Home » Cerita Seks Mama Anak » Anak kembarku Yang Nakal 2

Anak kembarku Yang Nakal 2

Anak kembarku Yang Nakal 1

Part 2

Malampun tiba, aku sedang belajar di meja belajar kakak ku yang ada didalam kamar, malam itu hujan masih turun dengan deras, saat itu aku masih memikirkan kejadian tadi siang, aku seolah tak percaya dengan perlakuan bunda dengan kakak. Saat aku sedang melamun,pensil belajarku patah, akupun mencari serutan pensil didalam tas ku, tapi aku tak menemukannya, akupun membuka tas kakak, saat aku membuka tas kakak, aku menemukan sebungkus KONDOM… Astaga,aku sangat terkejut saat melihat barang itu, ‘apa mungkin ini yang tadi aku lihat saat kakak memperlihatkan pada bunda?’ ujarku dalam hati, terdengar suara langkah kaki menuju kamar,akupun langsung menutup kembali tas kakak, dan kembali duduk didepan meja belajar,

”belajar yang rajin ya dek, besok kamu ulangan fisika kan?” ujar kakak saat masuk kedalam kamar dan melihatku belajar, kakak pun mengambil tas nya,

”iya kak… Kaka mau kemana? Kenapa enggak belajar bareng aja sama aku kak?” tanyaku sambil memainkan pensilku,

”kakak mau belajar sama bunda aja, ada PR yang harus kaka tanyain sama bunda” ujar kaka sambil meninggalkanku sendirian,

‘bukannya PR kakak akan aku kerjakan’…

‘apa yang akan kaka lakukan dengan bunda?’ hatiku mulai berontak dengan perlakuan kakak, belajarpun terganggu dengan semua ini. Pikiranku mulai kacau dengan semua pemikiranku yang tak jelas, saat kak yogi meninggalkanku,aku semakin penasaran saja. Namun aku tetap saja mencoba fokus kembali untuk belajar dan menyingkirkan pikiran kotorku. Setelah aku kembali fokus belajar,rasa kantuk ku mulai datang, ”hoaammmm…. ‘kenapa jam segini sudah ngantuk?lagian tadi siang aku tidur pulas’ ujarku dalam hati. Namun aku tak dapat menahan rasa kantukku dan akupun tertidur diatas buku belajarku.

Pov bunda

”sayang kamu mau ngapain lagi sih? Nanti ketauan sama adek mu lho…” ujar bunda saat menatap kak yogi yang sedang mengorek ngorek tas sekolahnya,

”hihi…nihh… Tadi kakak beli ini bun,kan bunda udah janji sama kakak… Mau ngajarin kakak itu…” jawab kak yogi sambil memperlihatkan sebungkus kondom yang berwarna silver,

”eitss… Enggak kali ini… Bunda enggak mau kalau kamu sampai meniduri bunda…” ujar bunda dengan nada meledek kepada kak yogi,

”yahhh…lagi lagi… Bunda bohong nih” kak yogi menunduk kecewa,tangannya yang tadi menggenggan kondom,kini terkulai lemas diatas tas sekolahnya,

”kenapa sih kamu pengen banget gituin bunda?apa masih kurang kalau selama ini mulut bunda yang sering kamu sumpal sama kontol kakak…?” tanya bunda dengan tangan yang mencoba menanggahkan kepala kak yogi,

”yahh..kan kemarin kemarin bunda bilang,kalau besok besok bakalan bunda kasih ‘lubang’ bunda sama kakak…” ujar kak yogi yang kembali menundukan kepalanya,

”hehe… Udah dong jangan cemberut gitu kak… Nanti aja deh kalau kamu pengen nyobain ‘lubang’ bunda.. Sini biar bunda simpen aja kondomnya… Takutnya nanti adek mu itu tau dengan semua ini” ujar bunda sambil membawa kondom yang berada ditangan kak yogi,

”hemmm…” kak yogi hanya tertunduk kecewa dengan perkataan bunda,

”kakak…beneran kamu mau nyobain ‘lubang’ bunda?” tanya bunda sambil membalikan badanya ke arah tv,

”mau banget bun… Ayo dong bun… Ya kasih kakak sekali ajaaaa” kak yogi memohon dengan wajah yang penuh harapan,

”hihihi… Oke kalau gitu.. Bunda akan kasih, tapi ada syarat nya..” ujar bunda yang kini tengah memandang wajah anak nya yang sangat ingin mencicipi lubang dimana dulu pernah ia lewati itu,

”yess… Apa syaratnya bunda?” jawab kak yogi kegirangan mendengar perkataan bunda, dengan wajah penuh semangat,kak yogi sepertinya akan memenuhi syarat yang akan bunda berikan.

”yang pertama,kalau sampai malam ini bunda enggak puas ,kamu harus nyuciin pakaian bunda sama adek mu, yang kedua, kalau kamu enggak bisa bikin bunda puas, uang jajan kakak bakalan bunda potong, dan yang terakhir… Kamu enggak boleh nyicipi lubang bunda lagi” ujar bunda sambil menatap kedua bola mata kak yogi,

”HAH??? Segitu nya bunda?” kak yogi seolah tidak ingin menerima persyaratan yang bunda paparkan,

”ya udah kalu gitu… Nunggu kamu siap aja… kalau kakak udah siap ,bunda kasih deh” ledek bunda yang kembali membalikan wajahnya kearah tv,

”sampai kapan bun?sampai kapan syarat itu berlaku kalau kakak enggak bisa muasin bunda?” tanya kak yogi yang kini telah merapatkan tubuhnya dengan tubuh bunda,

”mulai besok sampai minggu depan aja dehh… Gimana setuju?” tanya bunda untuk memastikan kalau kak yogi benar benar siap untuk menerima persyaratannya,

”nahh..kalau kakak sampai buat bunda puas terus kelepek kelepek sama kakak gimana?” tanya kak yogi dengan wajah menggoda,

”yaaa….kamu mau apa?” bunda pun kembali bertanya pada kak yogi,

”gimana kalau bunda mandiin kak yogi tiap mau berangkat sekolah atau pulang sekolah?” ujar kak yogi sambil tangannya yang kini telah meremas pantat bunda,

”tuhh…tangannya udah nakal… Nanti kalau adek kamu tau gimana? Berabe kan? Kamu ini ada ada aja sih kak, jangan dehhhh” tolak bunda dengan wajah yang manja,bibir bunda kini telah digigit oleh kedua giginya,

”yahh…enggak adil dong bun… Kalau yoga mau,ya kasih aja bun” ujar kak yogi sambil memainkan tangannya di pantat bunda yang empuk itu.

”hushh… Kamu ini ngomong kok seenaknya aja, cuma kamu aja yang gini sama bunda,jangan sampai adekmu itu tau,apalagi mau!” ujar bunda dengan nada tegas,

”lhaaa…kenapa bun?apa bunda ragu sama kepunyaan nya yoga?” pancing kak yogi yang membuat bunda sedikit risih,

”pokoknya cuma kamu aja kak… Lagian kamu sama adekmu itu beda,kalau kamu itu nakal, bunda aja sampai kamu nakalin gini” ujar bunda yang terus menatap layar televisi,

kini tangan kiri kak yogi mulai berani meremas payudara sebelah kanan bunda,

”shh..kakakkk… Awas nanti adek mu liat lho” desis bunda saat merasakan tangan anaknya yang sudah meremasi payudaranya, bunda yang tengah melihat acara sinetron itu mulai terganggu,

kak yogi terus meremas payudara bunda dengan halus dan perlahan,

”bun…apa air susu bunda bisa keluar lagi?” tanya kak yogi disela sela memainkan payudara bunda,

”ya enggak bakalan bisa lah kak…lagian bunda udah enggak menyusui lagi,masa menyusui bunda udah habih kak…shh” jawab bunda yang mulai terbiasa oleh permainan tangan anaknya dibukit yang menonjol itu.

”terusss…kapan bun,bunda bisa menyusi lagi?” tanya kak yogi yang semakin penasaran dan tidak menghentikan aktivitas tangannya di bukit yang kenyal itu.

”yaaa..bunda harus hamil lagi,terus ngelahirin lagi” jawab bunda cuek,

”kalau kak mau bunda ngeluarin asi lagi,berarti bunda harus hamil lagi?” tanya kak yogi yang terus memancing nafsu bunda,

”kamu kok ngomong seenaknya gitu, ngurus kamu aja udah ribet kak, apalagi kalau bunda hamil lagi” ujar bunda saat mematikan tv nya itu, kini bunda dan kak yogi saling berhadapan,

”sekarang kamu tidur gih.. Bahaya kalai kamu terus kaya gini,nanti bunda bisa bisa dibikinin anak sama kamu” ujar bunda dengan wajah dan nada yang menggoda anak pertamanya itu,

”hihihi…bunda ada ada aja, emangnya kakak bakalan mau apa,bikin ade bayi? Adik satu aja udah enggak bebas,apalagi dua… Nanti kakak ga bakalan bisa berduaan lagi sama bunda” ujar kak yogi sambil mengakhiri permainan tangannya dipayudara bunda.

Bunda hanya tersenyum, bunda langsung menciun kening kak yogi, namun saat mencium kening putra nya itu, kak yogi memeluk erat tubuh bunda,dan menjatuhkan badannya kearah belakang, kini tubuh bunda telah menindih tubuh kak yogi,

”ihh..kakak apa apaan sihhh? Nanti yoga bisa liat,bahaya lho kak” ujar bunda saat berada diatas tubuh kak yogi,

”cepet lepasin bunda kak…. Ihh..apa ini yang gerak gerak di perut bundaaa….” ujar bunda saat merasakan kontol anaknya yang sudah mengeras,

namun tanpa adanya jawaban dari kak yogi, bibir bunda langsung dilahap dan dilumat oleh bibir kak yogi, kini bunda dan kak yogi telah berciuman, mulut mereka seolah tak mau kalah. Kedua tangan kak yogi,kini tengah asik meremas pantan bunda,dan tangan bundapun tak ingin kalah,tangan bunda kini mengelus lembut rambut kak yogi. Saat kak yogi tengah asik, bundapun menghentikan ciumannya,

”dikamar bunda aja kak, nanti adekmu liat” ujar bunda dengan nafas yang mulai berat,

kak yogi hanya mengangguk,dan membiarkan bunda berdiri dari tubuhnya. setelah bunda berdiri, bunda meremas kontol kak yogi yang telah menonjol dari balik celana kak yogi,

”kontol kamu ga kalah gede nya sama kontol ayahmu,ayo puaskan bunda sayangggg…” ujar bunda saat meremas kontol kak yogi.

Setelah memeras dan memainkan kontol kak yogi dari luar celana tidurnya,bundapun bangkit dan berdiri untuk pergi kekamarnya, saat bunda melangkahkan kaki, bunda dengan nakal menaikan dasternya,hingga paha mulusnya terlihat jelas dihadapan kak yogi.
Kak yogi pun semakin bernafsu,dan saat itu juga kak yogi mulai bangkit,dan membuntuti bunda dari belakang….

Saat kak yogi tengah membuntuti bunda, kak yogi pun berkata pada bunda,kalau ia ingin melihat adiknya terlebih dahulu,apa adiknya telah tertidur atau masih belajar. Bunda hanya mengangguk dan terus berjalan kedalam kamar. Saat kak yogi menaiki anak tangga, kak yogi seperti gerogi, kak yogi seolah tak percaya bahwa malam ini akan masuk kedalm kamar bunda dan melakukan hal mesum bersama bunda. Sesampainya didepan pintu kamar, kak yogi langsung membuka pintu kamar dan saat itu juga kak yogi melihat adiknya tertidur diatas meja belajarnya. kak yogi kembali menutup pinru kamarnya dan bergegas menuju kamar bunda.

Sesampainya didepan pintu kamar bunda, kak yogi memiliki perasaan aneh, kak yogi yang tengah dilanda nafsu,kini nafsunya sudah menurun,karena ada rasa takut untuk melakukannya. Tetapi saat terdengar suara desisan bunda dari dalam kamar, kak yogi langsung membuka pintu kamar bunda ….DAN… (jrenggg:sfx…)
bunda sudah telanjang bulat,bunda sedang berbaring diatas tempat tidurnya dengan kaki yang sudah terkangkang lebar,kedua tangan bunda meremas payudaranya.
Kak yogipun semakin lupa daratan, kak yogi langsung menghampiri bunda, saat berada didepan tempat tidur bunda,kak yogi langsung melucuti pakaian tidurnya,

”uhh..kontol kak udah ngaceng berat… Sini sini…biar bunda manjain dulu sama mulut bunda” ujar bunda saat melihat kak yogi yang telah telanjang bulat dihadapanya.

Kak yogi langsung naik ke tempat tidur bunda,dan langsung memberikan kontolnya kearah muka bunda,

”inget..kalau kamu kalah… Kamu haris jalani syarat nyaaaa” ujar bunda saat menggenggam kontol kak yogi,

kak yogi hanya mengangguk, saat itupun kontol kak yogi telah ditelan habis oleh mulut mungil bunda,
bunda dengan semangat melumat kontol putranya itu, namun bunda mengehntikannya saat melihat kak yogi hanya merem melek,

”yahhh..enak di kakak nih kalau gini… Ayo sini… Posisi 69 aja, biar kaka juga ‘kerja’…” ujar bunda saat membenarkan posisinya agar lebih mudah untuk melakukan posisi 69,

kak yogi hanya menurut saja dengan perkataan bunda, kini kak yogi mencoba untuk melakukan posisi 69. Setelah sesuai dan nyaman,akhirnya kak yogipun melumat lubang yang akan dicobanya itu. Dan bunda pun tak ingin kalah,bunda mencoba memberikan servis yang terbaik untuk putra pertamanya itu.

Namun setelah 5 menit, bundapun tak dapat menahan gejolak birahi nya, kak yoga menggigit itil bunda dan akhirnya cairan hangat keluar dari dalam lubang bunda.

”shhh…uhhh…hemmmm” lenguh bunda saat menikmati puncaknya.

”udah deh kak… Ayo sekarang kamu cobain lubang bunda” ujat bunda dengan nafas memburu,
kak yogi yang sudah lupa daratan,langsung bangkit dari tubuh bunda, saat setelah kak yogi bangkit dari tubuh bunda, kak yogi melihat wajah bunda yang sangat menggoda, wajahnya dilanda nafsu yang sudah lama tak terpuaskan oleh ayah.

”cepettt dong kakk..keburu adekmu bangun terus curiga” ujar bunda saat melihat anaknya yang tengah duduk didepan kedua pahanya.

”tapi bun,kakak pake kondom dulu ya?” tanya kak yogi saat akan memasukan kontolnya,

”jangan deh kak…pake kondom panas… Enggak bakal kerasa gesekannya… Bunda ga suka kak” ujar bunda yang sudah dilanda nafsu itu.

”ihh..nanti kakak mau keluarnya didalem bun.. Kalau diluar kayanya ga enak” ujar kak yogi yang kini telah menggosokan kontolnya dobelahan memek bunda,

”gapapa kak… Cepetin masukin kak….” bunda semakin tak tahan atas perlakuan kak yogi,

”masukin nya gimana nih bun? Kakak ga bisa” ujar kak yogi dengan wajah melongok bodoh,

”kamuuu…dasar anak bunda nakal… Sini biar bunda yang pegang” ujar bunda sambil menganggkat kedua kakinya dan mengangkangkan kedua kaki nya selebar mungkin, terlihat bongkahan memek yang berwarna merah merona, memek yang sudah mulai basah.

Saat bunda menggenggam kontol kak yogi, rupanya bunda kesulitan untuk memasukan kontol anaknya itu, namun setelah beberapa kali percobaan,

”dorong perlahan kak… uhhh… Bunda kira kontol mu takan sebesar ini…uhhhh…dorng perlahan kak…shhhh” desis bunda saat menikmati kontol kak yogi yang perlahan masuk kedalam memek nya,

”ahhh…bundaa…kok anget gini…aduhhh kakak bisa bisa keluar bun…duhhhh” erang kak yogi saat kontolnya masuk kedalam memek bunda,

”tahan ajaaa…ingettt…dengan syaratan yang telah bunda katakan tadi” ujar bunda saat menerima setiap inci kontol anaknya itu.

Meskipun sedikit lebih gendut dari sang ayah,rupanya bunda menikmati kontol kak yogi.

”aduhh… Bunda gimana nihhh? Kakak ga mau cepet keluarrr….” ujar kak yogi yang mencoba mengontrol tubuh dan nafasnya.

(sfx:BLESSSSSS…)
kontol kak yogi tenggelam dalam memek bunda,

”kamu tahan dulu,,,jangan berani gerak nanti kamu keluar duluan kak…shhh…kontol kakak gemuk…terasss…uhhh kak…” erang bunda saat menikmati kontol kak yogi yang sudah berada dalam liang peranakannya.

Namun,apa daya… Ini adalah pertama kali nya yang dilakukan kak yogi, akhirnya kak yogi pun tak dapat membendung sperma nya untuk keluar,

”uhh..kakak mau keluarrr… Bunda tau kaka mau keluar yaaa? Shhh..keluarin aja sayangggg… Keluarin aja didalem…gapapa kok..paling paling kau dapet adek lagi…..uhhh..shhh” ujar bunda saat menatap kak yogi yang sudah kewalahan menahan spermanyaaa…

”ahhh…bundaaa..kakak keluarrrr….” (sfx:srott…srott….)

”hemmmm…shhhh…anget kak…uhh” bunda melenguh saat menerima sperma sang putra pertamanya itu,dan pertama kalinya rahim bunda terisi oleh sperma anak yang nakal dan mesum itu.

(sfx:.. plopppp…)
kontol kak yogi tercabut dari lubang memek bunda, dan kontolnya langsung menciut kecil,

”yahhh..kakak gitu aja udah keluar..berarti kakak kalah yaaaa…. Kasian… ” ledek bunda saat kak yogi terduduk lemas didepan paha bunda.

”iyaaa..kakak kalahhh… Maafin kakak bun” ujar kak yogi sambil tertunduk kecewa,

”makannya..kamu haris bisa ngontol nafsu kamu dulu… Jadinya gini sayanggg… Ya udah gapapa, namanya juga pemula pasti kaya gini” ujar bunda yang membuat kak yogi kembali tersenyum,

”bun…itu…keluar” ujar kak yogi saat melihat sperma nya keluar dari dalam memek bunda,

”hemmm…saking banyaknya sihhh… Sini ambilin bunda bantal yang ada di sofa itu,cepet…” ujar bunda sambil menunjuk bantal kecil yang ada diatas sofa kamar bunda,

kak yogi langsung mengambil bantal itu,kak yogi tak tau apa yang akan bunda lakukan, dengan kontol yang sudah menciut kecil, kak yogipun mengambil dan memeberikan bantal itu pada bunda.
Saat itupun bunda langsung mengganjal pantatnya,dan kini terlihat memeknya menanggah keatas, dan tak terlihat lagi sperma yang keluar.

”lhoo..kenapa begitu bun? Buat apa bun?” tanya kak yogi dengan nada heran.

”biar sperma kakak masuk rahim bunda” ujar bunda dengan wajah menggoda,

”hiii…jadi?” tanya kak yogi dengan wajah tak percaya,

”yaaa… Semoga sperma kamu bisa membuahi bunda… Dan buat bunda buncit lagi” ujar bunda dengan tersenyum girang kearah kak yogi,

”hahh?apa buun? Maksud…..maks..sud bunda apa?” tanya kak yogi dengan nada bergemetar.

”ya….biar bunda hamil” ujar bunda, senyuman bunda semakin lebar.

”jangan bunnn…jangannn…yogi gak mau bunda hamil lagi…jangan….” ujar kak yogi yang kebingungan,

”kamu ini…masa enak nya doang..tanggung jawab dong…. Masa bunda hamil gak mau?” ledek bunda yang melihat anak nya mulai panik.

Kak yogi kembali tertunduk,

”sudahhh sana kamu beresin badan kamu… Bunda gak bakalan langsung hamil kok kalau sperma kamu enggak jodoh sama sel telur bunda… Sudahhh sana” ujar bunda yang mencoba menghilangkan kepanikan kak yogi.

Akhirnya..itu adalah pengalaman pertama dan kekalahan pertama bagi kak yogi. Kak yogipun langsung pergi kekamar mandi untuk mencuci ‘barang’nya yang telah menciut kecil itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*