Home » Cerita Seks Mama Anak » Wild Love 35

Wild Love 35

Sebuah rencana yang secara garis besar sudah aku ceritakan tapi bagaimana nantinya aku tidak tahu. Yang aku tahu, kami berangkat untuk membunuh beberapa orang. Mungkin aku bisa disamakan dengan Ayahku tapi biarlah orang yang menilai aku tidak peduli. Saat ini, sekarang ini yang aku tahu hanya menolong rani dan ibunya. Kami sekarang berada tidak jauh dari pos satpam perumahan arwah. Mobil Apanza hitam berada di depan kami bersembilan yang membawa motor 250 CC, berpakaian serba hitam. Dengan membawa mikropon untuk bisa saling berhubungan satu dengan yang lainnya, kami bercakap-cakap. Hingga Rani mengirimkan BBM yang isinya Ayah telah pergi. Sejenak kami menungguk 3 mobil keluar, dan aku mengatakan kepada koplak bahwa mobil itu yang aku lihat tadi pagi.

Setelah mobil itu keluar, melewati kami dan menjauh anton keluar memastika semuanya aman. Kemudian sudira dengan pakaian seksi berwarna hitam dengan belahan dada yang wah menggiyurkan berjalan berlenggak lenggok ke arah pos satpam. Tak tahu apa yang dilakukan oleh sudira karena memang terlalu jauh jarah kami, kira-kira 100 meter dari pos satpam. Yang terlihat adalah sudira berada di antara dua satpam, dan tiba-tiba kepala kedua satpam itu tampak menunduk ke daerah dada sudira. Dan tiba-tiba satpam sudah tidak tampak lagi, sudira kemudian keluar dan melambaikan tangan. Tanda untuk kami segera menuju kearahnya, kami semua kemudian bergerak secara serempak menuju arah sudira. tampak sudira sedikit kesal ketika hendak masuk ke dalam mobil.

ÔÇ£iiih… tuh satpam ganas deh, masa puting dira digigit hi hi hiÔÇØ ucap dira keti membuka pintu mobil

ÔÇ£sudah cepat masuk woi!ÔÇØ ucap anton

ÔÇ£iya ndak sabaran sih, ntar dira kasih servis deh he he heÔÇØ ucap dira

ÔÇ£hueeeeeeeeeeeeek…ÔÇØ ucap kami serempak

Terlihat satpam tidak sadarkan diri, entah apa yang dilakukan sudira. Yang jelas, setelah menggigit puting dira mereka pingsan. Bodohlah, segera kami bergerak menuju ke rumah rani. Mobil melaju terlebih dahulu dan berputar berhenti di sebrang jalan. Agar lebih mudah untuk bergerak terlebih dahulu. Segera aku menelepon rani, rani segera keluar dan membukakan pintu gerbang.

ÔÇ£Ayo cepat!ÔÇØ teriakku kepada teman-temanku, masing-masing ada yang tinggal di motor dan yang membonceng turun masuk kerumah rani kecuali aku. Aku ikut masuk ke dalam.

Segera kami masuk kedalam rumah rani. Kami angkat tubuh ibu rani dari dalam kamar menuju mobil. Rani tampak sedikit cemas dengan aksi kami, tapi disela-selanya aku menenangkan rani. Ibu rani tampak menangis tapi kami berusaha menenangkannya. Tak ada kata-kata yang terucap diantara kami selama kami beraksi. Talk less do more!

ÔÇ£hati-hati…ÔÇØ ucapku yang membopong ibu rani bersama tugiyo, aris, joko

ÔÇ£ran, kamu ke mobil buka pintu mobilnya cepatÔÇØ ucapku, Setelahnya kami segera membopong ibu dan memasukannya ke dalam mobil.

ÔÇ£terima kasih nak…ÔÇØ ucap ibu rani

ÔÇ£sudah ibu tenang saja, malam ini ibu akan sembuhÔÇØ ucapku

ÔÇ£yoi buÔÇØ ucap anton

ÔÇ£segera kembali ke posisi sayangÔÇØ ucap sudira

ÔÇ£cepat kalian kembaliÔÇØ ucap udin

ÔÇ£terus aku bagaimana ar?ÔÇØ ucap rani

ÔÇ£kamu bonceng akuÔÇØ ucapku

Segera kami bergerak cepat ke arah motor kami. rani berjalan di belakangku dan kuserahkan helm yang sudah aku bawa sebelumnya. Kunyalakan motor 250 CC, dan Ketika hendak menarik gas terdengar teriakan dari belakang. Kami menoleh kebelakang, sebuah mobil bergerak yang semula lambat bertambah sedikit cepat.

ÔÇ£Hai berhenti!ÔÇØ teriak seorang yang kepalanya keluar dari pintu depan mobil, tukang ayah rani

ÔÇ£rani kembali atau ibu kamu akan mati!ÔÇØ teriaknya

ÔÇ£Ayo ar, cepat jalan!ÔÇØ teriak wongso yang sudah menarik gas motornya,

ÔÇ£Ar itu AyahÔÇØ ucap rani yang sudah dibelakangku, segera aku menarik gas motorku

ÔÇ£wes to lhek dang nyikep (sudah to segera peluk aku)ÔÇØ ucapku, rani kemudian memeluk tubuhku dan kutarik gas motor dan berputar melewati median jalan

ÔÇ£Berhenti atau kubunuh kalianÔÇØ ucap tukang yang semakin mendekat, kulihat sekilas ada dua mobil dibelakang motor tukang.

Kaca mobil anton terbuka….

ÔÇ£PLAN CÔÇØ ucap anton

Kami kemudian berhenti menunggu ketiga mobil itu bergerak memutar sedangkan mobil anton sudah terlebih dahulu bergerak menjauh. Ketika 3 mobil dibelakang kami mendekat kami tarik gas dan melaju menjauh. Dengan posisi kami melaju, tugiyo sedikit membalikan badannya ke belakang.

ÔÇ£FUCK YOU!ÔÇØ teriak tugiyo dengan mengacungkan jari tengah tangan kanannya

ÔÇ£Kejar mereka!ÔÇØ teriak tukang kepada dua mobil dibelakangnya

ÔÇ£ingat arah tujuan kalian pergiÔÇØ ucap anton di mikrophone kami

ÔÇ£roger danuarta bro!ÔÇØ ucapku

Kelima motor melaju dengan cepat, diiikuti 3 mobil dibelakang kami. Malam jam 8 jalanan sedikit ramai ditengah kota. Anton mennginsturksikan untuk bergerak melingkar melewati kota seperti pada rencana kami. Kami melewati jalur lingkar kota, anton berada jauh di depan kami sedangkan kami 10 orang berada di belakangnya. 3 mobil yang berjajar dibelakang kami terus mendekat.

ÔÇ£pisah formasi!ÔÇØ teriak wongso dengan gerak tangannya, 2-2-1.

Motor 1 dan 2 menepi ke kiri, motor 3 dan 4 tetap ke kanan sedangkan motor 5, aku tetap di tengah. Posisi sekarang adalah posisi arah jalan ke bukit yang kita rencanakan. Sebuah mobil mendekati motor 1 dan 2 tampak tugiyo dan aris sedikit berdiri dan mengejek mobil dibelakangnya dengan menepuk-nepuk bokongnya. Mobil itu terpancing dan mengikuti motor 1 dan 2 yang berbelok ke kiri, entah apa yang terjadi.

Motor 3 dan 4 juga didekati oleh sebuah mobil tepat di belakangnya, parjo dan joko tampak membalikan badan kebelakang dserta diacungkannya jari tengah kearah mobil itu dan akhirnya mobil itu ikut terpancing dan berbelok ke kanan, menghilang dari pandanganku. Sekarang yang tersisa hanyalah aku dan rani dengan satu motorku, menuju bukit bacusa. Tapi sial, mobil anton didepan jauh berhenti karena ada truk yang sedang mencoba berputar padahal jalan menuju bukit bacusa ada di sebelah kanan setelah truk itu.

Brak… ciiiit mobil dibelakangku sedikit menabrak bagian belakangku. Rani hanya terdiam dan memelukku semakin erat. Aku sedikit mengerem dan membanting setri ke arah kiri, dari kejauhan mobil anton bisa memaksa truk untuk berhenti dan membiarkan anton melewatinya. Karena posisi truk yang masih melintang membuatku tak bisa berbelok ke kanan menuju bukit bacusa. Hanya bisa melewatinya saja diikuti oleh mobil dibelakangku. Aku masih melaju dengan cepat didepan mobil yang mengejarku.

ÔÇ£SialÔÇØ bathinku

Tiba-tiba sebuah mobil berada di sebelah kiriku mencoba menghempaskan aku dengan bodi sampingnya. Dengan cepat aku menggoyang motorku ke arah kanan dan dia mendahuluiku. Tampaknya mobil itu tidak mempedulikan aku, dia mengejar mobil anton. Kulihat sebuah tanda plang berputar balik, tanda bahwa didepan ada median yang bisa aku gunakan untuk berputar dan menuju ke bukit bacusa. Kutarik gas lebih dalam segera aku berada disamping mobil itu, terlihat tukang sedang serius mengyetir mobilnya mengejar mobil anton.

ÔÇ£Ran…!ÔÇØ teriakku

ÔÇ£Apa?!ÔÇØ balasnya

ÔÇ£Acungkan jari tengahmu ke arah mobil itu!ÔÇØ ucapku

ÔÇ£Cepat!ÔÇØ teriakku

Segera aku mendekati mobil itu dari arah kanannya, dan brak kutendang spion kanan mobil itu. Tampak tukang sangat terkejut dan menoleh kearahku, dan tepat pada saat dia menoleh ke arahku. Rani mengacungkan jari tengahnya kearah tukang. Tukang seketika itu menggoyang mobilnya mencoba menjatuhkan aku, tapi dengan cepat aku mennggoyang motorku ke kanan untuk menghindari sentuhan bodi.

ÔÇ£KAMU BAJINGAAAAAN! KONTOL KECIL! SUKA ONANI! BAJINGAN GILA TEMPIIIK!ÔÇØ teriak rani yang sebenarnya diluar dugaanku karena dia bisa mengatakan hal kotor seperti itu

ÔÇ£BAJINGAN!ÔÇØ terdengar teriakkan tukang, segera dia mengarahkan mobilnya mengejarku

Ya, sesuai rencanaku. Aku kemudian menancap gas lebih dalam, dan dengan cepat aku banting setir ke arah kanan. Ciiiiiiitttt… dan posisi motorku sekarang berlawanan dengan posisi mobil. Mobil itu tampak mengeram mendadak dan mencoba memutar arah.

ÔÇ£cuiiiihh…ÔÇØ rani meludah kearah mobil itu dan segera aku tancap gas. Yupz, mobil itu mengikutiku di belakangku. Saatnya menuju keara bukit bacusa

————————-

Sudut pandang orang ketiga….

Nguuuueeeeeng…. Nguuuueeeeeng…. Nguuuueeeeeng….

ÔÇ£Tug, lagune disetel sing apik ben yen tibo opo kecekel awake dewe ketok sangar (ÔÇ£Tug (tugiyo), lagunya diputar yang bagus biar ketika kita jatuh atau tertangkap, kita kelihatan sangar) ÔÇØ ucap dewo di mikrophone yang didengarkan oleh ketiga orang yang lain

ÔÇ£Iya tug, yang bagus, yang menghentakÔÇØ ucap aris

ÔÇ£kalau bisa lagunya dream theater tug, okayÔÇØ ucap wongso

ÔÇ£sebentar bro, susah iniÔÇØ ucap tugiyo yang mencoba mengambil sematpon di saku jaketnya, kemudian di hubungkan ke colokan mikrophone (pokoknya gitulah ane juga bingung, masalahnya nubie bukan mata-mata). Dan…

Selamat malam duhai kekasih
sebutlah namaku menjelang tidurmu
bawalah aku dalam mimpi yang indah
di malam yang dingin sesunyi ini

Selamat malam duhai kekasih
aku sebut namamu
menjelang tidurku
agar kau hadir dalam mimpi indahku di peraduan yang sepi ini

Reff :
Gelisah hatiku karena kau jauh dariku
tak lelap tidurku karena terbalut rindu
adakah rindu didalam hatimu
seperti diriku merindukanmu
ÔÇ£WASYU,CELENG, BAJINGAN, KEMIN, KOPET! (ANJING, BABI HUTAN, BAJINGAN, ANAK BABI HUTAN, KOPET!)ÔÇØ teriak mereka bertiga setelah lagu diputar dan bait pertama lagu di dengarkan

ÔÇ£Sori bro, salah bawa sematpon pas berangkat, punyaÔÇÖe simbokÔÇØ ucap tugiyo membela diri

ÔÇ£JEMBUT! Lagune ike nurjanah saja bro, malah lebih bagus, aku sering onani mbayangin mbak ike dengan senyum manis mengemut kontolkuÔÇØ ucap dewo

ÔÇ£MATAMU!ÔÇØ teriak mereka bertiga

ÔÇ£Ganti-ganti!ÔÇØ ucap aris

ÔÇ£lagunya satu thok, ini lagu pacarannya mbok sama pakÔÇÖe dulu bro, maklum ya broÔÇØ ucap tugiyo

ÔÇ£Tugiyo koplak!ÔÇØ teriak wongso di mikrophone

ÔÇ£IYO!ÔÇØ teriak mereka bertiga, jelaslah koplak mereka geng koplak

Ngueeeeeeeeeeeeeeeng! Dua buah motor melaju dengan kecepatan tinggi menuju bukit komodo. Meninggalkan sebuah mobil yang berada di belakangnya. Diringi lagu evie tamala yang terus berputar dan berputar. Tampak sedikit kewalahan mobil itu meladeni keliaran dua pembalap di depannya. Mobil terus membuntuti setiap pergerakan dari kedua motor didepannya. Hingga sebuah jalan yang dilewati oleh ketiga kendaraan bermotor itu menanjak. Mendeti jalan yang yang disebelah kanannya adalah sebuah jurang yag curam.

ÔÇ£leng, ning buriku tapi ati-ati yo (babi hutan, ke belekangku tapi hati-hati ya)ÔÇØ ucap wongso kepada dewo melalui mikrophone

ÔÇ£oke, nyante wae su (Oke, santai wai njing)ÔÇØ ucap dewo kepada wongso

ÔÇ£rodo ngiwo ojo terlalu nengen ngko keno awakmu (agak ke kiri jangan terlalu ke kana nanti kena kamunya)ÔÇØ balas wongso

ÔÇ£Roger wong, kasih aba-aba yoÔÇØ ucap dewo kepada wongso

ÔÇ£Ya jelas to ndeeeeeeeeeees ndesÔÇØ ucap wongso

Ketika jalan mulai menanjak, tampak kecepatan dari ketiga kendaraan itu sedikit melambat. Motor 2 yang ditunggangi dewo dan aris melambat. Di arahkannya motor 2 ke belakang motor 1 sedikit ke kiri, mobil tetap membuntuti dengan jaral semakin dekat. Dan tepat ketika itu mobil mengambil posisi sedikit ke kanan.

ÔÇ£Mati kalian, setelah ini aku pepet kalian ke kiri dan matilah kalian ha ha haÔÇØ

ÔÇ£tembak mereka bro!ÔÇØ ucap seorang lelaki dalam mobil

ÔÇ£tembak? Aku tidak bawa pistol tahu sendiri kan aku pelupaÔÇØ ucap seorang lagi yang berada disampingnya

ÔÇ£Dasar goblok, kalau mereka ditembak kan pasti mereka lebih empuk lagiÔÇØ ucap lelaki yan menyopir itu

ÔÇ£Lha kamu bawa?ÔÇØ ucap lelaki disampingnya

ÔÇ£ndak bawa he he heÔÇØ ucap lelaki yang menyetir

ÔÇ£Sama saja, lalinan (pelupa)ÔÇØ ucap lelaki disampingnya

ÔÇ£banting kiri, pepet yang terdekatÔÇØ ucap lelaki yang tidak mengemudi

Brak…. sebuah tabrakan kecil mengenai motor 2. Citttt… ngueeeeng…. motor 2 sempat kehilangan kendali namun dengan keahlian dewo menunggangi kuda besi itu,motor dapat kembali ke jalur. Wongso yang berada di Motor 1 melihat kejadian itu dari spion melambatkan motornya.

ÔÇ£WASUUUU! (WANJIIING!)ÔÇØ teriak dewo memaki yang baru saja terjadi

ÔÇ£DIGAS! OJO NGALON! WONG! (TARIK GAS! JANGAN MELAMBAT!)ÔÇØ teriak dewo kepada wongso melalui mikrophonenya

ÔÇ£Ati-ati ndes, aku durung duwe anak (Hati-hati ndes, aku belum punya anak)ÔÇØ ucap aris yang memeluk tubuh dewi erat

ÔÇ£Sama bro, cita-cita anakku 8, 5 pemain inti 3 cadanganÔÇØ ucap dewo

ÔÇ£Emange futsal!ÔÇØ teriak aris dan tugiyo dari mikrophone

ÔÇ£Dasar koplak!ÔÇØ teriak wongso

Setelah terjadi tabrakan posisi sekarang menjadi seperti yang koplak inginkan. Motor 1 berada di depan, motor 2 dibelakangnya dan agak masuk kekiri sedangkan mobil berada dikanan belakang motor 2. Kecepatan dari tiga kendaraan bermotor itu sangat cepat, layaknya pembalap yang suda diakui mereka melibas jalan dengan santainya. Mata pengemudi motor 1 melihat sesuatu yang sudah ditunggi. Bibirnya tersenyum, dan sedikit terkekeh. Tiga temannya yang mendengar kekehan wongso seakan tahu apa yang dipikirkan wongso. Tepat di depan kedua motor tersebut, ada sebuah tikungan yang berbelok ke kiri dengan sebelah kanan jalan adala sebuah jurang yang dalam.

ÔÇ£Siapkan semuanya!ÔÇØ ucap wongso

ÔÇ£Roger!ÔÇØ teriak tiga orang yang mendengar wongso dari mikrophone

Dua orang, tugiyo meraih tas yang berada dipunggungnya beitu juga aris. Dengan cepat mereka mengambil kantong plastik besar yang berisi sesuatu berwarna hitam. Masing-masing tugiyo dan aris memegang dua buah kantong plastik besar. Dan tepat ketika mendekati belokan, mobil melaju di kanan mereka tepatnya dibelakang motor 2. Dan dengan laju dipercepat dan posisi mobil mencoba menyalip dari kanan motor 1 dan 2, mereka mulai masuk ke belokan.

ÔÇ£Sekarang!ÔÇØ Teriak wongso di mikrophone

Dilemparkannya kantong plastik itu ke depan mobil yang membuntuti mereka. Walau sebenarnya sangat berat karena terpaan angin dan juga posisi mereka sedang berkendara dengan laju yang sangat cepat. Dan pyukkk… pyukkk empat kantong plastik jatuh di depan mobil.

ÔÇ£Apa itu?!ÔÇØ teriak seorang lelaki dalam mobil

Ciiiiiiiiiiitttt…. mobil mencoba mengerem namun sayang, terlambat. Seketika dua motor didepannya berbelok ke kiri, mobil melaju disebelah kanan. Mobil melaju diatas aspal yang berlumurkan oli, walaupun mencoba untuk mengerem tapi laju roda mobil terpeleset oleh oli. Sebenarnya mereka bisa saja berhenti tapi ruang berhenti mereka sangat sempit. Mobil yang terlebih dahulu terpeleset oleh oli direm mendadak, tapi setelahnya mobil tetap melaju tanpa kendali. Mobil menabrak pembatas jalan, pembatas antara jalan dan jurang.

ÔÇ£Tidaaaaaaaaaaaaaak!ÔÇØteriak dua orang lelaki di dalam mobil

Ciiiiiiiiiiit brakkk…. nguuuuunggg…. brak brak brak………………. DHUARR DHUARRR DHUAAAAAARRRRR. Sebuah ledakan besar. Dari bawah jurang mewarnai gelapnya langit, api tampak berkobar. Mereka yang semula berkecepatan tinggi berhenti dan berbalik untuk menyaksikan kobaran api. Empat orang pemuda tampak tersenyum puas atas hasil kerja mereka.

ÔÇ£bro kenapa orang-orang itu terjun ke jurang?ÔÇØ ucap dewo

ÔÇ£cari suasana baru kaliÔÇØ jawab wongso

ÔÇ£cari wangsit, mau pasang nomor togelÔÇØ sambung aris

bawalah aku dalam mimpi yang indah
di malam yang dingin sesunyi ini

ÔÇ£Pateni! (Matikan!)ÔÇØ teriak ketiga orang itu kepada seorang temannya bernama tugiyo yang sedang asyik berjoged mendengarkan lagu evie tamala.

Ngueeeeeeeeeeeeengggg…… Ngueeeeeeeeeeeeengggg…… Ngueeeeeeeeeeeeengggg……

Motor 3 dan 4, diikuti sebuah mobil dengan 2 orang berada di dalamnya. Mobil melaju dengan cepat, mengikutii du amotor yang tampak liat meyusuri jalan. Jalan menanjak dilewatinya dengan kecepatan yang sangat tinggi.

ÔÇ£isih adoh Yo,karyo? (masih jauh Yo karyo)ÔÇØ tanya hermawan di mikrophone

ÔÇ£sabar bro, sedelok ngkasÔÇØ ucap karyo

ÔÇ£kontolku gathel (kontolku gatal)ÔÇØ ucap hermawan

ÔÇ£matamu! Situasi kaya gini ngomong kontolÔÇØ ucap karyo

ÔÇ£biar ndak stress bro ha ha ha, aba-abane yaÔÇØ ucap hermawan

ÔÇ£oke broÔÇØ ucap karyo

Kedua motor melaju dengan cepat diikuti oleh mobil dibelakangnya. Jalan kemudian menjadi datar, hingga kecepatan ketiga kendaraan bermotor itu melebihi kecepatan batas.

ÔÇ£tak puterin lagu biar ndak tegangÔÇØ ucap parjo

ÔÇ£oke bro!ÔÇØ ucap hermawan, joko, karyo bersamaan.

Mama … bolo-bolo, Papa … bolo-bolo
Nenek … bolo-bolo, Kakek … bolo-bolo
Mama bolo Papa bolo, Nenek bolo Kakek bolo, Semua bolo

Cantiknya memang cantik, Manisnya memang manis
Teman-teman semua suka

Mama sayang aku, Papa sayang aku
Nenek apalagi, Kakek juga sayang aku

Wajah yang cantik siapa yang punya
Wajah yang manis siapa yang punya
Anak mama anak papa semua
ÔÇ£KENTHIR!ÔÇØ ucap mereka bertiga kepada parjo

ÔÇ£lagu penyemangat bro ha ha haÔÇØ ucap parjo membela diri

ÔÇ£Penyemangat gundulmu! Lagu anak-anak disituasi seperti iniÔÇØ ucap hermawan

ÔÇ£masa kecil kurang bahagia si parjoÔÇØ ucap joko

ÔÇ£bar iki, diantemi wae parjo, setuju?! (setelah ini dihajar saja parjo)ÔÇØ ucap karyo

ÔÇ£Setuju!ÔÇØ teriak hermawan dan joko

ÔÇ£Jangan bro, ini artis idolaku bro, tina toon muach pokokmenÔÇØ ucap parjo

ÔÇ£wah parah ini orangÔÇØ ucap karyo

ÔÇ£HA HA HA HA HAÔÇØ tawa mereka berempat, gelak tawa dalam situasi mencekam

Bertiga kendaraan bermotor itu saling memperbanyak rpm. Motor 3 dan 4 masih tetap berada didepam mobil yang terus membuntutinya. Tak heran jika dua motor itu bisa dengan mudah dan gampang mempertahankan posisi mereka. Ya, karena mereka sudah hafal betul mengenai jalanan di bukit ini.

ÔÇ£Hei tembak mereka!ÔÇØ ucap supir mobil itu kepada temannya

ÔÇ£okeÔÇØ ucap seorang yang kemudian membuka kaca pintu, diarahkannya moncong pistol ke arah dua motor didepannya. Dhuaaarrrrr….. Pyar…..! kaca spion kanan pada motor 4 terkena tembakan untungnya tidak mengenai mereka.

ÔÇ£woi ada pistol! Bergoyang!ÔÇØ teriak hermawan, seketika itu motor 3 dan 4 bergerak zigzag dengan kecepatan yang tinggi

DHUUUUUARRRR… DHUAARRRRRR… dua tembakan meleset

ÔÇ£balang jok sing nembak!(lempar sesuatu jok ke arah yang nembak)ÔÇØ ucap hermawan, tanpa berbicara joko merogoh saku jaketnya dan jaket hermawan

ÔÇ£Makan nih!ÔÇØ ucap joko

Prak! Brughhh…

ÔÇ£Arghhhh! SialanÔÇØ ucap si penembak yang kemudan masuk, pistol yang di gunakannya pun jatuh

ÔÇ£ada apa?ÔÇØ ucap pengemudi

ÔÇ£Tanganku dilempar sesuatu sial, memar sedikitÔÇØ ucap penembak

ÔÇ£tenang saja, setelah ini kita lempar mayat mereka he he heÔÇØ ucap pengemudi

ÔÇ£kita lempar ke wadah makanan anjing ha ha haÔÇØ ucap penembak

Sebuah teriakan ÔÇ£……wuuuuuuuuu….ÔÇØ terdengar dari mulut karyo. Menandakan sebuah pemandangan jalan yang sudah mereka tunggu. Walau sebenarnya itu adalah jalan lurus biasa tapi tampaknya karyo hafal betul mengenai apa yang akan ada beberapa ratus meter didepan mereka.

ÔÇ£Siapkan!ÔÇØ teriak karyo

ÔÇ£Roger!ÔÇØ ucap mereka bertiga, parjo dan joko menambil sebuah tabung dalam tasnya

Seketika itu, motor 4 mendekati motor tiga dan bergerak menyamping kanan. Posisi motor 3 dan 4 berada di depan dengan jarak antar kedua motor melebar. Tanpa disadari oleh pengemudi, Mobil yang di kendarainya berada di tengah dengan posisi berada dibelakang motor 3 dan 4.

ÔÇ£Sekarang!ÔÇØ ucap karyo

Dengan segera parjo dan joko membuka isi tabung dan menarik katup penutupnya. Gerombolan asap kelauar dari tabung itu, sangat banyak sekali. Hingga mobil dibelakangnya tak bisa melihat apa yang ada didepannya. Asap masih keluar terus menerus dan mobil tetap dengan kecepatan yang sama mencoba mengejar mereka. Hingga asap sudah tidak keluar dari tabung itu, motor 3 berbelok ke arah kiri sesuai arah jalan dan motor 4 bergerak ke arah kenan melawan arus. Untungnya jalanan bukit komodo sepi, jadi resiko motor 4 mengalami tabrakan dengan kendaraan dari lawan arah adalah nol. Dan….

CIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIT… BRAAAAAKKKK!

Mobil yang diawal tidak bisa melihat tiba-tiba menabrak sebuah monumen pemisah jalan. Ya, jalan didepan mobil ini bercabang, satu ke arah kiri sesuai arus jalan sedangkan yang kekanan melawan arus. Mobil tidak menyadari bahwa mereka berada ditengah-tengah kedua arus jalan tersebut. Ketika asap telah berhenti, baru mobil itu menyadari bahwa mereka berada ditengah-tengah jalan yang akan membelah. Mereka berusaha menghentikan mobil namun sayang, jarak mereka terlalu dekat dengan sebuah monumen besar pembelah jalan itu. Hingga akhirnya mobil itu menabrak monumen dan mobil ringsek tidak karuan. Dua orang yang berada di dalamnya… missing their soul. Motro 3 dan 4 kembali memutar dan melihat mobil yang menabrak itu dari belakang mobil dengan jarak yang sangat jauh. Ya mereka melihat sebuah mobil ringsek dan dengan asap sedikit mengepul dari mobil, dan DHUAAAAARRRRRRR…. sebuah ledakan yang disaksikan empat orang dengan posisi berada di atas motornya.

ÔÇ£Tadi yang kamu lempar apa jok?ÔÇØ ucap hermawan yang disampingnya ada karyo dan parjo

ÔÇ£HapeÔÇØ ucap joko

ÔÇ£Hapemu?ÔÇØ ucap hermawan

ÔÇ£bukan, hape kamuÔÇØ ucap joko santai, seketika hermawan merogoh saku jaketnya

ÔÇ£KAMPRET KOWE JOK! (KAMPRET KAMU JOK!)ÔÇØ teriak hermawan ke joko

ÔÇ£Sori bro ha ha ha haÔÇØ ucap joko yang kemudian tertawa bersama karyo dan parjo, walau kehilangan Hape hermawan juga ikut tertawa…

HA HA HA HA HA….

——————–

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*