Home » Cerita Seks Kakak Adik » When The Devils Come 3

When The Devils Come 3

When The Devils Come 3

´┐¢Jangan bohong. Gue bisa lihat kalau tadi loe nafsu banget waktu ngentot sama Bimo.´┐¢ kata Choki sambil tangannya mulai meremas payudara Sarah dengan gemas.

´┐¢Aaahh´┐¢ i-itu cuma karena terpaksa, aahh´┐¢´┐¢ jawab Sarah. ´┐¢Benarkah cuma karena terpaksa? Kenapa aku panik waktu mendengar kalau aku akan hamil dengan Choki, tapi aku malah menganggap hal biasa kalau aku bisa saja hamil dengan Bimo? Mereka berdua sama-sama bukan suamiku,´┐¢ batinnya dalam hati.

´┐¢Loe nafsu banget waktu nyepong kontol Bimo yang jelas lebih gede dari kontol suami kamu, walaupun nggak segede aku, hehehe´┐¢ Loe bahkan ngasih dia tit-fuck.´┐¢ bisik Choki sambil mengulurkan tangannya yang satu lagi ke selangkangan Sarah. Jari-jarinya yang besar segera menyusup ke liang memek ibu muda itu dan mengocok perlahan.

´┐¢Aaahhh´┐¢ Mmmmm´┐¢´┐¢ desis Sarah sambil membayangkan waktu dia nyepong kontol Bimo yang begitu indah baginya.

´┐¢Hhhmm´┐¢ Loe nafsu banget kan waktu kontol Bimo mengaduk-aduk memek sempit loe itu? Sekarang loe pasti pengen kalau kontol Bimo, adik kandung loe sendiri, yang ada di memek loe, bukannya jari gue?´┐¢ bisik Choki sambil terus mengocok memek Sarah dengan jarinya.

´┐¢Mmmhh´┐¢ I-iya, aaghh´┐¢´┐¢ jawab Sarah tak sadar. Pikirannya dipenuhi ingatan waktu dia ngentot dengan Bimo adik kandungnya. Entah kenapa bayangan itu begitu cepat membangkitkan birahinya. Putingnya kembali mengeras, memeknya terasa hidup lagi dan mengempot jari-jari Choki yang ada di dalamnya.

Tiba-tiba Choki menghentikan aktivitasnya dan melepaskan Sarah. Sarah yang mulai on, segera membuka matanya dan menatap Choki dengan pandangan memohon agar bajingan itu menuntaskan apa yang telah dimulainya. Choki yang melihat tatapan penuh birahi dari Sarah hanya tertawa.

´┐¢Hehehe´┐¢ tenang saja, sayang. Sekarang kita ke bawah agar nggak mengganggu tidur anak kamu. Dan gue janji kalo loe mau nurut semua perintah gue, gue mungkin akan suruh Bimo buat ngentot loe, gimana?´┐¢ kata Choki.

Senyum Sarah mengembang, dan ibu muda itu kembali mencium bibir Choki. Choki pun membalas ciuman Sarah sambil meremas pantat sexy wanita cantik itu.

´┐¢Dan mungkin gue akan suruh Bimo buat ngentot lobang pantat loe ini karena kalo punya gue pasti bakalan nggak muat, hehe´┐¢ Paling nggak walaupun Bimo bukan orang yang ngambil keperawanan memek kamu, dia akan jadi orang yang ngambil keperawanan pantat kamu. Gimana, kamu suka?´┐¢ kata Choki sambil jarinya bergerak mengelus permukaan liang pantat sexy Sarah.

Sarah sedikit kaget mendengar kata-kata Choki. Tapi membayangkan kalo Bimo, adik kandungnya sendiri akan memerawani anusnya, memek Sarah terasa makin gatal dan birahinya semakin naik.

´┐¢Iya, gue suka.´┐¢ jawab Sarah. Kemudian mereka berdua keluar dari kamar dan menuju ke bawah.

***

Di bawah, Cindy meronta saat Barong, bajingan yang bertubuh agak gendut menariknya. ´┐¢Lepaskan aku. Aaahh´┐¢ Tolooonngg´┐¢ kak Farrel!!´┐¢ teriaknya. Dia bisa merasakan nasib yang akan menimpanya saat melihat pandangan penuh birahi dari mata Barong.

´┐¢Hehehe´┐¢ sekarang waktunya kita untuk bersenang-senang, anak manis.´┐¢ kata Barong sambil memaksa Cindy untuk berbaring di karpet agar dia bisa segera menikmati tubuh belia gadis itu.

´┐¢Brengsek!!! Jangan ganggu dia! Bajingan. Gue bun´┐¢´┐¢

PLAAAKKK!!

Teriakan Farrel yang memaki-maki Barong terhenti oleh tamparan keras Barong di pipinya. Farrel untuk sesaat tak bisa melanjutkan caciannya karena kepalanya terasa berputar oleh tamparan Barong yang keras. Bekas telapak tangan yang memerah tampak di pipinya.

´┐¢Aauw´┐¢ Ja-jangan ganggu dia. Tolong jangan sakiti kakakku.´┐¢ jerit Cindy melihat kakaknya ditampar.

Barong tak memperdulikan Cindy. Bajingan itu mengeluarkan pistolnya dan menondongkan ke arah kepala Farrel. ´┐¢Kenapa? Loe mau bunuh gue? Hahaha´┐¢ apa nggak salah? Gue! Gue yang bisa ngebunuh loe kapan aja gue mau, ngerti!!!!´┐¢ ancam Barong. Farrel tak bisa menjawab. Kepalanya masih terasa berputar.

Tiba-tiba ada seseorang yang datang di antara pistol Barong dan Farrel yang terikat di kursi. ´┐¢Jangan! To-tolong jangan bunuh kakakku. To-tolong, hiks´┐¢´┐¢ ternyata yang datang adalah Cindy. Gadis manis berusia 17 tahun itu berusaha menjadi tameng untuk kakak laki-lakinya, Farrel.

Melihat Cindy yang rela menjadi tameng untuk Farrel, Barong mendapat ide agar dia tak perlu mengeluarkan tenaga untuk mendapatkan keinginannya. ´┐¢Hhhmmm´┐¢ kamu mau melakukan apa saja agar kakakmu tersayang ini tidak aku bunuh?´┐¢ tanya Barong sambil tangannya mengelus payudara Cindy yang masih dalam tahap pertumbuhan itu.

´┐¢Jangan!´┐¢ Farrel menyela karena dia tahu persis apa yang diinginkan bajingan macam Barong dari adiknya. ´┐¢Brengsek ka´┐¢´┐¢

PLAAAKKK..!! Tapi tamparan Barong lagi-lagi membuat kepalanya pening dan kali ini sedikit darah keluar dari ujung bibirnya yang robek.

´┐¢Hentikan! Jangan ganggu kak Farrel. Ba-baik, baik, gue akan melakukan apa saja, asal kamu nggak mengganggu kak Farrel lagi.´┐¢ Cindy memohon pada Barong.

´┐¢Hahaha´┐¢ gue suka sama gadis yang penurut kayak kamu. Sekarang loe sepongin kontol gue. Ayo, cepet!´┐¢ perintah Barong sambil menyodorkan kontolnya ke depan mulut Cindy.

Cindy menatap kontol Barong dengan tatapan ngeri dan jijik. Walaupun masih belum tegang sepenuhnya kontol itu sudah lebih besar dari punya Farrel, kakaknya.

´┐¢Uugh´┐¢ Ja-jangan lakukan, Cin. Breng… Mmmppphh´┐¢´┐¢ Farrel tak bisa meneruskan kata-katanya karena Barong kembali menyumpal mulutnya dengan kain yang tadi juga dipakai menyekap mulutnya.

´┐¢Ayo, tunggu apa lagi. Jangan sampai gue hilang sabar.´┐¢ kata Barong sambil melakukan gerakan menodongkan pistolnya ke arah Farrel.

Cindy segera meraih kontol Barong. Tangannya yang kecil hampir tak sampai melingkari diameter batang kontol itu. Tangan lembut Cindy mulai mengocok kontol Barong, membuat bajingan itu melenguh pelan.

´┐¢Mmm´┐¢ pake mulut loe juga dong.´┐¢ perintah Barong.

Sebenarnya Cindy jijik sekali karena kontol bajingan itu berbau pesing dan apek. Tapi dia melihat ke arah Farrel, kakaknya yang tampak kesakitan dengan bibir sedikit berdarah karena tamparan Barong. Cindy nggak mau kalo Farrel, kakak kandungnya, disakit apalagi dibunuh oleh bajingan ini kalo dia tak menuruti maunya. Waktu bajingan-bajingan ini memaksa agar Farrel mengambil keperawanannya, Cindy bagaikan menyadari sesuatu. Dia sangat mencintai kakak kandungnya itu yang sejak dulu dia idolakan. Tidak hanya cinta adik pada kakaknya, tapi juga cinta seorang wanita pada seorang pria.

´┐¢Aku harus melakukan ini demi keselamatan kak Farrel. Aku cinta kamu, kak.´┐¢

Cindy mendekatkan bibirnya ke arah kontol Barong yang kelihatan semakin besar dan mengerikan dari jarak dekat. Gadis remaja menahan diri agar tidak sampai mual dan muntah karena bau pesing kontol itu. Lidahnya dia julurkan menjilat ujung kepala kontol Barong yang segera membuat bajingan itu mendesis nikmat. Cindy mencoba mengingat apa yang dilakukan Sarah maupun Fitri saat mereka menyepong kontol Bimo dan Suparno. Dengan ingatannya dan insting sebagai seorang wanita, Cindy mulai menyapukan lidahnya menjilati kontol Barong dari ujung kepala lalu perlahan merayap sampai ke pangkalnya. Tangan mungilnya ikut membantu dengan mengocok batangan kotol yang semakin keras dan besar itu, atau kadang meremas lembut buah zakarnya.

´┐¢Ouggh´┐¢ Ssshh´┐¢ adek loe benar-benar berbakat nyepong kontol, Rel. Aaah´┐¢ Masukin ke mulut kamu, Cin.´┐¢ kata Barong sambil mendesis keenakan.

Cindy berusaha memasukkan kontol Barong yang besar ke dalam mulut mungilnya. Gadis remaja itu berusaha melupakan bau pesing kontol Barong dan mulai mengulum kepala kontol Barong.

´┐¢Ouugh´┐¢ Yeah, terus! Aaah´┐¢ mainin lidah kamu.´┐¢ kata Barong memberi instruksi ada Cindy. Tangannya memegang belakang kepala Cindy agar gadis itu bisa memasukkan kontolnya lebih dalam lagi ke mulutnya.

Walaupun Cindy sudah berusaha membuka mulutnya sampai rahangnya terasa sedikit ngilu tapi kontol gede itu hanya bisa masuk sebagian saja. ´┐¢Mmmmphh… Mmmppmm´┐¢´┐¢ Cindy hanya bisa bergumam sambil berusaha agar tidak muntah ketika Barong mulai memaksakan kontolnya keluar masuk ke dalam mulut mungilnya.

Barong pun melenguh nikmat merasakan hangatnya mulut dan bibir Cindy di batang zakarnya. Bajingan itu menggunakan mulut Cindy layaknya lubang memek demi kepuasannya sendiri. Setelah hampir lima menitan Barong pun merasakan dia akan orgasme.

´┐¢Aaaghhh´┐¢ telan semuanya. Nih, aaghh´┐¢´┐¢ teriak Barong saat orgasme. Kepala Cindy ditahannya dan kontolnya dia paksa masuk sampai Cindy agak tersedak karena kontol itu serasa masuk sampai ke tenggorokannya. Lalu kontol Barong menyemprotkan banyak sekali mani ke dalam mulut mungil itu. Cindy agak gelagapan karena banyaknya mani yang dikeluarkan Barong, dan gadis remaja itu terpaksa menelannya agar ia tidak tersedak.

´┐¢Hhhmmm´┐¢ mulut loe bener-bener enak, Cin. Dan sekarang gue mau coba memek loe, apa sama enaknya kayak mulut loe, hahaha´┐¢´┐¢ kata Barong sambil menyergap tubuh Cindy. Barong memaksa tubuh Cindy terlentang di karpet, dan dia pun menindihnya.

´┐¢Jangan!!!!! Toloong!!!´┐¢ jerit Cindy sambil berusaha memberontak, tapi apalah daya gadis remaja seperti Cindy melawan bajingan seperti Barong.

Melihat nasib adik kandungnya, Farrel berusaha melepaskan diri dari ikatannya namun sia-sia saja. Teriakan dan caciannya juga teredam oleh ikatan di mulutnya sehingga hanya suara mengguman yang terdengar.

Barong pun tak memperdulikan tingkah Farrel, si gendut itu segera memegang batang kontolnya yang masih tetap tegak walaupun sudah orgasme dan mengarahkannya ke bibir memek Cindy.

´┐¢Jangan! I-itu gak bakal muat, AAAAGGHH´┐¢´┐¢ rengekan Cindy segera berubah menjadi jeritan histeris saat Barong memaksakan kontolnya yang gede itu ke memek Cindy yang masih kering sampai mentok dalam satu gerakan.

Nasib Cindy tampaknya yang paling sial malam itu karena dia harus menghadapi Barong. Barong adalah bajingan yang paling sadis diantara tiga sekawan itu. Kalo Juki dan Choki senang menaklukan wanita dengan kelebihan mereka dalam ukuran, stamina maupun teknik bercinta, hingga mereka pun akan berusaha merangsang wanita yang mereka perkosa agar mabuk oleh kenikmatan yang dapat mereka berikan. Tapi Barong lain. Dia hanya ingin mengejar kenikmatannya sendiri dan tak pernah peduli pada wanita yang diperkosanya. Bahkan dia cenderung suka main kasar.

´┐¢AKHHH´┐¢ AKHHH´┐¢ Sakit! Aaaghhh´┐¢´┐¢ jerit Cindy saat Barong langsung memacunya dengan tempo tinggi tanpa memberi kesempatan memek mungilnya beradaptasi dengan ukuran kontol Barong yang gede. Gadis remaja itu merasa memeknya perih, mungkin lecet dan berdarah.

Cindy baru saja kehilangan keperawanannya malam ini. Tapi waktu dia melakukan persetubuhan pertamanya dengan kakak kandungnya, Farrel, memek Cindy sudah cukup terlumasi oleh cumbuan Fitri, kakak iparnya. Dan juga kontol kakaknya tidaklah sebesar punya Barong. Jadi tentu saja dia merasa kesakitan saat harus melayani Barong yang kasar dan kontol gedenya.

´┐¢Uughh´┐¢ memek kamu enak, Cin. Sempit banget, aaghh´┐¢´┐¢ erang Barong keenakan sambil terus memacu Cindy dengan brutal. Melihat Cindy yang menjerit-jerit kesakitan, tampaknya membuat Barong menjadi semakin bergairah. Payudara Cindy yang mungil diremasnya keras-keras, bahkan sesekali putingnya dia puntir dan tarik kuat hingga Cindy semakin kesakitan.

´┐¢Akkh´┐¢ Aaakkhhh´┐¢ Aaaahh´┐¢´┐¢ jerit Cindy. Gadis remaja itu merasa perih di selangkangannya yang dibombardir kontol gede Barong. Bajingan itu juga mempermainkan payudaranya dengan kasar, membuat Cindy semakin tersiksa.

Sampai akhirnya setelah beberapa menit mengalami siksaaan dari Barong, Cindy pun tak sadarkan diri. Tapi hal itu tak membuat Barong menghentikan aksinya, bajingan itu terus mencari kenikmatannya sendiri. Memek Cindy terus dientotnya dengan brutal sampai akhirnya bajingan itu merasa orgasmenya akan datang. Barong mengeluarkan kontolnya dari memek Cindy lalu dikocoknya sampai orgasme.

´┐¢Aaaghhhhhh´┐¢´┐¢ dengus Barong sambil menyemprotkan banyak sekali maninya ke muka, mulut dan badan Cindy hingga kini tubuh gadis itu menjadi berlepotan sperma.

Sementara itu Farrel yang melihat kondisi Cindy yang tak sadarkan diri menjadi sangat marah. Dia memberontak sebisa-bisanya. Tapi ikatan di kaki dan tangannya sangat kuat hingga ia tidak bisa melepaskan diri. Dan akhirnya Farrel pun hanya berhasil melepaskan penutup mulutnya yang sebelumnya cuma diikat serampangan saja oleh Barong.

´┐¢CINDY! CINDY! BRENGSEK, BAJINGAN, KUBUNUH KAU BANG´┐¢´┐¢ PLAAAKKK!! Caci maki Farrel terhenti oleh tempelengan Barong.

´┐¢ATAU APA HA?!!! Loe gak bakal bisa berbuat apa-apa. Gue bisa ngentot adek loe kapan aja gue mau. Gue bisa ngentot istri loe dan keluarga loe yang lain, dan loe gak akan bisa berbuat apa-apa.´┐¢ kata Barong sambil tersenyum mengejek.

´┐¢LEPASKAN AKU, BAJ´┐¢´┐¢ Farrel mencoba mencaci lagi tapi tamparan Barong pun hinggap lagi di pipinya. PLAAAKKK!!

´┐¢Ja-jangan, aah´┐¢ kamu sudah janji nggak akan menganggu kak Farrel.´┐¢ kata Cindy yang baru saja sadar dari pingsannya dan melihat kakaknya dianiaya Barong.

Barong pun menghentikan tindakannya.

´┐¢Cin!!!Cindy!! Kamu nggak apa-apa?´┐¢ tanya Farrel. Hatinya merasa lega melihat Cindy sadar, tapi juga hancur melihat keadaan Cindy yang baru saja diperkosa Barong. Farrel memperhatikan Cindy. Gadis remaja itu memejamkan matanya kembali, bibirnya digigitnya sendiri menahan sakit. Rambutnya awut-awutan, badannya tampak lusuh dan berlepotan mani Barong. Hati Farrel terasa hancur, lebih hancur daripada saat dia melihat tingkah istrinya yang menjadi wanita lacur.

´┐¢To-tolong biarkan aku ngerawat adikku. Aku mohon. Aku nggak akan melawan kalian lagi tapi tolong biarkan aku merawat adikku.´┐¢ kata Farrel memohon pada Barong yang sedang duduk sambil menghisap rokok.

Barong menatap Farrel, lalu mengalihkan pandangannya pada Cindy. ´┐¢Oke. Gue akan ngelepasin loe sementara agar loe bisa ngerawat adek loe itu. Tapi kalo loe macam-macam, gue akan perkosa adek loe, lalu gue akan panggil temen-temen gue yang lain agar bisa ngentot adek loe di depan mata loe, sebelum gue bunuh loe berdua. Ngerti.´┐¢

´┐¢I-iya.´┐¢ lirih Farrel.

Barong pun beranjak ke arah Farrel lalu melepaskan ikatannya. Tapi bajingan itu menodongkan pistolnya, berjaga-jaga kalo Farrel mencoba melawan. Tapi Farrel tak mencoba untuk melawan, dia terlalu khawatir dengan keadaan Cindy. Farrel segera menghampiri Cindy lalu memeriksa keadaannya.

´┐¢Cindy! Cin! Cindy!´┐¢ kata Farrel begitu kuatir dengan keadaan Cindy.

Cindy yang masih lemah, hanya bisa membuka matanya dan gadis remaja itu pun tersenyum lemah melihat Farrel, kakak kandungnya. ´┐¢Kak Farrel.´┐¢ bisiknya lemah.

´┐¢Kamu nggak apa-apa?´┐¢ tanya Farrel.

´┐¢Nggak apa-apa, kak. Cindy cuman lemes dan badan Cindy kotor semua. Cindy pasti akan lebih enakan kalo Cindy bisa mandi air hangat.´┐¢ bisik Cindy. Gadis remaja itu sangat ngerasa nggak nyaman dengan sperma Barong yang berlepotan di wajah dan tubuhnya.

Farrel menganggukan kepalanya sebagai tanda dia akan mengabulkan permintaan adiknya itu. Tapi saat dia memapah tubuh Cindy, Farrel merasakan todongan pistol Barong di kepalanya.

´┐¢Loe mau kemana? Jangan macam-macam.´┐¢ ancam Barong.

´┐¢Please. Gue cuma mau bawa adek gue ke kamar mandi dan ngerawat dia. Please. Gue nggak akan coba buat ngelawan ataupun melarikan diri.´┐¢ pinta Farrel. Wajahnya begitu memelas.

Barong berpikir sejenak. ´┐¢Dimana kamar mandinya?´┐¢ kata Barong.

Farrel pun segera memapah tubuh Cindy, lalu menuju ke kamar mandi utama sambil diikuti oleh Barong. Saat sampai di pintu kamar mandi, Barong mendahului Farrel masuk ke kamar mandi, lalu memeriksa kamar mandi tersebut. Setelah memeriksa kalo disitu tidak ada alat yang bisa digunakan Farrel untuk melawan ataupun minta tolong, dan memastikan bahwa tidak ada jalan keluar lain selain pintu kamar mandi, akhirnya Barong memperbolehkan Farrel dan Cindy ke kamar mandi. Setelah dua bersaudara itu masuk ke kamar mandi, Barong mengunci pintunya dari luar.

Kamar mandi itu lumayan besar dilengkapi dengan bath tub dan shower, juga sistem pemanas air. Farrel meletakkan Cindy ke dalam bath tub. Dia mencari handuk untuk membersihkan tubuh adiknya, tapi di kamar mandi itu tidak ada handuk atau kain yang bisa dipakai. Farrel akhirnya melepaskan kaos yang dipakainya untuk nanti dipakai membasuh adiknya.

Farrel merasa sedikit malu karena dia sekarang telanjang bulat di depan adiknya, karena saat bajingan-bajingan itu memaksanya bersetubuh dengan adiknya, celananya dilepas dan kini tertinggal di ruangan mesum itu. Tapi Farrel lebih mengkuatirkan keadaan Cindy daripada tubuhnya yang telanjang. Dia mulai mengatur sistem pemanas air, lalu setelah dirasanya suhu airnya sudah pas hangatnya, Farrel mengambil penyemprot dari shower lalu mulai membilas badan Cindy.

´┐¢Hhhmmm´┐¢´┐¢ gumam Cindy saat merasakan siraman air hangat di tubuhnya. Gadis remaja itu merasa tubuhnya menjadi nyaman.

Farrel menggunakan kaosnya yang sudah dibasahi air untuk membasuh Cindy. Wajah Cindy yang lusuh dan berlepotan sperma Barong dibersihkan oleh Farrel, hingga wajah Cindy yang manis dan imut pun kini bersih. Tapi saat Farrel meneruskan basuhan kain kaos itu semakin ke bawah, Farrel sadar kalo dia punya masalah. Saat tiba waktunya untuk membersihkan bagian dada Cindy, tangan Farrel gemetaran. Tanpa dapat dicegahnya, Farrel merasa kemaluannya mulai mengeras. Farrel hanya seorang lelaki normal yang tentu saja akan terpancing gairahnya dengan adanya pemandangan indah di depan matanya. Walaupun dia membersihkan tubuh Cindy dengan kain kaosnya, namun Farrel seakan masih bisa merasakan lembutnya kulit gadis remaja seperti Cindy.

´┐¢Brengsek! Kakak macam apa aku ini? Terangsang kecantikan adik kandung sendiri. Ta-tapi Cindy memang cantik, manis, imut lagi. Payudara mungilnya terlihat begitu indah dengan putting yang mengacung seakan menanti untuk dihisap dan dilumat, hhmmm´┐¢ Nggak! Nggak Boleh! Dia adik kandungku sendiri.´┐¢ pikir Farrel dalam hati.

Farrel berharap Cindy tetap memejamkan matanya seperti ini, karena dia pasti akan malu kalo adiknya menyadari bahwa kontolnya sekarang berdiri begitu tegang dan keras karena birahi.

´┐¢Hhmmm´┐¢ Ssshh´┐¢ Aahhh´┐¢´┐¢ desis Cindy karena gadis remaja itu merasa nikmat dengan sentuhan Farrel di dadanya terutama di putingnya.

´┐¢Kenapa, Cin? Sakit??´┐¢ tanya Farrel.

´┐¢Ng-nggak apa-apa kok. Cindy nggak sakit kok. Kak Farrel boleh melakukan apa aja ke Cindy. Cuma kak Farrel.´┐¢ kata Cindy sambil membuka matanya dan menatap sayu ke arah Farrel.

´┐¢Ouughh… Cin, kamu…!´┐¢ kata Farrel kaget saat dia merasa jemari lentik Cindy memegang kontolnya yang tegang dan meremasnya lembut.

´┐¢Cindy sayang sama kakak.´┐¢ bisik Cindy sambil menatap Farrel dengan pandangan penuh cinta.

´┐¢Kakak juga sayang banget sama Cindy.´┐¢ balas Farrel lembut. Perdebatan moral yang sedari tadi hinggap di benak Farrel selesai sudah. Farrel merasa bahwa dia mencintai Cindy, adik kandungnya sendiri, lebih dari cinta adik dan kakak. Farrel mendekatkan wajahnya ke wajah Cindy. Cindy sedikit membuka mulutnya hingga Farrel pun tak tahan untuk mengecup bibir lembut Cindy.

´┐¢Hhhhmmm´┐¢´┐¢ desah Farrel dan Cindy saat mereka berciuman mesra. Lidah mereka pun ikut bermain di dalam panasnya ciuman mereka berdua. Mereka berdua baru berhenti berciuman saat hampir kehabisan nafas. Cindy tersenyum bahagia menatap Farrel.

´┐¢Nah, sekarang kak Farrel mau nerusin membersihkan badan kamu.´┐¢ kata Farrel sambil berdiri dan ikut masuk ke dalam bath tub bersama Cindy.

Wajah Cindy memerah dan tersipu saat melihat kontol Farrel yang sudah berdiri tegak dengan gagahnya mengangguk-angguk di selangkangan Farrel. Gadis remaja itu teringat akan kenikmatan yang bisa diberikan kontol itu. Kontol Farrel juga lah yang merenggut keperawanannya dan yang pertama kali mengenalkannya akan nikmatnya seks.

Farrel menyuruh Cindy agar duduk di ujung bath tub yang ada tempat datar sedikit lapang, hingga Cindy bisa duduk nyaman sambil bersandar ke dinding kamar mandi. Farrel mencium kening Cindy dengan mesra, lalu turun ke hidung. Kemudian bergeser ke pipi kanan sampai ke telinga kanan Cindy. Farrel sedikit bermain di sekitar telinga Cindy yang membuat bulu kuduk Cindy meremang. Setelah itu baru Farrel berpindah ke pipi dan telinga kiri.

Sasaran selanjutnya adalah bibir Cindy yang setengah terbuka. Farrel mencium bibir Cindy dengan penuh gairah. Lidahnya menyelusup lincah mengajak lidah Cindy untuk ikut bermain. Setelah puas bermain di bibir yang ranum itu, Farrel kini menjelajahi leher jenjang Cindy, dia memberi beberapa cupangan disana.

´┐¢Mmmm´┐¢ kak Farrel´┐¢´┐¢ desis Cindy. Birahinya mulai terpancing cumbuan mesra kakaknya.

Ciuman Farrel terus turun ke bawah dan sampai ke dada Cindy. Payudara Cindy memang masih dalam tahap pertumbuhan. Tampak mungil tapi indah dengan putingnya yang mencuat karena gelora birahi yang kini melanda dara remaja itu. Farrel menciumi seluruh bagian payudara Cindy kecuali putingnya, yang membuat gadis makin penasaran dan semakin bangkit gairahnya. Cindy membusungkan dadanya dan berharap Farrel segera mencumbu putingnya yang makin mencuat. Akhirnya Farrel pun gemas dan langsung menghisap putting Cindy.

´┐¢Aaaagh´┐¢ kak, ssshh´┐¢´┐¢ desah Cindy merasa nikmat.

Farrel dengan lincah menjilat dan menghisap putting payudara Cindy yang berwarna merah muda menggemaskan. Agak lama juga Farrel bermain disana, sampai Cindy merasa dia bisa orgasme hanya dengan cumbuan Farrel di dadanya. Tapi Farrel tak ingin adik kandungnya itu orgasme dulu.

Cumbuannya mulai terun ke perut Cindy yang rata. Kemudian Farrel memegangi kedua kaki Cindy lalu mengangkangkannya. Kini Farrel bisa melihat jelas vagina Cindy yang terlihat indah dengan bulu halus yang tumbuh di atas bibir vagina tanpa bagian yang menggelambir dan terlihat rapat. Tepian bibir vagina itu sedikit memerah, mungkin karena permainan kasar Barong tadi. Bagian dalam liang vagina Cindy tampak segar berwarna merah muda hingga Farrel sejenak terdiam dan mengagumi vagina Cindy.

´┐¢Jangan diliatin gitu dong. Nng.. Cindy kan malu.´┐¢ kata Cindy menyadarkan Farrel.

Farrel melihat ke wajah Cindy yang memerah, entah karena malu atau karena dilanda birahi. ´┐¢Kamu nggak usah malu. Memek kamu bagus banget.´┐¢ kata Farrel sambil menundukkan wajahnya ke arah liang surgawi itu.

´┐¢Aauughh´┐¢ Sssshh´┐¢ kak Farrel´┐¢ Aaaahhh´┐¢´┐¢ Cindy mendesis nikmat saat Farrel mulai memainkan lidah dan bibirnya di belahan vagina Cindy.

Farrel tampaknya menjadi ketagihan mengoral memek Cindy, adik kandungnya sendiri. Lidahnya bergerak lincah menyapu belahan memek Cindy, menyusup ke dalam liangnya, bahkan dengan nakal mempermainkan kelentit gadis remaja itu sampai Cindy tak kuasa untuk tak menjerit nikmat sampai pantatnya terangkat.

Desahan Cindy makin keras, bahkan kadang sampai menjerit nikmat karena kenikmatan birahi yang mulai menjalar ke seluruh tubuhnya. Beberapa menit kemudian Cindy merasakan gelombang kenikmatan itu akan datang menimpanya. Farrel pun tampaknya juga bisa merasakan hal itu, hingga saat Cindy akan mengalami orgasmenya, Farrel menghisap klitoris gadis remaja itu kuat-kuat.

´┐¢Ooooughh´┐¢ Aaaaaaghhhh´┐¢´┐¢ jerit Cindy saat orgasme melandanya. Hisapan kuat Farrel pada klitorisnya membuat gelombang orgasme yang menimpanya menjadi lebih intens. Tubuh Cindy sampai menegang hingga pantatnya terangkat ke atas. Tubuhnya terasa bergetar. Cairan kenikmatannya sampai menyemprot ke mulut Farrel yang dengan senang hati malah menjilatinya bagaikan musafir di padang pasir yang menemukan sumber air.

Sesaat suasana kamar mandi itu menjadi hening. Hanya terdengar suara gemericik air dan suara nafas Cindy yang masih terbaring lemas di ujung bathtub. Farrel terdiam menatap Cindy, adik kandungnya, yang masih terhanyut oleh sisa-sisa orgasmenya. Farrel sadar kalo dia mencintai Cindy, adik kandungnya sendiri. Bukan hanya cinta kakak pada adiknya, tapi juga cinta seorang pria pada wanita.

Farrel sekarang lagi horny banget. Kontolnya mengacung tegang sampai dia sendiri tersiksa. Sebenarnya dia kasihan melihat kondisi Cindy yang masih lemas, tapi nafsu Farrel sudah sampai ke ubun-ubun.

´┐¢Cin! Cindy, nng´┐¢ kakak pengen, ngg´┐¢´┐¢

Cindy menatap kakaknya dengan tersenyum manis. Sebenarnya Cindy masih lemas, tadi sore dia masih gadis perawan yang belum pernah mengenal seks tapi malam ini dia sudah mengalami banyak hal. Dari mulai permainan seks sejenis dengan Fitri, kakak iparnya, keperawanannya yang diambil oleh Farrel, kakak kandungnya, sampai diperkosa dengan brutal oleh Barong dan kontolnya yang super besar. Memeknya masih terasa sedikit ngilu, tapi melihat keadaan Farrel yang belum terlampiaskan birahinya, Cindy menjadi kasihan juga. Apalagi dia sangat mencintai Farrel, dan teringat akan kenikmatan yang bisa diberikan Farrel padanya, Cindi pun menganggukkan kepalanya.

Anggukan Cindy membuat Farrel tersenyum lega. Dia segera mengarahkan batang kontolnya yang sudah menegang itu ke belahan memek Cindy.

´┐¢Pelan-pelan aja ya, kak. Memek Cindy masih agak ngilu.´┐¢ kata Cindy.

Farrel pun mengangguk. Dia mulai memasukkan kontolnya ke memek Cindy yang sempit dengan perlahan. Bibirnya melumat bibir Cindy, sambil tangannya bermain di payudara Cindy. Farrel melakukan itu untuk merangsang Cindy dan memberikan kenikmatan pada gadis remaja itu agar bisa mengurangi rasa ngilu di memeknya. Perlahan tapi pasti, kontol Farrel basuk ke liang kenikmatan Cindy.

Cindy merasa sedikit perih di selangkangannya tapi desahannya terbungkam ciuman panas kakaknya. Farrel ternyata benar-benar menepati janjinya untuk tidak menyakiti Cindy. Dia memompa memek Cindy dengan perlahan, tidak menuruti nafsunya yang sebenarnya sudah tak sabar mendapatkan penyelesaian.

´┐¢Aaaahh´┐¢ kakak sayang sama kamu, Cin! Mmmm´┐¢´┐¢ desah Farrel yang menikmati hangat dan sempitnya memek Cindy.

´┐¢Sssshh´┐¢ Aaaahh´┐¢ Cindy juga sayang kakak, aaaahh´┐¢´┐¢ balas Cindy sambil menatap mesra kakaknya itu.

Permainan lembut Farrel kembali membangkitkan gairah Cindy. Rasa ngilu di memeknya sudah tergantikan oleh nikmatnya nafsu birahi yang melanda gadis remaja itu. Desah kenikmatan mereka berdua mulai bergaung dalam ruang kamar mandi itu. Mereka berdua bercinta dengan penuh kemesraan dan nafsu yang menggelora. Mereka berdua sudah lupa bahwa mereka berdua saudara sedarah dan percintaan diantara mereka adalah hal yang tabu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*