Home » Cerita Seks Mama Anak » Wild Love 20

Wild Love 20

Cerita Sebelumnya : Wild Love 19

Disebuah universitas tepatnya di taman rektorat universitas SABARIN, aku dan rahman janji ketemuan untuk membicarakan beban yang menjadi pikirannya selama ini. Tepat pukul 19:30 aku datang dan Rahman sudah ada di tempat itu. Dengan sebungkus rokok dilemparkannya kepadaku dan sebotol panta merah. Aku duduk disampingnya, kusulut sebatang rokok dan sesekali aku meneguk panta merah. Tapi aku tersedak manakala dia bercerita tentang semua yang menjadi beban pikirannya.

ÔÇ£Ane telah menyetubuhi mamaku…ÔÇØ ucap Rahman

ÔÇ£Uhuk uhuk uhuk uhuk… ÔÇ£ aku tersedak seketika itu

ÔÇ£Apa?!ÔÇØ ucapku sedikit berteriak

ÔÇ£Iya aku tahu salah tapi mamaku itu arggggghhhhhhh….ÔÇØ ucap rahman kemudian dia mulai bercerita

———————————————————————————————————————–
Sudut pandang Rahman.

Ketika itu aku pulang kerumah selepas aku camping bersama teman-teman kompleksku. Dengan tujuan melepaskan penat di kepalaku setelah Ajeng memutuskan diriku. Aku sangat shock mendengar itu semua tapi mau bagaimana lagi, cintaku selama ini tidak pernah terbalas karena ajeng mencintai Arya. Sebelum kepulanganku, teman-temanku mengajakku minum minuman keras. Dalam kondisi mabuk aku pulang dengan tubuh yang bergoyang ke kanan dan kekiri. Sesampainya dirumah aku membuka pintu rumah dengan sangat pelan, walau mabuk kesadaranku masih ada sedikit. Ketika itu aku hendak naik ke kamarku dilantai atas, aku melewati kamar mamaku. Pintu kamar tidak tertutup rapat. Sekilas aku meliat mamaku sedang membuka pahanya yang sudah tidak becelana dalam. Dimasuk keluarkannya benda berbentuk penis kedalam vagina yang rimbun itu.

ÔÇ£Arghhhh… aerghhhh… ehemm…..ÔÇØ suara desahan mamaku. nafsuku terbakar melihat permainan solo mamaku sendiri. Kukeluarkan batang penisku dari sarangnya, sambil mengocok aku memperhatikan mamaku sendiri. Gerakan-gerakan penis mainan itu semakin sangat cepat membuat mamaku menrintih kenikmatan dan membuat aku semakin bernafsu. Aku sudah tidak tahan lagi, akhirnya aku masuk kedalam kamar mamaku.

ÔÇ£Rahman! Apa yang kamu lakukan? KeluarÔÇØ teriak mama kaget dengan kehadiranku. Dengan pengaruh alkohol yang masih menjalar di dalam tubuhku, aku bergerak maju. Kutarik mamaku sendiri dan aku kemudian menubruknya. Kini aku berada di atas tubuh mamaku. mama terus meronta meminta aku untuk melepaskannya.

ÔÇ£Rahman! Lepaskan! Aku ini mamamu! LEPASKAN!ÔÇØ bentak mamaku

ÔÇ£Mama butuh ini kan he he he akan rahman beri ma!ÔÇØ ucapku keras kepada mamaku. aku kangkangkan kedua paha mulus mamaku sendiri dan kuarahkan ke dalam vagina mama

ÔÇ£Rahman jangan , hentikan!ÔÇØ

ÔÇ£Arghhhhhhhhh….ÔÇØ teriak mamaku di akhiri dengan rintihannya ketika batangku masuk ke dalam vaginanya

ÔÇ£Arghhh… enak sekali ma, memekmu benar ÔÇôbenar lebih enak dari mahasiswi-mahasiswi di kampusku maÔÇØ

ÔÇ£ouwghh… enak sekali maÔÇØ ucapan liarku karena pengaruh alkohol

Plak… plak… plak… tiga tamparan mendarat di pipiku

ÔÇ£Mau kasar iya?!ÔÇØ bentakku membuat mamaku menangis, kedua tanganya aku pegang erat dengan kedua tanganku. Aku mulai menggoyang dan terus menggoyang pinggulku.

ÔÇ£Enak mahhhh ouwghhh memekmu nikmat… kontolku nikmat mamah… ouwgh nikmat sekali….ÔÇØ

ÔÇ£Aku suka mememkmu maaaah…ouwghh… arggghhh….ÔÇØ racauku

ÔÇ£Argh.. rahman hentikan… argh…. hiks hiks hiks…ÔÇØ pinta mama

Aku sudah tidak mempedulikannya lagi, aku terus menggoyang dan menggoyang pinggulku untuk mendapatkan kepuasan. Kulihat mama mulai mendesah menikmati sodokan-sodokan penisku ke dalam vaginanya.

ÔÇ£Sssshhhh… erghhhhh… aishhhhh.. oufthhhhhhh…. ah ah ah ahaÔÇØ desahan mamaku

ÔÇ£Arghhh… sempit sekali mama, aku mau keluar…..ÔÇØ

ÔÇ£memekmu sempit mama lebih sempit dari ayam kampus argghhh nikmat maaaahÔÇØteriakku kugoyang semakin cepat pinggulku, mama kelihatan menahan desahannya. Matanya terpejam tubuhnya bergoyang ke kanan dan kekiri.

ÔÇ£Aku keluaaaaaaaaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrr…………… ….ÔÇØ teriakku

Croot croot croot croot croot croot croot

Tubuhku ambruk diatas tubuh mama yang baru saja melengking ke atas, nafasku tersengal-sengal tak karuan merasakan nikmat yang seharusnya tidak aku rasakan. Kurasakan cairan hangat mengalir dibatang penisku. Aku kemudian terlelap tanpa tahu apa yang terjadi selanjutnya.

Aku terbangun di pagi hari dengan tubuhku terlentang di samping mamaku. mamaku meringkuk di sampingku membelakangiku. Tampaknya dia sedang menangis, ku coba mengingat sedikit kejadian malam tadi aku merasa kotor lebih kotor dari sebelumnya. Aku geser tubuhku ke mendekat ketubuh mamaku, mencoba kupeluk mama. Tapi dengan halus mama melempar tanganku kembali kepadaku.

ÔÇ£KELUAR! KELUAR!ÔÇØ bentak mama. Aku kemudian keluar dari kamar mama dengan tubuhku yang masih telanjang pada bagian bawahku. Kuraih celana jeansku, kupandangi mamaku tapi dia membuang muka.

Didalam kamar aku kemudian merebahkan tubuhku, terlintas secuil ingatan dari persetubuhan malam tadi. Jujur aku merasa sangat bersalah. Ayahku juga tidak ada dirumah, dia memang selalu berpergian entah kemana. Ku bersihkan tubuhku, dan berganti pakaian, inginku beranjak kebawah namun aku merasa malu atas kejadian malam tadi. Sekitar pukul 08:00 aku mendapatkan sms dari mama untuk makan pagi, akku segera turun dengan harapan mamaku menemaniku, tapi mama berada dalam kamarnya dan tak menegur atau menyambutku sama sekali. Hingga malam tiba aku tidak dapat menemui mama karena mama selalu mengurung diri dalam kamar. Tepat pukul 22:00.

Tok Tok ToK… ku buka pintu kamarku

ÔÇ£mama…ÔÇØ ucapku. Mama hanya terdiam di depanku dengan mengenakan gaun tidur terusan hingga pahanya yang tipis, gaun itu digantungkan dengan tali kecil di atas bahunya. Jika dilihat lebih dalam lagi mama tidak mengenakan BH.

ÔÇ£Ma… maafkan rahman yaÔÇØ ucapku. Namun reaksi yang aku dapatkan berbeda sangat berbeda. Tiba-tiba mama memelukku dengan sangat erat.

ÔÇ£Mama tahu ini salah man, tapi mama membutuhkannya, mama tidak bisa membohongi diri mama sendiriÔÇØ ucap mamaku. Deg.. disaat aku merasa bersalah disaat itulah aku merasa mendapat durian runtuh. Mama melepaskan pelukanku, dengan tubuhnya yang pendek dia kemudian berjinjit dan mengecup bibirku

ÔÇ£Maafkan mama, tapi setelah kemarin malam, mama tidak bisa lepas dari kamu sayang, mama mohonÔÇØ

ÔÇ£peluk mama sayangÔÇØ ucap mamaku. Kupeluk tubuh hangatnya kembali, tubuhnya masuk dalam dekapanku. Aku sudah tidak dapat berpikir jernih lagi, apakah ini benar atau salah? Kedua tanganku kemudian turun kebawah dan meremas bongkahan pantatnya

ÔÇ£Lakukan nak, mama sekarang menjadi milikmu, mama ingin kamu dan mama harap kamu juga menginginkannyaÔÇØ ucap mamaku yang menatapku dengan wajah penuh nafsunya. Ku tundukan kepalaku dan kucium bibirnya. Ciumanku kemudian turun ke leher mamaku. pikiranku dikuasai oleh nafsuku, sudah tak ada lagi logika di dalam otakku.

ÔÇ£arghhh… ssssshhhh…. terus sayang… kamu pintar sekali… ouwghhhhÔÇØ desah mamaku

Ciumanku semakin turun kebawah dan tali gaun tidur tipis mama aku singkirkan dengan lidahku. Dengan kedua tanganku secara perlahan aku turunkan hingga dibawah sikunya. Payudaranya kemudian tersembul keluar dengan indahnya, dengan lahapnya aku langsung menyeruput payudara mama.

ÔÇ£Arggghhhh… ehmmmm…. asssssssshhhhhhh….ÔÇØ desah mama

Sembari mengulum-ulum bagian susunya kanannya dan tangan kiriku mermas susu kirinya, tangan kananku menarik lembut tali kiri gaun tidurnya hingga lepas, begitupun sebaliknya ketika aku mengulum susu bagian kirinya tali kanan gaun tidurnya aku lepas. Kini gaun tidur mama tersangkut dipinggangnya. Ciumanku tak hanya berhenti di bagian susunya, langsung aku sibak gaun tidurnya yang masih menutupi selangkangan mama. G-String berwarna hitam menutupi sedikit vagina mamamku. Aku geser sedikit dan mulai aku jilati bibir vagina mama.

ÔÇ£Asshhhhhhhhhhh…. hmmmm…. erghhhh… sayangkuwhhh owhhhh…..ÔÇØ desahan mama. Kuangkat paha kiri mama dan aku letakan di bahu kananku. Terlihatlah vagina yang lengkap yang sedikit tertutu oleh G-stringnya. Jari tengah tangan kiriku mulai aku masukan ke dalam vaginanya perlahan dan terasa sudah sangat becek sekali. Jilatanku beralih menuju biji kecil dibagian atas bibir vaginanya. Aku mulai mengocok perlahan pada vagina mama.

ÔÇ£Owghhhh… sayang… erghhhh… memek mama kamu apakanhhh owghhhhh… enakkkhhhhÔÇØ

ÔÇ£jadikan itu milikmuh sayaghhh…ÔÇØ desah dan racaunya. Aku kemudian mempercepat kocokan pada vagina mama dan jilatanku semakin liar, kadang aku berika jilatan dan sedotan pada vagina mamaku

ÔÇ£Arghhh sayang… aishhhh arghhhh… lebih cepathhh… arghhh mama hampir…ÔÇØ

ÔÇ£terushhh erghhh… mama hampir sampai… arghhhhhh…..ÔÇØ

ÔÇ£Mama keluarhhhhh aerghhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhÔÇØ teriak mama yang kemudian kedua tanganya bertumpu pada kedua bahuku, kaki kirinya langsung ditariknya turun. Tubuh mama beringsut turun dan kemudian bersimpuh dihadapanku. Ciuman didaratkannya di bibirku, aku kemudian memeluknya.

ÔÇ£Kamu sudah sering ya sayang hash hash hasÔÇØ ucap mama

ÔÇ£eh… iya mah, maaf…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£tidak perlu minta maaf sayang, sekarang mama akan menjadi pengganti wanita-wanitamu ituÔÇØ

ÔÇ£jika mama tidak dapat memuaskanmu, mama tidak akan lagi meminta darimuÔÇØ ucap mama sembari melepaskan celana boxer-ku dan munculah penis perkasaku. Mama tampak kagum dengan penisku, walau ukurannya tidak begitu besar tapi cukuplah untuk seorang wanita. Mama memandangku dengan snyumannya sambil mengelus-elus penisku dengan kedua tangan mama. Kadang mama mencium ujung penisku dengan bibirnya.

ÔÇ£gagah ya?ÔÇØ ucap mama, aku hanya bisa mengrenyitkan dahiku dan menikmati sensasi dari elusannya itu. Dan tiba-tiba, mama langsung memasukan penisku kedalam mulutnya.

ÔÇ£arghhhhhhhhh… mama… owh…..ÔÇØ desahanku merasakan setiap gesekan rongga mulutnya dengan batang penisku. Ini membuat sensasi tersendiri buatku, melihat mamaku sendiri sedang mengulum batang penisku. Jilatan dan sedotanyang sangat mantap aku rasakan, membuat aku sedikit tida bisa bertahan.

ÔÇ£mamah… sudahhhh ma, nantiihhh arghhh rahman keluarhhh owhhhh….ÔÇØ desahku dan segera aku pegang kepala mamaku agar tidak melanjutkannya lagi. Mama kemudian mengangkat kepalanya dan memandangku dengan senyumannya

ÔÇ£pindah ka… aaaaÔÇØ ucap mama terpotong karena aku segera bangkit dan membopong tubuhnya. Kurebahkan tubuhnya terlentang di tempat tidurku, dia telrihat sedikit malu memperlihatkan vaginanya kepadaku. Perlahan aku mendekatinya dan kucium bibir indahnya

ÔÇ£Ehmmmm…..mm….m….mm….mmmmmÔÇØ desahan mama. Tangan kanan mama memegang penisku dan diarahkan ke vaginanya.

ÔÇ£dorong pelan sayang…ergghhhhÔÇØ ucap mama ketika melepas ciuman kami berdua

ÔÇ£Mamahh… enakhhh mahhhh… arghhhh….ÔÇØ racauku

ÔÇ£Enak manahhh erghhh sama temen erghh kamuwhhh….ÔÇØ ucap mama

ÔÇ£mama, mama sayanghhh arghhh… aku suka punya mamah arghhhh…ÔÇØ ucap mama. Aku semakin cepat menggoyang pinggulku, pemandangan indah didepan kedua mataku. Payudaranya bergoyang naik turun seirama dengan goyangan pinggulku. Aku langsung kuremas kedua payudaranya dengan kedua tanganku.

ÔÇ£mamah, kontollku enak di memek mamah owghh… enak sekali mahh… arghhh lebih sempithhh… arghhh… enak sekali ouwghhh…..ÔÇØ racauku kesetanan

ÔÇ£keras… remassshhh yang kuat susu mamah buathhh muwhhhh….ÔÇØ

ÔÇ£sayanghhhh… fuck me harder! Lebih kerass sayanghh.. mamah untuk muwh ouwghhh…. mama akan menjadi wanitamuwhhhh selamanyaaaaaaaaaaaaahhhh….ÔÇØ racau mama. Tubuh mama melengking, kemudian tubuh itu bergetar seperti tersengal-sengal. Kurasakan cairan hangat menjalar kebatang penisku.

ÔÇ£kamu arghhh buat mamah keluar sayangkuwh owh…. hosh hosh hoshÔÇØ ucap mama

ÔÇ£mah…ÔÇØucapku

ÔÇ£Hm…ÔÇØ jawabnya, seakan-akan tahu keinginanku mama langsung membalikan tubuhnya dan menungging di hadapanku. Segera aku masukan penisku dengan bantuan tangan kanan mama

ÔÇ£ouwghhh lebih sempit memekmu becek dan sempit mahh…owgh….ÔÇØ perlahan aku memasukan penisku hingga tenggelam semuanya

ÔÇ£sayanghhh… akmu memang nakal, masa mama sendiri kamu kenthu owghhh….ÔÇØ ucap mamaku

ÔÇ£mama suka kan? Makanya arya ngenthu mama… arghh… enak sekali memekmu mah…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£Goyang sayang, kenthu mamamu, jadikan mamamu istrimu arghhhhh…ÔÇØ ucap mamaku. aku kemduian mulai menggoyang pinggulku semakin cepat

ÔÇ£Mama adalah milikku arghhh mama punyaku mama istriku, memekmu hanya untuk mah arghhh.. sempit sekali memek mu mamah… owghhh… memekmu menjepit kontolku mah… memekmu menyedot kontolku mamah arghhh… nikmat owgh… mamahhhhÔÇØ racauku

ÔÇ£ayo sayanghhh… masukan lebih dalam lagi kontolmuhhh… kenthu mamahmuwh ini arghhh…owhhh.. jadikan mamah milikhhmush owghh… kenthu mamah terushhh….arghhhh… mamahh… mamah… arghhhh… akan jadi ayam kampusmu sayanghhh arghhhhh….ÔÇØ racaunya semakin liar

Aku semakin mempercepat goyanganku, semakin kuat aku menghentakan penisku di dalam vaginanya. Membuat kedua tangan mama sudah tidak kuat lagi menumpu tubuh bagian depannya. Dia tersungkur dengan posisi pinggulnya mash menungging. Aku masih tetap dalam posisi menggoyang pinggulku maju dan mundur.

ÔÇ£Aghhhh…. syaangkuwhhh… owghhh…. lebih kerashhh lagih lebih dalamhhh lagih owghhh… mama suka kontol kamuwh owgh… mau kontol kamuwh owgh….ÔÇØ

ÔÇ£sirami… sirami rahimmhhhh argghhhh mamah denganhhh pejuhhhh pejuhhhmuwh….ÔÇØ racaunya

ÔÇ£Iya ma hashhh arghhhh akan kusiram rahimmu dengan pjuhhhh arggghhhh kuuuwhhhh owghhh…ÔÇØracauku. semakin lama intensitas goyanganku semakin cepat dan membuat aku merasakan akan keluar.

ÔÇ£Mamah… aku sudahhh arghhh mau keluarhhhh owghhh….ÔÇØ racauku

ÔÇ£Keluarkan sayang owghhh mama juga hampirhhh keluar owghhh kontolmu buat owgh keluar arghhhh… ahhhh keluarkan owghhhh di memek mama sayang arghhhh hashhh….ÔÇØ racaunya

ÔÇ£ARGHHHHHHHHHHHHH!ÔÇØ teriakku

Croot croot croot croot croot croot croot croot croot

Aku ambruk di atas tubuh mama yang telengkup di atas kasur. Tubuhku jatuh kesamping mama, mama kemduian membalik tubuhnya dan masuk dalam dekapanku. Aku tidak pernah menyangka bakal terjadi seperti ini, aku juga tidak pernah menyangka akan melakukannya dengan wanita yang aku hormati, mamaku.

ÔÇ£Sayang… maafkan mama ya…hash hash hashÔÇØ ucap mama

ÔÇ£Maafkan Rahman juga ma… hash hash…ÔÇØ ucapku

Kami berdua kembali berciuman dan saling memeluk erat. Kehangatan payudara mama yang menempel di dadaku membuat aku merasa nyaman ditambah lagi dengan kehangatan tubuhnya.

ÔÇ£Mulai sekarang, Rahman pulangnya lebih rajin ya, biar mama tidak sendirianÔÇØ ucap mama pelang dengan mata terpejam

ÔÇ£Bahagiakan mama, jangan tinggalkan mama, mama sudah tidak bisa merasakan kebahagiaan jika dengan papamuÔÇØ ucap mama

ÔÇ£Iya ma, pasti, aku akan membahagiakanmuÔÇØ ucapku dengan memeluknya erat

ÔÇ£IÔÇÖll be everything you want dearÔÇØ ucap mama

ÔÇ£me too…ÔÇØ ucapku

Aku sudah tidak tahu lagi harus berbuat apa. Dengan adanya mama sejak saat itu membuatku lebih nyaman dan lebih tentram. Tak perlu lagi merasakan sakit hati ataupun bermain cinta diliuar. Aku tahu ini salah tapi aku sejak pertama kali aku melakukannya aku tidak bisa berhenti. Mama menjadi lebih bersemangat dalam hidupnya dan satu kenyataan pahit yang aku dapatkan dari mama adalah Papa. Papa selama ini yang terlihat baik dan berwibawa ternyata dia memperlakukan mama dengan sangat keji. Ditambah lagi dari pengakuan mama, papa selalu berman cinta diluar sana. Memang tak ada bedanya denganku, tapi sejak ada mama, aku sudah menjadi pribadi yang berbeda. Walau setiap saat aku seperti orang stress karena menyetubuhi mamaku sendiri. Aku harus bercerita ini kepada Arya, hanya dia satu-satunya sahabatku yang bisa aku percaya dan tidak mungkin dia memanfaatkan situasi ini. Ya, Arya…
————————————————————————————————————————

ÔÇ£Gila! Eh ya ndak juga sich, kalau gila aku juga gila, aduh bagaimana ini? aku juga tidak bakalan bisa memberi saran ke RahmanÔÇØ bathinku

ÔÇ£itu beneran apa bohongan?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£Beneran Arya, sahabatkuuuuuuuuuÔÇØ ucap rahman. kalau kata orang inggris ÔÇ£speechlessÔÇØ tapi kalau kata orang indonesia ÔÇ£BengongÔÇØ Kalau kata orang di daerahku ÔÇ£NgowohÔÇØ. Benar-benar diluar dugaan, Aku melakukannya dengan Ibuku dan Rahman melakukannya dengan mamanya. Namun aku tidak ingin bercerita mengenai diriku dan Ibu, karena itu adalah rahasia kita berdua.

ÔÇ£Jujur kang, aku bingung…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£Ente yang denger aja bingung apa lagi ane, ar?!ÔÇØ ucap rahman

ÔÇ£terus apa yang akan kamu lakukan kang?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£Hashhh…ÔÇØ

ÔÇ£Ane jatuh cinta pada Ibuku sendiri ArÔÇØ ucapnya. Aku terkejut dengan pernyataan Rahman, dia memiliki hal yang sama dan terjadi padaku.

ÔÇ£Ane hanya takut jika kebablasan Ar, walau begitu mama terus membujukku untuk mencari pasangan juga, bingung aku Ar?ÔÇØ

ÔÇ£Disisi lain Mama juga bercerita mengenai kasarnya Papa selama pernikahan mereka, apalagi ketika melakukan hubungan seks dengan Papa, mama sering dijadikan anjing peliharaan PapaÔÇØ

ÔÇ£maka dari itu Ar, mama lebih suka bermain denganku tapi…ÔÇØucapnya

ÔÇ£Tapi apa kang?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£Mama sering mengajakku main diluar Ar, dan yang kamu lihat malam itu adalah aku dan mamakuÔÇØ ucap rahman

ÔÇ£heghhh….ÔÇØ aku hanya bisa terkejut saja, pantas saja aku sedikit mengenal tubuh itu

ÔÇ£bagaimana ini Ar, disisi lain kadang mama juga menginginkan aku bermain kasar, aku kasihan ArÔÇØ ucap Rahman

ÔÇ£Aduh bagaiaman ini, aku saja belum menemukan solusi tentang hubunganku dengan Ibu, masa aku harus memberi solusi ke kang rahman?ÔÇØ bathinku

ÔÇ£Emm… kang?ÔÇØ ucapku

ÔÇ£ya…hashhhhhÔÇØ jawabnya dengan semburan asap putih

ÔÇ£Aku tidak tahu menahu tentang hubungan itu, dan aku tidak memmpunyai solusi bagi hubungan kalian tapi memang alangkah baiknya jika kamu mencari pasangan juga, sesuai perkataan mamamuÔÇØ

ÔÇ£Terus…ÔÇØ ucapku

ÔÇ£terus Apa ar?ÔÇØ ucapnya

ÔÇ£Jika kamu memperlakukan seorang wanita dengan liar maka dia akan menjadi liar, jika kamu memperlakukan dia dengan lembut dia akan menjadi seorang yang lembutÔÇØ ucapku

ÔÇ£mungkin yang terakhir ane akan mencobanya, tapi untuk kmencari pasangan, ane hanya takut jika kelak pasanganku itu mengetahui hubunganku dengan mama, itu bisa menjadi boomerang bagi keluargakuÔÇØ ucap Rahman

ÔÇ£Benar juga, jika saja suatu saat nanti pasanganku mengetahui hubungan itu, mungkin dia akan menjauh darikuÔÇØ bathinku. Aku kemudian merebahkan diriku di atas rerumputan dengan bantalan kedua tanganku.

ÔÇ£Kang….ÔÇØ ucapku

ÔÇ£Hm…ÔÇØ jawab rahman

ÔÇ£Pasti dari jutaan wanita itu ada yang mau menerimamu apa adanya, dan jika dia benar-benar menerimamu mungkin kamu dan mamamu bisa menghentikan hubungan kalian berduaÔÇØ ucapku

ÔÇ£Dimana ane bisa menemukan wanita seperti itu Ar?ÔÇØ ucap Rahman

ÔÇ£jika kau bertanya tentang itu, Entah Kang… aku tidak tahu… ÔÇØ

ÔÇ£Kamu akan menemukannya jika kamu mau mencarinyaÔÇØ ucapku

ÔÇ£benar juga sahabat, aku tidak akan menemukannya jika tidak mencarinyaÔÇØ

ÔÇ£hanya saja ane masih ketakuatan, jika waktu yang aku gunakan dalam mencari pasangan hidupku itu ternyata membuatku semakin cinta terhadap mamaku sendiriÔÇØ ucap Rahman

ÔÇ£Kita tidak akan pernah tahu api itu panas jika kita tidak berada didekatnyaÔÇØ

ÔÇ£Kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya jika kita tidak mencobanyaÔÇØ ucapku

ÔÇ£Huh…ÔÇØ

ÔÇ£itulah enteÔÇØ ucap Rahman

ÔÇ£Seandainya kamu tahu kang, aku juga memiliki masalah yang sama denganmu, dan aku mengalaminya lebih dahulu dari kamu kangÔÇØ bathinku dengan mataku yang memandang ke langit malam

Dalam hening kami kami disapa oleh angin malam yang berhembus. Dalam remang-remang kami menerawang. Entah apa yang ada dipikiran Rahman saat ini, yang jelas pikiranku hanya tertuju padamu Ibu. Aku merasa sangat bersalah kepada semua orang disini, apakah memang aku tidak ada bedanya dengan Ayahku sendiri? Kata Ibu aku berbeda dengannya, dari sikap, cara pandang dan bahkan daya tarik terhadap perempuan aku lebih dari Ayah. Ibu, jika aku pulang nanti aku akan paksa Ibu untuk bersamaku, aku tidak peduli dengan Ayah.

ÔÇ£Ar, ane masih bingung…ÔÇØ ucap Rahman

ÔÇ£Lebih baik sekarang kamu pulang kang, temui mamamu dan ajaklah dia berbicara agar tidak terlalu keluar dari jalur, paling tidak kalau melakukan tidak di rektoratÔÇØ ucapku

ÔÇ£mungkin benar apa katamuÔÇØ

ÔÇ£Ya sudah aku pulang duluÔÇØucap Rahman. ketika rahman pulang aku kemudian menelepon Tante ima.

ÔÇ£Ya halo ar…ÔÇØ

ÔÇ£Tan, bagaimana kabarnya?ÔÇØ

ÔÇ£baik, kamu sendiri?ÔÇØ

ÔÇ£baik, oia tan…ÔÇØ

ÔÇ£Ada apa?ÔÇØ

ÔÇ£Hashhhh… tolong hubungan kita terdahulu jangan di beritahukan kepada rahmanÔÇØ

ÔÇ£tidak akan Ar, tenang saja kamu ya?ÔÇØ

ÔÇ£tan…ÔÇØ

ÔÇ£Iya…ÔÇØ

ÔÇ£lepaskan rahman ketika dia sudah memiliki pasangan hidupÔÇØ

ÔÇ£Eh… dia bercerita kepadamu Ar?ÔÇØ

ÔÇ£Iya semuanya tanÔÇØ

ÔÇ£Maafkan tante, karena om-kamu, seks menjadi kebutuhankuÔÇØ

ÔÇ£tapi bisakan jika suatu saat tante melepaskan Rahman jika dia sudah menikah?ÔÇØ

ÔÇ£Tergantung pada rahman…ÔÇØ

ÔÇ£terima kasih tanÔÇØ

ÔÇ£sama-samaÔÇØ

Tidak ada percakapan lanjutan dengan tante, karena memang aku sudah memantapkan diriku untuk berhenti menyentuhnya. Aku bangkit dari tempatku duduk dan kemudian aku arahkan motorku ke arah warung wongso. Mungkin dengan dia aku bisa curhat. Sesampainya di warung wongso aku kemudian masuk dan menyalami Ibu dan adik wongso, kulihat dia sedang mencuci piring dan gelas di belakang dan hanya meyapaku sekedarnya saja. Dengan santai akulangsung membuat minuman sendiri lalu ku bawa ke depan warung. Wongso kemudian datang, diraihnya bungkus rokokku dan disulutnya sebatang, dia duduk disebelahku.

ÔÇ£bagaimana dengan kuliahmu cat?ÔÇØ ucap wongso

ÔÇ£beres wong, kamu jadi kuliah lagi semester depanÔÇØ ucapku

ÔÇ£jadi, aku cuti setahun saja Ar, ekonomi keluarga sudah stabilÔÇØ ucap wongso

ÔÇ£jika nanti kamu butuh sesuatu, bilang saja ma aku wongÔÇØ ucapku

ÔÇ£iya arya yang baik dan gemar menabung…. plak…ÔÇØ ucapnya sembari menampar kepalaku

ÔÇ£dasar wong edan!ÔÇØ bentakku

ÔÇ£Oh ya, bagaimana dengan Bu Dian itu?ÔÇØ ucap wongso

ÔÇ£Sudah enggak Wong..ÔÇØ ucapku

ÔÇ£mungkin seharusnya kamu itu….ÔÇØ ucap wongso terpotng

Greeeeng greeeeeng greeeeeeng greeeeng pluk. Ringtone sematpon wongso.

ÔÇ£tumben dira teleponÔÇØ ucap wongso

ÔÇ£alah paling dia kangen sama kamu ha ha haÔÇØ ucapku

ÔÇ£gundulmu!ÔÇØ

ÔÇ£Ya Dir, halloooo….ÔÇØ ucap wongso

ÔÇ£APA! DIMANA?!ÔÇØ wongso bangkit dari duduknya, membuatku sedikit kaget

DICAFE?! OKE AKU KESANA SAMA ARYA?!ÔÇØ lanjut wongso dengan bentakan yang lebih keras

ÔÇ£A.. ada apa wong?ÔÇØ ucapku yang ikut bangkit

ÔÇ£Gerombolan siapa itu cowok yang mukulin kamu?ÔÇØ ucap wongso yang nampak kebingungan

ÔÇ£Lucas?ÔÇØucapku

ÔÇ£iya, dia sedang di cafe yang kemarin, ini dira disana, katanya tukas arghhh kupas kakasÔÇØ ucap wongso tambah kebingungan

ÔÇ£lucas? Tenang saja kenapa kamuÔÇØ ucapku

ÔÇ£alah ndak penting namanya, dia sekarang sedang membuat onar di cafe itu, cecunguk itu sedang mengeroyok seorang lelaki yang bersama Bu Dian di depan cafeÔÇØ

ÔÇ£Si empunya toko di sandra agar tidak menelepon polisi, ini dira lagi ngumpet ditoilet dan telepon akuÔÇØ ucap wongso

ÔÇ£Bu Dian?! Kenapa harus wanita itu lagi? Kenapa dia selalu berada di sekitarku!ÔÇØ bathinku

ÔÇ£Malas wong…ÔÇØ ucapku santai dan kembali duduk

Bugh…. pukulan ringan mendarat di pipi kananku

ÔÇ£aku ndak ngerti masalah kamu dengan wanita itu, dia mau nyakitin kamu, dia mau membunuh kamu, aku ndak peduli, tapi ini mengenai Dira! Dasar Goblok!ÔÇØ bentak wongso

ÔÇ£Dira, dira sahabatkuÔÇØ bathinku. Segera bagkit dan naik ke motorku

ÔÇ£Ayo ndes ojo kesuwen, selak perawane nglahirke (ayo ndes jangan kelamaan, keduluan perawannya melahirkan)ÔÇØ teriakku,

ÔÇ£O… Lha celeng kowe Ar, Raimu Pak Tai tenan Ndes! (O… lha babi hutan kamu Ar, Wajahmu kena tinja, pak dari kata gopak atau kena cipratan) ÔÇ£ ucap wongso yang kemudian memboncengku.

ÔÇ£Hei, bawa iniÔÇØ ucap Ibu wongso yang melemparkan kayu pemukul dengan ukiran yang khas dan ditangkap oleh wongso. Dari mata Ibu wongso seakan-akan yakin bahwa anaknya akan memenangi perkelahian ini. Dalam perjalanan wongso menelepon sahabat-sahabatku yang lain agar segera datang. Ku tancap pedal gas eh salah ku tarik gas secepatnya dan sampailah aku dan wongso

Di depan sana, dari kejauhan terlihat seseorang yang sedang diinjak-injak hingga di tepian jalan. Lelaki itu adalah pak felix, ya! pak felix. Seorang wanita mencoba mencegah kerumunan orang yang sedang menginjak-injak pak felix, perempuan itu adalah Bu Dian. Segera kutabrakkan sepeda motorku ke orang terdekan hingga dia terpental. Satu persatu mereka bergerak mundur.

ÔÇ£WOI KALO BERANI SATU-SATU LO! JANGAN MAIN KEROYOK!ÔÇØ bentakku, sembari mengangkat tubuh pak felix. Bu Dian yang sedari tadi mencoba melepaskan genggaman Lucas, akhirnya bisa terlepas dan langsung berlari ke arah pak felix. Bu Dian kemudian memapahnya mundur

ÔÇ£Arya terima kasih hiks hiksÔÇØ ucap Bu Dian yang melangkah mundur. Aku dan Wongso berdiri di depan mereka berdua.

ÔÇ£Well well well wewe gombel… ternyata para jagoan sudah datang, jadi aku tidak perlu mancari kalian lagi ha ha haÔÇØ ucap lelaki dari dalam cafe yang kemudian berjalan keluar. Cafe sudah terlhat sangat sepi tidak ada pengunjung sama sekali. Mungkin karena keonaran mereka dan para pengunjung pergi dengan sendirinya.

ÔÇ£Lucas!ÔÇØ gerutuku

ÔÇ£Sekarang apa kalian bisa mengalahkan pasukanku, lihatlah kalian Cuma berdua dan kami berjumlah 30 orang, apa bisa kalian mengalahkan kami ha ha ha haÔÇØ ucap

ÔÇ£Ar, kayane bakalan modar awake dewe (kayaknya kita bakalan mati)ÔÇØ ucap wongso setengah berbisik kearahku

ÔÇ£Lha wes piye maneh? Mau ndadak mangkat (lha mau bagaimana lag? Tadi kok ya berangkat)ÔÇØ ucapku

ÔÇ£Ar, kalau aku mati disini, tolong jaga keluargaku yaÔÇØ ucap wongso

ÔÇ£Gundulmu Su….”

“Tidak, kita akan hidup dan mereka yang akan matiÔÇØ ucapku

ÔÇ£ternyata wongso dan arya, bagaimana kabar kalian?ÔÇØ ucap seseorang dari belakang lucas yang ditemani dengan seseorang lagi

ÔÇ£Paijo!ÔÇØ

ÔÇ£Ilman!ÔÇØ ucap kami bersamaan. Seorang musuh bebuyutan dari geng koplak dan selalu membuat masalah dengan geng koplak. Dia adalah teman SMA yang selama ini selalu bersebrangan dengan kami, mereka berdua merupakan ahli beladiri sama dengan kami. Mereka dikeluarkan dari perguruan karena tindakan indisipliner.

ÔÇ£ha ha ha… sekarang akan menjadi akhir dari geng koplak ha ha haÔÇØ ucap ilman

ÔÇ£HAJAR MEREKA!ÔÇØ teriak lucas

AKU
Satu orang maju memukul dengan tangan kanannya dapat aku hindari, segera aku tarik tanganya dan aku banting kebelakang. Tiba-tiba ada orang lain yang menendang punggungku, aku hampir jatuh tersungkur, aku segera berbalik dan kudapati seseorang akan menendangku lagi. Dengan kaki menyodok kedepan aku arahkan tendanganku ke bagian selangkangan lelaki tersebut hingga jatuh tak berdaya. Aku maju kudapati dua orang memukulku secara bersamaan dan aku segera menunduk. Dengan dua kepalan tangaku aku meng-upper cut dagu mereka berdua.

WONGSO
Wongso yang memainkan kayu yang diberikan Ibunya, langsung memeukul ke kepala seseorang dari mereka hingga terjatuh dan tersungkur. Diayunkannya dari kiri kekanan kayu itu ke arah dua orang di depannya, dua orang itu dapat menghindar dengan baik namun dengan lihainya wongso mengayunkan kembali kayu itu lebih rendah dari kanan kekiri, pertama mengenai orang tersebut da labgsung terjatuh menghantam orang di sampingngnya. Wongso kemudian mengayunkan kayu itu dari atas ke bawah ke arah kepala orang yang tertubruk tadi. Darah berkucuran dari ketiga orang yang dihantam oleh wongso.

AKU DAN WONGSO
Baru saja aku dapat melumpuhkan empat orang dan wongso baru melumpuhkan tiga orang. Tiba-tiba dari belakang kami, ada yang berteriak memanggil kami.

ÔÇ£ARYAÔÇØ

ÔÇ£HEI WONGSOÔÇØ teriak dua orang bersamaan memanggil kami dari belakang, kami menoleh dan…

Pyaaaaar……

ÔÇ£ARYAA!ÔÇØ teriak Bu Dian dan Pak Felix

Sebuah pukulan botol menghantam kepala kami berdua, kepalaku terasa sangat perih dan ngilu. Aku jatuh seperti orang merangkak, begitupula wongso langsung jatuuh berlutut memegang kepalanya. Darah menetes ke atas lantai parkir ini.

Bugh… ditendangnya tubuhku dan tubuh wongos hingga tersungkur bersebelahan. Sial, ternyata ilman dan paijo yang mengendap-endap dari belakang. Dengan membawa botol minuman yang sudah pecah karena mengenai kepala kami berdua.

ÔÇ£Saksikanlah… saksikanlah kehancuran pentolan Geng koplak! Ha ha ha haÔÇØ teriak Ilman

ÔÇ£Bunuh dia sekalian ha ha haÔÇØ ucap lucas

ÔÇ£Pastinya kita buat lumpuh mereka seumur hidup ha ha haÔÇØ teriak paijo

ÔÇ£Sialan! beraninya dari belakang!ÔÇØ bentak wongso

ÔÇ£inilah hidup kawan ha ha haÔÇØ teriak ilman

ÔÇ£Heentikan! Hentikaaaaaaaaaaaaaaaaaaaan!ÔÇØ teriak Bu Dian

ÔÇ£Eh Ibu cantik diam saja, nanati urusan Ibu denan kontol sayaÔÇØ

ÔÇ£pegangi dia dan laki-laki itu!ÔÇØ ucap ilman kepada beberapa orang suruhan lucas

ÔÇ£Hei kalian bisa saya laporkan ke polisi!ÔÇØ ucap pak felix

ÔÇ£Iya sebelum kamu lapor kamu sudah mati dulu ha ha haÔÇØ ucap paijo

Dengan tubuh tak berdaya aku, kepalaku terasa sakit dan pening. Tiba-tiba injakan tepat pada perut kami membuat kami semakin merintih kesakitan. Ilman dan paijo tidak henti-hentinya menghajarku dan wongso. Beberapa orang dari mereka juga menendangi tubuhku. Dengan sekuat tenaga aku memegang satu kaki mereka dan aku dorong, aku peluk tubuh wongso sehingga wongso tidak mendapatkan tendangan lagi. Ilman kemudian menarikku dan paijo menarik wongso, jujur aku dan wongso sudah tidak berdaya lagi seperti sebuah kain yang diangkat oleh mereka berdua. Ditendangnya perut kami berdua hingga jatuh bersujud, kemudian kami bangkit. Baru saja kami mencoba bangkit degan tubuh sedikit membungkuk.

ÔÇ£MATI KALIAN!ÔÇØ ilman dan paijo masing-masing mengangkat dua buah botol yang akan di hantamkan di kepala kami.

ÔÇ£Aku akan mati….ÔÇØ bathinku. Aku melirik wongso dan kulihat dia tersenyum. Diacungkannya jempol kananya kearahku.

May be this is Goodbye……

ÔÇ£ARYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA! ÔÇØ teriak Bu dian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*