Home » Cerita Seks Mama Anak » Aku Pengganti Ayahku

Aku Pengganti Ayahku

TORO (40)= AYAH KU
SINTA (34)= IBU TIRI
DIKA (18)= AKU (ANAK KE 1 PERNIKAHAN 1)
NITA (16)= ADIK 1 (ANAK KE 2 PERNIKAHAN 1)
RISKA (14)= ADIK 2 (ADIK TIRI)

Perkenal kan aku dika aku masih sekolah di stm jurusan bangunan. tingi 167 kulit putih yang kudapat dari neneku badan sedikit berisi, mata sipit, dan ukuran penis ku 15cm. Aku orang yang ceria tapi ceriaku pudar karena sepenigal nya ibuku 1.5 th lalu. belum bisa muv on dari kesidihan, aku mendapat kabar bahwa ayahku akan menikah lagi dengan janda ber anak 1. Kabar itu membuatku sedih dan benci teramat sangat.

Tok…..tok……
Krieeeek…. Brakk….

“kenalkan dik ini sinta ibu baru mu”ujar ayah memperkenalkan ibu tiriku.

“sinta”sambil menyodorkan tangan nya.

“dika”sambil menyambut tanganya dengan tatapan sinisku yang menunjukan ketidaksukaan ku padanya.ku akui sih ibu tiriku ini memang seksi,
tinggi, dadanya menggugah selera putih kayak sara azari, tapi itu semu kalah dengan kebencianku padanya.

“oh ya ini kenal kan adik barumu”ayahku memperkenalkan anak dari ibu tiriku.

“kenalkan kak saya rizka”menyodorkan tangannya sambil tersenyum.

“ya”sambil tersemun sedikit padanya.ya walaupun aku membenci ibunya tapi aku tak tega membenci anaknya yang tak tau apa2.

“terus, adikmu nita kemana dik! Kok gak kelihatan”menayankan adiku nita.

“gak tau tadi main kalik”dengan jawaban sinis dan membalikan badan dan langsung menuju kamarku.

“dik mau kemana kamu ayah belum selesai bicara”dengan nada yang agak keras memanggilku. Tapi sayangnya aku tidak mempedulikan ayahku.

“apa dia terlalu membenciku, sayang”Tanya ibu tiriku pada ayah.

“mungkin sekarang dika agak membenci mu sedikit ya mungkin karena baru ditingal ibunya 1.5th lalu. Tapi itu tak akan lama. Seiring waktu dika akan menerimamu”jawab ayah.

“tapi dika kok bisa menerima rizkaya, sayang” ujar sinta.

“itulah dika walupun dia agak membencimu dia tak tega membenci adiknya, rizka”ujar ayah dan mengandeng sinta “ ayo masuk sayang” mengaja sinta masuk.

Ya hari2 ku yang tidak menyenangkan setelah dia ada di rumah ku. Beda aku beda lagi adiku nita di menirima si sinta itu jadilah mereka akrab. Memang aku agak akrab pada rizka anaknya tapi sangat membenci ibunya sinta.
7 bulan setalah kejadian itu aku lulus dari stm dan diterima menjadi drafter di salah satu CV dikotaku. Itupun karena pemilik cv itu adalah teman guruku. Aku menyibukan diri dengan perkerjaan ku agar aku melupakan kebencian ku padanya. Tapi semua itu berubah pada hari itu. Dimana ayah ku mendapat kecelakaan. Ayahku koma beberap hari. Akhirnya ayahku siuman.
Ayahku menbuka matanya

“sayang……sayang…….kamu sudah sadar”sambil memgang tangan ayahku.

“sayang tolong pangil anak2”memberi tahu sinta.

“dik…nit….ris…ayah sudah sadar masuk lah”keluar dan membuka pintu memangil kami.

“ayo dek masuk yuk”ajakku pada adik2 ku.

“ya kak”sahut nita dan rizka.

“ayah sudah sembuh”Tanya ku saat duduk di sampingnya.

“dik”ayah memangilku.

“iya yah dika disini “ ujarku pada ayah

“jika ayah nati pergi tolong gantikan ayah untuk menjaga adik2mu dan bunda muini”kata ayah sambil memegang kepalaku.

“emang ayah mau kemana plisss yah jagan tugalin dika”kata ku sambil menagis dan memegan tagan ayah.

“engak ini pesan ayah kalok terjadi apa2 pada ayah”membalas pegangan tanganku. Ayah maganti pandanganya pada nita dan rizka “untuk kedu bidadari ayah nita dan rizka nurut apa kata kakak mu dan bundamu dan jagan nakal ya”melepas pegannya padaku dan memegan tangan kedua adik ku.

“ya yah kami akan mengigat kata2 ayah”jawab nita.

“iya yah rizka juga akan mengigat kata2 ayah”jawab rizka.

“dan untukmu sayang aku titip anak2 ku , dan juga dika rawat dika seperti kamu merawatku, sayang“ melihat sinta dengan tatapan sedih.

“sayang aku akan menjaga mereka dan merawat mereka”kata sinta sambil menangis.

Itu kata kata ayah dan kami kira ayah akan pergi tapi kami bersyukur karena ayah masih hidup. Sehari setelah kejadian itu hal yang tak ter duga datang ayah mendapat kabar bawa di PHK dan berita ini membuat ayah syok, jatungan dan kondisinya masih lemah akibat kecelakaan. Apa daya dokter yang sudah berusaha tapi ayah tidak tertolong. Kami bersedih sekali hinga semingu aku tak masuk kerja, sinta menagis di kamarnya, adik2 ku bolos dari sekolah. Pada hari ke 6 setelah meningalnya ayahku aku bermimpi bertemu denganya.

“dik….dika kenapa kamu menagis sayang”sesosok orang menhapiriku.
Aku melihanya dengan teliti ternyata ayah “ayah”

“iya dik kenapa kamu bersedih”sambil meng elus2 kepalaku.

“kenapa ayah meningalkan kami yah”menatap nya dengan sedih.

“semua orang pasti pergi dik tapi wak tunya saja yang ber beda2”ujar aya.

“tapi kenapa ayah tak mengajaku aku igin bersama ayah dan mama”kataku sambil masih menangis.

“kamu belum saat nya dik kamu harus mengantikan ayah untuk mengurus bundamu sinta dan kedua adikmu nita dan rizka kamu harus bagun dari kesedihan ini kamu gak mau mengecewakan ayah dan mamamu kan”tanyanya pada ku.

“tapi yah dika belum siap, apa dika mampu”aku balik bertannya.

“aku percaya padamu dik kamu pasti bisa pasti…..pasti…. pastttiii…….”ayah bergi meng hilang.

“ayaaaahhhhh”aku berteriak dan bangun dari tidurku nafaku tidak beraturan kayak dikejar anj*****ng.

“Cuma mimpu hosstt…hossttt”mengatur nafasku.
Aku berfikir tentang mimpi tadi “iya munkin tadi pentunjug agar aku tidak bersedih ber larut2 aku harus melanjutkan hidupku kalok aku terus begini gimana nasip adik2 ku” dengan hentakan aku pergi mandi dan berangkat ke tempat kerjaku.
Ditem patkeerjaku aku disambut hangat dengan teman dan bosku akupun melajutkan perkerjaan yang terbengakalai. Hari itu adalah hari gajianku bosku memahami sutuasi ku dan tetap mengajiku walaupu di potong karena tidak masuk hampir semingu lebih. Tapi itu tertutup dengan dana bela sungkawa dari teman2ku. aku pun pulang sebelum pulang aku mencari makan utuk kubawa pulang dan ku persiap kan semua di meja makan. Sesudah itu aku mehampiri kamar nita dan rizka.

Aku melihat kedua adiku berpelukan sambil menagis melihati foto ayah “hemm kasina mereka”

Aku duduk di antara mereka. Mereka pun memeluku dan menagis lagi “nit,riz sudahlah jagan mengis lagi iklaskan ayah dek”aku mengusap kepala mereka.

“ttttapi kkkkakk aaaayahh haaaaaaa”merak menangis lagi.

“ya dek kaka juga sedi tapi tadi kakak tadi pagi bermimpi ketmu ayah”mereka memeluk ku dengana reat dan memperhatikan kata2 ku. “ayah berkata untuk jangan bersedih dan kita harus melanjutkan hidup ini dan ingat kata2 ayah saat di rumah sakit ayah menitipkan tangung jawab pada kakak untuk mengurus kalian dan bundamu riz”kataku pada mereka.

“iya sih kak tapi kami kayank nya belum bisa kak”masih ter seduh2.

“tidak ada tapi tapian kalian harus melanjukan hidup dan sekolah kalian dek apa kalia mau mengecewakan ayah”jawap ku agak tegas.

“tidak kak kami tak mau”jawab mereka sambil mengusa air matanya.

“baik sekarang kalian mandi lasung keruang maka cepet kakak mau memagil sinta dulu”akupu berjalan keluar dan menuju kekamar sinta.
Kriek…..brak……..

Aku gak terbengong melihat sinta dengan daster tipis tanpa mengunakan BH dan celana dalem dan kulihat mulus kulitnya membuat dedek ku menegang. Walupun dengan rambut yang tak beraturan dan air mata yang masih menetes melihat foto ayah. “bukan saat nya aku berfikir mesum disaat begini” ujarku dalam hati. Aku samperin sinta dan duduk di sebelahnya. Tiba2 di memeluku dengan erat sehinga kurasak du buah gunung yang lembut dan kenyal menyentuh badanku membuat tegangan semakin tinggi saja pada dedeku. “aduhh bisa2 jebol nih perjaka gue” ujarku dalam hati.

“sin, kita harus iklaskan ayah”aku menatap nya sambil bicara.

“tttapi dddik aaaayahhhmu hhhhaaaa”dia menagis sambil memper erat pelukanya.

“sint kamu pasti masih inggat apa yang di katakana pada mu saat diruma sakit kan”ujarku padanya. Dia haya mengagukan kepalan.

“ayah meberikan tugas padamu untuk merawat kami dan tugas untuku adalah mengantikan ayah menjaga, membahagiakan,dan memberi nafkah pada kalian semua” aku memgang pundak sinta dan menatapnya.

“iya dik aku tau tapi apa aku sanggup”sambil menatap ku balik.

“pasti sin pasti kita bisa awalnya aku juga berfikir begitu setelah melihat kedua adiku apa aku mem biarkan mereka putus sekolah begitu saja bersama2 kita pasti bisa”kataku untuk menyemangati sinta.

“baik dik akan kucobo demi kaliana”sambil mengusap air matanya.

“kalok begitu cepat mandi dan turung keruang makan aku tunggu” akupun melangakah kan kaki menuju ruang makan.
Sampai di ruang makan dengan meja yang bundar dan 5 kursi megelilinginya kulihat belum ada orang aku pun duduk untuk menungu mereka. oh iya lupa aku memberi tahu rumahku rumaku ini tak begitu besar latai 1 berisi (ruang tamu/ruang keluarga, ruang makan dapur dan km/wc utk tamu) latai 2 (kamar sinta dan ayah,kamar aku, dan kamar nita/rizka,KM/wc).

Tak lama merekapun turun dengan waja yang mendingan. “hai kak lama ya nungunya”.

“ngak…. duduk dek ini kakak tadi beli makanan untuk kalian”aku menyuruh mereka duduk.

“iya kak bunda mana kak”rizka bertanya padaku.

“oh lagi mandi kalik gaktau paling bentarlagi turun”jawab ku.

Bundapun turun dengan daster warna ping dan tipis menunjukan lekuk tubuhnya tapi kali ini dia memakai BH dan CD.

“udah lama ya nungu bunda”Tanya sinta pada kami.

“engak kok bun”jawab adik2 ku.

“duduk sint makan tadi aku beli makanan”memper silahkan duduk. Dengan mata yang masih melekat melihat keindahan badan sinta. Diapun duduk dan mataku belum berpaling .

“kak….kakkkkk”nita memangilku. Akupu tidak mengubris mereka karena aku sedang kosoen melihat keindahan sinta.

Nita pun menepuk pundak ku dengan keras “heeeh…. “ mengagetkanku “apasih nit gagetin aja deh” ijarku agak sebel.

“hayooo kaka dari tadi liatin bunda kakak sagekan liat bunda yang seksi”ujar nita meledeku.

“apaan sih nit godain kakak aja”jawabku dengan sedikit malu.

“ciyeee lihat wajahnya kak dika merah tuhhh benerkan hahahahaha…”mereka semu ketawa.
Akupun dengan malu2 juga ikut ketawa yah sedikit berkurang lah, dan mencairkan suasana “huuffff”.

“sint sebelumnya aku minta maaf aku mau gomong”aku mebuyarkan suasana yang dari ceria menjadi serius.

“gomong aja dik emang ada apa”menangapi pertanyaan ku.

“untuk sekaarang maaf aku belum bisa memangilmu bunda maaf sin tapi seiring waktu pasti aku bisa tolong sabar ya sint”kataku sambul menundukan kepala.

“ngak apa2 dik aku gerti kok dan aku percaya sama kamu ko”sambil menepuk pendak ku.
Aku mengambi uang yang ada di amplop “nih sin gaji aku yang baru aku ambil tolong kamu pegang dan buat se cukup2nya” sambil menyodorkan amplop gajianku tadi.

“kenapa di kasihkan bunda dik kok gak kamu pegang aja dik”ujar sinta.

“sesua pesan ayah aku sekaang menjadi kepala rumah tangga dan ini kewajibanku dan untuk kalian nita,rizka kalok ada kebutuhan bilang ke kakak pasti kaka usahain”ujarku pada mereka.

“iyak terimaksih ya kak aku janji akan sekolah sungu2 ”ujar nita sambil memeluk ku.

“iya kak rizka juga jaji akan belajar sungu2”ujar rizka dan berdiri menuju bangku dan memeluk aku.

“memang ayahmu tak salah mem berikan tangung jawab ini padamu dik” ujar sinta dan ikut memeluku.

Kurasakan payudara sinta yang besar menyentuh bahuku, sedang payudara nita yang lumayan besar tapi tak sebesar sinta juga mengenaiku dibahuku, sedangkan payudara rizka yang cuku besar yang dalam masa pertumbuhan, ikut memeluku dari belakang. Enaknya di peluk 3 bidadari canti2 ini.

3 bulan dari per cakapan itu ada satu pikiran yang menganguku “kenapa sinta tidak menikah lagi padahal aku kira ayah menikahi sinta karena nafsu dan mukin sebaliknya juga” pikirku dalam hati. Pikiran ini menggaguku beberapa hari ini. Kutekatkan untuk bertanya pada sinta sepulangnya kerja. Dan kebetulan lagi sepi proyek jadi pulang awal dari dugaan. Akupun pulang dan kulihat ada mobil orang di luar. Saat aku masuk ada orang bicara sama sinta orang itu tidak terlalu tua lah ya sama kayak sinta munkin ter paut 2/3 th lah. Aku mendengar kan per cakapan mereka.

“sin kedatanganku kesini mau melamarmu apakah kamu mau menerimamu sin sunguh aku sayang sama kamu sin dari dulu”kata orang itu.

“maaf mas sinta sudah senang dengan keadaan ini jadi maaf sekali harus menolak penawaran mas herman” sinta menolak tawaran orang itu.
Kayaknya cowok itu kurang senang dengan penolakan sinta. Diapun berdiri dan menarik tangan sita “he dengar ya perek aku gak suka di tolak apa lagi sama lo”menarik tangan sinta dengan kasar sam pai sinta pun.

“aduhh sakit mas jagan tarik tangan sita mas”nada sinta yang kesakitan,

“munkin kalok gue nujukin kejantanan gue pada lo pasti lo bisa terima gue hahahaha”dengan nada mengacam.

“jangan mas sinta mohon”nada memohon.

“engak usah belagak nolak dasar pelacur”dengan nada membentak sinta.

“plisss mass jagann”memohon dengan berlinang air mata.

Di tidak mengubris kata2 sinta “ayok kita kekamar saja sayang biar lebih leluasa” menarik sinta menuju lantai 2.
Akupun sudah geram dari tadi membututinya dari belakang. Belum sempat mencapai depan tangga aku hantam kan bogem mentahku ke muka baj***an itu“duuubb… bruakkk…. breggg….” Diapun jatu tersungkur dengan darah pipinya yang agak robek oleh cicinku.
Dia pun berdiri “oh ada yang jadi sok pah lawan ya”dengan mengusap dara di pipinya.

Dia mencoba memukulku tapi aku tangkis dan lasung kutonjok lagi “duuubb… bruakkk…. breggg….” Dia jatuh tersungkur lagi. Dipun ber diri lagi tapi dengan memuntahkan giginya yang copot ketangan nya lalu bergegas lari. Malum dulu pernah ikut pencak silat men.
Akupun menenghampiri sinta yang menagis di lantai gara2 diseret taidi. “ayo kita kekamar saja sint”mengajaknya dan memapahnya menuju kamar sinta. Sempainya dikamar aku dudukan dia di sofa dan mem bawakan air minum gara sinta lebih tenag.

“sudah sint tadi udah berlalu”ujraku untuk membuatnya lebih tenang.

Dipun memeluku erat dan menangis “haaaaa haaaaaa….”tangisnya sambil memeluku lebih erat.
Kurasakan tonjolan payudaranya menyentuh badanku yang membuat penisku menegang tak tertahan. “sudah sint ini airnya di minum lagi”menenangkanya sambil menyodorkan airminum tadi agar lebih teneng.

“makasih dik”jawabnya dan langsung menegak airnya hinga abis.

Setelah beber rapa menit kurasa sinta sudah tenang aku ingi mennyainya bukan tentang peris tiwa tadi melainkan pertanyaan yang menghantuinku beberapa hari ini.

“sebelumnya aku minta maaf sint”kata memecah lamunannya.

“ya dik”sinta memalih melihatku.

“boleh aku bertanya sint”tanyaku pada sinta.

“boleh dik emang Tanya apa dik”jawab sinta.

“sebelumnya aku minta maaf lagi jika menyingung hatimu sint per tanyaan ku yang pertama kenapa kamu tidak menikah lagi, yang kedua kenapa kamu begitu cepat menikah dengan ayahku yang yang baru menduda 1 th tapi sebelumnya aku minta maaf lagi ya sint dan kenapa tidak kamu terima tawaran orang tadi”pertanyaan ku pada sinta.

“oh itu mungkin cerita ini bisa menjawa pertanyaanmu semua”kata sinta sambil memandang ku. “ini berawal dari bla…..bla…..blaaa gitudik” cerita sinta pada ku.

Cerita sinta: ku ketahui bahwa sinta adalah cinta pertama ayah dan sebaliknya. Ayah mengenalnya saat sering menggantar adiknya kesekolah karena sinta adalah teman adiknya. merekapun pacaran hampir 1th itu sinta memberikan keperawananya pada ayah tapi saat ayah ingin menikah hinya mereka tak direstui oleh oran tua ayah maupun orang tua sinta. mereka sudah di jodoh kan masing2 sinta dijodohkan sendiri sedangkan ayah di jodohkan dengan mamaku mereka berpisah lama hinga bertemu lagi saat mengantar adiknya reoni karena suami adiknya keluar negeri dan adiknya sedang hamil. Di situlah ayah bertemu dengan sinta lagi dan mengetahui sudah menjanda dan rasa cinta yang dulupun terkubur kini hidup tak terkendali.

Aku mendengar cerita itu aku merasa sedih dan menyesal karena membencinya dan berfikir yang tidak2 padanya.akupun meneteskan air mata.

“maaf bunda maafkan dika bunda dika berfikir tidak baik pada bunda salama ini hi..hiiii….”sambil sungkem dilututnya dan menangis minta maaf.

“apa kamu bilang dik coba bilang sekalilagi”bunda menangis mukin bunda antara sedih dan marah karena akau.

“iya bunda dika minta maaf sama bunda karena dika pikir bunda adalah simpanan ayah dan rizka adalah anak dari perselingkuhan bunda dan ayah jadi saat itu aku sangat marah sekali dika minta maaf sama bunda haaaa …. Hiiiii…” aku semakin hiteris Karena merasa bersalah pada bunda.

“bukan itu dika pangil aku dengan sebutan itu lagi”mengngkatku untuk berdiri.

“bunda”pangilku pada sinta sambil berlinag air mata.

“iya itu sayang” bunda memeluk ku dengan erat dan menagis.

“iya bunda mulai sekarang dika janji bukan hanya memangil dengan sebutan bunda tapi menjaga bunda dan melaksanaka wasiat mendiang ayah bun”janjiku masih dalam keadaan bersedih.

“bunda juga sayang sama seperti kata ayahmu bahwa bunda akan merawat adik2mu dan merawan kamu layaknya merawat ayah kamu sayang”bunda berjanji padaku.

Setelah kejadian itu kami makan dan saat makan nita telfon minta izin karena igin menginap di rumah temanya. Sedangkan rizka menemani tante yang lagi parno sama film hatu2an gitu jadi suruh menemani tidur karena suaminya sedang keluar negeri. Selesai makan Bunda menyuruhku datang kekamarnya nati malam karena ada hal yang mau di bicarakan penting katanya.
Malemnya seperti biasa pakaian santai saat dirumah dengan kaos dan celana boxser aku mendatangi kamar bunda dan mengetuknya.
“tok….tokkkk….tokkk bunda”pangilku.

“masuk sayang gak dikunci”ujar bunda mempersilah kan masuk.

Aku terpesona melihat bunda dengan rambut yang terurai kebelakang sampai pungung dan mengunakan gaun tidur tipis berwarna ping dengan tali di kedua pundaknya dan pita sebagai tali pingangnya dan kulihat lebih teliti danternyata bunda tidak mengunakan daleman sama sekali, itu semua terlihat karena gaunya sangat tipisa dan transparan. Kulihat pahanya putih dan membuatku jadi sage dan kontolku tegang menjol terlihat jelas “ingat dik dia bundamu dik”kata hatiku mengigatkanku. Tapi bunda tidak mara melihat reaksiku.

“dika sayang sini duduk dekat bunda, bunda maugomong sama kamu”suruh bunda untuk aku duduk di sampingnya. Dan kayaknya bunda tidak mempedulikan penisku yang lagi ereksi berat.

“iya bunda”aku berjalan dan duduk di samping nya.

“bunda maugomong sama kamu apa kamu igin memenuhu kata2 mendiang ayah dik”bertanya sambil menatapku.

“iya bund dika igin memenuhi apa pesan terakhir ayah dan akan berjanji melak sanakanya” jawabku pada bunda.

“memang sih hampir semua pesan ayahmu sudah kita lak sanakan tapi ada 1 pesan lagi yang harus di lak sanakan oleh mu dan oleh ku”memberi tahukan pada aku.

“apa itu bunda perasaan uda semua deh bund”tanyaku pada bunda.

“pesan ayah yang belum kamu lak sanakan sekarang dika adalah penganti ayah sebagai kepala keluarga, memang untuk nafkah materi sudah kamu berikan pada bunda juga menjaga benda tapi sedangkan nafkah batin pada bunda belum kamu berikan” jawab bunda dengan mantap.
Perkataan bunda membuatku bungung antara senang dan bingung. “tapi bunda up…” jari bunda di tempelkan ke mulutku.

“suuuttt bunda belum selesai, sedangkan pesan untuk bunda adalah merawat kamu layaknya merawat ayahmu artinya bunda harus melayanimu dika sayang seperti bunda melayani ayahmu”pembicaraan bunda memotong pembicaraanku.

“tapi ini adalah pertama bagi aku bunda dan mungkin bunda yang melayaniku tapi aku tak bisa memberikan yang sama pada bunda”ujarku agak murung.

“ngak apa2 sayang dengan sering berlatih kamu pasti yang akan melayani bunda” ujar bunda bunda men hiburku.
Disini aku juga dilemma “masak itri ayahku ku sikat. Memang sih aku juga mengiginkanya tapi ah masak bodolah diya juga igin kok” kata dalam hati ku.

Permainanpun dimulai aku rebahan bersama bunda dan saling menatap. “bunda aku sayang sama bunda” sambil meng elus2 wajahnya yang cantik.

“aku juga sama sayang” sambil menatapku.

Kamipun melakukan FK dengan lembut dan perlahan kurasakan lembutnya bibir bunda yang bersentuhan dengan bibirku, lidah bunda yang nakal bermain dengan lidahku “sruppp….srupp…hemmm…” membuatku semnkin sage kutrunkan tanganku dan membuka tali di pundaknya kuturunkan gaunya ke pinggang. Kusudai FK ku dengan bunda.

“bund boleh dika netek sama bunda boleh ya bund”pintaku dengan manja.

“boleh sayang nih sayang, kamu belum pernah netek sama bunda ya, sini sayang kasian anak bunda”menaikan tubuhnya dan menyodorkan payudaranya yang sangat besar dan kenyal itu.

“sruuuyp….sryuuup…”aku menyepong payudara bunda sambil memainkan lidahku.

“hemmmm eeennnakkk sayangg geeelli sayang”rintih bunda keenakan.

“sryuuuupp…hemmm”seponganku agak lebih kasar. Tak lupa kumainkan tanganku untuk memeras payudura bunda yang satunya.

“peeeelaan saaayaangg hemmm enaaak saayang”rintihan bunda yang semakin hot saja.
Aku pindah seponganku ke payudara yang satunya “sryuuuup….sryuuup ummmah” suara seponganku, sambil memmainkan putting yang satunya dengan tanganku.

“teeeerruuusss saaayaangg enaak saayang”rintihan bunda sambil merem melek.
Aku turunkan jilatanku ke perut bunda.kunaikan gaunnya kulihat memek bunda begitu indah dengan tanpabulu yang dicukur halus dan bau khas kewanitaan semakin membuatku bergairah saja.

“memek bunda begitu indah boleh dika jilat bund”pintaku pada bunda.

“seterah kamun sayang tubuh bunda milik kamu seutuhnya sekarang”jawabnya sambil meng elus2 kepalaku.
Lasung saja aku jilat memek bunda dan tak lupa sambil ku elus2 pingiran memek bunda dimulai dari pahanya.

“ah… ahhhh eenaak saaayanngg teerusss”teriak bunda.
Kujilatin kilostrinya dan taklupa ku sodok dengan jariku. Membuat bunda semakin merintih keenakan.

“ahhhh saaaayaaang ahhhhh “teriaknya.

Beberapa menit rutinitas itu berjalan.”aaaahhhh buuunnndaa ngaaaakkkuattt saaayyaangg buuunndaa keluaaaarrrrr”bunda menekan kepalaku.”aaaahhhhh seeeerrr…….ssseeerrrr”cairan kenikmatan bunda keluarr kewajahku. Tubuhnya megejang dan semakin menekan kepalaku. Tak kusiasiakan langsung saja kelumat cairan itu hinga tak ter sisa. Nafas bunda pun memburu.
Kubiarakn bunda untuk mengatur nafasnya sambil aku duduk ber sandar di sampingnya. Kulepaskan bajuku karena semakin gerahsaja. Tak lama bunda sudah didepan penisku dan akan mebuka boxserku terlihat ada yang menekan dari dalam. Saat terbuka penisku mengacung keatas “tuing”.

“wah penis kamu lumayan besar lebih besar dari punya ayahmu sayang”sambil menelan ludah.

“apanya bund yang besar aku gatau masut bunda”tanyaku agar memancing bunda berkata kotor.

“ih kamusuka ya kalok bunda berkata kotor”jawabnya atas sindirku.akupun Cuma mengangukan kepala saja, “iya kontol kamu itu kok besar sayang bunda jadi gemes” bunda yang gemes mengocok penisku dan bundapu langsung meyepong penisku.

“aaahhhh niiikmmmaaat baangeeet buuund”rintihku keenakan karna sepongan bunda. Bunda taklupa memainkan lidahnya yang membuatku kembang kempis dibuatnya.

“aaaahhhh buuunnddd eeennnakkk kaaalloook giiinii teerus aaakku nggaak taahann bunnnd” karena rintih ku bunda menyudahi sepongannya dan berbaring di sampingku,

Akupun meposisikan diriku di depan bunda. Bundapun melebarkan kakinya kaupun semakin maju. Akau gesek2 kan penisku.

“pelan2 ya sayang memek bunda uadah lama ngak dimasuki kontol laki2”pintanya padaku.

Ku ikuti saja kata bunda kumasukan penis ku kememek bunda dengan berlahan, aku rasakan vagina bunda sempit sekali tapi masih bisa masuk dengan lancar. “blesss……..”akhirnya masuk semua penisku ke vagina bunda.

“aaaahhhhh hhhhmmmmm”eraman bunda yang merasakan penisku memasuki vagina bunda.

Kurasakan penisku dipijat2 diremas2 oleh vagina bunda. Mulailah kugenjot perlahan aga terasa menghayati kenik matan demi kenik matan yang kami rasakan.

“ahhhh ahhhhh teruuuus sssaaayyaangg”

“iiiyyaaa bunda memek bunda sangat ketat bageeet, eeennnaak buuundd”

“ini bukaan meme bunda yang sempit tapi kontol kamu yang besar, sayanngg teruuusss sayyanng”

“aaahhhh teeeruuuss sayannng tusuuuk meeeek bundaaa”

Kata2 bunda membuat aku semakin terangsan kunaikan speed gojotanku. Membuat aku dan bunda semakin dibuaiy surga dunia.

“heemmmm enak bangeet bunnnd memek bunda”

“aahhhh… kontolmu juuuugaaa saayangg, memmmmek buuunda kaaayaak dirobek aja”

“ahhhh bunnnd aaaakuuu maaauuunyyampek bundd”

“buuunnddaa juuuugaaa saaayyaang kiiitaaa bareeenggg saaanyyyaanng”

Kunaikanlagi speed ku karena udah di penghujung kenikmatan. Bundapun memeluk tubuhku dengan errata.

“aaahhhhh buuuunddaaa keeeeeluuuuaaarrrr”

“aaaakuuuu juuuugggaaaa buuuuunnnddd”

Ku hentakan sedalam2nya seeeeerrrrrrrr…………seeerrrr…..crrroooootttt……. kurasakan kehangatan vagina bunda oleh cairan kenikmatan kami. Kupuluk bunda erat. Mencumbu sana sini. Setelah beberapa lama menikmati sisa2 kenikmatan kucabut penisku yang sudah mengecil dan berbaring di samping bunda dan kupeluk bunda. Cairan pejuku meleleh keluar dari memek bunda. Kutatap mata bunda yang memancarkan kebahagiannya.

“aku sayang bunda”

“bunda juga sayang”

Kamipun terlelap hinga pagi menjelang. Dengan keadaan bugil tanpa busana.

Setelah kejadian dimalam itu, aku bangun dipagi yang cerah kudapati bunda sudah tak ada di sampingku. Aku berdiri dan langsung mandi kubersihkan diriku,dari sisa2 kenikmatan tadi malam bersama bunda. Aku merasa tadi malam masih seperti mimpi “apa ini yang ayah mau dari ku apa aku salah mengartikan wasiat mu ayah” pikirku yang masih memandikan diri dibawah pancuran keran air. “Ya sudahlah, yang terjadi biarlah terjadi biarlah mengalir apa adanya” aku berdiri dan berganti baju lalu turun.
Kuduga bunda berada di dapur sedang memasak karena tercium bau masakan. Tanpa pikir panjang langsung menuju dapur. Saat kulihat bunda aku terperangah, bagaimana tidak bunda bugil tapi mengunakan celemek memasak. Aku amati bunda dari ujung ke ujung seksi men. Seperti angan-anganku kalo punya istri aku ingin dia berpose seperti itu. Takala pemicu itu libidoku naik. Aku hampiri bunda kupeluk dari belakang.

“bunda saaayaaang ” sambil kupeluk bunda yang sedang memasak
“eh sayang kok udah bangun”
“udah dong bund, abis kecium bau masakan bunda”
“bukan kamunya sayang tapi itu yang dari tadi nyodokin pantat bunda”
“hehehe abis bunda sih seksinya overload liat dikit bawaanya sange terus”
“bunda udah tua kok dibilang seksi anu bunda juga udah keluar 1 masak masih enak”
“apanya bunda aku enggak ngerti”
“ih kamu tuh suka ya kalo bunda bilang jorok”
“enggak sih bund tapi, suka bunda kalo jujur aja”
“iya memek bunda kan udah gak ketat lagi”
“kata siapa bund masih ketat kok bund kaya perawan bund”
Tanpa basa basi langsung ku cumbu bunda dari leher bunda. Kuremas payudara bunda kumainkan putingnya.
“hemmm beeenntarrr saaayannng bunda selesaiin dulu ini”
“aduh bund udah gak tahan nih bund”
“iya bunda mati kompor dulu”

Ceklek bub……. Bunda mematikan kompor. Langsung kulumat bibirnya bundapun membalasnya. Kuturunkan tangan ku yang satunya aku usap kan ke bibir vagina bunda yang sudah basah. Cumbuanku balik keleher bunda.

“hemmmm sayaaaangggg”
Kumasukan jariku ke vagina bunda kumainkan jariku.
“ahhh ehhhhmmmmm”
“hemmmm aaahhhhh gannnntiaaan sayaanggg yaa”
Kulepaskan lumatanku. Bunda jongkok dan menurunkan celanaku. Melihat penisku yang sedari tadi udah tegang dikocoknya penisku. Tak lupa dijilat2 penisku.
“adddduuuhhh buuunnd teruuusss”
Sruuuuppp……. Sryuuupppp dimasukan penisku kemulut bunda sampai tak terlihat.
“eeennnnakkkk buuunnnddd teruuuuusss”

Setelah beberapa menit bunda melepaskan sepongannya lalu bediri. Kucumbu lagi bunda dan ku hadapkan bunda mebelakangi ku. Aku masukan penisku keselangkangan bunda, ku gesek2 kan ke bibir vagina bunda.
“eeeeehhhhhhh uuuudaaahhh saaayannggg bunnndaaaa gaakk kuaaattt maaasuuukinnn sayaang”
Di ambilnya penissku lalu dimasukan ke liang vagina bunda yang sudah basah.
“ehheemmm aaduuhhh”
Aku maju mundurkan perlahan. Kurasakan kehangatan vagina bunda yang berkedut2. Tak lupa ku cumbu bunda.
“eeennnakkk saaayyyanngg terusss”
“iiiyaaa bunndd memek bunda legittt bagett”

Kumainkan tanganku, kedua gunung bunda kuremas. Ku plintir putingnya sambil kunaikan speed ku sehinga terdegar suara yang erotis dari beradunya pantat bunda. Plokkk… plokk… suara itu membuat bunda semakin tak tahan
“iyaaa saayanngg terusss tusukkk memek bunda pake kontolmu sayangg”
Kunaikan speedku lebih cepat. “Mode brutality”
“iyyyaaa saayaangg eeennaakk terussss robek memek bunda sayyaang”
“ahhh buuunndd dikka udah gak kuat bund mau keluar”
“iyaa sayaanggg bunda samaa, banjiri memek bunda sayaang”
“iyyyaaa bunnd kontolku akan banjiri memek bunda”
“beeneeer saaayangg buaat bunndda hamil sayanggg terusss”

Karena terasa sudah di penghujung kenikmatan kunaikan kecepatkan lagi. Tak begitu lama kuhujamkan sedalam2nya ke vagina bunda.
“buuunnnddd dikkkaaa keeeluaarrrr”
Crotttt……crotttttt…….
Bunda yang kaget terkena semburan di liang vaginanya, kenikmatanku pun menyusulnya.
“ahhhhhhhhhh bundaa jugaaa saaayannggg”
Seeeerrrrrrr….seeerrrrrrrrrrrr………..

Tubuh bunda bergetar kakinya pun bergetar merasakan puncak kenikmatan bersama. Bunda yang berpegang ke kitchenset karena setengah lemas. Kucabut penisku dari vagina bunda. Lelehan cairan kenikmatan ku lumer bercampur cairan kenikmatan bunda.
“makasih ya bund mummm”kucumbu bubir bunda dan melumatnya sebentar.
“ya sayang tapi kamu tuh bikin bunda lemes aja bunda kan masih harus masak”
“ya sapa suruh punya tubuh sexsi yang bikin sange orang”
“iya iya bunda yang salah, bunda lanjutin masak dulu”
“iya bund dika mandi dulu ya”
“ehh tunggu dulu ambilin tisu tuh, memek bunda dielap dan yang jatuh sekalian”
“iya bunda bentar”

Ku ambil tisu ku lap cairan yang menetes ke lantai dan yang di memek bunda. Tetepi karna gue iseng sambil gue tabok aja pantat bunda.
“nih pantat kok semok amat ih” plakkk…..
“ih dika jangan gitu bunda lagi masak nih”
“maaf bunda hehehe”
Gue tabok lagi aja dan langsung ngacir kekamar mandi.
Plak…..
“diiikaaaaa awas ya”

Hubunganku dengan bunda terbilang mesra setelah kejadian itu aku lebih giat bekerja. Ngentot sama bunda tiap hari di kamar bunda, kamar mandi , dan toilet di kantorku. Adik2ku tidak tau menau tentang hubunganku ini dengan bunda. Mereka hanya tau kalau hubungan ku dengan bunda sebatas ibu dan anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*