Home » Cerita Seks Mama Anak » Wild Love 32

Wild Love 32

Suasana menjadi sangat hening ketika kata-katanya terputus. Aku hanya mampu memandangnya dengan seribu pertanyaan di dalam kepalaku. Masih disini, di kamar lantai atas rumah mbak ara. Kami kemudian berpandangan satu sama lain.

ÔÇ£Ar…ÔÇØ ucapnya dengan wajah menjadi sendu dan menatap ke lantai

ÔÇ£yoi…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£bisakah kamu…ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£iyaaaa….ÔÇØ ucapku

ÔÇ£bisakah kamu juga berjanji kepadaku untuk….ÔÇØ ucapnya terpotong, semakin bingung aku dengan kata-katanya yang terputus

ÔÇ£melindungi ayahkuÔÇØ ucapnya

ÔÇ£Eh? Maksudnya mbak?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£kamu berjanji pada erlina akan membalaskan pada erlina, dia juga bercerita jika kamu mempunyai kenalan dari intelejen. Aku mohon tolonglah ayahkuÔÇØ ucapnya

ÔÇ£apa ini? kenapa erlina bisa bercerita banyak kepada ara? Apakah dia juga membongkar identitasku sebagai mata-mata ayahku?ÔÇØ bathinku

ÔÇ£Ar… aku mohonÔÇØ ucapnya

ÔÇ£sebentar-sebentar mbak, ndak ada angin ndak ada hujan ndak ada panas, kok tiba-tiba mbak bilang seperti itu ke aku? Aku itu Cuma mahasiswa lho mbak, paling mbak erlina ngelantur kaliÔÇØ ucapku

ÔÇ£Erlina adalah anak KS, yang terbunuh di perumahan SAE. Pembunuhnya adalah suruhan Ayahmu, dan empat orang yang lainnya yang aku tidak begitu paham siapa mereka. Dan kamu pasti tahu mengenai teman-teman ayahmu itu, tapi satu diantaranya tidak pernah melakukan perbuatan kotor seperti empat orang yang lainnya ar, dan itu adalah ayahkuÔÇØ ucapnya

ÔÇ£Eh…. siapa? Siapa orang itu? Siapa wanita ini?ÔÇØ bathinku

ÔÇ£Ar, aku mohon selamatkan ayahku ar, dia pasti akan dibunuh, karena ayahku sudah mulai lelah kalau harus mengikuti mereka, aku mohoooooon hiks hiks hiksÔÇØ ucapnya yang berjalan dari balkon dan kini duduk bersimpuh dihadapanku

ÔÇ£mbak ngaco deh…ÔÇØ ucapku mencoba mengelak

ÔÇ£Please ar, aku mohon ar… aku sudah tahu semuanya ar, ayahku juga sudah bercerita semuanya, tentang KS, ayahmu mahesa dan tiga orang lain. Tapi dua orang hanya disebut ayahku sebagai tukang dan aspal…. aku yakin kamu pasti tahu, dan aku yakin kamu bisa melindungi ayahkuÔÇØ ucapnya, aku jadi semakin kebingungan dan tidak bisa mengelak dari setiap perkataan mbak ara

ÔÇ£mbak sebentar… sebentar.. okay? Please donÔÇÖt cryÔÇØ ucapku

ÔÇ£Aku akan menangis terus jika kamu menolaknya ar, aku mohonÔÇØ ucapnya

ÔÇ£Baiklah! Aku akan melindunginya tapi bagaimana? Ayah mbak saja aku tidak tahuÔÇØ ucapku

ÔÇ£terima kasih hiks hiks hiks…ÔÇØ ucapnya kemudian memelukku

ÔÇ£ssssshhhhh huuufffffffffthhh…..ÔÇØ yang menghelas nafas panjang, kemudian melepaskan pelukannya

ÔÇ£hadeeeeeeeeeeeh bingung akuÔÇØ bathinku

ÔÇ£Ar…ÔÇØ ucapnya tersenyum kepadaku

ÔÇ£Sudah jangan nangis, akan aku bantu sebisanyaÔÇØ ucapku santai

ÔÇ£heÔÇÖem… aku akan beritahu siapa ayahkuÔÇØ ucapnya

ÔÇ£Jika ayahnya bercerita kepadanya mengenai tukang dan aspal, berarti ayahnya adalah si bukuÔÇØ bathinku

ÔÇ£oke, kita seriusÔÇØ ucapku

ÔÇ£Ayahku memiliki sebutan si Buku. Dia salah satu dari lima orang komplotan ayahmu. Dia bekerja di bagian pendidikan, dan tidak seperti yang lainnya. Ayahku hanya menduduki jabatan dibawah kepala instansi, ayahku bernama Asmo KusumoÔÇØ ucapnya sambil mengusap air mata yang mengalir dipipinya

ÔÇ£Eh…ÔÇØ aku terkejut dengan kenyataan ini, baru kali ini aku mengetahui identitas si buku. Aku tertunduk dan terus berpikir kenapa aku harus melindunginya

ÔÇ£Mbak, jujur saja aku tidak punya alasan yang tepat untuk melindungi ayah mbak ara, karena ayah mbak ara terlibat dalam semua kejahatan yang dikomandoi ayahkuÔÇØ ucapku

ÔÇ£Tidak, kamu pasti punya alasan, karena selama bersama mereka ayahku tidak pernah menggunakan uang pembagian dari mereka. Bahkan setiap kejahatan yang dilakukan oleh mereka, ayahku selalu menentangnya dan tidak mau tahuÔÇØ

ÔÇ£Ayahku merupakan loyalis kakekmu, dan dia satu-satunya yang berani masuk ke dalam lubang ini hanya untuk memberikan informasi ke kakek kamu. Tapi setelah lama ini, ayahku terkungkung didalamnya dan sulit untuk keluar karena terlalu banyak mengetahui rahasia mereka. Bisa jadi, jika ayahku memilih untuk berhenti dia bisa dibunuhnya. Ayahku sekarang merasa bahwa dirinya akan dibunuh karena beberapa tahun ini ayahku sudah tidak pernah bertemu dengan komplotannya. Dia sudah muak dan tidak tega jika harus melihat korban bertambah lagiÔÇØ

ÔÇ£Selama menjadi informan kakek kamu, kakekmu sebenarnya menyuruh untuk keluar dan tidak memperbolehkannya tapi ayah menolak. Karena pada awalnya ayah hanya menjadi pupuk bawang (pemain yang tidak dianggap) bagi komplotan ayahmu, inilah yang membuat ayahku merasa tidak cukup informasi dan baru beberapa tahun ini ayahku dijadikan pemain utama dalam komplotan ayahmu. Sehingga, ayah baru mengetahui banyak sekali informasi baru beberapa tahun ini dan semuanya telah disampaikan kepada kakek kamu. Kakek kamu sebenarnya merasa sangat sedih karena ayah terjebak didalamnya, bahkan kakek kamu sekarang sedang kebingungan untuk bisa mengeluarkan ayahku dari komplotan mereka. Kakekmu sebenarnya sudah memberikan informasi kepada intelejen, namun intelejen tetap tidak bisa menjamin keselamatannyaÔÇØ

ÔÇ£Aku mengetahu semua rahasia erlina ketika dia menangis melihat mayat KS. Tapi dia tidak pernah tahu siapa aku, karena dia pasti akan sangat dendam kepadaku. Kamu telah berjanji kepada erlina, aku juga berharap kamu juga berjanji kepadaku arÔÇØ jelasnya

ÔÇ£Mbak, badan inteljen saja tidak bisa menjamin keselamatan ayahmu, bagaimana denganku? Lihatlah aku, aku hanya mahasiswa tanpa senjataÔÇØ ucapku

ÔÇ£tapi aku punya keyakinan kamu bisa, ArÔÇØ ucapnya

ÔÇ£baiklah, akan aku usahakan tapi aku tidak berjanji tentang keselamatan ayahmu. Dan aku ingin bertanya, jika kakekku sudah tahu dan badan intelejen sudah tahu, ditambah lagi ayah mbak ara adalah informan untuk kakek sekaligus IN. Apakah ayah mbak tahu apa rencana mereka sekarang?ÔÇØ ucapku, dia hanya menggeleng-gelengkan kepala

ÔÇ£hufth….ÔÇØ aku membuang nafasku, aku kemudian bangkit dari hadapan mbak ara dan menyulut dunhill

ÔÇ£Sejak awal tahun kemarin, ayahku tidak dilibatkan lagi. Hanya sesekali ayah diajak mengorbol di telepon, dan semua itu hanya basa-basi. Ayah pernah diajak ketemuan, tapi besok setelah akhir tahunÔÇØ jelasnya

ÔÇ£Eh… akhir tahun? Pada saat langit berwarna pelangi, Seribu doa terucap, ah benar itu adalah di malam tahun baru, malam ketika kembang api bertebaran dan banyak orang mengucapkan resolusi bisa juga dianggap sebagai doaÔÇØ bathinku

ÔÇ£Sebentar mbak, apakah benar ayah mbak akan di ajak ketemuan setelah akhir tahun?ÔÇØ ucapku yang kemudian berlutut di depan mbak arya dengan kedua tangan memegan lengannya. Mbak ara hanya mengangguk pelan.

ÔÇ£Setelah akhir tahu? Apa maksudnya ini? bukannya mereka akan bertemu pada akhir tahun jika sesuai pesan itu, apakah ada rencana lain?ÔÇØ bathinku sambil menundukan kepala kebawah berpikir

ÔÇ£Eh….ÔÇØ aku kemudian teringat

ÔÇ£akukan sudah bilang, Pokoknya kita berempat saja, buku bisa hancurkan kitaÔÇØ

ÔÇ£setelah kita berempat bertemu, kita akan singkirkan bukuÔÇØ

ÔÇ£berarti memang ayah mbak ara akan disingkirkan mungkin dengan cara dibunuhÔÇØ bathinku

ÔÇ£Ar… apakah kamu mengetahui sesuatu?ÔÇØ ucap mbak ara

ÔÇ£Eh…. jika aku memberitahukannya dia pasti akan semakin bingung, lebih baik aku menenangkannya terlebih dahuluÔÇØ bathinku

ÔÇ£tidak mbak, hanya saja aku berpikir. Aku melindungi orang yang tidak aku ketahui, sebenarnya ayah mbak seperti apa?ÔÇØ ucapku, jujur aku tidak pernah tahu wajah ayah mbak ara

ÔÇ£Oh… ya sebentar ar, akan aku punya foto ayahkuÔÇØ ucapnya sambil mengambil sematpon dari sakunya

ÔÇ£ini ar…ÔÇØ ucapnya

Deg, jantungku hampir saja copot, melihat wajah yang ada difoto. Sebuah roda ingatan kembali ke masa lalu, kebencianku semakin memuncak ketika aku melihat foto itu. Wajah itu tidak pernah akan aku lupakan, dan sekarang aku harus melindunginya? Tidak! Aku kemudian berdiri, dan kembali menyulut dunhill

ÔÇ£Tidak, aku tidak akan melindungi bajingan itu!ÔÇØ ucapku dengan nada keras melihat ke arah pemandangan keluar jendela

ÔÇ£A… ada apa ar? Katakan kepadaku, kamu sudah berjanji kepadaku untuk melindunginya, apa salah ayahku hingga kamu menyebutnya seperti ituÔÇØ ucap mbak ara, dengan kedua tanganya menumpu tubuhnya yang sedang duduk bersimpuh

Hening sesaat, kucoba menghela nafas panjang. Kuhisap dunhill dengan sangat cepat, hingga arang dunhill tampak sangat membesar. Kubuang dan segera aku kembali duduk berlutut dihadapan mbak ara, kupegang lengannya dengan sangat keras. Tatapan mataku tajam membuat mbak ara ketakutan. Lama aku memandangnya dengan tatapan kebencian dan kemarahan itu, semakin mbak ara ketakutan.

ÔÇ£mbak tahu siapa ayah mbak? Siapa bajingan yang mbak sebut sebagai ayah? Dia tidak jauh beda dengan ayahku, buat apa aku harus menolongnyaÔÇØ ucapku berbisik pelan dengan nadan menekan tepat diwajahnya, karena tidak mungkin aku berteriak-teriak sedangkan dibawah ada pasien. Mbak ara hanya mampu menggelengkan kepalanya pelan dengan air mata semakin mengalir deras dipipinya

ÔÇ£DI-A ADA-LAH ORANG YANG MAU MEMPERKOSA IBUKUÔÇØ ucapku dengan nada menekan tapi tidak begitu keras, pandangan mataku tajam seperti seorang pembunuh

ÔÇ£seandainya dia mati, aku tidak peduli dan seandainya bisa dia mati dihadapanku!ÔÇØ ucapku pelan dengan masih nada sangat menekan. Wajah mbak ara semakin pucat mendengar penjelasanku

ÔÇ£jika saja waktu itu aku tidak cepat datang mungkin, ibuku sudah menjadi pemuas nafsunya!ÔÇØ ucapku dengan nada pelan dan menekan

Kutinggalkan mbak ara, dan aku melangkah ke balkon rumahnya. Menyulut dunhill, bersandar pada balkon lantai atas memandang mbak ara dengan kemarahan. Mbak ara, hanya tertunduk dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Aku sudah tidak peduli lagi, mau ayahnya informan, loyalis kakekku. Masa bodoh!

ÔÇ£Ar… hiks hiks hiks…ÔÇØ isak tangisnya dengan wajah tertutup kedua tangannya, aku hanya memalingkan wajahku ke arah lainnya, aku benar-benar sudah tidak peduli lagi

ÔÇ£bu dokter… bu dokter…!ÔÇØ teriak bapak dari pasien

ÔÇ£Eh… tunggu disini arÔÇØ

ÔÇ£Iya sebentarÔÇØ ucap mbak ara yang berdiri kemudian mengusap air matanya

Mbak ara kemudian melangkah pergi dan meninggalkan aku di kamar ini. aku kemudian beringsut duduk dengan kedua kaki kutekuk. Wajahku tertunduk, mulai berpikir apakah benar tindakanku. Ku dengar sayup-sayup percakapan mereka.

ÔÇ£Bu Dokter lihat bu anak saya bu, anak saya sudah bangun. Terima kasih bu, saya sangat berterima kasihÔÇØ ucap bapaknya

ÔÇ£Oh iya pak, nanti akan saya beri obat ya, dan diminum setiap harinya agar kondisinya lebih baikÔÇØ uc mbak ara

ÔÇ£Tapi bu maaf, saya belum punya uang untuk membayar bu dokter, kalau menunggu panen bagaimana bu?ÔÇØ ucap bapaknya

ÔÇ£Sudah pak ndak usah dipikirkan, pokoknya bapak nungguin anak bapak sampai nanti sore ya, biar saya mantep dengan kondisi anak bapakÔÇØ ucap mbak ara

ÔÇ£Wah bu dokter itu baik sekali, jarang lho bu ada dokter sebaik ibu. sudah dapat pengobatan gratis, makan juga grratis, pokoknya terima kasih banyak bu. Besok kalau suami saya panen, pasti saya mampir ke rumah ibuÔÇØ ucap istri bapaknya

ÔÇ£Sudah… sudah, yang penting sekarang anak bapak dan ibu sembuh, begitu ya?ÔÇØ ucap mbak ara

ÔÇ£Emm… bu, ibu habis nangis ya?ÔÇØ ucap anak bapaknya yang sudah agak gede

ÔÇ£Eh… tidak, tadi habis nonton film sama masnya KKN, dia kan sepupu bu dokter. Filmnya bikin nangis hi hi hiÔÇØ ucap mbak ara

Percakapan mereka sangat sejuk untuk didengar. Tak ada kata-kata arogan keluar dari mulut mbak ara. Hati ini semakin kacau, memikirkan tindakanku. Tapi disisi lain, ada sisi lain yang mengatakan tidak perlu untuk membantunya tapi sisi satunya lagi mengatakan yang berlalu biaralah berlalu. Arghhh…. jika saja ayahnya meninggal karena dibunuh, pastinya mbak ara juga akan kehilangan semangat hidupnya. Dan warga di desa ini akan kehilangan mbak ara. Kleeeek…. ceklek…. aku angkat wajahku dan kulihat mbak ara sudah berada di depan pintu.

ÔÇ£Ar… aku tahu…ÔÇØ sambil wajahnya di palingkan dari padanganku

ÔÇ£Aku tahu, waktu tidak bisa diputar dan perbuatan ayahku tidak bisa dimaafkan. Ayahku juga bukan apa-apa jika bukan karena kakekku. Dia pernah bercerita mengenai satu perbuatan yang memalukan tapi dia tidak pernah menceritakannya jika dia akan memperkosa ibumu, anak dari kakekmuÔÇØ ucapnya yang kemudian memandangku

ÔÇ£Aku hanya berharap kamu mau menolongnya dan melindunginyaÔÇØ ucapnya, aku kini yang berganit memalingkan wajahku

ÔÇ£Aku tahu kamu sangat membencinya. Aku hanya memohon kepadamu ar, hanya kamu harapan satu-satunya…ÔÇØ

ÔÇ£Tolonglah ar, sebagai gantinya, seumur hidupku aku akan menjadi pelayanmu ar, jika dulu ayahku pernah mencoba memperkosa ibumu. Sekarang, aku serahkan tubuhku kepadamu Ar, sebagai ganti perbuatan ayahku. Mulai dari sekarang hingga akhir dari hidupku ar. Kamu boleh melakukan apa saja terhadapku dan aku tidak akan lari, mau kau jadikan aku pelacurmu pun aku mau ar. Asal kamu berjanji mau melindungi ayahku, hanya ituÔÇØ ucapnya dengan air mata mengalir

ÔÇ£Eh… aku bukan seperti merekaÔÇØ ucapku pelan, sambil menundukan kepalaku

ÔÇ£Aku sudah siap arÔÇØ ucap mbak ara, aku kemudian memandangnya dan sangat terkejut melihat mbak ara sekarang hanya menggunakan BH dan celana dalam tipisnya. Kini dia sedang mencoba melepaskan BH yang menutupi payudaranya

ÔÇ£Mbak, sudah mbak….ÔÇØ ucapku

ÔÇ£Eh… Aku hanya ingin ayahku hidup ar, aku mohon hiks hiks hiks hiks…ÔÇØ ucapnya yang kemudian duduk bersimpuh dengan kedua tangan menutupi wajahnya, Bhnya tersangkut di kedua lengannya dan memperlihatkan payudara indahnya yang menggemaskan. Kupalingkan wajahku dari pemandangan itu, dan kusulut sebatang dunhill

ÔÇ£mbak, aku tahu mbak sangat menyayangi ayah mbak… aku pun jug atak tega jika kemudian hari mbak meninggalkan desa ini ketika ayah mbak disingkirkan oleh komplotannyaÔÇØ ucapku

ÔÇ£hiks hiks hiks aku tinggal disini karena aku ingin mengajak ayahku lari, tapi ayahku tidak ingin. Jika dia lari semua kerabatnya pasti akan mati. Aku… aku…. hiks hiks hiksÔÇØ ucapnya terpotong

ÔÇ£Baiklah mbak, aku akan membantunya keluar dari jebakan mereka dan mbak tidak perlu menyerahkan harga diri mbak kepadaku. Aku berjanji akan menolongnya…ÔÇØ ucapku pelan dan tersenyum kepadanya

ÔÇ£be…benarkah Ar?ÔÇØ ucapnya dengan senyum mengembang dengan pipi yang basah oelh air matanya. Aku mengangguk pelan dan tersenyum

ÔÇ£terima kasih ar, tapi jika kamu menginginkannya kapanpun bahkan sekarang, aku akan memnuhinya. Aku sudah berjanji kepadamuÔÇØ ucapnya, Aku kemudian berjalan kearahnya, kupakaikan lagi BH-nya dan pakaiannya. Mbak ara menurut dan hanya diam.

ÔÇ£jangan niru mbak erlin, nanti aku tambah pusingÔÇØ ucapku dengan senyuman

ÔÇ£Eh… erlin sayang sekali sama kamu ar, tapi sayang kamu sayang sama dosen kamu ya?ÔÇØ ucap mbak ara

ÔÇ£Eh… kata siapa? Pasti dari mbak elrin? Mbak erlin tahu apa?ÔÇØ ucapku yang kemudian duduk di sampingnya

ÔÇ£Bukan dari erlin, tapi ketika kamu mendapat hukuman dari tante kamu, tante asih. Walau percakapan kalian tampak judes tapi aku bisa merasakan kalau dari kata-kata yang keluar dari mulut kalian menyembunyikan rasa saling sayangÔÇØ ucapnya

ÔÇ£Mbak nguping?ÔÇØ ucapku, dan mbak ara mengangguk

ÔÇ£waktu itu aku ingin menemui kepala rumah sakit, yang juga teman pak dhe kamu itu. Pas lagi jalan, aku melihatmu mendapat hukuman. Akhirnya aku mendengarkan percakapan kalian, lucu tapi kalian memang cocokÔÇØ ucapnya

ÔÇ£Ndak cocok…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£Kamu tahu ar, aku juga mencintai orang yang lebih tua dari aku. Ketika dia berumur 30 tahun dan aku berumur 15 tahun, dia mengangkatku sebagai anaknya. Tapi setelah istrinya meninggal, hidupnya sangat kelimpungan. Aku yang semula merasa kasihan akhirnya aku mencoba untuk menggantikan posisi istrinya. Tapi lambat laun aku mencintainya akhirnya kami menikah siri, dan laki-laki itu adalah ayahku, si bukuÔÇØ ucapnya

ÔÇ£Eh….ÔÇØ aku terkejut mendengar ucapanya

ÔÇ£mungkin tabu ketika didengar, tapi aku mau menjadi istrinya. Itulah kenapa, apapun akan aku lakukan agar dia hidup, jika semua telah berlalu aku ingin meresmikan hubunganku secara sah dimata negara, aku tidak peduli kata orang mau dia lebih tua, mau dia dlunya seperti apa, kesalahan apapun aku akan menerimanya, karena aku mencintainyaÔÇØ ucapnya

Aku hanya tersenyum mendengar penjelasannya. Cinta? Mungkin itulah cinta. Tak memandang umur maupun status. Tapi kadang cinta bisa berubah menjadi benci, karena jarak cinta dan beni hanya 0,0000001cm. Tapi cinta bisa membuang benci, menghilangkan benci walaupun terkadang tanpa disengaja bisa mendatangkan benci. Cinta dapat menerima semua kekurangan dan kesalahan dari masa lalu, tapi cinta yang aku miliki untuk dia he he he, hilang dan tak tahu apakah akan kembali.

Cinta… cinta, bahkan seorang dewa dalam dongeng negeri tirai bambu pun harus jatuh menjadi seekor babi hanya karena cinta. Setiap kali dia melihat pedihnya cinta dia selalu mengucapkan, beginilah cinta deritanya tiada akhir, dasar ti pat kai. Itu hanya contoh kecil penderitaan karena cinta, benarkah cinta membuat sakit? Benarkah cinta membuat menderita? Setiap orang dapat melihatya dengancara berbeda, tapi cintalah yang membuat semuanya menjadi damai. Sasuke yang hidup dengan kebencian, sedangkan naruto hidup dalam kebencian namun dia ubah menjadi sebuah cinta.

ÔÇ£Ar, jika kamu memang menginginkan dosen kamu. Kamu seharusnya berjuang agar dia menjadi milik kamu…ÔÇØ lanjutnya

ÔÇ£tapi aku dan dia berbeda, dia seorang dosen mbak, aku mahasiswa , apa kata dunia?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£Dunia akan mengatakan, itulah cinta sangat indahÔÇØ ucapnya dengan senyuman

Kami kemudian bercakap-cakap hingga sore menjelang. Aku sudah bisa melihat senyumannya kembali. Rugi? Mungkin iya karena aku melewatkan tubuh sintal dari dokter cantik satu ini. pikiranku kadang menyuruhku untuk mengambil jatah yang diberikan tapi hatiku mengatakan apakah aku akan menyakiti Ibu lagi? Tidak, aku putuskan untuk tidak. Sore menjelang, kondisi pasien sudah membaik, mbak ara kemudian memberikan obat untuk dikonsumsi. Aku dan keluarga si bapak bersiap-siap untuk pulang kembali ke dusun kami.

ÔÇ£Mbak, jika memang ada informasi terkait komplotan ayahku, segera hubungi akuÔÇØ ucapku pelan ketika hendak pamit

ÔÇ£Iya ar, aku pasti informasikan dan terima kasih sudah mau menolongku dan jika kamu menginginkannya, aku siap…ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£ndak lah mbak…ÔÇØ jawabku

ÔÇ£Oh iya sudah ada erlina kok hi hi hiÔÇØ candanya

ÔÇ£mbaaaak jangan lagi deh, aku waktu itu kan terpaksa, mbak erlin juga mengancamnya benar-benar seriusÔÇØ jelasku

ÔÇ£iya, iya, dia memang suka nekat… oh ya ar, tolong kamu rahasiakan jatidiriku kepada erlina, aku tidak ingin dia membencikuÔÇØ ucapnya dan aku hanya mengangguk

ÔÇ£Ar…ÔÇØ ucapnya kemudian mendekat dan berbisik kepadaku

ÔÇ£Berjuanglah, aku yakin dosen kamu akan menjadi milikmuÔÇØ ucapnya, aku hanya memasang wajah datar kemudian melet di hadapanya

ÔÇ£Sudah, nanti kalau ada apa-apa aku hubungi lagi ar, sekali lagi terima kasih dan tolong antar bapaknya sampai kerumah ya nanti aku ganti deh bensinyaÔÇØ ucapnya

ÔÇ£Iya bu dokter cerewet. He he heÔÇØ ucapku, sebuah pukulan ringan mendarat di lenganku

Ku antar bapak beserta istrinya sampai kerumah. Aku dan bapaknya bercakap-cakap panjang kali lebar selama perjalanan pulang. Dalam pikirku aku tak habis pikir jika petunjuk dan informasi semakin banyak aku dapatkan. Pikiranku melayang ke teka-teki dari pesan di email om nico. Hanya kurang satu, cermin rembulan. Tempat apa itu sebenarnya?

Hari berganti, semua progja KKN-ku telah aku selesaikan bersama kelompokku. Waktuku tinggal satu minggu, dan kami jadikan waktu yang tersisa sebagai waktu untuk bersenang-senang. Di hari pertama ketika ajeng, anta dan rino pergi mencari makan malam aku mendapati rani dan eri dengan wajah sangat ketakutan dan penuh kesedihan. Ya aku ditinggal tidak mencari makan karena pada saat mereka akan pergi aku sedang mengeluarkan isi perutku.

ÔÇ£Ran, Er, kalian kenapa?ÔÇØ ucapku ketika melewati pintu kamar mereka, dan berhenti sejenak

ÔÇ£Ndak papa kok arÔÇØ ucap eri yang kemudian memaksakan sebuah senyuman di bibirnya

ÔÇ£HeÔÇÖemÔÇØ ucap rani yang juga memaksakan sebuah senyuman, aku kemudian berjongkok dan memandang wajah mereka berdua hingga mereka salalh tingkah

ÔÇ£Sebenarnya aku ndak ingin tahu masalah kalian, tapi beberapa kali aku selalu mendapati kalian bersedih. Entah setelah mendapat telepon, entah setelah memebaca pesan di sematpon kamu. Aku sebenarnya tidak mau peduli karena itu masalah pribadi kalian. Tapi jika memang ada yang bisa kamu bagi kepada sahabat-sahabat KKN-mu, kenapa tidak? Mungkin bisa meringankan beban pikiranmuÔÇØ ucapku

ÔÇ£Sudah ar, tidak apa-apa, okay lihat kita berdua sudah tersenyumÔÇØ ucap eri, dan rani juga memperlihatkan senyumannya

ÔÇ£Kasihan ya suami kamu besokÔÇØ ucapku santai dan berdiri sambil menyulut dunhill

ÔÇ£kok kasihan? Apa kamu sesuatu tentang aku dan eri?ÔÇØ ucap rani

ÔÇ£Aku ndak tahu, kenal sama kalian saja baru sekarang, Cuma….ÔÇØ ucapku sambil mengeluarkan kepulan putih

ÔÇ£Cuma apa?ÔÇØ ucap eri

ÔÇ£Cuma kasihan saja, suami kamu kelak hanya akan mendapatkan senyum palsu kalian he he heÔÇØ candaku

ÔÇ£Arya!ÔÇØ ucap mereka berdua serempak dan langsung berlari ke arahku, pukulan-pukulan ringan didaratkan di tubuhku. Kami kemudian bercanda hingga ajeng, anta dan rino datang. Tampak wajah rino dan anta berubah ketika melihat keakraban kami, ajeng, dia biasa saja karena sudah tahu aku.

ÔÇ£waduuuuuuuh… ada yang ngambek nih he he heÔÇØ ucapku

ÔÇ£Siapa tuuuuuhÔÇØ jawab ajeng

ÔÇ£ini lho jeng, dua cowok ganteng dateng-dateng wajahnya cemberut, cemburu nih sama akuÔÇØ ucapku yang langsung beranjak pindah tempat ke belakang ajeng

ÔÇ£kok cemburuuuu ada yang cinlok ya ar hi hi hiÔÇØ ucap ajeng

ÔÇ£kayaknya eh bukan kayaknya tapi memang beneran cinlok jengÔÇØ ucapku, sedikit aku lirik anta dan rino yang menjadi salah tingkah. Dan mereka juga mencoba menagncamku dengan kepalan-kepalan tangan, hanya bercanda.

ÔÇ£Siapa yang cinlok ar?ÔÇØ ucap eri

ÔÇ£heÔÇÖem…ÔÇØ ucap rani

ÔÇ£Yaelah dasar cewek ndak peka! Sudah tahu ada dua cowok ganteng cemburu sama aku, ya jelaslah mereka ndak suka aku dekat sama kalian berdua, pake nanya segala, tuh aku mau dihajar sama mereka berdua he he heÔÇØ ucapku membuat mereka berempat menjadi salah tingkah, aku dan ajeng hanya tertawa terpingkal-pingkal. Tak ada yang berani beranjak dari tempat kami berkumpul, karena setiap kali mereka mau meninggalkan tempat aku dan ajeng selalu mencandai mereka. Ya, cemburulah, hatinya panaslah ha ha ha hingga kami semua mengantuk dan tertidur tetap di tempat kami makan. Kulihat wajah mereka berlima tampak kelelahan, kuambil selimut dan juga bantal-guling dari kamar cewek dan kamar cowok. Ku selimutkan ke tubuh teman-teman lelakiku ini dan juga teman perempuanku.

ÔÇ£Terima kasih…ÔÇØ ucap pelan rani ketika aku menyelimutkan selimut ketubuhnya

ÔÇ£Eh… sudah tidur, lagi dah malamÔÇØ ucapku pelan

ÔÇ£mungkin jika tidak ada kamu, kelompok kita akan menjadi sunyi, terima kasih atas kebahagiaanya arÔÇØ ucap pelan eri ketika aku menyelimutinya dan aku hanya tersenyum

ÔÇ£aw…ÔÇØ bisiku pelan, karena ajeng mencubit tanganku ketika menyelimutinya

Kutinggalkan mereka dan aku nongkrong didepan rumah. Segelas teh panas dan juga dunhill menemaniku. Kubalut tubuhku dengan selimut tebal agar tetap hangat tubuh ini. tanpa sadar aku tertidur di depan rumah hingga pagi menjelang.

Hari-hari kami lalui bersama-sama,canda tawa dan kebahagiaan terpancar dari semua wajah teman-teman KKN-ku ini. berpoto bersama, berselepi bersama, bergurau bersama adalah hal yang indah yang kami lakukan selama KKN. Hingga waktu itu, malam hari sabtu aku diajak ajeng berjalan-jalan dengan mobilnya kesebuah tempat di dusun kelompok KKN lain berada. Aku diajaknya kesebuah danau yang sangat indah, waktu itu bulan purnama bulan yang sangat sempurna. Mengingatkan aku akan perempuan yang meuji bulan. Ah, kenapa aku bisa ingat akan dirinya lagi. Aku dan ajeng duduk di sampin danau alamin ini. pinggiran danau mirip sekali dengan pantai.

ÔÇ£Ar, indah ya…ÔÇØ ucap ajeng

ÔÇ£ya indah lah, kalau tidak indah mana ada yang mau kesini ha ha haÔÇØ candaku

ÔÇ£kamu itu masih sama saja, suka bercandaÔÇØ ucapnya

ÔÇ£aku masih sama jeng, tidak berubahÔÇØ balasku, ajeng kemudian berdiri dan perlahan berjalan memasuki pinggiran danau hingga pinggangnya tenggelam

ÔÇ£jangan dalam-dalam nanti tenggelam, mobil kamu aku jual ha ha haÔÇØ ucapku

ÔÇ£Ar, kesiniÔÇØ ucapnya tanpa menghiraukan candaku. Aku kemudian berdiri, kuletakan benda-benda berhargaku di dekat tas ajeng. Aku pun ikut menenggelamkan pinggangku tapi aku lebih kedepannya karena jika aku sejajar dengan ajeng hanya sampai pada selangkanganku

ÔÇ£indah ndak bulannya?ÔÇØ ucap ajeng

ÔÇ£indah jeng…ÔÇØ jawabku

ÔÇ£lihat rembulan didanaunya, seperti cermin ya?ÔÇØ ucap ajeng

ÔÇ£Eh… iya jengÔÇØ ucapku

ÔÇ£Eh.. cermin? Apakah ini yang dimaksud oleh ayah dan kawanannyaÔÇØ bathinku tersadar akan kata-kata ajeng

ÔÇ£berarti, jika yang dimaksud cermin adalah danau, perumahan ELITE, ada danau disana, apakah pertemuan mereka akan diadakan disana?ÔÇØ bathinku

ÔÇ£Ar…ÔÇØ ucap ajeng pelan memecahkan keheningan antara kami berdua

ÔÇ£iya… mmmmmm….ÔÇØ jwabku namun mulut ini sudah disumpal oleh bibirnya. Aku melangkah mundur dan hingga aku terjatuh di tepian danau yang tak begitu dala. Aku kini duduk dengan perutku tertutup oleh genangan air danau dan ajeng berada di atasku

ÔÇ£Jeng, sudah hentik….ÔÇØ ucapku terpotong

ÔÇ£I donÔÇÖt care abaut what you say, i donÔÇÖt care abaut your wise word again arÔÇØ

ÔÇ£i know that you wonÔÇÖt love me, but i love you ar, meskipun kamu tidak menginginkanku tapi…ÔÇØ ucap ajeng terpotong

ÔÇ£Jeng, jika kamu memaksaku aku akan memben…ÔÇØ ucapku terpotong

ÔÇ£i just want to give you my first time, biarkan aku bahagia denganmu sekali saja ar, sekali sajaÔÇØ

ÔÇ£and if you refuse it, youÔÇÖll see my body swiming in here, a body without soulÔÇØ ucapnya

ÔÇ£jeng jangan nekat, apa kamu gilaÔÇØ ucapku

ÔÇ£Just once, right here, right now, my first time is for youÔÇØ ucapnya yang kemudian medaratkan sebuah ciuman di bibirku, aku mencoba menolak tapi bisikan ajeng membuat aku tak kuasa.

ÔÇ£please… peluk aku ar, sekali saja buat aku bahagia bersamamuÔÇØ ucapnya

Kupeluk tubuh ajeng dengan kedua tanganku. Aku kini duduk tegap dengan kedua tangan memeluk tubuhnya. Ajeng kini duduk tepat di atas perutku. Aku dan dia kini saling melumat bibir, pikiran bersihku sudah hilang, logikaku kabur entah kemana. Tanpa aku sadari, ajeng sudah tidak lagi memakai celana dalamnya, aku dapat melihatnya ketika roknya tersingkap ke atas. dengan paksa ajeng menarik celana training yang aku pakai beserta celana dalamku hingga di pahaku. Dan toeeeeeeeng dedek arya tampak segar bugar, sudah lama sekali dia tidak mendapatkan jatah. Wajahnya garang dengan taring yang runcing siap menerjang vagina-vagina yang berada dihadapannya.

Wanita? Ancaman? Aku selalu kalah dengan ancaman seorang wanita. Seakan-akan mereka tahu akan kelemahanku, Ibu, erlina, dan kini ajeng sama-sama meberikan ancamanyang membuat aku luluhb lantak tak berdaya membuat diriku dikuasai oleh nafsu. Kini tanganku dengan penuh nafsu meremas-remas payudara ajeng yang terbungkus oleh kaos tanpa lengan itu.

ÔÇ£ehmmm…. arya, remas terus ar, jadikan malam ini aku milikmuÔÇØ ucap ajeng yang kemudian menciumku lagi

Kutarik kaos ajeng ke atas dan tersembulah payudara ranum ajeng. Tidak begitu besar dan tidak begitu kecil, kuremas dengan lembut. Ciumanku kemudian turun ke payudaranya membuat ajeng menggelinjang tak karuan.

ÔÇ£Ah ar, hangat sekali lidahmu ohhh….ÔÇØ ucapnya tapi aku tak menjawabnya

Dengan perlahan, ajeng menggesek-gesekan vaginanya kepada dedek arya. sensasi hangat dan dingin menyelimuti dedek arya yang berada didalam air danau ini. tanpa menunggu lama, ajeng melepaskan diri dan memegang dedek arya, diarahkannya dedek arya ke vaginanya. Entah bagaimana dia tahu mengenai posisi ini, mungkin dari film xxx. Tepat ujung dedek arya berada di mulut vaginanya, ditekannya secara perlahan

ÔÇ£Ergh…ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£Jeng, sudah jeng kalau sakit kita bisa hentikan sebelum semuanya terja… arghhhh….ÔÇØ ucapku terhenti karena ajeng dengan paksa menekan vaginanya hingga melahap habis dedek arya

ÔÇ£ash ash ash ash ash Penuh sekali ar, burungmu besar sekali, vaginaku penuh erghhhhh….ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£jeng… erghhhh….ÔÇØ ucapku merasakan sakit terjepit oleh vaginanya

Ajeng kemudian mulai menggoyang naik turun pinggulnya. Kedua tanganku kini menumpu tubuhku dari belakang. Kusaksikan ajeng memompa dengan perlahan, payudaranya tampak bergoyang pelan. Rasa sakit di awal memang sangat sakit, tak ada pelicin di vagina ajeng namun lama-kelamaan aku merasakan vaginanya terasa licin. Kulihat kebawah tampak sedikit noda merah menempel pada rok putihnya.

ÔÇ£Arya… oh… aku cinta kamu ar, ah ah ah ah… aku bahagia ar ah ah ah ah aku bisa menyerahkan mahkotaku kepadamu owhhh….ÔÇØ ucap ajeng

ÔÇ£owh jeng… arghhh….. yah… mmmmhhhh ssssshhhh…ÔÇØ aku tak mampu berkata-kata hanya mampu mendesah. Tubuh ajeng semakin lama, semakin cepat. Sempitnya vagina ajeng membuatku sangat tidak tahan dengan gerakan anik turunn tubuh ajeng.

ÔÇ£Ah… arya, aku rasanyah pengen pipis owhh… erghhhh…. arya sayang, ajeng sayang sama arya… owh….ÔÇØ ucap ajeng

ÔÇ£jeng owhhh…ÔÇØ desahku, tiba-tiba ajeng berhenti dengan nafas yang tersengal-sengal

ÔÇ£tadi aku pengen pipis tapi pas berhenti kok malah ndak kerasa hash hash hashÔÇØ ucap Ajeng yang benar-benar sepolos aku ketika pertama kali bersama ibu

ÔÇ£sudah jeng, sebelum owhhh jeng arghhhhhh…..ÔÇØ ucapku dimana ajeng kembali menggoyang tubuhnya.

ÔÇ£arya sayang, ajeng… argh…. ajenh pipiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiisss….ÔÇØteriaknya

Tubuhnya ambruk, dan memeluku sangat erat. tubuhnya mengejang beberapa kali, terasa cairan hangat memebasahi dedek arya. aku masih bertumpu dengan kedua tanganku dengan nafas sedikit tersengal dan dedek arya masih berenang di dalam vagina ajeng.

ÔÇ£Apakah kamu akan menghentikan ini semua ar? Sekali saja ar, anggap aku sebagai istri kamu, setelahnya aku akan menjadi ajeng seperti dulu lagi, sekali saja ar, aku mohon, setelahnya tidak….ÔÇØ ucap ajeng dengan pipinya yang menempel dadaku

ÔÇ£baiklah istriku, malam ini saja tapi aku mohon setelahnya jangan kau umbar cintamu lagi dan aku minta maaf jika setelahnya akan melukai hatimu…ÔÇØ ucapku yang kemudian memeluk tubuh yang sedang memelukku

ÔÇ£Aku janji ar, setelahnya kamu harus punya pacar, kalau tidak aku akan mengejarmu hingga kamu mau denganku, ingat itu suamiku cup….ÔÇØ ucapnya yang bangkit memandangku dan kemudian menciumku, kami saling melumat bibir.

Kuangkat tubuh ajeng, tangannya kemudian meraih celana dalam yang mengambang. Dengan sedikit kesusahan melangkah karena celana trainingku ada dipahaku, aku angkat dan aku rebahkan tubuhnya di pinggir danau. Dengan posisi konvensional aku pandangi tubuhnya terlebih dahulu.

ÔÇ£Sayang, aku ingin kamu membuka semuanya…ÔÇØ ucap ajeng, dengan wajah datar yang kemudian tersenyum aku membuka kaos yang dikenakannya. Kini tubuh ajeng telanjang dihadapanku, dengan rok yang tersangkut di pinggangnya. Buah dada yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil namu pas segenggaman tanganku. Sekal, ranum dan kencang.

ÔÇ£Istriku…. mmmmm….ÔÇØ ucapku yang kemudian mencium bibir indahnya, tangannya melingkar ditubuhku aku mulai menggoyang perlahan. Terasa sangat licin dan sempit vagina ajeng

ÔÇ£Owhhh aryaaa…. sayaaaang…. mmmmhhhhh… burung kamu mentok di dalam ufthhh…. terus sayang aku ingin kamu puas dan kamu juga puaskan aku… malam ini ahhhh malam ini aku milikmuÔÇØ ucap ajeg

ÔÇ£Jeng, vagina kamu sempit owh…. terasa menjep…. pithh….arghhh….ÔÇØ ucapku

Aku semakin cepat memompa tubuhku. Nafsuku kembali kepuncak membuat aku semakin brutal dalam menggoyang. Ajeng hanya mampu mendesah, kepalanya menggeleng-geleng ke kanan dan kekiri. Kadang tubuhnya melengking ke atas, payudaranya bergoyang naik turun dihadapanku.

ÔÇ£Sayang… aku mau pipis lagi owh… terus sayangku… aku ingin merasakan spermamu owhhh….ÔÇØ ucap ajeng

ÔÇ£Aku akan keluarkan diluar, supaya….mmmm….ÔÇØ ucapku terpotong karena ajeng meraih kepalaku dan menciumku

ÔÇ£keluarkan didalam, aku mohon… aku ingin merasakan spermamuwhhh owhhh terus… burung kamu oeh… lebih keras sayang, lebih keras cepat….. oh…..ÔÇØ ucap ajeng , tanpa pikir panjang aku semakin cepat meggoyang pinggulku dan…

Crooot crooot croooot croooot croooot croooot croooot

Langsung kupeluk ajeng, tubuh ajeng juga mengejang dan memeluku. Kuciumi leher jenjangnya dan pelukannya semakin erat aku rasakan. Deru nafas kami bersatu dengan suara heningnya malam.

ÔÇ£terima kasih ar, sperma kamu hangatÔÇØ ucap ajeng

ÔÇ£jeng… apakah kamu ingin hamil dariku…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£tidak, cukup tulisan sejarah dalam hidupku tentang malam ini, tidak perlu monumen arÔÇØ ucapannya

ÔÇ£maksud kamu?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£hi hi hi… cukup ingatan saja, ndak perlu kenang-kenangan, aku sudah persiapkan semuanyaÔÇØ ucap ajeng

Walau aku tidak mengerti maksudnya tapi aku paham bahwa dia tidak ingin memiliki anak dariku. Dan itu membuatku sangat tenang. Lama kami berpelukan, aku bangkit dan kulepas dedek arya. tampak spermaku mengalir keluar dari vaginanya, dengan cepat aku lap menggunakan tanganku. Sedikit rasa sesal ketika melihat bercak merah dirok ajeng.

ÔÇ£Aku menyesal kakak, karena aku mendapatkan perawan lagi he he heÔÇØ ucap dedek arya

ÔÇ£MATAMU SU (NJING)ÔÇØ bathinku melawan dedek arya

ÔÇ£dari mana kamu belajar jeng?ÔÇØ ucapku memecah keheningan

ÔÇ£aku sudah dewasa ar, dari video teman-teman koskuÔÇØ ucap ajeng

Aku tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepala. Kutarik tubuh ajeng untuk bangkit, kunaikan celanaku. Tanpa dugaanku, ajeng melepas roknya, dan semua pakaiannya dibawanya di kedua tangannya. Aku sempat menyuruhnya untuk memakainya tapi dia menolak karena dia ingin memperlihatkannya kepadaku, hanya untuk malam ini. aku kemudian berjalan bersamanya, kepalanya direbahkannya di bahuku. Hingga di depan mobilnya,

ÔÇ£Suamiku, istrimu ingin sekali lagi sebelum matahari terbit, karena ini malam pertama dan terakhir bagikuÔÇØ ucap ajeng yang berjalan mendahuluiku dan bersandar di depan mobil

ÔÇ£Sekarang aku ingin kamu yang menginginkannyaÔÇØ lanjutnya, aku hanya menggeleng-gelengkan kepala dan tersenyum kepadanya, aku dekati tubuh telanjang itu dan kubalik tubuhnya. Tanpa berpikir panjag aku turunkan celanaku

ÔÇ£Gaya anjing sayang…ÔÇØ ucap ajeng

ÔÇ£biar istriku tahu rasanya he he heÔÇØ ucapku

ÔÇ£Suamiku nakaaaaalÔÇØ ucap ajeng

Dan blesss…. masuk semua dedek arya kedalam mantan vagina perawan ini. kupeluk tubuhnya degan kedua telapak tanganku meremas kedua buah susunya. aku menggoyang dengan cepat, membuat aku semakin tidak tahan.

ÔÇ£terus sayangku… terushhhhhh aarghhhh… buat istrimu ini selalu mengingat malahhhhh inihhh owh….ÔÇ£racaunya

ÔÇ£suamimu ini juga akan mengingatnya owhhh….ÔÇØ ucapku

Lama sekali dalam posisi ini tanpa berganti. Kugoyang semakin cepat, sempitnya vagina ajeng membuatku semakin kalang kabut. Kugoyang dan kugoyang, kuciumi punggung indah nan putih ini. semakin keras dan cepat, hingga aku hentakan dengan keras dan sangat dalam….

croooot croooot croooot croooot croooot croooot croooot

kupeluk dengan sangat erat tubuhnya. Tubuhnya juga ikut mengejang tanpa ada satu kata terucap dari kami berdua. Kubalik tubuhnya dan terlepaslah dedek arya dari vagina ajeng. Ku lihat senyuman kebahagiaan dari wajahnya. Aku pun juga merasakan kebahagiaan, kupeluk tubuhnya sekali lagi dengan sangat erat. setelahnya aku dan ajeng masuk ke dalam mobil. Kulihat jam di sematponku menunjukan pukul 03:00. Dalam perjalanan pulang ajeng memakani satu persatu pakaiannya. Tiba-tiba dia buka celana trainingku dan bleppp dikulumnya dedek arya

ÔÇ£Jeng sudah, aku tidak bisa konsenn essssshhhhhh…ÔÇØ desahku

ÔÇ£Mulutku masih perawan, slurppp slurppp…ÔÇØ ucapnya, aku hanya bingung kenapa tak ada rasa sakit ketika dikulumnya. Bahkan kulumannya tampak sangat profesional, membuat aku kelojotan hinga aku menginjak pedal rem dan berhenti sejenak menikmati oral seks dari ajeng.

ÔÇ£jeng aku mau keluar….ÔÇØ racauku

ÔÇ£mmm…. mmmmÔÇØ ucap ajeng yang tambah bersemangat mengulum dedek arya

croooot croooot croooot croooot croooot croooot

tumpahlah spermaku dimulut ajeng. Semua ditelan dan bahkan dijilatinya sisa-sisa yang ada di dedek arya. setelahnya kami berciuman agak lama. Tanpa ada sepatah kata, aku melanjutkan lagi perjalanan pulang. Hingga akhirnya kami sampai di posko KKN kami.

ÔÇ£uuuuhhhh capeknyaaaaa….ÔÇØ ucap ajeng yang keluar dari mobil dengan mengangkat kedua tangannya

ÔÇ£sama he he heÔÇØ ucapku dengan senyum cengengesan, didekatinya aku dan kami berciuman di depan posko KKN kami.

ÔÇ£Sudah dua aku berikan, yang satunya buat suamiku nanti hi hi hiÔÇØ ucap ajeng yang langsung berjalan didepanku, kuraih tangannya.

ÔÇ£jeng, jika kamu baru pertama kali kenapa waktu kamu kulum punyaku ndak ada rasa sakit?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£ketahuan dah pernah ya? Hi hi hiÔÇØ ucapnya. Aku hanya tersenyum dan menggaruk-garuk kepala belakangku

ÔÇ£latihan pake mentimun, tahu sendiri kan kalau teman-temanku semuanya pemain. Aku sebenarnya risih, tapi temanku ngajari aku begitu. Di depan aku jaim, tapi pas dikamar aku latihan sendiri hihihiÔÇØ ucapnya, kukecup kembali bibirnya dan dia tersenyum

ÔÇ£terima kasih, ini adalah kenangan terindahkuÔÇØ bisiknya

Kami kemudian masuk ke dalam posko, tampak sepi dan hening hanya suara dengkuran yang aku dengar. Ajeng langsung merendam pakaiannya dan aku berganti pakaian dan tidur hingga pagi menejelang.

ÔÇ£niiiih…. tahu kan?ÔÇØ ucap ajeng, yang duduk dengan membawa segelas air putih tepat disebelahku. Menunjukan sebuah pil yang masih terbungkus. Ya, aku bangun kesiangan dan langsung ngopi dan menyulut dunhill di depan posko. Teman-temanku yang lain semuanya pergi tamasya, menikmati hari-hari terakhir KKN.

ÔÇ£itu kan?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£ssssssttttt…. pil KB, aku kan dah janji sama kamu hihihiÔÇØ ucapnya dan kemudian meminumnya

Hari berganti aku dan teman-teman KKN-ku terus menikmati masa-masa terakhir di desa ini. Dan Well well well wewe gombel, KKN pun berakhir. Sedih juga ketika aku harus berpisah dengan mereka. Apalagi setelah kebersamaan dengan mereka selama 6 minggu. Tapi mau tidak mau semuanya harus berakhir dan berpisah.

Kini aku sudah dirumah, ibu tidak ada dirumah apalagi ayahku. Ibu sudah aku kabari kalau KKN-ku sudah selesai namun ibu masih harus di rumah kakek. Ayah, entalah apa yang dia pikirkan dan lakukan sekarang. Hari demi hari sudah aku lalui, kadang aku tersenyum kadang aku malu. Ingatanku kembali ketika aku pertama kali dengan Ibu, kemudian tante ima, mbak maya, tante wardani, mbak erlina, mbak echa, mbak ela dan terakhir adalah ajeng. Aku hanya menggeleng-gelengkan kepalaku mengingat semua kejadian yang telah terjadi. Aku duduk termenung dan senyum-senyum sendiri di pinggir tempat tidurku. Ingatanku pun kembali ke masa dimana aku mulai mengetahui kelakuan ayah, bagaimana dia dan om nico memperlakukan tante war dan juga orang-orang disekitarnya. Kakek wicaksono dan nenek mahesa pun masuk kedalam ingatanku. Mbak erlina anak dari KS, mbak ara anak dari si buku. Aneh juga kan? Seiring berjalannya waktu aku semakin menemukan banyak petunjuk.

Pada saat langit berwarna pelangi
Seribu doa terucap
Di cermin darat untuk sang rembulan
Sudah aku pecahkan, dan aku sudah tahu tempat cermin darat untuk sang rembulan, adalah sebuah danau. Jika benar, mereka akan bertemu di malam tahun baru tepatnya di perumahan ELITE tempat dimana arghhhh kenapa harus nama itu kembali muncul.

IÔÇÖm on my way IÔÇÖm on my waaaaay home sweet home. Ringtone sematpon. Ibu

ÔÇ£Ya buÔÇØ

ÔÇ£kamu sudah pulang nak, maaf ibu tetap dirumah kakek sampai besok minggu. Bagaimana KKN kamu?ÔÇØ

ÔÇ£baik, bu. Ndak papa bu asal ibu aman disanaÔÇØ

ÔÇ£Kepingin ndak?ÔÇØ

ÔÇ£Eh… ndak buÔÇØ

ÔÇ£dapat ya disana?ÔÇØ

ÔÇ£Ibu maafÔÇØ

ÔÇ£ndak papa, yang penting kamu tidak menjadi penjahat saja hi hi hiÔÇØ

ÔÇ£ndak lah buÔÇØ

ÔÇ£ya sudah, ibu mau kumpul-kumpul lagi sama pakdhe dan tante kamu mereka semua ada disini. Oh iya dia lagi perjalanan dinas selama dua bulan sampai besok minggu depan, wong pas ibu minta ijin malah dia yang nyaranin ibu suruh keruma kakek hi hi hiÔÇØ

ÔÇ£iya bu, salam buat mereka. Begitu ya bu, baguslah kalau begitu rumah ini jadi damaiÔÇØ

ÔÇ£iya iya, lebih damai lagi kalau ada ibu kan?ÔÇØ

ÔÇ£iya sih he he he ÔÇ£

ÔÇ£dah dulu ya sayang, dadah sayang muachÔÇØ

ÔÇ£muach jugaÔÇØ

Hari berganti, sejak aku tiba hari senin di rumah. Tak ada yang aku kerjakan selain tidur, bangun, makan nonton TV dan sedikit bokep. Indah dan enak bukan, semua tersedia dirumah, aku sekarang menjadi anak rumahan seperti yang lainnya. Tak pernah aku membuka BBM-ku kecuali ada pesan masuk, sekalipun ada pesan masuk aku hanya membalas seperlunya saja dan tak pernah aku membuka update status dari kontak-kontak BBM-ku. Malas! Kalau harus membaca namanya. Aku sadar aku salah, tapi aku sudah bertekad untuk berhenti berharap dan mundur!

Hingga di sabtu pagi ini aku keluar untuk membeli rokok. Maklumlah sehari bisa satu bungkus dunhill karena tidak ada kerjaan dan hanya bermalas-malasan saja. Menunggu ya hanya itu yang aku bisa lakukan, tak ada informasi tambahan dari emaiil dan sematpon KS yang membuatku tak bisa bergerak lebi jauh lagi. Aku hanya memikirkan jalan supaya aku bisa berada di danau itu untuk mengetahui siasat mereka.

ÔÇ£berapa bu?ÔÇØ ucapku di depan warung

ÔÇ£17.200 masÔÇØ ucap ibu warung

Ku ambil dompetku, ku buka uangku hanya 17.000,-. Di dompetku ada saku kecil dengan penutup perekat yang sudah lama sekali tidak pernah aku buka. Ketika aku buka bukannya menemukan uang malah menemukan kalung monel dan sebuah gantungan cincin. Aku malah bingung, kenapa ada kalung dalam dompetku.

ÔÇ£Bu kurang dua ratus nanti aku balik lagi ndak papa ya bu?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£Ya ndak papa, biasanya juga beli disini kok ya bisa kurang to mas?ÔÇØ ucap ibu warung

ÔÇ£Hehehe biasa bu, lagi ndak dapat uang sakuÔÇØ ucapku

Aku kemudian kembali ke rumah, dengan sejuta pertanyaan tentang kalung ini. entah ini kalung siapa, aku hanya memandangnya ketika aku duduk di meja komputerku. Tak pernah aku ingat, kalung ini milik siapa. Kuletakan kalung itu di atas meja komputerku. Hingga malam menjelang karena tak ada pekerjaan apapun aku kemudian pergi ketempat dimana aku bisa melihat rembulan. Tempat dimana aku mengajak ibu dan bu di… arghhh… ku tancap gas dan sampailah aku disini. Aku duduk di bangku yang biasa aku duduki. diujung bangku dengan sekaleng W&A dan dunhill menemani kesendirianku.

ÔÇ£Ar….ÔÇØ ucap seorang wanita.

Aku menoleh ke arah suara itu. Aku memandangnya setelah sekian lama aku tak berjumpa dengannya. Hanya suaranya yang terakhir aku dengar dari dalam telepon ketika aku memutuskan untuk menjadimahasiswa yang baik. Ya dia bu dian.

ÔÇ£Eh….ÔÇØ ucapku terkejut

ÔÇ£Boleh aku dudukÔÇØ ucapnya pelan

ÔÇ£Silahkan bu, saya juga sudah selesai kokÔÇØ ucapku sambil berdiri

ÔÇ£Saya pulang dulu bu, silahkan dipakai bangkunyaÔÇØ ucapku tersenyum kepadanya dan kemudian melangkah pergi membelakanginya

ÔÇ£AKU MOHON JANGAN PERGI LAGI! AKU MOHON!ÔÇØ

ÔÇ£Aku tidak ingin berpisah denganmu lagi untuk waktu yang lama, sudah cukup bagiku sekali saja berpisah darimu dan melihatmu menghilang dari kaca jendela bisÔÇØ

ÔÇ£AKU MOHOOOOOOOOOOOOOOON ARYAAAAAAAAAAAAAAAAAA hiks hiks hiks hiks hiks hiksÔÇØ ucapnya terisak, ucapannya membuatku berhenti melangkah

ÔÇ£jangan pergi lagi hiks hiks hiks jangaaaan hiks hiks hiks aryaaaa hiks hiks hiksÔÇØ isaknya

ÔÇ£Bis?ÔÇØ bathinku

Aku menoleh ke arah wanita yang terduduk dengan kedua kakinya menekuk kebelakang. Wajahnya tertunduk melihat kelantai jalan ini. Kedua tangannya menutupi wajahnya, dapat kulihat air mata mengalir dari sela-sela jarinya dan menetes kebawah. Ingatanku kembali kemasa itu, masa dimana aku….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*