Home » Cerita Seks Sepupu » Adik Sepupuku Yang Manja 5

Adik Sepupuku Yang Manja 5

Sory kemarin Cerita Yang episode 4 ada 2, sekarang sudah di perbaiki dan alurnya sudah benar.

Cerita Sebelumnya : Adik Sepupuku Yang Manja 4

Pukul 5 sore aku terbangun, kudapati Arin masih ada diatas tubuhku tidur dengan pulasnya.
Dan ternyata penisku masih ada didalam memeknya, lembab sempit dan menjepit seakan tidak ingin penisku keluar dari dalam.
Membuatku menjadi terangsang lagi, penisku mulai menggeliat berdiri semakin lama semakin tegak mengeras.

Kurasakan memek Arin mulai berkedut-kedut bereaksi dengan penisku yang sedang mengeras didalamnya, tak lama kemudian Arin mulai terbangun dari tidurnya menatapku dengan cemberut yang membuatku menjadi gemas dan langsung kulumat bibirnya yang dimonyongkan itu.
Arin berusaha lepas dari lumatanku ” ih..punya kakak berdiri ya..? ” tanya Arin dengan wajah yang cemberut, tapi tidak berusaha melepaskan diri dari pelukanku.
” iya sayang..! punya adek bikin nafsu jadi kakak tidak tahan ” jawabku dan mulai kunaik turunkan pinggulku pelan-pelan.

” punya adek kan masih perih kak ” meskipun bicara seperti itu kurasakan memeknya mulai basah.
Kubalikan tubuh sehingga Arin berada dibawahku, sambil kuciumi dan kujilati lehernya mulai kuayunkan pinggulku kembali.
aahh..essstt..pelan-pelan kak..oohh..masih nyeri..
oohh..oohh..iya..sayang..ini juga pelan..aahh..

Semakin lama semakin banyak cairan yang keluar dari memeknya Arin, dan semakin cepat kuayun dan kuhentakan pinggulku naik turun.
ccplok..ccplok..sslleep..sslleepp..bunyi selakangan kami yang saling beradu.
oohh..kurasakan memeknya sungguh sempit dan menghisap, membuatku seperti terbang melayang keangkasa.

oohh..kak..adik mau pipis..ooohh..kak..aahh..!
Kurasakan tubuh Arin mengejang dan memeknya menghisap penisku sangat kuat membuatku agak susah untuk menggenjotnya.

sssseeeerrrr..sssseeeerrrr..sssseeeerrrr..
Kurasakan semburan yang cukup kuat membasahi kepala penisku.
Kuhentikan genjotanku memberi kesempatan Arin untuk menikmati orgasmenya, setelah tubuh Arin mulai normal kembali secara perlahan kucabut penisku.

Kubalikkan tubuhnya dan kuposisikan menungging, setelah kurasa posisinya pas mulai kuarahkan ujung penisku kememeknya yg terlihat merekah basah.
Kugesekkan sebentar dibibir memeknya, dan secara perlahan mulai kutekan penisku masuk kedalam.

bblleess..setengah penisku sudah masuk tapi masih cukup sulit dan terasa sempit sekali memeknya, kukocok sebentar dan kutekan agak kuat bbblleeesss..mentok sudah penisku terbenam didalam memeknya Arin.
oohh..nikmat sekali jepitannya mencengkram kuat penisku, kupegang pinggulnya dan mulai kugenjot maju mundur pinggulku.

Semakin lama kupercepat genjotanku karena aku sudah tidak tahan dengan jepitan dan empotan memek Arin, tubuh Arin terguncang-guncang menerima genjotanku dan tubuh mungilnya Arin terlihat tak seimbang dengan tubuhku yang cukup tinggi dan atlestis ini.

ooohh..kak..pelan-pelan kak..ooh..
oohh..dek kakak sudah tidak tahan oohh..nikmat dek..ooohh..
Semakin kunaikkan tempo genjotanku karena kurasakan maniku sudah berada diujung siap meledak.
cplook..cplook..cplook..bunyi perutku menghantam pantatnya yang terlihat indah menungging pasrah.

ooh.. kutarik penisku sampai kepalanya saja yang berada didalam dan kuhujamkan dengan cepat sampai mentok penisku yang besar dan panjang merojok dan menggerusi dinding dalam memeknya dan kurasakan ujung penisku membentur rahimnya saat kutekan mentok, mmbuatku semakin tidak tahan dan kuhujam sedalam-dalamnya.

ccccrrrroooot..ccccrrrroooot..ccccrrrroooot..
Maniku muncrat langsung masuk kerahimnya sampai beberapa kali dan kuhentakan pinggulku sampai maniku sudah tidak keluar lagi.
bersamaan dengan muncratnya maniku, tubuh Arin menegang dan kejang menandakan dia juga mendapat orgasme yang kedua.
oohh..kak..oohh..aahh..
sssseeeerrrr..sssseeeerrrr..sssseeeerrrr..
Setelah badai orgasme mereda Arin langsung ambruk tengkurap kelelahan, dan aku berbaring disampingnya kupeluk tubuhnya dan kubelai rambutnya sambil kuciumi wajahnya.

 

Setelah pertempuran birahi antara aku dan Arin selesai, kami mandi bersama dan saling menyabuni tubuh kami bergantian. setelah aku selesai menyabuni tubuh Arin, gantian Arin yang menyabuni tubuhku dan pada waktu sampai dipenisku cukup lama dia bermain-main disana.

Hmm..nampaknya sekarang Arin suka sekali bermain sama penisku, mungkin karena benda inilah yang sudah memberi kenikmatan kepadanya.
Dikocok dielus dan kadang diremas membuat penisku menggeliat mulai berdiri, meskipun
sudah 2x pejuhku keluar tapi karena darah muda dan nafsu yang masih menggebu-gebu membuatku tidak tahan penisku dipermainkan seperti itu.

Aku langsung melumat bibirnya, kupeluk tubuhnya dan tak lupa tanganku meremas-remas pantatnya.
Menyadari apa yang akan aku lakukan dan juga merasakan penisku sudah sangat tegang mengeras, Arin berusaha melepaskan pelukanku dan juga lumatan bibirku.
” kakak pengen lagi ya? ”
” iya sayang, habisnya punya kakak adek buat mainan! jadinya kakak pengen lagi ”
” jangan sekarang ya kak?! punya adek masih terasa perih ”
” aduh..gimana dong dek?! kakak sudah tidak tahan neh..! ”
“hmm..adek kocok aja ya kak? punya adek beneran masih perih, nggak tau kenapa sekarang kok malah terasa perihnya ”
” iya deh..dek, dari pada tidak sama sekali ” kupeluk tubuhnya dan kukecup keningnya, Arin tersenyum sambil menarik penisku agar aku mengikutinya.
Arin menyuruhku duduk ditoilet, kemudian dia berjongkok dihadapanku dan mulai mengocok penisku.

Arin tersenyum dan matanya mengerling imut melihatku merem melek merasakan kocokan tangannya yang halus, oohh..nikmat sekali rasanya.
Semakin lama kocokanya semakin cepat, kupegang kepalanya dan mengarahkannya mendekati penisku.
Tau apa yang kuinginkan Arin mengikuti tarikanku, mulai mengecupi dan menjilati kepala penisku tanpa menghentikan kocokannya.
oohh..dek..oohh..enakk dek..oohh..aku terus mendesah dan merem melek menikmati apa yang dilakukan Arin terhadap penisku.

Hap..Arin mulai memasukan penisku kedalam mulutnya, menghisap serta memainkan lidahnya disekitar kepala penisku.
Bersamaan dengan tanganya yang semakin cepat mengocok penisku, Arin juga mulai menaik turunkan kepalanya mengeluar masukkan penisku dimulutnya disertai hisapan dan sedotan seperti vacum cleaner. Membuatku semakin kelojotan merasakan kenikmatan yang luar biasa.
oohh..dek..oohh..terus..dek..oohh..enakk..enakk..!
Aku ikut memaju mundurkan pinggulku karena sebentar lagi kurasakan maniku akan keluar.

oohh..enakk..dek..oohh..kakak mau keluarr…aacchh…!
ccccrrrroooot..ccccrrrroooot..ccccrrrroooot..
Kusemburkan maniku kedalam mulutnya Arin, kutahan kepalanya dan kuhentak-hentakkan pinggulku mengeluarkan semua maniku.
Arin pun tetap mengocok dan menyedot penisku sampai maniku habis tak tersisa, Arin langsung menelan maniku sampai tidak ada setetes pun yang tersisa.
Setelah badai orgasme mereda aku rasakan tubuhku lemas sekali seperti tak bertulang, kuciumi seluruh wajah Arin dan kubisikkan ucapan terima kasih karena telah membuatku kenikmatan dan memberiku kepuasan.
Setelah selesai kami meneruskan acara mandi kami yang tertunda tadi dan segera keluar dan berganti pakaian, Arin tetap memakai seragam sekolahnya karena tidak membawa pakaian ganti sejak siang tadi.
Kemudian Arin berpamitan untuk pulang, tapi sebelum dia keluar kamarku sekali lagi kucium kening nya dan kupeluk erat tubuhnya untuk menumpahkan rasa sayangku yang sangat terhadap Arin.
Dengan kepulangannya Arin maka berakhirlah sudah petualangan birahi kami dan juga berakhirnya keperawanan Arin ditangan kakak sepupunya sendiri hari ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*