Home » Cerita Seks Paman keponakan » Kisah Keluarga Citra 5

Kisah Keluarga Citra 5

Bagian 5 | Kenakalan Ayah dan Sepupu Clara

Dalam perjalanannya ke kantor, Mike tak mampu melepas sedikitpun pikirannya dari kejadian pagi tadi. Kejadian dimana ia melakukan persetubuhan dengan Citra di dapur. Walaupun tak sampai tuntas, namunhal itu benar-benar menegangkan. Terlebih ketika Clara menangkap basah perbuatan mesum mereka.

“Mesum… ? Itu bukan mesum… Citra itu istriku kok… Kenapa harus dikata mesum…?” Batin Mike sambil menginjak pedal rem mobilnya pelan. Hingga berhenti di bawah pohon rindang didekat halte bus.
“Memek Citra memang juara… ” Tambah Mike lagi sembari terus memikirkan tentang vagina istrinya, “Dan memek Citra memang terlalu binal… Sayang sekali kalo seharipun tak ngentotin memek sempitnya…”

“Kamu memang orang paling beruntung sedunia Mike… ” Ucap Rinto, rekan kerja Mike dikantor. “Aneh sih sebenernya… Wanita secantik dan seseksi Citra mau menerima lamaran lelaki mesum sepertimu… ”
“Iya ya… Bener… Citra pasti kau kasih pelet ya… ? Sampe-sampe ia mau memilih suami mata keranjang seperti dirimu… ” Sahut Dewo sambil terus menatap bingkai photo keluarga Mike yang ada ditangannya.
“Sumpah Mike… Bini dan anakmu seksi sekali Bro… Sumpah aku iri.. ” Tambah Hendy yang tak henti-hentinya menggelengkan kepalanya.

Memang benar, tak sedikit rekan kerja Mike yang merasa begitu iri akan keberuntungan Mike dalam mendapatkan Citra sebagai istrinya. Terlebih ketika mereka melihat photo liburan keluarga Mike beberapa bulan kemarin. Dimana Ciello dan Clara sedang berada dipantai dan mengenakan pakaian supermini. Sebuah bikini two piece yang tak mampu menyembunyikan keseksian dan kemontokan tubuh sempurnanya.

“Anjrit… Memek Citra selalu terbayang diotak…” Gerutu Mike.

Sejenak. Mike merasa jika tegang di penisnya terasa begitu mengganggu. Dan Mike berpikir jika ia harus segera melepas gumpalan birahinya yang sudah terkumpul di pangkal penisnya.

“Tak lucu khan… Jika orang kantor melihat batang penisku menonjol dari balik celana….” Gumam Mike. Iapun lalu melirik jam di dashboar mobilnya, “Masih ada waktu… Sepertinya aku bisa sedikit onani….”

Tanpa berpikir apa-apa, Mike segera membuka resleting celananya. Dan ia pun mengeluarkan penisnya yang sudah menegang. Mike memang tak pernah suka mengenakan celana dalam dibalik celana kerjanya. Begitupun dengan kaos dalam. Ia sama sekali tak suka mengenakan pakaian yang berlapis. Ia lebih suka melakukan ‘ketelanjangan semu’ dimuka umum.

Sambil mulai mengurut batang penisnya, kembali Mike mengingat-ingat tentang hal-hal gila yang sudah mereka lakukan selama ini. “Punya istri nakal…. Tapi kurang dinakali….” Gumam Mike sembari mengusap-usap kepala penisnya.

Memang, semenjak menikah dengan Citra, tak terhitung lagi jumlah kemesuman yang ia lakukan bersama. Bangun ditengah malam, hanya sekedar untuk menggenjot vagina Citra kuat-kuat hingga pagi. Atau bangun dipagi hari hanya untuk menumpahkan sperma dimulut, payudara atau di perut rampingnya.

Dan Mike tahu, jika Citra juga memiliki kegemaran yang serupa dalam bercinta. Karena ia tak pernah sekalipun menolaj permintaan Mike. Citra selalu meladenin semua permintaan anehnya dengan tanpa protes sedikitpun. Kapanpun. Dimanapun.

“Sepongannya maut….” Ucap Mike sembari mulai mengurut batang penisnya, “Ahhh…. Citra Agustina… Ia memang istri idaman setiap laki-laki didunia…”

Bahkan terkadang, jika Citra sedang terlalu lelah atau sedang menstruasi, Mike sengaja meminta Citra untuk menungging dan menyelipkan batang penisnya diantara bongkahan pantatnya. Lalu Mike mengggesek-gesekkan batang penisnya itu hingga ia orgasme.

“Seks anal… Oooohhh… Ciiittrraaa… Kapan ya kamu bakal mengabulkan permintaanku yang satu itu….? Itu adalah satu-satunya hal yang belum penah kuminta padanya….” Gerutu Mike.

“Pantat bulat dengan lubang kecil ditengahnya… Ooohh…. Benar-benar menggoda untuk dapat aku sodok-sodok dengan batang besarku…” Renung Mike yang hingga detik ini ia tak pernah memiliki keberanian untuk mencoba hal tersebut.

Jadi, seks anal dengan Citra hanya sebatas imajinasi semata, sebagai pelengkap ketika dirinya bermasturbasi.

TOK TOK TOK

Ketuk seseorang luar kaca jendela mobil Mike.

Hampir saja ayah Clara itu loncat dari tempat duduknya karena kaget. Buru-buru, ia menengok kesamping dengan rasa malu, mencari tahu siapa gerangan orang yang berani mengganggu kesenangan paginya.
” Anjrit… Ada orang… ” Ucap Mike panik, “Tapi Ehhhmm… Kaca mobilku khan pakai kaca film… Jadi nggak mungkinlah apa yang aku lakuin ini dapat terlihat dari luar… ” Tambah Mike sambil mencoba menenangkan diri, sembari mengatur detak jantunganya.

Dengan tatapan yang masih waspada, Mike melirik kearah orang tersebut berada. “Sial… Ga keliatan… Cuman keliatan tonjolan teteknya…. ” Ucap Mike yang kemudian menutup batang penisnya yang masih tegang dengan kemejanya, lalu menekan tombol jendela guna menurunkan kaca mobilnya.

“Hai Ayah Clara.. ” Jawab sosok yang berdiri disamping mobil Mike sambil membungkukkan badan. Ceria sekali suara itu. Benar-benar penuh semangat.
“Ee.. Ehhh… Karnia… ” Jawab Mike.

Karnia Prameswari, adalah keponakannya. Ia merupakan anak dari Kakak Citra yang tinggal tak jauh dari rumah Mike tinggal. Karnia juga teman seangkatan Clara dari TK. Sepupu, teman main, teman nongkrong, teman curhat, sampai teman dalam hal apapun. Bahkan jika boleh dikata Karnia adalah partner in crime Clara dalam setiap kejahilannya.

“Yup… Karnia adalah teman nakal Clara….” Ulang Mike dalam hati sembari mengingat sebuah kejahilan Karnia dan Clara beberapa waktu lalu, “Teman yang sangat nakal….”

***
“Siang Om… ” Sapa Karnia ketika suatu Sabtu ia main kerumah Mike, “Claranya ada Om…?” Tambahnya lagi.
“Eh… Karnia…. Masuk-masuk….” Jawab Mike cuek sembari terus menonton tivi, ” Claranya… Ada kok… Langsung aja keatas…” Tambahnya lagi tanpa melihat kearah Karnia.
“Hmmm…. Claranya dikamar Om….?” Tanya Karnia yang tahu jika ia dicuekin sambil melangkahkan kakinya kedepan Mike duduk. Dengan santai Karnia lalu berdiri diantara tivi dan Mike, sebelum akhirnya ia mengamit tangan Mike dan mencium tangan pamannya itu.

Merasa agak terganggu, mau tak mau Mike pun menatap sepupu Clara itu. “Iya sayang…. Kamu langsung naik….” Mendadak, kalimat Mike terpotong. Sepertinya ia terkejut melihat penampilan Karnia hari itu. Dengan hanya mengenakan dress tipis berwarna pink dengan bukaan payudara yang cukup rendah, Karnia terlihat begitu menggoda. Belum lagi dengan bawahan rok lipit super pendek yang memperlihatkan kejenjangan paha dan betisnya yang mulus. Benar-benar menggugah birahi Mike. Membuat batang penisnya mulai bereaksi, untuk segera membesar perlahan.

“Kenapa Om….?” Tanya Karnia yang mendapati jika penampilannya hari itu berhasil menarik perhatian ayah Clara.
“Eh nggak… Anuu… Clara…. Dia… Uuhmmm… Palingan Clara ada dikamarnya…. ” Jawab Mike dengan tanpa mengedipkan matanya sedikitpun. Menatap dress tipis Karnia yang seolah tak mampu menyembunyikan tonjolan kecil yang tumbuh di gundukan payudaranya. Selain itu, rok lipit mininya yang hanya beberapa centi dibawah selangkangan, juga terlihat begitu menggoda. Tak mampu menutup sempurna celana dalam putih bergaris yang ia kenakan.

“Eh iya… Tante Citra kemana Om…?” Tanya Karnia basa-basi,
“Nggg… Tante sedang kerumah temannya….”
“Ini tadi Mama Nia bawain makanan buat Om Mike…” Kata Karnia yang kemudian membungkuk di depan tivi dan mengambil sesuatu dari tas punggungnya. Karena roknya terlalu pendek, otomatis Mike dapat melihat paha, pantat, dan celana dalam Karnia dengan jelas.
“Makanan apa Sayang….?” Tanya Mike yang mau tak mau ikut menatap kemolekan kaki Karnia.
“Ini Om… Mpek-mpek….” Jawab Karnia yang kemudian meletakkan bungkusan box plastik di meja yang ada di depan tivi. Lagi-lagi, Karnia membungkukkan badannya, sengaja membuat Mike melihat belahan payudaranya yang mungil dari bukaan dress rendahnya. “Lumayan Omm…. Buat nemenin Om yang kesepian karena ditinggal istrinya… Hihihi…” Jawabnya sambil tersenyum puas karena berhasil membuat Mike terpana akan kemolekan tubuhnya.
“Uhhmmm… Yaa… Gitu deh….”
“Hmmm….Oke deh Ooom… Nia naik ke kamar Clara dulu yaa… ” Jawab Karnia sambil berjalan pelan ke arah tangga.

Walau Mike sering mendapati Karnia mengenakan pakaian berukuran mini ketika main kerumahnya, namun kali itu ia merasa jika Karnia sepertinya berbeda.

“Karnia…. Hari ini kamu terlihat lebih montok dan seksi…” Gumam Mike dalam hati sembari membetulkan posisi penisnya yang mulai semakin keras.
“Hihihi… Kenapa Om…? Kok sepertinya tegang gitu…?” Celetuk Karnia yang ternyata mengetahui gelagat kikuk Mike dari atas tangga.
“Eh enggak… Nggak ada apa-apa kok… ” Jawab Mike yang mengutuk dirinya karena tak menyadari posisi Karnia yang masih memperhatikan dirinya.

“Ooowww… Oke…. Nia ke kamar Clara dulu ya Om… Ucap Karnia basa-basi sembari terus tersenyum kearah Mike. “Eh iya Om… Kalo Om butuh apa-apa buat… Ummm… Meredakan ketegangan di badan… Pangil Nia aja yaaaa Om… Kali aja Nia bisa bantu Om selagi Tante Citra nggak ada dirumah… Hihihihi…” Celetuk Karnia sambil memamerkan deretan gigi putih dan jilatan bibir genitnya. Tak lama, gadis manis itupun segera berlari menaiki anak tangga dengan cepat, dan menghilang ke balik tembok.

“Haaaah….? Meredakan ketegangan….? Apa pula itu maksudnya…?” Heran Mike sembari menggaruk kepalanya yang tak gatal.

Sambil terus memperhatikan tayangan di tivi, Mike berusaha mengartikan kalimat Karnia barusan, hingga akhirnya, Mike merasa jika kalimat Karnia tersebut adalah sebuah kode.

“Anjritttt… Nggak mungkin…. Anak sekecil itu sudah tahu tentang…… Ah nggak mungkin…” Batin Mike berusaha positif dalam mengartikan kalimat Karnia barusan.
“Tapi… Anak jaman sekarang khan sudah jauh lebih pintar… Jauh lebih ngerti tentang segala hal mengenai hubungan…. ”
“Ahh….. Nggak mungkin… Karnia anak baik-baik kok…”
“Eehh tapi… Kalo itu bukan kode… Kenapa Karnia tadi berpakaian seperti itu ya…? Sampai menanyakan Citra segala…?”
“Ah… itu khan hal yang biasa….”
“Tapi… Kalau itu memang kode… Anjriiittt…. Sumpah… Nakal banget kamu Nia…?”

***

Entah berapa kali Karnia selalu menggoda Mike dengan kenakalan-kenakalan seperti itu. Karena kejadian itu bukanlah satu-satunya kejadian dimana keponakan Mike itu memamerkan keseksian tubuhnya. Ketika mereka liburan kepantai, ketika Karnia numpang mandi, bahkan ketika sepupu anaknya itu menghabiskan liburan kenaikan kelas. Ia selalu bertinggak genit seperti itu.

“Belom berangkat kerja Om…?” Tanya Karnia membuyarkan lamunan Mike.
“Eh… Iya nih…. Kamu juga mau berangkat ke sekolah ya….?” Balas Mike yang sejenak lupa akan batang penisnya yang masih menjulang tinggi dan keluar dari resleting celananya.

“Iya Om… Lagi santai aja sambil jalan-jalan pagi…” Jawabnya sambil tersenyum, “Om udah lama disini….? Pasti nungguin Nia lewat ya…?” Tambahnya lagi sambil memilin-milin rambut cokelat panjangnya.
“Nungguin Nia… ? Hahaha… ” Mike tertawa mendengar celetukan Karnia, “Enggak lah…. Om cuman ingin… Mmm….Menjernihkan pikiran sebentar….”
“Owwhh… Clara Mana Om….?” Tanya Karnia sembari menjulurkan kepalanya masuk kedalam kabin mobil dan mencari sepupunya, “Dia nggak bareng Om…? ASTAG…..”

Seketika, mata Karnia melotot. Alih-alih melihat Clara ada didalam mobil, gadis kelas 2 SMP itu malah mendapati kepala penis Mike yang menjulang tinggi tak tertutup kemeja kerjanya.

Dalam hitungan detik, Karnia merasa jika wajah, leher dan tubuhnya memanas. Malu sekaligus penasaran dengan apa yang terpampang jelas di depan kedua matanya.

Memang semenjak kecil, Karnia memiliki rasa ketertarikan dengan ayah Clara ini, dan oleh karenanya ia pun sering berfantasi jorok dengannya.

“ASTAGA…. Oomm…” Celetuk Karnia sembari menutup mulutnya.
“Eh….? Kenapa…?” Jawab Mike bingung.
“I… Itunya… Kontol Om… Keliatan… ” Jawab Karnia sembari malu-malu menunjuk kearah penis yang tumbuh di selangkangan Mike.
“Eh… Ya ampuuun… Maaf Nia…”
“Nggg… Astaga Om…”
“Sumpah…Maaf… Om nggak sengaja…. Om cuman…”
“Nnnngg…. Nggak apa-apa kok Om… Cuman.. Om sedang ngapain sih….? Astaga… Nia bener-bener nggak percaya udah ngelihat….. Ohhh… Asstaga Ommm….”

Melihat kejantanan pria yang ia kagumi, terpampang didepan mata, membuat Karnia mendadak lemas. pikirannya seketika melayang jauh.

“Kontol Om Mike… ” Batin Karnia sambil membayangkan kebenaran cerita-cerita yang sering ia dengar dari mulut Clara. “Memang besar sekali…. Benar benar besar sekali…..” Tambah Karnia kagum.

Walau hanya melihat dalam sekelebatan mata, Karnia dapat merekam setiap jengkal penis yang ia kagumi itu. “Kepala kontolnya berwarna cokelat, dengan mulut penis yang mengkilat penuh dengan lendir…. Batangnya penuh dengan urat kecil-kecil yang menonjol disekujur batangnya…. Dan rambut jembutnya yang lebat… Uuuuhhh… Benar-benar kontol yang jantan…” Batin Karnia sembari terus mengulang-ulang rekaman penis Mike di otaknya.

“Tapi… Apa itu yang ada di leher kontol Om Mike ya…? Seperti lendir busa berwarna keputih-putihan…?”

“Karnia…? Kamu kenapa sayang…? Nia…?” Tanya Mike sembari melambai-lambaikan tangan kewajah gadis remaja itu,”Karnia…?”

Melihat kecemasan diwajah pria yang ia kagumi, ditambah melihat penis yang selalu ia mimpikan, mendadak Karnia merasakan sebuah rasa aneh didada. Ia merasa jika rasa yang sudah tak pernah ia rasakan tiba-tiba datang kembali. Dan membuat kedua kakinya mendadak lemas.

“Kamu nggak apa-apa Sayang…?”
“Nggg… Iya Om.. Nia nggak kenapa-napa kok….” Bohong Karnia sembari berpegangan pada pintu mobil Mike.
“Kok kamu keliatan lemas gitu sih….? Yuk Om anter kamu sampai sekolah….”

“Nggg… Dianter Om Mike….?” Sejenak gadis cantik itu ragu. Untuk memutuskan jalan kaki sepanjang sisa perjalannya kesekolah. Atau ikut bersama ayah Clara yang sepertinya, agak sedikit mesum itu.

Mike tahu, dari gelagat Karnia, gadis muda ini memikiki rasa ketertarikan dengannya. Dan sepertinya Karnia juga sudah cukup dewasa untuk bisa diajak sedikit bersenang senang dengannya.

“Ngg… Beneran nggak ngerepotin nih Om…?” Tanya Karnia yang berusaha tak melirik kepala penis Mike yang masih tak tertutup kemeja kerjanya itu.
“Iya… Ayo… Sini masuk….” Kata Mike sembari membukakan pintu mobilnya.

Dengan malu-malu, Karnia pun masuk dan duduk disamping Mike. Dengan canggung, karnia meletakkan tas punggungnya di lantai mobil.

“Nggg…. Maaf Om… Karnia nggak tahu kalo Om tadi sedang… Nggg….” Ucap Karnia lirih.
“Mmm….. Nia… Om bisa cerita sedikit rahasia Om nggak…?”

“Rahasia…?” Dada Karnia mendadak berdetak begitu kencang, sampai-sampai getaran jantungnya terlihat di baju seragam tipisnya, “Nggg…. Sepertinya bisa Om…”

“Kamu tadi tahu nggak…? Om sedang ngelakuin apa…?”
“Ngg… Apa ya Om… ” Tanya Karnia yang mau tak mau melirik kembali kearah penis Mike yang masih keras itu.
“Jangan kaget ya….”
Karnia tak menjawab, ia hanya mengangguk pelan sembari terus melirik kearah penis Mike

“Tadi….Om… Sedang onani…” Jawab Mike.
“Apa Om… Onani…?”
“Iya sayang…. Om kadang suka onani disini…”

Mata Karnia melotot. Mulutnya menganga.Dan mukanya kembali memerah.

“Maaf ya Nia…. Kalo mungkin perkataan Om tadi membuat kamu jadi nggak enak…”
“Ngg iya Om.. Nggak apa-apa kok… ” Jawab Karnia sambil menarik nafas panjang, berusaha menenangkan diri, “Ngg…. Emang bisa Om…? Maksud Karnia… Disini khan ramai…?

Lagi lagi, Karnia melirik kearah penis Mike, “Astaga itu kontoooollll… Besar sekali…. Ayo deee… Julurkan tanganmu… Sentuh kontol Om Mike…” Jerit batin Karnia.

“Hahaha…. Bisa dong….Nah buktinya tadi khan Om sedang onani….” Jawab Mike sambil tersenyum.
” Kok Om nekat banget sih…? Ngocok-kocok…. Ummm…. Ditempat umum gini….? Kalo keliatan orang gimana Om…?”
“Kalo keliatan… Ya diajak aja sekalian…. Hahahaha….” Canda Mike.
“Ihh.. Si Om mah malah becandaan mulu…. Trus apa enaknya Om…? Bukannya Om dan tante Citra sering… Ummm… Begituan…?” Tanya Karnia, “Emang masih kurang ya Om…?”
“Hahaha… Polos sekali kamu Nia.. Enggak bukan kurang… Tante Citra sih sudah benar-benar mampu memuaskan Om… Cuman… Yah gitu… Kadang Om aja yang nggak bisa menahan nafsu Om…”
“Emang…Semalam nggak dikasih ya Om..?” Selidik Karnia.
“Hahaha.. Dikasih kok… Dua kali malah… Cuman tadi sebelum Om berangkat… Ada sedikit gangguan dari Clara… Yang akhirnya membuat Om jadi… Yah nanggung begini…”

“Ummm.. Gitu ya Om… Iya sih… Nia juga ngerti rasanya kalo sedang nanggung… ” Jawabnya sambil manggut-manggut, “Cuman Om… Emmmm… Bukannya… Kalo sedang nanggung gitu… Rasanya khan nggak enak banget Om… ?”
“Nahh… Tuh kamu tahu…. Maka dari itu… Kalo Om merasa agak-agak… Eemm… Kurang puas… Om sering kesini…. Ngelihat cewe-cewe kampus dan kantoran yang berpakaian seksi buat bahan… Hmmm… Kamu tahulah…”
“Nggg…. Begitu toohh… ”

“Eh… Tapi sorry ya Nia… Kalo Om malah jadi curhat ama kamu…”
“Ah nggak apa- apa kali Om… Nia juga udah sering kok jadi tempat curhat temen temen Nia…”

“Bagus… Jadi Om nggak perlu khawatir khan ya…? Kalau-kalau kamu bakal bocorin rahasia Om ini.. ?”
“Iya Om… Tenang aja….Rahasia Om pasti aman kok di mulut Karnia….” Jawab Karnia sambil memperagakan mengunci mulutnya rapat-rapat,”Jadi Om… Uummmm… Karnia perlu tinggalin Om nggak…? Biar Om bisa nerusin… Nggg.. ” Tambah Karnia sambil memperagakan tangannya naik turun, seperti sedang beronani.

“Ohh… Nggak perlu Sayang… Nggak apa-apa kok kalo Nia masih mau disini…” Sergah Mike.
“Beneran nih Om..?”
“Iya… Malah… Sekarang Om berpikir… Gimana kalo seumpama… Kamu bisa bantu Om buat…”
“Buat apa ya Omm…?” Tanya Karnia sambil tersenyum genit.
“Yaaah… Kali aja… Karnia mau… Ngg…. Ini…Usap-usap titit Om dikit…?”
“Usap-usap…?”
“Iya Sayang…. Yah… Biar Om cepet selesai….”

Karnia mengangguk. Ia tak mengira jika apa yang sering ia bayangkan selama ini terjadi pagi itu.

“Beneran kamu mau Sayang…?” Tanya Mike seolah tak percaya.
“Iya Om…. Apa sih yang nggak buat Om Mike…?” Jawab Karnia sambil terus menatap penis besar Mike.
“WOW… Siplah kalo begitu…” Ucap Mike yang kemudian buru-buru melonggarkan ikat pinggangnya dan menurunkan celana kerjanya hingga lutut paha. Membuat penisnya semakin bebas mencuat tanpa terhalang apapun. “Eh tapi…. Mmmm… Apa kamu .. Pernah melihat atau menyentuh titit sebelumnya…?” Tanya Mike.

“Ummm… Kalo nyentuh titit sih…. Nia udah jarang Om… ”
“Loh…? Terus…? Kamu belum pernah nyentuh titit sebelumnya…?”
“Mmmm… Iya Om… Terakhir Nia pegang titit tuh kira-kira 3-4 tahun lalu Om…”
“Oooww… Jadi kalo gitu kamu belum pernah ngocokin titit ya Sayang…?”
“Hmmm… Kalo ngocokin titit sih belum pernah Om… Nia lebih sering ngocokin kontol…”
“Haah…?” Heran Mike.

“Hihihi….Iya Om… Kalo ngocokin kontol… Nia mah sering banget Om…. Tapi titit Nia belum pernah… Masa Nia mau ngocokin barang punya anak kecil Om…? Hihihi….”
“Astaga….Hahahaha… Kamu pinter sekali sayang… Iya.. Titit memang buat anak kecil”
“Hihihi… Bener khan Om… ?” Kata Karnia yang kemudian tanpa bertanya, segera menjulurkan tangannya dan meraih batang penis Mike. “Kalo ini mah namanya kontol Om… Kontol yang… Nggg… Besar sekali Om…”

“WOW… Tangan kecilmu terlihat seksi sekali Nia… Om suka sekali caramu memperlakukan titit… Ehmmm… Kontol Om… Sini Sayang… Lebih mendekat lagi….”

Karnia menatap penis Mike dengan tatapan sayu, tatapan dimana rasa kagum menyelimuti hatinya. “Makasih Om…” Jawabnya lirih. Sambil malu-malu, Karnia celingukan mencari tahu kondisi disekitar mobil, sebelum kemudian ia menggeser duduknya hingga menghadap kearah Mike.

“Santai aja Sayang…. Mobil Om aman kok… Kacanya gelap… Jadi apa yang kita lakuin nggak mungkin bisa kelihatan dari luar….” Erang Mike seiring gerakan jemari mungil Karnia ketika menggenggam gemas batang besarnya. Dan perlahan, Karnia pun mulai menggerakkan tangannya naik turun dengan lembut sembari sesekali meremas lembut buah zakar Mike.

“Cara kocokanku benar nggak Om…?”
“Ohhh… Nia….Kamu pintar sekali Sayang…” Ucap Mike dengan nada berat. Tubuhnya merinding dan sesekali menggelijang nikmat.
“Enak Om…?”
“Ooohh…. Iya… Enak banget sayang… Shhhh…. ” Ucap Mike yang merasa jika gelombang orgasmenya semakin mendekat. Tapi ia tak mau untuk cepat-cepat keluar. Ia harus bisa membuat Karnia lebih terbiasa dan lebih dekat kepadanya. Tentu, supaya ia bisa menikmati tubuh ranum keponakannya itu lebih jauh lagi.

“Om sama sekali nggak nyangka loh…. Kalo kamu tuh ternyata pinter sekali ngocok titit…” Puji Mike sembari mengusap rambut coklat Karnia.
“Kontol Om… Bukan titit… ” Koreksi Karnia.
“Eh iya.. Kontol… ” Ujar Mike, “Kamu pasti sering banget ya mbantuin cowo-cowomu buat ngocokin kontol mereka seperti ini…?”
“Mmmm… Ga sering sih… Palingan yah… Seminggu 5-6 kali… ”
“Waaaah… Busyeeettt…. Itumah hampir sehari sekali Nia….”.
“Ehh iya ya Om… ? Hihihi….Habisan cowo Nia pada iseng-iseng sih…”
“Pada iseng-iseng…? Emang cowokmu ada berapa…?”
“Hihihi… Berapa ya? Ada empat kali Om…”
“Sssh….Haaah… Empat….?” Gelijang Mike, “Banyak juga yak…?”
“Ah…. Biasa aja deh Om…. Hihihi….CUP CUP…” Jawab Karnia genit sembari memajukan tubuhnya kearah selangkangan Mike dan mengecup kepala penis Mike sambil menyeruput cairan precum yang keluar dari ujung mulut penisnya.

“Uuuuhhh…. Niaaa…. Ssshh….” Erang Mike keenakan, ” Eh iya…. Sebelum ini…. Kamu udah pernah masturbasi belum Sayang…?” Tambahnya lagi sambil mulai merabai paha kanan Karnia.
“Hmmm…. Udah Om…” Jawab Karnia sembari terus mengocok penis besar Mike, ” Kalo orgasme mah Nia udah sering…. Hihihi….. ” Jelas Karnia yang kemudian menggesek-gesekkan kepala penis Mike pada bulu-bulu lidahnya yang kasar.
“Ssshh….Ooohh….Bagus…. Ohhhmmm…. Kalo orgasme…?” Perlahan, jemari Mike semakin naik keatas, kearah paha dalam sepupu Clara itu. Mengusap paha mulusnya hingga menyentuh gundukan vagina Karnia yang masih terbungkus oleh celana dalamnya.

“Nggg… Masturbasi….?” Jawab Karnia kaget. Ia tak menyangka jika ayah Clara itu begitu nakal sekaligus membuatnya penasaran. ” Itu juga udah Om…” Tambah Karnia yang kemudian membuka lebar kedua pahanya, mempersilakan tangan jahil Mike semakin masuk kedalam roknya.
“Kalooo…..” Mike sengaja tak meneruskan kalimatnya, ia hanya menunjukkan simbol jempol terjepit di sela-sela telunjuk dan dari tengah.
“Hmmm…. Ngentot maksud Om….?”
“Woow…. Vulgar sekali kata-katamu Sayang…. Hahaha….” Tawa Mike, “Iya ngentot….”
“Hihihi… Kalo ngentot sihhh… Belom Om…. ” Jawab Karnia yang kemudian memelintir buah zakar Mike, membuat ayah Clara itu meringis-meringis ngilu…
“Uuuuhhh….Ssshh….. Jadi kamu masih perawan dong….?”
“Nggak juga sih Om…. Khan memek Nia udah diperawani ama jari-jari ini… Hihihi…. ”

“Hahaha… Kamu tuh…. Nakal banget ya….?” Puji Mike sembari mulai meraba-rabai vagina Karnia dari luar celana dalamnya, “Kalo belom pernah begituan…. Trus cowo-cowomu gimana….? Apa mereka nggak pengen minta ”
“Pengen semua sih… ” Jawab Karnia yang tiba-tiba menampakkan wajah muram, “Cuman khan… Nia nggak mau ngasih memek Nia buat cowo-cowo kaya mereka Om… ”
“Loh… Emangnya mereka kenapa….? Khan kalian bisa sama-sama enak….?”
“Mmm… Sama-sama enak..? Hmmm….Nggak juga sih Om….” Jawab Karnia sembari menghentikan kocokan tangannya, “Udah ah Om… Gausah ngebahas cowo-cowo Nia Om… Nia jadi malu…”

“Hehehe… Oke oke deeeeh…. Om nggak bakal nanyain lagi tentang mereka… ” Jawab Mike buru-buru meralat kalimatnya, “Tapi hebat juga ya kamu Sayang… Bisa nahan diri buat nggak ngentot… Hehehe….”
“Sebenernya sih Nia….Nggg.. Pengen Om… Cumaaan… Mungkin pake jari aja dulu kali ya… Hihihi….”

“Wooww…. Nahan diri dulu ya….Hebat juga kamu Nia… ” Puji Mike lagi, “Eh iya…kalo kamu sering ngocok kontol… Berarti Uhhmmm… Ssshh…. Kamu tahu dong kalo kontol cowo ketika keluar itu seperti apa…?” Tanya Mike yang tiba-tiba gelisah.
Karnia mengangguk. “Muncratin pejuh Om.. Bener khan…?”
“Iyak… Bener banget… ” Jawab Mike sambil mencari-cari tissu di dashboard mobil, “Uhh… Uhh… Dimana ya…?”
“Cari apaan Om..?”
“Ooohh… Om cari tissu sayang… Sepertinya sebentar lagi Om bakal keluar… Ohhh…. Enak banget kocokan jemarimu Nia…”
“Mmm… Om mau keluar ya Om..?”
“Shhh… Iya Sayang… Cuman kayanya tissu Om abis… Dan Om bingung mau muntahin pejuh Om dimana ya….? Mana Om ga bawa baju ganti…” Gerutu Mike yang masih kebingungan mencari pengganti tissunya.

“Mmmm…. Om mau nggak…? Buang pejuh Om di mulut Nia…? Biar pejuh Om ga muncrat kemana-mana…?”
“Ahhh yang bener Sayang….?

Karnia mengangguk sembari terus menjilati dan menggesekkan batang penis Mike ke bulu lidahnya yang kasar. Membuat ayah Clara itu semakin menggelijang keenakan.

“Emang…. Emang nggak apa-apa Nia…?”
“Iya Om… Itu kalo… Uhhhmmm… Kalo Om mau sih…”
“Waahhh…. Mau banget sayang… Om mau banget…” Girang Mike.

Tanpa mengucap kalimat apapun, Karnia segera membungkukkan tubuhnya kearah selangkangan Mike lebih jauh lagi. Dan tanpa diperintah, gadis remaja itupun membuka mulutnya lalu mencaplok kepala penis dan batang penis ayah sepupunya itu dalam-dalam.

“HAP…. Nyam nyam… Sluuurrpp….”
“Oohhh… Deepthroaaaaat…. Om suka sekali Sayaaang…. Ooohhh….”
” Sluuurrrppp… Gaag Gaag….Nyam nyam… Sluuurrpp…..”
“Oooohhh…. Suumpaaah…Hangat sekali mulutmu Sayang… ” Ucap Mike sembari memegang belakang kepala Karnia dan menekannya lebih jauh kearah selangkangannya.
“Ooohh…Heelan-helan Om… ” Protes Karnia.

Namun, karena Mike sepertinya sudah tak mampu menunda lagi kedatangan gelombang orgasmenya, ia semakin membenamkan kepala Karnia lebih dalam lagi.

“Helan Ooommm…. GAAG… Gaag gaag gaag…” Celoteh mulut Karnia.

Merasakan kenikmatan oral seks dengan gadis muda, membuat orgasme Mike segera datang. Dengan sambil memejamkan mata, ayah Clara itupun mulai mengerang-erang keenakan.
“Ohh Nia… Om mau keluar ya Sayang… Buka mulutmu lebar-lebar nak…. Buka yang lebaaar….”
“Aaaaahhhhh…. ” Karnia segera membuka mulutnya lebar lebar dan melonggarkan otot tenggorokannya. Sebisa mungkin, gadis muda ini berusaha untuk dapat membungkus batang penis Mike ketika ia orgasme.

Namun ketika Mike akan mengeluarkan gelombang orgasmenya, tiba-tiba handphone Karnia berbunyi nyaring. Melantunkan music instrumental yang membuyarkan konsentrasi Mike. Buru-buru, Karnia mengeluarkan handphone itu dari saku bajunya dengan susah payah.
“Sllluuurrrpp… Hclara nih Om…. ” Ucap Karnia sambil memperlihatkan siapa penelpon itu.

“Aaahh… Claaraaaa…. Nggak dirumah… Nggak dijalan…. Ngeganggu Papanya seneng-seneng aja….” Gerutu Mike begitu melihat photo putrinya di handphone Karnia. “Udah-udah…. Nggak usah diangkat Nia… Biarin aja….” Jawab Mike yang kemudian meminta keponakannya itu meneruskan seks oralnya.

“Tapi.. Kalo nggak diangkat… Clara pasti bakalan telpon terus Om….” Jawab Karnia sembari terus mengurut penis Mike dengan satu tangan.
“Hmmm.. Iya juga sih…” Jawab Mike mengiyakan kebiasaan putrinya ,”Yaudah deh… Terserah kamu…”

Tiba-tiba, Karnia meneruskan mengoral penis Mike kuat-kuat, jauh lebih kuat dari sebelumnya. Sebelum kemudian, keponakan Mike itu menekan tombol ‘answer’, menjawab telephone putri Mike.
“Uuuhh… Sayaaaanggg…. Niaaa… Enak bangeet….”

“Halloo…? Nia….? Hallooo….?” Suara cempreng Clara langsung terdengar nyaring memecah suasana mesum dalam mobil Mike, “Nia… Itu suara siapa….? Hallooo Nia….? Kamu dimana….? Hallo…?”

Alih-alih menjawab pertanyaan sepupunya, Karnia malah mengoral penis Mike lebih hebat lagi. Membuat ayah Clara itu semakin kelojotan.
“Sluuuppp… Cup… Cupp… Sluuurrpp…. Muaah….” Jawab Karnia dengan suara basah lidahnya menyapu kepala penis Mike sembari menepuk-tepukkan batang besar itu pada mulutnya. “PUK PUK PUK….”
“Ssshhhttt… Nia… Ada Clara loh… Nanti kedengeran….” Bisik Mike sembari mencoba menahan perlakuan nakal keponakannya.
“Hihihi… Biarin aja Om…. Udah gedhe ini…. ” Jawab Karnia, tak mempedulikan protes Mike.

“Hallooo… Nia…. Jawab dong….” Panggil Clara lagi
“PUK PUK PUK…. Sluuuppp… Cup… Sluuurrpp…. Muaah….”
“Iiiihhh…. Nia…. Kamu sedang apa sihh…? Kok suaranya basah-basah gitu….? Hallooo….? Niaaa….?”

Mendengar celotehan putrinya selagi mendapatkan oral seks dari keponakannya, membuat gelombang orgasme Mike tiba-tiba tak tertahankan lagi. Buru-buru ayah Clara itu kembali merogoh kedalam selangkangan Karnia dan merabai vaginanya.
“Oooh… Om… ” Desah Karnia sembari terus menjilati penis Mike.
“Kamu udah becek ya Sayang…?”

“Hallloooo….? Becek becek apaan sih….? Karnia… Kalian sedang apa….?” Celoteh Clara tak habis-habisnya.

“Sayang… Om boleh minta celana dalam kamu nggak…?” Bisik Mike sambil menarik-narik celana dalam Karnia.
“Buat apa Om…?”
“Om pengen nyium aroma memek yang nempel dicelana dalammu Sayang… Boleh ya….?”

“Karnia… Jawab telponku dooonk…. Karnia…?”

Tanpa berkata apa-apa lagi, Karnia segera menaikkan kakinya, melepas celana dalam nyayang sudah basah karena lendir vaginanya. Lalu ia pun menyerahkan pada ayah Clara.

“Makasih sayang…” Jawab Mike yang buru-buru mendekatkan celana dalam Karnia kehidungnya. Lalu ia memegang kepala belakang Karnia dan kembali menekan dalam-dalam kearah selangkangannya.

” GAAG… GAAAG…. GAAG… GAAAG….” Suara kocokan tenggorokan Karnia pada penis Mike.
“Hallooo….? Niaaa…? Kamu nggak sedang bersetub….? Astaagaa…….” Gerutu Clara yang tiba-tiba diam.
” GAAG… GAAAG…. GAAG… GAAAG….”

“…. Ooohh… Nia…. Ooohh….. Om keluar Nia Sayang… OM KELUAARRR…. Ooohh…. Ooohh…. Ooohh…. Om KEEELUAAARRRR……. Om keluar Nia Saaayaaaangggg…… ” Erang Mike sembari menekan kepala Karnia dalam-dalam kearah selangkangannya.

CROT CROT CROOCOOT CROOT..

Gumpalan sperma panas langsung menyerbu rongga mulut Karnia. Memenuhi setiap sudut mulut mungilnya hingga penuh.
“Ooohh… Karniaaakuuu Sayaang… ” Lenguh Mike sambil terus menyemburkan sperma panas dari lubang penisnya. “Telan semua pejuh Om sayang… Telan semuanyaaa…” Racau Mike sembari terus mengejan-ngejan sambil menekan kepala sepupu putrinya itu dalam-dalam kearah selangkangannya. Tanpa mempedulikan jika di handphone Karnia masih belum mati. Handphone itu masih tersambung dengan handphone putrinya.

“Halloo…? Nia….?” Tanya Clara yang masih menunggu respon sepupunya, “Karnia… Jawab dooong… Aku kaya orang gila nih teriak-geriak ama handphone…. Kalian sedang apa….? Sedang mesum ya…? Hallooo…?”
“Bentar ya sayang… Karnia masih sibuk… ” Jawab Mike tiba-tiba membuka suara dengan nada sebal.
“Hallooo…? Ini siapa….? Karnianya mana….?”
“Karnia ada dideket sini kok… Bentaran ya… ”
“Ini siapa sih….? Kok suaranya Clara kenal…?”
“Siapa coba….?”
“Papa yah….? Papa sedang ngapain ama Karnia…?”
“Hehehe… Papa siapa…? Bukan sayang….” Jawab Mike berbohong,
“Iya… Ini Papa Clara…. ” Ucap Clara yakin, “Papa abis ngapain ama Karnia…?”
“Papa Papa…Huuu… Ngawuuur….Hehehe…. Udah-udah….Nanti Karnia bakal nelpon balik… Daaahh…” Jawab Mike yang kemudian menekan tombol off pada handphone keponakannya itu lalu mengantongkan handphone itu dikantong seragamnya

“Berisik ah…. Nggak dirumah… Nggak dihandphone…. Ngeganggu aja….” Ucap Mike sebel.

Lega, sekaligus puas. Mike tak menyangka jika dalam hitungan menit, ia bisa melampiaskan nafsu birahinya yang sempat tertunda tadi pagi kepada keponakannya. Pada seorang gadis berusia 15 tahun yang baru pertama kali memegang penis besarnya. Terlebih, Mike orgasme sambil ditemani oleh suara putri kandungnya.

Dan setelah dirasa semua spermanya sudah tak ada yang keluar lagi, Karnia segera menegakkan punggungnya lagi. Sembari tersenyum pada Mike.

“Hemua pejuh Om haku helen ya Om… ?” Tanya Karnia sambil membuka mulutnya, memamerkan semua sperma Mike yang menggenang di dalam mulutnya. “Nyap ncap…. Aaaaahhh……” Dalam sekali teguk, sperma Mike itupun langsung habis tak tersisa.

“Ooohh… Seksi sekali kamu Sayang…. Makasih ya… ” Ucap Mike sembari mengelus-elus paha Karnia. “Om benar-benar nggak nyangka kalo kamu semahir ini…”
“Hihihi… Biasa aja kok Om… ” Jawab Karnia sambil tersenyum. “Nia juga nggak nyangka kalo Om bakal ngejawab telpon dari Clara…Sumpah… Om berani bener….”
“Hehehe… Iya ya… Habisan dia berisik banget sih….”
“Kira-kira… Clara tahu nggak ya Om…? Kalo kontol Papa kesayangannya ini udah nyodok-nyodok mulut keponakannya…? Hihihi…?”
“Hmmm… Moga-moga nggak tahu ya…”
“Hihihi…. Kalo tahu juga nggak apa-apa khan Om…? Hihihi….”

“Gampang… Itu nanti urusan Om…” Jawab Mike mencubit dagu lancip Karnia gemas.
“Makasih juga ya Om… Udah ngebagi pejuh Om buat Nia…”
“Iya sayang… Malahan… Om nih yang ngerasa beruntung banget… Udah sempet kamu bantuin….”
“Hihihi…. Eh iya… Sekarang gimana rasanya Om…. Udah berhasil ngecrotin mulut Nia…?” Goda Karnia, “Puas…? Udah nggak nanggung lagi khan…?”
“Hahaha…. Kamu memang gadis yang multitalenta Sayang…. Udah cantik, seksi, jago nyepong pula….”
“Hihihi… Sama nggak sepongan Nia dengan sepongan Tante Citra…?”

“Hmmm…Kurang lebih sama kok… Sama-sama enaknya…. Hehehe…” Jelas Mike, “Eh iya… Om juga sering ngejilatin memek Tante Citra loh…”
“Haaa… Serius Om…?”

Mike mengangguk dan menjilati bibir tebalnya. Seolah mengibaratkan bibir itu adalah vagina Citra.
“Kamu pernah nggak..? Rasanya sih enak banget… Kalo kata Tante Citra sih kaya dibawa terbang sampai ke kahyangan…”

“Ngggg…. Nia pernah sih…. Cuman….. ” Mendadak, vagina Karnia membanjir,
“Cuman….?”
“Cuman Nia udah lama nggak ngerasaiinnya lagi Om…. Udah lama banget….”

“Kamu mau nggak memeknya Om jilatin…? Yah itu juga kalo kamu mau… ” Balas Mike.
“Wow… Beneran Om… ?” Jawab Karnia seolah tak lercaya dengan apa yang ia dengar. Dan seketika itu, Karnia merasa jika rasa malu yang semula ada pada dirinya tiba-tiba lenyap. dan tergantikan oleh rasa penasaran sekaligus birahi yang membumbung tinggi.

“Iya… Kamu nggak percaya ya…?” Tanya Mike yang kemudian kembali mengelusi paha dalam Karnia dengan telapak tangannya. Lalu beranjak naik kearah selangkangannya yang sudah begitu basah.

Mike lalu melihat jam di dashboard mobilnya. “Kamu masuk jam berapa Nia…? Kalo masih lama Om bisa kok jilatin memekmu sekarang….”

“Ngg… Kira-kira…. ASTAGA… OM…. Ini udah mau masuk Om….” Pekik Karnia heboh yang buru-buru mengambil tas punggungnya dan keluar dari mobil Mike. “Om…. Nia berangkat dulu ya… Nia udah telat banget nih….” Seru gadis SMP itu sembari mencegat ojek dan segera menaikinya. Dengan terburu-buru, Karnia meninggalkan Mike tanpa mengenakan celana dalamnya lagi.

bersambung,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*