Home » Cerita Seks Sepupu » Adik Sepupuku Yang Manja 3

Adik Sepupuku Yang Manja 3

Cerita Sebelumnya : Adik Sepupuku Yang Manja 2

Kasih sayangku semua tercurah hanya untuk Arin, sehingga sampai umurku 19 th aku belum pernah sama sekali merasakan yang namanya pacaran, bukan berarti aku tidak laku. banyak cewek yang naksir kepadaku tapi sama sekali aku tidak tertarik menjadikan mereka pacarku. Setiap hari aku selalu bersama Arin dan kemana-mana selalu mengajak Arin, kecuali saat aku ngumpul bersama teman-temanku.
Mungkin itulah sebabnya aku tak pernah memikirkan untuk pacaran.

Apalagi sekarang hubunganku dengan Arin bertambah setelah kami melakukan sesuatu yang seharusnya tabu untuk kami lakukan, aku semakin sayang sama Arin dan dia pun semakin manja kepadaku.

Sudah 1 bulan berlalu semenjak pertama kali kami melakukan peting, tapi ini sudah 1 minggu aku kelimpungan sebab pejuku tidak aku keluarkan karena Arin sedang datang bulan, sebenarnya aku bisa meminta Arin mengoralku tapi Aku tidak mau egois merasakan kenikmatan sendirian.

Hari ini seharusnya Arin sudah bersih, aku berniat malam ini datang kerumahnya. Setelah makan malam aku pergi kerumah Arin, Aku berjalan kaki saja karena rumah Arin berjarak 3 rumah saja dari rumahku.

Setelah sampai dan berbasa-basi sebentar sama om dan tante, aku naik kelantai 2 kekamarnya Arin. Tanpa mengetuk aku langsung membuka pintu, karena aku sudah tau kamar Arin tidak pernah dikunci.

Aku melihat Arin tengkurap ditempat tidurnya sambil belajar, Arin tersenyum melihat aku yang datang. Kudekati dia dan kucium kedua pipinya, kening dan juga kucium bibirnya sebentar.

” dek sudah selesai belajarnya? ” tanyaku.
” belum kak, ini sebentar lagi pr nya selesai”
” hmm..sudah bersih apa belum dek? ” tanyaku sedikit bergetar menahan birahi.
Arin hanya mengangguk sambil tersenyum tersipu malu.

Aku langsung melepas celanaku dan kusingkirkan buku pelajarannya,langsung aku duduk didepannya dengan penis mengacung tegak berdiri,

” iihh..apaan sich kak, adek kan lagi belajar ” tetapi tangannya langsung memegang dan mengelus penisku.

” oohh..kakak sudah tidak tahan dek ” suaraku sedikit menggeram menahan nikmat.
Arin mulai menjilati penisku dari kepala sampai kepangkal batangnya naik turun, setelah puas Arin mulai memasuk kan penisku kemulutnya menyedot dan menaik turunkan kepalanya dan tangannya terus mengocok batang penisku.

oohh..oohh..dek..enakk..oohh..aacchh..
Kupegang kepalanya dan membantunya memaju mundurkan pinggulku.
oohh..nikmat sekali rasanya.

Sudah lama pejuku tidak kukeluarkan sehingga baru sekitar 10 menitan, rasanya pejuku sudah mau keluar.
Aku terus memegangi kepalanya dan semakin cepat kuayunkan pinggulku,Arin juga terus menghisap dan tangannya tetap mengocok batang penisku.

oohh..oohh..aacchh..dek kakak mau keluarrr..oohh..dek..kklluarr..oohh..telan dek..ini dek..tellaan..

ccrrooot…ccrrooot..ccrrooot..
pejuku berhamburan kedalam mulutnya dan arin langsung menelannya, terus menerus dihisap dan dikocok sampai pejuku tidak ada lagi yang keluar.
Aku merem melek menahan kenikmatan yang sudah 1 minggu ini tidak Aku rasakan, setelah pejuku tidak keluar lagi dan dirasa penisku sudah bersih. Arin melepaskan penisku yang mulai terkulai lemas.

” makasih ya dek..,sekarang giliran kamu yang kakak bikin enak ” ucapku sambil mengecup keningnya.
Aku mulai beranjak kesamping tubuhnya, kusingkap daster yang dipakaianya dan kulepas cd warna pink itu melewati kakinya.
Kubentang kakinya kesamping berlawanan, dan aku tengkurap ditengah kakinya membuat wajahku tepat diatas pantatnya.

oohh..pantat yang bulat mulus dan tonggeng menggairahkan, terlihat lubang duburnya yang bersih dan dibawahnya memek yang tembem belahan hanya segaris membuatku menelan ludah berkali-kali melihatnya.

Aku mulai menciumi dan mengenyoti bongkahan pantatnya, tanganku ikut meremas-remasnya lembut.
Lidahku mulai mengulas dan menjilati lubang duburnya, tubuh Arin tersentak kaget merasakan duburnya Aku jilati yang memang baru pertama kali kulakukan.

oohh..kak jangan oohh..aahh..itukan kotor,oohh..
Aku tidak peduli dengan erangan Arin dan terus menjilati duburnya sampai basah kuyup, bagiku dubur Arin sangat bersih dan baunya bukannya menjijikan tapi malah menggairahkan.

Kubuka belahan pantatnya dan aku mulai menekan masuk lidahku keduburnya, kukeluar masukkan lidahku sesekali kuulaskan didalam membuat Arin mencengkram erat seprei dan membenamkan wajahnya kebantal mengerang-ngerang nikmat.

Setelah puas dengan duburnya jilatanku turun kememeknya yang sudah sangat basah sekali, kujilati kelentitnya kucucuk lubangnya dan kusedot cairan yang keluar dari dalam.
Mungkin karena sudah sangat terangsang saat kumainkan duburnya, sehingga sebentar saja kumainkan memeknya membuat Arin sudah orgasme.
tubuhnya menegang dan mulutnya tak henti-hentinya mengerang.

oohh..oohh..aacchh..adek mau pipis kak..oohh..
sssseeeerrrr..sssseeeerrrr..sssseeeerrrr..
Kusedoti cairan yang keluar dari memeknya sampai tak ada lagi yang keluar.

Kubalikan tubuhnya dan kukangkangkan kakinya menekuk keatas, kusuruh Arin memegangi lututnya agar posisinya tetap mengangkang seperti itu.

Selain nafsuku kembali memuncak dan penisku sudah berdiri mengeras lagi, hari ini aku ingin merasakan sesuatu yang lebih dari sebelumnya yaitu memasuki tubuhnya.
Arin hanya diam saja dan mengikuti apa yang aku suruh, menunggu apa yang akan aku lakukan lagi terhadap tubuhnya.

Kulihat memek tembemnya merekah bibirnya sedikit terbuka memperlihatkan daging berwarna pink kemerahan, membuatku tidak tahan untuk segera memasukinya.

Segera kugesekkan sebentar ujung penis kebelahan memeknya dan mulai kutekan-tekan masuk.

heeghh…eenghh…kak..heeengh..suara tertahan Arin saat aku mencoba memasukkan penisku kememeknya yang basah itu.

Susah sekali penisku untuk masuk, sudah hampir 10 menit penisku selalu terlepas kadang melejit keatas kadang kebawah saat kutekan.
Aku berhenti menekan dan kutempelkan ujung penisku tepat dilubang memeknya, kurasakan otot memeknya perlahan mengendur dan mengencang secara teratur.

Hmm..mungkin dengan cara ini akan berhasil, aku hanya perlu mengikuti temponya.
Kupegang pinggangnya dan saat otot memeknya mengendur kutekan kuat blees..setengah kepala penisku masuk, mengendur lagi dan bleess..kepala penisku masuk semua sampai keleher diantara kepala dan batang penisku.

aauw..aduuhh..duh..duh..eehh..sudah kak perih..aduh..adek gak kuat kak..sudahh..

Aku tidak merasa merobek sesuatu ataupun melihat darah keluar, hmm..rupanya selaput dara Arin agak kedalam, saat aku coba menekannya lagi sungguh sangat sulit untuk masuk lebih dalam lagi.
karena tidak bisa masuk lebih dalam lagi dan melihat Arin sudah sangat tersiksa merasakan perihnya, kuhentikan usahaku untuk memasukkan penisku lebih dalam lagi.

Meskipun tidak sampai seperempat dari penisku yang masuk aku sudah merasakan nikmatnya,penisku terasa disedot dan dicengkram kuat didalam memeknya.

Perlahan aku mulai menindihnya, kubelai rambutnya dan kuciumi wajahnya serta melumat bibirnya agar dapat mengurangi rasa perihnya.
Meskipun selaput daranya belum robek, tentu saja Arin merasakan perih karena lubang sekecil itu dipaksa membuka lebar menerima kepala penisku.

Setelah kurasa Arin sudah tenang dan tubuhnya tidak setegang tadi, mulai kuayunkan pinggulku naik turun mengeluar masukkan kepala penisku perlahan dan konstan.
oohh..meskipun hanya kepala penis yang keluar masuk tapi ini nikmat sekali, lebih nikmat dari pada dioral.

oohh..aahh…kak..oohh..
Arin semakin erat memelukku, mungkin sudah hilang perihnya dan diganti rasa nikmat seperti yang aku rasakan.
Aku semakin cepat mengayunkan pinggulku.

oohhh..oohh..dek..enaakk..oohh..dekk..

ii..ya..kak..oohh..terruss..kak..oohh..terruss…o ohh..

ccllepp..ccllepp..ccllepp..bunyi kepala penisku keluar masuk.
semakin kupercepat genjotanku semakin nikmat kurasakan.

aahh..aacchh..oohh..kak..adik mau pipis lagi.
oohh..
Arin semakin erat memelukku, kakinya menjepit pinggangku sangat kuat tak lama kemudian tubuhnya kejang-kejang.

sssseeeerrrr..sssseeeerrrr..sssseeeerrrr..

Muncratlah cairan hangat dari dalam memeknya membasahi kepala penisku, aku tidak peduli dan terus menggenjot secara cepat karena aku merasa sebentar lagi pejuku pun mau keluar.

oohh..ooohh..dek..kakak juga mau keluuaarrr..oohh..
Saat pejuku sudah diujung, aku langsung mencabut penisku. ploop..bunyi penisku saat kucabut.
Langsung kukangkangi tubuhnya dan kuarahkan penisku kemulutnya, Arin cepat membuka mulutnya langsung kumasukkan dan kukocok cepat.

oohh..dek..trima ini dek..oohh..telan dek..oohh..
ccccrrrroooot..ccccrrrroooot..ccccrrrroooot..
Dua kali sudah pejuku keluar didalam mulutnya, Arin langsung menelannya dan menghisap sampai pejuku sudah tidak keluar lagi.

Kucabut penisku dari dalam mulutnya kemudian kuciumi seluruh wajahnya, Arin langsung terkapar tertidur kelelahan dengan bibir tersungging senyum kepuasan.

Kupakai celanaku kembali, kuselimuti tubuh Arin dan kukecup keningnya. Setelah itu aku keluar dari kamarnya, berpamitan sama om dan tante yang sedang nonton tv dilantai satu, segeralah aku pulang dengan langkah yang riang dan penuh kepuasan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*