Home » Cerita Seks Mama Anak » The Trip 2

The Trip 2

ÔÇ£Jo…ganti posisi lagi ya, mama duduk menyamping ajaÔÇØ, pinta Erna. ÔÇ£Tapi kaki mama gak bisa bebas lo…harus nekuk gak apa-apa emangnya?ÔÇØ tanya Johan.ÔÇØUdah,kita coba dulu ÔÇ£, ketus Erna. Dengan susah payah Erna berhasil duduk dengan punggung bersandar di pintu setelah dialasi bantal, pantatnya berada antara kedua paha Johan sementara telapaknya bersandar di antara barang-barang di sebelah anaknya duduk.ÔÇØNah..gini agak enakan dikitÔÇØ, ujar Erna yang satu tangannya merangkul leher Johan,sementara satu tangan Johan merangkul pinggang ibunya,menahannya agar tak jatuh ke depan. Erna tersenyum menatap wajah tampan putera semata wayangnya itu, ia ingin merasakan lebih dekat dengan anak yang akan meninggalkannya sekian lama. Mereka bercakap-cakap sepanjang perjalanan dimana hari mulai gelap dan di antara alunan musik yang diputar Andi, satu tangan Johan mulai mengelus-elus betis ibunya, terus menyelinap ke balik daster dan mengelus-elus paha mulus ibunya, Erna tak melakukan protes apapun, ÔÇ£Johan?ÔÇØ bisiknya seolah-olah protes ketika jari jemari Johan mulai menyisiri bulu-bulu tebal di antara selangkangan ibunya dan menelusuri sepanjang garis belahan vaginanya, agak surprise ia dapati celah kenikmatan tersebut telah basah….sangat basah.ÔÇØohhs JoÔÇØ, desis Erna ketika jemari Johan mulai memainkan klitorisnya..matanya setengah tertutup dan mulai menggigit bibir,Johan yang merasa sudah memegang kendali terus memilin-milin dan mengorek-ngorek ringan benda kecil di belahan atas liang senggama Erna, ibu kandungnya yang kini mendesah-desah dan pantatnya bergeser kesana kemari. Dan Erna mendekap erat leher Johan dan menyembunyikan wajahnya di situ manakala 1 jari Johan mulai menyeruak paksa rongga vagina yang telah becek itu, mengorek-ngorek dan mengocoknya pelan, ÔÇ£ohs…Jo…kamu nakal..shhhÔÇØ, desis Erna di telingan Johan. Jo yang tengah dirasuki nafsu lalu kembali menyertakan 1 jarinya menyelusup lubang memek berlendir itu, dua jari kini memasturbasi Erna dengan gerakan yang kian liar dan cepat yang untungnya deru suara ban beradu dengan jalan dan alunan musik meredam suara kecipak kocokan jemari Johan. Sampai akhirnya Erna memeluk erat-erat leher Johan dan sekujur badannya mengejang, Jo sudah paham kalau ibunya yang sexy itu telah mencapai klimaksnya.

Sekian detik berlalu sampai tubuh Erna kembali relax…ÔÇØouh…Jo..enak sekali Jo..ssshÔÇØ, bisik Erna lirih sambil mengusap-usap dada anaknya. ÔÇ£enak sih enak…gimana dgn Johan neh ma?ÔÇØ, jawab Johan. Erna tertawa kecil, sedari tadi dia merasakan batang kemaluan Johan yang mengeras mendesak sisi pahanya. ÔÇ£biar mama atur nafas dulu ya,entar ajaÔÇØ… ujar Erna. ÔÇ£Oke…pegang badan mama Jo, mama mau atur posisi lagiÔÇØ, Johan menarik pinggul mamanya sehingga Erna bisa berjongkok di atas pangkuannya, namun yang mengejutkan Johan, ibu kandungnya memutar tubuh menghadap Johan membelakangi kursi supir, tangannya masih merangkul leher Johan…ÔÇØturunkan celanamu Jo..ÔÇØ, perintah Erna setengah berbisik..dengan beringsut Johan menurunkan celananya perlahan sampai mata kaki, Erna yang berjongkok menghadap Johan kembali berbisik…ÔÇØangkat daster mama JoÔÇØ, Johan menggapai tepian bawah daster ibunya itu,menariknya hingga separuh pantat…cukup untuk membebaskan vaginanya…lalu tanpa disuruh,ia arahkan senjata biologis yang telah tegak mengeras sempurna itu ke mulut vagina Erna, dan Erna pun perlahan tapi pasti menurunkan pantatnya…membiarkan alat kejantanan Johan menerobos masuk akibat tekanan berat tubuh Erna yang wajahnya meringis menahan sensasi senti demi senti kepala penis besar itu menginvasi organ kewanitaannya.ÔÇØoohs Jo…ahhss,ÔÇØ desisnya ketika seluruh batang kontol Johan habis tertelan dalam liang senggamanya…lalu perlahan tapi pasti mulai menaik turunkan tubuhnya. Pasangan ibu anak itu saling merintih dan mengerang menikmati hubungan melampaui batas yang tersembunyi dalam gelapnya suasana mobil yang terus melaju kencang. Tangan Johan mulai kreatif menyelusup ke balik daster Erna, hinggap di atas sepasang buah dada montok itu dan mengeluarkan dari penutupnya, meremas-remas keras dan memelintir putingnya membuat ibunya kian berdesis dan merintih. Belum puas hanya sekedar meremas, tangan Jo keluar, membuka kancing daster Erna setelah menyibakkan jilbab yang menutupinya, mengeluarkan payudara berukuran 36 B tersebut dan menghisap putingnya..ÔÇØ,ohhs Jo…terus nak, isap susu mama…nghhh,isap terus kayak waktu kamu kecil…ahhhsÔÇØ ceracau Erna.

Johan dengan rakus menghisap,mengulum,menggigit ringan puting buah dada yang telah mengeras itu sambil terus menyambut ayunan pimggul ibunya, dua tangannya kini menyangga pantat Erna membantu gerakan naik turun, tentu saja ambil kesempatan meremas-remas pantat bahenol tersebut. Sekian menit berlalu dua insan itu mengejar puncak kenikmatan sampai akhirnya Johan berbisik kepada ibunya…ÔÇØma…Jo mau keluar nihÔÇØ, ÔÇ£iya…mama juga…tahan bentar Jo…shhÔÇØ jawab Erna. Johan yang mulai merasakan ngilu di sekujur batang kontolnya tanda sebentar lagi ejakulasi, terus memompa lubang kewanitaan ibunya yang sepertinya agak sedikit lama mencapai orgasmenya setelah dionani jemarinya tadi, sampai kemudian muncul ide untuk memacu ibunya agar segera mencapai klimaks, satu jari telunjuknya ia tekan sedikit keras ke pintu anus Erna, dengan dibantu pelumas dari lelehan cairan vagina ibundanya ia gali perlahan lubang dubur mamanya yang setengah memekik dan mata menyipit hanya menampakan putihnya merasakan sensasi aneh dari ulah anak kandungnya itu. Johan terus menusukan telunjuknya hingga tenggelam sempurna dan mulai mengocok-ngocoknya pelan, dan dampaknya…ÔÇ£oohs…Jo..mama keluarr…ohhsÔÇØ, rintih Erna dengan tubuh bergetar dan kepala mendongak ke atas…ÔÇØJo keluar juga ma,ahssÔÇØ,dan semburan demi semburan erupsi lahar putih hangat membanjiri liang vagina Erna yang masih berdenyut dilanda gelombang orgasme dahsyat. Sekian detik berlalu kedua insan itu mabuk dalam puncak kenikmatan masing-masing sampai kemudian perlahan-lahan gelombang surga itu kian mereda dan tubuh mereka kembali lemas, namun mereka masih terus berpelukan erat. Kelamin mereka masih menyatu dan jari telunjuk Johan pun masih tertanam di lubang anus ibunya.
ÔÇ£Lima kilo lagi kita keluar pintu tol, satu jam lagi kita sampeÔÇØ, ujar Andi menyadarkan mereka berdua.Dengan sedikit tergesa mereka mengatur posisi semula, Johan menarik kembali celana pendeknya sementara mamanya merapikan pakaiannya dan kembali duduk menghadap ke depan di atas pangkuan anaknya. Erna merapatkan kedua kakinya,berusaha mencegah lelehan benih terlarang anak kandungnya mengalir keluar. Setengah jam berlalu dan malam kian larut…ÔÇØmm..Andi, kek nya udah terlalu malam nih, gimana klo kita cari penginapan aja,hotel apa losmen gituÔÇØ, usul Erna. ÔÇ£Gak masalah sih tante, kalo kos-kosan saya sama Rico sih deket-deket sini, Johan punya mah agak jauh deket kampusÔÇØ, jawab Andi. ÔÇ£ya udah,kita cari hotel terdekat aja, mobil biar kamu bawa aja, besok pagi kamu jemput tante gimana?ÔÇØujar Erna lagi…ÔÇØok tanÔÇØ, jawab Andi.ÔÇØJohan gimana ma?ÔÇÖÔÇÖ tanya Johan. ÔÇ£Ya kamu temenin mama dongÔÇØ, jawab Erna. Mereka akhirnya parkir di sebuah hotel, setelah menurunkan koper pakaian Erna dan Johan, Andi ditemani Rico yang masih mengantuk itu pergi meninggalkan mereka berdua. ÔÇ£ah…sampai juga akhirnyaÔÇØ, ujar Erna setibanya di kamar dan menurunkan barang,ÔÇØkamu gak mandi Jo?ÔÇÖÔÇÖtanya Erna sambil mengambil handuk dan sehelai pakaian pengganti dari dalam koper seolah-olah tak terjadi apapun beberapa saat lalu. ÔÇ£mama aja deh mandi duluanÔÇØ, jawab Johan agak gugup sambil menatap ibunya.ÔÇØYa udah…mama duluanÔÇØ,jawab Erna. Dan yang membuat Johan terkejut…tanpa canggung Erna melepas jilbabnya, lalu menarik bawah dasternya ke atas sampai melewati kepala, lalu melepaskan ikatan rambutnya. Kini tampak di hadapan Johan pemandangan memancing nafsu berahi dari tubuh seorang wanita dewasa yang hanya payudaranya saja yang masih tertutup BH, sementara dibawah pusarnya rimbunan bulu-bulu hitam masih berlengketan basah,dan dari balik kerimbunan bulu kemaluan itu mengalirlah cairan putih kental yang menganak sungai di antara dua paha putih mulus.

Dengan gerakan perlahan Erna melepaskan satu-satunya penutup tubuh yang tersisa sehingga kini ia telanjang bulat di hadapan anak tunggalnya, suatu hal yang pernah dilakukan bertahun-tahun lalu ketika Johan masih kecil. Johan menelan ludah dan sedikit demi sedikit celana pendeknya membentuk tenda akibat desakan kontolnya, betapa sempurna tubuh telanjang wanita dihadapannya, kaki yang jenjang,pinggul yang membulat,pinggang yang ramping, perut yang sedikit membuncit namun putih mulus dan dua gunung kembar yang masih sempurna dalam kedudukannya. Itu adalah ibu kandungnya, namun ia juga seorang wanita yang masih punya daya tarik tinggi.ÔÇØ Kok kamu bengong Jo? Tuh…liat ulahmuÔÇØ, ujar Erna seraya menunjukan lelehan sperma kental yang mengaliri paha putih mulus itu.ÔÇØAyo kita mandi barengÔÇØ…pinta Erna yang membuat Johan bangkit dari sofa dan tanpa sungkan melepas pakaiannya satu per satu di hadapan ibu kandungnya, Erna tertawa kecil…ÔÇØanak mama udah besar rupanyaÔÇØ, ujarnya sambil memutar tubuh menuju kamar mandi, dan Johan makin senewen melihat gundukan pantat menyembul yang padat itu dan segera menyusul Erna dengan senjata biologis mengacung keras siap kembali menggali lubang kenikmatan ibu kandungnya itu…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*