Home » Cerita Seks Sepupu » Adik Sepupuku Yang Manja 4

Adik Sepupuku Yang Manja 4

Cerita Sebelumnya : Adik Sepupuku Yang Manja 3

Sejak kejadian aku ml sama Arin meskipun tidak sampai seperempat penisku yang masuk, tapi sudah membuat kami ketagihan dan setiap ada kesempatan kami terus mengulanginya, meskipun begitu aku belum berani menembus selaput daranya, kasihan kalo sampai Arin kesakitan.

Hari ini aku merasakan udaranya sangat panas sekali, sekitar jam 1 siang aku sampai rumah kuputuskan segera mandi menyegarkan badan, setelah mandi dan hanya memakai cd saja kubaringkan tubuhku ditempat tidur dan mulai kupejamkan mata sampai kuterlelap tidur.

Belum sampai 1 jam aku tertidur, antara sadar dan tidak aku merasa geli dan nikmat diselakanganku dan rasa itu semakin lama semakin nyata. Akhirnya aku terbangun dan saat aku lihat kebawah ternyata Arin yang masih memakai seragam SMPnya sedang menjilati penisku.

Aku pura-pura masih tidur karena penasaran apa yang akan dilakukan Arin, meskipun terkadang aku hampir tidak bisa menahan geramanku dan desahanku menahan nikmat saat Arin mulai mengocok dan mengulum penisku, semakin lama penisku membesar dan sangat keras.

Sekitar 10 menitan Arin melepaskan penisku, dia berdiri dan melepaskan seragamnya. Setelah telanjang bulat dia naik lagi dan mengangkangiku diarahkannya penisku kememeknya, saat kepala penisku digesek-gesekan kebibir memeknya kurasakan sudah basah, hmm..rupanya Arin sedang horny.

Secara perlahan Arin mulai menekan pinggulnya kebawah, karena memeknya sudah sering kumasuki dan basah meskipun masih agak sulit tapi tidak sesulit pertamanya, kepala penisku mulai terbenam kedalam memeknya,dan Arin langsung menggoyang naik turun.

oohh..sssttt..aahh..oohh..
erangan Arin saat pantatnya naik turun.
ccrreep..ccllepp..ccllepp..
bunyi kepala penisku yang keluar masuk.

Sebisa mungkin aku menahan nikmat ini dan tetep berpura-pura tidur karena aku ingin Arin mengendalikan permainan, dan tidak mau mendapati Arin malu kalo aku tiba-tiba bangun.

Semakin lama Arin semakin cepat menaik turunkan pantatnya, mungkin karena rasa nikmat dan nafsu yang semakin meninggi Arin terlalu kuat menghentakkan pantatnya saat menggenjot turun.
bbrreettt…! bbblleeesss…!
aaooww..aadduuhhh…! hiks..hiks..aaduhhh..!
Arin langsung ambruk tengkurap diatas tubuhku sambil merintih dan menangis.

Aku rasakan penisku sudah masuk separuhnya, aku langsung memeluk Arin menciumi keningnya dan rambutnya, kuelus punggungnya sebisa mungkin membuatnya tenang.

“kak sakit sekali hiks..hiks..”

Aku hanya diam tetap memeluknya mencoba untuk menenangkannya, dan saat tanganku menyentuh diantara selakangan kami dijariku aku lihat darah keperawanan Arin. Pantas saja dia kesakitan selaput daranya sudah sobek, selagi aku saja merasakan sedikit ngilu dan perih dikepala penisku karena dipaksa masuk dan sangat ketatnya cengkraman memek Arin, gumamku dalam hati.

kupegang pinggulnya kutekan kebawah dan aku juga menekan pinggulku keatas, mungkin adanya darah dan juga masih ada lendir membuat penisku perlahan semakin dalam masuk kememek Arin.

bbblleeesss…! mentok sudah penisku terbenam didalam memeknya.

Arin semakin erat memelukku dan cukup keras menggigit dadaku, menahan sakit dan perih yang bertambah ketika kubenamkan penisku sampai mentok. Aku lakukan itu karena aku pikir sudah terlanjur jadi mendingan sekalian mentok biar sekali merasakan sakit.

” sudah kak jangan diterusin,sakit sekali kak ” sambil masih terus menangis.
” iya sayang..tahan ya dek? ” sambil kuelus punggungnya dan kuciumi rambutnya mencoba menenangkannya.

Setelah Arin cukup tenang, perlahan kubalikkan tubuh kami agar Arin berada dibawah tanpa melepas penisku.
Kuposisikan Arin terlentang dan aku duduk berjongkok dihadapanya, kulihat cukup banyak darah yang keluar disela-sela kelamin kami, bibir memek Arin yang mungil itu terbuka lebar menampung penisku yang besar dan terasa ujung penisku menyentuh rahimnya.
Penisku terasa disedot masuk dan dicengkram kuat oleh daging hangat dan lembut, oohh..nikmat sekali rasanya.

Kupegang kedua lututnya dan kukangkangkan melebar, mulai kutarik keluar penisku sampai hanya kepalanya saja yang didalam dan kutekan masuk lagi perlahan sampai mentok.
kulakukan secara teratur dan pelan saja, naik turun naik turun.

oohh..oohh..aahh..dek..oohh..nikmat sekali rasanya membuatku melayang.

Arin hanya mencengkram erat sprei,memejamkan mata dan menggigit bibir bawahnya sendiri.
Kulihat bibir memeknya ikut ketarik keluar saat kukeluarkan penisku dan ikut masuk kedalam saat penisku kumasukkan.

oohh..uuhh..kak…uuhh..oohh..Arin mulai mendesah mungkin sudah merasakan nikmatnya, mulai kutingkatkan genjotanku menambah nikmatnya persetubuhan kami.

oohh..sensasinya sungguh luar biasa merasakan nikmat sambil malihat penisku yang besar keluar masuk dilubang memeknya yang mungil.
Kulepas peganganku dilututnya, dan mulai kutindih tubuhnya dengan siku dan lututku sebagai penahan berat tubuhku agar tidak membebani Arin.

Langsung kulumat bibirnya sambil tetap kugenjot naik turun pinggulku, Arin langsung melingkarkan tanganya keleherku dan membalas lumatanku.

bblleess..bblleess…ccllepp..ccllepp..bunyi penisku keluar masuk dimemeknya.
oohh..! oohh..!kak..aacchh..!
oohh..!aahh..!dek..oohh..!
desahaan kami saling bersahutan disela lumatan bibir kami.
semakin lama kupercepat genjotanku dan Arinpun semakin erat memelukku.

Ccplook..cplook..cplook..
bunyi selakangan kami yang saling beradu.
oohh..kak adek mau pipis..ooh..
tubuh Arin menegang kaki ya menjepit erat pinggangku dan tangannya semakin erat merangkul leherku, tak lama kemudian.

sssseeeerrrr..sssseeeerrrr..sssseeeerrrr..
Tubuh Arin mengejang-ngejang matanya membeliak dan langsung menggigit bahuku cukup keras, semprotan demi semprotan mengenai ujung penisku dan kurasakan cairan orgasmenya lebih banyak dari sebelumnya.

Kuhentikan genjotanku memberikan waktu untuk Arin menikmati orgasmenya, setelah mereda mulai kugenjot lagi semakin cepat karena akupun ingin mengejar orgasmeku sendiri.
Tubuh mungil Arin terlonjak-,,lonjak dibawahku menerima genjotanku yang sangat cepat, kurang lebih 5 menit kemudian kurasakan maniku juga akan segera meledak.

oohh..oo..dek..kakak juga mau keluarr..oohh..! semakin cepat genjotanku dan kuhujamkan sedalam-dalamnya.

ccccrrrroooot..ccccrrrroooot..ccccrrrroooot..
Badanku mengejang dan pinggulku menghentak-hentak saat penisku menyemburkan isinya kedalam rahimnya, bersamaan dengan itu tubuh Arin ikut mengejang.

sssseeeerrrr..sssseeeerrrr..ssseeerr..
Mungkin karena sensasi semburan maniku kedalam rahimnya yang kencang hangat dan nikmat, membuat Arin mendapat orgasmenya yang kedua, nafas kami ngos ngosan dan tersengal-sengal.

Setelah nafas kami teratur aku mulai menarik penisku keluar, ” aadduuhhh..kak jangan dicabut dulu peeriihh..” rengek Arin manja merasakan perih saat akan kucabut penisku, akhirnya kudiamkan penisku didalam dan kubalik kan tubuh kami sehingga Arin berada diatasku.
Kubelai rambutnya dan kuelus punggungnya, sampai Arin tertidur diatas tubuhku dengan penisku masih menancap dimemeknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*