Home » Cerita Seks Kakak Adik » When The Devils Come 4 (Tamat)

When The Devils Come 4 (Tamat)

When The Devils Come 4 (Tamat)

Beberapa menit mereka bercinta dengan irama pelan dan lembut. Farrel merasa Cindy sudah mulai panas lagi. Akhirnya Farrel pun memutuskan untuk mengganti posisi karena dengan posisi Cindy yang terlentang di ujung bath tub, posisi Farrel sangat tak nyaman karena dia hanya bertumpu pada tangannya saja. Dibaliknya tubuh Cindy hingga gadis remaja itu menungging bertumpu pada lututnya dan tubuh bagian atasnya bersandar telungkup di ujung bath tub. Farrel mengambil posisi di belakang Cindy, siap untuk melakukan penetrasi ala doggy style.

´┐¢Uuggh´┐¢ Ssshh´┐¢ Aaahhhhhh´┐¢´┐¢ desis Farrel sambil mulai memompa Cindy dari belakang. Tempo penetrasinya sedikit dinaikkan oleh Farrel karena dilihatnya Cindy mulai bangkit gairahnya dan memeknya sudah basah dengan cairan kenikmatan.

´┐¢Uuuufff´┐¢ Mmmm´┐¢ kak Farrel´┐¢´┐¢ desis Cindy yang semakin dibuai oleh kenikmatan birahi.

Dua kakak beradik itu kian larut dalam kenikmatan yang tabu. Mereka sudah tak perduli lagi dengan hal lain selain memuaskan nafsu birahi mereka sendiri yang mengatasnamakan cinta.

´┐¢Kak, Kak Farrel… Cindy mau, aahhhh´┐¢ Aaahhhh´┐¢´┐¢ jerit Cindy saat orgasme melandanya. Tubuh belianya bergetar karena menjalarnya kenikmatan orgasme. Memeknya berdenyut liar seakan memeras kontol Farrel yang tertanam di dalamnya.

Farrel yang merasakan empotan liar memek Cindy saat gadis remaja itu orgasme itu pun akhirnya menjadi tak tahan juga. ´┐¢Ouuughhh´┐¢ kakak juga, Cin! Aaaaghhh´┐¢´┐¢ dengus Farrel sambil memasukkan kontolnya dalam-dalam ke memek Cindy. Kontol Farrel menyemprotkan banyak sekali sperma ke rahim adik kandungnya itu.

Setelah usai orgasme itu mereka nikmati, Farrel menarik Cindy untuk berendam di bath tub itu. Farrel bersandar di tepian bath tub sambil memeluk Cindy dari belakang. Cindy menyandarkan tubuhnya ke badan kakaknya sambil memejamkan mata menikmati sisa-sisa orgasmenya sambil memejamkan mata. Senyum bahagia tersungging di bibir gadis belia yang sudah menjadi wanita dewasa seutuhnya malam ini.

***

Di ruang makan, Fitri masih tidur terlentang di atas karpet sambil memejamkan mata sambil berusaha memulihkan nafasnya saat merasakan tangan-tangan nakal mulai merayap di selangkangannya dan payudaranya.

´┐¢Brengsek! Bajingan-bajingan ini bener-bener nggak kenal capek.´┐¢ omel Fitri dalam hati saat dia merasakan ada jari yang mulai menyusup dan mengobok-obok memeknya. Juga dirasakannya payudaranya diremas kuat dan putingnya dipilin gemas. Walaupun Fitri merasa lelah, tapi dirangsang terus di payudara dan memeknya membuat wanita cantik itu pun mulai bangkit lagi gairahnya. Apalagi terasa olehnya kecupan panas dan basah dari bibir yang mencumbu leher jenjangnya dan mengulum dan menghisap puting susunya.

´┐¢Mmmm´┐¢ Aaahh´┐¢´┐¢ desis si cantik yang mirip Luna Maya itu. Gairah Fitri pun mulai bangkit lagi.

´┐¢Mmmm´┐¢ kamu cantik sekali, Fit.´┐¢ kata suara seorang laki-laki.

Fitri kaget mendengar suara itu. Ini bukan suara Juki, tapi´┐¢ ´┐¢Mas Joko?!!! Kok mas bisa??´┐¢ kata Fitri yang kaget saat dia membuka matanya dan melihat seraut wajah yang sama sekali di luar dugaannya. Wajah itu milik Joko, kakak iparnya, suami dari Sarah, kakaknya.

´┐¢Sstt´┐¢ tenang, Fit. Mas Joko sudah lama banget pingin nikmatin tubuh kamu yang sexy.´┐¢ balas Joko sambil terus mengocok memek Fitri dengan jari-jarinya. Tangannya yang lain meremas payudara Fitri dengan gemas.

´┐¢Jangan, Mas. Aku ini adik istrimu sendiri, aahh´┐¢ Ssshhh´┐¢ Hentikan, mas! Aauughh´┐¢´┐¢ Fitri berusaha menolak Joko.

´┐¢Nggak usah munafik deh, Fit. Mas baru tahu kalo kamu benar-benar wanita yang binal. Bahkan kamu ngentot sama ayah kamu sendiri.´┐¢

´┐¢Ta-tapi, itu terpaksa.´┐¢

´┐¢Jangan bohong. Siapa saja diruangan ini bisa melihat jelas kalo kamu begitu senang dientot. Oleh ayah kamu atau bajingan-bajingan itu. Bahkan kamu kelihatan hot banget waktu maksa si Cindy maen sama kamu, hehehe´┐¢ Aku demen banget ngelihat adegan lesbong kayak gitu.´┐¢ kata Joko.

Fitri tak bisa menjawab. Wajahnya memerah karena malu.

´┐¢Hehehe´┐¢ gue bener-bener nggak nyangka kalo ada lagi maniak seks di keluarga ini selain kamu, Fit. Tahu nggak, si Joko ini sendiri yang mohon sama gue agar bisa ngentot sama kamu, adik iparnya sendiri. Tanpa ancaman atau paksaan.´┐¢ celetuk Juki yang kini ada disamping Fitri dan Joko.
´┐¢Tapi gimana dengan mbak Sarah, mas? Tolong jangan khianati mbak Sarah, mas. Fitri tahu kalo mbak Sarah sangat mencintai mas Joko.´┐¢ kata Fitri mencoba menyadarkan kakak iparnya itu.

´┐¢Cinta?!! Kalo Sarah cinta sama aku, dia nggak akan bersenang-senang dengan ngentot adik kandungnya sendiri. Dan gue rasa sekarang dia juga keenakan ngentot sama bajingan ambon yang ngebawa dia ke atas. Dan sekarang saatnya aku juga menikmati tubuh kamu yang sudah lama aku impikan.´┐¢ kata Joko.

´┐¢Ta-tapi mbak Sarah melakukan itu semua demi keselamatan Indi, mas. Demi anak mas Joko dan mbak Sarah.´┐¢

´┐¢Bull Shit. Itu cuma alasan. Lagi pula wanita jalang seperti kamu nggak pantas menguliahi aku tentang kesetiaan.´┐¢ balas Joko.

Fitri tak bisa menjawab, dan dia menatap penuh kebencian pada Joko yang ternyata seorang lelaki bejat. Tiba-tiba Joko membalikkan tubuh Fitri hingga wanita cantik itu sekarang tengkurap. Jarinya tak pernah lepas dari memek Fitri. Biarpun Fitri membenci Joko, tapi wanita cantik itu tak mampu menolak reaksi tubuhnya yang menikmati cumbuan-cumbuan yang dengan gigih terus dilakukan Joko. Apalagi saat Fitri merasakan sesuatu yang basah di liang anusnya. Saat Fitri menoleh, dilihatnya Joko dengan tanpa rasa jijik menjulurkan lidahnya menjilati liang anus Fitri, membuat wanita cantik itu merasakan sensasi nikmat yang makin membangkitkan birahinya.

´┐¢Uugghh´┐¢ Ja-jangan, mas! Ssshh´┐¢ itu kan kotor.´┐¢ desis Fitri.

´┐¢Sudah diam, kamu nikmati aja, Fit.´┐¢ jawab Joko sambil memasukkan satu jarinya ke liang anus Fitri.

´┐¢Auughh´┐¢´┐¢ jerit Fitri. Dia tak terlalu merasakan sakit karena liang anusnya sudah dibasahi dengan ludah Joko. Dan juga jari Joko sudah basah oleh cairan kenikmatan Fitri yang bercampur dengan sperma Suparno dan Juki yang meluber di memeknya. Fitri hanya merasa aneh dengan hadirnya benda asing di anusnya. Tapi lama kelamaan Fitri merasakan sensasi yang lain yang diberikan oleh kocokan jari Joko di memek dan anusnya. Wanita cantik yang mirip Luna Maya itu hanya bisa mendesis nikmat merasakan sensasi baru itu.

Saat Fitri merasakan gairah birahinya meningkat, tiba-tiba dirasakannya Joko menarik keluar jari-jarinya dari memek dan anusnya. Sejenak Fitri merasa kosong karena birahinya yang belum tuntas, tapi wanita cantik itu tak perlu menunggu lama sebab kontol Joko sudah menggantikan jarinya mengocok memeknya yang sudah becek.

´┐¢Uughh´┐¢ Uuughh´┐¢´┐¢ dengus Joko yang dengan penuh nafsu mengentot memek adik iparnya yang kecantikannya selama ini diam-diam selalu dia dambakan.

´┐¢Hhmmm´┐¢ Sssshhh´┐¢´┐¢ desis Fitri di tengah birahi yang mulai menguasainya.

Walaupun kontol Joko tak sebesar punya suaminya atau Juki, tapi lumayanlah untuk menggaruk memeknya yang sudah gatal. Memang Fitri sebenarnya adalah wanita yang panas. Semakin lama dan semakin sering dia orgasme, gairahnya tak menjadi makin turun. Malah syaraf-syaraf di titik pekanya menjadi makin sensitif dan dia menjadi makin gampang terangsang.

Saat Fitri akan mencapai orgasmenya, tiba-tiba Joko menarik kontolnya keluar dari memek Fitri. Fitri merasa jengkel dengan Joko yang membuatnya birahinya menggantung. Tapi kejengkelannya berubah menjadi ketakutan, saat wanita cantik itu merasakan kepal kontol Joko menempel di pintu liang anusnya.

´┐¢Ja-jangan, mas! Aku belum pernah di… Aaagghhh´┐¢´┐¢ kata-kata Fitri terpotong oleh jeritannya saat kontol kakak iparnya menembus anusnya yang masih perawan. Fitri sebelumnya memang tak pernah melakukan anal seks. Jadi dia pun merasa kesakitan saat kontol Joko menerobos liang anusnya untuk pertama kali.

´┐¢Aaaghhh´┐¢ pantat kamu sempit banget, Fit. Enaaaaggkkkk´┐¢´┐¢ desis Joko yang merasakan jepitan liang pantat adik iparnya itu. Selama ini Joko memang pengen untuk mencoba anal seks, tapi Sarah, istrinya selalu menolak. Dan kini dia bagaikan mendapat durian runtuh karena akhirnya dia bisa merasakan sensasi anal seks dengan adik iparnya yang cantik.

´┐¢Aahh´┐¢ sa-sakit! Jangan di situ mas, entot memekku aja, aahhkk´┐¢´┐¢ rengek Fitri masih merasa sedikit kesakitan karena anal pertamanya.

´┐¢Nggak! Memek kamu udah becek banget. Aaahhh´┐¢ tenang aja, Fit, bentar lagi pasti kamu juga suka kok, hahaha´┐¢´┐¢ kata Joko yang terus memopa anus Fitri dengan penuh nafsu. Dia meremas gemas pantat Fitri yang montok. Bahkan sesekali ditamparnya sampai Fitri mengaduh kesakitan.

Lama-lama Fitri mulai bisa menyesuaikan diri dengan kontol yang tertanam dianusnya. Rasa sakit yang dirasakannya berangsur-angsur menghilang. Apalagi tangan Joko mulai bermain di memeknya dan menggosok klitnya, membuat Fitri juga merasakan kenikmatan.

´┐¢Hhhmmm´┐¢ Aaaaahhh´┐¢´┐¢ desis Fitri nikmat dan terus berpacu dengan birahinya yang sudah tak dapat dia kontrol.

´┐¢Uuugghhh´┐¢ Ssshhh´┐¢ kayaknya kamu seneng dientot di pantat kamu ya, Fit? Hehehe´┐¢´┐¢ celoteh Joko sambil terus menikmati hangat dan sempitnya jepitan anus adik iparnya yang cantik itu.

´┐¢Mas Joko!! Fitri!! Apa yang kalian lakukan??´┐¢ teriak Sarah.

Fitri menoleh ke asal suara itu, begitu juga dengan Joko. Mereka kaget melihat kehadiran Sarah di ruangan itu lagi. Tapi Fitri tak sanggup untuk menahan orgasme yang saat itu juga menerpanya.

´┐¢Aaahhh´┐¢ Ssshh´┐¢ Aaahhhhh´┐¢ aku, oouughhh´┐¢´┐¢ rintih Fitri sensual saat orgasmenya melibas tubuhnya. Tubuhnya menggelinjang liar. Walaupun Fitri sangat malu karena Sarah memergokinya bercinta dengan Joko, tapi wanita cantik itu tak kuasa menahan gelombang kenikmatan yang menjalar di seluruh tubuhnya.

´┐¢Ooohh´┐¢ Fitri, aaghh´┐¢´┐¢ dengus Joko saat kontolnya menumpahkan maninya ke liang anus Fitri. Sebenarnya Joko sudah akan menghentikan aksinya kala istrinya itu memergokinya, tapi jepitan kuat dinding liang anus Fitri saat wanita cantik itu orgasme membuat Joko tak kuasa lagi menahan orgasmenya sendiri. Kontolnya dia tancapkan dalam-dalam ke liang anus adik iparnya itu sambil tangannya meremas kuat bongkahan montok pantat Fitri.

Wajah Sarah pucat melihat adegan panas yang berlangsung di depan matanya. ´┐¢Ke-kenapa kamu tega, mas?! Dan kamu, Fit, benar-benar perempuan jalang. Dia itu suami aku, kakak iparmu sendiri?!´┐¢ kata Sarah sambil mulai menangis.

´┐¢Jangan munafik kamu, Sar.´┐¢ kata Joko santai sambil berdiri meninggalkan Fitri yang sekarang duduk sambil menundukkan mukanya, tak berani menatap wajah Sarah, kakaknya. ´┐¢Kamu tadi juga keliatannya enjoy banget waktu ngentot sama Bimo. Aku cuma ngelakuin apa yang kamu lakuin duluan.´┐¢ kata Joko berusaha membela diri.

´┐¢A-aku ngelakuin itu karena dipaksa oleh mereka. Aku ngelakuin itu semua demi keselamatan Indi, anak kita!!!´┐¢ balas Sarah.

Joko mengeluarkan dengusan tak percaya. Dan saat suami istri itu mulai ribut, tiba-tiba´┐¢ ´┐¢Hehehe´┐¢ coba lihat apa yang kutemukan di kamar mandi.´┐¢ suara Barong menghentikan keributan yang sedang terjadi.

Fitri menoleh untuk melihat apa yang terjadi. Dan dia melihat Barong menyeret Farrel dan Fitri yang berpelukan sambil telanjang bulat. Dua kakak beradik itu hanya menundukkan muka yang memerah karena malu.

´┐¢Waktu aku ngebuka kamar mandi, aku ngelihat adegan yang hot banget. Si Farrel ini bener-bener kakak yang sayang sama adiknya. Tadi dia minta ijin buat ngerawat Cindy. Eh, tahunya waktu aku kembali ternyata dia lagi asyik ngentotin adik kandungnya sendiri, dan kayaknya Cindy ini juga demen dientotin sama kakaknya, hahaha´┐¢´┐¢ celoteh Barong yang membuat kakak beradik itu makin menunduk malu.

´┐¢Hahaha´┐¢ mereka memang bener-bener keluarga binal.´┐¢ timpal Juki sambil tertawa terbahak-bahak. ´┐¢Barong. Choki. Kalian ikat lagi yang laki-laki. Kita kan belum puas bersenang-senang.´┐¢ perintah Juki.

Barong dan Choki segera menyeret Farrel dan Joko dan mengikat ke kursi mereka lagi. Setelah selesai mengikat mereka berdua, Barong segera menerkam tubuh Sarah dan Choki menghampiri Cindy.

´┐¢Jangan!!! Jangan lagi!´┐¢ teriak Cindy histeris.

´┐¢Lepaskan. Lepas… augghh´┐¢!!´┐¢ rengekan Sarah terhenti oleh tamparan Barong di wajahnya.

Fitri rupanya juga akan mulai aksi memberontak, tapi Juki segera memeluknya dan membisikkan kata-kata lirih di telinganya hingga hanya wanita cantik itu saja yang mendengarnya.

´┐¢Ingat janji kamu, Fit! Cindy dan Sarah boleh memberontak sesuka mereka karena mereka berdua tidak mengikat perjanjian denganku. Tapi kamu sudah berjanji dengan aku. Kamu harus terus bertingkah bak wanita lacur. Wanita jalang. Ingat apa yang akan aku lakukan dengan keluargamu kalau kamu melanggar janji kamu.´┐¢ bisik Juki di telinga Fitri.

Sejenak Fitri memejamkan matanya setelah mendengarkan kata-kata Juki. Hati Fitri terasa perih, dia tahu benar akibat dari perjanjiannya dengan Juki. Seluruh keluarganya, termasuk suami yang dicintainya akan melihat dia sebagai wanita jalang. Fitri, Cindy, dan Sarah memang sama-sama diperkosa, tapi derajat Fitri akan sangat rendah di mata keluarganya karena dia harus bertingkah bagai wanita pelacur. Tapi Fitri tak berani melawan perintah Juki. Dia tahu bajingan ini sangat kejam, dia sudah melihat rekaman video yang brutal itu.

Akhirnya Fitri bisa menenangkan hatinya. Dia sudah memutuskan untuk melakukan apa yang diperintahkan Juki demi keselamatan keluarganya. Dia sudah tak perduli lagi tentang anggapan keluarganya karena dia sangat mencintai keluarganya. Fitri membuka matanya. Bakat aktingnya memang luar biasa, karena dia sekarang sudah larut dalam perannya. Bagaikan wanita jalang, dia membalas ciuman Juki tak kalah panas. Fitri bisa mendengar teriakan Sarah dan Cindy.

´┐¢Hahaha´┐¢ kayaknya loe semua pada nggak bisa nge-jinakin cewek loe ya?´┐¢ ejek Juki pada Choki dan Barong.

´┐¢Ya iyalah. Cindy ini kan masih belum punya pengalaman, bos. Beberapa jam yang lalu dia masih perawan. Dan dia bukan pelacur kayak cewek loe, Juk.´┐¢ kata Choki sambil berusaha mencium Cindy yang terus meronta sambil menjerit. Tangannya yang besar hitam meremas-remas payudara Cindy yang mungil.

´┐¢Gue malah demen cewek yang ngelawan kayak gini, Juk. Ayo, hisep kontol gue, Lonte!´┐¢ jawab Barong yang saat itu berusaha memaksa Sarah agar mau menyepong kontolnya.

Sarah berusaha menolak, tapi Barong menamparnya. Lalu dengan menjambak rambutnya, serta memencet hidung Sarah hingga Sarah mau tak mau harus membuka mulutnya agar tak kehabisan nafas. Saat mulut Sarah terbuka, Barong menjejalkan kontolnya ke mulut ibu muda itu.

´┐¢Awas, jangan coba-coba gigit kontol gue. Gue dan temen gue bisa ngebunuh anak loe.´┐¢ ancam Barong sambil memperkosa mulut Sarah yang kini hanya bisa pasrah.

Fitri kasihan melihat nasib Sarah dan Cindy, tapi ia tak sanggup berbuat apa-apa. Juki mulai mencumbu Fitri. Mereka berciuman sambil berdiri, sambil tangan Juki bergerak meremas toket Fitri dan yang satunya beroperasi di memeknya. Fitri hanya bisa membalasnya dengan aktingnya bagai wanita jalang.

´┐¢JANGAN!!! Itu nggak akan muat, aahh´┐¢ Jangaaannnn!´┐¢ teriak Cindy yang membuat Fitri menoleh ke arah adik iparnya itu. Dia terkesiap melihat Choki sedang berusaha memasukkan kontolnya yang berukuran raksasa, bahkan lebih gede dari Juki, ke memek Cindy yang masih sempit.

´┐¢Ya Tuhan. Kasihan Cindy. Memeknya bisa robek kalo dimasukin kontol segede itu. Aku harus menolong dia.´┐¢ pikir Fitri. ´┐¢Tunggu sebentar, sayang.´┐¢ katanya pada Juki. Lalu Fitri melangkahkan kakinya bergerak mendekati Choki dan Cindy. Lagaknya bagaikan wanita penggoda, dengan langkah seksi yang makin menonjolkan keindahan tubuhnya. Juki membiarkan saja tingkah Fitri, dia ingin melihat apa yang diperbuat wanita yang menjadi mangsanya itu.

´┐¢Hey, apa-apaan ini?´┐¢ kata Choki kaget karena saat dia berusaha memasukkan kontolnya ke memek Cindy, tiba-tiba sebuah tangan dengan jemari lentik menggenggam dan menarik kontolnya. Choki menoleh ke arah pemilik tangan itu dan melihat wajah Fitri yang cantik dengan senyum menggoda.

´┐¢Sst´┐¢ tenang. Buat apa kamu buang-buang waktu sama cewek yang nggak punya pengalaman kayak gini. Tahu nggak? Dari tadi aku sudah pengen banget ngerasain kontol gede kamu di memek aku. Sudah lepasin aja cewek ingusan ini, lebih baik kamu sekarang bersenang-senang sama aku.´┐¢ kata Fitri genit sambil jemarinya mengocok kontol gede Choki.

´┐¢Hahaha´┐¢ oke. Gue jamin loe bakal puas sama kontol ini.´┐¢ jawab Choki. Bajingan itu melepaskan Cindy yang segera bergerak menjauh dan menangis di dekat Farrel, kakaknya. Choki merengkuh tubuh Fitri, lalu melumat bibirnya yang menggemaskan. Fitri membalas tak kalah panasnya.

´┐¢Hei, hei, gimana dengan gue?´┐¢ celetuk Juki.

´┐¢Mmm´┐¢ aku sudah lama kepengen ngerasain enaknya dientot sama dua orang laki-laki yang kontolnya gede-gede kayak kalian.´┐¢ kata Fitri sambil meraih kontol Juki lalu dikocoknya. Kini dua tangan Fitri dipenuhi dua buah kontol yang berukuran besar, lebih besar dari punya suaminya.

´┐¢Bener kata kamu, Juk. Cewek ini bener-bener liar, hehehe´┐¢´┐¢ celoteh Choki sambil mendaratkan mulutnya ke payudara Fitri dan melumat putingnya yang membuat putting itu semakin mengeras. Juki hanya tertawa, lalu ikutan menyusu ke payudara Fitri yang satunya lagi sambil tangannya bermain di memek Fitri.

´┐¢Hhmmmm´┐¢ Ssshhhh´┐¢´┐¢ desis Fitri beneran dan bukan akting, karena memang dia merasakan nikmat diperlakukan seperti itu.

Saat itulah Fitri tanpa sengaja melihat ke arah Farrel, suaminya. Dia sedikit tersentak, karena melihat tatapan Farrel yang dipenuhi kemarahan. Fitri tak berani menatap lagi, lalu dia memejamkan matanya, berusaha kembali ke aktingnya sebagai wanita jalang.

Choki menarik tubuh Fitri. Si ambon itu berbaring terlentang, lalu menyuruh Fitri untuk menunggangi kontolnya yang sudah ngaceng berat. Walaupun Fitri sebenarnya merasa enggan, tapi senyum manis tetap tak meninggalkan bibirnya. Wanita cantik yang berwajah mirip Luna Maya itu duduk mengangkang di perut Choki, dan tangannya menggenggam kontol Juki berusaha memposisikan agar kepala kontol itu tepat di pintu liang memeknya. Perlahan dia menurunkan tubuhnya hingga kontol Choki yang hitam dan besar itu perlahan memasuki liang memeknya.

´┐¢Aauughh´┐¢ Ooohh´┐¢ Ge-gedhe banget,´┐¢ desis Fitri sambil menahan ngilu di selangkangannya karena memeknya dipaksa meregang untuk menerima ukuran kontol yang gede itu.

´┐¢Ouugh´┐¢loe bener-bener pinter milih cewek, Juk. Memek nih cewek, sshhh´┐¢ nggigit banget, aahhhh´┐¢´┐¢ desis Choki yang asyik menikmati jepitan dan pijatan memek Fitri pada batang kontolnya. Tangannya yang hitam dan kekar memegang pantat Fitri dan memaksa Fitri agar menurunkan pantatnya agar kontolnya bisa melakukan penetrasi lebih dalam ke memek Fitri.

´┐¢Aduuhh´┐¢ pe-pelan-pelan, aaghhh´┐¢ Kontol loe gede banget.´┐¢ pinta Fitri.

Choki tampaknya mengerti kesulitan Fitri. Si ambon itu membiarkan Fitri yang mengontrol persetubuhan mereka. Kontol Choki baru masuk setengah bagian ke dalam memek Fitri. Tapi gemuknya diameter kontol si Ambon itu memaksa Fitri untuk menghentikan penetrasinya agar memeknya bisa terbiasa lebih dulu. Fitri menaikkan pantatnya lagi pelan-pelan, kemudian menurunkannya. Dia tetap menjaga agar penetrasi kontol itu tidak lebih dalam dulu. Setelah memeknya mulai terbiasa, Fitri mulai menurunkan pantatnya lebih jauh agar kontol gede itu bisa masuk sedikit lebih dalam.

´┐¢Aahh´┐¢ Aaahhh´┐¢ Ssshhh´┐¢ Aahhh´┐¢´┐¢ desis Fitri karena nikmat bercampur sedikit ngilu. Penetrasi dengan tempo pelan dan bertahap terus dilakukannya, sampai akhirnya Fitri merasa kontol itu sudah mentok sampai ke pintu liang rahimnya.

´┐¢Gila. Udah mentok gini tapi masih belum semuanya masuk.´┐¢ pikir Fitri dalam hati saat dia melihat kontol Choki masih tersisa sekitar 3 centimeteran. Dan saat merasa memeknya mulai terbiasa dengan monster yang ada di dalamnya, Fitri pun mulai menggoyangkan pantatnya naik turun.

Birahi Fitri makin meningkat. Wanita cantik itu sudah tak lagi berakting. Fitri kini bagaikan seorang joki yang menunggangi seekor kuda yang perkasa. Pantatnya tak hanya bergerak naik turun, tapi bergoyang liar berusaha melumat kontol besar yang bersarang di memeknya.

´┐¢Ohh.. Ooohh´┐¢ Ssshh´┐¢ Ooohh´┐¢´┐¢ desis Fitri makin keras, tak memperdulikan tatapan penuh kemarahan dari suami dan keluarganya.

´┐¢Yeah, mmm´┐¢ enak banget, Fit. Wajah kamu memang mirip kayak artis tapi goyangan kamu tak kalah sama penyanyi dangdut.´┐¢ celoteh Choki.

Tiba-tiba Juki ikut campur dalam persetubuhan yang kian panas itu. Dia berdiri di samping Fitri yang sedang menunggangi Choki. Kontolnya yang sudah tegang dia arahkan ke mulut Fitri.

´┐¢Mmmpphhh´┐¢ Mmmmpphmm´┐¢ Sssluurrpp´┐¢ Mmmmpphhh´┐¢´┐¢ desis kenikmatan Fitri berubah menjadi gumaman tak jelas karena mulutnya kini disumpal kontol Juki. Fitri menyambut kontol Juki dengan penuh nafsu.

´┐¢Mmmm… Yeah´┐¢ Isep kontol gue, Fit. Aaahhh´┐¢ sepongan kamu top banget. Ludahin yang banyak, Fit! Aaahh´┐¢´┐¢ desis Juki. Tiga orang itu seakan tak memperdulikan sekelilingnya. Mereka larut dalam birahi mereka yang makin liar.

Fitri hanyalah wanita biasa. Walaupun tadinya dia tak mau melakukan semua hal bejat ini, tapi tubuhnya ternyata tak mau diajak bekerja sama. Rangsangan dan kenikmatan yang diberikan bajingan-bajingan itu membuat tubuhnya larut dalam birahi. Birahi makin liar, hingga akhirnya Fitri merasa dia akan tertelan gelombang kenikmatan yang besar. Pantatnya bergoyang makin liar, dan sejenak dia melepaskan kontol Juki dari mulutnya karena nafasnya yang mulai berat.

´┐¢Oooh´┐¢ a-aku mau´┐¢ terusss´┐¢´┐¢ jerit Fitri.

Choki yang bisa merasakan orgasme yang sebentar lagi akan menerpa wanita cantik itu, segera mengambil tindakan. Pantat Fitri dia pegang erat dengan kedua tangannya, ditahannya dengan posisi sedikit naik. Kemudian dia mengayunkan pantatnya sendiri dan menyodokkan kontolnya ke atas. Dengan posisi ini Choki bisa meningkatkan tempo penetrasi mereka, yang membuat Fitri makin kelojotan.

Sementara itu Juki sudah mengambil posisi di belakang Fitri, kontolnya dia arahkan ke liang anus Fitri. Fitri ketakutan saat merasakan kepala kontol Juki di pintu liang anusnya, tapi sebelum dia berbuat apa-apa, gelombang orgasme itu melandanya.

´┐¢Aaaaghhh´┐¢ Uuggghh´┐¢ Aahhhh´┐¢ Aaaaghhhh´┐¢´┐¢ jerit Fitri saat orgasme.

Selama dia orgasme, Fitri bisa merasakan kontol Juki yang memaksa masuk di anusnya secara perlahan. Fitri merasakan sedikit perih dan panas di anusnya. Tapi rasa sakit itu berbaur dengan kenikmatan orgasme yang melandanya. Fitri sama sekali tak menyangka kalau hal itu malah menimbulkan sensasi yang baru kali ini dia rasakan, yang membuat wanita cantik itu sampai mendapatkan orgasme susulan selama proses penetrasi Juki.

Fitri terhanyut dalam multi orgasmenya. Tubuhnya bergetar liar dan erotis dalam himpitan tubuh besar Juki dan Choki. Choki dan Juki menghentikan aktifitasnya sejenak untuk memberi Fitri kesempatan umtuk beradaptasi dengan double penetration pertamanya dan juga menikmati empotan dan pijatan dinding memek dan anus Fitri saat si cantik itu orgasme.

Saat orgasme yang melandanya lewat, tubuh Fitri pun lemas. Wanita cantik itu bersandar diatas tubuh Choki mencoba mengatur nafasnya. Fitri merasa sangat penuh oleh dua kontol besar yang kini memenuhi memek dan anusnya. Bahkan untuk menggerakkan pantatnya, dia tak sanggup.

Juki dan Choki tak sabar lagi untuk menikmati tubuh Fitri. Mereka tak menunggu sampai Fitri pulih tenaganya. Juki dan Choki mulai memompa tubuh Fitri dengan irama pelan. Choki bisa merasakan kalau memek Fitri yang sebenarnya sudah sempit menjadi makin sempit dengan desakan kontol Juki di lubang anus. Dia juga bisa merasakan gerakan kontol temannya itu di anus Fitri.

´┐¢Aahh´┐¢ gila. Memeknya jadi makin sempit nih, Juk, oogghh´┐¢ tapi enaaakhhh´┐¢´┐¢ kata Choki.

´┐¢Mmmpph´┐¢ pantatnya lebih sempit lagi nih, oohh´┐¢´┐¢ dengus Juki yang merasakan nikmatnya jepitan anus Fitri. Mereka berdua mulai bergerak dengan irama pelan dan kompak.

Fitri yang lemas, tak sanggup berbuat apa-apa. Fitri hanya bisa pasrah menerima serangan dari Juki dan Chelsea. Dia hanya berharap agar vagina dan anusnya tak terluka karena dua kontol besar yang kini mengulek dua lobang ditubuhnya itu.

Harapan Fitri terkabul, memek dan liang pantatnya pelan-pelan mulai beradaptasi dengan kontol Juki dan Choki. Bahkan setelah beberapa menit bajingan-bajingan itu melakukan DP terhadapnya, lambat laun Fitri merasakan datangnya kenikmatan yang menggantikan rasa sakit itu.

´┐¢Eeennghh´┐¢ Aahhhh´┐¢ Mmmmpphh´┐¢´┐¢ desis Fitri saat birahinya mulai naik lagi.

Juki dan Choki bisa melihat kalo mangsanya ini sudah takluk dalam permainan mereka. Sedikit demi sedikit mereka meningkatkan irama kocokan mereka. Choki meremas payudara Fitri sambil mempermainkan putingnya. Juki meremas gemas pantat Fitri sambil sesekali menampar ringan.

´┐¢Aaahh´┐¢ Ooh my God, sshhh´┐¢ Aaahhh´┐¢´┐¢ desis Fitri makin keras karena kenikmatan yang mulai melanda seluruh tubuhnya. Dua kontol besar yang memenuhi dua lobangnya membuat syaraf kenikmatan di dinding memek dan anusnya lebih terasa.

´┐¢Oh, aku memang wanita jalang. Kenapa aku begitu menikmatinya? Aaaahhh´┐¢´┐¢

´┐¢Ouggh´┐¢ lonte ini memang liar banget, Juk. Lihat dia kayaknya begitu menikmati dientot sama dua kontol di memek dan pantatnya, hahaha´┐¢´┐¢ cerocos Choki.

´┐¢Gue tahu dari pertama kali ngelihat dia. This women is one hot whore. Liat, dia bahkan berteriak keenakan walau dientot dua orang yang baru dikenalnya dihadapan seluruh keluarga dan suaminya sendiri.´┐¢ balas Juki.

Fitri merasa hatinya sakit karena hinaan mereka, tapi tubuhnya seperti tak mau diajak bekerja sama. Kenikmatan ini begitu menguasai tubuhnya. Bahkan tanpa dapat dia cegah, Fitri merasakan tubuhnya bereaksi atas cumbuan dua bajingan itu. Pantatnya ikut menyambut gerakan mereka.

Farrel merasa marah kepada istrinya yang dianggapnya mengkhianatinya. Suparno terlihat malu melihat tingkah jalang anaknya. Bimo juga sama, tapi pemuda itu juga tak bisa mencegah kontolnya yang mengeras melihat permainan liar kakak perempuannya itu.

Sementara itu Fitri makin larut dalam kenikmatan yang seakan membuai seluruh tubuhnya. Baru pertama kali ini dia merasakan sensasi saat dua lobang yang ada di tubuhnya dipenuhi dua batang kontol, apalagi yang segede punya Juki dan Choki. Memang Fitri merasa tersiksa dan kesakitan pada awalnya. Tapi sama sekali tak disangkanya bahwa rasa sakit itu akhirnya bertransformasi menjadi sensasi kenikmatan yang begitu dashyat. Dan akhirnya gelombang kenikmatan itu membuncah dan menerpanya bagaikan ombak yang bergulung dashyat.

´┐¢AAAAAGHHHHH´┐¢ OH MY GGGOOOODDD´┐¢ AAAAAHHH´┐¢´┐¢ jerit Fitri saat orgasme itu akhirnya melandanya. Badannya mengejang liar, matanya membeliak hingga hanya terlihat bagian putihnya saja, mulutnya terbuka berteriak nikmat.

Sementara itu Juki dan Choki merasa tak tahan lagi. Memek dan anus Fitri berdenyut begitu keras, memijat dan menyedot batang kontol mereka. Dua bajingan itu mendengus liar dan menumpahkan mani mereka ke dalam memek dan anus Fitri.

´┐¢Uuughhh´┐¢ Yeah´┐¢´┐¢ dengus Juki yang menancapkan kontolnya sedalam-dalamnya ke pantat Fitri.

´┐¢Oooughhh´┐¢ terima ini, aaghhh´┐¢´┐¢ dukung Choki saat dia orgasme.

Hening sesaat diruangan yang dipenuhi udara mesum itu. Hanya terdengar isak tangis pelan dari Cindy dan juga Sarah. Tampaknya si sadis Barong sudah selesai menuntaskan nafsunya ke ibu muda itu, dan kini bajingan itu asyik menyedot rokok melihat dua temannya mengerjai Fitri. Farrel menatap istrinya dengan pandangan marah. Belum pernah Fitri orgasme seintens itu waktu berhubungan badan dengan dia, suaminya sendiri. Kini wanita itu bahkan kelihatan begitu menikmati sat dientot dua bajingan yang telah membawa bencana bagi keluarga mereka.

Suparno juga kelihatan kecewa dengan tingkah putrinya itu, tapi dia juga merasa kemaluannya mengeras karena adegan eksotis yang baru saja dimainkan di depan matanya itu. Bimo dan Joko terbelalak melihat keliaran Fitri, dan dalam hati mereka berharap bisa seberuntung dua bajingan itu. Akhirnya Juki dan Choki pun bangkit dan meninggalkan tubuh Fitri yang kelihatan awut-awutan.

Wanita cantik itu kini tergeletak lemas di karpet dengan tubuh telanjang, rambutnya agak berantakan, dengan sperma terlihat meleleh keluar dari memek dan anusnya. Meskipun agak berantakan tapi setiap lelaki yang melihatnya mungkin masih akan bergairah melihat kecantikan Fitri. Juki dan Choki pun segera mengenakan pakaian mereka, diikuti oleh Barong yang sudah selesai merokok.

´┐¢Nah, seperti janji kami. Kami tidak akan menyakiti keluarga kalian. Malah kami memberikan begitu banyak kenikmatan, hahaha´┐¢´┐¢ kata Juki sambil tertawa, diikuti kedua temannya.

´┐¢Bapak Suparno. Anda benar-benar memiliki keluarga yang hangat. Kami benar-benar dibuai oleh kehangatan putri-putri bapak, seharusnya bapak bisa merasakan kehangatan mereka sejak dulu, hahaha´┐¢ Dan Farrel, loe beruntung banget bisa punya istri yang hot dan binal kayak Fitri. Kami aja sampai dibuat kewalahan, hahaha´┐¢´┐¢ kata Juki lagi.

´┐¢Dan juga punya adik yang cantik dengan memek yang sempit banget, hahaha´┐¢´┐¢ sambung Barong.

Suparno dan keluarganya, juga Farrel bersaudara, telinganya memerah karena seloroh mereka. Tapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa.

´┐¢Kami akan meninggalkan tempat ini. Jangan ada yang bergerak dari tempatnya sampai sepuluh menit ke depan. Kami mungkin akan kembali untuk mengeceknya. Jika kalian melanggar, kami akan membunuh semua laki-laki di rumah ini dan membawa pergi para wanitanya. Mengerti?´┐¢ ancam Juki.

Ketiga bajingan itu pun akhirnya melangkah keluar dan meninggalkan rumah keluarga Suparno.

Setelah merasa kalo bajingan-bajingan itu sudah pergi, Fitri menguatkan tubuhnya untuk bangkit. Si cantik yang mirip Luna Maya itu mengambil pakaiannya dan mengenakannya. Sekarang setelah semuanya berakhir, rasa malu kembali di hati Fitri. Cindy dan Sarah yang melihat bangkitnya Fitri, mengikuti jejak Fitri untuk menutupi tubuh mereka yang telanjang. Setelah berpakaian, Fitri mendekati Suparno, ayahnya, dan berusaha membebaskannya dari ikatannya.

´┐¢Mmm´┐¢ pa-papi nggak apa-apa?´┐¢ tanya Fitri dengan gugup. Dia teringat bahwa dia sudah bertingkah seperti pelacur di depan ayahnya. Bahkan dia telah bercinta dengan ayahnya walaupun itu dibawah ancaman Juki cs.

Suparno tak menjawab. Suparno menoleh ke arah lain, tak mau melihat ke arah putrinya itu. Selain karena marah dan malu dengan tingkah putrinya itu, rasa bersalah juga menghinggapi dirinya karena dia tadi juga menikmati seks dengan putri kandungnya sendiri.

Melihat Suparno yang tak mau melihat ke arahnya, hati Fitri terasa hancur. Dia merasa sudah mengecewakan ayahnya dengan tingkah lacurnya. ´┐¢Aaahhh´┐¢ kalau saja ayah tahu. Aku melakukannya demi keselamatan keluarga kita.´┐¢ pikir Fitri sedih.

Fitri melihat Bimo dan Joko sudah dibebaskan oleh kak Sarah. Cindy juga rupanya telah melepaskan ikatan pada Farrel. Fitri melangkah mendekati Farrel yang kini memeluk Cindy yang menangis di dadanya.

´┐¢Ka-kamu nggak apa-apa?´┐¢ tanya Fitri ragu.

Farrel menatap istrinya dengan pandangan marah.

Fitri bisa melihat tatapan itu, hatinya pun terasa sakit. ´┐¢Farrel, nng´┐¢ aku bi-bisa menjelaskan apa yang terjadi tadi.´┐¢ kata Fitri lirih.

´┐¢Nggak ada yang perlu dijelaskan! Tampaknya aku sudah tak bisa lagi memuaskan nafsu gilamu itu.´┐¢ kata Farrel marah.

´┐¢Ta-tapi… itu karena´┐¢´┐¢

´┐¢Cukup! Aku nggak mau mendengarkan penjelasan apa-apa dari kamu.´┐¢

Airmata mengalir dari mata Fitri. Dia tahu bahwa dia tak akan bisa meyakinkan suaminya dan keluarganya kalo dia melakukan itu semua demi keselamatan mereka. Fitri segera beranjak pergi. Dia bisa mendengarkan percekcokan yang terjadi antara Sarah dan Joko saat kakinya melangkah keluar dari rumah itu. Dan wanita cantik itu pun menghilang di tengah gelapnya malam.

***

Fitri duduk termenung di halte yang sepi itu. Hanya ada dirinya dan penjual rokok yang masih menjaga warungnya di pojokan halte. Terdengar suara radio penjaga warung yang melantunkan sebuah lagu dari suara lembut Rossa. Atas nama cinta. Kurelakan jalanku merana. Ironis sekali. Fitri telah berkorban melakukan apa saja demi cintanya pada keluarga dan suaminya. Dia melakukan semua itu atas nama cinta, tapi sekarang malah dia kehilangan semua cinta yang pernah dia punya.

´┐¢Hey, cewek. Lagi sendirian aja nih?´┐¢ sapa sesosok wajah setengah baya dari balik kaca mobil mewah yang terbuka.

Fitri memandang jijik pada lelaki hidung belang itu. Tapi dia tak bisa menyalahkan laki-laki itu. Fitri merasa bahwa dia kini telah kotor dan pantas bila orang mengiranya bagai seorang pelacur.

´┐¢Daripada bengong di situ lebih baik kamu ikut sama om saja. Kita bersenang-senang menikmati malam ini, gimana? Om punya duit yang banyak untuk kita bersenang-senang.´┐¢ goda lelaki hidung belang itu lagi.

Fitri terdiam. Dia telah kehilangan semua cintanya malam ini. Tiba-tiba terbersit sebuah pikiran di benaknya yang sudah putus asa. ´┐¢Aku sudah kehilangan semua cinta yang aku punya. Yang ada di diriku kini cuma nafsu. Dan mulai sekarang aku akan hidup dengan menuruti semua nafsu yang ada di hatiku, hingga akhirnya aku bisa melupakan semua cinta yang telah meninggalkan aku.´┐¢ pikir Fitri.

Perlahan wanita cantik itu melangkah mendekati mobil mewah itu dengan langkah sexy. Laki-laki setengah baya yang hidung belang itu tertawa sambil membukakan pintu mobil untuk Fitri.

´┐¢Saya bukan cewek murahan lho, Om. Sebaiknya om pastiin kalo om punya uang yang cukup kalo ingin bersenang-senang denganku malam ini.´┐¢ kata Fitri sambil tersenyum menggoda.

´┐¢Hehehe.. tenang saja, sayang. Berapapun yang kamu minta, om pasti sanggup bayar. Ayo naik.´┐¢

Fitri pun naik ke mobil mewah itu. Lalu mobil itu beranjak pergi dari halte, dan menghilang di gemerlapnya malam.

***

Epilogue : dua bulan kemudian´┐¢

Desah kenikmatan dan bau seks memenuhi kamar itu. Sesosok tubuh jelita tampak sedang berpacu di atas tubuh seorang pemuda yang berbaring di ranjang dalam kamar itu. Mereka tampaknya asyik memacu birahi mereka, sampai akhirnya puncak kenikmatan yang mereka harapkan datang bersamaan. Lalu sang wanita yang merasa lelah setelah pertempuran mereka bersandar tengkurap didada pemuda itu, dengan kelamin mereka masih bersatu.

´┐¢Hhhhmmmm´┐¢ aku nggak pernah akan bosan dengan kontol kamu yang gede ini, sayang.´┐¢ kata si wanita.

´┐¢Aku juga nggak akan bosan dengan memek dan susu yang montok ini.´┐¢ jawab si pemuda sambil meremas gemas tetek wanita cantik itu yang memang berukuran besar dan sangat montok.

´┐¢Tapi nanti setelah kamu menikah dengan Cindy, kamu pasti akan melupakan kakak dan asyik dengan memek Cindy yang masih sempit.´┐¢ kata Sarah manja. Ya, memang wanita cantik itu Sarah, dan pemuda yang bercinta dengannya itu, tak lain adalah adik kandungnya sendiri, Bimo.

Bimo mengusap lembut rambut Sarah yang kemerahan. ´┐¢Aku nggak akan pernah bosan sama kakak. Cindy kan nggak punya tetek yang montok kayak gini.´┐¢ kata Bimo sambil terus memepermainkan payudara Sarah yang montok.

´┐¢Gombal. Aku benar-benar cinta sama kamu, Bim.´┐¢

´┐¢Aku juga cinta sama kak Sarah, dan aku juga cinta sama anak kita yang ada di perut ini.´┐¢ kata Bimo sambil meraba perut Sarah. Sarah kini memang sedang hamil dua bulan, buah dari adik kandungnya sendiri, Bimo. Sarah mengecup mesra bibir Bimo, yang dibalas Bimo dengan hangat.

´┐¢Kenapa kakak nggak menceraikan mas Joko? Aku sanggup menggantikannya.´┐¢ kata Bimo.

´┐¢Sssshhh´┐¢ itu nggak mungkin, sayang. Kita nggak mungkin menikah karena kita adalah saudara, nama keluarga kita bisa tercemar. Dan lagi kamu sudah menggantikan dia jadi suamiku dalam arti sebenarnya.´┐¢ kata Sarah.

´┐¢Hhmmm´┐¢ kasihan juga mas Joko. Nggak bisa menikmati tubuh sexy kak Sarah.´┐¢

´┐¢Biarkan aja. Lagian aku nggak akan pernah bisa puas dengan kontol kecilnya itu lagi setelah mengenal kontol kamu. Dan kakak sudah membiarkan dia mengambil pembantu cewek yang usianya masih belasan tahun. Aku tahu kalo dia ngentotin pembantu-pembantu itu. Mungkin dia merasa bisa kelihatan lebih jantan di mata anak-anak ingusan itu. Aku biarkan saja, selama dia nggak ngerecokin aku dan kamu. Lagian si Indy dan anak kita nanti akan butuh seorang ayah, dan aku butuh Joko untuk itu.´┐¢ jelas Sarah.

´┐¢Padahal aku pengen banget bisa nikah sama kakak dan memiliki kak Sarah seutuhnya.´┐¢ jawab Bimo.

´┐¢Itu nggak mungkin, Bim. Dan lagi kamu harus menolong Cindy, menikahinya, dan menjadi ayah bagi anak Farrel yang ada di perutnya. Kamu pasti seneng dapet istri cantik seperti Cindy.´┐¢

´┐¢Kak Sarah jauh lebih cantik di mata aku.´┐¢ rayu Bimo. Mereka kembali berciuman dengan mesra. ´┐¢Kapan ayah kembali?´┐¢ kata Bimo.

´┐¢Ayah pergi ke keluarga Farrel dan Cindy cuma untuk merundingkan tanggal pernikahan kamu. Mungkin nggak akan lama.´┐¢ jawab Sarah.

Bimo hanya menganggukkan kepalanya. ´┐¢Hehehe´┐¢ tahu nggak, kak? Mungkin sekarang ayah lagi bersenang-senang dengan Cindy dan kak Farrel.´┐¢ kata Bimo sambil tertawa.

Sarah tersenyum mendengar kata Bimo. ´┐¢Mungkin juga. Tapi kakak senang. Ayah nggak pernah kelihatan senang seperti saat ini, sejak kematian ibu.´┐¢

´┐¢Gimana nggak senang. Ayah bisa dengan bebas menikmati wanita muda dan cantik kayak kak Sarah dan Cindy, hehehe´┐¢´┐¢ jawab Bimo.

Sarah ikut tertawa.

Tiba-tiba wajah Bimo menampakkan kesedihan. Sarah bisa melihat hal itu. ´┐¢Ada apa, Bim?´┐¢ tanyanya lembut.

´┐¢Oh, nggak apa-apa. Bimo cuma berpikir diman kak Fitri sekarang? Kalo saja kak Fitri tidak buru-buru pergi waktu itu, mungkin keluarga kita akan lebih bahagia.´┐¢ kata Bimo.

Sarah menghela nafas, dan teringat adik perempuannya itu. ´┐¢Iya, kamu benar banget, Bim.´┐¢ kata Sarah.

Mereka berpelukan. Tiba-tiba Sarah merasakan kontol Bimo yang ada dalam memeknya mengeras lagi. ´┐¢Hhhmmm´┐¢ kamu pengen lagi ya?´┐¢ goda Sarah sambil menggoyang pantatnya pelan.

´┐¢Mmm, iya. Tapi sekarang aku pengen ngerasain pantat kakak yang sexy.´┐¢ kata Bimo.

Sarah tersenyum, mengangguk. Lalu bersiap dengan posisi doggie. Bimo tersenyum girang. Dan langsung menancapkan kontolnya ke liang anus Sarah.

´┐¢Ouhhh´┐¢ kak Sarah. I Love You.´┐¢

´┐¢Love you too, my little brother.´┐¢

END

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*