Home » Cerita Seks Mama Anak » Biarkan Anakmu Menjadi Dewasa 2(Tamat)

Biarkan Anakmu Menjadi Dewasa 2(Tamat)

Cerita Sebelumnya : Biarkan Anakmu Menjadi Dewasa 1

Keesokan harinya setelah setubuhi ibu secara terang-terangan kemarin semakin membuatku canggung dan rasa malu tak tertahankan!, apakah aku akan diusir dari rumah setelah ini? atau kan ibu sama-sama menyukainya? ahhh pikiranku menari-nari didalam otak! aku bangun pukul 10 pagi, pasti ibuku sudah membuatkan ku sarapan atau juga mengemasi koper ku? ah kacau sekali pikiranku, lebih baik aku tidak sarapan pagi ini dan langsung online di komputer… komputer sebagai pengalihan pikiranku tetap tidak bisa juga, aku harus menerima dan menanggung perbuatan ku.. kucoba turun ke bawah melihat keadaan ibu…

ternyata ibu tidak di kamarnya, ruang tv dan dapur, namun kulihat lampu kamar mandi menyala, ibu pasti lagi mandi pikiranku … ntah harus melakukan apa? apakah aku harus menunggu ibu keluar kamar mandi terus minta maaf? kebingunganku mulai memuncak… tapi Hal gila yang aku lakukan , entah kenapa tubuhku ini malah melakukan sebaliknya, kubuka celana dan baju ku sehingga aku sedang telanjang bulat, Kontolku sudah menandakan siap bertempur… lalu perlahan kubuka pintu kamar mandi dengan kunci cadangan yg aku miliki, Dalam keadaan ini seperti yang pernah kubilang Pikiran akan kalah oleh Nafsu yg besar sebagaimana kalau kita berduaan dengan pacar kita di kamar, kalau tak kuat iman maka hilang lah Akal sehat .. begitu juga dengan diriku namun beda kondisi.

setelah kubuka perlahan tanpa ketauan, saat itu ibu sedang bershower di bathup yang di tutupi tirai oleh karna itu ibu tak menyadari keberadaanku… aku yang terdiam berdiri menatap tubuh ibuku dari balik tirai itu… keringat dingin mengucur membanjiri kepalaku, nafsu membawaku menuju balik tirai itu, kontol ku yang sudah ngaceng dari tadi tak sabar untuk memasuki liang memek ibuku .. kubuka tirai itu dengan cepat , kulihat wajah ibu yang begitu kaget saat sedang mengguyur kepalanya itu.. “Roni… Apa yang kamu lakuk–” sekejap kututup mulut ibu dengan tanganku kiriku, ibu berusaha memberontak namun tenaganya masih kalah oleh punya ku… kini aku berjalan membelakangi ibu, dan sekarang percis posisi aku berada di belakang ibuku sambil menutup mulutnya itu, kucoba meraba toket nya yang besar dengan tangan kananku … “Ah .. bu berapa kali kuraba toketmu tetap kenyal seperti jelly” bisiku di telinga ibu.. kontolku yang sudah ngaceng keras bersentuhan dengan pantat ibu,, sehingga membuatku semakin terangsang… kujepitkan kontolku diantara kedua paha ibu sehingga kini kontolku berada di bawah Vagina ibu, lalu kutarik mundur kontolku … sehingga membuat pergesekan antara kedua kelamin … “ah.. ah… enak buu… mah… ah.. teruss” teriaku mendesah… lalu kutarik tangan kiriku dari mulut ibu dan kurambahkan di toket ibu, kuremas2 secara agresif kedua toket itu… “Ah… sakit.. Ron…” protes ibu… ibu kini sudah tak melawan lagi… dan menikmati alur dari pergerakan ku ini… “bagaimana bu enak?” tanyaku… namun ibu tak menjawab apa2 dan memilih bungkam…

Setelah puas dengan posisi petting , kini aku membalikan tubuh ku ke depan ibu… lalu kuciumi bibirnya yang sexy itu.. kujilati semua bibir ibu, kutarik lidahnya kedalam mulutku, namun ibu tak membalas dan hanya terdiam saja, Apakah ibu pasrah? atau sudah menerimaku? tak tahulah yang penting aku menikmati tubuh wanita ini…
“Hentikan ron… aku ibumu” sontak ibu berbicara.. namun aku terus menciumi ibu dengan agresif penuh nafsu..
“tapi Roni tak bisa berhenti bu, Roni sudah nafsu pada ibu .. ”
“kenapa harus ibumu Ron? ”
“tak tahu bu, mungkin karna ibu cantik dan sexy” Balasku…
“Bagaimana ayahmu jika tau ini semua?”
“Yah mungkin kita berdua akan di usir, setelah itu kita akan tinggal bersama bu”
“pendek sekali pikiranmu itu, bagaimana dengan sekolahmu? bagaiman jika kamu di DO?”
“Aku sudah tak peduli lagi bu, yang aku inginkan sekarang hanya ibu”

lalu kupeluk ibu tubuh ibu dengan nafsu, payudara yang berukuran 36D menempel di dadaku, kontolku yang ngaceng super kini berada di depan memek ibu…

“Bu … apakah ibu sudah siap menerima Kontol Anakmu?”

Ibu menggeleng menandakan tidak siap atau apa.. namun tak pikir panjang langsung kunaikan kaki ibu satu, kutahan dengan tanganku sehingga celah lubang memek itu terlihat besar, kumasukan kontol ku kedalam lubang memek ibu dengan perlahan…
“Ron jangan masukan benda itu ke ibu” dengan nada yang berat, terlihat sepertinya dia sudah terangsang
“Benda apa bu?” tanyaku..
“Bendamu nak..”
“Aku tak punya beda, ini organ vital bu.. ” jawabku memancing ibu agar mengeluarkan kata2 kotor ..
“Ah… tidak ron… Jangan masukan Kon-”
“Kon apa bu?”
“Jangan memasukan KONTOLmu! ” ibu berteriak..

seketika memek ibu melahap semua kontolku , kedorongkan kontolku agar masuk keliang vagina ibu, “Ahhhhhhhhhh… shhhhh…. ” desah ibu “Ron… ” ibu memanggilku. ..
namun kihiraukan panggilan ibu lalu kugenjot kontol ku sekuat tenaga, kupompa baju mundur dengan sangat cepat, lalu kuciumi pentil ibu yang sudah mengeras itu… “Ahh.. Roni… enak… ” seakan tak percaya ibu mengeluarkan kata-kata itu padaku… namun aku hanya terus memompa dan membobol liang vagina ibu lebih dalam… ahh ahhh buuu enak sekali memek mu ini … boleh kah Roni keluarkan di dalam lagi? tanyaku … namun ia tampaknya tak setuju … setelah melakukan posisi tadi, kubalikan ibu dan kusuruh memegang bathup sehingga kini ibu nonggeng dihadapanku.. kini kuleluasa untuk menancanpkan kontol panas … kulakukan Doggy style yang biasa orang sebut . kutusuk ibu dari belakang dan sambil terus memompa… ibu hanya bisa mendesah Ahhh… ihhh … Ahh.. Ron… Ron… . Kupercepat laju ku membobol vagina yang hangat ini… ahh tak kuat ku menahan mani yang mau keluar,, “Bu mari kita orgasme bersama lagii ” ahhh……. Croot crott ibu dan aku barengan keluar.. kusemburkan semua sperma di dalam memek ibu… ibu terjatuh ke lantai kamar mandi karna lemas begitu juga dengan diriku, kupeluk tubuh ibu lalu berkata “Aku sayang Ibu” .

Aku pun tak sadar dan tertidur dikamar mandi, setelah kulihat ternyata ibu sudah tak ada, lalu aku berendam di dalam bathup yang kuisikan air panas.. Ahh enaknyaa…. sambil berfikiran kotor tentang tubuh ibuku, kontolku langsung ngaceng lagi jika memikirkan itu… tak terasa hari sudah pukul 8 malam, kebereskan baju dan cepat ke kamar, kulihat tak ada ibu ruang tamu… ah mungkin dia lelah atas tadi pikirku.. lalu aku masuk kamar dan kurebahkan diriku ke kasur … dan lelap ku tidur .

Hari ini aku bangun sangat pagi, sangat semangat karna ibu sudah menerimaku untuk menikmati tubuhnya, langsung ku meluncur kebawah untuk sarapan, namun sepertinya ibu belum bangung.. kulihat ke kamar ibu dia masih terlelap tidur … sepertinya hari ini aku yang akan buat sarapan buat ibu.. kubuat sarapan buat ibu dengan penuh Nafsu dan Cinta , entah jam berapa ibu bangun aku tak tau namun aku makan duluan dan menyisakan sepiring buat ibu.. lalu kulanjut menonton tv , ibu seperti sudah bangun dari tidurnya.. dan langsung kemeja makan.

“Hari ini kamu yang masak Ron? Maaf ibu ketiduran”
“Iya gpp bu kali2 Roni yang masakin buat Ibu ” jawabku
“Baik, ibu makan yah… ”

Setelah ibu makan ibu kini duduk di sebelahku dan memulai percakapan..

“Ron ntar jam 3 kita jemput Ayah di Bandara ”
“Iya bu ” jawabku

namun setelah itu ibu hanya berdiam dan menonton Tv seakan tidak ada yang terjadi beberapa hari kebelakang..

“Bu apakah ibu mau melakukanya lagi dengan Roni?”
“….”
“Bu Roni siap kapan pun kok”
“….” Ibu masih terdiam .
“Bu Apakah kemarin sangat menyenangkan bagi ibu?”
“….”
“Maaf yah bu kalau Roni sudah memaksakan Ibu untuk melayani nafsu bejad Roni ”
“….” namun ibu masih terdiam dan itu membuatku sangat kesal …

Kini kutarik tangan ibu sehingga ibu sudah terlentang di sofa dengan memakai Piyama nya itu, kubuka celana ku dan baju ku… lalu kumasukan kontol ku kedalam mulut ibu dengan paksa… Ah… bu makan kontol anakmu ini! …
Ibu hanya bisa terdiam dan menutup mata nya…
“Apakah ibu masih tidak bisa terima bahwa aku sudah menyetubuhimu?!” nadaku kesar
Namun ibu masih tetap terdiam…

kujerambahi baju ibu dengan penuh nafsu , sekarang kita sama2 bugil, kuciumi mulut dan memek ibu dengan penuh geliat nafsu, kujepitkan kontolku dibuah dadah dan kini kupegang tangan ibu supaya dia yang menggoyangkan dada nya… dia hanya bisa mendesah… Ahh… Roni… kugoyang2 pentil ibu lalu kugigit sedikit pentil yang mengeras itu, ibu sedikit mendesah kerass AHHH… Ron sakit… namun ak kuhiraukan,,, Kontolku yang sudah keras kiri langsung berurusan dengan memek ibu yang bau … kumasukan dengan sangat kerass kugenjot ibu dengan penuh nafsu bejadku,… sambil ku meraba toket yang besarnya itu… Ah… Ah… bu Roni mau keluar, buru2 kumasukan kontolku kedalam mulut ibu sambil di sepong, ku bucat kan mani ku didalam mulut ibu… Ahh tak kalah enaknya … ibu yang masih terangsang mengeluarkan peju ku dan lalu ibu mendorong aku jatuh ke lantai dengan keadaan bugil itu.. lalu kulihat wajah ibu yang serius itu

“Ron kemarin ibu berperiksa ke dokter kandungan” Ibu langsung berbicara tanpa basa basi
“hah? yang benar bu? jawabku
“Iya, ibu positif hamil anakmu Ron… ”
“Terus kita harus bagaimana bu?, aku tidak mau mengugurkan anakku”
“Kita harus terus terang ke ayah… dan kita harus bersiap meninggalkan rumah ini”
“iya bu…” jawabku
“Ron… Roni… ”
“Ya bu” jawabku

lalu ibu memeluku dalam keadaan seperti ini dan berkata Bahwa aku harus bertanggung jawab, aku tak boleh meninggalkanya sendirian di saat nanti, kuterima janji itu karna memang aku mencintai ibu…
Entah harus senang atau sedih, aku menerima kabar ini, senangnya ibu hamil anaku dan sedihnya kita harus meninggalkan rumah ini … apakah ini akibatku ibu menderita karna harus meninggalkan suami dan rumah ini, ini karena nafsu ku yang tak terbendung kepada ibuku… ahh aku harus cepat mencari kerja pikir ku…

Jam 2 kami menjemput Ayah ke bandara , setelah menjemput kami makan di restoran mungkin ini Surprise dari ayah, dan ayah juga membawakan ku oleh2 yang banyak dari sana.. namun oleh2 dariku hanya sebuah anak di kandungan istrinya .. sungguh tragis.. kami tak tega menceritakan hal itu pada hari kepulanganya, kita menceritakan seminggu kemudia… Ayah sangat murka apa yang terjadi dan mengusir kita berdua dari rumahnya … Ibu sangat sedih namun aku harus menyemangatinya… menafkahinya juga .. namun sebentar lagi aku lulus SMA , mungkin setelah lulus aku akan langsung kerja, Kini kami tinggal di rumah kecil di sebuah desa yang tenang, jauh dari hirup pikuk kota, kemewahan yang kami tinggali dirumah itu.. kini kami hidup sederhana… Aku dan bersama Ibuku tercinta.. dan tentunya Anakku..

==THE END==

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*