Home » Cerita Seks Sepupu » Adik Sepupuku Yang Manja 6

Adik Sepupuku Yang Manja 6

Cerita Sebelumnya : Adik Sepupuku Yang Manja 5

Hari ini ortuku dan ortunya Arin keluar kota menghadiri undangan famili kami yang mengadakan acara pernikahan anak mereka, rencananya menginap 1malam disana dan aku tidak ikut karena ditugaskan menjaga rumah dan juga menjaga Arin.
Sekitar jam 4 sore aku duduk bersantai diteras belakang rumah menikmati suasana sore hari yang cerah ditemani sigaret kesukaanku dan juga secangkir kapucino, disaat seperti inilah aku sering terbuai lamunan tentang apa yang selama ini aku dan Arin lakukan.

Meskipun itu adalah pengalaman yang sangat menyenangkan, tetapi akhir-akhir ini rasa bersalah kadang selalu menghantuiku. Namun begitu aku belum bisa mengendalikan nafsuku, dan kejadian yang kadang kusesali ini tetap saja terus berulang. setiap ada kesempatan selalu kami manfaatkan untuk mengumbar birahi kami, setiap sudut rumah ini hampir semua sudah kami jadikan tempat berfantasi kami. Sudah hampir 1th kami menjalin hubungan yang banyak orang bilang itu hubungan yang sangat tabu, sudah tidak terhitung lagi berapa kali kami melakukanya. Tapi dari itu semua ada 1 kejadian yang menurutku paling ekstrem, dimana kami ml didekat ortuku, berkesan karena sensasinya sungguh luar biasa. Dan selalu lamunanku terhenti pada kejadian itu, karena memang sampai kapanpun tidak akan pernah aku lupakan.

Waktu itu seperti biasa setelah makan makan malam kami menonton tv diruang tengah, ortuku duduk disofa berdua sedangkan aku dudu dibawah didekat mereka.
Tak lama kemudian Arin datang dengan memakai baju tidur kesukaanya daster yang panjangnya sedikit diatas lutut, tapi yang beda kali ini Arin membawa selimut.
Tanpa permisi langsung duduk dipangkuanku dan membentangkan selimutnya menutupi bagian depan tubuh kami, menikmati acara tv diselingi ngobrol yang penuh canda tawa setiap hari kami lakukan membuat keluarga ini selalu harmonis. Karena tubuhku dan tubuh Arin tertutup selimut, aku iseng meraba memeknya dan aku sempat terkejut karena Arin tidak memakai cd. Kurasakan memek Arin sudah basah cenderung becek, hhm..rupanya ini anak lagi horny. Mulai kugesek belahan memeknya naik turun menggunakan jariku, hanya sebentar saja kulakukan itu Arin berbisik menyuruhku memasukkan penisku yang memang sudah berdiri tegak.
Justru itu membuatku kebingungan karena ortuku masih berada didekat kami, akhirnya aku mendapat ide. secara perlahan kukeluarkan penisku dan kusuruh Arin mengangkat pantatnya dulu karena aku ingin mengambil hape yang ada didalam saku celana, Suaraku sengaja kubuat agak keras supaya ortuku dapat mendengar agar tidak curiga.
Tau apa yang aku inginkan Arin mengangkat pantatnya serta meraih penisku, diarahkannya ujung penisku ke memeknya. Dirasa sudah tepat pada lubangnya dan hapeku sudah aku keluarkan, Arin menekan pantatnya kebawah dan akupun membantu memegang pinggangnya ikut menekan. Secara perlahan penisku memasuki memek Arin hingga mentok, dan seolah Arin kembali pada posisi semula duduk dipangkuanku.

Kami tidak bisa banyak bergerak karena takut ortuku menjadi curiga dengan ulah kami, namun begitu aku harus tetap menahan pinggang Arin. Mungkin karena ingin meraih kenikmatan yang lebih tanpa sadar bahwa ortuku masih didekat kami, Arin terkadang memutar bahkan sedikit menaikkan dan menurunkan kembali pantatnya.
Sekitar 1 jam kami diam dalam posisi tersebut dan hanya bisa saling mengedut-ngedutkan alat kelamin kami, ortuku kemudian pamit mau tidur duluan dan setelah kudengar pintu kamar ortu ditutup dan dikunci barulah aku berani bersuara.

” gila kamu dek, tadi kalo ketahuan gimana? ”
” mau gimana lagi kak, Adik sudah tidak tahan sudah horny sejak tadi ”
” dasar kamu dek tidak sabaran! ”
” nggak tau ya kak, mungkin adek mau dapat kali ya! bawaanya horny mulu ”
Aku tidak menjawab langsung meremas-remas buah dadanya, Ari tidak tinggal diam mulai menaik turunkan pantanya menggenjot penisku.
oohh..kak..oohh..enakk banget..aacchh..oohh..
Arin meracau dan mendesah tidak karuan, banyak sekali cairan memeknya yang keluar, kurasakan sampai meleleh membasahi kantong biji penisku.
cplook..ccplok..pleekk..pleekk..cplook..bunyi selakangan kami yang saling beradu.
Pelan kudorong Arin kedepan sampai aku pada posisi berlutut dan Arin menungging didepanku dan mulai kugenjotkan dengan cepat pantatku maju mundur, membuat tubuh Arin ikut terlonjak-lonjak kedepan dan kebelakang.
Dengan posisi dogy seperti ini membuat penisku lebih mentok menghujam sampai terasa membentur dinding rahimnya.
oohh..oohh..dek..ooh..ennaakk..oohh..enaakk..dek..
iiyyaa kak..oohh..aach..ennakk..oohh..lebih cepat lagi kak..oohh..adek mau keluarrr..oohh..kklluarr…
Tubuh Arin menegang dan mengejat-ngejat tak lama berselang penisku terasa disiram cairan hangat dari dalam rahimnya.
sssseeeerrrr..sssseeeerrrr…sssseeeerrrr…
Arin langsung ambruk tengkurap diatas karpet, penisku sampai terlepas dari dalam memeknya. Kulihat tubuhnya masih bergetar menandakan orgasmenya belum berhenti, aku tidak menunggu lama karena aku juga sudah hampir mencapai orgasme segera kududuki pangkal pahanya dan mengarahkan penisku memasuki memeknya kembali.
bblleess…sekali tekan masuk sudah penisku sampai mentok, karena memang memeknya sudah basah kuyup oleh orgasmenya tadi membuat penisku tidak sulit memasukinya.
Kurapatkan kakinya dan mulai kugenjot lagi penisku keluar masuk, ooh..memeknya terasa lebih menjepit.
oohh..oohh..sempit sekali memekmu dek..oohh..oohh..eennakk..dek..sempitt..oohh..
Arin hanya diam saja sesekali merintih nikmat, terlihat sangat lemas setelah badai orgasme melandanya.
Semakin kupercepat genjotanku karena aku juga merasakan sebentar lagi akan orgasme.
cplook..plook..plook..cplook..bunyi selakanganku menghantam pantat arin.
oohh..dek..oohh..kakak mau keluarrr..dek..aahh..kklluarr..aacchh..
Kutekan penisku sedalam-dalamnya dan maniku langsung menyembur sangat kuat langsung masuk kedalam rahimnya.
cccrrooott..ccccrrrroooot…ccccrrrroooot…
Aku juga merasakan memek Arin berkedut-kedut dan menghisap penisku, mungkin Arin juga mendapatkan orgasmenya yang kedua bersamaan dengan semburanku tadi, aku langsung ambruk menindih tubuhnya karena tubuhku terasa lemas sekali.

Aku terkejut dan lamunan mesumku buyar mendengar hapeku berbunyi tanda ada panggilan masuk, kulihat dilayar hapeku Arin yang menelpon. Tumben ini anak telpon, ada apa ya? gumamku dalam hati. Kulirik jam sebentar sudah pukul 5, astaga sudah 1 jam aku melamun mesum aku jadi senyum-senyum sendirian.
Segera kuangkat telponku, dan ternyata Arin memintaku menjemputnya disekolahannya. Katanya tadi ada tambahan pelajaran sehingga jam segini dia baru pulang, Aku langsung mengeluarkan mobilku dan segera meluncur kesekolahanya Arin, sekitar setengah jam aku sampai dan langsung menepikan mobilku. Arin sudah menunggu didepan gerbang, Tapi kulihat dia tidak sendiri bersama temannya yang terlihat memakai jilbab.
Aku segera turun menghampiri mereka.
” kak kenalin ini temanku, Devi namanya ” ucap Arin memperkenalkan temanya, kuulurkan tanganku mengajak berjabat tangan dan Devipun menyabutnya.
” Wildan..” ucapku memperkenalkan diri.
” Devi..” jawabnya sambil tersipu-sipu malu.
Kulihat Devi ini tidak kalah cantik sama Arin badannya pun terlihat seimbang, yang beda Devi memakai jilbab dan sekilas buah dadanya terlihat lebih besar.
” kak nanti Devi ikut menginap dirumah kakak, boleh ya? ” ucap Arin meminta ijin, ya karena dirumah sendirian nanti malam Arin memang tidur dirumahku.
” boleh-boleh saja tambah orang kan tambah rame dek, tapi minta ijin dulu sama ortunya ”
” iya, kita kerumah Devi dulu minta ijin sama mau ambil baju untuk ganti nanti ”
” oke, kalo gitu ayo berangkat sekarang ”
Kami bertiga berjalan kearah mobil, Arin duduk disebelahku dan Devi duduk dibelakang sendirian. Kukemudikan mobilku menuju rumahnya Devi yang ternyata tidak jauh dari sekolahan, setelah berpamitan dan mengambil baju ganti kami meluncur lagi pulang kerumahku.
Tapi sebelum sampai dirumah aku mengajak Arin dan Devi keresto dulu untuk makan, agar nanti sampai rumah kami tidak perlu lagi makan malam.

Setelah mendapat parkir kami bertiga masuk keresto dan memilih tempat duduk, seorang waitres segera mendatangi kami dan menyodorkan daftar menu yang ada diresto tersebut.
Arin dan Devi memesan nasi goreng dan es lemontea sedangkan aku memesan ayam peyet dan kapucino, setelah pesanan diantar kami segera bersiap menyantapnya.
Tapi sebelum mulai makan Arin pamit ketoilet dulu, tinggalah aku dan Devi mulai makan tanpa menunggu Arin kembali.
Saat aku menikmati makanku, kudengar Devi memanggilku.
” kak..”
” iya Dev ada apa? ”
Kuhentikan suapanku dan kutatap Devi ingin mendengar apa yang akan dibicarakannya, tapi Devi hanya diam saja tidak segera bicara dan kulihat wajahnya sedikit memerah.
Kulanjutkan makanku sambil menunggu apa yang akan dibicarakan Devi, kurasakan Devi mendekatkan badannya dan agak berbisik dia berkata.
” kak ajarin Devi ml, seperti yang kakak lakukan sama Arin ”
Aku langsung tersedak dan badanku sedikit terlonjak mendengar apa yang dikatakan Devi.

Aku terdiam mencerna apa yang baru dikatakan devi, aku seakan tidak percaya apa yang aku dengar. Setelah nyawaku kembali karena sempat ikut terlepas brsama rasa terkejutanku, aku beranikan menatap devi dan kulihat meskipun wajahnya merona merah seperti menahan malu tapi Devi menatapku seolah mengatakan bahwa dia serius dengan ucapannya.

” maksud kamu apa sich dev?, kakak gak ngerti ”

” Arin sudah cerita sama aku kak tentang semua yang telah kakak lakukan sama Arin, kami sudah seperti saudara jadi tidak ada rahasia diantara kami ”

” memang kamu sudah pikir baik-baik apa yang kamu katakan barusan ” tanyaku ingin mengetahui isi hatinya.

” sudah kak, makanya aku ngomong sama Arin dan dia sudah setuju ”

” jadi ini semua rencana kalian? ”

” iya kak ”

” kalian ini sudah benar-benar gila!, kamu sudah tau resikonya kan? ”

Aku tidak habis pikir dengan apa yang diinginkan Devi, aku bingung apa yang harus aku lakukan. Antara menuruti atau menolak keinginan Devi, sebagai laki-laki normal tentu itu tawaran yang sangat menggiurkan. Tapi hatiku seakan menolaknya karena aku kasihan kepada Devi harus kehilangan kesuciannnya bila aku menuruti keinginannya, Sedangkan sudah merenggut kesucian Arin sering membuatku merasa bersalah.

” Devi sudah berpikir tentang resikonya kak, devi tidak akan suci lagi tapi seperti cerita Arin dia juga tidak menyesal karena dia sangat sayang sama kakak dan kakak orangnya sangat baik jadi Devi pun juga berpikir seperti itu ”

” kakak belum tau Dev, kakak harus setuju dan melakukanya atau tidak karena bagi kakak ide kalian itu sungguh gila! ”

Akhirnya kami terdiam sibuk dengan pikiran kami masing-masing, aku sudah kehilangan selera makanku karena pikiranku sudah dipenuhi dengan permintaan Devi yang aku anggap gila itu.
Tak lama kemudian Arin kembali dari toilet dan mulai menyantap makanannya, dan kami bertiga kembali ngobrol biasa saja tanpa membahas masalah yang tadi.

Setelah selesai makan kami bertiga menuju kemobil dan segera meninggalkan kafe, didalam mobil Arin yang lebih banyak bicara karena Devi hanya diam dan hnya sesekali menjawab ocehanya Arin.
Tapi belum lama kami meninggalkan kafe tangan Arin mulai meraba penisku dari luar celana, membuatku terkejut dan sempat menjadikan mobilku sedikit oleng tapi aku segera fokus kembali kejalan.

” apa-apa an sich kamu dek?, masih dijalan dan ada temanmu tuh ”
” sudah kakak fokus aja sama jalan dan nikmatin aja, Arin mau mengajarkan teman Arin yang penasaran terus itu ”
Akhirnya aku hanya diam dan menuruti saja saat Arin menyuruhku menggeser sedikit kursiku agak kebelakang, sebenernya aku juga ingin merasakan sensasinya dihj atau dibj saat menyetir lagian Devi juga minta aku mengajarinya ngesex jadi seharusnya dia sudah siap seandainya malihat yang seperti ini, jadi menurutku tidak masalah justru membuat penisku langsung berdiri tegak.

Arin kemudian mengeluarkan penisku menggenggamnya diselingi kocokan pelan, Arin menyuruh Devi mendekat agar bisa melihat semua yang terjadi didepan.
Aku lihat dari spion tengah Devi menutup mulutnya dan melotot saat melihat penisku.
” kenapa Dev lihatnya kok sampai segitunya ” tanya Arin sambil mengerlingkan matanya menggoda Devi.
” punya kak wil kok besar dan panjang ya? apa bisa muat ya punyaku? ” jawab Devi dan tanpa sadar tanganya meraba selakangannya sendiri, mungkin mencoba untuk mengukur muat atau tidaknya.
” ya muatlah! buktinya punyaku aja muat, kamu perhatikan ya? ini bisa membuat kakakku tersayang ini keenakan ” Devi hanya mengangguk dan terus memperhatikan apa yang dilakukan Arin terhadap penisku.
Aku hanya diam dan tetap fokus menyetir saat penisku dijadikan eksperimen kedua ABG cantik ini, Arin mulai mengocok penisku kemudian dia mulai menundukkan kepalanya dan diawali dengan menjilati lubang kencingku yang sudah mengeluarkan cairan percum. Setelah puas menjilat Arin mulai memasukkan penisku kedalam mulutnya, Arin mulai menaik turunkan kepalanya mengeluar masukkan penisku kedalam mulutnya diselingi hisapan dan jilatan lidahnya yang lembut itu.
oohh..nikmat sekali rasanya membuat kosentrasinku terpecah antara nikmat dan fokus kejalan, setelah 5 menitan Arin melepas penisku dari mulutnya tapi tangannya tetap mengocok perlahan.
” Dev kamu mau coba? ” tanya Arin kepada Devi yang masih memperhatikan penisku seolah tak berkedip.
” aku kan belum bisa Rin ” jawab Devi sedikit gugup.
” coba dulu dari pada kamu penasaran terus, ayo kamu pindah kedepan ”
Mereka pindah posisi, Arin sekarang dibelakang dan Devi pindah disebelahku.
” ayo Dev jangan diam aja, ntar tititnya kak wil masuk angin loh kelamaan diluar ” goda Arin melihat Devi hanya diam saja.
Perlahan dan sedikit gemetar Devi mulai memegang penisku, diusap dan dielus dari pangkal sampai kekepala penisku dengan tanganya yang sangat halus kurasakan.
Devi mulai mengocok perlahan penisku, kadang sedikit diremas mungkin karena gemas membuatku sedikit ngilu.

Perlahan Devi mulai menundukkan kepalanya yang tertutup jilbab itu, ditempelkanya hidung mancungnya diujung penisku dan menghirup aroma kejantananku. Mungkin dia cukup penasaran dengan aroma penis laki-laki, setelah puas Devi mulai menjilati ujung penisku persis seperti Arin tadi. Perlahan Devi mulai membuka mulutnya mencoba memasukkan penisku, karena belum terbiasa kurasakan Devi agak kesusahan memasukkannya. Tidak lama dia sudah terbiasa dan leluasa mengulum penisku dan mulai menaik turunkan kepalanya perlahan-lahan.
oohh..aku merasakan sensasi nikmat yang berbeda karena penisku dikulum ABG berjilbab.
oohh..oohh..terus Dev..oohh..eennakk..aacchh..
ditengah fokusku mengemudi aku mengerang dan mendesah karena keenakan, Arin juga tidak tinggal diam dia memelukku dari belakang dan menciumi pipiku dan juga sekitar leherku.
Mendengar eranganku Devi semakin semangat mengulum, menghisap dan terkadang menjilat penisku, membuatku merasakan kenikmatan yang sangat luar biasa.
Satu tanganku memegang kemudi dan satu tanganku memegang kepalanya yang berjilbab itu membantu menaik turunkannya, membuat penisku semakin cepat keluar masuk dimulutnya.
oohh..Dev nikmat sekali Dev oohh..teruss..oohh..eennakk..oohhh..aacchh..oohh..
Semakin cepat kubantu menaik turunkan kepalanya karena aku merasakan sebentar lagi maniku akan keluar.
oohh..kocok terus Dev ooh..hisap teruuss..oohhh..
Disaat maniku akan keluar ternyata aku sudah sampai didepan rumahku, kuhentikan mobilku dan langsung kedua tanganku memegang kepalanya Devi kuayunkan pinggulku naik turun mengeluar masukkan penisku dengan cepat.
oohh..kakak mau keluar Dev..oohh..trima mani kakak Dev oohh..telan Dev..oohh..
Semakin cepat kuayun pinggulku karena rasanya maniku sudah mengumpul diujung penisku siap menembak.
ooohhh..Deviiiii…
ccccrrrroooot..ccccrrrroooot..
tembakan pertama dan kedua langsung menghantap tenggorokanya membuat Devi sedikit kelabakan tapi tidak lama dia langsung menelannya dan bersiap menampungnya lagi.
oohh..terima ini Dev ooohhh..telaann…
ccrrooot..ccccrrrroooot..ccccrrrroooot..
Aku menyemburkan maniku kedalam mulutnya dan terus menahan kepalanya agar penisku tidak terlepas dari mulutnya, mau tak mau membuat Devi harus menelan pejuku yang kurasakan banyak sekali keluarnya. Setelah badai orgasme berhenti dan pejuku sudah tidak ada yang keluar lagi, kulepaskan pegangan tanganku dikepalanya maka terlepaslah penisku yang mulai terkulai lemas dari mulutnya.
Devi bangkit dan menyeka bibirnya yang terkena maniku, tapi dia masih terus saja menunduk dan tidak berani menatapku mungkin dia masih malu terhadapku.
Kemudian Arin keluar untuk membuka gerbang rumahku, disaat Arin membuka gerbang aku meraih belakag kepala Devi dan kutarik agar mendekat lalu kucium keningnya dan kuucapkan terimakasih, Devi hanya mengangguk dan tersenyum tersipu-silu malu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*