Home » Cerita Seks Umum » Predator 2

Predator 2

Predator 2

Bertepatan dengan jam istirahat sekolah bu Ernita keluar dari ruang kepala sekolah dengan wajah berseri-seri, ia tak habis pikir kenapa dirinya jadi sangat menyukai bersetubuh dengan pak Risman. Padahal dari segi penampilan sudah jelas sekali kalau pak Risman bukanlah laki-laki idaman, tapi lain halnya jika bu Ernita berpikir kearah kemaluan dan keperkasaan pak Risman. ” Uuuuh…ko aku jadi ngawur gini…hihihi” gumamnya.
Saat itu di ruang guru memang sedang ramai karena di jam istirahat seperti sekarang ini para guru berkumpul disana. Mata bu Ernita menyapu sekeliling ruangan mencari-cari seseorang yang tadi diamanatkan pak Risman. “Eh bu Ernita, darimana aja dari jam sembilan gak keliatan” sapa seseorang sambil menepuk bahunya. Bu Ernita menoleh dan tersenyum kepada orang tersebut yang tak lain adalah bu Linda seorang guru bahasa indonesia di sekolah tersebut.
Sepintas tentang bu Linda, ia adalah seorang janda muda yang belum mempunyai keturunnan. Tinggi badannya hampir sama dengan bu Ernita, mempunyai wajah oval dan hidung mancung dengan bibir sensual yang selalu ia hiasi dengan lipstik tebal. Namun yang membuat bu Linda jadi pusat perhatian adalah ukuran payudaranya yang besar menonjol dibalik baju seragam mengajarnya, yang membuat semua laki-laki berkhayal untuk menjamahnya. Keseharian bu Linda yang memakai jilbab tak mengurangi minatnya untuk memamerkan tonjolan bukit kembar didadanya dengan berpakaian ketat menggoda.
“Eh bu Linda, hmmm tadi aku dipanggil lagi buat test sama bapak kepala sekolah..katanya sih buat seleksi itu” papar bu Ernita menjelaskan. “Oh…terus-terus gimana testnya bu?” Tanya bu Linda penasaran. “Yaaa…gitu aja test, nanti juga ibu bakal dipanggil ko” jawab bu Ernita dengan tersenyum ramah pada rekannya, padahal dalam pikirannya ia tengah membayangkan bagaimana nanti bu Linda akan digagahi pak Risman.
“Ngomong-ngomong bu Linda lihat bu Astri gak?” Bu Ernita balik bertanya. “Tuh..” Jawab bu Linda singkat sambil menunjuk kearah wanita cantik berpakaian hijau khas PNS dengan kerudung kuning menghias wajah cantiknya. ” Oh iya, sebentar ya bu saya tinggal dulu..ada yang mau saya sampaikan sama bu Astri” ucap bu Ernita sambil melangkahkan kakinya menghampiri perempuan yang ditunjukan bu Linda.
Bu Astri adalah seorang guru matematika disekolah itu, usianya satu tahun lebih muda dari bu Ernita, sudah menikah tiga tahun akan tetapi belum mempunyai keturunan. Tinggi badannya sedikit lebih pendek dari bu Ernita namun pantat dan payudaranya tidak kalah menggiurkan dari bu Ernita ataupun bu Linda.
“Bu Astri bisa bicara sebentar?” Tanya bu Ernita ketika ia menghampiri bu Astri. “Oh tentu bu, ada apa?” Bu astri balik bertanya. Lalu bu Ernita menjelaskan dengan singkat tentang seleksi yang diadakan kepala sekolah untuk guru-guru yang mengajar di sekolah tersebut. “Hmmm…terus testnya gimana bu?” Tanya bu Astri penasaran. “Cuma test biasa ko bu, sekarang bu Astri disuruh menghadap pak Risman diruangannya” seru bu Ernita. “Oh gitu…kalau begitu saya tinggal ya bu Erni” sahut bu Astri sambil bergegas meninggalkan ruangan itu menuju ruangan kepala sekolah dengan perasaan penasaran diiringi senyuman misterius bu Ernita.
Beberapa menit kemudian bu Astri sudah berada didepan ruang kepala sekolah tersebut. Melihat ruangan itu terbuka dan nampak pak Risman si mpunya ruangan tengah serius melihat ke layar komputer didepannya.
“Selamat pagi pak,permisi” ucap bu Astri. Mendengar suara merdu perempuan pak Risman langsung menoleh dan tersenyum. “Eh bu Astri..ayo mari silahkan masuk bu” ucapnya dengan nada yang dibuat seberwibawa mungkin. Setelah didalam ruangannya pak Risman dengan sopan mempersilahkan bu Astri duduk di kursi depan mejanya. “Katanya bapak ngadain seleksi buat guru-guru disini ya?” Bu Astri langsung bertanya pada pokok permasalahan. “Oh iya benar bu” lalu pak Risman menerangkan segala hal seperti yang ia terangkan kepada bu Ernita kemarin diruangan tersebut.
Seperti halnya bu Ernita kemarin, bu Astri sangat tidak percaya dengan apa yang diminta oleh kepala sekolah tersebut. Hatinya geram mendengar permintaan atau lebih kasarnya paksaan dari seorang kepala sekolah tersebut untuk menikmati kesintalan tubuhnya. Ia pun mulai memaki pak Risman namun hanya ditanggapi dengan senyum yang sangat menjijikan oleh pak Risman. Bahkan bu Astri sampai menangis karena merasa terhina oleh permintaan kepala sekolah yang seharusnya jadi panutan untuk dirinya dan pengajar-pengajar yang lain.
“Sudahlah…bu Astri tak perlu marah apalagi menangis seperti itu, kalau tak mau ya silahkan angkat kaki dari sekolah ini” ucap pak Risman jumawa. Ia merasa wanita ini sudah pasti bisa ia taklukan. “Bu Ernita juga sama pertamanya seperti anda..tapi ibu lihat sendiri kan dia hari ini?” Ucap pak Risman enteng. Bagai disambar petir bu Astri mendengar kata-kata itu. Ia tak percaya bu Ernita rekan sesama pengajar disekolah tersebut bisa menerima tawaran kepala sekolah mesum ini.
“Tidak pak…saya bukan wanita seperti itu” ucap bu Astri dengan geram. “Baiklah bu, silahkan anda tinggalkan sekolah ini dan jangan kembali lagi…karena anda saya anggap gagal hari ini juga”. Ucap pak Risman yang sedikit membentak bu Astri.
Akhirnya bu Astri meninggalkan ruangan itu dengan tergesa-gesa. Dipersimpangan jalan antara ruang kepala sekolah dan ruang guru ia berhenti untuk meredakan emosinya agar tidak menimbulkan kecurigaan orang lain.
Sementara itu, sepeninggal bu Astri dari ruangan kepala sekolah nampak Mang Yono datang ke ruangan tersebut. “Permisi pak Risman, boleh saya bicara sebentar sama bapak?” ucap mang Yono didepan pintu. Pak Risman mencoba menyembunyikan kekesalan hatinya karena kejadian barusan dengan bu Astri. “Eh..hmmm…iya ada apa mang” jawab pak Risman tergagap. “Ini pak langsung aja ya” jawab mang Yono lalu memaparkan maksudnya kepada pak Risman. Ya mang Yono telah menyaksikan apa yang kemarin pak Risman dan bu Ernita lakukan diruangan tersebut bahkan ia sampai mengabadikan kejadian tersebut dengan kamera handphonenya. “jadi maksudnya apa mang” tanya pak Risman ketakutan. “Gak ada maksud apa-apa ko pak, saya cuma pengen dapet bagian juga” jawab mang Yono sambil terkekeh menjijikan. Mendengar jawaban mang Yono hati pak Risman merasa lega, ternyata laki-laki ini juga sama mesumnya dengan dirinya. “Ha..ha..ha..bilang kek dari tadi mang, kalau itu sih gampang..nanti kita nikmatin bareng-bareng” jawab pak Risman lega. “Jadi kapan nih pak saya boleh nyicip memek guru bahenol” tanya mang Yono kurang ajar. Tampak pak Risman mengelus-ngelus dagunya sendiri seakan-akan berfikir. “Oke…nanti sepulang sekolah mamang kesini aja ya..saya coba hubungi bu Ernita dulu” jawab pak Risman mantap sambil mengeluarkan blackberry dari saku celananya.

Sementara itu di toilet sekolah yang terletak paling ujung nampak pemandangan yang sangat menggugah hasrat. Dimana seorang laki-laki muda dengan masih menggunakan seragam SMA tengah meringis-ringis menahan kenikmatan. Celana seragam abu-abunya telah melorot sampai mata kaki, dan dibawahnya terlihat seorang guru semok berjilbab tengah berjongkok mengulum kemaluan laki-laki tersebut yang lumayan besar untuk anak seusianya. “Heeeehhhh…bu Ernita, sepongan ibu enak bangettt” ucap anak laki-laki itu sambil meringis menahan nikmat.
Ya, ternyata yang tengah mengulum kemaluan itu adalah bu Ernita sang guru bahasa inggris yang alim namun kini sudah ketagihan kemaluan laki-laki, dan anak laki-laki yang beruntung itu tak lain dan tak bukan adalah Rizal Ferianto anak kelas 2 di SMA tersebut yang tadi pagi memergoki bu Ernita tengah berasyik masyuk dengan pak Risman di ruang kepala sekolah.
Rupanya Rizal telah berhasil membuat bu Ernita bertekuk lutut dengan bermodalkan foto-foto mesumnya bersama kepala sekolah tadi pagi. “Oh bu Ernita…ibu doyan kontol ya” tanya Rizal terhadap guru bahasa inggrisnya tersebut tak sopan. Mendengar pertanyaan tersebut bu Ernita semakin memperhebat kulumannya. Lidahnya yang lembut ia sapukan pada lubang kencing muridnya, ia sedot lubang kencing tersebut hingga membuat muridnya tak bisa menahan kenikmatan dan memuntahkan spermanya di mulut bu Ernita yang dengan lahap melumat dan menelan sperma milik anak laki-laki itu.
“Hmmm…nikmat sekali sperma anak ini..bisa jadi obat awet muda nih hihi” pikir bu Ernita dengan tersenyum geli.
“Bu, nanti lagi ya” ucap Rizal ketika selesai merapikan kembali pakaiannya bertepatan dengan bunyi bel tanda waktu istirahat telah habis. Bu Ernita hanya tersenyum menanggapi ucapan muridnya itu dan dengan hati-hati keluar dari toilet tersebut.
Ketika bu Ernita tengah berjalan menuju kelas HP-nya bergetar tanda ada pesan masuk, lalu dia membuka pesan tersebut yang ternyata dari pak Risman. “Bu Ernita saya tunggu sepulang sekolah diruangan saya, ada kejutan buat ibu” itulah pesan yang diterima bu Ernita dari pak Risman.
Tanpa terasa waktu berlalu dengan cepat. Bel tanda bubaran sekolah telah berbunyi. Di ruang guru tampak bu Astri sedang merenung. “Belum pulang bu?” Seseorang mengagetkan lamunan bu Astri. “Eh bu Ernita..iya bu bentar lagi” jawabnya, “bu Ernita sendiri kenapa belum pulang?” Bu Astri balik bertanya. “Saya belum bisa pulang bu..pak Risman manggil saya” jawab bu Ernita dengan senyum penuh arti.
Akhirnya kedua guru cantik itu terlibat perbincangan yang sangat serius mengenai perlakuan pak Risman terhadap mereka berdua. Bu Ernita menceritakan bagaimana awalnya dia merasa jijik terhadap laki-laki itu namun pada akhirnya takluk pada kenikmatan dan keperkasaan pak Risman, bahkan kini ia mulai ketagihan kemaluan pria. Bu Ernita mengakui kini ia tak keberatan melayani pria manapun asalkan ia mendapat kepuasan.
Mendengarkan cerita bu Ernita, darah mulai berdesir di tubuh bu Astri, kemaluannya mulai basah, nafsunya mulai naik. Ia menjadi penasaran akan rasa dari kemaluan pak Risman yang diceritakan bu Ernita, apalagi sampai sekarang bu Astri tidak pernah merasakan kenikmatan dari persetubuhannya dengan suaminya yang menurutnya loyo.
“Bu Ernita, boleh saya ikut?” Ungkap bu Astri memohon pada bu Ernita karena sudah mulai tak tahan menahan nafsunya. “Dengan senang hati bu” dengan senyum riang bu Ernita menjawab permintaan rekan gurunya tersebut dan menggandeng tangan bu Astri untuk bergegas menuju ruangan pak Risman.
Ketika mulai melangkah keluar ruang guru, disana sudah nampak Rizal tengah menunggu bu Ernita. Agak kaget juga mereka melihat Rizal yang cengengesan. Namun pikiran bu Ernita bekerja dengan cepat. Ia dengan berbisik-bisik kepada bu Astri menceritakan kejadian tadi di jam istirahat di toilet bersama muridnya itu. Ide untuk melakukan hal gila pun terbersit dipikiran bu Ernita yang ia ungkapkan kepada bu Astri. Lalu keduanya tersenyum saling memandang dan mengangguk bersamaan. Bu Ernita menggandeng tangan Rizal yang tentu saja hanya bisa mengikuti langkah terburu-buru kedua gurunya tersebut tanpa tahu maksud dari apa yang mereka bicarakan.
Sesampai didepan ruang kepala sekolah, bu Ernita masuk terlebih dahulu. Alangkah kagetnya ia karena diruangan tersebut pak Risman tidak sendiri, disana telah hadir mang Yono. Namun bu Ernita berusaha untuk tenang menghadapi dua predator yang akan memangsa tubuh semoknya ini.
Pak Risman mulai menghampiri bu Ernita, akan tetapi langkahnya terhenti. “Tunggu pak..bukan cuma bapak yang punya kejutan buat saya…tapi saya juga punya kejutan untuk bapak”. Dengan senyum nakal dan kerling mata binal bu Ernita membuka pintu ruangan tersebut dan mempersilahkan kedua orang yang tengah menunggu di luar ruangan tersebut untuk masuk.
Alangkah kagetnya pak Risman dan mang Yono ketika melihat kedua orang itu masuk. Bu Astri tampak berjalan dengan anggun dan senyum malu-malu, sementara Rizal cuma cengangas-cengenges sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
Bu Astri yang sudah terpancing nafsunya oleh cerita bu Ernita langsung menghampiri pak Risman. Tangan kirinya merangkul leher pak Risman dan tangan kanannya mulai mengelus-ngelus kemaluan pak Risman yang mulai membengkak didalam celana kerjanya. Lalu dengan senyum menantang ia pun berbisik, “bisa kita mulai sekarang pak Risman?”. Dengan senyum memuakan pak Risman mengangguk dan membawa wanita itu ke sofa yang berada ditengah-tengah ruangan. Beberapa saat kemudian mereka sudah terlibat percumbuan hebat diatas sofa. Tak segan-segan pak Risman memagut bibir ranum wanita berkerudung kuning itu, bahkan tangannya pun tak henti-hentinya bergerilya di tubuh sintal bu Astri. Remasan-remasan dipayudara kiri dan kanan tak terelakan. Bahkan entah siapa yang memulai duluan kini mereka malah sudah saling menelanjangi.
Bersamaan dengan kejdian itu bu Ernita lebih memilih daun mudanya untuk dicumbui. Ia memagut bibir sang murid dengan ganasnya dan penuh nafsu. Rizal yang tak mau kalah langsung meremas bokong gurunya itu dengan keras. Apalagi ketika ia melihat guru favoritnya yakni bu Astri sudah bertelanjang bulat bersama pak Risman, rasa cemburunya mulai timbul dan ia lampiaskan rasa itu terhadap bu Ernita yang nampak senang digumuli muridnya.
Melihat kejadian itu mang Yono malah melongo tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Sampai ketika bu Ernita dengan binal memanggilnya. “Mang Yoonoo…ko malah nonton..sini dong”.
Seperti kerbau d cucuk hidung mang Yono menghampiri bu Ernita yang tengah asik mencumbu Rizal dalam posisi berdiri. Ia langsung memeluk tubuh bu Ernita dari belakang, tangannya merayap kedepan dan meremas payudara bu Ernita yang melenguh keenakan.
Sementara itu diatas sofa bu Astri tengah mengangkang, vaginanya yang putih bersih tengah dijilati pak Risman. Lenguhan, desahan dan erangan nikmat keluar dari mulutnya yang menganga setiap kali pak Risman menyedot vagina merahnya. Hingga akhirnya gelombang orgasmenya pun tiba. Cairan putih kental menyembur dari kemaluan bu Astri hingga mulut kepala sekolahnya itupun belepotan oleh cairan itu.
Ditempat yang tak jauh dari situ bu Ernita tengah mengerang diatas tubuh rizal yang terlentang di lantai. Matanya mendelik-delik, mulutnya dipenuhi kemaluan besar mang Yono. Dengan lenguhan panjang orgasmenya pun tiba. Tubuhnya melengkung bak busur panah, badannya bergetar.
Mang Yono tak ingin membuang waktu, ia langsung mengambil posisi di belakang bu Ernita, mencengkram pantanya dan meludahi lubang anus bu Ernita. Sadar akan hal itu bu Ernita bukannya menghindar, ia malah menggunakan tangannya sendiri untuk menunjukan lubang anusnya kepada mang Yono. “Inih mang…oooh…ayoh kontolllin anus saya” racau bu Ernita menggoda. Diiringi lenguhan memilukan akhirnya kemaluan mang Yono amblas di lubang anus bu Ernita. Dengan tak memberi kesempatan mang Yono langsung menggenjot keluar masuk kemaluan besarnya dengan ganas sehingga bu Ernita hanya bisa membuka mulutnya tanpa bisa mengeluarkan suara.
Sementara itu, semenjak jebolnya anus bu Ernita oleh kemaluan mang Yono, Rizal merasa vagina bu Ernita semakin menggigit yang membuat dirinya tak kuat untuk tak menyemburkan spermanya.
Setelah orgasme Rizal mereda, mang Yono menggirng bu Ernita menuju sofa, dimana terdapat bu Astri yang tengah di doggy pak Risman. Akhirnya mereka seperti berlomba menghantam pantat lawan mainnya dimana yang satu mencoblos vagina, dan yang satunya mencoblos anus.
“Oooh..bu..er..nih..tah..ohhh..enak..kontol..p ak Risss..man..ennak..haaah”. Racau terputus-putus bu Astri seolah ingin memamerkan kenikmatan yang ia dapat dari kemaluan yang bersarang di vaginanya terhadap temannya sesama pengajar itu, namun bu Ernita tak bergeming mendengar racauan bu Astri. Matanya terpejam, mulutnya menganga seolah-olah tengah meresapi kebrutalan mang Yono menghujamkan kemaluannya di anus perawan miliknya. Hingga beberapa menit kemudian bu Ernita berkelojotan. Dari vaginanya mengucur cairan orgasme yang sangat banyak. Mang Yono pun menghentikan genjotannya.
Bu Ernita ambruk di atas sofa ketika mang Yono mencabut kemaluan dari anusnya. Ia sangat lemas tak bertenaga, tulang-tulangnya seperti dilolosi. Hanya deru nafas yang terdengar memburu dari bibirnya.
“Bu Ernita yang binal sudah K.O pak” Ucap mang Yono kepada pak Risman dan mereka pun tertawa terbahak-bahak menjijikan. Mendengar ucapan itu bu Ernita tampak menyunggingkan bibirnya walaupun dengan mata terpejam dia bangga bisa mendapatkan kepuasan dari persetubuhan itu.
Bu Astri yang melihat bu Ernita tak berdaya mulai iri dengan keadaan temannya itu. Ia juga menginginkan hal yang sama yakni mendapatkan kepuasan yang maksimal. Lalu dengan nada menggoda dia menoleh ke arah mang Yono, “mang…entot Astri juga dong”. Mang Yono yang kaget langsung berpandangan dengan pak Risman dan tertawa. “Hahahaha…Emangnya bu Astri mau dikontolin juga boolnya?” Tanya mang Yono yang dijawab bu Astri dengan anggukan sambil menggigit ujung jari telunjuk tangan kirinya pertanda dia sangat menginginkannya.
Lalu pak Risman mengatur posisi mereka bertiga, mang Yono kini ditunggangi bu Astri yang merelakan vagina legitnya melahap kemaluan mang Yono.
Ketika pak Risman berusaha memasukan kemaluannya kedalam lubang anus bu Astri, maka tak terelakan lagi jeritan, lenguhan bahkan tangisan pilu tanda kesakitan membahana di ruangan itu. Namun selang beberapa menit semuanya sekan berubah 360 derajat. Kini bu Astri tampak menikmati kedua lubangnya dinikmati dua pria berkemaluan besar. Bahkan ketika Rizal menghampirinya ia tak segan untuk menikmati kemaluan murid laki-lakinya itu dengan mulutnya.
Persetubuhan itu terus berlanjut, bu Astri akhirnya menjadi korban kedua kepala sekolah mesum itu. Mereka baru menghentikan persetubuhan itu setelah bu Astri pingsan kelelahan.
Namun walaupun dalam keadaan pingsan, senyum kepuasan nampak tersungging dari bibir bu Astri…

Hari ini tepat 3 hari setelah kejadian pak Risman mendapatkan mangsa pertamanya bu Ernita. Diruangannya tampak kepala sekolah mesum itu sedang sumringah karena berhasil mendapatkan impiannya untuk menggagahi dua guru sexy yang selalu menjadi impian para laki-laki di sekolah itu. “Tinggal melanjutkan apa yang sudah aku mulai” pikirnya. Kini rencana untuk menaklukan guru-guru yang lain mulai dia pikirkan, “siapa selanjutnya” itulah yang terlintas dalam benaknya saat itu. “bu Linda atau bu Indah?”. Keduanya sama-sama menggiurkan untuk dijamah. Senjata diselangkangannya mulai mengeras tanda birahinya sudah naik ketika memikirkan guru-guru perempuan nan cantik dan sexy di sekolah yang dia pimpin itu. Lalu dia mulai melihat-lihat jadwal mengajar para guru yang tampil di layar komputer di meja kerjanya. “Hmmm…tampaknya aku harus menuntaskan hajatku dulu” sambil tersenyum kepala sekolah itu mengambil blackberry dari saku celananya dan mengirimkan pesan kepada seseorang.
“Drrt…drrt..” Handphone bu Astri bergetar tanda ada pesan yang masuk. Setelah ia membaca pesan itu ia kelihatan tersenyum penuh arti. “Baik anak-anak, sekian dulu pelajaran dari ibu hari ini…jangan lupa PR kalian besok dikumpulkan di meja ibu ya” ucap bu Astri yang saat itu menyudahi jam pelajarannya dan dijawab serempak oleh semua murid di kelas itu. Bu Astri lalu meninggalkan kelas tersebut dan menuju ruang guru. “Huh…dasar kepala sekolah mesum,tau aja kalau aku ada jam kosong” begitulah yang ada dipikiran bu Astri saat itu.
Ruang guru nampak lengang ketika bu Astri datang, hanya ada beberapa guru disana termasuk bu Linda yang saat itu tengah mengoreksi hasil ulangan murid-muridnya. “Eh bu Astri,selamat pagi…cantik bener bu” sapa bu Linda basa-basi. Tapi memang hari itu bu Astri nampak cantik sekali dengan seragam mengajar berwarna biru tua dan kerudung yang warnanya selaras dengan baju yang ia pakai. “Ah bu Linda bisa aja” sahut bu Astri dengan senyum khas yang menghias wajahnya. “Loh…mau kemana lagi bu?” Sahut bu Linda yang melihat bu Astri akan keluar ruangan tersebut setelah terlebih dahulu menyimpan tas dan buku-buku yang ia bawa. “Eh..ini..anu bu mau keruangan pak Risman..tadi dia manggil saya katanya ada yang mau dibicarakan” jawab bu Astri tergagap menjawab pertanyaan bu Linda. “Oooh..” Jawab bu Linda singkat sambil mengernyitkan dahinya. Terlintas kecurigaan dipikiran bu Linda, ” ada apa ya ko akhir-akhir ini pak Risman sering sekali memanggil bu Ernita sama bu Astri?”
Jam menunjukan pukul 09.00 saat bu Astri mengetuk ruang kepala sekolah. Tak lama kemudian pintu ruangan itu dibuka, dari dalam nampak seorang laki-laki buncit dengan baju kemeja yang kancingnya sudah terbuka semuanya tersenyum menjijikan.
“Oh bu Astri…mari masuk cantik..baru aja kita mau mulai” ucap laki-laki itu mempersilahkan bu Astri. Nampak didalam ruangan itu bu Ernita tengah duduk diatas sofa dengan menumpangkan kaki kiri diatas kaki kanannya menunjukan bokong yang indah walaupun dalam balutan celana panjang khas pengajar. Kepala berjilbabnya ditopang tangan kanannya yang bersandar disandaran sofa tersebut. Bu Ernita tampak melambaikan tangan menyapa bu Astri yang baru saja datang.
“Hai bu Astri…mari sini bu…pak Risman dari tadi katanya gak sabar nunggu ibu” ucap bu Ernita dengan senyum genit dan mata melirik pak Risman. “Ah..bu Ernita ini bisa aja..kan udah ada ibu yang goyangannya lebih mantap dari saya” jawab bu Astri dengan kerling mata yang tak kalah genitnya dari bu Ernita. “Gak tau ni bu, kepala sekolah kita ini maunya aneh-aneh deh” lanjut bu Ernita sambil memajukan bibir ranumnya yang disambut oleh gelak tawa pak Risman yang menjijikan. “Tapi biarpun aneh kalian doyan kan sama kontol saya” tanya pak Risman kepada keduanya yang dijawab dengan anggukan serempak keduanya. “Abisnya kontol bapak gede sih…memek saya jadi nyutnyutan..” Ucap bu Astri dengan tawa renyahnya. “Iya pak…ni di memek saya aja masih berasa” timpal bu Ernita sambil mengelus-ngelus vaginanya dari belakang dengan tangan kirinya.
Terdengar sekali percakapan mereka bertiga sudah menjurus ke hal-hal yang tidak lazim dilakukan oleh guru dan kepala sekolah, dan tanpa mereka sadari diluar ruangan itu tampak seseorang sedang mengintip dan menguping percakapan mereka.
Rupanya bu Linda yang mencurigai ada hal yang ganjil diruangan kepala sekolah tersebut tadi mengikuti bu Astri. Tengah asik-asiknya mengintip terasa ada yang menepuk pundak bu Linda. Dengan kaget ia menoleh ke arah orang yang menepuk pundaknya. “Uhhh…kamu Rizal…hampir saja jantung ibu copot” ucap bu Linda dengan suara pelan takut terdengar oleh orang-orang yang tengah berada didalam ruangan kepala sekolah tersebut. Dengan meletakan jari telunjuk didepan bibirnya, Rizal menggandeng tangan guru bahasa indonesianya itu mengajak ke belakang ruang kepala sekolah tersebut. “Nah..ibu kalau mau ngintip dari sini aja bu lebih jelas” ucap Rizal kepada bu Linda menunjukan tempat ia mengintip bu Ernita kemarin sehingga pada akhirnya ia pun mendapat kesempatan menikmati tubuh bu Ernita dan bu Astri.
Sebenarnya Rizal sendiri takut kalau rahasianya terbongkar. Namun demi melihat pantat aduhai bu Linda dan harum tubuh guru bahasa indonesianya itu dia sedikit berjudi. Siapa tahu dia juga bisa menikmati tubuh bu Linda yang dia ketahui sudah menjanda. “Bu Linda kan doyan kontol…apalagi kalau gue kasih nonton langsung kayak gini pasti dia terangsang” pikir murid bengal itu.
Namun saat itu bu Linda yang juga penasaran ingin mengintip apa yang terjadi dalam ruangan kepala sekolah itu tampak risih dengan kehadiran muridnya. “Kamu kan harusnya ada dikelas…jam pelajaran siapa sekarang” tanya bu Linda masih dengan suara berbisik takut terdengar orang-orang didalam ruangan. Rizal yang ditanya malah cengengesan dan menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. “Udah bu kalau mau ngintip ya barengan” jawab murid itu enteng. Bu Linda sangat kesal sekali dengan murid bengal ini. “Awas ya, mata pelajaran saya kamu gak akan saya kasih nilai karena ketahuan sekarang bolos” ancam bu Linda dengan mata melotot. “Bu..jam sekarang saya harusnya belajar bahasa inggris sama bu Ernita..tuh gurunya ada didalem” kembali Rizal menjawab sambil menunjuk ke arah ruangan tersebut. “Yasudahlah…” Jawab bu Linda kesal lalu memalingkan mukanya ke celah jendela yang berada dibelakang ruangan kepala sekolah tersebut yang ditunjukan muridnya sebagai tempat yang bagus untuk mengintip.
Didalam ruangan kepala sekolah tersebut tampak pemandangan erotis tengah terjadi. Pak Risman si kepala sekolah mesum sedang diapit dua guru cantik nan sexy yang nampak manja dalam pelukannya. Bu Ernita tampak sedang memagut bibir kepala sekolah itu dengan penuh hasrat yang menggebu, sementara bu Astri tengah sibuk menciumi dada sampai leher dan telinga kepala sekolah tersebut. Tangannya pun tak ketinggalan. Keduanya tampak kompak dimana tangan bu Astri tengah mengocok pelan batang kemaluan pak Risman yang telah memelorotkan celana berikut celana dalamnya sampai mata kaki, sementara tangan bu Ernita tampak memijit-mijit biji kemaluan kepala sekolah itu dengan penuh hasrat. Benar-benar awal yang gemilang yang dilakukan mereka bertiga dalam memulai persetubuhan, dimana kedua wanita itu tampak saling membantu. Ketika pak Risman beralih memagut bibir tipis bu Astri, tampak bu Ernita menjilati dada dan leher kepala sekolah tersebut. Sampai pada suatu ketika entah siapa yang memulai bibir bu Astri dan bu Ernita bertemu didepan wajah mesum pak Risman. Keduanya saling memagut, memainkan lidah sambil memejamkan mata sampai air liur keduanya menetes-netes dengan tangan-tangan mereka yang tak lepas dari batang kemaluan pak Risman yang semakin membengkak menunjukan otot-otot keperkasaannya.
Desah kenikmatan ketiganya terdengar diruangan kepala sekolah tersebut yang dalam tiga hari ini selalu beraroma mesum. Nampak kedua wanita ini kini berlomba saling menelanjangi satu sama lain, hingga yang tersisa dari keduanya hanya jilbab yang menutupi kepalanya dan sepatu berhak tinggi yang menambah kesan sexy di kaki-kaki jenjang kedua guru sexy ini.
Pak Risman hanya bisa tersenyum dan melongo disuguhi tontonan kebinalan dari kedua anak buahnya itu. Seperti sudah direncanakan keduanya kali ini tampak meremas-remas bongkahan payudara mereka masing-masing dengan wajah binal penuh birahi didepan kepala pak Risman si kepala sekolah mesum yang beruntung.
“Bapak…pagi ini udah minum cucu belum” tanya bu Ernita genit yang ditimpali tawa genit bu Astri. Lalu bu Astri menyodorkan puting payudaranya kedepan bibir sang kepala sekolah. “Nih pak diminum dulu nenennya biar kuat ngentotin kita berdua” ucap bu Astri yang langsung tidak disia-siakan pak Risman.
Pak Risman menyedot puting payudara yang disodorkan bu Astri sambil tangan kanannya juga ikut meremas payudara bu Astri yang satunya, sementara tangan kirinya asik meremas-remas pantat bu Ernita dan sesekali jari manisnya ia tusukan di vagina guru bahasa inggris tersebut dari arah belakang.
Selang beberapa menit gantian payudara bu Ernita yang jadi sasaran kepala sekolah mesum itu dan pantat bu Astri yang kini jadi sasaran tangan kanannya. Lenguhan kedua guru sexy tersebut semakin meramaikan suasana pagi itu di ruangan pak Risman sang kepala sekolah. Sungguh tak bisa dipercaya, sekolah yang seharusnya menjadi tempat menuntut ilmu malah mereka jadikan tempat menuntut kepuasan dalam mengadu hasrat.
Setelah beberapa menit berganti-ganti pak Risman menikmati payudara kedua anak buahnya kini pemandangan mulai berubah. Bu Ernita tengah bersimpuh dilantai, bibir ranumnya yang dihiasi lipstick tipis tengah memagut kemaluan besar berotot atasannya sambil sesekali menjilat dan mengemut bijinya. Sementara bu Astri tengah berdiri di sofa tersebut, kaki jenjangnya mengangkangi tubuh pak Risman yang dia paksa membenamkan kepalanya untuk menjilati vagina tembem miliknya. “Uuuh…yahhh…jilat disitu pak…yahhh..emut itilnya pak..ahhh” racau bu Astri sambil pantatnya bergoyang diatas wajah pak Risman dan mata terpejam dengan tangan yang terus meremas payudaranya sendiri.
Selang 5 menit tampak bu Astri berkelojotan, kepalanya mendongak keatas, matanya mendelik hingga menampakan putihnya saja, mulutnya menganga dan dari vaginanya menyembur cairan kenikmatan pertanda orgasme pertamanya pagi itu telah ia dapatkan. “Aaaahhh..paaak Risss..man..saya dappp..pet..ahhh” racau bu Astri ketika orgasmenya tiba.
Setelah menuntaskan orgasme pertamanya bu Astri beranjak dari wajah pak Risman yang kini belepotan cairan kenikmatan yang menyembur dari vagina bu Astri. Ia menungging di sofa dan ikut membantu bu Ernita yang masih asik menikmati batang kemaluan pak Risman dengan lidah dan bibirnya.
Kembali kekompakan tampak pada keduanya, bu Ernita dan bu Astri saling bergantian memanjakan kemaluan besar milik kepala sekolahnya yang diselingi dengan ciuman kedua bibir ranum mereka.
Pak Risman hanya bisa mengerang-ngerang menahan kenikmatan sambil matanya melekat pada kedua wanita yang sedang memanjakan kemaluannya. “Ahhhh…sudah ibu-ibu…ayo sekarang siapa yang mau duluan memeknya saya coblos” tanya pak Risman yang takut kemaluannya keburu menyembur akibat lumatan-lumatan kedua guru sexy tersebut.
Mendengar pertanyaan pak Risman, Bu Ernita lalu beranjak. Ia lalu tiduran diatas sofa sambil mengangkangkan kedua kakinya menunjukan vagina yang merekah sambil mengelus-elusnya dihadapan kepala sekolahnya. “Ayo pak..ini memeknya udah pengen dienjot” ucap bu Ernita genit. Pak Risman langsung berlutut mengarahkan kemaluan besarnya ke lubang legit vagina bu Ernita dengan kedua tangan menopang tubuhnya dikedua sisi kepala guru bahasa inggris tersebut. Bu Ernita tak tinggal diam. Tangan kanannya menggapai kemaluan besar pak Risman dan membantu mengarahkan kemaluan itu ke lubang vaginanya yang ia rekahkan dengan jari-jari tangan kirinya, dan “Aaaaah..Ahhh..uhhh” desahan kenikmatan bu Ernita terdengar seiring kemaluan pak Risman yang memasuki vaginanya dengan perlahan.
Setelah semua kemaluannya tertanam di vagina bu Ernita, pak Risman tanpa berlama-lama langsung menggenjot dengan tempo cepat. Maka tak terelakan lagi kini desahan langsung berubah menjadi erangan. “Oughhh..iyah..iyah..arrrghhh” erang bu Ernita menikmati genjotan ganas pak Risman sambil memejamkan mata dan tangan yang meremas-remas payudara sendiri.
“Enak kan bu kontol sayah..heh” tanya pak Risman sambil mempercepat genjotannya. Tubuh bu Ernita semakin terguncang-guncang akibat dahsyatnya genjotan kepala sekolahnya tersebut. “Ough…ii..yah..kont..hol..bapp..pak en..nak..yahhh” jawab bu Ernita terputus-putus.
Sementara itu di sofa yang satunya lagi tampak pemandangan erotis yang lain. Bu Astri tampak menikmati tontonan didepannya dimana temannya sesama pengajar tengah disetubuhi oleh kepala sekolahnya.
Birahinya yang memuncak akibat tontonnan didepan matanya membuatnya tak sadar bermasturbasi. Bu Astri menaikan kakinya keatas sofa dan mengangkang membuat vaginanya tampak merekah menantang. Jari telunjuk dan jari tengah tangan kanannya telah keluar masuk mencoblos vaginanya sendiri dengan jari jempol tangannya ikut menggosok biji klitorisnya. Sementara tangan kirinya dengan intens meremas bergantian payudara kiri dan kanannya. Bu Astri terlarut dengan tontonnanya hingga teriakan histeris bu Ernita yang mendapatkan orgasme menyadarkannya.
“Aaaarggghhh…yaaaahhh pak…saya muncrat” teriak lirih bu Ernita mendapatkan orgasmenya. Setelah orgasme bu Ernita mereda, pak Risman mencabut batang kebanggaannya dan menghela nafas panjang. Tapi ketika itu sebuah suara merdu memanggilnya dan ia pun kembali menunjukan senyum menjijikannya.
“Pak Risman…kontolin lubang pantat Astri dong…gattteelll” panggil bu Astri dengan nada genit yang sekarang tengah menungging diatas sofa sambil merekahkan lubang pantatnya.
“Dengan senang hati bu Astri” jawab pak Risman sambil beranjak ke belakang tubuh bu Astri dan mengarahkan batang kemaluan besarnya ke arah lubang pantat bu Astri. “Ough…yaaahhh…pelan pak…mual” seru bu Astri ketika batang pak Risman menerobos lubang pantatnya. Namun bukannya menurut pak Risman malah langsung kembali menggenjot lubang itu dengan ganas. Sesekali ia meludahi batang kemaluan dan lubang pantat bu Astri yang terasa sangat sempit.
“Oooh..yeah..bu Astri kalau melacur pasti laku..ahhh” ucap pak Risman tak senonoh sambil menggenjot pantat bu Astri. “Ahhhh…iya..Astri..ma..uh..jadi..pe..la..cur..bi ar da..pet..banyak..kont..thol” jawab bu Astri terpatah-patah.
Keasikan menggenjot bu Astri kepala sekolah itu tak sadar dengan keberadaan bu Ernita. Hingga ia dikejutkan oleh rangkulan bu Ernita dibelakangnya yang menggesek-gesekan puting payudara di punggungnya dan dengan bibir yang menciumi belakang daun telinganya sambil berbisik. “Ayo pak Risman..cepet keluarin..pelacur-pelacur bapak ini sebentar lagi mesti kembali mengajar” bisik bu Ernita sambil menggigit pelan daun telinga kanan pak Risman.
Selang beberapa menit bu Astri mulai kelojotan, tampak orgasmenya mulai menghampiri. Begitupun dengan pak Risman, ia sudah tak mampu lagi menahan kenikmatan dari lubang panas dan sempit pantat bu Astri. Hingga akhirnya pak Risman menancapkan batangnya dalam-dalam dilubang pantat bu Astri dan menyemburkan spermanya di lubang itu yang disusul oleh vagina bu Astri yang juga menyemburkan cairan orgasmenya.
Beberapa menit setelah persetubuhan itu tampak ketiga orang tersebut tengah mengistirahatkan dirinya. Pak Risman yang telanjang duduk di sofa dengan wajah senang diapit dua guru sexy yang memeluknya dengan hanya mengenakan jilbab dan sepatu hak tinggi ditubuhnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*