Home » Cerita Seks Mama Anak » Wild Love 39

Wild Love 39

H-2 sebelum malam tahun baru

Aku terbangung pada pagi hari, aktifitasku sekarang malas-malasan dan tak ada yang aku kerjakan. Dengan membawa sematpon kesayanganku, aku pergi ke dapur membuat teh hangat. Dengan gaya sok luar negeri, aku ambil koran kemarin dan kuselipkan di ketek kiriku. Tangan kiri membawa teh hangat dan tangan kanan dunhill yang menyala dan berkobar. Dengan gaya sok ye, aku berjalan ke arah ruang TV. bebas, bebas itulah yang aku rasakan sekarang. Kunyalakan TV dan ku dengarkan TV itu, jelaslah kudengarkan karena koran kemarin aku baca. Benar-benar tidak hemat listrik hari ini.

ÔÇ£berikut sekilas bintang, hari ini warga didaerah ikan duyung menemukan sesosok mayat laki-laki yang tergeletak di pinggir sawah. Tidak diketahui jelas sebab kematiannya, warga yang menemukan mengira lelaki itu sedang tertidur karena mencari belut. Setelah di dekati warga kemudian terkejut karena ternyata lelaki itu sudah tidak bernyawa dan membuat geger seluruh warga di ikan duyung. Menurut polisi yang langsung datang ke TKP setelah di hubungi warga mengonfirmasi bahwa kematian dari lelaki tersebut dikarenakan tusukan pada dada dan tembakan di keningnya. Tak ada saksi mata mengenai pembunuhan ini sampai berita ini diterjunkanÔÇØ begitu berita kilat dari sekilas bintang, aku hanya menyibak sedikit koranku dan kembali membaca

Where did we come from? Why are me here? Where do we go when we die? (Dream Theater). Ringtone HP. Rani

ÔÇ£Halo ranÔÇØ

ÔÇ£kak, kakak lihat berita pagi ini?ÔÇØ

ÔÇ£Oh ya ni lagi nongkrong di depan TVÔÇØ

ÔÇ£Kakak lihat berita pembunuhan ndak?ÔÇØ

ÔÇ£Cuma dengar saja, ada pa kok gugup sekali?ÔÇØ

ÔÇ£Itu… itu yang mati hiks…ÔÇØ

ÔÇ£Eh… ada apa ran?ÔÇØ (langsung aku memindah chanel televisi dan mencari berita tentnang pembunuhan, mungkin saja ada yang baru akan menayangkannya)

ÔÇ£itu pembantu dirumahku kak hiks, dia memang sudah tidak kerja menetap dirumahku hanya datang sewaktu dibutuhkan sajaÔÇØ

ÔÇ£HAH?! Yang benar kamu ran?ÔÇØ

ÔÇ£beneeeeer kak hiks itu pembantuku, yang bantu aku dulu dia menetap dirumah tapi hiks setelah bajingan itu mengambil alih semua harta ibu pembantu itu dipecatÔÇØ

ÔÇ£bentar-bentar, ini ada beritanya lagiÔÇØ (sambil telepon aku mendengarkan berita)

ÔÇ£Kakak hati-hati ya kak hiks hiksÔÇØ

ÔÇ£iya kakak hati-hati, adikku sayangÔÇØ

ÔÇ£beneran lhoÔÇØ

ÔÇ£Iyaaaa… sudah kamu pokoknya jangan keluar rumah, dan tetap dirumah. Kalau mau apa-apa minta tante asih sajaÔÇØ

ÔÇ£iya… hati-hati ya kak hiksÔÇØ

ÔÇ£iya adikku sayangÔÇØ tuuuuuuuuut

Gila? Kenapa malah semakin melebar aksi mereka? Mereka sudah terlihat sedikit gugup dengan apa yang telah terjadi. Eh… laki-laki di suara telepon ayah, apa mungkin waktu aku menelepon itu ayah sedang… pasti dia yang melakukannya. Sebuah pertanyaan besar dalam pikiranku, kenapa mereka bisa dengan mudah menghilangkan nyawa orang. jika memang begitu, aku harus menghadapinya dengan cara yang sama.

Satu hari penuh aku berada dirumah hingga sore hari, mengacak-acak email dan sematpon KS. Nihil, itulah hasilnya. Aku semakin yakin dengan kegugupan mereka. Jika mereka tahu keberadaan Rani dirumah tante asih, maka bisa hancur semuanya. Bahkan keluargaku bisa dibantai oleh mereka begitupula aku. Malam hari karena pikiranku sangat penat oleh semua yang tejadi, aku pergi ke warung wongso mungkin saja bisa melepas penat dengan guyonan.

ÔÇ£Hei hei hei… ada cat tembok yang suka emosi dateng nih? Tumben-tumbenan malam-malam datang?ÔÇØ ucap wongso, anton dan aris

ÔÇ£gundulmu wongÔÇØ ucapku yang turun dari motor menuju ke mereka yang duduk di depan warung

ÔÇ£Ya jelas emosi, lha cewek idamannya sedang makan bersama dengan seorang lelaki lain. Dihadapannya lagiÔÇØ ucap anton yang entah dari mana dia tahu cerita itu

ÔÇ£Hancur hatiku mengenal dikau, jadi keping-keping huoooooooÔÇØ aris menyanyi mencoba mencandaiku

ÔÇ£Ah! Matamu sempal (rusak)! Diam kenapa? rencana mau cari hiburan malah di bully!ÔÇØ ucapku sedikit keras sambil mengambil minuman disebelah anton

ÔÇ£Lha rak tenan ( lha kan bener), dia lagi emosi… sudah tahu itu bukan minumanya main ambil saja!ÔÇØ ucap aris

ÔÇ£kadar gone anton wae owk (Cuma punya anton saja owk) pada ribut!ÔÇØ ucapku

ÔÇ£makanya jadi orang itu tanya-tanya dulu mas bro!ÔÇØ

ÔÇ£enak gak?ÔÇØ ucap anton, kemudian aku sedikit merasa aneh dengan minuman disebelah anton

ÔÇ£kok rasanya ada abu rokok?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£HA HA HA HA HA HA HAÔÇØ tawa mereka bersama-sama

ÔÇ£Ya jelaslah, itu bekas orang tak jadikan asbak goblok! Dasar pemelihara jomblo ha ha haÔÇØ ucap anton

ÔÇ£biasa, kalau orang jatuh cinta, tai kucing rasa coklat, lebih parah lagi orang patah hati… apapun rasa coklat ha ha ha haÔÇØ ucap wongso

ÔÇ£patah hati okelah ar, tapi jangan bunuh diri disini juga dong, kasiha kita kan dikira ngebunuh kamu gara-gara minum es teh sisa campur abu rokokha ha ha haÔÇØ tawa aris

ÔÇ£juh juh juh asu kabeh!ÔÇØ ucapku

ÔÇ£HEI! Pisan maneh omongane ora di atur, Ibu kon ngelapi mejo nganggo ilat! (sekali lagi omngannya tidak di atur, Ibu suruh ngelap meja pakai lidah!)ÔÇØ bentak ibu dari dalam warung

ÔÇ£Ampuuuun DJ… eh Ampuuuun bu he heÔÇØ ucapku

ÔÇ£Lagi patah hati bu, bloken halt! Ha ha ha haÔÇØ ucap wongso

ÔÇ£sudah ahÔÇØ ucapku langsung duduk disamping wongso dan menyulut dunhill. Pandanganku menerawang tak jelas, teringat akan eri yang sedang dalam penahanan.

ÔÇ£Ada apa? Ngomong? Sariawan ya?ÔÇØ ucap aris

ÔÇ£ndak ada… lagi buthek sajaÔÇØ ucapku

ÔÇ£cerita…ÔÇØucap wongso sambil menepuk bahuku

ÔÇ£cerita saja…ÔÇØ ucap anton yang berdiri kemudian masuk ke warung

Fyuuuuuuuuuh…. sejenak kami dalam keheningan, anton kembali dari dalam warung membawa empat gelas wait kofi

ÔÇ£Ada yang gawat ar?ÔÇØ tanya anton

ÔÇ£endaaaaaak…ÔÇØ jawabku santai

ÔÇ£Aku lihat kamu serasa pengin bunuh kamu ar, kaya sama siapa saja kamu arÔÇØ ucap aris

ÔÇ£haaaaaaah…ÔÇØ desahku yang menundukan kepala dan kemudian memandang mereka satu persatu. Mereka menatapku dengan tajam, seolah meminta jawaban atas kegelisahanku

ÔÇ£fyuuuuuuuuuh….ÔÇØ desahku

ÔÇ£Rani…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£Ada apa dengannya? Ketahuan?ÔÇØ ucap aris denga wajah khawatirnya

ÔÇ£gimana ar? Serius kamu?ÔÇØ ucap wongso dengan mimik muka seperti aris, yang kemudian sedikit duduk mendekat ke arahku

ÔÇ£jangan main-main ar?!ÔÇØ ucap anton yang sama khawatirnya dengan aris dan wongso

ÔÇ£Kosek to… makane dirungoke sek, aku ki lagi mikir! (bentar to… makanya di dengarkan dulu, aku lagi mikir)ÔÇØ ucapku dengan kedua tangan bergerak naik turun mencoba menenangkan mereka

ÔÇ£gundumu! Ini masalah rani, kita ndak bisa nunggu kamu mikir koplak!ÔÇØ bentak wongso di sampingku

ÔÇ£iya… iya aku tahu, rani itu ndak kenapa-napa kakak-kakak raniiiiiiiiiiiiiiii….ÔÇØ ucapku

ÔÇ£Wooooooooooooo!ÔÇØ teriak mereka bertiga serempak

Plak! Tamparan ringan mendarat di kepalaku

ÔÇ£Asem kamu ris!ÔÇØ ucapku

ÔÇ£Lha kamu, bikin orang khawatir sajaÔÇØ ucap aris

ÔÇ£Ah… kalian saja yang lebay!ÔÇØ ucapku

ÔÇ£sudah… sudah, terus apa yang membuatmu kusut cat?ÔÇØ ucap anton

ÔÇ£begini bro-ku semua yang koplak-koplak dan ganteng-ganteng dan sudah laku semua dan baik hati…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£ora usah kedawan leh ngomong to the poin su! (ndak usah kepanjangan kalau ngomong, langsung ke poinya njing)ÔÇØ ucap aris

ÔÇ£Iya… iya…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£huuuufffffttttt…..ÔÇØ hela nafasku

ÔÇ£begini dengarkanÔÇØ ucapku dan semua kepala mereka mendekat ke arah kepalaku

ÔÇ£HUWAAAAAAAA HA HA HA HA HAÔÇØ teriakku

ÔÇ£ASU!ÔÇØ teriak aris

ÔÇ£KAMPRET!ÔÇØ teriak anton

ÔÇ£CELENG!ÔÇØ teriak wongso

ÔÇ£HEI!ÔÇØ teriak ibu wongso dari dalam warung membuat aku hanya cekikiÔÇÖan dan semua terdiam

ÔÇ£Cepet! Penasaran akuÔÇØ ucap wongso sambil memiting kepalaku

ÔÇ£Iya… ampun bos ampun…ÔÇØ ucapku, langsung wongso melepaskan pitingannya

ÔÇ£begini, ini masalah eri teman KKN-ku, dan tak lain juga teman raniÔÇØ jelasku, kulihat mereka semua napak serius ketika mendengarkannya kepala mereka mendekat ke arah kepalaku

ÔÇ£Dia, Eri…ÔÇØ

ÔÇ£adalah anak dari salah satu komplotan ayahku dan….ÔÇØ ucapku

ÔÇ£HEH!ÔÇØ mereka bertiga kaget

ÔÇ£Ssssst…. diam!ÔÇØ ucapku

ÔÇ£dan dia juga akan dijadikan mainan seperti eri jika tidak ada yang menolongnyaÔÇØ ucapku

Mereka bertiga kemudian menjauhkan kepala mereka. Wongso memangku dagunya, anton bersandar menerawang ke langit, sedangkan aris, kedua siku tangannya berada pada pahanya dengan kepalanya menunduk ke bawah.

ÔÇ£Dimana dia sekarang?ÔÇØ ucap anton

ÔÇ£Rani… tidak tahu keberadaanya, setelah kejadian malam itu… eri di bawa ke daerah dimana dia tidak mengetahuinya, jika suasana mulai reda dia akan dibawa kembali kerumahnya oleh AyahnyaÔÇØ

ÔÇ£satu hal lagi, dia dijaga oleh body guard…ÔÇØ lanjutku

ÔÇ£terus apa yang harus kita lakukan?ÔÇØ ucap aris

ÔÇ£Tidak tahu, eri tidak tahu keberadaan dirinya, kemungkinan dia disekap dalam kamar, itu hanya asumsiku. Jika dia tidak disekap dalam kamar mungkin dia tahu keberadaannya dan bisa mengatakannya kepada raniÔÇØ ucapku

ÔÇ£menurutku tidak, dia tidak mengatakan keberadaanya karena dia tidak mau membahayakan orrang lain yang mau menolongnyaÔÇØ ucap wongso. Kata-kata wongso ada benarnya dan membuatku sedikit termenung.

ÔÇ£Mungkin ada baiknya kita menunggu…ÔÇØ ucap anton

ÔÇ£Maksud kamu?ÔÇØ ucap aris dan aku secara bersamaan

ÔÇ£jika kita gegabah, mungkin malah akan menimbulkan kecurigaan. Sekalipun kita tahu, kita tidak menguasai medan bisa berbahaya bagi kita. Dan…ÔÇØ

ÔÇ£lelaki yang terbunuh dipinggiran sawah adalah pembantu dari raniÔÇØ ucap anton

ÔÇ£bb bb bagaimana kamu bisa tahu?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£Guoblok! Ya aku tahu to kang mas aryaaaaaaa… kamu tahu sendiri aku ini siapa?ÔÇØ ucap anton membuatku betepuk jidat

ÔÇ£benar kata anton, kita hanya bisa menunggu… jika kita tahu dia berada diluar daerah kita, kita tidak bisa menguasai medan dan bisa membuat kita terbunuhÔÇØ ucap wongso

ÔÇ£ya betulÔÇØ ucap aris

ÔÇ£dan kamu suruh rani untuk selalu menghubungi dan mencari informasi dari eriÔÇØ ucap anton

ÔÇ£ya betulÔÇØ ucap aris

ÔÇ£agar kita bisa tahu pergerakan merekaÔÇØ lanjut anton

ÔÇ£ya betulÔÇØ ucap aris

ÔÇ£bisa ndak sih kamu kasih saran ndak Cuma bilang ya betul ya betul terusÔÇØ ucap wongso kepada aris

ÔÇ£ya betul.. eh…ÔÇØ ucap aris

Plak..! tamparan ringan dari anton untuk kepala aris

ÔÇ£aduh… lha aku harus ngomong apa? Kalian kan lebih berpengalaman?ÔÇØ ucap aris

ÔÇ£Dasar! Bisnismen keris!ÔÇØ ucapku

ÔÇ£ya betulÔÇØ ucap aris

ÔÇ£KAMPRET!ÔÇØ bentak kami bertiga, membuat aris melompat menaiki kursi

ÔÇ£ya betulÔÇØ ucap aris kembali keluar

Ya, mungkin memang ada benarnya juga. Kami harus menunggu karena di daerahku ini semua jalan dusah kami kuasai. Paling tidak kami hafal jalan seandainya kami harus berlri-larian kesana kemari. Tiba-tiba sebuah taksi datang ke warung wongso, tepat berada di kiriku dan wongso yang duduk menghadap ke warung. Kami semua yakin itu bukan taksi pak wan. Semua perhatian kami tertuju pada mobil taksi itu ketika pintu belakang mobil yang dekat dengan kami terbuka sedikit. Sebuah kaki putih nan jenjang keluar terlebih dahulu diikuti dengan tangan kanan sang pemilik kaki dimana sebuah tas kecil menggantung di tangan kanannya. Wanita itu dengan rambut panjang bergelombang berdiri di samping pintu mobil. Tangan kirinya menyibak rambut yang menutupi bahu kirinya. Matanya yang indah dengan bulu mata buatan dan sedikit eye shadow menghiasi matanya. Dadanya yang sedikit terbuka tampak sangat membusung membuat mata kami semakin terpana akan keindahan dari buah yang tumbuh di dadanya itu.

Brakkk… pintu mobil taksi ditutupnya dengan sangat kasar, membuat kami semua yang sebelumnya terpesona sedikit kaget. Wanita itu kemudian berbalik dan berjalan menuju ke arah kami dibarengi dengan mobil taksi yang mundur untuk meninggalkan warung wongso. Wanita dengan pakaian sangat terbuka ini berdiri di dekat kami dan kami memandangnya dengan penuh takjub akan kecantikannya.

ÔÇ£Halo ganteng-ganteng sayangku muach muach…ÔÇØ ucap wanita tersebut dengan tangan kirinya mentowel pipi kami sati persatu. Dan kami tahu siapa wanita ini…

ÔÇ£DIRA?!ÔÇØ teriak kami bersama, brakkkk… kami terjatuh bersama-sama

ÔÇ£iiihhh.. segitunya deh kalau lihat dira, terpesona ya?ÔÇØ ucap dira sedangkan kami mulai berdiri dan duduk kembali ke tempat kami

ÔÇ£beneran kamu dir? Gila kamu dir! Bisa-bisanya jadi kaya gitu?!ÔÇØ ucap anton

ÔÇ£Bisa dong kan teruntuk cintaku eko… gimana cantik kan?ÔÇØ ucap dira

ÔÇ£HUEEEK!ÔÇØ teriak kami bersama-sama

ÔÇ£iiih… cantik yah?ÔÇØ ucap dira

ÔÇ£HUEEEEEEK!ÔÇØ teriak kami bersama-sama lagi

ÔÇ£owalah dir… dir… jaman kamu SMA itu banyak cewek yang suka sama kamu, saiki malah kamu jadi cewek… owalah yooooo yooooo….ÔÇØ ucap ibu wongso yang berada didepan pintu warung yang sudah sepi ini

ÔÇ£DIRA! Kamu itu… iiiih… itu berlebihan tahu!ÔÇØ ucap asmi yang keluar sambil menunjuk pada bagian dada dira

ÔÇ£iiih jeles ya kamu say, punyaku lebih indah kan hi hi hiÔÇØ ucap dira

ÔÇ£sudah… sudah, asmi ayo masuk saja, ndak usah ngurusi dira bisa sampe tahun batu juga ndak bakal selesaiÔÇØ ucap ibu wongso yang kemudian menarik asmi masuk kembali ke warung

ÔÇ£Dasar gila kamu, bisa-bisa diperkosa kamu dijalan!ÔÇØ ucap wongso

ÔÇ£Bisa dijadikan kambing peliharaan kamu dirÔÇØ ucap aris

ÔÇ£Parah… parah… kamu dirÔÇØ ucapku

ÔÇ£jangan gitchu dong ganteng… dira kasih yang spesial deh buat kalianÔÇØ ucap dira sambil membalikan tubuh

ÔÇ£Nih disini cyiin, sepuasnya tapi jangan yang didepan ya karena yang didepan buat cintaku ekoÔÇØ ucap dira sambil menunjukan anusnya

ÔÇ£HUEEEEEEEEEK!ÔÇØ teriak kami bersama

ÔÇ£Hi hi hi hi hi… tenang saja cyin ini operasinya belum selesai nanti kalau udah selesai pastinya lebih bagus dari ini hi hi hiÔÇØ ucap dira yang memerkan tampilan barunya ke kami. sambil berputar-putar memperlihatkan tubuhnya ke kami.

Ya… walaupun dia sableng bahkan sampai harus operasi tapi di tetap sahabat kami. sahabat yang selalu membuat suasana kembali menjadi indah dan riang. Dia tidak pernah marah walaupun kami membully-nya berkali-kali. inilah sahabat-sahabatku, keluarga keduaku. Obrolan ringan berlanjut hingga beberapa gelas kopi gratis dari warung wongso berjajar di sebelah kami. Walau kami bisa tertawa hingga terbahak-bahak hingga kami bisa terjengkang ke belakang, tetap saja dalam tawa kami ada sedikit ke khawatiran. Dan yang paling jelas terlihat adalah aku, wajahku, rautku, mimik mukaku menunjukan bagaimana aku sangat khawatir tentang Eri. Jika rani mungkin aku tidak begitu khawatir karena dia ada bersama tanteku. Memang mereka adalah sahabatku, dan mereka tahu akan perasaanku saat ini. mereka selalu mencoba menenangkan aku dari setiap canda kami, mereka selalu bilang kalau mereka ada untuk aku. Apapun kesulitanku pasti akan mereka bantu apapun caranya. Aku hanya tersenyum mendengarkan celoteh mereka. Hingga tengah malam, Satu per satu dari kami mulai menguap dan akhirnya kami mengakhiri tongkrongan kami. aku pulang dengan membawa segudang pertanyaan yang membingungkanku. Hingga dirumah didalam kamar, aku rebah dengan segudang pertanyaan dan sejuta rasa lelah.

H-1

Pagi hari…

ÔÇ£ergh… apa ini?ÔÇØ bathinku. Ku buka mataku secara perlahan dan ku coba melihat sumber kegaduhan yang membuat gaduh bathinku

ÔÇ£Ibu…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£slurrp… slurrppp… mmmm…. slurrrp…. mmmm aahhhhÔÇØ

ÔÇ£baru bangun sayangku?ÔÇØ ucap ibu dengan batang dedek arya yang dipegang dengan tangan kanannya tepat di depan mulutnya

ÔÇ£Ibu kapan pulanghhhhh ouwhhhhh….ÔÇØ rintihku

ÔÇ£slurrp… slurrppp… mmmm…. slurrrp…. mmmm aahhhhÔÇØ ibu kemudian melepaskan kulumannya dan duduk bersimpuh di depanku dengan posisi kakiku terbuka lebar. Aku bangkit dan duduk dengan tubuhku ditopang kedua tanganku di belakang.

ÔÇ£Apa? Matanya kok kaya gitu?ÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£cantik dan seksi buÔÇØ ucapku melihat ibu memakai jarik yang dijadikan kemben yang menutupi sebagian susunya dan sebagian pahanya. Susunya tampak ingin melompat keluar dari kemben itu

ÔÇ£teruuuuuus?ÔÇØ ucap ibu, aku dekatkan tubuhku dan kepalaku menunduk ke susunya

ÔÇ£arya suka iniÔÇØ ucapku sambil mengelus-elus gundukan

ÔÇ£kan ini punya anak ibu, dan itu kamu sayang ku…ÔÇØ ucap ibu sambil mengangkat kepalaku untuk memandangnya dengan menggunakan kedua tangannya. Dikecupnya bibirku secara perlahan, beberapa kecupan didarakannya lagi di bibirku. Dan kecupan terakhir tak lepas dari bibirku, kupeluk tubuhnya dengan kedua tanganku. Akhirnya kedua bibir ini berpagutan saling menyedot dan saling melumat satu sama lain.

Ibu kemudan mengangkat pinggulnya hingga tepat di atas dedek arya dengan posisi masih berciuman. Hawa panas antara kami berdua mulai terasa disekitar kami. Hawa akan keinginan untuk segera dituntaskan. Perlahan dedek arya amblas ke dalam vagina ibu, benar-benar sungguh nikmat ditambah lagi lumatan bibir kami yang tak henti-hentinya bergerak saling memuaskan bibir pasangan.

ÔÇ£Ouwh… kontol kamu gede dan keras ouwh kontol kamu menggaruk tempik Ibu… dalam sekali ouwh… enak… tempik ibu keenakan dengan kontol anak ibu ini… benar aaahhhh benar nikmat ouwh..ÔÇØ racaunya

ÔÇ£enakan bu kontol anak ibu ufthhhh… tempik ibu sempit banget ouwh…. enak banget bu, kontol arya keenakan di tempik ibu ouwh…ÔÇØ racauku

ÔÇ£Ouwh sayangku… ibu kangen dengan kontol kamu ouwh… kontol kamu yan bisa memuasi ibu… erghhh… ibu akan selalu jadi istrimu, kekasihmu, pacarmu, dan wanita pemuasmu… ouwh yah dalam sekali sayang… menthok didalam sayangku benar-benar keras dan kuat… erghhhh….ÔÇØ racaunya sambil matanya terpejam dan pinggulnya naik turun

ÔÇ£Ibu suka kontol anak ibu masuk ke tempik ibu kan? Bilang bu owh….ÔÇØ desahku

ÔÇ£Iya ibu suka kontol anak ibu masuk ke dalam tempik ibu… ayo nak kamu ikut goyang sayangkuwh owh… tempik ibu keenakan dimasuki kontol kamu owhhh… yahh… ssshhh… mmmmhhhh….ÔÇØ racaunya

ÔÇ£Ibu ergh… tempik ibu njepit sekali bu… sempit sekali….ÔÇØ ucapku

ÔÇ£Jelas sayang, hanya kamu yang bisa memasuki dan memuaskan tempik ibu.. ouwhhh… tempik ibu selalu gatal kalau ingat kontol anak ibu ini oh….ÔÇØ ucap ibu

Ibu memegang bagian belakang kepalaku dan sambil tetap menaik turunkan pinggulnya. Kepalaku didekapnya di gundukan indah dadanya. Aku menjilati setiap nanometer gundukan itu, dan kadang lidahku aku selipkan diantara kemben dan susunya untuk merah puting susu ibu. semakin lama goyangan ibu semakin kencang. Gesekan dinding vagina ibu semakin terasa, begitu hangat dan panas serta licin. Benar-benar kenikmatan tiada duanya.

ÔÇ£sayang… oh oh sayang arghh… erghhhh sayaaaaaaaaaaaangÔÇØ ucap ibu melenguh

Tubuhnya melengking dan mengejang beberapa saat. Aku terpana melihat raut wajah ibu yang penuh kenikmatan itu, tambah semakin cantik dan benar-benar menggugah nafsuku untuk segera bangkit dan meninggi. Tubuhnya kemudian ambruk ke arah tubuhku, langsung aku peluk. Tampak nafasnya terengah-engah tak karuan ketika kepalanya rebah di bahu kiriku. Kuelus punggungnya den perlahan, desahannya pun semakin terasa. Kenyalnya susu ibu sedikit terasa di dadaku. Ku angkat tubuh ibu untuk kembali tegak kembali. Kupandangi ibu yang tersenyum manis dengan wajah penuh kenikmatan itu.

ÔÇ£Bu, arya pengen lihat susu besar dan kenyal punya ibuÔÇØ ucapku

ÔÇ£bagaimana sayang hash hash has…. pokoknya ibu nurut kamu, mau diapakan terserah kamu sayang, sekarang ibu adalah istri kamu, kekasihmu, pacar kamu sekaligus pemuasmu sayangku , oh anakku hash hash hashÔÇØ desahnya

ÔÇ£Iya, arya juga akan jadi suami ibu, kekasih ibu, pacar ibu dan pemuas ibu ….mmmmmÔÇØ ucapku yang langsung mencium bibir indahnya

Kubuka kemben ibu perlahan dan kupelorotkan sedikit hingga susu ibu terlihat semua. Kemudian kemben itu aku ikatkan lagi tepat dibawah susu ibu, sekarang yang tertutup adalah bagian bawah susu ibu hingga setengah paha ibu. kulepaskan ciumanku dan kukulum habis kedua puting itu, kedua tangan ibu menyangga bagian bawah susu ibu dan disodorkannya kedua susu itu kepadaku.

ÔÇ£puting ibu kecil dan indah sekali mmmm slurrrppp…. mmmmmÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£hisap sayangku, hisap yang kuat buat puting ibu semakin besar, buat lingkar puting ibu semakin besar… beri tanda yang banyak sayangku… owhhh sedooot yang kuat… beri tanda bahwa ibu milikmu ouwh…. hisap yang kuat….ÔÇØ racau ibuku menambah nafsuku

Sedotanku semakin kuat, semakin benafsu dengan susu indah, besar, kenyal dan sekal ini. benar-benar susu yang ranum, betapa bodohnya ayahku meninggalkan susu indah ini. apakah dia tidak mempunyai nafsu sama sekali dengan ibu? padahal bodinya masih sama seperti dengan bodi ABG-ABG umur 20-an.

ÔÇ£Bu… mmmmm…ÔÇØ panggilku dan seketika itu aku mencium bibirnya

Tangan ibu kemudian beralih bahuku, aku peluk tubuh ibu dan ku dekatkan hingga ke menempel ketubuhku. Segera setelahnya aku baringkan ibu dan kukangkangkan kedua kakinya dengan posisi dedek arya masih berada didalam vagina ibu. segera aku menggoyang semakin cepat di awali dengan goyangan pelan.

ÔÇ£puasi ibu nak… erghhh puasi ibu dengan kontol anak ibu ini… lebih keras lagi sayangku, ibu suka kalau mentok… erghhh… terus… goyang terussshhhhhhh buat susu ibu bergoyang untukmu sayanghhhhhÔÇØ racaunya

ÔÇ£Ibu tambah cantik sekali kalau lagi dikenthu sama arya…ÔÇØ ucapku dengan senyuman nakal

ÔÇ£Kamu memang nakal, tempik ibu kamu masuki kontol kamu dan sekarang kamu bilang kamu suka wajah ibu kalau sedang kamu kenthu nakal sekali kamu sayang… ayo sayangku lebih nakal lagi sayang ohhhh mmmm…. puasi ibu….ÔÇØ racaunya kembali

ÔÇ£owhhh bu nikmat sekali, aku ingin ngenthu ibu terus owh…. selalu…ÔÇØ racauku

Goyanganku semakin cepat, dan semakin liar. Kedua tangan ibu meremas sprei yang ada di atas kepalanya. Bibir bawahnya digigit.

ÔÇ£Arya… ibu hampir sampai… ayo suamiku… labih keras lagi oh….ÔÇØ racaunya

ÔÇ£Aku juga cinta owh… ya enak sekali becek dan sempit sayangku…ÔÇØ racauku, dan kuhujam sangat keras kedalam tempik ibu

Crooot crooot crooot crooot crooot crooot crooot crooot crooot

Langsung tubuhku rebah, dan kupeluk tubuh ibu sangat erat. kami mengejang bersama hingga nafas kami sedikit teratur. Kukecup keningnya dan kuelus rambutnya. Kupandangi wajahnya dan kemudian aku mencium bibir indahnya.

ÔÇ£am i wild dear?ÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£Lumayan bu…ÔÇØucapku kembali mencium bibirnya

ÔÇ£ibu ingin lebih liar lagi, ajari ibu sayang biar ibu punya pengalaman permainan yang liarÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£tapi aku lebih suka ibu yang anggunÔÇØ ucapku

ÔÇ£dan juga liar sayang?ÔÇØ ucap ibu dan aku hanya mengangguk. Memang keanggunan yang dikombinasikan dengan keliaran tampak lebih hot bagiku

ÔÇ£berarti ibu harus pakai kebaya ya sayang?ÔÇØ ucap ibu sambil jari tangan kanannya mengelus dadaku

ÔÇ£jika begitu, arya akan perkosa ibu sajaÔÇØ ucapku dengan senyum nakal

ÔÇ£Hmmm… nakal kamu , masa ibu mau kamu perkosaÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£apapun ibu, aku sukaÔÇØ ucapku kembali memeluknya dan menciumnya

Hingga akhirnya aku rebah disamping ibu, dan kami saling berpelukan. Rasa kantuk yang baru saja hilang kembali lagi ke dalam mataku. Akupun tertidur sekejap. Tepat pukul 09:30 aku terbangun, kudapati dedek arya berdiri tegak. Tanpa mengenakan pakaian aku berjalan keluar kamarku menuju lantai bawah. Kudapati ibu sedang berada didapur dan mencuci piring. Kudatangi ibu dan langsung aku peluk dari belakang.

ÔÇ£Aw… kamu itu bikin kaget saja sayangÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£Salah sendiri nyuci piring ndak pakai pakaianÔÇØ ucapku

ÔÇ£Kamu suka sayang?ÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£HeÔÇÖemÔÇØ ucapku

ÔÇ£Apanya?ÔÇØ ucapnya kembali

ÔÇ£Aku suka pantat besar ibu ini, suka susu ibu yang besar dan masih seperti ABG iniÔÇØ ucapku

ÔÇ£Cuma itu sayang? Kamu ndak suka ngontolin ibu atau mejuhin ibu?ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£Iya bu, arya suka ngontolin mulut ibu, suka ngontolin tempik ibu… suka mejuhin wajah, mulut dan semua bagian tubuh ibu…ÔÇØ ucapku sambil memeluknya dan mengecup-ngecup bahunya

ÔÇ£tapi kenapa ndak kamu kontoli sekarang sayang erghhhhÔÇØ ucap ibu

Segera tangan kananku menelusup diantara himpitan pantat ibu. Dengan sedikit membungkuk aku dan tangan kiriku meremas susu kirinya. Aku masukan jari-jariku kedalam tempik ibu. akhirnya aku berjongkok dibelakangnya, kutarik pinggul ibu dan kumainkan tempik serta itil ibu.

ÔÇ£erghh… jilati sayangku… sedot yang kuat itil ibu… ibu suka dijilati mulut anak ibu… enak sekali, ayahmu yang bajingan itu tidak pernah mau menyentuh ibu… sentuh ibumu ini, ibu suka dijamah oleh anak ibu… jamah ibu owh kocok lebih keraaaaassssssssss….. yah seperti itu…. jilati lagi arghhhhhh…..ÔÇØ racaunya dimana aku memainkan itil dan mengocok vaginanya

ÔÇ£terus tersu lebih… ajari ibu bercinta jadikan ibu pemuas lidahmu owh….. ya seperti itu…. arghhhhhh… yah begitu aaaaaaarghhhhhhhhÔÇØ racaunya yang diakhiri oleh teriakan hingga tubuhnya mengejang beberapa kali. tanpa memberinya kesempatan untuk beristirahat, aku kemudian bagkit dan menarik pantatnya. Dengan sedikit melebarkan kakiku, Ku arahkan dedek arya ke liang vagina ibu kemudian aku tekan.

ÔÇ£Owhh…. sayang… kamu memang nakal, ibu masih merasakan nikmat kamu beri kenikmatan lagi… ayo sayangku hajar ibu lebih keras lagi…ÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£Ibu benar-benar nakal sekarang, ibu itu anak kepala daerah sekarang nakal sekaliÔÇØ ucap ibu. plak aku tampar pelan pantat ibu dan mulai menggoyang

ÔÇ£Kamu cucu kepala daerah juga suka ngenthu ibunya sendiri, nakal kamu erghhh… tampar lebih keras lagi sayang… buat ibu lebih nurut lagi samahhh kamuwhhh owhhh….ÔÇØ ucap ibu dan aku mulai menampar beberapa kali pantatnya hingga berwarna sedikit merah

ÔÇ£Ibu … aku sedang ngontolin tempik ibu… owhh benar-benar nikmat… tempik ibu nikmat sekali…ÔÇØ racauku

ÔÇ£terus goyang sayang, susu ibu jangan dianggurin sayang remas dong sayang erghhh….ÔÇØracaunya

Posisi tubuhku yang semula tegak sekarang sedikit membungkuk. Kedua tanganku meraih susu ibu dan kuremas sangat kuat. Kugoyang pinggulku dan terasa menthok didalam. Semakin keras aku menggoyang, semakin terdengar suara desahan dan racauan ibu yang semakin liar. Dengan kedua tangan masih disusunya aku sedikit menarik tubuh ibu agar mendekat kearahku, seakan tahu maksudku ibu mengangkat tubuhnya dan menolehkan kepalanya kebelakang. Kami sekarang berciuman dengan posisi masih gaya anjing. Kuarahkan ibu ke ruang TV sambil berjalan dan berciuman aku terus menggoyang pinggulku untuk menghujam vagina ibu. ibu tampak kesulitan namun tubuhnya tak mau protes akan tingkahku, tubuhnya mengikuti semua keinginanku. Ketika hendak keruang TV aku melihat kamar ibu.

ÔÇ£Ke kamar ibu, aku ingin memuaskan ibu dikamar ibuÔÇØ ucapkku pelan, sambil mengarahkan ibu ke kamarnya.

ÔÇ£owh… ya, puas ibu dikamar itu sayang… biar ayahmu itu tahu bau peju ternikmat bagi ibuÔÇØ ucapnya sambil mengikuti instruksi dari tubuhku

Klek… daun pintu dibuka dan aku masih dalam posisi doggy style menggoyang pinggulku sambil berjalan menuju ke arah tempat tidur ibu dan ayahku. Hingga akhirnya sampai di tempat tidur ibu merangkak ke depan tepat diatas tempat tidur. Kuarih tubuh ibu agar semaki mendekat, sekarnag posisi tubuh ibu membusung kedepan dengan vagina yang aku masuki oleh dedek arya dan bibirnya yang aku sumbat dengan bibirku. Tanganku tak hanya tinggal diam, tangan kananku menahan tubuh ibu agar tidak kembali jatuh kedepan dan tangan kiriku meremas-remas susu ibu.

ÔÇ£Ayo sayangku kenthu ibumu diatas tempat tidur ini, jadilah lelaki yang selalu menyetubuhi ibumu di atas tempat tidur ini… owh… biarkan tempat tidur ini menjadi tempat kita memadu kasih owhhh… aduh… kontol kamu nakal sekali sayang… nyodoknya dalam sekali ughhhh mmmm slurppp….ÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£tentu bu, sekarang ini adalah tempat tidur kita berdua ouwh… benar-benar nikmat tempikmu… tempik ibu enak sekali, kontol anak ibu keenakan didalamnya… arghhhh… aku ingin muncrat tersu di didalam tempik ibu…ÔÇØ racauku kembali mencium bibirnya

ÔÇ£Ayo sayang goyang lebih keras lagi, katakan imajinasimu kepada ibu… apa yang kau inginkan ibu akan arghhh turuti asal kontol kamu memuaskan tempik kering ini sayang owhh… yah terus goyang terus… puasi ibumu ini sayang… puasi ibumu yang selalu merindukanmu dan kontol kerasmu inihhhhÔÇØ racaunya

ÔÇ£Aku ingin menyetubuhimu, ngethu ibu diamanapun di kamar mandi, ditempat tidurku, ditangga, di dapur, di belakang rumah, di ruang tamu, di atas motorku, aku ingin ngenthu ibu selalu yeah enak sekali…ÔÇØ jawabku

ÔÇ£owh sayang itu pasti menyenangkan… ibu akan menurutimu ibu akan jadi wanita pemuasmu sayang yah… emmmhhh…. kontol kamu garuk-garuk tempik ibu lagi owgh… ibu mau dimanapun asalkan kamu yang memuasi ibu owghh yah… terus sayangku…ÔÇØ racau ibuku

Tubuh ibu kemudian ambruk kedepan dengan kedua tangannya sebagai tumpuan. Aku terus menggoyangnya, kedua susunya aku remas semakin kuat. Semakin kuat aku meremas menandakan aku semakin dekat dengan puncakku. Kepala ibu mendongak ke atas merima setiap hantaman dedek arya di vaginanya.

ÔÇ£Ibu aku pejuhin tempik ibu….ÔÇØ teriakku yang mendekati puncak

ÔÇ£Pejuhin, pejuhin yang banyak… tandai semuanya… tandai tubuh ibu… tandai tubuh ini sabagai milikmu sayang owghhhh ibu juga hampir keluar…ÔÇØ racaunya. Kuhentakan dengan sangat keras dedek arya kedalam vaginanya.

Crooot crooot crooot crooot crooot crooot crooot crooot crooot

Ku tahan dedek arya didalam vagina ibu yang juga mengeluarkan cairan hangat. Terasa sangat nikmat dengan gaya anjing kawin ini. kupeluk tubuh ibu yang ikut ambruk kedepan karena tidak mampu menahan tubuhku. Kukecup rambut indahnya dan kuelus-elus. Lama dalam posisi ini aku kemudian merebah di sampingnya, ibu kemudian berbalik dan memelukku merebahkan kepalanya didadaku. Hening lama, tak ada suara diantara kami ketika mengatur nafas ini.

ÔÇ£sayang… ibu ingin sesuatu yang lain lagi ya… ibu ingin merasakan yang lain bersamamu sebelum kamu menemukan tambatan hati…ÔÇØ ucap ibu memecah keheninngan

ÔÇ£pasti bu, tapi kalau tidak menemukan ibu yang jadi pasangankuÔÇØ ucapku

ÔÇ£Iya, sampai kendorpun ibu mau sayang hi hi hiÔÇØ ucap ibu

Kemudian kami beristirahat beberapa menit, ibu kemudian beranjak keluar kamar untuk menyiapkan makan pagi. Entah makan pagi atau siang akupun tidak tahu. Setelah beberapa saat kemudian aku bangkit dari tempat tidur, kupandangi tempat tidur ini sebagai tempat tidurku bukan milik dia lagi. Aku keluar dan kudapati ibu sedang menyiapkan makanan. Ibu memandangku ddengan senyuman anggunnya, walau rambutnya tampak acak-acakan dan tubuhnya terlihat masih lusuh karena keringat kami berdua. Aku langsung duduk kearah ruang TV dan menghidupkan layarnya.

ÔÇ£Makan sayang?ÔÇØ ucap Ibu

ÔÇ£Maem sama ibuÔÇØ ucapku

ÔÇ£iya, ini ibu ambilin buat lelakikuÔÇØ ucap ibu sambil membawakan makanan dan duduk disampingku

ÔÇ£Bu… Ibu lapar?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£Iya dong, kamunya sihminta terusÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£Bu…ÔÇØ aku berucap sambil menggenggam tangannya

ÔÇ£Pasti ada maunya, anak muda belum puas-puasÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£kulumiiiiiiiiiiin…ÔÇØ ucapku manja

ÔÇ£iiiih nakal masa ibunya sendiri disuruh ngulum kontol anaknyaÔÇØ ucap ibu yang kemudian beranjak ke arah tengah-tengah selangkanganku

ÔÇ£kok bobo? Ibu bangunin ya sayang tapi janji jangan dimasuki ya? Perih kamu tadi nyodoknya keras-keras sihÔÇØ ucap ibu yang aku balas dengan anggukan. Ibu kemudian mengulum dedek arya dengan tangan dibawah, seperti gaya anjing mengulum

ÔÇ£ugh… benar-benar nikmat bu owghhh mulut ibu pokoknya buat kontolku sajaÔÇØ ucap ku yang dibalas dengan senyuman yang terlihat ketika mengulum dedek arya. kuelus-elus rambutnya perlahan, kadang jari-jari tanganku mengelus-elus lehernya. Tak lama berselang dedek arya bangkit, ibu kemudian sedikit mengangkat tubuhnya. Dijepitnya dedek arya diantara belahan susunya, sedikit diludahi agar bisa naik turun dengan sempurna. Kepalanya mendongak keatas meminta agar mulutnya di lumat olehku. Akupun menunduk dan melumat bibir Ibu.

ÔÇ£Ibu lapar?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£Iya sayang, wanita pemuasmu ini kelaparan, suapin sayangku biar diah bisa memuaskan kamu lebihÔÇØ ucap ibu yang mulai menyebut namanya

Kuambil piring berisi nasi yang diletakan oleh ibu disampingku. Kukunyah sesendok makanan dimulutku, setelah lembut kupegang kepala ibu dengan kedua tanganku. Mulut ibu seakan tahu, mulutnya langsung membuka dengan tubuhnya berhenti naik turun tapi kedua tangannya tetap menggoyang susunya untuk menjepit dedek arya. kumasukan makanan itu kemulutnya dan ditelan langsung oleh ibu, walau ada sedikit yang tumpah disekitar bibirnya aku jilati dengang lidahku dan ku arahkan mulutnya.

ÔÇ£Lagi sayang… diah pengen disuapi lagi, ayo sayang suapi lagi… kamu juga makan sayang…ÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£iya wanita pemuasku, lelaki pemuasmu ini pasti akan selalu menyuapimuÔÇØ ucapku Begitulah hingga makanan didalam piring telah habis, kini aku menikmati pemandangan ibu sedang memuasi dedek arya.

ÔÇ£Diah lebih kenceng, arya pengen pejuhin mulut sama wajah diahÔÇØ ucapku semakin berani

ÔÇ£heÔÇÖem arya, pejuhin diah ya… diah belum mimik peju arya hari ini, begini kan arya?ÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£Ouwh diah pinter banget kontol arya mau pipis rasanyaÔÇØ ucapku

ÔÇ£Ayo arya, pejuhin diah… diah sudah kangen peju aryaÔÇØ ucap ibu

Semakin keras dan cepat ibu mengocok susunya didedek arya. dan….

ÔÇ£Diah, ar… yah mau keluar… mulut diah dibuka… arya pengen pejuhin mulut diah…ÔÇØ racauku

ÔÇ£aaaaaaaaak…..ÔÇØ ucap ibu membuka mulutnya tapi sambil tetap menggoyang susunya

ÔÇ£arya keluar….ÔÇØ ucapku, ibu langsung melepas jepitan susunya dan dipegangnya dedek arya diarahkan kedepan mulutnya

Crooot crooot crooot crooot crooot crooot crooot crooot crooot

Beberapa tembakan masuk kedalam mulutnya tapi setelah beberapa tembakan itu, Ibu menutup mulutnya dan memjamkan matanya. Segera setelahnya beberapa tembakan mengenai wajahnya. Keanggunan, keliaran dan keindahan bersatu dihadapan mataku.

ÔÇ£sluurpp sluurrrp… anak ibu semakin nakal ya…. slurrrpÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£Ah ah ah… pokoknya ibu harus suka… ah ah ahÔÇØ ucapku

ÔÇ£suka deh kalau kamu semakin nakal sama ibuÔÇØ ucap ibu

Dibersihkannya wajahnya dan kemudian mengulum sisa-sisa sperma yang masih menempel di dedek arya. setelah bersih, ibu kemudian mengajakku mandi. Ibu memandikanku seperti masa kecilku, da aku juga memandikannya. Selama mandi aku berbincang dengan ibu, Aku kemudian mengatakan kepada Ibu yang terjadi kemarin mengenai kematian pembantu rani. Demi keselamatan Ibu, aku minta ibu untuk kembali ke rumah tante ratna. Ya karena rumah tante ratna memiliki keamanan yang bagus ketimbang rumahku..

ÔÇ£Apa mungkin dia mencurigai kita sayang?ÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£mungkin bu, tapi aku tidak tahuÔÇØ ucapku

ÔÇ£kalau iya, dia pasti akan mengakhiri hidup kita terlebih dahuluÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£Ibu tenang saja, itu tidak akan terjadiÔÇØ

ÔÇ£kita pasti bisa menyingkirkannyaÔÇØ lanjutku

ÔÇ£kamu hati-hati ya sayang, nanti ibu akan telepon ayahmu kalau ibu masih dirumah tante ratnaÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£Apa itu tidak semakin berbahaya bu?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£sudah kami tenang saja, disamping perumahan tante ratna kan ada kantor polisi jadi lebih amanÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£iya bu…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£kamu jangan gugup sayang, tenang nanti ibu akan ajak ngobrol ayah kamu biar semua terlihat seperti biasaÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£biasa?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£ya biasa, kan kamu tahu sendiri ibu dan ayah tidak pernah akur, jadi ya nanti itu bisa ibu jadikan alasan untuk nginep di tante ratnaÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£tapi ibu harus hati-hati, jangan sampai keceplosanÔÇØ ucapku

ÔÇ£tenang sayang, ibu lulusan S2 lebih pintar dari bajingan itu hi hiÔÇØ ucap ibu

Setelah mandi kemudian aku meminta ibu untuk bersih-bersih dan menyiapkan pakaian untuk menginap dirumah tante ratna. Jadi ketika aku meninggalkan ibu sendirian pikiranku aman. Selama ibu bersiap-siap aku memesankan taksi, ya pak wan aku minta untuk mengantar ibu kerumah tante ratna. Sembari menunggu taksi datang aku dan ibu bercumbu diruang tamu. Pak wan kemudian datang, aku antar ibu sampai di taksi.

ÔÇ£Pak titip ibu, antar ibu kerumah tante ratna ya?ÔÇØ ucap ku

ÔÇ£Iya den pastiÔÇØ ucap pak wan

Kulihat taksi itu menghilang dari pandanganku, taksi berwarna biru itu. Aku hanya berharap semuanya akan baik-baik saja. Aku kemudian kembali ke kamarku, menyiapkan penyamaran untuk besok malam, pakian serba hitam dan juga tak lupa aku siapkan wig rambut panjangku. Serta stocking tangan berwarna hitam untuk menutupi putihnya kulitku. Entah besok akan seperti apa a juga tidak tahu, yang jelas aku harus menghilangkan ciri-ciriku karena mungkin saja akan ketahuan.

Wiu wiu wiu wiu wiu wiu wiu wiu . ringtone HP. Tante asih

ÔÇ£Halo tan, ada apa?ÔÇØ

ÔÇ£Ar, kamu hati-hati semalam ada yang mengacak-acak dokumen rumah sakit. Tapi orang itu sudah tertangkap oleh pihak rumah sakit dan diserahkan ke pihak kepolisianÔÇØ

ÔÇ£Eh… berarti, mereka mencari tahu keberadaan Ibunya raniÔÇØ

ÔÇ£bisa jadi, dari CCTV rumah sakit orang yang mengacak-acak dokumen rumah sakit memutari semua ruang di rumah sakit, mereka kemungkinan mencari ibunya raniÔÇØ

ÔÇ£hmmm… okay tan terima kasih buat informasinya. Tan, bagaimana kalau mereka datang kerumah petinggi rumah sakit satu persatuÔÇØ

ÔÇ£tenang saja kamu ar, tante sudah pindah kok sejak kemarin sore setelah diberitahu rani tentang kematian pembantunyaÔÇØ

ÔÇ£pindah?ÔÇØ

ÔÇ£ya, tapi bukan tante yang pindah, tante pindahkan rani dan ibunya ke tempat yang lebih aman. Dia di rumah mertua om kamu yang diluar kota jadi kamu tenang saja. Karena jika tante ikut pindah akan terlihat mencurigakanÔÇØ

ÔÇ£iya tan, bagus kalau begituÔÇØ

ÔÇ£kamu hati-hati ya arÔÇØ

ÔÇ£iya tanÔÇØ tuuuuuuuuuuuut

Selepas telepon dari tante aku hanya bisa menduga-duga mengenai apa yang akan terjadi berikutnya. Jika mereka semakin brutal, bisa jadi aku akan mati dalam waktu dekat. Tapi tidak, aku tidak ingin kehilangan orang-orang yang aku sayangi lagi. Mereka harus lebih dulu aku lumpuhkan baru kemudian aku. Rasa lelah pertempuran dengan ibu, dan rasa tidak sabar dalam dadaku untuk menunggu besok. Akhirnya aku memutuskan untuk tidur saja agar waktu berjalan lebih cepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*