Home » Cerita Seks Mama Anak » Cara Memotivasi Anak

Cara Memotivasi Anak

Diana, sebuah nama yang dipilih oleh orang tuanya dulu. Kini, ia menamani anaknya Dana, selain karena bunyinya hampir mirip, juga karena Diana berharap anaknya tidak akan kekurangan dana selama hidupnya. Namun ternyata, nasib berbicara lain. Kini, setelah beranjak gede, Dana ternyata sangat santai dalam menghadapi hidup ini. Alih ÔÇô alih memikirkan universitas mana yang akan ditempuh, Dana malah telah memutuskan untuk bekerja sehabis lulus SMA. Tiap hari kerjanya hanya main gim saja. Entah apa yang salah, batin Diana.

Telah beberapa kali Diana memergoki anaknya yang sedang mengintip saat ia mandi. Bahkan terkadang, Dana mengintip roknya saat akan dan atau beranjak dari duduk. Sikap anaknya memang tak menyenangkan, namun kali ini Diana lebih mementingkan jalan hidup anaknya. Apalagi kalau melihat rapotnya, jarang ada nilai lebih dari delapan puluh.

Seharian Diana mencoba berpikir apa yang mesti dilakukan untuk mengubah nilai dan pandangan hidup anaknya. Bagaimana caranya untuk memotivasi anaknya yang kurang termotivasi? Ingin rasanya Diana mengundang motivator terkenal, namun apa daya tiada rupiah.

Malam hari, Diana makan seperti biasa bersama anaknya. Selesai makan, saat Dana akan kembali ke kamarnya, Diana menghentikan.

ÔÇ£Duduk dulu sini, ada yang mau mama bicarain.ÔÇØ

ÔÇ£Lah, Dana udah tau mama mau bicarain apa. Pasti itu lagi ÔÇô itu lagi.ÔÇØ

ÔÇ£Iya, mama ngerti. Tapi mama inginnya meski kamu tak niat kuliah, nilaimu harus bagus semua. Apalagi mama ingin sehabis sekolah kamu tuh kuliah.ÔÇØ

ÔÇ£Tapi mah, Dana udah seneng kok hidup kayak gini. Apa lagi yang kurang?ÔÇØ

ÔÇ£Pasti ada yang kurang. Masa kamu puas hanya dengan seperti ini sih?ÔÇØ

Kagak ada yang kurang mah. Kecuali

ÔÇ£Kecuali apa?ÔÇØ

Kecuali cewek telanjang. Hehehe

Hehe Dasar kamu itu. Pantesan kamu doyan bener intipin mama mandi.

Dana yang lagi tersenyum mendadak diam. Terkejut.

ÔÇ£Kamu kira mama gak menyadari kelakuanmu apa?ÔÇØ

ÔÇ£Iya mah, maaf. Abis Dana penasaran sih.ÔÇØ

ÔÇ£Iya mama ngerti. Seusia kamu memang penasaran sama segala hal. Malahan bagus kok, daripada mati penasaran.ÔÇØ

ÔÇ£Makasih mah.ÔÇØ

ÔÇ£Tapi mama ingin agar kamu tingkatin nilai kamu. Terus kuliah. Biar nanti bisa lebih daripada mama. Lebih sukses dan lebih kaya.ÔÇØ

ÔÇ£Gak perlu mah. Gini juga udah bahagia kok.ÔÇØ

ÔÇ£Meski tanpa gadis telanjang,ÔÇØ kata Diana sambil nyengir. ÔÇ£Ya udah, kalau kamu mau ke kamar. Mama mau beresin dulu.ÔÇØ

ÔÇ£Iya mah.ÔÇØ

Diana pun membersihkan sisa makanan dan mencuci piring. Telah delapan tahun Diana sendirian mengurus anaknya. Delapan tahun lalu David, ayahnya Dana, meninggal. Selama ini Diana berjuang mencari nafkah juga membesarkan. Tatapan mata anaknya saat mengintip membuat Diana kembali merasa ingin menjadi wanita seutuhnya, yang diinginkan oleh pria, dijamah oleh laki ÔÇô laki, dicumbui lelaki.

ÔÇ£Mama boleh masuk nak?ÔÇØ tanya Diana setelah mengetuk pintu kamar anaknya.

Namun, tanpa menunggu jawaban, Diana langsung masuk dan mendapati anaknya sedang duduk di depan monitor. Diana lalu duduk di ranjang anaknya.

ÔÇ£Ada apa mah?ÔÇØ

ÔÇ£Nak, mama rasa keputusanmu untuk kerja sehabis sekolah bakal kamu sesali nanti,ÔÇØ kata Diana sambil mengusap kepala anaknya.

ÔÇ£Kalau begitu adanya, biarlah nanti Dana sesali apa yang Dana putuskan hari ini.ÔÇØ

ÔÇ£Mama ingin kamu kuliah. Namun meski begitu, mama takkan menghukum kamu dengan menjual komputermu dan atau melarangmu melakukan ini ÔÇô itu.

ÔÇ£Jadi, daripada melarangmu, mama putuskan untuk memberimu hadiah jika dan hanya jika nilai rata ÔÇô rata EBTANASmu lebih dari pada delapan puluh dan kamu lanjut kuliah.ÔÇØ

ÔÇ£Tapi mah, Dana kan udah bilang Dana gak perlu apa ÔÇô apa lagi.ÔÇØ

Diana menghelan nafas panjang sebelum melanjutkan kalimatnya.

ÔÇ£JIka nanti pada saat EBTANAS nilaimu lebih dari delapan puluh dan kamu putuskan akan kuliah, mama akan hadiahi kamu wanita telanjang.ÔÇØ

ÔÇ£Apa?ÔÇØ

ÔÇ£Jika nilaimu bagus, mama tak akan lagi memakai pakaian di rumah hanya jika sedang berdua denganmu, alias tak ada tamu.ÔÇØ

Hehehe Mama emang pinter bercanda, tawa Dana.

Wajah Diana yang terkesan dingin membuat Dana menghentikan tawanya.

ÔÇ£Jika tubuh usia empat puluh empat tahun masih menarik bagimu, maka peganglah janji mama ini. Tapi jika nilai rata ÔÇô ratamu kurang dari delapan puluh, maka saat itu juga perjanjian ini mama batalkan. Setuju?ÔÇØ

ÔÇ£Mama gila,ÔÇØ kata Dana namun tangannya menyalami tangan mamanya tanda setuju.

Detik ÔÇô detik berganti dengan menit. Menit pun silih berganti. Hari ÔÇô hari pun terus berganti. Dana kini mulai rajin belajar. Suatu hari tiba ÔÇô tiba ada surat community college setempat yang mengabari bahwa Dana diterima untuk meneruskan pendidikan di CC tersebut.

ÔÇ£Kok di CC sih, kenapa gak di universitas negri aja?ÔÇØ

ÔÇ£Biar hemat duit dong mah. Kan di perjanjiannya juga yang penting kuliah, gak mesti di sini atau di situ.ÔÇØ

ÔÇ£Wow, Dana yang dulu kemana yah?ÔÇØ

Mereka pun tertawa, namun Dana langsung belajar lagi. Diana semakin tegang menyadari nilai harian anaknya yang makin meningkat. Kadang Diana merasa malu sendiri mengingat janji kecilnya. Tapi di sisi lain Diana senang akan perubahan positif anaknya. Tentu bukan berarti Diana akan bersenggama dengan anaknya. Namun di relung hatinya Diana tahu, bukan hormone anaknya saja yang sedang terpacu. Diana menikmati perasaan yang akan datang saat Diana telanjang di depan mata anaknya. Lama rasanya Diana tak merasakan perasaan tak nyaman di perutnya. Diana sungguh senang.

Malamnya acara makan terasa sunyi, sesunyi nyanyian senyap. Di meja terletak dokumen. Dokumen yang tak hentinya dilirik oleh Diana. Diana berdiri dan akan melangkah saat anaknya menghentikannya.

ÔÇ£Mah, Dana tahu mama akan melaksanakan perjanjiannya, tapi Dana rasa tak perlu mah. Lagian mama lakuin itu untuk memotivasi Dana. Bagi Dana itu saja sudah cukup kok. Menjanjikan sesuatu yang akan memotivasi Dana memang menakjubkan. Tapi Dana kini sudah di jalur yang benar.ÔÇØ

Setelah itu Dana membersihkan meja makan lalu beranjak ke kamarnya meninggalkan Diana yang tersenyum sendiri sambil geleng ÔÇô geleng. Perasaan tak nyaman di perut kembali datang.

Sabtu itu Dana bangun agak siang. Setelah mandi, Dana pun ke dapur ingin makan. Dana tahu setiap sabtu mama selalu belanja. Namun Dana melihat daster mama tergantung di pegangan pintu. Sambil melankah Dana menghanduki rambutnya. Namun saat di dapur Dana menjatuhkan handuknya.

Diana menoleh dan tersenyum saat melihat Dana, ÔÇ£baru bangun nak? Mau goreng telor apa roti bakar?ÔÇØ

Dana melongo melihat mamanya menawakan sarapan tanpa memakai pakaian. Matanya menjelajahi tubuh mama mulai dari payudaranya sampai jembut halus di selangkangan. Bahkan meski telah berkali ÔÇô kali ngintip, namun tak sejelas sekarang.

Merasa ditelanjangi mata anaknya membuat Diana tertawa lalu kembali masak.

ÔÇ£Inilah tubuh empat puluh empat tahun yang mama janjikan,ÔÇØ kata Diana sambil menggoyangkan pantatnya.

ÔÇ£Mama ngapain sih?ÔÇØ

ÔÇ£Bikin sarapan, mau telur apa roti?ÔÇØ

ÔÇ£Telur ajalah. Kenapa mama gak dibaju?ÔÇØ

ÔÇ£Menurutmu kenapa? Mama bukan orang yang suka ingkar. Mama bangga sama kamu.ÔÇØ Diana melirik mendapati anaknya sedang menatap susu kirinya. ÔÇ£Duduk aja nunggu goreng telor nikmati pemandangan. Kamu berhak mendapatkannya.ÔÇØ Lalu Diana melanjutkan memasak.

Dana hanya mampu menuruti, duduk sambil menatapi tubuh mamanya. Puting mamanya terlihat seperti menunjuk tegak. Bukan karena udara, namun karena sensasi yang dirasakannya.

ÔÇ£Mama seksi sekali.ÔÇØ

ÔÇ£Makasih nak.ÔÇØ

Diana pun selesai memasak dan menaruh makanan di meja makan. Diana ikut duduk.

ÔÇ£Baiklah, biar ini bisa berjalan lancar, kita perlu membuat aturan. Setiap pulang, mama akan ke kamar mama lalu langsung melepas pakaian. Kalau ada tamu, kamu mesti membuka pintu sementara mama berpakaian.ÔÇØ

ÔÇ£Pasti seru liat mama lari – lari di rumah.ÔÇØ

ÔÇ£Pasti itu. Serius, kini kamu bisa menatap sampai bosan, seperti yang mama janjikan. Tapi tidak boleh menyentuh, apalagi menceritakan pada siapa pun. Jika nilaimu jatuh, drop out dan atau menyentuh, mama kembali berpakaian. Paham?ÔÇØ

ÔÇ£Paham. Tapi mama gak berharap ikut ÔÇô ikutan telanjang juga kan?

ÔÇ£Tentu saja tidak. Aneh kau ini. Udah, nikmati saja keberuntunganmu.ÔÇØ

Sarapan pagi itu berlangsung dalam diam. Setelah makan, Dana membereskan meja sambil melihat susu dan selangkangan mama.

Perut Diana kembali mengeluarkan sensasi saat tubuhnya ditatap oleh anaknya.

Dana mencoba bertahan dari keinginan untuk menyentuh susu mama. Aturan main yang ditetapkan mamanya membuatnya patuh.

ÔÇ£Kayaknya mama adalah mama paling keren deh.ÔÇØ

Diana menatap mata anaknya, ÔÇ£makasih, tapi mama yakin kamu pasti bilang gitu ke setiap wanita, apalagi yang telanjang di hadapanmu.ÔÇØ

ÔÇ£Tentu saja Dana tak mungkin memanggil wanita lain ÔÇÿmamaÔÇÖ sambil berharap melihatnya telanjang.ÔÇØ
Diana tertawa lalu reflek memeluk anaknya. Dana tentu menikmati sentuhan tubuh telanjang mamanya.
ÔÇ£Selama kamu mematuhi aturan mainnya mama akan telanjang di hadapanmu. Sekarang, kamu mau mama ngapain?ÔÇØ

Dana melirik saat akan melangkah, ÔÇ£gak tau mah, mungkin kita main wii bareng.ÔÇØ

Diana kembali tertawa mendengar ajakan main gim dari anaknya.

Diana memencet klakson saat melihat anaknya.

ÔÇ£Hei, tumben kamu agak telat.ÔÇØ

Dana melemparkan tas ke jok belakang lalu duduk di samping mamanya.

ÔÇ£Hari ini mau ngapain nak?ÔÇØ

ÔÇ£Paling ngerjain pr mah di rumah temen.ÔÇØ

ÔÇ£Ntar mama sendirian dong.ÔÇØ

Mobil pun memasuki garasi lalu mereka pun masuk ke rumah.

ÔÇ£Mama lepas pakaian dulu, abis itu masak.ÔÇØ

ÔÇ£Tunggu mah. Mama tau kan Dana terangsang berat?ÔÇØ

Diana tertawa, ÔÇ£gimana tidak, matamu jelajatan terus kan.ÔÇØ

ÔÇ£Mama telanjang di rumah kan hadiah bagi Dana.ÔÇØ

ÔÇ£Ya.ÔÇØ

Diana kembali merasakan rasa mulas di perutnya mendengar pembicaraan anaknya.

ÔÇ£Boleh gak Dana lihat mama membuka pakaian?ÔÇØ kata Dana sambil menunduk.

Ternyata itu yang dikatakan anaknya. Diana pun merasa lega.

ÔÇ£Kamu mau mama melepas pakaian sambil menggodamu, kayak di film ÔÇô film barat?ÔÇØ

ÔÇ£Bukan mah. Buka aja biasa, hanya sambil Dana lihat.ÔÇØ

ÔÇ£Menarik. Memang tak melanggar perjanjian sih. Baiklah. Ayo ikut mama.ÔÇØ

Diana lalu memegang tangan anaknya dan membimbingnya ke kamarnya.

ÔÇ£Kamu duduk aja di kasur, mama ke kamar mandi dulu.ÔÇØ

Dana duduk sambil melihat foto ÔÇô foto di kamar. Ada foto dirinya sedari kecil, foto papa dan lainnya. Beberapa saat kemudian Diana keluar dari kamar mandi sambil memegang rambutnya.

ÔÇ£Baiklah, mama akan mulai pertunjukannya untuk anak mama seorang.ÔÇØ

ÔÇ£Kenapa mama gak cari pacar lagi setelah papa berpulang?ÔÇØ kata Dana sambil melihat foto keluarga yang ada di meja rias.

ÔÇ£Mama ingin kerja dulu sambil besarin kamu. Jadinya mama gak punya waktu luang deh,ÔÇØ kata Diana sambil duduk di sebelah anaknya.

ÔÇ£Apa mama nanti akan nikah lagi?ÔÇØ

ÔÇ£Entahlah nak. Mama masih muda, mama akui, telanjang di hadapanmu membangkitkan sesuatu dalam diri mama yang telah lama terkubur, entah apa lagi nanti yang akan bangkit lagi. Menurutmu gimana, apa kamu kecewa selama delapan tahun ini hidup berdua hanya dengan mama?ÔÇØ

ÔÇ£Mama udah jadi mama terbaik menurut Dana. Kemarin Dana memang sempet gak fokus, tapi kini Dana fokus lagi mah.ÔÇØ

ÔÇ£By the way bus way, mama kok langgar perjanjian sih? Mama buka dulu ah pakaiannya. Mama lapar nih.ÔÇØ

Tanpa bangkit, Diana membuka kancing blus lalu melepasnya. Diana menatap payudaranya yang terbungkus bh merah muda, lalu menatap anaknya melepas kaitan bh.

ÔÇ£Kamu pernah ngintip mama pas lagi hanya pake cd gak?ÔÇØ

ÔÇ£Pernah, tapi liat dari belakang doang,ÔÇØ kata Dana sambil tersipu malu.

ÔÇ£Kayaknya mama udah gak punya privasi lagi sedari dulu ya,ÔÇØ kata Diana sambil meninju tangan anaknya, dengan pelan tentu, lalu melepas bh nya. ÔÇ£Capek gak berusaha lihat ini?ÔÇØ kata Diana sambil memegang payudaranya.

ÔÇ£Apaan, Dana belum ngintip lagi kok,ÔÇØ kata Dana sambil menatap payudara mamanya.

ÔÇ£Dasar nakal.ÔÇØ

ÔÇ£Mah, Dana boleh nanya sesuatu gak?ÔÇØ

ÔÇ£Tentu saja sayang.ÔÇØ

ÔÇ£Setahu Dana, puting kan warnanya coklat, kok yang mama enggak sih?ÔÇØ kata Dana sambil menunjuk puting kiri mamanya.

Hahaha papamu dulu juga nanya gitu. Tapi mama suka kok, puting mama jadinya spesial, beda dari yang lain.

Tanpa disadari jemari Diana mengelus putingnya sambil sesekali menariknya. Karena mata Diana menatap payudaranya sendiri, Diana tak menyadari gundukan di celana anaknya yang tiba ÔÇô tiba muncul dan mata anaknya yang terus menatap jemarinya.

Diana lalu tersadar, ÔÇ£Kapan makannya kita?ÔÇØ

Diana lalu melepas rok lalu cdnya sendiri. Setelah telanjang, Diana kembali duduk sambil menekan kedua tangannya di belakan tubuh ke kasur.

ÔÇ£Mama lapar nih!ÔÇØ

Mata Dana terpaku ke jembut mamanya.

ÔÇ£Apa mama pernah mencukurnya sampai gundul?ÔÇØ

Diana lalu menatap jembutnya, ÔÇ£Tidak pernah. Selalu begini saja. Emang udah berapa kali liat wanita yang jembutnya gundul?ÔÇØ

ÔÇ£Wanita telanjang yang Dana liat cuma mama aja.ÔÇØ

ÔÇ£Serius? Kamu belum pernah ngapa ÔÇô ngapain?ÔÇØ

ÔÇ£Tentu saja mah.ÔÇØ

ÔÇ£Terus kamu pernah ngapain aja?ÔÇØ

ÔÇ£Kok jadi Dana yang ditanyain sih. Siapa yang telanjangnya sih?ÔÇØ

ÔÇ£Mama jadi penasaran sih.ÔÇØ

ÔÇ£Hanya pernah ngeraba susu sama ciuman mah. Terus kalau mamah, kapan mama mulai nakal.ÔÇØ

ÔÇ£Mulai nakal? Sebelum sama papamu, mama dua kali pacaran.ÔÇØ

Diana lalu berbaring menjadikan tangannya sebagai bantal. Satu kakinya di tekuk dan kaki lainnya ditumpu ke kaki itu. Tanpa disadarinya Diana perlahan merangsang anaknya.

ÔÇ£Dana boleh tanya yang lain lagi gak?ÔÇØ

ÔÇ£Tanya aja. Udah terlanjur gini kok.ÔÇØ

ÔÇ£Katanya ada bagian tubuh yang kalau disentuh bisa membuat orgasme sambil menjerit. Benar gak tuh?ÔÇØ

Pertanyaan anaknya membuat Diana memikirkan vaginanya dan secara reflek melebarkan paha membuat anaknya dapat melihat vaginanya dengan jelas. Suara anaknya menelan ludah menyadarkan Diana.

ÔÇ£Mama gak tau kalau soal menjerit. Tapi yang pasti memang ada beberapa titik yang sangat sensitif. Ingat aturan main kita, boleh lihat sepuasnya tapi tidak boleh sentuh.ÔÇØ

ÔÇ£Tenang mah, Dana takkan melanggar aturannya. ÔÇ£

Diana lalu menyentuh selangkangannya. Diana melebarkan paha dan menyelipkan jemari ke vaginanya.

ÔÇ£Mama tunjukan ini karena kamu nurut sama mama.ÔÇØ

Diana lalu melebarkan vagina dengan jemarinya lalu jari tengah menyentuh daging kecil. Nafasnya memberat saat jari itu menekan. Dana mendekatkan kepala ke selangkangan yang terpampang di depannya.

ÔÇ£Ini yang disebut klitoris. Sangat sensitif. Nah, di dalamnya terdapa g-spot yang apabila tersentuh bisa membuat wanita orgasme. Tapi jangan berharap jeritan karena jarang yang sampai menjerit.ÔÇØ

Nafas Diana kembali memberat menyadari apa yang dilakukannya di hadapan anaknya sendiri. Tubuhnya sedikit kejang. Diana menggigit bibir mencoba menangan erangan. Diana juga menegangkan otot pahanya. Setelah tak lagi kejang, Diana melepas jemari dari selangkangannya.

ÔÇ£Udah ah pelajaran biologinya. Makan yuk.ÔÇØ

ÔÇ£Makasih mah. Mama bener ÔÇô bener baik deh.ÔÇØ

Dana membungkuk lalu mencium bibir mamanya sekilas. Tak sengaja dada Dana menekan payudara mamanya. Sentuhan ini adalah sentuhan pertama sejak diberlakukannya aturan, namun Diana membiarkannya. Dana lalu bangkit berbalik dan keluar kamar. Dana merasa seperti anak yang paling beruntung.

Diana masih berbaring. Linglung. Perutnya kembali seperti mules. Diana masih terkesima. Lalu Diana teringat sebuah dildo hadiah dari suaminya yang di simpan di laci. Diana lalu bangkit ingin segera makan agar anaknya cepat keluar. Dana ingin orgasme lagi seperti tahun ÔÇô tahun dulu, lepas tanpa ditahan – tahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*