Home » Cerita Seks Mama Anak » Mama Impian

Mama Impian

Perkenalkan namaku bobby, pelajar SMA kelas XII disalah satu SMA di Jakata. Aku anak kedua dari 2 bersaudara. Sebelumnya kuperkenalkan kakaku Mona 23th. Kakaku kini duduk dibangku perkuliahan di kota Yogyakarta. Kak Mona jarang pulang kecuali pas liburan atau sengaja ingin pulang saja. Dan karena papa bekerja diluar daerah, sementara dirumah aku tinggal bertiga dengan mama, ditambah dengan satu orang pembantu rumah tangga.

Sedangkan papa, papa seorang yang ambisius. Papa sangat mengutamakan kesejahterahan keluarganya. Sebagai seorang pengawas disebuah perusahaan minyak, papa jarang berada dirumah, mungkin 1-2 bulan papa belum tentu pulang, itu dikarenakan tempat kerja papa yang berada dilepas pantai disebuah RIG (tempat pengeboran minyak di lepas pantai).

Untuk masalah kehidupan ekonomi keluarga kami bisa dibilang sangat tercukupi, meskipun begitu aku dan mama tidaklah manja, bahkan dirumah pun mama dan aku sering mengerjakan pekerjaan rumah masing masing, meskipun ada Bi Yanti seorang pembantu rumah tangga dirumah kami.

Sebagai gambaran, mama kini berumur 38th, meskipun sudah semakin berumur, satu yang paling aku kagumi yaitu tubuhnya yang sangat sintal, kulit putih dengan wajah yang keibuan, apalagi dengan buah dada mama yang berukuran 36 dengan cup H membuat semua pria yang melihatnya akan nenelan ludah. Bahkan aku sendiri sering mencuri curi pandang ketika didekat mama. Untuk masalah penampilan mama sangat cuek, terutama saat santai dirumah, meski sudah mulai berumur, aku kira pakaian sehari hari ketika dirumah maupun diluar tidak menunjukan kalo mama sudah berumur.

Paling sering kalau sedang santai dirumah, kadang hanya mengenakan tanktop putih kesukaanya dengan belahan dada rendah celana pendek kolor. Tentu saja pakaian itu tak sanggup menutupi semua tubuh mama, terutama bagian dada mama yang menurutku sangat besar, terkadang sebagian terselip disamping kanan, kadang kiri, kadang juga waktu merunduk gak sadar kalau big boobs nya menggantung gantung, tentu saja hal itu sangat menggangu libidoku, aku sudah tidak perduli lagi kalau dia adalah mama kandungku, bahkan semakin beraninya aku mengintip mama mencari celah ketika sama sedang tidur, terutama saat tidur didepan tv diruang keluarga.

Pernah suatu hari kulihat mama sedang tertidur disofa dengan posisi miring, sengaja aku melirik kearah belahan dadanya yang terjepit lenganya, karena mama tidurnya sangat pulas, aku mencoba utuk sedikit berbuat nakal, sebelumnya ku perhatikan sekitar, takut kepergok si bibi.

Setelah kurasa aman sengaja kusenggol kakinya dan ternyata mama tidak merespon, karena pulas banget, akirnya dengan sangat hati hati aku tarik sedikit tanktop yang menutupi sebagian dadanya sedikit kebawah dan hasilnya, dada mama terbuka sebaian yg atas hal ini membuat penisku kelojotan, baru kali ini aku bisa melihat big boob mama sedekat ini, bahkan aku berani sedikit menyentuhnya, kenyal dan empuk sekali rasanya, lembut dan berbaging, ingin sekali aku meremasnya tapi belum saatnya dan aku pun belum berani, mama pasti akan sangat marah kalau tau aku melakukan hal itu. Akirnya aku urungkan niatku untuk melakukanya. Belum lagi ada bibi, pikiranku saat itu sangat gelisah antara takut ketauan dan penasaran. Akirnya aku urungkan niatku kali ini. Aku sedikit bersabar untuk menunggu waktu yang tepat.

Hari minggu, aku berencana mengulangi kejadian minggu lalu, aku bersabar menunggu mama tertidur, pas banget mama pakai tanktop dan kolor pendek warna merah bergaris putih. Aku kedapur kulihat bibi gak ada, aku cari kekamarnya ternyata bibi sedang tidur. Akirnya aku dapat kesempatan kedua.

Kemudian aku keruang keluarga, aku hampiri mama yang sedang duduk disofa menonton tv.
“Nonton acara apaan sih ma, daritadi cuma dipindah pindahin aja chanelnya?” Tanyaku heran ke mama.
“Eh bob, gak tau nih.. Acaranya kok gak ada yang bagus ya.”Jawab mama.
“Lah mama kan biasanya juga nonton FTV kan? Tumben sekarang bilang gak bagus”. Balasku.
“Iya juga sih sayang, kamu mau nonton? Ni remote nya, mama mau tidur siang aja ya.”Kata mama.
“Oh mama kecapekan mungkin, mama tidur aja disini (disofa) mam, biar bob duduk dibawah nemenin mama sambil nonton tv.” Bujukku ke mama.
“Ya sudah, mama tidur dulu ya sayang, tapi kamu jangan duduk dibawah ya, kamu duduk disofa aja, mama mau pinjem paha kamu buat bantalin kepala mama. Boleh kan sayang?” Pinta mama sambil mulai meletakan kepalanya diatas paha kananku sambil posisi tidurnya miring kearah televisi.
“I..I..Iyaaa mam, gpp kok ma?”Kaget aku mendengarnya, gak nyangka akan semudah ini, sepertinya rencanaku akan berhasil kali ini.
Jantungku berdetak kencang, belum apa apa padahal, mungkin karena gugup.

Kulirik mama sudah terlelap, sayangnya posisinya terlalu miring kedepan dan tangan kananya diarahkan kedepan menutupi kedua belah dadanya, sehingga aku tidak dapat melihat dari arahku duduk. Mungkin mama tai kalau dadanya yang besar tak mampu tertutupi semua oleh tanktopnya itu, atau takut atau malu terlihat olehku.

Tidak kurang akal, sesaat setelah berapa lama kutunggu mama terlelap, sengaja sedikit kugerakan pahaku sehingga membuat mama bergerak karena terbangun, dan akirnya mama membenarkan posisi tidurnya dengan terlentang dengan muka menghadap keatas, sehingga kedua dadanya yang masih terbungkus tanktop terekpose dengan bebas. Mungkin mama setengah tertidur, sehingga membiarkanya tidak ditutupi tangan lagi, lantaran tidak sadar karena ngantuknya.

Pemandangan yang belum pernah aku alami sebelumnya, mama tidur dipangkuanku, kapan lagi pikirku bisa kayak gini. Ingin sekali aku meremasnya dengan kedua tanganku.

Perlahan kesenggol tangan mama, pura pura gak sengaja. Dan teryata mama tidak merespon, mungkin mama sudah pulas, akirnya sedikit berani kuintip belahan big boob mama, dengan sedikit merunduk, entah kenapa jantungku berdetak kencang saat itu.
“Uhhh mam dada mama kok indah baget gini sih, kontolku jadi nyut nyutan nih mam,”godaku dalam hati.

Perlahan tapi pasti hal ini membuat kontolku mulai ON, sedikit ketakutanku, aku berpikir takut mama mengetahuinya, bagaimana tidak posisi kepala mama ada disamping kontolku waktu itu, andaikan mama terbangun pasti mama merasakan kerasnya batang kontolku yang sedari tadi sudah ON. Aku berpikir kalau mama memang sedang kecapean, makanya dia tidurnya lelap banget, sampai sampai gak tau kalau sedang dinakalin sama anaknya sendiri.

Aku mulai semakin berani, aku singkirkan tangan kanan mama dari perutnya, perlahan lahan, dan akirnya berhasil. Belum cukup sampai situ, akirnya aku tarik bawahan tanktop mama sampai atas pusar, kupaksa lebih naik lagi ternyata tidak bisa karena bagian bawah tertindih punggungnya. Tapi gak apa, lumayan lah bisa dapat perut mama dan pusarnya yang sexy, kulitnya putih bersih tanpa cacat sedikitpun. Aku mengelusnya perlahan, “uhh… terasa lembut sekali, sedikit berlemak dan menggairahkan.” Gumamku.

Puas area perut, aku mulai mencari jalan didaerah big boob mama.
Sekarang aku sedikit mencoba menurunkan atasan tanktopnya bagian kanan dan kiri melalui pundaknya, dan akirnya berhasil.
Kini big boob mama setengahnya sudah terbuka hanya saja tertutup oleh bra berwarna merah muda dengan ikatan tali dilehernya, bra itu terlihat sempit, seperti tidak mampu menampung dadanya yang sangat besar itu.

Karena takut mama terbagun aku hanya berani membukanya hanya sebatas itu saja, aku mulai meraba dan meremas buah dada mama dari luar bra nya.

Ingin sekali rasanya sambil onani dengan meremas big boob mama. Perlahan lahan, sedikit kugeser posisi dudukku, sehingga aku bisa membuka resletingku, dengan susah payah akirnya berhasil dan dengan cepat kukeluarkan kontolku yang sudah siap dionani.
Kukocok kocok naik turuh seirama dengan remasan tanganku ke dada mama.
“Uchh.. Nikmat sekali mamm, dada mama bagus banget..” Ceracau mulutku.
Aku sudah hilang kendali, tak kusia siakan momen kali ini. Kukocok secepat mungkin, aku menikmati sensasi luar biasa itu.
Sangking cepetnya aku tidak sadar kalau gerakanku membangunkan mama,
“Emhhh…” Desah mama,
Aku sangat kaget, aku menghentikan gerakan mengocok dan meremas dada mama. Apakah mama tau apa yang aku lakukan. Tapi saat itu mata mama masih terpejam. Mungkin mama hanya mengigau saja.

Akirnya aku lanjutkan kembali meremas dada mama dengan lembut, kunikmati inci per inci kelembutan buah dada mama yang sebesar melon itu, sekarang remasanku berubah semakin keras, aku remas bergantian kanan dan kiri, kocokanku pun semakin kupercepat. Ingin sekali aku menyusupkan tanganku kedalam bra nya yang masih tertutup itu. Tapi tiba tiba.

“Oops..”Kagetku.
Tiba tiba tangan mama mencengkram tanganku yang sedang meremas big boobs nya dengan cepat. Aku diam dan tak berani bergerak.
“Mati aku, mama tau aku sedang mengerjainya. Apa yg harus aku lakukan.”Pikirku dalam hati.
Belum sempat aku bergerak, tiba tiba tangan mama menarik tangan ku yg berada diatas bra dan memasukan tanganku kedalamnya, sehingga telapak tanganku kini tepat mendarat diatas bukit indah milik mamaku.

“Ohhh gods.. Ternyata mama”. Kaget, senang, aneh, bercampur campur semua rasa heran dikepalaku. Kemudian mama menarik tanganya dari tanganku dan membiarkan tanganku menempel menyusup didalam bra dan bergumul dengan payudaranya.

Kulihat mata mama masih terpejam, apa maksutnya, aku juga masih belum bisa berpikir, entah apa mama sadar atau tidak yang pasti ibarat jalan sudah terbuka lebar, kemudian terdengar beberapa kata dari mulut mama.
“REMAS Sayang!”.
” Deg!” Jantungku terdiam, tak sepatah katapun keluar dari mulutku, perlahan aku mulai menuruti kata mama. Mungkin mama menginginkanya juga. Aku mulai rileks dan darahku semakin mengalir deras menggumpal dikepalaku. Entah apa yang sedang terjadi, hal yang imposible, tapi bisa terjadi juga.

Terasa putingnya yang sudah semakin mengeras didalam bra. Daging kenyalnya pun semakin hangat.
“Ohh inikah rasanya payudara wanita.” Ceracauku dalam hati.
Kuremas remas, kupilin pilin, kutarik, kupelintir, aku mulai mengeksploitasi big boob mamaku. Tak kusia siakan, kunikmati sepuasku. Semakin cepat kukocok kontolku, sampai mengeluarkan lendir bening, kontolku terasa panas dan ngilu.

“Uhhh terasa sebentar lagi aku akan klimaks.” Gumamku. Aku tak peduli lagi, semakin cepat kukocok dan Crooot.. Crott..
Kukeluarkan semua isi kontolku, begitu banyak sehingga mengenai pipi dan kening mama.

Nafasku tersengal sengal, aku coba untuk memulihkan tenaga, kulihat raut wajah mama sedikit bersemu dan sedikit senyum terbentuk dibibirnya. Nakalnya lagi, mata mama pun sampai sekarang masih terpejam, tidurnya pun tidak berubah, seperti tidak terjadi apa apa.

Aku mulai mengeluarkan tanganku dari dekapan dada mama. Dan merapikanya kembali seperti semula. Tak habis pikir tentang apa yang terjadi barusan, sungguh sesuatu yang tidak pernah aku harapkan akan terjadi. Yang paling membuatku senang adalah, ternyata mama menginginkanya juga. Aku sengaja tidak membersihkan spermaku yang berceceran dikening dan pipi mama. Mama tidak akan protes pikirku, lagian mama semakin cantik ketika saat itu bayak bercecer spermaku diwajahnya. Mama ku ternyata binal, aku akan semakin berani, aku menginginkan lebih dari ini, aku harus bisa menikmati seluruh tubuh mamaku. Ini adalah awal, permulaan, suatu jalan yang diberikan mama kepadaku untuk bisa menikmati tubuhnya. Aku tidak akan menyia nyiakan kesempatan ini.

“Trims mom, I Love U.” Gumamku.
Lemas badanku, akirnya aku senderkan kepalaku dan memejamkan mata. Kini posisi mama miring menghadap perutku, tangan kanan kutaruh diatas pinggulnya dan kami berdua tertidur lelap siang itu…

Setelah berapa lama perutku terasa lapar dan aku terbangun dari tidurku, aku sudah tidak melihat kehadiran mama dipangkuanku lagi, mungkin mama sudah bangun dari tadi, karena sekarang sudah hampir sore.
Kenapa mama tidak membangunkanku, mungkin mama malu atau marah, masih banyak tanda tanya didalam kepalau saat ini.
Aku belum berani untuk berdiri, apalagi bertemu muka dengan mama.
Coba kuingat kembali kejadian tadi, aku masih tidak percaya, seperti mimpi saja disiang bolong. Dibalik lamunanku, tiba tiba terdengar suara mama dari belakang.

“Udah bangun bob? Sepertinya nyenyak banget ya tidurnya?” Sindir mamaku.
“Em mama, bob ketiduran ya ma.” Jawabku sekenanya. Akupun belum berani memandang mama, rasa aneh dan takut bercampur aduk.
“Kenapa sayang? Kok kayaknya lemes gitu.” Tanya mama sambil duduk disampingku.
“Em gpp ma, bob ma.. mau..!” Belum selesai aku bicara, mama sudah menempelkan jari telunjuknya kemulutku, seolah aku diruruhnya berhenti bicara. Mungkin mama sudah tau, karena sebagai seorang ibu pastilah tau apa yg terjadi dipikiran anaknya.
“Ssstt… Sayang? Sini lihat mama, mau tau kok kamu mau bilang apa, sudah sudah ya sayang, mama gak marah kok. Bobby sayang mama kan?” Mama coba mencairkan suasana, sambil menglus rambutku. Tentu saja pikiranku jadi lega sekarang, mengetahui bahwa mama tidak marah kaera kejadian tadi.
“Em I..iya.. Mas, bobby sayang banget sama mama, bob gak mau bikin mama marah. Bob gak mau mama benci bobby, maafin bobby ya ma. Bobby salah.” Dengan sedikit berani, akirnya aku berusaha meyakinkan mama.
“Iya sayang, mama sayang banget sama bobby. Tapi mama minta satu hal ya sayang, jangan sampai papa tau tentang kejadian tadi.” Jawab mama.
“Bob janji ma, gak akan ada yang tau ma.”Timpalku.
“Ya sudah, kamu pasti lapar kan, ayo makan dulu, mama juga belum makan siang, tadi mama bikinin nasi goreng buat kita, soalnya bibi keluar, katanya mau menjenguk sodaranya yang sedang sakit di RS.”

Selesai makan bersama mama, aku disuruh mama untuk menemaninya belanja keperluan rumah tangga, karena biasanya juga bibi yang belanja.

“Abis ini kamu temenin mama ya sayang, mama mau belanja keperluan dapur, soalnya bibi paling sampai 3 hari ini baru bisa kerja lagi.” Pinta mama.
“Iya ma, beres dah. Tar bob temenin mama belanja, kemana aja dah bob siap, hehe..” Candaku.
“Huu.. Dasar. Tumben baget deh, biasanya kamu paling malas kalau suruh temenin belanja belanja gt bob, ato jangan jangan kamu ada maunya hayo.” Balas mama.
“Ahh perasaan mama aja kali tuh, ya sudah ma, bob mandi dulu ya, mama gak mandi juga?”Tanyaku sedikit menggoda.
“Iya nih mama gerah banget, mau cepet cepet mandi rasanya, ydah sana mandi dulu bob.”Jawab mama.
“Mandi bareng aja yuk ma, hehe..” Godaku semakin berani.
“Hahaha.. Dasar anak nakal, udah segede ini masak mau mandi bareng sama mamanya, kamu tu ada ada aja ya bob bob.”Jawab mama dengan raut wajah yang sedikit memerah.
“Ya kan gpp ma, bob kan tadi juga dah liat mama hampir setengah bugil.” Kenakalanku semakin berani.
“Husss.. Gak boleh ngomong gt dong bob. Malu mama, kamu kan udah gede juga, udah sana cepetan mandi tar keburu kesorean, dah ah mama mau mandi dulu.” Balas mama.
“Hehe.. Becanda kok ma.”

Kemudian mama pergi kekamarnya untuk mandi, sedangkan akupun juga pergi kekamarku untuk mandi, karena memang tiap kamar dirumah kami memiliki kamar mandi masing masing. Aku pun bergegas, kelepas semua pakaianku, kebersihkan tubuhku dengan air shower.

Tak lama kemudian kudengar pintu kamarku diketuk, terdengar suara mama.
“Tok tok tok, bob kamu udah selesai mandinya?” Teriak mama dari luar kamar.
“Iyaaa maa, baru aja bob masuk kamar mandi masak udah selesai sih.” Teriaku dari dalam kamar mandi.
Kemudian ketukan terdengar di kamar mandiku. Ternyata mama sudah masuk kedalam kamarku.
“Tok tok, bob bukain pintunya sayang.” Pinta mama.
“Ihhh iya iya ma, bentar bob pake anduk dulu.” Jawabku dari dalam kamar mandi.
Kemusian kubukakan pintu kamar mandi, saat itu aku sedang mengenakan handuk dengan kepalau yang masih penuh busa shampho. Sedangkan mama masih menggu nakan pakaian piyama. Sepertinya mama belum mandi, karena kulihat rambutnya masih kering.

“Loh mama kok belum mandi?tanyaku.
“La tadi katanya kamu mau mandi bareng mama sayang?” Jawab mama.
“Hehe beneran nih ma, mama mau mandi bareng sama bob? Katanya tadi malu ma?” Balasku bertanya.
“Kamu tu ya, godain mama aja dari tadi, jadi gak nih mandi barengnya?” Tanya mama.
“Jadilah ma, mama masuk gih. Biar bob tutup pintu kamar bob sekalian ya ma, biar aman.” jawabku.
“Heh memang mau ngapain kok. Biar aman segala.” Tanya mama sambil tersenyum genit ke arahku yg sedang berjalan keluar pintu kamar mandi.

Selesai kukunci pintu kamar, sekarang kututup pintu kamar mandi, betapa kagetnya setelah kuberbalik ke arah mama, mama sudah telanjang bulat dengan posisi berdiri menghadapku. Tangan kanannya digunakan menutupi selangkanganya, sedangkan tangan kirinya menutupi kedua buah dada mama.

Aku sempat terdian sejenak, tak sadar aku melamun. Bagaimana tidak, tubuh bugil mama sekarang ada dihadapanku, aku bingung harus melakukan apa lagi, aku sedikit ragu untuk mendekatinya, tiba tiba lamunanku terpecah ketika mama menyempotkan air shower ke arahku.

“Hayyooo ngapain.”Teriak mama mengagetkanku. Sontak aku gelagapan, dan membuat balutan handuku terlepas, dan terpampanglah senjataku yang paling perkasa, yang sudah mulai ON. Dengan reflek aku menutupi kontolku yang sudah siap tempur, tapi apa daya, dengan panjangnya kontolku apalagi kondisinya ON, tanganku tak cukup menutupinya,

“Hahahaha… Dasar anak nakal, apaan itu bob. Ihhh dasar jorok, masak didepan mama sendiri bisa jadi kayak gitu sih,” ejek mamaku.
“Duhh ma, apaan sih ma, malu bobby ma.” Jawabku sambil kebingungan mengambil handuku yg terjatuh, sambil tetap menutupi kontolku.
“Udah udah, gak usah ditutupin gt sayang, mama aja gak malu telanjang didepan kamu,”balas mamaku semakin nakal.
“Abisnya tubuh mama bagus bgt sih, siapa yang gak salah tingkah kalau lihat tubuh mama bugil gini.” Jawabku sambil mulai mendekati mama. Kini kami berdua sudah sama sama telanjang bulat.

Sungguh tak kusangka, ini adalah momen paling istimewa dalam hidupku, aku bisa melihat semua tubuh mama tanpa sehelai benangpun. Dadanya yang sangat besar dan menggairahkan, dengan puting berwarna coklat, ingin segera aku meremasnya, kontolku semakin keras ketika kuperhatikan dengan teliti tubuh bugil mamaku, pantantnya yang besar, mamaku memang busty, memeknya tembem tanpa bulu sedikitpun, bahkan hanya terlihat belahan membentuk garis lurus sangking tembemnya. Kembali aku melamun, sungguh terbengong bengong aku dibikinya.

“Hehh bengong aja dari tadi, katanya mandi bareng, jadi mandi bareng mama apa mandi sendiri sendiri ni bob.” Tanya mamaku sambil mulai menyiramkan air shower ketubuhnya, mulai rambut mengalir sampai membasahi seluruh tubuhnya, posisi mama membelakangiku, aku sentuhpungguhnya, terasa hangat, ku elus dengan tangan kananku, kurasa mama memperbolehkan aku untuk menjamahnya, tidak mau ketinggalan tangan kiriku kuarahkan kedepan melalui sela antara lengan dan punggungnya, mencari keberadaan biah dada mama, “uhhh kenyal terasa dipermukaan tanganku, tangan kananku kini sudah tidak berada dipunggungnya, melainkan meremas dadanya yang sebelah kanan, kami saling berhimpitan, kuremas kedua buah dada mama dengan lembut, dengan posisi ini aku pastikan mama merasakan kehangatan kontolku yg tepat menempel dibelahan bokongnya. Aku gerakan naik turun bergesekan, seirama dengan remasan kedua tanganku ke dada mama. Sesekali cucari puting nya dan kupilin pilin sehingga membuat tubuh mama mengejang.

“Emmhhh… Uuhh… Sayang, kamu apain dada mama, ohhh.. Sstttt… Terusin sayang.” Racau mamaku sambil mengikuti irama gesekan batang penisku ke belahan bokongnya.

Kemudian mama memintaku untuk mengambilkan sabun cair dan menyabuni seluruh tubuhnya.
“Sabunin mama sayang, biar tambah licin, pasti kamu akan suka.” Pinta mama.
Perlahan aku tuangkan sabun cair ketelapak tanganku, kusabuni seluruh tubuh atas mamaku mulai leher, punggung, dada dan perutnya. bahkan sepertinya bukan menyabuni melainkan mengelus elus dan meraba. Sensai luar biasa kami rasakan saat itu. Kedua big boob mama semakin terasa nikmat ketika kuremas semakin keras dengan pelicin sabun cair.

“Emmmhhhh… Kamu pinter sayang, lanjutin sayang, uhh…” Desah mama, kuciumi leher mama dari belakang, kini telapak tangan mama yang kanan sibuk mencari cari batang kontolku, sesekali dikocoknya dari arah belakang. Sedangkan tangan kiri mama sibuk membantu tangan kiriku meremas remas dadanya.
Kugeser tangan kananku kebagian bawah, dan belum sampai bawah mama menyuruhku untuk berhenti. Kemudian mama mengambil posisi menungging membelakangi ku, aku tau apa yang mama inginkan, dengan sigap aku tuangkan sabun cair itu ke belahan pantat mama dan mulai menyabuninya, sesekali kugeser tanganku mengenai lubang memek dan anusnya, seketika mama mengejang keenakan.

“Ucchhhh… Uhhh.. Enak sayang, gosokin memek mama sayang, plisss..” Pinta mamaku dengan kata kata yang sangat binal.
“Gini ya ma, enak kan ma?” Tanyaku sambil menyabuni memek mama dari belakang. Daging itu begitu kenyal, itil mama tak kubiarkan begitu saja, kugesek dengan kedua jariku, sesekali kujepit dan kutarik, semakin berani aku mencari cari lubang kewanitaan mama dimana dulu aku pernah dilahirkan.

“Ohhh… Sayang, ohhh… Ja.. Jang.. Jangannn uhhhh…” Desah mama menikmati sodokan kedua jariku didalam memeknya, slleepp sleepp sleepp perlahan tapi pasti, kubuat mamaku ini kesetanan, kemudian dengan perlahan kuambil posisi dan mendekatkan batang kontolku kearah memek mama, sesekali aku gesekan kutekan, kucari lubang memek mama yang terasa hangat diujung kepala kontolku, tidak terlalu sulit bagiku, karena bantuan sabun cukun membuat jalan menuju surga mama semakin mulus, perlahan aku memasukan kepala kontolku semakin dalam, kemudian aku tarik dan aku masukan lagi, semakin dalam dan hampir setangah dari kontolku terbenam dilubang surga mama, semakin dalan dan bleeesss akirnya sedikit dorongan telah membenamkan semua kontoku sampai pangkalnya kedalan memek mama, aku diamkan sejenak, terasa denyutan demi denyutan menguruh kontolku yg perkasa ini.

Entah setan mana yang sudah merasuki kami berdua, kesetubuhi tubuh mama kandungku sendir, kami berdua sangat menikmati perbuatan terkutuk ini. Apa daya nafsu sudah menyelimuti kami. Ku pegang kedua lengan mama dari belakang, aku tarik kebelakng, dan kupercepat irama memompa memek mama, terdengar suara khas kenikmatan tiada tara,
Cplakk.. Cplak.. Cplak… Kontolku tertelan habis oleh memek mas, memek mama terasa legit dan lembek didalam,

“Oh.. Yesss.. Lebih dalem sayang, iya sayang uhhh.. Mama nikmat banget sayang, lebih dalem sayang ahhhh…. Uhh… Kontol kamu panjang banget sayang, mentokin masukin semua sayang.” Racau mama. Gerakan maju mundur kami semakin cepat dan lebih cepat, teriakan teriakan aku dan mama didalam kamar mandi bagai teriakan orang yang sedang disiksa. Tak bisa tertahan dan semakin menjadi jadi.

Selang beberapa menit kugenjot mama dengan doggy style, kucabut kontolku dari memek mama, mama pun terlihat agak kecewa dengan ini. Tapi dengan cepat aku angkat tubuh mama dan menggendongnya kekamar, kerebahkan diatas ranjang tidurku, bahkan tubuh kami masih terbalut air sabun. Kami tidak menghiraukan itu, nafsu sudah memenui seluruh isi ruangan, ku tindih tubuh sintal mama, kupegang kedua dadanya dan kukulum putingya kanan dan kiri bergantian dengan ganas.

“Ohh hahhh… Yess ohh.. Sayang, entotin mama sayang, masukin kontol kamu ke memek mama sayang, mama sudah gak tahan, gatal banget memek mama sayang, ohh … Yes.. Yess…” Kata kata itu keluar dari mulut mama, sungguh mama yang kerasukan nafsu setan.

Akupun tidak mau kalah, kupegang kontolku dengan masih menindih mama, kutancapkan kedalam lubang memek mama, licin sangat, panas terasa memek mama. Kegenjol dengan cepat sedalam mungkin, keringat bercucuran membasahi seluruh tubuh kami, kulumat bibir mama dengan ganas, begitupun mama ciumanya sangat buas, sampai sampai rambutku dijambaknya, sakit sudah berubah kjadi nikmat tatkalu birahi sudah menyelimuti kami berdua.

“Sayang, aahhh… lebih cepat sayanggg, mama udah gak tahan lagiii, ahhh… Mama mau keluar syang, mama keluar sayang ahhh mama keluarr, ahhhh…..” Kurasakan memek mama mengeras dan menjepit kontolku, terasa tersedot kedalam memek mama, akirnya mama orgasme untuku. Kupelankan irama genjotan kontolku, kulihat kearah memek mama yang berbusa dan mengalir cairan surga dari memek mamaku. Aku telah membuat mamaku orgasme, mama kandungku. Rasa bangga dan puas aku rasakan. Perlahan aku mulai mencabut batang kontolku yg masih mengeras, kulihat tubuh mama mengejang ngejang. Aku pun mencium kening dan membelai rambutnya.

“Gimana sayang? Mama puas kan? Bobby sayang mama.” Kataku sambil kukecup bibir mama.
“Emhhh.. Ahh… Mama puas sayang, kontol kamu bikin mama kelabakan” balas mama.

Kemudian aku ambil posisi berdiri didepan mama, mama kusuruh duduk bersimpuh, kupegang rahang bawah mama dan kusodorkan kontolku kearah mulutnya, dengan sigap mama mengulum kontolku yang masih berlumuran cairan surga dari memek mamaku sendiri, dikulumnya, disedot. Terasa nikmat dan hangat didalam rongga mulut mama. Sesekali kutekan kepala mama dan kusodokan kontolku, terasa tenggorokan mama dimasuki kepala kontolku, mama sangat lihat dia tau bahwa itu sangat nikmat, kembali dia menekan dalam dalam kepalanya kearah kontolku, disedotnya ujung kontolku, terasa spermaku ingin meledak didalam mulut mama, dan akirnya sedotan mama memuntahkan spermaku sebanyak banyaknya didalam mulut mama, nikmat tiada tara, kusemburkan sperma kentalku kedalam mulut mama, tubuhku mengejang dan perlahan kontolku mulai menyusut, kucabut kontolku dari mulut mama, dan mamapun menjilati sisa sisa sperma diujung kepala kontolku.

“Uhhh mam, geli kontol bobby ma,” gumamku.
Kemudian mama membuka mulutnya dan memperlihatkan spermaku didalam mulunya, mulut mama hampir dipenuhi sperma miliku.
Anehnya mama tidak memuntahkanya, justru mama menatapku tajam tajam dan gleekk glekkk, mama menelan habis semua spermaku tadi.

“Ahhh.. Mama haus sayang hahaha…” Mama menatapku dan tertawa genit, sambil mencubit pahaku. Mimik wajah mama sungguh cantik waktu itu, senyumnya bagaikan malaikat, aku sayang sekali dengan dia, mamaku. Mamaku adalah impianku.

Bersambung…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*