Home » Cerita Seks Mama Anak » Anak Kembarku Yang Nakal 1

Anak Kembarku Yang Nakal 1

Cerita Sedarah Terbaru Ini, Judulnya Anak Kembarku Yang Nakal

”bunda…yoga pulang” ujarku saat membuka pintu rumah,

”iya sayang… bunda lagi didapur,lagi masak buat kamu sama kakak mu” teriak bunda dari dalam rumah,tepatnya dari dapur,
saat aku duduk di depan pintu dan melepaskan kedua sepatuku,bunda datang menghampiriku,

”lho..kakak mu mana yog? Kenapa pulangnya enggak barengan?” tanya bunda heran saat melihatku pulang sendirian,

”mungkin kakak pergi main dulu bun… waktu keluar dari kelas,yoga engga ketemu sama kakak” jawabku sambil melepaskan kedua kaos kaki,

”ya sudah,kalau gitu kamu ganti baju dulu terus makan ya… Bunda lanjutin lagi masaknya” ujar bunda sambil meninggalkanku.

Perkenalkan namaku yoga,aku adalah saudara kembar dari kakak ku yang bernama yogi, kami berdua adalah anak kembar,kata bunda ku, aku dan kakak terlahir hanya berbeda beberapa menit saja. Umurku baru 15 tahun,sama dengan kakak ku, kini aku duduk dikelas 3 smp, aku dan kakak satu sekolah, tetapi kami tidak satu kelas. Disekolah,teman temanku maupun teman kak yogi selalu salah ketika memanggil nama, terkadang aku disebut kak yogi,karena wajah kami sangatlah mirip,hanya satu yang membedakan aku dengan kak yogi yaitu tai lalat. Kak yogi memiliki tai lalat diatas bibirnya,sedangkan aku tidak. Ada satu hal lagi yang membedakan kami, kak yogi orangnya keras kepala dan nakal, sedangkan aku orangnya pemalu dan rajin belajar, mungkin kak yogi takan menerima alasanku ini,tetapi itulah pembeda kami. Aku dan kakak tinggal dirumah yang cukup besar,karena kedua orang tua ku adalah orang mampu.
Bunda ku berprofesi sebagai penjual obat herbal,bunda mendagangkan dagangannya dirumah,setiap pembeli akan berdatangan kerumah jika akan membeli produknya, sedangkan ayahku seorang nahkoda kapal laut, ayahku ini jarang pulang, mungkin dalam setahun ini ayah baru pulang satu kali,tetapi bunda bilang minggu minggu sekarang ayah akan pulang. Ayahku bernama Yadi ,kini ayah berumur 42 tahun sedangkan bunda berumur 35 tahun. bunda ku bernama Nola. Mungkin hanya sedikit saja yang dapat aku sampaikan tentang keluargaku dan diriku sendiri.
Kembali kepada cerita…

”bunda masak apaan?” tanyaku saat menghampiri meja makan,

”bunda masak udang saus tiram sayanggg.. Coba kamu rasain! Enak engga?” jawab bunda dengan melemparkan senyuman kepadaku, aku hanya mengangguk saja.

”yumm.. Enak bunda… Perut yoga makin keroncongan aja” ujarku kegirangan saat mencicipi udang pasakan bunda,

”ya udah, ayo makan mumpung masih panas nih… Makan yang kenyang yaaa” bunda sangat gembira,bahwa masakannya disenangi oleh anaknya. Disaat aku sedang melahap nasi dan udang saus tiram bunda,kembali bunda menanyakan kakak,

”kemana sih kakak mu itu, jam segini masih belum pulang juga… Kayak nya sebentar lagi mau hujan” bunda terlihat cemas,raut wajah bunda menggambarkan kecemasan seorang ibu terhadap anaknya.

”mungkin sebentar lagi pulang bun…” aku mencoba menenangkan bunda, namun bunda hanya tersenyum.
15 menit sudah aku melahap makan siangku, dan hujan pun turun dengan deras,

”bundaaa….yogi pulang” teriak kak yogi saat membuka pintu rumah,
bundapun pergi menghampiri kak yogi, akupun mengikuti bunda dari belakang, aku berjalan perlahan agar tidak diketahui oleh bunda,

”kamu kemana dulu sih kak? Jam segini baru pulang, mana ujan ujanan lagi…” saat bunda berbicara,kak yogi langsung melumat bibir bunda,

”hemm…tadi kak beli ini dulu bun…” bisik kak yogi sambil menunjukan sebuah barang kepada bunda,

”ihh.. Sudah ahh nanti adek kamu liat lagi, sudah cepat ganti baju sana” bisik bunda kepada kakak,
aku sangat tercengang dengan perlakuan kakak dan bunda, apa yang sebenarnya terjadi dengan mereka, itulah pertanyaan yang pertama kali muncul dari hati kecilku, akupun kembali ke meja makan dengan lari kecil tanpa suara langkah kaki.
Seteleh duduk kembali di kursi meja makan, bunda kembali menghampiriku

”makan yang kenyang ya dek… Biar cepet gede” ujar bunda dengan ledekan nakal nya kepadaku,

”yaelahh… Bun.. gitu amat sama yoga… Emang yoga masih kerempeng apa?” jawabku dengan sedikit kesal,

”hihi… Makannya.. Kamu harus kaya kakak mu … Suka olahraga, jadi badannya bagus…” ujar bunda sambil memerhatikanku saat melahap nasi yang dari tadi aku makan itu.

”iya deh iyaa… Nanti yoga mau minta diajarin olahraga yang baik dan benar sama kak yoga…” lanjutku dengan mengakhiri suapan nasi,

”ihh.. Jangan ngambek gitu dong dek” ujar bunda yang mencoba membujuku.
Akupun hanya diam, saat itu kak yogi menghampiri kami berdua.

”dek.. nanti kamu kerjain ya PR kakak… Kakak males nih, badan kakak agak meriang gini” ujar kak yogi saat duduk di sampingku.

”hemm…” hanya itu yang keluar dari mulutku.

”kamu tolongin kakak ya,yog… Kasian kakakmu sakit,kayaknya demam. Gara gara tadi kehujanan” ujar bunda untuk memastikan agar aku membantu untuk mengerjakan PR kak yogi.

”ya sudahhh kak.. Nanti yoga kerjain” jawabku sambil mengakhiri makan siang. Akupun pergi meninggalkan bunda dan kak yogi.
Setelah makan siang,rupanya rasa kantuk pun tidak dapat dihindarkan, dan akupun langsung pergi kekamar tidur.
Hujan semakin deras, suara TV di ruang tengah pun tak dapat didengar, akupun tertidur pulas. Hanya 15 menit aku tertidur, tetapi hujan semakin deras saja. Akupun mencoba mencari kak yogi. Dengan mataku yang masih kantuk, saat keluar dari dalam kamar, aku tidap melihat keberadaan bunda dan kak yogi di ruang tv. Akupun langsung menuju kamar mandi dibelakang,karena kebelet pipis, akupun lari. Namun saat melewati gudang dibelakang, aku melihat bunda sedang berciuman dengan kak yogi. Mereka berciuman dengan penuh gairah. Akupun berniat mengintip mereka. Namun saat aku akan mengintip mereka, bunda mencoba melepaskan ciumannya. Dan akupun kembali lari kekamar mandi.

”apa yang sebenarnya terjadi pada bunda dan kak yogi” ujarku dalam hati saat menikmati sisa pipisku.
Setelah semua terkuras habis, dan rasa nyaman pada tubuhku kembali pulih. Akupun memutuskan kembali tidur,karena rasa kantukku masih tersisa. saat keluar dari dalam kamar mandi aku,aku tidak melihat keberadaan mereka di gudang tadi. akupun kembali berlari menuju kamar tidur dan melanjutkan tidur siangku.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*