Home » Cerita Seks Mama Anak » Wild Love 28

Wild Love 28

Helaan nafas panjangku akhirnya kembali normal, ku buka pintu kamar orang tuaku. Kleeeeeeeeek…. dan kulihat sesosok wanita keturunan jepang dengan pakaian kebaya hitam dengan belahan dada sangat rendah berhiaskan jarit bermotif batik keris sedang duduk bersimpuh disamping kanan kepala suaminya. Kebaya yang sangat ketat atau bisa dibilang sangat seksi sekali, rambutnya di sanggul dibelakang kepalanya. Dengan wajah sedikit cemberut dia menyuruhku segera mendekatinya. Jari telunjuknya naik turun mengisyaratkan agar aku lekas mendekatinya.

ÔÇ£berdiri disitu…ÔÇØ ucap Ibu menunjukan posisi dimana aku harus berdiri. Tepat di samping kepala Ayahku.

ÔÇ£Bu, pelan nanti kalau dia bangun bagaimana? Arya siap dihukum tapi tidak begini juga buÔÇØ ucapku sedikit memelas

ÔÇ£Banyak bicara kamu arya! Dasar lelaki!ÔÇØ

ÔÇ£Takut ya?! Bukannya kamu sudah janji mau melindungiku?ÔÇØ ucap Ibu tegas.

Aku menganggukan kepala dan menunduk dengan wajah bersalahku. Namanya juga berdiri dan Ibu duduk bersimpuh sekalipun aku menunduk, tetap saja aku bisa melihat wajah Ibu. Tiba-tiba tangan halus ibu nan putih mengelus-elus dedek arya di dalam celana kolorku. Aku sedikit terkejut, spontan aku memegang tangan ibu dan mencoba mencegahnya. Maklum, rasa takut sudah level 99.

ÔÇ£bu…ÔÇØ bisiku

ÔÇ£kamu itu dihukum, beraninya pegang tanganku, taruh tanganmu dibelakangÔÇØ ucap Ibu dan aku menurutinya dengan raut wajah yang masih sama

ÔÇ£Ibu cemburu….ÔÇØ ucapnya, aku hanya menunduk

ÔÇ£bukan karena kamu bermain dengan banyak wanita, hanya saja kamu selalu memanggil mereka dengan sebutan mesra. Sedangkan denganku, kamu selalu memanggilku dengan sebutan itu-itu saja. Dan hanya ada tambahan sayang cinta, dan itu membuatku terkadang bosanÔÇØ

ÔÇ£Kamu tidak pernah punya panggilan sayang khusus buatku, itu yang membuat aku sangat cemburuÔÇØ ucapnya. Tanganya mulai meremas batang dedek arya yang tercetak.

ÔÇ£Ampuuun vaginawatiku, ampuuun…. aku benar-benar minta ampuuuunÔÇØ ucap dedek arya

ÔÇ£Dasar kamu bisanya menjilatÔÇØ bathinku terhadap dedek arya

ÔÇ£kamu tahu, Aku juga ingin merasakan kebahagiaan dengan kamu memanggilku dengan panggilan sayang tapi kamu tidak pernah memanggilku dengan sebutan ituÔÇØ lanjutnya

ÔÇ£Tapi bu, aku lebih suka memanggilmu dengan sebutan IbuÔÇØ ucapku pelan

ÔÇ£Owh gitu ya… jadi kamu lebih suka sama echa, ima, maya gitu atau erlina?ÔÇØ ucap Ibu

ÔÇ£bukannya begitu bu itu anu… e… itu….ÔÇØ

ÔÇ£Baiklah, arya harus panggil ibu apa?ÔÇØ lanjutku

ÔÇ£Diah, aku ingin kamu panggil aku diah, itu membuatku merasa bahwa aku benar-benar kekasihmuÔÇØ ucap Ibu

ÔÇ£Eh…ÔÇØ aku terkejut dan diam sesaat

ÔÇ£Di… di… Diah…ÔÇØ ucapku pelan

ÔÇ£Iya, mas arya ehemm….ÔÇØ ucapnya sambil tersenyum kepadaku, membuatku sedikit lega

ÔÇ£Bu… eh… diah, di luar saja…ÔÇØ pintaku

ÔÇ£owh… tenang mas, dia sudah aku kasih obat kok kang masÔÇØ

ÔÇ£Kalo kang mas mau teriak, teriak saja ndak bakalan bangun, wong obatnya saja dosis tinggi kang masÔÇØ ucap Ibu. suasana berubah menjadi sangat horny dan penuh nafsu, apalagi pakaian Ibu yang sangat aku idam-idamkan. Kebaya hitam seksi, selain memperlihatkan belahan dadanya juga melihatkan bahunya yang putih mulus. Aku mulai terangsang dengan sentuhan-sentuhan lembutnya.

ÔÇ£Diah emmmh… boleh aku panggil kamu dengan sebutan dinda juga kan?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£boleh kang mas, boleh diah seneng kalau dipanggil dindaÔÇØ ucap Ibu

ÔÇ£jangan panggil aku kang mas, aku ndak suka, aku bukan diaÔÇØ ucapku

ÔÇ£oh… maaf sayang, kanda saja ya, muach….ÔÇØ ucapnya sambil mencium dedek arya. kucoba memegang tangannya dan langsung ditepisnya

ÔÇ£Kanda masih dalam hukuman, kanda pokoknya harus nuruti dinda malam iniÔÇØ ucap Ibu

ÔÇ£Eh… iya, ufthhh… kanda krasa enak banget sssshhhh…ÔÇØ ucapku pelan

Dengan gerak cepatnya, ibu meloloskan celanaku. Dilorotkannya hingga bagian bawah, dengan satu dua gerakan kakiku celana itu terlepas dari kakiku. Dedek arya kini mematung dan mengacung ke arah wajah Ibu.

ÔÇ£Ayo diah, dindaku…ÔÇØ ucapku merajuk dan memohon kepadanya

ÔÇ£E e e e… minta ijin dulu sama yang dibawah kanda, masa ndak ijin dulu, ndak enak to yaÔÇØ ucap Ibu. Ergh… bikin suasana kacau saja ini tubuh bernyawa yang lagi asyik tidur

ÔÇ£Woi, mahesa mulai sekarang dan seterusnya jangan pernah sentuh kekasihku ini, adindaku ini, sekarang kamu cukup menjadi pasangannya tapi untuk cinta dan kasih sayangnya hanya dengankuÔÇØ ucapku sambil melihat kebawah tampak senyum Ibu terbuka lebar

ÔÇ£Iiih kanda sekarang galak, masih dihukum kok galak, ndak boleh galak, pelan-pelanÔÇØ ucap Ibu

ÔÇ£Aduh…ÔÇØ ucapku, aku kemudian berimpuh, ku ucapkan pelan suaraku tepat di depan wajah Ayahku

ÔÇ£Romo, arya harap romo mengijinkanku menjadi suami Ibu, dengan catatan romo jangan pernah menyuentuhnya lagi, dan dinda kamu harus menjaga agar kamu tidak disentuh olehnyaÔÇØ ucapku pelan

ÔÇ£Iya kanda, sekarnag kanda berdiri lagi, tangannya dibelakang, ingat kanda sedang dihukumÔÇØ ucap Ibu

Aku kemudian berdiri kembali seperti semula dengan tangan berada di belakang. Kepala Ibu kemudian maju perlahan, dibukannya mulutnya dan dijulurkannya lidahnya. Lidahnya kini bermain-main di ujung dedek arya, sensasi yang luar biasa. Ditambah lagi, kegiatan yang dilakukan Ibu berada tepat diatas wajah Ayah.

ÔÇ£Owgh Diah. Kanda suka jilatanmu diah, hukum kanda karena terlalu mesra dengan yang lainÔÇØ ucapku meminta

ÔÇ£hmmm… kanda janji ya jangan panggil sayang-sayang lagi sama yang lainÔÇØ ucap Ibu yang kemudan menjilati lubang kecil di ujung dedek arya

ÔÇ£Iya diahku, dindaku owghh… kulum dinda, kanda sudah kangen dikulum, kulum kontol anakmu dengan bibir manism buÔÇØ ucapku

ÔÇ£Kanda ndak boleh minta aneh-aneh, sekarang kanda sedang dihukum, ingat itu ya!ÔÇØ ucap Ibu sedikit membentak

Aku hanya mampu terdiam menerima perlakuan Ibu. Tak bisa aku meminta, dan hanya mampu menunggu apa yang akan dilakukan oleh Ibu. ku pandangi wajahnya yang juga memandangi wajahku, Ibu tersenyum manja kepadaku. Tangan kananya sedikit mengocok batang dedek arya, dan lidahnya masih menari-nari di ujung dedek arya. pemandangan yang selama in imembuatku rindu, kebayanya. Dibuka mulutnya semakin lebar, dan dimasukannya helm dedek arya kedalam mulutnya. kepalanya maju mundur, bibir indahnya mengusap helm dedek arya.

ÔÇ£Owghh… nikmat sekali bunda, hukum arya bunda hukum kanda… arghhh….ÔÇØ rintih kenikmatanku

Kepalanya semakin maju menandakan mulut indahnya mulai melahap sebagian batang dedek arya. dan itu sudah maksimal, karena tak bisa keseluruhan batang dedek arya bisa masuk ke dalam mulutnya. kepalanya maju mundur, terlihat sekali ketika kepalanya mundur bibirnya tampak mancung menberikan sedotan kuat pada batang dedek arya. tangan kirinya mengelus-elus bagian bawah zakarku, membuat aku semakin ON FIRE FIRE FIRE. Semakin lama, semakin basah batang ddek arya dengan denga air liur Ibu, beberapa tetes air liurnya menetes kebawah dan jatuh di kening ayah, ada juga yang jatuh tepat dibibirnya. Sensasi yang luar biasa.

Aku hanya mampu mendesah, tak berani aku berakta-kata. Hukuman paling nikmat yang pernah aku rasakan. Kepalanya smeakin cepat bergoyang, sedotannya semakin kuat, lidahnya selalu menyapu-nyapu bagian bawah batang dedek arya.

ÔÇ£Owghh… dinda diah, kanda mau keluar sayangku, owgh…ÔÇØ

ÔÇ£Diaaaaaaah… kanda keluaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaar….ÔÇØ ucapku sedikit berteriak

Croot crooot crooot crooot crooot crooot crooot

Spermaku akhirnya keluar dimulutnya, dilepaskannya kulumannya. Dengan salah satu tangannya menengadah di bawah dagunya menjaga jika ada yang terjatuh. Dibukanya mulutnya lebar dan diperlihatkannya kepadaku, sedikit encer tapi ada beberapa yang masih kental. Ditelannya yang berada dalam mulutnya dan tapi ada kejadian dimana Ibu menjatuhkan sedikit kewajah Ayah.

ÔÇ£Aduh mahesa maaf, itu tuh anak kamu nakal sekali masa Ibunya suruh ngulum kontolnya, dicrotin dimuka kamu lagi, ndak papa ya mahesa… biar kamu tahu rasaÔÇØ

ÔÇ£Kanda juga nakal, ngecrot sembarangan masa dimulut ibu kamu sendiriÔÇØ ucap Ibu

ÔÇ£Dinda kok tambah nakal bicaranyaÔÇØ ucapku

ÔÇ£Biar, kanda tahu rasanya dinakali sama dindaÔÇØ ucap Ibu dengan senyum nakal

Ibu kemudian menyuruhku berdiri diatas kepala Ayah. Ibu kemudian merangkak tepat di atas wajah Ayah, tapi terlebih dulu Ibu menyingkap jaritnya hingga di pinggangnya. Ibu kemudian menoleh kearah belakang dan memandangku. Aku tahu maksudnya.

ÔÇ£Kakanda, sekarang kakanda hanya boleh pakai tangan kanan saja ndak boleh lebih, sama mulut kanda. Ingat kalau lebih, kita selesai sekarang!ÔÇØ ucap Ibu sedikit membentak.

Aku hanya mengangguk mengiyakan apa perintah Ibu. Posisi kedua paha Ibu tepay berada di samping kanan kiri leher Ayah. Vaginanya telrihat sangat indah, merah merekah seperti tidak pernah digunakan saja. Aku kemudian memajukan kepalaku dan dengan tangan kananku aku buka bibir vaginanya.

ÔÇ£Diah, tempikmu selalu membuat aku kangen sayang, slurrrrpp….ÔÇØ ucapku dan langsung menyosor vaginanya. Memang sedikit sulit denganposisiku sekarang ini, tidak bisa mengeksplor keseluruhan vagina Ibu.

ÔÇ£owghhh… lihat mahesa, anakmu sedang memberiku kasih sayang aku yang tidak pernah kamu berikan kepadakuhhh.. arghhh… kanda owghhh…. terus masukan jari kakanda juga owghh… diah ingin merasakan lebih, buat diah kelua, harus keluar kanda sayang owghh…..ÔÇØ racaunya

Ku masukan jari tengah kedalam vagina Ibu, dengan jempol yang selallu mencoba meraih klitorisnya ketika jari tengahku masuk tapi ketika jari tengahku nkeluar jangkauan jempolku tak sanggup meraih klitorisnya. Lidahku bermain-main di bagian vagina yang dekat dengan anusnya. Aku sangat menikmati momen ini , ditambah lagi keberadaan Ayah yang sangat aku benci ini berada di sini.

ÔÇ£owghh… kakanda nakal sekali berani-beraninya mengocok tempik ibu kanda dihadapan ayah kanda… erghhh… kanda… kanda…. teruskan kanda…. dinda sangat menyukainya, diah sangat menyukainya teruss buat tempik diah keluar banyak… dinda ingin kanda buat tempik diah muncrat… dinda sayang kanda owghh… kandaku aryaaaa…..ÔÇØ racaunya yang mulai terlihat nakal

Semakin cepat aku mengocok jari tengahku yang sedikit aku tekuk agar mampu menyentuh bagian G-Spotnya. Desah nikmat dan racaunya semakin menjadi-jadi. Aku semakin bersemangat menjalani hukuman dari Ibu.

ÔÇ£kanda… Diah mau keluar… kanda… owghhh…. jari kanda bikin tempik diah enak owghhh…. terus kanda terus lebih cepat… buat tempik ibumu muncrat kanda,,, owghhh erghhhh… ah ah ah… anakku tempik ibumu nak, argghhhh kamu apakan owghh terus naaaaakkk owgh….ÔÇØ

ÔÇ£arya kamu erghhh buat ibumu ngecrot owgh…. egh egh egh egh egh eghÔÇØ teriaknya

Beberapa kali tubuhnya menggelinjang, melengking. Aku berhentikan kocokanku dan memperhatikan wanita keturunan jepang dengan kebaya seksinya ini menikmati puncak kenikmatan. Kepalanya kemudian jatuh diperut Ayah, cairannya aku tampung di telapak tangan kananku sedikit ada yang menetes di wajah Ayahku. Nafas ibu masih tersengal-sengal menikmati sisa-sisa kenikmatan yang baru saja ibu rasakan. Suara deru nafasnya sangat keras, terdengar olehku.

ÔÇ£esh esh esh kanda sekarang masukan, buat Ibumu ini bisa meraskan nikmat lagi, diah ingin merasakannya lagi disini, masui tempik ibumu nak… cepathhh aahhhhÔÇØ perintahnya

ÔÇ£Dindaku sayangku cintaku… erghhhh….ÔÇØ ucapku sembari memposisikan diriku tepat di belakang Ibu dan kemudian memasukan dedek arya yang sudah on kembali ke sarang tercintanya

ÔÇ£Arghhh… kanda….. kontol kanda masuk ke tempik diah ibumu ini, dorong kanda erghhh…. terus… dinda suka sekali kontol kanda owghhh….ÔÇØ ucapnya sambil kepalanya mendongak keatas

ÔÇ£iya diah, kontol arya senang sekali, owghhh sempit sekali dinda… rawat terus buat kanda…jangan berikan pada laki-laki lain selain kanda… kontol arya masuk ke tempik ibu, nikmat sekali diaaaaaahhÔÇØ racauku yang sangat bahagia sekali

ÔÇ£erghh… iya kontol kanda masuk ke tempik ibu, nikmat sekali kanda… owgh… terus goyang lebih cepat kanda… buat dinda terbang dengan kontol kanda… erghhh… terus ah ah ah ah …. erghhhh…ÔÇØ racaunya

Aku semakin cepat menggoyang, kedua tanganku berpegang pada pinggulnya. Suara persatuan bersatunya kelamin kami sangat keras terdengar, plek plek plek plek plek plek. Kedua taanganya sudah tak mampiu lagi menahan tubunya, Ibu ambruk lagi namun aku tetap menggoyang pinggulku dengan tem[o semakin cepat, dedek arya keluar masuk di vagina ibu.

ÔÇ£Erghh… kanda… setubuhi ibu kanda, kenthu ibumu lebih keras di hadapan ayahmu… terus kanda.. owghhh… kontol kanda, dinda suka kontol kanda… besar kuat dan arghhhh… menyentuh rahim dinda ibumu ini owghhh… arghhh…. erghhhh… dalam sekali… kontol kanda memenuhi tempik ibu arghhhhh….ÔÇØ

ÔÇ£iya akan kanda penuhi tempik ibu dengan kontol anakmu, ah ah ah ah… kanda suka tempik ibu, arya suka tempik ibu, anakmu suka tempik ibu… owghhh… ibu aku cinta kamu bu…..kanda cinta dinda diah…ÔÇØ racauku

ÔÇ£owghh… kanda anakku, ibumu juga cinta kamu, asssshhhhh owgh kontol anakku buat aku keluaaaaaaaaaaaaarr…..ÔÇØ ucapnya, seketika itu tubuhnya menggelinjang untuk kedua kalinya. Cairannya mulai membasahi batang dedek arya.

ÔÇ£istirahat duluhh ash ash ash kanda….ÔÇØ ucapnya. Aku yang semula masih menggoyang kemudian membenamkan dedek arya didalam vagina Ibu dan kudiamkan

Ibu kemudian maju dan terlepaslah batang dedek arya dari vaginanya. Aku masih tetap pada posisiku dan kini ibu memposisikan dirinya tepat di samping Ayah, dia berbaring dan kemudian menyuruhku mengambil posisi di selangkanganya. Lalu aku bangkit dan memposisikan diriku tepat di selangkangan Ibu. posisiku, Ibu dan ayah kini sejajar. Tangan kananya meraih leherku.

ÔÇ£Kanda, jangan sungkan-sungkan, tempikku bukan miliknya lagi, cintaku juga bukan miliknya lagi, sekarang semua menjadi milikmu. Masukan anakku… ibu ingin malam ini kita lewati bersama dengan ayahmu. Ayo nak, masukan kontolmu ke tempik ibumu ini yang Cuma ingin kontol anaknyaÔÇØ ucap Ibu. kumajukan bibirku dan melumat bibirnya, tangan kanan ibu mengarahkan dedek arya ke vaginanya dan bless…. ku tekan sangat dalam. Tanganku dengan sedikit memaksa mencoba merobek kebayanya namun ditahan.

ÔÇ£Ini nanti, tidak ada susu saat ini kanda….ÔÇØ ucap ibu nakal

ÔÇ£kapan? Aku pengin nyusu diah…ÔÇØ ucapku manja

ÔÇ£nanti, sekarang puaskan diah, arya…ÔÇØ ucap Ibu

Aku tersenyum dan kemudian menggoyang pinggulku. Dengkuran keras ayah masih terdengar dari awal kami bercinta hingga sekarang. Entah berapa dosis yang diberikan oleh ibu kepada ayah, namun bisa dipastikan overdosis. Kalau ndak bangun bagaimana coba? Bodoh ah! Aku goyang semakin keras, ibu mendesah keras tepat di sampin ayah. Kepalanya menggeleng-geleng ke kanan kekiri merasakan dedek arya menyentuh rahim. Terasa sangat mentok di dalamnya.

ÔÇ£Arghhh… mentok arya… kontolmu menthok di tempik ibu owghh… ÔÇ£ racaunya

ÔÇ£diah, mana yang lebih enak diah, punyaku apa punya mahesa?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£punya anakku, punyamu, punya kanda paling enak dan terenak, ternikmat owghhh… buat diah selalu bisa keluar erghhh… aisssshhhh aaaarrrhhhhh esttthhhhhhhh kanda…. kandaku anakku… nikmaaaaaaaaaaaaaaaaathhhh arghhhh…. terus sodok tempik ibumu dengan kontolmu anakku owghhhh….nikmat sekaliiihhh argghhhh….ÔÇØ racaunya

ÔÇ£iya sayangku, kontolku masuk dan menyodok tempikmu, aku ngethu ibuku, enak sekali owghhhh… nikmat sekali… tempikmu enaaaaak… aku mau keluar ibu, keluar di tempik indahmu keluar di tempik diaaaaaahhh… arghhh…ÔÇØ ucapku

Semakin sering aku menggoyang lebih cepat,semakin terasa kenikmatan gesekan antara dinding vagina ibu dengan kulit dedek arya. membuat aku semakin cepat menggoyang dan semkin cepat untuk merasakan kenikmatan. Sungguh sensasi yang berbeda aku rasakan ketika bercinta di samping orang yang selama ini aku benci.

ÔÇ£diah, aku keluar aku hampir keluar owghhhh…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£diah juga sayang, keluar bersama sayangku, kanda aryaaaahhhhh….ÔÇØbalasnya

ÔÇ£aku keluaaaaaaaaaaaaaaaar…….ÔÇØ ucapku. Kuhentakan sekeras-kerasnya ke dalam vagina ibu. tubuh ibu melengking dan mengejang beberapa kali.

Crooot crooot crooot crooot crooot crooot crooot

Kedua kalinya aku keluar, entah yang keluar sperma atau hanya cairan putih aku tidak tahu. Hanya saja aku bisa merasakan nikmat menjalar di tubuh kami berdua. Kupeluk erat tubuh ibu dan kuciumi seluruh wajahnya. Aroma wangi keringat tubuhnya menyeruak indra penciumanku. Aliran deras nafasnya mengalir di leherku.

ÔÇ£terima kasih arya, diah senang banget, kontol kamu bikin diah puas… ssh ssh ssh sshÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£arya juga diah…has has has has…ÔÇØucapku

Lama kami berpelukan mengumpulkan energi yang cukup. Ibu kemudian mendorongku dan aku bangkit, duduk dipinggir ranjang. Kulihat ibu duduk dan mengelap wajah Ayah yang terkena cairan cinta kami berdua di awal pertempuran kami. dambilnya minyak wangi dari meja riasnya dan disemprotkan ke seluruh tubuh ayah. Setelahnya, didekatinya aku.

ÔÇ£Kanda, bopong Diah, Diah pengen bobo bareng kandaÔÇØ ucapnya

ÔÇ£nanti kalau kesiangan bisa ketahuan diahÔÇØbalasku

ÔÇ£tenang saja, kan bisa dikunci kanda hi hi hiÔÇØ ucapnya. Aku hanya tersenyum, kuraih celana kolorku dan kubopong ibu ke kamarku dengan dedek arya menggantung di selangkanganku. Tak lupa, ibu menyuruhku berhenti sebentar untuk mengunci pintu. Sesampainya di kamar, kurebahkan tubuhnya.

ÔÇ£Kanda, ndak pengen nyusu? Tapi diah ndak bisa buka, dibukain kandaÔÇØ ucapnya manja

ÔÇ£Diah manja sekali hari iniÔÇØ ucapku

ÔÇ£Biar disayang kanda terus hi hi hiÔÇØ ucapnya.

Dengan sekuat tenagaku aku sobek kebaya ibu, kulepas semua yang berada di tubuhnya. Kulepas kaosku, dengan tubuh telanjangku ku peluk ibu dengan sangat erat. kini aku tidur bersama bidadariku. Kucium bibirnya dengan mesra, perlahan ciuman itu turun semakin kebawah. Tepat di susunya aku menyedot kedua susu itu secara bergantian.

ÔÇ£Sedot yang kuat, netek yang puas sayang seperti dulu ughhhh…. mmmmmmhhhhh….ÔÇØ ucap Ibu yang kemudian melenguh atas perlakuanku.

Lama aku mengulumi puting susunya layaknya anak kecil. Tubuhku tidak dapat berbohong akan rasa lelah yang datang. Ku posisikan kepalaku berhadapan tepat dengan wajah Ibu dan kemudian aku mencium bibirnya. Setelah puas berciuman aku peluk tubuh telanjang Ibu, namun ibu kemudian membalikan tubuhnya dan membelakangiku

ÔÇ£Kanda, kontolnya masih bisa berdiri tidak?ÔÇØ ucap Ibu

ÔÇ£sedikit tegang diah, mau dimasukan lagi?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£HeÔÇÖem… pengen bobo sambil kontol kanda masuk ke tempin diahÔÇØ ucapnya sambil mengangkat salah satu kakinya

Tanpa komando tambahan aku kemudian mencoba memasukan dedek arya ke vagina Ibu. Dengan segala upaya, kucoba memasukan dedek arya yang sudah setengah pingsan ini kedalam vagina Ibu. semakin sering mencoba semakin bertambah tegang dedek arya dan sleebbbb masuk. Kuturunkan kakinnya dan kupeluk tubuh ibu.

ÔÇ£Peluk diah yang erat…ÔÇØ ucap Ibu

ÔÇ£iya sayangku yang manja…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£mmmm….ÔÇØ suara senyum manjanya

Akupun kemudian terlelap, entah esok mungkin aku akan ijin tidak berangkat. Bagaimana tidak, melihat sikap ibu seperti ini mengalihkan semua konsentrasiku untuk PKL. Pelukanku emakin erat, sambil meremas-remas susunya aku mengecup leher indahnya. Semakin lama perlakuanku semakin lemah, kudengar dengkuran halus ibu. aku pun mulai tertidur….

Pagi menjelang, ku raba-raba tempa tidurku dan tak kudapati tubuh indah yang menemaniku semalam. Dengan mata yang sangat berat aku melihat sekeliiing kamarku. Pandanganku masih rabun, kucoba memandang jam dinding di kamarku. Tak terlihat jelas, aku kemudian bangkit dan mendekatinya

ÔÇ£Gila, jam 08:00 aku terlambat!ÔÇØ teriakku. Segera aku raih sematponku sebuah BBM. Ku buka BBM terlebih dahulu, dan itu dari Ibu menyuruhku untuk minta ijin terlambat. Segera aku telepon perusahaan, tanpa berpikir panjang aku ijiin untuk terlambat berangkat dengan catatan sampai di tempat PKL pukul 10:30 dikarenakan membantu ibu begitulah alasanku. Setelahnya, aku kupakai pakaianku dan kuraih handuk segera aku turun kebawah dengan masih membawa sematponku. Baru aku sampai di pintu kamarku, sebuah nomor meneleponku.

ÔÇ£Hallo, selamat pagiÔÇØ

ÔÇ£Hallo papah….ÔÇØ (Eh… mbak echa)

ÔÇ£Eh mamah echa he he he…ÔÇØ

ÔÇ£capek banget ya kemarin Ar? Hi hi hiÔÇØ

ÔÇ£Iya mbak, jadinya hari ini bangun kesianganÔÇØ

ÔÇ£Ya sudah, boleh terlambat asal tetap berangkat ya, nanti pas istirahat langsung ke ruangankuÔÇØ

ÔÇ£Iya mbak, oia kok keruangan mbak echa?ÔÇØ

ÔÇ£Aku pake daleman kesukaan kamu ar, hi hi hiÔÇØ (WOW WOW WOW)

ÔÇ£iya dech mbak echa, jadi nakal ya?ÔÇØ

ÔÇ£nakalnya Cuma sama kamu hi hi hi… oia aku mau cerita nanti, pokoknya sekarang istirahat dulu ya persiapan buat nanti hi hi hi dah arya…ÔÇØ

ÔÇ£Iya mbakÔÇØ tuuuuuuuuuut

Tepuk jidat, hanya itu yang bisa aku lakukan. Bisa-bisa aku memang menjadi Penjahat Kelamin sungguhan, eits tidak bisa, tidak bisa, lha wong dia yang minta bukan aku. Ya sedikit pembelaanlah untuk posisiku sekarang. Kulanjutkan langkahku keluar kamar, hingga ketika aku turun dari tangga aku terdiam sejenak melihat pemandangan di dapur. Aku sangat terkejut pagi itu, ibu hanya menggunakan celemek saja tanpa kaos atau rok .

ÔÇ£bu…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£Kok Ibu?ÔÇØ balasnya sambil menoleh ke arahku

ÔÇ£Eh… Diah, kalau ketahuan?ÔÇØ ucapku membenarkan

ÔÇ£Sudah tenang saja, dia sudah berangkat kok…ÔÇØ ucap Ibu santai, segera aku melangkah ke arahnya dan kupeluk dari belakang

ÔÇ£Ini lanjutan tadi malam ya?ÔÇØ ucapku sambil mencium leher jenjangnya

ÔÇ£bukan, bonus… agar peju sayang tambah ndak keluarÔÇØ

ÔÇ£Diah tahu kok, pasti nanti si echa minta lagi jadi biar dia dapat kontol saja tapi ndak dapat peju hi hi hiÔÇØ ucapnya nakal

ÔÇ£berarti pagi ini harus dikeluarkan?ÔÇØ tanyaku

ÔÇ£Harus! kanda harus dikeluarkan, diah ndak peduli kalau kanda tambah loyo, pokoknya si echa harus dapat sisa diahÔÇØ ucapnya dengan wajah sedikit cemberut

ÔÇ£jangan cemberut gitu dong sayang, iya dikeluarkan setiap pagi, tapi buatin minuman kuat ya kalau pagi habis keluar, kasihan kanda nanti PKL-nya gimana?ÔÇØ ucapku memohon

ÔÇ£Iya, pastinya kanda, asal bangun pagi setor dulu ke diah baru dibuatinÔÇØ ucap Ibu

ÔÇ£pasti diah ibuku sayang cup cup cup…ÔÇØ ucapku sambil mencium dan mengendusi leher jenjangnya

ÔÇ£Ughh… kanda… emmmm… kanda mau apaaaahhh aarghhhhhh….ÔÇØ desah Ibu

ÔÇ£ingin kenthu kamu sayang…ÔÇØ ucapku pelan di dekat telinganya

ÔÇ£emmmhhh… Cuma itu kanda? Kuno egghhh bangethh….ÔÇØ tantang Ibu yang sedikit membuatku berhenti di tengkuk lehernya, hmmm… kelihatanya memang harus sedikit nakal.

ÔÇ£Anakmu ini pengen ngenthu kamu bu, pengen ngecrot di wajah Ibu, pengen nusukin kontol di tempik kamu bu mmmmm slurpp…ÔÇØ ucapku sambil mengulum sedikit kupingnya

ÔÇ£Ibu juga pengen kamu kenthu sayang, ayo anakku masukin kontol kamu di tempik Ibu mmmhhhhhÔÇØ ucap Ibu sambil mendesah

Sejenak aku peluk erat tubuh Ibuku, kemudian kedua tanganku mulai meremas kedua susu besarnya itu. Remasan-remasan halus dan kecupan mesra di tengkuk lehernya membuat ibu menggelinjang kenikmatan. Kedua tanganku kemudian menyusup ke dalam celemek yang menutupi susunya itu dan kukeluarkan susunya dari samping celemeknya. Kini celemeknya berada di tengah-tengah susu ibu. kuremas lebih kuat susunya, remasanku semakin maju kedepan hingga pada puting susunya. tepat diputing susunya, kupelintir puting susu Ibu dengan jempol dan jari-jariku.

ÔÇ£Argghhhh… anakku… ergghhh… terus sayang pelintir sesukamu sayangku… mmmhh… remas lebih kuat…ÔÇØ ucap Ibu dengan tangan kanannya menarik kepalaku untuk mendekat ke wajahnya dan slerrp… slerrpp… kami berciuman.

ÔÇ£kamu suka susu ibu nak, erhhhh… mainkan mainkan sesukamu tubuh ini milikmu nak owghhh…ÔÇØ ucap Ibu

ÔÇ£Ya bu, aku suka, Ibu semalam lupa memberikan servis ke kontolku dengan susu ibu yang besar dan montok ini, susu ini harusnya juga menghukum kontol arya semalamÔÇØ ucapku nakal

ÔÇ£Kalau begitu ergghh… pelan sayang… oufthhhh… sekarang hukum ibumu nak, tubuh ibu akan servis seluruh tubuhmuÔÇØ ucap Ibu, aku yang dibelakang tersenyum senang.

Aku memang sedikit suka ketika ibu nakal, tapi mungkin untuk pagi ini karena aku lebih suka ngenthu ibu yang anggun dan penurut. Tangan kananku kemudian turun dan menyibak kain yang menutupi selangkangannya. Perlahan jari tengahku mendekati vagina indah milik ibu, dari bagian atas vaginanya jari tengahku mencari-cari klitorisnya. Lama jari-jariku menguak vagina ibu, dan hap dapat. Langsung aku mainkan melodi jariku di klitorisnya.

ÔÇ£erghhh….ÔÇØ rintih ibu ketika jari-jariku memainkan klitorisnya, kini ibu bertumpu pada tempat piring yang sudah dicuci itu. Tubuhnya hanya bertumpu pada kedua siku tangannya. Kepalanya merunduk melihat kebagian selangkangannya yang sedang di obok-obok oleh jari-jariku

ÔÇ£Iya ibu Arya hukum, sekarang ibu ingin apa dari arya ayo bu katakan kepadaku, apa yang ibu inginkan dari anak ibu ini?ÔÇØ ucapku memancing Ibu

ÔÇ£ibu ingin dikenthu sama anakku… owgghhh… sssshhhhhhh….ÔÇØ ucap ibu dengan kepala yang merunduk dan kemudian menengadah ke atas

ÔÇ£kuno ah..ÔÇØ jawabku meniru ucapanya

ÔÇ£owghh ibu ingin kontol anak ibu masuk ke tempik ibu, ingin merasakan peju kamu diwajah ibu erghhhh… ingin disodok kontolmu terus aryaaahhh arggghhhhh…ÔÇØ racaunya

ÔÇ£suka ya kontol anakmu ya bu?ÔÇØ ucapku nakal

ÔÇ£suka suka kontol arya aissshhhhhhhhh esh esh esh terus masukan jari kamu kocok tempik ibu kocok tempik diah kandahhh owghhhh…ÔÇØ racaunya

ÔÇ£arggggggggghhhhhhhh…..ÔÇØ teriak ibu yang kemudian tubuhnya mengejang beberapa kali terasa cairan hangat mengalir di jariku dan di sela-sela paha ibu.

Aku kemudian mundur dan memandang Ibu yang setengah badannya berada di tempat piring yang telah dicuci itu. Ku amati tubuhnya yang putih dan indah, segera aku lorotkan celanaku. Ku pandangi lagi pemandangan indah itu, tuuh indah itu masih tersengal-sengal menikmati sisa-sisa kenikmatan. Aroma cairan kenikmatan ibu menusuk hidungku ditambah lagi aroma keringatku yan gbercampur dengan ibu menambah nafsuku semakin menggebu-gebu. Aku harus menghukumnya, he he he

PLAK PLAK PLAK kutampar bokong bundar nan indah itu setelahnya aku langsung duduk di kursi yang aku hadapkan ke arah ibu

ÔÇ£argh… uwh… iya kanda sayangÔÇØucap Ibu sambil menoleh kebelakang

ÔÇ£Ayo… sini cepat sayangku, hukumannya belum selesaiÔÇØ ucapku sambil mengelus-elus dedek arya

ÔÇ£Iya kanda, maafkan dinda ya sayang yaÔÇØ ucap Ibu yang kemudian beranjak ke arahku dan langsung memposisikan dirinya bersimpuh di selangkanganku

ÔÇ£sandarkan kepalamu di pahaku, kecupi kontolku dan jilati juga…ÔÇØ

ÔÇ£Oia dinda ibuku, tolong perlakukan kontolku seperti permen ya dinda dan jadilah wanita yang suka memuaskan kontol anakknyaÔÇØ ucapku nakal

ÔÇ£iya kanda anakku.. cup cup cupÔÇØ ucap ibu sambil mengecup dedek arya dari samping kiriku sehingga pemandangan itu terlihat seperti seseorang yang makan sate namun ini di kecup dan dijilati

PLAK ku tampar pahanya

ÔÇ£Ehh… ada apa kanda anakku, apakah dinda ibumu ini ada salah?ÔÇØ ucap Ibu

ÔÇ£Kalau lagi memainkan kontol pandangi mataku dinda ibukuÔÇØ ucapku, ibu hanya tersenyum dan kemudian mengecupi dan menjilati dedek arya sambil berpandangan denganku

Aku yang duduk dengan gagah, kedua pahaku terbuka lebar serta seorang wanita cantik sedang memainkan kelaminku, dedek arya. pemandangan ini sungguh indah, ditambah aroma keringat kami berdua. Ku elus perlahan kepala Ibu dengan tangan kiriku dan punggung tangan kananku mengelus-elus pipinya.

ÔÇ£Sudah puas apa belum dinda?ÔÇØ ucapku, kepalanya mengangguk

PLAK kutampar lagi paha kirinya pelan

ÔÇ£Ingat jawabannya harus belum puas terus sekalipun nanti kamu keluar terus sayang, karena ibu sedang dihukumÔÇØ ucapku dengan tersenyum, Ibu hanya mengangguk

ÔÇ£Sudah puas?ÔÇØucapku kembali dan ibu hanya menggeleng hanya aku balas dengan senyuman kepadanya

ÔÇ£Sekarang kulumin dan jilatin pake lidah ya sayangkuÔÇØ perintahku

ÔÇ£Iya kanda, dinda kulumin ya kontolnyaÔÇØ ucap Ibu

Ibu kemudian merubah posisinya bersimpuh di hadapanku, dibukanya mulut Ibu. dimasukannya perlahan dengan lidah menjulur kedepan terlebih dahulu. Sebelum masuk, lidahnya bermain-main di lubang dedek arya. sensasi yang sangat luar biasa bagiku, melihat Ibu sedang memainkan lidahnya di dedek arya. kulihat Ibu tersenyum walau mulutnya sedikit terbuka. Dimajukannya perlahan kepalanya dan masuklah dedek arya ke dalam mulut ibu. kepalanya kemudian maju mundur mengulum batang dedek arya, lidahnya menyapu-nyapu batang dedek arya setiap kali kepalanya maju mundur.

ÔÇ£Argghhh… bu kontol anakmu terasa nikmat sekali, lebih kuat bu sedotannya, ayo dinda di sedot lebih kuat lagiÔÇØ rintihku sambil mendongakan kepalaku

Sedotan Ibu semakin kuat membuat aku kelojotan dan merintih nikmat. Kepalanya kemudian maju mundur dengan lebih cepat lagi, sehingga membuat batang dedek arya merasakan nikmat luar biasa. Kadang kuluman itu dilepas dan lidahnya bermain sebentar di ujung penis tepatnya di lubang kencing dedek arya, setelahnya dimasukan lagi. Aku merasa tidak kuat dengan kuluman Ibu kemudian mengehntikannya dengan memegang kepala Ibu. ku bangkitkan Ibu dan kuposisikan menungging dengan separuh tubuhnya berada di meja makan. Ku buka bongkahan pantat Ibu dan perlahan kumajukan dedek arya ke dalam vaginanya. Tepat di depan mulut vaginanya kumainkan sebentar

ÔÇ£Owghh…. kanda, capat masukan dinda sudah tidak tahan lagi kanda owghhh…ÔÇØ ucap Ibu

ÔÇ£Apanya yang dimasukan yang jelas dong Dinda IbukuÔÇØ ucapku sedikit nakal

ÔÇ£Kontol kanda anakku, kontol anakku, Ibu mohon masukan ke dalam tempik Ibumu nak, Ibu sudah tidak tahan lagiÔÇØ ucap Ibu

ÔÇ£Owhhh….ÔÇØ balasku

ÔÇ£Egggggghhhh….ÔÇØ rintih tertahan Ibu ketika kuhentakan keras dedek arya ke dalam vagina Ibu

Perlahan aku mulai menggoyang pinggulku. Dimulai dari goyangan pelan hingga akhirnya aku goyang semakin cepat. Tubuh depan Ibu ambruk di meja makan, kedua buah payudaranya tergencet oleh tubuhnya sendiri. Kupegang pinggul ibu dan kupompa semakin cepat.

ÔÇ£Arghh…. Ibu tempik ibu sempit, Arya anakmu ini suka tempik Ibu… owghhh…. yah… arya ingin pompa terus tepikmu buÔÇØ racauku

ÔÇ£Assshh… terussshhh nak, terus pompa tempik ibu dengan kontolmu owghhh…. masukan lebih dalam lagi kanda… dinda suka kontol kanda masuk ke tempik dinda… ah ah ah ah nikmathhhh kandaaaahhh nikmat sekali kontol kanda anakku owhhh… yah terush buat ibu keluar… owhhh… yah terus sayangku… begitu… kocok lebih keras owghh dan lebih aaaahhhhhhh dalam lalgi ohhh… ya terus sayangku terussshhhh….ÔÇØ racaunya semakin nakal

ÔÇ£Owhhh… kontolku mentok di tempikmu bu owhh… nikmat sekali… yah aku akan terus memompa tempik Ibu owh… nikmat sempit dan menjepit bu owhhh tempikmu nikmat…ÔÇØ racauku

Setiap kali goyangan kata-kata nakal keluar dari mulut kami berdua. Kami sudah tidak lagi peduli dengan tetangga jika mendengar teriakan kami. Mendengar? Mana mungkin mereka mendengarnya perumahan ini adalah perumahan yang sepi di pagi hari, kalaupun ada orang mereka juga tidak akan mendengarnya ha ha ha. Lama kami bersetubuh, aku kemudian memeluk tubuh ibuku dari belakang. Terasa spermaku mulai berkumpul di ujung dedek arya.

ÔÇ£Owhhh bu… pejuku mau keluar, peju anakmu mau keluar di tempikmu owhhh… aku ingin keluar di tempikmu bu yaahhhh owhhh sssshhhh cup cup cup… slurpp slurrp slurrrpÔÇØ ucapku sambil mengecupi punggungnya dan menjilatinya

ÔÇ£keluarkan pejumu di tempikku sayang, keluarkan yang banyak jangan sisakan untuk yang diluar arghhhh owh owh owh owh … sirami tempik ibu dengan pejuhmu… ibu juga mau keluar lebih keras lagi owghhh lebih dalam lagi yaahhh begitu lebih keras dan lebih dalam lagi kanda sayangku owhhh….ÔÇØ racaunya yang membuat aku semakin mempercepat pompaanku

ÔÇ£Anakmu keluar yahh… keluar di tempikmu bu aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhh….ÔÇØ ucapku sambil memeluk erat tubuh ibu

ÔÇ£Ibu juga anakku kandaaaaaa aaaaaaaaaaaaa…. egh egh egh eghÔÇØ ucap ibu

Crooot crooot crooot crooot crooot crooot crooot crooot crooot

Cairan kenikmatan kami bersatu, tubuh kami mengejang bersamaan. Aku peluk tubuh ibu dengan erat, mencoba mengatur nafas begitupula dengan ibu. lama kami berpelukan, ibu kemudian sedikit mendorong tubuhku untuk berdiri, aku pun berdiri. Ibu berbalik dan kemudian memeluk tubuhku dengan erat. kukecup keningnya.

ÔÇ£bu… susunya belum nyervis, hukumannya berarti belum selesai sampai has has has susu ibu servis kontol aryaÔÇØ ucapku

ÔÇ£iiih nakal kamu, masa ibu suruh servis kontol kami terusÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£haru to ya… hukumannya selesai kalo servis susu ibu sampai ke kontol aryaÔÇØ ucapku nakal

ÔÇ£Iya sayang, mmmm nikmat banget tubuh kamu hangat sekali sayangÔÇØ ucap Ibu

ÔÇ£tubuh Ibu juga…ÔÇØbalasku

Lama kami berpelukan, tak membuat kami lupa akan waktu. Ibu segera menyuruhku mandi untuk segera berangkat ke tempat PKL. Setelah aku mandi begitupula dengan ibu aku pamit untuk berangkat PKL. Sebelumnya aku diberikan minuman hangat penguat tubuh. Tepat di garasi, Ibu tiba-tiba mengulum dedek arya dengan paksa. Dengan paksa pula ibu memposisikan aku rebah di lantai garasi. Dengan gerak cepat, dimasukannya dedek arya ke dalam liang vaginanya untuk kedua kalinya di pagi hari ini hingga ibu klimaks dan aku kentang. Ibu melepaskan dedek arya dan memasukannya kembali ke dalam celanaku.

ÔÇ£Bu, kalau gini arya harus mandi lagi dongÔÇØ protesku

ÔÇ£ndak usah, biar yang dikantor kamu itu dapat bekas ibu hi hi hiÔÇØ ucap Ibu

ÔÇ£yaelah.. segitunya bu buÔÇØ ucapku

ÔÇ£hush, nurut sama ibu atau ibu ndak mau dihukum lagi atauuuuu kamu ibu hukum lagi tapi lebih berat?ÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£iya bu, hukuman ibu seperti tadi malam saja bu jangan lebih berat lagi he he heÔÇØ ucapku

Kami kemudian berpelukan dan saling melumat bibir. Setelahnya aku pamit dan berangkat menuju tempat PKL. Sesampainya di tempat PKL aku mengobrol sebentar dengan pak satpam, tepat pukul 11:25 aku langsung menuju ke ruangan mbak echa. Disambutnya aku dengan senyuman, dan kemudian dengan bahasa isyarat tangannya aku di suruh untuk mengunci pintu ruangannya. Dengan isyarat tangannya pula, aku disuruh mendekatinya pula. Kini posisiku tepat disamping mbak echa.

Helaan nafas panjangku akhirnya kembali normal, ku buka pintu kamar orang tuaku. Kleeeeeeeeek…. dan kulihat sesosok wanita keturunan jepang dengan pakaian kebaya hitam dengan belahan dada sangat rendah berhiaskan jarit bermotif batik keris sedang duduk bersimpuh disamping kanan kepala suaminya. Kebaya yang sangat ketat atau bisa dibilang sangat seksi sekali, rambutnya di sanggul dibelakang kepalanya. Dengan wajah sedikit cemberut dia menyuruhku segera mendekatinya. Jari telunjuknya naik turun mengisyaratkan agar aku lekas mendekatinya.

ÔÇ£berdiri disitu…ÔÇØ ucap Ibu menunjukan posisi dimana aku harus berdiri. Tepat di samping kepala Ayahku.

ÔÇ£Bu, pelan nanti kalau dia bangun bagaimana? Arya siap dihukum tapi tidak begini juga buÔÇØ ucapku sedikit memelas

ÔÇ£Banyak bicara kamu arya! Dasar lelaki!ÔÇØ

ÔÇ£Takut ya?! Bukannya kamu sudah janji mau melindungiku?ÔÇØ ucap Ibu tegas.

Aku menganggukan kepala dan menunduk dengan wajah bersalahku. Namanya juga berdiri dan Ibu duduk bersimpuh sekalipun aku menunduk, tetap saja aku bisa melihat wajah Ibu. Tiba-tiba tangan halus ibu nan putih mengelus-elus dedek arya di dalam celana kolorku. Aku sedikit terkejut, spontan aku memegang tangan ibu dan mencoba mencegahnya. Maklum, rasa takut sudah level 99.

ÔÇ£bu…ÔÇØ bisiku

ÔÇ£kamu itu dihukum, beraninya pegang tanganku, taruh tanganmu dibelakangÔÇØ ucap Ibu dan aku menurutinya dengan raut wajah yang masih sama

ÔÇ£Ibu cemburu….ÔÇØ ucapnya, aku hanya menunduk

ÔÇ£bukan karena kamu bermain dengan banyak wanita, hanya saja kamu selalu memanggil mereka dengan sebutan mesra. Sedangkan denganku, kamu selalu memanggilku dengan sebutan itu-itu saja. Dan hanya ada tambahan sayang cinta, dan itu membuatku terkadang bosanÔÇØ

ÔÇ£Kamu tidak pernah punya panggilan sayang khusus buatku, itu yang membuat aku sangat cemburuÔÇØ ucapnya. Tanganya mulai meremas batang dedek arya yang tercetak.

ÔÇ£Ampuuun vaginawatiku, ampuuun…. aku benar-benar minta ampuuuunÔÇØ ucap dedek arya

ÔÇ£Dasar kamu bisanya menjilatÔÇØ bathinku terhadap dedek arya

ÔÇ£kamu tahu, Aku juga ingin merasakan kebahagiaan dengan kamu memanggilku dengan panggilan sayang tapi kamu tidak pernah memanggilku dengan sebutan ituÔÇØ lanjutnya

ÔÇ£Tapi bu, aku lebih suka memanggilmu dengan sebutan IbuÔÇØ ucapku pelan

ÔÇ£Owh gitu ya… jadi kamu lebih suka sama echa, ima, maya gitu atau erlina?ÔÇØ ucap Ibu

ÔÇ£bukannya begitu bu itu anu… e… itu….ÔÇØ

ÔÇ£Baiklah, arya harus panggil ibu apa?ÔÇØ lanjutku

ÔÇ£Diah, aku ingin kamu panggil aku diah, itu membuatku merasa bahwa aku benar-benar kekasihmuÔÇØ ucap Ibu

ÔÇ£Eh…ÔÇØ aku terkejut dan diam sesaat

ÔÇ£Di… di… Diah…ÔÇØ ucapku pelan

ÔÇ£Iya, mas arya ehemm….ÔÇØ ucapnya sambil tersenyum kepadaku, membuatku sedikit lega

ÔÇ£Bu… eh… diah, di luar saja…ÔÇØ pintaku

ÔÇ£owh… tenang mas, dia sudah aku kasih obat kok kang masÔÇØ

ÔÇ£Kalo kang mas mau teriak, teriak saja ndak bakalan bangun, wong obatnya saja dosis tinggi kang masÔÇØ ucap Ibu. suasana berubah menjadi sangat horny dan penuh nafsu, apalagi pakaian Ibu yang sangat aku idam-idamkan. Kebaya hitam seksi, selain memperlihatkan belahan dadanya juga melihatkan bahunya yang putih mulus. Aku mulai terangsang dengan sentuhan-sentuhan lembutnya.

ÔÇ£Diah emmmh… boleh aku panggil kamu dengan sebutan dinda juga kan?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£boleh kang mas, boleh diah seneng kalau dipanggil dindaÔÇØ ucap Ibu

ÔÇ£jangan panggil aku kang mas, aku ndak suka, aku bukan diaÔÇØ ucapku

ÔÇ£oh… maaf sayang, kanda saja ya, muach….ÔÇØ ucapnya sambil mencium dedek arya. kucoba memegang tangannya dan langsung ditepisnya

ÔÇ£Kanda masih dalam hukuman, kanda pokoknya harus nuruti dinda malam iniÔÇØ ucap Ibu

ÔÇ£Eh… iya, ufthhh… kanda krasa enak banget sssshhhh…ÔÇØ ucapku pelan

Dengan gerak cepatnya, ibu meloloskan celanaku. Dilorotkannya hingga bagian bawah, dengan satu dua gerakan kakiku celana itu terlepas dari kakiku. Dedek arya kini mematung dan mengacung ke arah wajah Ibu.

ÔÇ£Ayo diah, dindaku…ÔÇØ ucapku merajuk dan memohon kepadanya

ÔÇ£E e e e… minta ijin dulu sama yang dibawah kanda, masa ndak ijin dulu, ndak enak to yaÔÇØ ucap Ibu. Ergh… bikin suasana kacau saja ini tubuh bernyawa yang lagi asyik tidur

ÔÇ£Woi, mahesa mulai sekarang dan seterusnya jangan pernah sentuh kekasihku ini, adindaku ini, sekarang kamu cukup menjadi pasangannya tapi untuk cinta dan kasih sayangnya hanya dengankuÔÇØ ucapku sambil melihat kebawah tampak senyum Ibu terbuka lebar

ÔÇ£Iiih kanda sekarang galak, masih dihukum kok galak, ndak boleh galak, pelan-pelanÔÇØ ucap Ibu

ÔÇ£Aduh…ÔÇØ ucapku, aku kemudian berimpuh, ku ucapkan pelan suaraku tepat di depan wajah Ayahku

ÔÇ£Romo, arya harap romo mengijinkanku menjadi suami Ibu, dengan catatan romo jangan pernah menyuentuhnya lagi, dan dinda kamu harus menjaga agar kamu tidak disentuh olehnyaÔÇØ ucapku pelan

ÔÇ£Iya kanda, sekarnag kanda berdiri lagi, tangannya dibelakang, ingat kanda sedang dihukumÔÇØ ucap Ibu

Aku kemudian berdiri kembali seperti semula dengan tangan berada di belakang. Kepala Ibu kemudian maju perlahan, dibukannya mulutnya dan dijulurkannya lidahnya. Lidahnya kini bermain-main di ujung dedek arya, sensasi yang luar biasa. Ditambah lagi, kegiatan yang dilakukan Ibu berada tepat diatas wajah Ayah.

ÔÇ£Owgh Diah. Kanda suka jilatanmu diah, hukum kanda karena terlalu mesra dengan yang lainÔÇØ ucapku meminta

ÔÇ£hmmm… kanda janji ya jangan panggil sayang-sayang lagi sama yang lainÔÇØ ucap Ibu yang kemudan menjilati lubang kecil di ujung dedek arya

ÔÇ£Iya diahku, dindaku owghh… kulum dinda, kanda sudah kangen dikulum, kulum kontol anakmu dengan bibir manism buÔÇØ ucapku

ÔÇ£Kanda ndak boleh minta aneh-aneh, sekarang kanda sedang dihukum, ingat itu ya!ÔÇØ ucap Ibu sedikit membentak

Aku hanya mampu terdiam menerima perlakuan Ibu. Tak bisa aku meminta, dan hanya mampu menunggu apa yang akan dilakukan oleh Ibu. ku pandangi wajahnya yang juga memandangi wajahku, Ibu tersenyum manja kepadaku. Tangan kananya sedikit mengocok batang dedek arya, dan lidahnya masih menari-nari di ujung dedek arya. pemandangan yang selama in imembuatku rindu, kebayanya. Dibuka mulutnya semakin lebar, dan dimasukannya helm dedek arya kedalam mulutnya. kepalanya maju mundur, bibir indahnya mengusap helm dedek arya.

ÔÇ£Owghh… nikmat sekali bunda, hukum arya bunda hukum kanda… arghhh….ÔÇØ rintih kenikmatanku

Kepalanya semakin maju menandakan mulut indahnya mulai melahap sebagian batang dedek arya. dan itu sudah maksimal, karena tak bisa keseluruhan batang dedek arya bisa masuk ke dalam mulutnya. kepalanya maju mundur, terlihat sekali ketika kepalanya mundur bibirnya tampak mancung menberikan sedotan kuat pada batang dedek arya. tangan kirinya mengelus-elus bagian bawah zakarku, membuat aku semakin ON FIRE FIRE FIRE. Semakin lama, semakin basah batang ddek arya dengan denga air liur Ibu, beberapa tetes air liurnya menetes kebawah dan jatuh di kening ayah, ada juga yang jatuh tepat dibibirnya. Sensasi yang luar biasa.

Aku hanya mampu mendesah, tak berani aku berakta-kata. Hukuman paling nikmat yang pernah aku rasakan. Kepalanya smeakin cepat bergoyang, sedotannya semakin kuat, lidahnya selalu menyapu-nyapu bagian bawah batang dedek arya.

ÔÇ£Owghh… dinda diah, kanda mau keluar sayangku, owgh…ÔÇØ

ÔÇ£Diaaaaaaah… kanda keluaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaar….ÔÇØ ucapku sedikit berteriak

Croot crooot crooot crooot crooot crooot crooot

Spermaku akhirnya keluar dimulutnya, dilepaskannya kulumannya. Dengan salah satu tangannya menengadah di bawah dagunya menjaga jika ada yang terjatuh. Dibukanya mulutnya lebar dan diperlihatkannya kepadaku, sedikit encer tapi ada beberapa yang masih kental. Ditelannya yang berada dalam mulutnya dan tapi ada kejadian dimana Ibu menjatuhkan sedikit kewajah Ayah.

ÔÇ£Aduh mahesa maaf, itu tuh anak kamu nakal sekali masa Ibunya suruh ngulum kontolnya, dicrotin dimuka kamu lagi, ndak papa ya mahesa… biar kamu tahu rasaÔÇØ

ÔÇ£Kanda juga nakal, ngecrot sembarangan masa dimulut ibu kamu sendiriÔÇØ ucap Ibu

ÔÇ£Dinda kok tambah nakal bicaranyaÔÇØ ucapku

ÔÇ£Biar, kanda tahu rasanya dinakali sama dindaÔÇØ ucap Ibu dengan senyum nakal

Ibu kemudian menyuruhku berdiri diatas kepala Ayah. Ibu kemudian merangkak tepat di atas wajah Ayah, tapi terlebih dulu Ibu menyingkap jaritnya hingga di pinggangnya. Ibu kemudian menoleh kearah belakang dan memandangku. Aku tahu maksudnya.

ÔÇ£Kakanda, sekarang kakanda hanya boleh pakai tangan kanan saja ndak boleh lebih, sama mulut kanda. Ingat kalau lebih, kita selesai sekarang!ÔÇØ ucap Ibu sedikit membentak.

Aku hanya mengangguk mengiyakan apa perintah Ibu. Posisi kedua paha Ibu tepay berada di samping kanan kiri leher Ayah. Vaginanya telrihat sangat indah, merah merekah seperti tidak pernah digunakan saja. Aku kemudian memajukan kepalaku dan dengan tangan kananku aku buka bibir vaginanya.

ÔÇ£Diah, tempikmu selalu membuat aku kangen sayang, slurrrrpp….ÔÇØ ucapku dan langsung menyosor vaginanya. Memang sedikit sulit denganposisiku sekarang ini, tidak bisa mengeksplor keseluruhan vagina Ibu.

ÔÇ£owghhh… lihat mahesa, anakmu sedang memberiku kasih sayang aku yang tidak pernah kamu berikan kepadakuhhh.. arghhh… kanda owghhh…. terus masukan jari kakanda juga owghh… diah ingin merasakan lebih, buat diah kelua, harus keluar kanda sayang owghh…..ÔÇØ racaunya

Ku masukan jari tengah kedalam vagina Ibu, dengan jempol yang selallu mencoba meraih klitorisnya ketika jari tengahku masuk tapi ketika jari tengahku nkeluar jangkauan jempolku tak sanggup meraih klitorisnya. Lidahku bermain-main di bagian vagina yang dekat dengan anusnya. Aku sangat menikmati momen ini , ditambah lagi keberadaan Ayah yang sangat aku benci ini berada di sini.

ÔÇ£owghh… kakanda nakal sekali berani-beraninya mengocok tempik ibu kanda dihadapan ayah kanda… erghhh… kanda… kanda…. teruskan kanda…. dinda sangat menyukainya, diah sangat menyukainya teruss buat tempik diah keluar banyak… dinda ingin kanda buat tempik diah muncrat… dinda sayang kanda owghh… kandaku aryaaaa…..ÔÇØ racaunya yang mulai terlihat nakal

Semakin cepat aku mengocok jari tengahku yang sedikit aku tekuk agar mampu menyentuh bagian G-Spotnya. Desah nikmat dan racaunya semakin menjadi-jadi. Aku semakin bersemangat menjalani hukuman dari Ibu.

ÔÇ£kanda… Diah mau keluar… kanda… owghhh…. jari kanda bikin tempik diah enak owghhh…. terus kanda terus lebih cepat… buat tempik ibumu muncrat kanda,,, owghhh erghhhh… ah ah ah… anakku tempik ibumu nak, argghhhh kamu apakan owghh terus naaaaakkk owgh….ÔÇØ

ÔÇ£arya kamu erghhh buat ibumu ngecrot owgh…. egh egh egh egh egh eghÔÇØ teriaknya

Beberapa kali tubuhnya menggelinjang, melengking. Aku berhentikan kocokanku dan memperhatikan wanita keturunan jepang dengan kebaya seksinya ini menikmati puncak kenikmatan. Kepalanya kemudian jatuh diperut Ayah, cairannya aku tampung di telapak tangan kananku sedikit ada yang menetes di wajah Ayahku. Nafas ibu masih tersengal-sengal menikmati sisa-sisa kenikmatan yang baru saja ibu rasakan. Suara deru nafasnya sangat keras, terdengar olehku.

ÔÇ£esh esh esh kanda sekarang masukan, buat Ibumu ini bisa meraskan nikmat lagi, diah ingin merasakannya lagi disini, masui tempik ibumu nak… cepathhh aahhhhÔÇØ perintahnya

ÔÇ£Dindaku sayangku cintaku… erghhhh….ÔÇØ ucapku sembari memposisikan diriku tepat di belakang Ibu dan kemudian memasukan dedek arya yang sudah on kembali ke sarang tercintanya

ÔÇ£Arghhh… kanda….. kontol kanda masuk ke tempik diah ibumu ini, dorong kanda erghhh…. terus… dinda suka sekali kontol kanda owghhh….ÔÇØ ucapnya sambil kepalanya mendongak keatas

ÔÇ£iya diah, kontol arya senang sekali, owghhh sempit sekali dinda… rawat terus buat kanda…jangan berikan pada laki-laki lain selain kanda… kontol arya masuk ke tempik ibu, nikmat sekali diaaaaaahhÔÇØ racauku yang sangat bahagia sekali

ÔÇ£erghh… iya kontol kanda masuk ke tempik ibu, nikmat sekali kanda… owgh… terus goyang lebih cepat kanda… buat dinda terbang dengan kontol kanda… erghhh… terus ah ah ah ah …. erghhhh…ÔÇØ racaunya

Aku semakin cepat menggoyang, kedua tanganku berpegang pada pinggulnya. Suara persatuan bersatunya kelamin kami sangat keras terdengar, plek plek plek plek plek plek. Kedua taanganya sudah tak mampiu lagi menahan tubunya, Ibu ambruk lagi namun aku tetap menggoyang pinggulku dengan tem[o semakin cepat, dedek arya keluar masuk di vagina ibu.

ÔÇ£Erghh… kanda… setubuhi ibu kanda, kenthu ibumu lebih keras di hadapan ayahmu… terus kanda.. owghhh… kontol kanda, dinda suka kontol kanda… besar kuat dan arghhhh… menyentuh rahim dinda ibumu ini owghhh… arghhh…. erghhhh… dalam sekali… kontol kanda memenuhi tempik ibu arghhhhh….ÔÇØ

ÔÇ£iya akan kanda penuhi tempik ibu dengan kontol anakmu, ah ah ah ah… kanda suka tempik ibu, arya suka tempik ibu, anakmu suka tempik ibu… owghhh… ibu aku cinta kamu bu…..kanda cinta dinda diah…ÔÇØ racauku

ÔÇ£owghh… kanda anakku, ibumu juga cinta kamu, asssshhhhh owgh kontol anakku buat aku keluaaaaaaaaaaaaarr…..ÔÇØ ucapnya, seketika itu tubuhnya menggelinjang untuk kedua kalinya. Cairannya mulai membasahi batang dedek arya.

ÔÇ£istirahat duluhh ash ash ash kanda….ÔÇØ ucapnya. Aku yang semula masih menggoyang kemudian membenamkan dedek arya didalam vagina Ibu dan kudiamkan

Ibu kemudian maju dan terlepaslah batang dedek arya dari vaginanya. Aku masih tetap pada posisiku dan kini ibu memposisikan dirinya tepat di samping Ayah, dia berbaring dan kemudian menyuruhku mengambil posisi di selangkanganya. Lalu aku bangkit dan memposisikan diriku tepat di selangkangan Ibu. posisiku, Ibu dan ayah kini sejajar. Tangan kananya meraih leherku.

ÔÇ£Kanda, jangan sungkan-sungkan, tempikku bukan miliknya lagi, cintaku juga bukan miliknya lagi, sekarang semua menjadi milikmu. Masukan anakku… ibu ingin malam ini kita lewati bersama dengan ayahmu. Ayo nak, masukan kontolmu ke tempik ibumu ini yang Cuma ingin kontol anaknyaÔÇØ ucap Ibu. kumajukan bibirku dan melumat bibirnya, tangan kanan ibu mengarahkan dedek arya ke vaginanya dan bless…. ku tekan sangat dalam. Tanganku dengan sedikit memaksa mencoba merobek kebayanya namun ditahan.

ÔÇ£Ini nanti, tidak ada susu saat ini kanda….ÔÇØ ucap ibu nakal

ÔÇ£kapan? Aku pengin nyusu diah…ÔÇØ ucapku manja

ÔÇ£nanti, sekarang puaskan diah, arya…ÔÇØ ucap Ibu

Aku tersenyum dan kemudian menggoyang pinggulku. Dengkuran keras ayah masih terdengar dari awal kami bercinta hingga sekarang. Entah berapa dosis yang diberikan oleh ibu kepada ayah, namun bisa dipastikan overdosis. Kalau ndak bangun bagaimana coba? Bodoh ah! Aku goyang semakin keras, ibu mendesah keras tepat di sampin ayah. Kepalanya menggeleng-geleng ke kanan kekiri merasakan dedek arya menyentuh rahim. Terasa sangat mentok di dalamnya.

ÔÇ£Arghhh… mentok arya… kontolmu menthok di tempik ibu owghh… ÔÇ£ racaunya

ÔÇ£diah, mana yang lebih enak diah, punyaku apa punya mahesa?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£punya anakku, punyamu, punya kanda paling enak dan terenak, ternikmat owghhh… buat diah selalu bisa keluar erghhh… aisssshhhh aaaarrrhhhhh esttthhhhhhhh kanda…. kandaku anakku… nikmaaaaaaaaaaaaaaaaathhhh arghhhh…. terus sodok tempik ibumu dengan kontolmu anakku owghhhh….nikmat sekaliiihhh argghhhh….ÔÇØ racaunya

ÔÇ£iya sayangku, kontolku masuk dan menyodok tempikmu, aku ngethu ibuku, enak sekali owghhhh… nikmat sekali… tempikmu enaaaaak… aku mau keluar ibu, keluar di tempik indahmu keluar di tempik diaaaaaahhh… arghhh…ÔÇØ ucapku

Semakin sering aku menggoyang lebih cepat,semakin terasa kenikmatan gesekan antara dinding vagina ibu dengan kulit dedek arya. membuat aku semakin cepat menggoyang dan semkin cepat untuk merasakan kenikmatan. Sungguh sensasi yang berbeda aku rasakan ketika bercinta di samping orang yang selama ini aku benci.

ÔÇ£diah, aku keluar aku hampir keluar owghhhh…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£diah juga sayang, keluar bersama sayangku, kanda aryaaaahhhhh….ÔÇØbalasnya

ÔÇ£aku keluaaaaaaaaaaaaaaaar…….ÔÇØ ucapku. Kuhentakan sekeras-kerasnya ke dalam vagina ibu. tubuh ibu melengking dan mengejang beberapa kali.

Crooot crooot crooot crooot crooot crooot crooot

Kedua kalinya aku keluar, entah yang keluar sperma atau hanya cairan putih aku tidak tahu. Hanya saja aku bisa merasakan nikmat menjalar di tubuh kami berdua. Kupeluk erat tubuh ibu dan kuciumi seluruh wajahnya. Aroma wangi keringat tubuhnya menyeruak indra penciumanku. Aliran deras nafasnya mengalir di leherku.

ÔÇ£terima kasih arya, diah senang banget, kontol kamu bikin diah puas… ssh ssh ssh sshÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£arya juga diah…has has has has…ÔÇØucapku

Lama kami berpelukan mengumpulkan energi yang cukup. Ibu kemudian mendorongku dan aku bangkit, duduk dipinggir ranjang. Kulihat ibu duduk dan mengelap wajah Ayah yang terkena cairan cinta kami berdua di awal pertempuran kami. dambilnya minyak wangi dari meja riasnya dan disemprotkan ke seluruh tubuh ayah. Setelahnya, didekatinya aku.

ÔÇ£Kanda, bopong Diah, Diah pengen bobo bareng kandaÔÇØ ucapnya

ÔÇ£nanti kalau kesiangan bisa ketahuan diahÔÇØbalasku

ÔÇ£tenang saja, kan bisa dikunci kanda hi hi hiÔÇØ ucapnya. Aku hanya tersenyum, kuraih celana kolorku dan kubopong ibu ke kamarku dengan dedek arya menggantung di selangkanganku. Tak lupa, ibu menyuruhku berhenti sebentar untuk mengunci pintu. Sesampainya di kamar, kurebahkan tubuhnya.

ÔÇ£Kanda, ndak pengen nyusu? Tapi diah ndak bisa buka, dibukain kandaÔÇØ ucapnya manja

ÔÇ£Diah manja sekali hari iniÔÇØ ucapku

ÔÇ£Biar disayang kanda terus hi hi hiÔÇØ ucapnya.

Dengan sekuat tenagaku aku sobek kebaya ibu, kulepas semua yang berada di tubuhnya. Kulepas kaosku, dengan tubuh telanjangku ku peluk ibu dengan sangat erat. kini aku tidur bersama bidadariku. Kucium bibirnya dengan mesra, perlahan ciuman itu turun semakin kebawah. Tepat di susunya aku menyedot kedua susu itu secara bergantian.

ÔÇ£Sedot yang kuat, netek yang puas sayang seperti dulu ughhhh…. mmmmmmhhhhh….ÔÇØ ucap Ibu yang kemudian melenguh atas perlakuanku.

Lama aku mengulumi puting susunya layaknya anak kecil. Tubuhku tidak dapat berbohong akan rasa lelah yang datang. Ku posisikan kepalaku berhadapan tepat dengan wajah Ibu dan kemudian aku mencium bibirnya. Setelah puas berciuman aku peluk tubuh telanjang Ibu, namun ibu kemudian membalikan tubuhnya dan membelakangiku

ÔÇ£Kanda, kontolnya masih bisa berdiri tidak?ÔÇØ ucap Ibu

ÔÇ£sedikit tegang diah, mau dimasukan lagi?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£HeÔÇÖem… pengen bobo sambil kontol kanda masuk ke tempin diahÔÇØ ucapnya sambil mengangkat salah satu kakinya

Tanpa komando tambahan aku kemudian mencoba memasukan dedek arya ke vagina Ibu. Dengan segala upaya, kucoba memasukan dedek arya yang sudah setengah pingsan ini kedalam vagina Ibu. semakin sering mencoba semakin bertambah tegang dedek arya dan sleebbbb masuk. Kuturunkan kakinnya dan kupeluk tubuh ibu.

ÔÇ£Peluk diah yang erat…ÔÇØ ucap Ibu

ÔÇ£iya sayangku yang manja…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£mmmm….ÔÇØ suara senyum manjanya

Akupun kemudian terlelap, entah esok mungkin aku akan ijin tidak berangkat. Bagaimana tidak, melihat sikap ibu seperti ini mengalihkan semua konsentrasiku untuk PKL. Pelukanku emakin erat, sambil meremas-remas susunya aku mengecup leher indahnya. Semakin lama perlakuanku semakin lemah, kudengar dengkuran halus ibu. aku pun mulai tertidur….

Pagi menjelang, ku raba-raba tempa tidurku dan tak kudapati tubuh indah yang menemaniku semalam. Dengan mata yang sangat berat aku melihat sekeliiing kamarku. Pandanganku masih rabun, kucoba memandang jam dinding di kamarku. Tak terlihat jelas, aku kemudian bangkit dan mendekatinya

ÔÇ£Gila, jam 08:00 aku terlambat!ÔÇØ teriakku. Segera aku raih sematponku sebuah BBM. Ku buka BBM terlebih dahulu, dan itu dari Ibu menyuruhku untuk minta ijin terlambat. Segera aku telepon perusahaan, tanpa berpikir panjang aku ijiin untuk terlambat berangkat dengan catatan sampai di tempat PKL pukul 10:30 dikarenakan membantu ibu begitulah alasanku. Setelahnya, aku kupakai pakaianku dan kuraih handuk segera aku turun kebawah dengan masih membawa sematponku. Baru aku sampai di pintu kamarku, sebuah nomor meneleponku.

ÔÇ£Hallo, selamat pagiÔÇØ

ÔÇ£Hallo papah….ÔÇØ (Eh… mbak echa)

ÔÇ£Eh mamah echa he he he…ÔÇØ

ÔÇ£capek banget ya kemarin Ar? Hi hi hiÔÇØ

ÔÇ£Iya mbak, jadinya hari ini bangun kesianganÔÇØ

ÔÇ£Ya sudah, boleh terlambat asal tetap berangkat ya, nanti pas istirahat langsung ke ruangankuÔÇØ

ÔÇ£Iya mbak, oia kok keruangan mbak echa?ÔÇØ

ÔÇ£Aku pake daleman kesukaan kamu ar, hi hi hiÔÇØ (WOW WOW WOW)

ÔÇ£iya dech mbak echa, jadi nakal ya?ÔÇØ

ÔÇ£nakalnya Cuma sama kamu hi hi hi… oia aku mau cerita nanti, pokoknya sekarang istirahat dulu ya persiapan buat nanti hi hi hi dah arya…ÔÇØ

ÔÇ£Iya mbakÔÇØ tuuuuuuuuuut

Tepuk jidat, hanya itu yang bisa aku lakukan. Bisa-bisa aku memang menjadi Penjahat Kelamin sungguhan, eits tidak bisa, tidak bisa, lha wong dia yang minta bukan aku. Ya sedikit pembelaanlah untuk posisiku sekarang. Kulanjutkan langkahku keluar kamar, hingga ketika aku turun dari tangga aku terdiam sejenak melihat pemandangan di dapur. Aku sangat terkejut pagi itu, ibu hanya menggunakan celemek saja tanpa kaos atau rok .

ÔÇ£bu…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£Kok Ibu?ÔÇØ balasnya sambil menoleh ke arahku

ÔÇ£Eh… Diah, kalau ketahuan?ÔÇØ ucapku membenarkan

ÔÇ£Sudah tenang saja, dia sudah berangkat kok…ÔÇØ ucap Ibu santai, segera aku melangkah ke arahnya dan kupeluk dari belakang

ÔÇ£Ini lanjutan tadi malam ya?ÔÇØ ucapku sambil mencium leher jenjangnya

ÔÇ£bukan, bonus… agar peju sayang tambah ndak keluarÔÇØ

ÔÇ£Diah tahu kok, pasti nanti si echa minta lagi jadi biar dia dapat kontol saja tapi ndak dapat peju hi hi hiÔÇØ ucapnya nakal

ÔÇ£berarti pagi ini harus dikeluarkan?ÔÇØ tanyaku

ÔÇ£Harus! kanda harus dikeluarkan, diah ndak peduli kalau kanda tambah loyo, pokoknya si echa harus dapat sisa diahÔÇØ ucapnya dengan wajah sedikit cemberut

ÔÇ£jangan cemberut gitu dong sayang, iya dikeluarkan setiap pagi, tapi buatin minuman kuat ya kalau pagi habis keluar, kasihan kanda nanti PKL-nya gimana?ÔÇØ ucapku memohon

ÔÇ£Iya, pastinya kanda, asal bangun pagi setor dulu ke diah baru dibuatinÔÇØ ucap Ibu

ÔÇ£pasti diah ibuku sayang cup cup cup…ÔÇØ ucapku sambil mencium dan mengendusi leher jenjangnya

ÔÇ£Ughh… kanda… emmmm… kanda mau apaaaahhh aarghhhhhh….ÔÇØ desah Ibu

ÔÇ£ingin kenthu kamu sayang…ÔÇØ ucapku pelan di dekat telinganya

ÔÇ£emmmhhh… Cuma itu kanda? Kuno egghhh bangethh….ÔÇØ tantang Ibu yang sedikit membuatku berhenti di tengkuk lehernya, hmmm… kelihatanya memang harus sedikit nakal.

ÔÇ£Anakmu ini pengen ngenthu kamu bu, pengen ngecrot di wajah Ibu, pengen nusukin kontol di tempik kamu bu mmmmm slurpp…ÔÇØ ucapku sambil mengulum sedikit kupingnya

ÔÇ£Ibu juga pengen kamu kenthu sayang, ayo anakku masukin kontol kamu di tempik Ibu mmmhhhhhÔÇØ ucap Ibu sambil mendesah

Sejenak aku peluk erat tubuh Ibuku, kemudian kedua tanganku mulai meremas kedua susu besarnya itu. Remasan-remasan halus dan kecupan mesra di tengkuk lehernya membuat ibu menggelinjang kenikmatan. Kedua tanganku kemudian menyusup ke dalam celemek yang menutupi susunya itu dan kukeluarkan susunya dari samping celemeknya. Kini celemeknya berada di tengah-tengah susu ibu. kuremas lebih kuat susunya, remasanku semakin maju kedepan hingga pada puting susunya. tepat diputing susunya, kupelintir puting susu Ibu dengan jempol dan jari-jariku.

ÔÇ£Argghhhh… anakku… ergghhh… terus sayang pelintir sesukamu sayangku… mmmhh… remas lebih kuat…ÔÇØ ucap Ibu dengan tangan kanannya menarik kepalaku untuk mendekat ke wajahnya dan slerrp… slerrpp… kami berciuman.

ÔÇ£kamu suka susu ibu nak, erhhhh… mainkan mainkan sesukamu tubuh ini milikmu nak owghhh…ÔÇØ ucap Ibu

ÔÇ£Ya bu, aku suka, Ibu semalam lupa memberikan servis ke kontolku dengan susu ibu yang besar dan montok ini, susu ini harusnya juga menghukum kontol arya semalamÔÇØ ucapku nakal

ÔÇ£Kalau begitu ergghh… pelan sayang… oufthhhh… sekarang hukum ibumu nak, tubuh ibu akan servis seluruh tubuhmuÔÇØ ucap Ibu, aku yang dibelakang tersenyum senang.

Aku memang sedikit suka ketika ibu nakal, tapi mungkin untuk pagi ini karena aku lebih suka ngenthu ibu yang anggun dan penurut. Tangan kananku kemudian turun dan menyibak kain yang menutupi selangkangannya. Perlahan jari tengahku mendekati vagina indah milik ibu, dari bagian atas vaginanya jari tengahku mencari-cari klitorisnya. Lama jari-jariku menguak vagina ibu, dan hap dapat. Langsung aku mainkan melodi jariku di klitorisnya.

ÔÇ£erghhh….ÔÇØ rintih ibu ketika jari-jariku memainkan klitorisnya, kini ibu bertumpu pada tempat piring yang sudah dicuci itu. Tubuhnya hanya bertumpu pada kedua siku tangannya. Kepalanya merunduk melihat kebagian selangkangannya yang sedang di obok-obok oleh jari-jariku

ÔÇ£Iya ibu Arya hukum, sekarang ibu ingin apa dari arya ayo bu katakan kepadaku, apa yang ibu inginkan dari anak ibu ini?ÔÇØ ucapku memancing Ibu

ÔÇ£ibu ingin dikenthu sama anakku… owgghhh… sssshhhhhhh….ÔÇØ ucap ibu dengan kepala yang merunduk dan kemudian menengadah ke atas

ÔÇ£kuno ah..ÔÇØ jawabku meniru ucapanya

ÔÇ£owghh ibu ingin kontol anak ibu masuk ke tempik ibu, ingin merasakan peju kamu diwajah ibu erghhhh… ingin disodok kontolmu terus aryaaahhh arggghhhhh…ÔÇØ racaunya

ÔÇ£suka ya kontol anakmu ya bu?ÔÇØ ucapku nakal

ÔÇ£suka suka kontol arya aissshhhhhhhhh esh esh esh terus masukan jari kamu kocok tempik ibu kocok tempik diah kandahhh owghhhh…ÔÇØ racaunya

ÔÇ£arggggggggghhhhhhhh…..ÔÇØ teriak ibu yang kemudian tubuhnya mengejang beberapa kali terasa cairan hangat mengalir di jariku dan di sela-sela paha ibu.

Aku kemudian mundur dan memandang Ibu yang setengah badannya berada di tempat piring yang telah dicuci itu. Ku amati tubuhnya yang putih dan indah, segera aku lorotkan celanaku. Ku pandangi lagi pemandangan indah itu, tuuh indah itu masih tersengal-sengal menikmati sisa-sisa kenikmatan. Aroma cairan kenikmatan ibu menusuk hidungku ditambah lagi aroma keringatku yan gbercampur dengan ibu menambah nafsuku semakin menggebu-gebu. Aku harus menghukumnya, he he he

PLAK PLAK PLAK kutampar bokong bundar nan indah itu setelahnya aku langsung duduk di kursi yang aku hadapkan ke arah ibu

ÔÇ£argh… uwh… iya kanda sayangÔÇØucap Ibu sambil menoleh kebelakang

ÔÇ£Ayo… sini cepat sayangku, hukumannya belum selesaiÔÇØ ucapku sambil mengelus-elus dedek arya

ÔÇ£Iya kanda, maafkan dinda ya sayang yaÔÇØ ucap Ibu yang kemudian beranjak ke arahku dan langsung memposisikan dirinya bersimpuh di selangkanganku

ÔÇ£sandarkan kepalamu di pahaku, kecupi kontolku dan jilati juga…ÔÇØ

ÔÇ£Oia dinda ibuku, tolong perlakukan kontolku seperti permen ya dinda dan jadilah wanita yang suka memuaskan kontol anakknyaÔÇØ ucapku nakal

ÔÇ£iya kanda anakku.. cup cup cupÔÇØ ucap ibu sambil mengecup dedek arya dari samping kiriku sehingga pemandangan itu terlihat seperti seseorang yang makan sate namun ini di kecup dan dijilati

PLAK ku tampar pahanya

ÔÇ£Ehh… ada apa kanda anakku, apakah dinda ibumu ini ada salah?ÔÇØ ucap Ibu

ÔÇ£Kalau lagi memainkan kontol pandangi mataku dinda ibukuÔÇØ ucapku, ibu hanya tersenyum dan kemudian mengecupi dan menjilati dedek arya sambil berpandangan denganku

Aku yang duduk dengan gagah, kedua pahaku terbuka lebar serta seorang wanita cantik sedang memainkan kelaminku, dedek arya. pemandangan ini sungguh indah, ditambah aroma keringat kami berdua. Ku elus perlahan kepala Ibu dengan tangan kiriku dan punggung tangan kananku mengelus-elus pipinya.

ÔÇ£Sudah puas apa belum dinda?ÔÇØ ucapku, kepalanya mengangguk

PLAK kutampar lagi paha kirinya pelan

ÔÇ£Ingat jawabannya harus belum puas terus sekalipun nanti kamu keluar terus sayang, karena ibu sedang dihukumÔÇØ ucapku dengan tersenyum, Ibu hanya mengangguk

ÔÇ£Sudah puas?ÔÇØucapku kembali dan ibu hanya menggeleng hanya aku balas dengan senyuman kepadanya

ÔÇ£Sekarang kulumin dan jilatin pake lidah ya sayangkuÔÇØ perintahku

ÔÇ£Iya kanda, dinda kulumin ya kontolnyaÔÇØ ucap Ibu

Ibu kemudian merubah posisinya bersimpuh di hadapanku, dibukanya mulut Ibu. dimasukannya perlahan dengan lidah menjulur kedepan terlebih dahulu. Sebelum masuk, lidahnya bermain-main di lubang dedek arya. sensasi yang sangat luar biasa bagiku, melihat Ibu sedang memainkan lidahnya di dedek arya. kulihat Ibu tersenyum walau mulutnya sedikit terbuka. Dimajukannya perlahan kepalanya dan masuklah dedek arya ke dalam mulut ibu. kepalanya kemudian maju mundur mengulum batang dedek arya, lidahnya menyapu-nyapu batang dedek arya setiap kali kepalanya maju mundur.

ÔÇ£Argghhh… bu kontol anakmu terasa nikmat sekali, lebih kuat bu sedotannya, ayo dinda di sedot lebih kuat lagiÔÇØ rintihku sambil mendongakan kepalaku

Sedotan Ibu semakin kuat membuat aku kelojotan dan merintih nikmat. Kepalanya kemudian maju mundur dengan lebih cepat lagi, sehingga membuat batang dedek arya merasakan nikmat luar biasa. Kadang kuluman itu dilepas dan lidahnya bermain sebentar di ujung penis tepatnya di lubang kencing dedek arya, setelahnya dimasukan lagi. Aku merasa tidak kuat dengan kuluman Ibu kemudian mengehntikannya dengan memegang kepala Ibu. ku bangkitkan Ibu dan kuposisikan menungging dengan separuh tubuhnya berada di meja makan. Ku buka bongkahan pantat Ibu dan perlahan kumajukan dedek arya ke dalam vaginanya. Tepat di depan mulut vaginanya kumainkan sebentar

ÔÇ£Owghh…. kanda, capat masukan dinda sudah tidak tahan lagi kanda owghhh…ÔÇØ ucap Ibu

ÔÇ£Apanya yang dimasukan yang jelas dong Dinda IbukuÔÇØ ucapku sedikit nakal

ÔÇ£Kontol kanda anakku, kontol anakku, Ibu mohon masukan ke dalam tempik Ibumu nak, Ibu sudah tidak tahan lagiÔÇØ ucap Ibu

ÔÇ£Owhhh….ÔÇØ balasku

ÔÇ£Egggggghhhh….ÔÇØ rintih tertahan Ibu ketika kuhentakan keras dedek arya ke dalam vagina Ibu

Perlahan aku mulai menggoyang pinggulku. Dimulai dari goyangan pelan hingga akhirnya aku goyang semakin cepat. Tubuh depan Ibu ambruk di meja makan, kedua buah payudaranya tergencet oleh tubuhnya sendiri. Kupegang pinggul ibu dan kupompa semakin cepat.

ÔÇ£Arghh…. Ibu tempik ibu sempit, Arya anakmu ini suka tempik Ibu… owghhh…. yah… arya ingin pompa terus tepikmu buÔÇØ racauku

ÔÇ£Assshh… terussshhh nak, terus pompa tempik ibu dengan kontolmu owghhh…. masukan lebih dalam lagi kanda… dinda suka kontol kanda masuk ke tempik dinda… ah ah ah ah nikmathhhh kandaaaahhh nikmat sekali kontol kanda anakku owhhh… yah terush buat ibu keluar… owhhh… yah terus sayangku… begitu… kocok lebih keras owghh dan lebih aaaahhhhhhh dalam lalgi ohhh… ya terus sayangku terussshhhh….ÔÇØ racaunya semakin nakal

ÔÇ£Owhhh… kontolku mentok di tempikmu bu owhh… nikmat sekali… yah aku akan terus memompa tempik Ibu owh… nikmat sempit dan menjepit bu owhhh tempikmu nikmat…ÔÇØ racauku

Setiap kali goyangan kata-kata nakal keluar dari mulut kami berdua. Kami sudah tidak lagi peduli dengan tetangga jika mendengar teriakan kami. Mendengar? Mana mungkin mereka mendengarnya perumahan ini adalah perumahan yang sepi di pagi hari, kalaupun ada orang mereka juga tidak akan mendengarnya ha ha ha. Lama kami bersetubuh, aku kemudian memeluk tubuh ibuku dari belakang. Terasa spermaku mulai berkumpul di ujung dedek arya.

ÔÇ£Owhhh bu… pejuku mau keluar, peju anakmu mau keluar di tempikmu owhhh… aku ingin keluar di tempikmu bu yaahhhh owhhh sssshhhh cup cup cup… slurpp slurrp slurrrpÔÇØ ucapku sambil mengecupi punggungnya dan menjilatinya

ÔÇ£keluarkan pejumu di tempikku sayang, keluarkan yang banyak jangan sisakan untuk yang diluar arghhhh owh owh owh owh … sirami tempik ibu dengan pejuhmu… ibu juga mau keluar lebih keras lagi owghhh lebih dalam lagi yaahhh begitu lebih keras dan lebih dalam lagi kanda sayangku owhhh….ÔÇØ racaunya yang membuat aku semakin mempercepat pompaanku

ÔÇ£Anakmu keluar yahh… keluar di tempikmu bu aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhh….ÔÇØ ucapku sambil memeluk erat tubuh ibu

ÔÇ£Ibu juga anakku kandaaaaaa aaaaaaaaaaaaa…. egh egh egh eghÔÇØ ucap ibu

Crooot crooot crooot crooot crooot crooot crooot crooot crooot

Cairan kenikmatan kami bersatu, tubuh kami mengejang bersamaan. Aku peluk tubuh ibu dengan erat, mencoba mengatur nafas begitupula dengan ibu. lama kami berpelukan, ibu kemudian sedikit mendorong tubuhku untuk berdiri, aku pun berdiri. Ibu berbalik dan kemudian memeluk tubuhku dengan erat. kukecup keningnya.

ÔÇ£bu… susunya belum nyervis, hukumannya berarti belum selesai sampai has has has susu ibu servis kontol aryaÔÇØ ucapku

ÔÇ£iiih nakal kamu, masa ibu suruh servis kontol kami terusÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£haru to ya… hukumannya selesai kalo servis susu ibu sampai ke kontol aryaÔÇØ ucapku nakal

ÔÇ£Iya sayang, mmmm nikmat banget tubuh kamu hangat sekali sayangÔÇØ ucap Ibu

ÔÇ£tubuh Ibu juga…ÔÇØbalasku

Lama kami berpelukan, tak membuat kami lupa akan waktu. Ibu segera menyuruhku mandi untuk segera berangkat ke tempat PKL. Setelah aku mandi begitupula dengan ibu aku pamit untuk berangkat PKL. Sebelumnya aku diberikan minuman hangat penguat tubuh. Tepat di garasi, Ibu tiba-tiba mengulum dedek arya dengan paksa. Dengan paksa pula ibu memposisikan aku rebah di lantai garasi. Dengan gerak cepat, dimasukannya dedek arya ke dalam liang vaginanya untuk kedua kalinya di pagi hari ini hingga ibu klimaks dan aku kentang. Ibu melepaskan dedek arya dan memasukannya kembali ke dalam celanaku.

ÔÇ£Bu, kalau gini arya harus mandi lagi dongÔÇØ protesku

ÔÇ£ndak usah, biar yang dikantor kamu itu dapat bekas ibu hi hi hiÔÇØ ucap Ibu

ÔÇ£yaelah.. segitunya bu buÔÇØ ucapku

ÔÇ£hush, nurut sama ibu atau ibu ndak mau dihukum lagi atauuuuu kamu ibu hukum lagi tapi lebih berat?ÔÇØ ucap ibu

ÔÇ£iya bu, hukuman ibu seperti tadi malam saja bu jangan lebih berat lagi he he heÔÇØ ucapku

Kami kemudian berpelukan dan saling melumat bibir. Setelahnya aku pamit dan berangkat menuju tempat PKL. Sesampainya di tempat PKL aku mengobrol sebentar dengan pak satpam, tepat pukul 11:25 aku langsung menuju ke ruangan mbak echa. Disambutnya aku dengan senyuman, dan kemudian dengan bahasa isyarat tangannya aku di suruh untuk mengunci pintu ruangannya. Dengan isyarat tangannya pula, aku disuruh mendekatinya pula. Kini posisiku tepat disamping mbak echa.

Di ruangan manager pengendali kualitas atau lebih sering disebut dengan nama bekennya Quality Control. Ingat Control bukan kontol, aku sedang berdiri disamping managerku. Wajahnya nan ayu dengan balutan kerudung merah jambu, dan juga semua yang dipakai hingga rok berumbainya itu juga berwarna merah jambu.

ÔÇ£Pah, nih…ÔÇØ ucap mbak echa membuka roknya dan melebarka pahanya. Tampak korset yang malam itu dia pakai, model sama hanya warnanya merah muda sama seperti dengan warna kerudung, baju serta rok rumbai.

ÔÇ£Hmmm… mamah, pengen ya?ÔÇØ ucapku, dia hanya mengangguk

ÔÇ£tapi jangan dimasuki pah, takutnya ntar tercecer peju papah hi hi hiÔÇØ ucapnya.

Aku hanya tersenyum dan kemudian jongkok tepat dihadapan selangkangannya. Kuelus perlahan vagina yang tertutup celana dalam tipe G-Stringnya itu. Kadang aku juga menciumi vagina yang masih berbalut celana dalamnya. Dengan sedikit gerakan, aku geser penutup itu dan aku masukan jariku ke dalam vagina mbak echa. Kutekuk dan ku coba mencari G-Spotnya lalu kukocok dengan perlahan sambil mengobrol dengan mbak echa.

ÔÇ£Mamah… dikeluarin dulu ya, nanti dilap pakai tisu terus cuci di kamar mandiÔÇØ ucapku

ÔÇ£erghh… papah nakal, owhhh… ya pah terserah papah, mamah juga sudah kangen jari papah owghh…ÔÇØ racaunya

Sambil berciuman, aku semakin cepat mengocok tanganku di vagina mbak echa. Mbak echa kadang melepaskan ciuman hanya untuk melenguh, mendesah dan kadang merintih yang tertahan. Lama kami melakuakn aktifitas itu, hingga mbak echa mengalami puncak kenikmatannya. Disambarnya tisu di atas mejanya dan kemudian dilapnya vagina hingga bersih. Aku kemudian bangkit, kucium sebentar bibirnya dan kuberikan kecupan pada keningnya. Setelahnya aku duduk di sofa ruangannya.

ÔÇ£Mbak mau cerita apa?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£iiih kok mbak sih…ÔÇØ ucapnya sambil masih membersihkan cairan sisa-sisa kenikmatannya

ÔÇ£iya mamah… mamah mau cerita apa?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£dengerin ya pah…ÔÇØ ucapnya

Mbak echa kemudian menceritakan bagaimana malam harinya setelah aku pulang. Mbak echa memberika servis yang luar biasa dari pengalaman melakukan hubungan seks denganku kepada suaminya. Suaminya sampai gelagapan dan tak sanggup meladeni mbak echa. Hanya dua kata yang dikatakan suami mbak echa kepadanya yaitu ÔÇ£sangat puasÔÇØ. Aku tertawa terkekeh-kekeh, mbak echa kembali bercerita mengenai dia mengulum penis, menjilati dan meminta suaminya menjilati miliknya. Suaminya bak orang idiot dengan seribu kebengongan ketika mendengar kata-kata kotor keluar dari mulutnya. Tapi setelah semua terjadi, suaminya terus meminta mbak echa menservisnya hingga tengah malam. Dan ternyata mbak echa, terlambat datang ke kantor karena semalaman menservis suaminya yang merasa berada di surga.

ÔÇ£Lha terus suami mamah sekarang berangkat kerja?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£dia ijin tidak berangkat, nih lihat dari tadi dia ngirimi foto kontolnya terus, bahkan dia meminta pihak kantornya untuk tidak memberikan perjalanan dinas ke luar kota lagi tadi pagi, itu juga karena hi hi hi ÔÇ£ ucap mbak echa, aku haya tertawa pelan mendengar cerita mbak echa.

Setelah ngobrol lama dengan mbak echa, aku kemudian ke lab untuk melanjutkan tugasku sebagai mahasiswa PKL. Tak ada yang aneh, kami semua bercanda satu sama lain. Yanto, encus dan mbak ela pun semua sadar kenapa aku terlambat. Ya mereka bersimpati karena hya aku yang mengerjakan sampel hingga malam hari. Seandainya mereka tahu, aku telah menggagahi manager mereka. Hingga ketika menjelang pulang, mbak echa meminta salah satu dari kami untuk menemaninya membuat laporan. Ya seperti biasa itu adalah alasan mbak echa yang intinya agar mereka menolak semua dan pulang sehingga hanya aku yang tertinggal di lab. Dan itulah yang terjadi, setelah semuanya pulang aku bawa semua barang bawaanku dan masuk ke ruangan mbak echa. Mbak echa tampak duduk dikursi managernya, segera aku tutup pintu dan menguncinya. Kudekati mbak echa, dia masih duduk dan mendongak memandang wajahku. Kami berbalas senyuman, pelan tapi pasti mbak echa kemudian membuka celanaku dan dikeluarkannya pentungan yang ada didalamnya. Dengan lahapnya layaknya eskrim dia langsung menjilati dedek arya. kupegang pangkal dedek arya dan kadang aku gerak-gerakan ke kanan dan kekiri membuat mbak echa sedikit kelabakan menangkap dedek arya dengan mulutnya. kadang aku tamparkan dederya ke pipi mbak echa, pemandangan yang indah seorang wanita berkerudung merah jambu sedang mencoba berusaha melahap dedek arya.

ÔÇ£Ayo mamah, kok ndak dikulum?ÔÇØ ucapku nakal dengan gerak cepat digenggamnya dedek arya dengan tangan kanannya

ÔÇ£papah nakal, diem dulu napa, dah kangen niiiih…ÔÇØ ucap mbak echa, yang serta merta langsung melahap dedek arya.

Kulumannya memang sudah lebih baik dari malam itu, kupegang kepalanya dan kumaju mndurkan perlahan. Mbak echa mengikuti gerakan tanganku dengan terkadang dia menggerakan bola matanya ke atas memandangku. Aku hanya mampu tersenyum dengan apa yang ada dihadpanku. Setelah puas, aku angkat mbak echa dan aku posisikan menungging di meja kerjanya. Kusingkap roknya dan Kutarik G-Stringnya ke atas kemudian aku goyang-goyangkan.

ÔÇ£eehhhh papah, kena itil mamah itu emmmm… enak pah terus… uftthhhh…. mamah sudah ndak tahan pah, masukin saja pah kontol papah ke memek mamah… sudah kangen banget…ÔÇØ ucap mbak echa

ÔÇ£mau main cepat nih?ÔÇØ ucapku menggoda

ÔÇ£iya pah, udah kangen kalau kelamaan nanti banyak yang curiga pah, suami aaaahhhh mamah juga sudah nunggu mamahh essshhhhh cepetan pah masukin kontol gede papah itu owhhhh….ÔÇØ ucap mbak echa

ÔÇ£iya mah, oia mamah tadi pengen apa?ÔÇØ ucapku menggoda lagi yang masih menggoyang-goyangkan G-stringnya

ÔÇ£pengen kontol pah, kontol papah masuk ke memek mamah cepeeeeeeeeeeethhhhhh efthhh…ÔÇØ racaunya

Sebenarnya didalam hatiku aku tertawa puas karena sudah mengerjai mbak echa, namun dipikiranku terlintas ibu. Tak apalah ini kan bekas tadi pagi he he he. Aku lorotkan G-stringnya hingga ke paha mbak echa, dengan segera aku cari lubang senggamanya. Kuarahkan dedek arya ke vagina mbak echa. Kutarik tubuhnya agak sediit mundur dan ku tekan punggungnya agar vaginanya lebih terlihat lagi. Kugoyang-goyangkan dedek arya di sekitar vagina mbak echa.

ÔÇ£papaaaaaaaaaaaaah masukin kontolnya pah, cepetan mamah sudah basah dari tadi pah, pleaseee pah please…ÔÇØ ucap mamah

ÔÇ£mamah nakal bicaranya, ini mah….ÔÇØ ucapku sembari menghentakan dedek arya jauh ke dalam vagina mbak echa.

Mbak echa menjerit tertahan dengan kepala mendongak ke atas kemudian diletakannya lagi di meja kerjanya. Perlahan aku mengooyangnya, diawali dengan kecepatan perlahan kemudian semakin cepat aku menggoyang.

ÔÇ£owghh… becek banget mah… udah pengen banget ya mah ughhhhh…ÔÇØ racauku

ÔÇ£iya pah, sudah argh dari ssssshhhh tadi emmmmhhh… terus pah dorong yang kuat, sodok memek mamah lebbih kuat lagi… owhhhh lebih dalam pah lebih dalam mentok pah….ÔÇØ ucap mbak echa kesetanan

Aku semakin menggoyang cepat. Suara kelamin beradu sangat nyaring kami dengar. Ditambah suasana perusahaan yang sudah mulai sepi membuat suara perpaduan kelamin kami lebih nyaring lagi.

ÔÇ£papaaaaahhh… owghhh…. terussshhhh buat mamah keluar… buat mamah ngecrot kaya papah owghhh… papah enak pah sangat enak… owghh… kontol papag enaaaaaaaaaakkhhhhhh ah ah ah ah ah ah….ÔÇØ racaunya

ÔÇ£mah, papah manu keluar…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£bareng-bareng pah… mamah juga mau keluar…ÔÇØ ucapnya

Goyanganku semakin keras, membuat mbak echa kelojotan dengan sendirinya. Kupegang pinggulnya lagar kecepatan goyangku lebih kuat lagi. Kepala mbak echa menggeleng-geleng ke kanan dan kekiri. Setelah lama aku menggoyang, Aku merasakan dedek arya mau muncrat. Kuhentakan keras, dan tubuh mbak echa melengking. Bersamaan dengan keluarnya cairan vagina mbak echa, aku cabut dedek arya dari vaginanya. Kutarik dengan cepat tubuh mbak echa agar jongkok diselangkanganku. Dengan sigap mbak echa, membuka mulutnya dan ku arahkan dedek arya ke mulut mbak echa. Dengan sedikit kocokan…

Crooot crooot crooot crooot crooot crooot crooot crooot

Keluarlah semua spermaku di dalam mulut mbak echa, ada beberapa yang muncrat hingga ke kening mbak echa. Kulihat mbak echa masih membuka mulutnya dan menjulurkan lidahnya menunggu semua spermaku keluar. Setelah semua spermaku keluar, kutarik kursi beroda milik mbak echa dan aku duduk dihadapanya. Mbak echa pun kemudian membersihkan sisa-sisa sperma yang belepotan di wajahnya.

ÔÇ£papah, enak pah tapi sedikit pah, kemarin banyak keluar ya pah hi hi hiÔÇØ ucap mbak echa yang tidak tahu kemarin aku dihabisi oleh Ibu

ÔÇ£iya mah, mamah juga kan yang ngeluarin banyakÔÇØ ucapku

ÔÇ£hi hi hi… iya sih he he heÔÇØ ucapnya

Setelah kami selesai, kami kemudian membersihkan diri kami masing-masing. Setelah semua bersih, kami memutuskan untuk pulang. Sebelum keluar dari ruangan mbak echa, kami berpelukan dan saling melumat bibir kami. Dan akhirnya kami berpisah ketika kami harus mengendarai kendaraan kami masing-masing, tak ada yang curiga. Lelah tubuhku menemaniku hingga dirumahku. Ibu menyambutku namun tampak sinar kelelahan terpancar dari wajahnya. Ayah berada dirumah, walau sebenarnya kami bisa saja nekat tapi tubuh kami berdua sudah cukup lelah menjalani hari ini. dan ibu tahu, jika aku lebih lelah daripada dirinya.

Menjelang hari kedua hingga hari keempat minggu terakhir aku PKL, semua berjalan seperti hal-nya di hari pertama. Berangkatku selalu terlambat, paling tidak perusahaan masuk pukul 07:30 dan aku sendiri masuk pukul 10:00. Tak ada yang protes, dan tak ada yang komplain karena memang alasan yang disampaikan mbak echa ke pihak kantor adalah aku mengurus keperluan penarikan PKL jadi hingga hari terakhirku PKL aku datang terlambat. Padahal tidak, pagi hari setelah ayah berangkat Ibu memberikan servis seperti pada hari pertama tapi aku selalu melarangnya dengan menggunakan payudara indahnya dengan berbagai alasan aku ungkapkan, padahal didalam hati aku masih ingin menghukum ibu. setelah dengan Ibu, di tempak PKL aku memberikan finger atack kepada vagina mbak echa dikala istirahat dan kemudian dick atack kepada vagina mbak echa ketika pulang. Alasan selalu sama, membantu membuat laporan padahal laporan bisa saja dikerjakan oleh mbak echa sendiri. Bahkan mbak ela pun tidak tahu bentuk laporan seperti apa yang kami kerjakan. Ya mungkin saja kalau dia tahu, kami sedang mengerjakan sex report ha ha ha.

Hari kelima, hari terakhirku PKL sebelum penarikan di hari keenam. Aku berangkat seperti biasa, namun pagi ini Ayah tidak berangkat kerja sehingga membuatku tidak mendapat servis dari Ibu. Tapi di dalam garasi hanya sekedar pelukan, kecupan mesra dan lumatan bibir yang aku dapat itu sudah membuat aku cukup bahagia. Sesampainya di tempat PKL tepatnya di lab di depan pengendali kualitas yang lainnya, mbak echa memberitahukan ke aku kalau aku bisa pulang lebih awal nanti tapi sebelumnya harus menemui mbak echa di ruangannya ketika istirahat. Tak ada yang aneh dengan sikap mbak echa, karena setiap kali dihadapan bawahannya wajahnya kembali seperti semula. Hingga waktu istirahat aku menuju ke ruangan mbak echa. Mbak echa mengisyaratkan kepadaku untuk tidak mengunci pintunya

ÔÇ£Oke mbak, ada apa ya?ÔÇØ ucapku yang kemudian duduk di sofa disamping mbak echa

ÔÇ£siiip! Kamu tahu aja Ar kalau ÔÇ£Mamah papahnyaÔÇØ ndak sekarangÔÇØ canda mbak echa

ÔÇ£Yeee… kan ndak dikunci mbakÔÇØ ucapku

ÔÇ£hi hi hi…ÔÇØ

ÔÇ£Gini Ar, nanti kamu pulang jam 3 sore ya, terus ke tempat ini dan ini tanda buktinya, kamu kesana langsung nanti aku susulÔÇØ ucap mbak echa

ÔÇ£Eh…ÔÇØ ucapku sambil membaca alamat tersebut.

ÔÇ£Aish! Ini kan hotel tempat pak dhe warno, bu dhe ika dan tante ima waktu itu. Wah… ceritanya ngamar di hotel iniÔÇØ bathinku

ÔÇ£kok bengong?ÔÇØ ucap mbak echa

ÔÇ£Eh… Ya kan lagi mikir mbak, dan aku sudah ingat ini hotel yang di sampingnya ada pemandangan yang bagus kan mbak?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£Iya, nanti kesana ya Ar, ÔÇ£mamah-papahÔÇØ lagi, kangenÔÇØ ucapnya

ÔÇ£nginep mbak?ÔÇØ tanyaku, mbak echa geleng-geleng kepala

ÔÇ£pengennya Ar, tapi suamiku sekarang tergila-gila sama iniku ar, jadi ya maafnya ndak nginep hi hi hi cukup perpisahan sederhana saja kok ar…ÔÇØ ucapnya sambil menunjuk selangkangannya yang tertutup rok itu

ÔÇ£owh untung deh, masalahnya kalau menginap bisa dibunuh orang rumah aku mbakÔÇØ ucapku yang sebenarnya aku malas untuk keluar rumah apalagi harus menginap di hotel

ÔÇ£iya, sebentar saja kok, suami aku juga cuma ngebolehin sampai jam 6 doang ya lebih dikit boleh lahÔÇØ

ÔÇ£Oia Ar, makasih ya sudah di ajarin, sekarang baru tahu aku nikmatnya seks dan aku ndak akan pernah merasakan nikmat kalau tidak disuruh ngemut iniÔÇØ ucapnya sambil mentowel selangkanganku

ÔÇ£Yaelah! Kemarin aja nolak ndak mau-ndak mau, sekarang terima kasih minta acara perpisahan lagi! Dasar gatel kamu!ÔÇØ teria dedek arya

ÔÇ£Bisa diem kagak kamu!ÔÇØ bathinku berperang dengan dedek arya

ÔÇ£oh iya mbak sama-sama, lagia aku juga dapet ini sama ini sama ini dari cewek berkerudung cantik seperti mbakÔÇØ ucapku sambil mentowel bibir, payudara dan mengelus selangkangannya

ÔÇ£iiih Ar, sudah ingat itu ndak dikunci lhoÔÇØ ucapnya

ÔÇ£Iya mbak aku he he heÔÇØ ucapku

Sebentar kami bercanda, kemudian aku meninggalkan ruangan mbak echa. Remasan halus aku lakukan pada payudaranya, mbak echa menggelinjang pelan namun kemudian mengingatkan aku agar tidak nakal. Aku kemudian ke kantin dan berkumpul dengan mbak ela, yanto serta encus. Kami bercanda bersama, sedih? Tentunya tapi tidak sesedih perpisahan yang cetar membahana. Karena disisi lain aku masih bisa bertemu dengan Yanto dan encus sedangkan mbak ela kemungkinanpun aku juga masih bisa bertemu. Selepas istirahat kami kembali di lab, suasana lab juga sama saja bercanda dan bergurau bersama. Hingga akhirnya tepat jam setengah tiga aku ijin pamit ke penghuni lab.

ÔÇ£Mbak Ela, aku pamit dulu ya mbak, maaf-maaf kalu ada salah selama aku disiniÔÇØ ucapku pamitan kepada mbak ela

ÔÇ£Owh… okay, santai saja ar, kita malah terbantu, bener ndak yan? Cus?ÔÇØ ucap mbak ela

ÔÇ£Iya mbaaaaakÔÇØ ucap mereka bersama

ÔÇ£Ha ha ha… oia cus aku pamit duluÔÇØ ucapku

ÔÇ£Okay masÔÇØ ucap encus

ÔÇ£Yan, pamit yowÔÇØ ucapku

ÔÇ£Iya mas…ÔÇØ ucap yanto

ÔÇ£Bukannya besok masih kesini Ar?ÔÇØ ucap mbak ela

ÔÇ£Iya mbak, tapi ya langsung penarikan mbak ndak ikut bantu-bantuÔÇØ ucapku

ÔÇ£Oh iya ding he he heÔÇØ ucap mbak ela

Selepas obrolan sebentar aku kemudian ke ruangan mbak echa. Mbak echa kemudian menyuruhku untuk segera menuju ke tempat tujuan. Aku percepat pergerakanku, segera aku keluar dari perusahaan. Pamit dengan pak humas dan satpam? Besok sajalah besok kan aku masih ke sini ngantar surat penarikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*