Home » Cerita Seks Mama Anak » Wild Love 63

Wild Love 63

Semua sudah berakhir inilah saatnya memuali kehidupan baru. Aku menjalankan motorku dan mulai mengarahkan motorku ke rumah sakit dimana dian dirawat. Aku memang menangis tapi aku bahagia karena akhirnya bisa menghentikan kesalahan yang sudah lama sekali terjadi. Saat inilah saat yang tepat untukku, untuk memulai kehid…

Ciiiiittt……

ÔÇ£mbak erlina gila apa tiba-tiba berdiri ditengah jalan! Bahaya mbaaaaak….ÔÇØ ucapku agak keras ketika tiba-tiba saja mbak erlin muncul kemudian berdiri dengan kedua tangan membuka lebar. Wajahnya malah tersenyum kearahku. Dia berjalan dan kemudian duduk dijok belakang REVIA, ah sudah lama aku tidak menyebut pacarku ini

ÔÇ£Eh, mbak kok ini anu itu… arghhhhÔÇØ ucapku bingung

ÔÇ£kamu mau menemui dian kan? Dirumah sakit?ÔÇØ ucap mbak erlina

ÔÇ£iya, kok mbak tahu?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£dasar cowok dodol! ya iyalah, aku merawat dian selama ini, mbakmu ini kerja di rumah sakit itu tahu!ÔÇØ ucap mbak erlina

ÔÇ£mbak mau sekalian nebeng berangkat kerja?ÔÇØ ucapku, tiba-tiba mbak erlina memelukku

ÔÇ£tidak, aku ingin kamu antar aku ke kos, aku berangkat malam tadiÔÇØ ucap mbak erlina

ÔÇ£mbak tapi dian…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£dia bisa menunggu kamu mengantarku kan?ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£mbaaaaak….ÔÇØ ucapku

ÔÇ£hiks kamu jahat banget sih… jadi kamu mau melupakan begitu saja yang sudah kita lakukan? Hiks hiks…ÔÇØ ucap mbak erlina

ÔÇ£yeee… kalau nangis yang bener jangan gaya gitu ahÔÇØ ucapku yang tahu mbak erlin pura-pura

ÔÇ£hi hi hi ketahuan…ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£ke kos, sekarang!ÔÇØ ucap mbak erlina

ÔÇ£mbaaaaaak… please, dian… mbak, dian…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£yang terakhir…ÔÇØ ucap mbak erlina

ÔÇ£mbak aku…ÔÇØ ucapku terhenti

ÔÇ£aku mohon, yang terakhir setelah itu kita kakak adik beneran…ÔÇØ ucap mbak erlina

Tanpa berbasa-basi karena aku sudah kangen sama dian. aku langsung memacu motorku, tak ada pilihan lain. Ini juga semua kesalahanku, perawan pertama yang aku dapat adalah mbak erlina, dan yang selalu ada setelah ibu adalah mbak erlina. Ajeng yang ketiga, tapi untungnya dia tidak tahu apa-apa mengenai kehidupanku jadi tidak mungkin dia meminta jatah. Hmmm… tapi kenapa otakku tiba-tiba mengingat-ingat tubuh mbak erlin ya? semoga dian tidak tahu, ini yang terakhir adeku. Setibanya di kos, mbak erlina langsung masuk sembari menyerobot kunci motorku. Aku tidak bisa berkutik. Centung.

From : Ibu
Yang terakhir jangan nambah lagi,
Kasihan dian!

Aku kaget setengah mati ketika melihat BBM dari Ibu, ini berarti ibu tahu aku memboncengkan mbak erlina. Aku balas secukupnya dan meminta maaf kepada ibu, ibu menngiyakan namun tetap memarahiku. Mau bagaimana lagi, mungkin karena keliaranku sendiri yang membuatku harus melewati perpisahan aneh ini. aku menjatuhkan kepalaku di spedometer REVIA, perlahan kuangkat kepalaku dan memandang mbak erlina yang sudah berdiri bersandar pada pintu kamar kosnya. Kepalanya menunduk, kupandangi sejenak dan bayangan akan tubuh indahnya muncul kembali. Aku berdiri dan mendekatinya.

ÔÇ£ada orang di kos mbakÔÇØ ucapku dihadapannya dan dia hanya menggeleng

Langsung kuangkat dagunya dan kudaratkan ciuman di bibirnya. Aku kembali terbawa nafsu birahiku, mbak erlina langsung memeluk leherku dan membalas ciumanku.

ÔÇ£buat perpisahan yang indah ar, aku pengen sekali mengulang semuanya. Buat aku benar-benar merasakan wanita beruntung pernah menjadi mbakmuÔÇØ ucapnya

ÔÇ£apa alan tidak…ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£alan bisa tapi… kamu kan yang ambil, jadi kamu harus tanggung jawab. Ini yang terakhir aku janjiÔÇØ ucapnya

Aku kembali mencium bibirnya, pintu yang sudah tidak terkunci lagi aku ayunkan daun pintunya. Pintu terbuka dan kami berciuman sambil berjalan, kututup pintu dan langsung remas susu mbak erlina. Kupandangi sejenak kedua matanya yang mulai terbakar oleh nafsu, dengan tangan masih meremas susunya aku kemudian kembali berciuman dengan mbak erlina. Nafas kami bersatu kembali setelah sekian lama tak bersatu. Kerudungnya, ah… sensasi baru lagi aku rasakan disini. aku cium bibirnya dan aku dorong hingga mbak erlina bersandar pada dinding. Aku kemudia turun kebawah dan membuka rok panjannya yang berwarna putih. Kulorotkan CD-nya, ah harum sekali vagina mbak erlina.

ÔÇ£harum banget mbak…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£iih jangan dilihatin ar, mbak kan malu, itu habis mbak kasih parfum tadi…ÔÇØ ucapnya

Sluurp… slurrp…. slurrrp….. aku mulai menjilati vagina mbak erlina dengan sangat buasnya. Walau sebenarnya tenagaku sudah hampir habis karena dengan ibu selama 3 hari ini tapi entah tenaga darimana, apa mungkin dedek arya yang bangkit dan memberiku tenaga karena ada sarang baru lagi?

ÔÇ£ahhhh aryaaahhhh mmmmhhhh adikkuhhhh ohhhhhh yang sayang terus jilati…. memeku sudah kangen dengan lidahmu owh… yah clok vaginaku adikku sayang, yah terushh… mmmhhh…ÔÇØ racaunya

Aku kemudian bangkit tangan kiriku menarik keatas baju dinas putihnya itu hingga berada diatas payudaranya dengan bantuan mbak erlina. Ku dorong pula Bra yang menutupi susunya itu, mbak elrina hanya mampu memejankam mata dengan pinggulnya yang bergerak maju mundur sendiri ketika tangan kananku masih mengocok vagina mbak erlina.

ÔÇ£aaaaaaaaaaahhhh ahh ahh ahh ahhh ahhh ahhh ahhh… erghhh mmmmm ah ah ah ÔÇ£ desahnya

Ketika aku melahap puting susu kirinya dengan bibirku, mbak erlina menggelinjang. Tangan kirinya memegang kepalaku dan kadang menjambak rambutku. Aku ganti puting susu kirinya aku lahap dengan sangat liar. Mbak erlina semakin menjadi-jadi, pinggulnya bergerak tak karuan.

ÔÇ£aryahhhh eeeeeehhhhhhhh aku hampis sampaiii ughhhhh emmmmmmmhhhh aaaaaaarhhhhhÔÇØ teriaknya lepas

Cairan hangat keluar dari vaginanya, kulihat wajahnya memandangku dengan pandangan kosong setelah mendapatkan puncak. Tubuhnya langsung beringsut turun, tanganku keluar dari vaginanya. Pemandangan wanita berkerudung yang sedang terpejam menikmati orgasmenya membuat nafsu liarku kembali bangkit. Aku buka celanaku dan kukeluarkan dedek arya yang sudah bangkit. Aku dorong-dorongkan ujung dedek arya ke mbak erlina yang masih berkerudung ini. mbak erlina yang terganggu kemudian membuka matanya, tersenyum kepadaku. Tangannya meraih dedek arya dan mulai mengocok dedek arya.

ÔÇ£lihat adikku sayang, mbakmu masih pakai kerudung… kamu suka kanÔÇØ ucap mbak erlina, memberiku sebuah fantasi lilar tentang dirinya

ÔÇ£iya mbak, aku suka mbak yang memakai kerudung itu, kulum mbak…. kulum kontol adikmu ini… kamu benar-benar seksi dengan kerudung itu mbak, apalagi aaahhhh ngulum kontol adikmu sendiri mbakÔÇØ ucapku

ÔÇ£iya adikku sayang… seperti ini slurrp… slurrrp… pantesmmmslurrppp kamu suka mbak waktu pakai kerudung… seksi yah?ÔÇØ ucap mbak erlina yang kemudian langsung mengulum dedek arya

ÔÇ£arhhh enak sekali mbak, sudah lama aku ndak merasakan kulumanmu mbak owhh… yah terush mbak enak sekali… mmmhhhh…. arghhhhh…ÔÇØ racauku

Mbak erlinan terus memompa keluar masuk dedek arya didalam mulutnya. wajahnya masih tampak ayu dengan kerudung putihnya tersebut. Aku semakin dibuat kelimpungan dengan kulumannya. Pinggulku pun akhirnya mengikuti irama, maju mundur. Hingga aku tidak tahan, aku pegang kepala mbak erlina, dia diam dan langsung aku maju mundurkan pinggulku. Ah, sensasi yang luar biasa… aku tidak sanggup menahan nafsuku sendiri. sudah cukup puas dengan permainan bibirnya, aku berdirikan mbak erlina dan langsung aku balik tubuhnya menghadap ke tembok. Ku masukan dedek arya ke dalam vaginanya untuk kesekian kalinya setelah lama tidak memasukinya.

ÔÇ£Arhhh mbak vaginamu sempit sekali mbak enak banget mbak ah ah ah ah… vagina cewek berkerudung sempit sekali mbakÔÇØ racauku sambil menggoyang tubuhku dibelakang tubuhnya

ÔÇ£kontolmu lebih mantap sayang ah ah ah ah… enak banget sayang, puaskan dirimu, berikan mbak kepuasanhhh untuk terakhir kalinyahh ah ah ah ah berikan kepuasan pada mbak ini, ayo sayang ah ah ah entot memek mbakmu ini crotin kerudung mbak ah ah ah…ÔÇØ racaunya

ÔÇ£aku berikan mbak… ahÔÇØ racauku

ÔÇ£ah sayang menthok erghhhh pelan menthok banget rasanya penuh banget memekku… aduh kamu entot mbakmu sendiri dasar adik nakal ah ah ah ah… entoto terus mbakmu ini sayang, entot sampai mbakmu keluar… kontolmu kontol entothhhhhh aaahhhhhh….ÔÇØ racaunya

ÔÇ£ah mbak, enak bangeth mbak didalam… ah ah ah… aku pengen pejuhin kamu mbak, pejuhi kamu yang berkerudung ini ah… enak banget susumu ah kenyal sekaliÔÇØ ucapku yang menggoyang dan meremas susunya

ÔÇ£ah… yah pejuh aku ingin pejuh kamu di wajahku ar… pejuhin mbakmu diwajahnya aahhh… ayo entooooot lebih keras lagi, kenthu mbakmu lebih keras lagi buat memekku kesakitan karena kontol kamu ah ah ah aha…ÔÇØ racau mbak erlina

ÔÇ£ah yah mbak aku mau pejuhin kamu… arhhhh memekmu sempit, akupengen keluar….ÔÇØ racauku

ÔÇ£iya sayang, mbakmu yang kamu entot ini juga mau keluar sayang… ah ah ah ah…. terus entot mbakmu sayang… entot terusssh mbak mau keluar…. ah ah ah ah sedikit lagi lebih kerashhhh ah ah ah ah ahh sayangku mbakmu aaah mbakmu ah mbakmu keluaaaaaaaaaar…ÔÇØ teriaknya

ÔÇ£aku juga mbak aku juga… aku keluar….ÔÇØucapku, langsung aku hentakan sedalam mungkin batang dede arya merasakan cairan kenikmatan vagina mbak erlina. kutahan sperma yang akan keluar, kucabut batangku mbak erlina yang masih mengejang segera aku balik tubuhnya dan aku paksa dengan sedikit kasar untuk berlutut. Mbak erlina langsung membuka mulutnya, dengan sedikit kocokan spermaku keluar di wajah, mulut, kening hingga mata mbak erlina.

ÔÇ£Ah… ahhh ahhh ahhh ahhh ahhh aaaaaaahhh… egh egh egh eghÔÇØ desahku mengejang ketika sperma itu keluar

Mbak erlina yang masiih sedikit mengejang menjilati sisa sperma di dedek arya. dengan senyum khasnya membuatku masih tetap tegak berdiri untuk menikmati tubuhnya. Diusapnya sperma diwajahnya dengan jari-jari lentiknya.

ÔÇ£Aku tidak akan menyia-nyiakan sperma adikku ini, hmmmm nyammmm nyammmm…ÔÇØ ucapnya sembari memasukan sperma itu ke dalam mulutnya

ÔÇ£adik, sekali lagi… aku ingin keluar bersamamu tapi didalam memekku, okay?ÔÇØ ucap mbak erlina, berdiri dan berjalan ke kamar mandi

Aku memandangnya kulihat jam sudah menunjukan pukul 10.30 WIB. Mbak erlina kemudian keluar dengan tubuh telanjangnya, kulihat tubuhnya yang mulus itu membuatku bergairah kembali. Ingin segera aku akhiri ini semua. Mbak erlina kemudian berbaring diatas tempat tidurnya, membuka pahanya rambut panjangnya terurai diatas kepalanya.

ÔÇ£langsung saja sayang… sekali lagi, jika kamu tidak keluar bersama mbakmu ini. kamu harus mengentot mbak hingga kita bisa keluar bersamaÔÇØ ancam mbak erlina, aku sedikit tersenyum. Kubuat pikiranku semesum mungkin agar aku bisa keluar bersamanya.

Aku tancapkan batang dedek arya ke vagina mbak erlina, kupeluk tubuhhnya dan aku berciuman dengannya. Pinggulku mulai bergerak dengan irama, pelan, cepat, sangat cepat. mbak erlina mendesah kepalanya mendongak ke atas. tubuhnya terus menerima hantaman dedek arya. aku memompa sembari menciumi bibirnya yang indah itu, meremas susunya, menjilati, menyedot susunya. mbak erlina mendesah, merintih, meracau lepas tak peduli jika ada orang datang ke kos. Hingga akhirnya dedek arya merasakan kedutan di bagia batangnya. Mbak erlina meracau berteriak dia akan keluar. Serasa mentok didalam sana dan… akhirnya aku dan mbak erlina keluar bersama-sama. Tubuhku masih memeluknya, kunikmati sisa-sisa kenikmatan ini. kulumat bibirnya dengan sangat buas, menjilati susunya dan mnikmati setiap nanometer tubuhnya. Hingga akhirnya dia menangis dan memelukku…

ÔÇ£terima kasih… terima kasih sudah membuatku bahagia ar hiks hiks kamu sudah tuntaskan janjimu padaku, terima kasih hiks hiks… maafkan aku telah mebawamu terlalu dalam, membawamu kedalam hubungan aneh ini, bahkan mengancamu… aku harap setelah ini kita masih bisa menjadi kakak-adik yang sebenarnya ya adikku sayangÔÇØ ucapnya, mengangkat kepalaku untuk melihat wajahku

ÔÇ£iya mbak pasti… hiks mbak jangan nangis aku ikutan nangsis ini hiks…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£setelah ini bahagiakan dian, dan setelah ini aku juga akan membahagiakan alan… maafkan mbakmu ya, setelah ini mbak janji akan selalu menjaga hubungan kita tetap mejadi lebih baik…ÔÇØ ucap mbak erlina

ÔÇ£iya mbak hiks… maafin arya sudah ngambil per…ÔÇØ ucapku terhenti

ÔÇ£bukan salahmu ar, tapi itu semua kehendakku… ini yang terakhir dan kita akan berpisah dan menjadi kakak-adik, okay? Hiks hiksÔÇØ ucap mbak erlina

ÔÇ£iya mbak…ÔÇØ ucapku

Kami berciuman untuk terakhir kalinya, kami mandi bersama. mbak erlina menceritakan kepadaku bahwa selama dirumah sakit dia dan dian selalu berkomunikasi. Mbak erlina yang tahu ayah dan om nico terbaring di rumah sakit, akhrinya memiliki keinginan untuk mengakhiri kegilaan bersamaku. Mbak erlina kemudian mencari tahu alamat rumahku, setelah dia mendapatkannya dia datang kerumah tetapi tidak menemukanku. Sewaktu berada di warung langgananku dia melihat motorku dan berpesan kepada penjaga warung untuk mengabarinya jika motor itu diambil. Pantas saja dia tahu ketika aku sedang berjalan menuju rumah sakit. Setelah mandi mbak erlina kemudian memakaikan pakaianku. Aku pun sebaliknya, memakaikan pakaiannya kembali. Aku keluar dari kos ini dengan hati yang cukup sedih walau pada awalnya aku merasa jengkel dengan mbak erlina yang tiba-tiba datang.

ÔÇ£hei adik nakal… asal pergi saja!ÔÇØ ucap mbak erlina didepan pintu

ÔÇ£yeee mbak…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£ndak salim dulu sama mbaknya…ÔÇØ ucapnya, aku tersenyum dan langsung mendatanginya kujabatangannya dan kucium punggung tangannya

ÔÇ£terima kasih mbak, maafkan aku…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£ssssttt.. semuanya sudah berakhir, cepatlah temui dian, dia rindu sekali denganmu… cup… cup.. cupÔÇØ ucap mbak erlina yang kemudianmengecup pipi kiri, kanan, keningku

ÔÇ£ndak papakan? Kan kakak sama adik, yang penting ndak boleh disini lagiÔÇØ ucap mbak erlina sembari mencubit bibirku

ÔÇ£aww… iya mbakÔÇØ aku tersenyum

ÔÇ£dan bahagiakan dian ar, kamu harus membahagiakannya atau mbakmu akan turun tangan….ÔÇØ ucap mbak erlina

ÔÇ£pasti mbak…ÔÇØ aku tersenyum,mbak erlina pun juga tersenyum kepadaku

ÔÇ£Ar… terima kasih banyak atas semuanya…ÔÇØ ucap mbak erlina sedikit membungkukan badan

ÔÇ£apa begitu terima kasih sama adiknya, biasa sajalah mbakku yang cerewetÔÇØ ucapku tersenyum kepadanya. Kami salilng berpandangan sejenak…

ÔÇ£hi hi hi hi hi hi ha ha ha ha ha ha haÔÇØ tawa kami bersama dihiasi linangan air mata

ÔÇ£dasar cowok nyebelin!ÔÇØ teriak mbak erlina

ÔÇ£jadi mbakku selamanya, agar suatu saat kelak anakku memiliki budhe yang cerewet!ÔÇØ ucapku sedikit keras

ÔÇ£pasti… nanti ajari juga keponakanmu beladiri yaÔÇØ ucap mbak erlina

ÔÇ£pasti, dah dulu ya mbakÔÇØ ucapku sembari berangkat mengendarai motorku

Aku melihatnya lagi, dan aku menatapnya lagi. Aku bersatu dengannya untuk terakhir kali. Anak ini yang dulu aku berpikir dia sama saja dengan ayahnya ternyata lebih dari yang aku duga. Dia menepati janjinya, dia anak yang jujur penuh keberanian dan cinta. Aku memang sudah berniat mengakhiri semua ini semenjak aku melihat dua bajingan itu terluka parah dirumah sakit. Tapi ternyata anak ini telah bercerita kepada dian, dian yang memintaku untuk berhenti dan menjadi kakak yang seharusnya. Yah walaupun aku dan dian lebih tua aku beberapa bulan, dia mau menerimaku sebagai kakaknya yang jelas kakak iparnya. Hmmm… semua sudah berakhir….

Setelah anak itu hilang dari pandanganku, aku kembali masuk ke dalam kamar kosku. Masih tercium wangi aroma tubuhnya, ah aku sedikit galau kalau seperti ini. Mungkin aku akan mencintainya bahkan akan aku rebut dia dari dian seandainya saja aku tidak pernah bertemu dengan Alan. Alan terlalu baik padaku, bahkan dia menerimaku ketika aku mengatakan kepadanya keperawananku telah hilang oleh seorang lelaki sebelum pacaran dengannya. Padahal saat pacaran dengannya aku masih perawan. Alan… alan… kamu sangat baik, perhatian bahkan setiap ada wanita yang mendekatimu di tempat yang jauh kamu selalu bilang kepadaku. Kau katakan kepadaku aku wanita terbaik buatmu, ya aku akan menjadi wanita terbaik buatmu mulai sekarang.

Segera aku merapikan kamarku, ku semprot wangi kamarku dengan parfum khas alan. Ku ambil semua kenangan-kenangan bersama arya. ah, masih saja aku simpan sprei ini, bahkan bekas darah juga masih ada disini. harus aku buang dan aku hilangkan.

ÔÇ£ssshhh huuuuuuuuufttttttttt mulai sekarang aku adalah kakak perempuanmu arya, kakak perempuan seperti semestinya! Dan kamu harus membahagiakan dian, kalau tidak aku yang pertama kali mencarimu dan membunuhmu hi hi hiÔÇØ ucapku di kamar yang sudah rapi ini. sejenak bathinku terisak dan kembali menangis. Bathinku berucap sesuatu yang ah…

Ada sesuatu yang tidak aku mengerti mengenai cinta
Sesuatu yang kecil didalam diriku, apakah ini yang disebut sebagai mengkhianati?
Terkadang kehadirannya membuatku lupa akan dirinya yang jauh
Tapi ketika dia pergi, aku merindunya sebagai seorang adik
Dan kembali mencintai yang berada di jauh sana

Namun sekarang semuanya telah berakhir
Aku tidak ingin membuatnya menjadi sepertiku
Mengkhianati cinta yang benar-benar mencintaiku
Perempuan itu lebih pantas untuknya
Dan aku… ahhh… apakah aku pantas untukmu kekasihku yang selalu mengirimku cinta?
Aku harap kamu masih mencintaiku, masih menganggapku sebagai seorang wanita
Wanita yang selalu kau cintai

Maafkan aku Alan… telah menduakanmu
Karena aku berada dalam lingkaran yang tak mungkin aku tinggalkan
Maafkan aku Alan… telah mengkhianatimu
Karena jika tidak, dendamku tidak akan terbalaskan
Mungkin aku hanya menghindar dari kenyataan dimana sebenarnya
Tanpa perlu aku memaksa dia pasti akan membalaskannya untukku
Mungkin karena aku terlalu terbuai dengan kejujurannya
Mungkin karena aku terhanyut dalam keberanianya

Alan…
Sekarang dia adalah adikku, aku akan menyimpan semua yang telah aku lakukan
Sekarang aku ingin kembali seperti yang dulu, walau sudah ada yang berkurang dariku
Maafkan aku bukan kamu yang mengambilnya, tetapi hatiku tetap untukmu
Aku berjanji pada diriku sendiri Alan…
Mulai sekarang, aku ingin menjalani cinta yang sebenarnya denganmu
Bukan Cinta yang liar seperti sekarang
I’m tired of ÔÇ£swimmingÔÇØ in the wild love
Goodbye… Wild Love
Aku harap kau tidak akan pernah mengetahuinya
I Love you Alan, I Love You more than everything…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*