Home » Cerita Seks Sepupu » Adik Sepupuku Yang Manja 7

Adik Sepupuku Yang Manja 7

Cerita Sebelumnya : Adik Sepupuku Yang Manja 6
Setelah gerbang terbuka kumasuk kan mobilku kehalaman rumahku, dan sekalian kuminta Arin membuka garasi yang hanya bisa dibuka dari dalam.
Devi turun dari mobil dan ikut Arin masuk kerumah, stelah memasukkan mobil kegarasi aku langsung masuk kerumah dari pintu samping yg langsung tembus kegarasi. kemana mereka berdua sepi amat, gumamku dalam hati.
Kucari keseluruh ruangan mereka berdua tidak ada, dan baru kutemukan setelah aku membuka pintu kamarku sendiri. Ternyata mereka berdua mau mandi dan saat kubuka pintu Arin sudah melepas pakaianya digantikan lilitan handuk yg menutupi dadanya sampai diatas lututnya, Devi kulihat belum sempat memakai handuk dan tubuhnya hanya dibalut bh dan cd berwarna hitam ada renda-rendanya, oh..seksi sekali tubuh devi, kulit putih rambut hitam lurus sebahu dan buah dadanya kutaksir 32b mmg terlihat lebih besar dari punya Arin yang masih 32a. Mereka sempat terkejut saat pintu aku buka, saat melihatku Arin tenang saja karena kami sudah biasa melihat tubuh kami masing-masing, tapi aku lihat Devi sangat gugup berusaha menutupi tubuh depannya menggunakan baju yang baru dilepasnya.

” eh..kakak kirain siapa, bikin kaget kita-kita aja ” ucap Arin kepadaku.
” memangnya kalian pikir siapa? kan dirumah ini cuma kita bertiga aja, gak ada yang lain ” jawabku yang terus menatap tubuh Devi yang membuatku terpesona itu, sebenarnya Arin dan Devi sama-sama cantik tubuhnyapun seksi semua cm yang beda dan bikin aku cukup penasaran dari Devi buah dadanya yang terlihat lebih besar.
” ya udah dech kalo gitu Arin mau mandi dulu ya? ” Arin berjalan kekamar mandi yang ada didalam kamarku, tapi sebelum masuk kamar mandi dan masih didepan pintu Arin menoleh kepadaku.
” selama Arin mandi kakak jangan nakalin teman Arin ya?, awas kalo kakak nakalin duluan! ” ancam Arin kepadaku, dan langsung berlari masuk kamar mandi kemudian menutup pintunya karena melihatku akan mengejarnya.

Kini tinggal aku dan Devi yang berada dikamarku, kulihat Devi menundukkan wajahnya dan terlihat sangat gugup.
Perlahan kudekati Devi, kuraih pingganya dan kupeluk tubuhnya. Devi tampak terkejut tapi tidak menolak saat kupeluk erat tubuhnya, kulihat bibir tipis kemerahan milik Devi itu membuatku ingin segera melumatnya dan merasakan manisnya.
” Dev boleh kakak bertanya? ”
” boleh, tanya apa kak? ” jawab Devi sedikit gugup.
” mm..kamu sudah pernah ciuman belum? ”
” b..b..belum kak ” jawab Devi sedikit gagap, mungkin karena wajah kami sangat dekat sekali membuat Devi gugup.
” boleh kakak mencium bibirmu dev? ”
Devi hanya mengangguk pelan, itu jawaban yang membuatku sangat senang sekali karena itu tandanya 2x aku akan menjadi ciuman pertama untuk 2 gadis belia. Yang pertama tentu saja Arin dan yang kedua sebentar lagi Devi, tangan kiriku tetap kugunakan untuk memeluk pinggangnya dan tangan kananku mengangkat dagunya karena dari tadi Devi masih menunduk.
Terlebih dahulu kukecup keningnya dan juga kedua pipinya yang terasa lembut dibibirku, kemudian kudekatkan bibirku menyentuh bibirnya yang sedikit terbuka. kutempelkan saja dan sedikit mengecap bibirnya merasakan rasa manis yang kurasa seperti rasa anggur dan menghirup nafasnya yang harum, kulepas kecupanku dan kupandangi bibir merekah itu yang seolah mengatakan ” kecup aku lagi aku belum puas “. Aku kecup lagi bibirnya untuk yang kedua kali tapi sekarang aku melumatnya, Devi hanya diam saja menerima lumatanku dibibirnya. Mungkin dia belum tau cara berciuman dan bagaimana membalasnya, tak lama kemudian dia mengikuti dan membalas lumatanku. Terjadilah saling lumat bibir antara kami, diantara lumatan bibir yang semakin bergairah aku menjulurkan lidahku kedalam mulutnya mempermainkan lidahnya dan menghisap liurnya yang terasa manis dilidahku. Terkadang aku mengumpulkan liurku dan kudorong masuk kedalam mulutnya dan Devipun menerimanya dan meneguknya, kami lakukan itu berulang-ulang, saling lumat saling belit lidah dan bertukar air liur.

Sekitar 10menit kami melakukan freskiss yang dahsyat dan aku pun menyudahinya, melepaskan tautan bibir kami karena kami seperti mau kehabisan nafas dan saat bibir kami terlepas jatung kami memburu dan nafas kami ngos-ngosan kehabisan udara. Kulihat wajah Devi merah merona menahan birahi yang mulai memuncak, kukecup keningnya dan juga kukecup bibirnya sebentar. kuputuskan sekarang menyudahi sampai disini dulu karena aku pikir malam ini masih banyak waktu untuk melanjutkannya, Sekarang waktunya bagi kami untuk bersih-bersih diri dulu nanti kalo sudah bersantai baru dilanjutkan. Karena aku tidak ingin terburu-buru memuaskan 2 gadis belia ini selain itu aku ingin Devi tidak terlalu kesakitan saat aku memerawaninya nanti dan menjadikannya trauma, aku ingin dia menikmatinya dan ml yang pertama ini membuat dia berkesan. Aku mengambil handuk juga pakaian ganti dan langsung keluar kamar, aku mau mandi dikamar ortuku saja karena dikamarku sudah dibuat mandi secara bergantian Arin dan Devi.

Aku sungguh terpesona melihat Devi yang squirt karena baru kali ini aku melihatnya, sungguh berbeda dengan Arin yang kalo orgasme cairannya hanya merembes saja disaat keluar. tapi ini lendirnya memuncrat beberapa kali mengenai mulut dan sebagian wajahku, aku menyeka wajahku yang terkena lendir cintanya Devi.
Aku segera berjongkok didepan selakangannya Devi, kuposisikan tubuhnya rebah sempurna dan mulai kukangkangkan kakinya menekuk keatas. Kusuruh Devi memegangi lututnya agar posisinya bisa mengangkang dengan sempurna, meskipun terlihat tubuhnya lemas tapi Devi menurut saja dengan apa yang aku suruh.

Perlahan kubuka belahan bibir memeknya Devi menggunakan jempol dan jari telunjuk tangan kananku, kupegang penisku menggunakan tangan kiri kuarahkan ujung penisku dan langsung kutekan. sudah cukup lama dan juga sudah berapa kali aku mencoba untuk memasukkan kememek Devi, tapi belum bisa memasukinya. Aku ingat bagaimana caraku dulu saat pertama kali menembus memek Arin, segera aku praktekkan terhadap Devi. Kutunggu otot memeknya mengendur baru kutekan penisku, dan saat ototnya mengencang seolah menghisap kuhentikan tekananku. Penisku sedikit demi sedikit mulai masuk membelah bibir memek Devi, sampai kepala penisku terbenam semua. Tapi saat aku menekannya lagi agar bisa masuk lebih dalam lagi sungguh terasa sulit, mungkin karena bentuk penisku yang semakin kepangkal semakin besar membuka setiap milinya harus membuat jalan, beda dengan penis yang kepalanya lebih besar yang penting kepala sudah masuh seterusnya lebih mudah.
Pelan-pelan kugerakkan pinggulku naik turun mengeluar masukkan kepala penisku, kulakukan itu agar memek Devi terbiasa dulu dengan besarnya kepala penisku.

oowh..oohh..kak perih…ooohh..kak ooohh..gellii..ooohh..
tak kuhiraukan rintihannya Devi dan terus kuayunkan pinggulku, setelah kurasa kepala penisku sudah lancar keluar masuknya dan juga terasa lendirnya bertambah banyak.
Kuposisikan tubuhku untuk menindih tubuhnya, bersamaan dengan rebahnya tubuhku menindih kutekan juga pinggulku turun.

ppprreett..ppprreett..bbblleeesss…
Penisku seperti merobek sesuatu yang lembut, membuat penisku sampai setengahnya yang masuk.
ooww..aduhh..kak sakiit..aaduhhh..kak..aacchh..
Kuusap air matanya yang menetes menahan sakit, kuciumi wajah dan bibirnya juga kuremas buah dadanya agar bisa mengurangi rasa sakitnya.
Setelah Devi sudah cukup tenang, mulai kugenjot keluar masuk penisku secara pelan dan konstan. Aku tidak mau memaksakan penisku masuk secara penuh dulu, dan melakukan seperti yang diawal tadi agar memek Devi terbiasa dengan setengah penisku yang berada didalamnya.
Tarik tekan tarik tekan semakin lama semakin cepat, oohh..baru setengah saja sudah membuatku keenakan. Terasa penisku dicengkram sesuatu yang lembut hangat dan juga terasa dihisap-hisap.

ooohh..eennakk..Dev ooohh..memekmu sempit sekali ooohhh..eennakk..
ooohh..aacchh..pelan-pelan kak..ooohhh..ooohh…hheeggt..ooohh..
Terus kuayunkan pinggulku naik turun mengeluar masukkan setengah penisku membuat memeknya semakin basah dan licin, kusuruh Devi merangkulku dan kutelusupkan tanganku dari bawah ketiaknya mengarah keatas untuk memegang bahunya dan bersiap untuk memasukkan penisku lebih dalam sampai mentok.

” Dev kakak mau tekan lagi penis kakak agar bisa sampai mentok, kalo sakit tahan aja ya sayang? gk lama kok sakitnya ”
” iya kak, tapi pelan-pelan ya kak! sakit banget rasanya ”

Aku mulai melumat bibir tipis nan merah milik Devi dan terjadilah freskiss antara kami, disaat Devi menikmati bibir kami yang saling melumat aku mulai menekan dengan pelan namun kuat pinggulku kebawah.

Ssslleeepp..bbblleeesss….
Mentok sudah penisku terbenam didalam memek Devi, rasa perih dan sakit membuat Devi melepaskan tautan bibir kami dan air matanya meleleh membasahi pipinya. Kakinya menjejak sofa ingin mengangkat tubuhnya mencoba melepaskan penisku yang sudah tertanam mentok didalam memeknya, mungkin gerak reflek karena merasakan sakit yang luar biasa, karena selain robeknya selaput dara juga terlalu besar dan panjangnya penisku untuk ukuran memek Devi yang masih 14th itu.
Aaadduuhh..kak sakiit..sudah kak..hhiiks..hhiiks..aaduhhh..aaww…hhiiks..
Aku terus menahan bahu Devi agar penisku tetap tertanam didalam sampai Devi tenang dan tidak meronta lagi, aku kecupi dan jilati leher yang jenjang itu, untuk mengirim rasa geli dan juga rangsangan agar rasa sakit yang dirasakan Devi jadi terpecah dengan rasa geli dan nikmat.

Setelah kurasakan Devi sudah lebih tenang, aku mulai menarik keluar penisku tapi belum sampai setengah dari penisku yang keluar sudah kumasukkan lagi secara perlahan dan konstan. Itupun kurasakan tubuh Devi masih tegang, mungkin masih terasa perih saat kukeluar masukkan penisku.
Semakin lama kurasakan tubuh Devi semakin rileks, mulailah kutingkatkan genjotanku. Awalnya tidak sampai setengah penisku yang keluar sudah kumasukkan lagi, kini kutarik lebih keluar sampai hanya kepala penisku yang berada didalam lalu kutekan lagi sampai mentok.
ooohh..kak ooohh..hmm..heeng..ooohh..

” masih sakit Dev? ”
” masih sedikit perih kak, jangan kenceng-kenceng ”

Aku tetap melakukan genjotan secara penuh namun pelan, agar memek Devi beradaptasi dengan besar dan panjangnya penisku disetiap milinya.
ooohh..ennakk..banget Dev ooohh..punyamu sempit..ooohh.. nikmmaatt..
Tanpa sadar aku juga ikut merintih dan melenguh merasakan kenikmatan ini, secara perlahan kutingkatkan genjotanku tapi tetap hati-hati takut Devi masih merasakan sakit. Tidak kudengar Devi mengeluh kesakitan lagi justru rangkulannya semakin erat dan kakinya dilingkarkan dipinggulku, dan bibirnya mencari-cari bibirku meminta untuk melakukan freskiss lagi.
Semakin mantap ayunan pinggulku dan lebih kupercepat lagi genjotanku, sungguh nikmat sekali penisku menyusuri lorong basah yang mencengkram dan menghisap kuat. Sepertinya Devi juga sudah bisa merasakan nikmatnya persetubuhan kami, karena aku sudah tidah mendengar lagi rintihan kesakitan justru lenguhan nikmat yang keluar dari bibirnya.

Ccllepp..ccllepp..cclloopp..cclloopp..ppllookk..pp llookk..
Bunyi selakangan kami yang saling beradu dan juga penisku yang keluar masuk memeknya yang semakin basah.
ooohh..ooohh..kak terruss..ooohh..kak..ooohh..kok jadi eennakk..ooohh..ampun dech..eennakk..ooohh..
Iya Dev..ooohh..kakak juga rasa eennakk…ooohh..nikmat banget memekmu ooohh…sempiitt..ooohh..
Lenguhan kami yang saling bersahutan diantara bunyi selakangan kami yang saling beradu, terdengar sangat merdu ditelinga kami yang telah diselimuti nafsu yang semakin memuncak.

Ooohh..lebih cepat lagi kak..aacchh..Devi sudahh..mau pii..piiss..enakk..laaggiii..ooohh..
Kupercepat genjotanku menggunakan irama 5:1, lima kali genjotan setengah penis satu kali genjotan dengan penis yang penuh keluarnya dan juga masuknya. Membuat Devi kelojotan dan belum lama kulakukan itu tubuh Devi sudah menegang, rangkulanya semakin erat dan disaat penisku kukeluarkan sampai hanya kepalanya saja yang berada didalam lalu kusentakkan lagi turun kebawah dengan kuat sampai mentok tubuh Devi langsung kelojotan.
Ooohh..kak awas Devi mau pipiiss…ooohh..pipiiisss…
Tubuh Devi kelojotan dan meronta saat squirt melandanya, aku tetap menahan tubuhnya agar penisku tidak terlepas dari dalam memeknya karena aku ingin merasakan penisku didalam memek yang sedang squirt.

Ccrreett…cccrreett..cccrreett…
Beberapa kali ujung penisku dihantam cairan squirt yang cukup kencang, wow..penisku rasanya dicengkram dan disedot-sedot sangat kuat seperti ingin dilumat hingga hancur. Aku sangat menikmati sekali rasanya karena sedotannya yang kuat seolah memaksa maniku untuk keluar, setelah tubuhnya tenang aku mulai menggenjot lagi tapi setiap kugenjot tubuhnya bergetar lagi hingga lima kali genjotan masih seperti itu. Sampai tidak ada getaran lagi ditubuh Devi aku mulai mempercepat lagi genjotanku, kurasakan dinding memek Devi semakin licin dan penisku semakin basah kuyup.

ccllepp..ccllepp..ppplleekk..ppplleekk…ccplok.. ccplok…
Semakin nyaring bunyi selakangan kami yang beradu, mendengar suaranya membuatku semakin bernafsu dan tanpa sadar kutingkatkan lagi genjotanku membuat tubuh Devi ikut terlonjak-lonjak mengikuti hantamanku.

Ooohh..ooohhh…Dev ooohh..nikmat sekali ooohhh kakak sudah tidak tahan Dev oohh..kakak mau kkeelluuaarrr..
Iya kak..oohh..terus kak..ooohh tteerruuss..Devi juga mau pipiiss lagi..ooohh..ppiippiiiisss…ooohh…
Kupercepat lagi genjotanku karena aku juga merasakan maniku akan meledak, disaat maniku sudah diujung dan siap meledak kugenjot lebih kuat kutekan dalam-dalam dan buru-buru kucabut kuarahkan kemulutnya langsung kumasukkan kemulutnya dan kukocok sampai maniku keluar.

Ccccrrrroooot…ccccrrrroooot..ccccrrrroooot..
Kurasakan sangat banyak maniku yang keluar membuat Devi melepaskan penisku dari mulutnya karena tidak bisa menampung maniku, sehingga membuat maniku menyembur berhamburan diwajahnya dan juga mengenai jilbabnya.
Bersamaan dengan muncratnya maniku tubuh Devi juga bergetar dan mengejat-ngejat kelojotan, karena Devi mendapatkan squirt lagi.
Setelah maniku sudah tidak ada lagi yang keluar aku langsung terkapar dikarpet dibawah sofa yang jadi pertempuran kami, nafasku masih ngos-ngosan belum teratur karena aku juga mendapatkan orgasme yang dahsyat.
Setelah nafasku teratur aku lalu bangkit ingin melihat kondisi Devi, kulihat Devi sudah tertidur dengan wajah dan sebagian jilbabnya beleporan air maniku. Mungkin Devi sangat keletihan setelah tiga kali mendapat squirt dan juga ketegangan saat proses pecah perawanya tadi, Terus aku lihat kebawah disekitar memek Devi ada bercak darah yang cukup banyak dan disofa juga terlihat noda darah, aku menjadi terharu dan juga kasihan melihat darah yang cukup banyak keluar pasti Devi tadi sangat kesakitan.
Aku kemudian menuju kamar mandi untuk membersihkan penisku yang belepotan lendir dan juga darah yang sudah mengering dipangkal penisku, Setelah kurasa sudah bersih kupakai celanaku kembali dan segera pergi kedapur mengambil air hangat memakai baskom dan juga kuambil handuk kecil untuk menyeka tubuh Devi.
Kuhampiri devi yang masih tidur disofa, pertama kubuka jilbabnya dan mulai kuseka wajahnya yang belepotan maniku dengan handuk kecil yang sudah kubasahi air hangat. Setelah kurasa wajahnya sudah bersih usapanku mulai turun kelehernya sampai kedadanya, usapanku kuturunkan lagi melewati perutnya hingga sampai keselakangannya. Kubersihkan memeknya yang belepotan darah dan juga cairan squirtnya sampai bersih, juga sekitar paha bagian dalam tak lupa kubersihkan karena saat kusenyuh terasa lengket-lengket.
Semua kuanggap sudah bersih lalu aku bawa pakaian Devi dan juga bekas handuk untuk menyeka tubuhnya tadi kekamar mandi, kuambil dasternya Arin untuk kupakaikan ketubuh Dev tanpa daleman. Setelah semua selesai dan Devi sudah bersih kumatikan tv lalu kupondong tubuh Devi menuju kamarku, kubaringkan tubuh ditempat tidur yang sudah ada Arin yang tertidur pulas. Aku juga ikut berbaring mengambil posisi ditengah-tengah antara Devi dan Arin, aku telusupkan kedua tanganku melalui bawah lehernya Arin dan Devi sehingga posisiku seperti merangkul keduanya. Secara spontan Devi dan Arin memiringkan tubuhnya menghadapku dan keduanya sama-sama tidur sambil memelukku, aku kemudian mencium keningnya Arin dan juga kening Devi secara bergantian, setelah itu aku merileks kan tubuhku untuk segera tidur. Mungkin rasa letih dan juga rasa kantuk membuatku langsung terlelap dalam tidur, padahal belum lama mata ini terpejam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*