Home » Cerita Seks Umum » Predator 5

Predator 5

Predator 5

Tanpa terasa jam pelajaran terakhir sudah dilewati. “Huft…akhirnya selesai juga” pikir perempuan cantik berpakaian seragam khas pengajar. Ia kini tengah berjalan menuju ruang guru, ketika langkahnya terhenti karena dikagetkan oleh seseorang yang mencolek pantat bahenolnya. “Kurang ajar…ini kan tempat umum” pikirnya. Perempuan itu lalu menoleh ke arah sosok yang telah kurang ajar terhadapnya.
“met siang bu Astri” sapa orang yang mencolek pantat bu Astri tadi, sambil cengar-cengir memuakan. “Ih mang Yono…kalau ada yang lihat gimana…jangan gitu ah mang” jawab bu Astri kepada orang yang telah berani mencolek pantat bahenol kebanggaannya. “Hehe…iya bu maaf…abisnya ibu nggemesin…bikin saya gak bisa nahan” kembali mang Yono berucap dengan masih bergaya cungar-cengir yang sama sekali tidak bisa menambah ganteng wajahnya. “Huuuu…gombal…bilang aja kalau kontol mamang mau minta jatah memek ke saya” jawab bu Astri tanpa tendeng aling-aling.
Mang Yono yang mendengar jawaban bu Astri senang bukan main, ternyata kenikmatan dari batang kejantanan laki-laki telah mampu merubah kepribadian seorang guru yang dikenal alim ini. “Hmmm…dasar pelacur doyan banget sama kontol” pikir mang Yono sambil menatap lekat tubuh sintal bu Astri.
“Jadi mau dimana mamang ngentotin saya…saya gak punya banyak waktu nih mang” ucap bu Astri sambil melihat jam tangannya yang sontak mengagetkan mang Yono.
Mang Yono lalu mengajak bu Astri ke bagian paling belakang dari sekolah itu. Rupanya si penjaga sekolah tersebut berniat mengambil jatahnya dari bu Astri hari itu di ruang kepramukaan yang tempo hari digunakan empat orang murid-murid bengal untuk menaklukan bu Indah.
Sesampainya diruangan itu mereka malah dikagetkan oleh suara-suara lenguhan dari dalam ruangan tersebut. “Wadduh…udah ada yang ngeduluin kita bu” ucap mang Yono setengah berbisik kepada bu Astri, sambil tangannya menggandeng tangan bu Astri mengajak untuk mengintip kegiatan di dalam ruangan tersebut.
“Bu Linda…” Bisik bu Astri ketika mengetahui orang yang tengah berada di dalam ruangan itu. Nampak didepan mata bu Astri, saat itu bu Linda tengah menikmati batang kemaluan seorang laki-laki yang menyodok vaginanya dari belakang. Dengan posisi tangan bertumpu pada tembok bu Linda menggoyangkan pantatnya menerima sodokan batang besar milik seorang laki-laki. “Ouuugh…terus pak Arif…yahhh” racau bu Linda.
Ternyata laki-laki yang tengah menggenjot bu Linda itu adalah pak Arif, seorang guru mata pelajaran olahraga yang memang menurut gosip yang beredar, dirinya mempunyai hubungan khusus dengan bu Linda.
Batang kemaluan pak Arif yang menyodok-nyodok vagina bu Linda tidak bisa tidak akhirnya menimbulkan birahi bu Astri. “Hmmm…mang udah yu ikutan aja…memek saya udah gatel” ajak bu Astri kepada mang Yono, karena tak kuat menahan birahinya sambil menarik tangan mang Yono.
“Pak Arif, bu Linda…kita ikut numpang yah..” Ucap bu Astri ketika memasuki ruangan itu, membuat pasangan yang tengah berasyik masyuk itu tampak kaget. Setelah tahu orang yang masuk adalah bu Astri dan mang Yono, nampak sekali perasaan lega diwajah bu Linda. Tetapi hal itu bebeda dengan pak Arif, ia masih kaget melihat rekan kerjanya sesama pengajar itu berpagutan liar dengan seorang penjaga sekolah. Malah kini nampak bu Astri dengan sukarela mengulum dan memanjakan batang kemaluan mang Yono.
“Ohhh…gila…sejak kapan bu Astri jadi liar gitu…beruntung sekali mang Yono…” Pikir pak Arif ketika matanya bertemu pandang dengan bu Astri yang kini tengah asik menikmati batng kemaluan mang Yono dengan bibir ranumnya. “Udah pak…sekarang puasin saya dulu…nanti pak Arif boleh ngentotin bu Astri” ucap bu Linda membuyarkan lamunan pak Arif. Dengan perasaan iri terhadap mang Yono, pak Arif kembali menggenjot vagina bu Linda. Lenguhan-lenguhan bu Linda pun terdengar kembali diruangan itu. Sedangkan disamping mereka kini terlihat bu Astri yang sudah bertelanjang bulat tengah mengangkang, vaginanya yang segar tengah dijilati mang Yono. “Auuuh…iyah…ennakh mang..” Racau bu Astri tak kuasa menahan kenikmatan yang diberikan lidah mang Yono yang mengorek dalam liang vaginanya. “Haaai pakh Arifh…kalau buh linda..udah puashhh…tolong entotin Astri jugah ya pakhhh..” Pinta bu Astri menggoda ketika matanya bertemu dengan tatapan pak Arif. Sedangkan pak Arif yang mendengar permintaan bu Astri itu langsung meningkatkan tempo genjotannya terhadap bu Linda, yang tentu saja membuat bu Linda semakin melenguh-lenguh nikmat.

Sementara itu di ruang kepala sekolah. 5 orang siswa yakni Aldo, Noval, Firman, Reska dan Rizal tengah duduk di sofa. Mereka datang atas undangan pak Risman tempo hari kepada Aldo, ketika dirinya ketahuan melakukan persetubuhan dengan bu Indah di ruang konseling sekolah tersebut. Di depan mereka pak Risman yang didampingi bu Ernita dan bu Indah yang mengapitnya duduk diatas sofa bak seorang raja.
Lalu pak Risman menjelaskan pada ke lima anak tersebut rencana yang telah ia siapkan. Ia ingin meningkatkan prestasi ke lima murid bengal itu, ia tak mau murid-muridnya hanya memikirkan selangkangan para guru wanitanya saja. Untuk itu pak Risman mengadakan jam tambahan belajar untuk siswa-siswa bengal tersebut. Mereka akan di bimbing oleh guru-guru cantik hasil penaklukan pak Risman, dan untuk mendongkrak semangat mereka dalam belajar, pak Risman memperbolehkan anak-anak bengal tersebut menyetubuhi guru-guru mereka itu, tetapi dengan catatan setelah mereka selesai belajar.
“Gimana menurut kalian…” Tanya pak Risman kepada kelima muridnya yang dijawab setuju oleh mereka berlima. “Bagus…dan kalau kalian berhasil meningkatkan prestasi belajar kalian…bapak kasih kalian bonus…” Lanjut pak Risman. “Bonusnya apa pak…?” Tanya Firman penasaran. “Bapak akan adain pesta buat kalian…” Jawab pak Risman yang tentu saja membuat kelima anak laki-laki itu bersorak.
“Baik anak-anak…ini sebagai hadiah untuk kalian karena telah mau meluangkan waktu untuk pelajaran tambahan…” Ucap pak Risman sambil menepuk bahu kedua guru cantik yang mengapitnya memberi mereka kode.
Bu Indah dan bu Ernita mengerti apa yang dimaksud kepala sekolah kita yang mesum ini, mereka berdua lalu menghampiri para murid itu yang nampak terpesona dengan lenggak-lenggok kedua guru cantik tersebut.
“Pak…saya juga punya hadiah buat bapak…” Ucap Rizal kepada pak Risman. “Oh apa itu…” Tanya pak Risman penasaran. “Silahkan liat sendiri pak..” ucap Reska sambil menunjuk kearah pintu ruangan itu.
Pak Risman yang penasaran beranjak dari duduknya menuju pintu ruangan tersebut, dan ketika ia membuka pintu. Hatinya berdegup kencang, senyum menjijikan mulai mengembang. Didepannya berdiri seorang gadis cantik berkulit putih yang masih memakai pakaian seragam SMA. Rok abu-abunya yang menggantung ketat diatas lutut menyuguhkan pemandangan yang menggiurkan.
“Oooh…selamat datang nak…namanya siapa…” Ucap pak Risman sambil mengulurkan tangan untuk berjabat tangan dengan gadis yang menunduk malu didepannya. “Tt..ttifany pak..” Jawab gadis itu terbata-bata.
“Pak Risman…Selamat menikmati pak…” Ucap ketujuh orang yang tengah berada didalam ruangan kepala sekolah itu serempak…

Tanpa terasa beberapa bulan telah berlalu. Bu Ernita, bu Astri, bu Linda dan bu Indah semakin terhanyut dan menikmati perannya sebagai seorang guru sekaligus pemuas nafsu para pejantan di sekolah itu. Berkat arahan dari pak Risman, skandal yang mereka lakukan tidak pernah tercium oleh siapapun. Semua permasalahan bisa mereka selesaikan menggunakan jalan diplomasi yang diakhiri dengan memacu birahi. Program pak Risman pun berjalan baik dengan hasil yang sangat memuaskan. Kelima murid yang dikenal bengal yaitu Aldo, Firman, Noval, Reska dan Rizal menunjukan grafik yang terus naik dalam pelajaran sekolahnya. Kini mereka selalu nampak bersemangat untuk pergi ke sekolah. Kegiatan membolos yang dulu menjadi imej yang melekat pada kelima siswa tersebut sudah hilang. Belajar kini merupakan hal yang sangat menyenangkan bagi mereka berlima. Dimana setiap mereka berhasil menangkap materi baru dalam suatu pelajaran, vagina, anus dan payudara dari guru-guru mereka yang cantik sudah menunggu sebagai imbalan.
Tak jarang ketika memberikan pelajaran tambahan, mereka menyuruh guru-guru cantik itu bertelanjang. Sungguh sekolah idaman anak-anak jaman sekarang.
Hari ini adalah hari kenaikan kelas bagi siswa-siswi kelas 1 dan 2 di sekolah tersebut. Kelima murid kesayangan para guru cantik sangat senang mendengar hasil belajar mereka memuaskan. Setelah acara pembagian rapor, mereka bersama-sama menuju ruang kepala sekolah, mereka bermaksud menagih janji pak Risman yang akan memberikan mereka hadiah jika bisa meningkatkan prestasi mereka dalam belajar.

Sementara itu di ruang kepala sekolah, pak Risman tengah menikmati goyangan erotis salah satu siswi cantik disekolah tersebut. Siapa lagi kalau bukan Tifany, seorang siswi cantik korban perkosaan Reska, Rizal dan mang Yono, yang diperkosa karena memergoki bu Indah tengah melakukan pesta seks di gudang sekolah dengan ketiga orang pemerkosanya.
Tifany yang awalnya dipaksa oleh Rizal dan kawan-kawannya untuk melakukan persetubuhan, kini malah menikmati dirinya dijadikan gundik pak Risman.
“Hoooohhh…fany keluar pakhhh…ohhh” ucap gadis itu yang kini tengah bergoyang diatas tubuh pak Risman yang duduk di sofa ruangan kebanggaannya dalam keadaan telanjang. Batang kemaluan pak Risman yang menancap ketat di vagina Tifany ikut berkontraksi. “Aaahhh…bapak juga udah gak kuat…ayo sayang cepet hisap kontol bapak…” Ucap pak Risman ketika merasakan dirinya akan segera berejakulasi.
Tifany segera turun dari pangkuan pak Risman, gadis itu lalu bersimpuh didepan selangkangan kepala sekolahnya. Ketika ia hendak memasukan batang pak Risman kedalam mulutnya, batang kemaluan pak Risman malah memuntahkan spermanya yang tentu saja mengenai wajah gadis muda tersebut. “Maaf ya fan bapak gak kuat nahannya..” Ujar pak Risman sambil mengelus-elus rambut Tifany. “Oh gak apa-apa ko pak..fany suka ko disiram mani bapak…” Jawab gadis itu sambil tersenyum polos dengan sperma memenuhi wajahnya.
Ketika keduanya telah selesai berpakaian, terdengar suara pintu diketuk dari luar. Pak Risman lalu membuka pintu itu. Diluar ruangan itu nampak 5 anak laki-laki yang masih berseragam putih abu-abu menyapa pak Risman. “Eh kalian…ayo mari masuk” ucap pak Risman mempersilahkan mereka masuk keruangannya. “Wuih…ada Tifany…abis enjot-enjotan ya fan” ucap Aldo melihat gadis seumurannya tengah duduk di sofa ruangan tersebut. Tifany hanya memeletkan lidahnya dan tersenyum mendengar pertanyaan Aldo. “Wah pak…maaf ni kita jadi ganggu” ucap Firman kepada pak Risman. “Alahhh…santai aja…baru selesai ko” jawab pak Risman sambil mempersilahkan duduk kepada kelima orang muridnya tersebut.
“Ngomong-ngomong ada apa ni kalian datang kesini” tanya pak Risman memulai pembicaraan. “Ah cuma mau nanyain hadiah yang mau bapak kasih sama kita…itu loh janji bapak yang dulu…masih inget kan pak” ucap Rizal mewakili teman-temannya. “Oh itu..tentu saja saya masih ingat…malah saya sama guru kalian udah nyiapin hadiahnya” jawab pak Risman yang membuat kelima murid laki-laki itu terlihat antusias. “Kapan itu pak” tanya Reska bersemangat. “Gini aja…besok jam delapan bapak tunggu kalian di ruang serbaguna..” Jawab pak Risman…

Pagi hari pukul 06.00. Bu Indah tengah menyiapkan sarapan untuk suami yang baru dinikahinya beberapa bulan yang lalu. Nampak sekali wajah cantiknya yang sumringah pagi itu. Ketika sedang asik mengaduk nasi goreng kesukaan suaminya, tiba-tiba ada tangan yang memeluk pinggangnya dari belakang. “Hmmm…wangi bener sayang…udah mandi ya” tanya orang yang memeluknya, yang tak lain adalah suaminya. “Eh mas udah bangun…iya udah mandi, kan mesti kesekolah mas” jawab bu Indah, sambil terus mengaduk masakannya. “Loh…ko kesekolah? Bukannya hari ini kamu libur..” Tanya sang suami sambil mengernyitkan dahinya keherannan. “Oh…itu mas masih ada rapat buat akreditasi…jadi masih harus ke sekolah…” Ucap bu Indah mencari alasan. “Mas cepet mandi gih…nanti telat loh ke kantornya” lanjut bu Indah.
Satu jam kemudian akhirnya pasangan suami istri tersebut keluar dari pekarangan rumahnya. “Aku berangkat ya sayang…yakin gak mau bareng” tanya suami bu Indah sambil mengecup mesra kening istrinya. “Ah engga usah mas…aku bareng bu Astri aja…bentar lagi dia kesini…mas hati-hati ya” jawab bu Indah. Tepat sebelum menaiki mobilnya, suami bu Indah berpapasan dengan bu Astri teman Istrinya sesama pengajar. Otaknya langsung berpikiran mesum ketika melihat body aduhai guru cantik tersebut. “Waduuuh…semoknya wanita ini, gak kalah sama istriku…hmmm” pikir laki-laki itu ketika melihat langkah gemulai bu Astri didepannya.
“Pagi mas Hadi…mau ngantor ya” bu Astri menyapa suami rekan kerjanya itu yang sedang memelototi tubuhnya. “Iya ni bu…yu duluan takut telat nih” jawab laki-laki tersebut. “Oh iya mas…hati-hati ya” ucap bu Astri seraya melambaikan tangan serta memberi kedipan dan kecupan genit menggoda suami teman kerjanya tersebut, yang tentu saja membuat sesak nafas laki-laki itu.

07.30. Di suatu sekolah menengah atas, nampak suasana pagi itu sangat sepi. Berbeda dengan hari-hari biasa, dimana jam-jam segini sekolah pasti sedang ramai-ramainya. Hari itu memang hari pertama liburan sekolah. Namun di salah satu bangunan di sekolah tersebut dua orang laki-laki nampak sibuk menyiapkan sesuatu. “Gimana mang, udah beres kan semuanya?” Tanya seorang laki-laki buncit kepada seseorang yang tengah sibuk mengatur meja-meja dan kursi di ruangan tersebut. “Okeh pak beres…tinggal di check nih…silahkan” jawab orang yang tengah mengatur kursi tersebut sambil mengacungkan jempolnya.
Lalu si laki-laki buncit itu berkeliling di dalam ruangan tersebut, ia nampak puas dengan hasil pekerjaan bawahannya. Ruangan itu telah di setting sedemikian rupa. Hanya dalam waktu satu malam, mang Yono mengubah ruang serbaguna tersebut menjadi sebuah club malam, lengkap dengan lampu-lampu khas, dan peredam suara.
“Wahhh…mang Yono emang hebat…salut saya” puji laki-laki buncit itu yang tak lain adalah pak Risman si kepala sekolah mesum jagoan kita, memuji hasil kerja bawahannya yang tak lain dan tak bukan adalah mang Yono si penjaga sekolah yang beruntung.
“Ahhhh ini juga kan yang punya idenya pak Risman” jawab mang Yono merendah. Lalu mereka tertawa terbahak-bahak menjijikan layaknya para penjahat di film-film india.

Tepat pukul 08.00 semua orang yang terlibat dalam rencana pak Risman sudah berkumpul dan duduk di atas kursi yang telah disiapkan di ruang tersebut. Mereka adalah Aldo, Noval, Reska, Firman dan Rizal. Kelimanya merupakan siswa-siswa yang dijanjikan pak Risman akan mendapatkan hadiah hari ini. Tak ketinggalan juga mang Yono dan pak Risman sendiri sebagai otak dari acara ini.
Sementara para guru-guru cantik tengah bersiap-siap di belakang panggung mematut dirinya secantik mungkin dengan perasaan berdebar-debar.
“Ehm…gimana anak-anak…udah siap untuk hadiah kalian” tanya pak Risman pada kelima murid tersebut yang nampak tak sabar menunggu hadiah yang dimaksud oleh kepala sekolahnya. Kelimanya hanya bisa mengangguk mendengar pertanyaan pak Risman.
Lalu pak Risman naik keatas panggung, layaknya acara resmi dia memberi pidato sambutan kepada lima muridnya. “Baiklah…inilah hadiah untuk kalian” ucap pak Risman mengakhiri pidatonya.
Lampu utama dimatikan bersamaan dengan ucapan terakhir pak Risman. Sejenak suasana ruangan menjadi gelap gulita. Suara musik mulai menghentak diikuti cahaya lampu sorot yang menyala kearah panggung. Semua orang yang berada dalam ruangan tersebut nampak terhanyut dalam suasana.
Beberapa detik kemudian muncul satu sosok perempuan cantik dengan pakaian abu-abu khas pengajar dan kerudung putih menutupi kepalanya. Namun pakaian itu tidak bisa menutupi tubuh sexynya. Wanita itu muncul dari belakang panggung sambil meliuk-liukan tubuhnya mengikuti irama musik yang menghentak. Dia terus bergoyang kearah depan panggung dimana 7 orang laki-laki tengah menelan ludah menyaksikan tarian erotisnya.
Sesampainya didepan panggung, wanita itu membalikan tubuhnya membelakangi orang-orang yang tengah menontonnya bergoyang. Lalu, sambil menolehkan muka dan menggigit bibir bawahnya, wanita itu menggoyangkan pinggulnya menggoda para lelaki yang menyaksikannya.
“Bu Ernita…” Ucap Firman pelan ketika merasakan batangnya menegang terangsang dengan apa yang ia saksikan.
Selang 3 menit musikpun berganti. Bu Ernita pun mundur. Lalu munculah sosok wanita lain dari belakang panggung. Kali ini yang muncul adalah bu Indah. Sama halnya dengan bu Ernita, bu Indah pun menunjukan kebolehannya menari demi membangkitkan birahi para lelaki di ruangan itu. Tatapan mata binal mengiringi goyangan pinggulnya yang bulat. Membuat kelima muridnya tak tahan untuk mengelus-elus batang kemaluannya masing-masing.
Seperti sebelumnya, ketika musik berganti sosok wanita lain pun muncul. Kali ini bu Linda yang semok bergoyang didepan panggung. Memperlihatkan keahliannya menggoda laki-laki dengan wajah binal dan senyuman mesum khasnya.
Musikpun kembali berganti. Kini giliran terakhir bu Astri yang muncul keatas panggung. Ia berlenggak-lenggok bak peragawati kedepan panggung. Sesampainya disana ia pun mulai bergoyang tak kalah binal dengan ketiga rekannya, membuat orang-orang yang tengah menyaksikannya bergoyang bertepuk tangan.
Setelah keempat guru wanita itu mendapat giliran untuk menunjukan kebolehannya meliukan badan mengikuti alunan musik, suasana makin memanas. Satu persatu mereka menanggalkan semua pakaian yang melekat pada tubuh-tubuh molek yang menggiurkan itu. Dengan senyuman-senyuman menggoda, keempat guru cantik itu nampak pasrah mempertontonkan tubuh-tubuh ranum mereka. Dan yang tak kalah mencengangkan adalah ketika keempat guru cantik tersebut melakukan hubungan sesama jenis diatas panggung. Bu Astri yang nampak gemas menggumuli bu Indah yang ditindihnya, memperlihatkan dua pasang payudara ranum yang saling berhimpitan diiringi desahan-desahan penuh birahi dari keduanya disela-sela pagutan panasnya. Sementara itu bu Ernita dan bu Linda tak mau kalah. Terlihat mereka saling menggesekan vaginanya dengan diiringi racauan dan kata-kata jorok khas keduanya.
Musikpun telah berhenti, lampu ruangan itupun kembali menyala. Terlihat diatas panggung empat tubuh telanjang wanita-wanita cantik tengah terengah-engah. Mereka baru saja melewati orgasme masing-masing, hasil dari persetubuhan sesama jenisnya dengan pasangan masing-masing.
Kembali suara tepuk tangan dari ketujuh laki-laki itu terdengar menggema diruangan tersebut. Sementara senyum dari keempat wanita cantik itu terlihat mengembang dari bibir-bibir ranum mereka, seolah mereka bangga telah berhasil memberikan pertunjukan spektakuler kelas dunia.
“Okey ibu-ibu…sudah cukup istirahatnya…sekarang saatnya menu utama” ucap pak Risman sambil berdiri memberi komando.
Satu persatu para guru wanita itu bangkit. Dimulai oleh bu Indah yang mengajak Noval dan Firman ke sudut ruangan, dimana sebelumnya mang Yono sudah mempersiapkan matras yang empuk disana.
Bu Indah lalu menyuruh kedua muridnya bertelanjang. Terlihatlah olehnya batang-batang muda yang telah mengacung tegak. Ia lalu berlutut didepan kedua muridnya, kemudian secara bergantian memberikan service oral terhadap kedua batang kemaluan milik muridnya tersebut yang hanya bisa melenguh menikmati service dari bibir gurunya.
“Udah siap buat muasin ibu” tanya bu Indah dibawah todongan dua penis muridnya, diiringi jilatan di kedua ujung penis milik muridnya.

Sementara itu bersamaan dengan bu Indah yang menggiring Noval dan Firman ke sudut ruangan, bu Astri pun bangkit berdiri. Dengan langkah gemulai ia menghampiri mang Yono yang hanya bisa menelan ludah melihat lenggak-lenggok pinggul guru yang satu ini. Bu Astri lalu menggandeng tangan mang Yono, mengajaknya menghampiri tiga orang murid yang tersisa. Sambil tangan kiri memegang pergelangan tangan mang Yono, bu Astri berdiri telanjang didepan ketiga muridnya. Ia menempelkan jari telunjuk tangan kanan didagunya, dengan mimik wajah polos seolah-olah tengah menimang-nimang siapa yang akan dipilihnya. Beberapa detik kemudian ia tersenyum, lalu mengulurkan tangan kanannya ke arah Rizal. “Ayo sayang…gunakan kontol besarmu…buat ibu puas ya” ucap bu Astri dengan senyuman menggoda.
Bu Astri lalu menyuruh kedua orang yang ia pilih bertelanjang. Ia sendiri duduk mengangkang diatas kursi memperlihatkan belahan vagina yang dihiasi bulu hitam yang dicukur rapih. “Ayo Rizal jilati dulu memek ibu” ucap bu Astri yang tanpa perlu diulang langsung dituruti oleh Rizal muridnya. Sementara mang Yono menyodorkan batang kemaluan besarnya didepan mulut guru cantik tersebut yang langsung dengan lincah memberikan service oralnya.

Aldo dan Reska hanya bisa melongo melihat bu Astri lebih memilih Rizal. Namun mereka kaget ketika tengah melihat bu Astri, mang Yono dan Rizal memulai persetubuhan, sebuah suara bernada galak memanggilnya.
“Hey…Aldo…Reska…sini kalian…sumpal memek ibu sama kontol kalian” ucap bu Linda memanggil kedua muridnya yang sedang bengong menonton temannya menggauli gurunya. Aldo dan Reska yang melihat gurunya itu menjentikan jari memanggilnya lantas tersenyum senang. Mereka berdua menghampiri bu Linda yang tengah duduk menumpangkan kakinya di pinggir panggung. “Heh…gimana mau ngentotin ibu kalau kalian gak telanjang” tanya bu Linda ketika Aldo dan Reska sudah berada didepannya.
Dengan terburu-buru kedua anak laki-laki itu melucuti pakaiannya. Lalu secara bersamaan menerkam guru yang terus menggodanya tersebut.
Reska sibuk menciumi bibir bu Linda yang terbaring diatas panggung sambil tangan kanannya dengan gemas meremas bergantian payudara besar gurunya tersebut. Sedangkan Aldo yang berdiri dipinggir panggung mengangkat dan merenggangkan kedua paha bu Linda, sehingga lubang vagina dan lubang anusnya nampak menganga. Lalu tanpa buang waktu, Aldo menjilati lubang anus dan lubang vagina bu Linda bergantian, membuat bu Linda semakin bergairah dan melayani dengan buas setiap lumatan bibir Reska yang menggumulinya.

Sementara itu pak Risman terlihat sangat senang ketika melihat guru-guru cantik bawahannya tersebut bertingkah seperti apa yang dikehendakinya. Semua rencananya berjalan lancar. Niatnya untuk menikmati tubuh-tubuh sexy bawahannya telah tercapai, dan rencana untuk meningkatkan prestasi siswa-siswi di sekolah yang ia pimpin pun berhasil. Dengan menggunakan sex semua lancar pikirnya.
“Kayaknya…kalau saya terapkan system ini kepada setiap murid…mungkin murid-murid di sekolah ini bisa pinter semua” terbersit sebuah ide gila dari kepala sekolah mesum ini.
Namun khayalannya buyar ketika seseorang duduk dipangkuannya.
Pak Risman lalu mendongakan kepalanya. Terlihat lah wajah cantik dengan mata bulat, hidung mancung dan bibir tipis tengah tersenyum kepadanya. Rambut pendek ala Fenita Arie semakin menambah pesona kecantikan wanita yang kini tengah menggesekan vaginanya diatas pangkuan pak Risman yang masih berpakaian lengkap.
“Oh…bu Ernita…” Ucap pak Risman mengagumi kecantikan wanita itu. Sambil tangan kirinya memegang pinggang bu Ernita, dan tangan kanan yang mengelus dan meremas gemas payudara wanita tersebut. Lalu mereka berpagutan, saling melumat bibir, bertukar air liur dengan panas. “Oh pak…saya adalah orang pertama yang dijadikan pelacur sama bapak…jadi… buat saya memuja kontol bapak selamanya…” Ucap bu Ernita penuh birahi dengan kedua tangan memegang kepala pak Risman, lalu ia kembali melumat bibir kepala sekolah tersebut.
Bu Ernita segera melucuti pakaian pak Risman. Lalu ia berlutut didepan batang kemaluan favoritnya itu. Sejenak ia resapi keras, panjang dan besarnya batang kemaluan pak Risman dengan menggunakan genggaman tangannya. Lalu ia memberikan oral sex terbaiknya untuk memanjakan batang kejantanan kepala sekolah tersebut.

Desahan, Erang kenikmatan, jeritan bahkan teriakan bergema diruangan tersebut. Diatas matras di sudut ruangan terlihat bu Indah sedang di doggy style oleh noval dengan mulut tersumpal batang kemaluan Firman.
Sedangkan keadaan bu Astri sungguh mengenaskan. Si guru bahenol itu hanya bisa membuka mulutnya tanpa bisa mengeluarkan suara, dengan mata terbalik hanya memperlihatkan putihnya saja, ketika merasakan nikmatnya dua batang kemaluan berukuran jumbo menggenjot lubang vagina dan anusnya. Dimana saat itu mang Yono menyumpal vaginanya dan Rizal menjejalkan batang kemaluan besarnya di anus milik bu Astri.
Sementara diatas panggung bu Linda berteriak memohon ampun ketika dua muridnya yakni Aldo dan Reska menjejalkan secara bersamaan batang kejantanan pannjang keduanya kedalam lubang vagina gurunya. Tangn bu Linda nampak mencengkram bahu Reska yang berada di bawahnya ketika merasakan Aldo ikut memenuhi rongga vaginanya dari belakang.
Sedangkan bu Ernita kini tengah terengah-engah dipangkuan pak Risman. Kepalanya ia sandarkan di bahu pak Risman, sambil memeluk tubuh gempal kepala sekolahnya bu Ernita terus menaik turunkan tubuhnya menggenjot batang kemaluan pak Risman yang menyumpal vaginanya.

Kegiatan itu terus berlangsung. Entah berapa banyak guru-guru cantik itu mendapatkan orgasme, dan entah berapa kali juga para pejantan itu mengeluarkan sperma.
Mereka terus berganti pasangan. Mulut, vagina, dan lubang anus para guru cantik itu pun tak luput dari sperma yang dibuang para pejantan di ruangan itu.
Hingga pukul 13.15 persetubuhan itu berakhir. Keempat guru cantik itu tergeletak tak beraturan diatas panggung. Dari mulut, vagina dan anus mereka meleleh sperma. Sedangkan para pejantan terlihat duduk kelelahan diatas kursi di dalam ruangan tersebut.
Lalu kelima murid bengal itu dengan serempak berkata. “TERIMAKASIH PAK RISMAN”

Jam menunjukan pukul 16.35 ketika pak Risman sampai di rumahnya. Wajahnya nampak berseri-seri walaupun badannya terasa sangat letih kala itu. Di dalam pikirannya masih terbayang kebinalan keempat guru cantik bawahannya memberikan kepuasan birahi bagi keempat muridnya dalam pesta yang ia adakan.
Cuaca hari itu memang sedang tidak bersahabat. Dimana hujan turun sangat deras, sehingga ketika pak Risman memasukan mobil kedalam halaman rumahnya, tak satupun orang yang keluar dari rumah itu.
“Hmmm…pada kemana orang-orang ini” gumam pak Risman sambil berjalan menuju teras rumahnya. “Clek…clek” suara pintu yang coba dibuka pak Risman. “Sial…pake dikunci segala” kembali pak Risman bergumam, kali ini agak kesal hatinya.
Lalu pak Risman berjalan menuju pintu samping rumahnya, berharap pintu itu tidak terkunci. Ia sudah sangat ingin merebahkan tubuh buncitnya yang kini terasa sangat letih setelah berpesta dengan kelima muridnya menikmati tubuh-tubuh ranum guru-guru cantik bawahannya.
Namun ketika melewati jendela di samping rumahnya, sayup-sayup telinga pak Risman menangkap suara desahan dan erangan wanita. Pak Risman yang sudah sangat pengalaman tahu betul jika suara itu adalah suara desah wanita yang sedang disetubuhi.
Terlihat pak Risman mengendap-endap mencoba mencari tahu siapa orang yang berani-beraninya melakukan persetubuhan di rumah miliknya. Pak Risman mencoba mengintip dari celah jendela kamar itu yang kebetulan terbuka.
Mata pak Risman melotot tak berkedip, ia sungguh kaget dengan apa yang dilihat matanya dari celah jendela kamar tamu rumahnya tersebut. Saat itu nampak Yunitha istrinya yang cantik tengah berada diatas tubuh mang Udin tukang kebun sekaligus supir pribadi istrinya.
Yunitha yang saat itu sudah polos tak memakai sehelai benangpun ditubuhnya sedang bergoyang diatas tubuh mang Udin. Ia sangat menikmati batang kemaluan supir pribadinya tersebut yang menyumpal lubang vaginanya. Pinggul Yunitha yang membulat padat tampak menggilas selangkangan mang Udin yang kini nampak pasrah dibawah tindihan majikannya.
“Ohhh…ampun nyah…kontol mamang kaya berasa dipelintir..” Ungkap mang Udin ketika merasakan majikannya menggoyang pantat semoknya. “Hmmm…iyahhh…tapi bukannya mamang sukkah..” Jawab istri pak Risman tersebut yang kini makin memperhebat goyangannya.
Selang beberapa menit Yunitha merebahkan tubuhnya memeluk tubuh pembantu sekaligus supir pribadinya tersebut. Nafasnya semakin tak beraturan, pinggulnya semakin menghentak mencoba mempercepat keluar masuknya batang kemaluan mang Udin di vaginanya, bibirnya yang ranum sibuk memagut bibir hitam mang Udin yang kini tampak kewalahan dengan kebinalan istri pak Risman ini.
“Oh…manghh…kel..lu..aaarrrhhh” bibir Yunitha meracau ketika vaginanya berkedut memancarkan cairan orgasme yang ia dapat dari batang kemaluan pembantunya. Begitu pula dengan mang Udin yang tak kuasa menahan nikmatnya jepitan vagina bu Yunitha majikannya. Beberapa semprotan sperma dari batang kejantanan mang Udin menyemprot didalam vagina Yunitha.
Mereka tampak puas dan tidak menyadari kegiatannya tengah diintip oleh sang mpunya rumah yang kini melotot penuh amarah. Pak Risman menonton kebinalan istrinya bergumul dengan pembantunya dengan mata kepalanya sendiri. Hampir saja pak Risman melabrak kedua pasangan tersebut, namun logikanya bekerja cepat. Emosi tak menyelesaikan masalah menurutnya.
Lalu tampak senyum mesum khas dari si kepala sekolah itu tersungging di bibirnya. Ada sebuah ide yang tengah dipikirkannya.

####

Sementara itu, sepeninggal pak Risman dan 3 guru wanita yang lain bu Indah masih melanjutkan pestanya. Rupanya guru cantik dengan pantat membulat ini sangat menyukai tubuhnya dikeroyok laki-laki.
Ketika bu Astri berpamitan terlihat bu Indah tengah menikmati genjotan mang Yono terhadap vaginanya, Aldo di anusnya dan Rizal juga Firman yang mendapat sevice oral guru cantik tersebut. Sementara Noval dan Reska, mereka entah kemana membawa bu Ernita untuk mereka nikmati berdua.
Bu Astri hanya bisa tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan rekan kerjanya yang nampak menikmati dijadikan budak seks oleh murid-muridnya.
Langkah bu Astri di koridor sekolah tersebut terhenti. Ia melihat sosok seorang laki-laki yang berjalan ke arahnya.
“Mas Hadi…” Ucap bu Astri yang melihat sosok laki-laki yang datang menghampiri dirinya yang tak lain adalah suami bu Indah sahabatnya.
“Eh bu Astri…indah mana bu” tanya laki-laki itu dengan senyum ramah kepada wanita sintal yang tadi pagi menggodanya. Cukup kaget juga bu Astri mendapat pertanyaan dari suami bu Indah yang ia ketahui kini sedang ber-ah-eh-oh bersama keempat pejantannya.
“Eh itu anu…bu Indah masih di ruang guru…dia masih beres-beres berkas hasil rapat” jawabnya gelagapan. “Oh gitu ya…hp-nya gak aktif…mana hujan…saya khawatir…jadi jemput deh kemari” mas Hadi menjelaskan maksudnya datang ke sekolah tersebut kepada bu Astri, dengan mata terus memelototi tubuh wanita didepannya seakan menelanjanginya.
“Huhhh…dasar laki-laki…udah punya istri cantik juga masih jelalatan” pikir bu Astri yang mengetahui pandangan mesum suami bu Indah itu. “Ohhh…iya tadi dia bilang Hp-nya mati…” Jawab bu Astri. Ia coba merenung sebentar, “kalau mas Hadi dibiarkan menemui bu Indah istrinya pasti skandal ini terbongkar” pikir bu Astri. Lalu sebuah senyuman muncul di bibir wanita itu.
“Mas…nunggu bu Indahnya sambil temenin saya mau gak” tanya bu Astri dengan suara mendesah menggoda. Lalu bu Astri berjalan menuju salah satu pintu ruangan kelas. Lenggak-lenggok tubuh sintal bu Astri terang saja membuat mas Hadi suami bu Indah itu menelan ludah.
Di depan pintu ruangan kelas bu Astri berhenti. Ia menoleh kepada mas Hadi, lidahnya terjulur menjilati bibir tipisnya sendiri menggoda laki-laki itu. Lalu bu Astri dengan desahan menggoda meremas-remas payudaranya sendiri dan berkata, “masss…hujan-hujan gini…enaknya nyusu lohhh…”

Jam menunjukan pukul 16.35 ketika pak Risman sampai di rumahnya. Wajahnya nampak berseri-seri walaupun badannya terasa sangat letih kala itu. Di dalam pikirannya masih terbayang kebinalan keempat guru cantik bawahannya memberikan kepuasan birahi bagi keempat muridnya dalam pesta yang ia adakan.
Cuaca hari itu memang sedang tidak bersahabat. Dimana hujan turun sangat deras, sehingga ketika pak Risman memasukan mobil kedalam halaman rumahnya, tak satupun orang yang keluar dari rumah itu.
“Hmmm…pada kemana orang-orang ini” gumam pak Risman sambil berjalan menuju teras rumahnya. “Clek…clek” suara pintu yang coba dibuka pak Risman. “Sial…pake dikunci segala” kembali pak Risman bergumam, kali ini agak kesal hatinya.
Lalu pak Risman berjalan menuju pintu samping rumahnya, berharap pintu itu tidak terkunci. Ia sudah sangat ingin merebahkan tubuh buncitnya yang kini terasa sangat letih setelah berpesta dengan kelima muridnya menikmati tubuh-tubuh ranum guru-guru cantik bawahannya.
Namun ketika melewati jendela di samping rumahnya, sayup-sayup telinga pak Risman menangkap suara desahan dan erangan wanita. Pak Risman yang sudah sangat pengalaman tahu betul jika suara itu adalah suara desah wanita yang sedang disetubuhi.
Terlihat pak Risman mengendap-endap mencoba mencari tahu siapa orang yang berani-beraninya melakukan persetubuhan di rumah miliknya. Pak Risman mencoba mengintip dari celah jendela kamar itu yang kebetulan terbuka.
Mata pak Risman melotot tak berkedip, ia sungguh kaget dengan apa yang dilihat matanya dari celah jendela kamar tamu rumahnya tersebut. Saat itu nampak Yunitha istrinya yang cantik tengah berada diatas tubuh mang Udin tukang kebun sekaligus supir pribadi istrinya.
Yunitha yang saat itu sudah polos tak memakai sehelai benangpun ditubuhnya sedang bergoyang diatas tubuh mang Udin. Ia sangat menikmati batang kemaluan supir pribadinya tersebut yang menyumpal lubang vaginanya. Pinggul Yunitha yang membulat padat tampak menggilas selangkangan mang Udin yang kini nampak pasrah dibawah tindihan majikannya.
“Ohhh…ampun nyah…kontol mamang kaya berasa dipelintir..” Ungkap mang Udin ketika merasakan majikannya menggoyang pantat semoknya. “Hmmm…iyahhh…tapi bukannya mamang sukkah..” Jawab istri pak Risman tersebut yang kini makin memperhebat goyangannya.
Selang beberapa menit Yunitha merebahkan tubuhnya memeluk tubuh pembantu sekaligus supir pribadinya tersebut. Nafasnya semakin tak beraturan, pinggulnya semakin menghentak mencoba mempercepat keluar masuknya batang kemaluan mang Udin di vaginanya, bibirnya yang ranum sibuk memagut bibir hitam mang Udin yang kini tampak kewalahan dengan kebinalan istri pak Risman ini.
“Oh…manghh…kel..lu..aaarrrhhh” bibir Yunitha meracau ketika vaginanya berkedut memancarkan cairan orgasme yang ia dapat dari batang kemaluan pembantunya. Begitu pula dengan mang Udin yang tak kuasa menahan nikmatnya jepitan vagina bu Yunitha majikannya. Beberapa semprotan sperma dari batang kejantanan mang Udin menyemprot didalam vagina Yunitha.
Mereka tampak puas dan tidak menyadari kegiatannya tengah diintip oleh sang mpunya rumah yang kini melotot penuh amarah. Pak Risman menonton kebinalan istrinya bergumul dengan pembantunya dengan mata kepalanya sendiri. Hampir saja pak Risman melabrak kedua pasangan tersebut, namun logikanya bekerja cepat. Emosi tak menyelesaikan masalah menurutnya.
Lalu tampak senyum mesum khas dari si kepala sekolah itu tersungging di bibirnya. Ada sebuah ide yang tengah dipikirkannya.

####

Sementara itu, sepeninggal pak Risman dan 3 guru wanita yang lain bu Indah masih melanjutkan pestanya. Rupanya guru cantik dengan pantat membulat ini sangat menyukai tubuhnya dikeroyok laki-laki.
Ketika bu Astri berpamitan terlihat bu Indah tengah menikmati genjotan mang Yono terhadap vaginanya, Aldo di anusnya dan Rizal juga Firman yang mendapat sevice oral guru cantik tersebut. Sementara Noval dan Reska, mereka entah kemana membawa bu Ernita untuk mereka nikmati berdua.
Bu Astri hanya bisa tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan rekan kerjanya yang nampak menikmati dijadikan budak seks oleh murid-muridnya.
Langkah bu Astri di koridor sekolah tersebut terhenti. Ia melihat sosok seorang laki-laki yang berjalan ke arahnya.
“Mas Hadi…” Ucap bu Astri yang melihat sosok laki-laki yang datang menghampiri dirinya yang tak lain adalah suami bu Indah sahabatnya.
“Eh bu Astri…indah mana bu” tanya laki-laki itu dengan senyum ramah kepada wanita sintal yang tadi pagi menggodanya. Cukup kaget juga bu Astri mendapat pertanyaan dari suami bu Indah yang ia ketahui kini sedang ber-ah-eh-oh bersama keempat pejantannya.
“Eh itu anu…bu Indah masih di ruang guru…dia masih beres-beres berkas hasil rapat” jawabnya gelagapan. “Oh gitu ya…hp-nya gak aktif…mana hujan…saya khawatir…jadi jemput deh kemari” mas Hadi menjelaskan maksudnya datang ke sekolah tersebut kepada bu Astri, dengan mata terus memelototi tubuh wanita didepannya seakan menelanjanginya.
“Huhhh…dasar laki-laki…udah punya istri cantik juga masih jelalatan” pikir bu Astri yang mengetahui pandangan mesum suami bu Indah itu. “Ohhh…iya tadi dia bilang Hp-nya mati…” Jawab bu Astri. Ia coba merenung sebentar, “kalau mas Hadi dibiarkan menemui bu Indah istrinya pasti skandal ini terbongkar” pikir bu Astri. Lalu sebuah senyuman muncul di bibir wanita itu.
“Mas…nunggu bu Indahnya sambil temenin saya mau gak” tanya bu Astri dengan suara mendesah menggoda. Lalu bu Astri berjalan menuju salah satu pintu ruangan kelas. Lenggak-lenggok tubuh sintal bu Astri terang saja membuat mas Hadi suami bu Indah itu menelan ludah.
Di depan pintu ruangan kelas bu Astri berhenti. Ia menoleh kepada mas Hadi, lidahnya terjulur menjilati bibir tipisnya sendiri menggoda laki-laki itu. Lalu bu Astri dengan desahan menggoda meremas-remas payudaranya sendiri dan berkata, “masss…hujan-hujan gini…enaknya nyusu lohhh…”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*