Home » Cerita Seks Ayah Anak » Kisah Keluarga Citra 11

Kisah Keluarga Citra 11

Setiap hari, Citra disibukkan dengan segala tugas rumah tangganya. Mulai dari membesihkan perabot, menyapu lantai, mengepel, memasak, mencuci baju, mencuci piring, menjemur pakaian hingga menyetrika. Benar-benar hal yang sangat melelahkan badan. Namun, ia tak pernah mengeluh. Hal itu selalu dilakukan Citra dengan riang. Ia hanya berpikir, selain untuk menyibukkan diri, hal itu juga bisa sebagai sarana buat berolahraga. Tak heran, diusianya yang sudah kepala 3, bentuk tubuhnya masih terlihat begitu bagus, singset dan kencang. Tak kalah dengan tubuh remaja masa kini.

Begitu pula dengan hari ini, setelah selesai membenahi halaman dan lantai bawah, Citra pun mulai membenahi lantai 2. Lantai dimana terdapat kamar kedua anaknya.

Masuk ke kamar Clara, Citra tak menemukan banyak pekerjaan yang berarti. Karena kamar Clara sudah rapi dan wangi, hanya pakaian kotor saja yang perlu ia bereskan. Namun, begitu memasuki kamar Ciello, ibu muda itu selalu menggeleng-gelengkan kepala.

Kamar Ciello selalu saja mirip kapal pecah, tak peduli sesering apapun ia bereskan, kamar itu bakal selalu berantakan. Seolah setiap hari, selalu ada angin puyuh yang masuk dan mengobrak abrik seluruh isi kamar Ciello.

Perlahan, Citra meletakkan semua perabotan Ciello pada tempatnya. Buku, mainan, komik, majalah, sepatu, hingga pakaian, semua Citra benahi hingga rapi. Tak terkecuali gumpalan-gumpalan tissuu yang berserakan dilantai, Citra buang semua ke tempat sampah. Hingga akhirnya, ketika Citra melihat layar laptop yang terbuka, timbul rasa penasaran pada hatinya. Terlebih ketika gunungan tissu yang teronggok banyak di bawah kolong meja.

“Pasti… Laptop ini sering digunakan Ciello untuk ngocok kontol besarnya sambil menikmati film-film porno…” Batin Citra yang kemudian menekan tombol power.

Sejenak, Citra menatap kelayar desktop. Ke arah wallpaper laptop Ciello yang menampilkan photo keluarga ketika mereka sedang berada di pantai. Citra dan Clara sedang mengenakan bikini kecil berwarna cerah.

“Gambar yang manis….” Ucap Citra dalam hati sambil menggerakkan mouse kearah media player dengan jemari lincahnya. Lalu, ibu dua anak itu mengklik tombol history filenya, mencari tahu apa saja file yang sering anaknya lihat selama ini.

Cum in my Mom’s Pussy
Mother at Night
Forbidden Mother and Child Swapping
Incest Mother Anal
Fuck Mother’s Pussy and Ass

“Hmmm…. Ini khan judul-judul file bokep incest….” Ucap Citra dalam hati sambil terus mengurut daftar putar film Ciello kebawah. “Iya…. Ciello gemar menonton film-film incest…”

Setelah membaca beberapa judul file tersebut, wajah Citra seketika memanas. Dadanya berdebar lebih kencang dan nafasnya mulai memburu. Dan dengan satu jentikan jari, Citra meng-klik salah satu judul koleksi film Ciello.

“Astagaaa…. ” Kaget Citra sambil duduk terpaku didepan layar laptop. “Kok pemain cewenya mirip banget denganku ya….?”

Sambil melihat dengan seksama, Citra menatap tajam ke pemeran wanita di film. “Usianya kurang lebih sama denganku…. ” Batin Citra, “Dan Astaga…. Dia sedang di’pake’ oleh dua orang pria… Satu dimulut… Satu dimemek….” Tambahnya lagi.

“Wuuiihh…. Gimana rasanya ya dientot kontol segedhe itu…? Apa nggak sakit tuh lubang….? Dipakenya kasar banget kaya gitu….?” Tanya Citra dalam hati sambil terus mengamati jalan cerita film porno yang ada dihadapannya. Dan anehnya, walaupun pemeran wanita itu dikeroyok oleh dua orang pria, namun wanita tersebut terlihat begitu menikmatinya. Sama sekali tak ada perasaan takut, khawatir ataupun perasaan keberatan lainnya. Ia benar-benar menikmati persetubuhan dengan kedua lawan mainnya. Wanita itu benar-benar profesional.

“Astagaaa… itu khan threesome….?” Lenguh Citra lagi dalam hati.

Dengan seksama, ibu dua anak itu memperhatikan setiap detail film yang ada didepannya. Membuat detak jantungnya berdenyut semakin cepat dan memompa darah birahinya keseluruh tubuh. Vaginanya mulai terasa panas dan berdenyut hebat, seolah baru saja mendapat sebuah kegembiraan baru. Puting dan klitorisnya juga semakin berteriak-teriak untuk meminta diperhatikan lebih jauh.

“Oohh…. Sepertinya enak sekali tuh memek wanitanya…. Disodok-sodok… Ooohhh…. Oleh dua kontol besar sekaligus… ” Desah Citra yang sepertinya tidak menyadari dengan erangan dan usapan tangannya yang mulai menyentuhi payudara dan pangkal selangkangannya. Ibu dua anak itu seolah tidak sadar ketika gerakan tubuhnya mendorong dirinya lebih jauh tenggelam dalam lautan birahi.

Sambil bersandar di kursi belajar Ciello, Citra membuka kedua kakinya lebar-lebar sebelum akhirnya, ia mulai mennyibakkan daster kecilnya keatas dan mengusap vaginanya pelan.

“Oooohhh…. Ehhhmmmm….” Desahnya bergairah, sambil terus mengusap kegatalan yang tumbuh hebat diantara kedua pangkal kakinya.
“Ooohhh… Ciellooo…. Mama nggak tahu Nak… Jika kamu suka banget nonton film seperti ini….” Lenguh Citra yang dengan satu gerakan cepat, ia berdiri dan menurunkan celana dalamnya hingga lepas. Kemudian duduk kembali dan kembali mengeksplorasi kenikmatan liang vaginanya lebih dalam lagi.

“Ooohh.. Yeesss… Yesss honneyy… Fuck your momma pussy…. Harder… Hardeeer….” Teriakan demi teriakan pemain porno yang sedang beraksi di film mulai terdengar jelas. Membahana didalam kamar. Membuat gerakan jemari lentik Citra semakin liar menusuki celah kewanitaannya. Matanya semakin fokus dan mulutnya semakin terbuka lebar, mendesahkan kalimat-kalimat kenikmatannya.

“Ooohh Ciello Sayaaang…. Masukin kontol besarmu Sayang… Masukiinnn…..” Erang Citra sambil terus menusuki vaginanya dengan jemari lentiknya.

Citra tak pernah membayangkan, jika menonton film porno akan terasa begitu mengasikkan seperti itu. Ia juga tak mengira jika dirinya bisa ikut terbawa cerita, menikmati film yang begitu menghanyutkan dan menggairahkan seperti itu.

Sembari menonton film porno, otak Citra segera membayangkan, bagaimana rasanya jika memiliki dua laki-laki yang begitu bernafsu untuk bisa membawanya mendapatkan kenikmatan orgasme seperti apa yang artis wanita di film porno itu dapatkan. Membayangkan jika suami dan anak lelakinya mau dengan sukarela untuk ‘memperkosanya’ dan memberikan kepuasan yang amat sangat kepada lubang yang ada di tubuhnya.

“Ooohh… Kira-kira mau nggak ya si Mike dan Ciello menyodokkan kontol-kontol besarnya ke mulut dan memekku…?” Batin Citra, “Bisa nggak ya aku mengatasi sodokan-sodokan kedua batang lelaki kesayanganku itu…? Ooohh….. Pasti bisa deh… Satu di memek…. Satu di mulut…” Gumam Citra sambil mengangkat bawahan daster tipisnya lebih jauh lagi hingga kearah leher, membuat payudaranya yang besar dan kencang dapat terlihat menggemaskan.

Citra tak pernah sekalipun membayangkan untuk menikmati tontonan barunya. Film porno incest yang menceritakan persetubuhan antara ibu ayah dan anak. Seolah terhipnotis, mata Citra terlihat seperti terpesona dengan cerita dan adegan film porno itu. Bahkan secara tak sadar, tubuh Citra berusaha merespon dirinya menjadi pemeran wanita yang ada di film.

Ya, Citra berlagak menjadi wanita yang ada di film porno itu. Satu tangan meremas dan memilin puting payudaranya sedangkan satu tangannya mengocok liang vaginanya.

CLOK CLOK CLOK CLOK
Suara vaginanya terdengar begitu basah ketika disodok-sodok oleh jemari lentiknya.
CLOK CLOK CLOK CLOK

“Ooohh…. NGEENNN… TOOTT…. Ehhmm…. ” Seru Citra, sambil terus menusuki liang vaginanya lebih dalam dan lebih cepat lagi. “Ooohh.. Mike…. Sayang… Sodokin kontol besarmu itu ke memek istrimu ini Sayang… Ooooohh… Ciello Ssaaayanggg…. Entotin juga mulut mamamu ini Sayang… Entotin terus…. Entot yang kenceng… ” Lenguh Citra sembari terus mencucuki vagina sempitnya dengan jari tangannya.

“Ooohh… Ngeeeennt… Tooottt….. Enak sekali saaaayaaannggg…..” Rintih Citra lantang. “Ooohhh…. Iyaaa….. Eeenaaak sekaaaaliiiii…… Terus sayang… Teruuusss… Entooot memek istrimu ini kencang-kencaaang….” Jerit Citra lagi.

Mungkin karena rumah masih dalam kondisi kosong, Citra tak segan-segan berteriak lantang seperti itu. Bahkan, untuk bisa semakin mendalami peran film pornonya, Citra membuka pahanya lebar-lebar, dan menaikkan satu kakinya keatas meja. Berusaha mendapatkan kenikmatan kocokan jemari lentiknya lebih jauh lagi.

“Ooohhh.. Iyaa… Iyaaa… Bener seperti itu Mikee… Oooohhh…. Entot memek istrimu ini Sayang…. Entot teruuusss…” Lenguh Citra keenakan, “Kamu juga sayang…. Entot mulut Mama kuat-kuat… Masukin seluruh batang besarmu itu kedalam mulut mama… Perkosa mulut Mama… Yang kuat sayang… Yang dalam…. Ooooohhh….” Racau Citra tak henti-hentinya.

Sebelumnya, tak pernah sekalipun Citra membayangkan jika menonton film porno bisa membawa kenikmatan sedahsyat itu. Membawa sensasi birahi sehebat itu. Dan karena film birahi itupun, gelombang orgasme Citra mulai berdatangan. Membawa gelitikan kejut nikmat kearah selangkangannya.

“Ooohhhh Mike Sayang….Sekarang gantian ya Sayang… Istrimu ini pengen ngerasain dientot di memek…. Oleh anak kandungmu…. ” Ucap Citra sambil terus berakting bak pemain film porno. “Iya Sayang… Mama pengen kontol besarmu… Masuk kedalam liang memek Mama…. ” Desah Citra sambil terus mengusap dan menggelitik celah kewanitaannya.

“Entot memek Mamamu ini Ciello… Entot liang tempat kamu lahir ini Sayang…. Ayo Ciello Sayang… Ayoo… Entot memek Mamamu iniiii…. Ooohh.. Ohhh… Ooooooohhhh… Ngeentooottt…” Seru Citra dengan tubuh yang mulai kelojotan, “Ooooohh… Iya… Iyaaaahhh…. Terus Sayang… Teerusss… Bikin Mamamu ini keluar Sayang… Eentot terus memek Mamamuuu iiinniiiii…. Ooohhh… Ngentotttt…. Ngeenttoooootttt…. Mama mau keluar Sayang…. MAMAAA MAAAU KEELUUUAAARRRR….. OOOHH… Kontol Ciellokuuu… Enak Bener Saaayaanggg…… OOOHHH….. NGEEENTTOOOOOTTTT…..”

CRET CREET CREEEEECEEETTT CREET CREETTT

Tubuh Citra mengejang, bergetar hebat, dengan disertai oleh semburan cairan vagina yang memancar kuat melewati mulut vaginanya. Menyembur kencang ke arah meja belajar dan lantai yang ada dibawahnya. Yak. Citra Orgasme Hebat.

Saking hebatnya Citra mengalami orgasme membuat dirinya bak orang ayan. Tubuhnya kejang tak dapat ia kendalikan. Mulutnya menganga dan matanya terbalik. Tangannya menggelepar dengan kaki yang menendang-nendang lirih ke segala arah.

CREEEEECEEETTT CREET CREETTT
“Ooohhh…. Saaayaaanggg…. Enaaak baaangeeeeetttt….”

Sejenak, Citra memejamkan mata dan mencoba mengatur nafasnya. Merasakan semburan gelombang orgasme yang menjalar cepat keseluruh organ intimnya. Merasakan kedutan nikmat yang menggulung-gulung di dalam liang peranakannya. Merasakan sensasi masturbasi terhebat yang pernah ia rasakan selama ini.

Dan sejenak pula vagina, payudara dan putingnya seketika menjadi sangat super duper sensitif.

“Mama….?” Tiba-tiba, Citra mendengar sayup-sayup suara memanggil dirinya, “Mama… Mama kenapa Ma…? Mama…?”
“Itu…. Seperti suara Ciello….” Pikir Citra dalam hati.
“Mama….? Mama… ? Mama nggak kenapa-napa khan Maa…?”
“Iya benar… Itu suara Ciello….” Batin Citra lagi sambil berusaha mengumpulkan kesadarannya, “HAAH… BENAR.. ITU SUARA CIELLO….. ” Tambah Citra panik sambil berusaha membuka kedua mata.

“ASTAGA…. SAYAAANG…. ” Dengan sekuat tenaga, Citra membuka kelopak matanya yang berat dan melirik kekiri, kearah tubuh Ciello yang ada disampingnya.
“Mamaaa….? Mama nggak kenapa-napa khaaannn….?” Tanya Ciello sekali lagi sambil kali ini, menggoyang tubuh Citra. Berusaha menyadarkan ibu kandungnya dari kegiatan mesumnya.
“I… Iya Saayang… Mama nggak kenapa-napa….” Jawab Citra yang kemudian menurunkan kakinya dari atas meja dan berusaha duduk dengan benar di kursi belajar Ciello.

“Ooohhh Yes… Yes Honey…. Put your monster cock in your mother pussy… Make your mother cum…Oh God! Yes… That’s it… You need to cum deep inside your mother womb….. Oooohhhhhhh Ffffffuck!….” Suara video porno di laptop masih terdengar keras,

“Waduh… Maaf Sayang….” Ucap Citra sedikit panik karena lupa mematikan video porno Ciello. Segera saja, Citra buru-buru mematikannya film porno itu dan menutup layar laptop putranya.

Dan, ketika Citra belum sepenuhnya sadar akan apa yang terjadi barusan, ia mendapati hal lain yang membuatnya semakin panik. Ibu dua anak itu melihat, dibelakang Ciello, terdapat ketiga orang temannya yang ternyata ikut masuk kedalam kamarnya.

“Astaga…. Kalian…. ?” Desah Citra lirih, seolah tak percaya jika dirinya tertangkap basah oleh putra dan ketiga orang temannya sedang melakukan aktifitas cabul terhadap tubuhnya.
“Ha.. Hai Tan…Tante….” Sapa Dylan dengan suara bergetar, berusaha menyamarkan rasa kagetnya.

Sejenak, ibu dan empat orang anak ini saling menatap selama beberapa detik. Citra yang masih belum sadar akan apa yang baru saja ia lakukan, masih bersandar di sandaran kursi dengan daster yang terbuka tinggi, memamerkan gundukan payudara besarnya dan celah selangkangan basahnya yang juga terpampang lebar.

“Astaga… Sayang…. ” Panik Citra, “Sejak kapan kamu pulang…?”
“Nggg…. Sejak Mama menggeliat-geliat keenakan sambil menyebut-nyebut nama Ciello….”
‘Ya ampuunn… Maaf-maaf…” Seru Citra yang buru-buru menurunkan daster tipisnya dan membenahi penampilannya. “Ooohh… Sialan…. Maaf Sayang… Mama nggak tahu kalo kalian sudah pulang…”

Ciello kemudian masuk kedalam kamar dan mengambil tissu, guna membersihkan ceceran cairan vagina Citra yang baru saja menyembur dan membasahi meja belajarnya. Sedangkan Citra, ia buru-buru bangun dari kursi belajar anaknya dan segera mengambil baju kotor Ciello dan membantunya membersihkan sisa-sisa muncratan lendir vaginanya yang juga membasahi lantai.

Dengan posisi merangkak, Citra mengelap semua cipratan lendir vaginanya di lantai. Dan akibat posisi merangkaknya, daster mini yang ia kenakan, sama sekali tak mampu menutup pantat dan vaginanya yang dapat dengan mudah terlihat jelas oleh Ciello dan teman-temannya. Bahkan ketika Citra mencoba membersihkan kolong meja belajar Ciello, ia malah semakin menunggingkan pantatnya, membuat celah vaginanya yang masih melelehkan lendir orgasmenya, dapat terlihat dengan sangat jelas. Merekah basah dengan lendir yang masih merembes keluar kehadapan mata ketiga teman Ciello.

“Astaga Booorr… Memek gundul MILF….” Bisik Dylan lirih sambil menyikut lengan Nando. “Ngeeentooot… Masih basah tuh….” Tambahnya lagi sambil kali ini meremasi lengan Nando gemas.
“Busyet… Iyaaa…. Mulus banget ituuu meekiiiii…. Bener-bener montok juga Booorr….”
“Anjrit…. Jadi pengen gw entotin tuh memeeeekk…. Mumpung masih basah…. Pasti legit banget ituuu….” Bisik Johan menambahkan. “Sumpah Boorrr… Memek Tante Citra ngegoda banget buat kita sodok rame-rame….”

Ciello yang mendengar bisikan ketiga temannya, buru-buru mengambil celana dalam Citra yang masih teronggok diatas meja. Setelah itu ia berjongkok kearah Citra dan memberikan celana dalam itu ke ibu kandungnya.

“I… Ini Maa… Celana dalamnya…” Ucap Ciello malu-malu, “Dipake dulu….”
“Eehh.. Iya Sayang…. Makasih….” Jawab Citra dengan wajah kikuk sambil menerima pemberian Ciello.
Namun, alih-alih segera memakai celana dalam, Citra malah hanya meletakkan kembali celana dalamnya di lantai dan kemudian kembali mengepel lantai kolong meja belajar Ciello lagi. Kali ini, Citra menunggingkan pantatnya lebih tinggi lagi, seolah sengaja memberikan banyak-banyak pemandangan liang surgawi kenikmatan para lelaki.

Setelah semua selesai, tak lupa Citra juga mengelap lantai tempat Ciello berdiri dengan posisi yang masih sama dengan semula. Merangkak sambil menggoyang-goyangkan tangannya kekiri dan kekanan. cepat. Membuat payudara besarnya yang mengintip dari celah leher dress tipisnya, ikut bergoyang manja seiring gerakan tubuhnya.

“Booorr… Tetek MILF Booorrr…… Gondal-gandul….. Gedhe bangeeeettt tuuuhhh….. ” Bisik Dylan lagi yang dianggukin oleh kedua temannya. “Pasti enak banget tuh tetek kalo diselipin kontol gw…”
“Yo’iii…. Lihat juga tuh puttiing Tante Citraa… Mancuuunggg jugaaaa….” Sahut Nando
“Buset dah… Mama Ciello emang bidadari…..” Seru Johan tak mau kalah.

Mendengar kekaguman ketiga temannya, Ciello buru-buru berjongkok didepan Citra. Ia meraih pundaknya dan mengangkatnya bangun.
“Udah Ma… Nggak usah dibersihiin…. ”
“Eh bentar sayang…. Ini…Anu Mama masih berceceran dilantai….” Jawab Citra malu-malu.
“Hhhhh…….” Hela nafas Ciello lirih, “Udah… Nggak apa-apa…. Biar Ntar Peju Mama biar Ciello aja yang ngelap…

Mendengar Ciello berkata vulgar seperti itu, membuat wajah Citra memerah. Dan mungkin karena malu, Citra segera berdiri “Baiklah kalo begitu….” Jawabnya sambil beranjak pergi meninggalkan kamar Ciello dan membawa bak cucian kotor yang ada di belakang pintu.

“Mama turun dulu ya Sayang….” Pamit Citra sambil berusaha memberikan senyum terbaiknya dan melangkah pergi.

Sepergian Citr, situasi di dalam kamar mendadak kikuk. Ciello masih tak habis percaya jika baru saja melihat ibu kandungnya sedang melampiaskan nafsu birahi di kamarnya. Dan yang lebih tak ia percayai adalah, Mamanya, menyebut-nyebut nama dirinya ketika ia sedang menikmati gelombang birahi dan orgasmenya.

“Ooh…. Mama…..” Lenguh Ciello sambil memasukkan tangannya kedalam celana sepedanya. Berusaha membetulkan posisi penisnya yang tertekuk ngilu terjepit kain ketat ditengah selangkangannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*