Home » Cerita Seks Mama Anak » Wild Love 48

Wild Love 48

You know you’re everything to me and I could never see
The two of us apart
And you know I give myself to you and no matter what you do
I promise you my heart

I’ve built my world around you and I want you to know
I need you like I’ve never needed anyone before
ÔÇ£I found you…ÔÇØ ucapku sambil kakiku melangkah mendekatinya. Mendekati wanita dengan celana ketat model legging dengan tank-top putih yang sebagian ditutupi oleh jaket kainnya. Tas mungil berada disamping kanannya ya walau aku tidak bisa melihatnya dengan jelas, ada tali panjang yang menggantung di samping kananya.

ÔÇ£hiks hiks hiks hiks…ÔÇØ tangisnya, kedua tangannya memeluk perutnya.

Langkah kakiku semakin mendekatinya, angin menyapaku membuat semua telingaku membisu. Hati serasa ingin menangis ketika melihatnya…

ÔÇ£hiks hiks hiks hiks…ÔÇØ tangan kanannya mengusap air matanya

ÔÇ£hiks hiks hiks hiks… hiks hiks you found me before…ÔÇØ suaranya memecah kekakuan diantara kami berdua langkahku terhenti, berdiri mematung layaknya arca di pintu gerbang sebuah istana dengan tatapan yang tertuju pada wanita itu

Pandangannya lurus kedepan, seakan tak menghiraukan kedatanganku…

ÔÇ£iya kan? Kamu telah menemukanku sebelumnya? Hiks hiks hiksÔÇØ ucapnya kembali, setiap kata-kata yang keluar dari mulutnya membuatku semakin membisu, pandanganku terjatuh ke tanah dihadapanku

ÔÇ£Hiks hiks hiks… kenapa? kenapa diam? hiksÔÇØ lanjutnya semakin tak kuasa aku berkata-kata, keegoisanku hanya mampu membuatku mendengar lagi dari sematponnya

I live my life for you
I wanna be by your side in everything that you do
And if there’s only one thing you can believe is true
I live my life for you

ÔÇ£Aku sudah mencoba untuk membangun duniaku disekitarmu… tapi apa? Apa yang selama ini aku dapat? Setiap kali aku mencoba mendekatimu, setiap kali aku sudah merasa dekat denganmu kamu semakin menjauh hiks hiks hiks… apa sih sulitnya mendengar? Apa sih sulitnya memaafkan? Apakah memang benar aku ini tidak bisa dimaafkan?ÔÇØ lanjutnya, membuatku memandangnya kembali memandang wajah itu untuk kesekian kalinya

ÔÇ£APA SIH MAUMU?!ÔÇØ teriaknya tanpa sama sekali memandangku

ÔÇ£eh…ÔÇØ aku sedikit terkejut dengan teriakannya

Alunan nafasku merasakan ketakutan, karbon dioksida pun terasa malas untuk keluar dan rasa bersalah kepadanya membuatku semakin tertancap di tempatku berdiri…

ÔÇ£Aku tahu aku memang salah, aku mencarimu, aku menunggumu… mencoba untuk bisa mengerti akan dirimu… hiks hiks hiksÔÇØ

ÔÇ£Aku tahu aku salah, tapi apa salahnya kamu mendengar sedikit saja penjelasan dariku hiks hiks… felix? ahhhh… hiks… oke aku tahu salah karena pernah jatuh hati kepadanya, tapi apakah hatiku bisa menerimanya dan melupakan bocah itu begitu saja? TIDAK!ÔÇØ

ÔÇ£memang benar aku telah menyakiti hati ketika aku dilamar, tapi seandainya hati itu tahu aku juga meraskan sakit karena telah membohongi hatiku sendiri. AKU TIDAK MENERIMANYA! KARENA AKU… AKU MEMILIH HATI YANG SELAMA INI AKU CARI!ÔÇØ teriaknya

ÔÇ£DENGAR TIDAK?! Hiks hiks hiksÔÇØ lanjutnya dengan teriakan-teriakan menghakimi egoku, membuatku semakin tak mampu untuk melangkah mendekatinya

ÔÇ£Apa hanya karena apa yang dilihat oleh matamu kamu tidak mau mendengarkan kata hatimu dan mencoba mendengar penjelasanku? Egois!ÔÇØ ucapnya mengingatkan aku tentang apa yang aku lihat ketika wanita ini dipaksa diruang dosen

I dedicate my life to you, you know that I would die for you
But our love would last forever
And I will always be with you and there is nothing we can’t do
As long as we’re together
I just can’t live without you and I want you to know
I need you like I’ve never needed anyone before

ÔÇ£Kenapa hanya diam? Marahi aku yang selama ini menyakitimu… aku sudah putus asa… aku mendatangimu dan mengatakan siapa aku, tapi kamu malah menjauhiku… Apa?ÔÇØ

ÔÇ£Apa hiks apa salahku? Hiks hiks hiks hiks Saat itu aku sudah ingin menyerahkan hatiku, hati yang selama ini mencarimu, hati yang malu ketika bertemu denganmu hiks hiks kenapa? kenapa menjauh hiks hiks hiks…ÔÇØ ucapnya dengan isak tangis yang semakin menjadi, kucoba melangkah mendekatinya.

ÔÇ£Aku kotor…ÔÇØ ucapku lirih bertepatan dengan satu langkahku mendekatinya

ÔÇ£kotor? Kotor bisa dibersihkan, rusak bisa diperbaiki! Kenapa selalu menyalahkan diri sendiri? apa tidak ada keyakinan dalam batin untuk bisa berubah? Dan kenapa harus menjauh? AKU TIDAK INGI JAUUUUUUUUUUUUUUHH!ÔÇØ ucapnya, membuatku semakin menjadi manusia terbodoh di dunia ini

ÔÇ£kenapa sih tidak memberikan sedikiiiiiiiit saja untuk hati berpikir, berkeyakinan kalau semua pasti bisa diperbaiki tanpa harus menjauh, tanpa harus menyakiti!… hiks hiks hiks hiks… bisa kan untuk saling mengerti?ÔÇØ lanjutnya, memang benar jika wanita selalu lebih dewasa dari lelaki. Kakiku semakin membeku dengan alunan angin malam yang dingin

ÔÇ£Ayo ngomong dong hiks hiks hiks… katanya ahli bela diri… semua orang takut kepadamu… semua orang merinding di hadapanmu… tapi he he hiks hiks dengan hati saja tidak bisa jujur, memangnya hidup hanya untuk berkelahi! Hiks hiks hiksÔÇØ ucapnya, aku semakin terpaku dibuatnya

ÔÇ£Aku yang salah…ÔÇØ ucapku lirih

ÔÇ£Ini bukan pengadilan hiks hiks hiks bukan untuk mencari siapa yang benar atau salah hiks hiks hiks… in tentang bisa tidaknya manusia menghargai hatinya sendiriÔÇØ lanjutnya, hati? Apa benar aku mempunyai hati. Kenapa aku diam? Apakah karena hatiku sudah tidak ingin mengalah lagi?

I live my life for you
I wanna be by your side in everything that you do
And if there’s only one thing you can believe is true
I live my life for you

ÔÇ£kenapa masih ganjel karena di marahi sama cewek judes dan ndak jelas? Iya kan?ÔÇØ

ÔÇ£Pakai hati? Pakai perasaan, punya ndak sih!… wanita itu mikirnya pakai perasaan, wanita itu inginnya dimengerti kenapa sih lelaki selalu berpikir pakai logikaaaaaaaaaaa terus hiks sekali saja…sekaliiiiii saja… pakai hati, pakai perasaan… hiks hiks tanyakan pada hati kenapa sih ada cewek marah-marah kepadaku? Pasti ada jawabannya, pasti hiks hiks kalau pakai hati mikirnya! Hiks hiks hiksÔÇØ lanjutnya… aku tertunduk dan semkin tak mampu berkata-kata lagi, mungkin memang karena terlalu egois dan tidak mau disalahkan

Srrsssrrrssshhhh…. angin dingin menerpa kami berdua, suasana semaikin dingin dengan setiap deru tangisnya

ÔÇ£Anda? Iya kan laki-laki itu kan? Apakah hati tidak mengatakan untuk berjuang? Apakah karena kotor harus kalah? Menjatuhkan puluhan laki-laki dengan kepalan tangan saja bisa, tapi menunjukan kata hati… hiks hiks hiks kenapa malah mengalah? Apakah hatimu memang sudah berpaling dariku? Katakan kepadaku?ÔÇØ ucapnya yang kini memandangku dengan air mata yang mengalir di pipinya

ÔÇ£Aku… aku … maafkan aku…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£kenapa mas? Apakah janjimu dulu kepadaku adalah bohong? Aku selalu mengharapkan janji itu mas… selalu… karena bocah itu, adalah lelaki pertama yang membuatku menjadi seorang wanita dengan kata-katanya… hatiku juga sudah berjanji untuk menemukannya dan yakin akan bertemu dengannya…ÔÇØ

ÔÇ£dan… sekarang aku bertemu dengannya tapi… tapi apakah dia masih ingat akan janjinya? Hiks hiks hiks… aku terlalu bodoh… terlalu bodoh mengharapkannya… benarkan mas? Aku ini bodoh? Katakan mas kalau aku ini bodoh… iya kan he he aku bodoh ya mas hiks hiks hiks sangat bodoh tepatnya kan mas hiks hiks hiksÔÇØ ucapnya memandangku,

ÔÇ£Eh… tidakÔÇØ ucapku

Aku langsung melangkah mendekatinya dan berlutut dihadapannya, kupegang kedua bahunya…

ÔÇ£tidak, kamu tidak bodoh, aku yang bodoh… akulah yang selama ini salah… aku yang salah maafkan aku… aku tidak pernah bisa menangkap apa yang kamu inginkan maafkan aku…ÔÇØ ucapku kepadanya memandang kedua matanya

ÔÇ£aku benci! Aku benci kamu! dasar lelaki sok ganteng! Dasar lelaki bodoh… aku benci… aku sngat benci kamu… hiks hiks dasar lelaki sok jago… lelaki suka menyakit hati perempuan… aku benci… kamu itu gak ganteng… kamu itu jelak hiks hiks… mahasiswa jelek… ÔÇ£ ucapnya, ke dua tangannya mengepal memukuli dadaku

ÔÇ£suka bohong… ndak mau jujur aku benar-benar benci kamu… gak ganteng, jelek, suka nyakitin, bodoh hiks hiks sok ganteng hiks ndak mau ngalah ndak mau jujur hiks pokonya benci aku benci kamu.. benci… benci… benci… benci… benci… benci… benci… benci… benciiiiiiiiiiiiiiiiii…ÔÇØ ucapnya terus menerus sambil memukuli dadaku, walau aku tahu bukan itu kata hatinya

Aku memeluknya, kedua tanganya berkumupul didadaku…

ÔÇ£hiks hiks hiks aku benci kamu… benci… sama kamu hiks hiks hiks… sangat benci kamu hiks hiks hiksÔÇØ ucapnya disertai isak tangis

ÔÇ£iya… aku tahu maafkan aku…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£Dasar bodoh! Hiks hiks hiksÔÇØ ucapnya

ÔÇ£Aku mencintaimu…ÔÇØ ucapkku tepat ditelinga kanannya

Kedua tanganya yang semula berkumpul didadaku, menelusup masuk diantara tangan dan dadaku. Kedua tangannya memelukku dengan erat…

ÔÇ£dasar bodoh laki-laki bodoh… hiks hiks hiks…ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£I LOVE YOUÔÇØ ucapku mengulangi

ÔÇ£bodoh hiks hiksÔÇØ pintanya

ÔÇ£I LOVE YOUÔÇØ ucapku mengulangi

ÔÇ£lagi….ÔÇØ pintanya

ÔÇ£katanya bodoh…ÔÇØ sedikit godaku dalam haruku

ÔÇ£cepetaaaaaaaaan! Hiks hiks hiksÔÇØ ucapnya dengan masih memelukku

I LOVE YOUÔÇØ ucapku mengulangi

ÔÇ£ndak denger… masih benci…ÔÇØ pintanya

ÔÇ£I LOVE YOUÔÇØ ucapku mengulangi

ÔÇ£masih benci hiks hiks…ÔÇØ pintanya

ÔÇ£benci… benar-benar cinta kan?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£hiks hiks huÔÇÖum hiks hiks…ÔÇØ pintanya

ÔÇ£benar-benar cinta kamu…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£bodoh!…ÔÇØ ucapnya yang semakin manja

ÔÇ£lagiiiiii pokoknya lagiiiiiii….ÔÇØ pintanya

ÔÇ£I LOVE YOU… I LOVE YOU… I LOVE YOUÔÇØ ucapku mengulangi

ÔÇ£ndak dengger….ÔÇØ pintanya

ÔÇ£I LOOOOOOOOOOOOVE YOUÔÇØ ucapku panjang

ÔÇ£ENGGAK DENGER! Who is ÔÇÿyouÔÇÖ? hiksÔÇØ pintanya semakin manja

ÔÇ£ AKU CINTA DIAN RAHMAWATIÔÇØ ucapku keras

ÔÇ£Aku siapa? hiksÔÇØ pintanya kembali semakin manja dengan sedikit tangis yang belum reda

ÔÇ£ARYA MAHESA WICAKSONO CINTA DIAN RAHMAWATIÔÇØ ucapku kembali dengan pelukan semakin erat, aku mencium bahunya

ÔÇ£Ndak denger…ÔÇØ ucapnya datar kelihatan judesnya

ÔÇ£HEIIIII SEMUANYA REMBULAN ANGIN MALAM LANGIT POHON-POHON …. AKU ARYA MAHESA WICAKSONO CINTA DAN SANGAT MENCINTAI DIAN RAHMAWATI DOSENKU SENDIRIÔÇØ teriakku dengan sedikit melepas pelukannya,

Kupegang kedua pipinya…

ÔÇ£sudah dengar?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£ndak denger apa-apa…ÔÇØ jawabnya sambil sedikit menggelengkan kepala

ÔÇ£beneran belum dengar?ÔÇØ ucapku kembali memandangnya dengan tatapan cinta

ÔÇ£belummmhhhhh…. mffffhhhh….ÔÇØ ucapnya, seketika itu pula ketika dia menjawab aku memajukan bibirku dan menciumnya. Ya bibir kami saling melekat…. Hingga sebuah lagu dari firehouse (I live my life for you) berhenti dan sebuah agu lawas kembali berputar

I could stay awake just to hear you breathing
Watch you smile while you are sleeping
While you’re far away and dreaming
I could spend my life in this sweet surrender
I could stay lost in this moment forever
Every moment spent with you is a moment I treasure
Kedua tangannya memeluk leherku, tubuhnya di jatuhkannya ke tubuhku. Dibalasnya ciumanku, aku duduk terjatuh dan perlahan aku jatuhkan tubuhku kebelakang. Kedua kakiku terbuka lebar, tubuhnya berada diatasku. Kedua tanganku berpindah dan memeluknya dai bawah ketiaknya. Kupeluk erat tubuhnya, kedua tanganya yang masih berada di belakang kepalaku berpindah di atas dadaku. Kini wajahnya tepat berada diatas wajahku, dia tersenyum kepadaku dan aku membalasnya. Tiba-tiba saja sedikit air mataku mengalir.

ÔÇ£cengeng…ÔÇØ begitu ucapku

ÔÇ£hiks… jelek…ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£biarin yang penting dapat dosennya sendiriÔÇØ ucapku menggodanya, dia hanya tersenyum dan sedikit mengangguk

ÔÇ£Bodoh…ÔÇØ ucapnya yang kemudian beringsut kebawah, pipinnya direbahkan di atas dadaku. Ah wanita, memang sulit dimengerti. Sedikit kuangkat kepalaku untuk melihatnya kembali. Kulihat dia sangat nyaman berada di atas dadaku, aku pun begitu.

ÔÇ£bodoh bodoh bodoh bodoh bodoh bodoh bodoh bodoh bodo jelek jelek jelek jelek…ÔÇØ ucapnya, sambil jari telunjuknya menekan-nekan di dadaku

ÔÇ£cinta cinta cinta cinta cinta cinta cinta cinta cinta cinta cinta cinta cinta cinta cinta cinta…ÔÇØ balasku sambil sedikit tersenyum, kuusap air mataku dan kembali memeluknya dengan pandangan ke langit atas

ÔÇ£lagi…ÔÇØ ucapnya manja

ÔÇ£ndak mau…ÔÇØ balasku sambil nyengir dan aku tahu dian tidak melihatku

ÔÇ£auuuuch… iya aku cinta dian…ÔÇØ ucapku karena kesakitan di cubit pada bagian dadaku

ÔÇ£ndak denger…ÔÇØ ucapnya lirih tapi aku merasa dian mengatakan dengan sedikit senyuman di bibirnya

ÔÇ£arya cinta dian…ÔÇØ lanjutku, tangan kananku perlahan berpindah ke kepalanya, kuelus rambut panjangnya yang terurai

Aku merasakan remasan erat dari tangan kanannya tatkala tangan itu berada di pundakku. Deru tangisnya mereda seketika itu, hati kami seakan menjadi satu malam ini. ya menjadi satu kembali setelah beberapa tahun terpisah. Memang kebodohanku mungkin ketika orang yang dulu mmm teptanya seorang perempuan yang dulu pernah aku temui aku campakan begitu saja. Rasa bersalahku kepadanya tetap masih ada walau sekarang mulai sedikit ditenangkan oleh hatinya. Hembusan nafasnya sangat terasa di dadaku, tubuhnya terasa hangat mungkin karena hatinya memang benar-benar hangat. Rembulan, ya rembulan itu masih sama dengan yang dulu ketika aku membuatnya benar-benar menangis. Argh… mungkin rembulan yang selama ini identik dengan keindahan perempuan tidak terima dengan apa yang aku lakukan padanya. Mungkin jika rembulan itu bisa berbicara kepadaku, dia akan memaki-makiku pada saat itu tapi kelihatannya dia sedang tersenyum kepadaku saat ini.

ÔÇ£mau bobo disini?ÔÇØ ucapku memecah kesunyian

ÔÇ£huÔÇÖum…ÔÇØ ucapnya tanpa mau menggeser tubuhnya

ÔÇ£ntar digigit nyamuk lho…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£asal sama mas…ÔÇØ ucapnya pelan tapi membuatku seakan menjadi seorang ksatria, aku tersenyum.

ÔÇ£dek, geser yuk… tubuh kamu berat banget..ÔÇØ ucapku

ÔÇ£eng…ÔÇØ ucapnya sambil sedikit memukul dadaku

ÔÇ£maksud mas ade gendut gitu?ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£endaaak… eh itu… sebentar erghhh…ÔÇØ ucapku bingung, salah ngomong bisa berubah ini suasana

Sedikit aku angkat tubuhnya, aku duduk dan begitupula dia kupandang matanya yang masih sembab karena tangisan. Kami berdua saling melempar senyum, walau dipipi kami berdua masih ada sisa air yang jatuh dipipi kami berdua. Aku bergeser dan bersandar pada bangku tempat duduk bagian bawah, kutarik masuk tubuh dian ke dalam pelukanku. Dengan posisi kedua lututku tertekuk keatas, kupeluk erat tubuhnya. Pipi kanannya di rebahkan di dadaku dengan posisi tubuhnya miring, kini aku dapat melihat wanita ini dengan jelas. Kukecup keningnya… seketika kedua tangannya beralih ke belakang memelukku, tubuhnya kini benar-benar menempel di dadaku. Dari keningnya kuarahkan bibirku ke telinga kirinya…

ÔÇ£terima kasih… karena telah memilih hatiku… terima kasih karena telah mau menjadi sandaran hatiku…ÔÇØ

ÔÇ£I Love You… iÔÇÖÔÇÖll fix my life with you…ÔÇØ ucapku

I don’t wanna close my eyes
I don’t wanna fall asleep
‘Cause I’d miss you, baby
And I don’t wanna miss a thing
‘Cause even when I dream of you
The sweetest dream will never do
I’d still miss you, baby
And I don’t wanna miss a thing

ÔÇ£keep close to me… I Love You Too… AryaÔÇØ ucapnya

ÔÇ£IÔÇÖll keep my heart close to you, not only my heart but me, myself and i… will always close to you…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£HuÔÇÖum… me too… give me hug, itÔÇÖs cold…ÔÇØ ucapnya, yang langsung aku peluk lebih erat lagi

Wajahnya terbenam ke dalam dadaku, ditutupi oleh kepalaku yang tepat berada didepannya. Wajahku memandang wajahnya, wajah yang terasa sangat nyaman. Matanya terpejam, seakan tak ingin lepas dan beranjak dari tempat ini begitupula denganku.

Lying close to you
Feeling your heart beating
And I’m wondering what you’re dreaming
Wondering if it’s me you’re seeing
Then I kiss your eyes and thank God we’re together
And I just wanna stay with you
In this moment forever, forever and ever
Ujung jari telunjuk kananku menaikan dagunya membuat dian membuka matanya. Kudaratkan bibirku sekali lagi di bibirnya tanpa embel-embel dedek arya.

ÔÇ£hatching… ada yang membicarakanku? Ah tidur lagi, dinginÔÇØ ucap dedek arya

Tubuhnya yang semula mendekapku, berpindah posisi bersandar ke dadaku tanpa melepaskan ciuman. Punggun kecil ini bersandar di dadaku, kupeluk erat perutnya dengan kedua tangannya melingkar di belakang kepalaku. Lama kami berciuman, dengan aroma nafas kami berdua. Aku tarik bibirku dari bibirnya dengan maksud mengakhiri ciuman, tapi tangannya yang melingkar di kepalaku menahan dan bibirku kembali tersungkur di bibirnya untuk ketiga kalinya.

I don’t wanna close my eyes
I don’t wanna fall asleep
‘Cause I’d miss you, baby
And I don’t wanna miss a thing

‘Cause even when I dream of you
The sweetest dream will never do
I’d still miss you, baby
And I don’t wanna miss a thing

Perlahan dilepaskannya bibir merahnya dari bibirku, tangannya berpindah memeluk kedua tanganku yang mendekap perutnya. Tatapanya beralih dari menatap wajahku ke arah rembulan yang bersinar sempurnya. Aku masih tetap memandang wajahnya yang kini tampak dari samping.

ÔÇ£rembulannya indah ya masÔÇØ ucapnya

ÔÇ£jelek… bagus rembulan yang iniÔÇØ ucapku sembari mengecup pipi kananya

ÔÇ£emm… gitu sekarang…ÔÇØgodanya

ÔÇ£heÔÇÖem… bagusan yang mas lihatÔÇØ ucapku, kemudian wajahnya berpaling dan memandangku yang sedari tad terus memandangnya

ÔÇ£yang mana?ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£ini…ÔÇØ ucapku sambil telunjuk tanganku menyentuh hidungnya

Tangan kanannya mengelus pipi kananku dan menarik lebih dekat lagi…

ÔÇ£kenapa mmmmhhhhff….ÔÇØ untuk keempat kalinya bibir kami bertemu tapi tak selama yangketiga tadi

ÔÇ£Maafkan aku…ÔÇØ ucapku lirih

ÔÇ£sudah tidak ada yang perlu dimaafkan, sekarang kita lanjutkan apa yang sudah kita lalui… tanpa harus mengulang dari awal, karena kita tidak bisa kembali lagi dimasa seorang bocah duduk berdua di halte bis bersama seorang perempuan…ÔÇØ ucapnya tersenyum kepadaku

ÔÇ£aku akan memperbaiki semuanya…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£heÔÇÖem ade akan selalu bersama mas…ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£heÔÇÖm dengan ade…ÔÇØucapku yang langsung aku tempelkan pipiku di leher bagian kanannya, kupeluk erat tubuhnya dengan tangannya mengelus-elus kepalaku

ÔÇ£We will fix what has been broken…ÔÇØ

ÔÇ£ dan kita akan membangun kebahagiaan dari serpihan-serpihan kesedihan kita…ÔÇØ

ÔÇ£together…ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£Yes, I Will….ÔÇØ balasku

Tangan halusnya mengangkat pipiku, aku memandangnya…

ÔÇ£I Love you…ÔÇØ ucapnya sambil merebahkan keningnya tepat di pelipis kiriku

ÔÇ£I Knew… I love you too…ÔÇØ ucapku dengan pelukan semakin erat di tubuhnya

I don’t wanna miss one smile
I don’t wanna miss one kiss
Well, I just wanna be with you
Right here with you, just like this

I just wanna hold you close
Feel your heart so close to mine
And just stay here in this moment
For all the rest of time

Don’t wanna close my eyes
Don’t wanna fall asleep
‘Cause I’d miss you, baby
And I don’t wanna miss a thing

‘Cause even when I dream of you
The sweetest dream will never do
‘Cause I’d still miss you, baby
And I don’t wanna miss a thing

Semilir angin masih menemaniku disini, menemani disetiap kebersamaan kami. Benar-benar lengket, dari aku dan bu dian eh sayang eh ade he he he he… tidak ada satu pun yang ingin lepas dari pelukan. Kini wanita yang selama ini selalu dan hanya bisa aku pandang untuk kedua kalinya bisa aku peluk. Jadi teringat masa-masa dimana aku dan dia sedang bermain hingga aku bisa memeluknya dari belakang, kini? He he he he jangan salah, sudah aku peluk dengan erat.

Tubuhnya kembali bergeser, merebahkan tubuhnya miring ke dalam dekapan pelukan sang pangerannya. Pangeran? Yah… sekali-kali dunkz biarkan aku ini menyombongkan diri, baru ini lho arya punya pacar. Hiks hiks hiks setelah sekian lama, akhirnya hiks hiks hiks…. sebenarnya aku yang bodoh atau memang aku yang sok ganteng? Ah tapi sudahlah, perempuan berbaju SMA saat itu, perempuan yang selalu dalam ingatanku, perempuan yang selama ini selalu aku harapkan dalam mimpi malamku, akhirnya berada dipelukanku. Ah… apakah ini mimpi? Jika memang benar ini adalah mimpi… tolong jangan pernah bangunkan aku. Matanya yang indah, hidungnya… sekarang dalam dekapanku, aku tak akan pernah lagi melepaskannya.

Wajahnya tampak sekali lelah, matanya terpejam memeberikan isyarat kepadaku agar tak mengganggunya sementara ini. Alunan nafas yang teratur, terasa hangat didadaku. Aroma wangi rambutnya yang sedikit acak-acakan ini sangat terasa menusuk hidungku. Tangan kananku meraih kepalanya menekan ke dalam dadaku, tangan kiriku memeluk erat pinggangnya. Pipi kiriku aku rebahkan di atas kepalanya.

ÔÇ£Pulang?ÔÇØ ucapku lirih

ÔÇ£Kalau mas bareng ade…ÔÇØ

ÔÇ£ade baru mau pulangÔÇØ jawabnya

ÔÇ£Kalau mas pulang, ade mau disini saja…ÔÇØ ucapnya yan sebenarnya aku tidak begitu mengerti

ÔÇ£Iyaa… bareng ade, yuk, dingin…ÔÇØ ucapku

Tubuhnya bangkit, lepas dari pelukanku. Matanya terbuka perlahan, sangat indah yang kemudian menatap mata hina ini. dian tersenyum kepadaku, ya dian dan mengangguk ke arahku mengisyaratkan bahwa dia setuju untuk pulang. Aku kemduian bangkit dengan kedua telapak tangannya aku genggam sembari aku berdiri aku tarik kedua tangannya agar ikut berdiri bersamaku.

ÔÇ£ternyata kamu kecil ya?ÔÇØ godaku

ÔÇ£iih apaan sih… huh…ÔÇØ ucapnya sambil meleparkan pukulan ringan ke dadaku

ÔÇ£iya iya… ndak papakan kecil tapi pacarnya tinggiÔÇØ ucapku dengan senyuman, sebenarnya tidak kecil ini cewek, standarlah. Hanya mungkin karena aku tinggi saja dia kelihatan kecil.

ÔÇ£heÔÇÖem…ÔÇØ ucapnya tersenyum tepat didepanku, kakinya sedikit berjinjit dengan kedua tangannya bertautan dilakang tubuhnya. Aku letakan tangan kiriku tepat di atas kepalanya.

ÔÇ£cup…ÔÇØ kucium keningnya

Tangan kananku meraih dagunya…

ÔÇ£mmmhhh mmmhhh mmmhhh mmmhh mmh mmhhh mhh…ÔÇØ sekali lagi aku menciumnya, yes yes!

ÔÇ£Sssssttt… maunya… ehem… ayo pulang mas…ÔÇØ ajaknya

Maunya? Jelaslah… kamu kan perempuan yang aku mau sejak aku SMP dulu. Hmmm… kulihat dia mengambil tas dan sematponnya yang masih memutar lagu klasik. wanita ini kemudian berdiri dan tersenyum kepadaku, aku bergerak ke arah kirinya dan meraih tangan kirinya.

ÔÇ£Yuk….ÔÇØ ucapku, dijawabnya ajakanku dengan pandangan sipit matanya karena bibirnya tersungging ke atas

Dosenku pacarku dan juga kekasihku, akan aku usahakan semampuku untuk menjadi istriku. Mungkin judul cerita yang paling tepat adalah jalan cintaku bersama dosenku. Berjalan beriringan, memandangnya dan juga dipandang olehnya. Seakan jalan di taman ini semuanya memihak kepada kami berdua, melebar dan tak ada halangan.

ÔÇ£aduh….ÔÇØ ucap dian, tiba-tiba kakinya sedikit kesleo hingga dia terjatuh namun dapat aku raih tubuhnya.

Kulihat ke sepatu yang dipakainya, ternyata hak pada sepatunya patah. Segera aku jongkok di depannya, kulepas sepatunya dan aku lihat hak sepatunya.

ÔÇ£Sudah mas, aku lepas sajaÔÇØ ucapnya

ÔÇ£ndak papa ndak pakai sepatu?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£heÔÇÖem ndak papa… kan ada masÔÇØ ucapnya sambil tersenyum kemudian berdiri

ÔÇ£aku bawakan saja sepatunyaÔÇØ ucaku sambil aku meraih kedua sepatu yang dicincing oleh tangan kirinya

Beberapa langkah kemudian aku berjalan kembali…

ÔÇ£Aw… mas… ÔÇ£ ucapnya yang kaget ketika aku bergerak kebelakangnya dan membopongnya

Aku tidak menjawab keluhan dari bibirnya. Dengan manjanya kepalanya dimasukan ke dalam dadaku. Senyumnya semakin melebar, aku sedikit meliriknya kebawah. Langkahku aku lambatkan agar lama aku menggendongnya.

ÔÇ£waktu ade datang kesini, rasanya tadi dekat jalan dari tempat parkir sampai ke bangku tadi…ÔÇØ ucapnya dengan kedua mata terpejam

ÔÇ£…ÔÇØ aku tidakmenjawabnya

ÔÇ£masih jauh kah?ÔÇØ ucapnya menggoda dengan senyumnya

ÔÇ£sangat jauh…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£sangat jauh atau dibuat jauh?ÔÇØ ucapnya kembali

ÔÇ£dibuat jauh… walau beratÔÇØ ucapku

ÔÇ£iiiih… berarti ade ndut gitu maksudnya?ÔÇØ ucapnya sambil membetet hidungku

ÔÇ£auch… awas nanti aku betet hidung ade…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£emang berani? tak kasih C nanti TA-nyaÔÇØ ancamnya

ÔÇ£tegan banget… kalau mas jadi dosen ade, mas kasih AÔÇØ ucapku

ÔÇ£enggak ah… C aja, bagus kokÔÇØ balasnya

ÔÇ£kan bagusan AÔÇØ rayuku

ÔÇ£C… Cinta…ÔÇØ ucapnya kembali memjamkan matanya dengan bibir semakin melebar

ÔÇ£A… Aishiteru…ÔÇØ balasku

Tak ada perbincangan diantara kami berdua, semuanya terdiam dengan senyum masing-masing. Aku berjalan walau lambat akhirnya aku sampai di depan REVIA. Dapat aku merasakan REVIA tersenyum kepadaku.

ÔÇ£Non… sudah sampai…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£…ÔÇØ tak ada jawaban tapi bibirnya tetap tersenyum

ÔÇ£adeeeee… sudah sampai, apa mau dibonceng didepan?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£heÔÇÖem…ÔÇØ balasnya, waduh gimana cara mboncenginnya?

Dengan susah payah aku posisikan duduk dan memmangku dian….

ÔÇ£iiih beneran didepan, ntar ade jatuh lagi…ÔÇØ ucapnya tiba-tiba dan sedikit melompat, membuatku sedikit kehilangan keseimbangan dan hampir jatuh

ÔÇ£dibelakang saja…ÔÇØ ucapnya yang langsung membonceng di belakang

ÔÇ£katanya tadi di depan….ÔÇØ ucapku

ÔÇ£ndak, pengen dibelakang bisa meluk mas…ÔÇØ ucapnya dengan pipi direbahkan di punggungku dan memelukku dengan sangat erat

Entah mimpi apa sebenarnya aku semalam, memboncengkan dian dosenku. Aku nyalakan REVIA dan berjalan dengan kecepatan sangat cepat, 40 Km/jam menuju rumahnya. Tangan kiriku mendekap kedua tangannya yang memeluk tubuhku. Perjalanan sangat indah ini aku lalui dengan hati yang bermawar-mawar. Akhirnya memasuki daerah kota yang penuh dengan keramaian malam, melewati keramaian di sebuah warung pinggiran yang berjajar.

ÔÇ£Cinta mas…ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£AKU CINTA DIAAAAAAAAAAAAAAAAAAAN!ÔÇØ balasku dengan teriakan keras

ÔÇ£ih… mas keras banget banyak yang denger tuhÔÇØ ucapnya dengan dagu bersandar di bahuku

ÔÇ£biarin semua orang tahu…ÔÇØ balasku

ÔÇ£tuh pada lihatin kita masÔÇØ ucapnya

Aku berhentika motorku di tengah-tengah warung berjajar…

ÔÇ£WOI…. INI PACARKU AKU CINTA DIA…ÔÇØ teriakku membuat semua orang yang berada dalam warung keluar melihat kami

ÔÇ£Woooo… Arya koplak…ÔÇØ ucap seorang dari mereka yang mengenalku

ÔÇ£mas… sudah… ayo pulang, iiih…ÔÇØ ucapnya sambil mencubitku

ÔÇ£auch… iya… he he heÔÇØ balasku

Beberapa orang kemudian masuk ke dalam warung lagi, dan aku jalankan lagi motorku.

ÔÇ£Woi cat… ojo lali mangan-mangane (jangan lupa makan-makannya)ÔÇØ teriak seseoranng, yang setelah aku lihat ternyata wongso dan asmi. Aku balas acungan jempol ke arahnya, dan mereka hanya tersenyum kepadaku.

ÔÇ£kok malah sembunyi?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£iiih mas, kan ndak perlu gitu juga…ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£berarti malu punya pacar mas?ÔÇØ balasku

ÔÇ£ndak…ÔÇØ jawabnya

ÔÇ£he he he…ÔÇØ jawabku cengengesan

ÔÇ£AKU JUGA CINTA ARYA!ÔÇØ teriaknya

Aku terkejut mendengar teriakan wanita yang aku bonceng dibelakangku. Pelukannya semakin erat dan semakin membuatku terhanyut dalam alunan cintanya. Tak kupedulikan orang-orang yang melihatku dan kadang menertawakanku. Masa bodoh,kalau cinta, dunia milik kami berdua yang lain harus bayar uang sewa. Tak terasa perjalananku akhirnya sampai di gerabang perumahan ELITE, dengan santai satpam keluar dari posnya dan langsung mengijinkan aku masuk. Sesampainya di depan rumah bu dian kumatikan motorku, bu dian kemudian turun tapi sebelumnya mengecup leherku. Dengan cepat bu dian membuka pintu gerbang rumahnya, aku memandangnya dengan takjub akan kecantikan wanita ini.

ÔÇ£Mas.. dimasukin…ÔÇØ ucapnya,

ÔÇ£eh… aku pulang saja ade…. kan udah malamÔÇØ balasku, tiba-tiba dia jongkok menutupkan wajahnya di lipatan lutunya

ÔÇ£Sudah sana pulang… pergi saja! Ndak usah kembali lagiÔÇØ ucapnya yang sangat terlihat marah, apakah ini maksud dari kata-kata tadi ÔÇ£kalau mas bareng ade, ade mau pulangÔÇØ. Dasar laki-laki kurang peka terhadap perempuan.

Aku sebenarnya bingung juga, masa aku tidur dirumah dosenku. Tanpa pikir panjang aku nyalakan motorku dan kujalankan. Aku arahkan motorku ke dalam rumah bu dian, kulihat dian kembali berdiri dan tersenyum kepadaku. Setelah masuk ke dalam aku segera aku turun dari motor dan kutarik pintu gerbang rumahnya dengan posisi dian masih di luar. Hanya kepalaku yang terlihat dari luar.

ÔÇ£Maaf mbak mau nyari siapa? Ini sudah malam mbak… nyonya lagi tidurÔÇØ ucapku

ÔÇ£Mas, apaan sih! Bukain pintunya…ÔÇØ jawabnya sambil kedua tanganya menarik gagang pintu gerbang rumahnya

ÔÇ£mbak tolong, nyonya sudah tidur, nanti kalau keganggu saya bisa dipecat mbak…ÔÇØgodaku

ÔÇ£maaaaaaaaaassss… eng eng eng…ÔÇØ ucapnya sambil memukul-mukul pintu gerbangnya, kulihat dia sedikit akan menangis

ÔÇ£iya… iya silahkan masukÔÇØ ucapku dengan membuka pintu gerbang rumahnya

Dengan pipi yang mencembung, dian masuk. Wajahnya tampak sedikit judes ketika itu, marah mungkin karena ku goda. Segera aku tutup dan berbalik kerahnya, kulepas helmku dan mendekati wanita yang berdiri dihadapanku.

“jangan marah… ntar tambah cantik lhoÔÇØ godaku dari belakangnya

ÔÇ£berarti kalau senyum tambah jelek?ÔÇØ ucapnya yang berbalik ke arahku

ÔÇ£ndak juga, kalau marah tambah cantik berarti kalau senyum tambakh semakin cantikÔÇØ rayuku

ÔÇ£iiih… gombal… dasar jelek!ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£beneran jelek?ÔÇØ balasku, dian hanya menjawab dengan gelengan kepalanya

ÔÇ£pelukÔÇØ ucapnya

Aku maju dan kemudian memeluknya… ditariknya tanganku, dengan bergandengan kami berjalan menuju pintu rumahnya. Setelah pintu terbuka, dian kemudian masuk dan melepaskan gandengan tangannya. Dian berdiri didalam rumah dengan kedua tangan bertautan memandangku, kadang kakinya berjinjit-jinjit.

ÔÇ£Selamat datang, sekarang ini rumah masÔÇØ ucapnya sambil menunduk, aku letakan helmku di kursi teras rumahnya

ÔÇ£permisi bu, saya mau bimbingan boleh?ÔÇØ godaku kembali

ÔÇ£iiih… mas… bercanda mulu!ÔÇØ ucapnya yang kemudian bersedekap dan membuang muka

ÔÇ£bimbingan cinta maksudnyaÔÇØ lanjutku

ÔÇ£heÔÇÖem…ÔÇØ ucapnya dengan kedua tangan kembali bertautan dibelakang tubuhnya

Aku kemudian masuk dan kututup pintu rumahnya. Dian kemudian maju dan meraih kedua tanganku. Menariku masuk ke dalam kamarnya yang gelap. Ditinggalkannya aku tepat di pintu kamarnya. Dian kemudian masuk dan menyalakan kamarnya, aku begitu terkejut ketika lampu telah menyala. Benar-benar terkejut ketika melihatnya….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*