Home » Cerita Seks Mama Anak » Tubuhku Yang Indah 6

Tubuhku Yang Indah 6

Setelah mereka selesai, aku dan mama memakai baju dan celana lagi. Mama yang masih memakai baju super menerawangnya masih tampak seksi. Aku sudah tak sabar menusuk vaginanya. Melihatnya saja belum. Mama berbincang-bincang dengan pak Ahmad.

“Enak ya Aryo bisa serumah sama mama secantik ini.” Kata pak Ahmad gombal sambil mengelus lengan atas mama yg putih mulus dengan 2 jari.
“Gombal aja nih pak Ahmad. Tambah2in nilai anak saya ya pak” kata mamaku memegang penisnya.
“Iya bu sip. Sampai jumpa mama cantik.” Balas pak Ahmad

Aku dan mama kemudian melangkah keluar kelas. Menuruni tangga bapak guruku menatap mesum mamaku. Mama malah membalas mereka dengan senyum. aduh mama ini cantik sekali. Bapak-bapak itupun bengong dan hanya bisa terdiam. Kami menuju ke mobil yang ada di belakang sekolah. Supirku sedang tidur di bawah pohon menunggu kami.
“Pak, ayo pak jalan”
“Nyonya toh. Udahan ya. Ayo masuk.”
Aku dan mama masuk ke dalam mobil. Kemudian supirku masuk dan menyalakan mobil. Mobil pun mulai berjalan

Aku bingung harus berkata apa di momen seperti ini. Kami berdua hanya diam. Mama dan aku memainkan hp masing-masing. Akupun mulai memberanikan diri dan berbisik
“Ma, nanti jadikan nusuk vagina mama?” Aku nekat bertanya terang2an
“Jadi yo, kalau kamu kuat ya” mama tersenyum dingin dan memegang penisku. Ah.. Mama manisnya. Penisku nanti tegang lagi.
“Ma, udah di rumah aja nanti crot disini repot” aku mencoba ngeles
Mama kemudian memberhentikan aksinya. Aku dan mama terdiam lagi setelah itu. Kami tak berbicara sepatah katapun sampai di rumah.

Sesampainya, aku dan mama memasuki kamar sendiri. Aku masuk kamar dan menelanjangi diriku. Kupegang penisku. Bisakah ini memuaskan mama? Tubuh mama saja sudah bikin crot. Akupun masuk ke kamar mandi. Membersihkan diriku dan menyabuni penisku berkali-kali hingga tegang. Aku harus memiliki kontol yang bersih untuk menusuk memek mama. Kupotong bulu-bulu halus di sekitarnya. Kuberi bedak supaya halus. Kemudian dilanjutkan dengan keramas dan menggosok badan sendiri. Selesai itu aku keluar dengan tetap memakai handuk. Mungkin ngentot dengan mama tidak hari ini. Karena sudah malam jadi esok atau esoknya lagi. Tapi aku harus menyimpan pejuku untuk kusemprot habis di memeknya. Baju sudah terpakai, sekarang saatnya santai sambil nonton.

Malam hari, mama pasti sudah tertidur. Aku masuk ke kamarnya. Mama… mamaku tidur dengan dress tipis biasanya namun tidak memakai cd dan sedikit tersingkap selangkangannya. Oh… Mulusnya selangkangan itu. Tanpa bulu dan putih sekali. Kontolku tegang melihatnya. Spontan kontolku kukocok pelan. Ah tidak aku harus menyimpan untuk hari esok. Kubatalkan onani dan menyemprot peju di mukanya. Aku ke kamar dan langsung tidur.

—————————
POV Nidya

Pagi yang cerah, aku bangun memakai dress tipis tanpa bh dan cd. Kulihat pintuku terbuka. Pasti si Aryo. Tapi dia tidak onani baguslah. Aku bangun dari tempat tidurku. Menuju ke kamar Aryo. Dia masih tidur. Aku membangunkannya
“Yo, bangun udah pagi nih”
“Ehmm… Iya.. Mama yah?”
“Iya yo”
Dia mengucek mata dan kaget. Aku melihat penisnya tegang.
“Kenapa bengong?”
“Mama cantik banget pagi ini harum”
Aku membalas dengan senyum. Seperti semua lelaki, mereka terdiam setelah aku tersenyum.

Aku kemudian keluar kamar dan memasak. Oh iya, aku punya janji dengan Aryo. Mengijinkan ia menusuk vaginaku. Tapi apakah akan kuberikan pada anakku? Nakal sekali aku. Suami tidak ada memberikan vagina ke anak sendiri. Tapi aku sudah janji. Bagaimanapun aku harus tepati.

Aku harus menepati janjiku. Sore ini, setelah mandi kuputuskan memakai hotpants ketat dan tanktop pink. Aku akan memakai parfum vanila tersexyku. Aku yakin ini akan membuatnya membekapku. Kemudian menusuk vaginaku. Sudah lama aku menantikan kontol di vaginaku.

——————–
POV Aryo

Inilah saatnya, sudah sehari penuh kutampung spermaku. Kubersihkan lagi semua bagian kontolku dan badanku. Aku keluar kamar dan.. Astaga kulihat mamaku melenggak-lenggok di depan mataku memakai tanktop pink dan hotpants ketat. Mataku mau melotot melihat itu.

Kemudian ia duduk di sofa ruang keluarga. Dari kamar kuperhatikan saja. Pemandangan di depanku benar-benar membuat tegang. Aku mendatanginya dan pura2 ingin nonton tv. Hmphh… Saat duduk wanginya sexy sekali. Aku sudah tak tahan. Aku melihat ia asik memainkan hp sambil sesekali menonton tv. Tanpa basa-basi kudekap mamaku. Kutahan mulutnya dan memeluknya rapat.
“Aryo, ampun Aryo pelan-pelan saja mama gakuat” kata mama memohon dari dalam
“Mama yang menggodaku. Aku sudah tak tahan”
Celanaku kubuka dan kukeluarkan penis yang sudah tegang. Ku masukan langsung ke mulut mama menahan apapun yang dikatakan mama. Oh… Rasanya hangat sekali. Bibir mama yang mungil itu dimasukan batang kontolku yang besar. Dia tak bisa berkata-kata dan tersedak. Makan nih ma kontolku. Enak kan.

“Ah aryo.. Pelan-pelan”
“Mama cantik sekali. Aryo pengen ngentotin mama.”
“Boleh gak Aryo hamilin mama?”
“Boleh sayangg ayo tusuk vagina mama dan crot di dalam”
Kontolku masih di sepongnya dan dikocok-kocok. Tangan yang lentik itu. Oh.. Halus sekali. Seperti memasukan kontolku di sebuah lubang licin. Seperti terpeleset kontolku di jarinya.
“Rasain nih ma kontol Aryo, gede banget kan”
“Ah iya Aryo ampuni mama. Kontol kamu keras banget. Masukin ke vagina mama” katanya memohon

Aku tidak mau langsung menusuk vaginanya, masih disepong kontolku. Masih enak rasanya aku tak mau buru-buru. Baju mama masih lengkap tapi sudah basah semua karena air liur. Kusumbat mulutnya dan sodok tenggorokannya hingga dalam sekali. Mama tersedak. Ah.. Enaknya sampai ke dalam. Hangat sekali. Apalagi memeknya. Permainan pertama aku belum crot. Aku memasuki tahap kedua.

“Buka bajunya ya mah”
“Buka sayang, ayo puaskan mama”
“Dengan senang hati ma”
Kubuka bajunya, ternyata mama tidak memakai bh. Terpampang toket bulat kenyalnya melompat. Astaga birahiku naik lagi melihat bentuk sempurna toket mama. Kupegang dan kuraba toket mama. Kumainkan remas-remas sekencangnya. Mama berteriak.
“Ah Aryo pelan-pelan. Enak ssshh”
Slurp slurp pentilnya kulumat dan gigit yang membuat mama kembali berteriak.

“Ma, berlutut dong aku pengen entotin toket mama”
“Ssshh… Iya sayang nih rasain toket mama”
Aku berdiri dan menyuruh mama bersimpuh di depanku. Kukocok pelan penisku lalu kujepit di antarnya. Uhh… Penisku tertelan habis. Toketnya kenyal sekali. Aku semakin tak tahan. Tubuhku menggelinjang. Rasanya sungguh nikmat tak tertahankan. Toketnya naik turun mengocok kontolku. Aku berteriak. Kini mamaku yang sedang di atas. Mamaku sedang senyum-senyum manis padaku. Membuatku semakin bergairah. Santai saja dia mengocok penisku. Sementara aku menggelinjang karena kocokannya.
“Ah.. Mamah… Ohh sshhh… Enak sekali mah… Toket kenyal ini selalu bikin Aryo gatahan”
“Mhm… Saatnya mama memuaskan kamu sayang. Enak kan?”
“Udahan ma nanti crot gabisa nusuk vagina mama”
Aku mencabut kontolku dari sela toketnya. Untung saja tidak crot. Aku masih kuat menusuk mamaku. Kubuka celana dalamnya dan..

Yeah… Astaga indahnya memek mama. Pink tembem dan tanpa bulu sama sekali. Ditambah kulitnya yang putih bersih. Aku bengong di depannya. Apakah memek ini milikku? Entah berapa lama aku tahan di dalamnya.
“Aryo ayo tusuk kok malah diem”
“Memek mama indah banget. Ini buat Aryo mah?” Aku terbata-bata
“Malam ini mama milik kamu”
Ia kembali tersenyum dingin dan membuat birahiku memuncak. Kuangkat tubuh mama dan kubaringkan di tempat tidur. Lalu aku melakukan pemanasan pada kontolku. Kukocok pelan. Apakah kontol ini bisa masuk. Lubangnya saja sempit sekali.

Akhirnya… Blesss… Nikmatnya penisku baru setengah masuk rasanya sudah sangat nikmat. Penisku seperti diurut bagian depannya. Ngilu-ngilu enak. Sempitnya memek mama. Aku harus menekannya supaya masuk sepenuhnya.
“Ah Aryo… Gede banget gabisa masuk itu. Perut mama serasa penuh.. Ahh sshhh.. Puaskan mama yo”
“Iya mah uh… Sssh.. Yeah memek mama sempitnya luar bisa kayak dijepit saja ini kontol Aryo” kami berdua mendesah nikmat.
Bless… Penisku masuk seluruhnya di memek mama. Hangat sekali. Lembek dan licin vagina mama. Seperti dikocok-kocok dengan halus. Aku tak tahan. Kumaju mundurkan pelan-pelan
“ah aryo enak shsshh kontol kamu emang yang paling besar. Ayo genjot sayang… Enak ahh” mama menggelinjang
“Mama… Memek mama enak sekali. Sempurna dari atas hingga bawah. Aku sebentar lagi ingin crot mah”

Aku menggenjot memek mama semakin kencang dan berteriak
“Ohh… Sempit sekali enak sshh”
Berteriak dan kuaduk memek mama. Ini perasaan terenak ku selama hidup. Mama merespon dengan membantu genjotanku. Nikmatnya. Oh… Mama..
Setelah 10 menit, aku sudah tidak tahan. Pejuku yang sudah kutampung sehari penuh sudah ingin keluar. Aku memperingati mama
“Mahh… Ssshhh ohh mama aku pingin crott..”
“Yah sayang baru bentar sshh….”
“Memek mama sssh sempit sekali hsssh… Aku crot di dalem ya mah uhh”
“Iya sayang. Ayo hamili mama sshh ohh…”
Aku menggenjot tambah cepat dan spermaku sudah di ujung tanduk

Crott….crottt….crottt….. Kontolku berkedut 10 kali. Ejakulasi terdahsyat. Kudapatkan bersama mama. Spermaku dengan deras mengguyur segar vagina mama. Ah…. Mama menunggu dengan dingin sekali santai seperti tidak terjadi apa-apa. Sementara aku berteriak-teriak kenikmatan kontolu berkedut-kedut dalam vaginanya. Akhirnya selesai juga semprotan penisku. Cairan pejuhku tersemprot balik saking penuhnya. Kulihat cairannya membasahi kasur. Aku berdiri dan mencium mama
“Makasih ya mah aku puas banget”
“Sama-sama sayang. Lain kali lebih lama ya” kata mama tersenyum.

—————–
POV Tante Nidya

Akhirnya aku menepati janjiku. Memekku diguyur pejuh oleh anakku. Rasanya nikmat tak tertahankan. Tapi dia kurang tahan lama. Andai saja sedikit lagi, aku pasti lebih puas. Untung saja aku meminum pil kb sehingga tak akan hamil. Memang tak ada yang tahan bermain lama denganku. Paling lama 20 menit dan itu milik suamiku. Kita lihat saja siapa yang akan terlama menggenjot vaginaku

Ah.. Aku terbujur lemas di samping mama. Permainan yang luar biasa. Nikmatnya membuatku crot dalam 10 menit. Mama masih cantik sekali walaupun sudah dientot. Wajahnya yang mulus masih tersenyum manis. Kulihat raut wajahnya merasa lega.

“Gimana Aryo? Enak gak?” Mama mengocok pelan penisku. Ouhh.. Tangannya halus sekali membuat aku keenakan.

“Enak ma body mama masih mulus banget. Wanginya minta ampun lagi. Mancing dientot.” Aku menjawab mama nakal sambil mengerang keenakan.

“Hihi.. Aryo.. kamu nih saking nafsunya crot di dalem. Kalo mama hamil gimana?” Katanya sambil tertawa kecil. Menggoda sekali suaranya.

“Biarin aja. Nakal sih. Udah tau badannya bagus. Coba mama bikin di luar, udah diperkosa” kataku kesal digoda.

“Biarin aja” katanya dasar mama nakal sekali. Bisa2nya bilang biarin aja diperkosa orang.

Selesai itu, aku dan mama memakai baju. Kami kembali ke kamar tidur masing-masing. Wow tak kusangka hari ini akhirnya aku mendapatkan memek indah mama. Ternyata sperma yang kutahan tanpa coli dan pil yang kumakan tak cukup. Tetap saja aku crot dalam waktu singkat. Memang yah tubuhnya itu nafsuin banget. Aku jadi gemas mengingatnya. Kita tunggu saja permainan berikutnya. Pasti dia lebih nakal lagi. Saatnya tidur…. Hari yang melelahkan.

Besok paginya aku sudah ambil rapot dan sedang libur sekolah. Seperti biasa, mamaku di rumah karena tidak kerja. Aku masih terbaring di kasur baru saja terbangun dari tidur panjang. Kulihat jam sudah menunjukkan pukul 13.00. Lama sekali aku tidur. Selimut kutarik dan aku melompat keluar dari tempat tidur. Aku keluar dan mendapati sinar matahari yang masuk ke rumahku silau. Tak kulihat mama. Lalu aku mencarinya di kamar. Tidak ada juga. Akupun pergi ke dapur dan ternyata ada disini mama. Baru saja bangun aku sudah disuguhi pemandangan. Mama memakai kaos putih transparan ketat dan celana pendek yang memperlihatkan belahan pantatnya.

“Pagi mah”
“Pagi yo”

“Gimana tidurnya? Lama banget sih.. Capek ya pasti hihi” mama cengegesan saja dengan centil menggoda

“Nakal ih mama…. Capek banget ma.. Habis terkuras kemarin.” Kujawab

“Kasian anak mama.. Sini.. Sini.. Peluk.” Katanya menghadapku melebarkan tangan. Payudaranya terpampang jelas.

Aku mendatangi tawaran tangannya dan memeluknya. Toketnya pas mengenai wajahku. Wajahku terpeleset karena licinnya toket itu. Kenyalnya seperti bantal aduh enaknya. Mama membebaskanku lagi setelah berpelukan agak lama. Tak kusadari kontolku terbangun. Pasti ini gara-gara pelukan tadi. Di luar dugaanku kontolku ngaceng padahal masih pagi. Mama menyadarinya dan melihat kontolku yang kelihatan menonjol sekali panjang. Mama cengar-cengir saja. Ketahuan deh aku ngaceng. Aku menutupi dengan tanganku. Tapi mama malah berkata

“Ngaceng ya sayang? Gara-gara pelukan tadi? Ih kamu tuh manja banget nempel toket mama udah berdiri” mama memanfaatkan situasi mupengku.

“Habis baru bangun Aryo udah disuguhi seperti ini.” Aku jawab jujur.

“Kamu tuh ya.. Genit banget sama mama sendiri. Mama kasih kocokan pagi deh sini.. Sini..” Yeyy! Mama menawarkanku dikocokin tangannya.

Aku menghampiri mama dan membuka retsletingku. Tanpa disuruh mama berlutu di depanku. Mukanya itu sungguh bikin nafsu sekali. Di bawahnya juga terlihat toket kencangnya menunggu. Ah… Mama cantik sekali. Kubuka celana dalamku dan.. Tuing.. kontolku melompat lalu mengagetkan mukanya. Ekspresi mama saat kaget sungguh menggemaskan. Sekarang dilihatnya lah kontol besarku dengan tatapannya. Menggemaskan sekali ingin kumakan ia. Mama bilang

“Wih.. Ini si junior yang kemarin main sama mama..? Belum puas ya dek muncratin peju?” Aduh ekspresinya seolah berbicara dengan kontolku manis sekali. Menenangkan suasana.
“Kocok yah dek kecil.. Jangan cepat muncrat yah.. Hihihi…” Tambahnya semakin merayu-rayu membuatku ingin crot.

Tangannya mengocok kontolku. Uhh…. Lembutnya… Rasanya tak tergambarkan. Kocokannya yang lembut ditambah tangan halus membuatku kelojotan. Aku menggelinjang hebat
“Ah… Uh.. Mama enak sekali… Mulutnya dong ma” kataku meminta

Slep…. Mulutnya langsung melahap kontolku
Ohh… Hangatnya mulut itu. Belum lagi kemungilannya yang membuat kontolku tak muat seluruhnya. Aku memaksa mulut mama melahap semuanya. Kutekan kepalanya hingga ke dalam-dalam tenggoroknya. Mama tersedak. Namun aku keenakan karena semua kontolku mendapatkan kehangatan. Dikulumnya kontolku lembut. Aku semakin tidak tahan.

Melihatku masih belum crot, mama mencoba hal yang baru. Dia membuka kaosnya. Dan tuing toket kenyal dan empuknya keluar. Kemudian ia menaruh penisku di sela-selanya
“eh mah… Jangan aku gak tahan kalo itu.. Ah sshh… Oh… Mama enak banget ahh..” Kataku belum sempat mengeluh sudah dijepit. Uhh.. Toketnya kenyal sekali. Sesekali ia mengulum lembut membuatku serasa ingin terbang. Cplak..cplok.. Bunyi kocokan toketnya di kontolku berusaha membuat batangku cepat crot.

5 menit kemudian, aku tahan lagi.. Ahh… Mama sempurna sekali…
“Maaaa… Aku pengen crot oughh… Nikmatnya..” Kataku mengeluh dan
Crotttttt…….crrrrottt….crottttt…. Kontolku memuntahkan cairan putih telak di muka dan toketnya. Mama sepertinya tak menghindar sehingga semua badannya kena. Mulut, wajah dan toketnya kena semua. Mama benar-benar belepotan. Dia malah tersenyum. Oh… Manisnya dia bukan marah malah senyum nakal sekali. Ingin lebih banyak kusemprot lagi biar tau rasa.
“Hihihi… Banyak banget sayang. Adek kamu nakal yah… ” bodo amat mama malah berkata seperti itu. Ekspresinya santai. Glek! Semua spermaku ditelan setelah dijilatnya. Hina sekali kubuat mamaku. Toketnya mengkilat semakin nafsuin karena cairan pejuku. Puas akhirnya aku kembali ke kamar. Mandi dan main di kamar.

Hari-hari kulewati. Semakin nakal aku kepada mama. Bahkan sudah beberapa kali aku ngentot vaginanya. Sekarang, hari ini aku akan ada perpisahan kelas dan mamaku ikut acara itu. Aku ingin memamerkan mamaku lagi. Melihat reaksi pertama orang tua murid dan nafsu guru, aku tertarik memamerkan mama.

Pagi itu, aku mandi dan memakai baju. Aku sudah rapih dan pergi ke kamar mama. Mama sedang mandi. Mmh.. Kamarnya wangi parfum vanilla nya yang sangat khas. Nafsuin sekali. Aku menunggu di tempat tidurnya. Karena bosan akhirnya aku mengecek lemari mencari baju tepat untuk mama. Membuka lemari langsung terlihat semuanya yang ada disini mini-mini dan ketat. Mama memang bitchy. Ah ini dia cocok buat mama. Kemeja hitam terbuka dengan dalaman putih transparan. Aku tak sabar melihatnya seperti ini. Seksi sekali. Kemeja yang terbuka memperlihatkan dalaman transparan bagian tengahnya. Tepat di belahan dadanya. Saat memakai ini kupastikan belahannya terlihat karena ukuran besarnya. Ditambah jika tidak memakai bh. Bawahannya, aku tidak mengerti jadi kupilihkan hotpants saja. Yang terlihat hingga belahan pantat.

Selesai mama mandi, aku menyuruhnya memakai ini.
“Kamu yakin? Ini kebuka banget loh yo. Ntar diperkosa mama.”
“Engga ma aku pengen mamaku keliatan cantik. Ayolah”
Mamapun menurut dan mencobanya. Wow mama cantik sekali. Belahannya terlihat. Dengan kemeja dibuka dia terlihat rapih namun seksi. Anggun sekali.
“Wow mama cantik banget.”
“Bisa aja yo. Kalo gini mah dibuka aja kemejanya”
Grep! Aku menangkap kemeja yang dilempar dan mama hanya memakai dalamannya saja. Seperti abg. Manisnya… Dadanya terlihat dengan jelas putih halus. Ditambah lengan yang mulus membuat pria yang melihatnya ingin menerkam. Jelas ini lebih sexy. Langsung saja aku setuju.
“Cantik mah udah gini aja.”

Waktu sudah tak cukup, mama dan aku menaruh barang di mobil dan bersiap-siap. Jadi mama sudah fix memakai baju tadi. Aku tak peduli mama diapain nanti. Kami langsung masuk dan tancap gas saja ke lokasi. Dari depan kulihat supir lirik2 kaca spion tengah melihat ke mamaku. Ini adalah penampilan tercantik mama menurutku. Di jalan dia seperti biasa saja. Main hp tak peduli dengan sekitar membuat mama menggemaskan sekali. Sekitar 4 jam perjalanan kami sampai di tempat tujuan.

Di sana, semuanya masih sangat hijau. Sopir memarkirkan mobil di tempat kami kumpul. Sudah banyak yang sampai tinggal menikmati saja. Temanku ada yang membawa koper. Orang tua yang mereka bawa rata2 lelaki. Hehe.. Pikiran mesumku berjalan kembali. Semuanya lancar hanya sedikit ibu2 dan guru kami saja. Aku dan mama lalu keluar ingin melihat2. Jklek… Pintu mobil terbuka, mama keluar dengan tubuh indahnya menggontai dan pakaian minimnya. Para orang tua murid terbelalak. Yang bapak-bapak melek sedangkan ibu-ibu kagum dengan kemolekan mamaku. Baru saja turun sudah jadi perhatian, mama seperti sudah jadi primadona di kelasku saja.

“Pagi bapak ibu dan guru, ini tempat perpisahannya”
“Iya bu”
“Oh bagus tempatnya. Tunjukin kamarnya dong.”

Mamaku bertanya dengan santainya ke bapak ibu dan pak ahmad. Meski sedang berbicara, tapi aku bisa melihat bahwa yang laki-laki banyak tidak fokus. Teman-temanku juga. Aku benar-benar meng-eksib mamaku di depan temanku sendiri. Tapi fantasiku jadi semakin liar.

“Itu gunung apa ya pak?” Mama menunjuk dataran tinggi hijau menunjukan ketiaknya. Aw… Mulusnya tanpa bulu dan kerutan. Bapak2 tidak memperhatikan gunung malah melihat ketiak mama.
“Muluss” kata mereka serentak.
“Hehe sorry bapak2 saya pake baju terbuka. Jadi tontonan bapak2 nih” mama menggoda sembari membenarkan tali tanktopnya. Mereka tersadar dan menjawab
“Iya bu Nindya, kayaknya kulitnya halus banget. Jadi pengen nindih.” Jawab salah satu bapak mulai ngaco.
“Wangi vanilla lagi jadi pengen makan ibu” timpal yang lain
“Si bapak kasar amat masa saya mau ditindih” mama menjawab dengan sexy. Dia memang tahu betul menaikan birahi pria.
“Tunjukin kamarnya yok pak Ahmad” sambungnya memegang tangan pak Ahmad. Yang lain hanya diam dan berkata
“Kenapa gak saya bu” tapi tidak dijawab.

Aku hanya ikut saja permainan mama. Kuikuti dengan pak Ahmad. Jalannya dekat dengan parkiran dan ruangan kami privasi. Jadi semua fasilitas bukan untuk dibagi tapi untuk kami sendiri. Kolam berenang, barbeque, bungalow, taman kecil semua buat privasi. Kamarnya besar sekali. Hanya 3 kamar tidur yang dipesan. 1 untuk bapak, 1 untuk ibu, dan satu untuk anak. Karena memang tempat tidurnya banyak dan mewah. Jadi satu kamar berkumpul kira2 12 orang. Wah bisa untuk pamerin mama nih di kamar bapak2 pikirku. Show must go on . Sambil jalan mata pak Ahmad juga jelalatan. Yang paling ia suka adalah toket mama. Aku tahu betul karena ia crot disitu dan dari tadi memperhatikan itu terus.

Hari sudah siang, kami meletakan barang bawaan di kamar. Dilanjutkan makan siang dan main game console yang kami bawa dari rumah. Makanannya cukup enak. Kuperhatikan mama sudah mulai akrab dengan ibu-ibu ortu murid. Mama yang paling cantik menurutku. Bajunya itu menambah juga keseksiannya. Menjelang sore, kami berenang. Aku mendatangi mama dan mengecek keadaan. Ternyata mama berenang yess.. Dia memakai lingerie. Astaga tak sabar aku melihatnya. Mama ganti baju dan keluar. Aku bengong melihat penampilannya. Dia hampir bugil seperti ini. Juniorku mulai tegang. Kupeluk mama. Kucium tubuhnya yang masih terjaga wanginya. Dia dapat merasakan penisku di selangkangannya.

“Aryo udah kita mau berenang. Nanti dicurigain” mama menghentikanku
“Mama seksi banget ma aku gak tahan”
“Siapa dulu mama kamu ini kan”
Mama meninggalkanku dan menuju ke kolam. Kolamnya disatukan untuk kelas kami. Saatnya berganti baju. Kupilih boxer dan telanjang dada. Perut sixpack dan ototku terlihat. Aku dan mama menuju ke sana bersama. Sampai di sana, semua bengong saja melihat mamaku. Curi-curi pandang melihat toketnya. Mas2 yang jaga kolam juga mupeng. Mamaku bergabung dengan ibu-ibu. Masih dipandang oleh kaum lelaki. Ada sedikit sekat antara lelaki dan kaum ibu. Tetapi tetap saja bapak-bapak mendekati mama.

Aku asik berenang dengan temanku. Sony Fajar Adi ada pada saat itu. Mereka berenang. Kami melompat dan naik perosotan. Tetapi saat aku mengapung ada yang aneh. Kulihat ada cairan lengket. Ada yang coli karena mamaku. Astaga benar ternyata. Saat aku menyelam bapak2 sedang onani dalam air. Bahkan ada yang di dekat mama menyodorkan penis tegangnya dalam air. Dia asik mengocok sedangkan mama sedang ngobrol saja. Mama tak tahu dijadikan objek. Wajar sih orang dia pake lingerie. Sexy sekali. Bahkan meski memakai lingerie, toketnya tetap terlihat kencang.

Setelah agak lama mengocok spermanya keluar di dalam kolam. Jorok sekali dia. Apa mama tak sadar? Mama masih asik ngobrol. Masih cantik dan tak ternoda sedikitpun. Aku tak tahu apa yang terjadi nanti. Tapi melihat kelakuan orang tua murid yang mesum seperti ini, jangan kaget jika mama diperkosa.

Menjelang malam, kami naik dan kembali ke kamar masing-masing. Mandi dan berganti baju untuk makan malam. Setelah itu kami barbeque-an. Di situ momen kami sangat dapet perpisahan. Setelah itu balik kamar lagi. Masih ada waktu sebelum tidur untuk main. Waktunya exe mama

———————-
POV tante Nidya

Hari yang seru, perpisahan anakku akhirnya selesai. Walaupun bapak-bapak disini mesum sekali. Tadi baru datang sudah diliatin. Pas renang ada yang onani menyodorkan kontolnya. Aku hanya pura2 tak sadar saja supaya dianggap seksi. Ada yang anakku tak tahu. Pada saat pak Ahmad menunjukan kamar dia sempat muncrat dimukaku. Habis aku digodain olehnya lalu berakhir aku duduk bersimpuh menunggu dia selesai ngocok. Lalu keluarlah pejunya di mukaku.

Malam ini, anakku datang. Tepatnya setelah bbq. Dia mengajakku ngentot.
“Ma, hari ini mama mau dientot kan? Pisang bapak2 ini besar loh ma”
“Apa sih kamu yo? Iya sih mama mau” aku pasrah karena memang jika ditusuk sebesar itu enak.
“Dasar mama nakal ugh..” Aryo memelukku erat dan meraba-raba tubuhku dari luar.
“Udah yo langsung aja ke bapak-bapaknya”
“Iya ma. Tapi biarin bapaknya godain jangan mama yang mulai.”
“Yaudah berhenti nih jangan meluk lagi”
“Udah ngaceng nih. Aku yang pilih bajunya ya. Kita ke ruang ngumpul, pasti banyak bapak-bapak.”
Aku duduk dan menunggu pilihannya. Dia memilih daster tipis rumahku. Daster putih transparan yang berbelahan rendah. Aku langsung mengambil darinya dan memakainya. Berbeda dengan di rumah, aku memakai bra di dalamnya sekarang. Anakku senang melihatku seperti ini. Saatnya beraksi.

Pertama, ruang makan. Aku dan Aryo pergi ke sana bersama. Benar katanya banyak bapak2 disini. Semuanya bapak-bapak yang sedang ngopi bergadang nonton bola. Aku mulai menggoda mereka agar mereka sedikit terangsang dan balik menggodaku.

Ada kacang dan kopi. Dimulai dengan aku mengambil kacang di depan mereka. Tak sulit mendapat tatapan mereka. Dengan sedikit menunduk, keliatanlah belahan toketku. Mereka langsung respon dan kuperhatikan sudah masuk permainan. Kira-kira ada 10 bapak2 di tempat ini. Dengan tongkol di atas rata-rata. Melihat belahan yang diperlihatkan gratis mereka respon
“Ckck… Bolanya jadi 3 euy. Yang 2 lagi kenyel-kenyel” salah satu berkata
“Gede ya pak” kata Yang lain
“Iya nih jadi auto focus”
“Hahaha” mereka tertawa bareng.

“Sini bu duduk di tengah kita. Mau nonton bola kan.”
“Iya pak saya mau ikut juga” ekspresi mama malu-malu menggemaskan. Ohhh…. Manis sekali.
“Gak usah malu-malu bu. Tapi hati-hati dapet bola. Ha ha ha.” Aryo mengikuti saja permainan ini sambil nonton bola.
Akhirnya aku duduk di tengah mereka di sofa. Aku makan kacang sambil ngopi. Mereka jadi gak fokus ke sepakbolanya malah curi-curi pandang ke arahku. Tapi aku cuek dan pura-pura nonton supaya mereka yang menggodaku jangan aku terus.

Salah satu dari mereka ngajak ngobrol
“Ibu cantik banget. Sering perawatan ya bu?”
“Kan supaya cantik di mata bapak sekalian”
“Udah cantik banget kok bu. deket2 ibu aja kontol saya udah tegang.”
“Kok tegang kenapa?”
“Toket ibu gede, pantat juga gede, muka cantik. Ditambah parfum yang ibu pake bikin kontol gatel” aww dalam hatiku aku senang dipuji
“Makasih ya pak” aku menjawab.

“Buka aja yah ibu, biar lebih enak dilihat” bapak di sebelahku cengar-cengir sambil memegang dasterku. Dia memaksaku membuka baju.
Aku menolak tangannya dan berusaha melindungu supaya tidak dibuka. Tapi bapak2 itu memaksa. Akhirnya terbukalah toketku di depan mereka semua. Mereka semua langsung bengong.
“Astaga, kencang banget bu. belum turun terus mulusnya bukan main”
“Ahh… Ibu gedenya.”
Begitu reaksi mereka saat melihat toketku. Di sebelahku sudah memegang-megang toketku sambil mengulum pentilnya. Pentilku yang masih merah dihisap sebelah-sebelahku.
“Toketnya pas sama mukanya”
“Cantik natural banget bikin ngaceng semua kontol”
Melihat itu mereka yang masih duduk mengeluarkan kontol tegangnya. Tuing semuanya keluar dalam sekejap. Aryo hanya diam menonton bola. Mereka mengocok kontolnya yang sudah sangat tegang. Baru seperti ini udah berat banget ngacengnya. Semuanya berurat. Ukuran di atas rata-rata.
“Hei nak gak ikutan ngocok ibumu nih. Jadiin bacol aja cantiknya bukan main”
Mereka meledek Aryo. Dia diam saja. Bapak di sebelahku sudah mengeluarkan kontolnya. Lebih tegang lagi dari yang lain.

Aku hanya diam menunggu aksi mereka.
“Bu kocokin dong masa diliatin aja. Udah tegang berat nih”
“Tau nih dianggurin aja”
Kedua bapak di sebelahku memegang tanganku.
“Aduh mulus ee gak kebayang dikocokin.”
Mereka mencium-cium tanganku
“Hmphh… Wangi sekali”
Tanganku dicium dan diraba. Kini seperti hanya mereka berdua. Yang lain ngocok karena berjarak agak jauh. Tak habis2nya tanganku dipegang-pegang. Setelah itu, mereka menuntun tanganku ke kontol tegang mereka
“Ih pak jijik titit bapak gede banget najis saya” aku pura2 menolak dan menggoyangkan tubuhku untuk merayu mereka lagi.
“Ahh… Ibu cantik mulus junior saya udah tegang banget nih”
“Ini namanya kontol ibu lebih gede ukurannya”
“Manisnya aduh gak tahan aku, sepongin bu”
Mereka memaksa dan akhirnya sampai juga kedua tanganku di kontol mereka. Mereka berdua mengeluh nikmat dan teriak-teriak. Semua pria memang pertamanya tidak tahan elusan tanganku.
“Oughhh…. Ibu haluss ahh kocokin yah”
“Sshh… Lentiknya…”
“Harus halus dong enak kan hihi” kulempar senyum manis
Melihat kenikmatan mereka, aku mengocok kontol mereka. Tambah jadi-jadinya mereka berteriak nikmat. Kukocok dari bawah ke atas sambil kuperhatikan panjangnya kontol ini.

“Ahh…. Oh yeah… Ibu aku mau keluar”
“Aku juga… Shhh… Mana ada yang tahan kayak gini”
Payah sekali mereka masa sudah mau keluar. Senikmat itukah kocokanku? Aryo juga keluar cepet kalo kukocok-kocok
“Payah ih bapak” belum selesai aku mengeluh mereka sudah…
Crrrrroootttt…….crrrrrooooottttt…..crrrroooo oottttttt……. Pejunya keluar menyemprot hampir kena plafon. Dahsyatnya semprotan mereka. Dilanjutkan cairan yang sekitar 10 kali keluar setelahnya. Kekuatan mereka hampir sama. Semprotannya pun sama. Sperma mereka putih sekali kental mengenai tanganku. Telak mengenai tanganku. Bahkan hampir kena muka. Sedikit jijik memang. Tak kusangka sebesar ini pun masih takluk dengan kocokanku. Ini semua karena perawatan yang kulakukan demi mempercantik diri. Tapi bukan mempercantik malah diperkosa.
“Cemen kali kau udah crot.. Ini aku aja coli sambil nyium bhnya belom crot.”
“Tau, gimana sih? Emang senikmat itu kocokan ibu ini”
Astaga bh-ku sudah jadi mainan mereka. Talinya mengikat kontol mereka lalu pelan-pelan dikocoknya.
“Harumnya ini bh. Pentilnya merah-merah gemesin”
“Tau nih aku nyampe ke ronde ngentot ibu ini gak ya kira-kira”
“Adanya cepet keluar peju aku”
Memang semua bh kusemprotkan parfumku yang biasa untuk eksib. Wangi Vanilla mengundang gitu. Bagi pria itu wangi yang menggemaskan.

2 orang tadi terkapar keenakan dan keluar permainan memakai baju. Sekarang di hadapanku berdiri 4 orang bapak menyodorkan kontol sambil dikocok. Tampaknya mereka lebih tangguh.
“Bu, kontol ini buat ibu”
“Saya rela muasin ibu dengan senjata saya”
“Kaya tahan aja hihihi” jawabku
Mereka lalu mencium tanganku seperti yang tadi. Ada yang mengajak ciuman tapi kutolak. Ada 1 kontol yang besarnya bukan main di antara mereka. 20 cm diameter seperti pisang. Wow… Besar sekali muat tidak ya di memek aku. Dicium tanganku dan dipeluk. Tanganku dimainkan ke seluruh tubuh mereka sebelum ke kontol. Mereka tampak sangat menikmati. Lalu akhirnya diletakkan di kontol mereka bergantian. Tanpa dikocok sekali lagi mereka berempat teriak.
“Oh…. Licin banget yesshh”
“Pantes yang lain gak tahan sshhh”
“Ini tangan ohhh sssh dikasih bedak ya mulus banget”
“Uhh… Halus… Mukanya juga bikin sange pengen nyodok cepet-cepet”
Kukocok pelan-pelan. Satu persatu bergantian supaya seimbang. Dari pelan hingga semakin kencang mereka berteriak keras. Kontol yang 20 cm besarnya sudah tidak tergenggam lagi. Pasti ini yang bertahan di antara mereka berempat pikirku. Sudah ganteng putih kuat besar lagi kontolnya. Sekitar 5 menit, ada yang sudah mau keluar,
“Ibuu….. Ahhh…. Sshh…. Buka tangan ibu lebar-lebar”
Dia membuka tanganku dan Crrrroootttt spermanya tumpah di tanganku semua. Lebih sedikit dari yang tadi tapi lebih putih. Tanganku yang satu akhirnya sepenuhnya basah. Kujilat saja spermanya depan mereka semua. Mereka bengong saja melihat tingkahku.

Lanjut permainan masih dikocok. Masih ada 3 dan di belakang ada 4 tambah 1 Aryo. Pisang 20 cm masih bertahan. Sekarang aku duduk berlutut di depan mereka. Benar-benar seperti pelacur ingin disodok.
“Adeknya butuh kehangatan nih hihihi…. Mau masuk mulut mungil ini gak?”
Mereka diam bengong dan mengangguk pelan.
“Satu-satu ya pak. Gak cukup nih mulutnya hihi”
Aku memasukkan kontol salah satu dari mereka dan tidak muat. Slepp… Batangnya masuk tidak sepenuhnya saking panjangnya. Kukulum maju mundur
“Enak tenan ini pak…. Ohh… Mulutnya hangat bukan main ini”
“Gantian ya pak giliran ini nih si ganteng pisang 20cm hihi” kulempar senyum manis yang membekukannya.
“Ahh… Ibu nakalnya oohhh… Hangat bu… Jadi ibu suka kontol pisang saya…?? Ahh”
“Iya dong enak buat ngentot bisa robek memek aku”
Mendengar godaanku dia langsung memasukkan dalam-dalam kontolnya sampai aku tersedak.
“Hihi curang ya bapak disodok mulut saya hangat gak nih? Gantian nih si bapak ini”
“Hangat banget bu kaya memek perawan”
Slepp… Kontol ketiga masuk kemulutku. Kukulum lebih halus supaya dia kelojotan dan malu.
“Ahshh….. Hangatnya… Bisa crot saya nih… Ohh… ”
Slurp…slurp…. Satu-satu kuhisap dan kulum. 10 menit sudah belum ada yang keluar. Capek juga kontol sebesar ini. Lulus permainan kedua lanjut ketiga. Bagian toket, mungkin ada yang tersingkir. Hehe…. Kebanyakan sih.
“Adek kecil mau dijepit gak di sini?” Aku menggoda mereka satu persatu.
Slep… Satu kontol telah kujepit, kukocok-kocok di toketku dan kumainka dengan lidah. Slurp… Slurp begitu bunyinya. Sedangkan bapak yang kukocok berteriak nikmat
“Ah… Istri siapa sih ini? Enak banget toketnya ahh… Ibu saya crot bu gak tahan ampun” kata bapak yang sedang kukocok-kocok. Kontolnya besar sekali tapi masih tetap muat. Karena toketku besar dan kencang. Sudah crot saja dia ini.. Tetap kumainkan di toket sengaja supaya ia puas sebelum crot.. Dan…

Crrrrottt…… Lebih banyak dari yang selama ini spermanya muncrat. Ke mukaku dan toket. Mukaku telak terkena muncratannya. Aku menunggu sambil tetap mengocok sampai pejunya selesai menyemprot mukaku. Tanpa melihat karena mataku tertutup peju. Banyak sekali bapak ini keluar. Menjijikan…
“Ohh.. Ibu.. Sumpah ini muncratan ternikmat saya. Ibu enak banget. Lemas saya ah..” Katanya
“Oh begitu ya… Kalau begini gimana? Hihihi” slurp…slurp kusepong kontolnya.
“Oughhh…. Udah bu enak banget sumpah”
Teriaknya keras. Lalu tertunduk lemas tak berdaya. Sisa 2 lagi. Dan 5 di belakang termasuk Aryo. Kujepit lagi keduanya. Tidak ada yamg muncrat. Berarti masih 7 lagi yang harus kubuat keluar.

“Sekarang gantian kalian yang puasin aku ya.” Aku membuka celana perlahan. Hingga celana dalam. Jreng..terlihatlah memekku di depan mereka. Mereka bengong dan menelan ludah.

“Kenapa pak? Ayo tusuk.” Aku melambai menyadarkan mereka dan menunjuk memekku.

“Anu bu, muat gak kira2 disitu? Indahnya masih sempit tanpa bulu. Mulusss sekali” Kata mereka
“Coba aja dulu” aku menarik sang bapak dan mengangkang

Slep.. Setengah kontolnya masuk. Hanya setengah yang bisa masuk
“Mphh… Pak nikmat.. Tusuk lagi ah.. Lebih dalem.”
“Oh… Ibu sempit sekali… Nikmat.. Shhh… Seperti dipijat ahshsshh…” Keluhnya tak beraturan.
Batangnya masuk maju-mundur dengan irama. Sungguh luar biasa besarnya. Perut aku terasa penuh sekali. Inilah kontol idamanku.. Semoga dia tahan karena aku baru merasakan nikmatnya. 10 menit sudah aku dientot. Rasanya seperti terbang ke langit. Sesak sekali memekku.
“Gantian dong pak. Aku juga mau” kata yang lain” dia menarik bapak itu dan menggantikannya.
“Oh…weleh enaknya bu rapet sekali.. Ah…”
“Ahh…. Punya kamu lebih besar.. Tusuk aku sayang… Ahhh… Sshhh…”
“Tenang sayang… Ini aku tusuk… Kamu cantik banget lagi ditusuk….. Ohh… Shhh”
Yang menusukku ternyata pisang 20cm. Aku mendapatkan orgasme ku yang pertama
“Aku keluar sayang …. Aku orgasme oh yess” kataku mengeluh
“Enak ya sayang? Tenang aku disini supaya kamu puas”
Seperti yang kukira pisang ini membengkok sehingga menusuk bagian terdalam memekku. Dan rasanya geli nikmat. Lebih enak dari tusukan suamiku. 15 menit kami bermain. Aku minta bergantian dan menyuruh yang lain. Ia menurut dan duduk sambil mengocok penisnya.

Keempat bapak di belakang sudah siap. Mereka membuka celana dan mengocok kontol masing-masing. 3 kecil dan 1 luar biasa. Ukurannya 25 cm lebih panjang dari pisang. Diameter juga lebih besar. Tapi lurus. Langsung disergap tubuhku oleh mereka. Ada yang menyumbat mulutku. Ada yang meraih tanganku dan meletakan di kontolnya. Ada yang dijepit toketku. Dan yang terbesar tadi menusuk memekku. Menimbulkan guncangan nikmat. Astaga.. Baru mulai sudah ditusuk sebesar ini.
“Aih mulutnya kayak memek perawan dasar pecun”
“Tangannya lentik nih boy ahh ssh”
“Toketnya apalagi kenyel banget yesh.. Dikocokin lagi dasar pecun”
“Memeknya dong uhhh hanget terus kaya refleksi”
“Benar-benar aset bagus nih si ibu cantik bikin otong tegap hormat”
“Natural lagi gak pake make up udah secantik ini”
Mereka memuji dan merendahkan aku bermacam-macam. Aku masih meronta-ronta karena tusukannya yang masih setengah.
“Ahh… Pak plis lebih dalem tusuk aku”
“Iya pecun nih gua tusuk sshh”
Kontolnya masuk sepenuhnya. Menggenjot dengan irama memekku. Nikmatnya… Mengganjal perutku. Tak peduli diledek seperti apa yang penting nikmat.
“Eh.. Ibu kocokin dong kontol saya mau ditusuk gak?”
“Hmphh…hmph… Iya pak mohon tusuk saya”
Aku mengocok kontol mereka dengan tangan, mulut, dan toket. 20 menit mereka berempat menikmati tubuhku. Si bapak yang terbesar tadi diminta gantian. Sekarang kontol yang menusukku cemen.
“Ah payah nih bapak cuma segede gini?” Kataku meledek. Karena memang tak terasa
“Ahh.. Nakal ya ibu.. Ohhhh…. Crott nih bu terima ya”
Udah payah cepat keluar lagi. Baru 5 menit di liang senggamaku. Crrrottt… Astaga tak kukira sekecil itu muncratnya banyak sekali.. Memekku penuh dengan cairannya. Telak sekali dibasahi. Spermanya keluar karena memekku tak mampu menampungnya
“Banyak sekali pak aku kocokin deh bonus karena udah guyur memekku”
Kusepong sedikit lagi hingga ia terbujur lemas dan tersingkir. Sisa 3 dan 2 lagi lalu Aryo. 3 sedang mengocok di pinggir dan 2 meminta jatah yang belum

“Sini bapak sayang mau masuk gak ke memek aku?”
Langsung mereka datang dan menusuk memekku. Yang satu ini mainnya kasar banget. Cepat-cepat genjotnya. Tapi lumayan enak sih.
“Ahhh… Ibu yesshh ohh sempitnyaa… Anget buu…. Perawan ya.. Kok sempit sihhh oh..” Katanya menggenjot memekku.”
“Sering dirawat pak… Ahh… Kasarin aja memek aku nikmat sssahh…”
Permainan kasarnya justru membuatku nyaman. Tidak banyak omong langsung tusuk cepat-cepat. Tusukan cepat ini yang membuat memek enak.
10 menit ganti ke yang satu lagi. Sekarang kontolnya pendek tapi diameter paling besar kurasa. Langsung dimasukkan lagi ke memekku. Nikmat sekali… Nafsunya menggelegar seperti ingin mencabik memekku.
“Ohh… Yess… Pak… Robek memek aku pak… Kontol bapak gedenya super yesshh…”
“Makan nih senjata gua dasar pecun ohhss hhhsss.”
10 menit dikobel memekku diaduk-aduk, akhirnya semua sudah kedapetan semua. Mereka semua juga sudah di ambang crot. Sebentar lagi keluar semua. 5 kontol akan crot bersamaan di memekku.
“Nah bapak sudah ngerasain semua body aku kan? Sekarang kocok sampai bapak sudah ingin keluar. Nanti saya tuntaskan”
Mereka berlima mengocok-ngocok sambil memegang toketku tangan dan menciumi tubuhku. Seperti gula dikerubungi semut. Ada yang kepalanya kujepit di toket. Dia mimisan keenakan
“Lembutnya… Lebih empuk dari bantal. Hampir pala saya kepleset”
Dia tiduran sambil mengocok penisnya. Kutambahkan saja jepitanku. Kepalanya benar-benar masuk dan darahnya mengenai toketku. Dia keenakan dan kontolnya berdenyut-denyut.

“Bu udah pengen keluar”
“Aku juga bu”
“Saya juga”
“Gua juga”
“Ahh toketnya empuk”
Mereka berlima sudah mau keluar. Aku langsung merespon dan mengulum satu-satu hingga basah. Sebelum crot. Aku menyodorkan memekku sebagai akhir. Yang pertama
Crrottt…. 7 kali berkedut di dalam. Pejuhnya hangat dan lumayan banyak.
“Ahh… Ini ejakulasi terenak saya. Makasih ya bu” dia mencium tanganku dan pipiku lalu ke kamar mandi. Yang kedua adalah pisang 20 cm.
Crrottt…. 11 kali berkedut. Lebih banyak dari yang pertama. Masih terasa sempit di dalam memekku. Tapi spermanya kalah hangat
“Muah… Makasih ya sayang” dia satu-satunya yang kuperbolehkan cium bibir karena ganteng. Yang ketiga yang bermain kasar.
Crrrottt…. 8 kali. Tusukannya masih saja kasar dan cepat
“Makasih atas hari ini. Ini termasuk memek yang mau melayani kontol kasar saya” katanya sambil ke kamar mandi. Yang keempat yang suka meledekku.
Crrrootttt… 9 kali kontolnya memompa. Luar biasa hangatnya.
“Makasih bu… Maaf saya suka ngeledek ibu muah” dicium pipiku langsung pergi ke kamar mandi. Yang kelima yang terdahsyat dan terbesar
“Hmmpph…. Gede sekali. Masih sempet aja mompa”
Dia berbohong sudah ingin keluar. Tetapi malah menggenjot memekku sehingga aku tak mampu berbicara. Digenjotnya lebih cepat dan kasar sekali. 15 menit menusuk akhirnya dia ada di puncak kenikmatan.
Crrrroottttt…. 15 kali. Luar biasa kedutan terbanyak selama aku ngentot selama ini. Kontolnya masih saja mengganjal perutku. Terasa penuh.
“Kulitmu kenyal sekali bu makasih yah” dia lalu meremas kencang-kencang toketku.
“Ahhh… Kalian ini nakal-nakal sekali. Makasih udah muasin aku.” Kataku sambil menggenggam sedikit mengocok penis mereka semua.

Entahlah bagaimana nasibku. Anakku menontonku digangbang dan disemprot di dalam oleh orang lain. Tapi dia hanya diam. Semoga dia tidak ngadu pada papanya. Oh iya astaga… Aku lupa minum pil kb. Aku bisa hamil nih. Tapi anak siapa? Ada 6 kontol yang keluar di dalam tadi. Nakal sekali aku jika hamil oleh orang lain dan tak jelas oleh siapa. Ini semua karena tubuhku yang indah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*