Home » Cerita Seks Ayah Anak » Istana Pasir Milik Sang Ayah 14 (Tamat)

Istana Pasir Milik Sang Ayah 14 (Tamat)

Cerita Sebelumnya : Istana Pasir Milik Sang Ayah 13

Bagian 14 – Akhir Sebuah Cerita

Nasib 2 Anak Bebek Yang Malang

(Lihat pada Bagian 11 cerita ini)

Suntari dan Andini yang bersama-sama masih meringkuk diatas satu tempat tidur dikamar tidur Andini. Yang tidak diketahui banyak orang disekeliling mereka termasuk Diro sendiri… mereka berdua menyimpan sebuah rahasia rapat-rapat yang hanya diketahui oleh mereka berdua dan seorang lelaki yang merekrut mereka dari divisi Urusan Khusus Cabang Pembantu dari badan hukum perusahaan perkebunan… yang tak lain dan tak bukan adalah Yanto yang pernah bertemu dengan Diro dalam hal penandatangan dan penyerahan surat-surat berharga untuk mobil baru yang bakalan
menjadi mobil pribadi Diro.

Rahasia itu adalah… Suntari dan Andini adalah isteri-isteri muda kawin sirih Yanto sendiri yang dikawin pada hari yang sama tapi dengan tempat yang berbeda! Perkawinan sirih itu yang pertama adalah ‘Yanto & Suntari’ lalu yang kedua dengan tempat berbeda adalah ‘Yanto & Andini’. Yang tidak diketahui oleh ‘anak bebek’ (Suntari dan Andini) yang malang ini adalah… buku-buku nikah mereka adalah palsu dan tak terdaftar sama sekali di kantor pembantu KUA setempat. Mereka menyerahkan keperawanan mereka dengan sukarela dan pada malam pertama dan ranjang pengantin yang sama!

Suntari dan Andini terkecoh dan tertipu mentah-mentah oleh Yanto yang necis dan ganteng tapi berhati buruk dan compang-camping hati nuraninya. Alasan pemerawanan itu ada kaitannya dengan kriteria ‘recruitment’ peserta PM-SDM… salah satunya adalah agar mencari wanita atau pria cerdas (dibuktikan dengan test IQ) dan kalau dia wanita, telah mengunakan spiral KB atau IUD. Karena pihak perkebunan tidak ingin mentolerir akan sesuatu yang akan menjadi skandal… misalnya kehamilan, atau lainnya, yang ujung-ujungnya hanya merepotkan dan merugikan pihak perkebunan semata, sebenar kalau pak Yanto cerdas dan tidak mau pusing pilih saja dari kaum pria muda yang pintar dan lebih dinamis dan kreatif… dasar Yanto adalah seorang opportunist yang mempunyai ilmu andalannya yaitu… Aji Mumpung…!

***

Pak Sutarman di kantornya (yang berada di lahan perkebunan) memerintahkan wakilnya, pak Sumirat… untuk menghubungi salah satu dari peserta PM-SDM itu, Suntari atau Andini. Akhirnya setelah melakukan berkali-kali mencoba… tersambung juga hubungan telekomunikasi cellular itu, buru-buru Sumirat (Wakil pak Sutarman, yang selaku Kepala Keamanan Perkebunan) memberikan BB tersambung itu pada komandannya, pak Sutarman.

<“Disini pak Sutarman kepala keamanan perkebunan berbicara…! Siapa yang berbicara…?! Yang jelas menyebutkan namanya!”>, pak Sutarman bertanya dengan tegas gaya ala militer pada yang berbicara dari ujung… ‘sana’.

Rupanya Suntari yang menerima panggilan telepon di subuh pagi itu, jam dinding dikamar Andini masih menunjukkan sekitar pukul 4 kurang. Dengan perasaan kesal karena merasa terganggu dari tidurnya yang tadi meringkuk nyenyak, Suntari menjawab sambungan telepon itu dengah ogah-ogahan.

<“Saya Suntari, pak! Sesuai dengan perintah dari pak Yanto… kami tidak diijinkan menjawab langsung semua pertanyaan yang diajukan pada kami. Sebagai peserta PM-SDM, kami memohon supaya bapak menghubungi atasan kami saja, yaitu pak Yanto di kantornya nanti>”, begitulah jawab Suntari yang kedengaran jadi sangat bodoh karena saking gugupnya menerima telepon dari pensiunan pamen satuan khusus pasukan komando ini… yang diberitahu oleh ‘suami-sirih’-nya ketika mereka berleha-leha melepaskan lelah setelah proses pemerawanan pada ‘malam pengantin’ mereka. Karena gugup Suntari jadi dungu saja kedengaran ocehannya… apa dia lupa… sekarang hari libur nasional dan… kantornya Yanto tempat dia bekerja juga berlibur, alias… tutup!

<“Baiklah nona… kalau begitu jawaban anda… asal tahu saja! Bukannya pak Yanto tapi atasannya saja… masih dibawah kendali saya atau pak Yanto yang ‘suami-sirih’ kalian itu, tidak memberitahukan sruktur kepemimpinan dari badan hukum perkebunan ini? Diatas saya cuma ada 2 orang yaitu pertama pak Darso… dan kedua adalah pak Diro yang sebenarnya adalah atasan langsung kalian berdua selaku peserta PM-SDM yang sudah terpilih. Baiklah kalau begitu… saya harap kalian mau menelepon ‘suami-sirih’ kalian, pak Yanto dan memintanya untuk menunggu saya di gedung PM-SDM”>, pak Sutarman memutus hubungan telekomunikasi cellular itu…

***

Pak Sutarman beserta wakilnya, Sumirat dan 2 orang petugas keamanan perkebunan, tiba di gedung PM-SDM (Peningatan Mutu- Sumber Daya Manusia) pada jam 7 pagi kurang pada hari Jum’at itu.

Mereka tidak menemui Yanto disana, hanya ada Suntari dan Andini.

Dengan tersenyum sinis pak Sutarman berkata pelan, “Dasar pengecut yang sangat takut mempertanggung-jawabkan segala perbuatannya sendiri yang kriminal itu”. Bagaimana pak Sutarman tidak menjadi sangat geram jadinya. Dana untuk recruiment peserta PM-SDM itu telah menelan biaya hampir Rp 50 milyard! Pihak Auditor Keuangan Badan Hukum Usaha Perkebunan Komoditi Coklat itu telah menemukan banyak sekali kejanggalan didalam proses recruitment peserta PM-SDM itu. Banyak sekali praktek ‘mark-up’ dan tagihan-tagihan fiktif… yang dilakukan oleh Yanto sendiri atau kalau memang ada… dengan team-nya Yanto.

Suntari dan Andini, akhirnya mengakui persekongkolan dengan Yanto, tapi itu sebatas mengenai syarat recruitment khusus diberlakukan pada wanita, yaitu prasyarat wajib… kalau peserta wanita harus sudah memakai spiral KB atau IUD (IntraUtiren Device).

Dan serta-merta keduanya memberitahu pak Sutarman, keinginan mereka untuk mengajukan surat pengunduran diri mereka dari kesertaan sebagai peserta PM-SDM.

Pak Sutarman memberitahukan bahwa mengundurkan diri sebagai peserta PM-SDM, apa lagi secara sepihak adalah tidak semudah dalam benak mereka yang sederhana. Karena kesepakatannya dibuat berdasarkan Akte Perjanjian yang dikeluarkan dan disaksikan oleh pejabat notaris yang dilindungi oleh hukum yang berlaku. Pasti ada sanksi dan penalti yang bersifat hukum seperti yang telah dicantumkan dalam akte perjanjian itu sendiri. Pak Sutarman menyarankan agar supaya surat itu ditujukan pada divisi yang merekrut mereka, yaitu divisi Urusan Khusus Cabang Pembantu yang kantornya dekat mall disana.

Pak Sutarman memerintahkan wakilnya, untuk melakukan tindakan yang persuasif dengan didampingi dari personil Divisi Hukum Perkebunan, supaya melakukan penyitaan, penyegelan atau tindak apapun atas asset yang dimiliki Yanto saat ini, untuk memperkecil kerugian yang hampir Rp 50 milyard itu yang ditanggung oleh pihak perkebunan.

***

Dalam pembicaraan 4 pasang mata dalam suasana kekeluarga yang sangat harmonis sekali, telah diambil kesempatan bahwa Diro dan Ivonne akan melakukan pernikahan wisata, sedang lamaran pada orangtua Ivonne akan dilakukan oleh Daniati, ibunda Diro… yang cantik jelita, tapi sangat… anggun dalam soal lamar-melamar itu.

***

Pada pagi hari yang indah dan cerah, Diro dengan isterinya, Ivonne yang baru saja seminggu kembali dari bulan-madu ‘pernikahan-wisata’… mereka duduk-duduk santai di sofa panjang didalam rumah besar kuno milik pak Darso.

Entah mengapa Diro mengambil dan membaca sebuah koran harian kemarin…

***

Telah terjadi kecelakaan udara, berupa jatuhnya sebuah pesawat terbang milik perusahaan asing yang bertujuan ke kota New York – USA.

Didalam ‘laporan investigasi’ resmi yang dikeluarkan dari pihak berwenang, seluruh penumpang pesawat terbang naas itu dinyatakan tewas termasuk juga 5 awak pesawat itu. Didalam daftar penumpang sesuai dengan ‘passenger statement’nya, hampir 50% tidak berhasil diketemukan jasadnya termasuk 3 nama diantaranya, yaitu, Danang, Weni dan Dini…

Hancur dan sirna sudah ‘Istana Pasir’ yang dibuat dan dimiliki Danang, ayah kandung Diro yang tidak setia sama mantan isteri pertamanya (Daniati, ibu kandung Diro).

Semua harta kekayaan dan asset milik Danang, sebelum terjadi kecelakaan jatuhnya pesawat malang itu, telah disita dan dikembalikan ke kas negara, karena terbukti Danang telah melakukan tindakan kriminal luarbiasa, yaitu Danang terbukti melakukan ‘mark-up’ besar-besaran terhadap dana proyek yang dipercayakan padanya, atas kerugian negara sepenuhnya.

Istana Pasir boleh saja hancur tanpa bekas, tapi pembuatnya masih hidup segar bugar dengan keluarga barunya. Akankah dia membuat istana pasir baru lainnya…? Entahlah… biar waktu saja yang mengetahuinya.

Kenapa hal yang yang seakan mustahil ini bisa terjadi…? Tidak ada yang tahu selain Danang sendiri. Danang yang licin beraksi, seakan tidak mudah ditundukkan takdir… atau mungkin memang nasib baik berpihak padanya selalu?

Danang dengan keluarga barunya, saat ini… hidup dengan tenang, serba berkecukupan, memiliki dan mengelola sebuah toko kecil serba-ada yang berlokasi di salah satu pulau kecil… resort-wisata milik orang asing yang bule… dengan identitas diri serta keluarga yang sama sekali baru, yaitu:

Nadang (= Danang), sebagai kepala keluarga.
Nidi (= Dini), isteri Danang, menggantikan posisi ibunya sendiri.
Ine (Weni), mertua-nya Nadang (Danang…) ditambah 2 orang ‘anak-asuh’ cewek kecil, ABG imut yang tokcil yang masing-masing berumur 13 tahun dan 14 tahun, yang sebenarnya adalah langganan pasangan pedofil-nya Nadang (= Danang) dimasa sebbelum terjadi kecelakaan udara itu.

Tugas 2 orang ‘anak-asuh’ itu adalah… pagi – bersekolah, siang – istirahat, sore – mengerjakan PR dari sekolah dan… malam hari (kalau dikehendaki Nadang) – menjadi pasangan-seks pedofil-nya Danang.

Uang asuransi jiwa atas 3 nama itu (Danang, Weni dan Dini) berjumlah hampir Rp10 milyard diberikan pada ahli waris tunggal-nya, yaitu Diro… yang kemudian disumbangkan pada yayasan yang membangun sekolah murah yang lokasi-nya lebih dekat dari jalan umum yang beraspal kalau ditinjau dari lokasi area perkebunan milik pak Darso.

Uang Rp30 juta yang disimpan dalam laci kecil dibawah daun meja belajar Diro… telah disumbangkan pada salah satu panti asuhan dengan nama identitas penyumbangnya adalah NN.

{NB: NN = No Name = Tanpa Nama).

Kata penutup dari McD (McDodol deBollotte):

McD mengucapkan banyak terimakasih atas semua komen yang dilayangkan pada cerita ini, dengan semua rasa, manis, asam ataupun pahit, yang pasti akan dikumpulkan semua oleh McD sebagai bahan berharga guna menulis cerita yang lebih bermutu lagi. See you in another time… another story… Bye!

Tamat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*