Home » Cerita Seks Mama Anak » Wild Love 62

Wild Love 62

Aku terbangun karena goyangan pelan tubuhku, serasa sangat malas untuk bangun setelah duahari ini tenagaku terkuras. Aku buka mataku perlahan dan…

ÔÇ£eghhh hoaaaam… eh… ibu cantik sekaliÔÇØ ucapku ketika mataku terbuka melihat ibu dengan kebayanya

ÔÇ£mandi dulu sana nakÔÇØ ucap ibu, aku bangkit dan hendak mencium pipinya. Ibu memundurkan kepalanya.

ÔÇ£sama ibu sendiri kok kaya gitu ndak boleh to ya, sana mandi dulu. Itu sarapannya sudah ibu siapkanÔÇØ ucap ibu,

ÔÇ£eh… iyaÔÇØ ucapku, ibu berlalu keluar dari kamar

Aku segera masuk kedalam kamar mandi, segera aku meraih gayung dan membasuh tubuhku. Ah, kebaya dengan lipatan susu yang terlihat sangat jelas. Susunya begitu membusung, lebih membusung daripada hari kemarin. Wajahnya ayu, rambutnya disanggul kebelakang. Tapi kenapa tadi ibu jaim sekali? Masa bodohlah, aku harus segera menemuinya. Kupakai kaos dan celana kolorku. Sematponku menyala, dan segera aku raih. Wongso.

ÔÇ£hai wong, ada apa?ÔÇØ

ÔÇ£ndak papa, Cuma mau ngabari motor kamu aku titipkan ke warung langgananmu. Dekat rumahmu itu lhoÔÇØ

ÔÇ£owalah, lha mbok biar di rumahmu sajaÔÇØ

ÔÇ£aku sibuk, nanti kamu ganggu aku, makanya aku titipkan ke warung langganannmuÔÇØ

ÔÇ£sibuk apa? Ada masalah lagi?ÔÇØ

ÔÇ£sibuk…. sibuk kenthu mas bro, dah ya ni mau tancap gas lagi, sori yoÔÇØ

ÔÇ£matamu, ya ojo sampe meteng lho ndes (jangan sampai hamil lho ndes)ÔÇØ

Klek, aku matikan telepon, segera aku keluar dari kamar dan aku dapati ibu di meja makan dengan senyum khasnya yang indah. Aku dan ibu kemudian makan bersama di meja makan, kupandangi wajah ibu yang ayu tersebut. Ah perasaanku berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Ibu tampak lebih menjaga dirinya dibanding hari-hari sebelumnya. Setelah selesai makan, aku melihat ibu merapikan piring dan meja makan, benar-benar ughh…

ÔÇ£Bu, tumben pakai kebaya?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£kan suah biasa nakÔÇØ ucap ibu

Aku tersenyum melihat sikap ibu yang benar-benar berbeda dari sebelumnya. Kulihat lebih tajam lagi, kutelanjangi tubuh ibu dengan dua bola mataku. Benar-benar tidak mempelihatkan umur yang dia sandang sekarang. Tiba-tiba saja dedek arya mulai berdiri lagi, perlahan mengacung ke atas. aku juga sudah mulai tidak tahan lagi. Darahku berdesir ketika melihat wanita berpakaian kebaya ini. aku dekati ibu yang sedang mencuci piring, kedua tanganku melingkar di perut ibu.

ÔÇ£eh… kamu itu bikin kaget saja? malu-maluin tahu gak, sudah gede kok nempel ibunya terusÔÇØ ucap ibu. ku jatuhkan daguku di bahu kanan ibu, perlahan aku dekatkan bibirku ke leher jenjangnya.

ÔÇ£eehhh… nak kamu ngapain?ÔÇØ ucap ibu pelan

ÔÇ£kangen sama ibuÔÇØ ucapku

ÔÇ£kan setiap erghhh hari ketemu sama ibu…ÔÇØ ucap ibu, aku langung mencium leher jenengannya

ÔÇ£nak… ndak boleh kaya gitÔÇØ ucap ibu sambil memandangku tapi tidak ada pandangan melarang walaupun maksud sebenarnya adalah melarangku. Sedetik kemudian kepalaku maju dan mencium bibir ibu

ÔÇ£nak ndak bolehmmmm… aku ini ibumu… mmmmmmm….ÔÇØ ucap ibu yang langsung mencoba mendorongku dengan lembut menggunakan tangan kanannya, tapi dorongan itu tak ada tenaga sama sekali

Aku terus maju mencoba melumat bibir indah ibu, namu ibu terus menutup bibirnya. Kutarik tubuhnya dan kupeluk dengan erat. kedua tanganku langsung meremas susu yang berbalut kebaya ini. kepalaku terus maju dan menjiilati bibirnya yang tertutup.

ÔÇ£nak,ndak boleh, ini ibu nak mmmm… nak, nanti dilihat orang mmmm… ndak bolmmmmleh nakmmmmÔÇØ ucap ibu mencoba melawan, tapi perlawanan yang tidak ada tenaganya sama sekali

Tanganku terus meremas susu berbalut kebaya ini, terasa benar-benar nikmat susu ibu yang masih terbungkus ini. seakan ada sensasi tersendiri, ah aku ingin semuanya, aku ingin segera tersalurkan. Aku harus bisa membuka semua isi dari kebaya ini, walaupun aku suda sering melihatnya. Ibu terus meronta lemah seakan menolakku, tapi aku menarik tubuhnya, membalik tubuh kami berdua dan kini dihadapan ibu adalah meja makan. Aku dorong ibu hingga bagian pinggangnya bersentuhan dengan meja makan. Aku meremas dan terus meremas susunya, lehernya aku ciumi hingga ibu meronta lemah dan mengeluarkan kata-kata larangan kepadaku. Kudorong tubuh ibu dengan tubuhku hingga tubuh atasnya tegkurap diatas meja makan.

ÔÇ£ah, nak jangan nak erghhh…. jangan nanti dimarahi ayah kamu nakÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£aku ingin ibu…. aku cinta ibu…ÔÇØ ucapku, sembari tanganku meraba-raba pantatnya

ÔÇ£egh jangan.. ini ndak boleh nak, jangan ugh…ÔÇØ ucap ibu

Tangan kiriku menahan tubuh ibu agar tetap rebah diatas meja dapur. Dengan sedikit membungkuk tangan kananku meraih ujung jarik ibu, kutarik dengan sedikit memaksa karena memang sulit terangkat hingga keatas. Setelah jarik itu terangkat hingga keatas, pemandangan indah kembali aku lihat. Pantat besarnya dan juga celana dalam tipisnya membuatku semakin bergairah.

ÔÇ£nak… jangan ibu moh… arghhh… ibu mohon janganhhhh erghhh…ÔÇØ ucap ibu yang merintih ketika tanganku memainkan vagina yang masih terbungkus celana dalam

ÔÇ£ah… ibu sudah basah, ibu juga kepingin kan? Arya mohon bu sekali saja bu…ÔÇØ pintaku, sambil menciumi leher jenjangnya

ÔÇ£nak jangan ndak boleh aku ini ibumu, kamu bisa melakukannya dengan wanita lainÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£tapi bu, ibu mau kalau aku melakukannya dengan pelacur dan aku terkena penyakit?ÔÇØ ucapku yang masih menciumi lehernya

ÔÇ£tidak, tapi ibu mohon jangan dengan arghhhh….ÔÇØ ucap ibu tercekik ketika jariku bermain-main

Aku tarik celana dalamnya hingga ke bawah pahanya, kumainkan kembali vagina ibu dengan mengelus-elusnya. Tak tahan aku turun kebawah dengan tangan kiriku berada di pinggang ibu untuk menahan ibu tidak bangkit.

ÔÇ£Arghhh nak jorok itu jorok jangan nakhhhh akhhhh itu ndak ahhh…. jangaaaaan…ÔÇØ ucap ibu

Lidahku beramin-main di vaginanya, tangan kananku mencari-cari klitorisnya. Ibu terpekik keras hingga kepalanya bangkit terangkat keatas, vaginanya sudah basah sebelum aku menyentuhnya tadi. Menandakan keinginan ibu untuk aku setubuhi. Terus aku melakukan serangan di vaginanya, kini lidahku masuk ke dalam vagina indahnya. Jika dibandingkan dengan pertama kali ketika aku memainkannya memang sudah tampak beda, mungkin karena sering aku coblos.

ÔÇ£argh… sayang hentikan… tolonghhh hentikkkhannnn arghhh…. aaaaaaahhhhÔÇØ teriak ibu, terasa cairan hangat keluar dari vaginanya

Aku langsung berdiri, tangan kiriku menahan tubuh ibu untuk tetap berada diatas punggungnya sedang tangan kananku melepas celana kolorku. Dedek arya keluar dengan tatapan tajam ke vagina ibu. tubuh ibu masih sedikit mengejang, ibu membalikan kepalanya.

ÔÇ£ah… sayang jangan sayang… ibu mohon…ÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£ah bu, arya mohon bu sekali saja bu….arrrrggggghhhhÔÇØ ucapku sembari mencancapkan dedek arya ke dalam vagina ibu, mudah masuk tapi tetap saja terasa sempit

ÔÇ£arghhh…. nak kamu masukan batang kamu, kamu jahat nak, arghhh kamu jahat sama ibu…ÔÇØ ucap ibu tapi tak ada air mata kali ini. aku peluk tubuh ibu, kuangkat sedikit tubuhnya dan kuremas payudaranya

ÔÇ£Arghh bu… aku cinta ibu, sayang ibu. aku ingin menyetubuhimu bu, aku ingin ngethu ibu, aku ingin ngentot ibu… yah aku ingin bersatu dengan ibu…ÔÇØ racauku

ÔÇ£Arghhh nak janganhhhh ah ah ah aha…ÔÇØ ucap ibu

Aku menggoyang pinggulku, memasukan dan mengeluarkan dedek arya dari vagina ibu. kuremas payudaranya, kuelus-elus lipatan paydaranya itu. dengan kedua tanganku kupegang dan kutarik kebawah kebayanya. Mudah sangat mudah, tak seperti sebelum-sebelumnya bahkan suara sobeknya pun hampir tidak terdengar. Susunya menyembul keluar langsung aku remas sembari aku menggoyang pinggulku. Ibu mengerang tertahan, mencoba menyembunyikan desahan kenikmatannya. Aku terus memeluknya, pinggulku terus bergoyang. Remasan di susunya, sensasi dari pemeerkosaan yang lembut ini membuat aku kalang kabut. Jujur saja, sensasinya berbeda.

ÔÇ£argh nak… ergh…. ah ah ah ah aaaaaaaaaaaaaa….ÔÇØ teriaknya

ÔÇ£oh bu, tempikmu, vaginamu nikmat sekali, kontolku keenakan didalam sana….ÔÇØ ucapku

ÔÇ£naaakkkhh hentikan, ahhhh ibu mau kkeluarrrhhhh…. aryahhhhh ibu mohon berhentiiiiihhlaaahhh…ÔÇØ rintih ibu

ÔÇ£tidak bisa bu…. arghhh terlalu nikmat didala sanahhh aku juga ingi keluarhhhh yah… ayo bu, ibu juga menikmatinya kan? Arya suka ngenthu ibu owhhhh… yaaahhhhÔÇØ ucapku

ÔÇ£erghhh….. henti…. aaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhÔÇØ ucap ibu, yanng diikuti tubuhnya mengejang. Aku yang sedikit lagi keluar, akhirnya terus memompa dan pada akhirnya aku keluar.

Crooot crooot crooot crooot crooot crooot crooot…

Aku peluk tubuh ibu, kami mengejang bersama. kucium tengkuknya dan ibu tengkurap tak berdaya diatas meja dapur. Pagi yang indah, sarapan sudah enak ditambah lauk tempe milik ibu. setelah nafasku teratur, aku bangkit dengan dedek arya yang masih tegak ingin merasakan nikmat. Ibu berbalik dan memandangku

ÔÇ£kamu sudah setubuhi ibu kamu sendiri, kamu benar-benar anak nakal hash hash…ÔÇØ ucap ibu dengan tatapan mata tajam

ÔÇ£maafkan arya bu, ini karena arya terlalu sayang sama ibuÔÇØ ucapku, maju dan memeluknya. Bibirku bertemu dengan bibirnya sekali lagi, dan kali ini ibu melayani ciumanku

ÔÇ£hash hash… jujur saja ibu juga merasa kenikmatan daripada dengan ayahmu nak, hari ini karena kamu sudah perkosa ibu. ibu akan melayanimu, cukup hari ini saja hingga malam nantiÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£terima kasih bu, arya suka ibu kalau pakai kebayaÔÇØ ucapku kembali menciumnya

ÔÇ£iya… sebentar ya nak, ibu capek sekali. Kamu tadi kasar sekaliÔÇØ ucap ibu, padahal jika dibandingkan hari-hari seelumnya lebih kasar lagi

ÔÇ£bu, pakai kebaya lagi ya bu.yang seksiÔÇØ ucapku bangkit memberi ruang ibu bangkit

ÔÇ£iya, ini apa masih saja bangun dasar anak mudaÔÇØ ucap ibu

Aku duduk dikursi memandang akting ibu yang sangat membuatku bergairah. Ibu kembali kekamar, aku hanya menunggu dengan dedek arya yang masih ÔÇ£ngacengÔÇØ tapi nganggur. Aku berjalan dan berpindah ke sofa. sku duduk menunggu ibu, menunggu kejutan darinya. Setelah beberapa saat ibu keluar dengan dandanan dan rias yang lebih seksi. Lipatan susunya seakan-akan memang ditunjukan kepadaku, agar aku lebih bernafsu lagi. Ibu kemudian berdiri didepanku, kutarik tubuhnya hingga jatuh kepangkuanku. Bibir kami bersatu kembali, tangan ibu langsung meraih batang dedek arya yang sudah bangun. Dikocoknya perlahan…

ÔÇ£Bu, Arya pengen batang arya dikulumÔÇØ ucapku

ÔÇ£iiih… ndak mau, kan jorok nakÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£plis bu, yah…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£iya, pasti kepengen lihat ini dari atas ya?ÔÇØ ucap ibu sambil salah satu tangannya menunjukan lipatan susunya

Aku yang ditunjukan kembali padahal aku sudah melihatnya langsung menarik ibu. wajahku aku benamkan di lipatan payudara ibu, lidahku menjulur dan masuk ke dalam lipatan susunya. ibu hanya mengelus-elus kepalaku sembari menikmati permainanku. Setelah puas, ibu kemudian turun kebawah selangkanganku. Dengan sedikit menungging, ujung dedek arya dipaksanya masuk kedalam lipatan susu itu. dicobanya berulang-ulang sembari meludahi dan mengocok seentar dedek arya. kembali dicoba, tetap saja tidak bisa tapi itu sudah membuatku on fire.

ÔÇ£ibuku yang cantik, dikulum bu… arya pengen bangeeethhh…ÔÇØ ucapku

Ibu tersenyum kepadaku dan langsung menjilati dari anus hingga ujung dedek arya. Aku tak karuan menerima perlakuan ini, lama kelamaan ibu menjadi sangat liar. Bibirnya terbuka dan kemudian…

ÔÇ£mmm… tunggu sayang…ÔÇØ ucap ibu, yang kemudian bangkit dan menuai kentang

ÔÇ£ah, bu, ibu mau kemana?ÔÇØ protesku, ibu menole sebentar dan kemudian melanjutkan langkahnya ke dalam kamar.

Sekembalinya dalam kamar ibu membawa sematponnya dan kemudian seth… seth… seth sebuah sematpon mengarah ke arahku tak jauh dari tempatku duduk. Aku masih bisa meraih sematpon itu. Aku tak mengerti maksud dari keinginan ibu, tapi mau bagaimana lagi aku juga tak tahu akan digunakan untuk apa.

ÔÇ£bu, kok direkam?ÔÇØ tanyaku

ÔÇ£tenang nak, itu hanya untuk kenang-kenangan setelah ibu menggunakannya. Ibu akan langsung buang sematpon ibuÔÇØ ucap ibu, yang kembali berlutut di bawahku

ÔÇ£kamu suka ini kan nak? Dasar anak nakal, sudah perkosa ibumu sekarang ibumu kamu suruh meayani nafsumu…ÔÇØ ucap ibu, tangan ibu memegang batang dedek arya dan memeprlihatkan kepadaku bagaimana liarnya ibu.

Ibu memperlihatkan wajahnya yang sedang menjilati batang kemaluanku dengan ganas. Sampai pada ujungnya lidahnya menari-nari, berdansa dengan helm dedek arya. dan sleb.. batang itu masuk perlahan ke dalam mulutnya, perlahan batang dedek arya kembali masuk lebih dalam… lebih dalam dan lebih dalam lagi. Hingga terasa batang dedek arya masuk sampai kedalam tenggorokannya dan lidahnya bergerak-gerak menyapu batang dedek arya.

ÔÇ£Arghhh….ÔÇØ desahku

Ibu kemudian melepas kulumannya dan terengah-engah. Dengan isyarat tangannya ibu menyuruhku merekam dari jarak dekat. Benar-benar berbeda dari sebelumnya, kurekam ibu yang melakukannya seperti di awal. Memperlihatkan wajah liarnya menjilati batangku, aku mendesah tertahan. Dilakukannya lagi kuluman hingga tenggorokannya, ah nikmat sekali. Tangannya kemudian mengocok batang dedek arya, mulutnya mengulum sebagian dedek arya. kepalanya maju mundur, bibirnya manyun, dan juga matanya melirik ke arah kamera. Dengan tersenyum ibu kemudian menjilati ujung kepala dedek arya.

ÔÇ£arghh… enak bu, owhhh… aku sudah tidak tahan bu, arya pengen masukke tempik ibuÔÇØ racauku

ÔÇ£suda tidak tahan? Mau masuk ke tempik ibu yang sempit ya nak?ÔÇØ ucap ibu, dan aku mengangguk sembari mengelus pipinya

Aku mearuh sematpon yang masih merekam adegan panas ini disampingku. Ya merekam ibu yang kemudian berdiri dan mengangkangi batang dedek arya. dedek arya masuk, kepalanya mendongak ke atas seakan benar-benar menikmati permainan ini secara liar. Wanita yang sebelumnya terlilhatanggun kini berubahmenjadi liar sekali. Tubuhnya naik turun, memompa batang dedek arya dengan sangat ganas.

ÔÇ£Awhhh awhhh awhhh awhhh awhhh awh kontolmu enak sekali aku suka, ah besar lebih besar dibandingn suamiku yah aku suka sekali aaarghhh masuk sangat dalammm owhhhh kontol suamiku tidak ada apa-apanya dibanding dengan ini… tempikkku keeenakan yah arghhh tempikku penuh dengan kontolmu yahhhh enak sekali owhhh…ÔÇØ racaunya semakin liar, tangan kanannya yang berada dipundakku kemudian menutup mulutku agar tidak mendesah. Apakah agar tidak terekam? Pikiranku malah kembali ke kamera itu, untuk apa sebenarnya?

ÔÇ£ini susuku, remas susuku owhhhh remas susuku ini yah terussshhhh arhhhhh… remas hisap yang kuathhh owhhhh…ÔÇØ ucap ibu yang sambil naik turun kemudian membuka sendiri kebayanya mengeluarkan susunya, dan langsung aku remas, aku hisap dengan kuat. Kelihatannya ibu udah memodif kebayanya sehingga bisa dengan mudah di buka.

ÔÇ£yahhhh enakkkkhhhh uuugghhhhh mmmmhhhh kontolmu manteb aarghhhhh… aku mau keluar, tempikku mau muncrat owhhh muncrat… kontol ini bikin tempikku muncrathhhh arhhhhhhhhhhhÔÇØ racau ibu

Ibu langsung ambruk dalam pelukanku, bibirnya dengan ganas langsung melahap bibirku. Permainannya sangat panas, terbakar oleh nafsunya sendiri. sambil mengejang bibirnya melumat bibirku, cairan hangat meleleh di batang kemaluanku. Tapi ibu masih terus memburu bibirku, tanganku malah lebih keras meremas susu besarnya itu.

ÔÇ£ah, ibu lliar sekali…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£arghhh… jelas nak, kontolmu bikin ibu keenakan sayang, lihat saja kontol kamu itu selalu berdiriÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£itu karena ibu yang bikin berdiri terus…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£lagi ya nak, ibu masih ingin melepas semuanya bersama kamuÔÇØ ucap ibu kemudian bangkit dan megambil sematponnya diletakan didepan kami berdua.

Dengan cepat ibu langsung megangkangi dedek arya kembali dengan posisi membelakangiku. Kebayanyayang sudah awut-awutan, tapi susunya sudah tertangkap oleh kedua tanganku. Ibu kembali memompa, kedua tangannya memegang lengan tanganku. Tubuhnya kembali naik dan turun.

ÔÇ£Awhhh awhhh awhhh awhhh awhhh awh kontolmu enak sekali, ah besar dibandingn suamiku yah kontol suamiku tidak ada apa-apanya dibanding kontol kamu… arghhh aku suka sekali aaarghhh masuk sangat dalammm owhhhh kontol suamiku kecil tidak bisa memuaskanku, Cuma kontol ini yang bisa arghhhhhhh… tempikkku keeenakan yah arghhh tempikku penuh dengan kontolmu yahhhh enak sekali owhhh…ÔÇØ racaunya lebih liar dengan menyebut-nyebut ayah

Aku tidak tahan menarik tubuh ibu ke ara sofa. Di sofa ibu yang tahu langsung menungging dan mengarahkan pantatnya ke arah dedek arya. aku masukan dedek arya ke dalam vaginanya lagi, aku mulai menggoyang pinggulku keluar masuk ke dalam vaginanya. Terasa lebih sempit dan nikmat, aku terus menggoyang dan menggoyangnya.

ÔÇ£aarhhhh yah terushhhh kontolmu enak sekali owhhhh enak bangethhh yah terus masukan kontolmu lebih dalam lagi ke tempikkku…. tempikku yang tidak pernah dijamah oleh suamiku yang bodoh itu yah terushhh lebih dalam… lebih nikmaaaaathhhh arghhhh…arhhhh enak sekali…. enaaaaaaaaaaaaaaakkkkkk argghhhhh nikmaaaaaaaaaaat ayh ayh ayh aaaaaaaaaarhhhhhÔÇØ teriaknya keras, aku hanya bisa mendesah pelan menikmati sensasi liar ibuku sendiri.

Kupercepat goyangan pinggulku dan hentakan semakin keras, ibu semakin menggila dan menggila. Kuhentikan dan dengan sedikit kasar aku membalik tubuh ibu, kubuka pahanya dan langsung aku tancapkan kembali dedek arya. aku menggoyang lebih gila lagi. Racaunya semaki terdengar sangat liar sekali, bola matanya keatas bibirnya menganga, lidahnya sedikit keluar. Aku benar-benar takjub dengan sensasi liar ini.

ÔÇ£arhhh… ibu liar sekali… arghhh aku mau keluar… keluar yahhh… tempikmuu nikmatthhhh owhhh…. yahhhh enak sekali owhhh….ÔÇØ racauku

ÔÇ£ah…. ahhh ahhhh ahhhh… nikmat anakku nikmat sekali ayo sayang lebi kerrrrrrrassshhhhhh ah ah ah pejuhi wajah ibumu naaaaakkkkhhh….ÔÇØ racaunya

Kugoyang semakin keras, vaginanya menjadi menggenggam dedek arya, susunya aku remas dengan sangat kuat. Ibu hampir keluar, aku juga, dan kuhentakan lebih keras. Tubuh ibu melengking keatas, mengejang sesaat. Kutarik dedek arya dengan Sperma yang sudah diujung. Langsung aku kangkangi kepala ibu dan kusemprotkan semua spermaku di wajah ibuku. mulut ibu terbuka dan matanya memejam, sperma keluar dengan sangat belepotan di wajahnya. Setelah yakin, sudah tidak ada lagi sperma yang keluar, ibu membuka matanya dan menyuruhku mengambil sematponnya. Ku ambil dan kukangangi lagi wajahnya, bibirnya mengulum dedek arya membersihkan semua yang tersisa disana.

ÔÇ£ohh… pejuh, enak sekali… nyammmmmmmmm hash hash hash….ÔÇØ ucap ibuku

Setelah semua bersih, ibu dengan jarinya membersihkan sisa-sisa sperma di wajahnya. Kumatikan sematpon kemudian duduk berhadapan dengan ibu yang masih rebah. Kami beristirahat sebentar, setelah yakin semua kembali kuat. Ibu bangkit dan kembali masuk kedalam kamar, dibawanya sesuatu ditangannya sekembalinya dari dalam kamar. aku duduk bersandar dihadapan ibu, terlihat ibu melepas kebayanya dan mulai memakai satu persatu pakaiannya. Tapi kemudian berhenti dan memakainya lagi, ib memberiku isyarat untuk merekam adegan ini. aku merekamnya, semua degan itu aku rekam.

ÔÇ£bagaimana nak? Kamu suka?ÔÇØ ucap ibu sambil memutar tubuhnya dihadapanku

Penampakan

Aku letakan sematponku agar tetap bisa merekam semua kejadian ini. Aku berdiri sambil tersenyum lebar mendekati ibu, ibu ternyata sudah mempersiapkan semua. Aku langsung peluk ibu yang rambutnya terurai dibelakang tubunhya. Tanganku kemudian menarik celana dalam bagian belakang ibu ke atas, kugoyang-goyang ibu merintih entah nikmat atau sakit. Kepalanya mendongak keatas, mulutnya menganga menunjukan nikmat yang dia rasakan.

ÔÇ£ibu mau kamu pejuhi lagi nak… kamu pejuhi dihadapan kamera lagi ya nak…ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£eh, iya bu pasti semua keinginan ibu akan arya penuhi sekarangÔÇØ ucapku

Ibu berser kesamping agar ibu terlihat di kamera, tanganku menarik kebawah penutup susunya. kuhisap dan kumainkan puting susu sebelahnya lagi. Tangan kiriku memainkan celana dalamnya terus. Tanpa berlama-lama, aku geser celana dalam itu, kunaikan salah satu pahanya di pundakku. Kuhisap vagina ibu lagi ah, masih terasa bau-bau kenikmatannya. Jilatanku semakin liar, semakin ganas.

ÔÇ£arghhh… yah… nak terus hisap tempi ibu akhhh nikmat sekali nakhhh owhhh….ÔÇØ racaunya

Jari-jariku kembali menyodok-nyodok vaginanya kembali, mungkin karena sudah beberapa kali orgasme ibu kembali mendapatkannya. Tubuhnya mengejang cairan kenikmatanya aku hisap aku telan. Ibu kemudian menahan pundakku untuk tetap berlutut, dia turun dan posisinya merangkak kedua tangannya masih menahan tubuhnya hanya mulutnya saja yang menggapai dedek arya. aku memegang kepalanya, karena tidak tahan dengan sensasinya tanganku dengan sedikit kasar memaju mundurkan kepala ibu untuk mengulum dedek arya

ÔÇ£Ahhh nikmat seklai mulutmu bu yeah….ÔÇØ racauku, sembari memejamkan mata dan tersenyum

Sesaat kemudian ibu aku balik kan dan menunggingkan pantatnya ke arahku. Dengan segera aku memasukan batang dedek arya kedalam vaginanya. Tidak sesulit seperti sebelum-sebelumnya karena memang sudah licin dan basah. Aku memaju mundurkan pinggulku…

ÔÇ£arghhh anakku kamu masuk lagi di tempik ibu owhhh enak sekali nakhhhh enak sekali owhhh yah terus goyang… terushhh sayang goyang lebih dalam lagi lebih keras lagi sayang owhhh… nikmat sekali sayangkuwhhh yeah tersuhhh terushhh enak sekali sayanghhhh…. mmmhhh….ÔÇØ racaunya

ÔÇ£iya bu tempik walau basah tetap nikmat, masih terasa sempitnya…ÔÇØ racauku

ÔÇ£jebol tempik ibumu nak… jebol buat lebar, buat tidak rapat lagihhhh owhhh nikmat sekali sayanghhhh oh nikmathhhhh dalam sekali kontolmu mansukkkhhhh…ÔÇØracau ibuku

Aku sudah begitu lemas begitu pula dengan ibu, tak ada lagi teriakan-teriakan seperti sebelumnya. Kami sudah hampir kehabisan tenaga, tapi pinggul ini seakan tak mau berhenti, seakan ingin terus memompa. Ibu yang sudah tidak kuat langsung tengkuran ketika aku memajukan pinggulku. Aku ikut menindihnya dan terus memompanya. Ibu mendesah dan terus mendesah tak karuan. Hanya suara desahan-desahan nikmat dari mulut ibu keluar. Hingga akhirnya aku ambruk dan mengeluarkan spermaku, tubuh ibu mengejang untuk kedua kalinya.

ÔÇ£ah sayang… ibu puas sekali, ibu ingin lagihhh…ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£arya jugah bu owh… tempikmu mengedut-ngedut buÔÇØ ucapku

ÔÇ£sudah siang, sayang… kita isirahat sebentar setelah itu kita lanjutkan lagiÔÇØ ucap ibu

Aku bangkit dan mengambil sematpon, kumatikan dan aku kembali disamping ibu yang sudah membalikan tubuhnya. Aku dan ibu tidur di karpet depan sofa, berpelukan, dan berciuman saling melumat bibir hingga kantuk menyerang kami berdua.

Setelah kami terbangun di sore hari…

ÔÇ£bagaimana nak, kalau ini?ÔÇØ ucap ibu yang memakai pakaian renanng ala baywatch

ÔÇ£seksi dan liar bu…ÔÇØ ucapku tersenyum

ÔÇ£ayo sayang, ada kolam renang disana… ibu ingin menikmati kontolmu lagiÔÇØ ucap ibu, aku mengangguk.

Sembari membawa sematpon, aku meremas pantat ibu. aku letakan sematpon menghadap ke arah kolam renang. Ibu berdiri disana sambil memutar-mutar didepan sematpon memamerkan tubuh yang masih indah tersebut. Aku dekati ibu dan langsung aku peluk, aku lumt bibirnya. Ku dudukan ibu, kubuka pahanya dan kumainkan vaginanya dengan pakaian kolam renang yang ketat itu. iu kemudian mendorongku dengan posisi 69, ibu memainkan dedek arya degan ganas. Sedangkan aku menggeser penutup vaginanya itu dan memainkan klitorisnya.

ÔÇ£erghhh… sayang ughhh enak sekali nak… mmmmmhhhh arhhh…. ÔÇ£ ucap ibu yang semula mengulum dedek arya tetapi tertahan karena kenikmatan yang dia dapatkan di vaginanya.

Lama degan posisi 69, ibu kemudian berbalik dan mengangkangi dedek arya, dgesernya penutup vaginanya dan dimasukan kembali dedek arya kedalam vagina ibu. kutarik pakaian renang ibu hingga susunya menyembul. Ibu tampak kesakitan lalau kugeser ke samping dari bahu hingga pakaiannya terlepas dan menutupi perutnya. Kedua tangannya berada diatas dadaku, kepalanya menunduk merasakan nikmat disetiap pompaan yang dilakukannya.

ÔÇ£aarhhhh yah kontol enak sekali owhhhh enak bangethhh yah kontolmu dalam sekali masuk ke tempikkkkkhhh ibu sayangku, anakku sendiri arghhh kamu kenthu sama ibumu,arghhh enak sekali kenthu dengan anakkuh yahh owhh…. tempikku terasa nikmaaaaathhhh arghhhh…arhhhh enak sekali…. enaaaaaaaaaaaaaaakkkkkk argghhhhh nikmaaaaaaaaaaat ash ash ash aaaaaaaaaarhhhhhÔÇØ sangat liar

ÔÇ£iya bu aku ngenthu ibuku sendiri, nikmat seklai buhhh owhhh yah nikmat tempikmu bu, enak sekali tempiku, ayo goyang bu, goyang lebih liar lagi ibuku… owh kontolku keenakan didalam tempikmu owh enaaaaakkkhhh….ÔÇØ racauku

ÔÇ£kontol anakku arghhhh… buat aku keluar terusshhhhh arhhhh yahhhhh enak sekali… arhhhh sayangku, anakku, kekasihku, ibu keluaaaaaaaaaaaarhhhhh…ÔÇØ teriaknya di samping kolam renang yang terbuka, teriakannya keras dan sangat keras. Tubuhnya ambruk dan mengejang beberapa kali hingga suasana hening.

Tanpa berlama-lama aku dan ibu, merubah posisi kami berdua. Ibu berada dibawah tetapi dengan posisi kedua tangannya tertekuk ke menahan tubuhnya sedang aku seakarang berada diatasnya. Aku kembali menggoyang ibu, hingga kepala ibu mendongak ke atas. matanya terpejam menikmati setiap sodokan yang aku hujamkan ke vaginanya. Lama sekali aku berada diposisi ini, dan susu ibu nampak lebih kencang dan berayun ke naik turun. Mulut ibu menganga, matanya tetap terpejam membuatku semakin bernafsu. Aku terus memompa hingga ibu mengejang mencapai orgasmenya.

ÔÇ£Arghh ibu sudah keluar nak owhhh… terus egh egh egh egh pompa jalan lahirmu robek tempik ibumu owh egh egh egh…ÔÇØ racaunya sembari mengejang tanpa berhenti memberinya istirahat aku terus memompa

ÔÇ£ah bu aku mau keluar… aeghhh…. aku hampir keluar… aku pengen pejuhin wajah ibu lagi owhhhh…ÔÇØ racauku, memompa dan merasakan cairan hangat berada di dalam vaginanya

ÔÇ£pejuhi wajah ibu nak… ahhh ahhh ahhh ahhh terus goyang kenthu tempik ibumu… owhh… pejuhi wajah ibu owhhh yah teruss…ÔÇØ racaunya

Aku menggoyang dan akhirnya aku menghentakan keras pinggulku. Tubuh ibu melengking dan aku langsung mencabut dedek arya dan aku beralih kewajah ibu. ibu memejamkan mata, dan semua spermaku aku keluarkan di wajahnya hingga belepotan. Sebentar ibu kemudian membersihkan dedek arya dengan mulutnya, batang dedek arya keluar masuk secara teratur.

ÔÇ£iBu seksi sekali kalau ada pejuh diwajah ibuÔÇØ ucapku, ibu tersenyum dengan jari-jarinya menyapu sperma diwajahnya dimasukan ke dalam mulutnya

ÔÇ£kemarilah nak… mendekatlah, ibu ingin menikmati dadamu ini… ibu suka sekali dadamu, biarkan ibu menikmatinya…ÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£iya bu, nikmatilah…ÔÇØ ucapku

Ibu menjilati dadaku, putingku… kadang mengelusnya… menggesek-gesekan wajahnya didadaku… seperti seorang anak kecil yang sudah menemukan mainan kesayangannya…

Sematpon aku matikan dan kemudian aku dan ibu kembali ke kamar. sebelumnya aku dan ibu memebersihkan diri kami lalu beristirahat. Berpelukan dan berciuman, tapi tak ada permainan seks. Hingga sore hari aku dan ibu bangun, ibu memintaku untuk mengedti video yang baru saja direkam dengan menghilangkan suaraku, juga suara ibu yang hmmm…. serta meÔÇØblurÔÇØkan wajaku. Memang agak sedikit lama tapi anggap saja sudah semua video aku edit. Aku dan kemudian ibu menngemasi barang-barang kami semua, pulang kerumah, menuju rumah dimana kami tinggal.

Malam hari setelah sampai dirumah, aku diberi minuman oleh ibu dan….

ÔÇ£oh… sayang terush goyang, masukan kontolmu ke dalam tempik ibu owh yah terush sayang… goyang terushhh, arghhh masuki lubang kencing ibumu, masuki vagina ibumu, tempik ibumu ayo sayang… jangan berhenti hingga esok hari… terushhhh terussshhhh sayang ibu sukan kontolmu owh…..ÔÇØ racau ibu yang telanjang dan terletang dengan kedua paha terbuka lebar. Vaginannya menjadi santapan dedek arya

ÔÇ£iya bu, aku akan sirami janinmu hingga pagi owh yah bu, aku akan kenthu kamu hingga robek tempikmu, hingga layu kontolku didalam tempikmu… owh tempik sempitmu akan aku robek agar adikku bisa keluar dengan bebas… owhhh… ibu nikmat sekali tempikmuÔÇØ racauku

ÔÇ£yah sayang lakukan semaumu… hingga pagi jangan berhenti memompa tempik ibumu owh yah terush akhhhh ibu merasakan nikmat tiada tara nikmathhhh sayanghhh nikmathhh sekaliihhh owhh… yah terusshhh terushhh sayangkuhhh owh…. buat ibu pingsan dengan kontolmuÔÇØ racaunya

ÔÇ£ah… ah… ahhh sayang ibu keluarhhhh arghhhhh…ÔÇØ teriak ibu

Tubuhnya mengejang, matanya terpejam, mulutnya terbuka. Aku berhenti sejenak, sudah beberapa kali ibu mengalami puncak kenikmatannya. Malam ini hingga pagi, aku akan terus memompanya. Ibu memintaku untuk berposisi konvesional, MOT. Terus memompa hingga ibu terkapar, minuman yang diberika ibu memberiku tenaga lebih, kekuatan yang lebih untuk memuaskannya.

Pompaan dedek arya di vagina ibu membuat ibu hanya mampu berteriak dan mendesah, aku hanya bisa memompa sembari meremas susunya. susu besarnya yang selalu naik turun dimataku. Susu yang selalu menjadi sasaran utamaku. Hingga akhirnya tubuh ibu benar-benar layu, tangannya sudah tidak mampu lagi meraba dada kesayangannya. Hanya bisa pasrah, kedua tangannya tergeletak diatas samping kepalanya. Mulutnya hanya bisa terbuka dan matanya hanya bisa terpejam.

ÔÇ£ibu haus…. ibu haus… owhhh…. anakku berika ludahmu nak… ibu benar-benar haus….ÔÇØ rintihnya

Aku mendekatkan bibirku di bibirnya… Juh… ludahku aku masukan kedalam bibirnya…

ÔÇ£lagi sayang… lagi owhh… ibu ingin ludahmu, ibu ingin semua cairan dari tubuhmu masuk kedalam tubuh ibu…ÔÇØ rintihnya kembali sembari memandangku, tatapan memohon kepadaku

Kembali aku memasukan ludahku, kembali aku terus menggoyangwalau pegal pinggulku. Berkali-kali ibu keluar hingga tubuhnya sudah tidak mampu lagi sadar akan keberadaanya. Ibu matanya kemudian terpejam perlahan, hingga akhirnya aku menggoyang pinggulku didalam vagina ibu yang sekarang sudah tak sadarkan diri. Aku terus memompa dan memompanya, hinnga akhirnya aku mengeluarkan spermaku kedalam vagina ibu. sudah tak kurasakan lagi rintihan dan desahan ibu, kupeluk tubuhnya dan aku tetap berada diatasnya. Hingga pagi menjelang…

Pagi hari, hari terakhir… aku ambil air putih dan kuberikan kepada ibu yang masih terlentang. Namun ibu ingin meminumnya dari mulutku…

ÔÇ£arghhh… sayang terus lagi… anakku kenthu ibumu nakhh terushhh kenthu wanita yang kamu cintai ini, wanita yang selalu menggodamu dengan kebayanya nakkhhhh owhhh nikmat sekali kontolmu didalam tempik ibu nakhhh owhhh yah terushhh sayang terushhhh owhhh… yah…. terushhhÔÇØ racau ibu, sesekali aku meminum air dari botol ku teguk sedikit dan aku pindahkan ke mulut ibu sisanya

ÔÇ£ah, jika kita belum keluar bersama-sama, kamuhhhh ahhh harus ngenthu ibu terushhhhhh….ÔÇØ racaunya

ÔÇ£iya bu, aku akan kenthu ibu hingga kita bisa keluar bersama-sama…ÔÇØ ucapku sembari memompa tubuhku

Lama sekali aku memompa, ibu mendesarh merintih menjadi suara khas dikamar ibu. Dikamar, Dimana ibu selalu melayani ayahku. Tak ada suara selain rintihan kenikmatan dari bibir indahnya. Da akhrnya kami bisa mengeluarkan keikmatan kami bersama. tubuhnya mengejang dan akhirnya aku peluk ibu. kami berciuman hingga kami merasakan kenikmatan yang terakhir dari kami berdua. Seperti biasa ibu langsung memainkan dadaku…

ÔÇ£ah… ini yang terakhir, jangan ada lagi wanita lain dihidupmu selain Dian… dan ini terakhir kalinya kamu melihat ibu tak berpakaian, terahirkalinya kami melihat ibu memakai kebaya, terakhir kalinya kamu melihat ibu menjadi istri, kekasih dan juga lonthemu… yang terakhir, dan tak akan ada lagi… dan kamu harus berjanji pada ibuÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£baik bu, arya akan menepati janji arya kepada ibu, dan ini adalah terakhir kalinya bu, aku menjadi yang kamu inginkan…ÔÇØ ucapku

Bibir kami berpagutan dan air mata kami mulai menetes membasahi pipiku. Lama kami berciuman dan saling mengusap air mata kami. aku dan ibu kemudian bangkit dengan tubuh telanjang. Ku cium untuk terakhir kalinya dibibirnya.

ÔÇ£ini yang terakhir… setelah kita bertemu lagi di ruang makan, ibu adalah ibu kamu, dan arya adalah anakku. Ibu dan anak yang tidak akan pernah lagi menyelam di cinta liar kita sayang… berjanjila pada ibuÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£aku berjanji bu, setelah ini aku hiks akan menjadi anak ibu seperti dulu lagi, asalh hiks ibu jangan menjauhiku saja, arya janji hiks ndak akan ngrayu ibu lagi untuk bertualang dalam cinta liar kita lagi… janji ya bu, jadi ibu yang lembut, galak dan suka jewer arya lagi ya…ÔÇØ isak tangisku

ÔÇ£iya sayang pasti…ÔÇØ ucapku kuihat air matanya mengalir

Aku keluar dari kamar ibu dan mandi membersihkan tubuhku. Aku kemudian kembali ke kamar yang telah lama aku tinggalkan, mengganti bajuku dan berpenampilan seperti arya yang biasanya. Terdengar suara gemericik air dilantai bawah, pertanda ibu sedang mandi. Lama aku menunggu akhirya aku mendapatkan BBM singkat dari ibu.

Tepat jam 9 pagi aku turun, dan melihat ibu berdiri dengan pakaian longgarnya, sopan dan sama sekali tidak memperlihatkan keseksiannya. Aku berdiri dihadapan ibu.

ÔÇ£sudah… semua sudah berakhir…ÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£iya bu…ÔÇØ aku tersenyum, air mataku mengalir

ÔÇ£kemarilah peluk ibuÔÇØ ucap ibu, aku langsung memeluknya hanya sebentar saja

ÔÇ£kita sekarang ibu dan anak, dan satu hal lagi… jika suatu saat nanti terjadi lagi, ibu tidak akan memaafkanmu… karena ibu sangat sayang dengan dian, jika terjadi lagi… jangan panggil aku ibu dan pasti kamu hanya akan melihat ibu dan adikmu terbaring kaku…ÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£Ssssttt… ini yang terakhir, dan arya yakin kita bisa kembali normal lagi, pasti… diluar sana kita akan menjadi ibu dan anak lagi bu, arya janji…ÔÇØ ucapku kembali menangis

PLAKKKKK!

ÔÇ£eh… ke kenapa ibu menam…ÔÇØ ucapku terhenti

ÔÇ£kalau diawali dengan tamparan harus diakhri dengan tamparanÔÇØ ucap ibu tersenyum, air matanya mengalir di pipinya. Aku tersenyum dan menunduk.

ÔÇ£cepatlah datang ke dian…ÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£tapi ibu?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£Ibu sudah menjual rumah ini, rumah kenangan kita dan ibu akan tinggal bersama kakek dan nenek sampai adikmu lahir, dan mungkin akan tetap bersama mereka ketika membesarkan adikmu. Mungkin bulan depan baru akan kita bersihkan rumah ini…ÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£tapi apa ibu tidak berencana me mmmmm….ÔÇØ ucapku

ÔÇ£Ibu tidak tahu, tapi kelihatannya tidak…ÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£sudah… nanti nangisnya tidak berhenti-henti… cepatlah temui dianÔÇØ ucap ibu sembari mengusap air mata di pipinya

ÔÇ£iya bu…ÔÇØ aku mengangguk dan kemudian berjalan melewati ibu

ÔÇ£eee eee dasar anak bandel!ÔÇØ ucap ibu, aku berbalik melihat ibu menyodorkan tangannya

ÔÇ£he he he lupa buÔÇØ ucapku, langsung kuraih tangannya dan mencium punggung tangannya

ÔÇ£hati-hati, bahagiakan dian…ÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£aku juga akan membahagiakan ibu….ÔÇØ

ÔÇ£Dengan menjadi anak nakal ibu seperti dulu lagiÔÇØ lanjutku tersenyum

ÔÇ£heÔÇÖem…ÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£arya…ÔÇØ ucap ibu ketika aku berbalik melangkah

ÔÇ£ini…ÔÇØ ucap ibu, menyerahkan cincin yang pernah aku pakaikan kepadanya

ÔÇ£eh… tapi…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£berikan pada dian, dialah yang akan menjadi pendampingmu…ÔÇØ ucap ibu, aku tersenyum dan ibu pun juga walau air mata jatuh dipipi kami lagi. Aku raih cincin itu…

Aku berlalu berpisah, berjalan keluar dari rumah ini. setelah ini sudah tidak ada lagi kisah cinta ibu dan anak. Yang ada hanya ibu dan anak yang saling mencintai seperti seharusnya. Air mataku tak kunjung berhenti mengalir, aku berjalan ke warung langgananku mengambil motorku. Sedikit di ejek oleh ibu penjaga warung, tapi aku tetap tersenyum. Aku jalankan motorku menuju ke tempat dimana kekasihku yang sebenarnya menunggu.

Sudah semuanya sudah berakhir sayang, kita tidak akan mengulangi kesalahan lagi. Didiklah anakmu dengan baik. Ah, rumah ini bayangan akan kesenangan kita masih saja tergambar di mataku. Ruang tamu, lorong, kamarku sendiri, kamar anakku, Tangga, pekarangan rumah, meja makan. Kadang aku merinding sendiri mengingatnya, aku harus bisa menghilangkan bayangan itu mula dari sekarang. Tak akan lagi aku jumpa rumah ini lagi, rumah dimana aku mulai berenang di cinta yang liar. Mulai menyelam didalam lautan cinta yang liar. Kini aku harus meepi dan melupakan semuanya, menepi dan beranjak dari laut ini.

Aku sudah memiliki apa yang aku inginkan, arya seagai anak lelakiku dan satu lagi yang ada dalam perutku. Terima kasih mahesa kamu meninggalkan satu lagi bibit yang akan aku besarkan dengan penuh cinta. Aku akan menyayanginya sehingga dia tumbuh menjadi manusia yang benar. Akan aku hapus kamu dari sejarah kehidupanku, karena arya akan menghapus namamu dari kehidupan kami selamanya. Aku memang menangis tapi aku bahagia karena akhirnya bisa menghentikan kesalahan yang sudah lama sekali terjadi. This is my last wild love, yupz iÔÇÖll never play again…

ÔÇ£saatnya menemui ibu dan ayahÔÇØ bathinku melangkah keluar. Karena setelah aku kabari ayah dan ibuku mereka sudah pulang 1 hari setelah mahesa hancur. Melewati kamarku dan…

ÔÇ£hmmm… aku harus membuang pakaian-pakaian ini, agar semuanya hilang tak ada lagi kenanganÔÇØ bathinku, kurapikan semua pakaian yang telah aku dan arya pakai selama ini. Dari awal hingga akhir ini, aku kumpulkan semua pakaianku, dan akan aku buang, bakar agar kenangan yang salah ini hilang…

ÔÇ£ah, sudah… aku harus segera ke rumah ibu dan ayahku… mungkin aku akan menjadi anakanja lagi disana…ÔÇØ bathinku, sembari menarik koper berisi pakaian-pakaian kenanganku dan akan aku bakar.

Dengan menggunakan mobil yang sama dengan yang aku gunakan, aku kemudikan ke rumah kakek dan nenek arya. kusemprot bagian dalam mobil dengan pewangi, agar tak lagi aku cium bau yang sama dengan kemarin. Ku arahkan mobilku ke rumah ayahkui dan… dasar anak nakal, biarlah aku akan kirim pesan di sematponnya nanti saja.

Aku tidak membutuhkan cinta lagi
Aku sudah memiliki cinta anakku, arya
Cinta kedua orang tuaku, Ayah dan Ibuku
Cinta dari keluargaku, kakakku, adiiku dan keluarga besarku
Aku sudah tidak ingin lagi berada dalam lingkaran yang gelap ini
Aku keluar… keluar dari cinta yang menurutku sudah tidak bisa aku kendalikan
Cinta ini terlalu buas dan bisa membuat semua berantakan ketika banyak mata yang mengetahui
Cinta yang memang seharusnya tidak pernah terjadi
Selamat tinggal
Wild Love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*