Home » Cerita Seks Ayah Anak » Ayahku Yang Perkasa 3

Ayahku Yang Perkasa 3

Cerita Sebelmunya : Ayahku Yang Perkasa 2

Sesudah membayar semua biaya administrasi selama di rumah sakit, kami berduapun pulang dengan menumpang sebuah taksi. Saat kami berdua berjalan melalui lorong rumah sakit, tanpa sengaja mataku melirik pada jam dinding yang ada di dekat pintu keluar, ternyata waktu telah menunjukkan pukul 05.45 w.i.b. Tak terasa ternyata aku tadi sudah hampir 45 menit berada di rumah sakit untuk mandi, bersih-bersih dan mempersiapkan segala keperluan yang akan dibawa pulang juga melunasi semua biaya administrasi, beserta obat-obatan yang dikonsumsi oleh papaku. Setelah semuanya beres aku lantas menelepon taksi, dan kami berdua kemudian duduk di salah satu kursi panjang yang ada tepat di halaman pintu keluar rumah sakit. Sesudah menunggu hampir 15 menit, akhirnya taksi yang menjemput kamipun tiba, dan kami segera naik ke dalam taksi untuk kemudian melanjutkan perjalanan pulang ke rumah.

Selama perjalanan pulang kamipun bercanda, dan ayah terus memujiku, hingga membuatku tersipu-sipu malu, ayah mengatakan bahwa diriku jauh lebih cantik, manis, serta perhatian padanya daripada ibuku. Akhirnya sesudah perjalanan selama 35 menit kamipun sampailah di rumah. Oh iya ayahku adalah seorang pensiunan guru, dan papa telah lama pensiun saat aku kelas 2 SMA itu. Setelah menurunkan semua barang bawaan yang di bawa dari rumah sakit, dan beristirahat sejenak ayahpun lalu membisikkan sesuatu di telingaku ini. Papaku berkata; “nduk, kamu maukan papa cepat sembuh sayang?” Lalu akupun menjawab, “tentu saja donk pa, Ratna ingin papa lekas sembuh sayang.” Apa yang dapat Ratna lakukan nich pa, agar papa lekas sembuh sayang?”, sambil kusandarkan kepalaku di bahu papaku. Papa kemudian membelai rambutku yang panjangnya sebahu ini, dan lalu menciumi leherku yang jenjang. Sehingga membuat darahkupun berdesir, dan perlahan akupun mulai mendesah, “ooohhh…paaaa..”

Papa lalu menggendong tubuhku yang mungil, dan sintal ini ke dalam kamarku, tidak lupa papapun mengunci pintunya. Papa kemudian perlahan tapi pasti terus mencumbuiku, dan memasukkan lidahnya ke dalam mulutku ini. Akupun membalasnya dengan membelitkan lidahku, sehingga lidah kamipun saling membelit, tak lupa papapun memberikan sedikit air liurnya. Sementara itu tangan kanan papa meremas-remas pantatku, dan tangan kirinya meremas payudaraku. Aku sudah berusaha melawan sekuat tenagaku, batinkupun bergolak dahsyat, tetapi pada akhirnya naluri kewanitaanku meluluh lantakkan kata hatiku ini yang mengatakan ini dosa. Lama-kelamaan akupun merasakan suatu rasa nikmat yang menjalar di sekujur tubuhku ini, payudarakupun perlahan juga mulai mengeras. Akupun kemudian berbisik pada ayah, “Pa, papa lepas saja baju terusan yang ratna kenakan ini sayang.” Papakupun menggangguk, dan beliaupun lantas mengarahkan tangan kanannya ke punggungku ini, lalu setelah tangan papa mencapai restleting dasterku ini, papa lantas mulai membuka retsleting daster/baju terusan ku ini perlahan-lahan, dan melemparkannya ke kursi yang ada di seberang kasur.

Papa lalu meraba celana dalam ku, dan mulai menggosok-gosokkan satu jarinya di sana, sehingga vaginaku yang telah mulai basah sejak papa mencumbuiku tadi, kini semakin bertambah basah lagi. Aku benar-benar terangsang oleh perlakuan yang diberikan papa kepadaku ini. Papa lalu meminta izin kepadaku untuk melepas celana dalam ku, dan akupun mengganggukan kepala, sambil sedikit kuangkat pantatku ini, agar memudahkan papa untuk melepas celana dalam ku. Perlahan tapi pasti celana dalam ku pun mulai melorot ke tumit, dan akhirnya terlepaslah sudah celana dalam ku ini.

Aku yang masih merasa malu telanjang di depan papa, secara refleks berusaha kututupi belahan liang vaginaku ini dengan kedua tanganku, tetapi papa lalu menepikan tanganku, dan mulai menciumi vaginaku yang sudah sangat basah, dan becek ini. Papa mulai menjulurkan lidahnya, dan tangannya berusaha menjembeng{membuka ke kiri, dan ke kanan dengan menariknya pada kedua sisi yang berlawanan} bibir labia mayora vaginaku ini dan satu jarinya memilin-milin klitorisku. Aku dapat merasakan dinding vaginaku ini berdenyut-denyut saat papa mulai menjilati vaginaku, dan tangannya memainkan klitorisku, perlahan-lahan cairan kewanitaankupun mulai menetes, papa lalu meminum semua cairan kewanitaanku ini. “Oh sayang, rasanya begitu eennaak nduk, nak, putriku cairan vaginamu ini.” Papa berkata demikian sesudah beliau selesai menjilati vaginaku.

Kemudian papa lalu naik ke atas, dan perlahan-lahan membuka kaitan bra ku ini. Sehingga terbebaslah sudah payudaraku ini dari kurungannya, dan menjulang ke atas kedua buah putingku ini, yang mana rata-rata tonjolan(bagian yang menonjol pada puting payudara) dan ukuran puting payudara perempuan(pentil) itu lebih ramping(lebih kecil daripada 3/8 inchi(10 mm) atau kira-kira ukuran puting payudara(pentil) perempuan itu rata-rata sebesar 7/8 dari butir/biji kelereng yang kecil begitupun dengan ukuran puting payudaraku atau dapat juga digambarkan puting payudaraku(pentilku) ini sebesar jempol bayi namun sedikit lebih panjang dengan ujung putingku yang mengacung tegak bagaikan bagian belakang pensil. Papa lalu mulai mengisap putingku yang sebelah kanan sruuppp…sruupp…sssrruupp…, sambil meremas-remas payudaraku ini disekitar daerah areolaku, yang mana pada wanita dewasa diameter areola rata-rata adalah 38,1 mm(1,5 inchi) tetapi ukurannya mencapai rentangan hingga 100 mm(4 inchi) atau lebih luas dan berwarna dari merah muda hingga coklat gelap serta melingkar mengelilingi daerah disekitar puting payudara(pentil). Areola ini adalah daerah yang sangat peka dan sensitif terhadapan sentuhan serta rangsangan. Sehingga akupun meracau manakala kurasakan kenikmatan yang luar biasa akibat dari sentuhan dan rangsangan jari jemari papaku yang konstan nan terus menerus pada daerah areola pentilku ini. “Ooohhh…paaa…uuuuhhh…eeennnakkk sayang, mmmmhhhh…paaa… terusskaaann sayang….

Kala mendengar ocehanku ini papapun menjadi semakin bersemangat dalam meremas, dan menghisap payudaraku. Selang 5 menit kemudian papapun beralih pada payudara kiriku, beliau tambah bersemangat dalam menghisap sluuruupp…sruppp…, dan meremas payudaraku ini, akibatnya akupun semakin mendesah, “ooooohhhh…pppaaaa…, terrrruussss sayang…oooohhh paapaa… tetek Ratna ini hanya untuk papa saja sayanggg….”

Saat aku masih dalam kondisi lemas, tiba-tiba ayahku membuka semua pakaiannya, dan memerintahkanku untuk memegang kontolnya. ” Ratna sayang, tolong elus kontol ayah donk, sudah lama kontol ayah ini gak dielus, dan diisepin sama mama kamu nduk.” Tentu saja aku kaget bukan kepalang, ternyata ayah mengganggapku ini sebagai mama, karena kemiripan wajah kami. Terus terang aku agak mual saat akan menghisap kontol ayahku, selain karena ukurannya yang panjang, dan besar, juga ini adalah pengalaman pertamaku dalam mengisap kontol seorang laki-laki. Akhirnya karena dorongan nafsuku yang sudah sampai ke ubun-ubun, akupun beranikan diri juga mulai menghisap sssluuruupp…sluruupp…, dan mengocok kontol papaku ini. Mungkin karena saking besar, dan panjangnya kontol papa, hingga akhirnya kerongkonganku ini terasa penuh oleh kontol papa. Akupun secara refleks memaju mundurkan kepalaku ini, tidak lupa buah pelir papa, serta kepala kontol papakupun kujilati.

Saat aku tengah asyik mengulum kontol papaku, papa tiba-tiba memasukkan satu jarinya ke dalam vaginaku ini, dan mulai mengocok-ngocok dinding vaginaku, sehingga membuatku semakin cepat dalam mengulum kontol ayahku ini. Selama 3 menit ayah mengocok dinding vaginaku, akupun semakin menggelinjang merasakan kenikmatan yang luar biasa saat jari-jari ayah menyentuh bagian G-spotku(titik grafenberg) yang terletak dua inchi di sebelah atas lubang vaginaku pada bagian depan(anterior) dinding vaginaku yang mengarah ke arah pusar/ke depan dan berbentuk seperti bola kecil dekat dengan urethra atau saluran kencingku, tepatnya pada pertengahan antara pembukaan vagina dengan leher rahimku(serviks), yang mana biasanya pada wanita daerah G-spot(titik grafenberg) itu terletak pada daerah di tengah antara tulang pinggul dengan leher rahim(serviks).

Setelah beberapa menit kemudian, aku sudah hampir sampai untuk kedua kalinya, tiba-tiba keluar cairan putih dari kontol ayah, dan tertelan olehku serta kurasakan rasanya gurih sekali. Setelah itu ayah menjadi lemas, lalu ayahpun mengeluarkan jarinya dari dalam vaginaku ini, sehingga aku merasa nanggung sebab sebenarnya aku sudah hampir mengalami orgasme yang luar biasa saat papa memainkan vaginaku dengan jari, lalu disentuhkannya jarinya tepat pada bagian G-spot(titik grafenberg) di dalam vaginaku ini.

Beberapa saat kemudian setelah staminaku agak pulih karena kocokan jari tangan papaku yang terus menerus pada liang vaginaku terutama di daerah G-spotku(titik grafenberg) ini yang begitu hebatnya, lalu akupun mengajak papa untuk mandi bareng, namun kulihat papa sudah tidak ada di kamarku ini. Nah, karena aku masih merasa sedikit haus, lalu akupun berjalan ke dapur untuk mengambil minum dengan masih dalam keadaan telanjang bugil tanpa sehelai busanapun. Setelah itu akupun lalu mencari kemana papa tadi? Lalu tanpa sengaja aku melihat papaku tengah berbaring di ranjang kamarnya sambil mengocok kontolnya dan memanggil namaku, ÔÇ£Oh ratna papa ingin memilikimu seutuhnya nduk, papa ingin merasakan jepitan vaginamu yang seret itu setiap saat sayang”, begitulah yang dikatakan oleh papaku dalam desahnya. Papa tidak menyadari bahwa di saat itu aku tengah berdiri tepat di depan pintu kamarnya.

Akupun perlahan-lahan berjalan memasuki kamar papaku, lalu duduk disamping papaku yang sedang asyik mengocok kontolnya. Akupun lalu berkata pada papa; “pa, sini biar ratna saja yang kocokin kontol papa sayang.” Papaku lalu menoleh kepadaku, kemudian bangkit duduk dan membisikkan sesuatu ke telingaku ini; “Nduk, apakah kamu mendengar perkataan yang papa ucapkan tadi saat papa sedang onani sayang?” Lalu akupun menjawab; “iya pa, tadi ratna mendengar dengan jelas apa yang papa ucapkan saat papa asyik mengocok kontol papa”. Papapun lalu berkata kepadaku ini; “Nduk, papa sekarang sudah jarang mendapatkan belaian dari mamamu ini, memang kadang-kadang papa dan mama masih berhubungan intim, tetapi mama lebih sering menolak Nduk.” Akupun lalu menyela perkataan papaku; “hmm…iya pa, lantas apa yang ratna bisa lakukan untuk membantu papa?” Papakupun dengan nada memelas menjawab pertanyaanku tadi; “papa ingin memperistrimu Nduk, putriku Ratna yang cantik.” “Papa tidak ingin ada laki-laki lain selain papa yang menikmati kehangatan tubuhmu, manisnya kedua buah payudaramu, dan jepitan vaginamu yang hangat nan sempit itu. Kamu maukan sayang menjadi istri papa ini?” Akupun mengangguk, lalu kukatakan; “iya pa, baiklah ratna mau menjadi istri papa sayang, jujur sejak kejadian saat ratna papa setubuhi dahulu sepulang sekolah itu, ratna selalu ingin papa setubuhi lagi sayang. Ratna merasa iri, dan cemburu pada mama saat ratna mengintip mama juga papa sedang berhubungan intim.”

Papaku kemudian melanjutkan kata-katanya; “Okay, mulai sekarang putuskan pacarmu itu, papa akan setubuhi kamu setiap saat, kecuali saat kamu sedang menstruasi(datang bulan), dan papa akan menghamilimu Nduk serta membuatmu melahirkan anak kita, yang juga buah cinta kita, yang mana itu adalah cucu papa ini. Bagaimana kamu bersediakah sayang?” Akupun merasa kaget papa berkata seperti itu, namun dalam hati merasa bahagia. Akupun tersenyum sambil kukatakan; “iya pa, ratna bersedia sayang, hanya ratna minta papa jangan terlalu sering bersetubuh dengan mama iya pa.” Papaku mengangguk dan mengiyakan permintaanku itu.

Setelah itu papa lalu membaringkanku di sebelahnya, dan mulai menghisap payudaraku, sambil tangan kirinya ditaruh tepat di belahan vaginaku yang tembem ini, lalu papapun mulai mengelus elus dan menggosok ke atas serta ke bawah liang vaginaku ini. Akupun merasakan hangat dan mulai mendesah saat papa menghisap payudaraku ini sruupp sruuppp…slurruuppp begitu bunyi suara yang dikeluarkan dari mulut papa saat menghisap puting payudaraku, dan tanpa kusadari akupun bersuara oooohh…sshh….mmmhh…oooh…aaauucchh…Pa…t eruss pa hisap pentil susu Nana ini pa, oooh eenaakk pa rasanya, begitu desahku saat aku menikmati hisapan mulut dan sapuan lidah papa pada puting payudaraku sebelah kiri yang membuat darahku ini berdesir, lalu akupun juga memejamkan mataku kadang sampai kutengadahkan kepalaku menikmati permainan lidah papa pada puting payudaraku yang semakin menegang.

Papa tak lupa juga meremas remas payudaraku sebelah kanan dengan tangan kanannya sehingga membuatku semakin merasa terbang ke awang-awang merasakan buaian kenikmatan yang sungguh tiada taranya ini. Akupun terus mendesah dan mengerang, “ooowwwhh…eemmmhh pa…teruskaan pa…hisap terus puting payudara Nana ini pa…aaauuucchh…ssshh… Nana milik papa selamanya!”

Sesaat setelah papa mendengar desahan, rintihan, dan ucapanku ini papa lalu berganti mengenyot pentil payudaraku yang sebelah kanan…ssruuppp…sssruuppp…srruuppp…sluurruupp…slu rruuppp bunyi sapuan lidah papaku yang sedang asyik menghisap dan menikmati puting payudaraku yang kanan ini. Akupun semakin menggelinjang saat tangan papa diarahkan dan ditaruh tepat diatas belahan vaginaku yang mulai basah sambil papa terus menggosok gosok vaginaku ini dengan tangan kirinya, lalu perlahan bibir labia mayora(bibir luar) liang vaginakupun mulai merekah dan membuka seperti kelopak bunga yang mekar, juga semakin bertambah basah, sehingga papakupun semakin bernafsu dalam memainkan vaginaku yang telah basah kuyup ini. Sesekali disentuhkannya pula jari tangan kirinya itu oleh papaku tepat pada klitoris ku atau itilku yang telah menegang, mengeras, dan membesar sebesar biji kacang ini, dan akupun kemudian mendesah serta melenguh semakin keras…”ooowwhhh…aaauucchhh…hhuuhh…sshhh…eemmmh.. .pa…enak sayang…terus pa…mainin itilku ini suamiku papaku cintaku…oowwhh…mmhh..sshh…hhuuh…enak banget gosokan tangan papa di vaginaku ini pa.”; tanpa kusadari aku mengeluarkan kata-kata itu sebab kurasakan kenikmatan yang begitu enak di vaginaku ini saat papa menggosokkan jarinya di belahan vaginaku sambil papa mempermainkan vaginaku yang liangnya telah merekah ini dengan jari-jarinya.

Melihatku ini mendesah, dan melenguh saat vaginaku ini dipermainkan oleh papa dengan jari-jarinya, papapun lalu tiba-tiba menghentikan aksinya dalam memainkan vaginaku dengan jari-jarinya tanpa kusadari. Papakupun kemudian menggesekkan kontolnya yang telah menegang maksimal itu di sepanjang bibir liang vaginaku yang telah merekah dan juga becek ini. Aku yang masih belum menyadari apa yang terjadi masih tetap membiarkan papa memainkan vaginaku ini, dan malah kunikmati sambil aku terus merem melek serta mendesah merasakan kenikmatan yang luar biasa ini, “ooowwhh…mmmhh…sshh…pa…eenaakk sayang…ÔÇØ Papa tiba-tiba lalu mendorongkan sedikit pantatnya ke depan, dan akupun lantas menyadari apa yang sedang terjadi saat kepala kontol papaku itu perlahan memasuki liang vaginaku yang sudah becek ini lalu membelahnya perlahan-lahan sehingga terdengar bunyi sleeb…bless…bless…pertanda kontol papaku sudah memasuki vaginaku ini hingga dapat kurasakan kontol papaku telah menerobos masuk ke dalam lubang vaginaku dan mentok hingga ke dalam mulut rahimku ini serta memenuhinya juga mengisi tiap jengkal centi demi centi mili demi mili di dalam vaginaku ini, yang menyebabkan aku sedikit meringis juga menggigit bibirku ini untuk mengurangi rasa pedih atau perih yang kurasakan saat itu .

Aku merasakan dinding vaginaku ini berdenyut-denyut dan mencengkeram kontol papaku dengan erat. Akupun berusaha untuk mengimbangi gerakan papaku dalam memaju mundurkan kontolnya dengan sesekali kumiringkan gerakan pantatku ini ke kanan maupun ke kiri agar aku dapat merasakan tusukan demi tusukan, dan tujahan demi tujahan kontol papaku di dalam vaginaku ini, serta aku juga dapat mengatur ritme denyutan demi denyutan dari dinding vaginaku dalam menjepit sepanjang kepala kontol hingga batang kontol papaku yang panjang nan besar itu. Akupun tak lupa terus mendesah di sepanjang persetubuhan kami ini. Persetubuhan antara seorang puteri dengan ayah kandungnya yang memang terlarang, dan diharamkan oleh agama apapun, namun sungguh nikmat rasanya tanpa dapat dilukiskan oleh sepatah maupun beberapa patah kata ataupun syair puisi.

Aku benar-benar menikmati setiap tusukan juga tujahan dari batang penis papaku yang terus menerus secara konstan menggesek otot-otot di sepanjang dinding dalam vaginaku ini yang terus berdenyut mencengkeram batang penis papaku yang besar nan panjang seirama dengan setiap ayunan putaran dari pantatku ini, yang mana kadangkala pelan dan kadangkala juga cepat. Papaku yang memang sudah ahli atau mahir dalam bercinta sesekali menggerakan kontolnya hingga menyentuh titik G-spot(titik grafenberg) vaginaku yang terletak dua inchi di bagian atas vaginaku ini sehingga akupun semakin melenguh..dan mendesah; “Oowwhh…mmmhh….aaauucchh….hhuuhhffhh…sshhh …enak banget vaginaku ini…mmhh…duh pa, papa apain siech vaginaku ini?…sampai aq benar-benar merasakan keenakan yang luar biasa. Pa, ooowhh sayang, kontol papa luar biasa sayang memenuhi seluruh rongga di dalam vaginaku ini, sshhh…nikmat banget pa sodokan kontol papa, eemmhh terus pa, ratna rela papa entoti terus pa sampai kapanpun sayang”,rintihku juga ocehanku yang keluar dari mulutku ini tanpa kusadari saat aku merasakan kenikmatan yang luar biasa ini.

Papa semakin bersemangat dalam menyetubuhiku saat papa mendengar semua yang kuucapkan tanpa kusadari tadi ketika aku sedang mengoceh dan mendesah merasakan kenikmatan vaginaku ini yang sedang dientoti oleh kontol papa juga kedua buah payudaraku yang papa remas-remas pelan namun konstan atau teratur dan berirama saat payudaraku ini bergoyang-goyang seiring dengan tumbukan demi tumbukan kedua kelamin kami yang beradu sehingga menimbulkan bunyi yang gemericik seperti suara anak-anak yang sedang bermain air saat vaginaku ini semakin becek dengan cairan kewanitaanku yang banjir sehingga memudahkan penetrasi kontol papa semakin dalam menujah nan menusuk liang vaginaku ini.

Papa kemudian memujiku disela-sela persetubuhan kami ini; “Na, kamu sungguh hebat, dan luar biasa Nduk, vaginamu benar-benar sempit sayang, oowh kontol papa terasa hangat dan nikmat sayang, sungguh enak cintaku jepitan vaginamu itu, papa akan mengentotimu terus tak kan papa biarkan ada laki-laki lain yang menggaulimu sayang”. Hmm, payudaramu juga kenyal, dan besar lagi empuk sayang, papa suka semua yang ada pada dirimu putriku. Papa rasa papa telah jatuh cinta kepadamu bidadari kecilku, papa akan menikahimu, dan memperistrimu sayang.

Akupun lalu bertanya kepada papa disela-sela papa berbicara, “Pa, bagaimana keadaan papa sekarang? Apakah papa sudah baikan suamiku sayang?ÔÇØ Papa tak langsung menjawab, malah papa semakin asyik dalam memilin milin juga memelintir puting payudaraku yang membuatku semakin merasakan hangat serta geli yang teramat sangat serasa tubuhku ini bergetar seperti dialiri oleh aliran listrik yang begitu besar nan intens. Beberapa saat kemudian aku merasakan bahwa puncak orgasmeku ini sudah hampir terjadi, dan memang benar tak lama setelah itu surr…surrr…srr…srrr…surrr…srrr vaginakupun menyemprotkan cairan kewanitaan yang berwarna bening dan agak sedikit putih susu yang sangat banyak hingga menyembur sampai ke kasur juga tembok yang diistilahkan sebagai squirt beberapa kali kira-kira 3-4 kali sambil aku mendesah juga sedikit berteriak ;
” Oh Ya Allah sshh…mmmhh…eemmhh…ooohh…ssshh…oooh pa…aku keluar sayang… Oh pa…aku belum pernah orgasme seenak dan senikmat ini sebelumnya pa…sshh…emmmhh…aku puas banget pa…papa benar-benar hebat sayang…”

Akupun menjadi lemas setelah mengalami orgasme yang dahsyat ini, namun papaku masih belum juga mencapai klimaksnya. Papa masih asyik menggenjot dan menyodok liang vaginaku yang kini semakin licin sehingga akupun bertambah kelojotan, juga semakin menggelinjang saat kontol papa menyelusuri serta menggesek centi demi centi dinding vaginaku yang mencengkeram kontol papa makin kuat seirama dengan tusukan kontol papa yang makin dalam hingga menyentuh mulut rahim atau serviksku ini. Namun tak lama kemudian sekitar 10 menit setelah itu papa semakin membenamkan kontolnya dalam-dalam hingga dapat kurasakan mentok di dalam rahimku, lalu papapun mengalami klimaks dengan menyemprotkan spermanya sebanyak 5x…croot…croott…croott…crooot…crooott…tetapi tak semua sperma papa tertampung di dalam rahimku ini, bahkan sebagian sperma papa keluar meleleh ke lipatan paha serta selangkanganku ini dan kini dapat kurasakan liang vaginaku ini semakin basah nan lengket sebagai akibat dari percampuran dari cairan kewanitaanku ini dengan sperma papa.

Papa lalu memujiku dan mengatakan padaku; “Ratna sayang anakku, istriku, kamu benar-benar hebat sayang, kamu luar biasa Nduk memberikan servis kepada papa serasa papa mengalami malam pengantin kedua sayang”, sambil papa menuntunku ke kamar mandi, dan tangan papa mengambil tissue untuk membersihkan cairan cinta kami berdua ini.

Akupun lalu berkata pada papa; “Pa, aku mencintaimu sayang, sejak pertama kali aku papa setubuhi, aku jadi ketagihan kontol papa sayang, papa benar-benar lelaki gagah juga jantan sayang, Ratna bangga dech papa pilih menjadi pengganti mama sayang”. Di dalam kamar mandi papa lalu membersihkan kontolnya dengan sabun mandi sambil mengocok-kocok kontolnya di hadapanku hingga kontol papa kembali menegang, namun semua sperma, dan cairan cinta kami yang tadi menempel di sepanjang kepala hingga batang penis papa kini telah menghilang berganti dengan wangi sabun yang harum, kemudian papa menyirami kontolnya dengan air sehingga busa sabun yang menempel di kontol papa ikut luntur seirama dengan guyuran air pada kontol papa.

Begitupun yang kulakukan, sesampainya di kamar mandi, aku lalu menyiram liang vaginaku yang masih merekah juga basah, dan becek dengan genangan sperma papa yang bercampur dengan cairan kewanitaanku ini sehingga menjadi teramat sangat lengket, lantas aku mengambil sabun mandi untuk menghilangkan lengket yang ada pada vaginaku dan juga selangkanganku ini, kemudian aku mulai menyabuni daerah di sekitar belahan vagina hingga selangkanganku ini sampai bersih lalu akupun membilasnya dengan air. Setelah itu akupun lalu menuangkan sedikit sabun sirih pada tanganku ini dan perlahan-lahan aku gosokkan pada bibir vaginaku ini sampai dengan pantatku sambil sesekali aku pejamkan mata, juga mendesah “oowwh…mmmhh…sshh…” saat jari-jariku ini menyentuh bagian klitoris pada vaginaku ini. Akupun lalu mengambil air dengan gayung dan membilas vaginaku ini sebanyak 3x bilasan air, sehingga kini vaginaku menjadi bersih nan keset begitu pula dengan area selangkanganku yang bersih lagi wangi.

Selama aku membersihkan diriku tadi ternyata tanpa kusadari papa telah beranjak dari kamar mandi, dan menungguku di ruang televisi sambil duduk manis menonton acara televisi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*