Home » Cerita Seks Mama Anak » Wild Love 42

Wild Love 42

Dalam lelahku, di waktu menjelang siang ini aku sendiri di dalam kamarku. Tak ada seorang pun dirumah ini yang menemaniku. Ingatanku kembali ke wanita itu, wanita yang selama ini telah hilang dari dalam hidupku. Wanita yang selama ini aku kagumi dan terpisah oleh jarak. Dan setelahnya aku bertemu karena waktu, namun kondisiku sekarang ini seudah tidak sama lagi dengan yang dulu. Tidak sama lagi dengan yang dia lihat dulu.

Aku duduk dihadapan komputer kamarku, rasa kantuk mulai merangkulku kembali. Namun rasa penasaranku masih menggelayut dipikiranku. Ku buka email om nico, dan tak kudapati percakapan. Rasa penasaran masih berada dalam otakku dan segera aku membuka sematpon KS, oh sial bahkan BBM dalam grupnya saja sepi walaupun sudah aku koneksikan dengan wifi dari sematponku. Aku menunggu sejenak, mungkin saja pesan-pesan percakapan mereka belum. Sembari menunggu aku mengambil kalung dengan cincin monel itu.

ÔÇ£Kenapa? apakah kamu jawabannya?ÔÇØ ucapku kepada kalung itu, segera aku simpan kembali kalung itu

Ingatanku kembali ketika malam tadi bertemu dengan bu dian. Entah kenapa selalu saja dia datang dalam kabut tebal diriku. Seakan dia tahu bagaimana aku membutuhkannya, seakan dia adalah angin yang mennghembuskan kabut-kabut itu. Wajah nan ayu dan cantik tampak selalu terpancar dari wajahnya, apalagi ketika dia bangun tadi pagi. Argh, sial kenapa ada wanita secantik itu? Aku mengira cantiknya hanya ketika diluar saja tapi tadi pagi, benar-benar gila melihat dia bangun saja sudah seperti berada di khayangan. Pikiranku terus berputar-putar di alun-alun otakku, dan ditengah-tengahnya selalu ada dia, bu dian.

Kuraih kembali sematponku, dan kuamati kotak berlayar yang canggih ini. Lama aku menunggu tak ada pesan masuk dalam grup bbm. Mungkin saja mereka sudah tidak berkomunikasi lagi. Kuletakan kembali sematpon KS dalam keadaan mati di tempat persembunyiannya. Apakah aku harus bertemu dengan kakekku untuk membicarakan semua ini? tapi sebelumnya aku ingin bertemu dengan mbak erlina, hanya itu pikiranku saat ini.

To : mbak erlina
Mbak, di kos?
Lama aku menunggu dan…

From : mbak erlina
Ndak, adikku sayang, ada apa?
To : mbak erlina
Pengen tanya-tanya ke mbak
From : mbak erlina
Ya, ke kos saja, kuncinya ada di ata pintu
To : mbak erlina
Ndak enak ah mbak, masa main nyelonong saja
From : mbak erlina
Ndak papa adikku sayang, sudah santai saja, okay
To : mbak erlina
Okay…
From : mbak erlina
Mbak kerja lagi, mpe ketemu dikos
Ku sentuh update status BBM di sematponku…

Status bu dian
ÔÇ£I tryÔÇØ

Aku hanya tersenyum dan menaikan bahuku tak mengerti apa maksud dari statusnya, tapi yang jelas itu bukan untuk aku. Segera kuletakan kembali sematponku dan bergegas untuk membersihkan tubuhku, berganti pakaian dan berangkat ke kos mbak erlina. Dengan si montok REVIA aku kembali mengarungi jalan daerahku. Laju motor yang tidak terlalu kencang namun bisa menyalip beberapa pengendara sepeda onthel. Hingga akhirnya aku sampai di kos mbak erlina, tampak sepi. Segera aku parkir motorku dan ku ambil kunci kosnya yang berada diatas pintu kosnya, tepatnya di ventilasi. Kulihat didala kamar kos yang luas ini, ada beberapa makanan ringan disana, segera aku lahap tanpa meminta ijin ke mbak erlina. Lama aku menunggu hingga akhirnya aku tertidur.

Pukul 17:00, aku terbangun dari tidurku dan tak kudapati mbak erlina berada dikamar kos. Mungkin pekerjaannya menumpuk sehingga pulang terlambat. Aku kekamar mandi sebentar, membuang air kecil, ufth lega rasanya. Ketika aku keluar kamar mandi kudapati mbak erlina sudah berada dibalik pintu kamarnya yang tertutup. Wajahnya tersenyum lebar memandangku, dijatuhkannya tas kecil yang menggantung dibahunya. Dibukanya lebar kedua tangannya seakan memanggilku untuk memeluknya.

ÔÇ£weeeeeek….ÔÇØ ledekku sambil menjulurkan lidah

ÔÇ£iiiih….ÔÇØ ucap mbak erlina kesal dan langsung saja melangkah cepat kearahku

ÔÇ£Eh… mbak… mbak….ÔÇØ ucapku terkejut

Mbak erlina langsung saja berlutut di depanku, di bukanya dengan paksa celanaku. Tanpa menunggu lama, dedek arya yang mencium aroma seorang wanita langsung tegang dihadapan wajah ayu ini. tubuhnya masih berbaluk pakaian serba putih yang sedikit ketat dengan kerudung lebar yang masih menutupi kepalanya hingga lengan itu. Aku mendapat perlakuan seperti itu hanya diam saja, mematung karena dedek arya yang sekarang berkuasa atas diriku. Mulutnya terbuka, tanpa bantuan tangnnya dia mencoba memasukan dedek arya dimulutnya. Perlahan dedek arya masuk kedalam mulut mbak erlina, kedua tangan mbak erlina memeluk pinggulku. Walau tidak bisa masuk secara keseluruhan, tapi sungguh nikmat. Kepalanya maju mundur memanjakan dedek arya. Dengan mulut yang maju dan tersumpal dedek arya, matanya melirik keatasku dan menyipit menandakan dia tersenyum kepadaku.

Dalam posisi berdiri aku hanya menarik kaosku ke atas dengan tangan kiriku sedangkan tangan kananku memegang kepalanya dengan lembut mengikuti gerakan kepalanya. Kepalaku menengadah ke atas mencoba menikmati sensasi kuluman bibir indah ini. kutundukan kepalaku dan kupandang kepala berbalut kerudung ini, lidahnya sedang menjilat-jilat dedek arya yang tegang mengacung. Kadang kepalanya miring tepat berada dibawah batang dedek arya untuk mengulum dan menjilati buah zakar.

ÔÇ£ughh… mbak… mmmm…ÔÇØ desahku

ÔÇ£suka ndak adikku sayang?ÔÇØ ucapnya yang kemudian mengulumi buah zakar itu lagi dan aku hanya mengangguk pelan

ÔÇ£mbak gerah, bukain baju mbakÔÇØ ucap mbak erlina dengan masih mengulumi buah zakar dedek arya

Mbak erlina kemudian beralih mengulum batang dedek arya dari depan, tangannya memeluk pinggulku. Perlahan aku menjatuhkan lututku, mulut mbak erlina tidak mau lepas dari batang dedek arya. perlahan pula mbak erlina mundur menyesuaikan batang dedek arya yang posisinya mulai merendah. Kedua tangannya kini menopang tubuh bagian depannya, posisinya seperti orang merangkak. Dengan sedikit membungkuk, aku mulai membuka kancing baju mbak erlina dengan bantuannya aku bisa membuka baju mbak erlina dengan mudah. Tampak tanktop ketat menempel di tubuhnya, segera ku membuka resleting rok yang dikenakannya. Dan… ugh pemandangan yang sangat indah sekali, ketika rok itu terbuka pemandangan berubah menjadi celana dalam yang sangat tipis dan menerawang. Kuelus-elus pantat mbak erlina dengan perlahan.

ÔÇ£adikku sayang, kamu pengen apa mbak mauÔÇØ ucapnya dengan kepala berbalut kerudung dan lidah menjilati ujung dedek arya

ÔÇ£diemut aja mbak, ufthhhhhh…ÔÇØ ucapku terpotong

ÔÇ£pas mbak pakai kerudung ya? Nakal deh, nanti pasti minta pake yang lainÔÇØ ucap mbak erlina yang malah membuat fantasiku berkembang

ÔÇ£pengen apa bilang ya adikku sayang, mbak bakal bikin kamu puasÔÇØ lanjutnya

ÔÇ£pengen erghhh….ÔÇØ ucapku

ÔÇ£apa? Kok ndak jelas?ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£mejuhin mbakÔÇØ ucapku sedikit keras

ÔÇ£Cuma itu?ÔÇØ jawab mbak erlina, dengan posisi mbak erlina menengadah ke atas melihatku sambil tersenyum sedangkan dedek arya mengacung-acung didepan mulutnya membuatku semakin terbak

ÔÇ£mbak emutin dulu mbak, cepetaaaanÔÇØ ucaku sedikit manja

ÔÇ£begini ya?ÔÇØ ucapnya kemudian mengulum dedek arya

ÔÇ£oh iya mbak, erghhhh…. bibir mbakhhh nikmhhhat sekali ough… yah… mmmmmhhh…ÔÇØ ucapku sambil memegang kepala mbak erlina

Selang beberapa menit, aku mengangkat kepalanya. Kucium bibir mbak erlina, tanganku kemudian meremas susu indah yang lumayan besar itu. Ciuman kami semakin panas.

ÔÇ£sayang, tubuh mbak adalah hadiahmu, kamu boleh melakukan samaumu, mbak tidak arghhh akan menolak, adikku sekarang adalah rajaku ouwhh….ÔÇØ desahnya

ÔÇ£awmmmm…. mmmhhh….ÔÇØ kusumpal kembali mulut mbak erlina yang tampak semakin liar ini

Gelombang panas mengelilingi tubuh kami, seakan tak mau lepas. Rasa takut di malam tahun baru membuatku ketakutan seakan menuntut pembalasan. Tangan kananku meraba perut mbak erlina, dengan mulut masih berciuman. Tangan kananku menelusup ke balik celana dalam seksi milik mbak erlina. Jariku menemukan klitoris mbak erlina dan mulai memainkannya. Desahan yang terhambat keluar dari bibir mbak erlina. Tangan kiriku perlahan mendorong tubuh mbak erlina, seakan dia tahu apa yang ingin aku lakukan. Dengan pelan mbak erlina melepaskan ciuman dan mundur hingga terduduk. Kedua pahanya tertutup sementara ketika aku melepas celana dalamnya setelahnya kedua paha putihnya terbuka memperlihatkan sebuah lubang tertutup yang dihiasi sedikit rambut. Kuturunkan kepalaku, dielusnya rambutku dengan tangan kanan mbak erlina sedangkan tangan kirinya menumpu tubuhnya.

ÔÇ£ouwh… jilat terus… emmmhhh… adik yang nakal ssssshhhh… masukin jarinya sayang, mainkan sehhhhsukaaah ouwh… muhhhÔÇØ racaunya ketika lidahku bermain-main

ÔÇ£iya sayang… erghhh dihhhsedothhh yah begituhhh mbakhhh sudahhhh kangennhhh ouwh… yah terushhh sshhhhhh emmmhhhh… kocok lebih keras lagihhhÔÇØ racaunya ketika bibirku menyedot-nyedot klitorisnya dengan kuat, dan kocokanku semakin liar ketika mbak erlina memintanya

Tangan kirinya sudah tidak mampu lagi menahan tubuhnya, tangan kanannya yang semula membantu tangan kirinya untuk menopang tubuhnya pun sudah tak mampu lagi. Tubuhnya ambruk kebelakang, tubuhnya menggelinjang bergerak tak karuan setiap kali permaina lidah dan jariku di vaginanya semakin liar.

ÔÇ£Arghhh… adikkuhhh owhhh… mbakhhh mbakkkhhhh arghhh lebih cepat lagi sayangku… emmmmhhh ah ah ah ah… terushhh… sedikit lagi….ÔÇØ racaunya

Selang beberapa menit dari racauannya, tubuhnya terangkat keatas. Cairan hangat keluar dari dalam vaginanya. Tubuhnya yang masih melengking sekian menit kemudian kembali lagi ke lantai, nafasnya tersengal-sengal dan beberapa kali tubuhnya mengejang. Tanpa memberikan kesempatan kepada mbakku yang masih berkerudung ini, aku membalik tubunya. Dengan sedikit lemas mbak erlina mengikuti kemauanku dan berbalik, tubuhnya kemudian berposisi menungging. Ku pegang kedua pantat yang besar dan bahenol ini serta meremasnya dengan sangat kuat. Remasan seperti menggenggam dan menarik kedua pantatnya kesamping sehingga anus dan vaginanya bisa aku lihat. Tak tertarik aku dengan anus, vaginanya lah yang diinginkan dedek arya sekaran. Tanpa ku pegang insting dedekrya seakan tahu ada tempat indah didepannya, tempat dimana dia bisa berenang didalamnya. Kudorong perlahan dan masuk secara pelaaaaaaan.

ÔÇ£ouwh… mbak sempit sekali… aku suka sekalihhhh erghhh….ÔÇØ desahku sambil memandang batang dedek arya masuk kedalam vagina mbak erlina

ÔÇ£Erghh… pelan adekku sayang eghhh… pelan sudah lama ndak kamu pakai erghhh… jangan digoyang biarkan memek mbak temu kangen dulu, mbak benar-benar kangen sama kontol kamu sayangÔÇØ racaunya ketika semua dedek arya sudah masuk ke dalam vagina sempit mbak erlina

ÔÇ£kangen?ÔÇØ godaku

ÔÇ£erghhh… ya jelas dong sayang, kan kontol kamu yang ngrobek punya mbak, jangan digoyang dulu… benar-benar keenakan memek mbak kalau dimasuki kontol kamuÔÇØ ucap mbak erlina

ÔÇ£terus gini saja mbak? Mending adik kamu yang nakal ini main sabun di kamar mandi saja ah, arya cabut yaÔÇØ godaku

ÔÇ£iiiiih… nyebelin, tunggu dulu… sakit tau dimasuki sama kontol kamu yang gede ini… biarin melar dulu punya mbakÔÇØ ucap mbak erlina

ÔÇ£iya mbak ku sayangÔÇØ ucapku sambil membungkukan badan, merebahkan tubuhku dipunggungnya, langsung saja kedua tanganku menelusup masuk dibalik tanktopnya, meremas susu mbak erlina dan memainkan putingnya

ÔÇ£adeeeekkkk ughhh… kamu benar-benar nakal, kamu berathhhhh… ahhhh…. memek mbak kamu masuki kontol sekarang mbak disuruh nahan tubuh kamu erghhh…ÔÇØ ucap mbak erlina

ÔÇ£sssstttt… katanya mau nurut sama adek, kalau ndak nurut diperkosa sama adek lho, kaya giniÔÇØ bisikku pelan sambil menarik dan menghentakkan keras batang dedek arya di vaginanya

ÔÇ£awhhh… nakal kamu sayang… iyahhh mbak nurut sama adek, digoyang pelanÔÇØ ucapnya

Aku mulai menggoyang pelan pinggulku, batang dedek arya mulai menyusuri liang vagina mbak elrina. Terasa sangat nikmat di dalam sana, lama aku tidak merasakannya semakin kencang saja vagina mbak erlina. Goyangan pinggulku semakin aku percepat seiring dengan darah yang mulai mendidih karena sensasi wanita berkerudung ini. Kepalanya mendongak keatas, desahan dan jeritan kecil terdengar dari bibirnya.

ÔÇ£Ah ah ah ah… terus… buat memek mbak keenakan adekku ough… benar-benar kontol kamu nikmathh sek rghhhhh sekali…. terus sayangÔÇØ racaunya

ÔÇ£memek mbak enak sempit sekali, ugh… aku pengen pejuhin dalamnya mbakÔÇØ racauku dengan podidi sekarang aku memegang pinggulnya

ÔÇ£iya pejuhin mbak, lebih keras lagi buat kontol kamu puas sayanghhh…. arghhhÔÇØ racaunya

Dengan posisi sedikit membungkuk aku tarik kedua tangannya. Seperti halnya sedang mengendarai kuda, aku hujam keras-keras liang vagina mbak erlina. Beberapa menit berjalan, aku sedikit kelelahan dengan posisi ini. kuminta tubuhnya berbaring miring dan kuangkat kaki kenannya kemudian kuletakan di bahu kiriku. Kumasukan lagi batang dedek arya ke dalam vagina dan kutarik ke atas tank-top mbak erlina sehingga terlihatlah dua buah bukit ranum, sekal dan kencang. Aku mulai menggoyang wanita berkerudung ini semakin buas.

ÔÇ£ugh… kontolku keenakan mbak, ya enak sekali arghhh… mantab sekali mbakÔÇØ racauku

ÔÇ£terus sayang mbak sudah lama ndak kamu kasih, ah ah ah ah enaaaak ya terus buat memek mbak lecet teruss terus lebih keras lagi… arghh kontol kamu memang benar-benar amazing.. oughÔÇØ racaunya dengan tangan kanannya memegang tangan kirikku sedang tangan kirinya berada diatas kepalanya

ÔÇ£akan aku buat mbak keenakan dengan kontol adik mbak iniÔÇØ racauku membalas mbak erlina yang kini matanya terpejam dengan bibir bawahnya digigit

ÔÇ£iya sayang mmmmhhh… errrrghhhh… terus sayang teruuusss…. mmmhhhhh… ah ah ahÔÇØ balasnya menikmati setiap sodokan

ÔÇ£memek mbak kok menyempit ugh enak mbak enak bangetÔÇØ racauku

ÔÇ£enak kan erghhh… enak dijepit memek mbak kanhhhh ahhhhh ahhhh ouwh…. terus sayanghhh arghhhh…ÔÇØ balasnya meracau

Kini aku telentangkan tubuh wanita berkerudung ini, kubuka lebar pahanya. Inilah saatnya penuntasan, kuletakan tanganku disamping pinggulnya. Ku tenggelamkan kembali dedek arya ke dalam memek wanita berkerudung ini.

ÔÇ£Argh… lebih dalam lagih emmmhhh… lebih kerasÔÇØ racaunya dengan kedua tangan berada di atas kepalanya menambah keindahan busungan payudaranya.

ÔÇ£lebih keras lagi lebih cepaaaaaaatttthhhhh arghhhhh… enaakkkkh bangethhhh oh owh owh ohhhhhÔÇØ racaunya semakin menggila

ÔÇ£mbak, aku mau keluar… arghhh….ÔÇØ racauku diiringi goyangan pinggul yang semakin keras

ÔÇ£mbak jugggg… ah…. terus lebih keras lagi mbak hampir sampaiÔÇØ racaunya

ÔÇ£Arghhhhhhhh………ÔÇØ teriaknya sedikit tertahan dengab tubuh melengking dan

Croot croot croot croot croot croot croot croot croot croot

Aku terkulai lemas di atas tubuh mbak erlina, tubuh mbak erlina masih sedikit mengejang. Kurasakan empuk payudaranya di dadaku. Nafasnya tersengal-sengal, ku usap lembut kerudungnya dan kucium kening mbak erlina. Dengan mata yang terpejam, bibirnya masih saja bisa memperlihatkan senyuman kepadaku. Kupeluk tubuh wanita yang memberiku ketenangan dihari ini, kucium bibirnya dan dibalasnya hingga lelah menghilang dari tubuh kami. hingga akhirnya aku tinggalkan mbak erlina yang sedang beristirahat karena mungkin lelah, aku beranjak dan bersih-bersih. Setelah bersih-bersih aku keluar dari kamar mandi, ketika itu mbak erlina hanya mengenakan tank-topnya saja tanpa kerudung. Kami berciuman sebentar dan setelahnya mbak erlina masuk ke kamar mandi.

Aku menunggu diluar, dekat dengan jendela kamar kosnya. Dengan sebatang dunhill menyala di tangan kananku sedang tangan kiriku memegang sekaleng minuman bertuliskan W&A. Aku hanya mengenakan kaos oblong dan celana jeans yang aku kenakan tadi. Lama aku menunggu akhirnya mbak erlina keluar dari kamar mandi.

ÔÇ£ngrokok teruuuuuuuuuuuus! Udah dirokok masih saja ngrokokÔÇØ ucap mbak erlina judes

ÔÇ£iya deh tak matikan tapi nati kalau sudah tinggal filternya saja he he heÔÇØ ucapku

ÔÇ£sama aja kaleeeÔÇØ ucap mbak erlina

ÔÇ£mbak, kok tadi tiba-tiba nubruk saja? Kengen berat sama adiknya ya?ÔÇØ ucapku memandang mbak erlina yang mengenakan tank top putih serta celana pendek sepaha

ÔÇ£iya dong, adik sich ndak pernah jenguk mbaknya hi hi hiÔÇØ ucap mbak erlina yang berjalan ke arah meja riasnya sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk

ÔÇ£mbak tahu sendiri kan?ÔÇØ ucapku santai

ÔÇ£iya… iya…ÔÇØ ucap mbak erlina

ÔÇ£obat apaan itu mbak?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£obat biar kamu ndak jadi bapak adikku sayang muachÔÇØucap mbak erlina

ÔÇ£Pil KB?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£Lha boleh ndak? Atau kamu mau jadi bapak?ÔÇØ ucap mbak erlina

ÔÇ£yah jangan dong mbakÔÇØ ucapku memelas

ÔÇ£makanya… glek glek glekÔÇØ ucap mbak erlina yang langsung menelan pil tersebut

ÔÇ£tanggal merah kok berangkat mbak?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£namanya juga rumah sakit, ndak ada liburnya kecuali kalau ada yang mau gantian shiftÔÇØ ucap mbak erlina yang berdiri dan berjalan ke arahku, da kemudian duduk di bawahku

ÔÇ£ndak enak ya kerja dirumah sakit, masa libur-libur berangkat?ÔÇØ ucapku menggodanya

ÔÇ£enak ndak enak ya enak, kan ada kamu yang ngenakin mbak hi hi hiÔÇØ goda mbak erlina, yang tak kuhiraukan karena pandanganku menjadi kosong

ÔÇ£euy jangan melamum, mikirin apa?ÔÇØ ucap mbak erlina menepuk pahaku

ÔÇ£eh itu mbak…ÔÇØ ucapku kemudian menceritakan mengenai di tukang, aspal dan juga pertemuan di malam tahun baru itu. Semua aku ceritakan secara detail hingga pertemuanku dengan bu dian

ÔÇ£asyik tuh ketemu permaisurinya hi hi hiÔÇØ ucapnya

ÔÇ£mbaaaaaaaaaakÔÇØ ucapku sambil memerosotkan tubuhku dan sekarang duduk bersebelahan dengan mbak erlina

ÔÇ£hm… mbak komen masalah ceweknya nanti ya, tapi sebenarnya apa yang ingin kamu ketahui?ÔÇØ ucap mbak erlina

ÔÇ£tentang semuanya…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£hmm…ÔÇØ gumamnya kemudian menyandarkan kepalanya di bahu mereka

ÔÇ£seperti yang kamu ketahui, tapi yang jelas semua yang aku ketahui tentang mereka sudah kamu ketahui. Komplotan mereka, korupsi uang negara, narkoba, dan pesta seks, bahkan aku tidak menyangka bahwa dua orang dari mereka akan menjadikan anak mereka sendiri sebagai pelayan merekaÔÇØ

ÔÇ£hanya rekaman itu yang aku punya, dan ayahku hanya bercerita mengenai mereka tidak detail. Seperti yang sudah aku ceritakan kepadamu. Atau kamu ingin tahu si buku?ÔÇØ ucap mbak erlina membuatku sedikit terkejut

ÔÇ£eh… darimana mbak tahu mengenai si buku?ÔÇØ ucapku terkejut

ÔÇ£sudah… ndak papa ar, mbak sudah tahu mengenai komplotan mereka. mereka berjumlah lima orang, tapi salah satu dari mereka akan disingkirkanÔÇØ ucap mbak erlina santai

ÔÇ£tapi darimana mbak tahu mengenai si buku?ÔÇØ ucapku memaksa

ÔÇ£dari percakapannya dengan anaknyaÔÇØ ucapnya datar

ÔÇ£eh… jadi mbak tahu kalau anak si buku adalah…ÔÇØ ucapku terpotong

ÔÇ£mbak ara, ara medita kan?ÔÇØ ucap mbak erlina datar

Aku hanya mampu terdiam, tak dapat berkata-kata lagi.

ÔÇ£selamatkan dia…ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£eh…ÔÇØucapku

ÔÇ£mbak tahu ayahnya adalah komplotan mereka, tapi tidak seburuk mereka berempat. Mbak berterima kasih kalau salah satu dari mereka sudah mati, tinggal tiga lagi. Tapi mbak sarankan lebih baik kita pergi dari daerah ini, daripada kamu mati konyol. Semalam kamu hampir tertembak bagaimana kalau besok?ÔÇØ ucap mbak erlina

ÔÇ£tetap hidup…ÔÇØ

ÔÇ£apa mbak menaruh dendam kepada mbak ara?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£tidak… dia juga baik sama mbak, dia yang memberikan pekerjaan kepada mbak. Lagipula si buku bukan penjahat sepenuhnya seperti mereka dan…ÔÇØ ucapnya terpotong

ÔÇ£sebenarnya aku tidak ingin menolongnya mbak…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£eh… kenapa?ÔÇØ ucapnya terkejut

ÔÇ£karena si buku adalah orang yang hampir memperkosa ibuku waktu aku SMA dulu, tapi entah mengapa aku mau menolongnyaÔÇØ ucapku

ÔÇ£ehem…ÔÇØ mbak erlina tersenyum kepadaku

ÔÇ£itulah namanya ksatria sayangku, sekalipun dulu pernah tersakiti tapi tetap mau memaafkanÔÇØ ucapnya

ÔÇ£eh… mbak bisa saja, aku arya buka ksatriaÔÇØ balasku

ÔÇ£adikku tambah ganteng deh kalau lagi serius gini hi hi hiÔÇØ ucapnya sambil mentowel pipiku

ÔÇ£apaan sich mbak? Uh…ÔÇØ ucapku judes

ÔÇ£marah ni marah hi hi hiÔÇØ ucapnya

ÔÇ£Dian bagaimana?ÔÇØ lanjutnya

ÔÇ£ya ndak bagaimana-bagaimana? Mbak cemburu kan?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£ngapain coba cemburu, kan kamu sudah jadi adik mbakÔÇØ balasnya

ÔÇ£kalau seandainya aku jadi sama cewek lain?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£Ndak papa sayangku, mbak sudah punya alan, dan sekalipun dia pergi mbak juga tidak akan mengejar kamu. kamu sebagai adik mbak sudah membuat mbak bahagia. Tapi…ÔÇØ ucap mbak erlina

ÔÇ£tapi apa mbak?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£tapi sebelum ini jadi punya dian, mbak mau mainan ini duluÔÇØ ucapnya sambil memaksa membuka celanan jeansku

ÔÇ£mbak… mbak eh ufthhhhhhhhhhhhhh…ÔÇØ akhirnya aku kalah juga, dedek arya langsung dikulumnya dengan ganas, kakiku berselonjor ke depan dan tangan kananku mengelus-elus rambutnya

ÔÇ£mbak pengen lagi?ÔÇØ ucapku tapi dijawabnya dengan menggelengkan kepala, bibirnya masih asyik mempermainkan dedek arya

Dengan menahan nikmat, aku menyulut kembali batang dunhill. Sambil tangan kananku mengelus-elus kepala mbak erlina, aku merokok dan kubuang keluar jendela asapnya. Layaknya seorang raja yang di layani oleh selirnya. Kepala mbak erlina seakan-akan memompa dan memberikan servis terbaik dari mulutnya. kubuang sebatang dunhill yang telah berubah menjadi asap, tanganku kemudian berubah menjadi nakal dan mulai menelusup kedalam tank-top mbak erlina. Kumainkan puting susunya, hingga akhirnya aku meremasnya dengan sangat kuat

ÔÇ£mbak, aku mau keluar…ÔÇØ ucapku dan dibalasnya dengan pompa bibirnya yang lebih menggila lagi

Croot croot croot croot croot croot croot croot croot croot

Tumpah ruah, semua peju di mulut mbak erlina. Tubuhku sedikit menjadi lemas, tanganku kutarik lagi dan mengelus-elus kepala mbak. Seakan-akan terasa sesuatu telah lepas dari tubuhku, keluar dengan penuh kenikmatan. Dengan telaten mbak erlina membersihkan semua sperma yang keluar dari dedek arya. sebagian telah ditelannya sedangkan yang bercecer di mulutnya dan dedek arya dibersihkannya.

ÔÇ£Slurrrp…. mmm… pokoknya kalau kamu belum punya cewek, mbak harus dikasih jatah terus lho..ÔÇØ ucap mbak erlina sambil mengulum jarinya dan duduk disampingku

ÔÇ£segitunya sih mbak?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£ya, ini kan bentuk terima kasih mbak sekaligus pengabdian mbak kepada adikku yang jomblo dan selalu galau hi hi hiÔÇØ godanya

Kami terlibat obrolan-obrolan ringan, kupakai kembali celanaku dan baru aku ketahui kos mbak erlina sedang sepi dikarenakan semua penghuni kos pulang kampung pada tahun baru ini. lama kami mengobrol hingga malam menjelang, mbak erlina kemudian memakai gamis terusan dan keluar dari kamarnya untuk menyediakan makan malam bersama. Kulihat kerudung dan gamisnya tampak membuat dia begitu seksi, membuat aku semakin terbakar. Gamisnya jika aku lihat tampak sekali memperlihatkan lekuk tubuhnya, benar-benar sangat ketat gamis yang dikenakannya dan juga memperlihatkan tonjolan puting mbak erlina yang tidak tertutup oleh kerudung. Kulihat di dapur mbak erlina sedang meracik bumbu untuk dimasak, kudekati perlahan dan kupeluk dari belakang.

ÔÇ£Aku pengen ngentot kamu lagi mbak…ÔÇØ ucapku pelan

ÔÇ£Hmmmm… iiih ngomongnya jorok adikku ini, dasar! Mbak tuh mau masak tahu!ÔÇØ ucap mbak erlina, tanpa persetujuannya aku singkap gamis mbak erlina dan kulorotkan CD-nya

ÔÇ£slurp… slurpp… ck ck ck ck ck…ÔÇØ suara jilatanku dan kocokan jariku sudah meramaikan suasana sepi ini

ÔÇ£Erghh… adeeek nakal banget, itu memek mbak diapain ughh… mbak mau masak… ughhhh… terus lebih keras lagi… masukin saja kontol kamu yang besar itu erghhh….ÔÇØ ucap mbak erlina yang sudah mulai terbakar, aku kemudian berdiri dan kupelorotkan celanaku, dan…

ÔÇ£Ergh… terus… buat mbakmu keluar pejuhi mbak untuk ketiga kalinya ugh…. mmmhh… terus tersuh lebih keras lagih sayanghhhh adikku ngentot memek mbaknya… ughh… entot memek mbakmu terushh…ÔÇØ racaunya semakin liar, kupeluk tubuhnya dan kugoyang lebih keras lagi dan lagi. Lama sekali aku menggoyang dengan kedua tangan mbak erlina yang semula memegang alat dapur dilepas semua.

ÔÇ£mbak, ugh benar-benar nikmat….ÔÇØ ucapku

ÔÇ£nikmathhh… ngentoti cewek berkerudung ya dek ughh…ÔÇØ racaunya

ÔÇ£iya mbak… ÔÇ£ ucapku semakin keras dan kuhentakan lebih keras lagi

ÔÇ£owh dek, lebih keras emhhh… susu mbak jangan kamu anggurin sayang arghhh…ÔÇØ racaunya yang kemudian tanganku meremas payudara mbak erlina

ÔÇ£mbak seksi…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£ergh ergh ergh… heÔÇÖem… mbak sengaja pakai gamis kekecilan biar kamu horny sayang, biar kamu tubruk mbak lagi, biar kamu entoti memek mbak lagi terus… lebih keras, mbak ingin lebih… lebih lagi ooooohhh…ÔÇØ racaunya

ÔÇ£mbak kelu…. egh egh eg hegh ar…ÔÇØ ucapnya dengan tubuh sedikit mengejang

Aku rasakan kembali cairan hangat dari vagina mbak erlina, kubalikan tubuhnya dan ku sandarkan tubuhnya di meja dapur. Kuarahkan kembali dedek arya ke liang vagina mbak erlina.

ÔÇ£agh… kamu benar-benar egh… kocok kontol kamu di memek mbakmu, ini oghh… kontol kamu merajam memek mbak aish erghh… terushhh…ÔÇØ ucap mbak erlina, dimana vaginanya aku tusuk-tusuk dengan dedek arya

ÔÇ£mbak sangat seksi, aku suka mbak kalau pakai gamis seksi ini argh enak sekali memek kamu mbakÔÇØ ucapku sambil terus menggoyang pinggulku

ÔÇ£Egh egh egh egh… terus pejuhin mbak ergh… mbak sudah tidak bisa mengontrol tubuh mbak, tubuh mbak butuh kontol kamu owh… yah terus mbak hampir sampai lagiÔÇØ ucapnya yang membuatku semakin keras menggoyang pinggulku. Lama berselang…

ÔÇ£pejuhku mau keluar mbakÔÇØ teriakku tertahan

ÔÇ£keluarkan mbak juga hampir sampai, pejuhin mbak sayangÔÇØ balasnya

Crooot crooot croot crooot croot crooot croot crooot

Aku keluar dan begitu juga mbak erlina, tubuhnya mengejang bersama dengan tubuhku yang mengejang beberapa kali. kupeluk tubuhnya dan kucium bibirnya dengan sedikit elusan di kepalanya yang tertutup kerudung. Akhirnya setelah pertempuran sangat lama dengan posisi kesayanganku ini, aku bisa memuaskan seorang wanita berkerudung. Sensasi yang luar biasa bagiku. Aliran spermaku bercampur dengan aliran cairan hangat milik mbak erlina

ÔÇ£Ugh… kamu paling bisa bikin mbak keluar… sudah adikku, nanti lagi… mbak masak dulu yaÔÇØ ucapnya

ÔÇ£heÔÇÖem yang enak ya mbak… muachÔÇØ ucapku sambil mencium kepala bagian belakangnya

ÔÇ£iya, tuh lihat paha sama gamis mbak jadi basah tuh, dasar nakalÔÇØ ucap mbak erlina

ÔÇ£kapan-kapan tak basahi semuanya deh he he heÔÇØ ucapku

ÔÇ£heÔÇÖem… boleh adikku hi hi hiÔÇØ ucapnya

Aku sudahi permainan ini dan bersih-bersih di kamar mandi kos mbak erlina. Selang beberapa saat kemudian kami makan bersama, tampak mesra memang walau kami buka sepasang kekasih. Lama kami bersama hingga akhirnya aku harus pulang, bagaimana tidak sebenarnya aku masih ingin disini namun karena mbak erlina mendapatkan sms kalau alan sedang menuju ke kos mbak erlina. Dan sekarang posisi masih di bandara ibu kota negara, hanya butuh kira-kira 60 menit untuk sampai di daerahku ini. mbak erlina kemudian membersihkan kamar sekaligus dapur, memasukan semua pakaian seksnya kedalam mesin cuci.

ÔÇ£mbak aku pulang duluÔÇØ ucapku sambil memeluknya dan mencium bibirnya

ÔÇ£mmmhh… sudaaaaaaah… kapan-kapan lagi ya, nanti mbak bakal pakai pakaian kesukaanmu itu hi hi hi mucah…ÔÇØ ucapnya sambil mengecup bibirku

Akhirnya aku pulang kerumah, rumah yang sepi tanpa ada penghuni dalam rumah. Segera aku ke kamar dan berbaring di tempat tidurku, ku raih telepon pintarku ini dan kutelepon ibu. (yang bercetak tebal adalah diah ayu pitaloka)

ÔÇ£Ada apa sayangÔÇØ

ÔÇ£lagi ngapain bu?ÔÇØ

ÔÇ£ini lagi kumpul bareng tante kamu…. jomblooooooooooooo…ÔÇØ (terdengar teriakan tante ratna)

ÔÇ£ih apaan sih itu tante! Bilangin ke tante bu, dasar pemain sinetron abal-abal he he heÔÇØ

ÔÇ£eh apa kamu bilang? Aku hajar kamu kalau kesiniÔÇØ (tiba-tiba suara berubah menjadi suara tante)

ÔÇ£Sudah-sudah… bentar sayangÔÇØ

ÔÇ£iya buÔÇØ

ÔÇ£ada apa?ÔÇØ (suara tenang hening tidak ramai seperti sebelumnya)

ÔÇ£tanya kabar ibu sajaÔÇØ

ÔÇ£kamu sendiri bagaimana? Apa yang terjadi?ÔÇØ

ÔÇ£begini bu…ÔÇØ (aku kemudian menceritakan semua percakapan ayah dan kejadian yang menimpaku)

ÔÇ£benarkah itu? Terus ibu dan yang lainnya harus bagaimana sayang?ÔÇØ

ÔÇ£aku juga masih bingung…ÔÇØ (kemudian aku teringat liburan awal tahu)

ÔÇ£Bagaimana kalau pada bulan kedua ibu dan keluarga besar liburan saja, tapi di awal ibu mengajak romo dulu biar tidak mencurigakanÔÇØ

ÔÇ£iya benar juga tapi…ÔÇØ

ÔÇ£tapi kenapa bu?ÔÇØ

ÔÇ£ibu kangen sama anak ibu, kan rencananya masih lama, ibu mau ketemu sama anak ibu dulu ya, kayaknya ada banyak ceritaÔÇØ

ÔÇ£iiih ibu, manja deh, iya ibu pulang dulu saja ndak papaÔÇØ

ÔÇ£arya juga kangen sama ibuÔÇØ

ÔÇ£iya besok ibu pulang sayang, kamu jaga rumah yaÔÇØ

ÔÇ£iya buÔÇØ tuuuuuut

Akhirnya telepon terakhir dari ibu membuatku terlelap dalam lelahnya malam. Tak ada mimpi indah dimalam ini kecuali lelah dalam lelapku. Aku masih ingin tidur dan bermimpi indah tentang seorang wanita yang telah mencuri organ dalam tubuhku, entah mau dibawa kemana tapi yang jelas aku menginginkan dia untuk terus membawanya. Dian… dian… aku masih malu mengatakannya. Tiba-tiba saja timbul rasa bersalahku kepada dian entah kenapa wanita itu seakan-akan memiliki penawar untuk kegilaanku? Diaaaaan… dian… hufth…. zzzzz… zzzz…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*