Home » Cerita Seks Mama Anak » Kisah Keluarga Citra 3

Kisah Keluarga Citra 3

Bagian 3 | Mama Iseng Deh…

Tak jauh dari kamar mandi lantai dua, Mike, suami Citra sudah rapi dengan pakaian kerjanya. Kemeja, celana kain bahan dan dasi yang terikat erat dileher. Saat itu, Mike baru saja selesai sarapan dan sedang menghirup kopi paginya. Hingga tak lama kemudian, Citra muncul dari dalam rumah dan segera memulai pekerjaan paginya. Membilasi wajan dan panci bekasnya memasak.

“Hai sayang… Kamu terlihat cantik banget pagi ini…Walau sibuk dari pekerjaan rumah yang menumpuk… Tetap saja, aura keseksianmu masih jelas terpancar…. Hehehe…” Ujar Mike sambil mengecup pipi istrinya.
“Huuuu… Mulai deh… Jurus ngegombalnya keluar…” Balas Citra tak menghiraukan godaan suaminya yang sepertinya sedang horny, “Khan aku belom mandi Mas… Mana ada orang yang belom mandi tapi dibilang cantik…?”

“Mandi atau enggak… Kamu selalu cantik dimataku Dek… CUP… ” Kata Mike sambil mengecup pipi Citra dari belakang, “Hmmm… Anak-anak sudah bangun belom sayang…?”
“Mmm.. Sudah deh kayaknya…. Tadi aku ngelihat Clara berjalan kekamar mandi… Dan Ciello… Sepertinya juga sedang mau mandi… ” Jelas Clara lagi,

“Tumben Ciello mau bangun pagi….?” Heran Mike
“Hmmm…. Biarin ajalah sayang… Mungkin ia bosan kali bangun siang mulu….” Jawab Citra, “Yah… Sekali-kali bangun pagi biar dia ada kesibukan sembari menunggu pengumuman universitasnya sayang…”
“Iya bener… Yah moga-moga Ciello nggak bosan nungguin keputusannya ya Dek.. ” Ucap Mike, “Kasihan… Kalo-kalo jika dia sampai stress…”
“Iya sayang… Kasihan… ” Jawab Citra mengiyakan perkataan suaminya sambil mencoba meraih kerdus susu yang ada di atas lemari kabinet.

Karena kotak susu itu terletak dirak yang paling tinggi, membuat Citra merenggangkan tubuhnya sejauh mungkin dan membuat bawahan jubah tidurnya yang mini tertarik tinggi keatas. Menampakkan sepasang paha mulus dan bulatan pantatnya yang tak bercelana. Melihat istrinya sedikit kesusahan, akhirnya Mike membantu untuk mengambilkan kotak susu itu.

“Makasih Mas…” Jawab Citra.
“Ehhh…. Dek…. ” Panggil Mike, “Kira-kira… Apa yang bakal Ciello dan Clara pikirkan ya….? Jika mereka melihat tubuh telanjang Mamanya seperti ini…?”

Citra diam saja. Ia sama sekali tak menghiraukan ketelanjangan dirinya. “Ummm…. Entahlah Mas… Aku pikir Ciello maupun Clara juga nggak bakalan peduli penampilanku Mas… Karena mereka juga seringkali telanjang dalam kesehariannya…”
“Ohh iya…? Masa Dek… ?” Tanya Mike dengan wajah heran.
“Iya Mas… Ah…. Kaya kamu nggak pernah liat mereka telanjang aja… ? Hihihi…” Goda Citra.

“Hmmmm… Mungkin… Mereka sepertinya sudah terbiasa kali ya Dek…?” Kata Mike yang kemudian memeluk tubuh Citra dari belakang, lalu menempelkan batang kelaminnya yang sudah mengeras kedepan. Menyelipkan diantara bulatan pantat seksi Citra.

“Ooh Sayang…. Kamu nakal sekali….Pagi-pagi kok udah keras aja…?” Ucap Citra malu-malu
“Emang kenapa Dek… Aku yakin Ciello ataupun Clara nggak keberatan kok dengan kenakalanku pada tubuh Mamanya seperti ini… ” Ucap Mike sembari menyelipkan tangan kiri kedalam payudara Citra, dan tangan kanan kedalam selangkangan istrinya.

“Hhhhush… Sayang…. Jangan ah… Nanti anak-anak melihat loooh…” Erang Citra berusaha mencegah kemesuman Mike.
“Hehehe… Mulut boleh berkata tidak… Tapi memek berkata iya….” Goda Mike, “Nih liat… Memekmu udah basah gini Dek… Pasti Lendirmu sudah membanjir keluar semua yak…? Pasti memekmu sudah siap buat aku tengokin pake titit…. Hehehe…” Ucap Mike sambil mulai mengorek-korek celah kewanitaan Citra yang memang mulai membasah.

Namun ketika sedang asyik-asyiknya menerima korekan jemari Mike, tiba-tiba Citra teringat, jika lendir yang membanjir di vaginanya pagi itu adalah sperma Ciello.

“Astaga… Moga-moga Mike tak tahu…. Jika yang ia korek keluar dari celah vaginaku adalah sperma Ciello….” Batin Citra yang hampir melupakan lelehan lendir yang ada di vaginanya adalah akibat perbuatan nakalnya tadi pagi. Perbuatan nakal yang menggeseki penis keras Ciello hingga muncrat karena jepitan vagina sempitnya.

ÔÇ£SayangÔǪ udah ahÔǪ ” Ucap Citra menepisi tangan nakal suaminya.
Namun Mike tetap saja tak mempedulikan penolakan istrinya, karena kemudia ia menurunkan resleting celananya dan mengeluarkan batang penisnya yang sudah menegang keras.

“Pantatmu memang selalu menggiurkan DekÔǪ. ” Ucap Mike yang lalu membuka bongkahan pantat Citra dan menusukkan kepala penisnya pada lubang anusnya.
“Eh MaaaaassssÔǪ Jaaaangan disituuuuÔǪ ” Tolak Citra yang kemudian mengarahkan kepala penis suaminya pada liang vaginanya yang sudah semakin membanjir.
ÔÇ£Yaaah…. Masih belom boleh ya DekÔǪ?ÔÇØ
Mmmm Aku belom siap Mas.
ÔÇ£Hhhhh….. Oke dehÔǪ Nggak apa-apaÔǪ ÔÇ£ Desah Mike kecewa, yang kemudian mulai memajukan pinggangnya, mendorong kepala penisnya untuk membelah liang vagina Citra.

Uuhhh Pelan-pelan Mas. Desah Citra.
ÔÇ£SsshhÔǪ Aneh banget Dek….”
“Aneh kenapa Mas….?”
“Padahal semalem… Ini memek udah aku sodok-sodok sampe pagi lohÔǪ Tapi kok ini masih sempit aja ya sayangÔǪ?ÔÇØ
“Iiihh… Gombal deh kamu Masss….” Ucap Citra manja, “SshhhÔǪ Bukan memek Adek yang sempit MasÔǪ Melainkan tititmu yang terlalu besar.
“Aaahh.. KamuÔǪ. Selalu pintar deh menyenangkan hati suami…” Ucap Mike yang kemudian terus memajukan pinggangnya hingga…

SLEP.
Kepala penis Mike mulai menyibakkan bibir vagina Citra. Masuk terus hingga mengganjal liang becek nan legit itu..

“UhhhÔǪ. ” Lenguh Citra sambil menggigit bibir bawahnya.
“Kenapa Sayang…?” Kecup Mike pada pundak Citra.
“Enak banget MasÔǪ. Berasa banget kepala tititmuÔǪ”
“Hehehe…. Suka nggakÔǪ? Aku terusin yaÔǪ?”
“Iya Mas… Suka bangetÔǪ Sodok yang dalem MasÔǪ ” Desah Citra sambil berpegangan pada tepi lemari piring. Berusaha supaya ia tak ikut-ikutan maju seiring sodokan penis suaminya.

CLEP
ÔÇ£UuuuhhgggÔǪ. Memekmu peret banget DekÔǪ Mirip memek perawanÔǪ”
“HihihihÔǪ Masih ingat saja kamu MasÔǪ?”
“IyalahÔǪ Memek sempitmu itu nggak bakal bisa terlupakan DekÔǪ. Legit….” Puji Mike yang pada akhirnya berhasil membenamkan seluruh batang penis besarnya pada vagina Citra.
“Uuuuhhh….. SsshhhÔǪ Udah mentok MasÔǪ. Penuh bangeeetÔǪ”
“HeheheÔǪ Iya DekÔǪ Titit Mas udah masuk semua sampe pangkalnya….” Kata Mike sambil terus meremasi pantat bulat istrinya

“Ayo MasÔǪ Buruan goyang memek AdekÔǪ Keburu anak-anak pada turun..ÔǪ”
“Hhhh… Oke sayangÔǪ Pegangan ya ÔǪ Mas bakal kasih enak ke memek kamuÔǪ ” Ucap Mike yang kemudian menarik batang penisnya hingga sebatas kepala penisnya, lalu kembali maju, menyodokkan penisnya kencang-kencang kearah vagina Citra.

Namun, sebelum Mike sempat memajukan pinggangnya, terdengar jeritan wanita yang terdengar dari arah tangga.

“ASTAGAAAAAHHH….Mama… Papaaa… ” Teriak Clara ketika melihat kedua orangtuanya sedang bermesum ria di dapur, “Emangnya ga bisa ya kalian berdua nyari tempat lain kalo mau ‘BEGITUAN’…..?”
“Eh… Clara….” Jawab Mike tanggung, ÔÇ£ UhmmmmÔǪ. maaf sayang…” Tambah Mike mencoba tersenyum sembari terus memajukan pinggangnya.
“Ayo PINDAH….! Malu dikit napa ama anakÔǪ” Jerit Clara lagi.
“Eh… SayangÔǪ Udahan ahÔǪ. ” Bisik Citra, ÔÇ£Ada Clara tuhÔǪ
“HhhhÔǪ Bentar sayang…. Nanggung banget nih… Dikit lagi juga kelar kokÔǪ” Racau Mike.

“STOP STOOOPPÔǪ. Mama.. PapaÔǪ Kalo kalian nggak cari tempat lainÔǪ Clara bakal ngambek nih… Clara bakalan nggak mau masuk sekolah… SEMINGGU….”

“Sssshh… SayaaangÔǪ Pamali ah… Ngeganggu kesenengan orangtua… ÔÇ£Jelas Mike mencoba memberi pengertian putrinya supaya tak mengganggu kesenanang mereka
ÔÇ£BODO…. ”

ÔÇ£Sshhh yaudah deeeehhh…. Mama berenti…. ” Ucap Citra yang pada akhirnya menuruti larangan putrinya. Ia lalu mendorong tubuh suaminya mundur. ÔÇ£Udah-udah Pah .. Nanti malam aja kita sambung lagi yaÔǪ. ”
“Hhhhhhhh… ” Jawab Mike dengan mengambil nafas panjang, “Oke deh… ” Ucap Mike malas sembari mencabut batang penisnya yang sudah berlumuran lendir kenikmatan istrinya.

PLOP

“UhhÔǪ Geli sayang….” Ceplos Citra menggelijang ketika penis Mike tercabut keluar dari jepitan vaginanya, “Udah ya… Sekarang kamu berangkat kerja aja dulu gih… ”
“HhoossshhÔǪ OoohÔǪ .Oke dehh Cantik… Tak masalah…. PLAK… ” Ucap Mike sambil menampar pantat semok istrinya keras-keras. Tepat dihadapan Clara. “Kalau gitu… Mas jalan dulu ya sayang…” Ucap Mike yang kemudian meraih bawahan jubah mini Citra lalu mengelap lendir kewanitaan yang melumuri batang penisnya.

“Ihhhsss Sumpah…. Papa jorok deh…” Ucap Clara yang sempet melihat kelakuan jail ayah kandungnya sebelum ia duduk di kursi makan.
“Hehehe… Biar praktis…” Jawab Mike tanpa merasa bersalah dengan tatapan putrinya yang masih melihat kearah batang penisnya yang masih menjulang keluar dari resleting celananya. “Abisan tissunya jauh sayang…. Hehehe…” Canda Mike lagi yang kali ini ia mencuci tangannya kemudian memasukkan batang penisnya ke dalam celana.
“Emang tuh… Papa kamu emang jorok…. Hati-hati dijalan Mas… ”
Papa berangkat kerja dulu ya Clara sayang CUP CUP MUAAHH. Ucap Mike sembari mengecup pipi Clara.
“Iya PaahÔǪ Hati-hati dijalan…”

“Bentar ya sayangÔǪ Kamu sarapan dulu ajaÔǪ Mama mau antar Papamu keluarÔǪ Sambil sekalian nunggu tukang sayur lewat… ” Kata Citra sambil menyusul suaminya kepintu depan.
“MAMAAAA… ” Jerit Clara lagi.
“A… Apa sayang…?”
“Jubah mandimu itu loh Maaaa… Kebuka bangeeeet…. ” Ucap Clara sambil melotot kearah Citra, mencoba memberitahu jika pakaian yang ia kenakan benar-benar tak menutup ketelanjangannya.

“Kebuka gimana sayang…?” Tanya Citra
“Ihhh… Mamaaa…. Itunyaa….” Jawab Clara sambil menunjuk kearah payudaranya yang mengintip dari celah jubah tidurnya, “Ga sopan deh…. Ntar kalo diliat tetangga gimana…?”
“Owwwhh… Ini… ?” Jawab Citra sambil meremas payudaranya sendiri, “Mama juga tau diri kali Sayang…. Ga mungkin juga khan Mama keluar dengan bertelanjang dada seperti ini…”
“Owww…. Kirain Mama mau pamer tetek ke tetangga atau Mang Encep…”.
“Hehehe… Emang kenapa juga kalo Mama pamer tetek ke Mang Encep…? Toh dia udah tua Sayang… Palingan dia juga ga ngeh kalo Mama ga pake apa-apa dibalik jubah Mama ini…”

“Iiiihhhsss…. Mama…. Clara mah ga rela Maa… Masa badan Mama dilihatin orang lain dengan cuma-cuma…”
“Hehehe…. Iya juga sih….. Maafin Mama ya sayang….. ” Jawab Citra yang kemudian mengikat tali jubah tidurnya dan berjalan ketempat cuci piring, “Ehmmm… Habisan Papamu juga sih yang suka sekali ngelihat Mama kalo mengenakan pakaian yang seperti ini… Jadinya Mama suka keterusan… ”

“Papa juga sih… Jadi suami cuek banget… Masa istrinya hampir telanjang gitu ga diperhatiin…”
“Hehehe… Maklum Sayang… Papamu itu memang ga bisa nahan nafsu kalo udah liat Mama seperti ini.. Jadinya dia pasti ga bakal bisa mikir apa-apa…”
“Termasuk jadi nggak bisa nahan diri buat ‘BEGITUAN’ didapur ya Ma…?” Sindir Clara

“Hihihi… Bener sekali Sayang… Cowo… Kalo udah dikasih liat keseksian tubuh wanita… Pasti deh… Bakal klepek klepek…”
“Ooowwhhh… Gitu ya Ma… Pantesan Papa nurut banget ama Mama… Ternyata rahasianya itu toh… Hihihi…”
“Yup.. Pinter sekali anak Mama ini…”
“Mungkin Papa mikirnya sayang juga kali ya Maaa… Punya istri cantik nan seksi kaya Mama… Tapi…. Nggak pernah dipamerin ke syapa-syapa… Hihihi…”

“Aaaaah kamu bisa aja sayang.. Badan Mama mah nggak seksi Sayang….. Badan kamu tuh yang jauh lebih seksi…
“Iiihh….. Mama… ” Ucap Clara tersipu-sipu. Clara tahu jika dirinya seksi, dan ia tahu jika mungkin banyak diantara teman sebayanya yang sering membayangkan dirinya ketika onani. Tapi karena ajaran kedua orangtuanya, Clara harus berusaha untuk tetap bersikap rendah diri dalam segala hal.

Namun hal itu ternyata jauh lebih susah daripada yang ia bayangkan. Karena setiap kali ada orang lain atau teman sebayanya yang melihat Clara dalam pakaian seksi, semakin besar juga semangat dirinya untuk dapat mempertontonkan tubuhnya lebih banyak lagi.

“Mungkin Mama adalah seorang ekshibisionis….” Tebak Clara, “Dan mungkin aku juga memiliki sifat tukang pamer keseksian tubuh ini dari Mama…”

“Ehh… Ehhmmm…Ma…. ” Panggil Clara.
‘Yaaa…?” Jawab Citra disela kesibukan mencuci piringnya.
“Nggg.. Nggak jadi deh… ” Ucap Clara yang kembali menyendok nasi goreng ke mulutnya.
“Kenapa sayang…?”
“Hihihi… Nggak apa-apa Maa… ” Jawab Clara malu-malu.
“Hmmm.. Oke…” Sahut Citra yang kembali sibuk membilas piring-piring kotornya.

“Ma…. Emang ‘Begituan’ itu enak banget ya…? ” Celetuk Clara yang ternyata susah sekali menahan rasa penasarannya.

“Begituan…?” Tanya Citra yang lagi-lagi menghentikan aktifitasnya, “Maksud kamu…?”
“Yaaaa… Gitu… ” Jawab Clara malu-malu, “Begituan Maaa… Nggg… Yang seperti Mama ama Papa lakuin barusan…. ”
“Mmmmm… Ngewe maksud kamu sayang…?”
“Nggg….. Ngewe ya namanya… Iya… Maksud Clara…. Ngewe tuh enak nggak sih Maa…?” Tanya Clara lagi dengan muka yang agak memerah.

“Emangnya kenapa Sayang…?”
“Nggg…. Nggak kenapa-napa sih…. Soalnya Clara liat, Mama ama Papa sering banget buat ngelakuin hal itu….”

Sejenak, Clara menatap tajam kearah mata putrinya. Namun, tak lama kemudian, ibu dua anak itu tersenyum lebar.

“Ihhhhhsss.. Mama ga jelas deh…. Ditanyain malah ketawa-tawa sendiri…”
“Hehehe… Mama kaget aja sayang dengan pertanyaanmu…” Jawab Citra.

“Jadi gimana Maa…? Rasanya enak apa nggak…?” Tanya Clara tak sabaran.
“Hmmm… Bingung juga Mama jawabnya Sayang….”
“Laah… Kok malah bingung Maa…?”
“Iya Sayang… Abisan rasa yang Mama alamin… Susah banget dijelasin dengan kata-kata..”
“Kok…?”

Tiba-tiba Citra meletakkan piring-pirring kotor yang sedang ia cuci, kemudia ia mengeringkan tangannya. Dengan senyum yang mengembang, Clara kembali menatap wajah putri kandungnya.

“Clara… Sayang… Kamu udah pernah menyentuh aurat tubuhmu belum…?” Tanya Citra
“Aurat..? Maksud Mama….?” Bingung Clara

Tanpa mengucapkan apa-apa lagi, Citra kemudian meletakkan piring kotor kedalam tempat cuci piring dan segera membilas kedua tangannya. Lalu dengan cepat ia berjalan kemeja makan dan duduk disamping putrinya.

“Iya… Menyentuh tetek atau memekmu…”
“Mmmm… Udah pernah Mah… ”
“Oke.. Kalo gitu… Apakah kamu udah pernah mempermainkan aurat tubuhmu itu belum…?”
“Nggg…. Mempermainkan gimana Mah…?”
“Jadi kamu belum pernah masturbasi sama sekali….?” Tanya Citra lagi.
“Kalo cuman pegang-pegang aja sih sering Maa… Cuman kalo masturbasi… Clara takut Maa….”
“Laaah… Kok takut… ?”
“Takut keterusan….” Jawab gadis muda itu malu-malu.

Melihat kepolosan Clara, Citra pun segera melucuti semua kancing seragam sekolah Clara, dan membiarkannya terbuka bebas, memamerkan payudaranya yang membulat besar.
“Ehh…. Mama mau apa…?” Tanya Clara bingung.
“Ssshhhh… Tenang Sayang… Kamu perhatikan aja ya….” Ucap Citra lagi yang kali ini segera mengangkat bagian bawah beha Clara, dan membuat gundukan daging itu melorot kebawah. Bergoyang kenyal dengan bebas.

Dengan sigap, Citra lalu meremas dan memilin puying payudara anaknya.
“Iiihhsss…. Maaa… Mama ngapain… Ihhhh.. Geli ah Maaa…. Geli….” Desah Clara sembari menatap Citra dengan pandangan bingung.

Namun, tak disitu saja. Citra kemudian tiba-tiba mendekatkan wajahnya ke arah payudara Clara dan menghisapnya perlahan..

“Cupp… Sluurrp… Cuup Cuuppp….” Hisapan dan kecupan mulut Citra segera mendarat di gundukan payudara Clara. Dan tanpa seijin Clara, Citra pun mulai menjilati puting payudara putrinya itu dengan buas.
“Iiihh… Maaa… Geli Maa.. Geliiii… Ooohh… Mamaaaa….” Desah Clara sembari berusaha menjauhkan lidah Citra dari kedua payudaranya.

“Ssslluuurrppp… Nikmatin aja sayang…. Rasakan kegelian jilatan lidah Mama di tetek besarmu ini…. Sluurrpp…. Cup Cupppp….”
“Ooohh…Mama… Geli Maaaa… Geli… ” Erang Clara sembari berusaha menjauhkan wajah Citra dari payudaranya. Walau gadis remaja itu sudah sering mempermainkan organ sensitifnya, namun ia belum pernah merasakan permainan lidah dan jilatan dari orang lain. Dan karena rasa geli pada payudaranya terlalu kuat, tenaganya seolah hilang. dan tangannya menjadi tak bertenaga.

Membuat Citra semakin brutal menjilati kedua payudara putrinya secara bergantian.
“Ooohh.. Ampun maaa.. Ampuunnn…. Geli banget tetek Clara Maaa… Ooohh.. Ampuuun…” Erang Clara lemas karena nikmat.

Mendengar ratapan dan erangan Clara, entah kenapa membuat birahi Citra mulai meluap-luap. Terlebih karena persetubuhannya barusan agak terganggu, semakin membuat Citra kalap, untuk menjadikan Clara sebagai sasaran gejolak birahinya. Dengan ganas, ibu kandung Clara itu terus-terusan menghisap dan menjilati puting payudaranya. Kedua tangannya pun tak henti-henti meremas dan memelintir daging besar kebanggaannya. Membuat rasa malu Clara seolah sirna, tergantikan dengan rasa nikmat yang amat sangat.

“Oooohhhh….. Maaa… Ampun Maaa…. Hentikaaaan…. Clara merasa geli bangeet….”
“Geli tapi enak khan sayang….? Sluuurrp.. Cup cup.. Sluuurp…”
“Ooohh… Enaaak….. Tapi… Ampun Maaaaaa….. Ampuunn.. Geli bangeertt.. Ooohh… Oohhh…. Ooohhh.. Ooohhsss…..Enaaaak Maaa…..”

Sebuah perasaan aneh, tiba-tiba muncul dari dalam tubuh Clara. Perasaan yang sama sekali tak pernah ia rasakan sebelumnya. Antara rasa geli, gatal, enak, kesemutan, gemeteran, semua berkumpul menjadi satu. Berkumpul menjadi sebuah rasa panas yang perlahan, mulai menyebar ke seluruh syaraf tubuhnya. Menyebar dengan nikmat dari ujung payudara, hingga ke liang vaginanya. Menyebar cepat membawa getaran kenikmatan yang amat sangat. kenikmatan yang membuat dirinya seolah ingin…..

“Maaa…..Hentikan Maaa…. Aku mau pipis… Aku mau pipiss….” Jerit Clara dengan tubuh yang menggelijang-gelijang hebat. Matanya terpejam erat dan mulutnya menganga lebar. “Aku mau pipiiiisss Maaa…. Aaaakuuuu.. Maauu.. Oooohhh… Oooooohhhhhhhssss… Maaamaaaa….”

CREET CREET CREEEETCEEET CREEET….

Melihat tubuh Clara yang bergetar hebat, Citra buru-buru menghentikan segala aktfitasnya. Dengan kedua tangannya, wanita cantik itu segera mendekat tubuh Clara supaya tak terjatuh dari tempat duduknya.

“Oohh.. Maa… Aku pipis Maa… Aku pipiiiisss….” Erang Clara tak henti-hentinya mengerang keenakan. “Geli banget Maaa… Gelii.. Oohh.. Anjriiitt.. Geli baaangeeettt…. Hhh.. Hhh.. Hhh…”

“Nikmatin aja Sayang…. Nikmatin sepuasmu…..” Ucap Citra sambil tersenyum simpul, melihat putrinya yang sedang kelojotan karena orgasmenya barusan.
“Hhh… Hhhh… Hhhhh….” Sejenak, Clara mencoba mengatur nafasnya. “Hhh… Ada apa dengan tubuhku Maa…? Kok rasanya…. Hhhh… Hhhh…Hhh….”

“Minum dulu sayang…. Biarin kamu istirahatkan badanmu dulu….” Ucap Citra sambil menyodorkan segelas air putih, “Hehehe.. Masih terasa geli atau enak Sayang…?”
“Hhhhh…. Hhh… Masih geli Maa… Tapi iya… Sekaligus enak juga…” Jawab Clara, “Eh iya Ma… Maafin Clara ya Ma… Tadi Clara ngompol….”
“Hehehe…. Itu bukan ngompol Sayang.. Namanya orgasme… Dan kamu tadi baru saja mengalami orgasme….”
“Orgasme…” Sebut Clara lirih, seolah mencoba untuk mengingat-ingat. “Jadi orgasme tuh rasanya seperti itu ya Maa…?”
“Iya… Itu yang selalu Mama rasakan ketika Mama sedang ngewe dengan Papamu….”
“Kaya mau pipis gitu ya Maa..? Hihihihi….”
“Iya Sayang… Mirip.. Cuman yang keluar bukan air kencing… Melainkan lendir orgasmemu….”
“Ooowwhh…. Clara sering sih denger cerita cewe orgasme…. Cuman Clara nggak berani buat nyobainnya….”

“Nah… Kalau kamu udah ngerasain gimana rasa enaknya…. Bisa nggak kamu njelasin ke Mama… Kira-kira gimana rasanya….?”
“Nggggg… Gimana ya….?”

“YUP…. Itu yang ada di pikiran Mama ketika Mama sedang ngewe bersama papamu… Dan apa yang Mama rasain, nikmatnya berpuluh-puluh kali lipat daripada yang kamu rasain barusan Sayang…” Jelas Citra, “Karena… Mama ngerasainnya disini… ” Ucap Citra sambil meraba vagina Clara yang gemuk, “Di memek….”
“Nnnggg… Jadi… Kalo misalnya besok Clara ngewe di… Memek…. Bakalan berasa jauh lebih enak ya Maa…?” “… Tanya Clara ragu

“Bener sekali sayang… ” Jawab Citra sambil mengusap kening putrinya. “Cup… Anak Mama pintar sekali…. Cuman… Kamu jangan pernah sekalipun mencoba untuk ngewe sebelum kamu menikah ya sayang….”
“Iya Ma…”
“Baguuusss….”
“Yaaahhh… Kalo kamu pengen ngulangin nikmatnya orgasme… Kamu masih bisa masturbasi dikit-dikit laaaah…. Hihihi….”
“Masturbasi…? Emang nggak apa-apa Maa?”
“Laaahh… Emangnya kenapa…?” Tanya Citra sambil mulai membetulkan posisi payudara Clara. Memasukkan gundukan daging yang tubuh di dada putrinya ke dalam beha sekolahnya. “Nggak apa-apa kali Sayang… Mama aja dulu sering kali loh masturbasi kalo sedang…. Ummm… Pengen…”
“Serius Maa… Mama dulu sering masturbasi…?”
“Hehehe…. Ga Mama aja Sayang…. Papa juga kadang ngelakuin masturbasi… Hihihi…”
“Masa Maa….? Papa juga….?”
“Iya…. Habisan…. Rasanya enak sekali… Hihihi…”

Mendengar penjelasan Citra, sejenak Clara berpikir keras.
“Kenapa Sayang…?” Tanya Citra heran.
“Pantesan.. ” Desah Clara lirih.
“Pantesan apa sayang…?”
“Nnnggg.. Pantesan kakak suka banget begituan Maa…”
“Begituan….?”

“Iya Ma… Kak Ciello juga suka banget megang-megang.. Ngg.. Tititnya…”
“Haaah… ? Kok kamu bisa tau sayang…?”
“Tadi pagi Clara ngeliat sendiri Maa… Kakak ngocok-kocok tititnya didepan Clara….”

“Haaa.. ? Yang bener kamu sayang…?” Tanya Citra. Tiba-tiba hatinya merasa sedikit aneh ketika Clara menyebut nama Ciello.

Entah kenapa Citra kembali mengingat-ingat sensasi yang ia rasakan ketika penis anak Ciello terselip diantara jepitan vaginanya. Ketika daging berurat Ciello menggesek-gesek celah sempitnya. Ketika semprotan sperma hangat Ciello membasahi bibir vaginanya.

“Iya Maa… Malahan… Nggg… Sperma kakak… Nnnngggg… Sampe muncrat-muncrat segala…”
“Serius…? Emangnya tadi kamu ngapain…? Kok kakakmu sampe muncrat-muncrat segalaÔǪ?”
“Clara tadi nggak ngapa-ngapain kokÔǪ Clara tadi cuman mandi ajaÔǪ”
“Jadi tadi kakakmu mengocok tititnya sambil melihat tubuh telanjangmu…?”
“NnggÔǪ Sepertinya begitu MaaÔǪ”

“Astaga sayaaang… Kenapa Ciello bisa ngocok didepan kamu ya…?” Heran Citra, “Kamu pasti ngegodain Kakakmu ya…? Sampai-sampai dia pengen……. Ya kamu taulah…”
“Enggak kok Maa… Kakak aja yang mungkin kegatelanÔǪ Dateng-dateng ke kamar mandi cuman pengen begitu…” Jelas Clara, “Mana diperutnya banyak banget bekas spermanya…. Sumpah Maaa… Kakak Ciello benar-benar jorok Maa…”

Mendengar penjelasan cerita Clara, mau tak mau membuat darah birahi Citra yang tak tersalurkan menjadi semakin mendidih. Terlebih jika mengingat tentang betapa kerasnya batang penis Ciello ketika menggeseki bibir vaginanya pagi tadi.

“Hmmmm…. Begini Clara… Kamu khan tahu… Kalo cowo seusia kakakmu memang sedang mengalami masa ‘Suka-sukanya mengeksplorasi’ tubuhnya….” Jelas Citra, “Terlebih… Uhmmm… Mereka sedang suka mempermainkan…. Tititnya…. Dan itu wajar sayang…”
“Ummmm…. Masa sih Maaa….?”

“Iya sayang…” Citra mengangguk, “Dan lagi…. Kakakmu itu punya….. Hmmmmm… Punya libido yang terlalu besar…. Sehingga ia harus selalu melepas segala tekanan di otaknya…. Yah… Mungkin supaya ia tak stress menunggu keputusan universitasnya sayang…” Jelas Citra panjang lebar.

“Pantesan… Sering banget Clara liat kakak sedang ngocok tititnya Maaa… Nggak pagi, siang, sore… kayaknya dia setiap saat pengennya ngocok-ngocok mulu Maa…” Ucap Clara berapi-api.
“Haa…? Tiap saat….? Kok Kamu bisa tahu sih Sayang… Emangnya kamu ngeliat apa ngintip sih sayang….?” Goda Citra.
“Nnnngg…. Hehehe… ngitip Ma…”
“Waaa… Nakal juga kamu yaaa….?”
“Habisan Clara khan penasaran ma ama suara-suara erangan dari kamar Kakak… Jadinya tadi Clara sedikit ngegodain Kakak Maa… Lucu banget deh…. Mukanya sampe melongo-melongo gitu…Hihihi….”
“Serius….?”
“Hiya Maa…. Clara pengen tahu aja…. Apa yang kakak Ciello bakal lakuin kalo dia ngeliat adeknya yang cantik dan semok ini bugil dan ngegodain didepan mata dia..”
“Dan…..?”
“Yaudah… Akhirnya Kakak ngocok tititnya Maa… Kenceng banget Ma Kak Ciello ngocok tititnya… Sampe-sampe kepala tititnya jadi berwarna merah gitu Maa…. Trus…….”

“Udah udah udah… Stop Clara sayang…. ” Potong Citra, “Udah… Besok-besok… Kamu jangan goda kakakmu seperti itu lagi ya…”
“Yaaaahhh…. kok gitu sih… Emang kenapa Maa…? Khan lucu…”
“Clara…. Kamu tahu khan betapa cantiknya dirimu…?” Tanya Citra, “Terlebih kamu saat ini punya bentuk badan seksi dan tetek yang besar, sama seperti Mama… Dan karena kelebihanmu itu, menurut Mama…. Tak adil buat kakakmu sayang… ”

“Laaah… Nggak adil gimana Maaa…?”
“Ya nggak adil aja buat dia sayang…. Kamu enak… Bisa bersenang-senang dengan memamerkan keseksian tubuhmu…. Sementara Kakakmu…? Dia tak bisa membalas apa-apa… Palingan ya Kakakmu hanya bisa ngocok tititnya sampe muncrat… ”

Mendengar penjelasan Mama Citra, Clara hanya bisa terdiam. Merenungi ‘kekejaman’ yang baru ia lakukan pada kakak kandungnya.

“Jadiii…. Kalaupun kamu menggoda kakakmu… Paling tidak, kamu juga harus ngebantu dia sayang…”
“Ngebantu…? Maksud Mama…?”
“Mmm… Yaaa… Kamu tahulah…. Ngebantu…. Kocokin titit kakakmu…”
“Serius Maa…?”
“Iya donk…. Khan kalo kamu nggak ngegodain kakakmu, dia nggak bakalan pengen onani seperti itu Sayang… Kasihan… Terlebih dia juga belom pernah pacaran…”

“Idih.. Ogah bangeeeet….Ngapain juga Adek harus ngebantu Kakak seperti itu…?”
“Shhh… Jangan egois ah… Atau kalau tidak, kamu harus minfa maaf ke kakakmu…”
“Minta maaf….?”
“Iya….Jangan buat dia tersiksa seperti itu lagi ya sayang….. ” Nasehat Citra yang juga sepertinya menasehati diri sendiri.
“Tapi khan.. Ma….??”

“Udah-udah… Mama mau nyuci piring dan baju dulu… Udah siang nih… Kamu juga harus cepet beresin kamar dan berangkat pergi kesekolah.. Nanti telat….” Jawab Citra sambil membawa tumpukan baju kotor dari dalam kamar ketempat cuci di halaman belakang.

Mendengar nasehat ibunya. Clara hanya bisa terdiam. Menatap tubuh ibunya dari belakang. Berharap jika seandainya Clara bisa menggunakan pakaian sebebas ibu kandungnya. Baik di rumah atau keluar rumah. Pasti seru sekali bisa mengenakan pakaian yang jarang sekali dapat menyembunyikan keseksian tubuhnya. Pasti seru sekali, bisa melihat reaksi kaget Papa, melihat putri kandungnya memamerkan kemolekan tubuhnya.

Syukur-syukur jika Papanya juga bisa merasakan sensasi birahi yang terpancar dari diri Clara. Yang kemudian bermasturbasi sambil membayangkan tentang kemontokan tubuhnya.

“Ah sial… Baru ngebayangin Papa ngocok tititnya aja, bikin dada aku berdebar-bebar…” Rutuk Clara dalam hati sembari menyelesaikan sarapan paginya.
“Oh tidak… Tenyata bukan itu aja… ” Jawab Clara dalam hati “Walau hanya membayangkan saja… Memek aku udah membanjir basah…. ”

Bersambung,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*