Ibu 4

Cerita Sebelumnya : Ibu 3

Saya sungguh tidak mengerti, mengapa saya punya ayah Dan ibu yang baru. Ibuku sangat sayang kepadaku, kini saya memiliki ayah Dan ibu yang baru. Ayah ibuku yang baru ini sebenarnya juga sangat sayang kepadaku, tetapi perasaan saya kok tidak senyaman kalau dengan ibuku yang sebelumnya. Dengan ayah ibu yang baru, lingkungan juga baru, ada pembantu tetapi tidak ada Suster Santi. Ayahkku yang baru ini juga punya usaha . Sedangkan ibuku yang baru bekerja membantu ayahku, kata ibuku yang baru, ayahku yang baru adalah orang penting.

Ayah Dan ibu angkatku sangat sayang padaku, Dan mereka tidak mempunyai anak, kata ayah Dan ibuku yang baru sudah lama menikah. saya disuruh memanggil mereka papa Dan mama.
Tinggal dengan papa Dan mama, kalau berangkat bersama papa, pulangnya dijemput mama.

Setelah beberapa saat saya tinggal dengan ayah dan ibu yang baru, saya mendengar perbincangan mereka, kata ibuku yang baru,ÔÇØ kita sudah punya anak, tapi saya ingin mempunyai anak yang lahir dari kandunganku sendiri, paÔǪÔÇØ papaku menjawab,ÔÇØmama ngomomng apa sih..? ÔÇÿkita ÔÇÿkan sudah punya anak, kalau kita sudah berusaha Dan belum berhasil, ya, kita terima aja maÔǪmemang kita harus bagaimana? Mamaku memejamkan mata lalu mereka berbicara dengan berbisik-bisik. Papaku kelihatannya setuju dengan apa yang diucapkan mamaku. Setelah itu, mama Dan papaku mengajak jalam-jalan di mall, Dan pulangnya agak larut malam. Kami semua merasa kecapaian, Dan papa langsung mandi di kamarnya, sedangkan mamaku mandi bersama denganku, mamaku meliriik ke arah penisku yang tegang. Sedangkan saya sangat malu, karena penisku tegang, saya berusaha menyembunyikan dari pandangan mamaku. Mamaku hanya melilitkan handuk untuk menutupi tubuhnya. Saya selesai mandi, mamaku tidak mengajakku masuk ke kamarnya tetapi ikut masuk ke kamarku. Rupanya mamaku sudah mempersiapkan pakaian yang akan dipakainya di dalam kamarku, di depan mataku, mamaku melepaskan handuk yang dililitkan ditubuhnya, lalu memakai pakaian yang sangat tipis dengan celana dalamnya berlobang di bawahnya. Mamaku mengajakku tidur, Dan saya tidak tahan dengan pemandangan itu. Darahku mendesir terasa di awang-awang. Mamaku berkata,ÔÇØMano, mau tidur dengan mama, bukan? mama ingin punya anak, Mano, buatlah adik di perut mama.ÔÇØ saya mengerti maksud mamaku, Dan saya segera melakukan dengan apa yang harus saya lakukan. Saya mendekat mamaku, mamaku memelukku, saya pun memeluk mamaku, saya mulai meraba payudara mamaku, sedang tangan mamaku melepaskan bajuku, saya remas-remas payudara mamaku, mamaku mendesah. Mamaku menahan nafas, sebentar, kemudian melepaskan celanaku, saat melepaskan celanaku, kedua tanganku memegang kedua payudara mamaku kata mamaku, mamaku lima tahun lebih muda daripada ibuku. Sedang papaku sepuluh tahun lebih tua daripada ibuku.

mamaku memelukku di atas ranjang sedangkan saya berdiri didepannya, kupeluk mamaku rapat rapat, mamaku memasukkan penisku ke dalam vaginanya, lalu mamaku menengadah dengan kedua sikunya bertumpu di atas tempat tidur, saya mulai menggenjotnya, mamaku merintih-rintih menerima genjotan peniskukugenjot dengan kupeggangi kedua paha mamaku, payudara mamaku bergoyang-goyang, lalu kulepas penisku, mamaku menggendongku, menaruh tubuhku di atas kursi, mamaku merenggangkan pahanya, lalu vaginanya di arahkan ke penisku. Yang tegak ke atas, lalu memasukkan penisku ke dalam vaginanya mamaku menggerakkan pantatnya naik turun, saya menikmati pijitan vagina mamaku Dan mamaku terus menggoyangkan pahanya Dan hmmmmmmmmamaku menahan sesuatu Dan mengalirlah cairan dari vagina mamaku, Dan mamaku masih terus menggerakkan pinggulnya naik turun dengan. Suara mendesah-desah, akhirnya saya mencapai puncak kepuasan croootcroooooot crrroooot croooot crot Dan mamaku menekan pantatnya beberapa saat Dan terasa sekali vagina mamaku penuh dengan cairan, lalu mamaku bangkit sehinggga penisku terlepas dari vagina mama, lalu mama berbaring Dan saya pun beranjak untuk membaringkan diri di samping mamaku.

Beberapa hari saya tinggal di rumah mama, tanpa sepengetahuan mamaku saya datang ke rumah ibuku. Ternyata orang lain yang menempati rumah ibuku, ketika kutanya di mana pemilik lama pindah mereka tidak tahu.

Akhirnya saya pulang ke rumah mama. Sampai di rumah mama, hanya ada pembantu, karena mama papa masih di kantor Dan saya menelpon mama supaya mama cepat pulang. Saya menunggu mama Dan papaku, saat pulang membawa ibuku. Mamaku berkata kepadaku,ÔÇØSonia datang kemari yang ngajak mama Dan papa untuk mengurus surat kawinmu.ÔÇØpikirku, siapa yang mau kawin? Saya tidak mengerti, lalu papa mamaku mengajariku untuk nantinya di kantor catatan sipil untuk mengatakan bahwa saya mencintai seorang gadis bernama Sonia. kata mereka, ibuku sekarang adalah seorang gadis yang telah saya hamili Dan mama papa akan bertanggung jawab untuk mengurus perkawinanku. Ternyata bagi mama Dan papaku, Sonia adalah seorang gadis yang bertanggung jawab, disetubuhi oleh ayahnya sendiri pada saat masih kecil lalu melahirkan seorang anak perempuan lalu Sonia merawat anaknya itu lalu anaknya yang masih kecil disetubuhi juga oleh ayahnya Sonia Dan anak perempuan itu akhirnya mengandung bayi laki-laki, Sonia merawat anak laki-laki itu, setelah anak itu berumur sepuluh tahun Sonia Hamil lagi, lahirlah saya, untuk itu Sonia mengurus surat lahirku sebagai anak di luar nikah dengan ayahku. Ternyata ibuku seorang gadis yang belum pernah punya suami. Dan ayahku bukan suami ibuku, Dan ibuku tidak mau menikah dengan ayahku. Jadi orang yang selama ini tinggal bersama ibuku bukan suami ibuku tetapi cucu ibuku yang menghamili ibuku.

Saat saya diangkat sebagai anak, Mama Dan papaku kebetulan tidak mempunyai anak maka mengangkat saya sebagai anak mereka. Dan mereka tidak tahu, bahwa ibuku sedang Hamil. Kata mama papa, ibuku minta supaya mama Dan papa membantu ibuku supaya bisa menjadi istriku, ibuku mengakui bahwa saya yang menghamili.

Mama papaku cepat-cepat mengurus surat kawin saya dengan ibuku, mumpung perut ibuku belum besar. Akhirnya saya kawin dengan Sonia, ibuku, dengan mengundang kerabat mama Dan papa, serta kerabat dekat ibuku. Tentu saja kerabat mama Dan papa tidak tahu bahwa gadis yang dikawinkan denganku itu adalah ibuku sendiri.

Beberapa saat setelah perkawinanku itu, saya tinggal di rumah Mama Dan papa. Sementara itu, terpikirkan olehku bagaimana dengan nenekku yang selama ini tinggal bersama dengan kami? Bagaimana dengan ayah? Bagaimana dengan mbak Ipah dan Suster Santi?hal itu kukatakan kepada ibu, Dan hal ini ternyata sudah dibicarakan ibuku kepada papa Dan mama. Nenek akan segera menyusul akan tinggal bersama kami dengan membawa mbak Ipah Dan Suster Santi. Sedangkan ayah akan tinggal dengan Kak Yati. Ibuku belum minta kusetubuhi

lagi, pada suatu hari saya meminta, dengan menyingkap daster ibuku, ibuku membiarkan ulahku, kubuka celana dalamnya, ibuku memegang kepalaku, Ia berkata,ÔÇØya, ibu kasih tapi pelan-pelan ÔëêðÄ┬¬├ú┬¬Ôëê ,ÔÇØ sambil membuka dasternya, ibuku saya suruh duduk, penisku kumasukkan ke dalam mulut ibuku, kumasukkan penisku hingga sampai di pangkalnya, ibuku menghisapnya, kudorong pelan-pelan kepala ibuku sehingga penisku keluar sedikit demi sedikit dari mulut ibuku, kutarik lagi kepala ibuku sehingga penisku masuk kedalam lagi, kupercapat gerakan kepala ibuku Dan pinggulku ikut bergerak maju mundur, rongga mulut ibuku hangat sekali Dan rasanya nikmat hangat sekali Dan mulut ibuku terus kugenjot terus hingga ,crroootÔǪcrrrrrot croooot crrrot crot cret cret crt,ÔÇØspermaku keluar di dalam mulut ibuku dan, glek glek glek glek, ibuku meminumnya.ÔÇØ ibuku air matanya keluar Dan saya tidak mengerti, tetapi ibuku cepat berkata,ÔÇØyang bawah pelan pelan ya,ÔÇØ kami beristirahat sejenak, setelah itu ibuku membiarkan saya duduk, ibuku berbaring dengan menaikkan penggulnya tinggi-tinggi di dapanku, vaginanya jelas terpampang di depan mataku, penisku tegang lagi, Dan kumasukkan penisku ke dalam lobang vagina ibuku, kumasukkan pelan-pelan Dan kugenjot vagina ibuku, Ia menjaga perutnya supaya jangan sampai tubuhku di atas perutnya Dan saya masih terus menggenjotnya,ÔÇÖslep slep slep eslep_sslep slep slep slep slep Dan bunyi vagina ibuku beradu dengan penisku. Ah aaaaa ah aaaaaa aaaa aaaaa ibuku menceracau.

Saya masih menggenjot terus Dan crooot crrrrrot croOt crot crot cret cret!! Spermaku ke luar lagi.

sementara kalau tidak ada ibuku, saya menyetubuhi mama, Dan beberapa waktu kemudian mamaku Hamil. Hal itu disambut gembira, oleh mama Dan papaku, bahkan hal itu disampaikan kepada kerabat mama Dan papa, ucapan selamat kepada mama Dan papaku datang hampir setiap hari. Bagi mereka saya adalah membawa anugerah, karena setelah mama papa mempunyai anak angkat, mama Hamil.

Perut ibuku kelihatan semakin besar, Dan sudah diketahui, anakku laki-laki. Memang saat ibuku Hamil jarang sekali kusetubuhi, suatu ketika ibuku berkata kepadaku,ÔÇØpapa , sekarang kalau mau setubuhi mama, sudah bisa, setubuhi mama sesering mungkin, supaya anak kita lancar keluarnya,ÔÇØbegitulah kata ibuku, memanggilku papa, tetapi saya masih tidak enak ibuku memanggilku papa, sepertinya berubahnya cepat sekali, saya tetap memanggilnya ibu, Dan saya minta ibuku tidak sering memanggilku papa. Malam harinya kuelus perut ibuku, kupegang payudaranya. Mungkin ibuku membaca pikiranku, dengan segera membuka dasternya, kuraba vagina ibuku tersenyum padaku, kulepas pakaianku, ibuku menyiapkan vaginanya untuk kunikmati dengan penisku, payudaranya pun kelihatan besar sekali, ibuku duduk di pinggir tempat tidur dengan kaki dibuka. Ibuku setengah berbaring dengan kepala di atas beberapa bantal yang sudah disusun tingggi. Saya naik, kududuki bawah dada ibuku, kupijit-pijit kuremas-remas payudaranya. Payudaranya yang besar itu kuarahkan ke penisku Dan ibuku tidak tinggal diam, tangannya memegang kedua payudara untuk memijit-mijit penisku, rasanya hangat kuberanjak lagi kuremas_remas payudaranya kutarik sedikit dengan berputar-putar lalu kulepaskan kutarik lagi kulepaskan, kuraba lembut dengan kelima ujung jariku tangan kiri Dan kanan kutekan dari pangkal ke ujung hingga ujung jariku bertemu di putingnya Dan kutarik agaK kuat ibuku mendesis Dan kuulangi berulang-ulang setelah puas saya turun untuk menikmati vagina ibuku yang telah disiapkan, kuelus_elus perut ibuku yang besar lalu kucium perutnya, penisku kupegang vagina ibuku kuraba, kakinya diangkat sehingga vagina ibuku solah_olah ingin menangkap penisku secepatnya. Kumasukkan pelan-pelan hingga masuk hingga sampai pangkalnya lalu kutarik Dan mulai menggenjotnya sleep sleep sleep begitu rasanya. Dan kugenjot semakin cepat esleppe eslep eslep eslep Dan ibuku mencercau ooooh oooohg ohhg oooohh a aaaah a aaaaah a aaaaah Dan saya terus menggenjotnya hingga ibuku setengah berteriak aaaoooo aaaaoooo aaaaaOoo Dan mulai klojotan ku genjot terus Dan tak terasa ibuku mengeluarkan cairan di vaginanya Dan ibuku mulai diam Dan saya terus menggenjotnya Dan crroOot crrrooot crrrrrot spermaku menyemburr di dalamnya. Dan kubiarakan penisku di dalam vagina ibuku hingga tetes terakhir spermaku keluar cret cret cret lalu kucabut, lalu kunaik lagi kucium ibuku, kupanggil namanya dengan membisiKkan ketelinganya,ÔÇØSonia, saya menyayangimu.ÔÇØ ibuku mencium tanganku, Dan saya ngobrol dengan ibuku,ÔÇØmas habis ini bobo atau kalau masih mau sekali lagi saja ÔëêðÄ┬¬├ú┬¬Ôëê , besuk sekolah berangkat pagi,ÔÇØ.

Mamaku memberiku uang yang sangat banyak, Dan menyuruhku memakainya bila saya perlu, kata mamaku,ÔÇØajaklah istrimu belanja di mall, belikan pakaian atau apa yang Ia suka, nanti kalau sudah pulang dari kantor ajaklah dia pergi jalan-jalan.ÔÇØ

Sore harinya, kuajak ibuku pergi ke mall, Dan ibuku jalan denganku sikapnya sebagai seorang istri,ÔÇØmas kita ke sana yuk!ÔÇØ saya menuju arah yang ditunjuk ibuku. bila dahulu pergi, sayalah yang mengikuti dari belakang, sekarang kemana kaki ini melangkah, ibuku yang mengikuti dari belakang, meskipun langkahku tidak selebar langkah ibuku, tetapi saya berjalan cepat, bila saya berjalan cepat ibuku mengikuti di samping kiriku, bila kuberjalan pelan, ibuku pun berjalan pelan di sisi kiriku Dan ibuku menunjuk arah restoran siap! Saji, ibuku berkata,ÔÇØkita makan di sanA. Yuk.ÔÇØ Dan saya makan berdua. Saya merasakan sekali bahwa ibuku sekarang tidak bersikap sebagai seorang ibu kepadaku, tetapi saya bingung bagaimana saya bersikap seperti apa, karena selama ini ibuku sebagai ibuku sangat menyayangiku, sekarang ini sikap ibuku tidak seperti ibuku, sikapnya sangat lain. Saya ingin membelikan pakaian kepada ibuku, saya menawarkan ibuku, ibuku memilih pakaiannya dilayani oleh pramuniaga, setiap pakaian yang dipilihnya, ibu bertanya kepadaku,ÔÇØ saya mau yang ini, boleh ngga?ÔÇØ hal itu diperhatikan pramuniaga Dan kadang pramuniaga ada yang penasaran, bertanya kepada ibuku,ÔÇØmbak, apakah ini anaknya boss? Kok baik sekali bossnya si mbak?ÔÇØ ibuku menjawab dengan ramah,ÔÇØbukan, ini suami saya.ÔÇØ pramuniaga agak kaget,ÔÇØkok kecil sekali mbak?ÔÇØ ibuku pun menjawab,ÔÇØmemang masih sebelas tahun umurnya, tapi sudah akan punYa anak,ÔÇØ sambil mengelus perutnya yang besar. Pramuniaga terkagum-kagum,ÔÇØtrus laki2 apa perempuan mbak?ÔÇØ ibuku menjawab,ÔÇØlaki-laki, ini anaknya yang pertama. Saat ibuku sudah memilih beberapa pakaian, kami menuju ke kasir. Pramuniaga itu masih terheran-heran berdiri bagaikan patung dengan mata tidak berkedip mengikuti arah langkah saya Dan ibuku.

Cerita Selanjutnya : Ibu 5 (Tamat)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*