Home » Cerita Seks Mama Anak » Demi Kebahagiaan Ibu 3

Demi Kebahagiaan Ibu 3

Magrib pun tiba,dan uin telah menyelesaikan pekerjaannya dikebun.uin memang anak yang sangat rajin,ia tak suka setengah-setengah dalam hal menyelesaikan pekerjaan.

Huff…(sambil menghela nafas),akhirnya tuntas juga gumannya dalam hati.
segera ia menyimpan peralatannya kedalam gubuk.gubuk itu memang tempar menyimpan peralatan dikebun agar tidak repot-repot lagi membawanya lagi kerumah.
gubuk itu sengaja dibuat oleh ayah dodi dulu untuk tempat istirahat dan tempat menyimpan peralatan untuk bekerja dikebun.
kebun itu memang tidak terlalu kuas,layaknya hanya seperti pekarangan rumah saja.tapi kebun itu cukup rindang karena ditumbuhi pepohonan.
dikebun itu ditanam beberapa sayuran yang dulu ditanami ibu wiwid.lumayanlah hasil dari kebun itu,karena bisa menghemat sedikit pengeluaran ibu wiwid dalam hal keperluan makanan.

Setelah selesai menyimpan peralatannya uin pun bergegas pulang kerumah.tidaklah jauh jarak kebun itu dari rumah,hanya berjarak sekitar 200 meter saja.sepertinya uin sudah tenang dari kejadian didalam gubuk tadi dengan ibu wiwid.kelihatan dia sudah membuang jauh-jauh pikiran kotornya.

Uin pun sampai dipekarangan rumah dodi,karena memang kebun itu terletak tak jauh dari belakang rumah dodi sehingga dodi pulangnya jelas melalui belakang rumah.

Sesampainya didapur rumah,alangkah terkejutnya dodi melihat ibu wiwid yang hanya mengenakan handuk saja didapur rumah.
rupanya ibu wiwid baru saja selesai mandi.kembali hati uin berdetak melihat pemandangan itu,matanya tak pernah lepas melihat ibu wiwid…nafsunya kembali naik dan kontolnya kembali mengeras sewaktu digubuk.
rupanya ibu wiwid baru saja selesai mandi.

Ibu wiwid: eh nak,kok ampe magrib gini sih pulangnya ( menyapa uin)

Uin masih kelihatan bengong melihat ibu wiwid.kontolnya benar-benar sudah tegang sekarang.uin mulai bernafsu.melihat tali BH yang dikenakan ibu wiwid saja sudah membuat uin menelan air liurnya.sekarang ia bener-benar bernafsu melihat ibu wiwid.apalagi paha mulus ibu wiwid terlihat karena handuk yang menutupi tubuh wanita paruh baya ini tidak sampai kelutut.

Uin: (tersentak karena sapaan ibu wiwid )
Ehh….ia mak,tadi uin bersihkan kebunnya ampe selesai.

Ibu wiwid :ia,tapi kan jangan sampai kamu capek kali nak.

Uin:ahhh….ngak kok mak,tanggung klo ditinggalin tadi kerjaannya.lagian klo udah selesaikan besok bisa ngerjain yang lain mak.

Ibu wiwid :hmmmm…..kamu memang anak mama yang paling rajin.sini mama cium dulu nak.

Sambil mendekat kepada uin,ibu wiwid pun mencium kening uin.tersentak uin mendapat perlakuan seperti itu.uin pun semakin gemetaran dengan suasana sore itu.

Ihh anak mamak bau asem….y udah mandi dulu sana nak,biar segar badannya.perintah wiwid kepada uin.
hmmn..hmmm….ia mak,jawab uin.
uin masih gugub dan shock karena ciuman ibu wiwid tadi.
Kini hatinya benar-benar berkecambuk….bocah ini dilanda kebingungan.usianya pun dipaksa berfikir lebih dewasa dari usianya sekarang yang masih 15 tahun.
Uin benar-benar dipaksa berfikir antara nafsu dan kasih sayang seorang ibu.
memang diusianya yang sekarang dan dalam masa pubertas gejolak nafsu sangat mempengaruhi.tapi disamping itu,kasih sayang seorang ibu yang sudah lama tidak ia dapatkan sekarang benar telah dia dapatkan dari ibu wiwid.

Tak lama kemudian stelah hatinya campur aduk oleh kebingungan dia pun bergegas untuk mandi.

Uin: y udah mak,uin mandi dulu

Ibu wiwid : iya nak…biar kita makan bersama.
uin pun pergi untuk mandi,sementara wiwid pergi kekamarnya untuk berganti pakaian.
terlintas dipikiran wiwid kejadian kemarin sewaktu uin mengocok kontolnya dengan menggunakan kolor dan BH nya sebagai bahan fantasi kocokan kontolnya.

Sambil berjalan kekamarnya wiwid tersenyum sendiri.dalam hatinya berguman…dasar uin..uin…bocah gendeng.gumannya.

Ibu wiwid memang masih memandang uin sebagai bocah kecil sama halnya seperti anaknya dodi.dan dia pun menganggap uin seperti anaknya sendiri.
tapi terkadang ibu wiwid sebagai wanita dewasa yang sudah pernah merasakan perkentotan dua sejoli dengan suaminya dulu terkadang nafsunya timbul juga.apalagi sewaktu iun menyentakkan pinggulnya tadi digubuk yang membuat gesekan tonjolan kontol uin dan tonjolan pepeknya membuat ibu wiwid sempat bernafsu sewaktu digubuk tadi.bahkan ibu wiwid sempat merasakan pepeknya mengeluarkan cairan kewanitaannya.
tapi sejauh ini,ibu wiwid melihat dan memandang uin sebagai anak yang baru masa puber dan seorang bocah yang sudah dia anggap sebagai anaknya.
sejauh ini,sifat keibuannya masih mampu mengalahkan nafsunya.dan dia memang terbukti wanita terhormat yang tidak selalu menghalalkan segala cara untuk memenuhi kebutuhan nafsunya.

Malam ini dodi akan menginap dirumah neneknya.sebernarnya dodi tadi mengajak uin,tapi uin menolaknya karena alasan segan terhadap kakek dan neneknya.
Kini dirumah uin hanya berdua dengan ibu shabatnya itu.

Sore itu sehabis pulang dari kebun uin disuguhkan pemandangan yang membuat nafsunya naik oleh ibu wiwid..
uin pun bergegas kemar mandu untuk mandi,sementara ibu wiwid yang menuju kamarnya untuk menggantai pakaiannya.karena ibu wiwid pun baru juga selesai mandi.

Didalam kamar ibu wiwid melepaskan handuknya,ia mencari pakaian yang akan dikenakannya malam ni.sebuah daster tak berlengan yang dibagian lehernya ada renda mengelilingi daster itu.daster itu berwarna pink.
tak lama ibu wiwid pun mangambil pakain dalamnya dari laci lemari pakaiannya.
sejenak ia berkaca kecermin memperhatikan tubuhnya yang masih seksi itu.
ia tersenyum sendiri memandangi kaca itu.ntah apa yang ada dipikiran ibu wiwid sekarng..ia masih tetap memperhatikan tubuhnya.
tampak terlihat jelas dicermin tubuh wanita itu.teteknya yang cukup besar meskipun sudah sedikit kendor karena usianya yang sudah tidak muda lagi.tetek itu mengelantung,terlihat puting susujya yang hitam kecoklatan..puting susu itu sperti ibu jari saja.lalu dibagian selangkangannya tampak segumpalan bulu jembut.jembut ibu wiwid sangat lebat.serta tonjolan pepeknya yang menandakan pepeknya tebal.
dalam hati ibu wiwid berguman….
hmmm…..masih bagus juga bodiku ini ya.
ibu wiwid pun mengenakan pakaiannya.pertama-tama ia memakai BHnya untuk menutupi susunya yang besar.lalu tak lama dia pun memakai cdnya untuk menutupi pepeknya….barulah setelah itu ibu wiwid memakai dasternya.
ibu wiwid pun bergegas keluar dari kamarnya.ia berniat untuj menyiapkan makan malam.
sementara itu uin telas menyelesaikan mandinya.

Jam 07.00 mereka telah selesai makan malam.
Ibu wiwid : nak kamu temani ibu sebentar ke pekan raya ya.ibu mau beli stok makanan kita.

uin: y udah mak….tapi uin ganti baju dulu ya.

Uin pun bergegas mengganti pakaiaannya.dikampung ini memang pekan sekali seminggu.pekan jumat namanya.karena hari ini bertepatan memang hari jumat.

lalu mereka berdua pun pergi kepekan malam yang jaraknya agak jauh dari rumah.mereka naik sepeda motor butut milik ayah dodi.
Ibu wiwid yang duduknya menyamping dibonjengan uin,itu karena ibu wiwid mengenakan dasternya tadi.
diperjalanan menuju pekan yang memakan waktu hampir 20 menit sesekali tetek kenyal ibu wiwid mengenai punggung uin.
hal ini membuat uin hilang konsentrasi tetapi ia berusa tetap fokus mengendarai sepeda motor itu.

Tak lama kemudian meraka pun sampai dipekan raya.ibu wiwid berbelanja untuk keperluan rumah seadanya.sementara itu uin membantu memegangi belanjaan.
tak jauh dari tempat pekan raya itu mereka berdua melihat kumpulan orang ramai.rupanya ditempat itu sedang ada pertunjukan hiburan wayang.lalu ibu wiwid pun mengajak uin menonton acara itu setelah selesai berbelanja.
mereka pun pergi menyaksikan acara hiburan itu.mereka sangat terhibur oleh acara itu,sampai mereka lupa waktu.
hampir sudah menunjukkan pukul 10 malam.
dan tiba-tiba yang lebih mengejutkan mereka hujan tiba-tiba datang.petir menggeludak yang membuat suasana pasar jadi kocar-kacir.
memang hari ini cuaca sudah mendung dari siang hari.makanya cucian ibu wiwid pun tak dijemurnya tadi.

ibu wiwid dan uin pun berlari-lari menuju sepeda motor mereka.mereka bergegas pulang.tapi apa daya mereka sudah basah diguyur hujan.

uin pun segera menghidupkan sepeda motor butut itu.tak lama kemudian mereka pun meluncur untuk segera pulang.

Malam itu hujan begitu derasnya turun,sehingga membuat pekan raya itu terlihat berantakan.Para pedagan yang berjualan dipekan tersebut pontan-panting membereskan dagangannya.para pengunjung yang datang kepekan tersebut pun berhamburan lari mencari perlindungan untuk berteduh dari derasnya hujan malam itu.
sepertinya pekan akan berakhir lebih awal malam ini.Para pedangang pun sudah terlihat banyak yang mengemasi dagangannya.

sementara Ibu Wiwid dan Uin sudah akan meninggalkan pekan itu,mereka sudah terlihat basah karena guyuran hujan tersebut.
tapi memang dasar sial bagi ibu wiwid dan uin,motor butut milik ayah dodi itu tiba-tiba mogok.yah namanya juga sudah motor butut,busi motor itu basah karena hujan itu.uin pun berusaha menyalakan motor itu semampunya.
tapi usaha uin untuk menghidupkan motor tersebut tetap saja sia-sia.

ibu wiwid : gimana nak….motornya bisa hidup ngak??

uin : spertinya ngak bisa mak,,businya basah mak.

ibu wiwid : duh gimana dong jdinya kita pulang nak….??kita pun udah basa nih.

uin : y udah mak,kita berteduh aja sampai hujan ini reda.

ibu wiwid : yah gimana dong sayang,klo kita berteduh nunggu hujan reda bisa-bisa kita tengah malam kita baru sampai dirumah.hujannya pun semakin deras aja.

uin : gimana klo kita jalan kaki aja mak…toh udah terlanjur basah juga.biar motor ini kita sorong aja.

ibu wiwid : menurut mama juga sperti itu nak,toh kita udah basa juga.
y udah kita pulangnya aja.biar mama yang nenteng belanjaan kamu sorong motornya ya sayang.

uin : ia mak….

mereka berdua pun melangkah untuk pulang,uin mendorong motor tersebut.sementara ibu wiwid mengikutinya dari belakang sambil menenteng belanjaanya.hujan pun tak kunjung reda,mereka sudah semakin basah kuyup oleh guyuran hujan.
perjalanan mereka masih cukup jauh untuk sampai kerumah.ditengah perjalanan ibu wiwid melihat uin terlihat sangat lelah.
karena selain harus menahan dinginnya cuaca malam itu,uin harus mendorong motor itu beberapa kilometer.sungguh sangat melelahkan memang dan ibu wiwid pun terlihat juga sudah sangat lelah karena perjalanan itu.

ibu wiwid : uin udah capek ya…kita istirahat aja dulu ya nak.

uin : tanggung mak,bentar lagi juga kita udah sampai.

ibu wiwid : tapi ibu juga udah capek nak…kita istirahat aja dulu,cari tempat berteduh ya.

uin : ya udah klo gitu mak.

tak lama kemudia uin melihat ada rumah kosong didepan…mak,itu ada tempat berteduh.kita disitu aja ( ucap uin kepada wiwid )
ia nak disitu aja…..mamak udah capek nih balas ibu wiwid kepada uin.
mereka berdua pun menuju rumah kosong tersebut.sepertinya rumah tersebut sudah lama ditinggalkan penghuninya.karena sudah terlihat tidak terawat.rumah tersebut terbuat dari dinding tepas dan sudah banyak dindingnya yang bolong karen tepas itu membusuk.

mereka berdua pun berteduh dirumah kosong tersebut,mereka kelihatan sudah sangat lelah dan kotor,karena memang jalan yang mereka lalui adalah jalan perkebunan yang tidak beraspal seperti dijalan raya.jalan itu berlumpur jika hujan mengguyur perkebunan itu.
mereka telah sampai dirumah kosong tersebut.

ibu wiwid : ihhh…nak seram rumahnya yah.gelap lagi…..kapan hujan ini reda.mama takut nak…

uin : ia mak,uin juga takut.rumah ini gelap lagi,,udah gitu seram mak.

ibu wiwid :ihh uin jangan nakut-nakutin mamak ahh….

uin : mudah-mudahan hujannya cepat reda nih….

uin pun kembali berusaha menyalakan sepeda motor butut tersebut.sementara ibu wiwid hanya bisa memperhatikan uin yang sedang berusaha menyalakan motor.
ibu wiwid terus saja memperhatikan uin,,ia benar-benar kagum melihat kesabaran dan kegigihan anak ini.
udah nak,jangan dipaksain kamu istirahat aja.mungkin motornya memang tak bisa hidup.besok aja dibawa kebengkel.ucap ibu wiwid kepada uin.
uin pun berhenti dalam usahanya….ia pun mencagakkan motor tersebut.hujan semakin deras mengguyur kampung itu,disertai dengah bunyi petir yang menggeluduk.
Sejenak suasana pun hening…tak ada perkataan yang keluar dari mulut mereka berdua.yang ada hanya suara kodok dan guyuran hujan yang tak kunjung berhenti.

Mamak takut uin…( tiba-tiba ibu wiwid berkata demikian )
seram kali disini nak….hujannya pun ngak kunjung reda.
udah mak jangan takut…kan ada uin disini yang lindungin mamak.

Duarrr…..bunyi petir bener-bener memecah keheningan dimalam itu.tiba-tiba ibu wiwid beranjak dari tempatnya sambil berteriak.
(ihhh….mamak takut nak) ia pun mendekat kearah uin.
petirnya kuat kali ucap wiwid.kini mereka berdua telah duduk berdekatan.

suasana kembali hening kembali…sepertinya uin terlihat gemetaran,ia sangat kedinginan.
ibu wiwid pun memperhatikan uin yang sedang kedinginan.begitu juga dengannya juga merasakan dingin sekali.

ibu wiwid :kamu kedinginan nak…?

uin : ia mak….dingin kali.baju pun udah basah kali.gimana klo kita pulang aja mak.

ibu wiwid : gimana mau kita lanjutin jalannya nak.,hujannya masih deras gini.udah gitu jalan pun pasti becek dan banjir.nanti gimana sorong motornya.kita tunggu aja ya nak hujannya reda.

ibu wiwid merasa kasihan melihat uin yang gemetaran karena kedinginan.ia pun mendekatkan diri kepada uin.kamu kedinginan nak,sini mamak peluk.tiba-tiba saja ibu wiwid memeluk uin dari samping.
duarr…bagai disambar geledek uin terkejut dengan pelukan ibu wiwid.bahkan ia semakin gemetar dan darahnya seperti berhenti mengalir.dia seakan tidak percaya dengan suasana ini.hatinya sangat senang melihat ibu wiwid memeluknya.
tiba-tiba saja nafsunya naik karena situasi ini….uin semakin bergetar hebat rasanya.
suana malam ini begitu mendebarkan baginya serta menggoyahkan imannya.
anak seumuran uin nafsunya memang meledak-ledak apalagi dengan kondisi dan situasi seperti ini.
pikirannya mulai menghayal ntah kemana.kontolnya pun mulai bangun dari tidurnya.jantungnya pun semakin kecang berdetak.
posisi yang sulit bagi anak seusianya dihadang dilema bertahan dengan nafsunya yang tiba-tiba meledak malam ini.
ingin sekali dia segera menggedong wanita yang memeluknya dari samping ini untuk segera masuk kerumah kosong itu.
dirumah kosong ini ingin sekali uin mengentoti ibu sahabatnya ini,menelanjanginya,melepas BH dan Kolornya serta menggocop tetek ibu wiwid serta menjilati pepeknya.dan ingin sekali uin menyatu dengan tubuh ibu wiwid dirumah kosong ini.memasukkan kontonya kepepek ibu wiwid dan mengentotinya dengan puas serta menumpahkan air maninya ( sperma ) didalam pepek ibu wiwid.
itulah yang ada dibenak bocah itu sekarang.uin semakin hebat bertarung dengan pikirannya sendiri.

duarr….bunyi geluduk yang keras itu memecahkan lamunan uin.
ihh….mama takut nak ( sambil mempererat pelukannya ditubuh uin ) teriak ibu wiwid….!
uin tersadar dari lamunannya.udah mak jagan takut…kan ada uin disini.
uin pun melingkarkan tangannya yang kanan ketubuh wiwid..mereka duduk menyamping sambil ibu wiwid memeluk uin dari samping.kedua tanggannya dilingkarkan ketubuh uin.

ibu wiwid merasa nyaman dengan tangan uin.ia merasa terjaga dan terlindungi.
hujan itu belum juga terlihat reda.

uin pun berkata pelan kepada ibu wiwid….

uin: mak kita kedalam rumah aja yuk,disini dingin kali mak.udah gitu petirnya pun kuat-kuat kali,takutnya kita disambar petir mak.

ibu wiwid : ihh…tapi didalam seram nak,mamak takut.udah gitu gelap lagi.
Tapi ibu wiwid berfikir ada baiknya juga kalau mereka berada didalam rumah kosong tersebut.karena diluar memang hujannya sangat deras disertai dengan angin kencang serta petir yang menggelegak.
Iya deh nak,kita masuk aja kedalam rumah kosong ini kata ibu wiwid kepada uin.hujannya semakin deras dan anginnya juga kencang ucap ibu wiwid kepada uin.
Uin pun bergerak dari duduknya dan hendak mencari cara bagaimana mereka bisa masuk kerumah kosong tersebut.rumah itu memang tidak terurus lagi.tapi pintu bagian depan rumah itu masih terkunci oleh gembok.sepertinya penghuni rumah itu dulu yang menggembok pintu rumah tersebut.
Uin berjalan kearah samping rumah kosong tersebutdia melihat sebuah jendela yang tidak tertutup.
Akhh.dari sini aja masuknya guman uin dalam hatinya.ia pun memberita tahu kepada ibu wiwid.
Uin : mak,kita masuk dari jendela aja
Ibu wiwid : apa pintunya ngak bisa dibuka nak..
Uin : ngak bisa tuh mak,pintunya digembok
Ya udah uin dulu yang masuk ya mak,.
Sebelum masuk kedalam rumah tersebut,uin menggeser sepeda motor butut tersebut kesamping rumah.agar lebih aman pikirnya.dia lalu memancat menaiki jendela yang terbuka tersebut.dan akhirnya uin sudah berada didalam rumah kosong tersebut.rumahnya begitu gelap dan tidak ada sedikit cahaya yang menerangi.
Ibu wiwid : nak bagaimana??bisa kita masuk dan berteduh didalam??
Uin : mungkin bisa mak,tapi rumahnya gelap mak.
Uin pun menghapiri ibu wiwid yang masih ada didekat jendela bagian luar rumah tersebut.
Ya udah mamak masuk ajaucap uin kedapa ibu wiwid.
Bagaimana ibu naiknya nak,ucap ibu wiwid kedapa uin.
Uin pun mencoba membantu ibu wiwid menaiki jendela tersebut dengan cara meraih tanggannya.
Akhirnya ibu wiwid bisa ikut masuk kedalam rumah kosong tersebut.kini mereka berdua telah berteduh didalam rumah kosong tersebut.tapi keadaan rumah itu yang begitu gelap membuat cara pandang mereka terganggu.ibu wiwid merasa takut,apalagi hujan tidak kuncung reda yang disertai angin kencang.mereka berdua sebenarnya sudah basah kuyup,karena mereka sempat jalan dari pekan raya tadi hingga menemukan rumah kosong ditengah perjalanan.jika karena tidak karna motor butut itu yang mogok mungkin sebaiknya mereka melanjutkan perjalanan.tapi tidak mungkin mereka mendorong motor itu sampai kerumah dalam keadaan jalan yang becek.karena jalan diperkebunan tersebut adalah jalan tanah.dan mungkin juga dijalanan sudah ada genangan air,karena jalan itu memang berlobang-lobang.
Malam itu sangat sunyi sekali,yang terdengar hanya suara hujan.ibu wiwid dan uin benar-benar terjebak dalam hujan itu.mereka basah kuyup.didalam kegelapan rumah kosong itu mereka terjebak tak bias berbuat apa.
Malam semakin larut,jam sudah menunjukkan 23.30 wib,dan hujan tak kunjung reda.
Bagaimana ini nak,mamak benar-benar takut,ucap ibu wiwid kepada uin.bagaimana tidak takut,karena suansana malam itu memang sangat mencekamkan bagi mereka.
Tapi uin berusaha menghilangkan ketakutannya,ia ingin bias menjadi pelindung bagi ibu wiwid.
Uin : ngak usah takut mak,ka nada uin disini.lagian hujan ini sebentar lagi juga reda.
Ibu wiwid : gimana ibu ngak takut nak,gelap kali gini rumah ini.mungkin rumah ini udah lama ditinggal pemiliknya ya.lagian klo pun hujan reda gimana kita pulang klo jalannya banjir.kan sulit juga buat nyorong motornya.
Uin : ia mak,tapi mau gimana lagi.kita udah berteduh disini.lagian mamak jgn takut gitu,ntar uin jdi ikutan takut mak.
Ibu wiwid pun semakin mendekatkan tubuhnya merapat ketubuh uin.mungkin dengan itu ibu wiwid sedikit merasa nyaman.ibu wiwid mengandeng tangan uin dengan kedua tanggannya.hal ini tentu membuat uin sedikit grogi.
Kamu kedinginan nak,ucap ibu wiwid kepada uin..ia mak balas uin menjawab pertanyaan ibu wiwid.
Baju mereka memang sudah basah kuyup
Ibu juga kedinginan nak,ucap ibu wiwid kepada uin dan semakin merapatkan tubuhnya ketubuh uin.
Hal ini membuat uin semakin grogi dalam suasana itu.jantungnya berdetak dengan kencang ditambah lagi cuaca malam itu yang benar-benar sangat dingin membuat nafsu kelaki-lakiannya naik.hal itu memang wajar bagi anak seusia uin.nafsu yang terkadang-kadang meledak tanpa bias dikontrol.
Dengan gerak reflek,uin pun membalikkan badannya membelakangi ibu wiwid,dan dengan tiba-tiba memeluk ibu wiwid dengan halus dan lebut dari belakang.kini posisi uin membelakangi ibu wiwid dengan memeluknya.tangannya melingkar diperut ibu wiwid.
Tentu saja hal itu membuat ibu wiwid terkejut,tapi ia tak berusa menyingkirkan tangan uin yang melingkar diperutnya.dan ntah kenapa hal itu membuatnya merasa nyaman.
Mamak jangan takut ya,ada uin disini ucap uin seperti berbisik kepada ibu wiwid.
Mendengar itu ibu wiwid benar-benar merasa sangat nyaman sekali.ia merasa sangat terlindungi oleh uin.ibu wiwid pun memegang tangan uin yang melingkar diperutnya.kini tangan mereka saling menggenggam satu sama lain dan ibu wiwid pun menyandarkan kepalanya dibahu uin.kelihatan sekali ibu wiwid sangat merasa nyaman dengan perlakuan uin.
Nak,terima kasih ya udah mau jagain mamak.sekarang mamak udah ngak takut lagi karena ada yang jagain mamak disini ucap ibu wiwid.lalu uin membalas perkataan ibu wiwid,ia mak uin akan jagain mama.
Mendengar perkataan uin seperti itu membuat ibu wiwid sangat terharu,uin pun mempererat pelukannya ditubuh ibu wiwid.sebelumnya mereka memang sudah pernah berpelukan digubuk yang dikebun,tapi suasa malam itu sanagt berbeda dengan suasana malam ini.
Pelukan uin ditubuh ibu wiwid emakin erat,lingkaran nafsu sekarang melanda uin.kontolnya mengeras dibalik celananya.tonjolan kontol uin sudah mengenai bongkahan pantat ibu wiwid.dikarenakan uin sangat erat memeluk ibu wiwid kini kontolnya seperti tergesek-gesek dipantat ibu wiwid.
Hal itu disadari oleh ibu wiwid,ia merasakan kontol uin yang sudah mengeras dan menyentuh bongkahan pantatnya yang masih berlapiskan celana karet yang dikenakannya.
Kontol itu benar-benar terasa menyentuh pantat ibu wiwid,hal itu menimbulkan ibu wiwid menjadi nafsu.hatinya berdebar-debar.bukan kali ini saja ia merasakan hal itu terhadap uin.sewaktu digubuk pun ia merasakan hal yang sama kepada uin.tapi waktu kejadian digubuk hanya sekilas ia rasakan.
Ntah knapa ibu wiwid sekarang benar-benar bernafsu oleh pelukan uin dan gesekan kontol uin dipantatnya.malam itu memang suasananya berbeda waktu digubuk mereka berpelukan.
Malam ini suasana sanagat benar-benar membuat insane beda usia itu dilanda nafsu yang berkobar.ditambah lagi cuaca yang sangat dingin serta baju mereka yang sudah basah kuyup.
Mamak kedinginan ya ucap uin kepada ibu wiwid yang dibalas hanya anggukan kepala oleh ibu wiwid.
Posisi mereka masih dengan uin memeluk ibu wiwid dari belakang.
Uin benar-benar sangat bernafsu,sesekali ia menggerakkan badannya agar gesekan dikontolnya terasa dipantat ibu wiwid.ingin sekali ia membisikkan ditelinga ibu wiwid mengajaknya untuk ngentot.tapi uin tentu tidak berani mengatakan itu.kini pikirannya disiksa oleh nafsunya yang semakin bergelora.
Sementara ibu wiwid juga merasakan hal yang sama..ibu wiwid juga sudah dikuasai oleh nafsunya.pepeknya terasa berkedut-kedut dan gatal,seolah minta untuk dikentoti oleh kontol.dia sudah lama tidak merasakan perkentotan semenjak suaminya meninggal dua tahun lalu.
Pikiran mereka berdua berkecambuk dan dikuasai oleh nafsu masing-masing.
Lamunan mereka terpecah oleh suara petir yang menyambar dengan kuat,
Astagaaa! Ucap ibu wiwid
Uin pun terkejut dengan suara itu,ia melepaskan pelukannya 
Kuat kali petirnya nak,ucap ibu wiwid kepada uin.ia mak balas uin kepada ibu wiwid.
Suasana kembali hening kembali,tapi mereka tidak saling memeluk lagi.dan nafsu mereka berdua sedikit menurun.

Lalu uin tiba-tiba berkata kepada ibu wiwid
Uin : mak,sebentar yauin coba cari apa ada yang bias kita gunakan sebagai penerang dirumah ini.
Ibu wiwid : tunggu nak, (sambil meraih tangan uin )mamak ikut.jangan tinggal mamak,takut mamak disini nak.
Mereka berdua pun berjalan pelan untuk melihat-lihat kedalam rumah kosong tersebut.mereka mencari sampai kedapur rumah itu.dan untungnya mereka menemukan sebuah lampu teplok disana.tapi sialnya bagaimana menyalakan lampu tersebut kalau tidak ada api???.
Mereka masih terus berusaha mencari ,dengan hanya bermodalkan cahaya kilat mereka berjalan meraba rumah itu.dan ibu wiwid pun berkata kepada uin,
Ibu wiwid: nak,seingat mamak dijok motor ada korek api coba kamu liat kesana.
Ia mak,balas uin
Lalu mereka berjalan pelan kearah jendela lagi,uin kemudian keluar rumah itu dari jendela menuju motor butut yang diparkirnya tadi.motor itu terparkir tidak jauh dari jendela samping rumah tersebut.
Iya mak ada koreknya disini ucap uinsyukurlah nak balas ibu wiwid.
Lalu uin kembali kedalam rumah itu lagi.
Uin pun menyalakan lampu teplok yang mereka temukan,dan untunglah lampu itu masih bias menyala.dan masih ada sisa minyak tanah didalam lampu itu.
Kini mereka sudah dapat penerangan.dan mereka dapat melihat seisi rumah itu sekarang.
Rumah itu benar-benar sudah tidak terawatt lagi dan kosong isinya.rumah itu memiliki 2 kamar berdindingkan tepas.tapi kamar yang satunya sudah terlihat hancur dindingnya.
Syukurlah sekarang sudah ada lampu ini nak,jadi sudah ngak terlalu gelap lagi seperti tadi ucap bu wiwid kepada uin yang hanya dibalas senyuman oleh uin.
Kini mereka dapat melihat dengan jelas satu sama lain karena sudah diterangi oleh lampu teplok tersebut.mereka sudah sangat basah kuyup.
ibu wiwid memandangi uin yang basah kuyup dan kedinginan.
Mereka kini duduk dilantai rumah itu dan saling bersender kedinding yang dekat jendela.
Kamu kedinginan nak,ucap ibu wiwid
Dengan gemetaran uin menjawab ia mak,dingin kali.
Ibu wiwid pun merapatkan duduknya mendekati uin.ibu wiwid mersender dibahu sebelah kiri uin dan memegang tangannya.sabar ya nak,mungkin sebentar lagi hujannya reda dan kita bias pulang ucap ibu wiwid.
Lalu uin berdiri dan melihat keluar rumah dari arah jendela,ibu wiwid juga ikut berdiri.
Hujannya ngak juga berhenti ya mak ucap uin.bisa-bisa kita ampe pagi disini.
Dengan senyum ibu wiwid menjawab,mungkin sebentar lagi naksabar ya nak.
Mereka saling menatap,tiba tiba saja uin meraih tangan ibu wiwid dan meraih tubuhnya serta membelakanginya lagi.kini mereka berpelukan lagi seperti tadi.
Sambil memeluk ibu wiwid mereka berdua memandang keluar rumah dari jendela melihat hujan yang tak kunjung reda.ibu wiwid kembali menyandarkan kepalanya dibahu uin.
Kontol uin pun kembali mengeras,ia pun kembali dikuasai nafsu.ingin sekali ia mengajak ibu temannya tersebut untuk bercinta.hal yang sama jga dirasakan ibu wiwid,ia kembali merasakan kontol uin yang keras menempel dipantantnya.
Ibu wiwid merasa kasihan melihat uin,uin pasti tersiksa dengan kontolnya yang mengeras.
Tentu saja ibu wiwid mengerti hal itu,karena dia wanita dewasa yang sudah tau dan mengerti hal sperti itu.tapi hatinya juga berkecambuk sekarang.sementara ia juga dikuasai nafsu.tapi sebagai wanita dewasa ia masih mampu menahan siksaan itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*