Home » Cerita Seks Mama Anak » Wild Love 58

Wild Love 58

ÔÇ£Ah, untung saja tadi arya dijemput oleh Ibunya…ÔÇØ bathin wongso

Setelah mendahului mobil sedan hitam itu, wongso tampak menancap gas dengan sangat dalam. Jalan-jalan yang sepi di laluinya dengan sangat cepat. Suara deru motornya menghiasi malam ini, ya malam dimana dia akan kembali kerumah untuk melepas lelah setelah pertempuran malam ini. sesampainya di rumah tersebut, diparkirnya motornya dan turun dari motor. Gerakannya terhenti ketika melihat seorang perempuan berdiri dari duduknya dan wajahnya hampir menangis.

ÔÇ£Asmi, kok belum bobo…ÔÇØ ucap wongso

ÔÇ£hiks… ndak bisa bobo…ÔÇØ ucap asmi yang berdiri tak jauh dari wongso

ÔÇ£nunggui mas ya?ÔÇØ ucap wongso sambil menggaruk-garuk kepala belakangnya. Dilihatnya asmi tampak mengangguk ke arahnya, wongso kemudian berjalan cepat dan langsung memeluknya. Bibri mereka berpagutan, tak ada kata-kata kecuali mendesah.

Kleeek….

ÔÇ£ning kamar dhuwur, ojo ning ngisor adimu wes turu… (di kamar atas, jangan dibawah, adikmu sudah tidur)ÔÇØ ucap ibu wongso yang keluar dari warung kemudian berlalu melewati mereka berdua tanpa melihat mereka

ÔÇ£eh, gih mak (iya bu)ÔÇØ ucap wongso, melihat ibunya masuk rumah. Dipandanginya asmi.

ÔÇ£kok ndak bilang kalau ibu masih diwarung…ÔÇØ ucap wongso

ÔÇ£iih, mas tadi asal nubruk saja… dinda kan jadi bingung… ya dinda pilih nubruk juga, enak sih..ÔÇØ ucap asmi

ÔÇ£ih nakal deh dinda…ÔÇØ ucap wongso, sambil membetet hidung asmi

ÔÇ£mas ndak papa, kok ada darah?ÔÇØ ucap asmi

ÔÇ£Sudah ndak papa hanya luka kecil kokÔÇØ ucap wongso, mereka masih berpelukan

ÔÇ£bener ndak papa?ÔÇØ ucap asmi, dan wongso mengangguk

ÔÇ£sudah ndak merah…ÔÇØ bisik asmi tiba-tiba

ÔÇ£Eh…ÔÇØ wajah wongso menjadi sangat riang, langsung dibopongnya asmi ke dalam rumah. Ketika sampai di ruang TV.

ÔÇ£aku wegah nek mantuku dudu asmi, kudu asmi (aku tidak mau kalau mantuku bukan asmi, harus asmi)ÔÇØ ucap ibu wongso yang ternyata duduk di depan TV yang tidak menyala

ÔÇ£EH, mak kok masih …ÔÇØ ucap

ÔÇ£ngenteni (nunggu) bapakmu, makÔÇÖe kan juga kangen bapakmu, memang asmi saja yang kangen kamu!ÔÇØ ucap ibu wogso

ÔÇ£Ojo berisik! (jangan berisik!)ÔÇØ ucap ibu wongso

ÔÇ£gih mak…ÔÇØ ucap wongso yang langsung membawa asmi ke lantai atas

Asmi direbahkan perlahan, pintu kemudian dikunci. Tanpa menunggu lama, wongso langsung memelorotkan celana panjang kolor asmi. Dilihatnya gundukan yang masih terbungkus celana dalam.

ÔÇ£tempe memang makanan khas daerah kita, dan paling lezat diantara makanan yang lain…ÔÇØ ucap wongso lirih, asmi bangun dan kemudian memgang dagu wongso

ÔÇ£tapi tempe ini saja, awas kalau ada tempe lain. Tak potong itu terong!ÔÇØ ucap asmi

ÔÇ£woooo…. ini tempe AS pasangan terong WONG! Boleh mas mencicipinya dinda?ÔÇØ ucap wongso

ÔÇ£jangan mencicipi, dimakan juga boleh kok… tapi nanti tempenya disausi ya kang mas wongso…ÔÇØ ucap asmi

ÔÇ£Aduh, adanya mayones, ndak papa ya?ÔÇØ ucap wongso

ÔÇ£oh iya, mayones… heÔÇÖem… yang banyak ya mas, kan mayonesnya satu minggu ndak dikeluarkan…ÔÇØ ucap asmi

ÔÇ£aw….ÔÇØ jerit asmi ketika lidah wongso mulai menjilati tempe yang masih terbungkus itu

Dengan sangat cepat wongso melepas celana dalam asmi, dijilatinya tempe itu. ah, rasa harum dirasakan oleh wongso. Tempe aroma melati, ya karena sedikit cipratan minyak melati di tempe milik asmi. Wongso tampak sangat ganas, jilatanya menyapu semua sudut tempe asmi. Asmi hanya bisa mengerang kenikmatan, desahan dan rintihan kenikmatan yang tertahan berasal dari mulut asmi. Jari wonsgo mencoba masuk…

ÔÇ£jangan mas, terong… asmmau terong… ndak kacang panjang, emooooh…ÔÇØ ucap asmi manja

ÔÇ£oh ya sayang, ini ya?ÔÇØ ucap wongso yang berdiri dan melepas celananya

ÔÇ£aaaaa… kangen mmmmm slurppp… emmmmm slurrrp….ÔÇØ asmi dengan sigap langsung memegang terong itu dan dijilati, dikulumnya

ÔÇ£oh dinda, ouwh… bibir kamu adalah tempathhh owh terindah untuk terong kang mas… erghhh terus dinda oughhh yah….ÔÇØ rintih kenikmatan wongso

ÔÇ£ough dinda sudah… nanti mayonesnya keluar sayang…ÔÇØ ucap wongso mengehntikan kuluman asmi setelah beberapa saat asmi megulum terongnya

ÔÇ£Sini, mas tempenya masih hangat…ÔÇØ ucap asmi yang langsung menunggi

ÔÇ£siap sayang… jangan sedih ya sayang, sayang kan tahu kalau pertama habis puasa mas keluarnya cepet..ÔÇØ ucap wongso

ÔÇ£iiih mau cepet mau lama, yang penting CEPET MASUKAN!ÔÇØ ucap asmi diakhiri bentakan, wongso terkejut dan langsung memasukannya perlahan

ÔÇ£Arghhh… ouwh mas… besar panjang, asmi suka… ini buat asmi ouwhhh… yah pelan mas… mmmmhhh.. arhhh mas… aduh mas pelannnhhhhh erghhhh….ÔÇØ rintih asmi

ÔÇ£EGHHH!… mentok mashhhhhÔÇØ asmi terkejut ketika terong wongso masuk sangat dalam dan menyentuh rahimnya

ÔÇ£ouwh dinda… tempemu hangat…ÔÇØ ucap wongso yang kemudian memeluk asmi

ÔÇ£Susu mas, ehhhhhh susunya juga masih hangat mas… erghhh mmmhhhÔÇØ ucap asmi

ÔÇ£oh iya, mas kok lupa…. besar dan kenyal, ini milik mas arghhh ah tempemu luar biasa! Ah sempit, selalu sempit…. selalu nyedothhhh oughhh…ÔÇØ ucap wongso

ÔÇ£terus mas goyang terus…. arghhh… remas yang kuathhh oughhh terus mashhhh terussss enak banget, terong mas enak bangethhh owhhh….ÔÇØ rintih kenikmatan asmi

Wongso terus menggoyang pinggulnya dan terus meremas kuat susu asmi. Kepala asmi menoleh kebelakang dan bibirnya kemudian disambut oleh bibir wongso. Tak lama dalam posisi gaya anjing, wongso langsung membalikan tubuh asmi. Dimasukan kembali terong perkasanya kedalam tempe asmi, sambil menggyang kepalanya menunduk dan melumat bibir asmi. Lumatan tidak lama, setelahnya bibirnya turun ke susu asmi dan menyedotnya dengan sangat keras.

ÔÇ£Aduh… owhhh… emmmhhh mashh… kontol owk kontol mas, asmi suka kontol mas, suka terong mas… ah tempik asmi suka kontol mas yah terus mash terushhhh… ergh….. terushhhh…ÔÇØ racau asmi, namun wongso tidak membalas karena sibuk menjamah susu dan menggoyang pinggulnya

Setelah beberapa saat…

ÔÇ£oh dinda… pejuhku mau keluar.. mayonesnya mau keluar… tempik kamu ini bikin kontolku nyut-nyutan sayang owhh….arghhh susumu naik turun sayang indah sekali argh argh argh ….ÔÇØ racau wongso

ÔÇ£itu susu mas, kontol mas… argh mas, dinda mau keluar,… arghhhÔÇØ racau asmi

ÔÇ£iya sayang mas juga…ÔÇØ ucap wongso

Goyangan semakin cepat, tubuh asmi sedikit menegang… dan …

Crooot crooot crooot crooot crooot crooot crooot crooot

Bersamaan keluarnya wongso, tubuh asmi juga ikut melengking dan kemudian megejang. Mereka saling berpelukan sangat erat, hingga nafas mereka kembali teratur.

ÔÇ£hangat banget pejuh mas…ÔÇØ ucap asmi

ÔÇ£punya dinda juga…ÔÇØ balas wongso

ÔÇ£tresno karo mas (cinta sama mas)ÔÇØ ucap asmi

ÔÇ£I LOVE YOUÔÇØ balas wongso, mereka kemudian berciuman

ÔÇ£Masih banyak ndak mas mayonesnya…ÔÇØ ucap asmi

ÔÇ£pasti banyak kok tenanng saja…ÔÇØ ucap asmi

ÔÇ£kalau banyak, sampai pagi ya mas… kalau bisa besok juga… seharian…ÔÇØ ucap asmi

ÔÇ£waduh…ÔÇØ ucap wongso

ÔÇ£tenang, besok warung tutup ibu, bapak, sama adik mas mau jalan-jalan katanyaÔÇØ ucap asmi

ÔÇ£lho mas kok ndak diajak…ÔÇØ ucap wongso

ÔÇ£asmi yang minta…ÔÇØ ucap asmi kembali, wongso tersenyum lebar karena mulai detik ini hingga kepulangan keluarganya dia akan berolah raga seharian.

ÔÇ£waduh… mati aku, lusa aku harus rongten pinggul ini…ÔÇØ bathin wongso

Setelah itu mereka melepas semua pakaian mereka. Tubuh asmi yang rebah di kasur, tubuh yang langsing dihiasi dengan payudara besar menjadi pemandangan indah untuk wongso yang berlutut diatas asmi sedangkan terong yang kembali menegang seakan akan siap memasuki tempe asmi. Wongso mengambil sesuatu dari celananya, digenggamnya agar asmi tidak melihatnya dan kemudian diletakan diantara payudara asmi. Ketika genggaman tangan wongso terbuka, mata asmi berbinar-binar.

ÔÇ£mas…ÔÇØ ajak asmi, yang melebarkan kedua tangannya dan…

Dewo pulang setelah diantar aris, motor akhirnya dibawa oleh aris pulang ke rumah kekasihnya. Sedangakan dewo diturunkan aris tepat didepan rumahnya. Dewo memasuki rumah yang sepi ini, kedua orang tua dewo selalu tidur lebih awal karena memang seorang pedagang selalu harus bangun pagi. Didepan rumahnya dewo mencuci mukanya, menghilangkan bekas darah dan lain sebagainya.

Rumah yang tampak sepi sudah menjadi kebiasaan dewo, mengambil minuman dingin dan meminumnya. Melangkah ke kamarnya dengan sejuta rasa lelah, dewo duduk dikursi putar yang beroda dikamarnya. Meja kamarnya selalu menjadi tempat ternyaman baginya untuk meletakan kepalanya. Beberapa saat kemudian dewo mengangkat tubuhnya, merenggangkan tubuhnya, kedua tangannya terbuka lebar tapi tiba-tiba saja kedua tangan itu diraih oleh seseorang dan ditekuk kebelakang sandaran kursi. Dan klek… klek… tangan dewo terborgol dibelakang. Dewo diam tak berani menoleh kebelakang karena dia sudah tahu siapa yang ada dibelakangnya walau dia sedikit heran kenapa bisa orang ini bisa berada didalam kamarnya tanpa sepengetahuan dia. Sebenarnya dewo bisa saja berdiri, karena yang terborgol hanya tangannya. Terdengar suara pintu kamarnya tertutup dan terkunci.

ÔÇ£berbalik…ÔÇØ ucap orang tersebut, ya suara seorang wanita

Dewo memundurkan sedikit kursi beroda itu dan memutar kursi tersebut…

ÔÇ£Eh….ÔÇØ dewo terkejut

Seorang wanita, berambut panjang hingga pantat berdiri didepannya. Susunya sekal, menempel didada wanita tersebut, tubuhnya langsing. Wajahnya memakai rias secukupnya, wanita itu terlihat sangat cantik sekali ditambah bibirnya bergincu tipis. Tangan kanannya memegang kipas yang ditutupkan kemudian dipukul-pukulkan di telapak tangan kirinya. Pandangannya tajam kearah dewo. Dan yang jelas adalah wanita tersebut telanjang, dengan sebah kalung emas bergantungkan liontin bertulisakn D2, sebuag rantai monel mengelilingi pinggul wanita ini. dengan sepatu hak tinggi dia berdiri didepan dewo. Ya, wanita ini adalah dewi, mahasiswi perbankan. Kenapa dia bisa tergila-gila pada dewo? Karena memang dewo seorang pekerja keras dan diusia mudanya sudah membantu mengembangkan usaha Ayahnya dan berkembang pesat dan semua itu karena dewo. Bukan karena kekayaan dewo, tapi karena sifat pekerja keras dewo, kejujuran dewo, kasih sayang dewo dan… mungkin kalian perlu membaca percakapan dibawah ini, kenapa dewi tergila-gila…

Dewi melangkah ke arah dewo, dan dewo hanya bisa menelan ludah menyaksisakn tubuh indah itu. kaki dewi yang memakai sepatu hak tinggi itu naik ke tepat diselangkangan dewo tapi tidak menekannya. Diarahkannya kipas tertutup itu untuk menganat dagu dewo.

ÔÇ£Kamu siapa?ÔÇØ ucap dewi

ÔÇ£Aku… aku…ÔÇØ ucap dewo terbata-bata

ÔÇ£SIAPA?!ÔÇØ bentak dewi sedikit keras

ÔÇ£Aku budakmu…ÔÇØ ucap dewo

ÔÇ£Aku siapa?ÔÇØ ucap dewi

ÔÇ£Kamu, ratuku, eh Tuan Putriku… Nyonyaku…ÔÇØ ucap dewo dengan wajah sedikit takut tapi tetap bisa menikmatinya

ÔÇ£ohh… kamu budakku ya? hmmm…. jadi tubuh kamu milik siapa?ÔÇØ ucap dewi pelan dengan wajah menakutkannya

ÔÇ£Tubuhku milik nyonya….ÔÇØ ucap Dewo

ÔÇ£hmmm…. siapa yang menyuruh kontol kamu tegang!ÔÇØ ucap dewi sedikit keras

ÔÇ£Eh maaf nyah, maaf…ÔÇØ ucap dewo sedikit keras tapi tetap saja batang dewo tidak bisa tertidur

ÔÇ£Hmmm…. dasar budak nakal kamuÔÇØ ucap dewi, sedikit mengelus dan kemudian mencubit pipi dewo

ÔÇ£aku ingin…ÔÇØ ucap dewi terpotong

ÔÇ£WO, WI OJO SERU-SERU NGKO DIRUNGOKE TONGGONE! IBU KARO BAPAK MEH NGURUSI DAGANGAN DHISEK! (WI, Wo, jangan keras-keras nanti didengar tetangga! Ibu sama bapak mau ngurusi dagangan dulu!)ÔÇØ ucap ibu dewo, dewi spontan langsung mendekat ke arah pintu tanpa membukanya. Ya ibu dan bapak dewo selalu bangun malam mempersiapkan dagangan kalau dagangan banyak, tapi bangun jam 3 atau jam 4 jika dagangan masih sedikit

ÔÇ£Inggih bu, pangapuntenipun gih bu… (Iya bu, maafnya gih bu)ÔÇØ ucap dewi yang tiba-tiba wajahnya berubah menjadi lebut. Dewo hanya diam dan mengamati dewi

Dewi masih dibelakang pintu kamar dewo, menempelkan kupingnya. Setelah beberapa saat terdengar bunyi pintu rumah ditutup dan dikunci. Dewi kembali ke arah dewo, dan wajahnya kembali menyeramkan. Kakinya diangkat kembali ke selangkangan dewo.

ÔÇ£Sampai mana tadi budak?ÔÇØ ucap dewi

ÔÇ£Sampai, nyonya bilang aku ingin, begitu nyahÔÇØ ucap dewo dengan wajah takutnya

ÔÇ£oh iya iya…ÔÇØ ucap dewi kemudian menarik kaos dewo dan mendekatkan bibirnya di telinga dewo

ÔÇ£Aku ingin keluar tiga kali, setelah itu aku akan menjadi budakmu, kalau sampai kamu keluar dan aku belum keluar tiga kali….ÔÇØ ucap dewi berhenti, sebenarnya dia bingung ingin melanjutkan kata-katanya

ÔÇ£menjadi budak nyonya seterusnya aku juga mau nyah… jadikan aku budakmu terus aku mau nyahÔÇØ ucap dewo

ÔÇ£ooo jadi kamu ingin jadi budakku terus begitu?ÔÇØ ucap dewi

ÔÇ£Eh kalau nyonya inginnya seperti itu, aku mau nyah…ÔÇØ ucap dewo

ÔÇ£Tapi aku tidak suka sama cowok yang Cuma bisa jadi budak saja, ndak gentle! Ndak laki! Apa perlu aku mencari cowok lain saja?ÔÇØ ucap dewi dengan sedikit godaan, walau pada dasarnya dewi tidak mau selain dewo

ÔÇ£Nyonya… jangan nyah, budakmu ini pasti bisa buat nyonya keluar berkali-kali… pasti nyah…ÔÇØ ucap dewo dengan wajah memohon

ÔÇ£kalau begitu buktikan, dasar budak!ÔÇØ ucap dewi

ÔÇ£berdiri!ÔÇØ ucap dewi,

Dewo kemudian berdiri dari kursi, dewi melihat dengan satu ujung bibir yang menyungging. Perlahan dewi berjalan memutari dewo, sambil kadang memukulkan kipas tertutupnya itu di pantat dewo. Diambil sebuah gunting dan di robeknya semua pakaian yang menutupi dewo setelah pakaian celana dewo dilorotkan kebawah, bentakan keluar dari mulut dewi agar dewo melepas sendiri celana yang sudah turun hingga lutu dewo. Sembari menelan ludah, dewi sesekali melirik selangkangan dewo.

ÔÇ£Siapa yang menyuruh berdiri?ÔÇØ ucap dewi

ÔÇ£maaf nyah, saya tidak bisa menahannya…ÔÇØ ucap dewo dengan ketakutan

ÔÇ£oooo… jadi sudah mulai berani kamu ya budak!ÔÇØ bentak dewi, walau dalam darahnya berdesir ingin sekali menerkam selangkangan dewo

ÔÇ£maaf nyah maaf…ÔÇØ ucap dewo sekali lagi meminta maaf kepada dewi

ÔÇ£berlutut!ÔÇØ ucap dewi

Dewo kemudian berlutu, matanya kemudian ditutup kain oleh dewi. Dijambaknya rambut dewo kebelakang, hingga kepala dewo menengadah keatas. Dewi kemudian berjalan kedepan, dikangkanginya kepala dewo.

ÔÇ£Ayo jilat budak!ÔÇØ ucap dewi, dewo mencium bau harum di vagina dewi langsung menjulurkan lidahnya. Dewi menggigit bibir bawahnya, menahan desahnya.

ÔÇ£bodoh! Itil aku budak!ÔÇØ ucap dewi, walaupun sebenarnya jilatan dewo sudah pas pada itiil dewi

ÔÇ£Arghh… yah begitu budakku… arghhh kamu pintar sekali, sedot! Jiilat yang kuat!ÔÇØ bentak dewi yang selalu mencoba keras terhadap dewo tapi seandainya dewo bisa melihat ekspresi dewi yang sudah terbawa ole nafsunya. Lama sekali dewo menjilati vagina dewi, hingga dewi merasakan sensasi luar biasa dari perbuatannya sendiri.

ÔÇ£Argh… dasar budak pintar! Arhgh… terus aku mau keluar owhh yah terus budakku owh…. agh lidahmua pas sekali yah terushhhhh….ÔÇØ rintih dewi hingga akhirnya tubuhnya mengejang menjambak rambut dewo dengan sangat keras

Tubuhnya lemas, dewi mundur dan duduk didepan dewo sambil merasakan sisa-sisa kenikmatan dari lidah dewo. Dipandanginya sejenak batang dewo yang menjulang keatas, tangannya sudah hampir meraihnya namun tidak secepat itu. dewi kemudian mengangkangi batang dewo, diarahkannya batang itu ke vaginanya. Diturunkannya pantat dewi, dewi menahan sakit merasakan batang besar itu masuk. Matanya terpejam, bibir bagian bawah masuk kedalam mulutnya. hingga blesh…

ÔÇ£ARGH!…ÔÇØ teriak dewi tak mampu menahan lagi, kedua tangannya memegang bahu dewo

ÔÇ£nyonyah… nyonyah tidak apa-apa?ÔÇØ ucap dewo

ÔÇ£Diam kamu budak! Kontol kamu ini kecil tahu!ÔÇØ bentak dewi

ÔÇ£maaf nyonyah… maaf, tapi budakmu ini berjanji akan memuaskannn erghhh…ÔÇØ ucap dewo mulai merintih ketika tubuh dewi yang sudah tidak tahan memompa masuk batang dewo

ÔÇ£Argh! Jangan sekali-kali arghh kamu mendesah… atau aku tampar kamu… arghhh…ÔÇØ ucap dewi, dan dewo hanya mengangguk menahan nimmat dibatang kemaluannya

ÔÇ£Aduh mas, batang kamu ini besar sekali, sumpek didalam vaginaku. Ugh… mas dewo… cintaku ough… aduh mas, mentok banget sayangku, ouegh…ÔÇØ bathin dewi

Dewi kemudian memompa semaki kencang semakin keras, hentakan demi hentakan dirasakan sangat nikmat oleh vaginanya. Kepala Dewi menggeleng-geleng merasakan nikmat dari dalam vaginanya. Pinggulnya seakan kehilangan kontrol dari otaknya, bergoyang memompa sendiri tanpa mau berhenti. lama dalam posisi itu, hingga akhirnya tubuhnya ambruk ke arah dewo, tangannya sudah tidak mampu lagi memgang bahu dewo. Cairan hangat dirasakan oleh dewo pada batang kemaluannya. Dewi mengatur nafasnya, kembali menjadi kejam untuk kesekian kalinya. Dewi kemudian naik ke tempat tidur dewo dan berposisi menungging.

ÔÇ£Budak berdiri kamu! has has has… cepat!ÔÇØ bentak dewi

Dewo kemudian berdiri, dewi sedikit bangkit dan memegang batang dewo. Ditariknya batang itu dan diarahkannya ke vaginanya. Dewi kemudian membentak dewo untuk menggoyang. Tubuh dewi menjadi sangat lemas, kalah akan rasa nikmat yang diberikan oleh batang kemaluan dewo. Tangannya sudah tak mampu lagi menahan tubuh bagian depanya. Tapi dewo terus menggoyang dan menggoyang. Dewi di kasur dan dewo berdiri diatas lantai kamarnya. Gonacangan yang diberikan dewo membuat dewi semakin kelojotan tak karuan.

ÔÇ£argh… argh… terushhh terushhh aku hampir sampai terush yah terushhh owh… dalam sekali enakhh sekali oughh… yah terushhh ahhh kontol kamu enak nikmat sekali ough… yah terushhh aku hampir sampai arghhh yah arghhh arghhh ah ah ah ah ah ah….ÔÇØ

ÔÇ£terushhh owghhhhh aku sampaiiiiii arghhhhhhhh….ÔÇØ racau dewi, tubuhnya jatuh kedepan batang dewo terlepas dari vaginanya

Dewo masih berdiri tegap dengan mata tertutup. Dewi mencoba mengatur nafas meraskan kenikmatan ketiga yang dirasakannya. Dewi membalikan badannya dan menatap dewo dengan senyum kepuasan. Dewo bangkit dan mearik dewo hingga terjatuh disampingnya, dibuka borgol pada tangan dewo kemudian dewi membalikan tubuh dewo. Klek… klek.. klek…

Dewi membuka telapak tangan dewo, diletakannya sesuatu ditangan dewo. Penutup mata dewo dibuka…

ÔÇ£Tuan budakmu siap melayani tuan…ÔÇØ ucap dewi dengan tali yang melingkar di lehernya, dewo terkejut melihat dewi seperti ini padahal sebelum-sebelumnya tidak pernah seekstrim ini. ditariknya dewi hingga jatuh dipelukannya.

ÔÇ£okay… sekarang Cuma satu syaratku saja…ÔÇØ ucap dewo dengan tersenyum

ÔÇ£Apa tuan…ÔÇØ ucap dewi tersenyum

ÔÇ£itu yang berdiri di selangkanganku jangan sampai terlepas dari dalam selangkanganmu manis… atau…ÔÇØ ucap dewo sembari mengelus leher dewi

ÔÇ£jangan tuan, budakmu akan selalu memasukan batang tuan di vagina… jangan cari cewek lain tuan…ÔÇØ ucap dewi

ÔÇ£Ssssttt.. mana mungkin aku cari cewek lain… paling aku akan mencari cewek lain dengan nama rahayuningtiyas…ÔÇØ ucap dewo, dewi tersenyum karena rahayuningtiyas adalah namanya, Dewi Rahayuningtiyas.

ÔÇ£oh ya budakku yang cantik, kayaknya kamu ini kurang masa Cuma tali saja dileher kamu. harus aku tutup mata kamuÔÇØ ucap dewo,

Dewo tersenyum dan bangkit, duduk bersimpuh. Ditutupnya mata dewi dengan penutup mata yang baru saja dia kenakan. Dewo kemudian berdiri ditariknya kedua tangan dewi kebelakang, diikat dengan kedua tangan dewi dengan kain, ikatanya longgar. Tapi dewi merasakan sesuatu yang aneh, setelah kedua tangannya diikat. Dewo kemudian merebahkan tubuhnya, mengangkangan kakinya dengan batang yang tegak.

ÔÇ£budakku… ayo puasi aku, dan tepati janjimu…ÔÇØ ucap dewo, sedikit banngkit untuk membuka penutup mata dewi

Dewi, membuka matanya tangannya kemudian dia paksa untuk lepas dari ikatan dewo. Dilihatnya sesuatu ditangannya, dan juga dirabanya sesuatu dilehernya. Air matanya keluar, senyum kebahagiaan terlukis di bibirnya. Ditubruknya dewo, dengan cepat batang dewo juga dimasukan dengan paksa ke vaginannya.

ÔÇ£tuan… selamanya kamu akan jadi tuanku dan juga budakku…ÔÇØ ucap dewi, dewo tersenyum dan langsung meaik turunkan pinggul dewi

Selanjutnya?

Aris pulang dengan tubuh sangat lelah setelah malam ini bertualang bersama koplak. Memasuki halaman rumah yang sudah menjadi tempat tinggalnya selama ini. kamarnya berada terpisah dari rumah utama, berada dibelakang rumah utama. Aris melepas semua pakaiannya dan kemudian membasuh semua luka dan kotoran di kran depan kamarnya. Sejenak dia menyulut dunhill mild, hingga satu batang terbakar habis. Dengan rasa lelah, dia memasuki kamarnya, dinyalakan lampu kamar. Aris tampak terkejut, melihat apa yang ada diatas kasurnya. Tangannya masih bergerak perlahan menutup pintu kamarnya hingga tertutup rapat.

ÔÇ£miaow…ÔÇØ ucap seorang wanita yang menirukan suara kucing. Tubuhnya telanjang dengan bandi kucing berada dikepalanya. Dan ekor-ekoran yang diikatkan pada pinggangnya.

ÔÇ£EH… Risa… eh kok…ÔÇØ ucap Aris masih terkejut, Risa ya nama wanita itu, pacar aris kemudian bangkit layaknya seekor kucing yang merangkak menuju ke arah aris.

ÔÇ£Risa sayang…ÔÇØ ucap aris kedua kalinya tapi tak digubris oleh wanita tersebut. Risa terus merangkak mendekati ari, dibukanya celana aris dengan kasar hingga muncul batang yang menegang perlahan dihadapan wajah risa.

ÔÇ£Risa ugh…. erghhh sayang… sayang ughhh… risa sudah sayang… erghhh…ÔÇØ ucap aris

Tapi risa tetap diam dan terus menjilati batang aris, sesekali dikulumnya batang itu hingga masuk sampai tidak terlihat lagi. Aris hanya bisa bersandar pada dinding dan melihat risa, kekasihnya, menikmati batang kemaluannya. Pandangan aris tidak bisa leas dari risa, susunya yang masuk dalam kategori besar itu menggelantung walau hanya terlihat dari samping tapi itu membuat darah aris mendidih. Ditariknya perlahan kepala risa.

ÔÇ£Ayo sayang disana…ÔÇØ ucap aris meunjuk ke arah tempat tidurnya.

ÔÇ£miaow…ÔÇØ ucap risa yang kemudian merangkak cepat ke arah tempat tidur.

Risa memposisikan diri menungging ke arah aris. Aris dengan lembut mengelus-elus pantat risa, risa hanya bisa memiaow-miaow saja. aris kemudian berjongkok dilantai, tiba-tiba risa bangkit dan menggeleng-gelengkan kepala ke arah aris.

ÔÇ£mau langsung?ÔÇØ ucap aris

ÔÇ£MIAAAAAOOOOW…ÔÇØ ucap risa dengan senyum lebar, risa kemudian menungging kembali

Aris mengarahkan batang kemaluannya ke vagina risa, dengan perlahan tapi pasti, masuknya batang itu sedikit membuat pinggul risa terangkat. Hingga pada bagian dalam vaginanya terasa sangat penuh membuat risa menahan jeritnya. Laki-laki inilah yang risa beri selaput dara miliknya, yang membuat hari-hari risa penuh dengan kebahagiaan. Kadang marah, kadang cuek tapi itulah namanya hubungan selalu ada rasa seperti itu. cemburu? Pastilah kalau tidak ada rasa cemburu, tak ada cinta namanya.

ÔÇ£digoyang mashhh…agh…ÔÇØ ucap risa tiba-tiba

ÔÇ£kucing manisku… he he he… boleh ndak mas megang susunya…ÔÇØ ucap aris menggoda

ÔÇ£boleh sih… tapi digoyang dong mas…ÔÇØ ucap risa

ÔÇ£begini sayangku… ufthh… kamu itu aneh-aneh saja… aduh sayang susu kamu besar, memek kamu nyepit banget sayanghhhh erghhhh…ÔÇØ ucap aris yang membungkuk sambil menggoyang pinggulnya dan meremas susu besar risa.

Pinggulnya terus bergoyang, tak puas dengan posisi kucing nungging ini. aris dengan perlahan membalikan tubuh risa, risa yang matanya sudah tampak memperlihatkan kepuasan itu menurutinya. Tubuhnya berbalik dengan batang aris masih menancap dengan cepat aris langsung menurbuk susu itu, sambil terus menggoyang pinggulnya. Aris menjilati puting susu risa dengan sangat ganas, kedua tangan aris meremas pangkal susu risa dengan keras. Risa hanya mampu memegang kepala aris, menikmati sensasi menjadi kucing manis aris.

ÔÇ£miauhhhhh… sayang, risa mau kehhhluarhhh erhhhh ah ah ah ah… sayang risa pengen peju arishhh… risa pengen dipejuhin arishhhh ahhhh ahhhah ah ah ah ah….ÔÇØ racau risa menerima setiap gempuran aris

ÔÇ£pejuhin dimana sayanghhh ah ah ah ayo sayang… risa pengen dipejuhin dimana, aris mau sayanghhh owhhh…ÔÇØ racau aris yang bangkit dan memegang pinggul risa

ÔÇ£risa pengen mimi peju arishhh erghhh risa mau keluar sayanghhh…ÔÇØ racau risa

ÔÇ£iya sayang…. ah ah ah ah…ÔÇØ jawab aris

Dengan posisi terlentang ini, pemandangan dimata aris sungguh indah. Membuat darahnya mendidih, menguap ditambah lagi wajah risa yang memerah dan juga susu risa yang naik turun. Lama menggoyang, tubuh risa tiba-tiba saja mengejang bertepatan dengan ujung batang aris hendak muncrat. Dengan cepat dicabutnya batang aris dari vagina risa, aris langsung melompat ke atas kasur dan diarahkan batangnya kemulut risa. Mulut risa membuka dan aris langsung mendorong masuk batangnya kedalam mulut risa. Risa mengulum sambil sedikit mengejang, karena orgasmenya.

Setelah semua sperma keluar, aris mengelus kepala risa…

ÔÇ£kok mas cepet banget? Hassssssh hasssssshÔÇØ ucap risa

ÔÇ£mungkin kelelahan sayang, istirahat bobo yuk…ÔÇØ ucap aris

ÔÇ£tapi nanti pagi… habis sarapan kucing jantanku ini harus dan pokoknya harus… didalam kamar ndak boleh keluar-keluar slrrrp… slurrpp…ÔÇØ ucap risa

ÔÇ£kalau keluar untuk ngrokok sebentar sayang…ÔÇØ ucap aris dengan batangnya dijilati risa

ÔÇ£merokok apa dirokok? Sluurrrp… pilih sendiriÔÇØ ucap risa, aris tak bisa apa-apa lagi

ÔÇ£dirokok sayang tapi… pakai ini lagi ya kucing betinaku…ÔÇØ goda aris yang langsung memposisikan tubuhnya disamping risa. Aris mencoba mencium risa

ÔÇ£eit… sebentar sayang, masa sayang mau ngrasain peju sayang sendiri… ndak boleh peju sayang Cuma buat risa, nanti ya sayang risa mau cuci mulut dulu…ÔÇØ ucap risa bangkit dan mengambil selimut untuk menutupi tubuhnya, keluar sebentar dan berkumur diluar kamar aris

Setelahnya, sepasang kekasih ini tidur dengan berpelukan erat. Lampu kamar yang telah dimatikan membuat suasana semakin panas. Ah… kucing jantan dan betina… Aris kemudian menggenggamkan sesuatu di tangan risa.

ÔÇ£eh… mas…ÔÇØ risa terkejut dan langsung membuka selimut, melihat apa sebenarnya ditangan namun aris tetap memejamkan matanya pura-pura tidur. Mata risa berbinar-binar…

ÔÇ£mas… miaow banguuuuun… kucingmu pengen lagi…ÔÇØ ucap risa

ÔÇ£besok saja sayang, kan masih lama…ÔÇØ ucap aris tetap memejamkan matanya, ditariknya risa kedalam pelukannya

ÔÇ£ini benar mas?ÔÇØ ucap risa menanyakan kotak transparan yang digenggamnya

ÔÇ£kalau ndak benar, terus?ÔÇØ ucap aris

ÔÇ£hati-hati lho mas…ÔÇØ ucap risa

ÔÇ£Eh, hati-hati kenapa?ÔÇØ ucap aris membuka matanya, diangkatnya dagu risa

ÔÇ£kalau nikah sama kucing entar anaknya banyak, tahu sendiri kan kucing anaknya ndak mungkin Cuma satuÔÇØ goda risa

ÔÇ£ndak papa anaknya banyak, Yang penting bapaknya Cuma kucing jantan iniÔÇØ ucap aris

ÔÇ£iiih… papa ucing ndak boleh lemes lho besokÔÇØ ucap risa

ÔÇ£ibu ucing tuh yang ndak boleh lemes… bobo dulu yukÔÇØ ajak aris

Apa mungkin besok aris juga akan memakai bando telinga kucing ya? ah… tak ada yang tahu, yang jelas semuanya akan menjadi liar esok hari…

ÔÇ£Thanks Ar…ÔÇØ bathin aris, sebuah memori berputar kembali di otak aris dimana dia dulu mengijinkan risa untuk mengikuti acara cosplay yang diadakan oleh kelompok pecinta cosplay disebuah gedung. Tapi arya datang ke aris, mengatakan agar risa tidak diijinkan karena itu acara yang tidak resmi dan para aggotanya tidak jelas berasal darimana tapi aris menolaknya karena dia sangat mencintai risa, aris sempat adu mulut dengan arya hingga sebuah bogem mentah medarat di pipi arya. Bahkan aris sampai menuduh arya kalau arya iri dengannya. Ingatan aris masih jelas, ketika itu arya hanya tersenyum dan pergi. Setelah 2 jam kepergiaan arya, aris mendengar kabar kalau digedung tempat risa mengikuti acara digrebek oleh satuan aparat keamanan. Aris datang ke gedung, dan bertanya kepada aparat yang masih sibuk dan dia mendapatkan informasi kalau kelompok itu hanya memanfaatkan identitas untuk pesta narkoba serta pesta seks. Kelompok tersebut memang sudah lama menjadi incaran polisi setempat, dan mejadi target operasi. Saat itu dia kalut dan bingung namun dari belakang sebuah tangan memeluknya, dia mendapatan risa dalam kondisi selamat. Tangis haru menyelimuti merea berdua.

ÔÇ£Waktu risa mau di gituin… arya datang dengan marah dan mengobrak-abrik tempat itu sendirian. Tadi arya sempat dihajar habis-habisan tapi dia terus berkelahi dan bisa membawa risa keluar bersamaan dengan aparat datangÔÇØ ucap risa, aris terhenyak tak menyangka arya yang menyelamatkan kekasihnya. Sekilas dilihatnya arya tersenyum dengan darah dikepalanya, tak jauh dari tempatnya berdiri. Aris menangis sejadi-jadinya… dia melepaskan pelukan risa, risa paham, tapi langkah aris terhenti… ketika sebungkus rokok terbang kearahnya…

ÔÇ£Rokok dulu bro…ÔÇØ ucap arya

ÔÇ£Makasih cat…ÔÇØ ucap aris yang sedang menangis

ÔÇ£sekali sahabat selamanya sahabat… dasar ahli keris!ÔÇØ ucap arya, mereka bertiga kemudian tertawa bersama-sama

ÔÇ£KOKO SAYAAAAAAAAAAAAAAAAANG!ÔÇØ teriak dira ketika dira sudah berada didepan cafe milik eko

ÔÇ£iya, sayangku dira….ÔÇØ ucap eko yang berlari kemudian berdiri didepan cafe, sembari membuka tangan

ÔÇ£EKO CINTAKU, DIRA PULAAAANG!ÔÇØ teriak dira, yang berlari kearah eko

Mereka kemudian berpelukan didepan cafe, dengan sangat bernafsu dira menarik eko ke cafe yang tentunya sudah sepi ini. ditengah-tengah cafe ini, dira langsung melorotkan celana eko. Ganas, sangat ganas, dira melumat batang eko dengan sangat kejam, menyedotnya. Membuat eko menjambak rambut dira, bukannya ditahan malah kepala dira dimaju mundurkan dengan sangat kasar. Dira bahkan tidak menghentikan aksi eko tapi menikmatinya. Kepalanya maju mundur, lidahnya menyapu batang eko.

ÔÇ£Ayo Cintaku eko, sodok memek dira, anus dira… batang eko pokoknya untuk dira…ÔÇØ goda dira

ÔÇ£owh diraku sayang, kamu memang benar-benar seksi sayang… mulai malam ini, sampai besok pagi eko akan siksa memek sama anus dira…ÔÇØ ucap eko

ÔÇ£aw… iiiih takuuuut… jangan disiksa dong eko sayang tapi kalau bisa lebih kejam lagi sayangkuwh…ÔÇØ ucap dira

ÔÇ£eh eh eh… ternyata diraku ini mula nakal ya…ÔÇØ ucap eko

Tanpa basa-basi lagi, eko menubruk dira hingga terlentang. Celana dalam dira tak perlu dilepas, karena sudah ada lubang berbentuk bibi pada celana dalam dira. Diarahkannya, batang eko itu kedalam memek sintetis dira. Dira menjerit kegirangan, tangannya langsung melepas semua pakaiannya yang dikenakannya sendiri. payudara yang berada didadanya tampak membusung bergerak naik turun. Tubuh telanjang dira membuat eko semakin beringas,. Ah, entah kenapa bisa seperti ini? kalau memang menyukai sesama kenapa dira harus dioperasi menjadi perempuan. ternyata semua berawal dari eko yang jatuh cinta kepada Sudira dalam keadaan laki-laki, awalnya eko memang menyukai dira dengan tubuh prianya. Tapi akhirnya, karena mereka saling mencintai dan berpandangan hidup bersama. akhirnya dira meminta eko untuk menghoperasinya menjadi perempuan. eko pun setuju, itu demi kelangsungan kebersamaan mereka.

Goncangan demi goncangan terus didapat oleh dira, dengan cekatan eko membalik tubuh dira. Diangkatnya tubuh dira hingga berdiri. Dira mengerti maksud eko, dira sedikit membungkuk. Eko langsung memasukan batangnya ke anus dira.

ÔÇ£Ayo sayangku, kita jalan-jalan di cafe sudah lama kita ndak jalan-jalan muteri cafehhh hash hash…ÔÇØ ucap eko sambil menggoyang pinggulnya

ÔÇ£Eghh eko nakkhhhalll ughhh kontol eko gede banget… ughh ayo sayang…ÔÇØ ucap dira

Sambil menggoyang mereka berjalan mengitari cafe, tak ada orang tak ada satupun. Sepi, hanya desahan dan rintihan kenikmatan keluar dari mulut mereka. hingga didekat kolam, dira yang mengulum batang kemaluan eko hingga muncrat kesemuannya. Wajahnya penuh dengan sperma eko..

ÔÇ£sampai pagi sayang?ÔÇØ ucap dira, eko hanya mengangguk

ÔÇ£dira, mau ndak aku ajak ke belanda…ÔÇØ ucap eko

ÔÇ£iiih jauh banget masa main saja ke belanda?ÔÇØ ucap dira

ÔÇ£kita nikah sayang…ÔÇØ ucap eko

ÔÇ£Eh… eko??????ÔÇØ ucap dira

ÔÇ£eko mau apa? Mau masuk dari mana? Anus, vagina, apa mulut… cepet eko… cepeeet..ÔÇØ ucap dira

ÔÇ£aku mau kamu sayang…ÔÇØ ucap eko, selebihnya? (nubie ndak tahu permainan seks antar lelaki yang sudah berganti kelamin dengan lelaki, so… i dunno)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*