Home » Cerita Seks Mama Anak » Wild Love 5

Wild Love 5

Ibu

Ibu

Dengan tubuh telanjangku aku melangkah ke kamar mandi, melintasi ruang makan kulihat ibuku sedang menata makan pagi. Aku tersenyum pada ibuku dan dibalasnya dengan senyumanya. Jika dilihat dari atas kebawah, tidak ada yang salah dengan tubuh Ibu, putih bersih apalagi susunya itu lho susunya. Sekilas aku melihat guratan kebahagiaan dari wajah Ibu, Tak pernah aku lihat Ibuku begitu senang seperti hari ini. Hari-hari sebelumnya selalu dengan wajah tertekan dan tidak bisa lepas dalam berbicara semuanya harus teratur ketika berhadapan dengan Romo. Kulihat jam dinding menunjukan jam 8 pagi. Gila kecapekan mungkin aku.

Di kamar mandi aku berdiri tertegun membayangkan semua kejadian dengan Ibu, dedek Arya mulai bangun. Segera kuambil gayung dan Byur byur byur, tahu tujuanku apa? Untuk menjernihkan kepalaku. Isinya kotoran semua, dan kotoran-kotoran itu yangmembuat dedek Arya cepat bangun. Setelah selesai mandi aku keluar kamar mandi dan ah segarnya sambil menyapu tubuhku dengan handuk. Kulemparkan handukku di kursi ruang keluarga dan menuju meja makan. Aku duduk dan kulihat Ibuku dengan tubuh telanjangnya mengambilkan aku makan. Kami berdua makan dan jelas saja aku tidak bisa berkonsentrasi dengan makanku.

ÔÇ£Bu, aku ingin makan disuapi IbuÔÇØ kataku

ÔÇ£hmmm….. manjanyaaaa….ÔÇØ jawab Ibuku dengan senyuman manja

ÔÇ£Tidak bisa konsentrasi bu kalau makan lihat Ibu, mending disuapiÔÇØ celotehku manja

ÔÇ£Ya sudah, Ibu pakai baju saja yaÔÇØ jawab Ibuku

ÔÇ£Jangaaaaaaaaaaaaaaaaaaan …. pokoknya disuapi ya buÔÇØ pintaku manja

Pagi itu aku berlaku manja kepada Ibuku, ya mungkin ada rasa kangen juga dimanje seperti anak kecil. Hari senin aku lewati dengan baik, hari selasa lelah, dan Hari ini hari rabu aku bolos kuliah karena aku tidak ingin melewatkan momen indah ini. Setelah selesai aku minum jamu ramuan Ibuku biasa obat kuat tapi tidak ada boat perangsangnya seperti semalam dan seperti biasa Ibu minum jamu dan ramuan tradisional lainnya.

ÔÇ£Bu Boleh tanya sesuatu?ÔÇØ tanyaku sambil meletakan gelas

ÔÇ£iya…ÔÇØ jawab Ibu

ÔÇ£Apa Ibu pernah kasih ramuan perangsang ke Romo?ÔÇØ tanyaku

ÔÇ£Hmm… lha wong nidurin Ibu saja jarang, sekali nidurin tepar sukanya main langsung hi hi hiÔÇØ jawabnya

ÔÇ£Itu untuk apa bu?ÔÇØ tanyaku kembali untuk mengalihkan perhatian Ibu dari Romo, jujur saja aku sedikit cemburu ketika Ibu bercerita tentang Romo, kenapa juga aku tadi tanya hal seperti itu.

ÔÇ£Untuk…. hi hi hi…. biar tempik Ibu rapet singset jadi kontol kamu itu kecepit terus ndak bisa keluar…ÔÇØ

ÔÇ£Yang ini buat kulit, biar halusÔÇØ

ÔÇ£Yang ini buat susu Ibu biar tetep kencengÔÇØ lanjut Ibuku

ÔÇ£Owh… pantesÔÇØ jawabku sambil berdiri dan memposisikan tepat dibelakang kursi Ibu.

ÔÇ£Pantes kenceng, Arya sukaÔÇØ bisiku ditelinga Ibu sambil meremas kedua susunya.

ÔÇ£Ehhhmm…. sekarang ibu tidak rugi minum kaya ginian, sudah ada yang mau hi hi hiÔÇØ jawab Ibuku sambil menoleh kebelakang dan menciumku. Kubalas ciuman Ibuku sambil meremas-remas susunya dan kumainkan puting susunya.

ÔÇ£Ehmmmmmmm…..mmmmm…. terus nakÔÇØ rintih Ibuku pelan. Aku kemudian memposisikan duduk di kursi sebelah Ibu aku tarik pelan Ibu dan aku arahkan untuk duduk bersimpuh dibawahku. Kini kepalanya sejajar denga dedek Arya. Dengan senyuman tanpa diperintah ibu mulai menjilatinya. Mengulumnya. Ketika mengulum Ibu juga memainkan lidahnya.

ÔÇ£Enaaaaak bu…. enaaaaaak…. terus….. kulum kontol arya bu, di emmm….,muttt……ÔÇØ racauku nikmat

ÔÇ£Emmmm…..hemmm…..ÔÇØ suara Ibuku ketika mengulum dedek Arya. Setiap kuluman Ibu kurasakan lidahnya yang menyapu setiap bagian dedek Arya. Ketika kuluman berhen di ujung penisku, kurasakan lidahnya menari-nari di lubang kencingku dan rasanya WOW.

Beberapa menit Ibu memperlakukan dedek Arya dengan sangat manis, dari menjilatinya hingga mengulumnya. Ku hentikan kuluman Ibu, ku angkat Ibu dan kuposisikan menungging berpegangan dengan meja makan. Sekarang adalah giliranku, sambil berlutut dibelakang Ibu aku mainkan vagina Ibuku. kusentuh bibir vaginanya dengan jari-jariku. Ibu menoleh kebelakang melihat tingkahku ini.

Ibu 2

Ibu

ÔÇ£Enak nak…. di mainin nak itil Ibu…. uhhh…. kaya ta….. dih…ÔÇØ pinta Ibu ku, langsung ku majukan bibirku dan kujilati setiam nano meter vagina Ibu. Ku variasikan dengan sedotan-sedotan di klitoris Ibu, kadang pulan kumasukan lidahku ke dalam vaginanya.

ÔÇ£Iy…slrup ya…..dimasuki gini enak buÔÇØ jawabku, sambil memasukan jari tengaku ke dalam vagina Ibu. Dan ku kocok secara perlahan, perlahan perlahan dan semakin cepat. Kubarengi kocokan pada vagina Ibu dengan jilatan-jilatan lidahku.

ÔÇ£aaaaaaaaaaissssshhhhhh….. aaaaaaaah….. terus…. nak…. terus…. masukan lagi juga lidahmu nak…. Ib ….bu suk…..kah… aaaaaahÔÇØ racau Ibuku. Aku turuti perintah Ibuku, kumainkan itilnya dengan lidahku kadang aku masukan dibarengi dengan kocokan jari tengahku.

ÔÇ£Enak… tempik Ibu tidak pernah dijilati …..ÔÇØ

ÔÇ£Terus nak terus….. aihsss ah ah ah aaaaaa…… kamu lebih hebat dari Romo…. terrr russssssssssÔÇØ

ÔÇ£Romomu biar Romomu pergi terus…. Ibu sama ka…. mu aaaaaah…. Ibu leb …bih suka sama Ar …ya aaaaaaaaaaaaissssshÔÇØ racau Ibuku. kujilati tempiknya terus dan terus kupermainkan.

ÔÇ£Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhh…. Ibu keluar lagi…. kamu buat Ibu kamu keluar terus…. kamu nak….kal……ÔÇØ jerit Ibuku dengan tubuh melengkuk-lengkuk dan melengking merasakan nikmat puncak, terasa cairan hangat mengalir dari vaginanya membasahi bibir dan jariku. Kujilati jari-jariku, nikmat juga cairan kenikmatan Ibu.

ÔÇ£Ibu suka kan sekarang giliran kontol AryaÔÇØ jawabku sembari berdiri. Kuarahkan dedek Arya ke liang vagina Ibu, Ibupun memgang dedek Arya dan mengarahkannya ke liang vaginanya. Ketika ujung dedek arya mau masuk …..

Krrriiiiiiiiiiiiiiin….. Kriiiiiiiiiiiiiing………….. Kriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiingggg………….. (KENTAAAAAAAAAAAAANG!)

ÔÇ£Sebentar nak, ibu angkat telepon duluÔÇØ ucap Ibuku sembari melepaskan diri dari pelukanku.

ÔÇ£Waduh…. nanggung buÔÇØ jawabku memelas

ÔÇ£Sebentar nanti biar bisa lama….ÔÇØ jelas Ibu

Ibu melangkah ke arah meja telepon, kupandangi Ibu ku. Tubuh anggunnya sekarang milikku. Ketika Ibu mengangkat telepon, Aku dekati Ibu dari belakang, Kupeluk Ibuku kuletakan kepalaku di bahu kanan Ibuku.

ÔÇ£Halo sugeng(selamat) siang dengan Keluarga MahesaÔÇØ

ÔÇ£Oh..kang mas toÔÇØ seketika aku mendengar nama itu mendidih darahku dikepala. Kupeluk Ibu semakin erat. Dan Ibu kaget atas perlakuan itu.

ÔÇ£Jangan lama-lama Arya tidak sukaÔÇØ bisiku ditelinga kanan Ibuku. Ibu kemudian menoleh ke kanan dengan tangan kanan menutupi ganggang telepon itu.

ÔÇ£iya sebentar ya…..ÔÇØ jawab Ibuku kalem. Melihat Ibu yang masih memegang gagang telepon membuat Aku semakin emosi, langsung aku tarik pinggul Ibuku kebelakang. Tangan kanan Ibu sekarang menjadi tumpuan tubuhnya. Dan sleb…..kumasukan dedek arya ke vagina Ibuku. dengan begitu mudahnya, karena memang sudah dibasahi cairan kenikmatan.

ÔÇ£Eh….ÔÇØ jerit kecil Ibuku

ÔÇ£bagaimana Romo? Ouwh ini tadi kaget ada cicak jatuh di meja teleponÔÇØ jawab Ibuku. Aku memang terbakar dengan emosi tapi kugoyang pelan karena aku tidak ingin Ibuku ketahuan. Ini juga demi kebaikanku.

ÔÇ£Nanti malam jam berapa kang mas?ÔÇØ tanya Ibuku. setiap kali ibu berbicara setelahnya selalu menggigit-gigit bibir bagian bawahnya menahan nikmat yang aku berikan. Berbeda dengan aku tidak bisa menikmatinya.

ÔÇ£Iya kang mas, sudah dulu ya, Dimas mau cuci piring duluÔÇØ Ibu mengakhiri telepon dengan Romo. Segera ditutup telepon dari Romo.

ÔÇ£Kamu nakal sekali Ar….ya…. nan…. ah ah ah ti….ah… kalau ketahuan bagaimana?ÔÇØ tanya Ibuku dengan desahan khasnya. Aku semakin tidak bisa menikmati permainan ini. Kulepaskan dedek arya dari vagina Ibu.

ÔÇ£Hah…. aku tidak bisa menikmatinyaÔÇØ ucapku lirih, Ibu sedikit kebingungan dan menyesal karena tahu kalau aku merasakan ketidak nyamanan karena gangguan telepon dari Romo. Ibu langsung membalikan tubuh dan memelukku.

ÔÇ£Jangan marah nak… Ibu minta maaf tadi Ibu tidak tahu kalau itu telepon dari Romo kamuÔÇØ jelas Ibuku meminta maaf sembari memelukku.

ÔÇ£Bu Arya tidak apa-apa owk, ibu telepon-teleponan saja sama Romo, Arya mau tidurÔÇØ jawabku dengan rasa yang tidak karuan sambil mencoba melepaskan pelukan tapi tidak bisa karena pelukan Ibu sangat kuat.

ÔÇ£Jangan marah nak, nanti Ibu sama siapa?ÔÇØ Jawab ibu dengan nada menyesal. Aku yang tidak tega kemudian memeluk Ibu dan hening sesaat. Dalam keheningan itu aku berpikir, ini semua karena telepon dari Romo. Aku harus membuat apa yang berbau Romo terbuang.

ÔÇ£Bu….ÔÇØ ucapku membuka pembicaraan sambil tetap memluknya

ÔÇ£Ya nak…ÔÇØ jawab Ibuku

ÔÇ£Arya pengen Ibu pakai kebaya seperti tadi malam, Arya pengen lihat Ibu pakai Kebaya lagi Arya tungu di belakangÔÇØ perintahku ke Ibu, Ibu kemudian melepaskan pelukannya dan tersenyum kepadaku.

ÔÇ£Hmmm… tapi Arya juga harus tampil ganteng yaÔÇØ jawab Ibuku dengan wajah sumringah.
Ibu melepaskan pelukanku sembari sedikit memberi kecupan di bibirku. Kemudian Ibu meninggalkan aku masuk ke kemar dan menutup pintu kamarnya.

ÔÇ£Tidak boleh ngintipÔÇØ teriak Ibu di dalam kamar

Aku melangkah menuju kamar mandi, membasuh dedek arya yang masih tegang. ÔÇ£aduh kakak nanggungÔÇØ mungkin itu yang akan dikatakan dedek Arya kepadaku. Tapi aku ingin sekali seperti tadi malam. Menyetubuhinya dengan dandanan kebayanya. Keluar dari kamar mandi aku segera masuk ke kemarku, berganti pakaian, memakai minyak wangi. Dan turun kebawah menuju dapur membuat teh manis dan ku bawa ke pekarangan belakang rumah. Sambil menunggu Ibu, aku duduk dan kusulut Dunhill mild-ku. Lama sekali…… Kutengok kedalam dan jam dinding menunjukan pukul 09.30 pagi. Lama sekali Ibu berdandan. Aku kembali memandang sekeliling pekarangan rumahku sembari mengepulkan asap. Dan…

ÔÇ£Naaak…ÔÇØ kata Ibuku tiba-tiba dari belakang dan membuatku kaget. Kutolehkan kepalaku ke belakang.

Kumpulan asap yang berterbangan masih melayang diatas kepalaku. Mulai terbawa angin semilir yang lewat di pekarangan rumahku. Kepalaku menoleh kebelakang ke arah pintu belakang rumahku. Kulihat seorang wanita memakai jarit berwarna coklat bermotifkan batik khas daerah. Dibagian badannya kebaya dengan motif kembang-kembang berwarna hitam. Pada kebayanya hanya bagian kemban-kembangnya saja yang tidak transparan dan bagian diluar kembang tampak transparan memperlihatkan kulit tubuh si pemakai. Kebaya yang sangat seksi hingga memperlihatkan lipatan payudaranya. Dengan kebaya yang transparan terlihat kotang berwarna hitam tanpa tali kotang menyangga kedua payudaranya yang seakan-akan minta keluar dari sarangnya .

Kulihat wajahnya sendu, dengan riasan sederhana dan rambut yang dikucir sanggul. Dia tersenyum manis kepadaku, senyuman menggoda minta ditubruk dan dipuaskan sekarang juga. Ah cantiknya, wanita ini. Aku berdiri dan kutarik pelan ke arahku. Kupeluk dan Kulumat bibirnya.

ÔÇ£Sudah tidak tahan ya sayang?ÔÇØ tanya Ibu kepadaku, ketika melepaskan ciumannya.

Aku tidak membalas jawaban Ibuku, aku kembali menciumnya, melumatnya, menyedotnya bahkan menjilatinya. Tangan Ibu kemudian melepaskan sabuk yang aku kenakan, perlahan dibukanya celanaku kemudian resleting celana. Jatuh kebawah celanaku, tampak tonjolan dedek arya dibelakang CD yang seakan-akan tidak muat menutupinya. Ditarik secara perlahan celana dalamku hingga bagian bawah selangkanganku. Dan…. Toeeeeng eeeeng eeeeng ÔÇ£aku bebasÔÇØ, ah dedek Arya mulai menjerit lagi. Di elusnya dedek arya secara perlahan oleh kedua tangan Ibu, dengan bibir yang masih meladeni ciumanku.

ÔÇ£Ahhh…. elus teryus byu….hmmmmm…slrup…..ÔÇØ rintihku sambil mencium Ibuku.

Didorongnya aku pelan, aku tahu maksud Ibuku. Kuposisikan diriku duduk di kursi. Ibu secara perlahan menarik celanaku kemudian celana dalamku dengan bantuanku yang agak sedikit mengangkat pinggangku. Kini telanjanglah bagian bawahku dengan dedek Arya yang mengacung kearah Ibuku.

ÔÇ£Padahal baru beberapa menit tapi sudah ngangeninÔÇØ ucap Ibuku yang langsung menjilatinya.

ÔÇ£Ahhh…. nikmat bu… Lidah Ibu memang enak, ayo bu dikulum….ÔÇØ pintaku

Ibu kemudian mengulumnya, karena penuh dengan nafsu yang menggebu-gebu aku pegang Kepala Ibu. Ibu yang gelagapan kemudian memundurkan kepalanua.

ÔÇ£Uhuk uhuk uhuk…. jangan ditekan nak, punyamu itu panjang dan besar sekali sampai tenggorokan IbuÔÇØ jawab Ibu sambil terbatuk batuk hampir muntah

ÔÇ£Maaf bu, habis nafsu lihat cewek anggun, lemah lembut seperti Ibu sekarang melayani AryaÔÇØ jawabku slengekan.

ÔÇ£Jadi kamu suka Ibu pakai kebaya ya? makanya Ibu dibelikan kebaya kesukaan kamu nakÔÇØ senyum Ibu yang kemudian menjilati dedek arya. Setiap jilatan yag aku rasakan selalu berbeda-beda kenikmatannya. Ketika di kamar, di dapur dan sekarang di pekarangan rumah semuanya berbeda. Setiap melakukan oral selalu ada variasi dari Ibu, mungkin karena kedewasaan seorang wanita sehingga bisa membuat variasi sendiri.

ÔÇ£ahhhhh…. iya bu….. ah nikmat….. kulum terusssss bu ah yaaaaaahÔÇØ aku merintih kenikmatan

Kuluman Ibu berbeda dengan kuluman sebelumnya, setiap kepala Ibu maju lidahnya menyapu semua bagian yang dialalui bibirnya. Sedotan yang bertambah kuat, ditambah lagi wajahnya yang bertambah cantik dan anggun. Kadang buah zakarku pun disedot-sedotnya sembari mengocok dedek arya.

ÔÇ£Terus bu kulum …jilat ….ah ah ah sedooot…. terus… ah…. ah….ÔÇØ

ÔÇ£Se…. mu…. a buat Ibu…ÔÇØ racauku terputus putus

Kuatnya setiap sedotan yang diberikan oleh Ibu, jilatannya yang lebih mantap dari biasanya dan juga eksplorasi keseluruh bagian dedek arya membuat aku tidak kuat menahan cairan dari dalam kantung spermaku. Ditambah lagi kuluman Ibuku yang mengocok dedek arya, kadang lambat, kadang cepat membuat dedek arya berkedut-kedut.

ÔÇ£Bu … Arya pengen keluar…..ÔÇØ rintihku merasakan kenikmatan

ÔÇ£Hmmm…. hemmmm… hem…..ÔÇØ suara Ibu tidak jelas karena sedang mengulum dedek Aryaku dengan memaju mundurkan kepalanya.

ÔÇ£BU….. AAAAHHH…. AKU PENGEN KELUAR DI SUSU IBU…..ÔÇØ teriakku sembari meremas-remas rambut Ibu

ÔÇ£BU…. ARYA KELUAR…..AAAAAAAAAHHHHHHHHHHÔÇØ teriakan puncakku

Ibu mengeluarkan dedek Arya dari mulutnya dan mengarahkan dedek Arya ke lipatan susunya.

Crooot….Croooot….. Crooot….Croooot….. Crooot….Croooot….. Crooot….Croooot…..

Tumpah semua spermaku di dada Ibu, kebayanya pun sedikit ternodai oleh spermaku. Pemandangan yang indah melihat seorang wanita yang anggun dan berdarah ningrat sekarang sedang belepotan sperma.

ÔÇ£Dilap pakai tangan Ibu, dan masukan kemulut IbuÔÇØ pintaku, ibuku mengangguk dengan senyumannya.

Dengan tangan kiri memegang dan sedikit menogocoknya dedek arya yang masih ON,sedangkan tangan kanan Ibu mengelap setiap sperma yang tumpah di dadanya kemudian menjilatinya. Terus Ibu melakukan hal itu hingga tidak ada sperma yang tersisa di dadanya. Kadang Ibu memeprlihatkan kepadaku ketika dia menjilati sperma yang ada di jari-jarinya.

ÔÇ£Kontol arya dibersihkan juga bu, juga zakar arya jugaÔÇØ pintaku

ÔÇ£Iya sayangku…ÔÇØ jawab ibu dengan senyum penuh nafsu kepadaku

Ibu kemudian menarik dedek arya sedikit ke atas hingga zakarku terlihat. Ibu kemudian melahap kedua zakarku menjilatinya dari sisa-sisa sperma. Jilatan Ibu merambat ke atas, Dijilatinya setiap nanometer batang dedek arya hingga ujungnya. Terasa agak sedikit linu.

ÔÇ£Ibu pintar, enak bu….ÔÇØ pujiku

ÔÇ£mestine (pastinya)…ÔÇØ jawab Ibuku sambil menjilati dedek arya

ÔÇ£Pintar melayani Arya ya Bu… he he heÔÇ£jawabku dengan senyuman nakal

ÔÇ£Tentu saja sayangku…ÔÇØ jawab ibuku manja yang sebentar berhenti menjilati kemudian dilanjutkannya lagi

Setelah aku yakin bersih kuangkat agar berdiri dan aku masih duduk. Tepat dihadapanku Susu Ibu yang masih terbungkus oleh kebaya dan kutang. Kulepas kebaya ibu pelan-pelan sambil kuciumi bagian dadanya. Kulempar kebaya itu ke pekarangan rumah. Kutarik kutang Ibu kebawah dan munculah apa yang disebut dengan payudara, masih sekal dan ranum dengan ukuran yang WOW . Susu Ibu sedikit tertekan ke atas karena kutang yang belum akku lepaskan sehingga nampak benar benar menggairahkan. Kuciumi memutar susu Ibu bagian kanan sambil tangan kiriku meremas susu Ibu bagian kiri. Ciuman memutar disekitar susu Ibu kemudian mendekat ke arah puting Ibu. Kumainkan puting susu Ibu, tak lupa aku juga memainkan puting susu ibu yang sebelahnya secara bergantian mendapatkan emutan dan sedotan dariku.

ÔÇ£Ahh…. terus nak …. sedoooot terus…. ehmmm….. susu ibu punya kamu nakÔÇØ

ÔÇ£Remas yang ku……at….. ahhhh…..ÔÇØ rintih Ibu sambil memjamkan matanya dengan kepala yang mendongak ke atas.

ÔÇ£Slruuppp….. heÔÇÖem…. slrup …. cup….slrap…..ÔÇØ jawabku sambil mengulum susu ibuku.

Setiap kali sedotan dan kulumanku pada susu Ibu, Ibu menggelinjang nikmat. Ibu selalu meremas-remas kepalaku bahkan ketika merasakan nikmat yang aduhai, ibu menekan kepalaku ke arah susunya membuatku gelagapan hampir kehabisan nafas tapi tetap kutahan. Setelah puas dengan susu Ibuku, Aku mencoba melepas kutang ibuku, Ibu yang tahu aku kesulitan melepas, kemudian mengarahkan tangan kananku kebelakang untuk membuka resleting kutangnya. Kubuka kutangnya dan aku lempar ke arah kebaya yang telah aku lempar tadi.

Sekarang Ibu hanya menggunakan jarit yang dibalutkan kendit (kain panjang yang memiliki fungsi seperti sabuk pada celana/rok). Dengan senyum nakal, ibu kemudian membantuku mengendorkan ikatan pada kenditnya dan aku pelorotkan kebawah semuanya. Ibu tidak mengenakan celana dalam, Kini ibu telanjang di hadapanku dengan rambut yang digelung.

ÔÇ£Cantik sekali Ibu….ÔÇØ ucapku dengan senyuman

ÔÇ£Ayo nak …. Ibu pengen di sentuh kamu, kenthu Ibu nakÔÇØ jawab Ibuku

Aku tarik Ibu ke arahku kemudian kubalik badannya. Dengan sedikit berbagi tempat duduk, ku arahkan duduk dikursi yang aku duduki tepat di depanku. Sekarang posisi Ibu membelakangiku, aku peluk Ibuku dari belakang. Kujilati dan kuciumi leher jenjangnya dengan kedua tanganku meremask susu Ibuku. Dengan segera tangan kananku kemudian turun ke arah vaginanya . Jariku mulai mempermainkan klitoris ibu secara perlahan.

ÔÇ£auufffhhhhtttt….. teruuuuuus…. ayo anakku terus na…. khhhhhhhÔÇØ racaunya

Puas dengan menyentuh bagian klitorisnya, kumasukan jari tengah tangan kananku kedalam liang vaginannya dengan tangan kiriku masih aktif meremas dan memainkan puting susu Ibuku. Kukocok perlahan, perlahan, perlahan semakin cepat semakin cepat semakin cepat dan cepat cepat. Kuvariasikan kocokan jariku, kadang dengan posisi jari yang lurus, kadang pula ketika mengocok kutekuk jariku sehingga menyentuh langit-langit vagina Ibu. Pegel juga tapi hilang karena nafsu yang mendidih di seluruh tubuhku.

ÔÇ£Aaaaaaaah…. terussss….. teruuuuus…. enak…… kamu hebat…..ÔÇØ

ÔÇ£Ibu suka?bilang to bu kalo sukaÔÇØ tanyaku ke Ibu sambil menciumin lehernya.

ÔÇ£Ibu suka…. dikocok … sa…. ma …..Ahh ahhh ahhh AryaÔÇØ

ÔÇ£Ibu mau …. dikocok … sa…. ma …..Ahh ahhh ahhh Arya ter….. russs….. kap…pan pun I….bu siaaaaap ah ah aishhhhhhhhhhhÔÇØ jawab Ibu terbata-bata menahan nikmat. Ibu menoleh kebelakang dan langsung aku cium bibirnya. Kocokanku semakin kencang di liang vaginanya

ÔÇ£Mmmmmm….. mmmmm….. mmmmmm……ÔÇØ racau Ibuku dengan mulult yang aku sumpal dengan bibirku, tiba-tiba Ibu melepaskan ciumannya dan menggelinjang

ÔÇ£Ibu keluaaaaaaaaaaaaar aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah….. kamu buat Ibu keluar …..ÔÇØ racaunya dengan sedikit berteriak ketika puncak kenikmatan didapatnya. Kuhentikan kocokannku, kurasakan lendir mengalir di jariku. Aku cabut dan aku jilati jari-jariku, Ibu melihatnya dengan tersenyum.

ÔÇ£Hash hash hash kamu suka sama cairannya nak?ÔÇØ tanya Ibuku sambil ngos-ngosan

ÔÇ£Suka bu mmmmm kan Ibu mmmm sukya punya AryaÔÇØ jawabku

ÔÇ£Buat Ibu keluar lagi nak , hash hash hash semuanya buat Arya hash hash hashÔÇØ lanjut Ibuku dengan nafas tersengal-sengal dengan tubuh yang bersandar ke tubuhku.

Ibu kemudian beranjak dari duduknya, dan berlutut dihadapanku. Satu persatu kacing bajuku dilepas oleh Ibu, dilepasnya bajuku. Kini aku sama dengan Ibu pun telanjang tanpa sehelai benang menempel ditubuh kami. Kupandangi wajah Ibu yang Ayu, senyumannya membuat aku semakin bernafsu. Kurasakan semilir angin, muncul sebuah ide gila.

ÔÇ£Tunggu sebentar buÔÇØ kataku kepada ibu yang masih berlutut. Aku masuk ke dalam rumah, dengan tubuh telanjangku, ku ambil tikar dan korek api.

ÔÇ£Buat apa nak?ÔÇÖ tanya Ibuku

ÔÇ£Nanti ibu juga tahuÔÇØ jawabku sedikit penuh dengan emosi

Aku menggelar tikar dibawah pohon rambutan kemudian aku ambil pakaian Ibu. Kumasukan pakaian Ibu kedalam tong sampah yang terbuat dari logam seng. Kemudian aku bakar sebagai bukti aku semakin tidak respek kepada Ayahku, jarak antara tikar dengan tong sampah lumayan jauh jadi aku tidak khawatir apinya merembet. Ibu nampak kaget atas tingkah lakuku hanya menutupi mulutnya dengan kedua tangnnya kemudian Ibu menggeleng-gelengkan kepalanya sekan-akan tahu arti tentang apa yang aku lakukan. Aku mendekati Ibuku dan langsung gendong kemudian aku bopong ke arah tikar. Kurebahkan Ibu di atas tikar kukangkangkan kaki Ibu.

ÔÇ£Coba Ibu lihat, itu tandanya Arya tidak mau merasakan apapun berbau Romo disini, dan akan Arya hilangkan semua yang berbau Romo dari tubuh Ibu he… ÔÇØ kataku kepada Ibuku dengan tatapan tajam kearah matanya disertai senyuman yang menginginkan kemenangan. Ibu hanya menoleh sedikit kearah pakaiannya yang aku bakar kemudian kembali melihatku.

ÔÇ£Kamu itu ada-ada saja nak, masa kok ya dibakar, nanti Ibu pakai apa?ÔÇØ ucap Ibuku

ÔÇ£Nanti beli lagi saja buÔÇØ jawabku singkat

ÔÇ£Kamu yang belikan yaÔÇØ

ÔÇ£Ibu sekarang milikmu …. setubuhi Ibu nak…. berikan Ibu yang terbaik dari kamu, buat Ibu bisa melupakan laki-laki ituÔÇØ lanjut Ibuku, aku hanya tersenyum dan kemudian dengan bantuan Ibu aku mengarahkan dedek arya ke vaginanya. Perlahan dan perlahan, menikmati sensasi setiap cm dedek arya tenggelam ke dalam liang vaginanya. Basah, becek, seret, linu-linu campur jadi satu.

ÔÇ£Pelaaaaan saaaaaakit nak…. sudah di bilaaang ah ah ah punya kamu itu besaaaaaar aaaaaahÔÇØ rintih kesakitan Ibuku ketika aku masukan dedek arya

ÔÇ£Ini juga pelllaaaaaaaaaaaaann huft huft bu, Punya ibu sempit sekaaaaaaaliÔÇØ rintihku menahan sakit dan blesssssss….

ÔÇ£Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaisssssssssssssssssssssh h aaaahÔÇØ teriak kecil Ibuku, kubenamkan sebentar dedek Arya di dalam vaginanya. Agar vagina Ibu menyesuaikan besar dedek arya.

ÔÇ£Kamu itu mbok yaho sabar kan….ÔÇØ ucap Ibuku terpotong

ÔÇ£Tidak bisa, Romo nanti datang dan itu buat Arya cemburuÔÇØ jawabku. Perlahan aku goyang pinggulku, dedek arya keluar masuk dengan leluasa karena masih ada sisa-sisa cairan puncak kenikmatan Ibuku tadi. Walau sudah keluar banyak, tetap saja terasa seret vagina Ibu.

ÔÇ£Aaahhhh….. Ibu …. tidak…. ah ah ah… akan melayani Romo lagi…. Ibu buat kamuÔÇØ racaunya

ÔÇ£Kalau begitu bilang kalau Ibu suka di kenthu Arya, ayo bilangÔÇØ sambil mempercepat goyanganku

ÔÇ£Aaaaaah….. emmmmm…. ibu suka di kenthu arya, suka sekaliÔÇØ

ÔÇ£Ibu pengen dikenthu arya terus…. oh oh oh… Ibu cinta kamu …kenthu Ibu … setubuhi Ibumu nakÔÇØ

ÔÇ£Ayo nak setubuhi ibumu terus, kenthu Ibumu lagi , nikmati Ibumu, nikmati tubuh IbuÔÇØ

ÔÇ£Kontol kamu aaaah aaaah enaaaaaaak aah aaah aaahÔÇØ

ÔÇ£kontol kmau besar aiiisssh mentok di dalam nakkkkh ah aih ashÔÇØ racaunya

ÔÇ£Mana lebih enak romo atau aryaÔÇØ tanyaku sedikit membentak

ÔÇ£Arya… Aryaaaaa….. Aryaaaaaaaaa…….Ibu suka kontol Arya ouwwwwwwwwwwwwh….ÔÇØ jawab ibuku sambil memejamkan mata dan mulut yang menganga menikmati kenikmatan dariku.

Kupegangi pinggul ibuku dan aku menggoyang pinggulku dengan konstan. Kupandanggi wajahnya yang sendu dengan mulut yang membentuk huruf ÔÇ£oÔÇØ. Wajah yang ayu terkena sinar matahari yang menerobos dari sela daun-daun pohon rambutan. Kepala Ibu menggelang kekanan kekiri kadang menengadah ke atas. Tubuhnya bergetar merasakan setiap hentakan-hentakan dari pinggulku.

ÔÇ£Ah ah ah ah ah lebih kenceng nak, ibu meh methuÔÇØ racaunya

Kupercepat goyangan pinggulku, kualihkan kedua tanganku meremas ke dua buah susu besar miliknya. Semakin cepat aku menggoyang pinggulku, terasa sempit dan lembek membuat dedek arya kulit dedek arya semakin sensitif. Semakin cepat menggoyang, semakin menggila respon dari tubuh Ibu walau tertahan oleh tekanan kedua tanganku pada susunya.

ÔÇ£Remas yang ku……aaaat……ah ah ahÔÇØ

ÔÇ£Ibu ma…..u….ke…..lu…..arÔÇØ racaunya, Akupun mempercepat goyangan pinggulku dan….

ÔÇ£Ibu keluaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaar……..aaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaaaaaaaiiiiihhhhh ahÔÇØ teriak ibuku.

Tubuhnya melengking ke atas, terasa cairan hangat menjalar keseluruh bagian tubuh dedek arya. Kuhentikan goyanganku. Teriakan ibu amat keras, sebenarnya takut juga jika tetangga mendengarnya. Masa bodohlah, ini pagi hari biasanya mereka semua juga pergi kerja.

ÔÇ£hosh hosh hosh….. urghhh…. kontol kamu…. buat ibu keluar lagiÔÇØ

ÔÇ£hash hash hash… memek ibu sayang kontol Arya hash hashÔÇØ kata ibu dengan senyuman kepuasan sambil memejamkan matanya meresapi kenikmatan.

ÔÇ£Kamu belum keluar nak?ÔÇØ tanya Ibuku yang kemudian membuka matanya dan memandangku pdengan tatapan manja.

Aku hanya menggeleng kan kepalaku. Sejenak aku beristirahat sambil menikmati setiap nano meter pemandangan tubuh Ibu. Kupeluk tubuh Ibu terasa hangat dan terasa sangat nyaman berada dalam pelukannya, kemudian kuangkat tubuh ibuku dengan posisi dedek arya masih tertancap dalam vagina Ibu. Dengan sekuat tenaga aku gendong Ibu didepanku dengan posisi dedek arya tertancap. Kugendong tubuhnya masuk kerumah, sambil aku gendong kami saling berciuman satu sama lain. Setiap langkah kakiku, setiap langkah itu pula aku sedikit menggoyang pinggulku. Sedikit terasa cairan kenikmatan Ibu mengalir dibatang dedek arya, terus mengalir hingga terasa di pahaku.

ÔÇ£Mau kemana nak?ÔÇØ tanya Ibu

ÔÇ£Kita pindah ke ruang keluarga buÔÇØ jawabku

Aku melangkah, kulirik tong sampah yang didalamnya membakar kebaya Ibu pemberian romo. Aku tersenyum, sekarang ibu akan menjadi milikku selamanya. Sesampainya di ruang tengah, kurebahkan tubuhnya di sofa dan plup terlepas pula dedek arya dari vaginanya.

ÔÇ£Sayang, cium kontolku…ÔÇØ ucapku kepada Ibu, yang kemudian menciumi ujung kontolku dengan wajah yang masih terlihat kelelahan karena puncak kenikmatan yang dialaminya.

ÔÇ£Besar dan kuat ya bu, kalau suka bilang bu?ÔÇØ lanjutku

ÔÇ£Ini kesayangan Ibu…. ÔÇ£ jawab Ibu singkat yang kemudian mencium dedek arya yang masih basah oleh cairan kenikmatannya

ÔÇ£Bu nunggingÔÇØ pintaku kemudian

Ibu langsung mengerti maksud dan tujuanku. Ibu langsung memposisikan dirinya menungging tepat didepanku, pantatnya yang bohai dan indah tepat berada di depan dedek arya yang tegak bagai senjata laras panjang. Ibu menungging berdiri dengan kedua tangan bertumpu pada sofa dan kedua kakinya lurus. Semakin aku melihat bongkahan pantatnya semakin aku bernafsu, kuremas-remas pantat Ibu dengan keras karena saking gemasnya dengan sedikit variasi elusan membuat Ibu menghadap ke arahku sambil tersenyum manja. Kupegang dedek arya, kuarahkan ke vagina Ibu dengan sedikit bantuan ibu, ibu mengarahkan dedek arya ke vaginanya. Kudorong perlahan, perlahan, posisi ini selalu memberikan kesempitan dan jepitan yang lebih kuat. Vagina Ibu terasa sangat sempit lebih sempit dari posisi konvensional.

ÔÇ£Aaaahhhhh…. EhmmmmmmmÔÇØ rintih Ibu

ÔÇ£Ibu siap?ÔÇØ tanyaku bersiap-siap menggoyang pinggulku

ÔÇ£Ibu selalu siap nak… ahhhhhhh ÔÇØ jawab Ibuku sambil menoleh ke belakang

Kupegang pinggul ibuku dan mulai menggoyang, terasa kenikmatan yang tiada tara. Sekali lagi aku kasih tahu, vagina kalau dalam posisi doggy style selalu terasa sempit. Selang beberapa kali goyangan kupeluk Ibuku dan kuremas kedua buah susu Ibu. Kuciumi punggung Ibu, ibu hanya mampun mendesah, kepalanya terlihat mendongak ke atas setiap kali vaginanya mendapatkan hentakan-hentakan dari dedek arya. mendongak ke atas

ÔÇ£Enak…. sayang…. terus masukan kontol kamu, masuk…. kanh lebhih dalamhhhhhÔÇØ

ÔÇ£Ibu tidak menyangka ah ah ah ah kontolmu ash ash ash bu….at Ibu nikmaaaaaaaaaatÔÇØ

ÔÇ£Setubuhi ibumu ini aaaaaiiiiiih terrrrusssssÔÇØ racaunya

ÔÇ£Iya hah hah hah hah bu….ÔÇØ

ÔÇ£Tempik Ibu enak, kontol arya kejepit…. aaaaahÔÇØ

ÔÇ£Ayo sayangku ibuku, ikut goyang….ÔÇØ lanjutku dengan posisi masih memeluk dan meremas kedua buah susunya. Ibu pun mulai sedikit menggoyang pinggulnya mencoba mengikuti irama goyangan pinggulku. Setiap aku menghentak ke arah vaginanya, Ibu pun ikut menghentakan ke arah dedek arya.
Lama aku menggoyang pinggulku, kurasakan dedek arya mau muntah. Kualihkan kedua tanganku kerah pundak Ibuku. dengan posisi sekrang aku lebih leluasa lagi menggoyang. Semakin lama semakin kurasa kulit dedek arya semakin sensitif.

ÔÇ£Ibuku sayang…. Arya mau keluar aah aah aahÔÇØ racauku

ÔÇ£Goyang lebih keras nak…..lebih keras….. keluarkan didalam tempik ibuÔÇØ

ÔÇ£Ibu juga mau keluar…. lebih keras… lebih cepat… kontolmu enaaaaaaakÔÇØjawabnya

Aku menggoyagnya semakin keras, semakin cepat. Plok plok plok plok …. begitulah bunyi kontol dan vagina ibu ketikabertemu. Semakin keras semakin aku menarik bahu Ibu dengan kedua tanganku. Dan….

ÔÇ£Aku keluar di tempik ibu …… aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahÔÇØ teriakku sambil menekan sedalam mungkin dedek arya di vaginanya dan menarik bahu Ibu kebelakang.

ÔÇ£Ibu jugaaaaaaaah……………..ÔÇØ teriak Ibuku

Croooot croooot croooot croooot Croooot croooot croooot croooot Beberapa kali semprotan tumpah didalam vagina Ibuku. Aku langsung ambruk menindih ibuku, ibuku yang baru saja orgasme ikut rebah. Kupeluk tubuh ibuku dengan erat, separuh tubuh Ibu rebah di sofa. Masih kurasakan cairan kenikmatanku keluar dari batang dedek arya.

ÔÇ£Kamu hebat nak…. Ibu pengen dikenthu kamu terusÔÇØ kata Ibuku seraya membalikan tubuhnya dan memeluku.

ÔÇ£Makasih bu….ÔÇØ kucium ibuku

Aku yang lelah kemudian rebah dikarpet, dengan posisi masih berciuman dan berpelukan dengan ibu. Lelah karena pertempuran sejak tadi malam membuatku terlelap dan ibu memeluku menaruh kepalanya didadaku.

Tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok

Sayup-sayup aku mendengar suara didapur, aku terbangun. Ibu sudah tidak ada di pelukanku. Dengan tubuh telanjangku aku berdiri dan melihat ibuku sedang membersihkan dapur. Cantik sekali, rambut digelung kebelakang, dan hmmmm…..tumben sekali ibu memakai perpaduan kaos dan jarit. Tampak sekali walau kaosnya longgar tapi menjadi sangat ketat pada bagian dadanya, mungkin memang karena susu Ibu sangat besar. Nafsuku kembali bangkit dedek arya mulai mengangkat senjatanya. Kudekati ibu dan hap… kupeluk dari belakang ibuku dengan tubuh telanjangku, kuciumi lehernya.

ÔÇ£Ah… kamu itu bikin kaget ibu saja ahhhhhÔÇØ ucapnya disertai desahan

ÔÇ£Aku pengen lagi buÔÇØ jawabku sambil mengendus-endus lehernya

ÔÇ£Sebentar lagi romo datang nakÔÇØ jawabnya, mendengar hal itu aku mencoba memaksa Ibuku

ÔÇ£Pokoknya Arya pengen lagiÔÇØ paksaku

ÔÇ£Masih banyak waktu nak, sudah jam setengah tiga sore sebentar lagi romo datangÔÇØ ibu memberi pengeritan tapi aku tidak pernah mau mengerti ketika dedek arya meminta penyelesaian he he.

Kemudian ku lepas pelukanku, Aku melangkah ke arah meja telepon, ibu hanya memandangiku. Tut tut tut Tut tut tut Tut tut tut Tut tut tut, 12 digit nomor kutekan. Tampak seseorang mengangkat teleponnya.

ÔÇ£Halo… Romo? Sampai mana romo?ÔÇØ

ÔÇ£ouwh sampai kota kalung gelang, ini ibu pengen tahu, suruh Arya telepon RomoÔÇØ

ÔÇ£Berarti masih satu jam lagi gih romo?ÔÇØ

ÔÇ£Kalau begitu Romo, Arya beliin oleh-oleh sekalian gihÔÇØ lanjutku sembari mengakhiri pembicaraan telepon, tujuanku agar Ayahku pulang lebih lama lagi. Begitu aku membalikantubuh…

ÔÇ£aaaaahhhhh……ÔÇØ ibu sudah dalam posisi berlutut dihadapanku dan langsung meraih kesayangannya kemudian mengocok dedek arya.

ÔÇ£hmmmm…. cah nom rak ono puase (anak muda tidak ada puasnya)ÔÇØ ucap Ibuku sembari memandangku dengan senyumannya

ÔÇ£Kalau tidak mau ya tidak usah dikocok bu he he he heÔÇØ jawabku

ÔÇ£Awas kamu….slruuup hmmmmÔÇØ jawab ibu yang kemudian menelan dedek arya.

ÔÇ£Begitu sayangku enak sekali…. hmmmm….. ooooohhhhhh……ÔÇ£ rintihku

ÔÇ£Ayo bu tidak usah lama-lama…..ÔÇØ aku merebahkan ibu dilantai, kutarik jaritnya hingga ke bagian pinggang. Ternyata ibu tidak memakai celana dalam. Kuposisikan dedek arya di depan vaginanya

ÔÇ£Ibu cantik juga kalau pakai kaos kaya gini, kelihatan seksi seperti anak mudaÔÇØ ucapku sambil memasukan dedek arya ke vaginanya

ÔÇ£Kalau kamu suka, ibu belikan to…..aaaaaaaaaaaaaaaaaaaiiiih aaaaaaÔÇØ kata-kata ibu terpotong saat dedek arya masuk

ÔÇ£Suka bu?ÔÇØ ucapku sambil mulai menggoyang pinggulku

ÔÇ£Aduh nak pelan nak… punya ka….mu besar sekali…. penuh rasanyaÔÇØ racaunya, goyanganku makin lama makin cepat dan stabil.

ÔÇ£Ufffffffth…kamu suka tubuh ibu nakÔÇØ tanya Ibu

ÔÇ£Suka baangggeeeeeeeeeeeeeeet… hah hah hahÔÇØ jawabku sambil menggoyang pinggulku

Aku bertumpu pada tangan kiriku, tangan kananku membuka kaos oblong Ibu. Ibu tetap menggunakan kutang berwarna hitam. Kutarik ke bawah dan menyembulah dua buah susu Ibuku. kini kedua tanganku meremas susu Ibuku.

ÔÇ£Ayo nak remas, goyang lebih kencang lagiÔÇØ

ÔÇ£Ibu suka kamu kenthu, ohhhh…. Ibu suka diremas kamu, Ibu suka disentuh kamu aaaaaahÔÇØ

ÔÇ£Ibu suka kontol kamu, tekaaaaaaan terussssssÔÇØ

ÔÇ£Ibu sayang Aryaaaaa……teruuuuuuussss…..aaaaaaahhhhhhÔÇØ racaunya

Kata-kata ibu membuat darahku mendidih, membuatku semakin cepat menggoyang pinggulku. Semakin cepat aku menggoyangnya semakin tidak karuan Ibu. Kepalanya menggeleng-geleng kadang menengadah keatas, bibirnya mengeluarkan rintihanl-rintihan kenikmatan.

Kriiiiiing…………Kriiiiiiing…………….. Kriiiiiiiing……

Aku kaget dan menghentikan aksiku, wajar saja meja telepon tepat di sebelahku. Ibu kemudian dengan cepat melepaskan diri dariku sambil menaruh jari telunjuknya di bibirku, mungkin tujuannya agar aku tidak marah karena gangguan telepon. Ibu kemudian berdiri mengangkat telepon kupandangi Ibu yang terlihat sangat acak-acakan. Kupandangi Ibu, Kaosnya masih terbuka, Kutang yang ada di pinggangnya dan jarit yang tersingkap ke atas. Aku berdiri kuposisikan tubuhku dibelakang Ibu.

ÔÇ£Ya hallo….ÔÇØ

ÔÇ£Oh kang mas, ada apa?ÔÇØ

ÔÇ£Oleh-oleh?ya terserah kang mas saja mau dibelikan apa……eeeehhhhhmmmmmmm……ÔÇØ

Suara Ibu terpotong karena ulahku, karena aku menarik kebelakang pinggulnya dan blesss aku masuki vaginanya dengan dedek arya. Aku mulai menggoyang pelan-pelan sangat pelan, walaupun sangat pelan ini sudah memberikan kenikmatan vagina Ibu yang jarang sekali dimasuki. Inilah gaya kesukaanku gaya nungging memang favoritku sejak malam hari itu. Aku peluk Ibu dari belakang sambil meremas-remas susunya.

ÔÇ£Emmmmmm…. enggak mas, ini tadi habis makan rujak pedes banget sssssshhhhhaaaaahhhÔÇØ

ÔÇ£Arya keluar tadi beli apa tidak tahuÔÇØ

Goyangan pinggulku aku percepat, ibu kemudian menutupi mikropon telepon rumah dengan tangan kanannya dan tangan kirinya menopang tubuhnya pada meja telepon. Ibu kelihatan tidak konsen mendengar setiap perkataan Romo dari telepon.

ÔÇ£Bilang saja ibu mau kenthu dengan aryaÔÇØ bisiku ditelinga kanannya

ÔÇ£Ehmmmmm….. hentikan arya, romo bisa tahu nantiÔÇØ bisiknya membalas sembari mendengarkan perkataan Romo dari telinga kirinya, tapi aku malah mempercepat goyanganku. Tiba-tiba tangan kiri Ibu menekan mundur dadaku, sehingga aku bergerak sedikit mundur dan dedek arya lepas dari sangkarnya.

ÔÇ£Iya pokoknya terserah romo mau belikan Arya apa, Arya pasti sukaÔÇØ

ÔÇ£Dimas, mau minum dulu pedas bangetÔÇØ

ÔÇ£Sudah dulu ya kang masÔÇØ

ÔÇ£Klek….ÔÇØ Ibu menutup telepon.

Ibu menoleh kebelakang dengan posisi tetap membelakangiku seakan-akan siap dihujam lagi. Aku langsung maju, keupegang pinggangnya dan kumasukan dedeka Arya ke dalam vagina Ibuku. Tangan kiriku memeluk Ibu tepat di kedua buah susunya. Tangan kananku menelusup dari ketiak kanannya, memegang dagu ibu dan kuarahkan menoleh ke kanan kemudian kucium.

ÔÇ£Emmmmm……hfftttttt…..emmmmmmmmÔÇØ rintih ibu tertutup bibirku

Aku mengoyang pinggulku, tanngan kiriku meremas susu kanannya. Aku menggoyang perlahan, semakin cepat dan semakin cepat. Kualihkan kedua tanganku kini meremas kedua buah susu ibu.

ÔÇ£Aaaaahhhhh….. Auuuuuffftthhhh sayang kamu nakal sekali aah aaah aaaaaahÔÇØ

ÔÇ£Teruuuus nak…. teruuuuus…. setubuhi Ibu…. Puasi ibu….. AaaaaaaaahÔÇØ

ÔÇ£Remas yang kuat, goyang yang kuat, Ibu milikmuuuuuuuuuu aaaaaaaahÔÇØ racaunya. Ku goyang semakin kuat, semakin keras dan kuremas semakin kuat susunya.

ÔÇ£Ibu mau kel…..lu….ar sayangÔÇØ racaunya menuju puncak

ÔÇ£Aku juga bu……… ah ah ah ahÔÇØ

ÔÇ£Kita keluar bareng-bareng sayang ÔÇØ pintaku sembari terus menggoyang. Dan

Croooot croooot croooot croooot Croooot croooot croooot croooot, kusirami vagina ibu dengan maniku lagi. Tampak cairan kuning keluar dari vaginanya yang bercampur dengan cairan cintanya. Tubuh Ibu melengking, Kaki Ibu sudah tidak kuat menopang tubuhnya dan ambruk. Ketika ambruk kutarik tubuhnya kebelakang dan kupeluk. Perlahan aku arahkan tubuh Ibu kebawah sehingga sekarang posisi Ibu duduk bersandar kepadaku. Kupeluk dan kuciumi Wajah Ibu, terdengar nafas Ibu yang masih tersengal-sengal dan mencoba mengatur nafasnya.

ÔÇ£Kamu itu to nang nang (nak nak) hah hah hah hahÔÇØ

ÔÇ£Ibu sampe ndak kuat ngeladeni (tidak kuat meladeni) kamuÔÇØ ucap Ibuku dengan sedikit ngos-ngosan

ÔÇ£Ya gara-garanya ibu sayang seksi dan masih terlihat seperti anak muda, Arya jadi tambah cinta ma Ibu hah hah hahÔÇØjawabku

ÔÇ£Gombal, emang beneran ibu kaya anak muda? Hosh hosh hoshÔÇØtanya ibuku sambil nafasnya yang masih tersengal-sengal

ÔÇ£Beneran bu, kapan-kapan kita jalan-jalan bu tapi ibu dandan kaya anak muda, pasti gak ketahuan kalo Ibu itu Ibuku heh heh heheÔÇØ jawabku ngos-ngosan

ÔÇ£Ndak mau, nanti kalau ketahuan bisa perang dunia hi hi hiÔÇØ balas ibuku yang juga masih mencoba mengatur nafas

ÔÇ£Iya deh bu, ibuku yang cantik, seksi dan menggoda, pacarku muah muahÔÇØ godaku

ÔÇ£Dah dah sekarang kamu istirahat sana, tidur di kamarmu, ibu mau beres-beresÔÇØ perintah Ibuku

ÔÇ£Emang ibu masih kuat beres-beres?ÔÇØ tanyaku

ÔÇ£Kuat ndak kuat ya harus kuat to, ini juga gara-gara kontol kamu ituÔÇØ jawab Ibuku sambil meremas dedek arya

Kami tertawa bersama memecah keheningan rumah kami. Kami sudahi persetubuhan pada sore hari itu, Aku kemudian bangkit untuk mandi begitu pula dengan Ibu. Selesai mandi, aku menuju ke kamarku tak lupa aku memanggil Ibu dan kemudian memajukan kedua bibirku seperti orang mau mencium. Ibu pun membalasnya. Sampai dikamar aku memakai pakaianku dan mulai tidur melepas lelahku.

Pukul 19.00, aku terbangun karena Ibu sentuhan halus tangan Ibu dikepalaku. Aku pun terbangun kemudian Ibu menarik tanganku agar segera bangun, Ibu kemudian meninggalkan aku dikamar. Kususul Ibu dengan langkah yang gontai menuju lantai bawah, kulihat Ayahku sedang duduk di ruang keluarga. Sedikit wajah ketidak sukaanku kepada Ayahku dan dapat dibaca oleh Ibu. Percakapan secukupnya dengan Ayah, kuambil oleh-oleh dan kembali ke kamarku kembali. Kulihat jam dinding yang berdetak menunjukan pukul 20.30. kuraih telepon cerdasku, ku putar semua file-file di folder semprot. Kupercepat pada adegan persetubuhan. Sambil tiduran ku pelajari semuanya, mungkin bisa dipraktekan he he he…. kutonton semua file hingga aku merasa ngantuk. Ku lihat jam pada telepon cerdasku menunjukan 23.30, kumatikan dan aku kembali aku tidur.

Baru aku tertidur aku bermimpi, dalam mimpiku aku bertemu dengan seorang wanita cantik yang datang dan tiba-tiba menciumku, aku yang terkaget karena mimpi itu kemudian perlahan mebuka mataku. Ibu, ternyata dia di dalam kamarku. Aku mengangkat tubuhku dan duduk menghadap ke Ibu. Kulihat Ibu memakai Kaos longgar tertutup hingga menutuupi lengannya dengan celana selutut yang sedikit ketat. Kangen kata Ibu, kemudian tanpa babibu, kami berciuman selayaknya seorang kekasih. Hanya berciuman dan berpelukan yang di hiasi dengan saling meraba. Ku ungkapkan penampilan Ibu yang sangat berbeda dan seakan-akan kembali seperti muda lagi. Ciuman berlanjut Ibu tampak mengerti akan kelelahanku kemudian Ibu merebahkan tubuhku kembali. Kulirik jam dinding kamarku menunjukan pukul 00.50. Dielus-elusnya kepalaku, disetiap elusan Ibu bercerita tentang keperkasaanku sejak kemarin malam. Ibu mengelus-elus kepalaku hingga aku terlelap sampai matahari beranjak dari tidurnya. Tak tahu kapan Ibu meninggalkan aku sendiri dalam kamar dengan balutan kasih sayang dan cintanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*