Home » Cerita Seks Mama Anak » Ibu 5 (Tamat)

Ibu 5 (Tamat)

Cerita Sebelumnya : Ibu 4

Mama papa datang ke sekolah untuk mengambil raporku, saya senang saat mama papa menghadap guruku, Dan betapa saya bangga, guruku memujiku di depan mama. Tentu setelah ambil rapor akan libur panjang lagi. Sementara perut ibuku semakin besar, saya inginnya liburan bersama ibu, tetapi saya kasihan Sama ibuku, dengan perutnya yang besar itu, ibu mungkin akan lekas capai. Memang papa Dan mama akan mengajak liburan ke luar kota. Tapi saya takut Dan kasihan dengan kondisi ibuku, kata papa Dan mama tidak apa-apa,ÔÇØ Sonia diajak saja,ÔÇØkata mama Dan papa. Saya diajak ke tempat wisata di pegunungan, hawanya sangat sejuk, Dan saat menikmati pemandangan alam, saya selalu bersama ibu, sesekali saya mengelus perut ibuku, ibuku kelihatan sangat bahagia.

Beberapa hari kemudian setelah pulang dari liburan, ibuku melahirkan seorang anak-laki. Bayi itu manis sekali, kebetulan saat ibuku melahirkan anakku, saya lagi libur semesteran kelas enam esde. Anakku diberi nama edi rahmadi. Tidak lama setelah ibuku melahirkan, nenek datang bersama mbak Ipah Dan juga Suster Santi. Suster Santi yang akan membantu merawat bayiku.

Satu minggu lebih setelah ibuku melahirkan, ibuku berkata kepadaku pada malam hari,ibu sudah sembuh, sudah bisa dipakai, mendengar ucapan ibuku itu, saya segera membuka kancing baju ibuku yang paling atas. Ibuku melanjutkannya sendiri, saya buka pakaianku juga, setelah ibuku tidak memakai pakaian, ibuku berbaring, di atas tempat tidur. Kududuk di samping ibuku, kupegang payudara ibuku dengan lembut, ibuku memegang tangaku. Kuelus dada ibuku Dan tanganku turun hingga di bawah payudara ibuku, kuusap dengan lembut, pelan-pelan telapak tanganku merayap naik dipermukaan payudaranya, kurasakan lembutnya Dan hangatnya payudara ibuku. Saya membungkuk, kulumat bibir ibukuku, dikeluarkan sedikit lidah ibuku, juga kukeluarkan sedikit lidahku, kupadukan ujung lidahku dengan lidah ibuku terasa hangat ujung lidahnya lalu saling menatap ku lihat sinar mata kebahagiaan kami saling tersenyum, kami saling tertawa kecil, kuletakkan kepalaku di atas perutnya, ibuku membelaiku kuremas vaginanya, jari tengahku kuselipkan di dalam belahan vagina ibuku. Ibuku bangkit, diangkatnya tubuhku, ibuku menggedongku, kuminum air susu ibuku, hingga saya puas, ibuku berdiri, dengan masih menggendongku, lalu ibuku mengakat kakinya ujung kakinya ditumpukan di atas meja kecil lalu saya duduk di atas paha ibuku, kupeluk pinggang ibuku, ibuku menggetarkan kakinya naik turun saya tertawa ibuku pun tertawa lalu mengibas-ngibasakan kakinya kekiri Dan ke kanan kunikmati goyangan kaki ibuku, Dan saya berkata,lagi, lagi, lagi, kataku sambil tertawa Dan ibuku semakin cepat mengibas-ngibaskan kakinya,sudah, sudah capai ibu. ibuku menurunkan kakinya Dan ibu melepaskanku, lalu ibuku menyambar edi, lalu berbaring, ditaruhnya edi di atas tubuhnya, ibuku memasukkan puting susunya ke dalam mulut edi, sementara kedua kakinya diangkat Dan dibuka lebar-lebar, vaginanya menganga ke atas, kumasukkan penisku ke dalam vagina ibuku, ku hentakkan pinggulku naik turun, tubuh edi ikut bergoyang di atas tubuh ibuku seirama dengan goyangan tubuh ibuku karena menerima hentakan-hentakan pinggulku. Ibuku memegang penisku lalu mengeluarkannya, ibuku beringsut maju, tubuh sampai pinggang di atas ranjang sementara pinggulnya ditahan dengan kedua kakinya yang ditumpukan di lantai, ibuku memasukkan penisku lagi ke dalam vaginanya, ibuku menggoyang-goyangkan pinggulnya Dan kunimati saja penisku dipermainkan vagina ibuku dengan menggoyang-goyangkan pinggulnya, sementara kedua tangan ibuku memeluk bayiku sambil menyusui. Saya masih menikmati kehangatan vagina ibuku, yang kurasakan hampir setiap permukaannya yang rasanya begitu lembut beradu dengan kulit penisku yang menimbulkan sensasi luar biasa ibuku terus menggoyangkan pinggulnya, Dan kurasakan vagina ibuku semakin basah Dan ibuku menegang lalu diam sejenak lalu kugerakkan pinggulku penisku keluar masuk vagina ibuku Dan crot croooot croooot croooottibuku mengerang Dan saya pun sangat puas, kucabut penisku Dan kulihat vagina ibuku mengembang-mengempis dengan cairan meleleh keluar dari vaginanya, lalu saya disuruh mengambil sendok untuk mengambil cairan itu, karena ibu mau meminumnya, lalu ibu beringsut lagi dengan masih menyusui edi. Sementara saya tidur disampingnya dengan kaki kananku kutaruh di atas perut ibuku.

Tidak lama setelah ibuku melahirkan. Mamaku juga melahirkan bayi laki-laki. Setelah mama melahirkan anak yang pertama saya disuruh untuk meniduri mamaku lagi

Pada suatu saat saya diajak ibuku melihat bayi nenekku atau kakakku, bayi kakakku perempuani. setelah kak Yati pulang, habis melahirkan, saya diajak ibuku lagi, ke rumah kak Yati, Dan saya disuruh mengakui bahwa anak yang dilahirkan itu adalah anakku.

Tidak lama setelah saya mengakui anak kak yati adalah anakku, mamaku juga melahirkan seorang anak laki-laki. Setelah mama melahirkan anak yang pertama saya disuruh untuk meniduri mamaku lagi hinggga Hamil lagi anak yang kedua, hingga akhirnya papaku berusaha mendapatkan anak dari papa sendiri Dan mama Hamil yang ketiga kalinya tetapi keguguran. Sedangkan saya dengan ibuku, ibuku melahirkan yang ke dua anak perempuan.

Tamat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*