Home » Cerita Seks Mama Anak » Mama Impian 3

Mama Impian 3

Akirnya sore itu aku terbangun, sedangkan kulihat mama masih pulas dalam tidurnya sambil memeluku, kubelai rambut mama sambil memandangi wajah cantiknya. Dia sangat cantik, bahkan saat tidur pun kecantikanya tidak memudar.

“Oh tuhan apa yang sudah aku lakukan, aku sudah menanam benih dalam rahimnya, dia adalah mama kandungku sendiri” Aku sangat merasa bersalah kala itu. Sekarang tinggal masalah waktu, apa yang akan aku lakukan nanti jika mama benar benar hamil dan mengandung anakku sendiri. Aku masih belum percaya dengan yang sudah terjadi. Lama aku melamun sendiri, kepalaku agak sedikit pusing dibuatnya.

Akirnya karena sudah terlalu sore aku mulai membangunkan mama dari tidurnya.

“Sayang Bangun..” Kataku sambil mengelus kening mama, bahkan aku sekarang berani memanggil mama dengan kata “sayang”. Tentu aku hanya berani memanggil demikian jika hanya sedang berdua saja.

“Udah sore ma, waktunya mandi.” Kataku sambil membangunkan mama.
“Heeemm…. Udah sore ya, jam berapa sayang sekarang?” balas mama sambil mengucek ucek matanya.
“Udah jam 5 tu ma, mandi yuk ma biar seger.” Ajaku pada mama.

Sore itu kami mandi berdua dikamar mandiku. Selesai mandi, mama aku suruh tetap dikamarku, dan aku ambilkan pakaian ganti dari kamarnya, tentunya secara diam diam, takut kalau ketauan si bibi. Bisa bisa dia laporan sama papa kalo mama seharian dikamarku. Memang hari ini mama seharian dikamarku, cuman si bi yanti taunya mama sedang keluar rumah. Aku yang memberi tau bi yanti kalo mama sedang keluar rumah, itupun yang mama perintahkan padaku.

Setelah kondisi dirasa aman, mama keluar dari kamarku, aku masih didalam kamar merapikan kamarku yang masih acak acakan setelah pergulatan tadi siang antara aku dan mama.

Malam itu, kulihat mama sedang santai diruang keluarga. Kuhampiri mama dan duduk disampingnya.

“Mama udah makan? Tanyaku sambil celingak celinguk.
“Udah sayang, kenapa kok kayaknya gelisah gitu?” Balas mama.
“Gpp ma, cuma memastikan keadaan,hehe..” Jawabku sambil mendekatkan posisi duduku dengan mama.
“Hayo, Memang kamu mau ngapain lagi bob? Kan tadi siang mama udah kasi jatah.” Goda mama sambil mencubit pahaku.
“Huss, mama nih.. Pelan pelan tar ada yang dengerin lo, emm ya bibi gak curiga kan ma?” Tanyaku ke mama.
“Aman sayang, kamu tenang aja.” Tegas mama meyakinkanku.
“Trus papa jadi pulang besok ma?” Tanyaku lagi sambil memperhatikan perut mama.
“Palingan nanti malem papa udah sampe rumah, biasanya kan juga gitu. Ngomong ngomong dari tadi kamu merhatiin perut mama terus deh,” balas mama sambil memegang megang perutnya.
“Emm gak ma, bobby masih gak percaya kalo didalam perut mama sekarang ada anaknya bobby.” Kataku sambil mengelus perut mama.
“Anak kita sayang, kan bikinnya berdua, masak anak kamu aja sih. Kemungkinan sih mama yakin hamil sayang, soalnya sekarang mama sedang masa subur, jadi kemungkinan besar mama akan hamil kalo berhubungan badan, apa lagi kalo dikeluarkan didalam.” Tegas mama.
“Emm gitu ya ma, kapan ma bobby bisa taunya kalo mama positif hamil?” Tanya ku.
“Sabar sayang, seminggu lagi kita tes ya, kalo positif kamu akan jadi ayah tahun depan,” tegas mama.
“Makasih sayang, kita akan merawat anak kita ini sampai besar, dan cuma bobby dan mama saja yang tau.” Kataku sambil mencium perut mama. Dan kemudian kepalaku kuletakan dipaha mama sambil mengelus elus perut mama.
“Iya sayang, hanya kita yang tau kalo ini anak mama dan bobby.” Tegas mama.

Malam itu aku habiskan waktu bersama mama diruang keluarga sambil ngobrol sambil menonton acara televisi. Tak terasa malam sudah larut, kulihat mama sudah berkali kali menguap, aku antar mama menuju kamarnya. Malam itu kami tidur terpisah, karena malam ini papa akan tiba.

Pagi itu aku terbangun, kulihat papa sudah tiba dirumah. Seperti biasa, kalo dirumah setiap pagi papa selalu menghabiskan waktu paginya diteras samping rumah, didepan ruang dapur dengan segelas kopi dan bacaan koran ditemani teman setianya, laptop. Papa memang orang sibuk, bahkan dihari liburnya pun masih disempatkan mengurusi urusan kerjaan.

Sedangkan mama kulihat sedang sibuk memasak didapur, bibi mensetrika pakaian diteras samping rumah, tepatnya disebelah papa yang sedang sibuk mengutak atik si laptop. Kuperhatikan mama sedang memotong motong kentang diatas meja dapur, mama tersenyum kearahku saat aku masuk kedapur, senyum mama sangat tidak biasa, senyum genit yang terlihat setengahnya meledeku, tentu saja aku tak mau kalah, aku balas senyuman itu dengan kecupan manis dibibir mama sambil aku elus elus perut mama. Kulihat papa sedang duduk dikursi sedangkan bibi sedang mensetrika disebelah papa, kadang sesekali kulihat bi yanti dan papa sedikit ngobrol, cuma tidak terdengar olehku karena terhalang oleh jendela kaca besar antara dapur dan teras yang berada disamping rumah tersebut.

Setelah itu kutinggalkan mama yang sedang memasak didapur, kemudian aku keluar menuju teras didepan dapur untuk menyapa papa.

“Pulang jam berapa semalem pa?” Tanyaku membuka obrolan.
“Eh, udah bangun bob? Jam berapa ya, hampir tengah malem kayaknya, kata mama kamu baru saja tidur waktu papa sampai rumah.” Jawab papa.
“Oh, iya pa. Libur berapa hari pa?” Tanyaku lagi.
“Papa cuma sebentar bob, paling dua sampai tiga hari ini aja papa dirumah. Oh iya, trus gimana dengan sekolah kamu?” Tanya papa balik.
“Lancar kok pa, em.. Bobby bantuin mama masak dulu ya pa?” Kataku sedikit beralasan.
“Nah gitu dong bob, cowok itu juga harus tau paling gak sedikit tentang dapur, ya sudah sana bantuin mama.” Jawab papa sambil sedikit menuturiku.

Pagi itu memang aku sedikit horny melihat mama. Aku pengen sedikit berbuat nakal, pertama tama aku akan menggoda mama, toh mama juga tidak akan menolaknya.

“Mau bob bantuin ma?” Rayuku sambil mengambil sayuran disamping mama.
“Haha.. Kamu tu, jangan basa basi dah bob, mama sudah baca pikiran kamu tuh, dasar anak nakal.” Balas mama sambil melirik kearah teras, dimana papa masih sibuk dengan laptopnya dan si bi yanti masih mensetrika.
“Mama tau aja, bob lagi pengen nih ma, bentar aja yuk ma?” Rengeku sambil merapatkan tubuhku dan tubuh mama kudekap dari belakang.
“Tuhh.. lihat ada papa, ada bibi juga, kamu berani apa memangnya?” Balas mama sambil tetap memotong motong sayuran. Terlihat dari ekspresi mama tidak ada penolakan, dan akirnya aku semakin berani.

“Kata siapa gak berani, mama berani gak?” Rayuku ke mama sambil kuelus buah dada mama dari belakang, saat itu mama hanya membalasnya dengan senyuman. Pagi itu mama memasak masih mengenakan pakaian tidur terusan dengan ikatan tali dipinggang, lengkap dengan CD dan bra. Kuperhatikan kearah depan, papa dan bibi masih sibuk dengan kerjaanya masing masing, sedangkan aku juga sedang sibuk menggerayangi tubuh mama.

“Ehh.. Ssttt… Geli sayang.” Desah mama.
Kemudian aku keluarkan kontoku dari celana boxer yang aku pakai dan aku tempelkan dibelahan pantat mama yang masih tertutup baju tidur.

“Ma, baju sama CDnya mengganggu deh, kontol bobby sudah ON nih ma, bobby masukin dari belakang ya ma?” Bisikku ditelinga mama. Karena mama berpakaian lengkap, aku agak kesulitan saat menyelipkan kontolku disela celana dalam mama, belum lagi posisi mama yang berdiri membelakangiku.
“Duh susah ni ma bobby masukinya, celana dalam mama ketat banget sih, ambil posisi yang enak yuk ma?” Rengekku.
“Ihh mama harus selesein masak dulu sayang, nanti gimana kalo papamu keburu kelaparan, lagian kamu tuhh kalo lagi pengen ngentotin mama ya usaha dong sayang, kan kamu yang kepengen, mama sih masih sibuk.” Jawab mama sambil menolehkan kepalanya kearah belakang, kearahku sambil tersenyum menantang.

Karena gemas dengan tingkah mama, aku masukan kedua tanganku dari bawah kedalam baju tidurnya, kupelorotkan celana dalam mama, aku lepas dan kulemparkan dibawah meja dapur. Kini mama terlihat menggunakan baju lengkap dari luar tetapi sudah tidak mengenakan celana dalam lagi, perlahan aku lebarkan posisi berdirinya dengan menggeser belawanan kedua kaki mulusnya, kemudian aku basahi jari teluntuk dan jari tengahku dengan air liur dan kumasukan kedalam baju tidur mama dari bawah, kubasahi memek mama yang kenyal itu, kucari cari lubang memek mama dan mulai aku masukan dua jariku kedalam memek mama, posisiku saat itu sedikit merunduk dan siaga kearah depan untuk mengawasi keadaan, karena dengan posisi kami, aku dan mama dengan mudah melihat kondisi teras didepan dapur itu.

Perlahan aku tarik, aku masukan lagi, semakin lama semakin licin dan basah. Sepertinya mama mulai naik, aku lihat mama masih memotong motong wortel dengan mimik wajah sayup sayup, bibirnya kadang menganga kadang digigit gigitnya sendiri, mama tidak mendesah, atau mungkin sengaja menahan desahanya kali ini. Irama kocokanku semakin kupercepat, terkadang hal ini membuat mama menghentikan aktifitasnya sejenak untuk menikmati rangsanganku.

Sembari kukocok memek mama, sesekali aku perhatikan teras luar, Sempat aku dengar handphone papa berdering, kulihat papa sedang menerima telepon dari teman kerjanya. Aku sibuk dan tidak kuhiraukan papa. Kukecup leher jenjang mama, sesekali kujilati, kuelus dada besar mama dari dalam, sambil aku rogoh dengan tanganku satunya, terdengar suara papa sedang bicara dengan temanya itu, terus saja papa sibuk, aku juga sedang sibuk dengan mama dibelakangnya.

“Ma, dapat salam dari Randi, masih ingat kan?” Teriak papa dari luar, menyampaikan salam dari temanya yang sedang berbicara ditelepon.
“Oh I.. Iyaa pa, salam juga.” Balas mama sedikit gelagapan.
“Mama gak mau ngobrol juga sama randi?” Tanya papa lagi berteriak dari depan.
“Ehh.. Duuhhh… Mama belum bisa pa, bilang saja mama sedang sibuk ni pa, nanggung mumpung bobby lagi sem.. Semangat” balas mama dengan tersengal sengal.
“Oh ya sudah ma,” kemudian papa menyampaikan pesan mama tadi ketemanya.

“Ahh trus sayang, enak banget. Papamu gangguin konsentrasi mama saja, ahh.. Uhhh trus bob.” Protes mama.
“Mama nakal baget ya sama papa, nih ma rasain karena dah bo’ongin papa.” Balasku. Akirnya kupercepat kocokanku kememek mama dan kuremas dadanya secara brutal.
“Fuckkkk ahh, enak sayang, ouhhh..” Teriak mama pelan. Tanganku sudah lengket semua, penuh dengan cairan hangat dari memek mama, kukocok kontolku sendiri kuiringi dengan kocokan tanganku dimemek mama.

Setelah beberapa saat puas aku mengocok lubang memek mama, kemudian aku angkat kaki kanan mama diatas kursi, posisi mama sekarang berdiri dengan satu kakinya diletakan diatas kursi, posisi ini membuat memek mama sedikit terbuka dan memudahkanku untuk merangsang kewanitaan mama. Kusingkap baju tidur mama bagian bawah dari belakang, kemudian aku mulai memasukan kepalau kesana, aku lihat memek mama merekah, belahan memeknya terbuka karena posisi kaki mama sedikit mengangkang, lubang memek mama terluhat menganga, perlahan aku jilati paha mama bagian dalam kanan dan kiri bergantian, telapak tanganku meraba bokong dan betisnya.

Sesekali aku keluarkan kepalaku untuk mengamati konsisi didepan, saat kurasa aman aku ulangi lagi kerjaanku tadi, aku mulai menjilat bagian paling sensitif dari mamaku, mulai bibir memek mama, sampai itilnya tak luput dari sapuan lidahku. Kusedot itil mama kencang kencang, terasa bergetar dikaki mama, aku memegang kedua paha mama yang bergetar itu, kuhisap lagi dan kujilat jilat lubang intim mama.

“Ihhhh kamu apain memek mama sayang, ada papa lohh, nanti papa marah kalo tau kamu jilatin memek mama.” Gumam mama dengan kata kata binal. Aku tidak menjawabnya.

Setelah beberapa saat aku keluarkan lagi kepalaku dan kali ini ketika kepalaku hampir keluar dari dalam baju tidur mama, secepat kilat tangan mama mendorong kepalaku utuk masuk lagi kesana.

“Udah diam disitu aja bob, puasin mama. Mama yang awasin papa dan bi yanti.” Pinta mama sambil menekan kepalaku kememeknya, kembali aku jilati lubang memek mama, terkadang aku julurkan lidahku dan aku masukan kedalam lubang memek mama. Terlihat mama menikmati sekali rangsanganku kali ini. Sedikit bereksplorasi kumainkan itil mama mengunakan jariku sambil kutusuk tusuk lubang memeknya dengan lidahku. Karena tidak tahan akirnya desahan maut keluar dari mulut mamaku yang sudah dipuncak libido.

“Fuckkkkkk..!” Teriak mama.
Aku tak berhenti disitu, mendengar mama berteriak, lidahku kutusukan lebih dalam kelubang memek mama dan kukorek korek didalam lubang itu, itil mama tak lagi kuusap usap, melainkan aku jepit dengan ibu jari dan jari telunjuku dan kutarik sambil kuplintir plintir.
“Ouuhh damn, Fuckk.. Ohhh…” Teriak mama untuk kedua kalinya, akirnya mama menutup mulut mama menggunakan tanganya sendiri untuk mengendalikan suaranya. Tangan kiri mama memegang kepalaku seolah untuk lebih dalam memasukan lidahku kememeknya, semakin gencar aku merangsang memek dan itil mama, semakin bersemangat dibuatnya.

“Stop!” Teriak mama. Sambil menepuk kepalaku.

Aku kaget, sontak aku menghentikan gerakanku, dengan cepat aku keluarkan kepalaku dari bawah selangkangan mama dan berdiri. Kuusap mulutku yang belepotan cairan memek mama dan kubersihkan, Kulihat papa sedang berdiri didepan kursi tempat duduknya, dan berjalan kearah pintu dapur, aku berpura pura menata perabotan dapur yang berada diatas meja dapur, sedangkan mama kulihat sedang memotong bumbu bumbu untuk dimasak. Kami berdua berakting semaksimal mungkin supaya tidak terlihat ganjil didepan papa.

“Masih lama ma sarapanya?” Tanya papa.
“Emm bent.. Sebentar lagi pa, papa udah lapar ya?” Kata mama sambil sedikit gugup.
“Lumayan ma, mau papa bantuin juga ma biar cepet?” Balas papa.
“Gak usah pa, biar bobby aja yang bantuin mama.” Sahutku, sambil mengambil sayuran yang sudah dipotong mama tadi untuk aku cuci diwashtafel. Tak sengaja aku melirik kebawah, hampir mati kutu, CD mama yang ada dilantai bisa saja terlihat oleh papa, sedikit mengalihkan perhatian papa, mama aku beri kode. Kemudian aku menyempar CD itu kekolong meja, dan akhirnya kekacauan teratasi.

“Bentar pa, bentar lagi juga kelar masaknya, papa tunggu aja didepan biar bob bantuin mama.” Alasanku. Sambil memandang kearah mama, mama tidak menunjukan ekspresi apapun. Setelah itu papa kembali kedepan, kembali sibuk dengan kerjaanya.

“Hampir aja ma.” Katanku ke mama sambil mengelap keringat didahiku.
“Hihihi… Rasain, salah sendiri minta jatah gak lihat sikon.” Ledek mama lagi.
“Tu kan, bobby lagi dah.” Protesku.
“Duhh iya iya sayang, mama cuma becanda kok, ehh sayang? Nanggung nih, lanjut yuk.” Pinta mama. Sambil mengangkat satu kakinya, dinaikannya diatas kursi tadi dan menyingkapkan baju tidurnya yang bawah sampai punggung.

Karena waktu sangat sempit, aku gak mau buang buang waktu, akhirnya aku hentikan jilatanku kememek mama dan aku ambil posisi berdiri dibelakang mama, kutarik baju tidur mama yang bawah keatas sampai punggungnya, kuarahkan tontolku keselangkangan mama, kugesek, kutekan, kucari cari lubang memek milik mamaku.

“Uhhh masukin sayang, masukin kontol kamu, memek mama gatal sayang,” ceracau mama lirih. tanpa menunggu lama, aku lesatkan rudal perkasaku kedalam lubang surga mamaku.
“Slleeeppp… Ohhh..” Erangku menahan panas dari memek mama yang sedang memijat mijat kontolku dari dalam.
“Trus sayang, ohhh begitu trus sayang truss.. Emmhh enak banget sayang.” Rengek mama lirih. Kudekap mulut mama dari belakang seirama sodokan demi sodokan kontolku. Tangan kananku tak tinggal diam, kurogoh payudara mama dari bawah bagian depan dan kuremas remas sekuatnya, gemas sekali rasanya aku dengan dada mama, kuraba putingya dan kutarik tarik sembari kupelintir bergantian kanan dan kiri.

“Ohh fuckkk, yess uhh yess Emm ahh.. Trus sayang trus, puasin mama sayang,” ceracau mama lirih.

Sungguh sensasi luar biasa, ibu dan anak didapur sedang bergumul debelakang ayah dan suami yang sedang berada tepat didepan kami. Papa tidak sadar kalau dibelakang isterinya sedang dikerjai oleh anaknya sendiri.

Sentakan demi sentakan kuhujamkan kedalam memek mama, remasanku terhadap buah dadanya juga tak ku hentikan. Kontolku terasa mengeras, terasa ingin meledak, untuk kedua kalinya aku akan semburkan spermaku didalam memek mama, apalagi yang membuat aku semangat, ada papa dan bibi didepan sana. Aku sudah tidak tahan begitu juga dengan mama.

“Ma, bob keluarin sekarang ya?” Pintaku sambil memeluk tubuhnya dari belakang.
“Keluarin sayang, keluarin semua didalam memek mama,” pinta mama.

Akirnya kupercepat sodokan kontolku diimbangi dengan sentakan pantat mama dan akirnya kusemburkan semua isi kantong spermaku didalam memek mama, kusentak beberapa kali sampai membuat mama mendongak dongakan kepalanya.

“Puas sayang? Gimana rasanya ngentotin mama didepan papa? Kamu suka kan?” Kata mama sambil nafasnya memburu. Aku hanya membalas dengan anggukan kepala, sambil kuciumi leher mama. Kontolku mulai menyusul, kemudian mama memegang kontolku yang masih tertancap dimemeknya dan mencabutnya perlahan lahan, terlihat sebagian dari spermaku mengalir kepaha mama. Kemudian mama mengambil tisue dan menglapnya dan dibersihkanya.

Kurapikan celanaku, kuambilakn CD mama dan mama memakainya kembali. Sempat kami berciuman sebentar dan akirnya menyudahi pergumulan pagi ini.
“Makasih mama, eh isteriku sayang.” Kataku sambil memeluk tubuh mama dari belakng.
“Hehe.. Sama sama suamiku, isteri yang baik selalu melayani suaminya dengan baik juga.” Balas mama sambil mecubit hidungku dari depan.

Setelah kejadian pagi itu, aku dan mama semakin barani untuk berbuat mesum, meskipun ada papa atau bi yanti dirumah. Aku dan mama selalu berusaha mencari cari kesempatan untuk bisa saling memuaskan.

Seperti pagi itu, setelah aku ngentotin mama didapur terang terangan dibelakang papa dan bi yanti, siangya aku sudah ngentot lagi dengan mama, dan lagi lagi aku ngentotin mama dibelakang papa.

Singkat cerita, siang itu cuaca sangat panas sekali. Kulihat papa sedang menonton acara berita diruang keluarga, sedangkan aku dikamarku bermalas malasan didepan komputer, kuhabiskan siang yang panas itu dengan bermain game komputer.

Tiba-tiba aku teringat kejadian tadi pagi, hal itu membuat libidoku jadi naik lagi. Ingin ku ngentotin mama lagi seperti tadi pagi, kemudian aku keluar kamar untuk mencari keberadaan mama. Aku berjalan kearah ruang keluarga, ternyata papa sedang tertidur dikursi diruang keluarga denga televisi masih menyala.

“Wah kesempatan ini, mumpung papa lagi tidur siang.” Gumamku sambil memastikan papa tertidur pulas. Terdengar dengkuran dari papa, aku pastikan kalau papa saat ini sedang tertidur pulas.

Kemudian aku melangkah kekamar mama, kubuka pintu kamar mama, ternyata mama juga tidak ada dikamarnya. Tetapi terdengar suara gemericik dari kamar mandi dikamar mama itu. Aku dekati pintu kamar mandi mama, ternyata benar. Mama sedang mandi siang, mungkin karena memang cuaca saat itu sangat panas, jadi mungkin mama mandi untuk menyegarkan diri.

Setelah kurasa aman, kuketuk pintu kamar mandi mama pelan-pelan.
“Tok..tok..tok..” Kuketuk pintu kamar mandi mama dengan pelan, supaya tidak terdengar papa atau bibi.
“Iya pa, sebentar mama masih mandi.” Jawab mama, sambil mengira kalau papa yang mengetuk pintu kamar mandinya.
“Ma… Ini bob ma, bukain ma.” Pintaku ke mama.
“Hehh.. Kok kamu bob, papa kemana? Kalau ketahuan papa nanti kamu dimarahin lo, dikiranya kamu mau apa.” Jawab mama kaget dari balik pintu kamar mandi.
“Tenang ma, bukain aja dulu pintunya.” Pintaku kemama lirih.

Setelah itu mama membuka pintu kamar mandi dan langsung saja aku sambar mulutnya, mama juga ternyata tidak mau kalah, ciuman mama mampu mengimbangi ganasnya ciumanku. Aku sudah terlalu horny, bahkan tubuh mama yang masih basah sudah tidak aku perdulikan lagi, aku peluk erat tubuh mama, kedua telapak tanganku kugunakan untuk meremas remas pantatnya dari arah depan sambil kuciumi lehernya. Tapi kemudian mama menyuruhku berhenti.

“Bob, kamu kok benari sih, nanti ketahuan papa loh sayang. Udah ya, kan tadi pagi udah mama kasih jatah.” Pinta mama, sambil mengendorkan pelukanku.
“Mama tenang aja, papa masih tidur kok ma, hehehe..” Kataku sambil mulai membelai belai buah dada mama. Kuharap mama terangsang dan memenuhi permintaanku, sekilas mama memperhatikan gerakan tanganku yang membelai belahan buah dadanya. Sementara tanganku satunya mulai memainkan puting mama, mulutku pun tidak mau diam saja, kulahap dan kuhisap puting mama yang satunya.

“Ouhhh… Sshhhh… Hentikan sayang, mama takut bob. Pleasee.. Emmhh.. Sayang, hentikan…” Protes mama sambil menikmati rangsanganku.
“Bentar aja kok ma, bob lagi horny berat nih ma. Bob lagi pengen ngentotin mama.” Rengeku pada mama.
“Hihhh kamu tuh ya, berani banget deh sekarang. Tapi bentar aja ya sayang, beneran takut mama bob.” Kata mama sambil menoleh kearah pintu kamar yang masih terbuka.
“Iya ma, bob udah gak tahan pengen masukin kontol bob kememek mama, nih liat kontol bob udah keras ma.” Pintaku ke mama sambil mengeluarkan kontolku dari dalam celana boxer.
“Idihh dasar, ya udah.. tapi itu pintu kamar mama ditutup dulu, ingat cuma bentar lo ya..!” Tegas mama.

Ukuran kamar mandi mama memang paling luas diantara kamar mandi yang ada dimasing masing kamar tidur kami, dengan bathub dan shower yang terpisah dengan toilet. Toilet dikamar mandi mama batasi dinding kaca berwarna gelap, sehingga tidak terlihat posisi toilet jika dilihat dari sisi bathub.

Setelah aku tutup pintu kamar mama, aku masuk kekamar mandi mama dan menutup juga pintu kamar mandi itu. Kulihat tubuh telanjang mama yang masih basah, sangat sexy, buah dada mama sangat ranum, kedekati tubuh mama, kuberikan pujian pujian yang membanggakan untuk mama.

“Mama sexy banget, tubuh mama sangat indah, bob udah gak tahan ma.” Pujiku ke mama sembari memperhatikan tubuh mama sambil mengocok kontolku sendiri didepan mama. Terlihat mama agak malu melihat anaknya sedang mengocok kontolnya dengan memperhatikan tubuh indah miliknya sebagai obyek onani.

“Makasih sayang, tubuh mama ini untuk kamu seutuhnya, kamu bebas untuk berbuat apa saja dengan tubuh mama. Yang mana sayang yang paling kamu suka dari tubuh mama?” Tanya mamaku genit.
“Yang ini ma, kok bisa kayak gini ya, bob jadi gemas sekaligus merinding kalo lihat.. Umm… Um…” Kataku sambil mengenyot big boob mama yang sebelah kanan, sedangkan yang kiri aku remas remas dengan ganas, kunikmati inci demi inci tubuh indah mama, kubelai, kuelus.
Mama terlihat pasrah dan menikmati rangsanganku terhadapnya, perlahan aku balikan tubuh mama, tangan mama kini bertumpu kedinding kamar mandi, aku ambil posisi jongkok dibelakang mama. Kepegang pantatnya, perlahan aku remas, aku buka, terlihat lubang memeknya membuka dan menutup.
“Emmhhh jilatin dong sayang, mama udah gak tahan kalo kamu gituin.” Pinta mama.

Tanpa berlama lama kujilati perlahan belahan memek tembemnya dari belakang, aku kuakkan dan kusapu dengan lidahku yang panjang. Nikmat sekali rasa memek mamaku. Kunaikan kedua telapak tanganku kedepan, kuraih kedua bukit indah itu dan mulai kuremas remas dari arah bawah.

“Yess… Remas terus sayang, enak banget kalo susu mama kamu remas remas gitu, uhh yeess ohhh trus sayang, trus uhh.. Masukin lidah kamu sayang, please..” Rengek mama sambil menahan nikmat.

Kujulurkan lidahku dan kukorek korek lubang surga mamaku, kaki mama sontak mengejang ngejang, aku tak berhenti disitu, kubenamkan ujung lidahku ke rongga memek mama, kutusuk semakin dalam dan.

“Fuckkkk…. Ohh, bob.. Fuckk.. Trus ahhh.. Yess…. ohhh….” gumam mamaku tidak jelas. Kulihat tangan mama meremas remas rambut kepalanya, seperti orang kesurupan. Memang mama sangat suka jika lubang memeknya dimasukin lidah, belum lagi lidahku yang panjang, sehingga akan terasa lebih nikmat jika dimasukan kedalam memek mama.

Setelah beberapa saat kunikmati lubang intim mama, kini kubalikan tubuh mama, aku berdiri dan kumasukan lidahku yang penuh dilumuri cairan manis dari memek mama kedalam mulutnya. Mama terlihat menikmati cairan itu,

“Enak ya ma? Mau lagi?” Kataku sambil menatap wajah penuh nafsu mama. Mama hanya mengangguk kala itu, kemudian aku. Turunkan kepalaku dan kujilati lagi memek mama, menggunakan tangan kanan aku angkat paha mama keatas, mama membantu dengan mengangkat pahanya juga, memudahkan aku untuk menemukan lubang kewanitaan mama itu,
“Masukin lidah kamu sayang” pinta mama.
Kemudian aku julurkan dan aku masukan lidahku kedalam lubang itu.
“Ohhh lebih dalam sayang, gerakin lidah kamu didalam memek mama sayang, uhhh yesss gitu sayang yahh bener trus sayang, lagi sayang ohhhh…” Ceracau mama.

Kemudian mama menurunkan badanya dan menyambar mulutku yang penuh cairan kental berwarna bening itu, dengan lahap mama melumat bibir dan lidahku hingga bersih dan menelan semuanya.

“Glekk.. Ahhhh, enak juga ya rasanya bob” kata mama sambil tersenyum.
“Kamu sudah bikin mama nakal ya, mama sekarang seperti pelacur bagimu, kamu suka kan sayang?”

Aku senang mendengar kata-kata mama barusan, sungguh membuat darahku memanas. Mamaku semakin nakal dan semakin menjadi jadi.

“Iya, mama sekarang pelacur untuk bobby, bobby pengen dipuasin sama memek mama sekarang.” Pintaku sambil melucuti semua pakaianku, kemudian aku baringkan badan terlentang dilantai kamar mandi. Kukocok kocok sendiri kontolku, kemudian mama mengambil posisi jongkok mengangkang diatas tubuhku, pertama tama mama menggesek gesekan mameknya kebatang kontolku, dimaju mundurkan memek mama, terasa geli dari pangkal sampai ujung kontolku, terlihat kontolku seolah olah sedang membelah belah memek mama, kedua tangan mama juga sedang sibuk meremas remas dadanya sendiri. Mama benar benar diujung birahinya.

“Masukin kontol bob kememek mama sekarang.” Pintaku.
“Ohh kamu sekarang pengen memek pelacur ini muasin kontol kamu ya sayng,” kata mama nakal.

Dipegangnya batang kontolku, kemudian diludahi sembari dikocok kocok. Perlahan mama mulai mengarahkan kepala kontolku dilubang memek mama dan,

“Bleeesss…” Masuk sumua batang kontolku kedalam memek mama. Terasa panas ketika seluruh batang kontol perkasaku terbenam kedalam memek mamaku.

“Ouhhhh… Ahhh… Gimana sayang?” Tanya mama sambil menatap wajahku dengan wajah yang menyeringai.
“Nikmat banget sayang, memek kamu menyedot nyedot rasanya dikontolku.” Kata kataku mulai tidak sopan ke mama. Apa boleh buat, mama juga yang memulai duluan, dan aku juga semakin berani.

Naik turun, suara berkecipak diiringi suara gemericik air shower menghiasi seluruh isi kamar mandi, suasana semakin memanas kala itu. Tubuh sintal mama sedang menggenjol anak kandungnya sendiri. Kulihat mata mama merem melek dan mulutnya menganga menimati inci demi inci batang kontolku. Kepercepat sodokanku dari arah bawah, dan mamapun juga tidak mau kalah, terasa mentok batang kontolku didalam memek mama. Sampai akirnya.

“Tok tok tok..” Suara terdengar dari balik pintu kamar mandi mama. Bagaikan tersambar petir disiang bolong. Sontak aku dan mama terkaget kaget. Kutegakkan badanku, kupeluk tubuh mama dan tak bergerak.

“Sssttt ma, ada papa! Gimana nih ma? Apa yang harus kita lakuin.” Kataku gugup. Kemudian mama mencabut kontolku dari memeknya.
“Duh, mati kita bob.. Percuma kalo kamu keluar juga pasti papa tau. Kamu sembunya ditoilet aja ya sayang. Biar mama yang bukain pintu kamar mandi.”
Pinta mama sambil memakai handuk. Aku langsung berdiri memungut semua pakaianku yang berserakan dan membawanya masuk ke dalam bilik toilet, karena toilet mama disekat kaca tebal berwarna gelap, jika dilihat dari posisi luar toilet tidak terlihat jika didalam ada orang.

“Ada apa pa?” Kata mama sambil membuka pintu kamar mandi.
“Belum selesai mandinya ma?” Tanya papa.
“Be.. Belum pa, papa mau apa ya?” Balas mama dengan sedikit gugup.
“Papa ikutan mandi ya ma, panas banget diluar, gerah rasanya”pinta papa.
“iya deh pa.” Jawab mama singkat sambil menutup kembali pintu kamar mandi. Kusingkapkan sedikit tirai plastik penutup toilet, kuintip papa dan mama sudah telanjang bulat. Papa ingin mandi juga rupanya.
“Duhh pa pa, kenapa sekarang sih! Kenapa gak ntar an aja, padahal tadi papa masih tidur. Duh mati aku, mudah mudahan papa gak tau kalo aku sembunyi disini.” Kataku dalam hati, aku sangat takut saat itu, bagaimana tidak aku, mama dan papa sekamar mandi, posisiku sekarang bersembungi dibilik toilet didalam kamar mandi mama. Aku bersabar menunggu papa sampai selesai mandi. Jantungku tak henti hentinya berdegup kencang. Kontolku melemas, pengen pingsan saja rasanya.

Kulihat mama sedang berpura pura mandi, dan papa sedang menyabuni badanya. Terdengar percakapan sedikit menggoda dari papa. Aku jadi penasaran dan akhirnya aku buka lagi sedikit tirai penutup bilik toilet itu.

“Ma, badan mama masih bagus juga ya.” Goda papa sambil memperhatikan tubuh mama. Kulihat kontol papa juga sudah mulai tegang,
“Wah papa mau ngapain? Jangan jangan?” Pikirku dalam hati.
“Ihh papa apaan sih, mama kan dah berumur.” Balas mama.
“Ma? Main yuk? Udah lama kan kita gak gituan.” Pinta papa sambil mengelus punggung mama. Tanpa papa sadari saat itu mama menoleh kearahku, mama tau aku sedang mengawasi mereka. Kemudian aku anggukan kepalaku, aku tidak bisa apa apa lagi, kali ini mama akan disetubuhi papa. Tak apalah, papa juga suami mama, wajar pikirku.

Ternyata tak sampai disitu, pikiranku semakin panas, ada rasa cemburu dan nafsu ketika melihat mamaku digoda papa, apalagi jika sampai dientot sama papa.

Akhirnya mama menuruti kata papa, berharap jika papa sudah puas akan segera keluar meninggalkan kamar mandi.

“Ya udah pa, mama juga dah lama gak gituan. Kalo papa pengen masukin aja kontol papa.” Kata mama memberi ijin papa.
“Ehh mama sekarang ngomongnya nakal ya, gak biasanya mama nyebutin kontol gitu.” Tanya papa.
“Ahh perasaan papa ajah kali.” Jawab mama sambil mulai memegang kontol papa. Kulihat mama dengan posisi doggy style dan papa dari belakng sudah mulai menempelkan kontolnya kememek mama.

“Uhhh… Pelan pelan pa, memek mama sudah lama gak dipake.” Alasan mama. Sambil sedikit tersenyum kearahku.
“Oh maaf ma, papa pelanin kok masukinya.” Tegas papa.

Kini kontol papa sudah masuk kedalam memek mama, mama tampak biasa saja menerima hujaman dari kontol papa, mungkin karena kontol papa memang tak sebesar dan sepanjang kontolku.

“Uhhh enak banget ma, udah lama ya kita gak main,” gumam papa sambil menggenjot mama dari belakang, tak terasa kontolku juga mulai menegang kembali, aku juga terangsang melihat mama disetubuhi papa, aku mulai sedikit mengocok kontolku perlahan.

“Emmhhhh.. Trus pa agak cepat lagi,” pinta mama. Dengan aba aba mama, akhirnya papa mempercepat sodokanya, aku semakin naik dan kontolku kukocok semakin cepat. Tak lama kemudian, mama menghentikan gerakan papa. Aku penasaran kenapa mama minta berhenti, padahal kulihat papa hampir sampai puncak.

“Pa tunggu bentar ya, mama mules nih. Gara gara papa sodok sodok jadi mules perut mama, mama ketoilet dulu ya pa. Papa terusin mandi dulu gih, tar kita lanjutin.” Pinta mama. Sesuai yang aku pikirkan, ternyata mama mau berbuat nekat bersamaku.
“Oh iya deh ma, maaf ya papa minta jatahnya dadakan.” kata papa sambil mencabut kontolnya dari memek mama.
“Iya pa, gpp. Jangan ngintip lo ya. Awas!” Timpal mama,
“Kasian papa,” kataku dalam hati.

Kemudian mama masuk kedalam bilik toilet dimana aku berada disana.
“Eh mama nekat banget ya, tar kalo papa masuk bisa mati kita berdua ma!” Protesku lirih.
“Ssttt kamu diam aja sayang, papa tidak akan masuk kok, entotin mama sayang. Mama pengen ngentot sama kamu disamping papa.” Pinta mama.

Sambil kuposisikan duduku ditoilet duduk, kupegang pantat mama dan kumasukan kontolku ke memek mama.
“Ahhhh… ” Erang mama,
“Kenapa ma?” Tanya papa dari balik bilik.
“Ehh gpp pa, lega rasanya perut mama.”
“Ohh, santai aja ma gak usah buru buru.” Balas papa.

Sambil duduk aku pangku tubuh mama, kuremas dada mama dari belakang. Kunaik turunkan tubuh mama perlahan, sungguh sensasi luar biasa, kuentot mamaku disamping papa, memek mama yang barusan dientot papa sekarang aku masuki kontolku.
“Emmhhh enak sayang, maenin itil mama juga sayang.” Pinta mama. Kugesek gesek itil mama sambil ketusuk tusuk memeknya dari bawah, terasa menjepit memek mama dikontolku. Tubuh mama yang masih berlumur sabun membuat sentuhan dan remasanku keseluruh tubuhnya semakin nikmat. Kontolku semakin mengeras saja, hentakan demi hentakan tubuh mama membuat kontolku melesak semakin dalam.

“Ma? Udahan belum,” tanya papa dari luar bilik.
“Sayang, udah dulu ya? Papamu minta jatah tu.” Kata mama.
“Duh, bob masih pengen nih ma.” Rengeku sambil tetap menghujamkan tubuh mama kekontolku.
“Nanti mama puasin deh sayang, tapi sekarang memek mama mau dipake papa dulu gpp ya sayang.” Tegas mama.
Akirnya aku mengiyakan permintaan mama. Keberdirikan tubuh mama, dan kontolku terlepas dari dalam memek mama, kemudian mama menyiram memek mama mengan air shower dan keluar dari bilik.

“Udah ya ma? Sampe ngos ngosan gitu ma.” Tanya papa.
“Iya nih pa, puas banget mama didalam tadi, lega rasanya, papa masih pengen main lagi? Kata mama.
“Iya ma, nanggung nih papa.” Pinta papa.

Akhirnya mama meminta papa berbaring dan memesukan kontol papa kememek mama. Mama menggenjot kontol papa, memang terlihat ekspresi mama tidak sepuas ketika aku entotin. Mama menggentol kontol papa berharap papa cepat mencapai puncak. Tangan papa juga diarahkan mama untuk meremas remas buah dada mama. Papa terlihat merem melek digenjot sama mama. Kurasa papa memang sudah lama tidak merasakan ngentotin mama.

“Ayo pa, keluarin pa, mama mau keluar nih.”Pinta mama.
“Ohh ma, papa juga, bentar lagi papa keluar ma.” Racau papa.

Sambil menekan memek mama dalam dalam akhirnya papa mencapai puncak, papa menegakkan badanya dan memeluk mama, sperma papa sudah keluar, keluar didalam memek mama. Kulihat mama menoleh kearahku dan tersenyum negedipkan matanya.

“Dasar mama.” Gumamku.

Akhirnya mama melepaskan pelukan papa dan mencabut kontol papa yang sudah mengecil itu dari memeknya. Kulihat sperma papa meleleh dari memek mama ke paha mama. Aku cemburu berat melihat hal itu. Aku duduk diatas toilet duduk didalam bilik dan menghela nafas panjang.

Tak lama kemudian terdengar pintu kamar mandi dibuka dan ditutup kembali, aku beranikan diri untuk mengintip dari tirai bilik. Ternyata papa sudah tidak ada, kulihat mama sedang membersihkan sperma yang meleleh dipaha mama dengan shower.

Setelah itu aku keluar dari bilik dan memeluk mamaku. Tanpa satu katapun keluar dari mulutku, aku balik tubuh mama dan kuhujamkan kontolku kedalam memeknya dengan posisi berdiri. Kulipat tangan mama debelakang dan kurmas kedua buah dadanya, semakin keras aku hujamkan kontolku sampai mama merem melek.

“Ohhhhh trus sayang, lebih keras sayang.” Pinta mama.
Aku sudah terbakar, rasa cemburu bercampur dengan nafsu menyelimuti tubuhku. Kutingkatkan ritme kocokan kontolku didalam memek mama. Remasanku terhadap dada mama juga semakin brutal, sesekali aku tarik puting mama dan memilinya. Tangan kiriku kugunakan untuk mengusap memek mama dari belakang, tersa tubuh mama bergetar getar.

“Emmhhh yes, enak ma? Gimana rasanya dientotin sama anak mama sendiri? Gumamku.
“Puasin mama sayang, kontol kamu enak banget, memek mama terasa penuh.” Ceracau mama.
“Mama nakal ya sekarang, ini pelajaran buat mama, karena sudah ngentot sama papa.” Tegasku sambil mencabut kontolku, sedikit aku bungkukkan tubuh mama, kugesekan kepala kontolku kememek mama, kumasukan kepala kontolku,
“Geli sayang.” Gumam mama.
“Mau yang enak lagi ma? Ini hadiah buat mama karena mama sudah ngentot sama papa dan mama masukin sperma papa kedalam memek mama.” Geramku. Kemudian kucabut lagi kugesek sedikit keatas , tepat dilubang anusnya dan..
“Blleeessss…” Masuk setengah kontolku didalam anus mama,
“Acchhhh… Bobbb, ampun..” Teriak mama, aku sumpal mulut mama dengan tanganku. Belum sempat mama berkata. Kuhujamkan lagi lebih dalam.
“Bbllleeeessss.” Masuk semua batang kontolku kedalam lubang anal mamaku.
Kurasakan kaki mama gemetaran, nafasnya juga tersengal sengal, aku tak hirauhan itu, mulai aku hujamkan legi kontolku, kutarik dan kumasukan kedalan lubang anus mama berulang ulang, terlihat keluar busa dari lubang anus mama yang bergesekan dengan batang kontolku.
“Ohhhh bob, fuckkkk…. Yess.. Lebih dalam sayang…

Setelah kejadian pagi itu, aku dan mama semakin barani untuk berbuat mesum, meskipun ada papa atau bi yanti dirumah. Aku dan mama selalu berusaha mencari cari kesempatan untuk bisa saling memuaskan.

Seperti pagi itu, setelah aku ngentotin mama didapur terang terangan dibelakang papa dan bi yanti, siangya aku sudah ngentot lagi dengan mama, dan lagi lagi aku ngentotin mama dibelakang papa.

Singkat cerita, siang itu cuaca sangat panas sekali. Kulihat papa sedang menonton acara berita diruang keluarga, sedangkan aku dikamarku bermalas malasan didepan komputer, kuhabiskan siang yang panas itu dengan bermain game komputer.

Tiba-tiba aku teringat kejadian tadi pagi, hal itu membuat libidoku jadi naik lagi. Ingin ku ngentotin mama lagi seperti tadi pagi, kemudian aku keluar kamar untuk mencari keberadaan mama. Aku berjalan kearah ruang keluarga, ternyata papa sedang tertidur dikursi diruang keluarga denga televisi masih menyala.

“Wah kesempatan ini, mumpung papa lagi tidur siang.” Gumamku sambil memastikan papa tertidur pulas. Terdengar dengkuran dari papa, aku pastikan kalau papa saat ini sedang tertidur pulas.

Kemudian aku melangkah kekamar mama, kubuka pintu kamar mama, ternyata mama juga tidak ada dikamarnya. Tetapi terdengar suara gemericik dari kamar mandi dikamar mama itu. Aku dekati pintu kamar mandi mama, ternyata benar. Mama sedang mandi siang, mungkin karena memang cuaca saat itu sangat panas, jadi mungkin mama mandi untuk menyegarkan diri.

Setelah kurasa aman, kuketuk pintu kamar mandi mama pelan-pelan.
“Tok..tok..tok..” Kuketuk pintu kamar mandi mama dengan pelan, supaya tidak terdengar papa atau bibi.
“Iya pa, sebentar mama masih mandi.” Jawab mama, sambil mengira kalau papa yang mengetuk pintu kamar mandinya.
“Ma… Ini bob ma, bukain ma.” Pintaku ke mama.
“Hehh.. Kok kamu bob, papa kemana? Kalau ketahuan papa nanti kamu dimarahin lo, dikiranya kamu mau apa.” Jawab mama kaget dari balik pintu kamar mandi.
“Tenang ma, bukain aja dulu pintunya.” Pintaku kemama lirih.

Setelah itu mama membuka pintu kamar mandi dan langsung saja aku sambar mulutnya, mama juga ternyata tidak mau kalah, ciuman mama mampu mengimbangi ganasnya ciumanku. Aku sudah terlalu horny, bahkan tubuh mama yang masih basah sudah tidak aku perdulikan lagi, aku peluk erat tubuh mama, kedua telapak tanganku kugunakan untuk meremas remas pantatnya dari arah depan sambil kuciumi lehernya. Tapi kemudian mama menyuruhku berhenti.

“Bob, kamu kok benari sih, nanti ketahuan papa loh sayang. Udah ya, kan tadi pagi udah mama kasih jatah.” Pinta mama, sambil mengendorkan pelukanku.
“Mama tenang aja, papa masih tidur kok ma, hehehe..” Kataku sambil mulai membelai belai buah dada mama. Kuharap mama terangsang dan memenuhi permintaanku, sekilas mama memperhatikan gerakan tanganku yang membelai belahan buah dadanya. Sementara tanganku satunya mulai memainkan puting mama, mulutku pun tidak mau diam saja, kulahap dan kuhisap puting mama yang satunya.

“Ouhhh… Sshhhh… Hentikan sayang, mama takut bob. Pleasee.. Emmhh.. Sayang, hentikan…” Protes mama sambil menikmati rangsanganku.
“Bentar aja kok ma, bob lagi horny berat nih ma. Bob lagi pengen ngentotin mama.” Rengeku pada mama.
“Hihhh kamu tuh ya, berani banget deh sekarang. Tapi bentar aja ya sayang, beneran takut mama bob.” Kata mama sambil menoleh kearah pintu kamar yang masih terbuka.
“Iya ma, bob udah gak tahan pengen masukin kontol bob kememek mama, nih liat kontol bob udah keras ma.” Pintaku ke mama sambil mengeluarkan kontolku dari dalam celana boxer.
“Idihh dasar, ya udah.. tapi itu pintu kamar mama ditutup dulu, ingat cuma bentar lo ya..!” Tegas mama.

Ukuran kamar mandi mama memang paling luas diantara kamar mandi yang ada dimasing masing kamar tidur kami, dengan bathub dan shower yang terpisah dengan toilet. Toilet dikamar mandi mama batasi dinding kaca berwarna gelap, sehingga tidak terlihat posisi toilet jika dilihat dari sisi bathub.

Setelah aku tutup pintu kamar mama, aku masuk kekamar mandi mama dan menutup juga pintu kamar mandi itu. Kulihat tubuh telanjang mama yang masih basah, sangat sexy, buah dada mama sangat ranum, kedekati tubuh mama, kuberikan pujian pujian yang membanggakan untuk mama.

“Mama sexy banget, tubuh mama sangat indah, bob udah gak tahan ma.” Pujiku ke mama sembari memperhatikan tubuh mama sambil mengocok kontolku sendiri didepan mama. Terlihat mama agak malu melihat anaknya sedang mengocok kontolnya dengan memperhatikan tubuh indah miliknya sebagai obyek onani.

“Makasih sayang, tubuh mama ini untuk kamu seutuhnya, kamu bebas untuk berbuat apa saja dengan tubuh mama. Yang mana sayang yang paling kamu suka dari tubuh mama?” Tanya mamaku genit.
“Yang ini ma, kok bisa kayak gini ya, bob jadi gemas sekaligus merinding kalo lihat.. Umm… Um…” Kataku sambil mengenyot big boob mama yang sebelah kanan, sedangkan yang kiri aku remas remas dengan ganas, kunikmati inci demi inci tubuh indah mama, kubelai, kuelus.
Mama terlihat pasrah dan menikmati rangsanganku terhadapnya, perlahan aku balikan tubuh mama, tangan mama kini bertumpu kedinding kamar mandi, aku ambil posisi jongkok dibelakang mama. Kepegang pantatnya, perlahan aku remas, aku buka, terlihat lubang memeknya membuka dan menutup.
“Emmhhh jilatin dong sayang, mama udah gak tahan kalo kamu gituin.” Pinta mama.

Tanpa berlama lama kujilati perlahan belahan memek tembemnya dari belakang, aku kuakkan dan kusapu dengan lidahku yang panjang. Nikmat sekali rasa memek mamaku. Kunaikan kedua telapak tanganku kedepan, kuraih kedua bukit indah itu dan mulai kuremas remas dari arah bawah.

“Yess… Remas terus sayang, enak banget kalo susu mama kamu remas remas gitu, uhh yeess ohhh trus sayang, trus uhh.. Masukin lidah kamu sayang, please..” Rengek mama sambil menahan nikmat.

Kujulurkan lidahku dan kukorek korek lubang surga mamaku, kaki mama sontak mengejang ngejang, aku tak berhenti disitu, kubenamkan ujung lidahku ke rongga memek mama, kutusuk semakin dalam dan.

“Fuckkkk…. Ohh, bob.. Fuckk.. Trus ahhh.. Yess…. ohhh….” gumam mamaku tidak jelas. Kulihat tangan mama meremas remas rambut kepalanya, seperti orang kesurupan. Memang mama sangat suka jika lubang memeknya dimasukin lidah, belum lagi lidahku yang panjang, sehingga akan terasa lebih nikmat jika dimasukan kedalam memek mama.

Setelah beberapa saat kunikmati lubang intim mama, kini kubalikan tubuh mama, aku berdiri dan kumasukan lidahku yang penuh dilumuri cairan manis dari memek mama kedalam mulutnya. Mama terlihat menikmati cairan itu,

“Enak ya ma? Mau lagi?” Kataku sambil menatap wajah penuh nafsu mama. Mama hanya mengangguk kala itu, kemudian aku. Turunkan kepalaku dan kujilati lagi memek mama, menggunakan tangan kanan aku angkat paha mama keatas, mama membantu dengan mengangkat pahanya juga, memudahkan aku untuk menemukan lubang kewanitaan mama itu,
“Masukin lidah kamu sayang” pinta mama.
Kemudian aku julurkan dan aku masukan lidahku kedalam lubang itu.
“Ohhh lebih dalam sayang, gerakin lidah kamu didalam memek mama sayang, uhhh yesss gitu sayang yahh bener trus sayang, lagi sayang ohhhh…” Ceracau mama.

Kemudian mama menurunkan badanya dan menyambar mulutku yang penuh cairan kental berwarna bening itu, dengan lahap mama melumat bibir dan lidahku hingga bersih dan menelan semuanya.

“Glekk.. Ahhhh, enak juga ya rasanya bob” kata mama sambil tersenyum.
“Kamu sudah bikin mama nakal ya, mama sekarang seperti pelacur bagimu, kamu suka kan sayang?”

Aku senang mendengar kata-kata mama barusan, sungguh membuat darahku memanas. Mamaku semakin nakal dan semakin menjadi jadi.

“Iya, mama sekarang pelacur untuk bobby, bobby pengen dipuasin sama memek mama sekarang.” Pintaku sambil melucuti semua pakaianku, kemudian aku baringkan badan terlentang dilantai kamar mandi. Kukocok kocok sendiri kontolku, kemudian mama mengambil posisi jongkok mengangkang diatas tubuhku, pertama tama mama menggesek gesekan mameknya kebatang kontolku, dimaju mundurkan memek mama, terasa geli dari pangkal sampai ujung kontolku, terlihat kontolku seolah olah sedang membelah belah memek mama, kedua tangan mama juga sedang sibuk meremas remas dadanya sendiri. Mama benar benar diujung birahinya.

“Masukin kontol bob kememek mama sekarang.” Pintaku.
“Ohh kamu sekarang pengen memek pelacur ini muasin kontol kamu ya sayng,” kata mama nakal.

Dipegangnya batang kontolku, kemudian diludahi sembari dikocok kocok. Perlahan mama mulai mengarahkan kepala kontolku dilubang memek mama dan,

“Bleeesss…” Masuk sumua batang kontolku kedalam memek mama. Terasa panas ketika seluruh batang kontol perkasaku terbenam kedalam memek mamaku.

“Ouhhhh… Ahhh… Gimana sayang?” Tanya mama sambil menatap wajahku dengan wajah yang menyeringai.
“Nikmat banget sayang, memek kamu menyedot nyedot rasanya dikontolku.” Kata kataku mulai tidak sopan ke mama. Apa boleh buat, mama juga yang memulai duluan, dan aku juga semakin berani.

Naik turun, suara berkecipak diiringi suara gemericik air shower menghiasi seluruh isi kamar mandi, suasana semakin memanas kala itu. Tubuh sintal mama sedang menggenjol anak kandungnya sendiri. Kulihat mata mama merem melek dan mulutnya menganga menimati inci demi inci batang kontolku. Kepercepat sodokanku dari arah bawah, dan mamapun juga tidak mau kalah, terasa mentok batang kontolku didalam memek mama. Sampai akirnya.

“Tok tok tok..” Suara terdengar dari balik pintu kamar mandi mama. Bagaikan tersambar petir disiang bolong. Sontak aku dan mama terkaget kaget. Kutegakkan badanku, kupeluk tubuh mama dan tak bergerak.

“Sssttt ma, ada papa! Gimana nih ma? Apa yang harus kita lakuin.” Kataku gugup. Kemudian mama mencabut kontolku dari memeknya.

Bersambung…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*