Home » Cerita Seks Umum » Ternyata Suamiku Nakal 5 (Tamat)

Ternyata Suamiku Nakal 5 (Tamat)

Pov: Papa (Lagi)

Preview Last Episode.

Aku pun segera menuju ke depan dan ku longok melalui jendela. Seorang gadis dengan pakain seksi, tubuhnya terbalut dres hitam tanpa lengan dengan belahan dada yang rendah, mengetuk-ngetuk pintu. Nampaknya wanita itu mabuk.
Ku dengar dia berkata,ÔÇØPa…bukain pintunya cepet!ÔÇØ

Namaku Wijaya Saputra, seorang lelaki muda yang sudah matang dan memiliki seorang Istri Bernama Revita Sari Puspitasari. Belakangan ini kenakalanku semakin menjadi apalagi setelah kedatangan Marni yang notabene adalah cucu Mbok Imah pembantu setia kami. Istriku Revita sepertinya menyadari gelagat nakalku hingga suatu hari ku lihat bagaimana Marni dan Istriku bercinta. Kali ini diperparah dengan datangnya Susan sepupuku. Masa lalu yang seharusnya menjadi rahasia akhirnya terkuak juga bahkan kini aku sudah bermain dengan mereka sekaligus di satu ranjang.

Malam belumlah berakhir ketika aku masih begitu ingin bermain cinta dengan mereka bertiga. Namun siapa sangka bila malam ini aku akan mendapatkan bonus. Wanita yang sedang mengetuk pintu rumahku jelas sedang mabuk dan aku begitu terpukau dengan potongan tubuhnya yang seksi dan juga mini dress yang dia pakai sungguh membuat penisku yang tadi setengah tegang mencuat keras di dalam celanaku. Penis 19 Cm dan diameter 5 cm yang tidak pernah mengecewakan selama ini.
Entah apa yang ada dalam pikiranku saat ini. Tanpa pikir panjang ku buka saja pintu rumahku. Eh…dia masuk begitu saja ke dalam dan segera masuk ke kamar Marni. Seribu tanda tanya menyesaki kepalaku. Ah…sudahlah. Eh tapi kok dia bisa masuk bukannya biasanya jam segini gerbang depan sudah dikunci, jangan-jangan dia hantu. Ah…tidak mungkin. Mana mungkin hantu secantik dan seseksi itu. Ku pikir aku perlu memeriksa pintu depan dan benar saja, ternyata gerbang depan belum terkunci. Mungkin Mbok Imah lupa, maklumlah sudah tua. Jadi, sudah jelas wanita yang masuk ke kamar Marni pasti manusia.

Pikiran mesum memasuki kepalaku. Segera aku beranjak masuk ke dalam apalagi di luar cukup dingin dan sepi sekali. Setelah memastikan semua aman, ku masuki kamar Marni dan surprise. Wanita itu sudah terlelap hanya mengenakan celana dalam dan BH saja. Sungguh rejeki nomplok. Mana ada kucing yang nolak dikasih ikan.

Ku amati tubuh wanita yang kini terlelap itu, nafasnya naik turun teratur. Dari ujung kaki hingga ujung kepala ku amati dengan seksama. Pusaka kebanggaanku yang telah menaklukan tiga lembah basah rupanya sudah tidak sabar lagi. Ku lepas saja celana kolor yang menjadi penghalang terakhir penisku.
Wanita ini cantik dan seksi. Kalau aku nilai secara fisik 8,5 ku berikan. Cukuplah karena buatku sekarang sudah ada tiga wanita yang secara fisik 9. Orang asing tidak akan aku nilai lebih. Ku dekati dengan hati-hati tubuh wanita berwajah cantik dan seksi ini. Ukuran payudaranya pas sangat proporsional dengan tubuhnya yang tidak lebih tinggi dari istriku, Revita. Bukan perkara sulit melepas penutup terakhir kewanitaannya. Wanita mabuk cenderung terhanyut dalam fantasi ketika mereka mabuk, bahkan saat mereka diajak main seks 80% tidak akan menolak sekalipun orang asing.
Tubuh itu kini sudah telanjang bulat, polos seperti bayi, bulu kemaluannya cukup lebat juga. Nafsunya pasti besar, begitu kata orang. Tanpa menunggu lama, langsung ku lahap payudara wanita itu. Puting susunya yang coklat kemerahan ku plintir-plintir hingga mengeras dan menegang. Wanita itu mendesah.

ÔÇ£Pa…..jangan siksa Nancy….ÔÇØ

Ternyata nama wanita yang kini sedang aku geluti ini Nancy. Mungkin dia pikir aku suaminya. Tangannya mendekap kepalaku dengan mesra. Bibirnya terus menggumam tidak jelas.

Suaminya? Aku terkejut sejenak. Hei…dia istri orang. Malaikat dalam hatiku mencegahku lebih jauh. Tapi penguasa nafsu lebih kuat. Apalagi pengaruh minuman itu masih terasa. Aku yakin dengan keadaan sekarang 5 wanita lagi aku masih sanggup. Ku hisap kuat puting susu itu, terkadang ku berikan cupangan-cupangan bergantian kiri dan kanan. Tangan kiriku tidak kalah sambil menindih tubuh Nancy ku gosok klitoris Nancy dengan jari-jari tanganku.

ÔÇ£Ah….SSssss…..ÔÇØNancy melenguh dan mendesah tak karuan.

Aku benar-benar sudah tidak tahan saja, ingin segera ku masuki tubuh Nancy. Tapi, aku tidak mau terburu-buru. Nafsuku serasa meleda-ledak. Rasanya ada yang lain denganku. Ku hentikan semua aktivitasku dan segera ku arahkan penisku ke arah gua lembab Nancy, dalam hitungan detik, kepala penisku sudah ditelan vagina Nancy.

ÔÇ£Ah…ÔÇØNikmatnya desahku.

ÔÇ£Angh….ÔÇØSuara Nancy tertahan.

Entah mengapa aku ingin segera merasakan vaginanya, bukan karena dia cantik atau seksi. Akan tetapi, sepertinya aku keluar kendali. Dengan pasti ku hentakkan penisku. Bless…Penisku amblas seluruhnya.

ÔÇ£Papa…Penis papa kok gede banget sih Pa….enak….ÔÇØNancy menggumam. Untung saja dia masih memejamkan matanya.

Dalam posisi ini, aku dapat melihat dengan jelas wajah Nancy. Sepertinya tidak asing, sangat familiar malah. Aku tidak mau berpikir lama. Bagiku sekarang kenikmatanlah yang aku cari.

Ku pompa terus vagina Nancy. Vaginanya begitu sempit menjepit nikmat penisku.

ÔÇ£Argh…ÔÇØDia mengerang saat ku hujamkan penisku.

Sungguh nikmat rasanya, apalagi sensasi dari orang asing yang tidak ku kenal. Tubuh Nancy tiba-tiba menegang, ku rasakan cairan panas menyemprot mengenai
seluruh batang penisku yang sedang menjajah vaginanya. Sungguh sensasi yang luar biasa.

ÔÇ£Pa….Nancy uda dapet sekali..ÔÇØbisik Nancy.

ÔÇ£Papa kok tumben lama…ÔÇØimbuh Nancy.

Tubuh Nancy melemah setelah mendapat orgasme pertamanya. Aku tidak ambil pusing selama dia tidak menyadari bahwa aku bukan suaminya. Malah semakin membuat aku deg-degan saja. Bagaimana jika, bagaimana jika dia adalah istri tetanggaku. Ah..Fantasi macam apa. Terkadang sering ku baca cerita panas di salah satu forum, cerita tentang perselingkuhan yang terjadi karena kebetulan. Mungkin saja. Mungkin aku salah satu orang yang mengalaminya. Toh…bukan salahku juga. Ada kesempatan indah yang membuatku melakukannya.

Tubuh Nancy masih menyatu dengan tubuhku. Matanya setengah terpejam. Pelan-pelan ku lepaskan penisku dari vaginanya., kemudian aku berbaring miring disamping tubuhnya. Ku angkat sebelah kakinya. Bless…Penisku kembali mencocol vaginanya dari samping. Nancy mendesah.

ÔÇ£Ah…Papa….ÔÇØ

Kemudian tanpa perintah dan tanpa komando bagai seorang atlit olimpiade segera ku pacu penisku dalam vagina Nancy.
Astaga, vaginanya mencengkeram kuat, kontraksi di dalam vaginanya sungguh sesuatu yang sangat nikmat. Ku pacu terus vagina tembem Nancy, hingga ku rasakan seakan-akan ada yang menggempur dari dalam sana dibawah sana. Ku rasakan sebentar lagi aku akan mencapai klimaksku.
Ku percepat goyanganku dan ku rasakan sebentar lagi. Sungguh siapa sangka dan siapa kira ketika hampir ku raih klimaksku.

ÔÇ£Papa!ÔÇØ

POV: Nancy

Hari ini aku bahagia sekali. Setelah 3 tahun saling mengenal satu sama lain kini kami telah resmi menjadi suami istri. Malam ini adalah 100 hari aku menikah dengan Mas Anton, aku benar deg-degan. Sejujurnya ini bukan yang pertama kali dan aku memang bukanlah gadis polos yang tidak tahu apapun tentang seks. Aku sudah sering melihat berbagai macam film biru. Mulai dari threesome, deepthroat, softcore dsb. Oh iya, Namaku Nancy Notonegoro,umur 25 tahun, profesi model. Sudahlah tak perlu membayangkan terlalu jauh. Aku tidak begitu cantik, tapi banyak yang bilang aku mirip dengan Mariana Renata.

ÔÇ£Ih Papa kok lama sihÔÇØbatinku. Sudah sejam lebih aku dianggurin di kamar sendirian. Padahal sudah hampir jam 11 malam. Dasar laki-laki, tidak tahu saja kalau wanita dibiarkan terlalu lama mood-nya bakal hilang. Padahal sudah sedari tadi aku sudah siap, bahkan aku sudah ganti bajuku dengan lingerie merah yang sebenarnya aku risih memakainya. Sama saja tidak pakai baju karena tembus pandang. Tapi biarlah, toh ini juga bukan pertama kali Mas Anton Suamiku melihatku polos. Mas Anton sendiri lebih sering ku panggil Papa, alasannya simpel sih sebenarnya Cuma takut aja kalau nantinya punya anak aku dipanggil emak, kalau memanggil suamiku Mas atau Ayah.

ÔÇ£Tidur aja ah..ÔÇØAku ngomel sendiri kemudian menutup tubuhku dengan selimut. Jadi kalau ada yang bilang malam pertama itu sesuatu yang indah, ku pikir bukan buat aku.

Aku pun terlelap entah berapa lama. Ku rasakan dingin menerpa tubuhku. Aku menggelinjang ketika ku rasakan ada yang menghisap puting susuku. Rasanya nikmat, geli dan enak. Ku pikir pastilah Mas Anton. Biar sajalah, aku malu untuk membuka mata. Ku nikmati saja perlakuannya padaku.
Jelas sekali Mas Anton mempermainkan payudaraku. Aku merasa puting susuku mengeras dan menegang.
Aku hanya bisa merintih menikmati perlakuan Mas Anton.

ÔÇ£Pa…..jangan siksa Nancy….ÔÇØ

Serasa tersetrum kenikmatan 1000 volt ketika ku rasakan benda-benda yang ku tahu jari-jari tangan menyentuh vaginaku.

ÔÇ£Ah….SSssss…..ÔÇØAku melenguh dan mendesah tak karuan.

Namun, aku merasa kecewa ketika ku rasakan jamahan dan belaian itu terhenti. Sesaat kemudian kembali ku rasakan kenikmatan yang luar biasa ketika sebuah benda tumpul di gosok-gosokkan di bibir vaginaku

ÔÇ£Ah…ÔÇØMas Anton sepertinya menikmati pula.

ÔÇ£Angh….ÔÇØSuaraku tertahan aku benar-benar sudah basah. Nafsuku sudah berada di ubun-ubun. Seketika ku rasakan benda itu menyeruak masuk ke dalam vaginaku dengan sukses. Aku tahu pasti itu adalah penis seorang pria, penis suamiku tercinta.

ÔÇ£Papa…Penis papa kok gede banget sih Pa….enak….ÔÇØAku menggumam sambil memejamkan mata, dalam hubungan seks pujian kepada pasangan dapat meningkatkan kualitas seksual.

Aku tidak tahu bagaimana ekpresi wajah Papa, Mas Anton suamiku. Aku sendiri bukan saja karena malu tapi juga karena terlalu menikmati seks dengan suamiku. Penis itu seakan terjepit dengan ketat di dalam vaginaku. Begitu hangat dan besar. Besar? Ah aku memang merasa lain dari biasanya. Ah mungkin karena aku terlalu bernafsu. Aku mengerang nikmat saat penis itu menusukku tadi. Kemudian dengan gerakkan yang sungguh terarah penis papa mempompa tubuhku. Aku terombang-ambing dalam lautan kenikmatan yang luar biasa. Belum apa-apa aku merasakan sesuatu yang nikmat. Vaginaku menyemprotkan cairan kenikmatan membanjiri liang kenikmatanku.

ÔÇ£Pa….Nancy uda dapet sekali..ÔÇØbisikku.

ÔÇ£Papa kok tumben lama…ÔÇØBiasanya Mas Anton memang tidak tahan lama karena memang masih amatir. Namun entah kenapa sekarang dia lain. Tubuh Nancy melemah setelah mendapat orgasme pertamanya. Aku berpikir mungkin orang yang sedang menyetubuhiku bukanlah suamiku. Bahkan ketika ku rasakan penis itu lepas dari vaginaku, rasa-rasanya lebih besar dan lebih penuh. Mataku setengah terbuka namun aku tidak dapat melihat dengan jelas, kepalaku agak pusing. Tiba ku rasakan sebuah serangan lagi.

ÔÇ£Ah…Papa….ÔÇØAku mendesah. Sudah tidak terpikir lagi siapa yang sedang menyetubuhiku ketika ku rasakan penis besar itu menyeruak masuk membobol vaginaku dari samping. Benar-benar sesuatu yang baru bagiku. Sebelah kakiku diangkat dan secepat kilat penis itu menjajaki lubang vaginaku. Vaginaku mencengkram kuat penis itu dan ku rasakan sebentar lagi aku akan merasakan klimaksku.

ÔÇ£PapaÔÇØ

ÔÇ£Ah……ÔÇØAku mengejang. Otot kewanitaanku seakan meremas penis di dalamnya dan ku rasakan semburan panas menyusul orgasmeku. Begitu banyak tembakan sperma dalam vaginaku bahkan penis itu menusuk hingga rahimku. Sungguh nikmat, ku buka mataku dengan berat dan menoleh ke samping.

ÔÇ£Astaga!!!!ÔÇØ

POV Orang ketiga
ÔÇ£Astaga!ÔÇØ

Marni menjerit meihat Papanya Wijaya sedang bergumul dengan wanita yang sama sekali tidak dia kenal.

ÔÇ£Papa!ÔÇØSiapa sangka Revita juga berada di tempat tersebut.

Lebih parah lagi Susan pun menyaksikan kejadian itu. Namun, Susan memilih diam.

ÔÇ£Eh…Ma…Mar…San….ÔÇØWijaya nampak kebingungan akan menjelaskan darimana. Sedangkan Nancy hanya menatap sayu ketiga wanita yang nampaknya marah tersebut.

ÔÇ£Plop.ÔÇØBunyi penis Wijaya lepas dari kemaluan Nancy. Nampak cairan putih meleleh dari dalam sana. Tanpa menunggu penjelasan dari Wijaya. Revita menyeret Wijaya dalam keadaan telanjang dan membawa suaminya ke dalam kamar.

ÔÇ£Papa jelasin sekarang!ÔÇØRevita membentak Wijaya. Belum pernah sekalipun Wijaya dimarahi oleh Revita.

Wijaya hanya dapat terdiam, dalam keadaan telanjang Wijaya diinterogasi istrinya. Wijaya diam terduduk tidak tahu harus bagaimana. Namun yang jelas penis Wijaya masih menegang keras padahal sudah beberapa kali dia bermain cinta malam itu. Revita tetap menghardik Wijaya minta penjelasan. Wijaya tetap diam hingga akhirnya Marni dan Susan datang.

ÔÇ£Pa, kita minta penjelasan!ÔÇØTutur Marni.

Akhirnya, Wijaya menceritakan bagaimana kronologi kejadiannya. Wijaya tidak habis pikir malam ini dia begitu bergairah dan ingin menyetubuhi semua wanita.

ÔÇ£Oh jadi gitu toh.ÔÇØKata Susan.

ÔÇ£Ya sudah maafin kita deh Pa. Salah kita ngasih obat ke Papa.ÔÇØTerang Revita.

ÔÇ£Hah?ÔÇØWijaya terperanjat. Rupa-rupanya Istri dan dua selirnya sudah merencanakannya.

ÔÇ£Kalian!ÔÇØWijaya dengan sedikit emosi.

ÔÇØAku masih sanggup tanpa itu semuaÔÇØ. Wijaya bersungut-sungut.

ÔÇ£Sebagai hukumannya….ÔÇØDengan wajah mesum Wijaya segera mengejar ketiga wanita itu dan akhirnya Marni tertangkap. Untung saja, ketiga wanita itu masih mengenakan pakaian seksi mereka minus pakaian dalam tentunya.

ÔÇ£Ih..papa lepasin Marni. Geli.ÔÇØMarni meronta-ronta saat Wijaya menjamahi seluruh lekuk tubuhnya.

ÔÇ£Sudah Pa sudah geli.ÔÇØMarni berontak.

ÔÇ£Yah Papa..gak asyikÔÇØujar Susan.

ÔÇ£Oh..iya Nancy gimana?ÔÇØWijaya tiba-tiba nerocos.

ÔÇ£Udah tidur dia Pa.ÔÇØKata Revita.

ÔÇ£Baru aja Mama tengok.ÔÇØsambung Revita.

ÔÇ£Oh…ÔÇØKembali kemudian Wijaya mempermainkan tubuh mungil Marni. Entah bagimana Wijaya berhasil menelanjangi Marni.

ÔÇ£Ah…enak geli Pa…pi capek berdiri terus.ÔÇØkata Marni terengah-engah.

Dengan sekali merengkuh Wijaya membopong tubuh Marni ke ranjang dan kemudian merebahkan tubuh Marni. Wijaya pun segera melanjutkan serangannya, di buka lebar kedua kaki Marni dan kemudian membenamkan wajahnya ke pangkal paha Marni.

ÔÇ£Aduh enak Pa…ÔÇØMarni menggeliat tak karuan.

Sesaat kemudian dirasakan oleh Wijaya sepasang bola kenyal di punggungnya.

ÔÇ£Kita ikutan yah Pa.ÔÇØBisik Susan sambil menjilati kuping dan leher Wijaya. Sementara Revita entah sejak kapan sudah bersiap melahap penis besar Wijaya yang sedari tadi masih dalam keadaan tegang maksimal. Penis Wijaya dalam keadaan tegang mencapai 19 cm dan diameter 5 cm. Perempuan mana yang akan menolak penis besar Wijaya.

Permainan semakin panas. Wijaya sudah bersiap memasukkan penisnya ke dalam kemaluan Marni. Marni yang dalam keadaan telentang pasrah saja mendapati perlakuan tersebut. Wijaya bukanlah pemain seks amatir dengan pelan dan pasti Wijaya menggosok-gosok bibir kemaluan Marni dengan kepala penisnya yang berbentuk bagai jamur. Revita kemudian mengangkangi wajah Marni, menghadap ke arah Wijaya maksud hati hendak mencium bibir suaminya, malah tiba-tiba Susan menyosor bibirnya sambil menempatkan dirinya seakan menduduk perut Marni. Marni pun mengerti maksud Revita. Segera dijilatinya vagina Revita yang ternyata sudah basah. Kamar itu benar-benar menjadi kamar mesum. Seorang laki-laki dengan tiga wanita seksi.

Wijaya belum juga melesakkan penisnya ke dalam vagina Marni karena justru dia terpesona melihat bagaimana Susan dan Revita bercumbu. Gairah Wijaya semakin memuncak melihat pergumulan yang benar-benar luar biasa. Wijaya pun membayangkan seandainya Nancy juga ikut, apakh tidak mungkin dia akan jadi Raja Harem.

ÔÇ£Angh…ÔÇØMarni terkejut menerima penis besar Wijaya karena masih asyik mencumbui vagina Revita. Susan tidak mau kalah, sambil bercumbu dengan Revita, Susan meremasi payudaranya dan juga memainkan vaginanya sendiri.

Sementara Wijaya sudah berhasil memasukkan seluruh penisnya ke dalam vagina Marni. Marni merasakan penis itu menusuk nikmat hingga ke dalam rahimnya. Dengan gerakan perlahan dan pasti Wijaya pun memompa penisnya dalam vagina Marni. Tidak mau membuat tangannya mengganggur Wijaya merengkuh tubuh Susan yang membelakanginya di depannya. Tangan kiri Wijaya meraih payudara Susan dan tangan kanannya menggantikan peran tangan Susan.

ÔÇ£Ah…enak.ÔÇØWijaya menggumam menikmati penisnya mengisi rongga dalam vagina Marni.

ÔÇ£Mphm…ÔÇØSuara mulut Susan dan Revita beradu. Tiba-tiba kedua wanita itu berpelukan sangat erat. Cairan kenikmatan membasahi tangan Wijaya begitu pula dengan wajah Marni. Tidak lama kemudian Marni pun menegang.

ÔÇ£Arhg….ÔÇØMarni mendapatkan klimaksnya. Namun Wijaya masih dalam stamina yang luar biasa. Tubuh Susan yang masih ada di depannya diraihnya. Revita segera mengerti dan segera merebahkan diri di samping Marni yang juga masih menikmati orgasmenya.

ÔÇ£Plop.ÔÇØPenis vagina meninggalkan vagina Marni. Dengan lembut Wijaya mendorong Susan hingga seperti orang merangkak.

ÔÇ£Bless…ÔÇØPenis Wijaya pun segera menyerang vagina Susan, layaknya doggy style. Sementara Marni yang masih berada di bawah Susan, dengan tatapn sayu dia menatap wajah Susan yang kini berhadap-hadapan dengannya. Nampak jelas Susan menikmati setiap sodokan penis Wijaya.

ÔÇ£Ah…ah…ah…ÔÇØSusan mendesah.

Gairah Marni bangkir lagi, wajah Susan ia tarik kemudian dengan ganas Marni mencumbui Susan. Sementara Revita memainkan sendiri klitorisnya sambil menatap pejantannya menyetubuhi betina-betinanya. Kamar itu kini penuh dengan desahan dan rintihan nikmat. Sungguh Susan tidak sanggup bertahan lebih lama dan akhirnya tubuh Susan ambruk menimpa Marni. Penis Wijaya pun hampir saja terlepas dari vagina Susan. Namun, karena panjang penis Wijaya, kepala penisnya masih menancap di vagina Susan. Susan dan Marni pun akhirnya saling peluk dan saling mencumbu menikmati sisa-sisa orgasmenya.

Wijaya menatap Revita istrinya sedang bermasturbasi menatap dirinya seakan-akan ingin berkata cepat setubuhi aku.

Wijaya kemudian menempatkan dirinya di belakang Revita. Dengan gerakan yang sigap Wijaya mengangkat kaki kanan Revita sambil menempatkan penisnya tepat di lubang kenikmatan Revita.

ÔÇ£Ah..Papa…ÔÇØRevita mendesah ketika penis Wijaya menelusup ke dalam lubang peranakannya. Wijaya kemudian memompa vagina Revita dengan lembut dan dengan penuh perasaan. Aneh pikir Wijaya biasanya dalam beberapa menit Revita akan takluk dan mencapai orgasme bila sudah dimasuki penisnya. Memang malam itu seakan-akan Revita wanita lain, staminanya begitu luar biasa. Selama 15 menit Wijaya masih memompa vagina Revita namun seakan-akan Revita tidak bergeming dan hanya menikmati gesekan-gesekan kelamin mereka dengan mendesah-desah dan menjerit-jerit keenakan.

ÔÇ£Mam..ma..tum..ben lama amat..ÔÇØtanya Wijaya dengan nafas berat.

ÔÇ£En..nak..Pa…sodok terus…ÔÇØpinta Revita.

Wijaya pun terus memompa penisnya ke dalam vagina Marni. 10 menit kemudian.

ÔÇ£Ma….Papa mau keluar…ÔÇØ

ÔÇ£Bentar Pa mama..ju..ga…ÔÇØ

ÔÇ£Argh…keduanya mengerang bersamaan. Mereka mendapati orgasme di waktu yang sama.

ÔÇ£Gak sah di cabut Pah biar aja.ÔÇØKata Revita. Sementara di depan Revita, Marni dan Susan sudah terlelap berpelukan dalam keadaan telanjang.

ÔÇ£Pa…ÔÇØ

ÔÇ£Hmmm…ÔÇØjawab Wijaya.

ÔÇ£Nancy, Papa ambil juga yah. Kasihan baru 3 bulan nikah suaminya meninggal.ÔÇØsuara Revita.

ÔÇ£Tapi Ma…ÔÇØ

Belum sampai Wijaya menyelesaikan kalimatnya Revita memotong.

ÔÇ£Sudah Papa ikut saran Mama aja. Toh, kita udah punya segalanya aset kita dimana-mana sekalipun Papa duduk di rumah kita tetap bisa hidup kayak gini.ÔÇØ

ÔÇ£Bukan itu masalahnya Ma, apa kata orang Ma, masa iya punya istri sampai empat?ÔÇØWijaya menimpali.

ÔÇ£Ah Papa jangan kolotlah. Hidup ini milik kita. Biar saja apa kata orang. Lagian Nancy otu temen Mama kok, jadi Mama tahu persis gimana Nancy itu Pa.ÔÇØRevita berucap.

ÔÇ£Papa ikut Mama aja.ÔÇØdalam hati Wijaya bersorak kegirangan. Tapi, Wijaya berpikir bagaimana dia akan melayani empat wanita sekaligus.

ÔÇ£Loh kok malah sekarang diem?ÔÇØRevita menoleh ke belakang.

ÔÇ£Pa, malah melamun.ÔÇØmencoba menyadarkan Wijaya.

ÔÇ£Eh..apa Ma?ÔÇØWijaya gelapan.

ÔÇ£Kalau masalah seks gampang Pa, Mama tahu apa yang ada dibenak Papa. Nanti kita bagi saja berdasarkan nama. Berarti Marni hari senin, selasa sama Nancy, rabu sama Mama, Revita lalu kamis sama Susan. Jumat Papa istirahat. Sabtu kita main bareng. Hihihihihi….ÔÇØtawa Revita cekikikan.

ÔÇ£Eh Pa jangan gerak-gerak ngilu. Mana punya Papa masih tegang gitu.ÔÇØkata Revita.

ÔÇ£Salah Mama kasih obat juga, ini kayaknya bakal tegang terus deh.ÔÇØWijaya sok tahu.

ÔÇ£Oh iya Pa. Mama ada kabar baik nih.ÔÇØ

ÔÇ£Apa lagi sih Ma kok kayak nya seneng banget gitu.ÔÇØWijaya penasaran.

ÔÇ£Mama hamil Pa, udah tiga minggu. Hihi..surprise….ÔÇØSambil menoleh ke Wijaya.

Cup. Bibir Revita terkatup bibis Wijaya. Lalu Wijaya memeluk erat tubuh Revita.

ÔÇ£Jadi, kita akan punya banyak anak.ÔÇØ

Kedua makhluk itu kemudian terlelap menyusul Susan dan Marni yang sudah lebih dulu terlelap.


Sejak hari itu, secara resmi Wijaya memiliki empat orang wanita. Keempatnya juga resmi menyandang status Nyonya Wijaya. Dari Istri pertama Wijaya mendapat dua orang anak kembar perempuan. Istri keduanya memberikan 1 orang putra. Istri ketiga Wijaya memberikan 3 orang anak, 1 laki-laki dan 2 perempuan dan dari istri keempat seorang anak laki-laki. Kini, mereka hidup bahagia dan masih terus melakukan kegiatan mereka. Sepertinya akan ada anggota baru lagi.

—-Tamat —-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*