat untuk kesekian kalinya di keningku

Ah, dia hanya ingin memelukku. aku tahu kamu pasti tak bisa jauh dariku kan? Aku yakin itu, karena aku merasakan hal yang sama dengan yang kamu rasakan. Iya kan? Jujur, iya kan?

ÔÇ£aku tidak bisa jauh dari kamu… aku tidak ingin kamu jauh lagi hiks..ÔÇØ ucapnya lirih

ÔÇ£heÔÇÖem…ÔÇØ ucapku, dengan air mata kembali mengalir

ÔÇ£benar kan kamu tidak bisa kan, aku juga tidak bisa hiks… dasar cowok nyebelin…ÔÇØ bathinku

ÔÇ£peluk… mas…ÔÇØ pintaku tanpa menunggu lama aku mendapatkannya

ÔÇ£lebih erat mas…ÔÇØ tangan kananku ku gerakan walau masih terasa sakit tak aku pedulikan, aku ingin meremas tubuh lelaki ini

Kami berpelukan lama, sebuah momen indah dalam hidupku. Aku menyayanginya dan ku yakin kamu pasti menyayangiku juga kan sayang? Aku akan menjagamu, aku aka selalu didekatmu lagi, sekarang dan selamanya. Aku meyayangimu, aku akan… hiks.. pokoknya sama kamu…

ÔÇ£capek…ÔÇØ pelan sekali suaranya

ÔÇ£heÔÇÖem…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£bobo yuk…ÔÇØ balasnya

ÔÇ£heÔÇÖem…ÔÇØ balasku, dia melepas pelukanku

ÔÇ£gendong..ÔÇØ manjaku

ÔÇ£heÔÇÖeh ayuks…ÔÇØ tubuhnya berbalik

ÔÇ£ndak mau, depan…ÔÇØ suaraku sangat manja, aku sendiri malu ketika mendengarnya

ÔÇ£eh… iya…ÔÇØ kedua tangannya langsung memiringkan tubuhku, aku digendong layaknya ratu

Tubuhku direbahkannya di tempat tidur…

ÔÇ£yang sakit yang kanan ya?ÔÇØ dengan wajah yang sangat dekat dengan wajahku

ÔÇ£heÔÇÖem…ÔÇØ Cuma itu yang bisa aku ucapkan

ÔÇ£mas dibelakang ya?ÔÇØ lembut sekali, ugh preman tapi kok bisa ya lembut

ÔÇ£heÔÇÖem…ÔÇØ

Aku memiringkan tubuhku dan kemudian aku rasakan pelukan dperutku. Tangan kirinya menyelinap masuk diantara leher dan bantal. Tangan kanannya menarik perutku, aku menggeser tubuhku kebelakang. Ah… hangat sekali rasanya disini…

ÔÇ£mas capek?ÔÇØucapku, aku tidak perlu tahu dia darimana yang penting setelah ini kamu tidak akan kemana-mana

ÔÇ£kalau ade capek, mas capek…ÔÇØ ugh.. suka.. suka banget

ÔÇ£ade pengen bobo…ÔÇØ manjaku

ÔÇ£berarti mas juga bobo…ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£dieluuuuuus…ÔÇØ manjaku sekali lagi

ÔÇ£iya…ÔÇØ tangan kananya kemudian mengelus lengan kananku

ÔÇ£bukan ituuuu…ÔÇØ malu sih, tapi kangeeeeen…

ÔÇ£eh… yang mana?ÔÇØ kepalanya aku rasakan sedikit mengangkat. Daripada aku malu mengatakannya tangan kiriku mencoba meraih tangan kanannya yang berada di lengan kananku. Aku turunkan, dengan sedikit mengangkat tangan kananku aku arahkan masuk melaluk kaos bagian bawah yang aku pakai.

ÔÇ£eh… nanti kalau ada yang masuk, kan belum mas kunci, mas kunci dulu ya…ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£aaa… pergi lagi…ÔÇØ manjaku

ÔÇ£eh ta tapi adeeeee…ÔÇØ kata-katanya memanjakanku

ÔÇ£bodoh!ÔÇØ jengkel rasanya

ÔÇ£iya, senyum dong. Mas ndak bisa bobo lho kalau ade ndak senyumÔÇØ ucapnya dan tangannya sudah meremas lembut payudaraku. Aku tersenyum… kurasakan tubuhnya kembali rebah dibelakangku. Elusannya dan remasan itu menuju keputingku tapi tiba-tiba berhenti.

ÔÇ£ennngg…ÔÇØ

ÔÇ£kemarin kan itunya yang bikin…ÔÇØ aku mengerti

ÔÇ£sudah dicuci, kata mamanya mas bisa ilang kalau dicuci sajaÔÇØ ucapku

ÔÇ£lho ketemu sama ibu dimana?ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£eng.. ndak jadi bobo…ÔÇØ manjaku, yang malas menceritakan pertemuanku dengan ibunya.

ÔÇ£iya.. iya.. senyuuuum…ÔÇØ aku kembali tersenyum ketika dia mengatakan hal itu kepadaku

Bukan perasaan akan nafsu yang aku miliki sekarang walau itu muncul sedikit tapi yang aku rasakan nyaman hanya itu…

ÔÇ£mas bobo… dedeknya juga disuruh bobo… ade takuuuuttt…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£eh… maaf yang, refleks…ÔÇØ ucapnya membuatku tersenyum ketika merasakan, ÔÇ£ituÔÇØnya menempel di pantatku

Aku masih merasakan dedeknya berdiri, tapi mau bagaimana lagi namanya juga lelaki. Kalau tidak berdiri malah aku nanti yang bingung hi hi hi takuuuut kalau ingat ukurannya. Bodoh ah, yang penting aku merasa nyaman sekarang. Aku ingin tidur dipeluknya,di elusnya dan dimanjanya. Dengusan nafasku, lelahku menyelimutiku. Hingga akhirnya aku tertidur…

Hmmm dasar… uugh cewek manja! Judes! Galak! Tapi kamulah yang terindah sekarang sayang. Maafkan aku sebelumnya jika perjalananku ke tempatmu terlalu lama. Aku ingin kamu sekarang yang menemanikku…

judeees… judes… kamu itu, hmmmm… lebih dewasa dariku tapi mau tidur saja harus seperti ini. tapi aku suka, tandanya kamu ndak bakal mau tidur kalau aku tidak disampingmu. Mulai saat ini hingga akhir dari usia kita…

Love You Dian…

Love you Too Arya…

eh,suara dari mana itu? dia sudah tidur? Apa dia punya telepati denganku ya? ah masa bodohlah, bobo…

ÔÇ£massss…ÔÇØ aku bangkit dan menggoyang tubuhnya tangannya terlepas dari payudaraku

ÔÇ£eh ugh… hoaaam….ÔÇØ

ÔÇ£iya ade…ÔÇØ ucapnya bangkit sambil mengucek matanya

ÔÇ£sudah sore…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£heÔÇÖem sudah sore…ÔÇØ balasnya

ÔÇ£paÔÇÖpung (mandi)ÔÇØ ucapku

ÔÇ£ya sudah ade mandi dulu mas mau tidur seben…ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£eng…ÔÇØ kupukul dengan tangan kiriku

ÔÇ£dimandiin, tangan kanan ade kan masih sakit… mas jahat banget sih…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£eh… lho lha… nanti kalau ada yang tahu, mas bisa di…ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£ya dikunci dulu, biasanya perawat datang nanti.. cepetaaaan…ÔÇØ ucapku

Dia langsung berdiri dan menutup pintu, ditutupnya korden jendela. aku kemudian mengangkat kedua tanganku, didekatinya aku dan ditariknya kaos yang menutupi tubuhku. Aku tahu kalau dia meliriknya, karena aku hanya mengenakan kaos saja jelaskan kalau dia melihatnya.

ÔÇ£iiih… kaya ndak pernah lihat punya ade saja, tutup mata, ndak boleh lihat!ÔÇØ candaku sambil menutupi payudaraku dengan tangan kiriku

ÔÇ£iya ndak boleh lihat, berarti mandi sendiri…ÔÇØucapnya

ÔÇ£aaaaa… dimandiin…ÔÇØ langsung saja kedua tanganku terbuka kearahnya, minta digendong

ÔÇ£iiih… gede banget…ÔÇØ candanya

ÔÇ£kalau ndak suka besok ade operasi saja biar kecilÔÇØ ucapku ngambek

ÔÇ£yang bilang tidak suka itu juga siapa… ugh berat, ini celananya sekalian dilepas tidak?ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£heÔÇÖem… tapi mas juga ikut mandi…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£yaaah… okeÔÇØ ucapnya tersenyum lebar

ÔÇ£iiih pikirannya jorok pastiÔÇØ ucapku

ÔÇ£hmmm… gimana ya…ÔÇØ ucapnya, sambil matanya melirik kearahku yang sudah berdiri diatas ranjang

ÔÇ£cepeeeeeetÔÇØ manjaku

Akhirnya kami berdua telanjang, aku seperti seorang bayi, hi hi hi, tapi dia masih pakai celana dalam. Dia kemudian mengangkat tubuhku, menggendongku ke dalam kamar mandi. Di sana ada sebuah kursi kecil, dan aku duduk di kursi kecil. Rambutku digelungnya, dinyalakannya kran dengan mode air hangat. Tubuhku diguyur oleh air yang hangat beberapa kali dengan tidak menyiram pada luka di bahuku. Tubuhku kembali disiram oleh lumuran sabun, sabun itu diratakan oleh kedua tangnnya. Di punggung, pundak dengan menghindari luka, perut kemudian naik ke payudaraku.

ÔÇ£yang lama…ÔÇØ ucapku lirih

Tubuhnya kemudian mendekat dan menempel di punggungku, remasan pada payudaraku memang yang aku inginkan. Lama sekali mas berada di payudaraku, kurasakan nafasnya mulai tidak teratur. Dasar cowok kalau sudah megang pengennya megang terus.

ÔÇ£kelamaan mas, yang lain belumÔÇØ ucapku lirih

ÔÇ£eh.. iya, maafÔÇØ ucapnya

Tanganya meraih handuk kecil yang ada di pinggir bak mandi, kemudian dengan dibasahi air hangat kemudian digunakan untuk melap tubuhku. Dari punggung, payudara, hingga perut dan pada bagian sensitifku. Kurasakan bukan lagi handuk basah itu yang mengelus tapi jari-jarinya mulai nakal.

ÔÇ£mas… jangan bahu ade masih sakit, ntar kalau gitu kan harus keramas… jangan dulu gih. Di cuci sajaÔÇØ ucapku yang tahu akan dirinya

ÔÇ£eh… maaf kebawa suasan de he he he…ÔÇØ ucapnya

Kemudian dengan hati-hati diguyurnya tubuhku dengan air. Lengkap sudah sekarang aku mandi, bersih dan juga cantik. Tangan kiriku kebelakang dan mengelus pahanya menuju ke ÔÇ£ituÔÇØ nya. Aku takut, malu tapi kaishan dia, pasti lagi tinggi-tingginya tapi kalau ndak gini. Aaaa, aku kan pengen dimanja pokoknya.

ÔÇ£mas bangun? Mau diboboin ndak?ÔÇØ ucapku yang duduk tegak dan sedikit menengok kebelakang

ÔÇ£eh, ndak usah de… katanya ndak mau keramas. Habis ade mandi mas mau mandi kokÔÇØ ucapnya

ÔÇ£ade bantu tapi ndak usah gitu ya mas?ÔÇØ ucapku, iiih pasti serem ini yang aku pegang iiih gede banget

ÔÇ£ndak usah adeeee, ntar itu anu…ÔÇØ ucapnya bingung

ÔÇ£ndak papa mas, ade juga yang bikin itu berdiriÔÇØ ucapku

ÔÇ£mas sekarang berdiri, ade bantu tapi jangan sampai kena rambut yaÔÇØ ucapku

ÔÇ£eh.. mmm… de, ade yakin?ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£iya, sudah mas lepas saja, ade di bawah. mas berdiri yaÔÇØ ucapku

Laki-laki tercintaku ini kemudian berdiri, kulihat dia melepas celana dalamnya ketika tubuhku berbalik ke arahnya. Sejenak aku melihat kembali kalung yang menggantung di leherku, hati berbunga-bunga. Tapi… iiih itu apa? Ahhh… atuuuut… kangeeen… hi hi hi. Wajahku memerah, kuraih penisnya dengan tangan kiriku dan aku mulai mengocok secara perlahan. Aku masih malu untuk melihat penisnya yang iii atuuut. Lama aku mengocok dengan tangan kirku dia hanya melenguh kecil saja. aku kemudian berlutut dihadapannya. Kuapit penisnya dengan susuku, tapi tangan kananku belum sekuat tangan kiriku.

ÔÇ£mas, di pegangin susu ade…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£eh… iya..ÔÇØ ucapnya dengan wajah memerah, jelaslah sudah lama kita ndak melakukan, apalagi dia kan mahasiswa aku. Dan dia kemudian memegangi payudara kananku, penisnya terapit tidak sempurna. Perlahan aku mulai menaik turunkan tubuhku, setiap kali penis itu muncul dari payudaraku ada perasaan ingin melahapnya.

ÔÇ£slurp…. mmmhhh….ÔÇØ aku langsung melahapnya setiap kali penis itu muncul daripayudaraku

ÔÇ£eh… enak banget de… eghhh…ÔÇØ rintihnya pelan

Aku lepaskan pegangan pada pyudaraku dan langsung mengulumnya. Kujilati penis itu seperti yang pernah aku lakukan. Kumasukan secara perlahan, semua batang besar ini aku masukan ke dalam mulutku sedalam-dalamnya hingga terasa ditenggorokanku. Ingin rasanya aku muntah tapi yang aku tahu hanya ÔÇ£dia senangÔÇØ. Setelah beberapa saat semua masuk kedalam mulutku, aku segera mengeluarkannya.

ÔÇ£hah hah hah hah…ÔÇØ aku bernafas tersengal-sengal

ÔÇ£ade.. ade ndak papa? Sudah jangan lagi dimasukan semuaÔÇØ ucapnya

ÔÇ£sudah mas ndak papa, yang penting mas suka. ade bakal lakuin apa saja hah hah hahÔÇØ ucapku

ÔÇ£ade bareng sama mas saja, mas sudah sen… ughhh… sayang… mmmh… sud aaahhhh… yah terush yang terushh…ÔÇØ ucapnya terhenti ketika bibirku mulai mengulum dan langsung maju mundur

Aku puas, dengan semua yang aku lakukan. Aku akan membuatnya bertahan disampingku selamanya. Seperti sikat gigi yang aku gunakan, aku memasuk dan mengeluarkan penisnya didalam mulutku. Entah dari mana aku belajar, atau mungkin karena video yang aku lihat sebelumnya. Aku mencoba belajar, karena dia? Ya mungkin salah satunya karena dia.

ÔÇ£ughhh… ade mas mau keluarhhh….ÔÇØ racaunya

ÔÇ£mmm… mmualkn haja (keluarkan saja)ÔÇØ ucapku dengan bibir yang sih sibuk mengulum penisnya

Selang beberapa saat aku rasakan satu tembakan dari penisnya. Aku kemudian menghentikan kulumanku dan ku diamkan penis itu didalam mulutku. Cairan hangat terasa didalam mulutku, setelah aku yakin sudah tak ada lagi yang keluar. Aku keluarkan penisnya dari mulutku dengan tetap menjaga cairan itu tidak tumpah. Setelah terlepas, kututup mulutku, kulihat dia memandangku dengan pandangan kepuasan. Senyumnya lebar… dan glek… glekk..

ÔÇ£eh… ade telan?ÔÇØ tanyanya

ÔÇ£glek… ah… heÔÇÖem…ÔÇØ ucapku dengan pandangan manjaku, rasanya gimana gitu, ikut-ikutan di video hi hi hi

ÔÇ£eh… mas kok masih berdiri saja?ÔÇØ tanyaku heran

ÔÇ£kan mas sudah bilang, tipe fighter he he heÔÇØ ucapnya

ÔÇ£atuuuuut….ÔÇØ manjaku

Tubuhnya beringsut turun dan memelukku. tubuhnya terasa sangat hangat lebih hangat daripada air yang aku kugunakan untuk mandi. Dibantunya aku kembali membersihkan diriku, setelah tubuhku kembali bersih dan juga mulutku, aku lalu mencuci ÔÇ£ituÔÇØ iih ngeri deh kalau lihatnya. Seperti anak kecil, tubuhku dikeringkan dengan handuk besar. Aku hanya tersenyum kecil mengingat ak lebih dewasa darinya tapi aku diperlakukan seperti anak kecil dihadapannya, hi hi hi aku suka. dengan telaten dia memakaikan kembali pakaianku. Setelahnya, aku menunggu dia memakai pakaiannya, di bopong kembali tubuhku dan direbahkan di kasur. Kali ini dia berada disamping kiriku, aku menyadarkan tubuh kiriku di tengah-tengah tubuhnya. Tangannya mengelus lembut kepalaku, berlanjut dengan ujung jari-jarinya menyapu pipi, hidung, wajahku. Aku merasa nyaman, ingin tidur tapi tak mau melewatkan rasanya dimanja olehnya.

ÔÇ£biasanya ada makan ndak? Ade belum makan kan?ÔÇØ tanyanya

ÔÇ£paling sebentar lagiÔÇØ ucapku sambil memjamkan mata

ÔÇ£jangan berhenti…. terus…ÔÇØ lanjutku ketika jari-jari itu berhenti sejenak

ÔÇ£iya sayang…ÔÇØjawabnya lebut

Selang beberapa saat perawat masuk membawakan makan. Dia tampak kebingungan dan hampir melompat dari tempat tidu tapi aku tarik kaosnya dengan tangan kiriku. Perawat hanya senyum-senyum saja, masa bodoh dengan perawat itu weeek. Diletakan makan di meja yang berada di kiri tempat tidurku, sambil senyum-senyum perawat itu keluar dari kamar.

ÔÇ£iih malu tadi ade, kan ndak enak sama perawatnya…ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£maem, aaa…ÔÇØ ucapku tanpa mempedulikan kata-katanya

ÔÇ£hadeeeh…. kalau sudah manja, ndak mau deh dengerin masÔÇØ ucapnya

ÔÇ£aaaa…ÔÇØ aku tetap tidak peduli dengan kata-katanya

Dengan telaten dia menyuapiku, senang… senang… kamu harus manjain aku setiap hari hi hi hi. Perlahan aku yang pada dasarnya malas makan bisa menghabiskan makananku kali ini. detik berganti, setelah acar mnyuapi mas kemudian keluar sebentar mencari makan. Aku sendirian didalam kamar, takut padahal sebelumya aku juga sendiri ditinggal ibu. tidak lama, dia datang lagi.

ÔÇ£ugh… bau rokok!ÔÇØ ngambek

ÔÇ£eh… maaf…ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£sudah dirokok masih saja ngrokok!ÔÇØbalasku

ÔÇ£eh maaf maaf… iya mas gosok gigiÔÇØ ucapnya,

Kulihat dia sedang menggosok giginya di kemar mandi. Aku tersenyum melihatnya, dengan pipi yang aku sandarkan pada lutut kakiku yang aku tekuk. Sambil memeluk kakiku, aku terus mlihatnya, manis, ganteng. Aku tidak ingin bercanda dengannya, aku tidak ingin bergurau dengannya saat ini. yang aku inginkan hanya, dipeluk dan dimanjakan olehnya. Hingga malam menjelang, biasanya erlina datang tapi kali ini yang membawakan aku obat perawat lain. Mungkin dia tahu arya sudah datang dan tidak ingin menggangguku.

Tangannya yang sedari tadi mengelus wajahku, kini berisitirahat sesaat sedari sore tadi. Aku tahu kamu capek, tapi aku lebih capek tahu nungguin kamu, huh!.

ÔÇ£sudah malam, mau bobo?ÔÇØ ucapnya, setelah meminumkan aku obat

ÔÇ£heÔÇÖem… mas didepan adeÔÇØ manjaku

ÔÇ£iya, adeku sayang…ÔÇØ ucapnya

Kepalanya tepat di depanku, aku bisa merasakan nafasnya dan bibir kami bersentuhan. Bibirnya hangat, licin, manis aku ingin selalu merasakan ini terus. Posisinya sekarnag berada diatasku, Dia tak pernah melepaskan bibirku, walau sesaat hingga mataku mula ngantuk.

ÔÇ£ngantuk?ÔÇØ ucapnya dengan ujung jarinya megelus pipiku. Aku mengangguk pelan…

Didekapnya kepalaku didadanya, mengelus rambutku dan menyanyikan sebuah lagu yang entah aku tidak pernah tahu lagu itu tapi aku pernah mendngarnya. Mataku mulai terpejam…

ÔÇ£mas pengen?ÔÇØ ucapku tiba-tiba

ÔÇ£eh… ndak, ade itu ngagetin saja. mas kira sudah bobo..ÔÇØ ucapnya, ya memang aku sudah tidur tapi aku merasakan sesuatu yang keras diantar dada dan perutku

ÔÇ£itu, bangun..ÔÇØ ucapku

ÔÇ£sudah , jangan dihiraukan. Kita masih punya banyak waktu. Aku kesini bukan untuk itu, aku kesini untuk kamuÔÇØ ucapnya membuatku tersenyum lebar

Nyanyia itu aku dengar kembali, dan aku mulai terlelap dalam tidurku. Kalung ini, kalung yang kamu minta dariku dan akan aku jaga karena dulu kamu pernah berjanji akan mengembalikannya dengan tambahan satu cincin di kalung yang kamu minta. Terima kasih kau telah mengebalikannya, terima kasih kau sudah hadir untukku…

ÔÇ£Dasar cewek judes, hmmm…. ikut bobo aaaah….ÔÇØ bathinku mengucapkannya ketika aku melihat kekasihku tertidur dengan wajah polosnya.

Last edited by Down hill; 1 January 2016 at 01:36 AM.

Balas Dengan Quote Balas Dengan Quote
1 January 2016, 01:11 AM #4327
Down hill
Down hill is offline
Semprot Addict
Down hill’s Avatar

Daftar
Mar 2015
Posts
496
Thanked: 30

THREAD STARTER

ÔÇ£eh… eh… malah masih pada tidur!ÔÇØ teriakku ketika membuka pintu ruang VVIP yang memang sedari pagi banyak perawat yang lapor tidak bisa dibuka pintunya

ÔÇ£tante asih… ughhh hoaaaaam….ÔÇØ ucap seorang yang sudah aku kenal dan sat aku kenal

ÔÇ£ugh tante, maaf kecapekan, hooam habis enak tidurnya…ÔÇØ setelahnya seorang wanita yang bangun setelah laki-lakinya terbangun

ÔÇ£enak?! habis ngapain kalianÔÇØ ucapku dengan tangan berpinggang

ÔÇ£yee… ndak ngapa-ngapain Cuma bobo bareng, ya kan yang?ÔÇØ belanya dengan meminta persetujuan pada kekasihnya itu

ÔÇ£heÔÇÖeh…ÔÇØ hah, dasar wanita kalau sudah cinta pasti bilang iya iya dan iya

ÔÇ£pantes dari tadi pintu ndak bisa dibuka, tadi perawat bilang ke tante pas tante datang, owalah ternyata si preman sudah datang! Pantes! Malah mesra-mesraan hmmmm…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£iya maaf tante…ÔÇØ ucapnya, dan kekasihnya bersembunyi di balik punggungnya dan memeluktubuhnya. Kulihat wajah tak bersalah dari lelaki ini

ÔÇ£kalian berdua itu memang hugh! Kalau ndak ngapa-ngapain, kenapa harus dikunci segala?ÔÇØ ucapku keras

ÔÇ£kan Cuma tidur, malu saja tan kalau nanti tiba-tiba ada yang masukÔÇØ belanya

ÔÇ£kan juga ndak perlu dikunci kan? Malah bikin pikiran jadi negatifÔÇØ ucapku

ÔÇ£tante galak bener sih…ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£lha kamu itu ar, hmmm…. ya sudah, ya sudah terserah kalian, tapi ndak usah neko-neko. Ini makan paginya, kalian besok bisa pulang tapi kerumah kakek kamu dulu ar. Kamu sudah ditungguÔÇØ ucapku

ÔÇ£beneran tan bole pulang? Oke nanti mampir kerumah kakek dan nenek. Mau kan yang?ÔÇØ ucap arya keponakanku

ÔÇ£heÔÇÖem…ÔÇØ ucap dian kekasihnya

ÔÇ£nih, makan paginya buat kalian berdua dan ini obatnyaÔÇØ tanyaku, sembari meletakan makan pagi di meja dian

ÔÇ£weee… tante tahu saja kalau aku laparÔÇØ ucap arya

ÔÇ£tante sudah dugakalau kamu kesini. Yan kamu sudah mandi apa belum?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£sudah tan, kemarin sehabis ibu keluar ups…ÔÇØ ucapnya terhenti

ÔÇ£kok ups?ÔÇØ ucapku mendelik dan melihat kearah mereka berdua

ÔÇ£Oooooo… jadi kemarin mandi bareng gitu iya?ÔÇØ tebakku

ÔÇ£mandi bareng? Iiih tante pikirannya negatif…ÔÇØ ucap arya

ÔÇ£lha terus itu kenapa dian bilang ups?ÔÇØ selidikku

ÔÇ£ups, maksudnya pups, buang ari besar. Benar ya yang?ÔÇØ bela arya

ÔÇ£hmmm… ya sudahlah tante ndak mau ikut-ikutan yang jelas, kalian harus bersih hari ini, okay? Ajak dian jalan-jalan keluar di taman arÔÇØ ucap tante

ÔÇ£ndak mau tan, disini saja, ya yang?ÔÇØ ucap dian

ÔÇ£huh… iya iya… tante mau kerja lagi, kalian mandi terus makanÔÇØ ucapku, kucium kening mereka berdua dan kemudian aku keluar.

Aku tutup pintu kamar VVIP ini, dan bersandar sebentar di pintu itu. melihat mereka seperti melihat aku dimasa muda yang lalu, hi hi. Dulu budhe ayu yang mengetahuinya secara tidak sengaja. Mas askha dulu kecelakaan dan aku merawat mas askha di rumah sakit ini juga sebelum aku menjadi perawat tetap disini. aaaah… aku tahu yang mereka lakukan karena aku dulu pernah muda, tapi terima kasih ya budhe, ndak dikasih tahu sama ayah dan ibuku. padahal budhe dulu hanya berniat menjenguk tunanganku itu hi hi hi.

Aku bangkit dari sandaranku dan kupandang sebentar pintu itu. Aku tersenyum jika mengingat kejadian dulu waktu berada didalam. Di kamar yang sama dengan yang digunakan oleh arya dan juga dian, di kamar ini aku dulu merawat masku.

ÔÇ£Nton bisa minta tolong sebentar?ÔÇØ ucapku kepada anton

ÔÇ£eh, lho… tante diah kok disini? mau ngapain?ÔÇØ ucap anton kepadaku

ÔÇ£aku ingin menemuinya untuk terakhir kali bisa, tapi tolong selain aku dilarang ada yang masukÔÇØ ucapku kepada anton yang sedang merokok diluar rumah sakit

ÔÇ£eh… mmmm… okay tan, langsung saja. mari anton antarÔÇØ ucapnya

Anton seorang anak yang menjadi sahab arya sejak SMA. Karena dia juga keluargaku selamat. Aku diantarya menuju ruangan dimana orang yang aan menjadi mantan suamiku berbaring.

ÔÇ£disini tan…ÔÇØ ucapnya kepadaku

ÔÇ£bro, biar aku yang jaga sebentar… urusan keluargaÔÇØ ucap anton kepada penjaga didepan pintu

ÔÇ£okay bro…ÔÇØ ucap mereka

ÔÇ£silahkan tante, saya jaga diluar…ÔÇØ ucapnya

Aku mengangguk pelan dan kemudian masuk ke dalam ruangan, kulihat seorang yang dulu pernah aku coba taklukan hatinya agar berubah berada ditempat pembaringan, kukunci pintu kamar. Wajahnya sedikit terkejut ketika melihatku, aku dengan dandanan yang sopan menggunakan kaos lengan panjang longgar bewarna hitam. Serta rok dibawah lutut yang sedikit ketat. Kudekati lelaki itu.

ÔÇ£hai apa kabar?ÔÇØ ucapku sembari duduk disamping, tak kuhiraukan satu lelaki di sana

ÔÇ£nimas…ÔÇØ ucapnya masih saja memanggilku dengan sebutan itu

ÔÇ£ada apa hes? Kalah?ÔÇØ ucapku tersenyum

ÔÇ£eh… kamu tahu semuanya?ÔÇØ ucapnya dengan tubuh lemasnya itu entah kenapa aku jadi kasihan tapi tak sudi aku mengasihaninya

ÔÇ£aku tahu semuanya dari anakku, anak yang lahir karena kebrutalanmu saat itu. masih ingat kan?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£apa kamu kesini untuk membalas denndam kepadaku? Kau adalah wanita yang aku sayang yahÔÇØ ucapnya merayuku

ÔÇ£devi bagaimana? Masih ingat teman kuliahku yang kamu setubuhi dirumah saat itu? ada banyak lho… arya juga cerita tentang wardani, dan semuanyaÔÇØ ucapku

ÔÇ£tolonglah aku yah, aku sangat mencintaimu, maafkan aku dan aku akan…ÔÇØ ucapnya aku potong

ÔÇ£akan membantai keluargaku ya setelah semua yang diberikan keluargaku padamu? Aku tahu semuanya hes, tahu semuanya, seandainya saja arya tidak mengakhiri kiprahmu mungkin saja kamu akan membantai keluarga setelah itu…ÔÇØ

ÔÇ£cinta? Jangan bicara tentang cinta! kamu tidak pernah tahu mengenai arti cinta hesÔÇØ ucapku

ÔÇ£terserah apa katamu yah, aku tetap mencintaimu. Aku khilaf karena om-kamu, maafkan aku. Aku ingin memperbaiki semuanyaÔÇØ ucapnya

ÔÇ£kenapa tidak dari dulu?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£kamu tahu hes… dulu ketika kamu mengambil mahkotaku, rasanya aku ingin mati. Walau pada akhirnya aku harus tunduk padamu hingga anak itu lahir. Kamu tahu ketika aku melihat bayi itu, rasanya aku ingin membunuhnya karena setiap kali melihatnya aku melihatmu. Tapi untung saja, rasa keibuanku datang dan aku membesakannya… huffftttthhh… eh nico, gimana kabar ima? Tahu ima kan? Karima yang sama-sama kamu renggut di hotel bersamaan dengan temanmu iniÔÇØ ucapku

ÔÇ£eh… aku khilaf yahÔÇØ ucapnya

ÔÇ£kenapa sih kalian itu? setiap kali kalah, sudah melakukan kesalahan selalu bilang khilaf, khilaf, khilaf terus. Ndak ada kata-kata lain?ÔÇØ ucapku, mereka diam. Aku memandang mereka berdua, kini pandanganku terhenti pada mahesa

ÔÇ£oh, ya hes lupa…ÔÇØ

ÔÇ£setelahnya aku mencoba hadir sebagai istrimu. Merawat tubuhku, kecantikanku, untuk menarik perhatianmu agar tetap berada di rumah. Tapi ternyata kamu malah melalang buana di dunia perlendiran. Oh iya dan kata arya yang diberitahu sama wardani, katanya aku kurang variasi ya?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£eh… bukan yah, bukan tidak ada yang salah, aku hanya…ÔÇØ ucapnya terpotong

ÔÇ£khilaf? Hi hi iiiih lucu deh kamu itu sayang hi hi hiÔÇØ ucapku

ÔÇ£yah, tolonglah beri aku kesempatan untuk memperbaikinyaÔÇØ ucapnya

ÔÇ£bilang pada arya, ibu mahesawati dan juga bapak wicak… seandainya kamu kembali, tak akan ada satupun orang di daerah ini yang akan menerimamu hesÔÇØ ucapku.

Hening sesaat…

ÔÇ£oh iya… tubuhku bagus ndak hes?ÔÇØ godaku, tapi dia diam

ÔÇ£ayo dong… ngomong… masa diam, sariawan ya? lihat hes…ÔÇØ ucapku berdiri menghadapnya dan membelakangi nico

Kutarik kaos yang aku masukan dalam rok, dan kubuka hingga kedua payudaraku muncul. Kutarik keatas bra yang menopang payudaraku.

ÔÇ£bagus ndak hes? Kenceng lho ini? ini kemarin yang kamu rasakan, tapi sayang kamu muncrat duluan. Aku ndak puas… dan ini hes…ÔÇØ ucapku mengangkat rokku dan menurunkan celana dalamku

ÔÇ£ini yang kemarin kamu masuki, dan kamu sempat bilang ÔÇ£oh sempit sekali, kamu perek jalanan, lonthe, kamu pantas jadi lontheÔÇØ dan kamu kemudian mengerang aarrrghhh… hi hi hiÔÇØ ucapku

ÔÇ£eh, nico ndak boleh lihat ya, nanti dihukum lho…ÔÇØ ucapku

Aku kembali merapikan pakaianku, aku dekati mahesa dan kurebahkan seagian tubuhku disampingnya. Kumainkan hidungnya yang jelek itu.

ÔÇ£aku tidak pernah puas, aku tidak pernah keluar ketika kontolmu masuk ke dalam vaginamu. Dan kamu tahu, mungkin semua wanita yang pernah kamu setubuhi juga merasakan hal yang sama. Kamu egois, keras kepala… seandainya dulu saja kamu mau menerimaku dengan lapang dada, mungkin kamu akan selalu aku puaskan dengan tubuhku ini. tubuh yang selalu seperti masa mudaku, tapi kamu itu yang bodoh hi hi hi masa bodi kaya gini kamu bilang lonthe! Kamu tuh yang gigolo! Aku sebenarnya sanggup bayar kamu hi hi hi, apalagi yang terkahir, untungnya saja aku ndak kulum kontol kamu, bisa muncrat bisa bubar rencanaku hi hi hi…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£apa maksudmu yah?ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£aku sebenarnya Cuma pengen benih kamu saja, jadi aku pengen hamil. Secara arya sudah punya kekasih, aku sendirian nanti jadi aku minta benih saja sama kamu. kamu kan suami aku kan? Tapi… aku tidak akan pernah memberitahukan kepada anak dalam kandunganmu ini bahwa kamu ayahnya, tidak akan pernah! Dan akan kuhilangkan kamu dari sejarah kehidupanku…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£kamu biadabÔÇØ ucapnya

ÔÇ£Yee… aku biadab hore… hi hi hi bodooh ah…ÔÇØ

ÔÇ£oh ya, dan terima kasih… masih ingat ndak waktu aku suruh tanda tangan kalau arya butuh persetujuan orang tua untuk skripsinya? Hi hi hi, untung kamu aku buat mabuk dulu waktu itu hi hi lihat…ÔÇØ ucapku

Aku lebarkan secarik kertas dimana disitu tertulis persetujuan skripsi arya. dan kemudian aku ambil kertas bagian depan yang ukurannya haya  bagian dari kertas dibelakangnya.

ÔÇ£surat perceraian… dan kamu setuju lho hes…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£tidak, aku tidak ingin bercerai! Buang yah, buang kertas itu, buang!ÔÇØ teriaknya, kulihat tubuhnya hanya bisa bergoyang tak bisa mengangkat tangannya

ÔÇ£eits… lho kamu kenapa? hmmm…. pasti anakmu ya?ÔÇØ tebakku

ÔÇ£iya anakmu memebuat tubuhku lemas dan hanya bisa berbicara saja! buang kertas itu yah…ÔÇØ teriaknya

ÔÇ£ndak mau ah… aku simpan sajaÔÇØ ucapku segera aku masukan kedalam tas

ÔÇ£hesa… hesa….ÔÇØ ucapku

Aku rebahkan tubuhku lebih dekat lagi, jariku menari di wajahnya. Turun hingga perut dan masuk kedalam selangkangannya.

ÔÇ£sayang, ini kontol ya? sayang sekali tak bisa memuaskankuÔÇØ masih aku elus-elus

ÔÇ£kamu seharusnya tahu, aku selalu menurut kepadamu. Seandainya saja kamu bisa lebih bersabar meladeniku, aku bisa jadi istrimu, lonthe, budak seksmu dan seperti apa yang kamu inginkan. Tapi ada yang lebih tahu daripada kamu…ÔÇØ ucapku melepas elusan pada penisnya. Kuambil sematponku

ÔÇ£lihat… hi hi hi…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£diyah, kamu!…ÔÇØ dia tak sanggup berkata-kata, aku matikan suara sematponnya agar suara arya ketika memanggilku ibu tidak terdengar. Dan untungnya semua gambar hanya menampilkan leher arya kebawah tak ada gambar wajahnya, seandainya dia tahu pun masa bodoh. Dia mau ngomong apapun itu juga ndak bakal ada yang percaya, secara semua telah menjadikannya sebagai bajingan.

ÔÇ£lihat aku bisa kan hes? Dia adalah orang yang memberikan aku kepuasanan hes. Bahkan dia tergila-gila ketika aku memakai kebaya, terus aku disuruh ngulum kontolnya ugh… sedap hes… sedap sekali… kontolnya besar, kuat dan mentok di vaginaku. Terus hes, nih lihat, aku pakai pakaian seksi kan hes? Lagi doggy style itu hes… ugh nikmat banget hes…ÔÇØ ucapku sembari memutar semua rekaman persetubuhanku dengan anakku

ÔÇ£nah ini yang terkahir hes… dikolam renang, montok ndak aku hes? Seksi kan? Aku bisa dapetin 1juta kamu hes dengan tubuh itu hes, bahkan kalau aku jadi lonthe banyak yang ngantri hes hi hi hi tuh lihat aku muncrat lagi hes…ÔÇØ ucapku, hesa hanya terdiam melihat rekaman itu

ÔÇ£siapa laki-laki itu?!ÔÇØ teriaknya

ÔÇ£ah, sudah ah kamu marah… dan kamu ndak perlu tahu siapa dia, yang jelas batangnya uuuuuh.. gedean dia dari punyamu… ha ha ha ha haÔÇØ tawaku keras, sembari berjalan meninggalkannya

ÔÇ£diyah, diyah, aku mohon jangan pergi aku membutuhkanmu…ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£butuh? Ah ndak ah, besok bulan depan kan kamu dah bukan suami akyu, dan kamyu sudah jadi mantankyu hi hi hi… kenapa hes? Pengen jilati tubuh aku? Iiihh ndak mauuuu kan kontol kamu gampang ngecrot ha ha ha haÔÇØ tawaku

ÔÇ£sudah hes, aku pergi dulu dan terima kasih benihnya… aku akan merawatnya, entah dia mirip kamu atau aku, yang jelas aku berharap dia mirip akuÔÇØ ucapku

Teriakan memanggil namaku tak aku gubris, aku keluar dan bilang kepada anton bahwa semuanya sudah selesai. Aku matikan sematponku dan ku ambil memori kat-nya kupatahkan dan kubuang. Itu adalah kenangan yang terakhirku bersama arya, anakku sendiri.

ÔÇ£diyah…ÔÇØ ucap seorag wanita

ÔÇ£eh… ÔÇ£ aku seidkit kebingungan

ÔÇ£wardani, ibunya dianÔÇØ ucapnya, aku memang belum pernah bertemu dengannya tapi paling tidak arya pernah bercertia tentang wardani yang memperkosanya hi hi hi.

ÔÇ£oh, besankuuuuu…ÔÇØ aku langsung memeluknya

ÔÇ£mbak…ÔÇØ ucap seorang laki-laki yang aku kenal, dia serta merta meggenggam tanganku dan berlutut dihadapanku

ÔÇ£maafkan saya mbak, maafkan saya hiks semua kesalahan saya…ÔÇØ ucapnya, aku menegerti siapa dia sekilas bayangan masa laluku mengingatkan aku tentang laki-laki ini

ÔÇ£sudah mas, semua sudah berakhir… yang jelas sekarang kita akan besananÔÇØ ucapku

ÔÇ£eh, ini ada apa?ÔÇØ ucap wardani tampak kebingungan

ÔÇ£yang penting mbak sudah memaafkan saya, saya berterima kasih banyakÔÇØ ucapnya

ÔÇ£heÔÇÖem…ÔÇØ jawabku

Sedikit bercakap-cakap dan saling memaafkan. Aku kemudian sepakat dengan mereka berdua untuk menjodohkan arya dengan diah, lagi pula tanpa perjodohan pun mereka sudah lengket.

ÔÇ£mbak mau kemana?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£biasalah perpisahanÔÇØ ucapnya, aku sedikit mengerti

ÔÇ£mbak, sekali lagi maafkan saya. Maafkan kesalahan saya dimasa lampauÔÇØ ucapnya

ÔÇ£iya mas, sudah… kita semua sudah kembali normalÔÇØ ucapku

Akhirnya aku berpisah dengan mereka, dengan mobil yang aku tunggangi ke villa aku kembali kerumah tanpa mejenguk dian. walau kangen degan mereka berdua, aku akan menunggu mereka.

ÔÇ£mas ada apa sebenarnya?ÔÇØ ucapku kepada mas koco

ÔÇ£begini..ÔÇØ ucapnya menceritakan kejadian di masa lampau, aku sedikit terhenyak bagaimana suamiku benar-benar diperalat oleh mereka berdua. Emosiku meluap!

ÔÇ£ayo mas, sekarang! Cepat! aku benar-benar marah…ÔÇØ ucapku kutarik tangan mas koco

ÔÇ£kamu yakin ndut?ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£iya, yakin tapi nanti jangan panggil aku ndut ya?ÔÇØ ucapku sambil tetap berjalan

ÔÇ£iya, sesuai janji deh… tapi kalau dirumah jangan ya ndut?ÔÇØ ucapnya membuat hatiku sedikit luluh

ÔÇ£iya mas, iya… mas baik banget siiiiih… papanya dian baik bangetÔÇØ ucapku memeluknya

ÔÇ£eh, ndut banyak orang lewat ndut…ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£malu?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£kamu mau ngajak main disini saja aku mau ndut! Tapi aku ndak rela orang nonton tubuh istri tercintakuÔÇØ ucapnya

ÔÇ£hi hi hi… iya sayang, tapi aku janji ini yang terakhirÔÇØ ucapku, dia mengangguk dan kemudian kami berjalan menuju keruangan yang kami tuju

Aku bertemu dengan anton, yang berjaga didepan pintu. Padahal biasanya bukan anton yang berjaga disana karena aku sudah hampir 3 hari disini jadi aku hapal. Sebenarnya mas koco menginginkan 2-3 hari lagi baru datang kerumah sakit tapi namanya sudah ndak kuat, jadi cukup satu hari saja kuda-kudaan langsung kerumah sakit. Aku kemudian melobi anton, dan anton mau. Anton ternyata bilang kepadaku kalau tadi ibunya arya juga baru saja masuk ke dalam ruangan. Kenapa aku tahu kalau tadi ibunya arya? jelas, selama aku menjadi budak mereka aku sesekali dilihatkan foto istri dari mahesa.

Kleeeeeeek…

Mata mereka berdua terkejut melihat kedatangan kami. aku langsung menutup pintu dan menguncinya. Aku cubit mas koso agar langsung bertindak, dan ugh.. tangan kasarnya langsung meremas susuku.

ÔÇ£argh mas… jangan disini malu itu ada nico sama mahesaÔÇØ ucapku

ÔÇ£iiih…kenapa malu, kan tadi bilang pengen main didepan mereka. sekarang kamu jadi lontheku ya?ÔÇØ ucap mas koco

ÔÇ£heÔÇÖem… tuan… lonthe ini mau di entot! Di kenthu! Tapi tuan jangan disini tuan malu… didekat mereka saja, ya tuan ya…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£arghh… tuan, aku kepanasan tuan lonthemu kepanasanÔÇØ ucapku

ÔÇ£kalian keluar! Cepat keluar! Atau aku panggil penjaga!ÔÇØ teriak nico

ÔÇ£hei nico, mau teriak? Percuma, yang diluar, semua yang ada disini dan disekitarmu semua memihak kepada kami ha ha ha lihat, bodi lontheku ini masih bagus kan? Terima kasih lho sudah menjadikannya seperti ini, jadi tambah cinta ha ha haÔÇØ ucap mas koco yang membuka bajuku satu per satu

ÔÇ£tuan maluÔÇØ ucapku, kutengok kebelakang dan kulihat wajah mas koco yang tidak tega, tapi harus!

ÔÇ£aku mohon, buat mereak hancur, lebih hancur lagi… ini yang terakhir kalinya, buaslah sayang. Lakukan seperti yang aku katakan kemarinÔÇØ bisiku sembari mendekatkan kepalanya dengan kedua tanganku. Aku tahu dia tidak akan tega melakukannya, tapi aku ingin mereka berdua merasakan bagaimana rasanya birahi menguasai tapi tak bisa tersalurkan. Aku akan membuat mereka merasakan hal itu, seperti yang mereka lakukan terhadap laki-lakiku.

ÔÇ£dasar lonthe, buka baju cepat sambil menari! Mereka ingin melihatmu menari sambil telanjang!ÔÇØ ucapnya sedikit keras, ah masa bodoh jika anton mengintip.

ÔÇ£begini tuan yah… ah tuan susuku sudah tidak ada branya tuan…ÔÇØ ucapku sambil meremasi susuku dan menempelkannya di wajah nico

ÔÇ£tuan, susuku si sedot tuan, sama dia tolong tuan…ÔÇØ ucapku

Plak… sebuah tamparan di pantatku

ÔÇ£aw tuan sakit, iya tuan maaf, kelepasan tuan…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£ketengah! Dasar ganjen, kalau ganjen lagi ndak akan aku beri kontol nanti kamuÔÇØ ucapnya

ÔÇ£ah tuan jangan tapi ndak papa tuan merea punya kok, weeek…ÔÇØ ucapku sembari melepas rokku, kini aku telanjang bulat

ÔÇ£kalau tuan tidak mau, aku mau kontol mereka sajaÔÇØ ucapku mendekati nico dan kubuka celana nico

ÔÇ£sudah lihat? Itu kontol? Apa titit? Lonthe!ÔÇØ plak sebuah tamparan di pantatku lagi, pelan… dasar ndak tegaan

ÔÇ£ya sudah tuan saya mau kontol dia sajaÔÇØ ucapku langsung berlari ke arah mahesa dan membuka celana mahesa

ÔÇ£kalian biadab!ÔÇØ teriak nico

ÔÇ£dasar lonthe dan gigolo!ÔÇØ teriak mahesa tapi aku dan mas koco tidak mempedulikannya

ÔÇ£ah tuan ini titit lagi tuan… aku kalah tuan, tolong tuan berikan kontol tuan, kontoli lonthemu ini tuanÔÇØ ucapku memohon dan mengemis di kaki mas koco

ÔÇ£mau kontol? Buka sendiri!ÔÇØ ucapnya, aku langsung membukanya

Argh besar dan keras, itulah kontol kesayanganku

ÔÇ£aw tuan besar! Tuan coba lihat tuan perbandingannyaÔÇØ ucapku sambil memegang dan menarik penis mas koco dan kudekatkan dengan punya mahesa

ÔÇ£besar punya tuan… tuang, kontoli saya tuan… kontoli mulut lonthemu ini, kontoli memek lonthemu ini, kontoli tubuh lonthemu ini tuan, tolong tuan selama saya jadi lonthe mereka saya tidak pernah merasakan puas tuan, tolong kontoli saya tuan!ÔÇØ pintaku memohon, dengan kedipan mata aku mas koco langsung berdiri di samping kepala mahesa

ÔÇ£biadab kamu koco! Mmmmmppphhhh…ÔÇØ ucap mahesa yang aku sumpal dengan celana dalamku

ÔÇ£oh tuan, tuan ingin ngontoli mulutku dulu tuan di wajahnya ya? iya tuan, oh tuan baik sekali, mau berbagiÔÇØ ucapku

Mmmppphhh… slurrrpp… mmmpphh slurppph… aku mengulum penis mas koco, mulutku tepat berada diatas mahesa. Ah, sensai yang selalu aku bayangkan selama ini, menyiksa mereka. menyiksa birahi mereka. aku suka sekali ketika mengulum penis mas koco, ya hal yang paling aku suka ketika menikmati setiap sentimeter dari penis mas koco. Penis yang selalu aku dambakan, setiap sentimeter bisa aku jilat, aku kulum dan bisa aku perlakukan semauku. Lidahku menari dengan indah di helm penis mas koco, menjilati setiap batangnya. Ah, rasa rinduku akan mengulum batangnya belum pernah terpuaskan. Setiap hari setiap saat aku ingin sekali mengulum penis ini, menikmati setiap tumpahan sperma diwajahku. Karena hal pertama yang paling aku suka sebelum di tusuk oleh penis ini adalah menikmatinya dengan mulutku, oral seks. Bagiku oral seks adalah dimana aku bisa memiliki seutuhnya mas koco sebagai rajaku.

ÔÇ£heh… lonthe, kalau ngemut yang bener! Ndak terasa! Kalau ngemut titit memang seperti itu, kalau ngemut kontol dalem dong! Atau mau aku lepaskan kontol ini!ÔÇØ bentak mas koco, sesuai narasi

ÔÇ£oh tuan, jangan… saya emut, saya kulum… mmmhhpppphhhhh slurppp… mmmmhhhÔÇØ ucapku kembali mengulum sembari mengeluarkan air liurku sebanyak-banyaknya ketika aku mengulum. Air liruku pun menetes jatuh di wajah mahesa, puas aku benar-benarpuas dengan hal ini. kepuasanku adalah bisa mengulum penis kesayanganku didepan bajingan ini, kepuasan kedua adalah memperlakukan merea seperti mereka memperlakukan mas koco dulu.

ÔÇ£nah gitu, kasihan yang lihat kamu itu biar kebagian! Ha ha haÔÇØ tawa mas koco, aku suka itu

ÔÇ£sudah! Ngangkang kamu nthe!ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£ngangkang dimana tuan?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£perlu aku tampar kamu?! biar kamu tahu!ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£tidak tuan saya tahu tuan, tahu… tapi tuan tampar pantat saya tuan, biar lonthemu tambah horniÔÇØ ucapku

Mas koco masih berdiri disamping mahesa, dengan cepat aku berdiri di atas tubuh mahesa dan menari. Bergoyang dengan goyang ngebor, hingga memeku menyentuh titit mahesa. Satu tamparan lembut mendarat di pantatku membuatku semakin bergairah dalam menari.

ÔÇ£heh! Kamu mau ditititi apa dikontoli!ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£kontoli tuan, kontol tuan kontolÔÇØ ucapku

ÔÇ£kalau kontol ya jangan didekatkan dengan titit nanti rusak itu memek kamu!ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£iya tuan maaf, tuan kalau habis nari nanti saya dikontoli ya tuan?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£iya pasti, aku kontoli kamuÔÇØ ucap mas koco

Aku kini layaknya anjing yang merangkak di atas tubuh mahesa, susuku terkatung-katung diatas wajah mahesa. Dengan sekali tamparan dari mas koco, aku daratkan susuku di wajah mehesa. Dan arghh… kontol itu dengan paksa memasuki vaginaku yang sudah basah.

ÔÇ£suka nthe? Enak mana sama titit?ÔÇØ ucap mas koco

ÔÇ£enak kontol tuan oh…. tuan goyang tuanÔÇØ pintaku

ÔÇ£enak saja goyang, kamu yang goyangÔÇØ ucapnya

Aku tersenyum dan menggoyang tubuhku, terang saja susu besarku mengusap wajah mahesa. Hanya nafas yang aku rasakan dari wajah mahesa. Tapi sodokan penis kesayanganku ini membuatku luluh lantak tak tahan untuk meracau.

ÔÇ£oh kontol, kontooool yah enak banget kontol ahhh… aku suka kontol tuan, titit mereka tidak pernah memebuatku ngecrot tuan oh kontol enak… oh tempikku keenakan, yah tuan aku pengen di entot tuan terus, dikontoli tuan terushh yeah terushh tuann owh… yah…. enaaaaakÔÇØ racauku

ÔÇ£kalau mau ngcrot, bagi-bagi! Kalau ndak bagi-bagi, nanti kamu tidak aku kontoli lagiÔÇØ ucapnya

ÔÇ£iya tuan oh, nikmat sekali tuan, lonthemu pegen ngecrot tuan, ngecrooothhh ugh…ÔÇØ racauku dan langsung mas koco menndorong tubuhku kedepan

Dengan bersandar pada tembok belakang mahesa, tubuhku melengkung dan ku posisikan memekku tepat di wajah mahesa. Mas koco langsung saja menusuk, tapi kini tusukannya penuh dengan emosi. Aku bisa meraskannya, ya mas tusuk vagina ku agar dia meraskan apa yang kamu rasakan dulu.

ÔÇ£arghh tuan yang keras, kontoli yang keras memekku, kocok kontolmu lebihkeras tuan oh mentok tuan mentooook terus entot memeku tuan argh…ÔÇØ racauku

ÔÇ£mahesa, kamu suka kan…. ini aku bagi, aku bagi kebahagiaanku seperti dulu kamu memebaginya… ayo sayang! Ngecroooot!ÔÇÖ teriak mas koco yang kelepasan memanggilku sayang, ya mungkin karena dia emosi

ÔÇ£tuan aku ngecroooooottttttttttthhh…..ÔÇØ teriakku

Cairan hangat keluar dari dalam vaginaku dan juga air seni, jadi bukan tetesan melainkan siraman kenikmatanku untuk mahesa. Aku mengejang, mataku terpejam kepuasan akan sebuah pembalasan. Aku menikmatinya, argh benar-benar nikmat. Tiba-tiba aku mendapatkan sebuah pelukan dari belakang tubuhku, tubuh mas koco memelukku dan mengecup kepalaku. Dielusnya sebentar kepalaku…

ÔÇ£kita lanjutkan…ÔÇØ bisiknya

Aku tersenyum dan tak peduli dengan cairan yang berada di wajah mahesa. Itulah yang membuatku puas, masa bodoh dengan perawat atau pihak rumah sakit yang mengetahuinya. Aku turun dari ranjang bersama mas koco aku melihat nico.

ÔÇ£bajingan kalian pergi! Jangan pernah mmmppphhhhhhh…ÔÇØ ucap nico yang tak bisa lagi berbicara, kusumpal dengan Bra yang berada dilantai

ÔÇ£ayo tuan, tuan ingin selalu berbagi kebahagiaan kan? Itu yang situ belum dapatÔÇØ ucapku

Plak… tamparan di pantatku

ÔÇ£dasar kamu lonthe! Pintar juga kamu berbagi, cepat naik!ÔÇØ ucapnya

Aku posisikan tubuhku di atas tubuh nico, pantatku berada tepat di wajah nico dengan posisi menghadap ke arah mas koco. Bagian tubuhku sedikit bersandar pada tembok di atas kepala nico. Aku tersenyum, kulirik mahesa, hi hi hi udah gedhe kok nangis ya?

ÔÇ£ayo tuan, tuan pengen ngecrot kan? Cepetan tuan, kontoli memekku tuan, memekku butuh kontol tuan bukan titit tuan…. owhhh ayo tuan masukanÔÇØ pintaku kepada mas koco

ÔÇ£ha ha ha kamu pintar juga yah… sini, aku kontoli memek sempit kamu itu, ugh sedap…hmmm… pengen di kontoli apa di entot?!ÔÇØucap mas koco yang kini mempopsisikan tubuhnya di atas nico,

ÔÇ£dua-duanya tuan, dua-duanya… dikontoli sama di entot kan sama tuan, terserah tuan pokoknyaÔÇØ ucapku yang memang sudah terbawa nafsu

ÔÇ£begini ya…ÔÇØ dimasukan ough penis besarnya ke dalam vaginaku

ÔÇ£argh tuan sakit ughh… enak tuan… ayo tuan digenjot, kontoli tuan kontoli… memekku butuh kontol tuan. Yah ugh goyang tuan goyang yang keras… ah ah ah ah ah ah seperti itu tuan owhhh nikmat sekali…ÔÇØ racauku

ÔÇ£arghh… nico, lihat nico aku ngentoto wardani, istriku tersayang di atas wajahmu, kamu suka kan? Agh.. dia puasnya itu hanya sama aku nic, kamu tidak bisa memuaskannya, aghh enak nic… ough… ayo lontheku, goyang pantatmu berikan bajingan ini kenikmatan pantatmuÔÇØ racaunya

ÔÇ£ogh ya tuan ah… nikmat sodok terus kontol tuan di memek lonthe tuan ini ough…ÔÇØ racauku

ÔÇ£ayo keluarkan manimu sayang seperti tadi, arghhh enak sekali memek kamu itu argh yah enaaaaaaaaak!ÔÇØ teriak mas koco

ÔÇ£ah tuan, aku kelu… keluar… keluaaaaaaaaaaaaaaaaaaar…ÔÇØ teriakku selang beberapa saat setelah kocokan keras dalam vaginaku

Mas koco berhenti sejenak, aku memang tidak bisa menahan semuanya. Setiap kali keluar, selalu ada sedikit air seni yang ikut keluar bersama dengan orgasmeku. Aku menikmatinya,…

ÔÇ£tuan sekali lagi tuan, aku ingi keluar lagi hah hah hah keluar sekali lagi barerng tuan…ÔÇØ pintaku

ÔÇ£baiklah lontheku sayang…ÔÇØ ucapnya

Goyangan demi goyangan aku dapatkan dan langsung dihujamkan penis besar itu kedalam vaginaku. Aku menikmati setiap gesekan penis dan dinding vaginaku. Berbeda dengan dulu, tak pernah ada yang bisa membuat vaginaku begitu sensitif kecuali penis mainan. Sekalipun aku dijadikan anjing dan kemudian dilempar ke orang-orang yang tak aku kenal,aku tidak pernahmerasakan kenikmatan yang setara dengan sekarang ini. mereka hanya mempermainkan aku.

ÔÇ£arghhh tuaaaaaan… aku… akumau ngecrot lagi tuaaaaaaann…ÔÇØ racauku

ÔÇ£keluarkan! Aku juga au ngecrrooooot aku pejuhi memekmu!ÔÇØ ucap mas koco

Crooot crooot crooot crooot crooot

Aku ikut mengejang untuk kedua kalinya di atas tubuh nico, sebuah petarungan yang sangat hebat bagiku. Sebuah amarah hilang dari wajah mas koco, dia tersenyum dan menarik tubuhku untuk berlutut sama halnya dengan dia yang juga berlutut diatas tubuh nico. Penisnya keluar secara otomatis spermanya pun ikut keluar dan mengalir di pahaku, ada juga yang aku rasakan menetes di wajah nico. Mas koco memelukku, menciumku, membelai rambutku, dibisikannya kata-kata sayang yang selalu di berikannya kepadaku setelah berhubungan. Aku pun memeluknya, tak aku pedulikan mereka berdua yang berada di sini.

Aku turun dan berlutut ditengah-tengah ranjang nico dan juga mahesa, mas koco berdiri dan aku mengulum penis besarnya. Dengan senyum aku mulai membersihkan penis kesayanganku ini. selang beberapa saat, mas koco menariku dan kembali memeluk dan mencium ubun-ubunku. Dipeluknya erat dan berbisik…

ÔÇ£jangan lagi seperti ini, kalau liar boleh tapi liar sebagai istri jangan liar sebagai lonthe, ya?ÔÇØ

Aku mengangguk dan memandang wajah lelaki tampanku ini. kami kemudian berpakaian, kuambil pakaian dalamku dari tas, kutinggalkan mereka berdua dengan keadaan yang penuh dengan cairan kenikmatan kami dan juga hi hi sumpalan celana dalam dan BH masih dimulut mereka. sekeluarnya dari ruangan itu..

ÔÇ£tante, om, hadeeeeeeh… kejam bangetÔÇØ ucap anton

ÔÇ£tadi ngintip ya?ÔÇØ candaku, tampak mas koco sedikit malu

ÔÇ£ndak, ndak bakal aku ngintip tan, apalagi tante dan om mertuanya arya… ndak ada dalam kamus persahabatan kamiÔÇØ ucapnya

ÔÇ£maaf ya, kelepasan… ÔÇ£ ucap mas koco

ÔÇ£iya tan, om, aku ngerti kok, tapi ini sudah kan?ÔÇØ ucap anton

ÔÇ£heÔÇÖem… makasih ya tonÔÇØ ucapku

Aku kemudian kembali kerumah mas koco tanpa menjenguk dian, hi hi hi… malas ah, masa aku mau dijadikan obat nyamuk. Dadah dian sayang, mama mau kuda-kudaan dulu sama papa hi hi hi. Dengan mesra tangan kanan mas koco merangkul pinggangku dan tangan kirinya juga menggenggam tangan kananku. Dalam perjalanan pulang mas koco mengingatkan aku kembali untuk tidak menyuruhnya menjadi lonthenya lagi. Tapi kalau diingat-ingat semalam, iiih mainnya ndak tanggung-tanggung. Muncrat lemes istirahat tegang lagi main lagi muncrat lemes lagi istirahat lagi, iih hampir 5 ronde tapi ndak papalah 5 ronde aku juga muncrat hampir 10 kali. Mesra deh selama perjalanan… ugh vaginaku gatel lagi, ayo dong pak wan cepetan hi hi hi.

ÔÇ£Hadeeeeh… om… om, sebenarnya kalianitu dulu nglakuin apa saja to yaaaaaa ya. ini masih beerapa hari om disini sudah ada dua yang balas perbuatan om. Ndak tahu kalau sudah sebulan mungkin ratusan yang akan datang untuk membuat om menangis. Tapi mau apa dikata om, itu kesalahan kalian sendiri main-main dengan hidup orangÔÇØ bathinku sembari jongkok didepan pintu ruang dimana om mahesa dan om nico terbaring, aku mengelus dada dan segera menelepon penjaga agar menggantikanku.

ÔÇ£sial habis nguping tadi kok jadi horni ya? untung tadi ndak ada lubang, coba kalau ada lubang buat ngintip bisa cok-li akuÔÇØ bathinku

Anti, tunggu mas anton pulang. Mas pengen kontoli kamu he he he…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*