Home » Cerita Seks Mama Anak » Nafsu Terpendam Mama

Nafsu Terpendam Mama

EPISODE 1

Nama Saya Dirga (Bukan Nama Sebenarnya), Adalah Anak tunggal dari Hasil Pernikahan Resmi Secara Hukum dan Agama Oleh Orang Tua saya, Berkulit Sawo Matang dengan tinggi 170 diusia saya yang ke 17, meski tampang tidak tampan tetapi enak dipandang.
Papa Saya Sugandi Mahmud atau Andi (Bukan Nama Sebenarnya) adalah Pegawai Negeri Sipil Pemda, yang terangkat menjadi PNS hanya dari dasar pendidikan SMK, Ya.. Pada Masa Papa Saya dulu, Penerimaan Pegawai Negeri Sipih masih ada jenjang SMK untuk diangkat menjadi PNS, Yang Kemudian Beliau Kuliah untuk mendapatkan Gelar Sarjana Teknik, bekerja di Dinas PU Kimpraswil, meninggal dunia di usianya yang ke 30 karena mengalami penyakit gagal ginjal, padahal Papa Saya baru saja mendapatkan penyesuaian Pendidikan Sarjana di Kepangkatan/Golongannya Sebagai PNS.
Mama Saya Adalah Sitty Aulia Pertiwi atau Lia (Bukan Nama Sebenarnya) Adalah Ibu Rumah Tangga Saja, Yang Mengurus Papa dan Saya, Namun Setelah Papa Meninggal, Saya SatuÔÇØnya yang di Urus Oleh Mama, Mama Menikah Dengan Ayah Diusianya Yang Masih sangat Muda, Menurut Cerita dari Mama, Selulus Sekolah dia Langsung Dilamar Papa, Padahal Usia Mama waktu itu masih 18 Tahun.
Papa Saya berasal dari keluarga yang ÔÇ£berduitÔÇØ, Sementara Mama Saya dari Keluarga Sederhana, Mungkin Karena Mama Orangnya Cantik, Putih serta Menggoda Sehingga Papa Nekat Untuk Segera Meminang Mama Setelah Mama Lulus Sekolah, Tentu Saja Dari Pihak Keluarga Mama Masih Merasa Keberatan waktu itu, Karena Usia Mama Yang Masih muda, oleh karena itu pihak Keluarga Mama Meminta Ongkos Adat Peminangan Yang Lumayan Mahal, Tapi Karena Papa berasal dari Keluarga ÔÇ£BerduitÔÇØ sehingga Peminangan/Pernikahanpun Tidak Lagi dapat ditolak.
Perjalanan Rumah Tangga Papa Dan Mama Bisa Dibilang Harmonis dan Penuh Kasih Sayang, Papa dan Mama SamaÔÇØ Menajalankan Poksinya Masing Masing di Dalam Rumah, Serta Saya Sebagai Anak Mereka Semata Wayang, Tentu Saja Dimanja Meski Saya Anak Laki-Laki.
7 Tahun Sudah, Papa Meninggalkan Saya dan Mama, Rasa Akan Kehilangan Masih Ada Namun Demikianlah Kehendak Yang Kuasa, dan Alhamdulilah Soal Ekonomi Semuanya Berjalan Normal Saja, Dana Pensiun Papa Tetap Berjalan Untuk Menghidupi Saya Dan Mama, Serta Ada Beberapa Petak Sawah serta Kebun Coklat milik Papa yang dikerjakan oleh saudara mama, juga mendapatkan bagi hasil atas panen.
Kini Saya Sudah duduk Di Bangku SMK, Jurusan Teknik Informatika, Tepat Pada Ulang Tahun Saya Yang Ke-17 Mama Memberikan Saya Kue Ulang Tahun, Seperti Tahun-Tahun Sebelumnya Namun Kali ini Saya Merasakan Sesuatu Yang Sedikit Berbeda.
Hari itu Berjalan Biasa-Biasa Saja, pada Pagi Hari Saya Bergegas Untuk Ke Sekolah, Saat Pulang Sekolah Saya Makan, Kemudian Istirahat Siang Hingga Sore, Pada Sore Harinya Saya Berolah Raga Jogging sambil Melirik-lirik Body CewekÔÇØ ABG yang Juga jogging di jalur yang sama, Sebagai LakiÔÇØ Normal Tentu Saja Membuat Imajinasi Seks meningkat ketika melihat lawan jenis, Namun Hingga Kini Saya belum Pernah Merasakan bagaimana itu seks serta pacaran juga belum pernah.
Waktu Terus Bejalan, dan Saat itu saya Melihat Jam Sudah Menunjukan pukul 07.00 PM, Ketika Saya Sedang Asik-Asik Menonton Video Bokep , TibaÔÇØ Mama Masuk Ke Kamar Tanpa Mengetuk Pintu dengan membawa Kue Ulang Tahun, Antara Panik dan Kaget serta Sumringah, Saya Jadi Salah Tingkah, Bagaimana Tidak, Saat Mama Masuk Kamar, Tangan Kiri Saya Sedang Berada di dalam Celana Memegang ÔÇ£kontolÔÇØ saat menonton Video Bokep,Karena Kepanikan Saya, Video Bokep Pun Lupa Saya Matikan, Karena Saya Langsung Bergegas Berdiri Menghampiri Mama Yang Membawa Kue Ulang Tahun.
ÔÇ£Slamat Ulang Tahun Dirga…ÔÇØ Sambut Mama
ÔÇ£Trima Kasih Mama, Dirga Lupa Loh Kalo Hari Ini Ulang Tahun..ÔÇØ
Mama Kemudian Memberikan Kue Itu Kepada Saya, Sambil Berdiri, Mama Kemudian Menyalakan Lilin Ulang Tahun, Dan Memintaku Untuk Berdoa dan Meniup Lilin Ulang Tahunku Yang Ke 17.
Setelah Meniup Lilin, Kue Tersebut Saya Letakkan di Meja Belajar, Mama Memberikan Pelukan Yang Begitu Hangat Kurasa, Ketika Mama Memerikan Ciuman Di Pipi Kiri dan kakan Saya, Saya Merasa Begitu Lembut Bibir Mama Menyentuh pipi Saya, Ya.. Mungkin itu Hanya Ciuman Biasa, Tapi Karena Saya yang Sedang Penasaran Dengan Hal-hal Yang Berbau Seks, Ciuman Tersebut Membuat Bulu Kudu Saya Merinding Kenikmatan, Saya Berdiri Melongo Saja Menikmati Ciuman Yang Baru Saja Mama Berikan, Membuat Saya Jadi Lupa Daratan, Padahal Tahun-Tahun Sebelumnya Juga Demikian, Tapi Kali ini Saya Merasakan Nikmat Yang Beda Dari Biasanya.
ÔÇ£Potong Kuenya DongÔÇØ.. Mama Memerintah kepadaku yang hanya diam mematung didepan mama..
ÔÇ£i… iya… maaÔÇØ.. Jawabku Latah..
ÔÇ£Mau Potong Kue Gimana Gak Ada Pisaunya…
ÔÇ£Ya Ambilin Pisau, Kok Malah kayak Merintah mamaÔÇØ..
ÔÇ£Iya dehÔÇØ.. Saya Pun Kedapur Untuk Mengambil Pisau..
KiraÔÇØ Sepuluh Menit Saya Berada Di Dapur Mencari Pisau Serta Wadah Untuk Kue,Sebelum Kemali Ke Kamar Saya ke Kamar Kecil Untuk Buang Air..
Ketika Sedang Asik ÔÇ£PipisÔÇØ, Saya Teringat Kalo Komputer Di Kamar Sedang ÔÇ£LiveÔÇØ Video Porno Di komputer.
ÔÇ£Astaga…ÔÇØ Fikirku..
Akupun Bergegas Cepat Menuju Kamar,
Antara Lega, Bingung dan Canggung, Melihat Mama Sedang Duduk Di Kursi Depan Komputerku, Tapi Saya Lihat Layar Komputer Sudah Dalam Keadaan ÔÇ£Sleep/HibernateÔÇØ, Entahlah..
Saya Kemudian Memotong Kue, Dan Memberikan Sepotong Kepada Mama, Serta Menyuapinya, Seperti Ulang Tahunku Sebelum-Sebelumnya.
Mamaku Memang Memiliki Paras Yang Cantik, Kulitnya Yang Putih Halus Terjaga, Bibirnya Yang Mungil dan Merah Muda, Pipinya Yang Merona Masih Terjaga Diusianya Yang ke 35 Tahun.
Tanganku Bergetar Menyuapi Mama, Teringat Video Porno, Mungkinkah Mama Mengetahuinya, Tanyaku Dalam Hati, akan Tetapi Saya Melihat Mama biasaÔÇØ saja Tanpa Merasa ada Yang Ganjil dari Suasana Malam itu dikamar Saya.
Beberapa Saat Kemudian, Mama Meninggalkan Kamar Saya untuk Nonton Sinetron, sambil Memegang Pipi Saya Mama mengucapkan Selamat Ulang Tahun, Semoga Panjang Umur, Murah Rezeki serta Tumbuh Menjadi LakiÔÇØ Dewasa dan Berganggung Jawab.
Ya… Itu adalah Doa Yang sangat Biasa diulang Tahun, Tapi Saya Merasa Seperti Ditampar Saja, teringat mungkinkan mama melihat video bokep yang saya sedang tonton tadi…
Mama Keluar Dari Kamar Saya Dengan Langkah Yang Menggoda, Pinggulnya Yang Bahenol Membuat Mata Saya Enggan Berpindah Menatapnya, Akan Tetapi Hayalan Saya Kembali Buyar Oleh Kejadian Nonton Video Tadi, Dengan Segera Saya Menutup Pintu Kamar, Dan Kembali Menyalakan Komputer yang Ternyata Benar, Komputer Menyala dalam Mode ÔÇ£ResumeÔÇØ.
Video Yang Sedang Saya Tonton, Dipause di Menit Ke-37 dari durasi 1.15 Menit, kacau Fikirku, pasti dan Jelas Sudah, Mama Mengetahui Tingkah Saya Ini.
Keesokan Harinya Saya Merasa Cangung Bertatap Muka dengan Mama, Tapi Mama Terlihat Biasa Saja, mungkin mama juga berfikir bahwa saya adalah lakiÔÇØ normal dan juga sudah mulai tumbuh dewasa, jadi mama tidak terlalu berfokus fikir kesitu.
Hari-Hari Terus Berjalan, Hingga pada Suatu Hari Saya dari sekolah Pulang Lebih Cepat Dari Biasanya Karena ada Kegiatan di Kantor Walikota dan Mengundang Semua GuruÔÇØ, Sehingga Murid Dipulangkan Lebih Cepat, pintu rumah saya lihat ditutup saya fikir mama mungkin sedang keluar rumah, atau ada di dapur, ketika saya masuk ke kamar, saya dan mama samaÔÇØ kaget seperti melihat Hantu,
ÔÇ£Ih, Mama.. Kagetin sajaÔÇØ melihat mama yang juga kaget, sepintas saya Melihat mama menarik tangannya dari Bawah Dasternya.
ÔÇ£Dirga… Kamu Masuk Rumah Juga Kagak Salam Dulu, Kayak Penjahat SajaÔÇØ.. Jawab Mama
ÔÇ£Maaf MaÔÇØ.. Kirain Mama Lagi gak ada dirumah,
ÔÇ£Ngapain Mama tuh di komputerÔÇØ
ÔÇ£Nggak… Cuma Main Game Aja, Sehabis Masak nyuci, Mandi Bosen Nonton TV, Jadi Main Geme ajaÔÇØ
ÔÇ£Oh…. iya dehÔÇØ jawabku…
ÔÇ£Ma… Saya Mau Ganti Pakaian nih..ÔÇØ Bentar Aja.
Mama Pun Keluar Kamar, dan Saya Mengganti Pakaian,
Sejenak Saya Memeriksa Komputer, siapa Tau ada yang aneh, dan Benar Saja, Ketika Saya Membuak Menu ÔÇ£Recent PlaceÔÇØ Ternyata Yang di Buka Sebelum Game Adalah Folder Video Bokep, Padahal Saya Belum Pernah Menonton Video Bokep Beberapa hari Terakhir Ini.
Rasa Penasaran Saya pun Muncul Sejak Kejadian ini, Hingga Pada Satu Waktu, Ketika itu Hari Libur, Saya Berbohong Pamit Ke Mama, Mau Ke Pantai Bersama Teman-Teman, dan Mama pun Mengiyakan, Padahal Saya Hanya Ngumpet Dibawah Kolong Tempat Tidur Saja.
Sudah Hampir 3 Jam Saya Menunggu, Yang Kemudian Membuahkan Hasil, Tiba Tiba Pintu Kamar dibuka, Saya Melihat Kaki Mama Melangkah Menuju Ke Meja Komputer di Kamar Saya, Saat itu Saya Melihat Mama Memakai Daster Dengan Bawahan sebatas Lutut Saja, Rambut Mama Juga Masih Basah, Karena Baru Saja Selesai Mandi,
Saja Melihat dari Kolong Tempat Tidur, Mama Mulai Menyalakan Komputer, Kemudian Mama Beranjak Menutup Pintu Kamar, dan Duduk Kembali di depan Komputer, Terdengar SamarÔÇØ suara dari Speaker Aktif Kecil Komputer, dialog Berbahasa Asing antara LakiÔÇØ dan perempuan, dan Benar Saja, Mama Saya Menonton Video Bokep Yang Saya Simpan, tak hanya itu.,,,
Beberapa Menit Kemudian Saya Melihat Tangan Kiri Mama, Mulai Bergoyang dan Daster Bawah Mama Tersingkap Hingga Ke Paha, Tapi Saya Tidak Dapat Melihat dengan Jelas, Karena Posisi Mama Membelakangi Saya.
Tidak Kupercaya Tapi ini kulihat dengan mata kepala saya sendiri, tibaÔÇØ Mama Berdiri dan Membuka Celana Dalam Merah Muda Bermotif Bunga Dengan RendaÔÇØ Putih Dipinggirnya dan Melemparnya Ke Lantai, Kemudian Menyingkap Dasternya Saat duduk Dengan kaki Terbuka, Lalu Tangan Kirinya Kembali Bergoyang, Saya Yang Mengintip Mama dari Bawah Kolong Tempat Tidur Hanya Dapat Melihat Tangan Mama BergoyangÔÇØ dan Pantat Mama Yang Putih Mulus Karena Dasternya Disingkap.
Akupun Mulai Berimajinasi, Mama Pasti masturbasi atau apalah istilahnya ÔÇ£Memainkan Memek dengan TanganÔÇØ, Memancing Kontolku Mendadak Tengang,
Yah, Saya Berfikir Nekat Sekarang, Saya Memergoki Mama Menonton Video Bokep, Sambil Main Memek, Tentu Ini Kesempatan Saya, Untuk Bisa Nonton Bareng Bersama dengan Mama, Meski Hal Itu Mustahil, Tapi Inilah Saatnya,
Dari Bawah Kolong Tempat Tidur, Perlahan Saya Membuka Kaos, Membuka Celana Hingga Saya Telanjang Dengan Kontol Saya Yang Sudah Tengang, dan mengendapÔÇØ saya keluar dari kolong lalu Duduk Di Lantai Bersandar Di Tempat Tidur, Ya,, Saya Tidak Berdiri Agar Bayangan Saya Tidak Terlihat Dari Layar Komputer,
Dalam Posisi Demikian, Saya Mulai Mengocok Kontol Perlahan, Hingga Keluar Cairan Bening Yang Lengket Kulumurkan Ke Batang Kontol Hingga Terasa Lebih Licin Dikocok, Sementara Didepan Saya mama Sedang Menonton Video Bokep Sambil Memainkan Memeknya, dan ketika Akan Mencapai Orgasme.. Tangan Mama Hendak Meraih Tisue Di Meja Belajar Disebelah Meja Komputer, Tapi Kerna Tidak Dapat Dijangkau Mama Pun Berdiri, Dan KejangÔÇØ… Saya Melihat Cairan Menetes di Lantai dan Sebagian Mengalir Di Sela Paha Mama…
Mama Kaget Tidak Kepalang, Ketika Hendak Membersihkan Cairan Memek Yang Menetes Dilantai, Mungkin Terlintas di Mata, dan Mama Langsung Menoleh Secepat Kilat Melihat Saya Yang Sedang Duduk Dilantai Di Belakang Meja Komputer Dia Menonoton, Dengan Telanjang Bulat Memainkan Kontol Yang Sudah Sangat Tegang,….
ÔÇ£Dirga… Sejak Kapan Kamu Duduk DisituÔÇØ..? Suara Mama Tinggi…
ÔÇ£Sejak Mama Mulai Membuka Celana Dalam tadiÔÇØ Jawabku Bohong…
ÔÇ£Dasar Anak Kurang Ajar, Ngintip Orang TuaÔÇØ….
ÔÇ£Sudahlah Ma, Pelan Dikit Napa Sih, Ntar Tetangga Dengar Loh…ÔÇØ
ÔÇ£Trus Ngapain Kamu Disitu?ÔÇØ
ÔÇ£Ngocok Kontol Kayak Mama Ngocok Memek TadiÔÇØ. Terlihat pipi mama memerah menahan malu.
ÔÇ£Udah ma… Cairan Memek Mama dilantai, Nanti Dirga Yang Bersihkan sekalian, Dirga Juga dah Mau Keluar nihÔÇØ
Mata Mama Saya Berkaca-Kaca, Lalu Membanting Mouse Komputer, ÔÇ£BangsatÔÇØ….
Saya Langsung Berdiri dan Memeluk Mama Dengan Kuat, Pukulan Demi Pukulan Mendarat Di Pundak Saya, ÔÇ£Anak Kurang Ajar.. Anak Kurang AjarÔÇØ mama memarahiku..
ÔÇ£Anak Kurang Ajar.. Udah Berani-Beraninya NgintipÔÇØ.. ucapnya di sela tangis dan amarah.
ÔÇ£Maaf Ma.. Saya Tidak Berniat Mengintip, Tapi Saya Merasa Penasaran Dengan Tingkah Mama Setiap kali Saya Pergoki Mama Main KomputerÔÇØ
Perlahan Tapi Pasti, Pukulan Mamapun Perlahan Lembut dan Lambat, Suasana Kurasa Berputar 180 Derajat, Saya Yang Tadinya Merasa Sangat Bersalah, Serta Mama Yang Tadinya Sangat Marah, Mejadi Gairah Yang Kurasa Karena Payudara Mama Yang Montok dibalik Dasternya, Terasa Menempel Didada saya, Sementara Kontol Saya Yang Telah Layu, Kembali Perlahan Tegang, Mengikuti Fikiranku Yang Mulai Berimajinasi,
Mama Melepaskan Pelukanku, Aku Menahannya, Tapi Mama Berusaha Untuk Terlepas, karena Ku Merasa Mama Telah Berhenti Menangis Saya pun Melepaskan Pelukan, dan Mama langsung Menatap Mataku,,
ÔÇ£Dirga…ÔÇØ
ÔÇ£Ya Ma….ÔÇØ
ÔÇ£Maafin Mama…ÔÇØ Mama Kembali Memelukku Erat…
Akupun Membalas Pelukan Mama Dengan Erat, Dan Kurasakan Kontolku Seperti Dicengkram, saat kumelepas pelukan mama, ternyata tangan mama meremas batang kontol saya yang baru saja kembali tegang,
ÔÇ£Dirga…ÔÇØ
ÔÇ£Jangan Sampai Kejadian Ini, Kamu Ceritakan Kepada Orang Lain, Siapa Pun ItuÔÇØ
ÔÇ£Iya Ma.. Dirga Gak Akan Cerita Ke Orang Lain, Ini Hanya Rahasia Dirga Dan MamaÔÇØ
ÔÇ£janji..?ÔÇØ ucap mama dengan serius, sambil tangan mama mulai perlahan bergoyang mengocok Kontolku yang tegang.
ÔÇ£Iya ma…. Dirga JanjiÔÇØ
ÔÇ£Kalo Kamu Serius Berjanji Ke Mama, Mama Bantu Kocok Kamu Sampe KeluarÔÇØ kocokan Mama Mulai Cepat….
Saking Nikmatnya, Dan ini Adalah Pengalaman Pertama Saya dikocok Mama, Membuat Imajinasi Saya Terbang Melayang Membuat Pertahanan Saya Mudah Goyah, Belum Saja Saya Sempat Mejawab Pertanyaaan Mama.. Rasanya Sperma Saya Sudah Tak dapat Dibendung dan…
Croooot… Crooot… Crooot… Croot. Crot.Crot..
Sperma Saya Memancar Ke Daster Mama, Sebagian Kelantai, Dan Sebagian Menempel Di Tangan Mama,
ÔÇ£Iya Ma… Dirga JanjiÔÇØ Ucapku Terengah-engah

BERSAMBUNG…..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*