Home » Cerita Seks Kakak Adik » Ini Tentang Aku 2

Ini Tentang Aku 2

DUA

Selesai makan aku kembali kekamarku, sebelum membuka pintu kamarku, aku sempat melihat Mas Andi yang hendak pulang kerumahnya, sepertinya mereka berdua bertengkar lagi, karena aku tidak melihat Kak Zaskia mengantar Mas Andi.

Sudalah, itu urusan mereka bukan urusanku, mending aku istirahat di kamar.

Segera aku rebahan diatas tempat tidurku, berusaha untuk memejam mataku berusaha menghapus bayangan Kak Zaskia. Jujur saja pemandangan yang kulihat tadi cukup membuatku merasa tidak nyaman, bagaimanapun juga aku seorang pria dewasa, walaupun sebelumnya aku perna melihat Kak Zaskia ML tapi tetap saja aku selalu terangsang setiap kali melihatnya.

Tok… tok… tok

“Dek, kamu sudah tidur.” Terdengar suara Kak Zaskia dari balik pintu kamarku.

“Be… belum Kak, kenapa ?”

“Bukain dong pintunya, Kakak boleh masukkan.” Aku segera beranjak dari tempat tidurku, lalu membuka pintu kamarku.

Kulihat Kak Zaskia sudah mengenakan pakaiannya ala kadarnya, dia mengenakan kerudung santai dan memakai daster berwarna putih yang ada renda-rendanya di ujung bawahnya. Sumpah, kontolku langsung berdiri melihat penampilan Kak Zaskia saat ini, seandai saja dia bukan Kakak sepupuku, mungkin aku sudah merayunya dengan sedikit ancaman agar mau memberiku jatah.

“Hei… ” Kak Zaskia melambaikan tangannya di depan wajahku, sontak aku tersadar dari lamunanku. “Kenapa ? Nafsu liatin Kakak.” Sambungnya, aku buru-buru menggelengkan kepalaku.

“Sama sekali gak nafsu.” Jawabku berbohong.

“Yakin gak nafsu ? Hihi… ” Ujarnya menggodaku, lalu tanpa meminta izin dia langsung masuk kedalam kamarku dan rebahan diatas tempat tidurku.

Posisi tidurnya yang terlentang membuatku semakin salah tingka, antara ingin melihat kearahnya atau memalingkan wajahku, akhirnya kuputuskan untuk pura-pura belajar. Aku segera menghampiri meja belajarku, dan membuka buku pelajaran.

“Kakak lagi sebel ni Dek.” Katanya di balik keheningan.

“Sebel kenapa Kak ?”

“Masmu itu gak pengertian banget, sudah puas tinggal pergi aja.” Celotehnya, jujur aku jadi tertarik dengan ucapannya, kuputar kursiku menghadap kearahnya dan astaga Kakak… !

Entah sengaja atau tidak, Kak Zaskia tidur terlentang sambil menekuk lututnya sehingga daster yang dia kenakan tersingkap, aku dapat melihat paha mulusnya hingga keselangkangannya.

“E… emang ke… ke… kenapa Kak ?” Tanyaku gugup.

“Tadi habis puas ML sama Kakak, dia langsung izin mau pergi gitu aja, katanya dia lagi ada urusan mendadak. Tega bangetkan, padahal Kakak masih pingin.” Jelasnya, tanpa menyadari kalau aku sekarang sedang memperhatikan selangkangannya yang terbuka.

“Pi… pingin kenapa Kak ?”

“Kamukan tau, Kakak nungguin dia sudah dua minggu ini, eh pas ketemu dia malah bikin kentang ?” Ungkap Kak Zaskia kesal.

“Bi… bikin Ke… kentang ?” Kataku gugup, kacau…

“Semenjak kapan kamu jadi gagap gitu ?” Katanya curiga, lalu pandangannya yang tadi menerawang keatas dinding kamarku, tiba-tiba melihat kearahku yang sedang melototi selangkangannya. Buru-buru Kak Zaskia merapikan dasternya. “Dasar mesum… ” Umpat Kak Zaskia sambil melempar bantal guling kearahku.

“Ma… maaf Kak, gak sengaja.” Kataku sambil menangkap bantal yang ia lemparkan kearahku.

“Gak sengaja apa sengaja ?” Balasnya, lalu kembali membuang muka, ya… dia marah. “Kamu jadi cowok jangan mau enaknya aja, hargain juga pacar kamu.” Omelnya, aku sendiri semakin tidak mengerti arah dari obrolan kami ini.

“Aku gak punya pacar Kak.”

“Serius ?” Aku mengangguk. “Terus, cewek yang kamu ajak kerumah kemarin itu siapa ?” Tanya Kak Zaskia, sikapnya kembali normal seperti biasanya.

“Anita ?”

“Iya, siapa lagi.”

“Dia cuman temen Kak.”

“Temen ? Kamu suka ya sama dia… Hihihi… ternyata cintanya betepuk sebelah tangan.” Ledek Kak Zaskia, tapi apa yang dia katakan memang benar.

“Jangan ngeledek gitu dong.” Kataku sebel, lalu kembali memutar kursiku menghadap meja belajarku.

Kudengar Kak Zaskia turun dari atas tempat tidurku, lalu tiba-tiba dia sudah berdiri disampingku. Dia sedikit membungkuk seperti ingin ikut membaca buku yang sedang kubaca, tapi posisinya itu malah membuatku bisa melihat belahan dadanya, karena kebetulan kerudung yang dia kenakan tidak begitu lebar.

“Maaf Dek, jangan ngambek gitu ah.”

“Habis Kakak si, gak seru… ” Ujarku tetap memasang wajah ngambek.

“Hihihi… kamu lucu deh kalau lagi ngambek.” Ujarnya sambil mengucek-ngucek rambutku. “Mau Kakak kasi yang seru-seru.” Lanjutnya, belum sempat aku menjawab Kak Zaskia memutar kursiku menghadap kearahnya.

Kak Zaskia melempar senyuman manisnya kearahku, lalu dia berjongkok didepanku, belum sempat aku bertanya Kak Zaskia sudah meraba kontolku dari luar celana pendek yang kukenakan.

“Ja… jangan Kak.” Tolakku, tapi aku tidak berusaha menyingkirkan tangannya.

“Gak apa-apa kok Dek, sekalian bantuin Kakak nyelesain tugasnya Mas Andi.” Ujarnya sambil memamerkan giginya yang rapi. “Kamu udah perna ML dek ?” Tanyanya, membuat terdiam seribu bahasa.

“Be… belum Kak.”

“Mau Kakak ajarin ?”

“Se… seriuuus.”

Kak Zaskia mengangguk. “Seriusss… hihihi.” Jawabnya, lalu dia menarik turun celana pendek sekaligus celana dalamku.

Untuk pertama kalinya aku merasa belaian lembut tangan seorang perempuan di batang kontolku, tampanya Kak Zaskia memang sudah biasa ngocokin kontol pria, buktinya gerakannya begitu teratur.

“Aahkk… Kak geli ni.” Erangku, sumpah rasanya enak banget, tapi gelinya itu yang bikin gak tahan.

“Hihihi… enak ya ? Kalau begi gimana ?” Lalu Kak Zaskia menunduk dan menjulurkan lidanya, menjilati kepala kontolku tepat di lobang kencingku, rasanya ngilu banget tapi makin enak.

“Ammmpun, Aahkk… udah Kak.” Kataku semakin keras sambil berpegangan dengan sandaran kursi.

Sluppss… sluppss… sluppss… “Enyakkan, ini belum seberapa.” Ujarnya, dan sedetik kemudian kontolku langsung dimakan olehnya, hampir seluruh kontolku masuk kedalam mulutnya.

Gak nyangka ternyata rasanya enak banget, apa lagi ketika kepala Kak Zaskia bergerak semakin cepat naik turun ngulumin kontolku, pantes saja kalau Mas Andi keluar lebi cepat. Aku sendiri sudah tidak tahan lagi ingin keluar, tapi untunglah aku masih bisa menahannya.

“Kontol kamu gede banget dek, susah ngulumnya.” Katanya memuji senjataku, tentu saja aku senang sekaligus bangga mendengarnya.

“Ah, masa si Kak, bukannya punya Mas Andi lebi besar dari punyaku.”

“Iih, jauh banget, punya Mas Andi paling seperempatnya dari punya kamu.” Katanya, membuatku semakin melayang sanking senangnya.

Kembali lagi dengan kuluman Kak Zaskia, kini sambil mengulum kontolku keluar masuk kedalam mulutnya, tangannya juga ikut memainkan kantung kontolku, dia urut-urut perlahan, membuat ngilu seluruh tubuhku. Ahk, aku sudah tidak tahan lagi.

Kubelai kepala Kak Zaskia yang tertutup kerudung, sambil ikut menggerakan pinggulku, mengikuti gerakan kepala Kak Zaskia.

“Kak, mau keluar ni !” Erangku sambil menatap matanya.

“Keluarin aja di mulut Kakak, biar nanti sperma kamu Kakak telan, jangan takut Kakak gak akan marah.” Jawabnya, sambil membalas tatapaku.

Dengan tatatapannya yang menggoda membuatku semakin tidak tahan lagi, apa lagi dia semakin cepat ngemut kontolku. “Aah… aku mau keluar.” Kutahan kepala Kak Zaskia sampe aku memuntahkan spermaku kedalam mulutnya, rasanya pua sekali.

Tiga puluh detik kemudian, Kak Zaskia melepas kontolku, dia tersenyum puas.

“Sekarang giliran kamu.” Katanya, lalu melepas kerudung dan dasternya, lalu dia melepas celana dalamnya yang berwarna hitam.

Aku di buat takjub dengan bentuk tubuh Kak Zaskia, teteknya besr, sebesar pepaya, puttingnya yang kemerah-merahan meruncing kedepan, gemes aku di buatnya. Belum lagi perutnya yang rata, dan… vagina Kak Zaskia yang di tumbuhi rambut hitam yang tertata begitu rapi.

Kak Zaskia menduduk hingga wajah kami sejajar, lalu dia langsung mencium bibirku. Uhhk… bibirnya lembut sekali, kenyal kayak agar. Reflek aku memeluk lehernya, sambil membalas lumatannya, kusambut lidanya, kubelit lidanya dengan liar. Akhirnya aku bisa merasakan bibir Kak Zaskia yang lembut.

Semenit kemudian Kak Zaskia melepas ciuman kami. “Hmmpp… kamu hebat.” Pujinya, sambil kembali mengurut kontolku yang sudah kembali on

“Aahkk… enak Kak.”

“Pindah ketempat tidur yuk.” Ajaknya, aku mengangguk mengikutinya naik keatas tempat tidurku. Kak Zaskia tidur telentang, aku segera menindinya, kami kembali berciuman dengan panas.

Kak Zaskia menuntun tanganku untuk menggenggam teteknya, segera kuturuti permintaannya, rasanya tanganku tidak sanggup menggenggam semua teteknya sanking besarnya.

Puas mencium bibirnya, aku beralih kelehernya, keciumi leher jenjangnya hingga Kak Zaskia melolong keenakan, membuatku semakin bersemangat.

“Kamu hebat dek, Aahkk… ya Uhkk… enaak dek !” Erang Kak Zaskia, matanya merem melek, sepertinya dia merasa sangat keenakan.

Ciumanku berpindah kearah gunung kembarnya, sambil meremas tetek sebela kanannya, aku menjilati lingkaran tetek sebela kirinya, lalu terus naik hingga keputtingnya, kesentil puting merahnya dengan ujung lidaku, lalu kugigit pelan di barengi dengan hisapan lembut di puttingnya.

“Tetek Kakak besar bangeet, enak lagi.” Ceracauku, sambil bergantian mengulum teteknya yang sebela kanan.

“Aaah… gilaaa… enak banget dek, sumpah !”

“Enak ya Kak, kalau kayak gini.” Sengaja kugigit puttingnya, lalu kutarik perlahan.

“Adu… duh… puttingnya kamu apaain dek, enak banget aaahk… tarik lagi Dek.” Pintanya.

Aku semakin bersemangat memainkan sepasang gunung kembarnya, sementara tangan kananku bergerilya kepahanya, keelus-elus perlahan naik turun, lalu berhenti tepat di bibir memeknya Kak Zaskia, ternyata dia sudah sangat basah. Iseng kugesek jari telunjuk di belahan memeknya, ternyata gesekan itu membuat Kak Zaskia semakin menggelinjang.

Ciumanku berali keperut Kak Zaskia, lalu dengan kedua tanganku aku memaksa kakinya mengangkang sehingga aku dapat melihat memek Kak Zaskia yang sudah berlendir, iseng aku mencium memeknya, ternyata aromanya tidak seburuk yang kupikirkan.

“Jilat dek, kamu pasti suka.” Pintanya.

“Eh, iya Kak.” Jawabku, lalu kucoba menjulurkan lidaku, menyapu bibir memeknya, ternyata rasanya asin.

“Enak Dek, Aahkk… aahkk… ”

“Kalau begini gimana Kak.” Aku mengecup clitorisnya, lalu iseng kumasukan kedua jariku kedalam memeknya, rasanya hangat.

“Di kocok Dek, Aahk… aahkk… !” Pinta Kak Zaskia.

“Kayak gini Kak ?” Tanyaku, sambil mulai memaju mundurkan kedua jariku didalam memeknya, kudengar ada suara kecipak saat aku semakin cepat mengocok memeknya yang basah.

“Aaampuunn… aahkk… enak banget, lebi cepat lagi.” Aku semakin cepat mengocok memeknya, sambil menjilati clitorisnya, membuat cairan dari memeknya semakin banyak, hingga terasa becek.

Tak lama kemudian tubuhnya menggelinjang, menggeliat seperti cacing, lalu pinggulnya terangkat dan… cairan kental keluar dari memeknya, Kak Zaskia squirt, sanking banyaknya, sprei kasurku jadi basah, sementara aku masih bengong melihat apa yang barusan terjadi.

Kulihat tubuh Kak Zaskia tampak lemes, nafasnya memburu, dadanya naik turun menandakan kalau ia sangat kelelahan.

“Kamu berbakat Dek, baru pake tangan sudah bisa bikin Kakak kek gini.” Katanya memujiku, aku terseyum bangga, setidaknya aku berhasil membalas kekalahanku sebelumnya.

Kembali aku mencium bibir Kakak Zaskia, kulumat perlahan bibirnya, tidak seperti sebelumnya, aku lebi santai melumat bibirnya. Lalu kurasakan tangan Kak Zaskia meraih kontolku, lalu ia mengarahkan batangku tepat didepan lipatan memeknya.

“Tekan Dek, tapi pelan ya, punya kamu besar banget.” Bisiknya, sambil memeluk pinggangku.

Perlahan aku mendorong pinggulku maju kedepan “Iya Kak, aku akan pelan.” Balasku, seiring dengan kontolku terbenam hingga setenganya.

“Aaghkk… kontol kamu besar banget Dek, memek Kakak rasanya penuh sesak.” Rengek Kak Zaskia, padahal kontolku belum sepenuhnya masuk kedalam memeknya, tapi harus kuakui rasanya sangat sempit dan hangat.

“Masak si Kak, padahal belum masuk semuanya.” Kataku sambil berusaha mendorong kembali kontolku. “Aku masukan lagi ya Kak. “Kataku meminta izin, Kakak Zaskia tak menjawab, hanya terdengar gumaman kecil yang lebi terdengar seperti desahan.

Aku mempercepat pinggulku maju mundur, menyodok memek Kak Zaskia,t ubuh mulusnya terguncang setiap kali aku menekan pinggulku. Sementara itu tanganku kembali meremas teteknya.

Hampit lima belas menit aku menggenjotnya, kamipun berganti posisi, kini aku yang tidur terlentang, sementara Kak Zaskia naik kepangkuanku, dia mengendaraiku seperti joki kuda, menggoyang pinggulnya naik turun, sungguh nikmat sekali.

“Aahk… aahk… enak banget dek, kontol kamu besar.”

“Memek Kakak juga enak banget, rapet bangeeet, pantesan Mas Andi sering main kerumah buat ngentotin Kakak.” Ujarku sambil sesekali memukuli pantatnya.

“Tapi… aahk… Mas Andi gak sehebat Adek, dia gak bisa puasin Kakak Oohk, aahk… !”

“Masak si Kak.” Kataku sambil menepuk nepuk pantatnya yang sekel itu, harus kuakui dengan gaya doggi style kontolku terasa masuk lebi dalam, apa lagi pemandangan pantat Kak Zaskia sangat menggodaku.

“Aduh dek, kok di tampar-tampar si… ”

“Hehe, maaf Kak, habis pantat Kakak ngegemesin jadi geregetan.” Jawabku, tapi aku tidak berhenti memukul pantatnya sambil pinggulku maju mundur menyodok memeknya.

“Gila kamu… Aahkkk… tapi enak juga si, lebi keras Dek.”

Karena mendapat lampu hijau, aku semakin sering menampar pantatnya, hingga akhirnya aku merasa sudah tidak tahan lagi, rasanya seperti mau meledak di bawah sana. Akupun semakin mempercepat sodokanku.

Sebentar lagi statusku bukan lagi perjaka. “Kak, mau keluar ni.” Erangku, sambil memegangi pinggulnya.

“Bentar Dek, Kakak juga bareng ya.” Ujarnya, sambil ikut menggoyangkan pantatnya hingga menubruk selangkanganku, rasanya enak sekali.

“Kaaak… aku keluar !”

“Iya Dek, Kakak juga mau keluar, keluarin didalam aja ya sayang.” Pinta Kak Zaskia, kedua tangannya mencengkram erat seprei tmpat tidurku, lalu pantatnya bergerak liar.

Crrooot… crrooott… akhirnya spermaku tumpa kedalam rahim Kak Zaskia, rasanya enak sekali, aku juga merasa kontolku begitu hangat, sepertinya Kak Zaskia baru saja orgasme.

Setelah beberapa detik, segera kucabut kontolku dari dalam memeknya, kulihat kontolku yang mulai mengecil tampak bermandikan lendir Kak Zaskia, ini adalah pengalaman pertama yang tidak akan perna aku lupakan seumur hidupku.

“Kamu hebat lo Dek, Kakak puas sekali.” Pujinya, sambil kembali mengenakan pakaianannya. “Besok-besok, mau kan ngentotin Kakak lagi.” Sambungnya, aku mengangguk sambil melihat Kak Zaskia yang sedang mengenakan celana dalamnya.

“Iya Kak, kapan saja ada kesempatan, aku pasti mau ngentotin Kakakku yang cantik ini.” Kataku sedikit menggombal.

“Dasar, ya sudah Kakak balik kekamar dulu, mau mandi.” Lalu setelah permisi, Kak Zaskia segera meninggalkan kamarku sambil senyum-senyum sendiri.

Aah… ternyata begini rasanya ML, pantesan banyak orang yang suka ML, sepertinya aku juga mulai menyukainya, aku tidak sabar ingin mencoba memek Kak Zaskia atau Anita, hmm… Anita lagi ngapain di ya ? mending aku bbm dia saja.

Jaka : Ping.
Anita : Ya Jak, ada apa ?
Jaka : Lagi ngapain ?
Anita : Lagi jalan bareng Kak Reza, kamu lagi ngapain Jaka, pasti baru bangun tidur ya.

Setelah membaca pesan terakhirnya, aku segera melempar hpku kesudut tempat tidurku. Nita, kamu sadar gak si, aku sayang banget sama kamu, tapi kenapa kamu malahan suka sama Kak Reza, padahal dia itu terkenal playboy, apa lagi sekarang jelas-jelas kalau dia uda punya pacar.

Apa si yang ada di pikiran kamu itu Anita ?

+++

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*