Ibu 3

Cerita Sebelumnya : Ibu 2

Oke, Ane sedang berusaha Mengupdate cerita-cerita yang belum tamat dan terbengkalai, dan ini cerita sudah di posting sekitar setahun yang lalu. dan Inilah lanjutannya.

saya diminta untuk tenang akan hal ini, supaya sekolahku tidak terganggu dan masih tetap bisa mengikuti pelajaran sekolah. Jadi baru baru ini saya mengeluarkan sperma saat bersetubuh dengan ibuku, sebelumnya tidak pernah.

Pada suatu hari entah mengapa tiba-tiba saya timbul pertanyaan, kemanakah nenekku pergi? Hal ini kutanyakan kepada nenekku, tetapi jawaban nenek tidak memuaskan, maka suatu saat karena tidak puas atas jawaban itu Dan karena rasa penasaran keingin tahuanku itu. sangat besar maka saya ingin ikut ke mana nenek pergi. Nenek menolakku tetapi ibuku membelaku. Singkat kata, saya ikut nenek Dan sampai di suatu hotel, nenek berkata akan ketemu ayahnya ibuku atau kakekku. Saya tentu sangat senang Dan ingin secepatnya ingin tahu, seperti apa wajah kakekku. Saya menunggu-nunggu Dan saya sudah tidak sabar ingin tahu seperti apa kakekku, Dan benar setelah menunggu sekian lama bersama nenekku datanglah seorang laki-laki Dan saat masuk, orang itu berkata,ÔÇØmaaf bu terlambat,ÔÇØ Dan nenekku menjawab,ÔÇØtidak apa-apa sayang,ÔÇØ laki-laki itu kelihatannya sangat menghormati nenekku, Dan nenek menyebut-nyebut nama ibuku Dan saya tidak menyimak setiap hal yang mereka bicarakan, selain ucapan nenek kepada laki-laki itu,ÔÇØkamu seharusnya kasihan Sama anakmu si Sonia itu, sampai sekarang dia tidak tahu seperti apa anaknya yang perempuan itu.ÔÇØ laki-laki itu hanya diam saja. Itulah dari pembicaraan itu saya jadi bertanya-Tanya, ÔÇ£Sonia? Ibuku punya anak perempuan? Jadi saya punya kakak perempuan?ÔÇØ saya tidak bertanya apa-apa kepada nenek, Dan nanti saja saya bertanya kepada ibu. Saat itu nenek hanya berkata bahwa saya anaknya Sonia dengan harly, ayahku. Laki-laki itu sikapnya sangat dingin, namun dari sorot matanya kelihatan Ia sangat sayang padaku. Namun sepertinya ada sesuatu yang menghalangi. Nama laki-laki itu Nugroho.

Jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam, saya sudah mengantuk Dan kakek nenek masih ngobrol Dan saya pun memnbaringkan tubuhku untuk tidur.

Saya terbangun terdengar suara berisik, suara rintihan nenekku yang lumayan keras Dan diiringi suara slop slop slop berbarengan dengan suara plokplokplokplok cepat sekali, saya mencari sumber suara itu, Dan kulihat nenekku sedang disetubuhi kakekku dengan kaki nenekku yang satu dipegangi kakekku Dan kaki yang lain memijakkan lantai tanggannya memegang dinding, tanpa sepengetahuan mereka saya menonton adegan itu, kakekku nenarik kaki nenekku satunya lagi Dan kepala nenek di bawah tanganya memijakkan lantai Dan kakekku terus menggenjot, kemudian kakekku mulai melangkakahkan kaki, nenekku menggunakan tangannya untuk berjalan mengikuti gerakan langkah kakekku, Dan penis kakekku masih di dalam vagina nenekku. Kakekku berusaha menggoyang-goyangkan pinggulnya menggenjot vagina nenek sambil melangkahkan kaki kian kemari. Saya jadi tegang, tidak terasa penisku mengeras, darahku berdesir, neneKku meronta Dan kakekku mengangkat tubuh nenek, sepertinya nenekku kesakitan karena nenekku merintih menahan sakit, karena kakekku mengangkat nenekku dengan tangan mencengkeram payudara nenekku, sehingga nenekku tangannya menggapai tangan kakekku untuk mengurangi sakit yang diakibatkan payudaranya ditarik oleh kakek. Ternyata kakekku menuju ke ranjang, lalu kakekku menggenjotnya dengan ganas, Dan nenekku menahan teriakan-teriakannya, persis di dekat saya tidur. Mungkin mereka tidak tahu kuperhatikan, akhirnya kakekku mengerang dan akhirnya kakekku mencabut penisnya dari vagina nenek. Mereka tertidur Dan beberapa saat kemudian dengan hati-hati saya bangkit menuju kamar mandi. Kulihat vagina nenekku penuh cairan kental yang meleleh, begitu pun penis kakekku belepotan cairan kental. Saya ke kamar mandi Dan pipis sebentar kemudian tidur.

Saat saya bangun. Kakekku sudah tidak ada Dan nenek berkata kepadaku, bahwa hari ini seharusnya saya masuk sekolah tapi berhubuung saya tidak membawa baju seragam maupun peralatan sekolah jadi hari ini saya tidak masuk sekolah. Nenek menyuruh mbak ipah mengantar keperluan sekolahku nanti malam. Hebatnya nenekku tadi malam bersetubuh dengan kakekku menimbulkan keinginan ingin bersetubuh dengan nenek, Dan akhirnya saya minta nenek untuk mau kusetubuhi. Nenekku hanya berkata,ÔÇØÔëêðÄ┬¬├ú┬¬Ôëê tapi kita makan dulu ÔëêðÄ┬¬├ú┬¬Ôëê ,ÔÇØnenekku masih duduk di sofa, menelpon ibuku Dan menjauh dariku, sepertinya ada yang sangat penting yang harus dibicarakan, sesekali nenekku menatapku.ÔÇØ selesai menelpon ibuku, nenekku mengajakku makan di restoran di hotel itu Dan selesai makan saya Dan nenek kembali ke kamar. Saat sudah berada di dalam kamar, nenekku menciumku, setelah itu nenekku membuka baju yang dipakainya Dan dengan cepat pula nenekku melepas tali behanya, kulihat payudara nenek lumayan besar pula Dan kelihatan menggantung nenekku membuka celana panjangnya Dan saya membantunya Dan saat celana panjangnya dibuka sampai di pahanya, saya buka celana dalamnya, saya membantu membuka celana panjangnya Dan vagina nenek sudah kelihatan Dan akhirnya nenek sudah telanjang, saya melepaskan pakaianku dibantu nenek Dan akhirnya saya juga telanjang, kemudian membaringkan tubuhnya Dan saya masukkan jariku ke dalam vagina nenekku tempat di mana ibuku dulu dilahirkan, Dan jariku basah oleh cairan yang keluar vagina nenek, nenekku meremas-remas payudaranya sendiri, kumasukkan satu jariku lagi Dan kutarik-tarik kedua jariku sehingga menekan dinding vagina nenekku dari dalam, nenekku mendesah dengan mendongak-dongankan kepalanya, kubuka lobang vagina nenekku Dan kulihat di dalamnya kelihatan sekali vaginanya mengembang mengempis Dan kukeluarkan jari-jariku dari vaginanya, dengan segera kumasukkan penisku ke dalam vagina nenekku dengan pelan-pelan, terasa sekali vagina nenek sangat licin oleh karena cairan, penisku masuk hingga pangkal penisku Dan saya menggenjotnya, nenekku mendesis-desis. EhhssssÔǪehhhssssÔǪehhhssssÔǪbegitu suara yang keluar darii mulut nenekku. Saya menggenotnya, kelihatan sekali merintih Dan sesekali berteriak, saya masih menggenjotnya, vagina nenek sangat licin tetapi tidak sekuat vagina ibuku, jadi saya harus pintar-pintar untuk menikmati vagina nenek, akhirnya nenekku menggelinjang, Dan terkulai lemas, saya masih menggenjotnya Dan kepuasan sudah pada puncaknya, akhirnya saya mengeluarkan sperma di dalam vagina nenek Dan saya mencabutnya. Selesai kusetubuhi nenekku menelpon kakekku supaya menemui nenekku lagi tapi tidak boleh terlambat, karena nenek masih sangat kangen, setelah itu menelpon ibuku lagi lalu kami berdua mandi berdua sesekali saya netek payudara kepunyaan Nenek. Nenek mebiarkan apa yang saya lakukan, saya pegang vagina nenek dan sesekali memijit pijit kemudian saling menyabuni tubuh satu Sama lain. Sore hari kakekku datang lagi ke hotel, Dan setelah makan malam, nenekku membisikkan sesuatu kepada kakekku, setelah itu, nenekku berkata kepadaku,ÔÇØnenek mau main Sama kakek, kamu mau ikut yaÔǪ,ÔÇØ saya mengerti maksud nenek Dan saya menganggukkan kepala.

Kakek datang lebih awal. Dari sebelumnya, setelah makan malam, kami bertiga di kamar hotel, kakekku melepas pakaiannya, sedangkan nenekku berbaring di atas sofa, kakekku menciuum nenekku, melumat bibirnya, nenekku masih memakai pakaian, tangan kakekku menyelinap dari pakaian nenek, menyusup ke payudara nenek, sesekali meremas-remasnya, sementara tangan nenek sibuk mempermainkan batang penis kakek, saya menyingkap rok nenekku paha yang lembut itu kusapu dengan lidahku. Rok nenekku kubuka, kini nenek celana dalam yang transparan itu memperlihatkan keremangan dibaliknya, segera saya membukanya, setelah terbuka nenek mengangkat kakinya ke atas sehingga belahan vagina nenekku terbuka dengan jelas kelihatan di dalamnya. Tangan nenekku bangkit Dan menarik tanganku, dilepaskannya semua pakaian yang menutupi tubuhku. Nenekku juga membuka baju Dan behanya, kini nenek tidak pemakai selembar benang pun, sementara mulut nenek melumat penis kakek Dan saya memasukkan penis ke dalam vagina nenek, nenek membuka pahanya lebar-lebar untuk menyambut penisku yang mengacung, kugenjot vagina nenekku, Dan Ia mendesis terdengar sekali suara itu keluar dari hidungnya, sementara mulutnya dengan asyiknya menikmati penis kakekku, clup uclup uclup clep clep cleguk cleguk plep plep begitulah bunyinya, kulit nenekku tidak keriput, jangan dibayangkan nenekku itu nenek-nenek yang sudah peyot, nenekku itu mirip dengan tante-tante. Rambutnya tidak ada uban, dipotong sebahu, dengan payudara yang besar sehingga sangat menggoda. Sementara nenek turun dari sofa, kakek menggoyang-goyangkan pinggulnya penisnya keluar masuk di mulut nenekku, sementara saya menikmati vagina nenekku dari belakang, rasanya enak sekali Dan saya masih menggenjotnya, Dan kulihat nenekku menyedot batang penis kakekku kemudian kakekku kelihatan lemas Dan mencabut batang penisnya kemudian istirahat duduk di sofa, sementara nenek masih memberi vaginanya untuk kunikmati dengan penisku Dan saya mencabut penisku tangan nenek kubimbimbing supaya berbaring di atas tempat tidur, kakinya diangkat lalu kumasukkan penisku ke dalam vaginanya, bless, nenekku sempat berkata kepada kakekku,ÔÇØ kalau mau bobo, bobo saja dekat ibu.ÔÇØ kelihatannya hubungan nenek dengan kakek itu dekat sekali, nenek selalu memanggil kakek dengan namanya, sedangkan kakek memanggil nenek dengan menyebutnya ibu. Saya terus menggenjot vagina nenek hingga kusemburkan spermaku ke dalamnya, crooooot croooooot croooot croooot Dan kucabut, vagiana nenekku mengalir cairan kental.

Beberapa hari setelah saya bersama nenek di hotel, ibuku terlihat sering merawat kulit nenek, kadang pergi ke salon kecantikan Dan nenek akhirnya kelihatan lebih muda Dan lebih segar. Ibuku merias wajah nenekku sehingga kelihatan cantik, Cara berpakaian pun lain dari biasanya.Sejak saat itu juga, nenekku Cara berpakaiannya hampir Sama dengan ibuku, sering tidak memakai celana dalam Dan tidak memakai beha, Dan bila bersamaku bersikap seperti ibuku, menyingkapkan roknya sehingga kelihatan vaginanya, Dan rasa vaginanya lebih enak daripada waktu pertama kali kusetubuhi, ibuku membawa nenekku ke dokter spesialis kulit Dan kelamin. Saya tidak repot lagi untuk mendapatkan kenikmatan vagina nenek saat saya bersetubuh dengan nenek.

Sedang perut ibuku belum kelihatan besar, Dan saya tidak menyetubuhinya lagi karena ibuku takut keguguran, kata ibuku. Nanti saja. Kalau usia kandungan ibuku lima bulan.

Ayahku baru saja pulang. Ia baru saja dibelikan motor yang baru oleh ibuku. Saking senangnya dengan motor barunya, perhatian ayahku tidak lepas dari motornya. ÔÇ£Kalau sudah pegang motor kok sepertinya lupa segalanya,ÔÇØbegitulah kata ibuku kepada ayahku. Yang di bicarakan hanya diam saja, lalu ayahku masuk ke dalam, ibuku berkata,ÔÇØmobil emak dicuci, ya, habis ini,ÔÇØ suruh ibuku kepada ayahku. Ayahku tidak membantahnya, dengan segera dikerjakannya permintaan ibuku. Setelah selesai, ibuku menepuk-nepuk punggung ayahku. ÔÇ£Gimana motornya, sepertinya kamu sangat suka ya?ÔÇØ ayahku menjawab,ÔÇØiya dong ma, palagi gratis!!! Makasih ya, Mak.ÔÇØ lalu saya terkejut tatkala ibuku berkata,ÔÇØHarly, Emak mau kamu jemput mamamu, biarlah dia tinggal di sini.ÔÇØ jadi, ibu menyuruh ayah untuk menjemput mama ayahku? Selama ini saya tidak tahu wajah nenekku seperti apa.

Saya tidak tahu tujuan ibuku menyuruh ayahku memanggil nenekku, selama ini saya belum pernah melihat nenekku, ibu dari ayahku. Mungkin ibu memberitahu bahwa ibu sudah Hamil Dan akan nempunyai anak.

ibuku sangat cantik, tubuhnya sangat indah menurutku, Sangat seimbang dengan tinggi badannya karena ibuku termasuk di atas rata-rata tingginya. Kata orang, ibuku sangat seksi dan cantik jelita. Saya penasaran atas kedatangan nenekku itu, bagaimana rupa wajahnya. Ayah pergi dengan motornya, pada siang hari. Malam hari ayahku datang bersama nenekku, ternyata nenekku sangat cantik, badannya langsing wajahnya mirip ibuku Dan jauh lebih muda. Umurnya sepertinya belum ada tiga puluh tahun dan saya bertanya kepada ibuku, ibuku berkata bahwa memang nenekku ini umurnya baru tiga puluh satu tahun, saat ketemu ibuku Dan nenekku saling mencium Dan menangis satu Sama lain, sedangkan kakekku tidak bisa datang karena ada kesibukan. Ibuku kelihatannya sangat sayang kepada ibu mertuanya, Dan ibuku memberitahukan bahwa saya adalah anaknya Harly, ayahku. Saya agak malu malu karena nenekku sangat cantik, Dan setelah makan malam saya diajak tidur nenek. Saya agak minder, nenekku yang sangat cantik ini mengajakku tidur bersamakuÔÇØkalau mau bobo Sama nenek, bobo saja sayang,ÔÇØkata ibuku mendukungku. Saya pun tidur dengan nenekku, nenekku santai saja ganti baju di dalam kamar, saya sangat malu Dan penisku melihat pemandangan ini menjadi berdiri, saya sangat malu, bagaimana tidak! Wajahnya sangat cantik jelita kulitnya pun putih bagaikan susu nan lembut tidak menggambarkan seorang nenek tetapi sebagai seorang artis cantik, payudaranya lebih kecil dari pada kepunyaan ibuku tetapi kelihatan kencang. Melihat wajahku yang mungkin saya agak malu, nenekku bertanya,ÔÇØmano sudah punya pacar belum? Saya menggelengkan kepala Dan menunduk malu. Nenekku menciumku Dan memperhatikan yang menyembul di celanaku. Nenekku tersenyum.ÔÇØ burungmu sepertinya perlu olah raga biar sehat,ÔÇØtersentak saya kaget nenekku berkata seperti itu. ÔÇ£Coba nenek lihat!ÔÇØ aduh saya malu sekali,ÔÇØSama neneknya ga usah malu.ÔÇØ ah si nenek bikin tambah malu aja. Nenekku tertawa-tawa. Kemudian berbaring di sampingku,ÔÇØnenek sangat sayang Sama Mano,ÔÇØkata nenekku kepadaku. tidak lama kemudian nenekku tertidur, mungkin capai diperjalanan, nenekku memelukku tak terasa saya menyentuh payudaranya, ternyata tidak memakai beha, dan roknya tersingkap Dan kulihat pahanya sangat mulus putih bersih, burungku ini masih tegang saja Dan saya sangat kaget, tiba-tiba tangan nenekku memegang penisku, saya sangat malu, Dan nenekku tiba-tiba tertawa Dan berkata,ÔÇØmalu nih yeee,ÔÇØ Saya hanya membalas,ÔÇØnenek belum tidur ya,ÔÇØ nenekku menjawab, pasti belum tidur sebelum cucu tersayang ini sudah tidur. Lalu nenekku membisikkan, ÔÇ£kalau mau dibantu nenek mau bantu, mau tidak? Burungmu pasti lapar No, pernah ngrasai punya cewek belum?ÔÇØ saya menjawab lirih,ÔÇØbelum,ÔÇØ nenekku sepertinya sangat marah, Ia berbicara kepadaku agak keras,ÔÇØcucu nenek ga boleh bohong ya!ÔÇØ jawab yang bener dong sayang.!ÔÇØ saya ketakutan akhirnya kujawab dengan lirih, pernah nek.ÔÇØ nenekku diam membisu dan bersikap tidak peduli Dan akhirnya tertidur. Ternyata nenekku agak lama di rumahku, sehari dua hari saya tidak tahan untuk menahan nafsu birahiku, sementara nenekku sangat cantik, pada beberapa hari kemudian pada saat saya tidur bersama nenek, saya berkata kepada nenekku,ÔÇØnenek sangat cantik.ÔÇØ kataku. Nenekku berdehem Dan menciumku saya membalas mencium nenekku, saya peluk nenekku Dan nenekku bangkit seraya memelukku dengan satu persatu telah melepas pakainnya. Nenekku memang sangat cantik, meski umurku belasan tahun tetapi saya sudah tahu mana yang cantik Dan mana yang bukan. Tanpa diduga, nenekku bangkit dan melepaskan pakaiannya, payudara yang sangat indah kulitnya putih bersih, bila tersenyum manis sekali. Secepat kilat kuraih payudaranya dan saya meremas-remasnya, nenekku mendesah. Kujilati perut nenekku, nenekku mendesah, kucium pangkal pahanya, nenekku merenggangkan pahanya, kuremas-remas vagina nenekku, nenekku mendesis dan kuremas-remas vaginanya, nenekku merebahkan diri dan mengangkat pinggulnya dengan kedua kakinya, saya pun merespon dengan memasukkan penisku ke dalam vagina nenek. Saya menggenjotnya, nenekku mengerang-erang dan sesekali berteriak, saya terus menggenjotnya dan kupegangi kedua kaki nenekku dan saya terus menggenjotnya dan saya agak capai kuperlahan genjotanku saya tarik nafas sejenak kupercepat lagi genjotanku, dan nenek nyaris berteriak-teriak akhirnya nenekku mengerang dengan semburan cairan vaginanya mengguyur seluruh penisku dan saya masih terus menggenjotnya saya merasa sudah akan mencapai puncak kenikmatan akhirnya saya menyemprotkan sperma saya ke dalam vagina nenekku. Nenekku tinggal agak lama dan hampir setiap saat saya menyetubuhi ibuku dan nenekku. Pada akhirnya saya bersetubuh dengan nenekku hampir setiap malam, Nenekku pun akhirnya sering merayuku untuk kusetubuhi, pada akhirnya nenekku mengandung, Dan kami berdua tidak menceritakan kepada ibuku. Kulihat ibuku berdua dengan nenekku, ibu dari ayahku sedang berbicara kelihatannya sangat serius, kemudian Saya menyela, ingin melihat kakekku, ayahnya ayahku, tetapi tidak mendapat tanggapan, hal ini menjengkelkan. Dan pada saat. Tidak ada ibuku, nenekku mengajakku ke rumah nenek, saya disuruh berjanji supaya tidak bilang-bilang ibuku, Dan akhirnya saya diajak nenekku ke rumahnya, ternyata rumah nenekku tidak jauh, masih satu kota. Betapa saya terkejutnya bahwa suami nenekku adalah Pak Nugroho, suami nenekku yang lain, ayah ibuku. Jadi saya berkesimpulan bahwa nenekku adalah ibu tiri ibuku.

Saya di rumah nenek hinggga larut malam Dan saya kembali pulang bersama nenek. Nenek berkata kepada ibuku bahwa saya habis diajak jalan-jalan di mall. Ibuku percaya saja. Lalu nenekku pulang, besuk harinya, ketika pulang sekolah saya ke rumah nenek. Nenekku menyambutku dengan senang Dan saya berkata kepada nenekku bahwa saya. Hanya sebentar saja. Takut dimarahi ibu. Saya tiba-tiba bertanya kepada nenekku, karena saya pikir, nenekku itu kok canttik sekali, kelihatn lebih muda dari ibuku, saya pun bertanya,ÔÇØnek, ibunya nenek tinggalnya di mana?ÔÇØ saya sangat terkejut atas jawaban nenekku, bahwa ibunya nenekku adalah ibuku, jadi ternyata nenekku itu anak kandung ibuku. ÔÇ£ayahmu itu adalah anakku, sebenarnya ayahmu itu cucu ibumu,ÔÇØ saya sangat bingung dengan penjelasan nenekku itu, lalu nenek menjelaskan lagi, sebenarnya dulu nenek sangat takut kepada ibumu, karena waktu kecil saat diasuh oleh ibumu, waktu ibu tidur bersama saya Dan anakku, yaitu ayahmu itu, anakku suka mengeluarkan kemaluannya untuk dimasukkan ke kemaluan ibu, tanpa sepengtahuan ibu. Waktu itu umur ayahmu baru tujuh tahun, Dan ibu tidak menyadari, dan ayahmu itu sering berusaha membuka celana dalam ibu, suatu kali ibu terbangun gara-gara itu. Ibu sangat marah, tetapi pagi harinya seperti tidak terjadi apa-apa.ÔÇØ lalu saya bertanya, terus selanjutnya bagaimana nek? Nenek menyela,ÔÇØsekarang jangan panggil nenek, karena kamu adikku, meskipun kamu itu anaknya anakku.ÔÇØ saya mengiyakan, lalu saya bertanya,ÔÇØ selanjutnya bagaimana kak?ÔÇØ akhirnya, mungkin ibu kita merasa risi diperlakukan cucunya yang masih kecil, akhirnya ÔëêðÄ┬¬├ú┬¬Ôëê ibu kasih, dan akhirnya ayahmu pada umur sepuluh tahun, ibumu Hamil. Kakak juga bingung, dan takut akhirnya kakak pergi, tapi kakak berusaha mencarikan akte kelahiranmu supaya jelas siapa ayahmu, tepapi ibumu tidak mau menikah dengan ayahmu, ibumu menyetujui bahwa kamu adalah anaknya ayahmu itu, yaitu anakku, Harly. Jadi ayahmu itu bukan suami ibumu. Ibumu sampai sekarang masih gadis.

Saya mendapatkan penjelasan itu kurang bisa nangkap, lalu saya bertanya kepada kakakku, suami kakak itu siapa? Lagi lagi membuat saya semakin bingung, kakakku menjawab bahwa suaminya kak yati adalah pak nugroho, saya sungguh tidak begitu mengerti, lalu saya Tanya lagi, kalau ayah saya adalah anaknya mbak yati, siapakah ayah kak yati? Saya semakin tidak mengerti, apakah kak yati tidak tahu pertanyaanku sih? Kok jawabannya juga pak nugroho? Saya pun bertanya lagi, benar kak apakah suami ibu sebelumnya juga pak nugroho? kak yati malah menjawab dengan nada tinggi, sudah dikasih tahu malah Tanya lagi, kamu masih kecil sihibu kita masih gadis, meskipun pernah melahirkan saya dan kamu, tetapi masih gadis, belum pernah punya suami! Saya tidak tahu maksudnya, kak yati kelihatan jengkel, setelah itu saya menonton TV di rumah nenek hingga sore, saya masih bisa pulang mendahului ibu pulang dari kantor.

Saat di rumah, saya bertanya kepada ibuku, apa benar nenekku itu ibuku yang melahirkan Dan ibuku membenarkannya. Saya tidak bertanya kepada ibuku lagi hal-hal yang dijelaskan kakak panjang lebar. Karena tidak menarik, yang saya tahu sekarang ibuku Sonia Dan ayahku harly entah awalnya seperti apa tidak terlalu penting. Namun dengan kehamilan ibuku, ibuku berkata kepada ayahku supaya ayah mencari pacar untuk dijadikan istri. Sepertinya ayahku menuruti permintaan ibuku, Dan ayahku akan menjadi cucu ibuku lagi.

Di saat saya pulang dari sekolah, tiba-tiba di rumah ada tamu, yang tidak saya kenal. Saya diperkenalkan kepada tamu itu, kata tamu itu, saya akan tinggal bersama mereka, Dan saya disuruh memangggil papa Dan mama. Mulai saat itu, saya menjadi anak kedua orang itu, Dan akhirnya saya tinggal bersama mereka.selama saya. Tinggal bersama mereka, saya diperkenalkan dengan keluarga baruku, siapa saja om dan tante dari pihak mama maupun papa, maupun. Sepupu dan kakek nenek. Kata mama dan papa, saya sudah tidak ada hubungan Sama sekali denggan ibuku, olehku terpikirkan bagaimana nantinya anakku lahir. Dia anakku. Perut ibuku belum kelihatan kalau sedang Hamil.

Cerita Selanjutnya : Ibu 4

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*