Home » Cerita Seks Mama Anak » Wild Love 37

Wild Love 37

Pagi menjelang, Ibu rani siuman dan sadar setelah operasi semalam. Dengan segera tante membawa rani beserta ibunya ke rumahnya. Pagi-pagi sekali sebelum matahari terbit dan penghuni rumah sakit melakukan aktifitas, kami semua sudah sibuk memeprsiapkan kepergian rani dan Ibunya kerumah tante asih. Sebenarnya kami ingin segera pulang kerumah, namun rani memintaku untuk mengambil beberapa barang dirumahnya. Ya, sebelum polisi melakukan menemukan dan mengidentifikasi mengenai mayat yang akan mereka temukan. Segera aku dan koplak ke rumah rani dengan membawa mobil, motor kami tukar dengan mobil pikep (pick-up) wongso. Sesampainya dipos satpam kulihat dua orang satpam masih teler. Langsung kami menuju rumah rani beberapa barang berharga, dokumen serta beberapa foto kami ambil, hufth seperti orang mau dagang saja. Dan kemudiana ku antar kerumah tante asih.

ÔÇ£Kakak-kakak, terima kasih yaÔÇØ ucap rani dengan senyumannya setelah kami bergotong royong memasukan barang-barangnya

ÔÇ£Iya…ÔÇØ teriak kami semua, yang melangkah meninggalkan rumah dan aku paling belakang

ÔÇ£Kak arya…ÔÇØ ucap rani sedikit pelan

ÔÇ£Terima kasih…ÔÇØ ucap rani yang berlari dan kemudian memelukku

ÔÇ£Iya sama-sama adikkuÔÇØ ucapku

Aku dan koplak kemudian akhirnya pulang menuju kerumah masing-masing. Sebelumnya kami kembali ke rumah wongso untuk mengambil motor kami. Perjalanan pulang kerumah aku ngebut secepat-cepatnya, sudah tidak tahan lagi dengan rasa kantuk. Sesampainya dirumah, aku langsung buka pintu gerbang dan kututup lagi. Kuparkir motorku tanpa harus memasukannya ke dalam garasi. Tak ada mobil ayahku, sama seperti sebelum-sebelumnya. Aku langsung menuju ke pintu rumah, dan…

ÔÇ£Kamu baik-baik saja sayang?ÔÇØ ucap Ibu dengan wajah gelisahnya, dengan kebaya berwarna hitam menerawang berbalut jarit yang benar-benar membuatnya semakin mengagumkan

ÔÇ£Eh… IbuÔÇØ aku terkejut

ÔÇ£Sudah masuk dulu sayangÔÇØ ucap Ibu, ingin sekali aku memeluknya dan melepaskan hasratku ketika melihat tubuh seksi ibu dari belakang. Aku kemudian masuk lalu kututup pintu dan duduk di kursi ruang tamu begitupula dengan ibu duduk dikursi sebelah kiri depanku.

ÔÇ£Ibu tahu?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£Tante asih cerita sama ibuÔÇØ ucap Ibu

ÔÇ£Tenang saja bu, arya baik-baik saja. Kan ada kolak he he heÔÇØ ucapku

ÔÇ£Yang penting kamu hati-hati ya sayangÔÇØ ucap Ibu

ÔÇ£Iya ibuku yang cantikÔÇØ ucapku yang tersenyum kepadanya, kami kemudian saling pandang.

Dalam hening kami saling bertatapan. Ibu kemudian tersenyum, matanya menyipit. Aku lalu berdiri dan kugeser meja didepanku. Aku berada didepanku dan berdiri memandang ibu yang sedang duduk didepanku. Perlahan dan Begitu lambat, tubuh ini membungkuk dan kudaratkan ciuman di bibirnya. Dibalasnya ciuman itu dengan ciuman lebih hebat dari ibu. Lelah tubuhku hanya inginkan tubuh Ibu. Dipeluknya kepalaku dengan kedua tangannya dengan sangat erat.

ÔÇ£Puaskan dirimu, kau masih kekasihku sekarang, aku akan menurutimu sayangkuÔÇØ ucap Ibu

ÔÇ£Iya,bu… sayangku… arya sudah kangen sekaliÔÇØ ucap ku

ÔÇ£Kamu ingin apa, kekasihmu ini akan menurutinyaÔÇØ ucapnya

ÔÇ£Aku ingin menjelajahi tubuhmu, sudah lama aku tidak menjelajahinyaÔÇØ ucapku

ÔÇ£Lakukan, ibu akan menurutinya…ÔÇØ ucap Ibu dengan desah dan kami kembali berciuman.

Kedua tanganku meraba bukit kembar milik ibu, aku remas secara perlahan. Keras, karena masih tertutup oleh bungkusan kemben didalamnya. Ciumanku semakin turun kebawah, keleher ibu. Desahan-desahan nafas menambah birahi kami semakin meningkat. Kujilati leher jenjang itu hingga bagian belahan susu ibu. susu yang tampak menyembul dari kebaya yang seksi ini. jilatanku, ciumanku masih berputar-putar di arean belahan susu ibu, dan remasan lembut tanganku masih berada disusu ibu. kudorong tubuhnya perlahan, kuangkat kedua kakinya sembari menyingkap jarik yang melilit pinggang hingga kaki bagian bawahnya. Ibu mengangkat sedikit pinggulnya dengan bantuan kedua tangannya. Yupz, tak ada Celana Dalam. Setelah jarik ibu sudah berada di pinggangnya, aku lebarkan kedua kakinya, kaki kanan tetap berada di lantai yang satu aku posisikan menekuk dan bertumpu pada kursi.

ÔÇ£Ayo nak, kamu kangen kan sama tempik ibu?ÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£kangen bu, sudah lama aku ndak mainin ini tempik, apa kabarnya tempik ibu ini?ÔÇØ ucapku nakal

ÔÇ£Kangen sama kamu, tambah sempit nanti kalau kamu masukiÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£Masuki pakai apa bu?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£pakai kontol anakku sayang ini… ayo jangan dilihati nak, kan bukan filmÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£memang mau diapakan bu?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£iiih… nakal deh, tempik ibu pengen dijilati sama kamu anakku sayang, mmmmhhhh….ÔÇØ ucap ibu disertai desahan, kudekatkan wajahku ke vagina ibu

ÔÇ£Wangi sekali slurrp… slurrrp…ÔÇØ ucapku kemudian menjilati vagina seperti halnya eskrim

ÔÇ£Khusus buat kamu emmmmhhhh nak… jilathhhhhh…ti terus nak ibu benar-benar kangenhhh sama kamuwh… owhh….ÔÇØ racaunya

Lidahku kemudian aku julurkan dan bermain diitil ibuku. Jarik tengah kanan mulai aku masukan dan kumainkan di bagian bawah vaginanya. Lama dengan posisi itu, aku kemudian menusukan jari tengah kananku lebih ke atas, dan aku korek-korek dinding atas bagian dalam vagina ibu.

ÔÇ£Owhh… yah disitu nak enak banget owhh… terusshhh… mmmmhhh…. lebih kuat, mainkan sesukahhhhmuhhh owhhh… iya anakku begitu… mainka tempik ibumu yang kering itu owh…ÔÇØ racaunya, yang membuat aku semakin bernafsu dan semakin kuat dalam mengocok vaginanya

ÔÇ£Arghhh… lebih cepathhh lebih cepat…. tempik ibu mau muncrat…. arhhh… terus kocok tempik ibu nak… sedot lebih kuat itil ibumu itu owhh… yah terussshhhh…ÔÇØ racaunya, dengan tubuhnya semakin tegap dan bergoyang

ÔÇ£Arghhhhhhhhhhhhhhhh…..ÔÇØ teriaknya dengan tubuh mengejang beberapa kali, aku hanya diam dan kemudian berdiri melihat ibu yang mengejang merasakan nikmat

ÔÇ£kamuhhh nakal anakku erghh… egh… eghh… egh…ÔÇØ ucapnya dengan tubuh sedikit mengejang, setelah beberapa saat tubuh ibu kemudian maju dan meraba selangkanganku

ÔÇ£yang didalam kangen ndak ini hashhhh…ÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£kagnen banget, kangen bibir, sama tempik IbuÔÇØ ucapku

ÔÇ£pengen diapainÔÇØ ucap ibu sambil memandangku ke arahku, senyuman nakal terlukis di bibirnya

ÔÇ£Pengen dijilati sama diemut sama bibir kamu ibuku, owhhh…ÔÇØ desahku yang merasakan rangsangan ketika jari-jari itu mulai bergerak disekitar selangkanganku

ÔÇ£begini yaÔÇØ ucap Ibu yang kemudian membuka resleting celanaku, tanpa berlama-lama.

Dipelorotkannya celanaku seklaigus celana dalamku. Dan toeeeeng dedek arya kembali akan beraksi. Tangan ibu memegang kedua pahaku, dan bibirnya mulai menciumi ujung kepala dedek arya. kadang lidahnya dikeluarkan dan bermain-baim di lubanng pipis dedek arya. ah, ternya aku menyukai posisi ini, tapi akan terasa lelah jika aku harur berdiri.

ÔÇ£bu, aku duduk ya, ibu dibawahÔÇØ ucapku

ÔÇ£heÔÇÖem… apapun maumu anakkuÔÇØ ucap ibu

Aku bergantian dengan ibu, aku duduk dikursi dan ibu sekarang berada dibawahku. Tangannya secara lembut melepaskan celana jeans dan celana dalamku dengan bibir masih menciumi dedek arya. setelah lepas, tangannya mulai mengocok pelan dedek arya.

ÔÇ£bu, tangannya di bawah saja, arya pengen ibu pakai mulut arghhhÔÇØ ucapku

ÔÇ£iya sayang…ÔÇØ ucap Ibu yang kemudian menurunkan kedua tangannya disamping kedua lututnya yang bersimpuh

ÔÇ£cepetan bu, kulum kontolnyaÔÇØ ucapku

ÔÇ£kontol siapa?ÔÇØ ucap ibumenggodaku

ÔÇ£kontoll arya buÔÇØ ucapku

ÔÇ£Siapa yang ngulum, jelas dong sayangkuÔÇØ ucap ibu masih menciumi ujung dedek arya

ÔÇ£Emutin kontol anakmu bu, kontol anakmu sudah pengen di emut sama mulut ibuÔÇØ ucapku dengan nada penuh nafsu

ÔÇ£iih.. nakal deh, gini ya?ÔÇØ ucap ibu,

Ibu kemudian memasukan dedek arya perlahan dengan mata msaling berpandangan denganku. Kedua tangannya berada dibawah, sebuah posisi yang indah. Hanya bibirnya saja yang bermain-main di dedek arya. Kepalanya maju mundur perlahan, kedua tanganku mengelus-elus rambut ibu dengan tubuh bersandar pada kursi. Terlihat jika ibu tersenyum ketika mengulum dedek arya.

ÔÇ£Owhh… ibu suka?ÔÇØ ucapku sambil memandangnya

ÔÇ£iya, suka kontol anaknya sendiri slurrppp mmmmmhhhh…ÔÇØ ucap ibu yang kemudian kembali mengulum dedek arya, kepalanya maju mundur

ÔÇ£bu, owhh… elusin yang dibawah emmmmhhh…. yang dibawah zakar…ÔÇØ ucapku. Jari-jari lentiknya kemudian mengelus-elus dengan ujung jarinya di bawah zakarku

ÔÇ£yah, begitu owhh… lebih enak buÔÇØ ucapku. Setelah cukup lama ibu mengulum dedek arya, tampaknya aku harus memulainya.

Kupegang kepala ibu dan kutekan lebih kedalam lagi, tak ada perlawanan dari ibu. setelah itu aku tarik kepalanya dan kucium bibir indahnya itu. Kuangkat tubuh ibu dan akupun ikut berdiri. Kuposisikan ibu duduk mengangkang di kursiku, kedua kakinya aku sandarkan di sandaran tangan kursi. Kuarahkan dedek arya ked vagina ibu, dengan bertumpu pada sandaran tangan kursi. Aku menekan perlahan.

ÔÇ£bu… owhhh tempikmu sempit sekali… arghhhh…ÔÇØ ucapku dan langsung kepalaku diraih ibu dan dikulumnya bibirku

ÔÇ£mmmmh… mmhhh mmmhhh ÔÇ£ hanya itu yang aku dengar dari bibir kami berdua

Aku semakin cepat dan memompa pinggulku, posisi ini lebih melelahkan karena aku benar-benar harus membungkuk. Dipegangnya kedua buah pipiku, dan kami saling berpandangan. Aku terus melakukan aksiku dan memompa vagina ibuku sendiri. Wajahnya mengrenyit dan tetap menatapku tanpa berkata-kata. Kucium bibir indahnya kembali, dan aku terus memompanya.

ÔÇ£ermmmmm… emmmmhhh….. emmmmmhhhh… mmmmhhhhhh…. slurrpp….. mmmmhhhhÔÇØ desah ibuku, lama kami dalam posisi ini

ÔÇ£emmmmm arghhhhhhh…..ÔÇØ racau ibu, aku yang kelelahan kemudan kucabut dedek arya yang masih berlumur cairan vaginanya

ÔÇ£emut bu…ÔÇØ ucapku dengan menyodorkan dedek arya ke arah ibu, tanpa menolaknya ibu kemudian bangkit dan langsung mengulum dedek arya yang masih berlumuran cairan vaginanya

ÔÇ£enak kan bu? Enakan mana sama punya suamimu buÔÇØ ucapku semakin nakal

ÔÇ£slurrppp… arhhhh jelas enak punyamu nak slurrrppp….ÔÇØ ucap ibu disela-sela emutan, wajahnya memandangku dan dia tampak tersenyum

ÔÇ£Kamu adalah milikku bu owhhh… terus emut bu, tunjukan pada arya cintamu bu owhh…ÔÇØ racauku, mendengar kata-kata itu ibu semakin mengulum dedek arya semakin kuat

ÔÇ£ayo sayang, masukan lagi kontolmu ketempik ibumu, ibu sudah ndak kuat…ÔÇØ ucap ibu yang melepaskan emutannya

ÔÇ£iya bu…ÔÇØ ucapku, kutarik ibu dan kuposisikan menungging dengan bertumpu pada meja

ÔÇ£Tell me what you want son, hot or wild?ÔÇØ ucap ibu ketika dedek arya sudah berada di depan vaginanya

ÔÇ£both of themÔÇØ ucapku dengan dedek arya yang terhenti

ÔÇ£lakukan semaumu, ayo masukan kontolmmu itu ke tempik ibu, garuk tempik ibu pake kontol kamu cepetan sayang biar ibu puasin kontol kamuÔÇØ ucap ibu mulai membakar birahiku

ÔÇ£ooo.. jadi ibu mau disodok pakai kontol anaknya ya?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£iya, cepetan sudah pengen digaruk-garuk pake kontolkamuÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£Seperti iniÔÇØ ucapku memasukan dedke arya perlahan

ÔÇ£erghh… heÔÇÖem… mmmhhhh ÔÇ£ ucap ibu menikmati

ÔÇ£kok diem bu? Mana hotnya?ÔÇØ ucapku meminta

ÔÇ£Dasar nakal banget kamu,ughhh…ÔÇØ

ÔÇ£cepetan goyang keras, sodok tempik ibumuÔÇØ ucap ibu

PLAK… tamparan tangan kananku di pantat ibu, yang kemudian mulai menggoyang pinggulku

ÔÇ£Aaa… nakal banget kamu nak, tampar lebih keras lagiÔÇØ ucap ibu, dan aku semakin keras menampar dengan menggunakan tangan kanan walau sebenarnya sedikit ragu melakukannya

ÔÇ£tempikmu sempit sekali buowh kontolku kejepit di tempik ibu owgh…ÔÇØ racauku

ÔÇ£emmmhh…. sssshhh… kamu ingin tempik ibukan? Sudah kangen kan sama tempikh ufthhh ibu? erghh… ayo puaskan birahimu kenthu lebih keras lagi… biar kamu puas dan ibu jugggaahhhhh owghhh… lebih dalamhhhh ibu sukahh kalau kontolmu mentokhhh didalam…. emmmhhh…ÔÇØ racaunya

ÔÇ£mentokh dimana buh… emmmmhhh…. ah… njepit banget buwh….ÔÇØ racauku

ÔÇ£mentoj didalam tempik ibumu ini anakkku owhhh yeahhh… lebih keras.. tampar pantat ibu nak wmmmmhhh…. kontolmu benar-benar buat ibu gila… owgh penuh banget tempik ibumu ini rasanyahhhh owhhh…. terushhhh ssshhhhhhh… erghhhh….ÔÇØ racaunya

Segera aku mengocok dan menyodok lebih keras lagi dedek arya ke dalam vagina ibu. kubungkukan tubuhku dan kuraih susu ibu yang masih berbakut kebaya. Kuremas keras, walau yang masih berbalutkan kemben. Dengan sangat kasar karena dikuasai birahi, aku tarik kebawah kebaya yang hanya menutupi sebagian bahunya ini.

ÔÇ£Iya begitu… sodok lebih keras lagi tempik ibu, erghhh… tarik robek nak… mainkan susu ibu, kamu sukahh kan susu owghhhhÔÇØ racaunya

ÔÇ£ya aku suka susu besar ibu, indah, putih, kenyal owghhh…ÔÇØ racauku

Sejenak aku berhenti agar aku bisa merobek-robek kebaya ibu. dengan petunjuk ibu aku buka kemben yang menutupi susu indahnya. Dan bergelantunglah dua buah susu indah ibu segera akumeremas dan memainkan putingnya.

ÔÇ£Ayo sayang jangan susu terus, tempik ibu jangan dianggurin aw…ÔÇØ ucapnya kemudian kaget ketika aku mulai menggoyang lagi

ÔÇ£Emmmhhh sssshhh terus sayang, genjot lebih keras lagi tempik ibu ouwhh…. kontol kamu benar-benar mantab ouwhh…ÔÇØracau ibu yang membuat birahiku semakin meningkat.

ÔÇ£enak ndak bu kalau arya beginikanÔÇØ ucapku, tangan kiriku masih meremas susu kirinya dan tangan kananku menelusur ke keselangkangannya yang kemudian bermain-main di klitoris ibu, bibirku menciumi punggung ibu.

ÔÇ£Owhh yah… itil ibu kamu apakan ufth… pinter banget kamu sayang… enak banget yeah… ermmmmggghhhh ssshhhh terus… goyangghhhh…. plintir itil ibu enyakkk ouwhh… y abegituh sayangku…ÔÇØ racaunya menerima perlakuanku

ÔÇ£ufthh… tempikmu tambah becek banget bu… tambah enak… arghhh… ya bu… owhhh jepit lagi kontol anakmu bu… jepit kontol anakmu pakai tempikmu yang sering dianggurin sama suamimu bu owh… yahhh…ÔÇØ racauku semakin liar

ÔÇ£begini emmhhh…. arghhh…. yahhh… emmmhhh…. dah ndak pernah nganggur owh sayang kan sudah kamu sodok terus ouwhh… tempik ibumu ndak pernah nganggur sejak kontolmu masuk ketempik ibu owh…ÔÇØ racaunya menikmati

ÔÇ£iya ya bu… enak mana b sama kontol suamimu?ÔÇØ ucapku menggoda

ÔÇ£Enak punya mu owhh yah… terus kontol kamu enak, paling enak daripada kontol kecil suamiku owh…ÔÇØ racaunya

ÔÇ£aku sodok lagi yah aku sodok lagi tempikmu owh…ÔÇØ racauku

Lama kami dalam posisi doggy style, tampak vagina ibu semakin becek. Terasa cairan-cairan pelumas dari vaginanya keluar semakin banyak. Apalagi tambahan dari sisa orgasmenya, walau becek tapi ibu selalu menggerakan dinding vaginanya untuk menjepit dedek arya.

ÔÇ£owghh… nak istirahat owghhh ibu ndak capekkhhh owghh…ÔÇØ ucap ibu,

Tak berlama-lama, aku langsung menarik tubuhnya dan kurebahkan di sofa yang berada di kanan pintu masuk rumah. Aku kangkangan kedua kakinya,kaki kanannya berada di atas sandaran sofa dan kaki kirinya menjuntai kebawh. Dengan segera aku posisikan tubuhku di selangkangan ibu.

ÔÇ£Sebentar jangan terburu-buru sayangku, biar ibu lap duluÔÇØ ucap ibu seembari mengelap vaginanya dengan kain jariknya

ÔÇ£Ayo bu cepat, kontolku sudah ndak tahan pengen ngenthu tempikmuÔÇØ paksaku

ÔÇ£iya, silahkan anakku yang ganteng, masuki tempik ibumu dengan kontol besar dan kuatmu itu, kontol yang aaaaaaaaawwwwwwwww…. lebih besarhhhh dari kontol ayahmuwhhh owhhh…ÔÇØ ucap ibu yang kemudian menjerit karena aku memaksa masuk kontolku

ÔÇ£owghhh besar kontolmu owghh… emmmmhhh esssshhhh… lebih dalam lagi…. mentokin ke dalam tempik ibu… ufthhh… enak sayang emmmhh…ÔÇØ racaunya yang kemudian kutekan lebih kedalam

Tubuhku membungkuk dan kedua tanganku meremas susu ibu. kulumat bibir indahnya, kedua tangannya berada diatas kepalanya. Kupercepat goyangan pinggulku.

ÔÇ£Owghh ibu, arya mau keluar…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£kibu jugaahhh… keluar sama-sama owghhh terus lebih keras… sodok lebih keras tempik ibu… sodok pakai kontol besarmuhh orghhh…ÔÇØ racaunya

ÔÇ£Aku ingin meju di tubuh ibu…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£terserah… pejuhin tubuh ibumu ini owghh…ÔÇØ racaunya

ÔÇ£AKU HAMPIR KELUAR BU ..ÔÇØ ucapku

ÔÇ£ibu juga… aaaaaaaaaaaaaÔÇØ teriak ibu tubuhnya mengejang

Ku tarik dedek arya dari vagina ibu, segera aku berdiri disamping wajah ibu. dan…

Crooot… crooot… crooot… crooot… crooot… crooot… crooot… crooot

Tumpuh semua spermaku diwajah ibu, beberapa tembakan aku arahkan ketubuhnya. Kini wajah dan dada ibu berlumurkan air maniku.

ÔÇ£hashhh hashhh hashhh kamu itu ibu sendiri kamu pejuhin… hash hash hashÔÇØ ucap ibu disela-sela nafasnyayang tersengal-sengal

ÔÇ£ibu seksi banget hash hash bu bersihin kontol arya pakai mulut ibu yaÔÇØ pintaku dengan segera ibu menagangkat sedikit kepalanya, kedua tangannya memegang pinggulku dan mulutnya mulai mengulum dedek arya

ÔÇ£Owh… enak banget bibir ibuÔÇØ ucapku sambil menikmati kulumannya

ÔÇ£mmmmhh…. slurrrp… kamu itu masa ibu suruh bersihin kontol nakal ini sluurpp mmmmm…ÔÇØ ucap ibu disela-sela mngulum dedek arya

Setelah benar-benar bersih, aku jatuh terduduk dilantai karena lelah. Ibu membersihkan sisa-sisa sperma yang menempel di waja dan tubuhnya. Ibu kemudian bangkit dan melepas semua kebaya yang di kenakannya.

ÔÇ£Yuk, bobo sayang dikamar kamuÔÇØ ucap ibu mengajakku

ÔÇ£heÔÇÖem…ÔÇØ ucapku

Pintu masuk rumah dikunci, kubawa pakaianku di tangan kiriku. Ibu membawa kebayanya ditangan kanannya. Kami berjalan beriringan dan saling berciuman. Tangan kiri ibu mengelus-elus dedek arya yang tertidur, dan tangan kananku melingkar meremas susu kanan ibu. hingga di dalam kamar kulempar semua pakaianku begitu pula dengan ibu. kami berdua rebah, ibu membelakangiku dan kupeluk tubuhnya.

ÔÇ£Sudah bangun kontol anakku yang nakal itu ya?ÔÇØ ucap ibu ketika aku memeluknya, dedek arya sudah kembali bangkit

ÔÇ£heÔÇÖem bu, minta disodok lagi?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£HeÔÇÖem, dimasukin saja sayang terus bobo sambil dipeluk kamu yaÔÇØ ucap ibu manja

Perlahan aku angkat kaki kanan ibu, dan kumasukan dedek arya.

ÔÇ£Masih anget saja bu tempiknyaÔÇØ ucapku

ÔÇ£iya dong, kan dipanasin setiap hari buat kamu hihihi… dah bobo yukÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£kalau tiba-tiba pengen gimana buÔÇØ ucapku

ÔÇ£udah masuk ya tinggal digoyang kan?ÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£nakal deh ibu sekarang muachhh…ÔÇØ ucapku sambil mengecup lehernya

ÔÇ£kan kamu yang mintaÔÇØ ucap ibu

Kami berdua kemudian tidur bersama dengan dedek arya tertancap di vagina ibu. hingga kami terlelap dalam lelahnya pagi ini….

Siang hari aku terjaga, tubuhku terlentang. Mataku perlahan terbuka memandang ke arah bawah tubuhku. Tak ada lagi dedek arya padahal aku merasakan bahwa dedek arya sedang tegang tapi aku tidak bisa melihatnya. Ternyata dedek arya sudah berada dalam mulut ibu.

ÔÇ£Ibu essshhh… ÔÇ£ ucapku dengan masih rasa kantuk

ÔÇ£mm…. slurrrpp… ibu pingin dipejuhi lagi, tapi giliran ini…ÔÇØ ucap ibu yang kemudian duduk mengangkang, ditunjukannya vagina indah itu.

ÔÇ£jadi pengen dipejuhin didalam ya bu?ÔÇØ ucapku nakal

ÔÇ£heÔÇÖem… owhhhh…. besar keras dan emmmmhhh… terasa sekali…ÔÇØ ucap ibu secara perlahan memasukan dedek arya ke dalam vaginanya

ÔÇ£sudah disodok mash sempit saja bu owhhh yahhh… ayo bu bergoyang…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£seperti ini arghhh… edian kontol anakku ngobok-ngobok tempik ibunya sendiri arghhh… ndak rugi kalau tempik ibu kamu masuki sama kontol kamu owhhh….ÔÇØ racaunya

ÔÇ£Enak kan bu, mmmyah terus buÔÇØ ucapku sambil kedua tanganku meremas susu sekal yang menggelantung indah dihadapanku

ÔÇ£lebih keras bu goyangannya, kontolku keenakan…ÔÇØ racauku

ÔÇ£owghh… ini kan yang kamu mau nak owghh… tempik ibu… kontol kamu benar-benar mentok ke dalam…ÔÇØ racau ibu

Lama kami berada di posisi ini, ibu terus menggoyang tubuhnya. Kepalanya mendongak ke atas dan semakin tak karuan. Aku bangkit dan kupeluk tubuh ibu, kudaratkan ciuman di bibirnya. Kurebahkan ibu di kasur, aku lepas dedek arya dari vaginanya dan kukangkangI tubuhnya

ÔÇ£bu diemut lagi ya ibuku, emut kontol arya anakmu iniÔÇØ ucapku yang menyodorkan dedek arya kemulutnya, dan langsung dikulum habis dedek arya. aku tidak berlama-lama, setelah aku puas dengan posisi mengangkangi ibu aku posisikan kembali di selangkanganya

ÔÇ£arghh… tempik sempit enak sekali ouhw..ÔÇØ racauku

ÔÇ£arghhh…. kontol kamu besar sekali, sodok yang keras nak… sodok lebih dalam tempik ibu ouhwÔÇØ racaunya

Aku pegang kedua pinggang ibu, aku mulaimempercepat tempo. Goyangan pinggulku semakin keras dan semakin liar. Racau kotor dari mulut kami berdua menghiasi persetubuhan ini. aku tidak tahu kenapa ibu semakin liar, aku juga bertambah semakin liar. Walau liar wajahnya tetap terlihat anggun, pandanganku melihat dia sebagai sosok seorang wanita penuh dengan keanggunan yang membutuhkan kehangatan.

ÔÇ£Bu, aaaaarya mau mejuhi tempikmu… aaaarya mau keluar…ÔÇØ racauku

ÔÇ£Keluarkan… pejuhin tempik ibumu…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£bu ayo bilang dong enak ndak kontol anakmu iniÔÇØ ucapku

ÔÇ£Enak kontolmu nak, mentok didalam, ibu selalu puas dengan kontolmu… ouwh… kontol ayahmu tidak pernah buat ibu puas… kamu yang arghhh pertama kali buat ibu keluar terus-terusannn ouwhh…ÔÇØ racaunya

ÔÇ£iya bua tempikmu paling nikmat ouwh… yahh… enak sekali buwh…. kontoku tambah linu, tambah pengen terus keluarÔÇØ racauku, dengan semakin memepercepat goyanganku, susu ibu naik-turun tidak karuan

ÔÇ£arya keluaaaaaaaaaaar…..ÔÇØ teriakku

ÔÇ£Awhhh……ÔÇØ teriak ibuku

Crooot Crooot Crooot Crooot Crooot Crooot Crooot Crooot

Kupeluk tubuhnya dan kuciumi wajahnya. Tubuhnya mengejang dengan kedua tangan berada diatas kepalanya. Setelah reda, kedua tangannya memelukku. kami berdiam diri mengatur nafas kami berdua. Setelah reda, ku angkat wajahku dan kupandang ibu dan kami saling berpandangaan.

ÔÇ£Bu maafkan arya kalau minta yang aneh, aneh…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£Ibu sudah tidak peduli lagi dengan semuanya, yang penting kamu bisa menyelamatkan semua kelaurga kita, yang penting kamu puas begitupula dengan ibu, tidak bisa ibu pungkiri dengan kamu ibu merasakan kepuasanÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£terima kasih buÔÇØ ucapku

ÔÇ£Dan masalah dian, jika dia memang menginginkanmu dan berbicara dengan ibu, ibu akan menghentikan ini semua. Jika tidak, ibu akan melayani lebih dari yang tadi sayang sampai kamu benar-benar bosan dengan ibuÔÇØ ucap ibu, membuatku sedikit tertegun. Masa bodohlah…

ÔÇ£terima kasih bu.. tapi kalau tubuhnya seksi seperti ini terus mana bisa bosan buÔÇØ ucapku kemudan menciumnya

Kami bergumul bersama, saling berciuman hingga merasa cukup. Ibu dengan tubuh telanjangnya bangkit dan meninggalkanku di kamar.

ÔÇ£ibu mau siapin makan dulu, kamu bersih-bersih ya sayangÔÇØ ucap ibu sebelum meninggalkanku

Akku termenung didalam kamar, seakan sekarang semuanya telah berubah. Waktu yang kami tunggu seakan tidak akan pernah datang lagi. Aku bangkit dan membersihkan tubuhku dikaram mandi, kulihat ibu di dapur sedang memasak. Setelah bersih, Segera aku berpakaian dan duduk diruang TV. Ibu kemudian berjalan ke arahku dengan menggunakan tank-top tanpa bra dan celana ketat selutut terlihat cetakan puting susu serta vaginanya menunjukan ibu tidak menggunakan celana dalam. Langsung kutarik ibu dan kupeluk serta kucium bibirnya diatas pangkuanku.

ÔÇ£Bu.. pengen lag…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£mmmhh…. iya sayang…ÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£bu emutin lagi ya, tapi tangannya dibawah…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£pasti kebanyakan nonton film ya?ÔÇØ

ÔÇ£begini sayang…ÔÇØ ucap ibu yang memposisikan duduk bersimpuh ditengah-tengah selangkanganku

ÔÇ£HeÔÇÖem begitu bu…ÔÇØ ucapku

Ibu kemudian menarik celanaku hingga terlepas. Kedua tangannya berada di sebelah kanan dan kiri pahanya. Ibu melihat ku dengan senyuman, wajahnya tepat didepan dedek arya.

ÔÇ£kaya anjing saja nih, pasti imajinasimu sudah kemana-mana ya sayangÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£HeÔÇÖem.. bu pengen selalu melihat ibu ngemut nda pakai tangan kelihatan lebih seksiÔÇØ ucapku

ÔÇ£argghhh… ya bu terus…ÔÇØ lanjutku

ÔÇ£Slurrrp… dielus-elus dong kepala ibu…slurpp…ÔÇØucap ibu sambil memandang wajahku. Ku elus-elus kepala ibu, kadang elusanku menelusup di kedua buah susunya.

ÔÇ£Sayang sandaran saja, biar kelihatan kaya raja dan ibu jadi ratu seks kami sayangÔÇØ ucap ibu,

Kulipat tanganku di belakang kepalaku, sambil bersandar aku melihat ibu dengan bibir indahnya mengemut-emut dedek arya. rambutnya digelung ke belakang, membuat lehernya terlihat lebih indah. Memang benar-benar seperti seorang raja, duduk bersandar dengan kedua tangan berada dibelakang kepalaku. Sedang dedek arya dikulum oleh ratu-ku, ough… benar-benar nikmat.

ÔÇ£Ibuku sayang lebih keras, aku pengen mejuhin tubuh kamu lagiÔÇØ ucapku santai

ÔÇ£Sluuurppp… heÔÇÖem iya sayanngku… pengen di mana mejuhinya… slurppp…ÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£Erghh… pengen di ergghhh wajah… dan ermmmhhh… di susu Ibu yang besar itu owhhh…ÔÇØ ucapku sambil memejamkan mata

ÔÇ£Slurrppp… gini ya?ÔÇØ ucap ibu yang kemudian aku membuka mata melihat ibu melepas tank-topnya

Di jepitnya dedekarya dengan kedua susu besarnya itu. Ibu kemudian meludahi dedek arya, pemandangan yang penuh sensasi. Dinaik turunkan tubuhnya agar susu indah itu menggesek dedek arya. ketika tubuhnya turun, lidahnya keluar dan menjilat ujung dedek arya. kadang ketika tubuhnya turun, dilahapnya ujung dedek arya dengan bibirnya.

ÔÇ£Owh… ibu tambah seksi sekali…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£Seksi apa nafsuin sayang?ÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£Seksi dan nafsuin bu owhh…ÔÇØ ucapku sambil mengelus pipi kananya, kepalanya pun miring ke kanan meminta elusan lebih

ÔÇ£arya… sayangku kamu nakal sekali… emmmhhhtapi ibu suka sayang, lebih nakal lagi sayang mumpung bajingan itu ndak ada dirumah…ÔÇØ ucap ibu, sambil menaik turunkan tubuhnya

ÔÇ£Kalaupun dirumah, aku tetap akan nakal bu…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£beneran sayang… ouwh…. nakalin ibu terus ya sayang…ÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£pasti bu… ayo bu lebih cepat lagi arya pengen banget mejuhin ibuÔÇØ racauku sambil jempolku aku masukan kedalam mulut ibu

ÔÇ£Emmmhhh… slurrppp….ÔÇØ hanya itu yang aku dengar

Tubuh ibu semakin cepat naik turun, mulutnya pun semakin kuat menyedot jempol tanganku. Ujung dedek arya semakin sensitif. Aku meraih kepala ibu dengan tangan kiriku, aku sudah tidak tahan lagi.

ÔÇ£bu aku pengen mejuhin ibu… owhhh…. arya mau keluar…ÔÇØ racauku, dan ibu tidak membalasnya. Tubuhnya semakin cepat bergerak.

ÔÇ£arya keluar bu….ÔÇØ teriakku, ibu masih menggoyang dan…

Croot croot croot croot croot croot croot croot croot croot

Ketika tembakan pertama ibu berhenti dari menggoyang tubuhnya. Kepalanya ditundukan dan langsun disembur oleh dedek arya pada tembakan kedua dan seterusnya. Aku langsung rebah kebelakang besandar pada sofa ruang TV. kulihat ibu masih mengapitkan susunya pada dedek arya.

ÔÇ£masih tegang nak, sayang kalau dianggurinÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£hesh hes hesh yang sayang dianggurin kontol arya apa tempik ibuÔÇØ ucapku

ÔÇ£Nakal kamu, ya dua-duanya sayangkuÔÇØ ucap ibu sambil memutar tubuhnya dan berpose mennungging

Aku langsung bangkit dan memeluk tubuh ibu. kuciumi punggung putih nan indah ini. kulorotkan celana ketat ibu.

ÔÇ£tampar nak, ibu sekarnag suka kalau kamu tampar pantat ibuÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£Hanya dengan arya ibu begini, ndak boleh sama yang lainÔÇØ ucapku

PLAK… PLAK… hanya dua kali aku menampar pantat ibu

ÔÇ£aw… seandainya kamu sudah tidak lagi main sama ibu, berarti ya itu terakhir kalinya tempik ibu dimasuki kontolÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£Janji bu?ÔÇØ ucapku sambil mengarahkan dedek arya ke vagina ibu

ÔÇ£Janjihhh… emmmhh… itu kontol jangan di depan tempik ibu, dimasukan sayangÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£begini ibu sayang?ÔÇØ ucapku, memasukan dedek arya dan mulai menggoyangnya

ÔÇ£Yah… begitu… owhhh sampai dalam lagi, kontol kamu benar-benar panjang sayang ouwh… erghh… goyang lebih kerasÔÇØ racaunya

Aku memegang kedua pantat ibu yang montok dan besar ini. kulihat lubang anus yang merekah yang pernah aku masuki, timbul dalam pikiranku untuk memasukinya lagi. Tapi pertama aku harus membuat ibu ke puncak terlebih dahulu.

ÔÇ£Owh bu… bolehkah arya memasuki ini lagi, dulu arya pernah janji satu kali tapi arya kepingin lagiÔÇØ ucapku sambil memasukan jempol tangan kananku ke dalam anusnya

ÔÇ£Arghh… terserah kamu sayang… oughhh… terserah… yang penting kamu puas dengan tubuh tua iniÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£Ibu memang sudah tua tapi tubuh ibu serasa 20 tahun yeah… menjepit banget tempik ibuÔÇØ racauku

ÔÇ£Terserah owh… hajar terus sayang… hajar tempik ibu ouwh yahh begitu goyang lebih keras lagi… emmmhh… lebih dalam lagi sayangkuwh owh….ÔÇØ racaunya

Aku terus menggoyang tubuh dan pinggulku. Ibu meracau tak karuan ketika dek arya menghujam lebih dalam dan lebih keras dari sebelumnya. Tubuh bagian depannya ambruk tak kuat menahan hentakan demi hentakan yang aku berikan. Kepalanya menunduk mencoba melihat dedek arya yang menghujami vaginanya.

ÔÇ£Lebih cepat… ibu mauh…. owh… ke lu… ar…. aaaaaaaaaaaaaaÔÇØ teriaknya

Dan kuhujamkan dedek arya lebih dalam dan kudiamkan. Menikmati sensasi cairannya keluar membasahi batang dedek arya. tubuh ibu tampak mengejang sebentar dan nafasnya yang semula tidak teratur menjadi teratur. Ku cabut dedek arya dan ku buka anus ibu dengan kedua jempolku. Kumasukan dedek arya secara perlahan

ÔÇ£pelaan arghhhh… itu jarang kamu masuhki owh…. pelan sayang…ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£Iya bu ini pelan, enak ndak bu?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£Sakit tapi teruskan sayangh ouwh.. emmhhh…ÔÇØ ucapnya, tubuhnya kembali terangkat menikmati tusukan dedek arya di anusnya

ÔÇ£masuk semua bu, digoyang ndak bu?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£Digoyang sayang biar kamu keluar, yang pelan dulu sayang jarang kamu masuki itu…ÔÇØ ucapnya

Aku kemudian menggoyang perlahan pinggulku. Semakin lama semakin cepat kepala ibu tampak mendongak keatas. Setelah ritme goyanganku stabil, aku peluk tubuh ibu. sempit dan lebih sempit dari vaginanya. Kupeluk tubuhnya, tangan kiriku kugunakan untuk menopang tubuhku dan tangan kananku kugunakan untuk memainkan susu ibu. kepala ibu menoleh kebelakang dan kami saling berciuman. Ciuman antara ibu dan aku semakin lama semakin panas membuatku semakin cepat menggoyang pinggulku. Saking kerasnya menggoyang, pinggul ibu jatuh kelantai dengan kedua tangannya menekuk. Kini posisi ibu telengkup denan tangan tertekuk sebagai tumpuan dan kedua tanganku masuk kedalam meremas susu ibu.

ÔÇ£ouwh bu… arya rasanya pengen keluar…ÔÇØ racauku

ÔÇ£keluarkan… pejuhin ibumu nak ouwh… ÔÇ£ balasnya

ÔÇ£owuh ibu tempikmu enak,anusmu enak susumu besar, arya mau keluar bu….ÔÇØ ucapku

ÔÇ£keluarkan sayang… pejuhin ibumuÔÇØ balasnya, langsung aku cabut dedek arya dan aku berlutut dibelakangnya

Croot croot croot croot croot croot croot croot

Semburan spermaku tumpah dipunggung ada pula yang mengenai rambut ibu yang digelung. Setelah semua keluar, aku langsung dududk mekangkang disamping ibu. ibu kemudian berputar dan kepalanya berada dipahaku, dikulumnya dedek arya untuk membersihkan sisa-sisa cairan kenikmatanku.

ÔÇ£Ough… masih linu bu pelan… uftthhh…. has has hasÔÇØ ucapku tersengal

ÔÇ£slurppp mmm… iya sayang… oia mau makan ndak? Itu sudah ibu suapin.. slurrrppp….ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£Sebentar bu istirahat, habis sarapan dan makan sian tempe masalahnya he he heÔÇØ ucapku

ÔÇ£Tapi belum mimik susu kan?ÔÇØ ucap ibu yang kemudian bangkit dan duduk di pahaku

ÔÇ£Dimimik susunya sayang…ÔÇØ ucap ibu

Aku kemudian mengenyot susu ibu secara bergantia, dedek arya pun tertidur karena kelelahan. Tapi posisi ibu yang duduk di pahaku berbuat sedikit nakal. Tubuhnya naik turun dan menggesek-gesekan vaginanya di dedek arya. awalnya tidak begitu terasa tapi setelah beberapa lama ibu melakukan itu, dedek arya menjadi bangkit kembali. Dengan cepat ibu memasukan kembali dedek arya ke dalam vagianya

ÔÇ£Ibu ndak capek?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£capek sih capek, tapi kasihan tuh kedinginan makanya ibu selimuti hi hi hiÔÇØ ucap ibu nakal

ÔÇ£Bu makan yuk…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£AyukÔÇØ ucap ibu yang kemudian berusaha bangkit tapi aku tahan, aku peluk tubuhnya dan aku angkat dengan posisi dedek arya tertancap di vaginanya

ÔÇ£Aw nakal ya sayangkuÔÇØ ucap ibu

Kami kemudian menuju meja makan, aku duduk dikursi dan ibu sedikit membalikan tubuhnya mengambil makanan. Ibu kemudian berusaha menyuapiku tapi aku tidak mau. Aku suruh ibu mengunyah terlebih dahulu dan disuapkan ke aaku setelah mengunyahnya.

ÔÇ£Kalau begitu ambilnya lebih banyak, ibukan juga laparÔÇØ ucap ibu dan aku hanya tersenyum kepadanya

Begitulah hari ini, ibu menyuapiku dengan makanan yang telah dikunyahnya. Dan kadang ibu menyuruhku mengunyah makanan yang akan dia makan. Hingga akhirnya setelah makan kami kelelahan dan mandi bersama. Ibu kemudian berpakaian sopan karena mungkin saja ayah akan pulang. Kami tidur dikamarku dan kupeluk ibu dari belakang hingga sore menjelang.

Aku terbangun dengan kepala sedikit pusing, dengan malas aku bangun dan menuju kelantai bawah. Kulihat jam menunjukan pukul 18:00, dan aku dapati ibu dengan pakaian yang sopan duduk i ruang TV. disambutnya aku dengan bibir yang maju kedepan dan kubalas. Ibu kemudian menunjuk-nunjuk ke arah pekarangan rumah. Langsung aku melompat dari tangga dan duduk di samping Ibu.

ÔÇ£baru datang…ÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£Ouh… ada informasi bu?ÔÇØ ucapku, ibu hanya menggeleng

Ibu kemudian mengecilkan suara televisi, dan kami kemudian diam mendengarkan ayah yang berada dibelakang.

ÔÇ£Benarkah itu dia?ÔÇØ

ÔÇ£APA?! Bagaimana mungkin?!ÔÇØ

ÔÇ£ARGH! Kenapa bisa seperti ini? bagaimana dengan anak perempuannya dan istrinya? Apa ada dirumah?ÔÇØ

ÔÇ£APA?! Tidak ada sama sekali?!Pasti ada mata-mata disekitar kita, kita harus lebih hati-hati lagiÔÇØ

ÔÇ£Oke reng (nico), kamu suruh orang awasi rumahnyaÔÇØ (Suara televisi kemudian aku keraskan sedikit agar tidak menimbulkan curiga)

ÔÇ£Nanti aku akan ke sana, jam 10 aku belum istirahat setelah tadi malamÔÇØ

ÔÇ£oia, jika nanti kamu melihat anaknya, langsung kamu bawa sajaÔÇØ

ÔÇ£Dan ingat… beberapa hari lagi, di cermin darat rembulanÔÇØ (Deg, ketika aku mendengarnya aku serasa telah melupakan itu semua)

ÔÇ£Dan… lewat email, sematpon itu (milik KS) kelihatannya menjadi sumber malapetaka kitaÔÇØ

Setelah percakapan itu, ayah kemudian masuk dengan wajah penuh rasa takut. Entah apa yang ada di dalam pikirannya tapi yang ada dalam pikiranku adalah sebentar lagi pasti aku akan menjatuhkanmu. Ayah kemudian duduk sebentar bersamaku dan ibu, kemudian aku candai Ayah. Ayah pun sedikit membalas, aku tidak berani membahas masalah yang baru saja aku dengar. Wajahnya tampak begitu suram dan kelam. Ayah kemudian beranjak pergi dan masuk ke kamar, setelah kurang lebih satu jam terdengar dengkur ayah. Ibu kemudian memberitahuku mengenai berita di TV tentang orang yang terbakar dalam mobil. Ada 5 orang. 1 orang terbakar di dalam mobil yang tertabrak truk, 2 orang terbakar di dalam jurang, dan 2 orang lagi terbakar setelah menabrak monumen. Aku hanya tersenyum dan tiba-tiba ibu menciumku. Aku dan ibu kemudian bercumbu di ruang TV, tidak sampai main karena jujur saja habis tenagaku. Kami saling berpelukan dan aku juga meremas susunya. kami bercumbu di depan TV hingga ayah kembali banggun dari tidurnya. Kami berdua bersikap biasa saja. Ayah kemudian pamit keluar. Mungkin besok aku akan bermain lebih keras lagi.

Aku dan ibu kemudian kembali ke kamar masing-masinng untuk menghindari permainan selanjutnya. Aku masuk ke dalam kamar dan duduk didepan komputerku. Lama aku termenung memikirkan apa yang selanjutnya aku lakukan. Kubuka email dari om nico tapi juga tidak ada kabar berita. Aku bersandar sambil menguap di meja komputerku. Ku tumpuk kedua tanganku di meja komputerku dan kubenamkan wajahku ke dalamnya.

ÔÇ£Sial tak ada informasi, dan aku harus menuggu hingga malam tahun baru, tapi apa yang harus aku lakukan besok?ÔÇØ bathinku

Aku angkat wajahku dan kulihat kalung monel dengan gantungan cincin. Kuraih kalung itu, mencoba mengingat siapa pemilik kalung ini sebenarnya. Aku jadi ingat dengan kalung pemberian nenek mahesawati, kuambil kalung milik nenek. Ku letakan berjajar kedua kalung itu.

ÔÇ£ini punya nenek, ini punya siapa?ÔÇØ ucapku sendirian

Ku ambil kalung nenek dan kuletakan ditempat dimana aku menyembunyikannya bersama sematpon KS. Ku pandangi kalung monel itu kembali, dan terus mencoba mengingatnya. Kuputar-putar kalung itu, terus aku putar-putar dihadapan kedua mata ini. Lalu aku lingkarkan kalung itu di pergelangan tanganku, jadi aku pakai seperti gelang. Dan…

ÔÇ£Ah… ternyata ini…ÔÇØ bathinku yang kemudian tersenyum sendiri teringat akan pemilik kalung ini

ÔÇ£Sudahlah… mungkin hanya akan menjadi kenangan sajaÔÇØ ucapku perlahan. Kuletakan kalung itu di dalam saku dompetku dan kemudian kembali ke kasur empuk dan terlelap dalam lelahnya malam

Mungkin sebagian manusia memiliki masa lalu yang indah
Mungkin sebagian manusia memiliki masa lalu yang buruk
masa lalu adalah sebuah catatan kenangan
Namun masa lalu adalah sebuah kenangan
Itulah mengapa kita bisa dihari ini
Itu juga karena masa lalu
Esok adalah sebuah misteri yang tak pernah kita ketahui
Misteri yang belum pernah kita hadapi
Hari ini, ya hari ini lakukan yang terbaik agar esok tidak menjadi buruk
Aku yakin esok selalu indah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*