Home » Cerita Seks Kakak Adik » Tutut Namaku 3

Tutut Namaku 3

Episode Sebelumnya : Tutut Namaku 2

EPISODE 3

Pagi ini kelasku sedang menjalani kelas olahraga. Tinggal sebulan lagi kami akan menghadapi UAS terakhir kami di SMA ini. Dari semua mata pelajaran yang akan diuaskan pelajaran ini yang paling mudah. Apalagi guruku nggak terlalu mementingkan ujian tulis telrebih praktek. Namun ada desas desus yang membuatku heran bahwa kalau muridnya terlebih perempuan terlebih lagi cantik dan toge juga sudah pasti dapet 90 di nilai raportnya, kalau kurang dari satu itu berkurang 5 angka. Sehingga membuatku sedikit rileks karena aku perempuan, toketku besar dan tergolong cantik di angkatanku.
Oh iya lupa, aku kini mengenyam pendidikan kelas 3 sma di jurusan IPS, aku kelas IPS -1 dari 2 kelas IPS diangkatanku, sementara itu ada 5 kelas IPA diangkatanku. Aku memang tidak terlalu senang dengan pelajaran biologi, fisika maupun kimia namun aku lumayan suka dengan matematika serta ekonomi, andai ada kelas Bahasa aku akan mengambilnya juga karena aku memang senang menulis ceirta maupun sajak.
Aku juga memiliki 2 teman dekat, satu bernama Nita dan satunya lagi bernama Dila. Nita ceweknya kurus, kulitnya putih dengan tinggi sekitar 163cm dan berat badan 43kg. Wajahnya lonjong dengan rambut mengombak, dadanya kecil untuk tidak menyebutnya rata yap karena bagian menonjolnya hanya sekitar 3-4cm di daerah putingnya yang berwarna cokelat tua. Sementara itu ada Dila, dia orangnya Tinggi besar setidaknya tingginya ada 173cm dan dengan berat badan 68kg. rambutnya potong pendek dengan kulit cokelat sedikit gelap. Toketnya besar ukurannya 36B.
Yap ketiga temanku yang sedang berganti pakaian denganku sekarang diruang ganti setelah menempuh pelajaran olahraga selama 45 menit. Ya kami tadi tes lari 2,4km dan aku mencatatkan waktu 18 menit 47 detik. Diruangan berukuran 3×2,5 meter ini hanya ada aku dan kedua kawanku ini dengan pintu dikunci kamipun memulai ritual kami.
Ya kami bertiga terhitung cewek cewek yang biseks. Nita sama mesumnya denganku bahkan lebih parah karena sudah 5 kali gonta ganti pacar mulai dari adik keals hingga alumni dan pasti sudah jebol perawannya. Lalu ada Dila yang setia dengan cowonya yang sedang menempuh pendidikan di akpol dan setiap sebulan sekali mereka berdua ngesex yang hebat- kata dila- sementara diriku hanyalah orang yang cukup mudahh terangsang namun aku tetap perawan meskipun banyak yang mendekatiku namun aku menolak untuk balik mendekati mereka karena hanya tertarik kepada toketku.
Kalian berdua enak ya tetenya gede jadi ada yang bisa dimainin gerutu Nita saat menyaksikan kami berdua sedang melepas pakaian olahraga kami.
hehhe banyak banyak makan nit.. jangan diremes mulu ntar remukk ujarku sambil tertawa menanggapi gerutu nita tiap kali ia melihat toket kami berdua.
Gdebuksreett..
aaahh.diillaaa ujarku agak keras seketika setelah dilla dengan tiba tiba memeluk tubuhku dari belakang dan mendudukkannya dipangkuannya. Kedua tangannya menahan lenganku dengan mengaikannya diketiakku. Aku tak bisa bergerak terlebih kakiku juga ditahan oleh kakinya yang gemuk itu.
hehe nittt buru sini. Bantuin ehehehe ujar dilla , nita yang sudah paham dengan aksi ini langsung mendekati tubuhku. Lantas duduk didepanku dan mengelus elus pahaku, celana dalamku, perutuku dan toketku yang terbungkus bra berwarna krem dengan motif bunga. hehe.. sekarang jatahmu tut.. kemarin udah nita heheesiaap siapp uajr dilla. Sesaat setelah dilla berucap, tangan nita sudah melingkar dipunggungku lantas melepas pengait bhku.
aahh desahku. Menahan segala birahi dan hawa panas diruang ganti ini.
uuhh.. indah banget tut ujar nita yang kemudia langsung ia remas remas dan cubit cubit. ooohhbagus banget bentuknya tuttmmhh.. ujarnya sambil terus meremas remas toketku.
aahhahhh desahku kaliannnmhhhuuhhh..terruss.shhaaaahhh desahku yang hendak mengumpat namun tertahan oleh sedotan nita di putingku. Sedotannya kuat sekali membuatku sangat menikmati permainan ini.
nit.. kamu nete di sebelah kanan dong akum au yang kiri ujar dila. Dan dengan segera nita mengenyot toket kananku. Sementara dari belakang punggungku dila menundukkan wajahnya dan menjulurkannya kearah punggungkiriku. Sambil menengok kearah kanan ia mengenyot putting tetek kiriku.
aaaaaaaaahhhoohhhh.shshhh..s..hh.aammmhhennna kkk.sshhh. desahku menikmati sedotan demi sedotan yang diberikan kedua sahabatku ini. uuhhshhhlepass..aja diilll..ahhhbiaaarr..eeeeesssshhhoohh..enaakkkan nmhh desahku.
Mendengar itu dilla langsung melepas sedotannya dari putingku lantas ia meninggalkan posisi duduknya dan ikut duduk bersebelahan dengan nita dan langsung mengulum dan menjilati putingku. sementara aku bersandar ke tembok. uuhhhsedottt..terusss anak anakkkuuhhh.hauss ya.mmmhh desahku.
hehe iya maaahh. Ujar kedua kawanku itu serempak dan langsung sedetik kemudian menyedot susuku lagi. Akupun melanjutkan desahanku menikmati sedotan demi sedotan berikutnya.
ÔÇ£aahhh..ÔÇØ desah kedua temanku sesaat setelah melepas emutannya dari susuku.
ÔÇ£puas nak..?ÔÇØ tanyaku mereka berdua mengangguk. ku lihat susuku setidaknya dibagian dekat putingnya sudah sangat basah.
Toktokk..tok. siapa didalam?? suara Dea terdengar menggedor pintu ruang ganti kami. kalau udah gentian dong.. ini banyak yang ngantri.. lanjutnya.
iaa sebentar de ini lagi beres beres kok ujar Nita yang langsung panic berganti pakaian. Begitupula kami berdua yang langsung ikut mencari pakaian kami dan mengenakannya.
oh..nita.. buruan ya.. udah pada laper nih.. hehee ujar Dea diikuti kekehan dua kawannya.
Sreet..srett..sett..set
Dengan cepat kami bertiga mengenakan kembali seragam putih abu abu kami. Aku mengenakan jilbabku sementara kedua kawanku tidak mengenakan jilbab.
hehe gila tut itu gede banget deh nonjolnya hehe pantes banyak yang sering ngelirik.. ujar dilla.
ÔÇ£hehe kamu juga kok dil..ÔÇØ balasku.
ÔÇ£haha lainkali harus bawa cowo kesini.. tut.. kamu harus ngerasain kontol secepatnya.. haahhaa..ÔÇØ ujar nita.
iya bakalan beda kalau yang kamu cumbuin cowo ujar dilla menyetujui. Aku hanya tertawa lantas berjalan mendekati pintu.
ÔÇÿiyasih.. beda rasanya kemarin setengah jam mandi bareng adikkuÔǪ padahal aku udah sering mandi bareng ama 2 kawanku iniÔǪ hmmmÔÇÖ gumamku dalam hati.
Setelah keluar dari ruang itu dengan sedikit ketawa ketiwi kami langsung menuju kelas menaruh barang bawaan kami dan langsung nongkrong di kantin sekolah.
Siang harinya dikelas Sosiologi.
ya seperti yang ibu bilang diawal kelas tadi, sekarang waktunya untuk membagi kelompok.. biar merata ilmunya saya yang pilih.. kalian sekelas ada 18 orang, 8 cowok sisanya cewek jadi sekelompok 3 orang aja.. ujar bu Sri.
ÔÇ£kelompok 1ÔǪÔÇØ ujar bu Sri hingga akhirnya ÔÇ£Kelompok 5 Nita, Tutut, dan Reza.. temanya tentang pengaruh teknologi dalam komunikasi warga suatu desaÔÇØ kata bu sriDan sebelum kelas berakhir ia berkata ÔÇ£ kita besok jumat ya ada kelas lagi.. jadi siapin ya presentasinya.. besok presentasi 10 menit Tanya jawab 5 menit.. ya paling 2 pertanyaan saja.. oke… kalau begitu kelas kita akhiri.. selamat menempuh jam tambahanÔǪ wassalamualaikumÔÇØ
ÔÇ£waalaikmsalam..ÔÇØ jawab kami serempak.
ÔÇÿakhirnya sekelompok ama reza.. bisa beres dengan mudah tugas ini..ÔÇÖ gumamku dalam hati karena aku sudah sekelas dengan dia sejak kelas 11 dan benar ia memang pintar dalam semua mata pelaaran, olahragapun ia jago juga badannya agak terbentuk sih terlebih mendengar fakata bahwa ia ketua geng konbes disekolah ini termasuk founding fathersnya malah eh..ehhÔǪ ganyangka orang pinter mesum juga.
enak nih tut.. bareng bang ganteng hehe ujar Nita yang duduk disebelahku. Aku hanya tertawa menanggapi gurauan nita.
ÔÇ£eh.. mau ngerjain kapan? Dimana?ÔÇØ Tanya manusia yang barusaja kami bicarakan.
ÔÇ£eh.. iyanih.. agak susah sih kita dapet temanya.. mana lusa dikumpul lagi..ÔÇØ ujar nita
ÔÇ£iyaÔǪ kalau mau enak sih.. habis tambahan nanti dibikin aja cari cari yang deket aja warganya terus dibahas, baru masukin ke power point… tapi ga usah bagus bagus aja.. baru besoknya.. dibagusin..ÔÇØ ujarku, Reza dan Nita mengangguk.
nah bener.. kalau tempatmu gimana tut? Kan satu kelurahan kan sama sekolah ini.. jadi bisa gampang ujar reza.
iya boleh soalnya kalau ditempat lain kasian adikku ntar harus antar jemput..hehe.. ujarku.
ÔÇ£nah si ahmad suruh pulang sekarang aja.. kan dia ga ada kegiatan.. bisa buat nyiapin kita makanan kan.. ÔÇ£ celetuk nita yang langsung disahut tawa kami bertiga.
oke nanti ya habis kelas.. kamu bareng aku aja tut.. oke.. uajr reza. Aku mengangguk lantas menyaksikan reza angkat kaku dari hadapan kami.
ÔÇ£eh tut.. mau kemana?ÔÇØ Tanya Nita.
ÔÇ£nyari adikku.. dahh..ÔÇØ ujarku sambil berjalan menuju kelas adikku
Pukul 7 malam
Sudah satu jam kami membuat power point tugas kami sambil berdiskusi setelah sepulang sekolah tadi pergi menemui beberapa perangkat desa dan tetangga disekitar rumahku. Bertemu dengan Pak RT dan RW serta kebetulan kepala desa serta beberapa perangkat muda mudi dan tidak lupa tetangga sekitar untuk penelitian kali ini. Data sudah didapat tinggal dianalisis menggunakan teori teori yang sudah diberikan ibu Sri dikelas.
Seperti kataku sudah satu jam kami mengerjakan tugas ini stok air minum menipis dan cemilanpun menipis serta kita bertiga nampaknya butuh makanan berat, oleh karena itu sekitar 5 menit lalu adikku sudah aku suruh untuk membuatkan kami mi rebus dan memasak nasi.
ÔÇ£tut aku ambilin air lagi ya..ÔÇØ ujar Nita yang langsung melangkah menuju dapur yang terpisah oleh sebuah tembok diruang tengah kami.
hufftt.udah bagus nih tut..hehe. ujar Reza kepadaku. Aku mengangguk setuju. Sudah sejak tadi sore aku digodain reza dan aku juga menanggapi godaannya, entah mengapa aku senang digodain pria ini.

Contohnya saja seperti saat memainkan rem ketika aku membonceng motornya membuat dadaku bersentuhan dengan punggungnya. Lalu waktu keliling keliling tadi ia mencoba coba menyentuh lengan, paha, punggung dan wajahku. lalu sewatku di rumahku sengaja duduk disampingku untuk curi curi menyentuh pahaku, sambil terus memamerkan selangkangannya yang benar benar menampakkan pipanyayang tercetak dibalik celana abu abunya. Keliatan besar meskipun aku yakin itu belum maksimal berdirinya.
Dan dengan perginya nita dalam jeda setidaknya 5 menitan ini bisa kutebak bahwa reza tak akan menyia nyiakan kesempatan menggodaku dengan lebih agresif. Baru aku berfikir begitu tangannya kini sudah menempel dipahaku sementar matanya sok sokan menatap layar laptopnya. Tangannya bergerak pelan kadang naik lalu turun lagi, naik lagi diam lantas turun lagi.
Hap.. dalam hitungan detik aku memegangi pergelangan tangannya lantas menuntunnya naik ke pinggulku. Kutatap wajahnya seperti kaget kena skak mat ketahuan megang megang. ÔÇ£naikan dikit napa pegel nih.. daritadi megang disitu mulu..ÔÇØ ujarku kearahnya sambil tertawa.
ÔÇ£eh..ÔÇØ ujarnya sambil menarik tangannya daritubuhku.
kenapa? Nafsu ya dari dati sore deket deket aku ? tanyaku eh dari tahun lalu deng kan sekelas kita ehehe ya gak? tanyaku menyelidik.
mmm.hehekok tau sih tanyanya sambil tersenyum mesum.
ituada yang bangun kayanya ujarku sambil menunjuk ke cetakan penisnya sambil tertawa. Reflek ia menengok dan ikut tersenyum. iya udah mulai bangun nih.. jawabnya.
ÔÇ£..kamu emang bener ya ketua geng itu.. disekolah?ÔÇØ tanyaku demi menjaga tempo diruang ini.
ÔÇ£geng apa?ÔÇØ ia balik bertanya sok nggak tau.
ÔÇ£itu.. titit besar..ÔÇØ tanyaku. Ia hanya mengangguk pelan sambil tertawa.
Aku ikutan mengangguk sambil membentuk huruf o kecil.
Terdengar suara klentingan sendok dari dapur, ÔÇÿoh mana si mamad biasanya ngajakin gnomon nita kok ini ga ada suaranya..ÔÇÖ ujarku dalam hati. Kembali ke ruang tamu.
Demi menjaga tempo akhirnya aku ingin balas menggoda si reza, itung itung hari ini aku belum masturbasi dan baru sedikit pamer tubuhku di kelas tadi saat olahraga mungkin ini saat yang tepat buat pamer didepan ketua geng titit besar ini.
ÔÇ£katanya jadi ketua karena itunya paling besar ya?ÔÇØ tanyaku memastikan perkataan adikku semalam, dia hanya mengangguk lagi sambil sok fokus memainkan pointer mouse di layar laptopnya.
tunjukin dong ujarku sambil memasang wajah meminta sekarang aja buruan keburu si nita balik.. ujarku sambil mendekatkan wajahku ke wajahnya.
BERSAMBUNG

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*