Home » Cerita Seks Sepupu » Adik Sepupuku Yang Manja 8

Adik Sepupuku Yang Manja 8

Cerita Sebelumnya : Adik Sepupuku Yang Manja 7

Pukul 4pagi aq reflek terbangun karena merasakan kedua tanganku kesemutan tertindih Arin dan Devi, aku lihat Arin tidur terlentang dengan daster yang sudah tersingkap memperlihatkan memek mulus tanpa bulu dan tembem dan saat kulihat Devi tidur miring membelakangiku juga dengan daster yang tersingkap memperlihatkan pantatnya yang mulus bulat dan juga tonggeng. Celakanya kedua pemandangan disamping kiri dan kananku membuat penisku ikut terbangun sehingga aku susah untuk tidur lagi, setelah cukup lama kutahan nafsuku tapi tak juga surut sebelum tersalurkan dan memang semalam aku belum puas maka aku putuskan pagi ini untuk mengerjai Devi lagi, aku segera melepas celanaku dan berpaling menghadap Devi. Kuselipkan penisku yang sudah sangat tegang diantara selakanganya tepat dibawah memeknya, kurengkuh tubuhnya kedalam pelukakanku kedua tanganku kugunakan untuk meremas-remas kedua buah dadanya secara bersamaan, aku juga mulai menciumi tengkuk dan leher Devi serta pinggulku mulai kuayunkan maju mundur supaya penisku menggeseki memeknya. Meskipun tidak tampak Devi terbangun dengan ulahku tapi tubuhnya merespon dengan apa yang aku lakukan, itu terbukti dengan semakin banyaknya cairan yang keluar dari memeknya membasahi penisku.

Karena memang sudah tidak tahan dan juga kurasa pelumasnya sudah cukup aku segera mengarahkan ujung penisku kearah belahan memek Devi, setelah kurasa sudah tepat lubangnya aku mulai menekan penisku untuk memasuki memeknya, meskipun semalam sudah kujebol memeknya dan juga cairan pelumasnya sudah cukup banyak yang keluar ternyata masih sempit dan sulit penisku bisa masuk kedalam memeknya, setelah cukup lama dan juga tekanan lebih kuat akhirnya kepala penisku bisa masuk semua tapi aku tidak memaksakan untuk memaksakan memasukkan penisku lebih dalam lagi tapi mengocok kepala penisku menggenjot mengeluar masukkanya agar memek Devi terbiasa dulu dan juga untuk memperlancar jalannya penisku memasuki memeknya sampai mentok. Kuayunkan pinggulku maju mundur mengeluar masukkan kepala penisku kedalam memeknya membuat semakin banyaknya cairan yang keluar, semakin lama genjotanku kuselingi dengan tekanan yang cukup kuat sehingga penisku sedikit demi sedikit penisku semakin dalam memasuki memeknya dan dengan sekali tekan cukup kuat dari sebelumnya.

Bblleeeesssss…
Setengah dari penisku sudah masuk, kudiamkan sebentar karena kurasa seperti ada perlawanan dari dalam memeknya yg mencengkram erat penisku sehingga sulit untuk menggenjotnya. Aku mulai menggenjot kembali mengeluar masukkan setengah dari penisku mengobok-ngobok memek Devi.
Oohh..nikmat sekali rasanya penisku terjepit daging lembut hangat dan basah juga menjepit erat, sehingga tanpa sadar karena ingin kenikmatan yang lebih lagi aku meningkstkan genjotanku dan tekananku membuat penisku semakin dalam dan semakin dalam lagi dan dengan hentakan yang cukup kuat dibarengi dengan tubuh Devi yang tersentak dan menegang penisku masuk mentok dengan sempurna.

Kudiamkan penisku yang penuh menembus sampai mentok didalam memek Devi, selain menikmati cengkraman dan pijatan diding memek Devi yang basah dan hangat juga menunggu Devi agar lebih rileks dan juga menunggu memeknya beradaptasi dulu dengan penisku yang berada didalamnya agar nanti saat aku genjot Devi tidak kesakitan. Dari awal aku mulai mencumbu sampai penisku masuk hingga mentok tubuh Devi bereaksi dengan semua itu, tapi matanya tetap terpejam, entah dia pura-pura dalam tidurnya atau memang masih tidur dan merasakan ini semua dalam mimpinya. Setelah kurasa tubuh Devi lebih rileks dan cengkraman memeknya tidak sekuat tadi, aku mulai menarik keluar penisku sampai hanya kepalanya saja yang ada didalam dan memasukkan lagi sedalam-dalamnya sampai mentok secara perlahan. Kulakukan itu terus berulang-ulang diiringi geramanku yang merasakan kenikmatan dan juga sesekali lenguhan Devi yang patah-patah juga suara selakanganku yang menumbuk pantat bulat Devi dan bunyi penisku yang keluar masuk, suara-suara itu semua saling bersahut-sahutan membuatku semakin bergairah dan membuatku semakin meningkatkan genjotanku maju mundur mengeluar masukkan penisku, membuat suara-suara itu semakin keras terdengar.

Ooohhh…ooohhh…Dev eennaakk..ooohhh…nikmatnya memekmu Dev oooohhh…sempiiiittt..oohh..oohh…
Desahanku tak tertahan lagi merasakan kenikmatan yang benar-benar memabukkanku, semakin erat kupeluk tubuh Devi juga remasan tanganku dibuah dadanya dan genjotankupun semakin kupercepat dan semakin mantap, penisku keluar masuk semakin kuat dan cepat dengan konstan.
Ccppllookkk…cccppllooookkk…ccpplloookkk…pppl lleeekkk..pppllleeekk…cccllleeeppp..
Bunyi selakanganku beradu dengan pantatnya dan juga bunyi penisku yang keluar masuk menggeseki dinding memeknya yang basah itu bersahut-sahutan, tidak lama kemudian tubuh Devi menegang dan memeknya juga mencengkram dan menghisap penisku sangat kuat membuatku agak susah untuk menggenjot, sepertinya sebentar lagi Devi akan mendapat orgasme pertamanya maka dari itu aku terus menggenjot agar Devi cepat mencapai orgasmenya. Dengan hentakkan kuat sampai mentok dan sedikit kuputar Devi mencapai orgasmenya, tubuhnya mengejang mengejat-ngejat dan dari dalam rahimnya menyembur-nyemburkan cairan hangat menghantam penisku dengan cukup kuat.

Cukup lama tubuh Devi bergetar menandakan badai orgasmenya sangat dahsyat, kubuka daster Devi bagian atas dan kuremas-remas buah dadanya cukup kuat tanpa terhalang apapun juga kuselingi pelintiran dikedua puntingnya untuk menambah rangsangan agar lebih sempurna orgasme yg dialami Devi.
Setelah kurasakan tubuhnya sudah tenang bahkan terlihat lemas aku balikkan tubuh kami secara bersamaan menjadikan posisi kami telungkup dengan aku menindih tubuhnya tanpa melepas penisku, kuluruskan kaki Devi dan kuhimpit dengan kakiku yang mengangkanginya menjadikan kaki Devi merapat satu sama lain. Setelah kurasa posisinya sudah pas seperti yang aku inginkan, aku mulai menggenjot lagi menaik turunkan pinggulku dan penisku kembali keluar masuk kedalam memeknya menggeseki dinding memek yang basah dan hangat itu.
Oohh..semakin sempit sekali memek Devi menjepit penisku membuatku semakin terbuai dalam kenikmatan, karena memang dengan posisi telungkup dan kaki merapat membuat penis terasa semakin dijepit, ditambah lagi setiap kuhentakkan penisku kedalam otot memek Devi mengencang dan saat kutarik keluar otot memek Devi mengendur jadi penisku terasa diurut-urut membuatku semakin melayang menikmati rasa yang sangat memabukkan ini.

Oooh…ooohh…nikmat sekali Dev ooohhh…me me memekmu nikk nikk nikkmaaatt…oooohh..aacchh…
Aku terus meracsu tidak karuan merasakan kenikmatan surga dunia ini, semakin cepat kugenjot mengeluar masukkan penisku, terkadang kukeluarkan setengah penisku dan kumasukkan lagi dengan genjotan yg cepat, terkadang kukeluarkan penisku sampai hanya kepalanya saja yang ada didalam dan ku masukkan lagi sampai mentok dengan genjotan yang pelan tapi kuat dan mantan.
Cccppllloookkkk…ccpplllookk….ccppllook…cclle epp…ccclleepp..pplleekk…ppllleekk..ccpllookk.. .
Semakin nyaring bunyi merdu selakangan kami karena semakin banyak cairan memek Devi yang keluar ditambah keringat kami juga banyak yang mengucur.

Ooohhhh…oooohhh…aaahhh…ooohhh..eennaaakknya. ..ooohh…Dev kakak tidak tahannn…oooohhh…kakak mau keluarrr…oooohhh…
Semakin kupercepat genjotanku karena rasanya maniku sudah mengumpul siap untuk menyembur dan disaat maniku sdh berada diujung kurasakan tubuh Devi juga menegang menandakan sebentar lagi dia juga akan mendapat orgasmenya yang kedua, genjotanku semakin kupercepat kuat dan mantap membuat tubuh Devi ikut terlonjak-lonjak mengikuti irama genjotanku. Oohh…nikmatnya membuatku sampai mendongakkan kepala meresapi rasa nikmat yang memabukkan ini, tak lama kemudian kami mencapai orgasme hampir bersamaan dan dari alat kelamin kami sama2 menyemburkan cairan birahi yg membuat kami melayang terbang keawang-awang.

Sssseeeerrr….sssseeerrrr..sssseeeerrrr…
Cccrrroooottt…ccccrrrrroooottt…cccrrrooottt…
Kuhentak-hentakkan pinggulku memasukkan penisku sedalam-dalamnya memuntahkan semua isinya bersamaan dengan itu tubuh Devi bergetar hebat mengejat-ngejat menyemburkan cairan birahinya yang terasa sangat banyak, setelah badai orgasme reda kembali tubuhku langsung ambruk menindih tubuh Devi, tubuhku terasa lemas dan tulang-tulangku seperti dilolosi dari engselnya. Cukup lama kami dalam posisi ini dan peniskupun masih menancap didalam memeknya, nafas kami masih sama terengah-engah dan tubuh Devi kelihatan juga begitu lemas tak lama kemudian terdengar dengkuran halus ternyata Devi tertidur lagi saking lelahnya, setelah kurasa nafasku sudah normal kembali kugulirkan tubuhku dari atas tubuh Devi membuat penisku terlepas dengan sendirinya.
hiks..hiks..hiks..
Disaat aku mulai memejamkan mata mencoba untuk tidur kembali aku mendengar suara tangis yang tertahan.
Hiks..hiks..hiks..
Aku menoleh ke Arin Yang sekarang tidur miring membelakangiku, kulihat tubuhnya sedikit bergetar menandakan Arin sedang menangis, kugeser tubuhku mendekat dan kupeluk tubuh Arin dari belakang.

” kenapa dek kok adek nangis? ” tanyaku kepada Arin.
cukup lama Arin tidak menjawab dan masih terisak dalam diam.

” kakak jahat! Kakak sudah tidak sayang lagi sama adek! ”
Aku sangat terkejut dengan apa yang dikatakan Arin, aku tidak mengerti maksud ucapannya karena aku tidak merasa berbuat salah kepadanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*