Home » Cerita Seks Mama Anak » Indahnya Duniaku 4

Indahnya Duniaku 4

Cerita Sebelumnya : Indahnya Duniaku 3

Hah. Hari ini aku lelah sekali. Waktu sudah menunjukkan pukul setengah tiga sore. Aku tiduran di kasur dengan bertelanjang dada sambil menatap sekeliling langit-langit. Sampai akhirnya aku tertidur, dan tidur aku pulas sekali. Sungguh benar-benar damai pikiranku saat itu, tidak memikirkan sesuatu yang akan terjadi besok-besok. Setelah terjaga dari tidur dan melihat jam sudah pukul 3 sore, aku kaget dah, merasa bersalah udah tidur begitu saja karena aku harus bersih bersih rumah.

ÔÇ£udah bangun lo? Kayanya capek banget deh.”

Astaga, ternyata kak Tyan ada di kamarku dan sedang duduk di sudut tempat tidurku,

ÔÇ£kak, tumben ke kamar gue kak. Ada apa?”
ÔÇ£Nggak Nu, kakak mau cerita sesuatu sama lo”
“Cerita apa yak? Tumben”
ÔÇ£Bintang, pacar kakak ninggalin kakak. Katanya dia udah gamau lagi LDRan. Gamau lagi pacaran sama gue. Padahal gue. Padahal gue udah ngasih semua. Semuanya ke pacar gue itu tang. Kenapa dia mutusin gue. Kenapa tang.”

Dia menangis dan memelukku, ahirnya aku sudahi lalu mengusap kedua mata dan pipi kak Tyan yang basah dengan air matanya,

ÔÇ£kakkk. Ya ampun. Meskipun kakak gak ada pacar kan ada aku yang ganteng ini. aku akan selalu ada untuk kakakÔÇØ,

dia kembali memelukku dan berkata ÔÇ£terima kasih kakak sepenuhnya percaya ama kamu.ÔÇØ

Setelah berpelukan, kita kembali saling bertatapan, kali ini lebih berarti dan aku dapat melihat pancaran mata kak Tyan tersirat sebuah kebahagiaan yang selama ini terpendam padanya. Lama kita saling bertatapan, tanpa disadari antara wajah aku dan wajah kak Tyan semakin mendekat dan pada akhirnya bibir kita saling bertemu, bibir masing-masing hanya diam tidak bergerak seolah sedang meresapi dan menyatukan perasaan kita berdua. Hanya diam dan merasakan hangatnya hembusan nafas kita berdua yang semakin lama semakin tidak beraturan, samar samar aku dengar ucapan dari kak Tyan

ÔÇ£Bintang, kakak lagi nafsu banget, tolong berikan kakak kepuasan, dan nikmatilah tubuk kakak sesuka kamuÔÇØ

Bagai tersambar petir, aku benar-benar kaget, antara tidak percaya, dan rasa gembira campur aduk memenuhi perasaanku.

ÔÇ£Kak, Bintang siap memberikan apa saja yang kakak mau, Bintang juga siap memberikan kepuasan batin untuk kakak sebaik mungkinÔÇØ

Kegiatan berciuman kembali dilakukan kali ini lebih memanas, kak Tyan menghisap bibir aku dengan kuat dan aku juga tak mau kalah, aku balas dengan lebih agresif memainkan lidahku dalam mulutnya. Lama lidah dan bibir kita saling bergelut, saling membalas, saling menghisap dan saling menikmati. Kegiatan tersebut berlangsung sekitar 10menit dan belum ada tanda-tanda akan berhenti, terlebih aku, aku sangat menikmati bibirnya yang lembut. Pada menit ke 15 lidahku berpindah turun menghampiri lehernya, harum sekali aromanya, aku cium dan cium lehernya tanpa henti, aku beri gigitan kecil yang meninggalkan tanda merah

Di lehernya, kak Tyan hanya mendesah lirih. Desahan kak Tyan makin keras ketika cumbuan aku pada lehernya berpindah ke tengkuknya dan di balik telinga bagian belakang. Terus aku berikan cumbuan, dan desahannya semakin menjadi dan sudah menyerupai jeritan, ketika aku beranikan meremas dadanya dibalik baju yang masih dikenakannya. Aku remas dengan agak kuat dadanya yang besar itu, kenyal sekal rasanya, aku terus mencumbunya dan meremas-remas dadanya, sedangkan kak Tyan terus mendesah, sampai ahirnya kak Tyan beranjak dari kasur dan berdiri. Aku kaget sekali, pasti dia akan marah besar, memaki dan mengusirku atas kelancanganku. Belum hilang rasa kagetku, tiba-tiba kak Tyan kembali tersenyum dan menghampiri wajahku sambil mencium pipiku, aku jadi bingung, dan setelah itu dia kembali berdiri dan dengan gerakan perlahan dia mulai melepas pakaiannya satu persatu dari baju terusannya berikut stoking hitam yang dia pakai ikut dilepas. Sampai hanya menyisakan bra hitam yang terlihat tidak sepenuhnya menutupi dadanya, dan cd nya yang juga berwarna hitam, namun terlhat transparan, bisa aku ketahui dari bulu-bulu vaginanya yang bisa kulihat dari balik Cd nya. Lega rasanya, aku jadi tambah yakin kalau kak Tyan serius dengan ucapannya tadi. Secara reflek aku langsung menerkamnya untuk kembali mencumbuinya, namun ketika aku baru mau memeluknya, aku ditahan olehnya dan dipersilahkan untuk duduk kembali dikasur. Sudah aku duduk baru dia menghampiriku lalu jongkok dihadamanku, aku baru tahu maksud dia setelah dia memegang dan meremas penisku, perlahan tapi terasa sekali remasannya walaupun masih di balik celana aku. Lalu dia meminta aku melepas celana pendekku, aku langsung turuti saja perintahnya, dengan berdiri sejenak lalu aku lepas celana pendekku, dan munculah daging yang memanjang menyerupai botol, penis aku gak gede-gede amat sih, panjangnya cuma 17,5cm diameternya sekitar 3,7cm an, begitu celanaku terlepas langsung saja penisku ikutan mencuat. Iyyah, memang aku sudah lama gak lagi make cd alasan gak nyaman aja. Setelah itu, aku duduk kembali dan penisku langsung disambut oleh tangan dan jari-jari lentik kak Tyan yang kukunya dihiasi inai/kitek warna hitam, nyaman sekali penisku berada pada genggamannya. Tak lama kemudian penisku mulai dikocoknya maju mundur atas bawah, nikmat sekali rasanya, tanpa disadari dari mulut aku mulai kelur desahan nikmat ketika penis aku mulai dikulumnya. Nikmat sekali kulumannya, dan tak lama kemudian dia mulai mengkombinasikan antara kuluman dengan permainan tangannya, sungguh luar biasa aku dibuat menjerit-jerit gak karuan. kak Tyan benar-benar menguasai teknik itu. Hampir-hampir aku mengeluarkan maniku, tetapi aku buru-buru menghentikan aktifitas kak Tyan, dan aku segera membaringkannya lalu kembali mencumbu bibirnya yang kemudian turun ke lehernya dan ahirnya terfokus pada dadanya yang masih terbungkus bra hitam, secara perlahan aku mulai membuka branya yang menghalangi dadanya, dengan memohon agar kak Tyan mengangkat sedikit punggungnya agar aku dapat melepas kaitan bra kak Tyan, setelah terlepas baru aku dapat melepas keseluruhannya dan sekarang terpampang dengan jelas daging kembar yang besar dan kencang, dihiasi puting yang imut berwarna merah muda, merupakan pemandangan terindah yang pernah aku lihat. Aku kembali meremasnya, namun kali ini dengan keras, karena gemes sekali, sampai-sampai kak Tyan sedikit menjerit dibalik desahannya

ÔÇ£Bintang, sakiit, pelan-pelan aja sayangÔÇØ

lalu aku kembali meremasnya dengan pelan, dan mulutku yang sudah gak sabar itu akhirnya aku tempelkan di payudaranya sebelah kiri, lidahku dengan agresif menjilat seluruh permukaan dadanya, dengan sedikit memberi gigitan kecil, sedangkan tangan kiri aku meremas-remas dada bagian kanannya. Aku terus lakukan kombinasi antara gigitan dan jilatan pada dada sebelah kirinya, kemudian penjelajahan bibirku berhenti tepat pada putingnya, dan tak sia-sakan itu, aku langsung lumat dan hisap habis putingnya sampai kak Tyan menjerit keras. Begitu juga pada dada bagian kanannya aku perlakukan hal sama.

Selelah puas menikmati dada kembarnya, aku turunkan posisi aku, jilatanku turun pula dari dada kembarnya menuju perut dan terus turun sampai tepat mendarat pada selangkangan yang masih tertutup oleh cdnya, namun tetap saja dapat terlihat bagian dalamnya karena cdnya berbahan transparan, ketika tanganku menyentuh cdnya, owch basah sekali, dan setelah hidung aku didekatkan, mulai tercium aroma kewanitaannya, entah seperti apa aromanya aku tak dapat menggambarkannya, namun benar-benar membuat nafsuku semakin tinggi, tak sabar lagi langsung hidungku aku tempelkan di cdnya dan aku hirup dalam-dalam aroma itu. Aku mulai menurunkan cdnya, aku turunkan sampai kelututnya dan sampai akhirnya terlepas jatuh kebawah oleh gerakan khaki kak Tyan sendiri.
Aku dibikin gelap mata oleh pemandangan ini, vagina basah yang merah merekah, dihiasi klitoris imut plus bulu-bulu yang tidak terlalu lebat, tanpa membuang-buang waktu lagi, aku benamkan wajah dan lidahku ke vaginanya, lidah aku langsung menghisap dan menelan cairan birahi yang sudah membanjiri vagina kak Tyan, hmm…rasanya biasa seperti vagina pada umumnya, namun vagina milik kak Tyan lebih manis, aku jilat terus tanpa henti dan jilatanku mulai terfokus pada klitorisnya yang semakin mengeras, ÔÇ£sssshhh….ooowh..terusin bintaaaanngg ooooohhh nikmat, sedot yang kuatt, ahhh….adeeeeeee sayaang…kakak hampir sampee….ahhh kakak pengen keluarÔÇØ kak Tyan terus tak henti-hentinya mendesah dan menceracau tak jelas dan meliak liuk seperti cacing kepanasan ketika aku memainkan lidahku pada klitorisnya dan menghisapnya kuat-kuat.

Mendengar jeritan dan rintihannya, aku terus menggosok klitorisnya dengan lidahku, sedangkan tangan aku keatas memainkan kedua bukit kembarnya, meremasnya denganlembut dan sesekali dengan gerakan agak kasar. Sampai aku mendengar teriakan kuat kak Tyan dan rambutku ditarik kuat-kuat berikut kepalaku dijepit dengan kakinya, dan tak lama kemudian

ÔÇ£aaaahhhhhsssshhh aaaawwhhhh adeeeewweew nikkmaaatttÔÇØ cairan kental putih keluar dari celah vaginanya.

kak Tyan mendapatkan orgasme pertamanya dengan singkat. Aku telan semua cairan cinta kak Tyan sampai bersih. Aku hanya memandanginya dan ikut berbaring di sampingnya. Setelah 5 menit berlalu, nafasnya mulai tidak tersenggal-senggal lagi, kak Tyan sudah dapat mengatur nafasnya. Melihat dia sudah tenang, aku sedikit bangkit lalu mengecup keningnya, kak Tyan hanya tersenyum dan memejamkan matanya. Setelah aku kembali berbaring, kak Tyan memelukku dari samping dan membalas kecupanku. Kita sama-sama tersenyum dan berciuman sejenak, lalu kak Tyan berkata jika tadi nikmat sekali, da sudah lama tak merasakan belaian laki-laki semenjak pindah ke desa ini.

Dia meminta agar selalu mendampinginya. Maka dengan tanpa paksaan aku menyetujuinya dan berjanji akan terus mendampinginya. Aku merasa damai sekali ketika berada didekatnya, begitu pula sebaliknya dengannya.
“Kalo nanti kamu lagi kepengen kamu minta aja ya sama kakak. Pasti kakak kasih”
ÔÇ£iya kak. Mulai sekarang kak Tyan jadi pacar aku kok. Heheh. kak Tyan sayang, masih capek gak?ÔÇØ

Dia mengerti maksudku dan mengucapkan maaf karena tahu aku belum ejakulasi,

ÔÇ£aduh, maaf yah sayang, kamu belum sampai yah, hhi masih tegang banget nih, iyya deh kakak puasin yah sayangÔÇØ.

kak Tyan ahirnya duduk namun menyuruhku auntuk tetap berbaring terlentang, jari-jari lentiknya kembali menggenggam penisku dan mulai mengocoknya, aku mulai mendesah nikmat. Tak lama kemudian lidahnya ikut menyapu bagian atas, lalu dijilatnya bagian kepala penisku yang tegang kemerahan, terus turun ke leher penisku. Di sini aku mendesah lebih kuat dan merasakan nikmat sekali, setelah seluruh bagian penisku telah dijelajahi dengan lidahnya, baru kemudian perlahan ujung penisku dibenamkan ke dalam mulutnya, terus masuk dan menyentuh tenggorokannya,

ÔÇ£ahhhkkhh kaaaak, nikmat sekali,,ahhhoouhÔÇØ ku akui dia benar-benar jago mengulum penis, aku benar-benar dibuat tak berdaya, terlebih lagi disertai dengan kocokan lembut tangannya yang seirama dengan gerakan maju mundur penisku dalam mulutnya.

Setelah 10 menit berlalu, aku menyuruh kak Tyan menghentikan aktifitasnya, karena bisa fatal nantinya, karena aku belum merasakan jepitan vaginanya.

ÔÇ£Kak berhenti dulu, ahh udah kak aku gak tahan,,,kak gantian aja,,memek kakakÔÇØ

kak Tyan mengerti maksudku dan hanya tersenyum, lalu jongkok tepat di atas penisku.

ÔÇ£Dah gak tahan pengin nikmatin memek kakak yah?ÔÇØ

Aku hanya tersenyum, dan menganggukkan kepala. kak Tyan secara perlahan mulai menurunkan pinggulnya, aku membantunya dengan mengarahkan penisku ke lubang vaginanya, perlahan dengan agak susah payah, namun akhirnya penisku dapat masuk bagian kepalanya. kak Tyan mendesah kecil seperti menahan sakit

ÔÇ£kak, sakit yah?ÔÇØ,

ÔÇ£Iyyah sayang, agak sakit,, kakak masukinnya pelan-pelan aja yah, gapapa kan sayang?ÔÇØ,

ÔÇØiyyah, pelan-pelan aja kakÔÇØ..

Setelah beberapa saat akhirnya penisku dapat masuk semuanya ke dalam vagina kak Tyan, sempit sekali, penis aku seperti di pijat dengan kuat, dan aku seperti dapat merasakan kepala penisku menyentuh dinding rahimnya. Setelah beberapa saat sebagai penyesuaian, dengan perlahan kak Tyan mulai menaik turunkan pinggulnya, diawali dengan ringisan seperti menahan sakit, namun tak lama berselang aku dapat merasakan dari ekspresi wajahnya seperti sedanga dilanda kenikmatan. Begitu pula padaku, aku merasakan nikmat yang luar biasa, melebihia vagina-vagina pacarku dulu, penisku seperti dijepit dan dihisap dengan kuat.

ÔÇ£Oowhh…sssshhh…….aaaaahhhhhhwhh,,nikmattt… awh…shhhhhhhhhhÔÇØ itu yang keluar daria mulut kita berdua, kita berdua sama-sama saling menikmati, saling mendesah, salinga menceracau.

Tiada yang dirasakan kecuali kenikmatan dan kenikmatan. Kita semakin mendesah, suasana kamar itu memanas diliputi aura birahi, dengan ulah aku dan kak Tyan. Sambil menikmati kak Tyan menaik turunkan pinggulnya, aku remas kedua dada kembarnya, kumainkan putingnya, sehingga desahan kak Tyan lebih mendominasi di antara kita.

Setelah 20menit dalam posisi yang sama, kak Tyan makin memdesah, dan menjerit dengan kuat. Begitu pula aku juga mendesah lebih kuat lagi dari sebelumnya, karena kali ini penis aku benar-benar dijepitnya dengan kuat, memberikan efek yang sangat nikmat tiada tara. Aku melihat kak Tyan meringis-ringis, mendesah dan matanya menciut.

ÔÇØAhhhhhhhhhh,,bintaaaannnhghhh,,kakak sampai lagi, ayoo adeeeee jangan lama-lama kita keluarin sama-sama!ÔÇØ,

ÔÇ£iyya kak, Bintang juga mau keluaaarrr kak,,,aaaaoowh,,kak, Bintang keluarin dimanaaaÔÇØ?,

ÔÇ£Di dalam aja sayang, vagina kakak pengin disemprot manii kaammmu, ayoo keluarin sama-samaaa, cepetan sayang, keluarin seluruh mani kamuÔÇØ,

Aahhh…akhirnya kita sampai bersama. Sebelum penisku menyemburkan cairannya, aku merasakan semburan cairan vagina kak Tyan berikut pijitan dahsyat, yang membuat aku tak tahan kan diri, dan langsung menyemprotkan cairanku dalam jumlah banyak sampai-sampai tumpah keluar membasahi tautan kelamin kita berdua dan sebagian mengenai kain kasur yang kita naiki. Tersirat kepuasan di aantara kita berdua, akhirnya kak Tyan ambruk dan menindihku sambil memelukku. 10 menit kita menenangkan diri dengan berpelukan, dan aku lihat jam dinding sudah menunjukkan pukul 5 sore hampir 2 jam kami melakukan aktifitas yang membara. Kita kembali berciuman sejenak, dan saling mengucapkan kata sayang, lalu berpelukkan kembali sebelum sampai akhirnya aku dan kak Tyan tertidur sebentar.

“Kak tyan. Bangun kak. Sebentar lagi umi pulang loh kak”
“Hmmm… Umi pulang malem kok tang. Hoaaaammmhh.”

Kulihat kak tyan menjawab pertanyaanku sambil mengantuk dan malas. Hmmm. Badannya sungguh menggoda sekali. Perlahan demi perlahan nafsuku bangkit kembali. Kudekati kak tyan. Kukecup bibirnya sebentar. Lalu kuemut putingnya.

“Aaarrgghhh. Ade kakak gak ada puasnya deeewhh.. Uuuhh”
“Gimana ga ada puasnya kak. Badan kakak bagus kaya gini”

Tanganku menelurusi paha putihnya. Dan dia mengangkangkan kakinya. Ku raba raba bagian vaginanya. Sudah basah kembali. Kuraba raba clitorisnya. Kembali. Kak tyan menggelinjang.

“Tyan…. Bintang…. Umi pulaanngg”

Oh tidak umi sudah pulang…..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*