Home » Cerita Seks Mama Anak » Wild Love 61

Wild Love 61

Pagi menjelang udara dingin, masuk melalui sela-sela dinding dan ventilasi kamar ini. aku terbangun tepat jam 6 pagi, tubuh rasanya remuk redam dan pegal. Ingin rasanya kembali tertidur disamping lelakiku ini, namun aku kesampingkan aku tidak ingin melewatkan hari ini hanya dengan bermalas-malasan. Kupandangi sejenak lelaki disampingku ini, dulu dia adalah bocah tapi semenjak kejadian dimana aku menyuruhnya membelikan cincin aku menjadi kekasihnya, secara de facto. Tapi secara de yure mungkin tidak, karena tidak mungkin.

Aku memang merasa bersalah terhadap kekasihnya, tapi ini adalah hari-hari terakhirku. Aku ingin semuanya aku lakukan bersamanya. Ah, untung saja aku dulu rajin minum jamu dan pil KB, kalau tidak bagaimana mungkin aku membesarkan anak sekaligus cucuku. Dian, maaf jika mertuamu ini meminta kekasihmu bersamku selama 2-3 hari ini.

Kupandangi wajah lucunya yang dulu sering aku timang-timang, ya dia pernah berjanji untuk menjadi penjagaku. Tapi sekarang kenyataanya adalah lebih dari serang penjaga. Kamu memuaskanku lahir dan batinku. Aku tahu semalam kamu tidak tega, karena aku adalah ibumu dan aku tahu kamu juga tidak bakalan tega dengan dian jika harus seperti semalam tapi mau bagaimana lagi, ibumu ini ngopi film di sematpon kamu. kamu juga sih sayang, pakai donlod film yang halus, yang kasar iiih… dasar anak cowok ibu.

Aku bangun dengan tubuh telanjangku tanpa membangunkannya, sekilas di cermin ketika aku melintas aku kembali melihat tubuhku. Memang masih rapet dan membuat anakku tergila-gila. Tapi setelah ini, aku tidak akan menjaganya. Dulu kau menjaganya agar mahesa bisa menjadi suami yang baik, tapi sayang kamu bodoh mahesa. Tubuhku aku rawat, aku buat seindah mungkin untuk kamu tapi kamu malah tidak menghiraukannya. Anakmulah yang memuji bahkan menjadikan aku sebagai wanita. Aku menoleh kembali ke arah arya, anakku, setelah ini semua berakhir aku tidak akan menjaga tubuh ini, biar gendut, biar jelek yang penting saat kamu menikmati tubuh ini masih sama dengan tubuh ketika aku masih SMA. Memang menurutku tak jauh beda, hanya sedikit timbunan lemak di lenganku tapi untuk yang lainnya sudah berbeda. Maklum sudah tidak perawan dan punya anak biasanya juga lengannya akan membesar. Berbeda jika aku masih perawan, setua apapun aku tetap saja lenganku tidak akan membesar seperti sekarang. Hmm… apa mungkin ya ini indikator perawan atau tidak perawan?

Kupandangi tubuhku sekali lagi…

ÔÇ£Aku akan puaskan anakku di sisa hari pelariannya!haaaaah… walau sebenarnya seks bagiku adalah pelengkapÔÇØ bathinku

Kuambil selimut kecil untuk menutupi tubuhku, kubuka pintu depan villa untuk mengambil pakaianku. Berani? Ya jelas, tempat ini sepi dari orang. segera aku mengambil dan kemudian berbalik ke dalam villa kembali. Kulepaskan selimut itu sambil berjalan diruang yang luas ini, memandang kolam renang yang terlihat sangat dingin airnya. Tubuh telanjangku kubawa memutari ruangan yang luas ini sesekali berhenti kembali ke pintu geser kaca untuk memandang kembali kolam renang yang sangat dingin itu. kusandarkan tubuhku pada kaca kulihat koper yang sudah aku persiapkan semuanya. Ah, pasti arya akan minta macam-macam hari ini kalau melihat isi dari koper tersebut. Aku kembali kekamar dimana wajah arya masih terlihat pulas dalam tidurnya. Segera aku membersihkan tubuhku dengan air hangat, hanya berbalut handuk aku keluar dari kamar mandi.

ÔÇ£Eh… anak ini suka sekali ketika rambutku aku gelung kebelakang, terlihat lebih cantik katanyaÔÇØ bathinku didepan cermin

Aku keluar menuju dapur dan segera aku memasak makan pagi untuk kekasihku ini. setelah semua siap, tak lupa aku membuatkan minuman kesukaannya, wait kofi sebenarnya ada satu lagi tehh tarik tapi aku tidak ada stok. Uh, tapi rokoknya itu yang bikin aku tidak suka. Aku kembali ke kamar dengan handuk masih melilit ditubuhku, aku duduk dipinggir sepering bed tepat disampingnya. Kupandangi sejenak wajahnya, untung sekali kamu mirip aku coba kalau mirip bajingan itu mungkin saat kamu bayi aku sudah benar-benar membunuhmu. Tapi, ah tangismu saat itu yang menyadarkan aku.

ÔÇ£sayaaaaang bangun sayang…ÔÇØ ucappku pelan sembari menggoyang tubuhnya, beberapa kali aku menggoyang tubuhnya tapi responnya tetap sama berbalik dan memluk guling, tidur lagi. Sama persis dengan aku ketika dibangunkan oleh neneknya.

ÔÇ£sayang bangun sudah pagi, mau tidur saja? melewatkan hari ini?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£erghh… iya bu hoaaaaaaaaaaaaam…ÔÇØ ucapnya bangun dan merentangkan kedua tangannya, pandnagannya sayu kearahku

ÔÇ£pagi ibuku yang cantik…ÔÇØ ucapnya sambil mencium pipiku

ÔÇ£ibu apa yang lain?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£hoaaaam jangan seperti semalam, aryahhh hoaaaam ndak mau…ÔÇØ ucapnya sambil mengucek matanya

ÔÇ£teruuus?ÔÇØ godaku, tiba-tiba arya memelukku

ÔÇ£jadi istriku saja, dan selanjutnya ibuku…ÔÇØ ucapnya manja

ÔÇ£iya, ya udah arya mandi ya… diah sudah masak buat yayang aryaÔÇØ ucapku berubah seketika mengikuti ucapannnya. Dia tersenyum dan mengecup bibirku.

ÔÇ£iiih arya, bau sayang…ÔÇØ ucapku manja

ÔÇ£iya bu, arya mandi dulu…ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£kok bu?ÔÇØ protesku

ÔÇ£eh… iya sayangku diahÔÇØ ucapnya kembali, aku tersenyum melihat tingkah lakunya

Dia segera bangun dan mengecup sekali lagi keningku. Anakku memang terkadang sangat romantis, beruntung dian akan memilikinya. Bagaimana denganku? Perasaanku sebenarnya sudah kembali menjadi ibunya, hanya saja aku ingin berpisah dengan cara yang sama seperti pertama kali memilikinya sebagai seorang lelaki. Kulihat langkahnya sedikit gontai karena kantuk. Aku kembali ke dapur dan mengambil minuman kesukaannya. Kuletakan minuma hanga itu di meja kamar, tapi aku tak mendengar gemericik air di dalam kamar mandi. Aku dekati kamar mandi itu dan kudorong pelan, kulihat suamiku ini sedang duduk dikursi kecil tapi tak bergerak sama sekali.

ÔÇ£mau dimandikan?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£eh… tidak, aku ingin mandi sendiri sayangÔÇØ ucapnya memandangku

ÔÇ£kok ndak mandi-mandi?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£iya sebentar lagiÔÇØ ucapnya, tanpa berlama-lama aku lepas handuk dan berlutut dibelakangnya

Ku gayung air hangat yang ada dibak mandi, sebenarnya ada bet-up untuk berendam tapi aku itadk begitu menyukainya, maklum orang kuno. Sembari aku memandikan dan menyabuni tubuhnya, arya menggosok giginya. Ritual mandi tanpa gangguan seks sama sekali, teringat aku ketika memandikan tubuhnya ketika masi kecil. Selesai mandi, hanya menggunakan handuk aku duduk disampingnya sembari memandangnya menikmati kopi.

ÔÇ£jangan ngrokok, atau tidak dirokok!ÔÇØ ucapku tegas

ÔÇ£eh… iya sayang cupÔÇØ ucapnya smebari memberikan kecupan

Pagi yang indah, arya hanya mengenakan celana kolornya dan aku berlilitkan handuk makan pagi bersama. setelah itu arya berganti pakaian, ku tarik koper dan kuperlihatkan isinya di dalam kamar.

ÔÇ£harus pakai apa sayang?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£hmm… aku ingin kamu tampil seksi, bolehkan?ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£memang mau kemana?ÔÇØ ucapku heran, karena aku sendiri berpikir kalau 4 hari ini aku akan berada di dalam villa

ÔÇ£jalan-jalanÔÇØ ucapnya tersenyum, aku terkejut

ÔÇ£eh, tapi apa kamu tega memerkan tubuh istrimu didean mata lelaki lainÔÇØ ucapku

ÔÇ£ya ndaklah, cari suasana baru, cari tempat sepi… sekali-kali bolehkan main diluar sama istri?ÔÇØ ucapnya mendekatkan wajahnya

ÔÇ£iya sayang, nurut sama sayangÔÇØ ucapku manja

ÔÇ£pakain ini, aku ingin melihat susumu membusung… aku suka susu kamuÔÇØ ucapnya dengan wajah sedikti memerah, membuatku sedikit malu

ÔÇ£iiih ngeres deh..ÔÇØ ucapku

Kupakai bra dengan penyangga, lalau aku mengenakan baju berkerah dengan sedikit lengan yang menutupi lengan bagian atasku, hanya sedikit saja, serta rok pendek diatas lutuku. Ditariknya aku kedepan cermin, tangannya melingkar diperutku. Arya kemudian mundur dan menyuruhku sedikit menungging.

ÔÇ£sayang, nurutkan sama akuÔÇØ ucapnya, membuatku berpikir macam-maca lagi. Aku melihatnya mengambil gunting

ÔÇ£buat apa?ÔÇØ ucapnya

Tanpa berkata-kata, dia menggunting rokku, kini rok yang aku pakai semakin pendek. yang tadinya tepat diatas lutut kini berada disetengah pahaku. Risih, tapi aku harus menurutinya, hmmm guntingannya rapi juga. Arya kemudian berdiri didepanku membuka dua kancing hingga braku terlihat ditambah lagi belahan dadaku sangat kentara. Susuku membusung, disangga oleh bra lipatan susuku yang telrihat diciumnya. Suamiku ini kemudian menyuruhku membungkuk kembali. Tiba-tiba…

ÔÇ£aw… sayang…ÔÇØteriakku, ketika jarinya mengelus vaginaku

ÔÇ£tempik tembemmu kelihatan sekali sayang, kelihatan tembem dengan CD tipismuÔÇØ ucap arya, nakal juga anakku ini

Aku lihat memang rok yang dia potong hanya menutupi pantatku saja, jika dibandingkan dengan celna hot pant mungkin ini lebih pendek, karena bagian belakangnya hanya menutup sedikit dibawah pantatku. arya berdiri dihadapanku, aku memendangnya dengan senyuman. Perlahan bibir kami berpagutan layaknya seorang kekasih. Tangannya melingkar di belakang pinggangku, kakiku berjinjit agar bibirku tetap bisa meraih bibirnya. Selang beberapa saat, aku diajak keluar oleh anakku yang sekarang menjad suamiku. Sedikit risih memang, cepat setelah keluar dari villa aku masuk ke dalam mobil. Arya mengemudikan mobil dengan santai, kami berjalan memutari daerah villa milik ayahku. Tak ada kehidupan disekitar villa, jadi memang cocok untuk berduaan saja.

ÔÇ£yang, hadap sini…ÔÇØ ucap arya

ÔÇ£iya kenapa, aaww… iiih nakal banget kamu itu yangÔÇØ ucapku, ketika jari tangannya masuk kedalam lipatan susuku membuatku kaget

ÔÇ£kamu itu ternyata nakal banget ya?ÔÇØ lanjutku kembali, seakan menghakimi dia. Arya tsenyum kepadaku dan kemudian memandangku, sembari mengemudi pelan

ÔÇ£nakalnya kan sama istrinya jadi ndak papa kan?ÔÇØ ucapnya, aku hanya tersenyum. Ya, dia seperti ini hanya karena acara perpisahan ini. kupandangi sejenak anakku ini, anak yang selalu penurut bahkan untuk berbuat nakal saja dia pasti akan kettakutan ketika pulang kerumah. Kali ini? biarlah…

Mobil tiba-tiba berhenti disebuah tempat yang sangat sepi, hening sesaat… arya memandangku, dan langsung meraih tubuhku, di lumatnya bibirku. Lama kami berpagutan, membuatku terbang sendiri. aku dorong tubuhnya. Aku kira akan ada serangan lain tapi arya keluar dari mobil dan berputar menarikku dengan lembut keluar dari mobil. Tanganku digandeng dan kami berdua duduk bersampingan di kap mobil. Arya disampingku langsung mendaratkan ciuman di bibirku, tangan kanannya mulai meremas payudaraku.

Lingkungan sekitar tampaknya memang berpihak kepadaku, tampak sepi dan sunyi hanya suara burung-burung yang berkicau. Di tebing yang dulu sering aku dan anakku berjalan-jalan, dulu aku bermain-main dengan arya sekarangpun kami juga bermain-main tapi permainan kami berbeda. tangannya dengan lembut meremas di susuku, tangan kananku mengelus-eleus lehernya. tangannya terus kebawah, pahaku dengan lembut di hipnotis untuk membuka lebar. Tak sulit bagiku untuk membuka lebar pahaku walau aku memakai rok. Rok yang terlalu pendek membuatku mudah untuk membuka liang senggama penisnya itu. ah, sangat lembut sekali cara dia mengelus-elus vaginaku. Kedua tanganku kini menjadi penopang tubuhku yang terus saja tertekan karena bibir arya selalu maju mencium bibirku.

ÔÇ£ergh mmmmhhh…. slurppp… mmmhhhÔÇØ bibirku dan bibir arya bertemu, aku benar-benar tak ingin melepaskan bibirnya

Tangannya masuk kedalam celana dalam, jarinya merayap mendekati vaginaku. Dan, erghhh…. tubuhku sedikit terangkat ketika jarinya menemukan bagian sensitifku. Klitorisku dengan sedikit kasar dimainkan oleh anakku sendiri, gila nikmat sekali. Aku tidak mampu bertahan, tanganku keropos dan tidak mampu untuk menahan tubuhku lagi. Tangan kiri arya langsung menahan punggungku, mulutku sudah tidak mampu lagi meladeni ciumannya. Terlalu nikmat dibawah sana, mulutku hanya menganga dan dinikmati oleh anakku sendiri. oh tidak, aku tidak ingin keluar sekarang…

ÔÇ£erghhh sayang sudah…. arh…ÔÇØ racauku seketika itu memohon kepada arya, ah tapi namanya jiwa muda.

Anakku yang juga suamiku sekarang ini, langsung dia menarik celana dalamku. Celana dalam putih tipis ini sekarang ada di salah satu kakiku, tubuhnya langsung turun. Dan argh, oh…

ÔÇ£sayanghhhh… emmmmmh….. hangat lidahmu… oh anakku… suamiku, ah kulum itil ibumu nak terushhh yah terus mainkan dengan lidahm…ÔÇØ

ÔÇ£awhhhh pas sayang kocok disitu sayang yah… mmmh….ÔÇØ

Ah anakku selalu pas dalam memuaskan vaginaku, lidahnya menyapu klitorisku dan jarinya bermain-main di dalam vaginaku. Terasa sekali bagian dalam vaginaku sedang digaruk, aku tidak mampu bertahan lagi kalau yang ini aku sudah tidak mampu lagi.

ÔÇ£ah sayang ibu keluar, istrimu keluar arghhhhh… egh… egh… egh…ÔÇØ pandanganku kosong, tubuhku mengejang kedua tanganku mendorong masuk kepala anakku. Vaginaku masih terasa nikmat, cairan itu keluar dan tersedot kedalam mulut anakku sendiri.

Arya berdiri dan langsung aku memeluknya, nafsuku bertambah tinggi. Aku ciumi telilnga anakku tanpa menunggu persetujuan darinya. Lidahku bermain-main ditelinga, kemudian turun dleher. Sedikit kepalaku mundur untuk memandang dada bidang yang terbungkus kaos. Kuelus perlahan dan langsung aku tarik keatas, kulepas kaosnya. Kususuri sebuah lapangan di dadanya, lidahku menyapu seluruh dada anakku tak terkecuali puting susu seksi miliknya. Setelah puas aku jilati arya kemudian mundur, aku langsung membuka resleting anakku. Kukeluarkan dengan paksa penis anakku ini.

ÔÇ£awh ibu sakit…ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£eh, maaf sayang, istrimu sudah kepingin…ÔÇØ ucapku dengan wajah merahku

ÔÇ£iya ini buatmu sayangÔÇØ ucapnya

Burung anakku keluar dari resleting itu tapi tak seluruhnya kelihatan, aku buka celana dan kurutnkan sedikit. Lildahku sudah bermain-main di sekitar kepala penis anakku, tanganku mengocok batang anakku. Kupegang pinggangnya dan kudorong bibirku untuk melahap semua batangnya. Ah terasa sedikit sakit, batangnya menyentuh tenggorokanku dan ah…

ÔÇ£Ah bu nikmat sekali…ÔÇØ ucapnya, aku terngah-engah dengan tersenyum

Tanpa berkata-kata, aku turun dari mobil dan kuarahkan tubuh anakku untuk duduk dikap mobil. Kulepas celana anakku dan kini dia telanjang sedangkan aku masih mengenakan pakaianku. Kakinya terbuka lebar, dan aku tekan keatas penis yang ÔÇ£nggilaniÔÇØ ini. lidahku bermain-main di bagian bawah zakarnya, ah… baunya memang sedikit menyengat tapi entah kenapa aku menyukainya. Bahkan terkadang lidahku menyapu bagian anusnya. Dia mengerang tak tahan dengan perlakuanku, rasakan saja tadi juga kamu yang buat aku kelojotan sekarnag gantian. Bau menyengat ini membuatku semakin memuncak, aku pindah jilatanku ke batang kemaluannya. Tak tahan dengan hanya menjilatinya aku langsung mengulum batang kejantanannya. Tangannya menuntun kepalaku agar lebih cepat mengulum.

ÔÇ£ash.. ash… ash… sayang masukan, aku tidak tahanÔÇØ ucapku

ÔÇ£aku juga sayangÔÇØ ucap anakku ini

Ditariknya lembut aku dan dimasukan ke dalam jok mobil bagian belakang. Aku disuruh menunggingkan pantatku, ah ada-ada saja keinginnannya. Dan ketika aku melihat kebelakang, dia memainkan batang kemaluannya di sekitar vaginaku.

ÔÇ£cepat sayang masukan, jangan main-main terushÔÇØ mohonku, dan slesb…

ÔÇ£Erghh… yah sayang terush arghh… goyang lebih kuat lagi, terushhh mmmhhh ah yah terush sayang terush, aku suka kontolmu itu, ah dalam sekali tempikku keenakan yah terush ergh..ÔÇØ racauku, tapi tak kudengar apa yang dia katakan

ÔÇ£aaawwwwh…. arghh… ah ah ah ah ah ah ah ah ah ahÔÇØ rintih kenikmatanku ketika batang itu menusuk dengan sangat cepat, keluar masuk dengan sangat buasny

Aku tidak tahan, tak mampu aku membendung kenikmatan ini. vaginaku seakan-akan ingin meremas pemberi kenikmatan didalam vaginaku. Yah, aku ingin…

ÔÇ£Aaaaaaaaaaaaaahhh….. ÔÇ£ teriakku sangat keras

Kepalaku jatuh diantara kedua tanganku, aku mengejang, keluar semua cairan itu. setelah beberapa saat, nafasku kembali teratur. Arya masuk dan menggeser tubuhku hingga aku terbaring bersandar pada pinggiran jok belakang. Pintu ditutup dan arya menyalakan mobil sekedar untuk menghidupkan AC mobil. Dibuka lebar, kedua pahaku dan langsung ditancapkannya batang itu lagi.

ÔÇ£ah, tempikmu nikmat sekali… bikin kontolku ketagihanÔÇØ ucapnya merayuku

ÔÇ£ah yah sayang, itu untuk kamu. goyang lebih cepat lagi kita keluar bersama-sama…ÔÇØ ucapku

Selang beberapa saat tubuhnya menggenjot dan memompa vaginaku. Aku kelojotan walau dengan posisi yang tidak menyenangkan ini aku tetap mendapat kenikmatan. Dengan posisi ini Batang kemaluannya menggaruk bagian atas dinding vaginaku. Aku tak tahan lagi, aku benar-benar tak tahan ketika batangnya masuk ke vaginaku. Tidka seperti batang mahesa yang dimana aku harus bekerja keras untuk mendapatkan puncak walau mahesa mendapatkannya sedangkan aku kosong.

ÔÇ£ahhh sayang aku mau keluar lagi sayang… ah lebih cepat sayang lebih cepat lagihhh owhh… terushhhÔÇØ racauku

ÔÇ£iyah tempikmu nikmat akhh… aku suka.. aku akan mengocoknya terus terus terus dan ah… yah enakhhh…ÔÇØ racaunya

ÔÇ£mau keluar sayang? Aku juga hampir ayo sayang lebih cepat lagih…ÔÇØ ucapku, wajahnya sudah melihatkan kalau mani-nya sudah berada diujung-ujung

Tubuhnya memoma lebih cepat dan lebih cepat, aku menahan tubuhku dengan kedua tanganku bertumpu dibelakang jok. Terasa pengen pipis lagi…

Croot croot croot croot croot croot croot croot

Tubuhnya langsung memelukku, aku mengejang sesaat. Nafas kami bersatu dan kami berpelukan dengan mesaranya. Bibirnya mencium bibirku, ah aku merasa nyaman bersama dengan dirinya. Beberapa saa kemudian, dia mengajakku pulang aku mengangguk dan walau sedikit lelah aku tetap duduk di jok depan menemani anakku yang mengemudi sambil telanjang ini.

ÔÇ£iiih masa ndak pakai bajuÔÇØ godaku sambil menyentuh ujung penisnya yang masih tegang itu

ÔÇ£suka kan?ÔÇØ godanya, aku hanya tersenyum dan mengangguk

ÔÇ£pakaian kamu sudah kamu masukan?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£sudah tenang saja sayang…ÔÇØ ucapnya, mencium bibirku

Dalam perjalanan pulang aku merasa lelah dan tertidur. mungkin karena ku bangun lebih pagi aku tidak sadar kalau sudah sampai di villa. Tubuhku seperti diangkat, dan ketika aku bangun aku sudah berada di sepering bet. Tapi dasar, aku sudah ditelanjanginya tanpa sepengetahuanku.

ÔÇ£sudah bangun?ÔÇØ ucapnya melangkah sembari membawa minuman hangat

ÔÇ£nakal kamu ya, masa aku kamu telanjangi?ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£he he he…ÔÇØ ucapnya, sambil memberikan minuman hangat yang ternyata adalah teh

ÔÇ£sruupuuut…. hmmm enak….ÔÇØ

ÔÇ£jadi kamu suka ya kalau aku pakai baju seksi?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£suka…ÔÇØ jawabnya singkat

ÔÇ£berarti kalau jalan-jalan keluar, aku bagus kalau pakai baju seksi dan ketatÔÇØ ucapku

ÔÇ£Ndak boleh!ÔÇØ ucapnya keras, seperti membentak

ÔÇ£ke kenapa? kan kamu suka?ÔÇØ ucapku sedikit gugup

ÔÇ£tubuh seksimu hanya aku yang boleh lihat, kalau yang lain ndak bolehÔÇØ ucapnya memandangku tajam

ÔÇ£kan kamu sendiri yang bilang aku seksi?ÔÇØ ucapku masih sedikit gugup

ÔÇ£pakai seksi kalau hanya aku yang melihat!ÔÇØ ucapnya

Benar saja, selama jalan-jalan tadi memang tak ada orang lain diluar sana. Dan tempat yag dulu pernah aku dan anakku ini datangi adalah tempat yang sepi. Jika aku ingat semua dari awal, arya selalu memakaikan baju seksi kepadaku ketika jalan-jalan malam dan itu dia selalu memilih jalanan yang sepi. Ditempat ketika aku diajak berpacaran dengannya juga sepi. Ah, beruntung kamu dian dan pasti kamu akan ditutupi olehnya. Jadi hati-hati ya sayang kalau nanti kamu keluar pakai pakaian seksi, pasti kamu dimarahi sama lelaki didepanku ini.

ÔÇ£iya sayang iya, besok-besok kalau aku jalan-jalan pakai pakaian sopan dehÔÇØ ucapku mencoba menengkannya

ÔÇ£heÔÇÖem…ÔÇØ jawabnya sembari mencium bibirku

ÔÇ£sayang, nanti tehnya tumpah…ÔÇØ jawabku

Aku letakan teh di meja kamarku, tanpa panjang lebar. Arya langsung menarik tubuhku dan merebahkanku di tengah-tengah sepering bet.

ÔÇ£mau pakai pemanasan atau langsung?ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£kayaknya langsung saja… itu sudah berdiri tegak!ÔÇØ ucapku

Dan…

ÔÇ£Ahhh… sayang pelan… ughhhh… batang kamu sudah sering masuk tapi ehhhh tetep sakit jugahhh ah ah ah ah ah ah yah terus ah ah ah mentok sayang mentok…ÔÇØ racauku, ketika batang itu masuk ke dalam vaginaku.

Kedua tangannya memegang pinggulku, tubuhku digoyang dan terus digoyang. Susuku naik turun menjadi pemandangan yang dia suka. tubuhku terus digoncang dan bergoncang menerima setiap hentakan dari pinggulnya. Semakin cepat dan semakin dalam batang itu masuk, dipeluknya tubuhku dan kami berciuman. Aku tidak mampu lagi meladeni ciumannya ketika vaginaku di hantam oleh kejantanannya. Berhetni sejenak batang itu memompa tubuhku kini gantian susuku yang dijamah dan dimainkan olehnya. Peramainan lidahnya di susuku di dibarengi dengan goyangan pinggulnya sesekali. Setelah puas, arya bangkit dan menarikku hingga aku berada diatasnya. Aku mulai menggoyang pinggulku dengan liarnya. Susuku diremas kedua tangan kekarnya. Oh aku suka sekali memandang dadanya yang luas itu. goyanganku semakin liar, semakin menjadi-jadi dan…

ÔÇ£argh sayang aku mau keluar…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£yah terus goyang saja sayang, aku juga hampir keluar…ÔÇØ racaunya

Aku semakin menggoyang dan menggoyang lebih liar dari sebelumnya hingga kedua lututku sudah tak sanggup lagi. Aku terjatuh kedepan dan sensasinya, ketika susuku bertemu dengan dadanya membuatku semakin larut dalam permainan ini. Pinggulku diangkat oleh kedua tangannya, dan pinggulnya mulai bergoyang lagi terus dan terus. Pinggulku pun merespon dengan iku tbergoyang.

ÔÇ£aku keluar… aku keluar sayang aku keluar…ÔÇØ racauku

Aku mememulk erat arya, arya pun memelukku dengan sangat erat. tubuh kami berdua sama-sama mengejang, nafas kami tersengal. Cairan hangat kembali menyirami adiknya, cairanku pun meleleh di batang arya.

ÔÇ£ah..hash hash hash… nikmat tidak suamiku?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£nikmat sekali sayangÔÇØ ucapnya

Aku dan arya kemudian berbaring bersampingan, tak ada yang bisa memisahkan kami saat ini. aku memluknya dan dia memlukku hingga akhirnya aku kembali terlelap karena lelah bersama dengan anakku, suamiku.

Dimalam hari, aku menyiapkan makanan terlambat karena terlalu lelah. Makan malam bersamanya, dengan tubuh telanjang kami. aku kira dia ingin aku seperti saat itu ketika dirumah tetapi tidak. Kami menghabiskan malam bersama, aku mencuci piring dan dia sedang menonton televisi.

ÔÇ£sayang, sudah belum nyuci piringnya?ÔÇØ teriaknya

ÔÇ£sudah, ini baru saja selesaiÔÇØ ucapku

ÔÇ£kesini sayang…ÔÇØ ucapnya,

Aku berjalan kearahnya yang duduk didepan TV. batangnya memangsedari tadi sudah berdiri, tanpa diperintah pun aku tahu kenginannya. Langsung aku berlutut diantara kedua pahanya, mengulum penisnya. Kepalaku dielusnya dengan lembut, susuku kadang diremasnya pelan. Setelah dia puas kulumanku, aku langsung ditariknya ke atas disuruhnya aku berdiri mengangkan diantara kepalanya. Lidahnya muali bermain-main membuat aku mendesah kuat.

ÔÇ£jangan lamah lamah… aku ingin kontol kamu saaaahhhyang… erhhhhÔÇØ pintaku,

Langsung aku ditariknya dan ku raih penisnya. Kuarahkan kevaginaku yang sebenarnya semenjak makan malam tadi sudah basah. Tampak mulus masuk tapi aku merasakan sedikit sakit ketika batangnya masuk kedalam vaginaku. Aku muali memompanya, susuku naik turun diremasnya dengan gemas.

ÔÇ£ah nikmatkah sayanghhh… tempikku nikmat sekali dimasuki batangmuh…ÔÇØ racauku

ÔÇ£susumu indah, tempikmu menjepit kontolkuahhÔÇØ ucapnya sambil menciumi susuku

ÔÇ£kontolmu saja yang besar sayanghhh…ÔÇØ ucapku

Tak puas dengan gaya itu, dia membalikan tubuhku. Kini aku menunggangi penisnya dengan membelakanginya. Aku kembali mengocok penisnya dengan vaginaku. Semakin liar, batangnya membuatku semakin tak sanggup untuk bertahan. Tiba-tiba, tubuh arya bangkit dan embuatku harus berdiri berjinjit.

ÔÇ£pindah kamar saja sayang, lebih empukÔÇØ pintanya

ÔÇ£susah jalan awwww… yah sayang iyahh..ÔÇØ ucapku, yang memprotes tapi dengan sodokan penisnya membuatku menuruti keinginanya

Sambil berjalan berjinjit, kedua lenganku ditariknya kebelakang sedang vaginaku disodok penisnya. Sensasinya memang ada tapi susah untuk berjalan, hingga diatas kasur aku menungging dan dengan gaya anjing, vaginaku kembali disodok lagi. Aku mengerang kenikmatan, mengerangk karena aku mendapatkan rasa enak di vaginaku. Daya tahanku hampir saja jebol, tubuhku dibaliknya dan bahuku ditarik. Kembali aku mengulum penisnya itu, hanya sebentar saja aku langsung didorongnya dengan lembut untuk rebah diatas kasur. Diambilnya bantal untuk mengganjal pinggulku. Kembali lagi sodokan demi sodokan aku terima di vaginaku, membuatku semakin menggila. Mulutku menganga, sembari memelukku dia memasukan lidahnya kedalam mulutku. Dadanya begitu hangat ketika susuku menempel didadanya. Aku memeluknya dengan erat, sangat erat dan…

ÔÇ£akuh mau keluar…ÔÇØ desisku pelan

ÔÇ£akuh juga sayang… aku sirami janinmu…ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£heÔÇÖem…mmmhhh terus sayang sedikit lagi…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£iya aku juga…ÔÇØ balasnya

Croot croot croot croot croot croot croot

Tubuhku mengejang sesaat, tapi pelukannya membuatku tak bisa menggerakan tubuhku. Aku kembali memeluknya, kami berciuman. Kali ini ciuman kami benar-benar lliar, lidahnya, lidahku seakan tak mau ada yang kalah. Saling melumat bibir lawan masing-masing.

ÔÇ£hangat pejuhmu sayang…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£cairanmu juga hangat…ÔÇØ balasnya

Setelah berisitirahat beberapa menit, kini aku mulai melayaninya kembali. Tubuhku dibalilknya, menjadi posisi yang dia suka. doggy style, vaginaku di ceroco oleh batang kemaluannya. Itu goyangannya semakin liar, membuatku bernafas terengah-engah.

ÔÇ£arhhh sayang… terus ah nikmat sekali… tubuhku butuh kepuasan darimu sayang terus sayang terus kocok vaginaku dengan kontolmu owhh…ÔÇØ racauku

ÔÇ£ah ah ah ah sempit sekali didalam sayangku… owh yah aku ingin memompamu, akan ku pejuhi rahimmuÔÇØ teriaknya

Tangaku sudah tak kuat lagi menahan tubuh bagian depanku. Aku terjatuh, payudaraku tergencet oleh tubuhku sendiri namun pinggulku masi tetap menungging dan dikocok terus oleh batang kemaluannya.

ÔÇ£ahhhh…. nikmaaaaaaaaat sayang lebih kerassss aku butuh kontol kamuhhhh… yah terusshhh terussssh….ÔÇØ racauku dengan suara yang sudah mulai serak

ÔÇ£Ibuku… istriku kamu memang hot diranjang… kontolku selalu terpuaskan oleh tempik sempitmu iniÔÇØ teriaknya

ÔÇ£yah… tempikku memang untukmu ahhhh yah aaaah aaaaaaahhh dalam aaaaahhh…ÔÇØ racauku sudah tak kuat lagi

Plak… Plak… Plak… tiga kali tamparan di pantatku membuatku terkaget…

ÔÇ£awhhh sayang…ÔÇØ teriakku

ÔÇ£vaginamu semakin rapet saja….ÔÇØ racaunya

ÔÇ£ah… ah… ah… kamu nakal, istrimu kamu tampar pantatnya ughhhhÔÇØ ucapku. Sedikit lagi aku merasakan klimaks, mungkin anakku ini tahu tapi dia menghentikan lajunya.

ÔÇ£ah… ayo sayang aku sedikit lagi kelluar…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£sebentar…ÔÇØ ucapnya

Aku diangkat tanpa melepaskan penisnya dari vaginaku. Dengan tubunya sedikit miring kebelakang untuk menahan tubuhku. Anakku kemudian bangkit dan berdiri, diarahkannya aku didepan cermin. Aku malu ketika tubuhku di naik turunkan olehnya, melihat diriku yang tanpa busana sedang di kawini oleh anakku sendiri. batangnya keluar masuk di dalam vaginaku, memompa dan terus memompa.

ÔÇ£ah…. sayang… ini memalukan… tolong… ah jangan didean cermin…ÔÇØ pintaku

ÔÇ£ah… kamu tampak seksi ibu, tubuhmu pasti dan selalu membuat tergila-gila… lihat tempikmu yang sedang menikmati kontol anaknya sendiri ituÔÇØ ucapnya

ÔÇ£a…hh… kamu nakal… emmmhhh… aku mau keluar sayang… aaaaaaaaaaaaaaaaaÔÇØ ucapku berteriak karena mendapatkan orgasmeku

ÔÇ£lihat tempikmu pipis buÔÇØ ucap arya

ÔÇ£ash ash… malu tahu…ÔÇØ ucapku sambil menutup wajahku, sedikit aku ka jari-jariku dan kulihat cairanku melelh diantara batang kemaluannya

ÔÇ£lihat susu ibu, untuk seumuran ibu susu ibu masih sangat bagus masih sekal dan tidak menggantung…ÔÇØ ucapnya memujiku

ÔÇ£kamu ini… pindah dikasur saja, belum keluarkan?ÔÇØ ucapku dan dia megangguk

Aku kemudian direbahkan diatas kasur, setahuku aku akan di pompa lagi tapi tidak. Arya turun dari kasur dan menggeser cermin itu kembali. Aku heran apa yang ingin dilakukannya, selang beberapa saat dia naik kekasur lagi. Tubuhku dibaliknya, doggy style, wajahku tepat dihadapan cermin itu. sungguh memalukan tapi aku benar-benar malu. Ingin rasanya aku memprotesnya tapi…

ÔÇ£ahhh… pelan sayang pelan…ÔÇØ racauku

ÔÇ£ah, tempikmu ini tidak boleh pelan-pelan untuk menikmatinya… aku ingin robek tempikmu ini sayang.ÔÇØ Ucapnya

ÔÇ£ah robek sayang robeklah… ah sayang aku malu….ÔÇØ racauku kembali sembari menundukan kepalaku

Tak ada respon darinya, kulihat matanya terpejam ketika menggoyang pinggulnya. Terlihat sangat jelas dicermin itu. Lama-kelamaan aku hanya bisa menunggingkan pinggulku, tubuh bagia depanku jatuh. Malu tapi aku ingin sekali melihat kembali anakku menyetubuhiku dari belakang. Wajahnya terbakar oleh nafsu kepada ibunya sendiri, sedangkan aku sudah tidak bisa mengendalikan tubuhku. Tubuhku butuh kepuassan ya kepuasan dari anakku.

ÔÇ£arhhhh sayang tempikmu enak nikmat… aku ingin kuarkan lagi dirahimmu…ÔÇØ racaunya

ÔÇ£ahhh… iya sayang keluarkan sebanyak-banyaknya ke dalam rahimku, semprot… pejuhi rahimku dengan cairan cintamu…ÔÇØ ucapku yang sudah tidak kuat,

ÔÇ£aku keluaaaaaaaaaaaaaaaaar…ÔÇØ teriaknya dan hentakan keras ke dalam vaginaku, aku ikut orgasme

ÔÇ£aaaaaaaaaaaaaaarghhhhhhhhhh…ÔÇØ teriakan keras dariku merasakan batangnya benar-benar merobek vaginaku, dalam sekali masuknya

Mataku tak bisa lepas dari cermin itu, kulihat anakku mengejang. Ambruk kedepan dan mengangkat tubuhku dengan cara meremas susuku ini. diangkat hingga aku berlutut kepalaku menoleh kebelakag dan kami berciuman.

ÔÇ£lihatlah cairan kita bersatuÔÇØ ucapnya, aku kemudian menoleh kearas cermin

ÔÇ£kamu itu aku kan malu…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£malu kenapa? aku sudah lihat seluruh bagian tubuhmu kenapa harus malu?ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£iih… capek yang, pengen bobo… tapi kontol kamu tetep didalem yang sampai lemas ya…ÔÇØ pintaku manja

ÔÇ£tapi bersihin dulu pakai mulut kamu yang seksi iniÔÇØ pintanya

ÔÇ£iya sayang iya…ÔÇØucapku

Arya terlentang, aku berbalik menghadap ke arahnya. Seperti seekor anjing aku menjilati penisnya. Aku kulum, aku bersihkan kontol anakku sendiri dengan mulutku. Kujilati setian centimeter batang kemaluan anakku.

ÔÇ£lihatlah… pejuhkukeluar dari vaginamu…ÔÇØ ucapnya, aku menoleh kebelakang

Memang terasa spermanya meleleh di vaginaku, vaginaku tampak berbentuk O. Malu juga tapi aku menikmati persetubuhan ini.

ÔÇ£sluurrpp… tapi aku lebih tertarik dengan sisa pejuh kamu yang ada di kontol kamu ini sayangÔÇØ balasku

ÔÇ£bersihkan ya istriku yang tercinta…ÔÇØ pujinya

Akhirnya setelah batang itu mulai lembek, aku ditanganku aku bangkit dan lagsung aku cium bibrnya dengan bibir bekas spermaya. Diatas kasur ini kami berguling, berciuman hingga lelah dan penisnya lepas dari vaginaku. Aku tertidur dalam pelukannya. Esok adalah hari terakhirku terhitung tiga hari semenjak aku datang kevilla ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*