Home » Cerita Seks Mama Anak » Wild Love 27

Wild Love 27

Sesampainya aku dirumah mbak echa, pintu gerbang rumah terbuka secara otomatis dan diikuti oleh pintu garasi. Mobil mbak echa masuk dan disusul dengan REVIA. Di dalam garasi dengan santai mbak echa keluar dari mobilnya dan bajunya dibiarkan terbuka lebih lebar dibanding dengan waktu dikantor. Di ajaknya aku masuk ke dalam rumahnya melewati pintu dalam garasi yang lansung menghubungkan dengan ruang keluargan. Di dalam ruang keluarga itu mbak echa membalikan badanya sambil melepaskan kerudungnya dan langsung memeluk dan melumat bibirku. Benar-benar ganas sekali sekarang wanita berkerudung ini. Jari telunjuknya bermain di sekitar dadaku, sambil tersenyum nakal kepadaku

ÔÇ£papah nakal banget ngerjain mamahÔÇØ ucap mbak echa

ÔÇ£itulah imajinasi laki-laki mah, besok-besok kalau sama suami ditanya dulu apa imajinasinyaÔÇØ ucapku

ÔÇ£terus apa imajinasi papah sekarang? Mamah ingin tahu, mamah yakin mamah bisa memuaskan papah. Mamah ingin malam ini mamah pingsan sama kontol papahÔÇØ ucap mbak echa dengan senyuman nakal

ÔÇ£Hmm… apa ya?ÔÇØ ucapku mencoba beripikir

ÔÇ£Ayo dong pah…ÔÇØ desak mbak echa. Setelah beberapa menit aku memejamkan mata, akhirnya aku menemukan ide untuk malam ini. kupeluk mbak echa dan kubisikan sebuah imajinasiku.

ÔÇ£iiih… papah maunyaÔÇØ ucap mbak echa manja

ÔÇ£Ada tidak mah?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£lengkap pah, pokoknya papah tunggu disini jangan ngintip ya, kalau ngintip mamah teriak lhoÔÇØ ucap mbak echa

ÔÇ£Oke mbakÔÇØ ucapku yang kemudian melepas jaket dan tas punggungku. Kulepas bajuku dan kini hanya mengenakan kaos. Aku duduk di sofa keluarga sambil menyulut dunhill mild yang selama ini menemaniku. Kulihat mbak echa mondar mandir dari kamar kedapur dengan pakaian yang masih sama, setelahnya memberikan aku minuman hangat kepadaku untuk teman menungguku.

Lama aku menunggu hingga dua batang dunhill habis. Diawal aku mendengar guyuran air dari dalam kamar mbak echa, kemudian suara itu menghilang. Hampir hilang nafsuku, hingga kantuk menyelimutiku. Tidak bisa aku pungkiri, sekalipun aku bernafsu tapi letihnya tubuh ini tak bisa membohongiku. Coba saja dibayangkan, tengah malam Ibu datang paginya juga ditambah lagi waktu pulang harus memberikan pelajaran ke mbak echa. Harus ada obat kuat ini, kalau begini terus-terusan bisa-bisa aku tepar sebelum pertandingan kedua. Tak mungkin aku bilang ke mbak echa kalau malam tadi aku habis sama ibu. Bisa gempar dunia persilatan eh perlendiran.

Mataku mulai terpejam, kepalaku sudah aku sandarkan ke sofa tempatku duduk. Namun tiba-tiba di kagetkan dengan suara mbak echa yang manja dan penuh dengan gairah, lebay dikitlah he he he.

ÔÇ£Papah kok tidur?ÔÇØ ucap mbak echa yang di hadapanku.

Aku membuka mataku, sedikit terbelalak begitu cantiknya bidadari ibi. Kuamati dari atas kebawah kulihat dia mengenakan kerudung modern merah jambu, dengan kaos berwarna putih dan rok merah jambu dilengkapi dengan jaket atau blazer entah aku tidak tahu namanya tapi warnanya putih. Mbak echa berdiri di hadapanku kemudian sedikit mundur kurang lebih 1,5 meter, diraihnya ujung dressnya dan diangkat ke atas hingga memperlihatkan bagian selangkanganny. Kemudian kaos yang dimasukan itu dibukanya terlihatlah korset seksi yang dipakainya.

ÔÇ£Ini kan yang papah mau? Ngaku dechÔÇØ ucap mbak echa sambil tersenyum nakal kepadaku

PAKAIAN MBAK ECHA

KORSET MBAK ECHA
ÔÇ£Hmmm… mamah tambah cantik dech…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£Asal papah malam ini jadi milik mamah, apapun akan mamah lakukan papahku sayangÔÇØ ucap mbak echa yang kemudian melepaskan ujung dressnya, sehingga tertutup rapat kembali

ÔÇ£terus mamah harus ngapain pah? Hi hi hi…ÔÇØ ucap mbak echa

ÔÇ£mamah sayang sini to, sudah kangen ini yang di dalam celanaÔÇØ ucapku

ÔÇ£Kok kesitu emang mamah harus ngapain, udah cantik kok disuruh mainan itu ntar kalau kotor gimana?ÔÇØ ucap mbak echa dengan seyuman nakal

ÔÇ£Aduh… masa papah harus kesitu, sini dech papah bilangin, nanti mamah tambah cantik kalau sudah papah bilanginÔÇØ ucapku yang mencoba merayu mbak echa

ÔÇ£Kesitu… kaki mamah pegel, ndak bisa kesitu, papah aja yang kesiniÔÇØ ucap mbak echa, yang kemudian jongkok dihadapanku.

ÔÇ£kok malah jongkok, emangnya mamah mau main-main kuda-kudaan?ÔÇØ rayuku. Tanpa diduga mbak echa, meangkak ke arahku

ÔÇ£Kaya gini ya pah?ÔÇØ ucap mbak echa yang merangkak perlahak ke arahku dengan senyuman nakalnya. Wajahnya yang berias cantik dengan balutan kerudung itu membuat dedek arya meronta ingin segera dilepaskan

ÔÇ£Hmm… iya mah, tambah bikin gemes sajaÔÇØ ucapku. Perlahan tapi pasti, mbak echa merangkak dan mendekatiku. Kini kepalanya tepat di selangkanganku, dicium-ciuminya dedek arya yang masih berbalut jeans bermerk Pasar Loak.

ÔÇ£Efthhh… mamah kok tambah nakal to mmmmhhhh…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£biar papah tambah pengen… ssssshhhhh… baunya masih terasa pah, bau sperma papah emmmhÔÇØ ucap mbak echa

Mbak echa mulai mengendusi selangkanganku, terkadang mbak echa mulai menciumi selangkanganku. Ku buka semakin lebar kedua pahaku, mbak echa semakin maju. Pemandangan yang eksotis aku dapatkan disini, mbak echa tidak hanya mengendusi atau menciumi selangkanganku tapi kadang dengan menatapku dia menjulurkan lidahnya. Lidahnya bermain-main diselangkanganku yang masih berbalut jeans pasar loak itu, di jilatinya keatas dan kebawah terkadang dan mata kami terus berpandangan. Senyumku terus mengembang melihat tingkah nakal managerku ini.

ÔÇ£mamah manager, nakal bangeth mmmmmhhh… lidah mamah manager terasa di kontol papahÔÇØ ucapku

ÔÇ£mamah memang manager, tapi papah direkturnya, sekarang manager mau di puasi sama direkturnyaÔÇØ ucap mbak echa nakal

ÔÇ£Dipuasi apanya mah? Emang papah punya sesuatu untuk muasi mamah?ÔÇØ ucapku merayunya

ÔÇ£vagina mamah, papaaaaah….ÔÇØ ucapnya yang kemudian mengelus-elus selangkanganku

ÔÇ£vagina?ÔÇØ ucapku bertanya

ÔÇ£Memek mamah pengen dipuasi sama kontol papahÔÇØ

ÔÇ£iiih… papah gitu dech suka nyuruh mamah ngomong jorok, kan malu pah, jahatÔÇØ ucap mbak echa

ÔÇ£owh… emang ada kontol disini mah? Ndak ada kokÔÇØ ucapku dengan sedikit tersenyum nakal kepadanya. Bibrnya kemudian manyun dihadapanku, dengan gerak cepatnya tanpa memandangku dia langsung saja membuka paksa celanaku. Kupandangi mbak echa dengan senyum geli karena dia sudah terbawa ke permainanku. Dengan sedikit mengangkat pantatku, ditariknya dan terlepaslah celanaku.

ÔÇ£ini ada pah?ÔÇØ ucap mbak echa yang kemudian menggenggam dedek arya. seketika itu mbak echa memajukan kepalanya dan ku tahan.

ÔÇ£Sebentar mah, kok tega banget sama papah… ini belum dapat jatah kok malah yang dibawah dulu, jarang lho mamah pake lipstick merah jambuÔÇØ ucapku menggodanya

ÔÇ£iiih… papah, atas sama bawah kan sama saja milik papah, jadi ndak salah kan mamah langsung kebawahÔÇØ ucap mbak echa

ÔÇ£e e e… jadi Cuma mau yang dibawah ya?ÔÇØ ucapku dengan sedikit wajah jengkel

ÔÇ£Enggak pah, jangan marah gitu, nih pah dinikmati kalau perlu dimakan juga ndak papa, mamah rela kokÔÇØ ucap mbak echa, yang semakin nakal saja.

Bibir mbak echa kemudian semakin maju dan kutangkap dengan bibirku. Dagunya aku pegang dengan tangan kananku, sedang tangan kiriku turun ke bagian dadanya. Kuremas lembut bagian dadanya itu satu persatu dengan tangan kiriku. Ku sapu bibir berlipstick merah jambu itu dengan lidahku dan kemudian kami saling berpagutan. Tangan mbak echa dua-duanya berpegang pada dedek arya, tangan kirinya memegang pangkal dedek arya dan tangan kananya mengelus-elus sisa dari batang dedek arya. kami berpagutan lumayan lama, elusan tangan kanan mbak echa berubah menjadi kocokan. Setelah puas merasakan bibir yang sudah dipermak ini, kulepaskan ciuman dan kupandang matanya. Dia hanya tersenyum manis kepadaku.

ÔÇ£Mah, mau nggak biar tambah cantik?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£Iya mau dong pah, emang gimana pah?ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£dijilati mah kontol papah, tapi kaya pertama tadi mau ndak mah?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£iiih papah, masa mamah disuruh kaya tadi kan malu pahÔÇØ ucap mbak echa

ÔÇ£malu apa mauuuuu? Kalau ndak mau ya ndak papa, papah tak tidurÔÇØ ucapku

Dengan senyumannya yang nakal, mbak echa sedikit mengecup dedek arya. mbak echa kemudian mundur, kini posisinya adalah posisi orang merangkak. Kepalanya tepat dihadapan dedek arya, pemandangan yang eksotis bukan? Perlahan tapi pasti, mbak echa mulai megeluarkan lidahnya. Di sapunya zakarku dengan lidahnya. Dari bawah lidahnya bermain ke bagian tengah dedek arya, tangannya masih tetap menumpu tubuhnya. Hingga pada ujung dedek arya, mbak echa sedikit mengulum kepala dedek arya. kembali lagi jilatan itu dari zakarku hingga kepala dedek arya. kepalanya naik turun menjilati dedek arya. pemandangan wanita berkerudung merah jambu ini membuatku benar-benar bernafsu, sekalipun nakal tapi berbeda dengan tante ima, tante ima terlalu keras.

ÔÇ£erghhh… mamah hebat, ayo mah dikulum, papah ingin lihat mamah tambah cantik lagiÔÇØucapku

Mbak echa yang mendengar perkataanku langsung saja mengulum batang dedek arya. Kini dengan bantuan tangannya dicobanya memasukan semua batang dedek arya ke dalam mulutnya. Bibir mungil itu yang sudah pernah merasakan bagaimana dedek arya masuk ke dalam masih saja terlihat kewalahan. Tapi dengan segala upaya, mbak echa terus mengulumnya sama sepeti di lab tadi. Kepalanya naik turun memberikan gesekan pada batang dedek arya. kupegang kepalanya dan sedikit aku naik turunkan karena aku sudah terbawa dalam permainan nakalku. Tanpa ada perlawanan mbak echa menuruti pergerakan tanganku. Kepalanya maju mundur, dan…

ÔÇ£mamah, papah mau keluar… owghhh… mulut mamah memang enak, bikin kontol papah keenakan, ayo mah terus papah ingin kelaur dimulut mamah…ÔÇØ racauku sambil menaik turunkan kepalanya, bibir indah itu tanpa ada perlawanan mulai menyedot batang dedek arya lebih kuat.

ÔÇ£mamah papah keluar, telan peju papah maaaahh…. owghhhhhhhhhh…..ÔÇØ teriakku

Crooot croot croot croot croot croot croot croot

Kutahan kepala mbak echa agar tidak lari dari semprotanku. Kedua tangannya tampak mencoba menekan agar bisa lepas dari batang dedek arya. namun percuma gagal, aku lebih kuat darinya. Setelah semua spermaku keluar, aku langsung bersandar pada sofa. Mbak echa langsung melepaskan kulumannya, terlihat sedikit sperma mengalir dari mulutnya.

ÔÇ£uhuk… uhuk… uhuk…ÔÇØ

ÔÇ£papah jahat mamah tadi ndak bisa napas huft huft huft…ÔÇØ ucap mbak echa

ÔÇ£maaf mah, papah refleks habis mamah seksi sekali pakai kerudung sambil ngulumin kontol papahÔÇØ godaku

ÔÇ£uhuk eh.. jadi papah suka kalau mamah pakai kerudung ya? MmmmmÔÇØ ucapnya sambil lidahnya mengelap sisa sperma yang tertinggal di bibirnya. Mbak echa mencoba menggodaku, dengan permainan lidahnya. Jari-jari tangannya melap sisa sperma yang mengalir dari bibirnya dan dimasukan ke dalam mulutnya

ÔÇ£lihat pah mmmmmmm slurp slurp…ÔÇØ ucap mbak echa. Kuamati mbak echa dengan senyuman nakalku, setelah mbak echa selesai dengan kegiatannya itu. Aku raih pundak mbak echa, dan kucium bibirnya. Kedua tangan Mbak echa memegang pinggangku dan kemudian turun ke dedek arya.

ÔÇ£pah, kok tidur, mamah kan belum dapet… papah jahatÔÇØ ucapnya dengan wajah ngambek

ÔÇ£kecapekan kali mahÔÇØ ucapku mencoba membela dedek arya. jujur saja tubuhku terasa sangat lelah.

ÔÇ£bisa bangun lagi ndak pah?ÔÇØ ucap mbak echa

ÔÇ£ndak tahu mah, habis kecapekan dari pagi analisa sampel, pulang main sama mamah, sekarang ya loyo…ÔÇØ ucapku sekenanya

ÔÇ£Lho kok bisa?ÔÇØ ucap mbak echa, kemudian berdiri melihat minuman hangat tadi

ÔÇ£kok ndak diminum pah?ÔÇØ ucap mbak echa

ÔÇ£ndak kepikiran minum tadi habis capek banget mahÔÇØ belaku

ÔÇ£mamah tahu papah capek makanya mamah buatin minuman kuat, diminum pah, plis mamah pengen papah muasin mamah, bukannya mamah egois tapi mamah mohon pah, plisssssÔÇØ ucapnya.

Kulihat wajahnya memelas yang penuh nafsu itu. Aku tersenyum dan segera kuraih minuman itu, langsung habis kutelan. Dengan tenaga tersisa aku raih tubuhnya dan ku dudukan di samping kananku. Segera aku lumat bibir tipis bergincu merah jambu itu. Kulumat habis bibirnya, kedua tanganku bergreliya di buah dadanya. Kutarik secara perlahan roknya hingga tangan kiriku mampu masuk ke dalam selangkangannya. Stocking hitam yang menghiasi pahanya, dan juga celana dalam warna hitamnya terlihat olehku. Dengan sisa tenagaku, aku elus-elus bagian luar vaginanya.

ÔÇ£owghhh… papah… mamah ingin kontol papah, pengin banget kontol papah masuk terus…ergh….ÔÇØ racaunya

Aku tidak mempedulikan racaunya, segera aku sumpal mulutnya ini dengan bibirku lagi. Kutarik bagian samping CD-nya hingga kedua ujung CD-nya itu bersatu membuat CD itu terselip di vagina mbak echa. Aku goyangkan CD-nya itu kadang pula aku menariknya, tapi lebih sering aku mneggoyangkan CD-nya. Mbak echa yang tidak tahan dengan perlakuanku, langsung ambruk dan bersanda pada sofa dengan kakinya yang dibuka lebar agar aku lebih leluasa memainkan memeknya. Kualihkan Cdnya ke tangan kananku, dan tangan kiriku kemudian ikut memainkan vaginanya.

ÔÇ£papah… owghh papah… jangan berhenti pah, memek mamah owghh memek mamah ashhhh enak banget rasanya arghhhh… papah, owghhh…. mamah suka pah erghhsssshhhhhh…ÔÇØ ucapnya sambil tangannya meraba-raba selangkanganku mencoba mencari dedek arya.

Setelah usaha meraba-rabanya akhirnya ditangkapnya batang dedek arya yang mulai menegang. Aku masih sibuk memainkan vaginanya. Dikocoknya perlahan dan tidak beraturan batang dedek arya dengan tangannya. Aku yang fokus kepada vagina mbak echa, terus memainkannya. Lama aku memainkan vaginanya, terasa ada sedikit tambahan tenaga untuk tubuhku. Kubuka sedikit kaosnya dan Perlahan kulepaskan tali-tali yang berikatan dengan korset mbak echa, kulorotkan CD-nya. Dengan posisi yang masih sama, ku masukan jari tangan kiriku ke dalam vaginanya, tangan kananku beralih meremas-remas susu mbak echa. Ku turunkan kepalaku dan segera aku jilati vagina bagian atasnya. Tangan kananku kemudian membantu bibirku untuk mendapatkan klitoris mbak echa, dan…

ÔÇ£Arrghhhhhhhhhhhhh… papah itil mamah diapain pah erghhhhh…. jilati pah lebih keras, mamah mamah suka… ossssshhhhhhh… lidah papah hebat owghh… mamah suka semua dari papah owghhh… erghhh kocok lebih keras lagi, memek mamah mau dikocok lebih keras lagi pah, lebih keras… mamah suka, ayo pah terushhhÔÇØ racaunya, aku tak mampu memandang ekspresi mbak echa karena ku sibuk menikmati bau peceran rasa dunhill he he he

ÔÇ£papah terus pah memek mamah mau papah, arghhhh… jilati terus, kocok lebih dalam pah owgh… ajari mamah agar bisa memuaskan papah, ajari manager papah ini seks enak.. owgh buat mamah tidak erghh egois lagi pah… hajar mamah yang kurang ajar sama papah ini orghhh enaaaakk enaaaaakk enaaaaakkhhhhh arghhhhh….ÔÇØ racaunya.

Kata-katanya menjadi lebih berani dan membuat aku kembali bersemangat mengocok. Kulepaskan jilatanku dan kupandangi wajahnya yang bersandar di sofa. Ku kocok semakin kerasmulutnya terbuka, lidahnya seakan-akan ingin kelliar bola matanya bersembunyi di kelopak mata bagian atas. Nafasnya menjadi sangat tersengal-sengal, tangan kananya mencengkram sofa dan tangan kirinya mencengkram pundakku.

ÔÇ£Mamah keluaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaarrr….arrrrrrrgghh hh…ÔÇØ teriaknya

Tubuhnya melengking ke atas, kuberhentikan kocokannya. Tubuhnya kemudian menggelinjang beberapa kali, nafasnya tidak teratur. Setelah beberapa kali tubuhnya bergetar beberapa kali, mbak echa mencoba menenangkan nafasnya. Matanya masih terpejam, tubuhnya lemas tak berdaya. Aku kemudian bangkit dan mengangkangi tubuhnya kuarahkan penis ke wajah mbak echa. Ku sodok-sodokan ke mulut mbak echa, mbak echa membuka matanya dan memandangku. Dibukanya mulut indahnya itu dan kumasukan secara perlahan. Hanya sebentar saja, aku kemudian turun di hadapanya.Roknya masih tersibak hingga pinggangnya, ku tarik ke atas kaos mbak echa dan terlihatlah jelas korset yang dikenakannya.

Segera kutarik penutup susunya hingga di bawah susunya itu, sehingga penutup itu menyangga payudara besar mbak echa. Kuposisikan paha mbak echa di atas pahaku, langsung aku terkam kedua buah susunya. kumainkan, kujilat kuremas dan ku sedot-sedot hingga mbak echa yang sudah kehilangan tenaganya menggelinjang nikmat.

ÔÇ£Owghh pah… puting mamah enak, ayo pah nyusu kemamah… suamiku ndak pernah nyusu ke mamah… erghh… terus pah mainkan lidah papah di puting mamah owghhh…ÔÇØ racaunya

Tanganya mengelus-elus lembut kepalaku. Kadang menekan kepalaku ke arah dadanya sehingga membuat aku sedikit sulit bernafas. Ku gigit-gigit kecil bagian susunya sehingga menimbulkan bercak merah. Segera aku bangkit, dan ku pandangi wajahnya dengan senyuman. Mbak echa hanya mampu tersenyum kecil kepadaku. Ku tarik tubuhnya dan kuposisikan menungging di atas sofa.

Plakkk… kutampar pantatnya yang bahenol itu

ÔÇ£Tampar pah, mamah memang egois pah ayo pah tampar lagi, biar mamah tahu kalau papah sukaÔÇØ ucap mbak echa.

Ku tampar lebih keras lagi pantat mbak echa, bukannya mengaduh tapi malah meminta tamparan lebih keras. Kubuka pantat mbak echa, ku cari lubang vaginanya. Ku arahkan dedek arya ke dalam lubang vagina mbak echa. Dengan pengertian, mbak echa memgang dedek arya dan diarahkannya ke dalam lubang vaginanya. Dan blesss….

ÔÇ£ini mah, namanya doggy style alias anjing kenthu mah…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£iiih papah hash hash hash masa mamah dijadikan anjingÔÇØ ucapnya

ÔÇ£lha apa coba namanya?ÔÇØ ucapku sambil perlahan menggoyang pinggulku

ÔÇ£Erghhh… Anjing pah… iya gaya anjing efthhhh mama suka pah… ouwghh… kontol papah enak banget… ayo pah, entot anjingmu ini pah, mamah mau dientot lebih keras lagi pahÔÇØ ucapnya yang mulai menjadi liar kembali

ÔÇ£Owhhh… mamah itu manager apa itu yang baru disebutin mamah?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£Anjing pah, mamah manager papah dan jugaaarghhhh anjing papah owghhh….ÔÇØ racaunya

ÔÇ£Emmmhhh… bukan papah lho yang bilang tapi mamah, kalau papah sih mamah lebih cocok jadi manager pemuas papah…ÔÇØ ucapku nakal

ÔÇ£Arghhh terserah papah, mau anjing mau manager asal papah suka, mamah hanya mau main sama papah selebihnya sama suami mamah… erghhhh….pokoknya selamahhh suami mamah ndak ada papah harus puasin mamah terushhhhh…ÔÇØ racaunya. Aku kemudian menghentikan goyanganku

ÔÇ£kok berhenti? Jangan bikin mama gila pah egrhhhhhhÔÇØ ucapnya

ÔÇ£yang dipuasin apanya? Pakai apa coba?ÔÇØ ucapku nakal

ÔÇ£memek mamah pah… memek mamah dipuasin pakai kontol papah, cepetan pah goyang pah, robekin memek mamah aaaaaaaaaaaaarghhhhhh….ÔÇØucapnya yang kemudian terkejut karena aku mulai menggoyan keras dan ku hentakan ke dalam vaginanya

ÔÇ£ingat mah, hanya papah dan suami mamah memek ini di masukiÔÇØ ucapku

ÔÇ£iya pah mamah janji, makanyaahhhh ajari mamah memuaskannn papah owghhhhh…ÔÇØ racaunya

ÔÇ£terima ini mah…ÔÇØ ucapku

Aku kemudian mempercepat goyangan pinggulku, kupegang pinggulnya dengan kedua tanganku. Aku memandang balutan kerudugnya dari belakang memebuat aku teringat mbak erlina, namun ingatan itu hilang digantikan oleh Ibu. aku coba berkonsentrasi ke vagina mbak echa, ku goyang kembali lebih cepat. Ku telusupkan kedua tanganku ke dalam susunya. tiba-tiba kepalanya mendoangak ke atas.

ÔÇ£papah…. arghhhhh…. mamah hampir sampai…. owghhhhhhh ssssshhhh… terus pah kocok memk mamah sampe robek pah… arghhhh… enak pah enak sekali pah owgh…ÔÇØ racaunya

Semakin keras aku meremas payudaranya, dan semakin kencang aku menggoyang pinggulku. Kepala mbak echa nampak menggeleng-geleng ke kanan dan kekiri. Kerudungnya amburadul tapi masih tetap memperlihatkan balutan modernya.

ÔÇ£papah kontol kontol papah bikin mamah keluar lagiiiiiiiiiiiiiiii aaaaaaaaaaaaaarghhhhhhhhh….ÔÇØ teriaknya

Aku berhenti sejenak, kunikmati pemandangan tubuh seorang wanita yang sedang mengalai orgasme dari belakang. Aku bangkit dan kupegang pinggulnya. Kurasakan dedek arya meminta penuntasan. Tanpa menunggu lama dan memberi mbak echa waktu istirahat. Segera aku paksa mbak echa berbalik dan ku rebahkan di sofa. Mbak echa terkejut dengan aksiku, sedikit ada penolakan. Segera aku buka kedua pahanya dan kuarahkan dedek arya ke vaginanya. Dan blesss….

ÔÇ£Erghhh… pahhhh bentar pah mamah istirahat dulu… owghhh….ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£Sudah mamah diam saja, papah sudah mau keluar…ÔÇØ ucapku sedikit membentak

Penolakan itu kemudian hilang, aku segera menggoyang pinggulku. Langsung aku goyang lebih keras, kedua susunya kini tertutup oleh kaosnya segera aku sibak agar aku bisa memandang gundukan indah itu. Aku goyang semakin keras, mbak echa nampak belingstan

ÔÇ£papah… pelan pah… arggghhhh robek pah memek mamah… gila… papah gilaaaa…. memek mamah bisa robek pahhh owghhhh….ÔÇØ racaunya

ÔÇ£terushhh ayo pah terus robek memek mamah, arghhh… ah ah ah ah… kocok lebih keras pah, maukan lebih dalam pah… arghhhh… aduh….kontol papah nyentuh rahim mamah, mentokk paaaahhhh… kocok lebih keras puaskan hasrat papah… kocok lebih keras lebih dalam owghhhh….ÔÇØ racaunya kembali

Dengan nafsu yang sudah di ubun-ubun,dan sperma yang sudah di ujung dedek arya. membuat aku semakin keras dan menghentak-hentakan dedek arya di dalam vagiananya.

ÔÇ£mamah owgh mamahku managerku aku akan keluaaaaaaaaar…..ÔÇØ ucapku

ÔÇ£tumpahkan pah, mamag juga hampir sampai, mamah ingin peju papah di memek mamah aaaaarhhhh sirami memek mamah dengan peju papah owghhh….ÔÇØ racaunya

ÔÇ£papah keluaaaaaaaaaaaaar aaaaaaaaaaaaaaaaaaaarrrgghhhhh ah ah ah ahÔÇØ teriakku

ÔÇ£mamah juga papahkkuuuuuuuu erghhhhhhhhhhh…. eh eh eheÔÇØ teriaknya

Croot croot croot croot croot croot croot croot croot

Tubuhnya menggelinjang, begetar beberapa kali kemudian diam. Aku peluk tubuhnya dan kurasakan cairan kami berdua bersatu. Kucium bibirnya dan kami saling berpagutan. Nafas kami bersatu dalam lelahnya seks malam ini. aku tidak tahu apa yang akan terjadi esok hari ketika aku harus jujur kepada Ibu, hukuman apa yang akan aku dapatkan.

ÔÇ£emmmmhhh… papah hebat hes hes hes… baru kali ini mamah ngerasain kenthu yang enak pahÔÇØ ucapnya

ÔÇ£besok, kalau suammi kamu pulang coba dipraktekan ya mah… kalau bisa di video terus tunjukin ke papahÔÇØ ucapku nakal dan masih memeluknya

ÔÇ£iiih papah hash hash hash kan mamah malu…ÔÇØ ucapny

ÔÇ£udah dikenthu papah kok masih saja maluÔÇØ ucapku

ÔÇ£iya dech pah kalau inget… hi hi hi hash hash hash… pah pindah ke kamar yuk, terus boboÔÇØ ucapnya

ÔÇ£iya, tapi papah ingin mamah tetep pakai ini semuaÔÇØ ucapku

ÔÇ£iya pah…ÔÇØ ucapnya dengan senyuman nakal, dengan sisa tenagaku aku membopongnya di depanku dengan posisi dedek arya masih tertancap.

Terasa cairan cinta kami mengalir dari vagina mbak echa. Entah dimana saja tetesan itu jatuh. Hingga dalam kamar aku kemudian merebahkan tubhnya dan kulepaskan dedek arya dari sarangnya. Kudekap tubuhnya hingga tubuhnya tertutup oleh kehangatan tubuhku.

ÔÇ£pah… kalau pengin lagi ngomong ya, kalau mamah ndak mau dipaksa saja pah, khusus papah mamah mau dipaksaÔÇØ ucapnya

ÔÇ£iya mamahku yang sekarang nakal, hash hash.. sudah bobok dan…ÔÇØ ucapku kemudian berbisik di telinganya

ÔÇ£iiih papah, imajinasinya aneh-aneh dech…ÔÇØ

ÔÇ£tapi papah harus janji pulang siang ndak boleh pagiÔÇØ ucapnya

ÔÇ£iya mamah, masa memek enak dilewatkanÔÇØ ucapku

ÔÇ£bobo pah…ÔÇØ ucapnya

Kami kemudian terlelap dalam lelahnya malam. Tubuh kami saling berpelukan dan saling menghangatkan. Kurasakan dinginnya AC membuat kami semakin erat berpelukan. Entah kapan AC itu menyala, mungkin ketika mbak echa berganti pakaian. Nafas kami bersatu hingga tak sadar akan waktu yang terus berdetak.

Pagi hari menjelang, namun aku masih tetap pulas dalam tidurku. Kucoba membuka mataku mbak echa masih tidur disampingku, dengan pandangan buram kulihat jam dinding menunjukan pukul 08:00. Masih terlalu pagi dan aku masih terlalu lelah, aku kemudian mencoba untuk tidur kembali. Kupeluk tubuh mbak echa dan kembali terlelap.

Tak tahu berapa lama aku kembali tertidur, tapi ada yang membuatku harus terjaga dan terbangun. Kucoba membuka mataku, kupandangi jam dinding pukul 10:30. Ku alihkan pandangan mataku ke arah bawah, ke selangkanganku.

ÔÇ£Pagi pah… gimana nyenyak pah tidurnya…ÔÇØ ucap mbak echa. Kemudian dia berdiri di hadapanku yang sedang tidur terlentang ini.

ÔÇ£Seperti keinginan papah kan?ÔÇØ ucap mbak echa.

Ah, aku lupa jika tadi malam aku membisikan untuk membangunkan aku dengan pakaian yang aku inginkan. Jujur saja, aku ingin melihat mbak echa memakai korset dan stockingnya kembali serta kerudungnya saja tanpa pakaian sama sekali. Pemandangan yang aku lihat sekarang adalah yang aku bisikan ke mbak echa tadi malam tapi pagi ini mbak echa tanpa celana dalam. Tiba-tiba mbak echa mengngangkangi dedek arya.

ÔÇ£Pah, mamah sudah ndak tahan, papah dibangunin ndak bangun-bangunÔÇØ ucapnya sambil mengarahkan batang dedek arya ke vaginanya. Dan blesss… tubuhnya tegak menantang, perlahan dibukanya penutup susunya dan ditariknya kebawah seperti malam tadi sehingga susunya seakan-akan terangkat lebih ke atas lagi. Diletakannya kedua tangannya di dadaku dan mulai menggoyang pelan.

ÔÇ£papah capek ya? Mamah juga pah tapi mamah seneng papah ngajari mamah banyak sekaliÔÇØ ucap mbak echa

ÔÇ£Papah tiduran saja, nanti malah ndak bisa pulang hi hi hiÔÇØ lanjutnya

ÔÇ£erghhhh hoaaam… main pelan ni mah ceritanyaÔÇØ ucapku

ÔÇ£heÔÇÖem pah pelan saja, ni erghhh… kontol papah nyodok-nyodok rahim mamah… pengen punya dedek mungkin ya pah emhhh emmh…ÔÇØ ucapnya sambil menggoyang maju mundur sangat pelan dan teratur. Terasa sangat linu, namun aku tidak ingin mengambil resiko daripada aku merasakan lelah berlebih.

ÔÇ£erghhh… emang beneran pengen mah?ÔÇØ ucapku menggoda. Sambil bangkit dan meletakan bantal tambahan di belakangku. Ku belai payudara indahnya itu.

ÔÇ£tapi pah jangan ya pah, biar suami mamag saja, ntar ketahuan bisa gawat pahÔÇØ ucapnya

ÔÇ£kok bisa ketahuan?ÔÇØucapku

ÔÇ£Ya jelaslah, kalau anaknya putih manis ya jelas bertolak belakang sama suami mamah pahÔÇØ ucapnya

ÔÇ£tinggal bilang saja kalau mirip ibunyaÔÇØ ucapku menggoda walau sebenarnya aku tidak ingin meninggalkan monumen di dalam kehidupan mbak echa, cukup sejarah saja.

ÔÇ£tetap saja pah, kalau kulitnya putihnya kaya punya papah? Coba lihat mamah pah, sama papah saja masih putihan papahÔÇØ ucapnya manja

ÔÇ£jangan ya pah, lagian mamahkan belum tahu suami mamah itu pejunya bisa membuahi atau tidak. Kalau seandainya suami mamah periksa dan hasilnya tidak sedangkan mamah hamil, bisa perang dunia dong pahÔÇØ ucapnya

ÔÇ£iya mah, lagian enakan gini saja mah he he heÔÇØ ucapku

ÔÇ£pah, papah sama dian sajaÔÇØ ucapnya tiba-tiba. Ah sial kenapa ini cewek malah bahas dosenku

ÔÇ£apaan sih mamah itu, kok bawa-bawa nama dosenkuÔÇØ ucapku

ÔÇ£Kalau mamah sih setuju pah, kalau papah sama dian, mamah ndak ganggu deh. Walau kita ketemu Cuma sebentar, mamah tahu kok dian orang baik.ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£hadeeeeh…. kok sampe-sampenya kepikiran kaya gitu to mah?ÔÇØ ucapku yang kemudian mengangkat pinggulku

ÔÇ£Aaaaahhh… papah jahat dech…ÔÇØ

ÔÇ£Ya ndak sih, kelihatanya papah sama dian pasangan serasi. Hi hi hi…ÔÇØucapnya kemudian mulai menggoyang agak sedikit keras

ÔÇ£Tapi terserah papah mau sama siapa… yang penting selama seminggu ini ajari mamah untuk bisa memuaskan suami mamah. Karena waktu papah di tempat mamah tinggal seminggu lagi, kalau arghhhh suatu saat ketemu papah menginginkan tubuh mamah. Mamah siap pah owghhh… kontol papah boleh masuk kapanpun pah owghhhh…ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£Sekalipun ada suami mamah dirumah?ÔÇØ ucapku menggoda

ÔÇ£Iya pah, mamah akan melayani papah kapanpun papah mauÔÇØ ucapnya

ÔÇ£ndak mah, ndak tega papah he he heÔÇØ ucapku yang langsung memegang pinggulnya dan menaik turunkan vaginanya

ÔÇ£owghh pah ini mentok banget pah owghhh kontol papah mentok banget….ÔÇØracaunya. langsug kudorong dan kurebahkan tubuhnya di kasur, dengan posisi konvensional ku pompa semakin keras.

ÔÇ£papah… owghhh ya tersu pah kontol papah paling nikmat owghhh… ya memek mamah disodok kontol papah, nikmat sekali pah… owghhh terus pah tersu yeahhhh… kocok lebih kuat pah, buat memek mamah gila karena kontol papah owgh ya terus pah terus….ÔÇØ racaunya

ÔÇ£terima kontol papah mah, akan papah robek memek mamah, biar mamah tidak egois lagi!ÔÇØ ucapku sedikit keras

ÔÇ£iya pak, hukum mamah karena mamah egois, sodok lebih keras pah owghhhh…. buat mamah jadi wanita seutuhnya pah arghhhh… owghhh…. nikmat sekali pah….ÔÇØ racaunya

ÔÇ£papah owghh papah mamah suka kontol pappah, mamah hampir keluar pah….ÔÇØ racaunya

ÔÇ£papa, juga hampir keluar mah…ÔÇØ racauku

Aku semakin mempercepat kocokanku. Tubuh mbak echa meliuk-liuk bagaikan ular kepanasan. Kepalanya mendongak, terasa kontolku mentok di dalam vagina mbak echa. Pagi hari, adalah waktu dimana aku sering cepat keluar. Dan….

ÔÇ£mah, papah mau keluar, papah mau keluar di wajah mamah…ÔÇØracauku

ÔÇ£mamah juga pah, terserah papah mau keluar dimaha owghhh….ÔÇØ

ÔÇ£papaaaaaaaaaahhhhhh kontol papah enaaaaaaaaaaaaaaaaaakkk….ÔÇØ teriaknya yang disertai tubuhnya menggelinjang nikmat. Bersamaan dengan keluarnya cairan nikmat mbak echa, aku pun juga merasakan hal sama, sedikit aku tahan dan kucabut dedek arya dari vagina mbak maya. Segera aku bangkit dan ku berjongkok di atas tubuhnya.

Crooot crooot crooot crooot crooot crooot crooot crooot

Spermaku keluar di wajah mbak echa yang berbalutkan kerudung itu. Sungguh pemandangan yang sangat indah, spermaku sudah terlihat encer walau ada sedikit yang kental. Maklum sudah keluar beberapa kali. spermaku ku tumpahkan tepat diwajahnya, ada yang di matanya, pipinya, mulutnya, keningnya dan bahkan ada sedikit yang muncrat di di kerudungnya. Aku kemudian rebah di bawah selangkangan mbak echa atau dengan kata lain aku rebah berlawanan dengan tubuh mbak echa.

Selang beberapa lama mbak echa bangkit, dan membuka matanya. Kemudian tersenyum ke arahku yang sedang rebahan. Diperllihatkannya spermaku yang mulai mengalir dan jatuh dari wajah mbak echa. Lidahnya kemudian keluar menjilat-jilat sperma itu, dengan bantuan jari-jarinya mbak echa kemudian melap semua sperma itu dan melahapnya. Pemandangan itu akhirnya berakhir, aku dan mbak echa secara bergantian membersihkan diri di kamar mandi.

Selepas kami membersihkan diri, aku kemudian memakai semua pakaianku kembali untuk segera pulang. Mbak echa dengan hanya mengenakan tank-top dan celana dalam mengantarkan aku sampai di garasi. Sebelum aku pulang, aku cium dan peluk tubuhnya, kuremas susunya hanya itu saja. Karena kami saling mengerti bahwa kami sudah kehabisan tenaga.

Akhirnya aku memacu REVIA menuju rumah. Dalam perjalanan aku sedikit merasa bersalah pada Ibu, entah hukuman apa yang akan aku dapatkan. Pikiranku berkecamuk, bagaimana caranya aku jujur kepada Ibu. sesampainya di rumah aku disambut oleh Ayahku di teras rumah, aku salim dan kemudian masuk kerumah. Di dalam rumah ibu menyambutku dengan senyuman manisnya. aku kemudian duduk di sebelah ibu tepat di depan TV.

ÔÇ£Hmmmm…..ÔÇØ Ibu hanya mengguman dan tersenyum kepadaku. Aku jadi salah tingkah sendiri.

ÔÇ£Bu…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£Iya…ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£itu…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£apa?ÔÇØ balasnya

ÔÇ£Maafkan Arya…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£Hmmm… pasti deh, dasar kamu itu!ÔÇØ ucap Ibu sedikit membentak

Aku kemudian menceritakan kejadian yang baru aku alami. Kulihat raut cemburu ibu mulai terlkis di setiap nanometer wajahnya. Ibu membuang muka dan hanya memandang televisi. Tak digubrisnya aku, bahkan ketika aku mau memeluknya ibu menepis tanganku.

ÔÇ£Kamu dihukumÔÇØ ucap Ibu

ÔÇ£Eh… maaf bu… tapi bu…ÔÇØ

ÔÇ£Iya bu, Arya salah…ÔÇØ balasku

ÔÇ£pokoknya dihukum, masuk kamar, istirahat dulu sanaÔÇØ ucap Ibu

Aku kemudian beranjak ke kamarku. Sudah tidak ada lagi pikiran untuk memecahkan misteri-misteri mengenai Ayahku. Hingga sore hari ketika aku mandi pun Ibu tidak mau memandangku. Wajahnya memang tidak melihatkan amarah kepadaku namun untuk memandangku saja tidak mau. Aku kehilangan senyuman bidadariku karena keegoisanku dan rasa tidak ingin diremehkan dihadapan mbak echa. Bahkan sampai pada acara makan malam tiba Ibu juga masih cuek kepadaku. Aku akhirnya pasrah dengan perlakuan Ibu, karena aku tahu aku salah. Aku kemudian tidur tepat pukul 20:00 lebih awal dari biasanya karena aku sudah tidak tahu lagi apa yang harus aku lakukan.

Cik icik bum alala bum bum cik icik bum alala bum bum. Bunyi ringtone sematponku. Ibu. kuangkat dengan rasa kantuk yamg masih menyelimuti, kulihat jam pada sematponku, 12:00. Ada apa Ibu menelepon malam-malam? Kan bisa datang langsung ke kamar dan menghukumku?

ÔÇ£Iya Bu, haloÔÇØ

ÔÇ£Turun kebawah, ke kamar Ibu, ada hukuman buat kamuÔÇØ

ÔÇ£Eh kok dikamar Ibu, Dia dimana bu?ÔÇØ (karena bisa gawat kan kalau ibu meminta dan Ayah di sana)

ÔÇ£Pokoknya kesini, biar kamu tahu rasanya dihukumÔÇØ tuuuuuuuuuuttt….

Aku terkejut, apakah Ibu sudah bilang ke ayah mengenai hubunga kita? Mati aku… aku kemudian bangkit, rasa kantukku hilang dan segera aku menuju kamar Ibu. Kusiapkan mental baja dan tulang besi serta otot kawatku. Kuhela nafas panjang di depan pintu kamar Ibu. IÔÇÖm ready to kill him, itulh kata-kata yang terus berputar di kepalaku. Kubuka pintu pelan kleeeeeeeeeeeeek….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*