Home » Cerita Seks Mama Anak » Wild Love 60

Wild Love 60

ÔÇ£Bu… ibu… eeee….ÔÇØ ucap ku ketika ibu membuka jaketnya.

Sedari tadi ketika ibu mencegatku ketika berboncengan dengan wongso, ibu megenakan jaket dan celana yang tidak ketat. Aku terpesona sesaat, hilang akalku ketika ibu membuka jaketnya. Dada ibu yang membusung memperlihatkan sebuah gunung yang seakan-akan mau tumpah. Sebuah tank-top dengan tali menggantung dibahu ibu berwarna hitam sangat kontras dengan kulit ibu yang putih. Tank-top ketat itu memperlihatkan sebuah lekukan tubuh wanita setengah baya, bahkan jika saja ada beberapa orang yang melihat ibu pastinya dia tidak mengira kalau wanita ini sudah berumur.

ÔÇ£Apa sayang?ÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£boleh arya yang mengemudi saja?ÔÇØ ucapku ketika ibu hendak menjalankan mobil

ÔÇ£ndak papa? Kamu ndak capek?ÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£ndak bu…ÔÇØ ucapku

Ibu hanya tersenyum kepadaku, kami kemudian berpindah tempat duduk. Kulepas semua pakaian berat di tubuhku hanya menyisakan kaos dan juga celana. Tanpa berlama-lama kujalankan mobil, ini semua akan berakhir karena waktu itu telah datang. Tapi dalam sisi bathin aku merasa kasihan juga dengan ibu tapi apa mau dikata janji harus ditepati. Mobil berjalan, lampu-lampu kota menemani kami berdaua. Kedua tangan ibu kemudian merangkul tangan kiriku.

ÔÇ£Dian manja ya sama kamu, sayang?ÔÇØucap ibu tiba-tiba

ÔÇ£ndak juga bu, biasa sajaÔÇØ ucapku dengan wajah sedikit malu

ÔÇ£ndak usah bohong, tuh wajah kamu merahÔÇØ goda ibu

ÔÇ£ya seperti itulah bu…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£3 hari ya sayang, manjain ibu..ÔÇØ ucap ibu tiba-tiba

ÔÇ£iya bu pasti, kok ibu tahu kalau dian manja?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£Dari kotak musik…ÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£egh, maksud ibu?ÔÇØ tanyaku

ÔÇ£ibu sengaja memberikan kotak musik itu agar ibu bisa tahu kamu mau kemana, ada penyadanya sayang, apa kamu tidak heran kenapa ibu tiba-tiba pulang ke rumah ketika kamu pulang saat itu? itu ibu mendengar semua percakapan kamu, maaf kalau ibu nguping… karena dian sudah tahu semuanya jadi ibu tidak mungkin sering-sering bersamamuÔÇØ ucap ibu, kupelankan mobil dan kucium bibirnya

ÔÇ£ndak papa bu, arya juga sebenarnya sudah kangen sama ibu waktu itu. ndak enak sama dian kalau ijin ketemu ibu…ÔÇØ ucapku kembali menambah sedikit laju mobil

ÔÇ£Ibu tahuh semua, juga tentang kenapa dian berada di gedung itu…ÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£eh… kenapa ibu tidak memberitahu arya kalau dian…ÔÇØ ucapku sedikit naik nada suaraku

ÔÇ£ssssttt… jangan marah sayang, ibu tahu juga ketika kamu sudah berangkat. Setelah kamu berangkat, kamu berpesan pada dian agar dirumah kan? Tapi ibu mendengar dian menangis dari kotak musik itu. ibu juga lihat kamu ketika hendak berangkat, selang beberapa saat ibu melihat dian. dan ibu mencegatnya…ÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£eh… terus…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£ibu bertemu dengannya, saat itu…ÔÇØ ucap ibu

Aku mencegat mobil dian diajalanan yang sepi. Segera aku keluar dari mobil, tampak dian terkejut dengan kehadiranku yang tiba-tiba ini. aku melangkah ke arah mobil dian, kulihat dian keluar dari mobil.

ÔÇ£mama…ÔÇØ ucap dian wajahnya tertunduk

ÔÇ£sayang…ÔÇØ ucapku yang langsung memeluknya, tangisnya pecah tiba-tiba. Aku dan dian duduk bersandar di depan mobil dian

ÔÇ£kenapa kamu pergi? Arya sudah menyuruhmu untuk tetap di rumah?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£mas sudah memutuskan untuk menyelematkan orang yang dia sayangi, maka aku juga. Maafkan aku ma, mungkin mas sudah cerita banyak tentang perjalanan dengan mama. Dan mama pasti tahu tentang seorang perempuan bernama, WardaniÔÇØ ucap dian, sedikit malu sebenarnya ketika dian mengatakan itu karena secara tidak langsung dia mengingatkan hubunganku dengan arya. ya, wardani arya pernah bercerita tentangnya, seorang wanita istri dari sukoco penjaga losmen itu.

ÔÇ£iya mama tahu…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£dia, ibuku…ÔÇØ jawabnya dan membuat aku sedikit terkejut walau bathinku sebenarnya sudah mencoba menebaknya

ÔÇ£Aku akan datang menggantikannya, jika saja mas melihatku ditempat pertemuan itu… maafkan aku ma, aku hanya mengambil keputusan untuk keselamatan ibu. aku sudah memutuskannya, aku ingin ibu terlepas dari nico dan…ÔÇØ ucap dian terhenti

ÔÇ£mahesa yang bajingan itu?ÔÇØ ucapku, kulihat dian agak sedikit tidak enak ketika hendak menyebut nama suamiku itu, dian mengangguk pelan

ÔÇ£tapi bagaimana kalau terjadi sesuatu terhadap kamu? arya pasti tidak bisa memaafan dirinya sendiriÔÇØ ucapku

ÔÇ£aku tidak tahu ma, yan gaku pikirkan adalah ibu… sudah lama aku tidak bertemu dengannya, sudah lama pula aku berbohong kepadanya, padahal aku selalu berada dekat dengannyaÔÇØ ucap dian (dekat disini adalah satu daerah dengan ibunya)

ÔÇ£Pulanglah… mama mohonÔÇØ bujukku

ÔÇ£tidak ma… ini sudah keputusanku…ÔÇØ ucap dian, kulihat pandangan mata itu, keras, aku teringat akan keras kepalanya aku saat muda dulu

ÔÇ£baiklah, mama tidak bisa melarangmu tapi… sebentar…ÔÇØ ucapku, kembali ke dalam mobil dan mengambil sesuatu. Aku ajak dian masuk ke dalam mobilnya.

ÔÇ£buka pakaianmu…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£eh… mama mau ngapain?ÔÇØ ucap dian, ada sedikit rasa takut dari wajahnya

ÔÇ£sudah ndak papa, buka dulu…ÔÇØ ucapku, akhirnya dian membuka karena dian merasa malu akhirnya aku memaksa dian membuka kaos yang dikenakannya kutarik keatas hingga payudaranya kelihatan. Ah beruntung sekali anakku ini, bahkan punyaku kalah dengan kepunyaan dian. sudah putih, langsing, cantik, hmmm… pasti arya bakal mainkan ini semua setiap hari.

ÔÇ£sebentar…ÔÇØ ucapku membuka salep, aku kemudian megoleskan disekitar puting dan payudara dian

ÔÇ£buat apa ma?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£sssttt… celananya juga sayang…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£malu ah ma…ÔÇØ ucap dian

ÔÇ£cewek sama cewek kok malu, sudah ini terbaik buat kamuÔÇØ ucapku membujuknya, dian kemudian membuka celananya. Segera aku oleskan salep itu disekitar vagina dian

ÔÇ£mama ndak terima kalau punya anak mama dimainkan sama orang lain, biar anak mama saja yang mainin…ÔÇØ ucapku sedikit melihat dengan teliti bagian vagina dian, hmm… ternyata suara malam itu anakku sudah memerawani dian.

ÔÇ£maksud mama?ÔÇØ ucap dian

ÔÇ£ini sejenis racun, orang yang nanti memainkan dada dan vagina kamu akan mengalami kematian. Jadi usahakan agar dia tidak mencium bibirmu, arahkan mereka untuk langsung memainkan puting susu atau vaginamu dengan bibir mereka… mama jamin mereka pasti akan mati saat itu jugaÔÇØ ucapku

ÔÇ£eh… makasih maÔÇØ ucap dian sembari memakai pakaiannya lagi

ÔÇ£sama-sama sayang, ingat jaga diri kamu… dan maafkan mama ya sayang… setelah ini mama tidak bisa ikut sampai kedalam gedung, hanya bisa menunggu hasil Arya saja. jika memang sampai malam nanti tidak ada kabar berita dari kalian berdua mama akan segera memanggil aparat keamananÔÇØ ucapku

ÔÇ£heÔÇÖem ma…ÔÇØ ucap dian

ÔÇ£sekali lagi maafkan mama sayang…ÔÇØ ucapku smebari memeluknya didalam mobil

ÔÇ£sudah ma, ndak usah diungkit lagi… mama juga hati-hati…ÔÇØ ucap dian

ÔÇ£oh iya, untuk menghilangkannya cukup kamu basuh dengan air saja. karena racun itu tidak meresap kekulitÔÇØ ucapku sebelum meninggalkan dian

Aku dan dian kemudian berpisah, segera aku hubungi asih yang sebenarnya tidak pernah ikut liburan setelah mengetahui aku memutuskan tidak ikut rombongan keluarga. ya, kami semua membohongi arya berlibur tapi mereka semua berada diluar daerah kecuali aku dan asih. Asih masih berada dirumahnya begitupula dengan aku yang menginap disebuah tempat dimana arya pasti tahu tempat ini.
ÔÇ£jadi ibu sudah tahu kalau aku sama dian mmmm…?ÔÇØ ucapku terbata

ÔÇ£sebenarnya ibu mikirnya Cuma pegang-pegang, tapi pas lihat vagina dian, ibu jadi tahuÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£lho kok ibu tahu, dari hanya melihat sedangkan biasanya wanita kan…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£iiih… ya tahulah, ibu kan belajar sayang. Ingat Ibumu ini juga sekolah seperti kamuÔÇØ ucap ibuku

ÔÇ£he he he…ÔÇØ tawa cengengesanku

ÔÇ£jaga dian setelah kita menjadi yang seharusnya…ÔÇØ ucap ibu pelan

ÔÇ£iya bu, pasti… tapi bagaimana dengan ibu?ÔÇØ ucapku sambil menjalankan mobil kembali

ÔÇ£ada… hmmm… ibu ma memberi tahu kamu sesuatu…ÔÇØ ucap ibu tiba-tiba

ÔÇ£eh, apa bu?ÔÇØ balasku penasaran

Ibu kemudian mengambil sematponnya, aku memperlambat mobilku. Ibu membuka galeri di sematpon ibu, dan memerlihatkan sesuatu yang sebenarnya aku belum begitu famliar. Kulihat ada dua garis di foto itu, tapi tetap saja aku tidak tahu.

ÔÇ£apa maksudnya itu bu?ÔÇØ ucapku, karena foto itu hanya memperlihatkan foto perbesaran pada sebuah batang bergaris dua

ÔÇ£ibu hamil…ÔÇØ ucap ibu dan sesaat itu juga aku mengerem mobil, hampir saja sematpon ibu terjatuh

ÔÇ£kamu kenapa sayang? Sudah jangan kaget seperti itu?ÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£tapi ibu hamil, dengan… eee… denganku? Kalau memang denganku, arya siap bert…ÔÇØ ucapkku terhenti karena sebuah jari menyilang di bibirku

ÔÇ£sssstttt… bukan sayang, ini dari ayahmu si mahesaÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£eh… jadi ibu melakukannya dengan…ÔÇØ ucapku kaget dan sedikit emosi

ÔÇ£ssssttt… sayang, dulu ibu berpikir untuk hamil darimu tapi setelah ibu berpikir lebih matang… cukup kita melakukan hubungan ibu dan anak ini tanpa ada sebuah peniggalan darimu. Kamu masih ingat waktu itu ibu datang bulan, setelah datang bulan ibu melakukannya denganmu dan ibu memintamu mengeluarkan di mulut dan wajah ibu?ÔÇØ ucap ibu dan aku mengangguk

ÔÇ£setelah itu kamu tahu kan kalau ibu berada dirumah bersama dengan ayahmu? Ibu membuat dia menyetubuhi Ibu, karena ibu tahu setelah ini semua berakhir ibu akan sendirian. Jika ibu mendapatkannya dari kamu, bagaimana perasaan dian jika suatu saat tahu semua itu? ibu juga wanita nak, jadi ibu harap kamu tidak marah… kita sudah banyak melakukan kesalahan dan ibu tidak ingin memperpanjangnya, cukup 2-3 hari ini, kamu menyirami benih ayahmu ini, jika kamu bersedia…ÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£bu, jujur saja arya sedikit tidak terima tapi jika alasan ibu mengenai dian dan jujur saja arya memang tidak ingin menanam benih di ibu itu juga karena dian. kalau begitu, arya akan menyiraminya… dan mulai malam ini hingga menuju akhir, arya milik ibu…ÔÇØ ucapku sambil memandang ibu

ÔÇ£ibu juga milikmu, jadikan ibu semua yang kamu inginkan. Lakukan semuanya di semua tempat yang kamu inginkan… sepanjang malam, sepanjang hari… hingga kita berpisah…ÔÇØ ucap ibu

Kami kemudian berciuman, dan saling melumat. Dedek arya terbangun dan ibu megelusnya…

ÔÇ£Waktu kita tidak banyak. Kita ke tempat ini…ÔÇØ ucap ibu sambil memperlihatkan sebuah foto di sematponnya

ÔÇ£kamu ingatkan? Ibu tidak pernah ikut liburan, sepanjang hari ibu berada disini kecuali kalau ibu iseng pengen dengar percakapan kamu sama dian, ibu keliling-keliling perumahan dianÔÇØ ucap ibu, aku mengangguk

Aku jalankan mobilku kesalah satu tempat dimana dulu aku dan ibu pernah berajalan-jalan kesana. Disebuah villa milik kakekku yang berada ditempat yang nyaman dan sejuk. Setiap libura sekolah saat aku masih SD, aku dan ibuku selalu berlibur ke tempat ini. mobil tepat berada didepan villa, tak ada tetangga disamping kanan dan kiri villa ini. ada tetangga villa pun itu juga berada sangat jauh dari villa kakekku. Aku turun dan membuka gerbang villa, aku kembali masuk ke dalam mobil dan memasukan mobil. Semua aku lakukan sendiri, karena penjaga villa hanya datang ketika pagi dan sore saja. sedangkan sekarang panjaga itu diliburkan oleh Ibu semenjak ibu berada di villa. Aku berjalan ke pintu samping kiri. Kubuka pintu itu dan kami berpandangan sejenak…

ÔÇ£Ayo bu… mmmmmhhhhh…. ÔÇ£ ucap ku namun ibu menarikku ke dalam dan melumat bibirku, aku kalah dengan perlakuan ibu

Aku mencium ibu dengan penuh nafsu, kuremas susu besar milik ibu. Maafkan aku dian tapi malam ini hingga bertemu aku milik ibu dan ibu milikku setelah semuanya berakhir aku akan bersamamu selamanya. Susu ibu tampak menggarahkan, besar dan sekal namun kini sudah ada yang mengalahkannya tapi pikiran itu aku tampik. Aku akan menikmati apa yang ada didepanku. Lama kami saling melumat, kutarik ibu keluar dari mobil dan ku gandengan hingga didepan mobil sedan yang aku tunggangi. Ku angkat dan kududukkan di atas kap mobil.

ÔÇ£arghh… sayang, masih panas mesinnya…ÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£tapi ndak papa kan bu, sebentar saja…ÔÇØ ucapku, ibu mengangguk dan langsung ku rebahkan

Kucium kembali bibirnya, tanganku kembali ke dada ibu. sambil meremasnya tangaku menggeser tali tank-top dan juga tali BH yang berada di bahu ibu. dengan paksa aku tarik tank-top berenda itu kebawah, ibu yang memang tahu kengnanku langsung mempermudah aku untuk melepas tank-top itu. ciumanku bergeser dari bibirnya, ke pipinya, kembali ke bibirnya dan turun ke dagunya. Dari daru itu aku mulai menjilati kebawah menuju leher ibu, semakin kebawah lidahku kini menyusuri belahan dada ibu.

ÔÇ£sayang, susu ibu, menyusu seperti dulu sayang… erghhmmmm…ÔÇØ desah ibu

ÔÇ£slurpp… slurrp…ÔÇØ

Kedua tanganku meremas pangkas susu ibu, membuat susunya bertambah menantang. Secara beragantian bibirku menyusu ke setiap puting ibu. ibu mendesah, tangannya secara lembut mengelus kepalaku dengan desahan yang selalu keluar dari bibirnya.

ÔÇ£oh… sayang hisap yang kuat sayang, jadikan hariiihh inihhh erghh… milik kitahhh… aku istrimu dan kekasihmuwhhh owhhh sayanghhh arghh jangan digigithhhh mmmhhh… sayanghhhhh erghhh…ÔÇØ racaunya ketika aku sedikit menggigit dan menarik puting susunya

ÔÇ£argh sayang sudah sayanghhh punggung ibu panas…ÔÇØ ucap ibu, aku langsung bangkit diikuti ibu

ÔÇ£jahat banget, coba kalau nanti punggung ibu gosong gimana?ÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£sebentar…ÔÇØ ucapku masuk kedalam, kuambil jaket dan kuletakan di kap mobil

ÔÇ£duduk bu… cepeeeetanÔÇØ rengekku

ÔÇ£iya sayang…ÔÇØ ucap ibu

Sejurus kemudian aku melepaskan celana ibu, hingga yang tersisa ditubuh ibu adalah tank-top yang berada diperutnya. Aku berjongkok, kuangkat paha ibu, lidahku mulai bermain-main. Kubuka lebar vagina ibu dengan kedua jariku, lidahku mulai menyaput setiap nanometer vagina ibu. ibu mngerang, mendesah merasakan kenikmatan yang aku berikan kepanya. Jariku seakan tak mampu bertahan di bibir vagina ibuku sendiri, seperti halnya dedek arya yang sebenarnya sudah tidak tahan lagi untuk masuk kedalam. Ku masukan jari tengahku dan ku tekuk ke atas bagian dalam vagina ibu, sambil aku menjilati klitoris ibu, kukocok dengan pelan… pelan… pelan hingga pada RPM tinggi.

ÔÇ£arghh… sayang… emmmh…. aiiiiiihhh…. ahhhh owhhhh anakkku tempik ibu kamu apakan arghhh yah mmmhhhh ufthhh sayanghhh geli ahhh enak nikmaathhh sayang ya terushhh sayanghhhh sudah lama kamu ndak main didalam sanahhh aahh ahhh ahhh ahh… ÔÇ£

ÔÇ£pas itu sayanghhh erghhh terus sedikith lagih buat ibumu ini keluarhhhh yah terushhh arghhhhhh…. egh egh egh egh eghÔÇØ teriak ibu keras, karena memang tidak ada orang disekitar sini.

Aku menengok ibu yang bersandar dengan kedua tangannya dibelakang, tubuhnya mengejang. Ibu tersenyum padaku dengan lembut. Aku dekati ibu dan ibu kini tampak lebih nakal pandangannya, tangannya meraih bahuku.

ÔÇ£aku akan jadi siapapun terserah kamu, tapi aku ingin jadi lonthemu sekarang sayang, kamu mau tuanku yang ganteng?ÔÇØ ucap ibu sembari jari kanannya menyapu keatas daguku, aku heran tapi terbawa oleh nafsu. Tangan kirinya kemudian menarik bahuku, hingga bibirnya tepat disamping telingaku

ÔÇ£beri kenangan bermain diluar sayang, ibu juga ingin merasakan seperti imaÔÇØ ucap ibu membuatku kedua mataku terbelalak, tapi apa mau dikata otakku sudah tidak bisa berpikir jernih lagi yang ada hanyalah waktu yang sedikit

ÔÇ£hmmm… jujur saja aku lelah, tapi aku tidak ingin melewatkan wanitaku ini… sekarang kontolku ingin merasakah kehangatan…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£panggil dong…ÔÇØ goda ibuku

ÔÇ£Apa sayang???…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£lonthe…ÔÇØ ucap ibuku

ÔÇ£apa semua itu perlu diperjelas? kalau berdebat kapan mainnya? Memangnya tempik kamu ndak gatel apa?ÔÇØ ucapku semakin nakal, sambil lidahku menjilat leher ibu

ÔÇ£ergh… mmmhhhh…ÔÇØ ucap ibu mendorongku dan turun dari kap mobil

Dibukannya celana ku higga terlepas, digenggam batang dedek arya, sambil berjalan mundur ibu menarikku ke luar dari villa. Aku gugp dan bingung tapi kepalang tanggung, setahuku tak akan ada orang diluar sini tengah malam seperti ini. Ditengah jalan ibu memandangku, dengan bibir bagian bawahnya digigit. Kuraba selangkangan ibu, hingga aku menemukan klitorisnya, sedikit aku remas dengan jari dan jempolku tepat pada klitorisnya.

ÔÇ£aw… tuan… sakiiit…ÔÇØ ucap ibu, kucium bibirnya

ÔÇ£segeralah… bibirmu akan tampak lebih indah jika mengulum kontolku ÔÇ£ ucapku

Ibu langsung turun kebawah, kakiku sedikit aku buka lebar. Ah, ditengah jalan yang hanya terdiri dari bebatuan kecil tersusun rata ini aku menikmati kuluman ibu. sejenak aku memandangi bintang namun pemandangan yang indah adalah yang berada dibawahku. Kulihat ibu memegang dedek arya dan ditekan hingga menempel pada perutku, lidahnya menyapu bagian bawah zakarku. Tidak sampai disitu, bibirnya mengulum buah zakarku dengan sangat ganas.

ÔÇ£arghh… kulum… cepat kulummmhhhh…ÔÇØ pintaku tapi tak ada respon dari ibu dan ibu malah menjilati batang kemaluanku, melihat ibu berada bawah sedari tadi sebenarnya sudah membuatku ingin merasakan kulumannya. Aku pegang kepala ibu dan aku arahkan bibirnya ke dedek arya

ÔÇ£ayo ibuku, lontheku… buka mulutnya yang lebar dan masukan semua kontolku didalam mulutmu!ÔÇØ ucapku sedikit keras dan memaksa, ternyata memang malam ini ibu ingin aku menjadi tuannya. Kedua tangan ibu turun dari batangku, mulutnya terbuka dan langsung melahap batanngn dedek arya. kepalanya maju mundur.

ÔÇ£arghhh enak bu, owh lontheku enak banget kulumanmu owh… ya terushhhh mmmh… jangan gunakan tanganmu ya sayang… aku lebih suka melihatmu seperti iniÔÇØ racauku sembari menyuruh ibu

ÔÇ£mmmmhhh mmmhaik muan (baik tuan)…ÔÇØ ucap ibu, tak tega rasanya tapi aku harus menuruti semua kemauan ibu

ÔÇ£yah kulum dengan benar… yah sepeti itu, arghhh… emhhh lidahmu jilat kontolku dengan lidahmu, ohhh ibu…. lontheku!ÔÇØ ucapku sedikit keras, ibu langsung saja menuruti semua keinginanku

Kulumannya yang divariasi dengan jilatan lidahnya membuat aku semakin memuncak. Segera aku tarik tubuh ibu, dengan pelan aku tari tubuhnya mendekati gerbang. Kepalanya aku tekan pelan agar menempel pada gerbang, kedua tangannya menahan tubuh atasnya agar dadanya, susunya menempel pada pintu gerbang. Bagian pinggulnya aku tarik kebelakang, sehingga posisi ibu sekarnag menungging dengan susunya menempel pada gerbang. Ah, pemandang seperti di film-film yang pernah aku tonton.

ÔÇ£katakan padaku, apa ini kemarin dimasuki suamimu?ÔÇØ ucapku dengan sedikit keras sembari jariku bermain-main disekitar vaginanya

ÔÇ£arghh… iya tuan… kemarin suamiku memasukan kontolnya yang kecil ke dalam tempikku arghhhÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£berani-beraninya kamu ya?hmmm… sekaranng harus dibersihkan dulu… kamu mau?ÔÇØ ucapku dengan senyum bergaya

ÔÇ£mauhhhh erghhh tuan mauhhh emmmmhhhh itilku owhhh… perih tuan jangan sdihhh owhhhh pencethhh…ÔÇØ ucap ibuku memohon sedikit tersenyum namun wajahnya memerah

ÔÇ£owh.. melawan ya? atau tidak mau aku bersihkan?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£mau tuannhhh bersihkan tuanhhh aku mohonnhhhh maafkan ibumu, lonthemu ini yang main dengan suaminyahhhh erghhh…ÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£arghhh… sempiiitthhh sekali bu arghhh mmmmhhhh…. yah enak sekali tempikmu bu mmmhhh….ÔÇØ racauku ketika batang dedek arya sudah mulai memasuki vagina ibu

ÔÇ£ahh… pelanhhhhh kontol besarmu itu mmmmmhhhhh…. erghhhhh…. yah teruskan anakku, tuanku owhhh… bersihkan tempik ibumu dari bekas-bekas ayahmuhhhh mmmhhh yah terushhh dorong yang kuat… sirami adikmu ini sayanghhhh…ÔÇØ ucap ibu, aku mamasukan jauh ke dalam vagina ibu kudekatkan kepalaku ke tengkuk ibu

ÔÇ£oh… bu, arya benar-benar kangen… malam ini arya akan bersihkan vagina ibu dengan pejuhku bu… akan arya siram adik arya dengan pejuhku…ÔÇØ bisikku pelan

ÔÇ£iya sayang bersihkan ibumu yang melonthe ke ayahmu ini, ahhh… emmmmhhhh… biarkan didalam dulu sayanghhh… tempik lonthemu ini masih kangen dengan kontol besarmuwhhh…ÔÇØ racaunya

Aku sampingkan wajahku disamping wajahnya, kulihat matanya terpejam bibir bawahnya. Sedikit lidahku menjilat kuping ibu yang membuatnya menggelinjang. Kulihat susunya tertekan di pintu gerbang, bahkan ada beberapa bagian susunya yang keluar dari sela-sela pintu gerbang itu. pinggulku mulai bereaksi dengan menggoyang perlahan, tangan kananku menari-nari di vagina ibu mencari klitorisnya. Kugoyang semakin keras dan kumainkan klitoris ibu dengan lembut. Diawal terdengar desahan manis ibu, desahan yang pelan dengan menggigit bibir bawahnya.

ÔÇ£buka matanya, kenapa? ndak ma ya?ÔÇØ godaku, ibu langsung membuka matanya ketika goyangan pinggulku masih pelan

ÔÇ£Ergh… anakku, tuanku kontol ah ah enak bangeth… mmmhh tersu goyang tuanku sayangÔÇØ ucap ibu menoleh ke arahku. Memabuatk aku semakin menggila ketika ku melihat wajah ibu yang merah merona dan sangat membuatku bernafsu. Pinggulku semakin mengehentak sangat keras…

ÔÇ£arghh tuannn owhhh ya kontol … argh kontol… tuan arghhh lebih keras tuan yah tersh akhhh bersihkan tempikku tuan bersihkan tempik ibumu yang juga lonthemu tuan yah terus terushhh akhhh… nikmat tuan… nikmath sekali… kontol tuanku sayang nikmat arghh…ÔÇØ teriak ibu yang sudah tidak peduli lagi dengan lingkungan sekitar. Aku hanya bisa menikmati sensai dedek arya keluar masuk vagina ibu dan sensasi perbudakan lembut ini, jelas saja aku tidak ingin kasar karena dia adalah yang pertama dan yang selalu memberikannya kepadaku.

ÔÇ£arhhh… aryaaahhh… kontol kamu enakhhh sayang, ibu kangen sekali sayang yah terus… jadikan ibumu budakmu sayanghhhh yah lebih keras lagi erghhh…ÔÇØ racau ibuku

ÔÇ£yah bu, aku akan membersihkan vaginamu, akan kubersihkan seluruh tubuhmu dengan pejuh kesukaanmu ini bu, malam ini kamu lontheku bu… yah enakhhh bangethhh buhhh… tempikmu enak bangethhhh…ÔÇØ racauku yang merasakan vagina ibu menjadi lebih licin dari sebelumnya tapi sensasi sempitnya masih terasa sempit dan kenyal

ÔÇ£argh tuankuwh… lonthemu mau keluarhhh… arghhh… ah ah tersuhhhh mmh hh ah …ÔÇØ racaunya

ÔÇÿjangan keluar dulu! Aku belum keluar, jangan sekali-kali keluar tanpa seijinku!ÔÇØ ucapku keras, aku tarik kedua tangan ke belakang dengan masih memepet tubuh bagian atas ibu ke pintu gerbang villa.

ÔÇ£tapi tuannnhhhhh ibumu ah lonthemu… mau keluar… aku mohon tuanhhh aku sudah tidakk tahan lagihhhhhh…ÔÇØ racaunya

ÔÇ£tunggu atau aku hukum kamu!ÔÇØ ucapku

ÔÇ£maafkan aku tuanhhh tapi lonthemu sudah tidak tahan arghhhhhhhhhh….ÔÇØ teriak ibu, tubuhnya melengking, kuhentikan sejenak, terasa caira hangat namun hanya sepersekian detika langsung aku goyang kembali pinggulku

ÔÇ£argh tuan… arghh… sakit tuan… istirahat sebentar tuan…arghhh.. ÔÇØ mohon ibuku

ÔÇ£kamu melanggar! Harus dihukum… ah ah ah tempikmu belum bersih!ÔÇØ ucapku tegas

ÔÇ£arghh tuan… erghhh… tuanhhhh… owh maafkan lonthemu tuan… maafkanhhh arghhh terserah tuanhhh hukum lonthe tuanhhh….ÔÇØ racau ibuku, tubuhnya terlihat lemas tapi aku terus memompa. Hanya desahan yang aku dengar dari bibir ibuku, lama memompa…

ÔÇ£arghhh… ibuku, lontheku terima ini!ÔÇØ teriakku

ÔÇ£iya tuan, aku jugahhhhh ahhhhh…ÔÇØ teriak ibuku

Crooot… Crooot… Crooot… Crooot… Crooot… Crooot… Crooot… Crooot…

ÔÇ£arghh… egh egh eg egh egh egh egh egh egh akhirnya tempikmu sekarang sudah bersih ibuku, owh lontheku…ÔÇØ ucapku yang masih memegang kedua tangannya kebelakang

Sejenak aku berdiam dalam posisi yang sama, kulepaskan tangan ibuku. aku kira ibu akan bertahan untuk berdiri, tapi ternyata tangan ibu hanya berpindah dan tubuhnya merosot jatuh duduk. Tubuhnya bersanda ke gerbang villa, aku langsung berlutut. Aku merasa bersalah…

ÔÇ£eh maafk…ÔÇØ ucapu terhenti

ÔÇ£hashh hashh hashh hashh hashh… eh tuan, tempikku sudah bersihkan? Mulutku belum tuan, masih ada sisah hash hash peju tuan? Tolong tuan bersihkan mulutku jugahhh hash hash hash…ÔÇØ ucap ibu membuatku terkejut

ÔÇ£ah, bu sud…ÔÇØ ucap ibu menutup mulutku dengan tangannya

Aku raih kepalanya dan aku masukan dengan paksa kontolku ke mulut ibu yang masih mengatur nafas. Tanpa berlama-lama ibu membersihkan, kontolku dari sisa-sisa kenikmatannya dan juga pejuhku. Kepalanya aku maju mundurkan, selayaknya seorang tuan yang memperkosa budaknya.

ÔÇ£sudah bu, ayo masuk…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£sudah bersihkan tuan? Sekarang aku milik tuan seutuhnya kan? Tuan disinilah 3 hari tuan, aku masih kangen…ÔÇØ ucap ibu yang tidak bisa aku tolak, aku mengangguk

ÔÇ£ayo… berdirilah…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£ah, tuan aku tidak pantas berjalan, aku ingin merangkak disamping tuan…ÔÇØ ucap ibu,

Aku menggelengkan kepala karena aku tak tega dengan itu semua. Aku berlutu, kuraih tubuh ibu dan kumasukan lagi dedek arya yang masih berdiri tegak. Aku bopong ibu dengan posisi vaginanya dimasuki oleh dedek arya. aku masuk ke villa, kututup pintu gerbang. Ibu memelukku dengan erat dan menyandarkan kepalanya dibahuku.

ÔÇ£tuanku sayang barang-barangnya ada di jok belakangÔÇØ ucap ibu,

Segera aku buka pintu belakang mobil, dan kutarik koper besar itu dengan masih tetap menggendong ibu. kubiarkan semua pakaianku dan pakian ibu berada didepan mobil. Ketika membuka pintu villa memang agak kesulitan tapi dengan bantuan ibu akhirnya bisa masuk. Masuk ke villa memang ada sebuah ruang tamu kecil, hanya ukuran 3 x 3 meter saja, setelah itu melewa ruang tamu sebuah ruangan luas. Dikiriku ada sebuah tangga naik kelantai dua, sebuah tempat yang hanya untuk bersantai terdapat dua kursi dan satu meja saja diatas sana. Diruang luas ini, terdapat tuang TV, dapur yang menjadi satu kemudian ada teras dibelakang rumah dan juga kolam renang kecil serta satu kamar hanya satu kamar saja untukku dan ibu. Ah, imajinasiku terbang luas untuk menikmati tubuh wanita ini. segera aku rebahkan tubuh ibu di sofa.

ÔÇ£sudah bu… istirahammmmmmmmm….ÔÇØ ucapku yang langsung disumbat oleh bibirnya

ÔÇ£ahh… setelah kamu bangun, kamu ingin aku jadi apa terserah tapi sekarang hash aku adalah lonthemu, jadi perlakukan aku seperti yang aku mauÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£tapi, sekali-kali ibu yang menja…ÔÇØ ucapku terhenti

ÔÇ£sssstttt… kamu tahu aku kan sayang? Aku adalah wanita penurut jadi tidak mungkin menjadi yang kamu pikirkan, atau kalau kamu tidak mau… lebih baik lupakan aku sebagai ibumuÔÇØ ancam ibu

Aku menghela nafas sebentar, kupandangi wajah ibu yang seakan-akan ingin selalu menjadi bawahku. Kudorong ibu dengan sedikit kasar, dan kulepaskan tank-topnya. Aku kemudian duduk disofa, disamping ibu.

ÔÇ£Turun dari sofa!ÔÇØ ucapku, ibu kemudian bangkit dan hendak berdiri

ÔÇ£siapa yan suruh berdiri! Ulangi! Turun sambil merangkak!ÔÇØ ucapku sedikit keras, kulihat di wajahnya tampak memerah tapi ada raut kebahagiaan diwajahnya. Ibu kemudian kembali rebah dan memiringkan tubuhnya, turun dari sofa dengan kedua tangannya terlebih dahulu. Pantat besarnya itu aku tampar ketika didepan wajahku ibu, berdiam sebentar.

ÔÇ£siapa suruh kamu diam! Cepet!ÔÇØ ucap ku, ibu kemudian turun dan merangkak

ÔÇ£merangkak berputar, kemudian jalan kearahku! Kulum kontol anakmu!ÔÇØ ucapku,

Aku melihat ibu seperti itu malah ada sedikit gairah yang membakar tubuhku. Ibu merangkak berputar kemudian bergerak kearahku, kepalanya tepat di depan dedek arya yang masih tegang. Hanya dengan memandangya saja ibu sudah tahu apa keinginanku. Lidahnya menyapu dedek arya, menjilat dan mengulumnya. Terasa nikmat tapi tidak membuatku merasakan ingin cepat keluar.

ÔÇ£Arghh… gunakan susumu, cepat! Seharusnya kamu tahu itu!ÔÇØ ucapku

Tanpa berlama, lama ibu sedikit maju. Pertama dia mengulum batangku, selanjutnya dedel arya diselipkan diantara kedua susu besarnya. Ibu sedikit meludah untuk mempermudah perjalanan dedek arya diantara kedua susunya. setiap kali ibu menurunkan kebawah, ujung dedek arya langsung dikulumnya ketika naik kuluman dilepaskan. Sebuah pemandangan yang penuh dengan sensasi, ditambah lagi tubuh putih mulus ibu yang membuatku semakin bergairah.

ÔÇ£tuanhh… enak tidak tuan?ÔÇØ ucap ibu yang mencoba memanjakanku

ÔÇ£yah… enak, beri aku pemandangan indah lagiÔÇØ ucapku

ÔÇ£tuan panggil aku lonthe, tuan tidak pernah memanggilku lontheÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£argh… ya berikanaku yang lebih indah lagi lonthekuÔÇØ ucapku, menuruti keinginan ibu

Ibu langsung memompanya dengan sangat cepat, susunya naik turun memberikan aku pemandangan yang indah. Ditambah lagi ketika ibu turun, batang dedek arya naik, dan lidahnya menjulur menjadi landasan dedek arya untuk masuk kemulutnya. Terus dan terus seperti itu…

ÔÇ£argh… aku mau keluar, aku mau keluar di mulut ibu eh lonthekuÔÇØ ucapku dengan dahi mengrenyit

ÔÇ£tuan masukan ke memeku tuan, sirami adikmuÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£argh… aku ingin dimulut, biar mulutmu bersih tidak ada sisa-sisa dari mahesa!ÔÇØ bentakku

Ibu sedikit terkejut namun kembali lagi memompa…

ÔÇ£aku… ah kulum kocok dengan mulutmu aku ingin keluar di mulut! Cepaaaaat!ÔÇØ teriakku

Ibu langsung mengulum batang dedek arya, sembari mamaju mundurkan kepalanya dan Crooot… Crooot… Crooot… Crooot… Crooot… Crooot… Crooot… Crooot… beberpa kali tembakan masuk kedalam mulut ibu. disedotnya kuat batang dedek arya, hingga terlepas dan berbunyi ÔÇ£plupÔÇØ. Diperlihatkan spermaku sebentar dan kemudian ditelah oleh ibu tanpa sisa.

ÔÇ£ahh… aku sudah bersih tuan, batang tuan sudah lemasÔÇØ ucap ibuku,

Ibu kemudian bangkit dan mengambil air minum. Setelahnya ibu kembali ke dasar selangkanganku. Aku raih kepala bagian belakan dan kucium bibirnya. Susunya aku remas secara perlahan.

ÔÇ£Bangunkan lagi, jika kamu tidak bisa aku tidak akan memasukan kontolku ke vaginamu lagiÔÇØ ancamku

ÔÇ£bisa tuan, aku pasti bisa…ÔÇØ ucap ibu tersenyum

Ibu kemudian melumuri kembali batang dedek arya dengan ludahnya. Diapitnya dedek arya dengan susu besarnya itu, sejenak aku memandang ibu sangat telaten dan itu yang aku suka. Perlahan demi perlahan aku mulai menikmati sensasi ini. batang dedek arya sedikit mulai sedikit kembali bergairah. Aku hanya menikmati pemandangan ini, apalagi ketika memulainya rambut panjang ibu dikucir sanggul membuatku semakin terpikat kecantikannya. Batang dede arya langsung berdiri tegak setelah hampir 15 menit ibu memanjakannya.

ÔÇ£ah, sudah berdiri tuan, bolehkan aku masukan?ÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£iya, sekarang puaskan dirimuÔÇØ ucapku layaknya seorang tuan bagi ibuku

Ibu kemudian berdiri menghadapa kearahku, dedek arya dipegang oleh tangannya diarahkannya ke vagina ibu. perlahan aku bisa melihat bagaimana dedek arya teersenyum memasuki liang senggamanya. Ibu kemudian naik turun dan memompa dedek arya dengan penuh semangat, tangku ku letakan di belakang kepalaku menikmati sensasi dari ibuku sendiri. susunya naik turun, ibu memohon untuk diremas tapi aku menolaknya.

ÔÇ£remas sendiri! aku ingin lihat kamu menjadi wanita seksi malam iniÔÇØ ucapku

ÔÇ£argh… begini tuan yah… owh lebih enak kalau diremashhh tuanhhhh tapihhhhh apapunnh aku lakukanh untuk tuanhhha hhh kontol tuan menyentuh bibr rahimku yah… enak seklai tuan, kontolmu enak sekali didalam vaginaku, aku ingin memompanya terushhh yah enakhhh, tempikku digaruk sama kontol tuanhhh…ÔÇØ racau ibuku

ÔÇ£terushhh mendesah, dan mendesah aku ingin mendengarnya!ÔÇØ ucapku

ÔÇ£yah tuanhhh ah aku ingin keluar bersamah tuanh… ah kontol tuanh paling nikmat sekalihhh owhhh enak tuanhhhh enakhhhh sangat nikmat didalam sanahhhh ah panjang kuathhh dan arghhhh mentokkhhhh tuanghhhh…ÔÇØ racau ibuku

Selang beberapa saat kemudian, tubuh ibu memompa semakin kencang. Aku merasakan dedek arya kembali ingin memuncratkan sesuatu dari dalam sana. Tubuh ibu semakin menggila, semakin bergoyang ke kanan dan kekiri. Kupegang punggung ibu agar tidak terjatuh kebelakang, walau tahu tubuhnya sudah tidak seimbang ibu terus memompanya.

ÔÇ£tuanhhh aku mau… keluarÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£Aku juga…ÔÇØ ucapku, langsung aku tarik tubuh ibu dan kurebahkan di sofa giliran aku berada diatas dan…

ÔÇ£Aku sirami rahimmu bu…ÔÇØ teriakku

Crooot… Crooot… Crooot… Crooot… Crooot… Crooot… Crooot… Crooot…

Aku benamkan lebih dalam lagi batang dedek arya, kupeluk tubuh ibu dan ibu memelukku. Terasa cairan hangat mengalir dibatang dedek arya. tubuh kami mengejang bersama-sama, mengejang mengeluarkan nikmat bersama.

ÔÇ£Ah… terima kasih Ibu… lontheku…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£sama-sama, anakku.. tuankuhh…ÔÇØ ucapnya

Nafas kami berstu bersama, tak lama kemudian aku angkat tubuh ibu dengan dedek arya masih menancap di vaginanya. Kuangkat tubuhnya dan kurebahkan di kasur kamar. kupeluk tubuhnya dan ku cium bibirnya. Aku pindah kebelakang tubunya dan kuselimuti tubuhnya dengan selimut. Kupeluk dengan erat…

ÔÇ£bu…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£iya…ÔÇØ balasnya

ÔÇ£apakah kita bisa bangun pagi?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£bisa sayang, nanti lonth…ÔÇØ ucap ibu aku potong

ÔÇ£sudah selesai…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£iya, nanti ibu bangunkan kamu sayang…ÔÇØ ucap ibu

Kuremas susunya yang besar itu dan sembari satu tanganku memeluk tubuhnya… akhirnya kami terlelap dalam lelahya malam…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*